My Lovely Servant – Part 5

My Lovely servant (part 5)

Author : Dinar aka Dhy

Cast    : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and another cast

A/N: apa ada yang merasa FF ini lama keluarnya (reader: gak ada) kalau ada ini semua murni kesalahan saya, saya lupa buat ngirim part yang ini. Jadi mohon dimaklumi^^

“apa aku harus memakai pakaian ini???” Tanya eun hye pada key. Key tidak menjawab dia hanya melihat eun hye dari ujung kaki sampai ujung kepala,

“kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya eun hye lagi.

“karna kau sangat cantik” bisik key dalam hati, kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghapus apa yang ada dipikirannya.

“kau kenapa sich???”

“andwe, heh ingat, di dalam sana jangan buat aku malu, mengerti, ow ya 1 lagi sepatu” ucap key kemudian membuka bagasi mobilnya. “nich”

“wah apa kau selalu menaruh barang-baranng wanita di mobilmu ya???” tanya eun hye

“sudah jangan banyak tanya, kau hanya tinggal memakainya”

Eun hye side

Aku heran dengan apa yang dilakukan key, dia menolongku, kemudian membawaku ketempat ini, sebenarnya apa cieh mau dia.

“heh ayo cepat masuk!!!” ucap key membuyarkan semua lamunanku.

“ea ea” jawabku sambil berjalan dibelakang key.

“aaah kenapa kau tidak menyisir rambutmu cieh” keluh key.

Dasar menyebalkan akukan tidak minta dibawanya ketempat ini, lagi pula rambutku bagus ko, rapi walaupun Cuma digerai.

“kenapa kerjamu selalu protes sih??? Harusnya yang proteskan aku, kau menyuruhku memakai baju yang aneh ini, lalu kau juga menyuruhku memakai sandal dengan hak setinggi ini, inikan membuatku pegal” aku rasa aku tidak bisa menahan omelanku “ya sudah tunggu sebentar, aku rasa aku punya sesuatu untuk rambutku” aku teringat dengan jepitan yang diberikan jinki  padaku, aku rasa akan cocok dengan gaun ini. Akupun berlari menuju mobil key.

“hey key, kau mengunci mobilnya, aku jadi tidak bisa masuk” ucapku, tapi ku rasa key tidak mendengar atau pura-pura tidak mendengar, dasar menyebalkan.

“KEY ~~~~~~ BUKA MOBILNYA” akhirnya aku  berteriak dan beberapa tamu pesta yang baru datang sekarang melihat kearahku, aah sial bisikku dalam hati.

“KIM KIBUM”  aku sengaja meneriakan nama key, memangnya dia pikir aku hanya akan mempermalukan diriku saja. Aku melihat key berlari kearahku, dan aku tahu dia keliatan kesal.

“kau…. Jangan berteriak-teriak seenakmu, kau membuatku malu tahu”

“ups, maaf, ya sudah cepat buka mobilnya” kemudian key membukakan kunci mobilnya. “trimakasih” ucapku

“aisssshhhh, yaaaa kenapa kau menyuruhku hah??? Akukan bosmu”

“kau ini, begitu saja marah, akukan tidak menyuruhmu macam-macam” ucapku sambil terus mencari jepitan di dalam tasku. “ketemu” ucapku senang kemudian memakai jepitan rambut itu, aku sedikit merasa aneh karena sebelumnya aku tidak pernah memakai benda seperti ini. “bagai mana???” tanyaku pada key.

“lumayan, palinng tidak itu terlihat lebih rapi dari pada tadi”

Kau lihat, key memang sangat menyebalkan, tidak bisakah dia berkata bagus, atau itu terlihat cantik, atau apalah yang bisa membuatku tersenyum.

“ya sudah ayo kedalam, kenapa kau masih berdiri disitu”

Dasar orang menyebalkan “ea ea, makanya tunggu aku, aku tidak bisa berjalan dengan hak setinggi ini”

Saat aku memasuki club, terlihat beda dari club club biasanya, tidak terdengar dentuman musik yang keras, yang terdengar hanya alunan musik yang sahdu dan merdu.

“woow”

“kenapa, merasa ini semua amazing”

“tidak, hanya tidak seperti apa yang kubayangkan” ucapku

“pegang tanganku!!!” perintah key

“mmm????”

“pegang tanganku” ucap key lagi

“apa????” aku bertanya bukan karena aku tidak mendengar hanya sekedar ingin memastikan. Dan tanpa berkata untuk ketiga kalinya key sekarang sudah menggenggam tanganku. Aku sempat merasa jantungku tiba-tiba berhenti berdetak.

‘ayo jalan”  ucap key kemudian membawaku kearah 2 orang pria.

“happy b’day bro” ucap key pada pria yang tidak terlalu tinggi tapi dia terlihat cool dengan bentuk badannya.

“thanks, wow siapa dia???” tanya pria itu sekarang dia melihat kearahku.“apa ini pacar barumu???”

“apa kau bilang???? Pacar, jangan bercanda dia bukan tipeku” jawab key seenaknya.

Aish orang ini selalu saja membuatku kesal.

“kalau dia bukan pacarmu lalu siapa????” ucap pria yang dari tadi hanya diam, aku merasa seperti geum jandi yang dikelilingi pria-pria tampan,  tapi 1 yang pasti aku tidak mungkin jatuh cinta pada key.

“dia hanya pelayan pribadiku”

“untuk ukuran pelayan dia sangat cantik” ucap pria yang keliatannya berulang tahun hari ini.

“ya ya ya, terserah apa katamu”

“hey kenalkan aku jonghyun”

“annnyong, aku eun hye, yoon eun hye. sepertinya kau lebih ramah dari pada key” ucapku dengan senyuman yang terkembang. Key sampai memuntahkan lagi apa yang dia minum karena kaget.

“kau……”

“sudahlah key, akui saja kalau aku lebih baik darimu”

“aku minho, mau minum???” ucap pria bermata indah

“eun hye, tidak trimakasih, aku tidak minum minuman seperti itu”

“tidak terimakasih, aaah kau hanya berpura-pura baik” ucap key lagi, spontan jonghyun dan minho tertawa dengan ucapan key.

“ dasar, kenapa kau meniru cara bicaraku???”

“aku tidak meniru”

“kau meniru ku”

“aku tidak menirumu”

“ya sudah terserah kau saja”

“apa kalian selalu bertengkar seperti ini???” Tanya jonghyun

“aku, bertengkar denngan pelayan ini, NO” ucap key dengan gayanya yang menyebalkan.

“aku juga tidak mungkin bertengkar dengan manusia aneh seperti dia, jangankan bertengkar berbicara dengannya saja aku malas”

“sudah sudah apa kalian akan terus bertengkar” ucap minho

“aku tidak bertengkar” jawabku dan key berbarengan

Jonghyun dan minho hanya tertawa melihat tingkahku, sampai seorang wanita cantik datang menghampiri kami.

Flasback

“kenapa kau berhenti tiba-tiba sich???” Tanya eun hye

Key tidak menjawab, pandangannya jauh kedepan.

“apa itu benar-benar cayrin, apa aku benar-benar melihat lee ceyrin” ucap key dalam hati

“kita berhenti disini” ucap key setelah diam beberapa lama.

End of flashback

“hai” ucap wanita itu ramah

“cayrin, kau benar-benar cayrin???” Tanya minho kelihatannya dia terkejut.

“ya ini aku” ucap wanita yang disebut cayrin itu.

“wow, the best b’day ever” ucap jonghyun, sepertinya wanita ini sangat berarti.

“hi key, how are you???” Tanya ceyrin pada key

End of eun hye side.

Key side.

“hi key, how are you????”

“menurutmu, apa aku terlihat baik” jawabku asal, tapi tiba-tiba satu pukulan mendarat dikepalaku. “awww, kau…..” belum selesai aku bicara eun hye sudah memotong pembicaraanku.

“maafkan key, dia memang kadang-kadang menyebalkan”ucap eun hye dengan senyum. Aaaaahhhh wanita ini, dia pikir dia siapa berani memukulku.

“hai, sepertinya kau dekat sekali dengan key???” tanya ceyrin pada eun hye

“aku tidak dekat dengannya, nasib sialku yang membawaku mengenalnya” ucap eun hye lagi.

“kalian terlihat benar-benar dekat, aku ceyrin teman lama key, jonghyun dan minho”

“annyong, aku eun hye, aku……”

“teman dekatku” ucapku, sebenarnya aku ingin melihat reaksi ceyrin, dia bilang dia teman lamaku, bukankah aku dan dia pernah punya hubungan. “baiklah sepertinya aku harus pulang, eun hye ayo kita pulang” aku menari tangan eun hye.

“tatatapi……, semuanya aku permisi, senang bertemu kalian” eun hye masih mencoba memberi salam pada teman-temanku saat aku menariknya.

End of key side

“kenapa kau bersikap so ramah???”tanya key pada eun hye saat keduanya sudah berada di mobil.

“kau ini kenapa sich???? Aku tidak so ramah”

“aku tidak suka kau bersikap so manis”

“aku tidak bersikap so manis, kenapa kau jadi aneh sich, ow ya kenapa kau bilang aku teman dekatmu???” tanya eun hye.

“aku tidak bilang seperti itu”

“selalu saja tidak mau mengaku, kau bilang aku teman dekatmu pada ceyrin”

“jangan bicarakan dia” ucap key

“wah kenapa aku tidak boleh membicarakan ceyrin???”

“aku tidak mau memberi tahu alasannya, pokoknya aku tidak mau kau menyebut namanya didepanku lagi” ucap key sambil terus berkonsentrasi pada kemudi mobil.

“kalau kau tidak mau bercerita kenapa, aku akan terus menyebut nama ceyrin. Ceyrin ceyrin ceyrin ceyrin ceyrin”

Key menginjak rem mobilnya, kemudian mendekatkan tubuhnya ke eun hye, eun hye menahan nafasnya karena tegang. “kau mau apa, jangan lakukan hal-hal yang aneh lagi.

“hufh” eun hye menghelan nafas saat tahu kalau key hanya membuka pinto mobil.

“turun sekarang”

“kau bercanda ya, masa kau mau menurunkanku di jalanan dengan baju aneh ini”

“aku bilang turun sekarang, jangan buat aku melakkukan hal yang aneh-aneh, TURUN SEKARANG”

“oke oke aku turun” ucap eun hye kemudian langsung turun dari mobil. Kemudian mobil key pun mulai melesat meningalkan eun hye.

“haaaaa, kim kibum. KAU MEMANG MENYEBALKAN”teriak eun hye “ow tidak tasku, dompetku, aah masih di mobil key, KEY,,,,,,, KEMBALIKAN DOMPETKU” eun hye mencoba mengejar mobil key tapi sia-sia.

Dari mobil key melihat eun hye mencoba mengejarnya “dasar kau pikir bisa mengejarku” ucap key dengan senyuman sinis”

~ ~ ~

Dikampus eun hye hanya terduduk lemas di bangkunya.

“ada apa lagi denganmu???” tanya eun sung

“kau tahu, semalam key membuatku berjalan beberapa km dengan highils”

“wah hidupmu menyedihkan sekali”

“ya memang, kau tahu dia menurunkanku dijalanan hanya karena aku menyebut namaseorang wanita”

‘jinja???”

“dan kau tahu, hari ini aku sangat lelah, jadi biarkan aku tidur”

“ya ya ya baiklah, selamat tidur, aku mau ke kantin mencari makn siang”

Tak lama eun hye terlelap dalam tidurnya.

“heh bangun”

“tidak mau, aku cape”

“yakin tidak mau bangun”

“ea aku masih mau istirahat”

“baiklah-baiklah, kalau begitu mana buku catatanmu, akukan pernah bilang kalau aku pulang aku akan meminjamnya darimu”

Eun hye langsung mengangkat kepalanya saat sadar bahwa jinki yang sedang berbicara dengannya. “jinki ~~~” eun hye berdiri menatap jinki, matanya kini sudah berkaca-kaca.

“hey, kau menangis???”

“tidak, aku tidak menangis. Buat apa aku menangis….” Ucap eun hye mengelak tapi rupanya air matanya tidak mau setuju dengan eun hye.

“jangan menangis” ucap jinki sambil mengusap air mata eun hye.

“kenapa kau tidak mengabariku? Aku kan khawati”

“miane, tapi sekarang kau bisa melihatkan, aku  baik-baik saja”

“tapi, aku tetap menghawatirkanmu, kenapa kau jahat sekali sich”

“ea aku minta maaf, sudah jangan menangis lagi” ucap jinki kemudian memeluk eun hye.

Eun hye Side

Aku tidak percaya sekarang jinki memelukku erat. Aku merasa sangat bahagia sekarang, di pelukannya adalah kebahagian untukku.

“eun hye sharangeyo” bisik jinki di telingaku

“apa yang kau katakan sungguh-sungguh???” tanyaku pada jinki

“cepat bangun”

“bangun?????? Maksudmu apa?????” tanyaku lagi.

“YOON EUN HYE BANGUN ~~~~~~~~” teriak key

“kenapa???? Ada apa?????? Jinki mana???? Sedang apa kau disini???”

“ya yoon eun hye, kenapa tadi pagi kau tidak membangunkanku??? Aku jadi tidak masuk di kelas pertama ku” tanya key, aku tidak menjawab pertanyaan key, yang ada dipikiranku adalah jinki. Tapi apa aku hanya bermimpi, sepertinya iya.

“AAAAAAA, ini semua gara-gara kau key, kenapa kau membangunkanku, kau merusak semuanya tahu”

“yaaaaaaa kau ini kenapa sich?????”

TBC

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^

I Don’t Mean To [2.2]

Author : Wiga

JINKI POV :

“ BERDIRI KAU JINKI!!!!!!!!!!” seseorang membentakku dan menarik kerah kemejaku, memaksaku untuk berdiri.

“ Kibum..” aku berkata pelan.

“ JELASKAN PADAKU MENGAPA KAU MELAKUKAN INI PADANYA!!! “ teriak dia lagi.

namun aku hanya menatapnya, setelah itu kucoba menepis kedua tangan nya.

“ YAAA!!! BASTARD!!! JAWAB PERTANYAANKU!!!” kulihat Kibum mulai kehilangan kendali.

“ Kenapa memangnya?? Kau mau memukul ku lagi jika aku tidak menjawab??” aku berusaha mengalihkan pembicaraaannya.

“ KAU..” kulihat kepalan tangan nya mengarah kepadaku. rupanya ia hendak memukulku lagi, namun aku pasrah, aku tak akan melawannya,aku memejamkan kedua mataku.

KIBUM POV:.

Siall!!! orang ini benar-benar menguji kesabaran ku!!

“ KAU..” kuarah kan tangan ku ke wajahnya, namun sewaktu pukulan ku tinggal beberapa jarak lagi dari wajahnya, ku lihat darah menetes dari kedua hidungnya.

segera ku hentikan pukulan ku.

“ Mengapa berhenti.. ayo cepat pukul aku..” katanya.

“ Jinki.. mengapa…”

Kemudian kulihat Jinki menunduk sambil memegang kedua tangan nya.

“ Jinki, Kamu kenapa?? “ aku bertanya padanya namun ia hanya menjawab dengan erangan.

Ia mulai berlutut di tanah , kedua tangan nya tetap memegangi kepalanya.

“ AARRGGHH..  Yaa Tuhaaannn” ia berteriak kencang, kulihat raut mukanya seperti menahan rasa sakit. kenapa dia sebenarnya??

“ YAA!! JINKI!!! kau kenapa?? “ aku berlutut disampingnya dan  mengguncangkan bahunya,

“ Agghh… sakit sekali…” suaranya terdengar makin lama makin pelan.

“ Huweeee”

kulihat jinki memuntahkan banyak darah.

Ya Tuhann?? Apa yang terjadi dengan nya?? dadaku mulai berdetak tak karuan.

“ Jinki, Kamu kenapa?? Demi Tuhan jangan membuatku takut”

aku mencoba mengangkat tubuhnya, namun ia bergeming.

“ Sakiittt ……!!” kulihat ia menangis menahan sakit, dan memukul-mukul kepalanya.

“ Jinki!! Hentikan Pabbo!! jangan menyakiti dirimu sendiri !!!” dengan sekuat tenaga aku menahan kedua tangan nya agar berhenti memukul-mukul kepalanya.

“ Huweeee”

kembali ia memuntahkan banyak darah, namun kini seperti kehabisan tenaga, ia langsung ambruk, aku menahannya agar tidak terjatuh.

“ Jinki, bertahan lah.. aku akan memanggil ambulans..” kataku panik, sambil merogoh-rogoh jaketku mencari handphone.

“ Jangan.. tolong…. bawa aku pulang.. aku ..tak ingin kerumah sakit… kumohonn..”

“ tapi kau HARUS kerumah sakit!!” aku memaksanya.

“ Kumohon.. kibum.. ada sesuatu …. yang … ingin .. aku .. katakan… tolong bawa aku.. pulang..”

aku bingung.. apa yang harus aku lakukan?? dengan kondisinya seperti ini harusnya aku membawa kerumah sakit.

“ Kumohon Kibum…” bisiknya lagi.

“ Jinki.. kau habis muntah darah, dan hidungmu…” dia memotong ucapanku saat aku menjelaskan keadaannya.

“ Kumohon..”

akhirnya aku mengalah, ku papah dia menuju mobilku.

*****************

Perlahan kulihat jinki membuka kedua matanya, wajahnya luar biasa pucat.

“ Mengapa mukamu kelihatan tegang begitu, Kibum??” bisiknya sambil tersenyum.

Sahabatku ini… ingin sekali aku menjitak kepalanya,, tipikal jinki,,, ia selalu bercanda disaat yang tidak tepat..

“ Jangan bercanda jinki.. sudah berapa lama kau sembunyikan ini?? mengapa kau tidak pernah memberitahukan padaku?? kau anggap aku ini apa?? aku sahabatmu, jinki??” aku mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.

Dia terdiam sejenak.

“ Dari mana kau tahu.. Kibum??” katanya sambil berusaha duduk.

aku melemparkan surat keterangan dokter dan beberapa resep obat yang harus ditebus ke arah jinki.

“ Ohh.. Harusnya kubakar saja kemarin..”

“ Jangan bercanda!!!” aku membentaknya lagi,

Pikiran ku sudah cukup kacau akibat kejadian dirumah Nada, dan kini ditambah penyakit Jinki.. Ya tuhaan..

“ Nada tahu tentang ini??” kemudian aku berkata padanya dengan suara yang lebih pelan.

Dia hanya menggeleng.

“ Yaaa!! Dia pacarmu!! bagaimana mungkin…”

“ Aku akan mati kibum…”

aku terdiam melihat air matanya menetes, saat mengatakan ini.

******************

JINKI POV:

“ aku akan mati kibum..”

aku merasakan sesuatau yang hangat mengalir di kedua pipiku, ahh aku laki-laki, tak seharusnya aku lemah seperti ini.

“ Dengar!! kau bisa mengikuti kemoterapy untuk mengobati penyakitmu, ataupun pengobatan alternative, atau apapun lee jinki!! semua penyakit pasti ada obatnya!!”

“ Tidak… jika ini masih stadium satu, ataupun dua, kurasa aku masih bisa bertahan , tapi ini…”

“ Mengapa sekarang kau jadi pesimis seperti itu!!! apa kau tidak berpikir tentang nada?? pikirkan perasaannya!!”

“ mengapa kau sangat perduli padanya, Kibum??”

dia sedikit terkejut ketika aku bertanya kepadanya tentang nada.

“ Dia….”

“ Tak perlu kau jelaskan aku sudah tau..” aku berkata pelan.

aku menghela nafas.. perlahan tapi pasti, kurasakan sakit di kepalaku.

“ Jinki… ini bukan seperti yang kau pikirkan, kau sahabat terbaikku, dan nada pacarmu.. aku.. aku menganggapnya sebagai… temanku.. “ matanya tak jujur saat ia berkata itu.

“ Maav, aku bertanya sesuatu yang bukan urusanku, Jinki.. mengapa tadi kau memperlakukan Nada seperti itu??” Ia berkata dengan suara yang sangat pelan.

“ aku sengaja..” kataku tak kalah pelan.

“ YAA!!! Apa kau sudah gila!! Dia pacarmu Jinki!!!!” kulihat Kibum mulai berteriak-teriak lagi.

Ya tuhan, rasa sakit ini…. kumohon Tuhan, ambil nyawaku sekarang, aku sungguh tak kuat menahan rasa sakit ini…

“ Jinki Jawab..” katanya mendesakku.

“ Aku harus melakukan nya Kibum!! Aku harus membuatnya membenci ku!! aku ingin dia pergi meninggalkanku, sebelum aku mati!! Aku tak ingin membuatnya menangis karenaku..”

“ Aku tak mengerti jinki..”

“ Kau tahu apa yang terjadi jika Nada mengetahui penyakitku ini?? Dia akan menangis Kibum… Lalu dia akan menangis jika dia tahu umurku tinggal menghitung hari.., Kemudian dia akan terus menangis di saat-saat terakhirku, juga dipemakamanku.. belum lagi jika dia…” aku terdiam sebentar, membayangkan nada menangis, membuatku makin sakit.

“ Aku tak ingin membuatnya menangis.. Aku sengaja membuatnya membenciku, aku berharap dia akan meninggalkan ku karena sikapku..”

“ Tapi kau sudah membuatnya menangis sekarang jinki, lalu apa bedanya??”

“ Aku..”

“ nada akhir-akhir ini sering menangis jinki!!! SADARKAH KAU DIA MENANGIS KARENA MU???”

“ Aku hanya ingin dia..”

“ Alasan mu tidak masuk akal..!!!” Kibum memandangku tajam.

Tuhan, mengapa harus aku yang mengalami penyakit ini..

“ Kau menyukai nya Kibum??” aku bertanya kepadanya, namun ia menghindari tatapanku.

“ TATAP MATAKU KIBUM!!!”

“ Yaaa… Maaf..”

********************

KIBUM POV:

Aku tau, tak ada celah dihati nya untuk ku.. hanya jinki yang ia cintai..

tapi rasa cintaku juga begitu besar untuk nya..

apa yang harus kulakukan..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Hai, Nada..

Bagaimana keadaanmu??

Sudah baikkan..??

Kejadian kemarin jangan terlalu dipikirkan..

Oh Ya!! Jangan lupa makan..

Smileee!!!☺☺

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku baik-baik saja oppa, gomawo..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Ada something yang ingin ku katakan..

Aku ingin mengatakannya langsung padamu..

bisa kita ketemu??

Besok??

Mana senyumnya???

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku tak bisa besok oppa,

kepalaku masih sakit..

Mianhae..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Masih sakit??

Kalau begitu besok aku ke rumahmu..

Bagaimana??

Kau sudah makan malam ini??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Mianhae, besok aku mau ke dokter dengan umma..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Bagaimana kalau lusa??

Tolonglah kali ini jangan menolak..T_T

Aku tunggu kamu di halte bis..

Jam 3 Sore..

Aku akan menunggumu sampai kamu datang..

Nada..

Mana senyumnya??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku ga janji ya oppa..

tapi ku usahakan..

☺☺☺☺☺

“ Selesai sudah” gumamku,

aku sudah berpikir matang-matang, kurasa memang inilah yang terbaik …

********************

JINKI POV:

aku termenung sambil menatap langit-langit kamarku, sekali lagi ku baca sms yang tertera di layar handphone ku.

From: KIM KIBUM

To: LEE JINKI

Hey!! ada yang ingin kukatakan penting!!!

Lusa, Jam 3, Di halte bis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ahh… untuk apa, kibum mengajakku bertemu?? aku sama sekali tak bisa menebak jalan pikirannya..

***************

NADA POV:

aku menyisir rambutku pelan, masih terbayang jelas kejadian 3 hari yang lalu, dimana Jinki oppa mencoba untuk….

Tidak.. Tidak.. Tidak….

Aku tak boleh memikirkan nya lagi..

Namun semakin aku berusaha untuk melupakan Jinki oppa, malah semakin sulit melenyapkan dia dari pikiranku.

Ya tuhan.. ingin sekali aku hilang ingatan…

Selalu itu yang terlintas dikepalaku, Dia tak datang saat aku menunggunya, dia bersama wanita lain, dia memaksa untuk mencium ku..

Setelah semua yang ia lakukan kepadaku, mengapa aku masih tidak dapat membencinya??

Hari ini Kibum oppa mengajakku bertemu, katanya ada yang mau dia bicarakan,

Jujur aku sedang malas keluar rumah, kepalaku masih terasa sakit karena terlalu banyak menangis, Namun lagi-lagi aku tidak dapat menolak ajakan Kibum oppa, karena selama ini ia sudah terlalu baik terhadapku.

Sudah Jam 3!!

Aku terlambat..!!!

JINKI POV :

“ Jinki hyung, Kamu sakit?? Mengapa pucat sekali wajahmu??” tanya Taemin saat aku bersiap-siap untuk pergi menemui Kibum.

“ Anni.. Wae??”

“ Hyung pucat sekali..” katanya.

“ Sudah lah, aku tidak apa-apa..” kupakai topi ku segera ku berjalan menuju halte bus.

KIBUM POV :

Sudah setengah jam aku menunggu di kafe ini, kafe di depan halte bus,  jika aku duduk disini, aku bisa melihat keadaan diluar.

Aku tak melepaskan pandangan ku dari Halte itu. sudah Jam 3 lewat 5 menit namun baik Jinki maupun Nada tak kulihat ada yang datang.

Yaa, akhirnya ini yang kulakukan..

Mempertemukan mereka berdua..

Karena aku tau, tidak ada tempat untukku di hati Nada, hatinya telah terisi penuh oleh Jinki, begitu juga dengan Jinki, Ia melakukan ini semua karena ia sangat mencintai Nada.

Ia mencintai Nada melebihi siapapun, termasuk aku.

Sakit memang, Tapi memang begitulah cinta.. tak pernah ada tempat untuk orang ketiga..

Aku bahagia jika Nada bahagia, Aku pun bahagia jika melihat sahabatku bahagia..

Jadi, tak ada alasan untuk bersedih bukan??

Kulihat seorang laki-laki sedang berdiri di halte bus, memakai sweater putih dan topi, Tapi apakah benar itu jinki?? Mengapa ia sangat kurus sekali?? tiga hari yang lalu badannya tak sekurus ini..

Dan diseberang jalan kulihat Nada dengan baju terusan warna putih, aku tersenyum memandangnya, ia sungguh kelihatan seperti malaikat, cantik sekali, meskipun mukanya masih agak pucat.

Hey,, aku baru sadar kalau Jinki dan Nada sama-sama memakai baju warna putih??

Apa mereka janjian?? aku tak bisa menahan senyumku..

Suatu saat mereka harus berterima kasih kepadaku,

Pelan tapi pasti kulihat Nada melangkah ke arah Jinki.

**************

JINKI POV:

Aku tak percaya melihat sosok di depan ku.

Nada??

Mengapa ia disini?? Kibum kah yang menyuruhnya..

Ya tuhan.. Ia sangat kurus, dan pucat..

Oh Tidak.. Dia berjalan kearahku..

“ TIN..TIN..TIIIIIINNNNN!!!!”

aku melihat kearah sumber suara, ternyata ada truk besar dengan kecepatan tinggi melintas,

aku melihat Nada, Ia memakai earphone!!! Ia tidak mendengar suara klakson!!!

“ NADA!!!!!!!”

Aku berteriak, dan segera berlari kearahnya..

“ TIN.. TIN..TIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNN..!!!!!”

***************

KIBUM POV :

Aku menyeruput kopi ku, hampir saja aku tersedak ketika ada truk besar melintas dengan kecepatan tinggi ke arah Nada.

Yaa Tuhan… “ NADAA!!” aku berteriak dari dalam kafe, kopi yang ku minum terjatuh ke lantai,

Sedetik kemudian kulihat Jinki berlari kearah Nada. Namun truk itu mengurangi kecepatannya.

“ TIN.. TIN.. TTIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNN..!!!!”

“ TIDAAAAKKK” Aku berteriak.

aku tidak dapat mempercayai pengelihatanku, Truk itu menabrak seseorang!!!

seseorang berbaju putih, aku tidak tahu jelas Jinki atau Nada, Karena mereka berdua mengenakan baju putih.

orang-orang segera mengerumuni mereka.

Aku berlari keluar kafe tersebut, dan menyeruak diantara kerumunan orang-orang yang mengelilingi Jinki dan Nada.

Lututku lemas melihat pemandangan di hadapanku,

****************

Kulihat Jinki sedang memeluk Nada yang bersimbah darah, ia menangis dan berteriak-teriak .

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!”

baru kali ini aku melihatnya berteriak-teriak seperti orang gila.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” ia menyandarkan kepala Nada di bahunya, dan terus memeluknya.

“ NADA.. Kumohon jangan tinggalkan aku..” katanya sambil terisak.

“ Jinki..” aku memanggilnya dan menepuk bahunya pelan, namun ia mengacuhkan ku, ia terus menyebut nama Nada.

Kulihat mata nada perlahan-lahan mulai menutup.

*****************

JINKI POV:

“ ANDWAEE!!!!” aku berteriak kencang saat kulihat ia terkapar di jalanan, baju terusan putihnya kini berwarna merah akibat darah yang keluar dari tubuhnya.

aku segera memeluknya dan menyandarkannya dibahuku,

Yaaa Tuhaaaaan tolong jangan ambil dia..

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!” aku berteriak-teriak entah kepada siapa.

kulihat matanya masih terbuka, dia masih bisa diselamatkan.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” aku memegang erat kepalanya,

kudengar teriakan ku berubah menjadi isakkan, namun aku tak peduli, aku harus membuatnya tetap sadar.

“Nada.. Jagia.. tolong jangan pergi, kumohon.. aku minta maaf.. aku minta maaf.. aku minta maaf, ku mohon jangan tinggalkan aku seperti ini.. Nada.. jagia, aku membutuhkan mu.. aku membutuhkan mu.. kumohon jangan tinggalkan aku…”

aku terus membisikkan kata-kata ditelinganya.

Yaaa Tuhaaaaan, tolong jangan ambil diaa…

Kulihat matanya perlahan mulai menutup.

“ ANDWAEEEEE!!!!!”

******************

KIBUM POV:

Aku ikut dengan Jinki saat ambulans datang, didalam ambulans, jinki tak henti-hentinya menangis dan membisikkan kata-kata ditelinga Nada.

aku memanjatkan doa berkali-kali, berharap Nada bisa bertahan, berharap dia bisa selamat..

Aku yang salah!!

Harusnya aku tak memaksanya untuk bertemu hari ini!!

Aku memang bodoh!!

Aku berharap akulah yang berada di posisi Nada sekarang!!

“ Maaf, sebentar lagi sampai..” suara seorang petugas menyadarkan ku dari lamunanku.

“ Jinki, Lepaskan nada sebentar, sudah hampir sampai..” aku berkata pelan.

Ia tidak mendengarku, ia tetap memeluk Nada erat

“ Jinki.. sudah hampir sampai..” aku menggoyang-goyang kan badan nya.

Namun ia tak berggerak,

Petugas ambulans membuka pintu, ia menarik tempat tidur Nada dari dalam mobil.

“ Jinki.. Bangun..”

aku mengguncang-guncang kan tubuh Jinki,

Tiba-tiba jinki terjatuh, hidungnya berdarah.

*****************

Nada dan Jinki.. Keduanya berada di ruang UGD, aku hanya bisa melihat keduanya dari kaca besar.

Kulihat selang-selang mulai dipasang di tubuh Nada, alat pacu jantung,alat bantu pernafasan, infuse, transfusi darah, entah apalagi yang mereka pasangkan disana.

Sedang kan jinki hanya alat bantu pernafasan saja yang dipasang ditubuhnya.

Kini beberapa dokter mengelilingi nada, Mereka memegang dua buah alat untuk mengejutkan jantung. mereka menempelkan alat itu di dada nada,

satu kali, dua kali.. tiga kali… empat kali….

Para dokter itu menyerah..

“ Andwae.. Tuhan tolong jangan ambil dia…. “ aku berbisik, kurasakan airmataku jatuh.

Kulihat alat yang menunjukkan detak jantung nada hanya beripa garis hijau.

aku terus mengucap doa, berharap ada keajaiban yang bisa membuat jantung Nada kembali berdetak..

Tiba-tiba kulihat dokter melakukan hal yang sama pada Jinki..

Satu kali… Dua kali… Tiga kali.. empat kali….

*******************

JINKI POV :

Kulihat seorang gadis bergaun putih sedang mengatupkan kedua tangan diwajahnya, terdengar isakan kecil dari bibirnya.

aku menghampirinya,

“ Hey..” aku menepuk lembut bahunya, namun ia menangis lebih keras.

“ Hey.. Jangan menangis..” aku berkata padanya,

Perlahan ia membuka kedua tangan nya..

“ Jinki oppa….” ia langsung memelukku erat.

“ Hhuuussshhh.. cup.. cup..” aku mengusap rambutnya.

“ Jinki oppa…” ia terus memelukku tanpa menghentikan tangisannya.

“ Jagiaa, mengapa kau menangis??” aku mengusap air matanya.

“ Oppa.. aku takut.. aku sendirian.. aku tak tau ini tempat apa…aku takut oppa…” katanya sambil sesenggukan.

aku tersenyum, ini memang bukan tempatnya.

“ Oppa.. kau akan menemaniku kan disini?? berjanjilah jangan pergi kemana-mana..” ucapnya manja.

aku mengangkat dagunya dengan tangan ku, dan mengecup lembut keningnya.

“ Nada, Disini bukan tempatmu, pulanglah..” aku berbisik ditelinganya.

“ Pulang?? dengan oppa??

“ Tidak dengan ku,,”

“ tapi aku tidak mau kalau tidak dengan oppa”

“ Nada, waktuku sudah habis, sedangkan kau masih punya banyak waktu.. bahagiakan lah orang-orang yang mencintaimu, ku mohon tetaplah hidup untukku..”

“ Oppa….” kulihat matanya kembali berkaca-kaca.

“ Nada.. Satu hal yang harus kamu tahu, aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu, walaupun aku tak bisa terus disampingmu, tapi aku akan terus menjagamu dari sini..”

“ Oppa..”

“ sstttt… jangan menangis, , , hatiku sakit melihatmu menangis… Nada, kau harus kembali..”

Perlahan aku mengecup bibirnya, pelan dan dalam…

“ saranghae..”

***************

KIBUM POV:

Nada sedikit-sedikit mulai membuka matanya, aku mengeratkan genggaman ditanganku, kulihat air matanya jatuh..

“ Kamu sudah bangun Nada,” aku berbisik pelan.

namun ia hanya tersenyum memandangku.

Suatu keajaiban, ketika dokter menyatakan detak jantung nada muncul lagi, dan semakin lama kondisi Nada semakain stabil.

“ mengapa menangis Nada??” kataku sambil mengusap air matanya.

“ Jinki oppa…” katanya sendu.

“ Nada,, jangan menangis…” aku menggenggam erat tangan nya.

mencoba menceritakan padanya apa yang terjadi.

*********************

tiga bulan bulan kemudian:

“ Oppa.. Jangan meletakkan gula halus diatas strawberrynya.. selainya sudah cukup manis..” kata Nada kepada ku.

“ Tapi aku suka makanan manis, bagaimana dong..” Kataku meledeknya.

ia memandangku dan tersenyum,

ini saat yang tepat untukku mengutarakan isi hatiku.

“ Nada..”

“ Ya oppa…” katanya sambil menaburkan gula halus diatas buah strawberry segar.

“ Saranghae..” bisikku lembut, sambil terus menatap mata indahnya.

FIN

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^