I Don’t Mean To [2.2]

Author : Wiga

JINKI POV :

“ BERDIRI KAU JINKI!!!!!!!!!!” seseorang membentakku dan menarik kerah kemejaku, memaksaku untuk berdiri.

“ Kibum..” aku berkata pelan.

“ JELASKAN PADAKU MENGAPA KAU MELAKUKAN INI PADANYA!!! “ teriak dia lagi.

namun aku hanya menatapnya, setelah itu kucoba menepis kedua tangan nya.

“ YAAA!!! BASTARD!!! JAWAB PERTANYAANKU!!!” kulihat Kibum mulai kehilangan kendali.

“ Kenapa memangnya?? Kau mau memukul ku lagi jika aku tidak menjawab??” aku berusaha mengalihkan pembicaraaannya.

“ KAU..” kulihat kepalan tangan nya mengarah kepadaku. rupanya ia hendak memukulku lagi, namun aku pasrah, aku tak akan melawannya,aku memejamkan kedua mataku.

KIBUM POV:.

Siall!!! orang ini benar-benar menguji kesabaran ku!!

“ KAU..” kuarah kan tangan ku ke wajahnya, namun sewaktu pukulan ku tinggal beberapa jarak lagi dari wajahnya, ku lihat darah menetes dari kedua hidungnya.

segera ku hentikan pukulan ku.

“ Mengapa berhenti.. ayo cepat pukul aku..” katanya.

“ Jinki.. mengapa…”

Kemudian kulihat Jinki menunduk sambil memegang kedua tangan nya.

“ Jinki, Kamu kenapa?? “ aku bertanya padanya namun ia hanya menjawab dengan erangan.

Ia mulai berlutut di tanah , kedua tangan nya tetap memegangi kepalanya.

“ AARRGGHH..  Yaa Tuhaaannn” ia berteriak kencang, kulihat raut mukanya seperti menahan rasa sakit. kenapa dia sebenarnya??

“ YAA!! JINKI!!! kau kenapa?? “ aku berlutut disampingnya dan  mengguncangkan bahunya,

“ Agghh… sakit sekali…” suaranya terdengar makin lama makin pelan.

“ Huweeee”

kulihat jinki memuntahkan banyak darah.

Ya Tuhann?? Apa yang terjadi dengan nya?? dadaku mulai berdetak tak karuan.

“ Jinki, Kamu kenapa?? Demi Tuhan jangan membuatku takut”

aku mencoba mengangkat tubuhnya, namun ia bergeming.

“ Sakiittt ……!!” kulihat ia menangis menahan sakit, dan memukul-mukul kepalanya.

“ Jinki!! Hentikan Pabbo!! jangan menyakiti dirimu sendiri !!!” dengan sekuat tenaga aku menahan kedua tangan nya agar berhenti memukul-mukul kepalanya.

“ Huweeee”

kembali ia memuntahkan banyak darah, namun kini seperti kehabisan tenaga, ia langsung ambruk, aku menahannya agar tidak terjatuh.

“ Jinki, bertahan lah.. aku akan memanggil ambulans..” kataku panik, sambil merogoh-rogoh jaketku mencari handphone.

“ Jangan.. tolong…. bawa aku pulang.. aku ..tak ingin kerumah sakit… kumohonn..”

“ tapi kau HARUS kerumah sakit!!” aku memaksanya.

“ Kumohon.. kibum.. ada sesuatu …. yang … ingin .. aku .. katakan… tolong bawa aku.. pulang..”

aku bingung.. apa yang harus aku lakukan?? dengan kondisinya seperti ini harusnya aku membawa kerumah sakit.

“ Kumohon Kibum…” bisiknya lagi.

“ Jinki.. kau habis muntah darah, dan hidungmu…” dia memotong ucapanku saat aku menjelaskan keadaannya.

“ Kumohon..”

akhirnya aku mengalah, ku papah dia menuju mobilku.

*****************

Perlahan kulihat jinki membuka kedua matanya, wajahnya luar biasa pucat.

“ Mengapa mukamu kelihatan tegang begitu, Kibum??” bisiknya sambil tersenyum.

Sahabatku ini… ingin sekali aku menjitak kepalanya,, tipikal jinki,,, ia selalu bercanda disaat yang tidak tepat..

“ Jangan bercanda jinki.. sudah berapa lama kau sembunyikan ini?? mengapa kau tidak pernah memberitahukan padaku?? kau anggap aku ini apa?? aku sahabatmu, jinki??” aku mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.

Dia terdiam sejenak.

“ Dari mana kau tahu.. Kibum??” katanya sambil berusaha duduk.

aku melemparkan surat keterangan dokter dan beberapa resep obat yang harus ditebus ke arah jinki.

“ Ohh.. Harusnya kubakar saja kemarin..”

“ Jangan bercanda!!!” aku membentaknya lagi,

Pikiran ku sudah cukup kacau akibat kejadian dirumah Nada, dan kini ditambah penyakit Jinki.. Ya tuhaan..

“ Nada tahu tentang ini??” kemudian aku berkata padanya dengan suara yang lebih pelan.

Dia hanya menggeleng.

“ Yaaa!! Dia pacarmu!! bagaimana mungkin…”

“ Aku akan mati kibum…”

aku terdiam melihat air matanya menetes, saat mengatakan ini.

******************

JINKI POV:

“ aku akan mati kibum..”

aku merasakan sesuatau yang hangat mengalir di kedua pipiku, ahh aku laki-laki, tak seharusnya aku lemah seperti ini.

“ Dengar!! kau bisa mengikuti kemoterapy untuk mengobati penyakitmu, ataupun pengobatan alternative, atau apapun lee jinki!! semua penyakit pasti ada obatnya!!”

“ Tidak… jika ini masih stadium satu, ataupun dua, kurasa aku masih bisa bertahan , tapi ini…”

“ Mengapa sekarang kau jadi pesimis seperti itu!!! apa kau tidak berpikir tentang nada?? pikirkan perasaannya!!”

“ mengapa kau sangat perduli padanya, Kibum??”

dia sedikit terkejut ketika aku bertanya kepadanya tentang nada.

“ Dia….”

“ Tak perlu kau jelaskan aku sudah tau..” aku berkata pelan.

aku menghela nafas.. perlahan tapi pasti, kurasakan sakit di kepalaku.

“ Jinki… ini bukan seperti yang kau pikirkan, kau sahabat terbaikku, dan nada pacarmu.. aku.. aku menganggapnya sebagai… temanku.. “ matanya tak jujur saat ia berkata itu.

“ Maav, aku bertanya sesuatu yang bukan urusanku, Jinki.. mengapa tadi kau memperlakukan Nada seperti itu??” Ia berkata dengan suara yang sangat pelan.

“ aku sengaja..” kataku tak kalah pelan.

“ YAA!!! Apa kau sudah gila!! Dia pacarmu Jinki!!!!” kulihat Kibum mulai berteriak-teriak lagi.

Ya tuhan, rasa sakit ini…. kumohon Tuhan, ambil nyawaku sekarang, aku sungguh tak kuat menahan rasa sakit ini…

“ Jinki Jawab..” katanya mendesakku.

“ Aku harus melakukan nya Kibum!! Aku harus membuatnya membenci ku!! aku ingin dia pergi meninggalkanku, sebelum aku mati!! Aku tak ingin membuatnya menangis karenaku..”

“ Aku tak mengerti jinki..”

“ Kau tahu apa yang terjadi jika Nada mengetahui penyakitku ini?? Dia akan menangis Kibum… Lalu dia akan menangis jika dia tahu umurku tinggal menghitung hari.., Kemudian dia akan terus menangis di saat-saat terakhirku, juga dipemakamanku.. belum lagi jika dia…” aku terdiam sebentar, membayangkan nada menangis, membuatku makin sakit.

“ Aku tak ingin membuatnya menangis.. Aku sengaja membuatnya membenciku, aku berharap dia akan meninggalkan ku karena sikapku..”

“ Tapi kau sudah membuatnya menangis sekarang jinki, lalu apa bedanya??”

“ Aku..”

“ nada akhir-akhir ini sering menangis jinki!!! SADARKAH KAU DIA MENANGIS KARENA MU???”

“ Aku hanya ingin dia..”

“ Alasan mu tidak masuk akal..!!!” Kibum memandangku tajam.

Tuhan, mengapa harus aku yang mengalami penyakit ini..

“ Kau menyukai nya Kibum??” aku bertanya kepadanya, namun ia menghindari tatapanku.

“ TATAP MATAKU KIBUM!!!”

“ Yaaa… Maaf..”

********************

KIBUM POV:

Aku tau, tak ada celah dihati nya untuk ku.. hanya jinki yang ia cintai..

tapi rasa cintaku juga begitu besar untuk nya..

apa yang harus kulakukan..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Hai, Nada..

Bagaimana keadaanmu??

Sudah baikkan..??

Kejadian kemarin jangan terlalu dipikirkan..

Oh Ya!! Jangan lupa makan..

Smileee!!!☺☺

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku baik-baik saja oppa, gomawo..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Ada something yang ingin ku katakan..

Aku ingin mengatakannya langsung padamu..

bisa kita ketemu??

Besok??

Mana senyumnya???

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku tak bisa besok oppa,

kepalaku masih sakit..

Mianhae..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Masih sakit??

Kalau begitu besok aku ke rumahmu..

Bagaimana??

Kau sudah makan malam ini??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Mianhae, besok aku mau ke dokter dengan umma..

To: PARK NADA ❤ ❤ ❤

From: Almighty KIBUM

Bagaimana kalau lusa??

Tolonglah kali ini jangan menolak..T_T

Aku tunggu kamu di halte bis..

Jam 3 Sore..

Aku akan menunggumu sampai kamu datang..

Nada..

Mana senyumnya??

From: PARK NADA ❤ ❤ ❤

To: Almighty KIBUM

Aku ga janji ya oppa..

tapi ku usahakan..

☺☺☺☺☺

“ Selesai sudah” gumamku,

aku sudah berpikir matang-matang, kurasa memang inilah yang terbaik …

********************

JINKI POV:

aku termenung sambil menatap langit-langit kamarku, sekali lagi ku baca sms yang tertera di layar handphone ku.

From: KIM KIBUM

To: LEE JINKI

Hey!! ada yang ingin kukatakan penting!!!

Lusa, Jam 3, Di halte bis!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ahh… untuk apa, kibum mengajakku bertemu?? aku sama sekali tak bisa menebak jalan pikirannya..

***************

NADA POV:

aku menyisir rambutku pelan, masih terbayang jelas kejadian 3 hari yang lalu, dimana Jinki oppa mencoba untuk….

Tidak.. Tidak.. Tidak….

Aku tak boleh memikirkan nya lagi..

Namun semakin aku berusaha untuk melupakan Jinki oppa, malah semakin sulit melenyapkan dia dari pikiranku.

Ya tuhan.. ingin sekali aku hilang ingatan…

Selalu itu yang terlintas dikepalaku, Dia tak datang saat aku menunggunya, dia bersama wanita lain, dia memaksa untuk mencium ku..

Setelah semua yang ia lakukan kepadaku, mengapa aku masih tidak dapat membencinya??

Hari ini Kibum oppa mengajakku bertemu, katanya ada yang mau dia bicarakan,

Jujur aku sedang malas keluar rumah, kepalaku masih terasa sakit karena terlalu banyak menangis, Namun lagi-lagi aku tidak dapat menolak ajakan Kibum oppa, karena selama ini ia sudah terlalu baik terhadapku.

Sudah Jam 3!!

Aku terlambat..!!!

JINKI POV :

“ Jinki hyung, Kamu sakit?? Mengapa pucat sekali wajahmu??” tanya Taemin saat aku bersiap-siap untuk pergi menemui Kibum.

“ Anni.. Wae??”

“ Hyung pucat sekali..” katanya.

“ Sudah lah, aku tidak apa-apa..” kupakai topi ku segera ku berjalan menuju halte bus.

KIBUM POV :

Sudah setengah jam aku menunggu di kafe ini, kafe di depan halte bus,  jika aku duduk disini, aku bisa melihat keadaan diluar.

Aku tak melepaskan pandangan ku dari Halte itu. sudah Jam 3 lewat 5 menit namun baik Jinki maupun Nada tak kulihat ada yang datang.

Yaa, akhirnya ini yang kulakukan..

Mempertemukan mereka berdua..

Karena aku tau, tidak ada tempat untukku di hati Nada, hatinya telah terisi penuh oleh Jinki, begitu juga dengan Jinki, Ia melakukan ini semua karena ia sangat mencintai Nada.

Ia mencintai Nada melebihi siapapun, termasuk aku.

Sakit memang, Tapi memang begitulah cinta.. tak pernah ada tempat untuk orang ketiga..

Aku bahagia jika Nada bahagia, Aku pun bahagia jika melihat sahabatku bahagia..

Jadi, tak ada alasan untuk bersedih bukan??

Kulihat seorang laki-laki sedang berdiri di halte bus, memakai sweater putih dan topi, Tapi apakah benar itu jinki?? Mengapa ia sangat kurus sekali?? tiga hari yang lalu badannya tak sekurus ini..

Dan diseberang jalan kulihat Nada dengan baju terusan warna putih, aku tersenyum memandangnya, ia sungguh kelihatan seperti malaikat, cantik sekali, meskipun mukanya masih agak pucat.

Hey,, aku baru sadar kalau Jinki dan Nada sama-sama memakai baju warna putih??

Apa mereka janjian?? aku tak bisa menahan senyumku..

Suatu saat mereka harus berterima kasih kepadaku,

Pelan tapi pasti kulihat Nada melangkah ke arah Jinki.

**************

JINKI POV:

Aku tak percaya melihat sosok di depan ku.

Nada??

Mengapa ia disini?? Kibum kah yang menyuruhnya..

Ya tuhan.. Ia sangat kurus, dan pucat..

Oh Tidak.. Dia berjalan kearahku..

“ TIN..TIN..TIIIIIINNNNN!!!!”

aku melihat kearah sumber suara, ternyata ada truk besar dengan kecepatan tinggi melintas,

aku melihat Nada, Ia memakai earphone!!! Ia tidak mendengar suara klakson!!!

“ NADA!!!!!!!”

Aku berteriak, dan segera berlari kearahnya..

“ TIN.. TIN..TIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNN..!!!!!”

***************

KIBUM POV :

Aku menyeruput kopi ku, hampir saja aku tersedak ketika ada truk besar melintas dengan kecepatan tinggi ke arah Nada.

Yaa Tuhan… “ NADAA!!” aku berteriak dari dalam kafe, kopi yang ku minum terjatuh ke lantai,

Sedetik kemudian kulihat Jinki berlari kearah Nada. Namun truk itu mengurangi kecepatannya.

“ TIN.. TIN.. TTIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNN..!!!!”

“ TIDAAAAKKK” Aku berteriak.

aku tidak dapat mempercayai pengelihatanku, Truk itu menabrak seseorang!!!

seseorang berbaju putih, aku tidak tahu jelas Jinki atau Nada, Karena mereka berdua mengenakan baju putih.

orang-orang segera mengerumuni mereka.

Aku berlari keluar kafe tersebut, dan menyeruak diantara kerumunan orang-orang yang mengelilingi Jinki dan Nada.

Lututku lemas melihat pemandangan di hadapanku,

****************

Kulihat Jinki sedang memeluk Nada yang bersimbah darah, ia menangis dan berteriak-teriak .

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!”

baru kali ini aku melihatnya berteriak-teriak seperti orang gila.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” ia menyandarkan kepala Nada di bahunya, dan terus memeluknya.

“ NADA.. Kumohon jangan tinggalkan aku..” katanya sambil terisak.

“ Jinki..” aku memanggilnya dan menepuk bahunya pelan, namun ia mengacuhkan ku, ia terus menyebut nama Nada.

Kulihat mata nada perlahan-lahan mulai menutup.

*****************

JINKI POV:

“ ANDWAEE!!!!” aku berteriak kencang saat kulihat ia terkapar di jalanan, baju terusan putihnya kini berwarna merah akibat darah yang keluar dari tubuhnya.

aku segera memeluknya dan menyandarkannya dibahuku,

Yaaa Tuhaaaaan tolong jangan ambil dia..

“ TOLONG!! PANGGIL AMBULANS!!” aku berteriak-teriak entah kepada siapa.

kulihat matanya masih terbuka, dia masih bisa diselamatkan.

“ NADA!!! BERTAHANLAH, KUMOHON” aku memegang erat kepalanya,

kudengar teriakan ku berubah menjadi isakkan, namun aku tak peduli, aku harus membuatnya tetap sadar.

“Nada.. Jagia.. tolong jangan pergi, kumohon.. aku minta maaf.. aku minta maaf.. aku minta maaf, ku mohon jangan tinggalkan aku seperti ini.. Nada.. jagia, aku membutuhkan mu.. aku membutuhkan mu.. kumohon jangan tinggalkan aku…”

aku terus membisikkan kata-kata ditelinganya.

Yaaa Tuhaaaaan, tolong jangan ambil diaa…

Kulihat matanya perlahan mulai menutup.

“ ANDWAEEEEE!!!!!”

******************

KIBUM POV:

Aku ikut dengan Jinki saat ambulans datang, didalam ambulans, jinki tak henti-hentinya menangis dan membisikkan kata-kata ditelinga Nada.

aku memanjatkan doa berkali-kali, berharap Nada bisa bertahan, berharap dia bisa selamat..

Aku yang salah!!

Harusnya aku tak memaksanya untuk bertemu hari ini!!

Aku memang bodoh!!

Aku berharap akulah yang berada di posisi Nada sekarang!!

“ Maaf, sebentar lagi sampai..” suara seorang petugas menyadarkan ku dari lamunanku.

“ Jinki, Lepaskan nada sebentar, sudah hampir sampai..” aku berkata pelan.

Ia tidak mendengarku, ia tetap memeluk Nada erat

“ Jinki.. sudah hampir sampai..” aku menggoyang-goyang kan badan nya.

Namun ia tak berggerak,

Petugas ambulans membuka pintu, ia menarik tempat tidur Nada dari dalam mobil.

“ Jinki.. Bangun..”

aku mengguncang-guncang kan tubuh Jinki,

Tiba-tiba jinki terjatuh, hidungnya berdarah.

*****************

Nada dan Jinki.. Keduanya berada di ruang UGD, aku hanya bisa melihat keduanya dari kaca besar.

Kulihat selang-selang mulai dipasang di tubuh Nada, alat pacu jantung,alat bantu pernafasan, infuse, transfusi darah, entah apalagi yang mereka pasangkan disana.

Sedang kan jinki hanya alat bantu pernafasan saja yang dipasang ditubuhnya.

Kini beberapa dokter mengelilingi nada, Mereka memegang dua buah alat untuk mengejutkan jantung. mereka menempelkan alat itu di dada nada,

satu kali, dua kali.. tiga kali… empat kali….

Para dokter itu menyerah..

“ Andwae.. Tuhan tolong jangan ambil dia…. “ aku berbisik, kurasakan airmataku jatuh.

Kulihat alat yang menunjukkan detak jantung nada hanya beripa garis hijau.

aku terus mengucap doa, berharap ada keajaiban yang bisa membuat jantung Nada kembali berdetak..

Tiba-tiba kulihat dokter melakukan hal yang sama pada Jinki..

Satu kali… Dua kali… Tiga kali.. empat kali….

*******************

JINKI POV :

Kulihat seorang gadis bergaun putih sedang mengatupkan kedua tangan diwajahnya, terdengar isakan kecil dari bibirnya.

aku menghampirinya,

“ Hey..” aku menepuk lembut bahunya, namun ia menangis lebih keras.

“ Hey.. Jangan menangis..” aku berkata padanya,

Perlahan ia membuka kedua tangan nya..

“ Jinki oppa….” ia langsung memelukku erat.

“ Hhuuussshhh.. cup.. cup..” aku mengusap rambutnya.

“ Jinki oppa…” ia terus memelukku tanpa menghentikan tangisannya.

“ Jagiaa, mengapa kau menangis??” aku mengusap air matanya.

“ Oppa.. aku takut.. aku sendirian.. aku tak tau ini tempat apa…aku takut oppa…” katanya sambil sesenggukan.

aku tersenyum, ini memang bukan tempatnya.

“ Oppa.. kau akan menemaniku kan disini?? berjanjilah jangan pergi kemana-mana..” ucapnya manja.

aku mengangkat dagunya dengan tangan ku, dan mengecup lembut keningnya.

“ Nada, Disini bukan tempatmu, pulanglah..” aku berbisik ditelinganya.

“ Pulang?? dengan oppa??

“ Tidak dengan ku,,”

“ tapi aku tidak mau kalau tidak dengan oppa”

“ Nada, waktuku sudah habis, sedangkan kau masih punya banyak waktu.. bahagiakan lah orang-orang yang mencintaimu, ku mohon tetaplah hidup untukku..”

“ Oppa….” kulihat matanya kembali berkaca-kaca.

“ Nada.. Satu hal yang harus kamu tahu, aku sungguh-sungguh sangat mencintaimu, walaupun aku tak bisa terus disampingmu, tapi aku akan terus menjagamu dari sini..”

“ Oppa..”

“ sstttt… jangan menangis, , , hatiku sakit melihatmu menangis… Nada, kau harus kembali..”

Perlahan aku mengecup bibirnya, pelan dan dalam…

“ saranghae..”

***************

KIBUM POV:

Nada sedikit-sedikit mulai membuka matanya, aku mengeratkan genggaman ditanganku, kulihat air matanya jatuh..

“ Kamu sudah bangun Nada,” aku berbisik pelan.

namun ia hanya tersenyum memandangku.

Suatu keajaiban, ketika dokter menyatakan detak jantung nada muncul lagi, dan semakin lama kondisi Nada semakain stabil.

“ mengapa menangis Nada??” kataku sambil mengusap air matanya.

“ Jinki oppa…” katanya sendu.

“ Nada,, jangan menangis…” aku menggenggam erat tangan nya.

mencoba menceritakan padanya apa yang terjadi.

*********************

tiga bulan bulan kemudian:

“ Oppa.. Jangan meletakkan gula halus diatas strawberrynya.. selainya sudah cukup manis..” kata Nada kepada ku.

“ Tapi aku suka makanan manis, bagaimana dong..” Kataku meledeknya.

ia memandangku dan tersenyum,

ini saat yang tepat untukku mengutarakan isi hatiku.

“ Nada..”

“ Ya oppa…” katanya sambil menaburkan gula halus diatas buah strawberry segar.

“ Saranghae..” bisikku lembut, sambil terus menatap mata indahnya.

FIN

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^
Advertisements

59 thoughts on “I Don’t Mean To [2.2]”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s