Love’s Way – Five Shining Star [2]

Author: Novi

Main cast : Member SHINee, Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin

Bel pulang berbunyi, syukurlah. Akhirnya, aku sudah tidak sabar lagi mendengar cerita Rae Na. Kutarik tangan Rae Na yang masih membereskan buku. Kulihat Key kembali menatapku dengan tatapan yang lebih bersahabat kali ini bukan tatapan aneh jadi kuputuskan untuk tersenyum padanya dan sepertinya dia terkejut melihat reaksiku kali ini dan kembali menunjukan wajah anehnya. Tiba-tiba seseorang menabrakku dan berlari menghampiri Key.

“Yeobo ayo pulang…kenapa tadi kau pergi begitu saja……”cewek yang kalau tidak salah bernama Yu Ri langsung menggandeng Key dan menariknya.

Yeobo….aigooo…lucu sekali mendengarnya. Mereka pun akhirnya pergi.

Di depan gerbang sekolah,

Aku merasakan Hp ku bergetar dan kulihat ada sms masuk.

Mianhe Hye Jin, aku hari ini ada latihan paduan suara, tidak apa-apa kan kau pulang sediri? Jeongmal mianhe…Hyo Jin

Baguslah Hyo Jin tidak pulang bersamaku hari ini berarti ini kesempatan ku untuk menjelajah kota Seoul sendirian. Aku pulang bersama Rae Na dan ini kesempatanku untuk menagih janjinya padaku.

“Ok..kau harus menceritakan yang tadi selama perjalanan pulang….arasso?”

“Ya…baiklah…tenang saja…”

Di lapangan parkir aku melihat Taemin lagi, ya ampun kenapa aku begitu senang melihatnya. Dia bersama cowok yang tadi makan siang bersamanya. Sepertinya Rae Na mendapatiku memperhatikan Taemin terus dan langsung bertanya padaku.

“Hmmm…sepertinya kini beralih ke Taemin atau Minho?”

“Apa maksudmu? Aku tidak suka siapa-siapa baik itu Key atau Taemin atau siapa tadi?”

“Minho…cowok yang bersama Taemin itu…ketua klub basket…sangat tampan tapi dingin..padahal waktu SMP dia tidak seperti itu…”

Rae Na malah terus saja bercerita tentang Minho cowok yang tadi makan siang bersama Taemin dan cowok yang kulihat di bandara waktu itu. Minho itu namanya.

Taemin berbicara sebentar dengan Minho dan segera mengenakan helm dan menaiki motor sportnya yang berwarna biru. Wow, keren sekali dia dengan motor itu. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Apa sih yang aku pikirkan…

“Hey, ayo pulang…”

Rae Na menarik tanganku dan kami pun pulang bersama. Di jalan aku menagih janjiku padanya.

“Ayo cepat cerita…”

“Baiklah…”

Dia diam sejenak dan berdehem beberapa kali. Dasar Rae Na, membuat orang penasaran saja.

“Pertama Jin Ki Oppa…kau tahu siapa dia, dia adalah orang paling kaya di sekolah ini, ayahnya adalah seorang pengusaha toko daging diseluruh Korea, hampir semua toko daging di Korea adalah miliknya dan dia adalah anak tunggal jadi bisa kau bayangkan dia akan menjadi pewaris tunggal…di sekolah di termasuk murid berprestasi dan dia sama seperti Hyo Jin Unnie, ketua paduan suara cowok, suaranya sangat bagus loh…”

Aku mendengar Rae Na bercerita dengan seksama dan hanya mengangguk atau mengiyakan semua perkatannya.

“Nah, Taemin itu adalah sepupunya, dia sangat sangat sangat pintar…kau tahu dia selalu ada di kelas A sejak masih SMP dan kau tahu dia juara Olimpiade Kimia seluruh Korea Selatan itu didapatnya waktu kelas 10…sebenarnya dia bisa saja pindah sekolah keluar negeri…kudengar sudah banyak Universitas di luar negeri sana yang ingin menjadikannya mahasiswa tanpa tes tapi yang aku dengar dia Cuma mau ke Chung Ahn…aneh sekali…oh ya dia disini tinggal di rumah Jin Ki Oppa sebab ayah, ibu dan kakak laki-lakinya ada di Australia…kudengar ayahnya adalah seorang dosen dan kakaknya seorang dokter…selain pintar dia juga jago basket loh….dia termasuk salah satu anggota klub basket makanya dia dekat dengan Minho…dia termasuk incaran cewek-cewek di sekolah kita..hati-hati..”

“Siapa juga yang mengincar dia? Kau ada-ada saja…sudah lanjut…”

Rae Na kembali terdiam beberapa saat dan berdehem-dehem beberapa kali.

“Kalau Key, dia adalah orang paling popular di sekolah kita, tampan, berbakat, kaya…yah pokoknya idola cewek-cewek…tapi entahlah berapa banyak pacar yang di milikinya…tipe super playboy…kau tahu ayahnya adalah seorang pialang saham jadi apapun yang dia mau tinggal minta..dia juga salah satu anggota klub basket dan musik…itulah sebabnya aku bilang dia berbakat…dia bersama adiknya di klub basket itu…kau tahu Minho cowok yang tadi bersama Taemin…dia adalah kembarannya tapi untunglah kelakukannya tidak sama, Minho lebih baik dari dia, kurang lebihnya mereka berdua adalah idola cewek-cewek di sekolah kita…”

Aku terdiam, terlalu larut dalam mendengarkan cerita Rae Na. Sungguh pribadi yang sangat unik mereka.

“Sebenarnya masih ada satu orang lagi, tapi kurasa kau belum bertemu dia jadi nanti saja aku ceritakan…”

“Tidak…tidak cerita saja…siapa dia…”

“Baiklah…dia Kim Jonghyun…walaupun nama keluarga kami sama kami tidak bersaudara..begitu juga dengan Key dan Minho mereka juga bermarga Kim tapi kami tidak punya hubungan saudara….Jonghyun sebenarnya tidak banyak yang tahu tentang dia…yang kutahu dia tinggal bersama ibu dan kakak perempuannya, kalau tidak salah dia seorang model…tapi kau tahu sifatnya kurang lebih sama seperti Key makanya dia dekat sekali dengan Key…tapi masih lebih baik Jonghyun…yah itulah mereka five shining star di sekolah kita…capek juga bercerita seperti ini…”

Unik sekali, mereka sungguh unik. Kenapa mereka tidak bergabung saja menjadi sebuah kelompok seperti sebuah drama korea yang pernah kutonton dulu dimana ada 4 cowok-cowok idola yang bergabung menjadi sebuah kelompok, memang sih lebih satu tapi kan tidak ada batasan untuk itu. Pikiranku mulai ngelantur. Habisnya mereka begitu sempurna sekali.

“Rae Na, Key itu namanya Kim Key?”

Aku penasaran mana mungkin nama aslinya Key itu kan bukan nama Korea.

“Bukan nama aslinya Kim Kibum…karena di sekolah kita ada dua nama Kim Kibum yang satu lagi itu adalah Sunbae kita jadi dia di panggil Key kurasa itu nama luarnya sebab dia pernah tinggal di luar negeri dulu…”

Aku sungguh sangat kaget begitu mengetahui nama aslinya adalah Kim Kibum…Kibum itu adalah nama cowok tidak sopan dan egois yang pernah menabrakku tanpa bilang minta maaf di hari pertama aku menginjakan kakiku di Seoul. Pantas wajahnya tidak asing lagi. Dasar cowok sombong! Lihat saja nanti!

Rae Na berhenti di persimpangan dan belok ke sebelah kiri, rumah kami memang berbeda jalur, aku di sebelah kanan sedang Rae Na di sebelah kiri, jadi kami berpisah disini.

“Annyeong Hye Jin…”

“Ne Annyeong Rae Na..,”

Dia melambaikan tanganku padanya dan dia membalas lambaian tanganku.

Aku tidak mau langsung pulang hari ini aku mau pergi berjalan-jalan dulu di kota ini sambil mencari tempat untuk bekerja part time. Kira-kira ada dimana ya?

Aku terus saja berjalan melewati pertokoaan yang padat dengan manusia. Banyak sekali orang disini, dan aku terus saja berjalan.

OMO, sepertinya aku tersesat, dimana ini? Aku tidak kenal jalan ini, kurasa tadi aku sudah berjalan disini kenapa kembali kesini. Aduh! Aku pasti hanya berputar-putar saja. Apa yang harus aku lakukan? Telepon Hyo Jin? Tidak, dia pasti akan langsung bilang pada ibu dan ibu pasti langsung sangat khawatir dan aku tidak bisa membayangkan saat ibu sudah mulai khawatir dia bisa kehilangan control. Lebih baik aku mencari sendiri jalan pulang. Aku yakin aku bisa.

Matahari sudah mulai menghilang tapi aku masih saja belum menemukan jalan pulang, dimana halte busnya. Aduh perutku lapar lagi!Makan apa ya?

Ah, aku melihat sebuah kedai ramyeon, ramyeon adalah mie, pasti  rasanya tidak aneh. Aku pun menuju ke kedai tersebut dan meminta semangkok ramyeon, kelihatannya enak. Untung aku membawa uang jadi aku masih bisa makan. Setelah kenyang makan aku bertanya pada si penjual dimana halte bis terdekat dan dia pun menunjukan jalannya padaku, segera aku berjalan menuju halte bus tersebut. Sesampainya disana aku bingung naik bus yang apa, aku lupa tempat rumah nenek dimana. Fiuhh!!!bodonhya aku, sekarang bagaimana caranya pulang. Aku terduduk di kursi halte bus dan menyandarkan kepalaku ke tiang. Mana Hp ku mati lagi! Aigoo!!!pasti mereka sudah mencariku!

Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di halte. Tidak mungkin, motor biru itu….Taemin!! Tidak mungkin! Buat apa dia disini!

Si pengendara motor itu membuka helmnya dan ternyata benar itu adalah Taemin. OMO!!

“Apa yang kau lakukan disini?”

Aku langsung refleks bertanya padanya, babo!kenapa aku langsung bertanya seperti itu.

“Aku mau pulang dan melihatmu di halte ini dengan wajah seperti itu…”

Dia tersenyum padaku, memangnya wajahku seperti apa.

“Memangnya wajahku seperti apa?”Pertanyaan babo Hye Jin.

“Seperti tersesat…mungkin..ah ya…kau tidak tersesat…baiklah aku pulang dulu…”

Dia beranjak pergi.

“Eh..tunggu…tunggu…iya aku tersesat…kau tahu jalan ke rumah Hyo Jin…aku tinggal disana….”

Dia kembali tersenyum dan sepertinya kini sedikit tertawa. Aku hanya bisa menundukan kepalaku malu rasanya mengakui bahwa aku tersesat. Ya ampun pasti dia berpikir aku begitu bodoh hingga tersesat.

“Ayo naik…kuantar kau…”

Apa! Dia ingin mengantarku pulang, ya ampun hari ini hari keberuntunganku yah walaupun awalanya agak sedikit tersesat. Tidak, aku tidak boleh menerima ajakannya, aku kan Cuma ingin Tanya arah saja bukan minta di antar.

“Ah..tidak usah…aku bisa pulang sendiri…beritahu aku saja nama tempatnya…nanti aku naik bis…”

“Dari sini rumahmu masih jauh…harus dua kali naik bis…aku heran kenapa kau bisa tersesat sampai sejauh ini…”

Dia tersenyum mengejek di akhir kalimatnya, memangnya ada yang salah dengan tersesat. Itu bisa terjadi pada semua orang dan dimana saja.

“Mianhe..aku Cuma bercanda…ayo naik…aku antar kau pulang…pasti Hyo Jin noona sudah cemas..cepat naik…”

Sepertinya dia tahu aku tidak suka dengan perkatannya tadi, seperti yang aku bilang aku adalah Open Book jadi gampang sekali menebakku, mungkin itu juga yang menjadi alasan kenapa dia tahu aku tersesat.Wajahku menunjukan kalau aku tersesat.

Aku pun segera naik ke motornya dan dia memberikan sebuah helm padaku dan segera kukenakan.

“Pegangangan…”

Aku memegang pinggangnya erat-erat dan kurasakan jantungku berdegup dengan kencang, ada apa denganku? Kenapa jadi seperti ini?

Hari sudah mulai gelap dan akhirnya kami sampai di depan rumahku. Ternyata aku memang tersesat sangat jauh. Butuh waktu cukup lama untuk sampai ke rumah untung saja aku diantar Taemin kalu tidak entahlah sampai jam berapa aku di rumah.

Hyo Jin langsung memelukku begitu aku masuk ke dalam rumah.

“Ya ampun, kami mencarimu kemana-mana…kami sangat mengkhawatirkanmu Hye Jin…”

“Mianhe…ibu mana?”

“Dia ada di dalam…kau sendirian?”

Taemin masuk ke dalam rumah dan membungkuk memberi salam pada Hyo Jin.

“Diantar Taemin..”lanjutku

“Gumawo Taemin…” Hyo Jin langsung mengucapkan terima kasih padanya.

Dia pun tersenyum dan memohon untuk pulang.

“Aku pulang dulu…” Taemin membungkuk dan segera beranjak pergi.

“Gumawo…”Kataku menghentikan langkah Taemin, dia berbalik dan tersenyum padaku.

“Lain kali hati-hati…annyeong…”

Dia pun menghilang di balik pintu.

“Ne Annyeong…”

Entahlah dia masih mendengar atau tidak. Hyo Jin kembali memelukku dan membawaku menemui ibu dan nenek. Benar saja habis sudah aku dimarahi oleh ibu. Dia menceramahiku selama 2 jam dan mulai sekarang sampai aku benra-benar paham tempat ini aku tidak boleh pergi sendirian harus ada yang menemaniku. Setelah 2 jam menceramahiku akhirnya aku bisa mandi dan pergi ke kamarku. Aku pun mengerjakan PR-ku di temani Hyo Jin yang sedang membaca majalah.

“Bagaimana kau bisa diantar Taemin?”

“Aku bertemu dengan dia di halte…”

“Syukurlah kau bertemu dengan dia…dia anak yang baik..”

“Maksudmu?”

“Andwe..”

Hyo Jin tersenyum dan kembali asyik membaca majalahnya dan aku sudah mulai mengantuk, PR-ku pun sudah selesai semua. Kurapihkan meja belajarku dan beranjak menutup jendela.

“Sudah mau tidur?”

Hyo Jin mengagetkanku, ku kira dia sudah tertidur sambil membaca majalah ternyata dia masih bangun.

“Biasanya kau selalu paling akhir menutup jendela dan di tengah malam membukanya…kenapa sekarang bisa tidur cepat?”

“Tidak..tidak ada apa-apa…aku hanya mengantuk…”

Hyo Jin tahu kalau kemarin aku bangun di tengah malam dan membuka jendela untuk melihat bulan semoga dia tidak melihatku menangis malam itu.

“Apa karena senyum Taemin membuatmu lebih cepat tidur..”

“Bukan..”

Dia tertawa melihat mukaku merah menahan malu, apa-apaan Hyo Jin ini aku tidak suka Taemin. Kenapa dia bisa berpikiran seperti itu…

“Sudahlah…kau menatap dia dengan tatapan yang berbeda…kau suka dia kan..”

“Tidak!!”

Aku langsung naik ke atas tempat tidurku dan menutup tubuhku dengan selimut. Pasti dia akan terus meledekku habis-habisan lebih baik aku pergi tidur saja.

“Hye Jin suka Taemin…”

Aku pura-pura tidak mendengarnya dan memejamkan mataku, masih kudengar suara Hyo Jin menahan tawanya melihat tingkahku sambil terus bergumam. Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dan sepertinya Hyo Jin keluar kamar. Aku membuka selimutku dan berbaring menatap langit-langit dan mengigat kejadian tadi saat bersamanya jantungku berdegup sangat kencang. Apa yang terjadi padaku?

Sebaiknya aku berangkat sendri hari ini, Hyo Jin pasti akan meledekku habis-habisan sepanjang perjalanan. Pagi ini aku sengaja bangun lebih awal dan bergegas mandi lalu sarapan

”Buru-buru sekali? Hyo Jin baru mandi tuh….kau pergi sekolah bersamanya kan?”

”Annyi…hari ini aku harus buru-buru sampai di sekolah…”

Buru-buru kuhabiskan sarapanku dan bergegas mengambil tas ku dikamar.

”Jangan berusaha menghindariku…” Celetuk Hyo Jin dari ruang depan.

”Aku sudah siap…” Lanjutnya.

Ya ampun cepat sekali dia, padahal aku berniat pergi sekolah sendiri, pasti dia akan bertanya yang macam-macam selama di perjalanan. Aku memasang wajah cemberut dan berlutut memakai sepatuku dan berjalan mendahului Hyo Jin yang menahan tawanya.

”Kami pergi dulu…” Teriak Hyo Jin yang langsung berlari menghampiriku dan berjalan berdampingan.

”Ya…kau marah ya?”tanyanya.

Aku hanya diam dan terus berjalan tanpa menatap ke arahnya.

”Ok..mungkin kau mau di jemput oleh Taemin…”serunya.

Aku langsung menghentikan langkahku dan  berbalik menghadap kearahnya dan melihat Hyo Jin tertawa melihatku kemudian dia berlari menghindariku. Aku pun  mengejarnya dan jadilah kami berlari sampai di depan sekolah.

”Hyo Jin..mau sampai kapan kau berlari…”Teriakku dengan terengah-engah, melihat Hyo Jin sudah sampai di depan gerbang sekolah.

Aku masih terengah-engah karena berlari sampai ke sekolah, ini gara-gara Hyo Jin, lihat saja nanti di rumah. Kulihat Hyo Jin sudah menghilang diantara keumunan murid yang mulai memasuki gedung sekolah. Dia tidak akan bisa menghindariku nanti makan siang.

Hufft ini hari kedua ku bersekolah disini, yah pelan tapi pasti aku mulai dikenal oleh murid-murid disni karena mereka mulai menyapaku saat aku memasuki gedung sekolah, beberapa diantaranya adalah teman sekelasku yang meskipun aku belum tahu namanya tapi paling tidak aku mengenali wajah mereka. Saat aku mulai memasuki gedung sekolah kulihat Taemin baru turun dari motornya dan bodohnya aku malah berdiri di depan pintu masuk menatapnya. Dasar Babo! Kenapa aku ini, sudah masuk ke kelasmu!

Tiba-tiba seorang cewek menghampiri Taemin dan tersenyum padanya dan kulihat Taemin tersenyum padanya juga dan mereka pun terlihat asyik mengobrol. Aku pun langsung membalikan badanku dan berjalan masuk ke gedung sekolah, kenapa aku ini? Kenapa aku harus jadi seperti ini melihatnya bersama cewek lain? Aku kan baru kenal dia 2 hari yang lalu, kenapa aku jadi seperti ini terhadapnya? Aku berjalan sambil menundukan wajahku dan perasaanku sungguh kacau.

”Aihh..”

Aku meringis kesakitan karena seseorang menabrakku dan saat kulihat siapa orang yang menabrakku ternyata orang yang sama yang menabrakku di bandara, Kibum! Dan itu membuatku mejadi semakin kesal.

”Kalau jalan hati-hati dong!”

Bentaknya padaku. Enak saja siapa yang dia pikir tidak hati-hati. Dasar cowok kasar!

”Ya..Kau yang jalannya tidak lihat-lihat! Dasar cowok kasar! Sudah dua kali kau menabrakku tapi bukannya minta maaf kau malah membentakku. Dasar tidak tahu diri!”

Semua orang yang melihat kejadian tersebut terdiam dan memandang ke arah kami berdua. Dan kulihat wajah Kibum sudah merah karena marah.

”Oh jadi kau gadis yang tidak tahu sopan santun itu! Yang mau menojokku waktu itu! Huh dasar cewek kasar!”

”Kau harusnya ngaca siapa yang kau sebut kasar, cowok egois dan Babo!!” Teriakku.

Dia mencondongkan tubuhnya ke arahku dan menunjukan telunjuknya ke kepalaku.

”Heh Babo! Kau tidak tahu siapa aku berani membentakku seperti itu! ”

Dia semakin sok saja, aku tidak peduli siapa dia. Kenapa sih masih ada cowok seperti dia di dunia, aku heran seperti apa pacarnya, ada apa cewek yang mau dengan cowok kasar seperti ini!

”Aku tidak peduli siapa kau…itu bukan urusanku!!”Aku semakin meninggikan suaraku. Dan sudah siap mengepalkan tanganku untuk menonjoknya, enak saja dia memanggilku Babo, belum pernah aku di panggil seperti itu seumur hidupku oleh siapapun.

Semua orang yang melihat kami hanya terdiam sambil menunggu kira-kira apa yang akan kami lakukan.

”Hye Jin apa yang kau lakukan?ayo pergi…jangan buat keributan…”

Kulihat Hyo Jin berlari dari jauh menghampiriku dan berdiri diantara aku dan Kibum.

”Kibum..”

Kulihat seorang cowok berlari dari juah menghampiri Kibum dan berusaha menariknya pergi. Hyo Jin pun menarikku pergi dan sebelum pergi aku sempat menjulurkan lidahku padanya. Lihat saja nanti.

”Awas Kau!jangan halangi aku Minho..”teriaknya.

”Sudahlah Kibum…”

Di Kelas suasana sangat panas, karena ada aku dan Key. Entahlah kenapa kami bisa sekelas seperti ini. Aku benar-benar muak melihat wajahnya, untung dia duduk di depan jadi aku tidak perlu melihat wajahnya itu. Aku berusaha berkonsentrasi terhadap pelajaranku tapi tampaknya aku tidak bisa, suasana di kelas ini sangat kikuk.

Ternyata pelajaran berjalan sangat cepat dan bel makan siang pun berbunyi.

”Hye Jin…”

Rae Na berbisik memanggilku, dan aku pun menoleh kebelakang.

”Wow…susananya sangat tegang…kenapa kau bisa bertengkar dengan dia? Kau tahu dia daritadi melihat ke arahmu dengan tatapan yang sangat menyeramkan…aku saja takut…”

Aku tahu itu, aku merasakannya dia menatapku dengan tatapan matanya yang sipit itu. Sudahlah lagipulan bukan 100% aku yang salah dalam masalah ini. Aku malas membicarakan hal ini.

”Ke kantin yuk?”Ajakku pada Rae Na.

Berlama-lama di kelas ini mungkin malah membuat suasana semakin tegang dan aku tidak bisa menjamin aku tidak akan berkelahi dengannya. Kulihat Kibum masih terduduk di bangkunya dan aku memalingkan wajahku begitu aku melewatinya.

Aku benar-benar tidak berselera makan, dari tadi aku hanya memisahkan bawang dari makananku dan tidak menyuapnya sekalipun.

”Ya…kau tidak mau makan?”

Hyo Jin yang daritadi melihatku tidak makan mulai bertanya.

”Tidak lapar..”kataku

Kemudian Hyo Jin mengambil makananku dan menyedoknya lalu menyuapkannya ke mulutku.

”Aissh…..aku bisa makan sendiri…” Kataku sambil menutup mulut dengan tanganku.

”Ya…makanlah…”serunya.

Aku pun dengan tidak berselera mulai menyendokkan makanan ke mulutku.

”Sudahlah Hyo Jin….kenapa harus marah-marah terus…”

Rae Na yang daritadi asyik dengan makannya mulai angkat bicara dan menasehatiku untuk melupakan kejadian tadi, aku sudah bercerita tentang masalahku dengan Key dan dia pikir aku bisa melupakannya begitu saja. Enak saja dia bilang kalau aku Babo, mana bisa aku terima, tidak ada yang pernah bilang seperti itu padaku sebelumnya. Awas kau Key! Aku tidak peduli walapun keluargamu pemilik terbesar saham di sekolah ini, aku tidak peduli, kau harus belajar sopan santun terhadap orang lain dan aku akan mengajarimu sopan santun. Cowok kasar!

”Aku duluan…”seruku pada mereka.

Aku berdiri dan beranjak dari mejaku, aku ingin mencari udara segar. Hyo Jin dan Rae Na hanya bisa menatapku dengan penuh kebingungan. Maka kuputuskan saja untuk berjalan-jalan kesekeliling sekolah . Kulihat banyak sekali murid-murid berkumpul di taman tapi saat kulihat apa yang membuat tempat itu begitu ramai, aku langsung mundur dan pergi dari tempat itu. Kenapa aku harus bertemu Key di tempat seperti itu. Hufft untunglah dia tidak melihatku kalau dia melihatku pasti suah terjadi perang dunia ke-3 antara aku dan dia. Aku melewati setiap koridor sekolah dan melihat banyak sekali murid-murid yang sedang mengobrol dan berlarian di lorong sekolah, aku pun menaiki tangga menuju ke atas, ke perpustakaan. Yah kesana lah lebih baik aku pergi, membaca buku pasti bisa menenangkanku.

Aku mulai melihat-lihat koleksi buku disini, ternyata lumayan lengkap juga. Tidak hanya yang berbahasa Korea tapi yang berbahasa Inggris pun ada, aku terus berjalan melewati rak-rak untuk mencari sebuah buku. Semoga ada. Baru sampai rak ke tiga aku menangkap sesosok cowok yang sudah tidak asing lagi dan begitu melihatnya jantungku langsung berdegup kencang. OMO!! Dia sedang membaca sebuah buku sambil berdiri dan jujur kuakui dia sangat tampan saat itu, dia begitu serius mungkin tidak melihat kehadiranku. Kenapa aku ini bukannya berjalan kembali aku malah menghampirinya. Tidak boleh, aku tidak boleh menghampirinya. Baru sampai setengah jalan aku membalikan tubuhku dan berjalan kembali.

”Hye Jin…”serunya.

Aku mendengar namaku disebut olehnya, aku pun berhenti dan berbalik menghadapnya dan tersenyum. Dia pun tersenyum dan menghampiriku.

”Apa yang kau lakukan disini?”Tanyanya begitu jarak kami sudah dekat.

”Aku sedang mencari buku…ah…tapi mungkin tidak ada…”jawabku.

”Buku apa yang kau cari? Mungkin aku bisa membantumu…”tanyanya lagi.

”Ah…annyong….tidak usah…sepertinya tidak ada…”jawabku.

”Koleksi disini cukup lengkap kurasa…memang apa bukunya?”tanyanya.

Aku pun mengucapkan judul buku yang kucari itu dan dia pun terseyum.

”Aku juga suka buku itu…baru kemarin aku selesai membacanya…sepertinya aku tahu tempatnya…ikut aku…”serunya dan dia mulai berjalan.

Aku pun mengikutinya melewati setiap rak-rak buku, aku melihat dia seperti kembali mengingat-ingat dimana menaruh buku itu. Dan selama melewati rak-rak itu aku tidak henti-hentinya menatap wajahnya. Ya ampun pasti aku sudah gila! Tak lama kemudian dia berhenti tepat di sebuah rak dan menjangkau buku yang paling atas kemudian tersenyum padaku.

”Ini dia…”serunya.

Dia menyodorkan buku itu padaku dan tanpa sadar tangannya menyentuh tanganku dan aku pun terlonjak kaget dan menjatuhkan buku itu.

”Mian…”Katanya kemudian mengambil buku itu dan memberikannya padaku.

Kali ini aku hati-hati sekali agar tidak menyentuh tangannya. Dia mengantarakanku ke tempat peminjaman buku dan setelah itu kami keluar dari perpustakaan. Kami hanya terdiam sambil berjalan menuruni anak tangga. Kenapa susananya jadi tidak enak begini.

”Gumawo untuk yang kemarin…”kataku membuka pembicaraan.

Aku mulai membuka pembicaran dengan mengucapkan terima kasih padanya sekali lagi karena telah menolongku kemarin.

”Tidak apa-apa…kebetulan aku sedang lewat…tadi ke sekolah tidak tersestkan?”katanya.

Dia bertanya seolah mengejekku dan aku pun mengerucutkan bibirku dan kulihat dia tertawa, tawanya sungguh menawan.

”Mianhe…aku Cuma bercanda….”

Kami pun akhirnya larut dalam obrolan kami tentang apa saja. Dia bercerita bahwa dia tidak mau tinggal di luar negeri karena dia terlalu mencintai Korea, oleh sebab itu dia tidak ikut keluarganya ke Australia, dia juga bercerita bahwa dia mengaggap keluarga Jin Ki Oppa sebagai keluarganya sendiri dan sangat senang bisa mempunyai seorang kakak laki-laki seperti Jin Ki Oppa. Dia juga bercerita tentang sekolah ini, tentang Seoul dan juga tentang Korea Selatan secara luas. Sementara itu aku menceritakan tentang kehidupanku di Amerika sebelum pindah kesini, aku juga bercerita bahwa aku pernah ke Korea sebelumnya saat aku masih SMP dan belajar bahasa Korea makanya sekarang aku fasih berbahasa Korea. Dia sangat baik dan ramah dan itu semakin membuatku kagum padanya. Ya ampun aku benar-benar sudah gila!

”Taeminn-ah…”

Seseorang memanggil Taemin begitu kami berjalan melewati lapangan basket. Taemin pun menghampirnya dan aku pun mengikutinya. Saat kulihat siapa yang memanggil Taemin aku kaget ternyata dia itu Minho, kembarannya Key.

”Hyung…kenalkan ini Choi Hye Jin…dia murid baru disini…”seru Taemin memperkenalkanku

Minho terlihat agak kaget juga melihatku namun buru-buru dia tersenyum.

”Annyeong…Minho-imnida…”Dia membungkukan badannya.

”Annyeong…Hye Jin-imnida…”Aku pun ikut membungkukan badanku dan tersenyum padanya.

Tiba-tiba seseorang memanggil Taemin dari jauh dan Taemin mohon diri untuk menghampirinya sebentar.

”Aku kesana dulu ya…”serunya.

Jadilah aku dan Minho ditinggal sendiri. Apa yang harus aku katakan? Aku bingung, dia tampaknya pendiam, dia hanya memainkan bola basket yang dia pegang dari tadi dan memantulkannya ke tanah. Begitu berulang-ulang. Sungguh aku tak percaya kalau Cowok yang sangat tinggi ini adalah kembarannya Key, memang wajah mereka tidak sama tapi kelakukan pun berbeda 180 derajat. Key adalah orang yang kasar sedangkan Minho dari pengamatanku sekilas kukira dia adalah orang yang pendiam dan sepertinya lembut. Bagaimana itu bisa terjadi? Aku kalau jadi Minho pasti tidak tahan memiliki kakak seperti Key, pasti akan bertengkar terus.

”Kenapa kau melihatku…”tanyanya dingin.

Bukan pertanyaan tapi pernyataan, aku baru sadar sejak daritadi aku memperhatikannya terus dan buru-buru aku mengalihkan pandanganku.

”Mian..tidak apa-apa…ehmmm…kau sepertinya sangat pintar bermain basket?”tanyaku.

Dia tidak menjawab hanya mengangguk, benar-benar deh sangat pendiam, seperti es. Namun tiba-tiba di menyodorkan bola basket ke arahku.

”Mau mencoba bermain?”tanyanya.

Aku terlonjak kaget mendengar perkataanya, main basket? Aigoo! Memang sih di Amerika sana aku pernah menjadi anggota tim basket putri tapi itu dulu saat aku masih kelas 10 saat itu aku harus berhenti karena ibu melihat nilai-nilaiku turun sejak ikut main basket dan mulai saat itu aku tidak pernah lagi menyentuh bola basket. Tapi sepertinya asyik juga, aku sudah kangen sekali bermain basket sepertinya sudah lama sekali. Dulu aku sering bermain bersama…ah sudah lupakanlah…aku mengambil bola basket itu dan mendribble nya lalu masuk ke dalam lapangan dan yeah aku bisa memasukannya. Ternyata kemampuan basket ku masih belum hilang.

Minho melihatku dengan tatapan tidak percaya.

”Wow…aku tidak menyangka kau bisa bermain basket…”katanya.

Dia menghampiriku ke tengan lapangan sambil tersenyum. Menurutku itu kata terpanjang yang dia ucapkan hari ini.

”Aku pernah ikut basket waktu masih di Amerika…”jawabku.

Aku melemparkan bola itu kembali ke Minho dan Minho menagkapnya lalu memasukannya ke dalam ring. Kuakui gayanya sangat keren.

”Mianhe…atas perbuatan kakakku…”serunya tiba-tiba.

”Mwo?”tanyaku sedikit bingung.

Aku sedikit kaget mendengar dia berbicara seperti itu, lalu buru-buru menjawab.

”Ya..tidak apa-apa…”jawabku begitu aku mengerti arah pembicaraanya

Padahal sebenarnya dalam hatiku aku masih kesal dengannya tapi sudahlah ku bilang saja aku sudah melupakannya. Taemin kemudian menghampiri kami.

”Hye Jin…”

Kulihat Rae Na memanggilku dari jauh dan aku pun berjalan menghampirinya.

”Aku duluan…” Aku mohon diri dan tersenyum pada mereka berdua.

”Keren…”Minho tersenyum dan mengacungkan jempolnya padaku sambil mengedipkan sebelah matanya.

Aku Cuma tersenyum dan berlalu pergi kulihat wajah Taemin bingung melihat kami yang bisa akrab, mungkin dia berpikir aneh sekali orang seperti Minho yang sangat diam mampu akrab dengan orang baru hanya dalam sekejap. Yah dia tidak sependiam itu ternyata. Kulihat Taemin dan Minho main basket bersama, Taemin juga keren. Aku tersenyum sendiri.

”Kau gila ya?” Tanya Rae Na begitu aku sampai di depannya.

”Tidak…ayo..”Jawabku kemudian merangkul Rae Na berjalan menuju kelas.

Hari ini aku sungguh senang selama istirahat aku bersama Taemin terus dan kami mengobrol bersama. Ah aku senang bisa menjadi temannya. Rasanya ingin aku bisa sekelas dengan Taemin tapi aku malah mendapat kelas dengan cowok kasar di dalamnya. Rasanya aku ingin buru-buru akhir pekan.

Taemin POV

”Hyung…tumben kau bisa akrab dengan orang secepat itu…seorang gadis lagi?”

Sambil menangkap bola basket yang dilempar olehnya. Kami memang seumuran tapi karena dia lahir beberapa bulan sebelum aku, jadi aku lebih suka memangilnya hyung. Hari ini hyung sangat aneh tidak biasanya dia dekat dengan seseorang yang baru di kenalnya apalagi itu seorang gadis dan Hye Jin tentunya.

”Annyong…memangnya kenapa?”Hyung menatapku dengan pandangan penuh tanya.

”Ah…Anni…hanya bertanya saja….”

Aku berjalan ke pingggir lapangan dan mengambil air minum yang ada di atas bangku di pinggir lapangan, kami baru saja bermain beberapa menit tapi rasanya sudah capek sekali, setiap istirahat aku dan hyung pasti bermain one on one dan walapun hanya bermain tetap saja akan terjadi persaingan sengit antara aku dan dia, apalagi hyung, dia adalah orang yang tidak mau kalah. Kali ini hyung yang menang dan tampaknya dia sangat senang sekali karena dalam minggu ini, ini pertama kalinya dia menang dariku. Aku langsung meminum sampai habis air mineral itu karena aku sangat haus. Hyung kemudian menghampiriku dan duduk disampingku.

”Ya…kali ini aku menang…nanti sore main lagi ya?”serunya tidak tampak lelah sedikitpun.

”Aigoo…hyung…kau tidak capek apa…”kataku.

Aku merentangkan kaki ku yang sangat pegal.

”Kau ingat hari ini kita ada latihan tau…jangan pulang lagi seperti kemarin…kita harus siap-siap untuk pertandingan bulan depan…” serunya sambil mengacak-acak rambutku.

”Aishh…kemarin kan aku ada keperluaan mendadak lagipula aku sudah bilang pada Key hyung dan Siwon Sunbae…”jawabku.

”Ya…pokoknya hari ini harus latihan!!”serunya lagi.

”Ara..”jawabku mengerti.

”Taemin-ah…kau menyukai gadis itu ya?” tanyanya tiba-tiba.

”Mwo??annyong…dia Cuma teman…”Aku sedikit kaget mendengar pertanyaan hyung dan buru-buru menjawab tidak. Karena memang bagiku Hye Jin hanya seorang teman. Kuakui dia cantik tapi aku tidak menyukainya.

”Lalu kenapa kau bertanya hal itu tadi? Kau cemburu ya?” Hyung tersenyum ke arahku.

”Annyi…hanya tumben saja hyung cepat dekat dengan orang lain…”aku memberi alasan atas pertanyaanku.

”Bilang saja kau cemburu…aku tidak akan mengambil gadismu…sampai jumpa saat latihan…”jawabnya.

Hyung berdiri dan mengacak-acak rambutku lagi dan berjalan pergi. Ah dasar hyung! Aku jadi teringat kejadian tadi saat tanganku tidak sengaja menyentuh tangannya, ada perasaan aneh yang terjadi saat itu. Dan kenapa harus selalu bertemu dengan dia tanpa sengaja?kenapa sejak pertama kali bertemu dengannya ada suatu perasaan ingin selalu membantu dan melindunginya. Apa yang terjadi? Hye Jin…kenapa aku selalu ingin berada di dekatnya…ahh, mungkin hanya perasaanku saja. Aku pun beranjak menuju kelasku.

Hye Jin POV

Aigoo, panasnya hari ini! Harus pulang berjalan lagi. Hufft. Hyo Jin mana sih? Lama sekali. Dia menyuruhku menunggu tapi sudah 10 menit aku berdiri di depan lokerku, kalau bukan karena hukuman ibu pasti sekarang aku sudah sampai di rumah dan bisa menghindari teriknya matahari ini, jujur aku tidak terlalu suka matahari, aku selalu berusaha menghindarinya bukan karena takut kulitku hitam tapi lebih kepada perasaan yang tidak nyaman melihat silaunya matahari.

15 menit, 20 menit. Ok kemana Hyo Jin. Dia sudah membuatku menunggu selama ini, dia bilang sebentar tapi ini lama sekali. Ku ambil HP dari sakuku dan mencari nomor Hyo Jin, kutunggu sampai di angkat tapi ternyata tidak di angkat juga. Aigoo apa yang dia lakukan. Sebaiknya aku cari saja pasti dia ada di ruang kesenian. Aku pun berjalan menuju ruang kesenian namun langkahku terhenti ketika melewati lapangan basket dan melihat banyak sekali orang disana, aku mengintip sedikit dari pintu dan melihat banyak sekali anggota klub basket yang sedang berkumpul mungkin mereka mau latihan. Aku mencari-cari wajah yang aku kenal. Ya ampun Hye Jin, kau benar-benar sudah gila!untuk apa kau mencarinya.

”Heh..cewek kasar minggir!”teriak seseorang.

Aku seperti kenal suara itu, aku pun ingin memastikan bahwa orang itu lah yang memanggilku. Dan benar ternyata dia.

”Mau apa lagi kau!” bentakku.

”Ngapain kau disini?!” tanyanya dengan pandangan sinis.

”Bukan urusanmu!”jawabku kasar.

”Aku sedang tidak ingin bertengkar..aku mau latihan…pergi sana!”serunya menyuruhku pergi.

”Dasar Babo!”teriakku padanya sambil berlalu pergi.

Dia berusaha menagkapku tapi Aku sudah pergi meninggalkan lapangan sambil menjulurkan lidahku padanya. Kulihat dia hanya bisa mentapku dari jauh.

Mana ruang keseniannya ya? Kurasa ada di sebelah sini tapi tidak ada. Aigo masa aku tersesat di sekolahku sendiri. Tiba-tiba aku mendengar sebuah suara memanggilku.

”Hye Jin…”

Aku pun menoleh dan mendapati Jin Ki Oppa bersama seorang cowok yang sepertinya aku mengenalinya, kalau tidak salah dia cowok aneh yang melambaikan tangannya padaku di kantin, cowok yang sering bersama dengan Key. Kenapa sih aku harus selalu bertemu dengan orang-orang yang ada hubungannya dengan cowok kasar itu. Tadi saudara kembarnya dan sekarang sepertinya BFF nya. Melihat dari gaya mereka.

”Kau sedang mencari Hyo Jin ya?” Tanya Jin Ki Oppa begitu sampai ke depanku.

”Ne…kau tahu dimana dia Oppa?”jawabku.

”Sebentar lagi dia selesai tadi ada rehearsal dulu untuk pertunjukan bulan depan..jadi agak sedikit lama…oh ya kenalkan ini Kim Jonghyun…”seru Jin Ki Oppa memperkenalkan temannya.

”Annyeong..Hye Jin-imnida”Aku membungkukan badan dan memperkenalkan diri.

”Annyeng…Jonghyun-imnida..”Balasnya.

Dia langsung mengedipkan matanya padaku dan aku mengernyit heran. Kulihat Jin Ki Oppa tertawa.

”Jangan menggodanya Jonghyun…kau bukan tipenya…”katanya menjelaskan pada temannya itu.

Jin Ki Oppa menyenggol tangan Jonghyun yang bersandar pada dinding dan itu membuatnya sedikit terpeleset, Jonghyunpun hanya tersenyum malu. Aku pun ikut tertawa melihat tingkah mereka.

”Kalau kau butuh bantuan panggil saja aku…”Jonghyun kembali bicara dengan tampang jahilnya.

”Ne…Ne…”Aku menjawab dengan tertawa ternyata cowok yang ku kira aneh itu lucu juga.

Kami pun mengobrol sebentar. Bersama Jin Ki Oppa dan Jonghyun yang dibicarakan hanya lelucon dan kami tertawa bersama. Dasar ternyata mereka adalah orang-orang yang konyol. Tak lama kemudian Hyo Jin muncul sambil berlari ke arahku.

”Mianhe…jeongmal mianhe…tadi aku ada latihan dulu…maaf membuatmu menunggu lama…”serunya meminta maaf.

”Tidak apa-apa kok…ada penghiburku disini…”Aku melirik ke arah Jin Ki Oppa dan Jonghyun dan kemudian tersenyum.

”Ayo pulang..”Ajak Hyo Jin.

”Annyeong…”Aku membunkukan badan dan berpamitan pada mereka.

”Josimhe!!” mereka melambaikan tangannya.

Kurasa aku mulai betah disini, kurasa tidak buruk juga disini. Malam itu aku sudah bisa tidur tepat waktu dan tidak terbangun lagi di tengah malam. Baguslah, aku dapat beradaptasi dengan cepat.

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For Namja Shawol.. Don’t be shy or lazy to write a comment please

Our Love Should Go On – Part 2

“Miiaaann. .miaan. .Onie bukan maksud sama Onie kok. .!” Ri chan meringis, kemudian Ri chan menghampiri kedua Onienya itu. “Sudah ku bilang Onie jangan terlalu dekat dengan Teukki Oppa. .! apa Onie tidak sadar kalau Teukki oppa itu sudah Om Om .. . .?”. Ujarnya tanpa rem membuat Sun Yi dan Min Gi melotot tajam pada Ri chan .*miiaann. .bungkuk2 badan ssama Lani*

“Kyu hyun mu itu juga anak kuliahan kan . . ?”. sindir Min Gi.

“Nn. .nnee. .bener ssii. .tapi kan dia tidak satu angkatan sama Teukki”. Min Gi dan Sun Yi  bawa golok. “Miiaan. .miiaan. .Onie. .nee Kyu juga Om Om kok”. Ri Chan meringis takut golok itu menebas lehernya *saddis*  .’Tapi masih imutan Kyu’. Tambahnya dalam hati.

****

Di Café dekat taman Seoul.

Neul Rin duduk sambil meletakkan kepalanya di pundak Donghae, Ri rin sibuk suap suapan kimchi sama Minho. Sun yi terus ngelamunin Onew, Min gi ngucek-ngucek  es jeruk pake sedotan gara-gara digaringin gak ada Jonghyun yang bisa dia ajak berkelahi,katanya Jonghyun ijin gak hadir karena dia harus membantu Ummanya jaga warung *ckckck anak yang baik*. Ah seul sibuk dengan googlenya, buat nyari info terbaru tentang Cristian Ronaldo, untung Heechul oppa lagi sibuk ngerjain tugas kuliahnya. Kalau dia ada disini mungkin mereka bakal rebutan search Google, yang satu pengen info update tentang sepak bola, yang satunya lagi pengen update tentang perawatan wajah.Sedangkan Ri chan sibuk dengan matanya yang nangkap seorang cowok imut lagi sibuk menggambar sketsa ditaman.Ri Chan senyum-senyum gaje. .!. ‘Immutt! Tapi kenapa dia lebih cantik dariku?’ pikirnya.

Terakhir, Onie ke empatnya Neul Rin, Shin Hyun Young. Gadis yang menjadi pendiam sejak kekasihnya meninggalkannya untuk selama-lamanya, bernama Choi Siwon.Siwon satu angkatan dengan Donghae dan Kyuhyun yang sekarang baru masuk semester dua dikampusnya. Hyun Young kehilangan Siwon sudah hampir satu tahun. Kejadian itu masih terbayang dibenaknya. Kejadian disuatu siang yang menjadi saat terakhirnya mereka bertemu.

Pada saat itu, wajah Siwon pucat, tapi dia memaksa ingin jalan-jalan di Everland theme park, taman bermain dan festival bunga di seoul.

“Oppa. . kau sungguh tak apa-apa. . .?”tangannya mendarat dipipi Siwon.“Ne. .jaggi memangnya kenapa. .?”.Siwon membalas tangan Hyun Young.“Wajahmu terlihat pucat sekali. Apa kau sedang sakit. .?” Tanya Hyun Young cemas.

“Aaannii. .aku sungguh tak apa-apa. .kita jalan-jalan lagi! Khaza!!” Siwon menarik tangan Hyun Young.Tangan Siwon ditariknya kembali. “Aaanii oppa. .ayo kita pulang!”

“Waeyoo. . .?”

“entahlah. .tapi aku ingin pulang!!”

“baiklah! Tapi ini bukan gara-gara kau mengkhawatirkan oppa kan. .?”

“Aanii.”Hyun Young menggelengkan kepalanya. Tapi dibelakang tubuhnya Hyun Young ngegabungin jari tengah dan telunjuknya waktu berbicara tadi. Dan itu artinya dia berbohong.

“Baiklah kita pulang.. .!”ucap Siwon tersenyum.

Setelah mereka sudah berdiri didepan rumahnya Hyun Young. Tiba-tiba tatapan mata Siwon kabur dan kepalanya terasa sedikit pusing. Ia memejamkan matanya. Otot-otot wajahnya menegang.

“Oppa. . .Gwenchanayo?”. Tanya Hyun Young curiga.

Siwon memijit keningnya. “Gwenchana jaggi. .mungkin aku cuman kelelahan”. Siwon berusaha tersenyum.

“Kalau begitu istirahatlah dulu dirumahku sampai kau benar-benar sehat, aku tidak mau oppa mengendarai mobil dengan keadaan seperti ini!!”. Hyun Young semakin cemas melihat Siwon yang wajahnya semakin pucat.

“Apa kau sebegitu khawatirnya dengan Oppamu ini?” Siwon mengacak rambut Hyun Young lembut.

“Entahlah. .rasanya tidak mau Oppa pergi. .!!”

“Kalau oppa pergi, jaga dirimu baik-baik jaggi. .”

“bukankah Oppa yang akan menjagaku. .?”. Ucap Hyun Young berusaha tenang di tengah ketakutan yang dia sendiri tidak tahu kenapa. Siwon menatap Hyun Young dalam-dalam, kemudian memeluknya. “Saranghaeyo!”. Ucap Siwon pelan semakin mendekap Hyun Young erat-erat. “Na do saranghaeyo. .Oppa!” balas Hyun Young. Siwon melepaskan pelukannya dan beranjak pergi meninggalkan rumah Hyun Young .

“Oppa. .!”

Siwon memutar tubuhnya. Hyun Young merasa berat membiarkan Oppanya pergi. “Nee. .?”. Siwon menatap Hyun beberapa saat sebelum melambai dan meninggalkan Hyun yang masih berdiri ditempatnya sambil memandangi kepergian Siwon dengan tatapan khawatir.

Satu jam kemudian telepon rumah Hyun berdering keras. Ada rasa gugup saat mengangkatnya. Setelah mendengar sesuatu dari orang yang meneleponnya. Hyun mendekap gagang telepon didadanya. Tidak percaya dengan apa yang didengar. Ingin sekali dia berteriak memanggil oppanya, tapi lidahnya terasa kelu, air matalah yang menjawab semuanya. Siwon meninggal karena kecelakaan setelah mengantar Hyun pulang. Saat mengendarai mobil, sakit kepala Siwon semakin parah. Dia tidak bisa mengemudi mobilnya dengan baik. Mobil Siwon menghindari Truk yang berlawanan arah tapi naas, mobilnya menabrak pohon. Ada rasa penyesalan dihati Hyun Young. Kenapa dia tidak berusaha keras untuk mencegah Siwon pergi.

“Onie. .Oniee!”. Tangan neul Rin melambai lambai didepan mata Hyun.

“Nnn nee. .!” Hyun Young sadar dari lamunannya..

“Hyun apa kau tidak apa-apa?”. Tanya Ri rin cemas.

“Aannii. .Onnie. .!”

Sesaat suasana hening. Mereka tahu Hyun sedang berbohong, dia sedang teringat kembali dengan Siwon.

“Hheehh. .kok pada bengong ssii. .! kita kan mau diskusi tentang hukuman buat Ri Chan!”. Min Gi buka suara.

“Dasar Onie kejjam. .! ngebet banget sih pengen ngasih hukuman buat dongsaengnya!”.  Rin Can melotott kejjam pada Min Gi

“Siapa suruh pacaran sama Om Om! Boongan lagi!. .kekkeekke. .kke”. Min Gi terkekeh kekeh sampai dia sadar Onie dan Dongsaengnya termasuk dengan Oppa2nya yang sudah tahu masalah Sun Yi menoleh khawatir kepadanya.

Min Gi langsung diam. Dia melirik Sun Yi yang sudah mengepalkan kedua tangannya. Ri Chan dan Neul rin menjulurkan lidahnya.

“Onie. .miiiaaannnhaeeyoo.”. .Min Gi memelas.

“Sudah. .kenapa kau harus meminta maaf. .? aku kan tidak pernah berpacaran dengan Teukki Oppa. .”. Sun Yi mengelak, kali ini wajahnya semakin merah.

“Onie. . . .emang siapa yang bilang kalau kau berpacaran dengan Teukki oppa.?”. Ujar Neul Rin dengan wajah innocentnya disambut dengan tawa meledak Onie dan dongsaengnya.

“A a akk akkuu cuman . . .asal bicara saja!!!!!”. Jawab Sun Yi gelagapan dengan wajah yang sudah berwarna merah ati. “Suddaah! Cepet kita putusin hukuman apa yang bakalan Ri Chan terima!”. Lanjut Sun Yi berusaha mengalihkan pembicaraan.

Semua Nampak serius berpikir, Ri Chan cemberut melihat semuanya itu. Dongsaeng yang malang!bahkan Neul Rin yang satu komplotan dengannya saja asyik berdiskusi dengan Donghae dan Min Gi. “Dasar Onie Durhaka!”. Gumamnya dalam hati.

“Yaaa! Akku punya idde!”. Celetuk Yesung memecahkan Keheningan yang terjadi.

“eolteokhae????”. Tanya Min gi antusias.

“DORAA!”. Mata Donghae berbinar-binar seakan bangga dengan idenya itu.

“Maksudnya?”. Ri Rin tidak mengerti dan bertukar pandangan dengan Minho. Minho menaikan bahunya, isyarat tidak tahu.

“Kalian tahu badut Dora yang ada di taman kota Seoul. .? kita hokum Ri Chan menjadi badut itu selama 6 hari ”

Mereka teringat dengan badut Dora yang ada setiap hari Sabtu dan minggu di taman kota, yang berarti Ri Chan harus menahan malunya selama tiga minggu. Badut itu selalu memberikan balon gratis pada anak-anak yang sedang bermain di taman,dengan tujuan taman kota akan selalu ramai dengan anak-anak kecil.

“Kyaaaa. . .!!!! Oppa. .kenapa kau bisa punya ide seperti itu? Kau terinspirasi dari mana?”. Ri Chan tidak bisa terima dengan hukuman yang akan dia terima.

“Aku terinspirasii darii. . .”. Donghae melirik nakal pada jagiyanya, Neul Rin yang mempunyai poni pagar dan gaya rambut di bob, ditambah pipinya yang tembem emang menghasilkan khayalan kalau dia seperti Dora. *Nyebbelin terpaksa aku yang dikorbanin kayak Dora. Padahal nggak mirip sama sekali. Hikss. .nangis dalam pelukan Donghae*

Mereka semua menoleh pada Sung Ni dan melihat style rambutnya dalam-dalam. Sung ni menyadari apa yang terjadi, “OOoooppppaaaaaaaaaaaaaa!!!!!” teriak Neul Rin sambil nyambak-nyambak rambut Donghae gaje diikuti tawa meledak mereka.

TBC. .

Miian ya. .part ini member SHInee.a blum adda. .^_____^

Created by: Neul Rin

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

Little Story About My Life : My Brother Is Gengster [1]

Author: Alya

Cast :

Alya as Cho Ah Ra

Choi Ha Young

Kim Rae Hyun

All SHINee’s Members

Cho Kyu Hyun – Super Junior

Kim Young Woon – Super Junior

Hei, namaku Cho Ahra. Aku hanya seorang gadis biasa yang masih berumur 17 tahun. Aku tinggal bersama oppaku, Kyuhyun oppa. Kami tidak hanya tinggal berdua, tetapi ada juga 2 orang anak buah oppaku, Jonghyun oppa dan Key oppa. Orang tua? Hem, kedua orang tua kami sudah meninggal karena kecelakaan 10 tahun yang lalu. Ah, sudahlah. Aku tak ingin membahas tentang orang tuaku. Aku sedang ingin bercerita tentang kehidupanku, bukan saatnya untuk menangis mengingat almarhum kedua orang tuaku kan? Hehe :p

Yak, the little story about my life is begin, start from here…

Ah Ra POV

Aku berjalan santai di koridor sekolahku. Inginnya sih, ke kantin. Tapi mau makan apa ya? Kalau cuma duduk sih, gak seru! Ngeceng? No, no, no. Belum ada yang cowok yang menarik di sekolahku. Kalaupun ada, pasti sudah punya yeojachingu.

DEG!

Yaa! Kenapa perasaanku tidak enak? Aigooo~ pasti…. Pasti Kyuhyun oppa, Kyuhyun oppa ada disekitarku! Huh, jika aku sudah mulai merinding, pasti aku dapat merasakan ada Kyuhyun oppa disekitarku.

Aku melihat ke belakangku. Benar saja, itu Kyuhyun oppa. Aigooo~ eottokhae?

Kyuhyun oppa berjalan dengan gagah di koridor sekolahku. Spontan, semua temanku mundur menghindari oppaku seakan memberi jalan untuknya. Wajah mereka menampakkan wajah ketakutan. Bagaimana tidak takut? Siapa sih yang tidak mengenal seorang Cho Kyuhyun? Dia, adalah ketua geng motor “Naked Gun” 10 tahun yang lalu.

Biarpun Naked Gun telah bubar, tetapi semua orang tetap mengenal Cho Kyuhyun. Seorang yang cuek, sangar, sadis, bahkan kejam. Tidak ada yang tidak mengenalnya, yah kecuali polisi. Ia tidak berubah,  masih bermuka seperti itu. Huee, oppa semakin mendekat!

“Heh, anak kecil”, panggil oppaku ketika aku berusaha lari darinya.

“Eh?”, jawabku pura-pura tidak tahu sambil membalikkan arah menghadapnya.

“Ikut aku”, katanya sambil menarik kerah belakang blazerku. Walaupun aku ini adiknya, ia tetap kasar! Yaaa, walaupun ia terkadang baik padaku. Aku hanya berjalan mengikuti langkah cepatnya, dan kami berhenti di depan pintu, RUANG KEPALA SEKOLAH? Aigoooo~ pasti, pasti Kyuhyun oppa ingin bertanya tentang perkembangan belajarku.. Huaaaa!

Kami masuk kedalam ruangan itu. Ketika kepala sekolah itu melihat Kyu oppa, ia terkejut setengah mati. Hei songsaenim! Sebaiknya kau lari demi keselamatanmu!

“A, annyeong. Silahkan duduk. A, ada perlu apa?”, tanya kepala sekolahku gugup. Kyu oppa hanya menunjukkan wajah datarnya, lalu ia duduk. Aku lalu ikut duduk disebelahnya.

“Bagaimana perkembangan belajar Ahra?”, tanya Kyu oppa to-the-point. Kepala sekolahku hanya menelan ludah sebelum ia angkat bicara. Ia terlihat gugup. Songsaenim, sebaiknya kau jawab pertanyaan oppaku sebelum—

“Apa kurang keras saya berbicara? Saya tanya, BAGAIMANA PERKEMBANGAN BELAJAR AHRA?”, bentak Kyu oppa kasar sambil menggebrak meja. Oppaaaaaa! Kenapa kau selalu kasar sih?

“A, anu, itu, eng, Ahra, Ahra sekolahnya bagus, ia selalu mendapat nilai tertinggi, ya, ya, haha”, kata kepala sekolah gugup? Heee? Songsaenim, kau berbohong mengenai nilaiku!

“Perlihatkan semua nilainya”, pinta oppaku.

“Eng, tapi, tapi itu adalah dokumen sekolah dan Negara. Tidak bisa di—“

“SAYA BILANG, PERLIHATKAN!

Omona, jika Kyu oppa melihat nilaiku, pasti, hiks… Aku akan diceramahi olehnya semalaman… Kepala sekolahku pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah lemari. Ia mengambil tumpukan kertas, kertas daftar nilaiku pastinya. Ia memberikannya pada Kyu oppa. Mata Kyu oppa membelalak saat melihat nilaiku.

“35? Pelajaran matematikamu?”, tanya Kyu oppa. Mampus! Harus jawab apa aku?

“Eng, oppa, itu, itu aku,”

“Aaaah! Sudah ayo pulang!”, kata Kyu oppa lagi sambil menarik kerah belakang blazerku meninggalkan ruang kepala sekolah.

“Oppa, lepas! Aku bisa jalan sendiri”, bentakku padanya. Tapi ia tidak perduli. Ia masih menarik kerah belakang blazerku. Aku hanya  bisa pasrah mengikutinya. Ceramah apa lagi yang akan ia berikan nanti?

****

“35? Nilai apa itu?”, bentak oppaku saat kami sudah sampai dirumah. Saat ini, aku, Kyu oppa, Jonghyun oppa dan Key oppa sedang makan malam di sebuah ruangan sederhana. Tanpa kursi, hanya ada meja bundar berukuran sedang. Disinilah tempat kami biasa makan.

“Mianhae oppa”, sahutku tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Aku hanya menggigit bibirku menahan tangis…

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarnya.

Heeeeh? Darimana oppa tau kalau aku suka menulis dikamarku?

“Bingung?”, tanya oppaku tepat sasaran. Ia lalu mengacungkan sesuatu kehadapanku. Omo! DIARYKU!

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentakku. Hiyaaaa~ aku tak terima!

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentakku sambil meninggalkan oppaku mereka bertiga.

“Ahra!”, panggil oppaku. Tapi aku sudah tidak mau mendengarnya lagi! Huh! Selalu saja, selalu saja menganggapku anak kecil. Hei! Aku sudah berusia 17 tahun, mengerti kau oppa?

Kyu Hyun POV

“35? Nilai apa itu?”, bentakku saat kami sudah sampai dirumah.

“Mianhae oppa”, sahutnya tertahan.

“Mian? Untuk apa? Kau minta maaflah pada dirimu sendiri!”

Ia hanya menundukkan wajahnya. Huh, jangan dikira aku tidak tahu apa yang selalu ia kerjakan di kamarnya, aku tahu semuanya.

“Heh babo, lain kali kalau dikamar jangan hanya menulis-nulis hal yang tidak penting, belajar saja sana!”, ujarku.

Wajahnya tampak kebingungan. Sepertinya ia heran bagaimana bisa aku mengetahui semuanya.

“Bingung?”, tanyaku tepat sasaran. Aku lalu mengacungkan sesuatu kehadapannya. Buku diarynya.

“Oppa? Oppa masuk ke kamarku hah?”, bentaknya.

“Cepat masuk ke kamarmu dan belajar, anak kecil!”

AKU BUKAN ANAK KECIL! DAN JANGAN PERNAH MASUK KE KAMARKU LAGI!”, bentaknya sambil meninggalkan kami bertiga.

“Ahra!”, panggilku. Tapi ia tidak menggubris panggilanku.

“Argh!”, umpatku sambil membanting meja bundar yang ada dihadapanku. Jonghyun dan Key yang sedang asik makan langsung kaget ketika melihatku membanting meja yang diatasnya terdapat banyak makanan.

“Hyung! Waeyo? Kami mau makan!”, tanya Jonghyun.

“Kyaaa, aku belum makan hyung!”, protes Key. Aku yang sedang bad mood langsung menjitak kepala mereka berdua.

“Babo!”, umpatku. Aku lalu beranjak keluar dari ruangan itu.

Ah Ra POV

Huh, oppa jahat!

Ya, itulah oppaku. Seorang mantan ketua geng motor bernama Naked Gun yang masih tetap dikenal oleh sebagian orang sampai sekarang. Setelah keluar dan membubarkan geng motornya, ia beralih pekerjaan. Tahukah kalian pekerjaan apa yang diambilnya? Seorang penulis MANGA! Ia memulai debutnya sebagai seorang penulis manga 10 tahun yang lalu. Ia berpura-pura sebagai seorang yeoja dari Jepang sana. Ia juga mempunyai pen name agar tidak ketahuan bahwa ia adalah seorang ex-leader bikers gang. Yaitu…

Song Hye Ko (Korean), atau Ayumi Sakuraba (Japanesse)

Dan kebiasaan oppaku adalah membanting meja jika ia sedang marah. Kalau sudah begitu, pasti makanan yang ada diatas meja akan tumpah semua. Jonghyun oppa dan Key oppa hanya bisa melongo jika mereka sudah melihat makanannya tumpah semua.

Hah, aku sudah mulai mengantuk. Aku ingin tidur sekarang.

Pagi harinya…

Ah Ra POV

Aku telaaaat! Kyaaaaa! Aku kesiangan, bagaimana ini? Harus cepat, ayo cepat cepat! Aduh, dimana sepatuku ya? Ah, ini dia! Ayo, ayo. Aku tidak ingin telaaat!

“Ahra”, panggil oppaku. Huh apalagi sih? Tidak tahu ya kalau aku sudah telat?

“Ne?”, jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari sepatuku yang sekarang tengah aku pakai.

“Ini, kau melupakannya”, ujar oppaku. Aku membalikkan badanku dan ternyata… Ia memberiku saputangan. Tanpa memperhatikan saputangan itu, aku langsung mengambilnya dan memasukkannya kedalam tasku.

“Lain kali periksa barang-barangmu. Satu lagi, kau harus sudah ada dirumah ini sebelum pukul 4 sore”

“HAH?”, ujarku padanya. Aku menatapnya dengan perasaan kesaaal!

“ Oppa, aku pulang pukul setengah 4 sore, dan perjalanan dari sekolah kerumah itu 15 menit! Belum lagi kalau macet”, ujarku mencoba mengingatkannya.

“Oppa tidak perduli, pokoknya PULANG SEBELUM JAM 4 SORE!”, bentaknya lagi. Aku hanya menggembungkan pipiku dan melengos pergi.

****

2 menit lagi bel masuk! Kyaaa, aku harus lari. Lari Ahra, ayo lari. Lari jika kau tidak ingin dihukum oleh Lee songsaenim! Aku terus berlari hingga akhirnya…

BRUKK~

“Aaaw”, rintihku. Aigooo~ sial sekali aku.

“Hei, gwechana?”, tanya seseorang, namja sepertinya. Suaranya berat soalnya. Berat banget, sampai-sampai aku tidak bisa mengangkat suaranya (?).

“Gwechana”, kataku pelan. Ia berusaha membantuku berdiri. Ketika aku melihat wajahnya… Omonaaaa!

TBC—

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic



IT’S YOU

It’s U

Writer by Dhikae

ONEW a.k.a Lee Jin Ki POV

Ini bermula dari kisahku sebulan yang lalu…

Sebelumnya, Apa kalian tahu dibalik sisi lain hidupku??

……..

Kurasa tidak!!

Jika kalian tidak tertarik dengan kisahku yang lalu lebih baik jangan lanjutkan membaca kisahku ini.

Karena mungkin akan terlihat membosankan bagi kalian yang sama sekali tak mengenalku dan hanya mengetahui namaku sebagai Onew yang kalian kenal.

Biklah jika kalian siap, mari kita lanjutkan pembicaraan kita yang barusan…

Ceritaku berawal dari bulan lalu ketika aku harus masuk rumah sakit disebabkan kesehatanku drop yang dikarenakan jadwal Shinee begitu padat.

Aku sekarang hanya bersandar di ranjang pasien di ruang 203, tidak ditemani satupun kecuali manajer yang menyempatkan diri mampir menjengukku sesekali.

Siang ini terasa sepi dan sunyi. Aku hanya bisa mendengar hembusan angin dibalik ventilasi jendela yang berada di ruangku kini.

Aku memandang luar dengan tatapan kosong. Entah mengapa dunia ini teramat sepi bagiku. Jauh berbeda saat aku berada diluar sana.

Nampak kerumunan orang yang selalu ada untuk hanya sekedar melihat kami…. Shinee

Berteriak semampu mereka untuk menarik perhatian dari kami, Namun sekarang keadaan telah berbeda.

Aku berada dirumah sakit yang isinya orang-orang yang akan hanya memikirkan dirinya sendiri, emm.. maksudku memikirkan kondisi mereka masing-masing.

Tiba-tiba seorang suster masuk keruanganku untuk melihat kondisiku sekarang.

Dia memeriksa beberapa bagian tubuhku seperti infus yang ada di tangan kananku, mengecek demam yang belum turun sejak kemarin malam saat pertama kali aku dilarikan kerumah sakit.

Lalu dia tersenyum kearahku dan berkata sesuatu..

“apa kau bosan tidur terus Jin Ki-ssi? Lebih baik kau jalan-jalan sebentar disekitar taman rumah sakit ini!!” seru suster yang sepertinya bisa membaca pikiranku.

“jinja?? Khamsahamnida!!” kagetku yang diperbolehkan keluar ruangan pasien.

Aku pun keluar kamar melangkahkan kakiku yang masih sedikit lemas menuju taman belakang rumah sakit ini.

Dikoridor aku melihat seorang perempuan sedang duduk di kursi rodanya sambil menangis tersedu-sedu. Rambutnya terurai hingga sebahunya, wajahnya terlihat pucat pasih diimbangi dengan bibirnya nampak merah muda kebiruan. dia memakai pakaian pasien yang sama dengan yang dikenakan olehku. Sepertinya dia juga pasien yang dirawat disini.

Aku menghampirinya karena dia terlihat sangat shock waktu itu..

Aku memberikannya sapu tangan yang kuambil dari saku celanaku.

“ini.. hapuslah air matamu” seru aku yang memperlihatkan sapu tangan di depan wajahnya.

Dia mendongak keatas melihat seseorang yang memberikan sapu tangan untuknya diwaktu yang tepat.

“kau.. kau siapa?” Tanya gadis itu dengan suara yang parau.

“perkenalan nunna, aku Lee Jin Ki. Apa kau tak mengenalku?” tanyaku yang tak percaya seorang gadis seperti seumuranku tidak mungkin tak mengenal Onew dari Shinee.

“aku tidak mengenalmu. Apa kau sahabat lamaku? Atau kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya dia yang masih bingung.

“kita belum pernah ketemu sebelumnya. Aish, sudahlah lupakan saja kata-kataku tadi. Ini ambilah!!” ujarku yang tersenyum miris karena dia memang benar tak mengenalku.

“sepertinya Shinee masih belum tenar” ucapku dalam hati.

Dia akhirnya mengambil sapu tangan yang kuberikan padanya, lalu dia menghapus air mata yang masih tersisa dipipi dan di sekitar matanya.

“apa kau sudah baikkan setelah menghapus semua kesedihanmu itu?” tanyaku sambil memasang wajah penuh senyuman.

“gweanchana.. aku sudah baikkan sekarang berkatmu. Gomawo Jin ki-ssi!!”ucapnya seraya memanggutkan kepalanya.

“sukurlah kalau begitu. Ohh.. kau belum memperkenalkan namamu dari tadi??” sahutku penasaran dengan namanya.

“hehehe.. aku lupa!! Joneun Eun Hye imnida.” jawabnya sembari tawa kecilnya yang ditutup satu tangannya.

“Eun hye-ah, aku ingin pergi ke taman belakang sana. Apa kau mau ikut?” ajakku tak ingin sendirian.

“Oh,, Ye!!” angguknya disela senyumnya.

Aku pun berjalan dibelakangnya sambil mendorong kursi rodanya menuju taman.

Inilah awal pertemuanku dengannya saat di koridor rumah sakit..

Mungkin terlalu biasa bagi kalian tapi menurutku itu sebuah takdir baik bagiku bisa mengenal gadis seperti dia.

Apakah kalian masih tertarik dengan ceritaku??

Jika tidak lebih baik kalian tak melanjutkan membacanya karena akan terasa membosankan bagi kalian semua. Namun jika kalian tertarik dengan kelanjutannya.. mari kita lanjutkan kisah ini….^^

—————————————–End Of PoV——————————————–

Ditaman Onew dan Eun Hye sedang memandang langit yang terlihat biru muda diselimuti segumpal awan putih dan matahari yang hampir nampak di pertengahan hari.

Onew duduk di kursi panjang berwana cokelat sedangkan Eun Hye masih duduk di kursi rodanya. Mereka memandang langit hari ini dengan penuh senyuman.

Seketika Onew mencairkan suasana hening yang terasa kini baginya,

“Eun Hye, sejak kapan kau dirawat disini?” Tanya Onew pelan takut menyinggungnya.

“aku disini sudah hampir dua bulan karena penyakitku ini.” Jawabnya enteng yang tak dikira oleh Onew.

“jika aku boleh tahu kau sakit apa?” Tanya lagi Onew masih dengan wajah penasarannya.

“jantungku sangatlah lemah. Setiap hari harus bolak-balik masuk rumah sakit karena aku serig terkena serangan jantung namun tenang saja, Aku terlihat baikkan bukan Jin Ki-ssi!!” katanya panjang lebar seraya meraih tangan Onew dan meletakkannya tepat diarah jantungnya yang berdetak lamban.

Onew hanya tersenyum simpul menanggapinya dan mengiyakan ucapan Eun Hye barusan. Dia merasakan detak jantung Eun Hye sangat pelan dan sedikit lamban. Mungkin itu menandakan jantungnya memang lemah tapi Onew sangat kagum padanya karena dia bisa tampil ceria dihadapan orang lain tanpa memperdulikan penyakitnya.

Setelah beberapa lama mereka berbicara selayaknya seorang sahabat karib, akhirnya mereka kembali keruangan mereka masing-masing. Onew mengantarkan Eun Hye terlebih dulu masuk keruangannya barulah dia kembali ke kekamarnya tersebut.

“Eun Hye-ah aku tinggal dulu yah!! Cha!!!” pamit Onew yang meninggalkan Eun Hye didepan ruangan sambil melambaikan tangannya itu.

“Cha Jin Ki-sshi!!” balas Eun Hye dengan senyuman manis dan lambaian tangannya.

——————————————————————————————————–

Keesokannya masih dikamar 203 tempat Onew dirawat inap.

Onew sedang menelepon seseorang dengan wajah yang cukup memiriskan hati bagi semua shawol.

“Hyung, bisakah kau menjengukku hari ini?” pinta Onew dengan wajah memelas.

“aneyo!! Aku tidak bisa hari ini. Jadwal yang lain sedang padat. Ayolah jangan memikirkan dirimu sendiri.. yang lain sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Jadi aku harus mempersiapkan semuanya.. aku janji setelah selesai aku bersama yang lainnya akan menjengukmu!” ujar managernya panjang lebar mmbuat Onew mencemberutkan bibirnya seraya mengembungkan pipinya yang chubby itu.

“oh.. arasseo Hyung!! Sampaikan salamku juga pada yang lainnya. Aku merindukan kalian semua” ucap Onew sambil mengelus alis dengan satu tangannya.

TEUT…TEUT…TEUTTT…

Handphnenya pun ia matikan dan Onew memulai kebosanannya lagi sendirian diruagan.

“HUHFFTT” hela nafas yang terdengar dari mulutnya terasa sangat lelah dengan hari-hari tanpa rutinitas seperti biasanya.

Tiba-tiba seseorang terdengar membuka pintu kamar Onew.

CEKLEK…

Sesosok gadis yang tak asing terlihat dari arah pintu..

“annyeong Jin ki-ssi!!” sapa gadis itu dengan ramah.

“ternyata kau Eun Hye!! Ku kira siapa” balas Onew yang terkejut dengan kedatangan Eun Hye ke kamarnya.

“memangnya wei?? Apa aku menganggumu?? Kenapa disini terlihat sepi sekali?” Tanya Eun Hye bertubi-tubi membuat Onew membulatkan kedua matanya yang bingung mesti menjawab yang mana terlebih dahulu.

“Aigoo.. aku memang selalu sendirian disini. Sahabat-sahabatku sedang sibuk jadi belum bisa menjengukku.” Jawabku sembari menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal.

“tak apa Jin Ki-ssi jika kau sendiri. Masih ada aku disini yang sekarang menemanimu. Kau sudah makan?” tanyanya untuk yang kesekian kali.

“hehehe.. aku belum makan siang, makanan disini sangat membosankan.” Ucap Onew dengan tampang polosnya.

“hehhee.. Yah, kau benar!! Aku bawakan ini untukmu”ujar Eun Hye mengiyakannya sambil menunjukan sekotak makanan dihadapan Onew.

“apa ini Hye-yah??” Tanya Onew antusias.

“ini fried chicken dari umma untukmu. Dia senang sekali aku punya sahabat baru disini” jawabnya tak kalah antusias dengan Onew.

Onew langsung terbelalak matanya melihat makanan kesukaannya ada didepan mata.

Tanpa basa-basi Onew membuka kotak makan itu dan lidahnya bermain di sekitar bibirnya.

“EMMM.. pasti lezat..” girang Onew yang tahan dengan godaan makanan dihadapannya.

“Jin Ki-ssi mau kusuapi??” usul Eun Hye yang bersiap memegang sendok yang berada ditangan kanannya.

Onew wajahnya berubah memerah seperti apel saat Eun Hye mengusulkan hal itu.

“Mau tidak?” Eun Hye mengulangi lagi usulan darinya dengan menekankan nada bicaranya.

“EERR.. YE!!” angguk Onew mengiyakannya.

“Hidup memang indah jika ada seseorang selalu ada disisi kita” batin Onew yang serasa bahagia.

Eun Hye pun menyuapi Onew dengan manisnya. Onew seperti anak kecil yang sedang disuapi ibunya sendiri. Eun Hye begitu telaten menyuapi Onew sekarang. Sedangkan, Eun Hye hanya tersenyum simpul saat melihat tingkah Onew seperti anak kecil.

“Gomawo telah memerhatikanku. Aku ini memang malang sekali nasibnya” melas Onew dihadapan Eun Hye mencari perhatian.

“gweanchana Jin Ki-ssi. Aku senang punya sahabat sepertimu. Entah berapa lama aku tak pernah merasakan hangatnya bersahabat dengan orang lain. Mungkin karena aku terlalu memikirkan keegoisanku saja hingga aku lupa masih ada banyak orang disekitarku yang lebih parah dariku” ujarnya merubah wajahnya sedikit muram.

“tenang saja. Mulai sekarang aku adalah chingu-mu Eun Hye dan sampai kapanpun kita adalah sepasang sahabat..” sahut Onew meletakkan kepala Eun Hye yang duduk disebelahnya ke pundaknya kini.

“Gomawo chingu…” kata Eun Hye singkat.

Kini Eun Hye menjatuhkan air matanya di pundak Onew seakan dia sedang bersandar untuk beristirahat sejenak dari masalah yang dihadapinya.

“Gweanchana Eun Hye… kau boleh menangis semampumu dipundakku. Mungkin itu akan membuatmu lebih tenang” kata Onew yang melihat tangisan jatuh di pipi Eun Hye.

Eun hye seperti menyembunyikan sesuatu di lubuk hatinya yang membuat Onew makin penasaran dengan keseharian Eun Hye..

———————————————————————————————————

Sudah hampir seminggu Onew dirumah sakit dan dia belum diperbolehkan pulang karena kondisinya belum membaik. Sedangkan Eun Hye harus terus menjalani pemeriksaan setiap hari di rumah sakit sampai dia benar-benar dinyatakan membaik.

Onew yang bosan karena sampai sekarang tak ada dari salah satu dongsaengnya yang menjenguknya memutuskan menelepon mereka.

Dimulai dari Jong Hyun.

“TEUT… TEUTT… Nomor yang anda tuju sedang sibuk menelepon seorang nunna” sahut Operator telepon.

“HEUHH???” bingung Onew, iapun melanjutkan menelepon Taemin.

“TEUTTT.. TEUTT… Nomor yang anda tuju sedang sibuk menelepon ibunya” sahut Operator yang sama.

“YAKKK…operator gilaaaa” Kesal Onew yang langsung mematikan handaphonenya.

Dia menghembuskan nafas sedalam-dalamnya untuk tetap relax. Iapun kembali menelepon Minho.

“Neut..Neutt.. yoboseyo Hyung?” sahut suara dibalik handphone Onew.

“akh. Akhirnya.. annyeong Minho-ssi.” Jawab Onew lega karena bukan operator gila itu lagi yang menjawab.

“wae yo Hyung?” Tanya Minho bingung.

“aku.. bogoshipo” sahut Onew sejujurnya.

“na do.. Hyung gwenchanayo?” Tanya balik Minho yang masih khawatir dengan keadaan sang leader.

“gweancahana.. untungnya disini aku punya sahabat yang selalu memperhatikanku jadi aku tidak pernah kesepian” jawab Onew memberitahukan Minho sesungguhnya.

“Hyung kesepian?? Geurom, Aku berjanji jika semua kegiatan telah terselesaikan kami akan menjenguk Hyung segera.Yasokhae!!!!” janji Minho pada Hyungnya sendiri.

“gomawo Minho-ssi” ucap Onew singkat.

Setelah perbincangan lama lewat handphone akhirnya Onew menutup pembicaraannya dengan Minho.

Setelah itu, ia bergegas pergi ke ruang pasien 198 tak lain adalah kamar Eun Hye yang hanya beda dua blok dari kamarnya.

——————————————————————————————————–

Onew memasuki kamar Eun Hye seperti biasa. Mereka sering mampir ke kamar satu sama lain saat waktu makan siang. Kini giliran Onew yang bertandang ke kamar Eun Hye.

“annyeong Eun Hye-ah!!”sapa Onew yang baru masuk.

“Annyeong” jawab Eun Hye singkat.

Dia sedang sibuk merajut sebuah boneka teddy bear yang terbuat dari benang wol.

“kau sedang sibuk Eun Hye-ah?” tanya Onew yang hanya memerhatikan kelincahan tangan Eun hye dalam merajut.

“seperti yang kau lihat Jin Ki-ssi!” ucapnya singkat.

“kau buat itu untuk siapa?” Tanya Onew penasaran.

“untuk seseorang yang ku kagumi” jawabnya sambil meletakkan hasil rajutannya yang belum terselesaikan diatas meja.

“siapa orang itu? Kekasihmu?” Tanya balik Onew antusias.

“kau matu tahu..??” ujarnya membuat Onew tambah penasaran.

“Ne!” angguk Onew

“sini.. biar kubisiki!!” seru Eun Hye yang menyuruh telinga Onew mendekat ke wajahnya.

Onew dengan polosnya menyodorkan telinganya mendekat kewajah Eun Hye..

Eun Hye membisiki Onew sesuatu dengan suaranya yang sangat perlahan..

“secret” katanya pelan kearah telinga Onew.

“HYAKKK.. kau ini mencoba mengerjaiku yah.. dasar Eun Hye..” jerit Onew yang sekarang mengelitiki pinggang Eun Hye.

“AAHAHAHA.. ara.. ara..!! nanti akan ku beritahu siapa orang itu” jawab Eun Hye yang mengalah.

Onew pun menghentikan aksinya dan masih penasaran dengan jawaban Eun Hye.

“tapi kau akan kuberitahu setelah boneka ini telah kuselesaikan. Mungkin besok saat aku mampir keruanganmu!!” tambahnya memasang wajah manis pada Onew.

“Yashok??” peringati Onew yang memperlihatkan jari kelingkingnya sebagai tanda perjanjian.

Eun Hye membalasnya dengan melingkarkan jari kelingkingnya juga di jari Onew.

Tiba-tiba Onew merasakan sakit didaerah dadanya. Dia merasakan sesak yang tak terduga. Dia meremas hatinya yang sangat nyeri menjalar ketubuhnya.

“Jin Ki-ssi gweanchanayo?” panik Eun Hye yang memegangi pundak Onew.

“Gweanchana.. sstttt.. aku sudah terbiasa merasakan seperti ini saat masuk rumah sakit” jawab Onew dengan senyum palsunya yang membuat Eun Hye mempercayainya.

Onew menahan sakit yang tak kunjung hilang disekitar hatinya. Entah penyakit apa yang tumbuh di tubuh Onew kai ini. Dia masih menunggu pemeriksaan  dari Dokter sejak awal masuk rumah sakit ini.

———————————————————————————————–

Sudah seminggu lebih Onew dirawat di rumah sakit, dan hari ini keputusan pemeriksaan telah dikeluarkan oleh dokter. Bersama dengan Managernya dia mendengar hasil pemeriksaan di ruang kamarnya.

“bagaimana seonsangnim keadaaan Jin Ki-ssi?” ucap manager Onew tak sabar menunggu jawaban sang dokter.

“setelah hasil pemeriksaan yang berlangsung beberapa hari ini. Ternyata Jin Ki-sshi mengidap penyakit hati yang telah stadium lanjut.” Ujar Dokter memasang wajah naas.

“OMO??” kaget managernya.

Onew yang mendengar itu tak bisa menutupi kesedihannya, aimatanya pun tumpah ruah di balik wajahnya yang semakin pucat.

“lalu apa yang mesti kita lakukan??” khawatir manager Onew bingung harus melakukan apa lagi untuk kesembuhan leader Shinee itu.

“secepatnya kita harus melakukan donor hati atau bisa dibilang cangkok hati padanya sebelum penyakit itu lebih parah dan akibatnya nyawa Jin Ki-ssi tak bisa tertolong lagi” ucap Dokter itu panjang lebar.

Onew hanya menundukkan kepalanya karena tak kuat mendengar kenyataan yang dihadapinya sekarang. Semua terasa berakhir bagi Onew. Hidupnya kini hancur seketika. Impiannya sebagai seorang penyayi bersama Shinee pun hanya tinggal serpihan kenangan baginya. Hidupnya hanya tinggal menunggu waktu dan tak ada yang bisa dilakukan Onew selain menyelimuti tubuhnya dengan selimut sambil menangis menahan pedih dan sakit yang menjala.

Eun Hye yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka saat ingin memasuki kamar Onew, hanya bisa menangis dibalik pintu luar. Dia seperti akan kehilangan yang sangat berharga dihatinya. Dia pergi keluar dan terdiam di taman.

Iapun menagis sejadi-jadiya di taman itu. Dia menantap langit yang sedang mendung seakan mengetahui kesedihannya juga.

“Tuhan, kenapa kau selalu mengambil kebahagiaan dalam hidupku? Pertama kau ambil ayahku yang meninggal setahun lalu. Kemudian kau memberikan penyakit ini padaku. Kau buat ibuku menangis dan menderita setiap malam karenaku. Sekarag kau buat sahabatku putus asa karena kau memberinya penyakit tak kalah menyedihkannya denganku. Apa semua itu tak cukup untukmu?? Aku hanya seorang gadis tak berguna. Mohon izinkanku menjadi seseorang yang lebih berharga untuknya. Aku ingin membuat sesuatu yang berarti sekali saja dalam hidupku. Kumohon tuhan…

Aku sudah tak sanggup lagi dengan penderitaan yang kualami… sekali saja biarkan aku memberikan hal yang terindah untuk sahabatku ini…” ucapnya sambil menangis sesenggukan.

—————————————————————————————————–

Onew a.k.a Jin Ki POV

Hari ini Eun Hye menemuiku untuk terakhir alinya, karena mugkin akan ada kabar baik ataupun buruk yang datang dariku esok. Mungkin esok kita akan ada di dunia berbeda atau aku bisa kembali ke sampingnya menemani harinya yang kelabu itu..

“Jin Ki-ssi semoga operasimu lancar. Aku akan mendoakanmu” ucap Eun Hye sambil tersenyum simpul dihdapanku yang sedang berbaring di ranjagku.

“gomawo Eun Hye-ssi.. mungkin ini terakhir kalinya kita bisa bertemu.. pasti aku akan sangat merindukanmu nanti disana” jawabku yang terlihat sudah putus asa.

“susst.. jangan bicara seperti itu.. kau akan baik-baik saja. Kau harus yakin itu!! Tuhan pasti punya rencana lain untukmu Jin Ki-ssi” ujar Eun Hye menutup mulutku dengan jari telunjuknya.

“maukah kau memelukku untuk pertama dan terakhir kalinya? Mungkin aku tidak akan bisa merasakan kehangatan dari dalam dirimu Eun Hye-ah!!” pintaku yang telah matanya memerah.

“Jin Ki-ssi saranghae” ucap Eun Hye pelan saat memelukku dengan erat.

Tubuhku terasa bergetar dengan pelukan serta ucapannya padaku detik ini..

Semua terasa hening dan hampa…

Aku tak merasakan sakit yang kuderita saat ia memelukku dengan tetesan air mata.

“saranghae” balasku pelan di dekat telinganya.

Kami merasakan persabahatan yang kami rajut telah tumbuh menjadi rasa cinta..

Entah kapan aku memulai merasakan perasaan ini.. hingga Eun Hye juga ikut merasakannya… ia seakan membalas cinta dan kasih dari seorang sahabat sepertiku..

———————————————————————————————————-

Hari ini tepat dimana aku di operasi. Aku tidak tahu siapa orang yang berbaik hati mau mencangkokan hatiya untukku. Setelah pemeriksaan yang teramat panjang.. akhirya aku mendapatkan donor hati dari orang dermawan itu..

Apa mungkin dia seorang Shawol??

Kurasa bukan…

Karena tak ada satupun orang yang mengetahui penyakitku kecuali sang manager dan anggota Shinee yang menunggu jalannya operasi ini..

Semua ini terasa menegangkan bagiku dan lainnya..

Mungkin ini ujung dari hidupku atau awal yang indah bagi hidupku..

Saat berjalan operasi..

Semua terasa gelap saat aku di bius..

Operasi berlangsug selama hampir empat jam..

Pandanganku samar-samar saat aku melihat seseorang disebelahku yang sedang dibius sepertiku..

Aku hanya melihat senyumnya kearahku kini..

Seandainya saat itu aku masih mampu berkata-kata padanya..

Ingin sekali kuucapkan terima kasih atas kebaikannya pada orang yang hanya sepertiku..

Mungkin aku tak pantas menerima kebaikan dari orang yang tak kukenal, tapi aku akan berusaha takkan menyia-nyiakan usahanya yang membuatku kembali pulih..

Saat berlangsung semua terasa hitam dan tiba-tiba ada cahaya putih diujung perjalananku dalam mimpi yang panjang.

Aku menuju ke cahaya putih itu..

Aku melihat sesosok wanita berpakaian dress putih dengan cahaya terang disekitarnya.

Seperti malaikat bersayap sedang menghampiriku..

Dia berbicara sesuatu padaku..

“pergilah keasalmu.. waktumu masih tersisa panjang.. Kau belum saatnya untuk kesini” ucapnya yang membuatku bergidik gemetaran.

Aku kembali ke kegelapan dan ada cahaya lain hampir menyilaukan kedua mataku kini..

“arghh” ucapku yang terkena silauan cahaya aneh itu..

Jantungku kembali berdetak lagi.. dan semua seakan terang menderang.. aku masih terlelap dalam tidur panjang.

—————————————————————-

Operasi selesai..

Anggota Shinee yang lain bersama Managerku sedang menunggu dengan wajah diselimuti kekhawatiran pada diriku yang sehabis menjalani operasi..

Ternyata operasi ini berjalan dengan lancar..

Aku bisa kembali ke hidupku yang dulu bersama SHINEE..

Benar kata Eun Hye..

Keajaiban pasti selalu ada..

Buktinya aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk kembali hidup ke dunia ini..

setelah beberapa hari baru aku sadarkan diri..

dan ternyata hampir sebulan aku dirawat dirumah sakit ini.

Aku membuaka mataku perlahan..

Aku melihat beberapa orang yang kukenal mengitari sekeliling penglihatanku..

Ada sang Manager, Minho, Taemin, Jonghyun dan Key tersenyum kearahku seakan ikut berbahagia atas kepulihanku.

Aku merasakan sesuatu yang lembut berada di samping pipiku.

Yah.. ada sebuah boneka teddy bear berada di sebelahku..

Mungkin boneka ini yang menemani tidur panjagku untuk beberapa hari ini.

“Hyung, dimana Eun Hye?” tanyaku saat pertama kali aku baru sadar.

“Eun Hye?? Siapa dia?” Tanya Key yang bingung dengan ucapanku.

“OH.. mungkin gadis yang memberikanmu boneka itu” unjuk Minho kearah boneka disebelahku.

“MWO?? Dia memberikanku ini?” kagetku yang hampir tak percaya boneka yang seharusnya diberikan pada orang yang dikaguminya malah diberikan kepadaku.

“aku harus menemuinya sekarang” ucapku menekankan nada bicaraku kali ini.

Semua hanya terhenyak diam..

Tak ada satupun yang bicara….

Hening serasa dalam ruangan itu…

Tiba-tiba Minho angkat bicara tak sanggup lagi menutupinya.


”Hyung, dia telah pergi” ucap Minho perlahan tapi membuatky tambah bingung.

“pergi?? Kemana? Apa dia telah kembali pulang kerumahnya?” ucapku bertubi-tubi.

“dia telah pergi ke surga… dia telah tiada hyung” sahut Key membantu berbicara.

“MWO?? Apa maksudmu?” kagetku yang masih tak percaya dengan perkataan yang lain.

Taemin dan Jonghyun hanya dapat menitihkan air mata di sampingku.. mereka mencoba tegar agar aku juga bisa tegar mengahadapi kenyataan sesungguhnya.

Ibunya Eun Hye pun datang untuk menjengukku dan menjelaskan semua..

Dia tersenyum kearahku dengan wajah yang pucat dan mata tampak sembab.

Dia akhirnya menceritakan semuanya padaku..

“OMO??” kejutku saat mendengar ucapannya barusan…

Secarik kertas diberikan ibunya untukku..

*Jin Ki-ssi mungkin setelah kau membaca tulisanku kini, aku sudah tiada. Aku tak sanggup berkata-kata lagi. namun aku bahagia bisa mengenalmu, awalnya aku tak mengenal Shinee. Setelah ku lihat diberbagai media, aku baru mengenalnya dan aku melihat sesosok wajah manis berada diantaranya. itu adalah kau Jin Kin-ssi a.k.a Onew. Aku membuat boneka itu untuk kuberikan pada seseorang yang kukagumi untuk pertama kalinya. aku memang bukan shawol namun hatiku telah terpaut sebagai seorang shawol..walau hanya sebentar mengenalmu, tapi aku telah berubah menjadi shawol.  Dan hadiah terbesar yang kuberikan padamu hanyalah hatiku saja.. karena hanya itu yang tersisa dalam hidupku.. semoga kau bisa kembali kehidupmu semula seperti sedia kala bersama anggota lain. Tak apa kau melupakanku untuk selamanya, namun setidaknya jagalah hatiku hingga sepanjang masa.. karena terdapat cinta didalamnya. Cinta tulus yang hanya untukmu Jin Ki-ssi.. untuk yang terakhir kalinya ku hanya bisa ucapkan selamat tinggal Jin Ki-ssi *

Ternyata Eun Hye memang telah tiada. Penyakit jantungnya membuat dia makin lemah.. maka dia memutuskan pergi dengan sebuah pemberian untukku…

sebuah hati yang telah disatukan kedalam tubuhku..

Sungguh tak kupercayai satupun perkataan ibuya, tapi takdir telah berkata..

Semua telah terjadi..

Jadi seseorang yang berada disebelahku saat itu adalah Eun Hye.. dia berkaca-kaca saat berhadapan denganku di ruang operasi..

Sebelum memasuki ruang operasi, dia memberikan boneka ini pada Minho untuk menemaniku sebagai penggantinya..

Agar aku tak kesepian lagi.. aku merasa akan selalu ada Eun Hye di sisiku..

Aku takkan pernah bisa menerima kenyataan seperti ini..

Tubuhku terasa remuk seketika saat mendengar kepergiannya..

Hidupku bahkan terasa tak bergerak lagi tanpanya..

Walaupun pertemuan kita hanya sebentar tapi semua yang ia lakukan hanya untukku membuat hatiku tergugah..

Dia memberikan sebuah kebahagiaan saat pertama kali menemuinya.

Dia menemaniku saat aku merasa sendirian hidup di dunia ini..

Dia penghibur lara disaat penderitaan menghampiriku seketika..

Dia memperhatikanku selayaknya seorang ibu yang penuh curahan kasih sayang..

Dia adalah kamu Eun Hye…

Seseorang yang takkan pernah kulupakan sepanjang hidupku..

Yang memberikan sebuah harapan lewat hati yang kau berikan..

Eun Hye gomawo.. Na do saranghae…

Kan kubawa boneka ini sebagai penggantimu disisiku kini…

Eun Hye..

————–

Apa kalian tertarik dengan kisahku??

Mungkin akan ada kisah-kisah lain dibalik hidupku kelak..

Hanya tinggalah dan nantikanlah kisah selanjutya dari aku dan yang lainnya..

“THE END”

Tag: Shinee

Semoga semua terhibur dengan fanfiction ini.

Gomawo buat Lana yang men-supportku untuk membuat ff one shot ini..

*hug founder qta*

Please comment…

Don’t be silent readers…!!!

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

Silence With Love – Part 1

Ff ini berinspirasi dari drama taiwan yang berjudul Silence tapi banyak perubahan di ff ini. Gomawo buat Neul Rin eonni yang udah ngenalin aku ama SILENCE bagi yang udah nonton pasti tau kan ceritanya?tapi beda banget ama yang ada di drama

SILENCE WITH LOVE

Author: Nyda Han a.k.a Han Ri Chan

Cast:Lee Taemin

Han Ri Chan

Ahn Neul Rin

Other Cast

Benarkah masa lalu dapat mengubah masa depan?apakah cinta pertama adalah segalanya?apakah tidak ada kesempatan untuk cinta lain?

Flash back 10 tahun yang lalu

SEOUL HOSPITAL

Seorang gadis kecil berusia 7 tahun sibuk bermain-main dengan boneka doranya dia tidak menyadari adanya anak kecil yang seusianya menatapnya dengan penuh rasa kagum.

“annyeong!!”sapa anak lelaki itu. Gadis kecil itu tidak menjawab dia malah asik memainkan boneka doranya

“hupht kamu sombong sekali”ucap anak lelaki itu dia menatap gadis kecil itu dengan tatapan sebal. Gadis kecil itu meraba sakunya dan mengeluarkan sebuah buku catatan kecil beserta bolpoin berukuran kecil dan menuliskan sesuatu di atas kertas kecil itu

Annyeong mianhaeyo aku sedang tidak bisa berbicara denganmu senang sekali dapat berjumpa denganmu

Anak lelaki itu menatap gadis kecil itu dengan tatapan tak percaya ‘ apa mungkin dia bisu ‘ fikirnya. Anak lelaki itu kemudian mengambil kertas yang tadi dipakai oleh gadis kecil itu kemudian menulis sesuatu

Annyeong kamu suka boneka dora?kalau begitu mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan Dora dan kau boleh memanggilku dengan sebutan Diego arraseo?

Gadis kecil itu tersenyum sejenak kemudian mengangguk dan tersenyum dan kembali menulis di kertas itu

Kamu sakit apa?

Anak lelaki itu tersenyum kemudian menunjuk kearah kakinya,kemudian kembali menulis di kertas itu

Kakiku keseleo saat latihan dance kalau kamu kenapa ada di rumah sakit ini?

Gadis kecil itu meraba tenggorokannya dan anak lelaki itu mengangguk paham ‘ mungkin dia benar-benar tidak bisa berbicara ‘ fikirnya. Gadis kecil itu kembali menulis di buku kecilnya

Kamu bisa berbicara tapi kenapa kamu malah ikut-ikutan menulis di memo ini?

Anak lelaki itu kembali merebut memo milik gadis kecil itu

Tidak adil kalau kamu menulis sedangkan aku terus-terusan berbicara sendiri.

Gadis kecil itu tersenyum, senyum paling manis yang baru pertama kali dilihat oleh anak lelaki itu. Anak lelaki itu melanjutkan kembali tulisannya

Johahae!

Gadis kecil itu tampaknya sedikit kaget tapi kemudian gadis kecil itu menulis di kertas yang sama

Nado!

Anak lelaki itu tersenyum, kemudian dia kembali menulis di memo itu

Gomawo besok aku akan kembali lagi kesini!

Tapi sayang setelah kejadian itu anak lelaki itu harus menjalani terapi dan anak lelaki itu tidak pernah bertemu dengan gadis kecil itu sampai sekarang.

Flash back end

“wow so sweet?”kibum mengelus kepala dongsaengnya itu dengan sentuhan penuh kasih

“tapi aku bingung katanya kamu akan setia dengan gadis kecil itu tapi kenapa sekarang malah pacaran sama Ri Chan?terus kenapa tiba-tiba mau putus?”tanya Jin Ki dia tidak menyangka bahwa magnaenya itu ternyata punya bakat menjadi playboy

“karena dia mirip dengan dora gadis kecil itu”jawab Taemin

“mirip apanya?dia itu bisa bicara malah kupingku bisa panas kalau ada didekatnya dalam jarak kurang dari 10 meter”ujar Min Ho member yang dikenal paling dingin dan pendiam.

“dia juga suka dora tapi sekarang aku bertemu dengan gadis bisu yang agak mirip dengan Dora tapi entah kenapa kalau dari sikapnya Ri Chan lebih mirip dengan Doraku”lanjutnya

“Yasuda dimana kamu bertemu dengan gadis bisu itu?”tanya Jong Hyun yang sedari tadi asik mendengar cerita Taemin

FLASH BACK 1 Minggu yang lalu

Taemin dan Ri Chan berkencan di dekat sungai Han saat itu tidak sengaja Taemin menangkap sosok gadis sedang melamun di pinggir sungai Han dan kemudian bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa isyarat. Saat itu juga Taemin langsung teringat pada Dora yang sudah 10 tahun tidak dia temui.

“taemin gwenchanayo?”tanya Ri Chan. Taemin menoleh dia baru sadar bahwa dia kesini bersama Ri Chan.

“anniyo gwenchana, jagi sudah 3 jam kita disini lebih baik pulang aku ada latihan dance khajja”ajak Taemin. Ri Chan pun mengikuti langkah Taemin

Flash back end

“terus kapan kenalannya?”tanya Jong Hyun

“kemarin tapi dia tidak menggunakan catatan kecil saat berbicara denganku dia malah menggunakan bahasa isyarat makanya aku kebingungan setengah mati tapi anehnya Ri Chan bisa mengerti semua yang Neul Rin ucapkan”ujar Taemin panjang lebar

“mwo?Ri Chan tau?”tanya mereka berbarengan

“ne dia melabrak Neul Rin makanya sampai sekarang aku tidak berbica padanya.

Flas Back

“Chan… Taemin Chan Taemin!!!”Min Gi mencoba mengatur napasnya

“waeyo?ada apa dengan Taemin?”tanya Ri Chan khawatir

“Dia ada di taman sama cewek”tambah Sun Yi

Belum selesai unni – unninya memberi informasi Ri Chan buru-buru meninggalkan kelas dan pergi kearah taman diikuti unni-unninya yang lain.

^^

“kamu?aku harap jangan dekati pacarku”ujar Ri Chan sembari menahan air matanya dia tidak mau terlihat lemah dihadapkan Taemin.

PPPLLLAAAKKK!!!

TBC

KALAU PENGEN CERITANYA DILANJUTIN KOMEN YANG BANYAK YAH

My Lovely Servant – Part 2

HOHOOHO.. BERHUBUNG TERNYATA SAIA BERKERJA LEBIH CEPAT DARI DUGAAN FF INI KELUAR SEBELUM WAKTUNYA ^O^.. MAAF UNTUK SEMUA YANG UDAH NGERASA BORING BANGET…

Author  : Dhy

Cast     : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and the other cast

Key Side

Aku terbangun saat seseorang mencoba untuk membuka gorden kamarku “hey aku sudah bilang jangan buka gorden kamarku” ucapku tapi nampaknya seseorang yang kuajak bicara tidak menjawabku ‘ NE TUAN MUDA’ seperti pelayan laiannya, aku pun memutuskan untuk bangun dari tidurku “ hey jangan sentuh barang apapun yang ada dikamar ini” ucapku saat melihat gadis itu mulai menyentuh barang-barangku, dia hanya terlihat kaget dan bingung, dan kau tahu??? Dia sangat cantik. Sekarang apa yang mau gadis itu lakukan dia mulai menjulurkan tangannya kearahku “jangan tatap aku, jangan sentuh aku” kata-kataku berhasil membuatnya berhenti melakukan hal aneh, dan sepertinya dia akan mengatakan sesuatu “ dan satu lagi jangan bicara padaku” ujarku sambil kembali membaringkan tubuhku.

“aigoo, ya ~ memangnya kau pikir kau siapa??? Memangnya sejak kapan Korea membuat peraturan tidak boleh menatap, tidak boleh menyentuh, dan tidak boleh bicara”

“aisshh, harusnya aku yang bertanya  kau siapa, dan sedang apa dikamarku?” tanyaku kesal kemudian aku sadar kalau wanita ini adalah pelayan, tepat sekali karna dia memakai seragam yang menurutku aneh “ ow jadi kau hanya pelayan, lebih baik kau angkat kakimu dari kamar ini atau aku akan memecatmu” gertakku

“apa kau bilang pecat, aku tidak takut, pecat saja kalau kau berani”

Gadis yang aneh, belum pernah sekalipun ada pelayan yang berani membantahku. “cepat keluar” ucap ku pelan tapi gadis itu tidak beranjak dari tempatnya berdiri “AKU BILANG CEPAT KEL………”

“ hyung” seseorang yang memanggilku hyung tiba-tiba membuatku berhenti berteriak “hyung kenapa berteriak-teriak?” tanyanya polos

End of Key side

Eun hye Side

Laki-laki menyebalkan yang sekarang ada didepanku tidak berhenti berteriak seperti orang gila. Kalau saja dia bukan majikanku, sudah ku habisi dia.

“AKU BILANG CEPAT KEL….”

“hyung” tiba-tiba seorang anak laki-laki yang hanya beberapa tahun lebih muda dariku menghentikan teriakan majikanku yang otaknya sedikit terganggu mungkin.

“hyung kenapa berteriak-teriak?” Tanya anak itu polos. Wah jangan-jangan ini anak terakhir keluarga kim, kenapa dia berbeda sekali dengan kakaknya yang menyebalkan.

“tidak ada apa-apa taemin”

Ow jadi anak manis ini namanya taemin pikirku lagi

“sore noona, sedang apa noona disini?” anak yang di panggil taemin sekarang malah memperhatikanku yang masih berdiri disamping ranjang. “noona pelayan baru ya?”

“ne” jawabku sesopan mungkin, aku melihat pria gila itu tersenyum getir mendengarku bicara. “noona siapa namamu? Aku Lee Taemin” dia memperkenalkan diri sambil tersenyum manis, tapi ada sedikit yang aku rasa aneh kenapa marga anak ini Lee bukan Kim. “Lee???” tanyaku heran

“ow pasi noona heran kenapa margaku Lee” masih dengan senyuman dibibirnya

“sudah, aku malas mendengar kalian basa basi, heh dia adikku namanya Kim Taemin” jelas lelaki yang sangat menyebalkan itu. Jujur akau bertambah bingung.

“Lee atau Kim???” tanyaku penasaran

“ya~ apa hal ini sangat mengganggumu, mau Lee mau Kim, yang pasti dia adikku, mengerti???? Dan cepat tingalkan kamarku SEKARANG”

“baiklah, permisi tuan muda” terpaksa aku harus bow 90o pada orang gila yang sedari tadi berteriak-teriak kepadaku.

***

“dasar menyebalkan, memangnya tidak bisa apa berbicara tanpa teriak-teriak” ucapku sambil memukul-mukul pelan telingaku.

“hey ada apa???” seorang wanita bertanya padaku.

“tidak” jawabku tanpa melihat kerahnya, beberapa detik kemudian aku memutar balik arahku “siapa kau?”

“ kau pasti Yoon Eun hye, aku Minjung sepupu Eunsung, apa kau mengenalnya?”

“kau anak paman ya???” dia hanya mengangguk membenarkan.

Sambil berjalan menyusuri lorong rumah yang besar ini kami bercerita satu sama lain.

“ow ya, tadi kenapa kau marah-marah?” tanyanya

“ ow, aku hanya kesal pada lelaki gila yang kutemui”

“tuan muda Key?”

“Key? Siapa dia”

“masa kau tidak tau, Tuan Kim mempunyai satu anak laki-laki namanya Kim Kibum atau tuan muda Key”

“ tapi kepala pelayan han bilang……”

“keluarga Kim punya dua anak laki-laki, benarkan?” aku hanya mengangguk membenarkan “ibunya tuan muda Key sudah lama meninggal, dan Tuan Kim menikah lagi dengan ibunya tuan muda Taemin”

“ow….” Jadi itulah alasan kenapa marga mereka berbeda “hey tapi sepertinya Key lebih suka memanggil Lee taemin sebagai Kim taemin”

“ kalau itu aku juga tidak tahu kenapa”

***

Apa setiap malam aku harus berdiri disamping pria yang menyebalkan ini pekikku dalam hati. Kau tahu apa yang kulakukan sekarang? Aku sedang berdiri disamping pria menyebalkan yang sedang memakan makan malamnya.

“hyung, kapan umma dan appa pulang?”

”tidak tahu, kenapa? kau kangen, Taemin kau sudah besar”

“bukan itu maksudku, besok ada pertemuan orang tua, aku tidak mau kalau hanya supir yang menjadi waliku” rengek Taemin

Taemin, untuk anak seusianya dia masih terlihat kekanak-kanakan, dan Key kenapa dia bisa bicara lembut pada Taemin, padahal semenjak aku menginjakkan kakiku dirumah ini dia tidak pernah tidak berteriak kepadaku.

“baiklah besok aku yang akan kesekolahmu” ucap Key

“benarkah???? Gomao~~~~”

***

Pria yang aneh, kasar kemudian lembut, aah buat apa aku memikirkan Key, kemudian akupun mengambil handphoneku yang sedari tadi kutinggal dikamar. Saat aku lihat layar hpku sudah banyak sekali miscall dari Jinki, aku memutuskan untuk mengirim sms padanya.

Jinki, maaf tadi aku tidak bisa mengangkat teleponmu, aku sibuk ^o^

Beberapa menit kemudian Jinki membalas smsku.

Memangnya sesibuk apa kau???  sampai mengabaikan teleponku???

Aku hanya tersenyum membaca sms Jinki

Mian, tapi aku benar-benar sibuk, kau tahu disini aku harus menghadapi orang palinng menyebalkan yang pernah kutemui, bahkan dia lebih menyebalkan darimu…

Benarkah?????

Tapi kau bilang apa???? Dia lebih menyebalkan dariku???? Jadi selama ini kau menganggapku menyebalkan??? L

Hehehe>>>>

Kau marah?????? Jangan marah ya, akukan bilang dia lebih menyebalkan darimu, harusnya sekarang kau bersyukur karena kau bukan orang paling menyebalkan didunia J

Baikalah, aku tidak marah ko>>>>

Sebaiknya kau istirahat……..

Good night honey J

Aku hanya memandangi sms terakhir Jinki, honey, Jinki memanggilku honey, akupun meloncat loncat kegirangan diatas ranjang.

“Jinki memanggilku honey, apa dia mulai menyukaiku???? Tidak pasti baginya kata-kata honey sudah biasa, terserah deh yang penting aku senang” ucapku sambil terus meloncat loncat diatas kasur. Tapi tiba-tiba pintu kamarku terbuka.

“nona yoon, apa yang sedang kau lakukan???”

Oow apa yang harus ku katakan, tidak mungkin aku bicara jujur kalau lelaki yang kucintai sejak lama memanggilku honey.

“tidak” ucapku sambil tersenyum yang memang ku paksakan.

“lekas tidur, bukannya kau kuliah besok?” Tanya kepala pelayan han, sebelum aku menjawab dia sudah menutup pintu kamarku. Ya sudahlah aku pun mencoba untuk tidur dan berharap Jinki bisa hadir dimimpiku.

***

Tau tidak sekarang jam berapa??? Masih jam 6 pagi dan aku harus sudah bangun, menyebalkan, tapi mau tidak mau aku harus bangun sepagi ini karena apa, aku harus membantu pelayan-pelayan lain mebersihkan rumah.

Pertama ruang tamu yang sangat besar, banyak pajangan-pajangan yang kurasa harganya sangat mahal.

“Eun hye” aku pun mengalihkan pandangankuk ke arah suara.

“pagi Minjung” ucapku ramah

“aku mau minta bantuanmu”

“apa?”

“salah satu pelayan, meminta bertukar tugas, apa kau mau???”

“mmm, bukankah harus meminta izin pada kepala pelayan han”

“aku sudah bicara padanya, dan dia bilang kau yang akan menggantikan temanku itu”

“ benarkah???? Jadi apa tugasku????”

“ membangunkan tuan muda Key, lalu menyiapkan sarapannya, ow ya tuan muda biasa sarapan dikamar”

Jadi aku harus melayani orang gila itu, baikalah kita lihat saja siapa yang akan menang ucapku dalam hati.

“fighting” teriakku

“Eun hye??? Kau kenapa?” Tanya minjung bingung

“ aa ni, baiklah aku akan segera kesana” ucapkku kemudian meninggalkan Minjung dengan kebingungannya.

End of Eun hye side

***

Author side

Eun hye mulai memasuki kamar Key yang besar dan tentu saja gelap tanpa cahaya matahari, perlahan Eun hye menghampiri ranjang majikannya itu.

“tuan muda, sudah pagi” ucap Eun hye tetap menjaga suaranya agak terdengar sopan, tapi tak sedikitpun Key menghiraukan panggilannya.

“tuan muda Key” Eun hye mulai menggoyang-goyangkan tubuh Key. Tapi hasilnya nihil he sleeping like die person. Eun hye pun sedikit membungkukan badannya agar bisa melihat Key yang masih tertidur dengan nyenyak.

“ tampan” gumam Eun hye, tapi kemudian Key tersenyum simpul.

“apa sich yang kau mimpikan, sampai kau tersenyum seperti itu” ucap Eun hye sambil memperhatikan wajah Key yang masih tertidur.

“hey bukannya aku sudah bilang jangan tatap aku” ucap Key yang tiba-tiba membuka matanya dan tentu saja  membuat Eun hye kaget, kemudian segera menjauh dari Key.

“pagi tuan muda” ucap Eun hye gugup

“ sedang apa kau, pagi-pagi sudah menggangguku” ucap Key yang masih sibuk menarik-narik selimutnya.

“sekarang waktunya tuan bangun” ucap Eun hye dengan senyum yang dipaksakan.

“aku tidak mau, aku masih mau tidur, sudah sana keluar” ucap Key dan sekarang dia tidur membelakangi Eun hye.

“aigoo, sabar Eun hye” ucap Eun hye pada dirinya sendiri. “ tapi tuan, sekarang sudah pagi, dan anda harus bangun, kalau tidak saya tidak bisa pergi ke kampus”

“ bukan urusanku, cepat tinggalkan kamarku sekarang” ucap Key tanpa melihat Eun hye sedikitpun.

“ow rupanya kau mau mengajakku bermain sepagi ini, baiklah” ucap Eun hye yang kini tidak bicara dengan nada sopannya. Eun hye pun berjalan kearah jendela dan “baiklah kalau kau tidak mau bangun, jangan salahkan aku atas semua yang kulakukan” jelas Eun hye kemudian membuka gorden kamar Key, tentu saja cahaya matahari langsung menerangi kamar yang gelap itu.

“hey, apa yang kau lakukan?” marah Key dan menghampiri Eun hye.

“membuka gorden kamarmu” jawab Eun hye tanpa rasa bersalah.

Key hanya menggelengkan kepalaya, tidak percaya dengan apa yang dilakukan gadis yang bahkan dia tak tahu siapa namanya.

“baiklah karena kau sudah bangun, cepat mandi sana” ucap Eun hye kemudian meninggalkan Key dengan kekesalannya.

“berhasil” ucap Eun hye pelan kemudian menepukan kedua telapak tangannya.

“ow ya tuan muda, beberapa menit lagi saya akan membawakan sarapan anda” ucap Eun hye sebelum menutup kamar Key.

***

Dengan malas Key memasuki kamar mandi.

“lihat saja nanti, ku balas dia” gerutu Key saat air mulai membasahi semua tubuhnya “memangnya dia pikir aku akan mengalah begitu saja, dasar ….” Kalimat Key tiba-tiba terhenti “ siapa ya namanya?? Aku lupa untuk menanyakannya”

Saat Key keluar kamar mandi seseorang mengetuk kamarnya.

“masuk” ucap Key tetap dengan nada ketusnya

“tuan muda, ini sarapannya” Key pun mengalihkan pandangannya pada pelayan itu.

“kenapa kau yang mengantarkan sarapanku?  Mana pelayan yang tadi membangunkanku?”

“ maksud tuan Eun hye?”

“aku tidak tau siapa namanya, yang pasti aku tidak akan makan kalau bukan dia yang mengantarkan sarapanku”

“ tapi, Eun hye sedang siap-siap ke kampus”

“ panggil dia sekarang, atau kau aku pecat” ancam Key, pelayan itupun segera berlari kekamar Eun hye.

***

“apa kau bilang???????” Tanya Eun hye kaget

“Eun hye, aku mohon kau antarkan sarapan ini pada tuan muda, atau aku akan kehilangan pekerjaanku” pelayan itu berkata dengan wajah memelas.

“tapi akukan sudah ganti baju” Eun hye beralasan sambil memakai topinya “ baiklah, baiklah” ucap Eun hye saat melihat wajah pelayan yang meminta bantuannya. Eun hye pun melepas kembali tasnya yang sudah di pakai.

“dasar kekanak-kanakan, maunya apa sich” gerutu Eun hye saat menuju kamar Key.

“ ya maumu apa sich?” Tanya Eun hye kesal saat memasuki kamar Key.

“kau bicara padaku?” Tanya Key masih tetap sebuk merapihkan rambutnya.

“kau pikir aku berbicara dengan siapa? Hantu, ini sarapanmu” Eun hye pun meletakan sarapan Key di meja kecil disamping ranjang.

“hey, apa kau tahu peraturan disini??? Aku yakin kau lupa, karna orang bodoh sepertimu tidak mungkin dapat mengingat semua peraturan yang ada dirumah ini” ucap Key sengaja membuat Eun hye marah.

“apa kau bilang” ucap Eun hye tidak percaya

“karena aku sedang berbaik hati, aku beritau, pertama ketuk pintu dulu sebelum masuk kamarku, kedua panggil aku tuan muda, mengerti???”

“aku mengerti, dan aku tidak ada waktu mendengarkan ceramah TUAN MUDA sepagi ini” ucap Eun hye kemudian melangkahkan kakinya menjauhi Key.

“hey aku belum selesai” ucap Key sambil menghampiri Eun hye.” Pakai seragamu saat melayaniku, kau pikir kau kerja apa??? Model” ucap Key sambil memperhatikan Eun hye dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“dasar menyebalkan, tidak bisakah dia berkata sopan padaku” gerutu Eun hye dalam hati.

“aku mengerti tuan, sebenarnya aku juga ingin mendengarkan ceramahmu yang tidak ada untungnya, tapi maaf aku harus pergi kuliah sekarang”  ucap Eun hye kemudian berjalan kerah pintu.

“Eun hye, rupanya kau mengajakku bermain-main kau pikir aku takut” bisik hati Key, kemudian evil smile menghiasi wajah tampannya.

“kau tidak bisa keluar masuk kamarku seenaknya” ucap Key yang sekarang sudah berdiri didepan pintu kamarnya.

“minggir aku tidak ada waktu untuk meladenimu” ketus Eun hye

“ begitukah, kalau begitu coba buka pintunya” ucap Key sambil mengunci pintu kemudian memasukan kunci itu kekantong celananya.

“aku sudah bilang, aku tidak ada waktu untuk meladenimu, apa lagi bermain-main denganmu”

“bermain-main kau bilang, aku tidak mau bermain-main denganmu, aha baiklah aku akan bermain-main denganmu, tapi kita akan bermain permainan orang dewasa bagai mana?” ucap Key kemudian mendoronng tubuk Eun hye ke pintu, sekarang Key hanya berjarak beberapa cm dari Eun hye.

“hey, apa yang mau kau lakukan???, lepaskan aku” ucap Eun hye kesal

“kalau aku tidak mau” bisik Key, dan berhasil membuat jantung Eun hye berdetak kencang.

“lepaskan, kalau tidak aku akan…..”

“ akan apa???” potong Key, kemudian semakin mendekatkan tubuhnya pada Eun hye, sekarng Eun hye sudah bisa mencium aroma tubuh Key, begitu juga Key.

“aaaku akkan…….”

“apa?????” Tanya Key pelan sambil menatap dalam mata Eun hye

“aaaku akan berteriak, ya aku akan berteriak” ucap Eun hye sedikit menundukan kepalanya menghindari tatapan Key, yang seakan-akan bisa membunuhnya.

“ coba saja kalau berani” ucap Key sambil melepaskan topi yang dikenakan Eun hye kemudian menjatuhkannya (Author: yang Key jatuhkan itu topi eun hye*).

“hey apa sich yang mau kau lakukan???”

“menurutmu???” ucap Key sambil mengangkat wajah Eun hye dengan jari-jari tangannya secara lembut, sekarang Key dan Eun hye saling menatap, Key pun melingkarkan tanganya di pinggang Eun hye yang mungil kemudian Key mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Eun hye…………………

TBC

Author: mav ya kalau agak membosankan~~~~~

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

The Name I Love – Part 1

Dua tangan yang bergetar mengingatkan aku tentang cinta yang sudah mendingin

Sekarang cinta itu menjadi mengerikan, aku tidak ingin menolakmu, tetapi aku baru menyadarinya sekarang

Tidak tahu bagaimana caranya mengahiri ini semua, Aku tahu bahwa aku tak akan bisa mencintaimu selamanya

Tuhan…… mungkin jika bukan karena kekejamanmu.. seseorang itu masih ada disini ..di sampingku.. tersenyum melihat aku yang sedang bercerita tentang aku dan dia… sekarang.. aku tidak tahu apakah dia di atas sana melihat aku dengan tersenyum atau menangis…

dulu.. inilah kisahku….

***

Anyeoong hasseyyoooo. .! Joneun Sun Yi imnida.Menurutku, aku adalah salah satu perempuan yang paling beruntung didunia, mempunyai sahabat sebaik Onew, kami memang sahabat tapi aku tidak pernah tahu dengan kehidupannya diluar sekolah, apalagi tentang kehidupan keluarganya, yang aku tahu ummanya telah meninggal satu tahun yang lalu, saat kita masih duduk di kelas sepuluh. Kadang kami memang tidak akur, tapi aku tahu dia sangat sayang padaku. Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa hatiku selalu berdegup kencang  jika sedang menemaninya makan kotak bekal yang dibawanya sendiri dari rumah. Itulah salah satu keanehan dari seorang Onew, sahabatku itu. Setiap istirahat dia lebih memilih pergi mendatangi suatu tempat di belakang kelas kami dan memakan kotak bekalnya daripada datang ke kantin seperti para murid lainnya. Dan kadang aku selalu menemaninya makan jika aku sedang bertengkar dengan Minho Oppa. Minho adalah pacarku, baru satu bulan kita pacaran. Tapi aku sudah menyukainya diam-diam sejak aku masih duduk dikelas sepuluh. Sampai sekarang aku masih bingung, siapa seseorang yang telah memberikan nomerku pada Minho dan memberitahunya kalau aku diam-diam menyukainya. Mungkin dulu aku akan sangat berterimakasih pada orang itu karena dia, akhirnya aku bisa mendapatkan Minho . Tapi sekarang, aku merasa tidak lagi memilikinya.

“KKkyyaaa.. Naege… ngapain disini?”. Onew menoleh dan terkaget-kaget mendapatiku cengar-cengir menatap wajahnya.

“dasar Pabo!”Sun Yi menjitak Onew. “Kau sudah tahu kan  aku selalu datang kesini kalau lagi ada masalah sama Minho ”Lanjutku. Onew mengusap-usap kepalanya.

Untuk kesekian kalinya aku ke belakang kelas, aku kabur dari Minho yang sibuk ngobrol ma temannya, sifat cueknya malah lebih parah dari sebelum kita jadian. Buktinya aku udah disini aja, dia gak nyariin juga.

Diam-diam aku melirik isi kotak bekal Onew.

“masih hobby makan makanan kayak gitu?”.Kataku sambil nunjuk kotak bekal yang isinya lima lembar roti tawar yang bener-bener tawar tanpa ada sepolespun selai yang menempel.

“Wae? Sehat tau!”

“Sehat apaan? Kalo tu makanan emang sehat kenapa kamu sering ijin sakit?” tanyaku menatapnya.

“Makanya aku makan ini biar gak sakit! Kamu bertengkar lagi dengan Minho si playboy itu ?”. Tanya Onew tanpa menoleh padaku.

“Onew dubu! Sudah berapa kali ku bilang. Kau harus memanggilnya seperti itu ! Gak soppan!!”. Onew masih sibuk mengunyah rotinya. Dia memang seperti itu, selalu pura-pura gak peduli dengan setiap curhatanku. “Nee. .kenapa aku gak pernah nyambung kalau ngomong sama Minho ya..?”.Lanjutku sambil menerawang langit yang biru bersih

“Mungkin. .kamu kelewat Pabo! Jadi gak pernah nyambung kalau lagi ngomong sama Minho!”. Onew tertawa dan itu membuatku tersinggung.

“Dassar Dubu!”celetukku sambil mengembungkan pipiku yang udah tembem. ‘Plettaakk’. Onew menjitak kepalaku.

“Oneww. . .”. panggilku pellan. Perlahan aku meletakkan kepalaku diatas pundaknya “mmhhmm. .”. Jawab Onew seadanya.Dia menatap lurus kedepan.

“Apa Minho benar-benar menyukaiku?”.

“kalo emang dicuekkin ma Minho, kenapa larinya kesini lagi sih? kamu kan bisa curhat ma Ri rin…!”

“aku tidak menemukannya di kantin, lagi pula aku gak mau nyusahin dia terus!”

“Emang gak nyadar kamu nyusahin aku?”

“Nyusahin apa? selama ini kau selalu diam jika aku sedang curhat tentang Minho!”tanyaku masih menyender di pundak Onew.

“Tapi aku selalu mendengarkannya kan. .?”.

Sesaat keheningan terjadi. .

“Onew. .  . .kenapa selalu begini.?”. aku bangun dan menatapnya.

“maksudmu?”. Onew membalas menatapku.

“Minho yang selalu membuatku sedih tapi pundakmu yang selalu kubutuhkan.”

Onew tersenyum mendengarnya. “Kau jangan terlalu membutuhkanku. .!”.

“Waeyoo. .?”

“Aku tidak akan selamanya untukmu Sun Yi. .”.

“Apa kau sudah mempunyai pacar. .?”. tanyaku khawatir dia akan meninggalkanku.

“Waeyoo. .? kenapa kau begitu takut aku tinggalkan? Apa jangan-jangan selama ini kau menyukaiku?’.Goda Onew. Dia mengerlip-ngerlipkan matanya.

Aku tersenyum dan serta merta menjitak kepala Onew. Satu kali! Dua kali! Tiga kali! Empat kal… .

“Kkyyaaaaaa.. sakit tahu! kamu tuh apaan sih? Aku kan cuman nanya!”

“Kalau nanya tuh yang normal dong!”

“Aaaiisssshh. .kau. . . .rasakan inni. . .!”. Onew merangkul leherku dan menariknya, lalu dia mencubit pipiku keras. Aku membalasanya dengan menjambak rambut Onew.

“Aaaaaiiggooo. . Dubu Pabo! Jangan mencubit pipiku. . .!”. Teriakku. Tapi Onew tidak peduli dengan ucapanku..

#######################

Aku tidak bisa merindukanmu, menunggumu membuat diriku lelah

Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, dan Aku tidak dapat menyadari ini semua

Nama yang aku cinta hanya satu dalam hidup ini

Telah menjauh dan menjauh dariku.

Kebahagiaan itu takkan ada yang abadi. Aku juga harus merasakan apa itu rasa sakit hati.

Panasnya terik matahari mendorong aku untuk cepat pulang. Aku dan Onew berjalan santai di koridor kelas.

“Yakin Minho nunggu di parkiran?”

“Emang biasanya kayak gitu kan?

“Tapi kan kata kamu tadi, di kantin kamu sempet ninggalin dia gitu aja. Tambah parahnya lagi dia gak sms kamu sama sekali.”

“Au ah! Makanya aku barengan ma kamu ke parkiran, biar kalo Minho emang marah sama aku, aku bisa nebeng sama kamu lagi!.”

Cengir aku yang lebih indah daripada cengir killernya Kibum Suju nongol *ngarepp*.Aku menggandeng tangan Onew yang manyun menambah babyface, kalo diliat dari atas menara namsan.

“tuh Minho..!”

Dari gerbang Onew nunjuk pake tangannya kearah Minho yang lagi berdua dengan Ri rin di parkiran, aku sedikitpun tidak curiga dengan mereka. Karena Ri rin adalah teman dekatku selain Onew.

“Oh iya.. yuk…!” kataku sambil narik tangan Onew.

“Aku tunggu disini aja!”

“O, ya udah! Beneran ya tunggu disini.”

Akupun meninggalkan Onew di gerbang. Tapi tidak jauh dari mereka berdiri langkahku berhenti saat Minho menarik kedua tangan Ri rin!. Ada rasa sakit disini. Aku menahan kakiku untuk melangkah dan mendengarkan apa yang akan Minho katakan.

“Ri rin. .saranghaeyo. .”. tangan kanan Minho mengusap rambut Ri Rin lembut.

“Mora guyo? kamu kan pacar Sun Yi. Kenapa kamu mengatakan seperti itu?”

Mataku membesar. Ri Rin terlihat bingung dan Minho memberikan senyuman termanisnya. Sekuat tenaga aku menahan untuk tidak menghampiri mereka,

“Anniiyo Ri Rin. .. Sebenarnya. .Aku tidak mencintai Sun Yi. aku hanya dibayar untuk menjadi pacarnya. .”

“Mwwoo. .?”. Ri Rin terkejut mendengarnya.

Dan aku? Bagaikan ada palu besar yang menghantamku dari belakang. Seketika mataku basah. Aku bergerak cepat mendekati Minho.

TBC

By : Ahn Neul Rin

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

Love Or Friends – Part 2

Author: Kim Yoora

Annyeong readers!!
We are comeback!!
Daripada banyak basa-basi, mending baca ajah ya ff.nya….
SELAMAT MENIKMATI!!

INTRODUCE:

Kim Soo-yun

Kim Yoora

Kim Jonghyun

Lee Taemin

Shim Changmin a.k.a Shim Songsaenim

*SOO-YUN SIDE*

Aku terus saja melihat punggung Taemin yang semakin lama semakin menjauh dariku..

Aish… Ayolah Soo-yun!! Kau harus berhenti memikirkannya!!

Dengan langkah lunglai, aku berjalan mengelilingi sekolah tanpa tujuan.

Tiba-tiba pandanganku menuju seorang lelaki yang sedang murung di lapangan basket.

Itu kan Jonghyun!!

Namanya Kim Jonghyun. Dia adalah sahabatku sejak SMP. Dia merupakan anak yang asyik, pandai berbicara, dan lumayan……keren.. hhe..

Ada apa ya dengannya?? Mengapa dia tak bercerita padaku kalau ada masalah??

Akhirnya, aku memutuskan untuk menghampirinya di lapangan basket.

“Jonghyun!!” panggilku. Tapi, ia tak menoleh sedikitpun.

Aku memutuskan untuk duduk di sampingnya. “Kenapa kau tak menoleh saat kupanggil??” tanyaku. Dia tak menjawab pertanyaanku. Sepertinya, dia menganggapku tidak ada. Sejak kapan aku menjadi arwah gentayangan?

Tiba-tiba Jonghyun pergi begitu saja. Anak ini!!! Ada apa sih dengannya??

“Jonghyun!! Apa kau ada masalah??” teriakku. Dia tak menoleh ataupun menghentikan langkahnya. Itulah yang membuatku jengkel saat ini. “Jonghyun!!” teriakku lagi sambil berlari mengejarnya

Saat aku sudah berada di dekatnya, langsung saja kutarik lengannya. Mencegah kemungkinan dia kabur lagi. Tapi, di luar dugaan, ia mendorongku dengan kasar.

“Jangan ganggu aku!! Kau ini menyebalkan tau!!” teriaknya sambil berlalu.

Aku terpaku.

Hah!! Apa-apaan ini!!

Yach! Walaupun ia menjengkelkan, tapi, ia tetap sahabatku. Harus ku cari tau!!,pikirku.

Mumpung waktu istirahat masih lama, aku memutuskan untuk mengikuti Jonghyun

*JONGHYUN SIDE*

Aku memasuki gedung olahraga. Aku tau, Soo-yun sedang mengikutiku. Auranya sangat terasa. Dia memang tak pantas menjadi mata-mata.

Di gedung olahraga ini, aku menunggu seorang yeoja. Yeoja itulah yang selama ini menghiburku ketika aku sedih. Ketika aku merasa sendirian. Ia selalu ada untukku. Tapi…aku selalu tak ada untuknya. Makanya, aku ingin bertemu dengannya di sini. Aku ingin, sekali saja ada untuknya saat ia ada masalah.

“Mana sih anak itu??” gumamku sambil melihat jam tangan yang entah keberapa kalinya.
Aku iseng-iseng saja menoleh ke arah belakang, tempat Soo-yun bersembunyi. Dan… yak!! Benar!! Soo-yun memang masih di sana. Di depan gedung olahraga. Dasar tuh anak!! Masih ga nyerah juga!!

“Jonghyun.. Aku… menyukai Taemin..”

Aaargh!! Sial!! Kenapa kata-kata itu terus berputar di kepalaku??, batinku sambil memukul kepalaku

.Soo-yun, kau….

“Jonghyun Oppa!!” teriak seorang yeoja sambil berlari-lari kecil ke arahku. Setelah ia sampai tepat di hadapanku, aku memeluknya.

“Jonghyun Oppa.. Kita sudah lama tidak bertemu yaa..” kata yeoja itu lagi. Aku tersenyum dan melepaskan pelukanku.

“Ne..ne… Tapi, kau lihat dong, bajumu. Berantakan, tau. Kau habis berlari dari kelasmu yaa??” tebakku. Yeoja itu tersenyum senang, lalu, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Hehe..ne.. Aku kan ingin bertemu Oppa. Habis akhir-akhir ini Oppa jarang kelihatan di sekolah, sih.” kata yeoja itu dengan nada manja. Aku mengacak-acak rambutnya.

“Mianh.. aku sibuk. Banyak yang harus kuurus sebelum kelulusan.” jawabku berbohong. Sebenarnya bukan itu yang membuatku jarang terlihat di sekolah. Tapi…

“Jonghyun… Aku sudah mulai dekat lho, dengan Taemin.. Seneng deh..”

Aaaargh!! Suara itu lagi!! Kenapa suara itu terus saja mengganggu hidupku, sih??

“Oppa…???” tanya yeoja itu khawatir karena melihatku yang melamun.

“Mianh..Mianh… Aku sedikit pusing.” kataku berbohong, lagi.

“Bagaimana kalau Oppa ke ruang kesehatan saja??”

“Tak usah.. Aku masih ingin berbicara denganmu..” kataku. Yeoja itu tersipu malu.

Aku berbohong. Aku selalu saja berbohong padanya.

Rasanya susah sekali mengatakan hal ini padanya:

‘Aku telah membohongimu selama ini..

Maafkan aku……

Yoora…’

*SOO-YUN SIDE*

Siapa perempuan tadi?? Siapa dia?? Sepertinya aku mengenalnya..

Perempuan itu bisa mengubah mood Jonghyun. Dari badmood menjadi lebih bersemangat.

Sumpah!! Jonghyun yang sekarang aku liat, beda banget sama Jonghyun 5 menit yang lalu. Beda banget!!

Apa yeoja tadi pacarnya ya??

Berbagai pertanyaan berkecamuk di hatiku. Aku sangat ingin mengetahui siapa yeoja tersebut. Sayangnya, aku tidak bisa melihat dengan jelas karena mereka membelakangiku. Dan yang sangat disayangkan lagi, bel masuk berbunyi.
AIGOO….!!!

&&&

*YOORA SIDE*

Sekarang pelajaran Bahasa Inggris. Pelajaran favoritku dan Soo-yun. Tapi, anehnya ia tak bisa berkonsentrasi. Ia telah beberapa kali menginjak kakiku dan menyenggol lenganku tanpa sengaja. Ia pun terlihat seperti orang tak waras. Berkali-kali ia memegangi kepalanya, entah karena stress atau apa. Aku tak mengerti.

“Soo-yun!!” panggil Shim songsaenim, guru favorit kami, pada Soo-yun. Soo-yun tak bergeming. Ia melamun.

“Kim Soo-yun!!” panggil Shim songsaenim untuk kedua kalinya. Aku menendang kaki Soo-yun.

“Ah..uh…mianhae..” kata Soo-yun lemas sambil membungkukkan badan. Ada apa dengannya??

“Sedang memikirkan apa? Konsentrasi dengan pelajaran dulu, ya..” kata Shim songsaenim  lembut.

“Baik. Sekali lagi mianhae…” jawab Soo-yun sambil duduk.

Pelajaran pun dimulai lagi. Aku melihat Soo-yun memukul-mukul kepalanya. Mungkin ia merasa bodoh sekali ditegur di depan banyak anak seperti tadi. Haha..

*SOO-YUN SIDE*

Dasar teman tak berperasaan!! Berani-beraninya mereka cekikikan setelah aku ditegur oleh Shim songsaenim!! Yoora!! Taemin!! Awas kalian!!

Duuh!! Pabo!! Harusnya aku lebih berkonsentrasi!! Ini kan pelajaran favoritku!!

Banyak sekali,sih yang kupikirkan saat ini…

Lee Taemin…

Kim Jonghyun…

Kalian sangat berarti bagiku.. tapi, kenapa kalian meninggalkanku?? Apa salahku??

“Ssst..” bisik Yoora.

Rupanya Yoora memberikan isyarat agar aku membaca secarik kertas yang ia berikan padaku.

Kenapa?? ada masalah??

Begitu isi suratnya. Mmm… rupanya Yoora perhatian juga ya. Kutarik deh kata-kataku kalau Yoora ga berperasaan. Dia baik kok.. hehe..

Ne… begitulah… aku hanya bingung dengan beberapa hal..

Setelah aku menulis kalimat tersebut, aku langsung memberikannya lagi pada Yoora.

Memangnya ada apa??

Entahlah.. aku hanya memikirkan saat kita lulus nanti..

Kau akan rindu padaku?? Hehe..

Aku menelan ludah setelah membaca isi surat yang terakhir. Rindu?? Rupanya anak itu ke-GR-an juga ya..

Tidak mungkin aku rindu padamu.. aku masih normal.. hehe..

Lalu aku menyerahkan kertas itu lagi pada Yoora. Kulihat Yoora cemberut setelah membaca suratku.

Aku kan tak mungkin mengatakan pikiranku saat ini pada Yoora. Aku takut, ia kepikiran nanti….

*AUTHOR SIDE*

Waktu pulang pun tiba….

“Aigoo… aku pusing sekali…” kata Soo-yun sambil memegangi kepalanya.

“Memangnya kenapa?” tanya Yoora polos.

“Gara-gara ulangan matematika tadi ya?? Iya sih. Ulangannya emang sulit. Aku aja sampe stress ngerjainnya.” kata Taemin.

“Ne.. Aku sama sekali tak bisa mengerjakannya.. Aku tak bisa berkonsentrasi.” jawab Soo-yun yang masih memegangi kepalanya. Yoora mengelus pundak Soo-yun agar Soo-yun tenang.

“Haha! Tenang saja.. Paling-paling nilaimu 5!!” goda Taemin diikuti jitakan Yoora dan Soo-yun.

“Kok gitu, sih?? Mentang-mentang kamu lebih pinter daripada aku!!” kata Soo-yun kesal sambil menelungkupkan kepalanya di meja.

“Iya, nih. Kenapa harus 5? Dia juga udah berusaha keras kok tadi.” bela Yoora. Soo-yun tersenyum karena ada yang membelanya.

“Aigoo.. jangan pada marah gitu, donk. Aku kan cuma bercanda.” kata Taemin agak khawatir. Ia tau, kalau Soo-yun dan Yoora sudah marah seperti itu, akan gawat, jadinya. Mereka kan sahabat. Kalau yang satunya diejek, yang satunya lagi pasti membela temannya itu. Ribet ah! Jadinya kan ga bisa bercanda..

“Ga lucu!!” kata Soo-yun dan Yoora bersamaan. “Kata-kata itu doa loh. Jadi, jangan ngomong sembarangan!” kata Yoora mengingatkan. Tumben nih anak alim, batin Taemin.

“Ya udah.. dapet 7 deh… Jangan marah yaa..” pinta Taemin lembut sambil tersenyum dan mengacak-acak rambut Soo-yun.

*SOO-YUN SIDE*

Nah, ini nih yang bikin aku makin suka pada Taemin. Senyumnya dan caranya memperlakukanku itu loh, bikin ga nahan!!!

Aigoo!! Sadar Soo-yun!! Sadar!! Taemin sudah mempunyai pacar!!

Duuh… si Taemin ini.. Bagaimana bisa ia bersikap lembut terhadap cewek lain yang notabene diam-diam menyukainya?? Aargh!! Ia kan hanya menganggapku sebagai seorang sahabat!! Pabo!!

*YOORA SIDE*

Apa Soo-yun menyukai Taemin??

Setelah Taemin mengacak-acak rambut Soo-yun, Soo-yun terlihat salting.

Kejadian-kejadian sebelumnya juga begitu…..

Waktu Taemin tersenyum lembut pada Soo-yun..

Waktu Taemin perhatian pada Soo-yun..

Waktu…………….

Tunggu!! Sepertinya bukan hanya Soo-yun yang aneh.. Tapi…. Taemin juga!!

Apa mereka saling menyukai?? Kalau iya, kenapa Taemin malah memilih berpacaran dengan Sun-hi??

Mereka itu kenapa sih??

*TAEMIN SIDE*

Aku tak bisa begini terus!! Aku harus menghilangkan perasaanku pada Soo-yun!

Taemin..kau itu bodoh sekali! Harusnya dari dulu kau menyatakan perasaanmu pada Soo-yun!!, kata suara hati kecilku.

Jangan! Kau tau kan kalau Soo-yun tak menyukaimu sama sekali. Ia hanya menganggapmu sebagai seorang sahabat, kata hatiku yang satu lagi.

Bisa saja kan, ia menyembunyikan perasaannya…, kata hati kecilku lagi.

Ia tak mungkin menyembunyikan perasaannya, ia kan sangat terbuka. Yach.. lebih baik dicintai daripada mencintai orang yang tidak mencintaimu kan??, kata hatiku yang satunya lagi.

Mungkin ini memang jalan yang terbaik…

–TO BE CONTINUE–

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic

I Can’t Dead – Part 2

author : agneskey

main cast : Geunho, Key, Jonghyun, Minho, Yoona

other cast : Eun Suh, Jie Yaa, Taemin, Onew

mianhae kalo gaje ^^ part 3 segera menyusul, gomawo

~ ~ ~ ~ ~

~Geunho P.O.V~

“Geunho, bangun!!” teriak seseorang bersuara melengking. Aku tersentak bangun karna dia teriak di kupingku. Seorang anak bocah duduk diranjangku, ia memamerkan gigi-gigi susunya. Dia adik-ku, Yoona. Walaupun baru kelas 5 sd tapi otaknya udah kayak professor. Dia pinteeeerrr banget, hiperaktif, tapi anaknya menyenangkan.

“oh, ne” aku bangkit dan duduk. Berusaha mengumpulkan nyawa. Lalu aku melangkah menuju kamar mandi. Aku menjalani hariku dengan normal. Sekarang aku diadopsi keluarga yang cukup kaya di Daegu , Korea . Appaku bekerja sebagai asisten direktur disebuah perusahaan ekspor-import. Sudah hampir 3 bulan aku tinggal disini, aku cepat merasa akrab dengan mereka. Keluarga ini tak mengekangku sama sekali, mereka memberiku kebebasan bermain dengan teman teman asal tidak melebihi batas.
Selesai mandi dan siap dengan seragam sekolahku, aku turun menuju ruang makan. Sudah ada appa, umma, dan Yoona. Aku langsung melahap sandwich buatan umma.

“ini bekalmu, jangan lupa dibawa” umma menyerahkan tas bekal. Aku menggangguk karna tak bisa bicara, mulutku penuh dengan sandwich.

“yoona, ayo berangkat” ajakku “appa, umma aku berangkat” Yoona mengejarku yang sudah berjalan duluan. Setiap hari aku berangkat bareng adikku naik sepeda. Aku memboncengnya karna kami satu sekolah. Aku duduk dikelas 2 sma disebuah sekolah swasta. Gedung sekolah yang megah kumasuki, setelah memarkir sepeda, aku berpisah dengan adikku, karna kami beda gedung. Sekolah ramai sekali, seperti biasa, sekelompok anak perempuan menyoraki anak laki laki yang main basket. Headphone, langsung kupasangkan ditelingaku. Mengalun pelan lagu Fireflies-nya Owl City , kepalaku mengangguk angguk dengan sendirinya.

Kelasku terletak di lantai 3, perlu perjuangan setiap kali kekelasku. Lorong kelas ramai, sekali. Setelah menaruh tas dibangkuku, aku berjalan keluar kelas menuju atap sekolah. Biasanya pagi pagi masih sepi. Kuhirup udara segar ketika sampai diatas. Mataku membelak ketika menangkap sesosok bayangan sedang berdiri di pingir gedung dan membentangkan kedua tangannya. Aku berlari secepat mungkin,dan menarik orang itu dari belakang. Alhasil, aku jatuh bersamanya.

“bodoooh, kau ingin mati? Kalau mau bunuh diri jangan disekolah, lagi pula ini lantai 5, tak ada gunanya kalau kau melompat dari sini, kalau mau kau melompat dari lantai tiga puluh dua, biar kau puas” omelku masih dengan posisi miring, tiduran, dan memeluk pinggangnya.

“memang siapa yang mau bunuh diri?” Tanya namja itu. Sontak aku melepas pelukanku dan berdiri. Aku mengerutkan dahiku. Namja didepanku berdiri dan membalikan tubuhnya. “makanya jadi orang jangan sok tau” matanyaaa…… ah~ bagai air. Jernih sekali. Bulat, sempurna! Aku bengong. “hei, apa sekarang kau yang mati?”

“ah maaf, terus tadi kau ngapain berdiri disitu selain ingin bunuh diri?” aku berusaha berbicara judes, supaya bisa menyembunyikan perasaan tak karuanku. Tuhan, dia sempurna sekali. Matanya, garis wajahnya, cara bicaranya, semuanya.

“hanya menghirup udara segar” ia tersenyum lalu duduk. Aku ikut ikutan deh (hehe)

“begitukah caramu?? Aneh, sudah lupakan, sepertinya aku tak pernah melihatmu, kau murid baru?”

“iya, baru pagi ini aku pindah, Key imnida, aku kelas 11-C. siapa namamu?” tanyanya ramah. Kalau aku es, sepertinya aku akan meleleh.

“oh, Geunho imnida, kelas 11-A, senang berkenalan denganmu, Key” aku balas senyumannya dengan senyum manis punyaku

“kau adalah teman pertamaku, semoga kita bisa akrab” perkenalan singkatku dengan Key berakhir seiring bunyi bel tanda masuk kelas. Lapangan, kantin, langsung sepi seketika. Sebelum berpisah dengan Key, dia memintaku menemaninya berkeliling sekolah saat istirahat–ini kesempatan bagus. Dengan yakin aku meng-iyakan. Pelajaran dimulai ketika guru datang.

~ ~ ~ ~ ~

Kutepati kata kataku tadi. Aku berjalan berdua dengan Key berkeliling sekolah. Dia tidak tau kalau aku juga murid baru disini. Untungnya waktu hari pertama masuk sekolah ini, aku berkeliling jadi masih hafal xixi

Setelah puas berkeliling, aku makan bareng Key di kantin. Kami mempunyai banyak kesamaan, dari mulai hobi sampai makanan. Sepertinya aku akan benar benar merasa akrab dengannya (atau jatuh cinta?). Key orang yang menyenangkan, mudah diajak berbagi, memberi solusi, dan bisa diajak nge-gila bareng. Baru beberapa jam aku kenal dengannya, aku merasa sudah seperti sahabat. Huh, lagi lagi bel masuk menggangguku, padahal aku masih ingin bercerita tentang adikku, Yoona. Tapi dia bilang, pulang sekolah aku bisa melanjutkannya walau sebentar. Kembali kekelas………

“Geunhoooooo” teriak seseorang. Jonghyun. Namja yang rusuh dikelasku. Tidak! Lebih tepatnya paling rusuh

“mwo? Mau apa kau? Uang? Aku tidak punya uang, aku miskin” jawabku cepat dan memasang headphoneku lagi.

“eits, tunggu dulu” Jonghyun mecegahku memakai headphone “kau jatuh cinta sama si Key ya??” aku memutar kedua bola mataku.

“bukan urusanmu” kuambil headphoneku dari tangannya dan memasang ditelingaku

“aku cemburuuuuu, aku kan suka sama kamu” aku membuang nafas panjang. Beginilah jadinya kalau aku ketemu Jonghyun. Orang yang lebih gila dari adikku. Sejak pertama kali masuk kelas ini, dia bilang dia tergila gila padaku, setiap malam dia memimpikan aku. Lama lama aku bosan dengar semua itu. Memang sih dia ganteng, anak popular, siapa sih yang ga kenal Kim Jonghyun sang kapten basket? Semua cewe menyukainya, kecuali aku.

“gomawo Jonghyun udah menyukaiku, tapi aku tidak suka denganmu” lalu ku besarkan volume headphone-ku agar aku tak bisa mendengar suara si tuyul ini. Akhirnya dia pun pergi. Lagu Don’t Say goodbye-TVXQ sedang diputar di telingaku. Kepalaku mengangguk angguk seperti boneka yang ada di mobil (tapi bukan yang anjing)

~ ~ ~ ~ ~

“itukan adikmu, Geunho?” Tanya Key sambil menunjuk seorang gadis kecil yang membawa sebuah ember (apalagi ini ==’) aku mengangguk. Yoona menghampiriku

“Geunho, lihat, aku menemukan anak kucing kasihan sekali dia, boleh kah kita bawa pulang? Sepertinya dia terluka” Tanya Yoona dengan mata berlinangan air mata. Aku melongok kedalam ember itu, terbaring seekor kucing kecil tak berdaya. Aku iba melihatnya. Key yang ikut ikutan melihat, langsung mengambil ember itu dari tangan Yoona.

“hey, kau pencuri, kembalikan itu punyaku” teriak Yoona. Ia melompat lompat untuk mengambil ember itu tapi sayangnya Key lebih tinggi darinya.

“biar aku bawa kucing ini kedokter, kebetulan didekat rumahku adalah dokter hewan. Yoona, aku akan mengembalikan dia besok. Tenang, dia akan baik baik saja” Key tersenyum kepada Yoona “ah, aku udah dijemput, aku harus pulang, daaah~” Key agak berlari menuju sebuah mobil yang terparkir tepat didepan gerbang sekolah dan mobil hitam itu melaju pergi. Aku dan Yoona pulang karna kalau tidak kita bisa dimarahin umma.

Sepanjang perjalanan pulang, disepeda Yoona bercerita tentang bagaimana dia menemukan anak kucing itu. Selalu seperti itu -__- dengan sekuat tenaga ku kayuh sepedaku. Jangan salah, bocah yang satu ini berat sekali. Walaupun badannya kecil, tapi dia berat (aku ga ngerti kenapa bisa kayak gitu, entah dia berguru sama siapa)
Yoona langsung melompat turun dari sepeda ketika kami sampai. Appa sudah pulang kerja ternyata

“aku pulang” teriakku. Aku segera menuju lantai 2 untuk mandi. Jam menunjukan pukul setengah 5. cukup 15 menit aku mandi. Lalu aku turun untuk makan malam. Malam ini umma masak bulgogi, yum aku makan dengan lahap. Entah karna kelaparan atau emang masakan umma yang enak. Selesai makan aku kembali ke kamarku, untuk ngerjain pr dan belajar. Umma dan appa-ku selalu menyuruhku belajar walau hanya sedikit, yang penting aku bisa mengerti pelajaran itu. Mereka juga ga pernah memaksaku untuk belajar. Benar benar keluarga yang sempurna, apa aku siap untuk kehilangan mereka suatu hari nanti?

“Geunho” panggil seseorang. Aku menoleh kebelakang. Kupikir Yoona, tapi ternyata malah seseorang disana yang sedang melayang layang diudara. Minho . Ia bertingkah seperti biasa, mengambang diudara.

“waeyo?” tanyaku sambil melanjutkan pr ipa-ku

“aku hanya ingin memastikan bagaimana keadaanmu. Oya tadi aku lihat kau kenalan dengan seorang cowo yang namanya Key ya?”

“iya” jawabku cepat “kenapa?”

“hm, kau jatuh cintaaa dengannya” kata Minho dengan nada mengoda

“ah, jangan sok tau”

“itu benar, Geunho. Kau lupa? Aku adalah pangeran cinta pandangan pertama. Aku bisa merasakannya” Minho semakin menggodaku. Wajahku bersemu merah. Apa iya aku telah jatuh cinta dengan Key? Ah aku baru beberapa jam mengenalnya kok “cinta ga mengenal waktuuuu” kata Minho lagi. Percuma aku ngomong didalem hati. Minho pasti bisa tau.

“sudahlah, hm bagaimana keadaan Lovetophya? Aku ingin sekali kesana” aku berbaring di ranjang besarku. Minho masih melayang diatasku, ia menelungkupkan badannya.

“baik baik saja, tak ada yang berubah. Kau tau, orang tuamu sangat merindukanmu, mereka ingin kau bisa kembali ke Lovetophya dan hidup bersama mereka. Maka dari itu, mereka tak berhenti mencari cara untuk melepaskanmu dari kutukan Amandeus” tanpa kusadari, setitik air mataku menetes dan jatuh ke bantal. “hey hey, jangan nangis, aduh gimana ini?” Minho terlihat panik sekali. Ia paling ga bisa ngeliat orang nangis. Aku yang melihat tingkah kebingungannya malah ketawa “kau selalu saja seperti itu, setiap kali melihat aku kebingungan. Emang apa yang lucu sih?” Minho jadi kebingungan sendiri

“ahahahaha~ sudah lupakan! Aku juga kangen mereka, sangat. Hm tapi aku juga harus berjuang! Aku gaboleh jadi anak cengeng!” teriakku sembari menghapus air mataku “ Minho , bagaimana kabar penggemarmu di Lovetophya?”

“valentine kemaren aku dapet dua ribu empat ratus dua puluh delapan coklat-“

“aku sudah tau itu” potongku cepat. Aku terus menatap keatas, bukan menatap Minho , tapi menatap langit langit kamar.

“ada yang datang” pekik Minho . Sedetik kemudian dia menghilang, dan masuklah seekor gadis kecil dengan teleskop ditangannya. Yoona bilang katanya dia mau ngeliat UFO malam ini dari balkon kamarku–kamarnya dia ga ada balkonnya. Selain bereksperimen dengan benda benda bumi, dia juga bereksperimen dengan benda langit. Waktu itu dia memintaku mengantarkannya ke Seoul hanya untuk melihat replika UFO, replika!! Yah akhirnya aku mengantarnya juga.

“Geunho, katanya malam ini akan ada UFO” Yoona sudah berdiri di balkon dan siap dengan teropongnya. Aku berjalan mengahmpirinya dan duduk dibalkon.

“oh begitu ya? Yayaya” aku mengangguk angguk. Malam ini bintang lagi pada keluar menghiasi langit malam yang gelap “Yoona, pernahkah kau mendengar tentang Lovetophya?  Sebuah negeri diatas sana yang berisi dewa dewi cinta?” tanpa sadar kata kata itu terucap dari mulutku.

“aku tau, aku pernah mendengarnya, katanya disana begitu indah” Yoona yang masih kecil sudah banyak tahu ternyata “kau juga tau?”

“ga, aku Cuma mendengarnya dari teman temanku” jawabku asal “hey pr mu sudah selesai?” adikku mengangguk. Lalu aku berbaring dikasurku lagi. Headphone kupasang di telingaku. Mataku terasa berat ketika mendengan lagu Autumn In My Heart versi instrumental, dalam sekejap aku tertidur……


TBC

***

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)

Rainbow – Part 3

Author: Wiga


Sudah satu bulan lamanya mereka tinggal di dorm, Jonghyun, Nada, Yui, Minho,Taemin, Kibum , dan onew..

Mereka disibukan oleh rutinitas harian mereka. Kuliah yang dimulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Mereka kuliah pada jurusan yang berbeda.

Nada mengambil manajemen, yui mengambil sastra, kibum mengambil science, onew mengambil teknik, taemin mengambil desain grafis, jonghyun mengambil seni musik,dan minho mengambil pendidikan olahraga.

Mereka hanya bertemu di pagi hari, malam hari dan weekend,,

Seperti biasa, pagi hari mereka dikejutkan oleh suara alarm taemin yang sangat aneh.. yaitu suara anak bayi nangis sambil ngerap yang disetel dengan volume paling maksimal.

jonghyun, kibum dan nada yang bangun pertama, jonghyun mandi terlebih dulu karena dia mandi yang paling lama,

Setelah itu nada, dan kibum yang mandi berikutnya,,

Selesai nada dan kibum mandi, mereka membuat sarapan untuk mereka bertujuh, biasanya nasi goreng atau bubur.

Setelah sarapan siap barulah kibum beraksi, pertama-tama ia menggedor gedor kamarnya menyuruh onew agar segera bangun, bila dalam 5 menit onew belum bangun juga, kibum masuk kamar dan membuka dengan paksa selimut yang onew kenakan. Onew tidur selalu

menutupi kepalanya,

“YaaHH..!! You  Punk!! Aaaisssssssshhhhhhh….. aku masih sangat mengantuk…” gerutu onew, namun kibum tidak mau tau “ yyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaa…!!!!! Bangun.. bangunnn.. nanti kau terlambattt. Ayo bangun…” kata kibum

Terpaksa onew bangun, dan kibum selalu menyeretnya ke kamar mandi

“ mandi cepaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat..!”

Setelah itu giliran taemin dan minho, mereka pun dibuat sangat jengkel oleh kibum sampai sampai taemin memanggil kibum dengan julukan umma karena kibum terlampau cerewet..

Mereka selalu sarapan bersama dimeja makan, membicarakan tentang hal-hal yang mereka alami di kampus, dan sifat mereka masing-masing pun sudah mulai terlihat,,

Taemin yang childish namun lucu dan menggemaskan,,,

Onew yang kalem, namun terkadang orang orang suka dibuat membeku jika onew sudah mengeluarkan onew sangtae nya,,

Kibum yang sangat cerewet, namun jika dikampus ia berubah menjadi sangat cool and charming..*aneh….

Jonghyun yang sangat cuek namun setia kawan, yang setiap hari selalu beradu mulut dengan kibum..

Minho yang sedikit ketus dan pendiam.. ia hanya baik terhadap taemin, seperti jonghyun ia juga setia kawan,,

Yui yang sedikit manja dan senang  sekali berdandan, ia menghabiskan sepertiga harinya hanya untuk berdandan.

Nada yang sangat sering melamun, suka menyendiri, dan pendiam, namun selalu jadi andalan anak-anak, selain memasak bersama kibum, nada juga yang paling rajin membersihkan rumah.

Semakin hari mereka semakin dekat, makan bersama nonton film bersama, jalan jalan bersama sampai akhirnya timbul benih-benih cinta diantara mereka..

*********************

Siang itu onew pulang kuliah lebih awal karena dosennya tidak masuk, hari sangat panas, untung mobilnya ber AC sehingga panasnya tidak begitu menyengat,

Sampai di dorm nya terlihat tidak ada orang selain onew karena yang lain masih kuliah,,

Onew masuk kerumah dan langsung menyalakan AC, ia membuka bajunya sehingga sekarang hanya memakai celana saja..

Ia menuju lemari es dan mencari sesuatu yang menyegarkan untuk diminum,

Ia menemukan sekaleng susu rasa pisang kepunyaan taemin, ia berpikir mungkin nanti saja ia minta izin ke taemin karena ia sudah sangat haus sekali.

Ia duduk dimeja makan, sambil memikirkan kejadian tadi pagi,

Ketika mereka sedang sarapan, onew duduk disebelah nada, tidak sengaja onew menyentuh tangan nada, entah kenapa nada langsung berdiri dan masuk ke kamar, onew bertanya kepada yui, namun yui hanya mengangkat bahu.

Sempat yui berkata kepada onew, “ aku juga merasa asing dengan nada yang sekarang… entah kenapa dia menjadi sangat tertutup, pendiam dan banyak melamun.. kau tau onew, nada yang dulu ku kenal orang nya ceria seperti kibum, selalu tertawa…”

Lama onew memikirkan nada, dari awal mereka bertemu di kereta, nada sudah sangat misterius baginya, ia hampir tidak pernah bercerita apapun pada teman temannya, semuanya ia simpan sendiri,

Nada juga sangat sering melamun, ia tidak pernah sadar kalau onew sering memperhatikannya, ia menghindar saat kibum mendekatinya..

Tiba-tiba terlintas ide gila dikepalanya,

Diam-diam ia membuka pintu kamar nada dengan kunci duplikat yang digantung di dekat ruang makan.

Ia mulai mencari-cari di rak buku  nada, di meja rias, di kolong tempat tidur, namun tidak ketemu juga, ia terus mencari hampir setiap centi kamar yui dan nada ia lihat dan akhirnya ia menemukannya di bawah bantal tempat nada tidur.

Setelah apa yang dicarinya ketemu ia keluar dari kamar nada, tidak lupa menguncinya dan duduk di sofa.

Buku harian itu warna ungu (*warna ungu adalah warna kesukaan nada..), berenda, dan bercorak bintang-bintang di depannya,,

Dengan perlahan ia buka selembar demi selembar..

….Hari pertama masuk sekolahh,, FIHTING!!…

….Bertemu dengan Changmin Oppa…. ^^…

….Oppa, Aku jatuh Cinta…

….Membuat cokelat valentine.. agak terlalu manis >.<…

….Kencan Pertama dengan changmin Oppa…cihhuuuuyy….

….HHuuuaaaa… Oppa Menyatakan cinta….

….Saranghaeyo Changmin Oppa yeongwonhi jeongmal yeongwonhi….

….PoPo… changmin oppa…  mmmmuuuaaaaahhhhh…

……………………….

………………………..

………………………..

Sampai pertengahan buku harian nada hanya kebahagiaan yang nada tulis, ada sedikit rasa cemburu di hati onew,,

Sampai akhirnya ia membaca 3 halaman terakhir…

Dear diary,

Changmin oppa berjanji akan memberiku seikat bunga mawar, jika aku lulus ujian tahap akhir ini..

Huuuwwwaaaaa… seneeeeeng…. ><

Harus semangat…

Aca aca fighting…

Hihihi….

Saranghaeyo oppa…

(haengbok)

Dear diary,

Pengumuman hasil ujian besoookk…

Ga sabarrrrrrrrrrrrrrrr……

Oppa, doakan aku ya..

mmm….

Tadi sewaktu oppa antar aku pulang dy memelukku errrrrrraaaaaaaaaatttt sekali =) =) =) tapi entah kenapa raut muka nya sediihhhh……. =( =(

Oppa.. dagomal soksagimeun..

I love you everyday………

Dear diary,

Aku ga tau harus bagaimana?? Kenapa oppa pergi secepat ini??

Harus nya aku ga menyuruh nya untuk ketemu di halte bus..

Harusnya aku ga usah sms dy..

Harusnya aku ga ikut ujian itu..

Semua salah ku..

Oppa.. miaan…

Tuhan, kenapa secepat ini oppa pergi??

Kenapa secepat ini kau ambil dia dariku…

Oppaaa…..

Miannn…

Aku ga tau sejauh apa aku bisa bertahan…

aku ga tau..

andai aku bisa memilih, lebih baik saat itu aku yang pergi..

oppa….

Saranghaeyo oppa……

Onew menutup buku harian nada, tampak air mata disudut matanya..

Ia baru tau sekarang betapa nada sangat terpukul atas kematian pacarnya, dan itu baru terjadi  2 minggu yang lalu..

onew akhirnya sadar, mengapa nada menjadi sangat pemurung dan tertutup,

ia terus memikirkan nada sampai akhirnya ia ketiduran

Kibum pulang ke rumah dengan lunglai, hari ini sangat panas, dan ia merasa dehidrasi, ia melihat mobil onew ada di parkiran *kibum: ohh.. onew hyung sudah pulang tampak nya..

Kibum masuk kedalam rumah tanpa bersuara, ia ingin mengagetkan onew, namun dilihatnya onew sedang tertidur disofa, diurungkan niatnya.

Matanya tertuju pada buku berwarna ungu yang tergeletak dipaha onew, karena penasaran kibum mengambil nya dan mulai membacanya selembar demi selembar.

Kibum terdiam lama sekali…

ia merasa malu pada dirinya sendiri, ia merasa terlalu banyak mempermainkan hati seseorang, tidak berkomitmen terhadap suatu hubungan, sering memutuskan pacarnya jika ia bosan, mendua, berselingkuh,,,,sedangkan nada mampunyai pacar dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa ada setitik noda pun dalam hubungan nya, menjaga komitmen, bahkan sampai akhirnya oppanya meninggalpun, rasa sayang nada tidak berubah.. kibum merasa sangat tidak berharga,,

“Yaaaa!!! You Punk!!! Apa yang kamu lakukan…” onew terkejut melihat kibum disampingnya sedang memegang buku harian nada.

Kibum diam saja.. onew langsung mengambil buku itu dan berdiri.

“ kibum!!! Jangan beritahu siapa-siapa tentang ini, anggap saja ini tidak pernah terjadi..” kata onew pelan..

Kibum masih merenung..

******************

Taemin melihat sisa uang di dalam dompetnya, bibirnya cemberut memikirkan bahwa uangnya tidak akan cukup untuk biaya hidup sampai akhir bulan, ia mencari-cari cara untuk mendapatkan uang tambahan  dengan kerja paruh waktu,  walaupun hidup di jeju tidak semahal hidup di seoul, namun tetap saja dengan uang taemin yang ada sekarang tidak bakalan cukup sampai akuhir bulan.

Di jeju ia sulit mendapatkan kerja part time, ia sudah mencoba melamar di beberapa restoran dan toko baju, namun tetap saja ia ditolak.

Saat ia sedang berjalan di pusat pertokoan ia bertemu dengan nada,

“ Yaaa!!! Park Nada!!! Sedang apa kau disini??” sapa taemin

Nada tersenyum, “ aku sedang mencari kerja part time ..”

“ wahh.. kita sama….. ku juga sedang mencari pekerjaan part time nada,, tapi di jeju sulit sekali mendapatkan kerja part time..” kata tae min.

“ mmm kau mau ikut dengan ku?? Temanku menawarkan pekerjaan di toko kue milik pamannya, mereka membutuhkan 2 orang tenaga kerja , namun gaji nya tidak begitu besar, hanya 20.000 won per minggu.. bagaimana??” kata nada menawarkan.

“ yaaa..!!! aku mau.. cool..” kata tae min senang.

Sesampai nya di toko kue “ KARA” taemin dan nada langsung masuk, ia berbicara dengan salah satu pelayan.

“ annyeong, saya park nada mau ketemu dengan tuan kyuhyun, untuk interview berdua dengan teman saya tae min, kami sudah ada janji.” Kata nada

“oh silahkan masuk ke pintu yang tulisan nya _manager_ “ kata pelayan nya ramah.

“kamsa hapnida…” taemin dan nada menjawab berbarengan.

Tae min dan nada masuk bersamaan, mereka terkejut bahwa tuan kyuhyun masih sangat muda, mungkin hanya berbeda 3 atau empat tahun dari mereka.

Setelah kurang lebih 45 menit mereka diwawancara, akhirnya manager kyuhyun bilang bahwa mereka tinggal menunggu di tlp saja, kira-kira 3 hari lagi.

Dalam perjalanan pulang..

“ terima kasih ya nada… nunnaa.. gomawo…”

Nada hanya tersenyum,

Sesampainya di rumah, taemin tidak pernah pergi jauh-jauh dari HP nya, Ia menunggu tlp dari manager kyuhyun.

“ sampai kapan kamu mau menggantungkan hp mu di leher taemin??” kata minho..

Namun taemin hanya tersenyum tidak menjawab minho

Tak lama kemudian tlp taemin berbunyi

“annyeong haseyo..?”

“ndeee…”

“ kurochi???”

“ ndeeee…”

“araiseyo…”

“kamsahapnida, kamsahapnida..”

Tae min menutup HP nya, ia berteriak kepada nada yang sedang mencuci piring..

“Nada…! Kita berhasil..”

Nada tersenyum sambil mengacungkan ibu jari nya kepada taemin.

******************

Entah kenapa dada onew belakangan ini selalu berdebar jika berada di dekat nada.

Jika dahulu debaran yang ia rasakan saat pertama kali bertemu nada hanyalah karena sekedar simpati, namun kini yang onew rasakan 1000 kali lebih kuat,

Ia mulai suka mencari kesempatan untuk berdua dengan nada, entah itu minta tolong untuk membuatkan super (jika weekend biasanya nada tidur agak malam), tentu saja dengan ditemani onew, minta tolong untuk diajarkan cara mencuci baju, minta tolong untuk ditemani belanja bulanan, dan nada biasanya tidak pernah menolak.

Nada masih seperti saat ia pertama kali bertemu, pendiam, dan tertutup, namun sifat pemurungnya sudah banyak berkurang, akhir-akhir ini nada lebih banyak tersenyum.

Pernah suatu kali saat mereka sarapan, jonghyun menceritakan lelucon kepada nada, dan nada tertawa terbahak-bahak, saat melihat nada tertawa, onew tersedak.

Hari ini saat pulang kuliah onew melihat nada berjalan sendirian menuju halte,,

“Nada..!Park Nada!! “ seru onew sambil mengejar nada.

Nada berhenti sebentar dan menengok kebelakang.

“ Yaaa! Nada.. kamu mau pulang??” kata onew sambil menyamakan langkah dengan nada,

“ iyaa oppa.. “ sahut nada pelan.

“ kita pulang bersama ya..” kata onew

“memang oppa tidak membawa mobil??” Tanya nada

“ dipinjam jonghyun, mau mengantarkan yui berbelanja katanya..” terang onew

Nada tersenyum…

Sesampai nya di halte ternyata sudah begitu padat, banyak mahasiswa yang pulang dengan menggunakan bis,

“ kamu mau naik nada?? Sepertinya penuh sekali…” kata onew

“ tunggu yang berikutnya saja yaa oppa..” pinta nada..

“ ok..” kata onew

Akhirnya setelah menunggu cukup lama datang bis yang sama padatnya, mau tak mau nada dan onew naik bis yang sudah cukup penuh ini,

Saat mereka menaiki bus, mereka didorong dari belakang oleh penumpang lain yang memaksakan diri untuk masuk, secara refleks onew merangkul nada agar tidak ikut terdorong, kembali dadanya bergemuruh.

Onew menuntun nada menuju pintu yang tidak terbuka,

“ disini saja nada, tidak bisa masuk lagi, terlalu penuh di dalam..” kata onew

Nada mengangguk, ia bersandar di pintu dan onew berdiri dihadapannya.

Dengan posisi seperti ini onew berusaha melindungi nada dari dorongan penumpang yang berusaha naik, satu tangan nya menahan tubuhnya agar tidak terjatuh, dilihatnya nada sedang memperhatikan dirinya.. saat mata mereka bertemu, kembali dada onew berdebar kencang. Ia sungguh –sungguh berharap bahwa nada tidak dapat mendengar detak jantung nya.

“ kenapa nada..” Tanya onew pelan,

“ gpp oppa.. hanya saja nanti kita turunnya bagaimana, hampir tidak ada ruang buat jalan..” kata nada..

“ mmmm,,, itu juga yang dari tadi aku pikirkan nada…” gumam onew

Nada tersenyum.

Tiba-tiba bis berhenti mendadak, onew kehilangan keseimbangan dan ia terdorong ke arah nada.

Waktu seakan berhenti bagi onew, ia dapat merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir nada, strawberry mint rasa bibir nada, manis dan lembut.. ia berharap waktu berhenti untuk selamanya.

Nada membeku, ia tidak menyangka bibir onew menyentuh bibir nya, dadanya sesak pikirannya kacau..

Nada mengerjapkan matanya, onew cepat-cepat menarik wajahnya dan berdiri tegak..

Wajahn onew merah padam. Dadanya seakan mau meledak, masih terasa rasa strawberry mint di bibirnya..

Sementara itu nada langsung menunduk, mukanya terasa panas..

“mi.. mianhae nada.. aku tidak sengaja..” bisik onew pelan namun nada hanya menunduk.

TBC

*************

Signature

This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)