My Past Future – Part 5

Chapter : 1

Main Cast : Donghae, Yuna, Onew

Support Cast : Gaeul, Jun, Super Junior, SHINee

~ Donghae Pov ~

“Ini… name tag mu terjatuh.” Gadis tersebut langsung mengambil name tag-nya dari tanganku mengucapkan terima kasih dan buru-buru pergi. Benarkah dia orangnya? Tapi kenapa lagi-lagi dia berbeda? Sebenarnya siapa Yuna itu? Apa mungkin yang bernama Yuna itu di sekolah ini ada tiga?

“Ya! Donghae oppa!” suara itu menghentikan langkahku. “Kau mau kemana? Aku di sini! Pasti Chun Li yang memintamu menjemputku? Ya kan? Sedang apa dia sekarang?” seperti biasa, si cerewet Gaeul mulai berceloteh. “Dia sedang berusaha berdekatan dengan murid baru di kelas kami.”

“Adakah? Memangnya boleh masuk setelah lewat satu bulan begini?”

“Entahlah, memang aku tahu? Bukan aku pemiliknya. Ayo pulang.” Sebenarnya Gaeul bisa pulang sendiri dengan bus. Tapi Chun Li terlalu khawatir adiknya di culik orang, jadi setidaknya aku harus mengantar anak ini ke shelter terdekat dari rumahnya. Kami berjalan dalam diam, aku masih memikirkan siapa Yuna. Jika Yuna yang di maksud Chun Li adalah teman Gaeul yang culun itu… aku kurang yakin. Tapi apakah Yuna yang tadi menabrakku juga Yuna yang sama? Yuna yang menabrakku dengan sepedanya.

Sebenarnya aku tidak tahu siapa nama gadis yang menabrakku dengan sepeda, tapi begitu aku melihat anak laki-laki yang bersamanya aku yakin betul bahwa dialah orangnya. Tapi penampilannya sangat berbeda dengan Yuna yang aku lihat bersama Gaeul. Lalu.. Yuna yang tadi…

Arghhh… aku ini sedang bicara apa sih?! Bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang aku pikirkan dari tadi.

“Oppa! Belikan aku es krim! Atau kita makan dulu.” Aku menoleh ke toko yang di tunjuk Gaeul. Sebuah toko yang menjual berbagai macam jenis crepe. Aku menurut, aku membiarkan dia memesan untuknya dan untukku. Aku merasa kacau. Padahal aku belum benar-benar mengenal Yuna, tapi yang ada di pikiranku saat ini hanya nama itu.

“Gaeul-ah. Ada berapa nama Yuna di sekolahmu?” Gaeul mengerutkan alis. “Kenapa tiba-tiba bertanya demikian?”

“Jawab saja, apa susahnya?”

“Baiklah. Setahuku… sejauh ini… kalau tidak salah… menurut datanya… orang bilang…-“

“Ya!” seru-ku kesal. Gaeul terkekeh, “Yaya… maaf. Hemm.. hanya ada satu. Dia satu angkatan denganku dan dia adalah teman baikku. Ia memiliki sahabat bernama Jun, dan sahabat perempuan Jun hanya kami berdua. Dia hanya mau berdekatan dengan kami berdua saja, dia menjauhi gadis lain. Yuna itu.. cantik. Sebenarnya awalnya aku tidak berfikir dia cantik, tapi hari ini saat dia membuka kacamatanya yang selalu menutupi kemilau matanya itu… aku baru tahu bahwa matanya sangat indah. Percaya atau tidak tapi aku benar-benar melihat mata coklat terangnya berkilau. Biasanya dia mengikat rambutnya tapi hari ini tidak. Yaaa… walaupun dia menggunakan masker sehingga menutupi setengah wajahnya aku tetap dapat melihat karismanya.”

Masker? Kacamata? Rambut yang di ikat? Sahabat laki-laki? Benarkah? Dia orangnya? Orang yang baru kutemui 3 kali dengan 3 penampilan berbeda. Diakah?

&&&

~Yuna Pov~

“Yuna-ah! Kau harus tahu berita terbaru dari Chun Li oppa!” aku melepas earphone ku. “Berita apa?” aku mematikan lagu yang terputar. “Sabtu ini kakak-ku berulang tahun, dan dia memutuskan untuk membuat pesta dengan seluruh uang yang telah di tabungnya. Dan kau tahu?” aku mengertukan alis penasaran.

“Donghae oppa akan berada di sana!” mataku terbelalak. “Gureoyo? Kau pasti bercanda!”

“Tidak! Aku sangat serius! Tema pestanya adalah pesta topeng! Dan oppa mengizinkan aku mengajakmu dan Jun datang ke pesta yang akan di adakan di rumahku!”

“Tapi baju apa yang bisa aku pakai, aku tidak punya uang.” Aku mendusta, padahal sebenarnya aku bingung… gaun mana yang terlihat paing sederhana yang ada di lemariku.

“Tenang saja, aku sudah menabung. Kita bertiga akan mencari baju bersama-sama.”

“Waaahhh!!! Terima kasih banyak!” aku memeluk Gaeul.

***

Hwuah!!! Pagi ini terasa begitu segar! Entah kenapa aku sangat bersemangat untuk lari pagi. Seperti biasa, kepala pelayan dan Jun harus sudah bangun karena Jun harus ikut lari pagi denganku. Haa.. tidak adakah waktu bebas untukku?

“Nona, pagi ini kita akan lari pagi kemana?”

“Ya.. kemanapun.” Kami berdua mulai lari pagi bersama, aku mendengarkan lagu melalui ipod begitu juga dengan Jun. Tiba-tiba terlintas di otakku untuk memisahkan diri dari Jun. Aku berhenti di seberang supermarket kecil.

“Jun! Belikan susu untukku, jangan lupa untukmu juga.” Dengan polos Jun menurut, begitu ia memasuki supermarket aku buru-buru berlari pergi. Entah kenapa aku ingin sekali tertawa, aku tidak berhenti berlali hingga tiba-tiba aku menubruk seorang wanita berbungkus hanbok putih, biru, pink, hitam dan bertubuh setinggi kira-kira 170 cm.

“Jweosohamnida.” Dari wajahnya sepertinya ia sekitar umur 21, 22, 23 atau berapapun lah yang penting di atas 19 tahun. Sangat cantik, anggun, matanya begitu dingin namun tatapannya hangat dan dalam. Kami berpandangan selama beberapa detik hingga ia memelukku secara tiba-tiba.

“Hey! Siapa kau? Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba memelukku?” aku berusaha melepaskan diri, tapi ia hanya memelukku sekitar 5 detik. “Ada apa dengamu? Kau ini siapa?” tiba-tiba wanita itu menangis..???

&&&

~Donghae Pov ~

Gadis itu… lagi. Dengan laki-laki yang selalu ada bersamanya. Kini aku yakin bahwa Yuna memiliki sebuah rahasia… saat berangkat ke sekolah, ia adalah seorang Yuna yang dingin, sederhana, ramah, manis dan modis. Tapi ketika ia tiba di sekolah, ia akan berubah menjadi Yuna si culun, miskin, ketinggalan jaman, aneh, biasa saja dan pendiam. Apa maksud dari semua ini? Apa alasan dia melakukan hal tersebut?

Tapi entah kenapa.. kini.. setelah mengetahui dialah orangnya, setiap kali aku melihatnya… tanganku akan selalu bergerak memotretnya dengan DSLR yang selalu kubawa. Apakah dia memiliki magnet? Tapi aku yakin dia memiliki sebuah cerita menarik di balik semua ini.

“Hey! Donghae… apa yang kau pikirkan?”

“Tidak ada. Apa hari ini kau akan mengikuti kelas malam?” aku yakin dia akan bilang tidak, tapi semenjak ada Haeya entah kenapa aku yakin dia akan selalu bilang ‘ikut. Karena ada Haeya.’

“Ikut! Karena ada Haeya yang juga ikut kelas malam. Itu adalah sebuah kesempatan besar bagiku!” aku memukul kepalanya. “Dasar bocah sial!”

Seperti biasa saat istirahat, kami akan bermain basket berasama, pemainnya sih sudah tetap. Mereka yang selalu setia turun ke lapangan dan merekalah orang-orang yang mengalahkan club basket. Maksudku mengalahkan popularitas club basket, hampir semua gadis dengan setia menonton kami dan berteriak-teriak memanggil nama salah satu dari kami.

Dan seperti biasa juga… Sang Yun pasti menjadi gadis yang teriakkannya paling memekik telinga. Sangat memalukan! Pasalnya nama yang ia teriakkan hanya namaku… gossip itu sudah menyebar.. tidak ada yang tidak tahu.

Wow.. wow… lihat siapa yang datang. Tiga serangkai dari Soanhwa Middle School. Jun, Yuna dan Gaeul. Aku yakin suatu saat nanti ketiganya akan di landa dilemma akibat perebutan satu orang laki-laki yang menyukai keduannya. Terlalu drama! Lusa ada pesta Li, apa Yuna akan datang? Aku penasaran bagaimana penampilannya nanti.

Aku mengambil fotonya… dan entah kenapa kian hari, jantungku mulai berdetak agak cepat setiap melihat wajah Yuna. Apakah aku mulai tua dan jantungku mulai melemah? Ckckck… hidup ini memang… (Memang apa?!)

end of flash back ~ ^^

&&&

~Yuna Pov~

Apaaa?? Donghae oppa? Menyukai ku? Ah! Yang benar saja! Ahaha… dia pasti bercanda.

“Aku sungguh-sungguh. Kau menerimaku atau tidak? Apa yang bisa ku lakukan untuk membuatmu percaya padaku?” tiba-tiba Donghae oppa menggenggam tanganku… omo! Tanpa kusadari kebiasaanku setiap terkejut keluar.. memalukan! Aku cekukan di depan Donghae oppa.

“Aku sama sekali tidak main-main. Aku tidak tahu bagaimana bisa kau menarik perhatianku. Tapi semakin hari setiap aku memperhatikanmu… rasa itu semakin kuat. Dan saat tadi kau menjawab pertanyaanku, aku semakin yakin bahwa aku pantas untukmu dan kau pantas untukku. Pada awalnya aku ragu, tapi kesempatan itu hanya datang 1 kali, kalaupun datang dua kali aku mau mendapatkanmu di kesempatan pertama. Ini adalah sebuah kesempatan besar yang dengan susah payah di siapkan oleh Chun Li untuk para pasangan yang semestinya bisa saling bersama tapi malu-malu. Aku mohon beri jawabanmu sekarang.”

Aduh… kenapa aku.. aduh.. jantungku berdetak sangat keras. Apakah Donghae oppa bisa mendengarnya? Memalukan sekali, tapi entah kenapa mataku mulai berkaca-kaca. Terima… atau tidak? Terima atau tidak? Tapi umur kami…. Terima.. atau tidak?

“Esshh… emph… na.. na.. naneun.. enghhh…-“

“Kau hanya perlu menjawab mau atau tidak, terima atau tidak, iya atau tidak?”

Aku menarik nafas dalam-dalam. “Ya.” jawabku malu-malu. “Jeongmalyo?” matanya terlihat begitu berbinar-binar.. hwuaa.. semakin imut !!!

“Tapi aku kira sunbae oppa suka pada Haeya sunbae !!! Hwuaaaaaa…. sunbae oppa jahat!! Menggunakan alasan berlatih, hampir saja aku menangis !!”

“Maaf-maaf… aku hanya ragu saja, aku takut kau akan menolakku jadi aku butuh sesuatu untuk membuatku dan kau yakin. Tapi kini, itu semua sudah terbukti bahwa kaulah orang yang aku maksud, jadi tidak perlu menangis begitu.” Donghae oppa menyodorkan sapu tangannya.

“Ayo masuk, sudah semakin malam… udaranya semakin tidak bagus.” Kami berjalan berdampingan masuk ke dalam. Tiba-tiba sosok laki-laki dan perempuan yang sedang berduaan menyita perhatiaanku. Apa yang sedang mereka lakukan?

&&&

“Jun maaf… aku terpaksa melakukan ini semua. Aku tahu kau sama sekali tidak ingin berkencan denganku tapi jika aku tidak menuruti oppa aku tidak akan medapatkan apa yang aku minta.”

“Emph… tidak apa-apa. Kita bisa berpura-pura di depan kakak-mu dan kembali seperti biasanya. Lagi pula menjadi sepesang kekasih tidak harus bermesra-mesraan seperti yang ada di film kan?”

“Baiklah, terima kasih banyak atas bantuanmu. Apa kau akan mengajukan peraturan-peraturan?”

“Untuk apa? Tentu saja tidak, karena tidak perlu. Ayo masuk.” Jun berjalan lebih dulu dan langkahnya terhenti begitu melihat Yuna sedang bersama seorang laki-laki. “Ada apa? Kenapa berhenti berjalan?” Tanya Gaeul lalu mengikuti arah pandang Jun. “Ya ampun… Yuna? Dia…. Dia berhasil bersama dengan Donghae oppa! Keren! Ini berita besar yang sangat baik!” Gaeul berjalan mendekati keduanya lalu tiba-tiba ia kembali.

“Bagaimana ini, Chun Li oppa sedang berjalan kemari.” Gaeul mengguncangkan lengan Jun. “Ya sudah, ayo kita masuk. Bersikaplah biasa saja.” Gaeul menurut. Keduanya berjalan masuk ke dalam dan benar saja, keduanya berpapasan dengan Chun Li.

“Aha! Ini dia adikku yang tercinta bersama dengan kekasih barumu rupanya.”

“Diam!”

“Tenang saja, aku akan diam di depan appa dan umma. Nikmati malam kalian… jangan lakukan yang di luar batas, aku tidak mau menanggung resikonya!”

“Apa-apaan sih… kami berdua tidak akan melakukan apapun! Memangnya pikiran kami sama sepertimu?! Aku yakin kau akan melakukan yang macam-macam jika telah berkencan dengan Haeya!”

“Oh.. no! Of course no. Haeya adalah gadis baik-baik dan aku adalah laki-laki yang menjaga kehormatan perempuan.” Gaeul memukul wajah kakaknya dengan tas tangan yang ia bawa. “Ya! Tidak sopan sekali kau padaku!”

“Dasar pembual! Menghargai bagaimana? Jelas-jelas kau waktu itu…-“ tiba-tiba Chun Li membekap mulut Gaeul. “Silahkan nikmati pestanya, Jun… jaga adikku baik-baik yah. Aku sangat menyayanginya.. melebihi siapapun.” Chun Li berusaha menyembunyikan sesuatu dari Jun lalu ia melepaskan Gaeul dan menepuk-nepuk pelan pipi Gaeul. “Kau ini kenapa sih? Jangan pegang pipiku!”

“Sudah sana.. kalian berdua bisa pergi!” keduanya menurut. “Hey tunggu! Apa kalian lihat Donghae?” Gaeul menunjuk ketempat di mana tadi keduanya melihat Yuna. Chun Li menyusuri jalan mencari di mana keduanya berada hingga ia berpapasan dengan seorang gadis. Gaunnya sederhana, tata-an rambutnya juga sederhana, tidak berdandan dan semuanya terlihat begitu natural. Tapi topengnya menarik perhatiaan.

“Hai… saengil cukae.” Gadis itu memberi selamat lalu tersenyum. “Kamsahamnida.” Chun Li membalas senyuman hangat itu. “Tumben kau sendirian, apakah Donghae tidak datang?”

“Tidak… eh maksudku, aku tidak sendiri… aku hanya sedang mencari Donghae, dia datang kok. Apa kau sedang sendirian?”

“Sepertinya aku memang selalu sendirian.” Gadis tersebut tersenyum masam. “Jangan berkata begitu, hanya mungkin kau belum menemukan teman yang baik untukmu. Tapi aku yakin di antara kerumunan manusia di tempat ini ada salah satu dari mereka yang cocok denganmu.”

“Terima kasih, itu sedikit menghiburku.”

“Apa kau mau meminum sesuatu? Di bar ada milkshake… eum.. kami tidak menyediakan minuman sekelas wine, atau anggur. Minuman yang ada di bar aman semua, kau bisa tenang. Jika kau mau ice coffee late di bar juga ada.”

“Baiklah, aku pikir aku ingin milkshake.” Chun Li tersenyum sumringah lalu keduanya berjalan bersama. “Apakah acara ini sengaja di buat?”

“Maksudmu?” keduanya berpandangan sejenak. “Ahh! Itu… ya. Aku melakukan vote tentang acara apa yang paling asik di adakan di pesta ulang tahun atau prom. Dan banyak yang ingin agar acaranya bisa mendukung mereka yang ingin menyatakan cinta. Jadi, beginilah jadinya. Apa kau tidak suka?”

“Tidak… aku biasa saja, hanya saja cukup unik. Banyak pasangan baru karena acara ini, mereka pasti sangat berterima kasih padamu. Apa kau sendiri sudah mendapatkan pasanganmu?” pelayan datang membawakan 2 gelas milkshake vanilla.

“Belum. Aku berharap gadis yang aku inginkan tidak mendapatkan pasangan di sini.”

“Jadi maksudmu kau ingin menyatakan perasaan padanya? Hari ini? Di sini?”

“Yup.. betul sekali. Hal ini yang membuatku berfikir ribuan kali tentang di buatnya acara ini. Aku takut dia mendapatkan laki-laki yang ia suka. Tapi itu sudah resiko… dan tapi sejak tadi aku tidak melihatnya di manapun. Jangan-jangan dia tidak datang.” Raut wajah Chun Li berubah kecewa. “Tenang lah, aku akan membantumu mencarinya. Memang siapa gadis itu? Tenang… kau bisa mempercayai-ku 100%.”

“Engh…. Haeya. Murid baru di angkatan kita, aku sangat tertarik padanya.”

“Benar-benar tertarik? Apa yang membuatmu menyukainya?”

“Entahlah… mungkin aku merasa dia berbeda dari gadis lain. Ya ampun.. jawabanku sangat umum. Hampir setiap drama mengucapkan ini. Tapi.. memang itu kenyataan yang kurasakan. Aku tipikal laki-laki yang percaya dengan cinta pada pandangan pertama, jika aku tertarik padanya saat pertama kali bertemu berarti dia gadis yang sangat hebat.”

“Apa kau benar-benar akan menyatakan perasaanmu padanya saat bertemu dengannya?”

“Itu yang aku rencanakan.. tapi, aku hanya takut gugup di depannya. Itu akan membuatku sangat malu.”

“Kenapa kau tidak berlatih? Aku akan membantumu.”

“Benarkah? Terima kasih…”

“Kalau begitu aku harus melepas topengku.. agar kau bisa lebih menghayati.” Gadis tersebut melepas topengnya dengan perlahan. “Kau!”

Will Be Continued

***

P.S : SMEW besok yah ^^ … maaf mundur.. ada sedikit masalah ^^

-Ashyta-

Signature

This post written by Lana & Karlie, and claim by her signature

Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

LOVE’S WAY – TALK TO YOU [2.2]

TALK TO YOU

[2.2]

Author : Novi

”Ya! Kau, kenapa kau dekat-dekat dengan Keya-ku?”seru Yu Ri dengan setengah berteriak menghentikan langkahku.

Dia mengejarku dan menarik tanganku. Aku masih diam saat ini, dia sungguh aneh siapa yang dekat-dekat dengan pacarnya. Sabar, aku harus sabar.

”Aku tidak pernah dekat-dekat dengan pacarmu itu..”jawabku santai.

Dia melotot melihatku menjawab pertanyaannya dengan begitu santai. Aku melihat tiga pasang mata mengamati kami dari balik pintu.

”Kau pikir Key benar-benar menyukaimu? Dia hanya menjadikanmu mainannya…jadi jangan dekati dia lagi!”teriaknya.

Apa!dia pikir aku cewek murahan apa!kesabaranku sudah habis sekarang, berani-beraninya dia berkata begitu.

”Ya!jaga bicaramu! Dasar cewek tidak tahu sopan santun!”teriakku.

PLAKK!

Sebuah tamparan mendarat di pipiku. Berani-beraninya dia menamparku. Aku benar-benar sudah kesal dengan dia. Aku sudah bersiap-siap menamparnya kembali namun sebuah tangan mencegahnya dan itu Key. Dia menarikku pergi dengan kasar. Aduh, dia tidak tahu apa kakiku masih sakit, dia menarikku dengan kasar membuatku berjalan dengan terseret-seret dan itu menyebabkan kakiku yang luka terasa sakit

Donghae POV

”Kalian sedang apa?” tanyaku begitu melihat Heechul, Eunhyuk dan Jonghyun mengintip lewat pintu.

Aku mencoba melihat ke dalam dan aku melihat Hye Jin sedang bertengkar dengan Yu Ri. Dasar mereka tukang intip. Orang sedang bertengkar bukannya dipisahkan malah hanya di tonton. Aku hendak masuk memisahkan mereka namun seseorang lebih dulu masuk. Itu Key. Kulihat dia menarik Hye Jin keluar. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apa yang terjadi pada Hye Jin?aku sedikit khawatir dengan Hye Jin.

”Ya ampun..Key…key…bisa-bisanya dia seperti itu..selalu saja…”gumam Heechul.

”Ne..hyung…”seru Jonghyun dan kulihat Eunhyuk ikut menganggukan kepala.

Mereka memang tukang gosip. Kupukul kepala mereka bertiga.

”Ya!kalian bergosip saja kerjanya!”seruku pada mereka.

”Aisshh! Donghae!”seru Eunhyuk.

Apa aku harus menyusulnya ya?atau tidak? Tapi aku khawatir dengan Hye Jin. Ah sebaiknya aku melihat mereka.

Aku pun bergegas mengejar mereka.

”Awas jangan bergosip lagi kalian!”kataku memperingatkan pada mereka bertiga lalu berlalu mengejar Hye Jin dan Key.

Hye Jin POV

Sampai kapan dia akan menarikku terus, sakit tau!

”Ya! Lepaskan aku!”teriakku pada Key.

Dia berhenti di taman sekolah dan menududukanku di tempat duduk yang ada di bawah pohon.

”Ya!kenapa kau membawaku kesini, urusanku belum selesai dengan dia!”teriakku lagi pada Key.

Apa-apaan sih dia membawaku kesini, aku belum membuat perhitungan dengan cewek itu.

”Kalau aku tidak membawamu, kalian akan bertengkar dan kau mau cari masalah lagi…”jawabnya kemudian duduk disampingku.

”Mian…aku minta maaf atas sikapnya yang seperti itu…”lanjut Key.

Aku terdiam. Memang betul, kalau aku tidak ditarik Key pasti kami sudah berkelahi dan aku akan mencari masalah lagi di sekolah ini. Aku berdehem beberapa kali.

”Gumawo…” kataku.

”Sudahlah…jangan ditanggapi perkataannya….”Key bediri dari tempat duduknya.

”Kakimu masih sakit?”sambungnya.

”Ah..anio…”jawabku berbohong padahal sekarang sedang sakit-sakitnya.

”Kalau tidak sakit kenapa jalanmu jadi aneh?”tanyanya.

”Ah tidak aku jalan biasa saja…lihat nih…”aku berjalan-jalan menunjukan bahwa kakiku tidak sakit padahal jujur saat ini sakit sekali.

”Ya sudah…hati-hati jangan jatuh lagi…aku duluan…”serunya.

Kemudian dia pergi dan menghilang, saat itu aku langsung duduk dan memegang kakiku. Aduh sakitnya, aku meringis sedikit sampai sesorang datang dan memberikan tasku ternyata itu Donghae Oppa.

”Ini tas mu…ada masalah?”tanya Donghae Oppa.

”Anni…”jawabku sambil tersenyum, meyakinkannya bahwa tidak ada masalah.

”Biasalah…cewek…hanya salah kata-kata saja…”lanjutku untuk meyakinkan Oppa bahwa memang tidak ada masalah tapi ternyata Oppa masih belum percaya. Maka aku pun tersenyum memastikan bahwa aku baik-baik saja. Aku segera mengambil tas tadi.

”Annyeong…”aku tersenyum padanya dan segera berlalu.

Aku berjalan menuju gerbang dan tiba-tiba aku merasakan HP-ku bergetar dan ada sms masuk dari Hyo Jin.

Mianhe Hye Jin kau pulang sendiri lagi, aku ada latihan sampai sore.

Yah, sendiri lagi deh! Aku berjalan menuju gerbang dengan sangat hati-hati karena kakiku masih terasa sakit.

”Mau pulang?”tanya seseorang di depan gerbang dan ternyata itu Key.

Hah!dia lagi!

”Ya!kenapa kau ada disini lagi?”tanyaku padanya.

”Memang kenapa…aku ada latihan basket tau…mau pulang?”tanyanya lagi.

”Ya iyalah…masa aku mau nginep disini!”jawabku asal. Sambil berjalan melewatinya.

Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggilku dari jauh.

”Hye Jin-ah..”

Itu Taemin. Aku tersenyum melihatnya dan Key melihatku dengan pandangan aneh. Dia menghampiri kami dan menyapa Key.

”Hyung..”dia tersenyum pada Key dan Key tersenyum padanya kembali.

“Kau mau pulang? Hyo Jin pulang sore kan? Ayo aku antar…”Taemin langsung menarik tanganku dan aku pun hanya bisa mengikutinya.

”Annyeong Key…”seruku pada Key.

“Hati-hati kakimu masih sakit..”seru Key sambil tersenyum tipis. Kenapa dia?

Kulihat Taemin melihat ke arah Key dengan pandangan aneh, pandangan yang sama saat Key melihat Taemin. Kenapa mereka?

Taemin mengantarku sampai rumah.

”Gumawo..”aku berterima kasih padanya karena telah mengantarku.

Dia tersenyum lalu melihat kakiku.

”Kakimu kenapa?”tanyanya begitu melihat plester di lutuku.

”Annio…Cuma jatuh saja…”

”Oh…”

Dia menatapku sekilas dan tersenyum.

”Lain kali hati-hati..”pesannya.

”Ne..”jawabku.

Akhirnya selesai juga PR-ku untung tadi sempat bertanya pada Donghae Oppa, jadi aku sudah mengerti bab ini. Aku sedang memasukan bukuku ke tas begitu Hyo Jin masuk ke kamar setelah mandi. Dia baru pulang sekolah. Ya ampun!resiko bersuara bagus. Dia duduk di atas kasur dan merabahkan badannya. Sepertinya dia lelah sekali. Sebelum tidur lebih baik minum susu dulu sekalian kubuatkan untuk Hyo Jin sepertinya dia sangat lelah. Aku keluar kamar menuju dapur dan membuat 2 gelas susu untukku dan Hyo Jin. Saat aku sampai di kamar kutaruh susu itu di atas meja dan melihat Hyo Jin masih terbaring di atas tempat tidur. Mungkin dia sudah tidur, pikirku.

”Tumben baik sekali…”serunya seraya bangun dari tempat tidur dan langsung mengambil susu yang ada di atas meja.

Dia membuatku kaget sehingga aku sedikit tersedak, aku kira dia sudah tidur.

”Aissh!kau mengagetkanku saja!”kataku pada Hyo Jin dan dia Cuma tersenyum dan langsung menghabiskan susunya dalam sekali teguk.

”Senangnya yang diantar Taemin lagi…”

Sudah dimulai, ledekannya dimulai lagi. Kenapa tidak bisa sehari saja untuk tidak meledekku. Dia yang menyuruh Taemin mengantarku pulang dia juga yang meledekku, maunya apa sih Hyo Jin ini?. Aku mendesah dan bergegas naik ke tempat tidur malas menanggapi ledekannya, terkadang aku ingin sekali membalasnya tapi dengan siapa, Jin Ki Oppa, ah memangnya Hyo Jin suka sama dia? Kurasa dia tidak suka laki-laki. Habisnya sekarang aku jarang melihat Hyo Jin bersama Jin Ki Oppa. Siapa orang yang dia suka sekarang?biar aku bisa membalas ledekannya.

”Jangan pura-pura tidur..kau pasti masih bangun…”serunya.

Aku membuka selimutku.

”Hyo Jin…suka sekali sih kau meledekku…lagipula kau yang menyuruh Taemin mengantarku kan?kenapa kau harus meledekku juga?”tanyaku padanya.

”Aku tidak menyuruhnya mengantarmu…lagipula hukumanmu kan sudah berakhir…”jawab Hyo Jin.

Apa? jadi tadi Taemin mengantarku bukan karena disuruh Hyo Jin tapi dia mengantarku karena memang ingin mengantarku. Aku jadi tersenyum sendiri. Sadar Hye Jin, mungkin saja dia hanya kasihan padamu! Tapi tetap saja dia mengantarku. Aigoo!aku memang sudah gila!aku jadi teringat saat dia berpesan untuk hati-hati sambil tersenyum, senyum yang aku suka.aigoo!

Hyo Jin tertawa.

”Pasti kau senang sekali karena dia mengantarmu bukan karena disuruh olehku…”serunya.

Aku pura-pura tidak mendengar dan menutup wajahku dengan selimut. Aku merasakan Hyo Jin melemparkan bantalnya ke atas dan mengenaiku.

”Ah…kau pasti sedang tersenyum-senyum sendiri di balik selimut itu…”serunya kemudian tertawa.

Aku bangkit dan melemparnya balik.

”Apa-apaan sih Hyo Jin…aku mau tidur…”seruku.

Aku berusaha memejamkan mataku namun Hyo Jin masih saja mengangguku.

”Taemin-ah aku menyukaimu…”seru Hyo Jin meledekku lalu tertawa.

Aku berusaha menutupi kupingku agar tidak mendengar ledekannya aku putuskan menggunakan headphone ipod-ku yang kutaruh di atas tempat tidur dan mulai memutar lagu kesukaanku sambil berusaha memejamkan mataku. Aku benar-benar senang hari ini.

Hufft hampir saja aku telat. Tadi pagi Hyo Jin pergi ke sekolah lebih awal dan karena itu aku jadi bangun kesiangan. Untunglah aku masuk tepat sebelum bel berbunyi. Aku menarik nafas lega karena akhirnya aku sampai di kelas walaupun dengan berlari-lari dan itu membuat kakiku sedikit sakit lagi Key melihatku masuk ke kelas dan tersenyum mengejek, Huh! Dasar selalu saja! Aku segera duduk di kursiku dan tak lama kemudian Han sessongnim masuk dan pelajaran bahasa Koreapun di mulai. Habis ini pelajaran olahraga. Ya ampun rasanya malas sekali.

Selesai pelajaran pertama aku bergegas berganti pakaian olahraga dan menuju lapangan. Aigoo, kenapa harus lari sih!aku berjalan dengan malas menuju lapangan.

”Hye Jin-ah…kau kenapa sih?”tanya Rae Na yang berjalan disampingku.

”Andwe..hanya malas saja harus lari…”jawabku.

Aku berjalan dengan sangat malas sedangkan Rae Na disampingku terus bercerita mengenai Minho, kurasa dia sangat menyukai Minho. Aku tidak menyangka ternyata Rae Na satu SMP dengan Minho. Ya ampun cinta yang terpendam. Saat kami melewati kelas Minho, Rae Na menyuruhku melihatnya. Aisshh! Untuk apa melihat Minho begitu aku melihat ke kelas itu aku melihat wajah orang itu, Taemin. Oh ya dia kan sekelas dengan Minho. Aku tersenyum melihatnya karena aku teringat kejadiaan kemarin. Ah aku jadi semangat!

”Kau kenapa lagi?”tanya Rae Na begitu melihat wajahku yang tadi kusut sudah tersenyum kembali.

”Andwe..”Jawabku dan mendahuluinya berjalan, dia pun mengejarku.

Sampai di lapangan kami harus keliling lapangan sebanyak 5 kali. Aigoo! Matilah aku. Satu lap sudah terlewati dan aku masih baik-baik saja.

”Lamas sekali kau!” ejek Key begitu dia berlari disampingku.

”Ya!bukan urusanmu!”balasku, dia pun berlari mendahuluiku.

Dasar Key!kenapa dia senang sekali mengejekku?. Tiga lap sudah terlewati dan aku mulai terengah-engah, ya ampun 5 itu banyak sekali ternyata. Aku masih terus berlari kini lebih pelan karena aku sudah lelah. Sedikit lagi empat, pikirku. Berusahalah. Aku sudah melihat garis finish untuk menyelesaikan lap ke empat sampai aku tersandung batu dan terjatuh ke tanah.

BRUKK

Aduh, kakiku sakit lagi! Aku berusaha berdiri tapi kakiku sakit sekali dan berdarah, aku tidak kuat melihatnya. Aku memaksakan diriku untuk berdiri tapi saat aku melihat darah di kakiku aku mau terjatuh lagi, untunglah sebuah tangan menahanku untuk jatuh dan itu Key. Ternyata anak-anak sudah banyak mengerubungiku dan bertanya mengenai keadaanku. Rae Na kemudian berjalan melewati kerumunan.

”Kau tidak apa-apa Hye Jin?”tanyanya begitu sampai di hadapanku dan melihat tanganku masih dipegang oleh Key.

”Ne..aku tidak apa-apa…”jawabku sambil berusaha berdiri dan melepaskan peganganku dari Key. Aku berusaha berjalan namun aku malah terjatuh lagi namun kembali Key menangkapku dan langsung menggendongku. Apa-apaan dia. Dia langsung membawaku pergi dari lapangan.

Ya ampun aku malu sekali!semua orang melihatku. Dasar Key!

”Turunkan aku!cepat!”teriakku pada Key yang hanya diam saja.

”Mau turun?”dia bersiap menurunkanku lebih tepatnya menjatuhkanku.

Dasar Key!lihat saja kau!

”Kau mau menambah parah lukaku!”teriakku lagi sebelum dia benar-benar menjatuhkanku.

Dia terus saja berjalan.

Taemin POV

”Aku ambil di loker dulu hyung..”kataku pada Minho Hyung.

Aku berjalan menuju lokerku dan mengambil buku yang tadi ingin di pinjam Minho Hyung. Saat kau menutup kembali pintu lokerku. Aku seperti melihat Hye Jin dan Key Hyung, tapi kenapa Hye Jin digendong Key Hyung?apa yang terjadi padanya. Aku mengamati mereka dari jauh. Kenapa perasaanku jadi seperti ini?kenapa aku merasa sedih melihat mereka berdua? Sama seperti kemarin saat aku mendengar Key Hyung begitu perhatiaan pada Hye Jin. Aisshh! Kenapa aku ini! Aku berbalik menuju kelasku namun ternyata Minho Hyung sudah ada disampingku.

”Mana?”tanyanya.

Maka aku pun menyodorkan buku itu padanya dan kami berjalan bersama menuju kelas. Pikiranku masih memikirkan yang tadi kulihat. Kenapa aku merasa kecewa dan tidak suka. Perasaan apa ini?

”Hyung…”panggilku pada Minho Hyung.

”Ye…”jawabnya.

”Aku mau tanya…kalau kau melihat seseorang yang dekat denganmu, seorang gadis bersama dengan  orang lain dan kau merasaka perasaan aneh…apa itu?”

Minho Hyung terkejut mendengar aku bertanya seperti itu dan kemudian dia malah tertawa, tertawa sangat lepas. Belum pernah aku melihat dia tertawa seperti itu.

”Kau sedang cemburu pada siapa?”tanyanya sambil mengacak-acak rambutku.

”Ah hyung…kau tidak menjawab pertanyaanku…”seruku sedikit kesal padanya bukannya di jawab malah balik bertanya.

Dia tertawa lagi. Ah  bertanya pada dia hanya membuang waktu.

”Annio…itu jawabannya…kau sedang cemburu…”dia tertawa lagi kali ini tawa mengejek.

”Kau sedang jatuh cinta ya? Taemin-ah…”lajutnya.

”Siapa yang sedang jatuh cinta..”jawabku.

”Itu buktinya….memangnya kau belum pernah jatuh cinta…”tanyanya lagi.

Aku menggeleng dan Minho Hyung tertawa lagi. Apa salahnya kalau aku belum pernah jatuh cinta? Bagaimana aku bisa jatuh cinta pada seorang gadis jika aku terus tinggal berpindah-pindah. Terkadang aku hanya 3 bulan di satu sekolah kemudian pindah lagi. Baru kali ini aku menetap lama disekolah ini. Punya teman saja sudah beruntung dengan hanya dalam waktu 3 bulan, bagaimana bisa menyukai seseorang kalau kau hanya sebentar di suatu tempat dan berpindah –pindah.

”Taemin-ah kau sudah dewasa…”dia tertawa lagi sambil mengacak-acak rambutku dan berlalu pergi.

Dasar Hyung! Jadi maksudnya aku cemburu melihat Hyen Jin bersama Key Hyung. Apa aku jatuh cinta padanya?aku mengeleng-gelengkan kepalaku. Tidak…tidak…tidak…aku tidak jatuh cinta padanya.

Hye Jin POV

”Auwww!”teraikku begitu Key mengoleskan alkohol ke lukaku.

Aku mereingis menahan sakit. Kini lukanya tambah lebar dan lebih banyak darah. Sakit sekali. Key terus saja mengoleskan alkohol, sakit sekali tau! Tidak pelan-pelan lagi.

”Sakit!” teriakku begitu Key kembali mengoleskan alkohol, tanpa sadar air mataku ikut turun.

Ya ampun!aku buru-buru menghapusnya, pasti kalau Key lihat dia akan mengejekku habis-habisan.

”Kenapa menangis?dasar cengeng!”katanya begitu selesai mengoleskan alkohol dan sekarang sedang mengambil perban.

Benar saja dia pasti akan mengejekku.

”Sakit tau!kau tidak merasakannya sih!”seruku padanya dan air mataku kembali mengalir.

Payah kalau sudah menangis pasti akan lama berhentinya, aku kembali menyeka air mataku. Dia berdiri menghampiriku dan menunduk lalu memperban lukaku.

”Jangan nangis…kau seperti anak kecil saja…nanti ku belikan es krim…”ejeknya begitu melihatku masih menangis.

”Memangnya aku anak kecil di kasih es krim…tangisanku berhenti…dasar kau!”sahutku

Dan kini dia tertawa sambil terus memperban kakiku.

”Apa mau balon?”serunya lagi terus mengejekku dan aku hanya memanyunkan bibirku menanggapi perkataannya.

”Selesai!”katanya lagi.

”Payah sekali kau segitu saja menangis!mana cewek kasar itu…”lanjutnya sambil mengacak-acak rambutku.

Aku berusaha berdiri dan berjalan mengejarnya yang sudah lebih dahulu keluar dari ruang UKS, tapi ternyata dia sudah menghilang. Dasar Key!akan kubalas kau nanti. Aku berjalan perlahan menuju kelasku di jalan aku bertemu Rae Na dengan wajahnya yang sangat khawatir.

”Kau tidak apa-apa kan?”tanya Rae Na sambil membantuku berjalan.

Tiba-tiba Yu Ri melintas dan sengaja menyenggol Rae Na.

”Ya!kalau jalan lihat-lihat!”teriaknya, lalu berlalu dengan memandang sinis ke arahku dan kubalas dengan pandangan tidak kalah sinis. Dia pikir aku takut dengannya.

Sampai di kelas Rae Na membantuku duduk di kursiku. Aku menatap kesekeliling mencari Key tapi ternyata tidak ada, kukira dia kembali ke kelas.

Bel pulang berbunyi, aku memasukan bukuku ke dalam tas dan beranjak pergi.

”Kau tidak apa-apa?”tanya Rae Na lagi meyakinkan.

”Ne…aku tidak apa-apa Rae Na…tenang saja…”jawabku dengan seyuman.

”Kau pulang dengan siapa?”tanya Rae Na lagi.

”Hyo Jin….aku duluan ya…takut Hyo Jin sudah menunggu…annyeong…”jawabku terburu-buru.

Takut Hyo Jin sudah menunggu di depan gerbang, ternyata Hyo Jin belum ada segera ku sms dia. Kutunggu lama tidak di balas juga, kemana dia?mau pulang tidak sih.

Kudengar dua orang memanggilku dari jauh ternyata itu Key dan Taemin.

”Hye Jin…”

”Hye Jin-ah…”

Mereka berdua menghampiriku dan keduanya saling bertatapan aneh. Kenapa mereka?pikirku. Kenapa suasanya jadi kaku begini?ada apa dengan mereka berdua. Kenapa mereka saling lihat-lihatan seperi itu. Untunglah tak lama kemudian Hyo Jin datang.

”Hyo Jin…”teriakku pada Hyo Jin.

”Mianhe…Hye Jin..”serunya begitu sampai di depanku sambil terengah-engah kurasa dia habis berlari sampai kesini.

”Annyeong Taemin..annyeong Key…”seruku.

Aku melambai pada mereka dan Hyo Jin meantapku dengan pandangan bingung melihat sikap mereka. Aku pun terlihat bingung juga tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Kenapa ya?


TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^