LOVE’S WAY – TALK TO YOU [2.2]

TALK TO YOU

[2.2]

Author : Novi

”Ya! Kau, kenapa kau dekat-dekat dengan Keya-ku?”seru Yu Ri dengan setengah berteriak menghentikan langkahku.

Dia mengejarku dan menarik tanganku. Aku masih diam saat ini, dia sungguh aneh siapa yang dekat-dekat dengan pacarnya. Sabar, aku harus sabar.

”Aku tidak pernah dekat-dekat dengan pacarmu itu..”jawabku santai.

Dia melotot melihatku menjawab pertanyaannya dengan begitu santai. Aku melihat tiga pasang mata mengamati kami dari balik pintu.

”Kau pikir Key benar-benar menyukaimu? Dia hanya menjadikanmu mainannya…jadi jangan dekati dia lagi!”teriaknya.

Apa!dia pikir aku cewek murahan apa!kesabaranku sudah habis sekarang, berani-beraninya dia berkata begitu.

”Ya!jaga bicaramu! Dasar cewek tidak tahu sopan santun!”teriakku.

PLAKK!

Sebuah tamparan mendarat di pipiku. Berani-beraninya dia menamparku. Aku benar-benar sudah kesal dengan dia. Aku sudah bersiap-siap menamparnya kembali namun sebuah tangan mencegahnya dan itu Key. Dia menarikku pergi dengan kasar. Aduh, dia tidak tahu apa kakiku masih sakit, dia menarikku dengan kasar membuatku berjalan dengan terseret-seret dan itu menyebabkan kakiku yang luka terasa sakit

Donghae POV

”Kalian sedang apa?” tanyaku begitu melihat Heechul, Eunhyuk dan Jonghyun mengintip lewat pintu.

Aku mencoba melihat ke dalam dan aku melihat Hye Jin sedang bertengkar dengan Yu Ri. Dasar mereka tukang intip. Orang sedang bertengkar bukannya dipisahkan malah hanya di tonton. Aku hendak masuk memisahkan mereka namun seseorang lebih dulu masuk. Itu Key. Kulihat dia menarik Hye Jin keluar. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apa yang terjadi pada Hye Jin?aku sedikit khawatir dengan Hye Jin.

”Ya ampun..Key…key…bisa-bisanya dia seperti itu..selalu saja…”gumam Heechul.

”Ne..hyung…”seru Jonghyun dan kulihat Eunhyuk ikut menganggukan kepala.

Mereka memang tukang gosip. Kupukul kepala mereka bertiga.

”Ya!kalian bergosip saja kerjanya!”seruku pada mereka.

”Aisshh! Donghae!”seru Eunhyuk.

Apa aku harus menyusulnya ya?atau tidak? Tapi aku khawatir dengan Hye Jin. Ah sebaiknya aku melihat mereka.

Aku pun bergegas mengejar mereka.

”Awas jangan bergosip lagi kalian!”kataku memperingatkan pada mereka bertiga lalu berlalu mengejar Hye Jin dan Key.

Hye Jin POV

Sampai kapan dia akan menarikku terus, sakit tau!

”Ya! Lepaskan aku!”teriakku pada Key.

Dia berhenti di taman sekolah dan menududukanku di tempat duduk yang ada di bawah pohon.

”Ya!kenapa kau membawaku kesini, urusanku belum selesai dengan dia!”teriakku lagi pada Key.

Apa-apaan sih dia membawaku kesini, aku belum membuat perhitungan dengan cewek itu.

”Kalau aku tidak membawamu, kalian akan bertengkar dan kau mau cari masalah lagi…”jawabnya kemudian duduk disampingku.

”Mian…aku minta maaf atas sikapnya yang seperti itu…”lanjut Key.

Aku terdiam. Memang betul, kalau aku tidak ditarik Key pasti kami sudah berkelahi dan aku akan mencari masalah lagi di sekolah ini. Aku berdehem beberapa kali.

”Gumawo…” kataku.

”Sudahlah…jangan ditanggapi perkataannya….”Key bediri dari tempat duduknya.

”Kakimu masih sakit?”sambungnya.

”Ah..anio…”jawabku berbohong padahal sekarang sedang sakit-sakitnya.

”Kalau tidak sakit kenapa jalanmu jadi aneh?”tanyanya.

”Ah tidak aku jalan biasa saja…lihat nih…”aku berjalan-jalan menunjukan bahwa kakiku tidak sakit padahal jujur saat ini sakit sekali.

”Ya sudah…hati-hati jangan jatuh lagi…aku duluan…”serunya.

Kemudian dia pergi dan menghilang, saat itu aku langsung duduk dan memegang kakiku. Aduh sakitnya, aku meringis sedikit sampai sesorang datang dan memberikan tasku ternyata itu Donghae Oppa.

”Ini tas mu…ada masalah?”tanya Donghae Oppa.

”Anni…”jawabku sambil tersenyum, meyakinkannya bahwa tidak ada masalah.

”Biasalah…cewek…hanya salah kata-kata saja…”lanjutku untuk meyakinkan Oppa bahwa memang tidak ada masalah tapi ternyata Oppa masih belum percaya. Maka aku pun tersenyum memastikan bahwa aku baik-baik saja. Aku segera mengambil tas tadi.

”Annyeong…”aku tersenyum padanya dan segera berlalu.

Aku berjalan menuju gerbang dan tiba-tiba aku merasakan HP-ku bergetar dan ada sms masuk dari Hyo Jin.

Mianhe Hye Jin kau pulang sendiri lagi, aku ada latihan sampai sore.

Yah, sendiri lagi deh! Aku berjalan menuju gerbang dengan sangat hati-hati karena kakiku masih terasa sakit.

”Mau pulang?”tanya seseorang di depan gerbang dan ternyata itu Key.

Hah!dia lagi!

”Ya!kenapa kau ada disini lagi?”tanyaku padanya.

”Memang kenapa…aku ada latihan basket tau…mau pulang?”tanyanya lagi.

”Ya iyalah…masa aku mau nginep disini!”jawabku asal. Sambil berjalan melewatinya.

Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggilku dari jauh.

”Hye Jin-ah..”

Itu Taemin. Aku tersenyum melihatnya dan Key melihatku dengan pandangan aneh. Dia menghampiri kami dan menyapa Key.

”Hyung..”dia tersenyum pada Key dan Key tersenyum padanya kembali.

“Kau mau pulang? Hyo Jin pulang sore kan? Ayo aku antar…”Taemin langsung menarik tanganku dan aku pun hanya bisa mengikutinya.

”Annyeong Key…”seruku pada Key.

“Hati-hati kakimu masih sakit..”seru Key sambil tersenyum tipis. Kenapa dia?

Kulihat Taemin melihat ke arah Key dengan pandangan aneh, pandangan yang sama saat Key melihat Taemin. Kenapa mereka?

Taemin mengantarku sampai rumah.

”Gumawo..”aku berterima kasih padanya karena telah mengantarku.

Dia tersenyum lalu melihat kakiku.

”Kakimu kenapa?”tanyanya begitu melihat plester di lutuku.

”Annio…Cuma jatuh saja…”

”Oh…”

Dia menatapku sekilas dan tersenyum.

”Lain kali hati-hati..”pesannya.

”Ne..”jawabku.

Akhirnya selesai juga PR-ku untung tadi sempat bertanya pada Donghae Oppa, jadi aku sudah mengerti bab ini. Aku sedang memasukan bukuku ke tas begitu Hyo Jin masuk ke kamar setelah mandi. Dia baru pulang sekolah. Ya ampun!resiko bersuara bagus. Dia duduk di atas kasur dan merabahkan badannya. Sepertinya dia lelah sekali. Sebelum tidur lebih baik minum susu dulu sekalian kubuatkan untuk Hyo Jin sepertinya dia sangat lelah. Aku keluar kamar menuju dapur dan membuat 2 gelas susu untukku dan Hyo Jin. Saat aku sampai di kamar kutaruh susu itu di atas meja dan melihat Hyo Jin masih terbaring di atas tempat tidur. Mungkin dia sudah tidur, pikirku.

”Tumben baik sekali…”serunya seraya bangun dari tempat tidur dan langsung mengambil susu yang ada di atas meja.

Dia membuatku kaget sehingga aku sedikit tersedak, aku kira dia sudah tidur.

”Aissh!kau mengagetkanku saja!”kataku pada Hyo Jin dan dia Cuma tersenyum dan langsung menghabiskan susunya dalam sekali teguk.

”Senangnya yang diantar Taemin lagi…”

Sudah dimulai, ledekannya dimulai lagi. Kenapa tidak bisa sehari saja untuk tidak meledekku. Dia yang menyuruh Taemin mengantarku pulang dia juga yang meledekku, maunya apa sih Hyo Jin ini?. Aku mendesah dan bergegas naik ke tempat tidur malas menanggapi ledekannya, terkadang aku ingin sekali membalasnya tapi dengan siapa, Jin Ki Oppa, ah memangnya Hyo Jin suka sama dia? Kurasa dia tidak suka laki-laki. Habisnya sekarang aku jarang melihat Hyo Jin bersama Jin Ki Oppa. Siapa orang yang dia suka sekarang?biar aku bisa membalas ledekannya.

”Jangan pura-pura tidur..kau pasti masih bangun…”serunya.

Aku membuka selimutku.

”Hyo Jin…suka sekali sih kau meledekku…lagipula kau yang menyuruh Taemin mengantarku kan?kenapa kau harus meledekku juga?”tanyaku padanya.

”Aku tidak menyuruhnya mengantarmu…lagipula hukumanmu kan sudah berakhir…”jawab Hyo Jin.

Apa? jadi tadi Taemin mengantarku bukan karena disuruh Hyo Jin tapi dia mengantarku karena memang ingin mengantarku. Aku jadi tersenyum sendiri. Sadar Hye Jin, mungkin saja dia hanya kasihan padamu! Tapi tetap saja dia mengantarku. Aigoo!aku memang sudah gila!aku jadi teringat saat dia berpesan untuk hati-hati sambil tersenyum, senyum yang aku suka.aigoo!

Hyo Jin tertawa.

”Pasti kau senang sekali karena dia mengantarmu bukan karena disuruh olehku…”serunya.

Aku pura-pura tidak mendengar dan menutup wajahku dengan selimut. Aku merasakan Hyo Jin melemparkan bantalnya ke atas dan mengenaiku.

”Ah…kau pasti sedang tersenyum-senyum sendiri di balik selimut itu…”serunya kemudian tertawa.

Aku bangkit dan melemparnya balik.

”Apa-apaan sih Hyo Jin…aku mau tidur…”seruku.

Aku berusaha memejamkan mataku namun Hyo Jin masih saja mengangguku.

”Taemin-ah aku menyukaimu…”seru Hyo Jin meledekku lalu tertawa.

Aku berusaha menutupi kupingku agar tidak mendengar ledekannya aku putuskan menggunakan headphone ipod-ku yang kutaruh di atas tempat tidur dan mulai memutar lagu kesukaanku sambil berusaha memejamkan mataku. Aku benar-benar senang hari ini.

Hufft hampir saja aku telat. Tadi pagi Hyo Jin pergi ke sekolah lebih awal dan karena itu aku jadi bangun kesiangan. Untunglah aku masuk tepat sebelum bel berbunyi. Aku menarik nafas lega karena akhirnya aku sampai di kelas walaupun dengan berlari-lari dan itu membuat kakiku sedikit sakit lagi Key melihatku masuk ke kelas dan tersenyum mengejek, Huh! Dasar selalu saja! Aku segera duduk di kursiku dan tak lama kemudian Han sessongnim masuk dan pelajaran bahasa Koreapun di mulai. Habis ini pelajaran olahraga. Ya ampun rasanya malas sekali.

Selesai pelajaran pertama aku bergegas berganti pakaian olahraga dan menuju lapangan. Aigoo, kenapa harus lari sih!aku berjalan dengan malas menuju lapangan.

”Hye Jin-ah…kau kenapa sih?”tanya Rae Na yang berjalan disampingku.

”Andwe..hanya malas saja harus lari…”jawabku.

Aku berjalan dengan sangat malas sedangkan Rae Na disampingku terus bercerita mengenai Minho, kurasa dia sangat menyukai Minho. Aku tidak menyangka ternyata Rae Na satu SMP dengan Minho. Ya ampun cinta yang terpendam. Saat kami melewati kelas Minho, Rae Na menyuruhku melihatnya. Aisshh! Untuk apa melihat Minho begitu aku melihat ke kelas itu aku melihat wajah orang itu, Taemin. Oh ya dia kan sekelas dengan Minho. Aku tersenyum melihatnya karena aku teringat kejadiaan kemarin. Ah aku jadi semangat!

”Kau kenapa lagi?”tanya Rae Na begitu melihat wajahku yang tadi kusut sudah tersenyum kembali.

”Andwe..”Jawabku dan mendahuluinya berjalan, dia pun mengejarku.

Sampai di lapangan kami harus keliling lapangan sebanyak 5 kali. Aigoo! Matilah aku. Satu lap sudah terlewati dan aku masih baik-baik saja.

”Lamas sekali kau!” ejek Key begitu dia berlari disampingku.

”Ya!bukan urusanmu!”balasku, dia pun berlari mendahuluiku.

Dasar Key!kenapa dia senang sekali mengejekku?. Tiga lap sudah terlewati dan aku mulai terengah-engah, ya ampun 5 itu banyak sekali ternyata. Aku masih terus berlari kini lebih pelan karena aku sudah lelah. Sedikit lagi empat, pikirku. Berusahalah. Aku sudah melihat garis finish untuk menyelesaikan lap ke empat sampai aku tersandung batu dan terjatuh ke tanah.

BRUKK

Aduh, kakiku sakit lagi! Aku berusaha berdiri tapi kakiku sakit sekali dan berdarah, aku tidak kuat melihatnya. Aku memaksakan diriku untuk berdiri tapi saat aku melihat darah di kakiku aku mau terjatuh lagi, untunglah sebuah tangan menahanku untuk jatuh dan itu Key. Ternyata anak-anak sudah banyak mengerubungiku dan bertanya mengenai keadaanku. Rae Na kemudian berjalan melewati kerumunan.

”Kau tidak apa-apa Hye Jin?”tanyanya begitu sampai di hadapanku dan melihat tanganku masih dipegang oleh Key.

”Ne..aku tidak apa-apa…”jawabku sambil berusaha berdiri dan melepaskan peganganku dari Key. Aku berusaha berjalan namun aku malah terjatuh lagi namun kembali Key menangkapku dan langsung menggendongku. Apa-apaan dia. Dia langsung membawaku pergi dari lapangan.

Ya ampun aku malu sekali!semua orang melihatku. Dasar Key!

”Turunkan aku!cepat!”teriakku pada Key yang hanya diam saja.

”Mau turun?”dia bersiap menurunkanku lebih tepatnya menjatuhkanku.

Dasar Key!lihat saja kau!

”Kau mau menambah parah lukaku!”teriakku lagi sebelum dia benar-benar menjatuhkanku.

Dia terus saja berjalan.

Taemin POV

”Aku ambil di loker dulu hyung..”kataku pada Minho Hyung.

Aku berjalan menuju lokerku dan mengambil buku yang tadi ingin di pinjam Minho Hyung. Saat kau menutup kembali pintu lokerku. Aku seperti melihat Hye Jin dan Key Hyung, tapi kenapa Hye Jin digendong Key Hyung?apa yang terjadi padanya. Aku mengamati mereka dari jauh. Kenapa perasaanku jadi seperti ini?kenapa aku merasa sedih melihat mereka berdua? Sama seperti kemarin saat aku mendengar Key Hyung begitu perhatiaan pada Hye Jin. Aisshh! Kenapa aku ini! Aku berbalik menuju kelasku namun ternyata Minho Hyung sudah ada disampingku.

”Mana?”tanyanya.

Maka aku pun menyodorkan buku itu padanya dan kami berjalan bersama menuju kelas. Pikiranku masih memikirkan yang tadi kulihat. Kenapa aku merasa kecewa dan tidak suka. Perasaan apa ini?

”Hyung…”panggilku pada Minho Hyung.

”Ye…”jawabnya.

”Aku mau tanya…kalau kau melihat seseorang yang dekat denganmu, seorang gadis bersama dengan  orang lain dan kau merasaka perasaan aneh…apa itu?”

Minho Hyung terkejut mendengar aku bertanya seperti itu dan kemudian dia malah tertawa, tertawa sangat lepas. Belum pernah aku melihat dia tertawa seperti itu.

”Kau sedang cemburu pada siapa?”tanyanya sambil mengacak-acak rambutku.

”Ah hyung…kau tidak menjawab pertanyaanku…”seruku sedikit kesal padanya bukannya di jawab malah balik bertanya.

Dia tertawa lagi. Ah  bertanya pada dia hanya membuang waktu.

”Annio…itu jawabannya…kau sedang cemburu…”dia tertawa lagi kali ini tawa mengejek.

”Kau sedang jatuh cinta ya? Taemin-ah…”lajutnya.

”Siapa yang sedang jatuh cinta..”jawabku.

”Itu buktinya….memangnya kau belum pernah jatuh cinta…”tanyanya lagi.

Aku menggeleng dan Minho Hyung tertawa lagi. Apa salahnya kalau aku belum pernah jatuh cinta? Bagaimana aku bisa jatuh cinta pada seorang gadis jika aku terus tinggal berpindah-pindah. Terkadang aku hanya 3 bulan di satu sekolah kemudian pindah lagi. Baru kali ini aku menetap lama disekolah ini. Punya teman saja sudah beruntung dengan hanya dalam waktu 3 bulan, bagaimana bisa menyukai seseorang kalau kau hanya sebentar di suatu tempat dan berpindah –pindah.

”Taemin-ah kau sudah dewasa…”dia tertawa lagi sambil mengacak-acak rambutku dan berlalu pergi.

Dasar Hyung! Jadi maksudnya aku cemburu melihat Hyen Jin bersama Key Hyung. Apa aku jatuh cinta padanya?aku mengeleng-gelengkan kepalaku. Tidak…tidak…tidak…aku tidak jatuh cinta padanya.

Hye Jin POV

”Auwww!”teraikku begitu Key mengoleskan alkohol ke lukaku.

Aku mereingis menahan sakit. Kini lukanya tambah lebar dan lebih banyak darah. Sakit sekali. Key terus saja mengoleskan alkohol, sakit sekali tau! Tidak pelan-pelan lagi.

”Sakit!” teriakku begitu Key kembali mengoleskan alkohol, tanpa sadar air mataku ikut turun.

Ya ampun!aku buru-buru menghapusnya, pasti kalau Key lihat dia akan mengejekku habis-habisan.

”Kenapa menangis?dasar cengeng!”katanya begitu selesai mengoleskan alkohol dan sekarang sedang mengambil perban.

Benar saja dia pasti akan mengejekku.

”Sakit tau!kau tidak merasakannya sih!”seruku padanya dan air mataku kembali mengalir.

Payah kalau sudah menangis pasti akan lama berhentinya, aku kembali menyeka air mataku. Dia berdiri menghampiriku dan menunduk lalu memperban lukaku.

”Jangan nangis…kau seperti anak kecil saja…nanti ku belikan es krim…”ejeknya begitu melihatku masih menangis.

”Memangnya aku anak kecil di kasih es krim…tangisanku berhenti…dasar kau!”sahutku

Dan kini dia tertawa sambil terus memperban kakiku.

”Apa mau balon?”serunya lagi terus mengejekku dan aku hanya memanyunkan bibirku menanggapi perkataannya.

”Selesai!”katanya lagi.

”Payah sekali kau segitu saja menangis!mana cewek kasar itu…”lanjutnya sambil mengacak-acak rambutku.

Aku berusaha berdiri dan berjalan mengejarnya yang sudah lebih dahulu keluar dari ruang UKS, tapi ternyata dia sudah menghilang. Dasar Key!akan kubalas kau nanti. Aku berjalan perlahan menuju kelasku di jalan aku bertemu Rae Na dengan wajahnya yang sangat khawatir.

”Kau tidak apa-apa kan?”tanya Rae Na sambil membantuku berjalan.

Tiba-tiba Yu Ri melintas dan sengaja menyenggol Rae Na.

”Ya!kalau jalan lihat-lihat!”teriaknya, lalu berlalu dengan memandang sinis ke arahku dan kubalas dengan pandangan tidak kalah sinis. Dia pikir aku takut dengannya.

Sampai di kelas Rae Na membantuku duduk di kursiku. Aku menatap kesekeliling mencari Key tapi ternyata tidak ada, kukira dia kembali ke kelas.

Bel pulang berbunyi, aku memasukan bukuku ke dalam tas dan beranjak pergi.

”Kau tidak apa-apa?”tanya Rae Na lagi meyakinkan.

”Ne…aku tidak apa-apa Rae Na…tenang saja…”jawabku dengan seyuman.

”Kau pulang dengan siapa?”tanya Rae Na lagi.

”Hyo Jin….aku duluan ya…takut Hyo Jin sudah menunggu…annyeong…”jawabku terburu-buru.

Takut Hyo Jin sudah menunggu di depan gerbang, ternyata Hyo Jin belum ada segera ku sms dia. Kutunggu lama tidak di balas juga, kemana dia?mau pulang tidak sih.

Kudengar dua orang memanggilku dari jauh ternyata itu Key dan Taemin.

”Hye Jin…”

”Hye Jin-ah…”

Mereka berdua menghampiriku dan keduanya saling bertatapan aneh. Kenapa mereka?pikirku. Kenapa suasanya jadi kaku begini?ada apa dengan mereka berdua. Kenapa mereka saling lihat-lihatan seperi itu. Untunglah tak lama kemudian Hyo Jin datang.

”Hyo Jin…”teriakku pada Hyo Jin.

”Mianhe…Hye Jin..”serunya begitu sampai di depanku sambil terengah-engah kurasa dia habis berlari sampai kesini.

”Annyeong Taemin..annyeong Key…”seruku.

Aku melambai pada mereka dan Hyo Jin meantapku dengan pandangan bingung melihat sikap mereka. Aku pun terlihat bingung juga tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Kenapa ya?


TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^
Advertisements

32 thoughts on “LOVE’S WAY – TALK TO YOU [2.2]”

  1. HWUUUUEEEEEEEEE ~
    Keeeeeyyyyyy…. sungguh so sweet dirimu !!!!
    Kyaaaaaaaa ~
    Oh my oh my !!!!!!
    Taemin.. sabar yah nak.. jangan cemburu gitu…
    Key > Hye Jin < Taemin

    fufufufuu~
    FF ini benar-benar membuat sai.. hohoho.. makin cintaaaa deh sama… Onew !!!
    *Novi: Waaahh sarap lu!*

  2. wah taemin jatuh cinta……………

    tapi kenapa hye jin malah jatuh beneran…………….

    key kmu sweet…………..

    author lanjutkan kekekeke

  3. keyy perhatian banget ternyata .
    taemin baru nyadar kalo suka ma hye jin ??
    cinta segitiga anatar Key , taemn dan hye jin
    lanjut
    🙂

  4. Udah lma gg mmpir tnyata udh kluar smbungannya
    Ayoo key!!
    Hyejin bkalan sma spa nieh
    Taemin or key
    Author lanjut!!

  5. maaf,,,aku baru bisa kument….*bneran, kmaren2 lg ngurusin masuk SMA, jd bcanya cuma d hp…*
    udah part 7 tp bru kument skg,,,,chosongi…..
    aku suka key dsini, hye jin mank pantesnya sama dy*maksa*
    tp, minho gmna nasibnya yah…..kirain dy bkal suka ma hyejin….
    oiya, tsae imnida….15 y.o mannaso bangapsumnida…..*bow*

  6. KYAAAAAA Key!!!
    ADUUUHH Taeminnie polos amat yak itu namanya tuh cemburu min *noyor taemin* /digaplok taemints
    Pasti Hye Jin sama Key deh Taemin kesian tuh baru pertama kali jatuh cinta T_T
    Oke penasaran! Lanjut ke part berikutnya!!
    *ngacir*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s