My Past Future – Part 5

Chapter : 1

Main Cast : Donghae, Yuna, Onew

Support Cast : Gaeul, Jun, Super Junior, SHINee

~ Donghae Pov ~

“Ini… name tag mu terjatuh.” Gadis tersebut langsung mengambil name tag-nya dari tanganku mengucapkan terima kasih dan buru-buru pergi. Benarkah dia orangnya? Tapi kenapa lagi-lagi dia berbeda? Sebenarnya siapa Yuna itu? Apa mungkin yang bernama Yuna itu di sekolah ini ada tiga?

“Ya! Donghae oppa!” suara itu menghentikan langkahku. “Kau mau kemana? Aku di sini! Pasti Chun Li yang memintamu menjemputku? Ya kan? Sedang apa dia sekarang?” seperti biasa, si cerewet Gaeul mulai berceloteh. “Dia sedang berusaha berdekatan dengan murid baru di kelas kami.”

“Adakah? Memangnya boleh masuk setelah lewat satu bulan begini?”

“Entahlah, memang aku tahu? Bukan aku pemiliknya. Ayo pulang.” Sebenarnya Gaeul bisa pulang sendiri dengan bus. Tapi Chun Li terlalu khawatir adiknya di culik orang, jadi setidaknya aku harus mengantar anak ini ke shelter terdekat dari rumahnya. Kami berjalan dalam diam, aku masih memikirkan siapa Yuna. Jika Yuna yang di maksud Chun Li adalah teman Gaeul yang culun itu… aku kurang yakin. Tapi apakah Yuna yang tadi menabrakku juga Yuna yang sama? Yuna yang menabrakku dengan sepedanya.

Sebenarnya aku tidak tahu siapa nama gadis yang menabrakku dengan sepeda, tapi begitu aku melihat anak laki-laki yang bersamanya aku yakin betul bahwa dialah orangnya. Tapi penampilannya sangat berbeda dengan Yuna yang aku lihat bersama Gaeul. Lalu.. Yuna yang tadi…

Arghhh… aku ini sedang bicara apa sih?! Bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang aku pikirkan dari tadi.

“Oppa! Belikan aku es krim! Atau kita makan dulu.” Aku menoleh ke toko yang di tunjuk Gaeul. Sebuah toko yang menjual berbagai macam jenis crepe. Aku menurut, aku membiarkan dia memesan untuknya dan untukku. Aku merasa kacau. Padahal aku belum benar-benar mengenal Yuna, tapi yang ada di pikiranku saat ini hanya nama itu.

“Gaeul-ah. Ada berapa nama Yuna di sekolahmu?” Gaeul mengerutkan alis. “Kenapa tiba-tiba bertanya demikian?”

“Jawab saja, apa susahnya?”

“Baiklah. Setahuku… sejauh ini… kalau tidak salah… menurut datanya… orang bilang…-“

“Ya!” seru-ku kesal. Gaeul terkekeh, “Yaya… maaf. Hemm.. hanya ada satu. Dia satu angkatan denganku dan dia adalah teman baikku. Ia memiliki sahabat bernama Jun, dan sahabat perempuan Jun hanya kami berdua. Dia hanya mau berdekatan dengan kami berdua saja, dia menjauhi gadis lain. Yuna itu.. cantik. Sebenarnya awalnya aku tidak berfikir dia cantik, tapi hari ini saat dia membuka kacamatanya yang selalu menutupi kemilau matanya itu… aku baru tahu bahwa matanya sangat indah. Percaya atau tidak tapi aku benar-benar melihat mata coklat terangnya berkilau. Biasanya dia mengikat rambutnya tapi hari ini tidak. Yaaa… walaupun dia menggunakan masker sehingga menutupi setengah wajahnya aku tetap dapat melihat karismanya.”

Masker? Kacamata? Rambut yang di ikat? Sahabat laki-laki? Benarkah? Dia orangnya? Orang yang baru kutemui 3 kali dengan 3 penampilan berbeda. Diakah?

&&&

~Yuna Pov~

“Yuna-ah! Kau harus tahu berita terbaru dari Chun Li oppa!” aku melepas earphone ku. “Berita apa?” aku mematikan lagu yang terputar. “Sabtu ini kakak-ku berulang tahun, dan dia memutuskan untuk membuat pesta dengan seluruh uang yang telah di tabungnya. Dan kau tahu?” aku mengertukan alis penasaran.

“Donghae oppa akan berada di sana!” mataku terbelalak. “Gureoyo? Kau pasti bercanda!”

“Tidak! Aku sangat serius! Tema pestanya adalah pesta topeng! Dan oppa mengizinkan aku mengajakmu dan Jun datang ke pesta yang akan di adakan di rumahku!”

“Tapi baju apa yang bisa aku pakai, aku tidak punya uang.” Aku mendusta, padahal sebenarnya aku bingung… gaun mana yang terlihat paing sederhana yang ada di lemariku.

“Tenang saja, aku sudah menabung. Kita bertiga akan mencari baju bersama-sama.”

“Waaahhh!!! Terima kasih banyak!” aku memeluk Gaeul.

***

Hwuah!!! Pagi ini terasa begitu segar! Entah kenapa aku sangat bersemangat untuk lari pagi. Seperti biasa, kepala pelayan dan Jun harus sudah bangun karena Jun harus ikut lari pagi denganku. Haa.. tidak adakah waktu bebas untukku?

“Nona, pagi ini kita akan lari pagi kemana?”

“Ya.. kemanapun.” Kami berdua mulai lari pagi bersama, aku mendengarkan lagu melalui ipod begitu juga dengan Jun. Tiba-tiba terlintas di otakku untuk memisahkan diri dari Jun. Aku berhenti di seberang supermarket kecil.

“Jun! Belikan susu untukku, jangan lupa untukmu juga.” Dengan polos Jun menurut, begitu ia memasuki supermarket aku buru-buru berlari pergi. Entah kenapa aku ingin sekali tertawa, aku tidak berhenti berlali hingga tiba-tiba aku menubruk seorang wanita berbungkus hanbok putih, biru, pink, hitam dan bertubuh setinggi kira-kira 170 cm.

“Jweosohamnida.” Dari wajahnya sepertinya ia sekitar umur 21, 22, 23 atau berapapun lah yang penting di atas 19 tahun. Sangat cantik, anggun, matanya begitu dingin namun tatapannya hangat dan dalam. Kami berpandangan selama beberapa detik hingga ia memelukku secara tiba-tiba.

“Hey! Siapa kau? Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba memelukku?” aku berusaha melepaskan diri, tapi ia hanya memelukku sekitar 5 detik. “Ada apa dengamu? Kau ini siapa?” tiba-tiba wanita itu menangis..???

&&&

~Donghae Pov ~

Gadis itu… lagi. Dengan laki-laki yang selalu ada bersamanya. Kini aku yakin bahwa Yuna memiliki sebuah rahasia… saat berangkat ke sekolah, ia adalah seorang Yuna yang dingin, sederhana, ramah, manis dan modis. Tapi ketika ia tiba di sekolah, ia akan berubah menjadi Yuna si culun, miskin, ketinggalan jaman, aneh, biasa saja dan pendiam. Apa maksud dari semua ini? Apa alasan dia melakukan hal tersebut?

Tapi entah kenapa.. kini.. setelah mengetahui dialah orangnya, setiap kali aku melihatnya… tanganku akan selalu bergerak memotretnya dengan DSLR yang selalu kubawa. Apakah dia memiliki magnet? Tapi aku yakin dia memiliki sebuah cerita menarik di balik semua ini.

“Hey! Donghae… apa yang kau pikirkan?”

“Tidak ada. Apa hari ini kau akan mengikuti kelas malam?” aku yakin dia akan bilang tidak, tapi semenjak ada Haeya entah kenapa aku yakin dia akan selalu bilang ‘ikut. Karena ada Haeya.’

“Ikut! Karena ada Haeya yang juga ikut kelas malam. Itu adalah sebuah kesempatan besar bagiku!” aku memukul kepalanya. “Dasar bocah sial!”

Seperti biasa saat istirahat, kami akan bermain basket berasama, pemainnya sih sudah tetap. Mereka yang selalu setia turun ke lapangan dan merekalah orang-orang yang mengalahkan club basket. Maksudku mengalahkan popularitas club basket, hampir semua gadis dengan setia menonton kami dan berteriak-teriak memanggil nama salah satu dari kami.

Dan seperti biasa juga… Sang Yun pasti menjadi gadis yang teriakkannya paling memekik telinga. Sangat memalukan! Pasalnya nama yang ia teriakkan hanya namaku… gossip itu sudah menyebar.. tidak ada yang tidak tahu.

Wow.. wow… lihat siapa yang datang. Tiga serangkai dari Soanhwa Middle School. Jun, Yuna dan Gaeul. Aku yakin suatu saat nanti ketiganya akan di landa dilemma akibat perebutan satu orang laki-laki yang menyukai keduannya. Terlalu drama! Lusa ada pesta Li, apa Yuna akan datang? Aku penasaran bagaimana penampilannya nanti.

Aku mengambil fotonya… dan entah kenapa kian hari, jantungku mulai berdetak agak cepat setiap melihat wajah Yuna. Apakah aku mulai tua dan jantungku mulai melemah? Ckckck… hidup ini memang… (Memang apa?!)

end of flash back ~ ^^

&&&

~Yuna Pov~

Apaaa?? Donghae oppa? Menyukai ku? Ah! Yang benar saja! Ahaha… dia pasti bercanda.

“Aku sungguh-sungguh. Kau menerimaku atau tidak? Apa yang bisa ku lakukan untuk membuatmu percaya padaku?” tiba-tiba Donghae oppa menggenggam tanganku… omo! Tanpa kusadari kebiasaanku setiap terkejut keluar.. memalukan! Aku cekukan di depan Donghae oppa.

“Aku sama sekali tidak main-main. Aku tidak tahu bagaimana bisa kau menarik perhatianku. Tapi semakin hari setiap aku memperhatikanmu… rasa itu semakin kuat. Dan saat tadi kau menjawab pertanyaanku, aku semakin yakin bahwa aku pantas untukmu dan kau pantas untukku. Pada awalnya aku ragu, tapi kesempatan itu hanya datang 1 kali, kalaupun datang dua kali aku mau mendapatkanmu di kesempatan pertama. Ini adalah sebuah kesempatan besar yang dengan susah payah di siapkan oleh Chun Li untuk para pasangan yang semestinya bisa saling bersama tapi malu-malu. Aku mohon beri jawabanmu sekarang.”

Aduh… kenapa aku.. aduh.. jantungku berdetak sangat keras. Apakah Donghae oppa bisa mendengarnya? Memalukan sekali, tapi entah kenapa mataku mulai berkaca-kaca. Terima… atau tidak? Terima atau tidak? Tapi umur kami…. Terima.. atau tidak?

“Esshh… emph… na.. na.. naneun.. enghhh…-“

“Kau hanya perlu menjawab mau atau tidak, terima atau tidak, iya atau tidak?”

Aku menarik nafas dalam-dalam. “Ya.” jawabku malu-malu. “Jeongmalyo?” matanya terlihat begitu berbinar-binar.. hwuaa.. semakin imut !!!

“Tapi aku kira sunbae oppa suka pada Haeya sunbae !!! Hwuaaaaaa…. sunbae oppa jahat!! Menggunakan alasan berlatih, hampir saja aku menangis !!”

“Maaf-maaf… aku hanya ragu saja, aku takut kau akan menolakku jadi aku butuh sesuatu untuk membuatku dan kau yakin. Tapi kini, itu semua sudah terbukti bahwa kaulah orang yang aku maksud, jadi tidak perlu menangis begitu.” Donghae oppa menyodorkan sapu tangannya.

“Ayo masuk, sudah semakin malam… udaranya semakin tidak bagus.” Kami berjalan berdampingan masuk ke dalam. Tiba-tiba sosok laki-laki dan perempuan yang sedang berduaan menyita perhatiaanku. Apa yang sedang mereka lakukan?

&&&

“Jun maaf… aku terpaksa melakukan ini semua. Aku tahu kau sama sekali tidak ingin berkencan denganku tapi jika aku tidak menuruti oppa aku tidak akan medapatkan apa yang aku minta.”

“Emph… tidak apa-apa. Kita bisa berpura-pura di depan kakak-mu dan kembali seperti biasanya. Lagi pula menjadi sepesang kekasih tidak harus bermesra-mesraan seperti yang ada di film kan?”

“Baiklah, terima kasih banyak atas bantuanmu. Apa kau akan mengajukan peraturan-peraturan?”

“Untuk apa? Tentu saja tidak, karena tidak perlu. Ayo masuk.” Jun berjalan lebih dulu dan langkahnya terhenti begitu melihat Yuna sedang bersama seorang laki-laki. “Ada apa? Kenapa berhenti berjalan?” Tanya Gaeul lalu mengikuti arah pandang Jun. “Ya ampun… Yuna? Dia…. Dia berhasil bersama dengan Donghae oppa! Keren! Ini berita besar yang sangat baik!” Gaeul berjalan mendekati keduanya lalu tiba-tiba ia kembali.

“Bagaimana ini, Chun Li oppa sedang berjalan kemari.” Gaeul mengguncangkan lengan Jun. “Ya sudah, ayo kita masuk. Bersikaplah biasa saja.” Gaeul menurut. Keduanya berjalan masuk ke dalam dan benar saja, keduanya berpapasan dengan Chun Li.

“Aha! Ini dia adikku yang tercinta bersama dengan kekasih barumu rupanya.”

“Diam!”

“Tenang saja, aku akan diam di depan appa dan umma. Nikmati malam kalian… jangan lakukan yang di luar batas, aku tidak mau menanggung resikonya!”

“Apa-apaan sih… kami berdua tidak akan melakukan apapun! Memangnya pikiran kami sama sepertimu?! Aku yakin kau akan melakukan yang macam-macam jika telah berkencan dengan Haeya!”

“Oh.. no! Of course no. Haeya adalah gadis baik-baik dan aku adalah laki-laki yang menjaga kehormatan perempuan.” Gaeul memukul wajah kakaknya dengan tas tangan yang ia bawa. “Ya! Tidak sopan sekali kau padaku!”

“Dasar pembual! Menghargai bagaimana? Jelas-jelas kau waktu itu…-“ tiba-tiba Chun Li membekap mulut Gaeul. “Silahkan nikmati pestanya, Jun… jaga adikku baik-baik yah. Aku sangat menyayanginya.. melebihi siapapun.” Chun Li berusaha menyembunyikan sesuatu dari Jun lalu ia melepaskan Gaeul dan menepuk-nepuk pelan pipi Gaeul. “Kau ini kenapa sih? Jangan pegang pipiku!”

“Sudah sana.. kalian berdua bisa pergi!” keduanya menurut. “Hey tunggu! Apa kalian lihat Donghae?” Gaeul menunjuk ketempat di mana tadi keduanya melihat Yuna. Chun Li menyusuri jalan mencari di mana keduanya berada hingga ia berpapasan dengan seorang gadis. Gaunnya sederhana, tata-an rambutnya juga sederhana, tidak berdandan dan semuanya terlihat begitu natural. Tapi topengnya menarik perhatiaan.

“Hai… saengil cukae.” Gadis itu memberi selamat lalu tersenyum. “Kamsahamnida.” Chun Li membalas senyuman hangat itu. “Tumben kau sendirian, apakah Donghae tidak datang?”

“Tidak… eh maksudku, aku tidak sendiri… aku hanya sedang mencari Donghae, dia datang kok. Apa kau sedang sendirian?”

“Sepertinya aku memang selalu sendirian.” Gadis tersebut tersenyum masam. “Jangan berkata begitu, hanya mungkin kau belum menemukan teman yang baik untukmu. Tapi aku yakin di antara kerumunan manusia di tempat ini ada salah satu dari mereka yang cocok denganmu.”

“Terima kasih, itu sedikit menghiburku.”

“Apa kau mau meminum sesuatu? Di bar ada milkshake… eum.. kami tidak menyediakan minuman sekelas wine, atau anggur. Minuman yang ada di bar aman semua, kau bisa tenang. Jika kau mau ice coffee late di bar juga ada.”

“Baiklah, aku pikir aku ingin milkshake.” Chun Li tersenyum sumringah lalu keduanya berjalan bersama. “Apakah acara ini sengaja di buat?”

“Maksudmu?” keduanya berpandangan sejenak. “Ahh! Itu… ya. Aku melakukan vote tentang acara apa yang paling asik di adakan di pesta ulang tahun atau prom. Dan banyak yang ingin agar acaranya bisa mendukung mereka yang ingin menyatakan cinta. Jadi, beginilah jadinya. Apa kau tidak suka?”

“Tidak… aku biasa saja, hanya saja cukup unik. Banyak pasangan baru karena acara ini, mereka pasti sangat berterima kasih padamu. Apa kau sendiri sudah mendapatkan pasanganmu?” pelayan datang membawakan 2 gelas milkshake vanilla.

“Belum. Aku berharap gadis yang aku inginkan tidak mendapatkan pasangan di sini.”

“Jadi maksudmu kau ingin menyatakan perasaan padanya? Hari ini? Di sini?”

“Yup.. betul sekali. Hal ini yang membuatku berfikir ribuan kali tentang di buatnya acara ini. Aku takut dia mendapatkan laki-laki yang ia suka. Tapi itu sudah resiko… dan tapi sejak tadi aku tidak melihatnya di manapun. Jangan-jangan dia tidak datang.” Raut wajah Chun Li berubah kecewa. “Tenang lah, aku akan membantumu mencarinya. Memang siapa gadis itu? Tenang… kau bisa mempercayai-ku 100%.”

“Engh…. Haeya. Murid baru di angkatan kita, aku sangat tertarik padanya.”

“Benar-benar tertarik? Apa yang membuatmu menyukainya?”

“Entahlah… mungkin aku merasa dia berbeda dari gadis lain. Ya ampun.. jawabanku sangat umum. Hampir setiap drama mengucapkan ini. Tapi.. memang itu kenyataan yang kurasakan. Aku tipikal laki-laki yang percaya dengan cinta pada pandangan pertama, jika aku tertarik padanya saat pertama kali bertemu berarti dia gadis yang sangat hebat.”

“Apa kau benar-benar akan menyatakan perasaanmu padanya saat bertemu dengannya?”

“Itu yang aku rencanakan.. tapi, aku hanya takut gugup di depannya. Itu akan membuatku sangat malu.”

“Kenapa kau tidak berlatih? Aku akan membantumu.”

“Benarkah? Terima kasih…”

“Kalau begitu aku harus melepas topengku.. agar kau bisa lebih menghayati.” Gadis tersebut melepas topengnya dengan perlahan. “Kau!”

Will Be Continued

***

P.S : SMEW besok yah ^^ … maaf mundur.. ada sedikit masalah ^^

-Ashyta-

Signature

This post written by Lana & Karlie, and claim by her signature

Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

18 thoughts on “My Past Future – Part 5”

  1. next part…………………….
    akuuuu gaaa saaabbbaaaarrrrr…..
    neeextttttt ppaarrrrrrrrrrrrttttttttttttttttttttt plizzzzzzzzzzzz
    sumpah penasaran!!!!

  2. Waaahhh??? Kok sudah di publish???
    Ohohoho… Ashyta onnie tooohhh… ke ke ke~

    @Fathia: Aaaahhhhh…. Gaya luuuuu…
    wkwkwkwkwk… ude baca aje sok “apa yang akan terjadi selanjutnya yaaaa?”

    @Wiga: Edeh dehhhh…. aaapppaaa coba yang bikin penasaran -__-”
    Ini ff aneh begini die malah penasaran…
    buju bune dah..
    ckckckck…

    Gomawo deh ehehe.. kalian berdua sudah dengan rela hati komen di FF yang super gak penting ini ^^
    kekekeke~

    1. yaaaaaah,lana jangan down cuma karena banyak yg minat SMEW ;__; ketularan pak ali ye??wkwkw
      lagian kan zika onnie dapet inspirasi dari sini juga?hwaiting!!^^
      btw…mana chapter duaaaaa???

  3. Wah ..
    Lana onnie merendah nih ..
    MPF bagus bangeeeeeettt kok ..
    Ceritanya bikin pnasaran ..
    Lanjuuuut ASAP .. ^^

  4. Waaaahhhh… udah 8 orang yg komen.. hiks hiks.. terharu… *ngelap ingus*
    Gomawo semuanya… kalian baik sekali.. hwuueee.. merelakan diri menghibur saia… uhk uhuk…

    @Fathia : Hwuehehehe.. itu kan dulu… sekarang malah kebalikan nya, gw nulis chapt 2 terinspirasi dari SMEW
    Kkk.. sabar atuh ibu mah… ini aje baru part 5. 5 part lagi.. sante sante…
    @Nina : Wuaaaaahhhh… Kalo aku jadi onnie aku mending nungguin pacar ane dah dari pada nungguin FF budukan ini… hwohohohoho
    @Dhika : Aduh aduh…. itu sama sekali gak bikin penasaran tahuuuuu (>.,<)

    TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MAU BUANG2 TENAGA BUAT KOMEN….
    Komen kalian sangat di hargai ^^

  5. haeya kah yang bersama chun chu????

    ah jujur gw sempet bingung tadinya krna flash backnya si ikan itu *maklum bacanya udh tengah mlm..curcol*

    beruntung sekali yuna..happy fr her 😀

    nice nice FF 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s