Fujoshi – Part 1

Title : Fujoshi (SHINing)

Author : Cindy SHINee a.k.a HyoKey

Cast: SHINee, Sung HyoKyo, Sung Sang Hoon, Shin HyunRi, Kim Yeowang, Kim Soonja, Kim Sooyeon

Length : Series

“Aku Bosan”

HyoKyo duduk di sebelah HyunRi yang sedag melamun.

“Nado” gumam HyunRi.

“Apakah tidak ada yang bisa kita kerjakan?” Kata Yeowang yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Molla” Kata SangHoon sambil bersender di dinding.

“Coba saja kemarin aku ikut mendaftar untuk ikut pelajaran saat liburan” Kta Sooyeon yang sedag memakai mp3nya, lalu melepasnya .

“Iya. Aku sungguh bosan. Liburan kali ini tidak seperti biasanya. Membosankan..” Kta Soonja yang sedag membaca Majalah Asian Hits.

HyoKyo berdiri dan berjalan menuju tmpt komputer. Ia menyalakn komputer.

“Apa yang mau kamu cari?” Tanya HyunRi.

“Aku ingin mencari Fiction tentang SHINee” Kta HyoKyo tanpa menatap HyunRi.

“Sepertinya menarik. Coba lihat yang ini” Kata Sang Hoon sambil menunjuk salah satu judul Fiction. Keduanya membacanya degan asik. Sedangkan yang lainnya tetap di tempat semula.

“Eonni!! Eonni!! Cepat kemari!! Coba lihat ini!!”

Semuanya datag ke tempat HyoKyo. Mereka bingung kenapa tiba-tiba dongsaeng mereka ini berteriak. Mereka membca yang sedag dibuka HyoKyo. Cerita itu menceritakan SHINee yg menyamar menjadi perempuan.

“Aku punya ide bagus” Kata Yeowang.

“Apa Eonni?” Tanya Sooyeon.

“Lee Soo Man Samchon *Om (Keluarga)* kn adalah pemilik SM Entertaiment…..”

Yeowang belum selesai bicara HyoKyo langsung memotong.

“Aku mengerti maksud Eonni. Aku menghubungi Samchon untuk minta kita tinggal di dorm SHINee. Lalu kita ber pura-pura menjadi Namja. Dan kita ber pura-pura tdk mengetahui SHINee, padahal kt adalah fans fanatiknya. Itu kn maksud Eonni?” Kta HyoKyo.

“Btul. Btul. Btul. *Ala Ipin*” Kta Yeowang sambil mengganguk.

“Eonni! Aku saja yang menelpon Lee Soo Man Samchon. Karna kan dia lebih sayang padaku” Kta SangHoon tiba-tiba.

“Ide bagus tuh” Kta Soonja yang dari tadi diam saja.

SangHoon segera mengambil Handphone nya dari kantong dan menghubungi Lee Soo Man Samchon.

“Yeoboseyo. Anyeong Samchon. Bla bla bla. *ngomong tentang rencana mereka*. Benarkah Samchon?! Jeongmal gomawo Samchon! Gomawo!”

“Samchon mengijinkan kt untuk tinggal di dorm SHINee. Tp dgn syarat. Kita jgn berlaku seperti fans mereka, kt hrs berlaku seperti baru saja mengenal mereka” Kta SangHoon.

“Apa kalian yakin degan ide kalian?” Tanya HyunRi.

“Tentu saja!!” Kata Yeowang yang sepertinya senang sekali.

“Aku tdk yakin” Kta Sooyeon agak ragu.

“Tenang saja Eonni, serahkan kpada aku dan Yeowang Eonni” Kta HyoKyo disertai anggukan Yeowang.

….

“Eomma, aku lapar” Kta si Magnae.

“Sebentar y. Akan Eomma masakkan makanan” Kta Key, lalu pergi ke dapur.

“Aku juga Hyung” Teriak Minho agar Key mendengarnya.

“Ia” Teriak Key dari dapur.

Telepon berdering dan Onew segera mengangkatnya.

“Yeoboseyo. Anyeong. Hm.. Ye.” Kta Onew mengangkat telepon lalu menutupnya.

“Kata manajer dia ingin menitipkn ke-6 keponakannya untuk tinggal disini sampai manajer menemukan apartemen untuk ke-6 nya” Kta Onew.

“Yeoja?” Tanya Jonghyun.

“Pabo! Tentu saja Namja. Tidak mungkin manajer akan menitipkn keponakannya jika mereka adalah Yeoja. Kita akan hbs di peluk-peluk” Kta Onew sambil memukul kpala Jonghyun. Jonghyun hanya meringis kesakitan.

“6 org? Apakah tidak terlalu banyak?” Tanya Taemin.

“Kita kan punya 1 kamar kosong. Kalau kasur nanti suruh manajer yang belikan saja. Lagipula apartemen kita kan luas” Kta Onew menjawab Taemin.

“Kebetulan kita kan sedang tidak ada jadwal bulan ini, kita bisa ber senang-senang. Agar kita tidak bosan” Kata Minho tanpa mengalihkan matanya dr majalah yg td dy beli.

“Kalian sedag membicarakan apa sich?” Kta Key keluar dari dapur sambil membawakan makanan. Taemin dan Minho langsung melahapnya.

“Begini. Manajer menitip ke-6 keponakannya yang namja untuk tinggal disini sampai mereka menemukan apartemen” Kta Onew menjelaskan kpada Key.

“Bgus tuh Hyung! Di dorm kita kn jd lbh rame. Tp mereka tidak tau SHINee kan?” Tanya Key.

“Kata manajer sich mereka sama sekali tidak mengenali SHINee.” Kta Onew.

“Untunglah. Kalau tidak kita akan mati” Kta Key lega.

“Kalian setuju kan?” Tanya Onew.

“Setuju!!!” Kata ke-4 member SHINee yg lainnya dgn kompak.

TBC.

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^
Advertisements

Happy Birthday

Happy Birthday…

Title: Happy Birthday

Author: Cynthia a.k.a Han Ha Joon

Length: Drabble

Genre: Angst, Romance

Rating: PG-13

Casts: Kang Ha Jae, Kim Keybum SHINee, SHINee

Summary: Key wishes a happy birthday to his girlfriend, Ha Jae.

Song: Mariah Carey – Bye Bye or SHINee – In My Room

A/N: My first drabble fanfic. Sorry if it’s not good T_____T All is in Key’s POV, and some of my imagination is taken from Raditya Dika’s movie: Kambing Jantan. And, happy belated birthday to Kang Ha Jae 🙂

***

“Kau belum tidur?” tanya teman boybandku, Jonghyun. Aku menggeleng.

“Hmm… Belum,” jawabku singkat masih sambil menatap ke arah jendela. Aku menyeruput sedikit coklat panasku.

“Kenapa? Oh, ya. Onew hyung sempat marah-marah tadi,” kata Jonghyun sambil membolak-balik majalah yang ia baca. Aku menoleh.

“Kenapa?” tanyaku.

“Ya gara-gara kau itu. Lihat tidak bungkus kado berserakan di mana-mana di kamarnya? Gunting juga kau taruh sembarangan, akibatnya kan aku dan Minho yang dimarahi!” protes Jonghyun kepadaku.

“Hmm,” balasku singkat sambil menyeruput kembali coklat panasku. Aku memandang ke arah langit malam.

“Jonghyun, hari ini langitnya cerah ya?” tanyaku.

“Hmm? Cerah dari mana? Gelap,” jawab Jonghyun asal. Dasar orang ini.

“Maksudku, coba lihat. Ada banyak bintang ya di sana,” jelasku. Dari pantulan bayangan jendela kulihat ia cuma manggut-manggut.

“Terserah kau sajalah,” katanya masih membolak-balik halaman majalahnya. Orang ini benar-benar tidak bisa diajak mengobrol, ya?

“Kau ini,” umpatku kesal, lalu pergi ke arah kamarku dan merebahkan tubuhku di atas kasur. Aku mengambil ponselku, kemudian membuka pesan di kotak masukku.

From: Ha Jae pig :3

Jagiya, kau sedang apa? Bentar lagi ulang tahunku, loh~

Aku tersenyum membacanya. Ini memang sehari sebelum ulang tahunnya, kan? Hehehe. Aku lalu membaca SMS di atasnya.

From: Ha Jae pig :3

Ah, malam ini sepi sekali jagi. Kau lihat bulan juga kan? Hehehe. Kita memang jauh, tapi kalau kita melihat bulan yang sama kan kerasa deket. Saranghae yo :3

Aku tertawa membacanya, lalu aku beranjak dari kamarku dan melihat ke arah jendela. Aku menatap ke arah bulan, lalu tersenyum dan mulai mengetik sebuah SMS pada Ha Jae.

To: Ha Jae pig :3

Jagi, aku juga sedang melihat bulan. Bagaimana bulannya? Aku merindukanmu, jagi. Sangat merindukanmu 🙂 Nado saranghae yo …

Satu menit, dua menit…

Tidak ada jawaban.

Lima menit, sepuluh menit…

Masih tidak ada jawaban.

“Aish, kenapa tidak ada jawaban, sih!?” umpatku kesal sambil menatap layar ponselku sendiri.

“Kau juga yang gila, masih mau menunggu jawaban SMS-nya,” sahut Jonghyun tiba-tiba di depan pintu kamarku.

“Diam kau, Jonghyun. Tidurlah!” kataku.

“Yang dongsaeng siapa, yang nyuruh tidur siapa,” ledek Jonghyun.

“Ya! Pergilah!” usirku, lalu menutup pintu kamarku dengan kasar. Aku memutar badanku dan punggungku menghadap ke pintu, memejamkan mataku dan tak terasa air mata mengalir di pipiku.

Ha Jae…

***

“Pagi, hyung,” sapa Taemin sambil menarik kursi, lalu mengambil roti selai yang kubuat dan pergi lagi menonton TV, masih terkantuk-kantuk.

“Pagi, Kibum-ah,” sapa Minho kali ini lalu mengambil susu yang ada di kulkas, sementara aku masih sibuk menyiapkan roti selai untuk Jonghyun dan Onew.

“Hmm, yeah,” jawabku singkat.

“Sarapanmu sudah di meja, ya. Ambil sendiri. Hari ini ada jadwal Dream Team, kan? Tasmu sudah ada di kamarmu, sudah kusiapkan. Bilang pada Taemin bekal sekolahnya masih ada di sini. Dan satu lagi, aku hari ini mau mengunjungi Ha Jae, jadi kau antar Taemin ke sekolah, oke?” pesanku pada Minho, sementara dia hanya melongo sambil manggut-manggut mendengar pesanku.

“Nah, aku pergi dulu, ya? Annyeong,” kataku pada Minho lalu mengambil tas ranselku, memakai sepatuku dan pergi keluar. Aku melirik ke arah kanan dan kiri, dan segera memanggil taksi yang untungnya datang cepat. Aku masuk ke dalam taksi, memasang earphone-ku dan mulai mendengarkan lagu-lagu. Taksi langgananku ini melaju dengan pelan dan aku mulai tertidur di dalam taksi.

***

Hujan turun rintik-rintik. Aku membuka payungku, lalu membawa sebuket bunga untuk Ha Jae. Aku masuk ke dalam komplek pemakaman ini, mencari pemakaman dari kekasihku. Kang Ha Jae.

“Annyeong, jagiya,” ucapku dengan suara yang sedikit parau. Aku mencoba tersenyum walaupun sebenarnya aku ingin menangis dengan kencang saat itu juga.

“Ini tahun kedua untukku merayakan ulang tahunmu di sini. Bagaimana kabarmu? Semalam aku mengirimmu SMS, tapi kenapa tak dibalas? Aku diledek Jonghyun, tau,” ucapku, suaraku semakin berat dan aku sudah tidak tahan lagi.

“Oh ya. Ha Jae, happy birthday…”

And it’s true that you’ve

Reached a better place

Still I’d give the world to see your face

And be right here next to you

But it’s like you’re gone too soon

Now the hardest thing to do is say

Bye bye…

END

Hahaha~ fanfic drabble pertama, maaf ya agak gaje -____- Komennya ditunggu ya~ wkwkw :3

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^