WHEN JONGHYUN GET AMNESIA – PART 2

WHEN JONGHYUN GET EMNESIA Part 2

By: Litha_Nisa / Lita_cs

Mian,kali ini suasana agak cukup tegang , saya terbawa suasana, abis baca komik yang ada perangnya alna. Disini taemin oppa so sweet deh pokoknya! Hope u like this!

-Author POV-

“HWA!!! Jii~yaa,,, kau apakan Jonghyunnie-ku?” Tanya kibum sambil terisak.

“yaa,hyung,bangun hyung,bangun!” taemin menepuk-nepuk pipi jonghyun.

Minho hanya diam menatap jonghyun,lalu menatap ke arah vas bunga yang telah pecah lalu menatap jinji tajam,”aku mengerti.”

Dengan innocennya jinji berkata “wae?”

“kau telah memukul kepala jonghyun hyung dengan vas bunga itu dengan keras, hingga vas itupun pecah. Begitu kan ? Waeyo?” Tanya minho menyelidik.

“nthe,abis aku didekep ama jooppa, aku ga bisa napas trus aku pukul aja. Emang kenapa ya?” jinji berkata dengan innoceny-nya lagi.

Kibum dan taemin yang melihat dan mendengar percakapan antara minho dan jinji pun hanya bisa ter-bengong-bengong. Lalu,

“HWAA!!!! LIM JIN JII PABOYA~!!!!!” teriak kibum histeris.

~dalam kamar tidur member SHINee~

-Jonghyun POV-

Uh, aku merasa pahit, gelap, sakit, ada apa ya?

“hyung,bangun,hyung! Minho hyung, ini sudah 3 jam. Bagaimana ini?”

“molla,”

Suara siapa itu? Terdengar tidak asing.

“jonghyunnie,bangunlah,,, huu~!”

Suara siapa itu? Jonghyunnie? Nuguya?

Perlahan kucoba membuka mataku,melenyapkan rasa penasaranku terhadap apa yang terjadi disini, dan siapa mereka? Kenapa kepalaku diperban begini?

“hwa,,,ya,, jinki hyung,,, jonghyun hyung sudah sadar,,, kemari! Ppalii!”

“nee,ayo jinji, kita kekamar”

“HWAA,, jonghyun gencanayo? Ada yang sakitkah? Appo? Hah?”

“ah,kepalaku pusing aku haus.”

“akan aku ambilkan,”

“ppalii minho”

Aku masih merasa ada yang aneh, ada yang belum terpecahkan. Siapa mereka ini? Aku memandangi mereka satu-satu.

Yang disampingku,lelaki kurus ,wajahnya mulus, terlihat agak manis dengan muka cemas bercampur bahagia. Dia punya banyak tindikan di kupingnya. Aneh.

Lalu yang berdiri di sampingnya, berwajah mulus juga, lelaki, tampangnya sangat aegyo sekali. Dia hanya mengerrjapkan matanya saat pandangan kami bertemu,lalu tersenyum. Cantiknya,benarkah laki-laki? Aneh,.

Lalu yang berdiri disamping si”cantik”, wajahnya pucat, sakitkah? Wajahnya agak tegang namun dia mencoba tersenyum. Keren juga.

Lalu laki-laki yang datang dengan segelas air di tangannya. Air itu kuminum sambil memerhatikannya lagi. Dia terlihat paling tinggi diantara yang lainnya, paling tampan juga menurutku,dia menatapku cemas.

Selesai meminum air, aku memberikan lagi pada si jangkung ini, “kamsha hamnida,”

“nthe,hyung,”

Mwo? Hyung? Belum selesai mencerna kata-katanya seorang wanita,satu-satunya wanita yang ada disini duduk disampingku sambil menundukkan wajah. Kalau tidak salah, dia jinji. Benarkan? Lumayan tinggi, kulitnya agak gelap,namun manis. Pipinya agak chubby,lucu juga.

“mian,jonghyun oppa,” apa? Apa yang salah? Siapa? Aku atau dia?

“mwo? Nuguya? Mian? Maksudmu apa?”

“mian,aku yang salah, seharusnya jii gak mukul kepala oppa,mianhae!”

“eh,jangan menangis, tidak, ani,aniyo. Aku tidak mengerti maksudmu, kamu siapa?”

“MWO?” serempak mereka berteriak seperti itu didepanku dengan tatapan tidak percaya.

“nee, kalian siapa? Nugu?” aku mencoba bertanya sekali lagi.

“jonghyun,kau bercanda kan ? Hyung, kau bercanda kan ?”

“ani, kalian ini siapa? Aku bingung dari tadi, kepalaku sakit. lalu ada suara, ternyata kalian, tapi,aku tidak mengenal kalian kurasa. Lalu kalian memanggilku hyung, dan gadis ini minta maaf padaku. Apa yang terjadi sebenarnya? Siapa kalian sebenarnya?”

“hyung,”

“dan, yang paling utama yang ingin kutahu adalah, siapa aku?”

-Author POV-

Hening,

Suasana sangat berbeda di kamar member SHINee, semua diam dan membisu, semua memikirkan apa yang terjadi sekarang. Semua asyik dengan pikiran masing-masing, sampai,

Brakk!

Pintu terbuka, datanglah seorang lelaki dengan wajah sangat cemas.

“Yak! SHINee! Bagaimana? Jonghyun bagaimana? Apa yang sakit? hei,jangan diam saja! Jawab pertanyaanku!”

“nuguseyo?”

“MWO?!”

~di ruang keluarga~

“ya,itulah manajer, sekarang kami bingung, dia, bukan hanya tidak ingat pada kami, bahkan pada dirinya sendiripun tidak, lalu kami harus bagaimana?” Tanya Jinki cemas.

“eum,ini sulit. Ya, mungkin dia mengalami gegar otak, atau lupa ingatan, begitulah”

“MWO? Gegar otak? Lupa ingatan?” teriak key histeris saat 2 kemungkinan itu disebutkan oleh manajer mereka.

“hyung, sudahlah,”

“iya, lagipula itu masih perkiraanku Key,”

“ANI,manajer,minho, kalian gila? Bagaimana kalian bisa tenang dengan kondisi jonghyun yang seperti itu?”

“kibum,tenahlah,”

“ kau Jinki, kalau tidak karna Jinjimu itu, ini semua tidak akan terjadi. Apa dia sudah gila? Memukul kepala jonghyun dengan vas sampai pecah! Semua karna dia Jinki! Karna dia hyung!” kibum melanjutkan histerisnya sambil menangis menatap jinki dan mengoyak baju ynag dikenakan jinki.

“kibum hyung, palankan suaramu, nanti jinji dengar, dia juga syok akan hal ini, kalau mendengarmu lagi dia pasti sakit hati hyung,”

“Choi Minho! Diam kau, semua yang kukatakan benar! Benar minho!”

“KIM KI BUM!”  BUK sebuah tinju telah berhasil mendarat di wajah mulus kibum dengan sempurna sampai tubuh kibum tersungkur dilantai.

“hyung, sudah!”

“onew, sudah!”

Minho dan manajer menahan jinki yang ingin terus menghajar key.

“biar! Biarkan  dia merasakannya minho, manajer! Dia fikir  dia siapa berani menyalahkan jinji HAH? Bukannya ini semuakarna kalian?  Sampai jinji teriak memanggilku? Lalu jonghyun mendekapnya sampai dia tidak bisa bernafas? Bukankah benar? Dia membela diri. Kau tau?!”

Semua diam, tak ada satupun yang berani bicara di ruang itu.

~di dalam kamar~

Taemin dan jinji sedang menjaga jonghyun yang sedar tidur setelah diberi obat agar pusing dikepalanya hilang. Merka mendengar mereka dengan jelas mendengar apa yang sedang terjadi di luar.

“jii~ya sudahlah jangan menangis lagi”

“tidak oppa, ini memang salahku… huu,”

“ayolah jii~ya. Semuanya juga sudah terjadi. Kita hanya bisa melakukan apa yang kita bisa jii~ya. Sudahlah,” taemin mencoba menenangkan jinji yang sedaritadi menangis.

“tapi op,”

“stt,jangan bicara lagi, sudah cukup! Kalau kau sedih nanti aku ikut sedih lagi!” sergah taemin segera sebelum jinji berbicara lagi. Lalu dia memeluk jinji dan berkata “it will be ok jii~ya,”

“gomawo oppa,”

~ruang keluarga~

“sudahlah, kita tinggal panggil dokter lagi dan menanyakan apa yang terjadi pada jonghyun. Lalu dia diobati. Selsai,”

“tapi manajer, ini,”

“mau bicara apa lagi kau kibum?!”

“hyung,,, kau,,, “

“CUKUP! STOP IT!  Hentikan! Ini memang salahku,”

“jinji,”

“oppa, memang aku yang salah, jangan sampai gara-gara aku oppa semua berantem.”

“bagus kalau kau mengerti,”

“key,”

“oppa, sepertinya aku memang mengganggu dan selalu membuat masalah. Mungkin, lebih baik aku pergi saja,”

“MWO? Andwe! Aku tidak akan membiarkanmu pergi jinji,”

“ani oppa,”

“bagus! Pergilah! Naga!”

“key,,,”

“oppa, yang diucapkan kibum oppa itu benar, biarkan aku pergi, ini yang terbaik untuk saat ini, percayalah!”

“aku tidak mau, ini tidak benar. Kenapa harus bertengkar? Ini sudah terlanjur terjadi. Kalian seperti anak kecil! Dan ga ada yang boleh keluar dari sini, termasuk kau jinji!” minho akhirnya mengeluarkan unek-unek yang sedaritadi ditahannya karna para hyung yang bertengkar itu.

“minho oppa,,,, taemin oppa tolong ya,!”

“nthe, jii~ya”

“jinki oppa, kau tau aku akan pergi kemana. Kalau butuh aku cepat telepon ya?! Baik, aku pergi dulu, annyoung,”

“nthe jinjii, jal ga!”

“gomawo oppa,”

Cklek, pintu apartement pun tertutup.

“jinji, tunggu,”

“hyung, biarkan dia pergi,”

“tapi taemin,”

“tidak apa-apa. Jangan kawatir! Semua akan baik-baik saja hyung. Jadi tenanglah!”

“ akh, kalian berisik, aku mau tidur dulu!”

Kibum masuk ke kamar, taemin menenagkan minho yang sedang ‘meledak’ dan jinki beserta manajer pergi keluar untuk memanggil dokter dan mengurus segala sesuatunya.

Dan Jonghyun oppa sedang di alam minpi bersama,,,, siapa aja dah semau kalian. And,

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana keseharian jonghyun dengan penyakit barunya? Lalu hubungan anggota SHINee yangrenggang? Kemana Jinji pergi? Saksikan di episode selanjutnya!

P.S : Bonus buat hari ini soalnya mood aku lagi bagus.. kekeke.. SF3SI MASUK PERINGKAT 3 !!! YEAAAAHHHH~ *apadeeehhh*

-Lana-

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
Advertisements

GRANDPA, GRANDPA – PART 1

GRANDPA, GRANDPA

CHAPTER 1

Main cast : Key SHINee

Supported cast : SHINee, imaginary character

Malam itu bersahabat. Gelap (ya iyalah). Mendung. Awan menggantung. Cuaca favorit semua anak-anak SHINee yang hari itu ngerasa capek banget. ‘Banget’ berarti capek secapek-capeknya dan nggak mau mindahin parkiran (baca : badan) mereka dari sofa coklat  apartemen mereka yang empuk bukan main. Onew bahkan memperparah pemandangan ‘capek’ mereka dengan menguap lebar-lebar.

“Buset ah, bisa kesedot tuh home theatre,” komentar Key pada leader SHINee tersebut. Onew cuek. Dia mengucek matanya.

“Jangan keseringan dikucek tuh mata,” sambung Key lagi. “Nggak boleh kata orang yang di iklan tetes mata,…”

Onew masih cuek. Trus dia melanjutkan aksinya dengan ngegaruk idungnya.

“Awas jangan keseringan digaruk, inget tuh kuku belom dipotong dari bulan lalu. Ntar codet lagi,” imbau Key lagi. Onew mendelik kearah salah satu rapper di SHINee itu. Dia ngasih nasihat sambil merem-melek. Bawel amat si Key ini.

“Ampuuunnn…capek bangeeeeeeettttttt…!!” Min Ho meregangkan seluruh otot-ototnya. Nggak peduli sama Onew yang misuh-misuh gara-gara hampir kena kakinya Min Ho. Kalo sakit lantaran kena kaki Min Ho sih bukan masalah besar buat Onew. Tapi please deh, mereka kan  baru sampai dan baru aja buka sepatu. Gimana kalo tuh kaki nyasar ke idungnya? Onew dengan terpaksa menggelinding dari sofa ke karpet merah. Kalo masih punya tenaga aja dia mungkin udah menyempatkan diri buat menjewer telinga para anggota SHINee karena nggak memberinya tempat empuk untuk tiduran. Hihihi. Ada-ada aja.

Tentu aja Onew nggak betul-betul berniat melakukannya. Meskipun begitu mereka solid banget. Saling bantu satu sama lain. Misalnya pas Onew lagi kesulitan ngapalin rap, Min Ho dan Key nggak segan membantunya sampai Onew bener-bener bisa. Kalo anggota lain kesulitan mempelajari gerakan dance, Tae Min si bungsu yang paling jago bakal ngajarin mereka. Kalo ada yang kesulitan sama pitch control, Jong Hyun maju buat ngajarin tanpa diminta dua kali. Hehe. Makanya Onew nggak bisa nggak sayang sama mereka. SHINee udah satu sih.

$$$$$$$$$$

Nggak terasa malam berganti pagi. Jadwal manggung dan jam terbang yang padat membuat tubuh mereka menuntut jam istirahat yang seimbang pula.

Key yang udah kayak ibu mereka sendiri_______membangunkan mereka satu persatu. Akhirnya setelah dibangunin berkali-kali, disiram air, disetrika (emangnya baju?), mereka bangun. Masih antara sadar dan nggak sadar mereka perlahan berdiri.

“Ya Tuhan…,ngantuknya. Ampun deh, jadi artis kok capek banget ya?” ujar Min Ho di tengah-tengah acara menguapnya.

“Semua pekerjaan ada konsekuensinya. Yang buat kita sukses itu adalah berdoa dan berusaha,” nasihat Key sembari membalik omelet ketiga yang dibuatnya untuk sarapan mereka pagi itu.

“Key-hyung, yang aku sosisnya dibanyakin ya…” Tae Min memesan sambil mengucek matanya. Key menggumam mengiyakan. Kemudian mulai membuat omelet keempat dan membuka kulkas hendak mengambil sosis. Onew melangkah hendak membantu. Ia mengambil sebuah teko dari rak dan mulai menyeduh teh untuk mereka berlima. Kurang lebih sepuluh menit kemudian sarapan sudah tersedia di hadapan mereka. ShinEE mulai sarapan dengan lahap. Mereka menikmati tiap menit acara makan bersama seperti itu di tengah kepadatan jadwal mereka sebagai grup idola.

“Kosong seminggu nih, kita ‘kabur’,yuk!” cetus Onew tiba-tiba. Tae Min melotot, nggak percaya seorang Onew ngajakin mereka kabur meskipun libur.

“Maksudnya, kita pake seminggu ini buat senang-senang. Ke pantai kek, ke gunung,…”

“Ke gunung? Kalo nggak balik gimana?” tanya Min Ho. Pelototan Tae Min beralih ke Min Ho. Tuh anak kalo becanda nggak kenal sikon.

“Kita jalan aja. Ke mall,” usul Jong Hyun.  Onew menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia lagi nggak pengen ada di keramaian.

“Kita nyamar,” Min Ho seakan menerima usul Jong Hyun. “Kita ke mall sambil nyamar. Nyamar beneran. Abis-abisan gitu. Misalnya Key jadi ibu-ibu,”

“Beuw, kamu aja ah. Aku ogah pake baju wanita,” Key protes. Tae Min mulai bersemangat dengan usul hyung-nya itu.

“Kalo gitu aku mau jadi astronot!” timpalnya polos.

“Ya bukannya abis-abisan banget kayak gitu, dongsaeng…” Min Ho terkikik geli. Tae Min kalo lagi kumat polosnya nggak ketulungan!

“Aku punya ide,” ujar Key sembari mengunyah suapan terakhir omeletnya. Ia bangkit ke kamar dan kembali dengan sebuah kantong plastik ukuran sedang.

“Apaan tuh?” tanya Jong Hyun ingin tahu. Ia melongokkan kepalanya dan terkesima waktu melihat isi kantong.

“Ini kan kumis-kumisan dan wig putih bekas reality show kita tempo hari? Kok bisa ada  di kamu?” tanya Jong Hyun.

“Dikasih produser kok. Katanya buat kenang-kenangan,” ujar Key, bersyukur barang itu tidak tersimpan sembarangan.

“Kita jalan-jalan sambil nyamar jadi kakek-kakek, gimana?” usul Key. Semua langsung manggut-manggut menyetujui usul Key. Sekali-kali acara refreshing mereka butuh tantangan dan pengalaman.

Kemudian setelah mandi, mereka langsung berdandan ala kakek-kakek. Wig putih dipakai dengan baik________untunglah wig itu pas dengan kepala mereka. Kumis putih mereka tempelkan dengan lem yang rekat namun aman bagi kulit. Min Ho mendandani dirinya dan anggota SHINee yang lain dengan menambahkan kerutan-kerutan di wajah, nggak nyangka dia pandai urusan make up yang nggak biasa kayak gitu. Hihihi.

Dan siaplah mereka. Dengan kemeja sederhana (yang entah Key dapat belahan lemari bagian mana), celana berbahan dasar, dandanan ala old man, dan nggak ketinggalan tongkat kayu (kayaknya Key nggak cuman nyimpan satu atau dua macam cenderamata dari produser).

“Wah, bisa ketebak gimana kita lima puluh tahun lagi…” ujar Tae Min berdecak kagum.

“Kita pergiiii…!!” ujar Min Ho mengangkat tangannya bersemangat.

$$$$$$$$$$

Pekerjaan Min Ho memuaskan. Kayaknya dia berbakat jadi make up artist. Nggak ada yang merhatiin mereka sekalipun cewek-cewek. Makanya mereka bebas banget melenggang ke sana kemari. Min Ho senang sekali waktu rombongan cewek-cewek menawarkan diri membantu mereka menyeberang. Dia suka berada di tengah masyarakat tanpa harus diteriaki histeris dan dikerubungi, dipuja-puja sepanjang jalan. Diliatin dengan mata penuh khayalan. Ia suka itu. Tapi kadang-kadang Min Ho lebih suka dianggap biasa saja. Dimarahin kalo nginjek kaki orang, disapa dengan cara biasa, ketawa-ketiwi, dan dengan bebas pergi kemana-mana tanpa harus pake topi dan kacamata.

“Pada mau hotdog nggak?” tanya Onew setelah mereka lelah berkeliling-keliling.

“Kok hotdog? Mestinya kita makan di food court dong. Makan sup anget-anget,” ujar Min Ho.

“Menghayati peran niyeeee…” goda Onew. Min Ho mendengus.

“Oke deh,kita ke restoran fastfood aja deh. Di sana juga ada sup kok. Ayo kita come on!” Min Ho yang naga-naganya emang ngidam makan sup langsung menyeret teman-temannya ke restoran fastfood di mall.

Begitu tiba, Tae Min dan Jong Hyun memesan menu, sementara yang lain duduk di tempat berkapasitas lima sampai enam orang.

“E-eh liat deh,” Min Ho menyikut rusuk Key. Key yang punya refleks geli langsung terlonjak.

“Apa?”

“Itu tuh, cewek yang pake t-shirt merah,” Min Ho menunjuk seorang cewek dengan dagunya. Key mengikuti arah yang ditunjuk Min Ho dan matanya langsung tertumbuk pada seorang cewek berambut coklat dan panjang hingga punggung dibiarka terurai begitu saja.

“Kenapa emang?” tanya Key.

“Kalo kamu bisa bikin cewek itu ngebantuin kamu nyebrang jalan, makan ini aku yang traktir. Gimana?”

“Kenapa mesti cewek itu?”

“Kamu mau sama disebrangin sama cowok?”

“Nggak sih, kasihan aja kalo kamu mesti traktir kami berempat,”

“Halah sombong. Coba sana kalo bisa!” tantang Min Ho. Onew cuman geleng-geleng kepala ngeliat tingkah dongsaengnya itu. Udah nyamar masih aja banyak tingkah. Bodo ah, dia udah nggak sabar mau nyikat abis cheeseburgernya.

Key mengambil tongkatnya dan mulai berjalan sedikit tertatih menghampiri cewek di luar restoran yang dimaksud Min Ho.

Key mencoba memastikan kalo tuh cewek berjalan keluar dan ngeliat dia. Bener, tuh cewek emang berjalan kearah pintu keluar. Key berjalan agak mendekat untuk menarik perhatian biar cewek itun sadar ada seorang kakek yang butuh disebrangin. Hihihi. Ada-ada aja.

Satu menit berlalu dan cewek itu masih cuek-cuek aja. Key dapat angin karena ternyata cewek itu juga mau nyebrang. Buru-buru Key mendekat.

Jiah, cuek amat sih nih cewek. Nggak punya jiwa sosial dikit apa? Key pura-pura batuk. Akhirnya tuh cewek ngeliat juga. Fiuh, Key menghela nafas. Tapi, olala…

Mata Min Ho emang tajem kalo menilai penampilan orang lain. Tapi Key nggak tahu kalo Min Ho juga bisa menilai cewek cantik jarak jauh. Dan Key baru nyadar kalo cewek yang ditunjuk Min Ho tadi bukan cantik, tapi cantik banget! Wajahnya tirus dengan hidung mancung dan tinggi dan bibir yang merah dan tipis. Badannya proporsional. Terlalu gemuk enggak, terlalu kurus juga enggak. Tapi yang paling bikin jantung Key berdetak dua kali lebih cepat_______matanya bagus banget! Biru langit mempesona. Darah blasterannya masih menurunkan  mata biru entah dari siapa. Mata itu menatapnya berbinar. Key tersenyum.

“Um…”

“Grandpa??!” Key terpaku ketika cewek itu menghampirinya dan memanggilnya dengan sebutan ‘grandpa’.

“Oh my GOD! Oh my GOD, Grandpa! Where have you been??!” cewek itu berbinar dan dengan sedikit histeris menghambur ke arah Key. Key melongo. Kayaknya ada yang salah sama pertemuan ini.

“I miss you so bad, Grandpa! Ya Tuhan! Grandpa ngapain di sini??? Jalan-jalan? Aku baru aja mau ngunjungin Grandpa di Hamkke-Light!” ujar cewek itu bersemangat. Key masih melongo. Sekarang dia yakin ada yang salah. Seingatnya Hamkke-Light itu panti jompo. Oh Tuhan, selamatkan hamba dari keadaan ini.

“Grandpa?”

“Hah? Oh,…i…iya, iya. Kenapa?”

“Grandpa mau pulang ke Hamkke?”

“Oh…ehm,…” kalo saya ke Hamkke trus ngapain? Tidaaaaakkkk!!!

“Aku baru kemarin nyampe di Seoul. Liburan. Nginep di hotel. Grandpa mau mampir?” tawar cewek cantik itu. Tubuh Key panas dingin karena gugup. Kalo nggak ngucapin sesuatu habislah dia. Mau nggak mau mereka berjalan beriringan. Key deg-degan begitu cewek yang ternyata ‘cucu’nya itu menggandeng tangannya. Key belom pernah berjalan bergandengan dengan cewek. Maka dilepasnya gandengan itu.

“Temen-temennya yang lain apa kabar, Grandpa?” tanya cewek itu.

“Oh,ehm…baik…” baik, semua baik, lagi makan tuh di sono, tapi yang namanya Min Ho bentar lagi mau kucekik.

“Kadang-kadang kalo dipikir lagi Uncle sama Auntie Song emang kelewatan deh. Mereka tuh lebih mentingin kerjaannya daripada ngerawat ayah dan mertua mereka sendiri di rumah. Padahal apa sih susahnya kalo Grandpa tinggal di sana? Dasar orang dewasa nyebelin. Mestinya Grandpa ikut kami aja ke Amerika…” gadis itu terus nyerocos sambil nyeruput softdrinknya.

Key kembali ber-oh ria sembari memikirkan gimana caranya bisa lolos dari tuh cewek dan kembali bergabung dengan teman-temannya. Mana mereka udah terlanjur jalan lagi. Begonya kamu, Key! Mestinya daritadi kamu klarifikasi kalo kamu tuh bukan kakeknya! Daritadi melongo aja kayak orang bego. Key merutuki dirinya sendiri. Emang semirip itukah dandanannya dengan kakek-kakek? Kalo iya, berarti Min Ho mesti ngelamar jadi make up artist.

“Pokoknya nanti aku bakal bilang sama Dad supaya Grandpa bisa tinggal di Amerika. Tenang aja, Grandpa!” gadis itu menepuk dadanya. “Alexis Song bakal ngubah idup Grandpa!”

Iya, selangkah lagi kamu ngelakuin niat kamu itu, hidup aku bakal bener-bener BERUBAH.

Chapter 1’s done…^^ by cappucinofiction

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

U CALL IT LOVE?? I THINK THE SAME

U CALL IT LOVE???  I THINK THE SAME

Author : Dinar a.k.a Dhy

Cast    :  Choi minho and Yuna (ordinary people)

A/N     : FF ini aku bikin sebagai hadiah buat adikku yang lagie berbahagia ^_<  hope you like it. Dan soal judul.. ehehehe… aku bingung ngasih judulnya apa jadi aku ambil aja dari FF nya Ryui. Gak apa-apa kaaannnn????

Percaya dengan cinta???????

Percaya dengan cinta tanpa suara dan tanpa melihat????????

Percaya dengan cinta yang muncul hanya dengan sebuah jaringan Internasional????

Percaya dengan cinta yang bisa muncul di hati siapa pun, di manapun dan bagaimanapun caranya???????

Kalau kau belum mempercayainya, apa salahnya membaca kisahku ^^

Jam masih menunjukan pukul 8 malam, aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, akhirnya aku menyalakan komputerku, berharap akan ada hal yang kutemui di lautan dunia maya. Karena aku suka menulis aku pun membuka salah satu blogku, ada sesuatu yang tiba-tiba menarik perhatianku.

“Mmm siapa dia??????” aku bertanya pada diriku sendiri, mungkin pertanyaanku bisa dijawab dengan kata ‘Dia hanya pembaca blogku’ tapi jawaban itu bukan hal yang aku maksud.

“M-I-N-HO”. Aku mengeja namanya dan  yang menarik perhatianku, dia memberikan komentar dengan tulisan Hangeul yang tidak ku mengerti sama sekali. Karena penasaran aku pun mencoba menterjemahkan tulisan itu, kau tahu? Aku memerlukan beberapa buku untuk mencari tahu artinya. Aku bukan orang korea makanya aku tidak mengerti tulisan Hangeul.

Setelah aku mendapatakan artinya ternyata dia penggemar salah satu Tulisan kakakku yang ku post di blog. Iseng-iseng aku mencoba untuk membalas komennya.

~~~

Entah apa yang mendorongku untuk membuka blog sepagi ini, di hati kecilku aku berharap Minho membalas komen terakhirku. Kenapa aku begitu bersemangat???? Itu karena jarang sekali  ada laki-laki yang mampir dengan sengaja ke blogku. Karena rasa penasaranku yang begitu besar, aku mencoba menghubunginya secara personal. Tentunya dengan cara chat.

Minho, dia adalah seorang Indo-Korea, makanya aku berani mengajaknya chat, karena sedikit-sedikit dia bisa berbahasa Indonesia.

Yuna    : hai

Sebenarnya aku ragu-ragu untuk mengetik itu. Tapi tiba-tiba ….

Minho  : hy

Tuhan!!! Dia membalasnya!!! Karena dia tertarik dengan salah satu tulisan kakakku, aku mencoba mengajaknya mengobrol  mengenai itu.

Yuna    : aku Yuna, kurasa oppa sudah tahu.

Minho  : ya, aku tahu.

Yuna    : mmm boleh aku memanggilmmu oppa??? Soalnya kau tidak memberi tahuku   berapa umurmu sekarang.

Minho  : haruskah aku memberi tahumu??? Panggil saja aku oppa.

Yuna    : baiklah oppa, oya oppa, apa kau menyukai Dara unnie?????

Minho  : aku hanya tertarik dengan tulisannya, tapi kurasa dia menarik.

Aku tidak sadar, chat dengan Minho membuatku betah berjam-jam di depan computer. Semakin lama aku semakin dekat dengan minho, bahkan aku juga mengenalkannya pada teman-temanku termasuk pada Dara unnie kakakku. Dan aku akui.. hemm.. dia laki-laki yang sangat baik kok. Ramah, supel, perhatian, dan pinter sepertinya…

~ ~ ~

Author Pov

“Kenapa aku tidak memikirkannya dari dulu” ucap yuna didepan komputernya. “Sepertinya akan jadi berita yang bagus kalau Dara unnie dan minho oppa punya scandal, siapa tahu mereka bisa menjadi sepasang kekasih?” Yuna pun mulai mengetik di atas keyboardnya. Dan hasilnnya tidak sia-sia, banyak teman-teman mayanya yang tiba-tiba bermunculan untuk merespon. Yuna hanya tersenyum melihatnya. Tapi scandal yang sengaja Yuna buat malah membuatnya bertambah dekat dengan Minho.

Beberapa minggu kemudian, sudah menjadi rutinitas Yuna untuk menyelam di dunia maya seperti apa yang dilakukannya pagi ini. Hanya yang berbeda adalah dia tidak hanya melihat blognya. Dia asik mengobrol dengan…..

“Pagi ^^.” Sebuah pesan dari Minho.

“Pagi oppa ^O^ !!”

“Apa semalam Yuna tidur nyenyak???”

Yuna tersenyum saat melihat pesan yang dikirim minho.

“Tentu ^.^, oppa sendiri????”

“Mmm sepertinya iya.” balas Minho.

End of author Pov.

~ ~ ~

Yuna Pov.

Ini hanya perasaan ku saja atauuu… memang belakangan ini oppa jadi lebih perhatian??? Dia selalu bertanya

“Apa kamu sudah makan???”

“Have a good day today?”

“Ada cerita apa hari ini???”

Hal kecil tapi membuatku merasa ada sesuatu yang tumbuh di hatiku. Aku tahu minho oppa menganggapku adik, tapi apa salah bila aku merasakannya???? Semoga aku tidak memiliki harapan kosong yang memalukan…

Suatu hari ada satu pesan yang membuatku sesak.

“Yuna… aku menyukai seseorang, umurnnya lebih muda dariku… kira-kira aku  hanya sekedar suka atau mungkin sayang?”

Aku bingung harus menjawab apa, entah kebingunganku muncul karena aku benar-benar tidak tahu atau karena sesuatu yang mulai tumbuh dihatiku.

“apa oppa merasa dada oppa berdetak kecang saat bersamanya??? Atau saat oppa berbicara dengannnya??? Yang tahu perasaan oppa hanya oppa, aku tidak tahu apa-apa soal itu, lebih baik oppa cari tahu perasaan oppa sendiri” entah kenapa jari-jariku terasa begitu berat saat mengetik kata-kata itu.

Sejak saat itu, minho oppa selalu bercerita tentang wanita yang dia sukai. Entah apa yang membuatku kesal, aku tidak mungkin benar-benar jatuh cinta pada orang yang sama sekali tidak kukenal, tapi sepertinya aku sudah mulai menyayanginya lebih dari sekedar adik pada kakaknya. Sejak saat itu aku mencoba untuk mengabaikan semua ceritanya, tidak membalas pesan-pesannya sekalipun aku membalasnya aku akan bersikap sangat dingin, mencoba untuk melupakannya, mencoba untuk mengubur perasaan cinta yang sudah tumbuh dihatiku, mencoba menerima bahwa aku hanya seorang adik yang tidak pantas merasakan perasaan ini. Sebenarnya aku merasa sakit mengabaikan minho oppa, apalagi dia sama sekalli tidak tahu kalau aku mencintainya, tapi apa sebodoh itukah dia???? Apa sepolos itukah dia sampai-sampai tidak  bisa membaca perasaanku.

Suatu hari, ada sesuatu yang membuat minho oppa menghubungiku lagi, ya masih dengan tulisan-tulisan, bukan dengan suara.

“Yuna kamu marah sama aku? Kenapa?”

Dengan pesan sesingkat itu, aku berpikir bahwa, bukankah harusnya aku senang bila minho oppa bahagia. Yuna harusnya kau sadar, siapa dirimu kaliamat itu yang berteriak-teriak dikepalaku.

“Enggak kok ^^… itu Cuma  perasaan oppa” aku segera menekan enter untuk mengirimnya.

“beneran kamu gak marah? Habis kemaren-kemaren kamu judes banget sama aku, aku bisa melihatnya dari cara kamu mengetik pesan”

“Enggak oppaaa, Oh iya… yang namanya Gwi Ja itu beneran cinta dan pacar pertama oppa?” aku kembali mengirim pesan.

Gwi Ja, dia adalah pacar pertama minho oppa, tapi bukan wanita yang sedang ia sukai.

“Enggak kok, dia emang pacar pertama aku tapi ternyata kayaknya dia bukan cinta pertama aku. cuma sekedar rasa suka biasa” entah kenapa pesan yang dikirimkan minho oppa membuatku tersenyum, oh tidak, aku benar-benar tidak percaya dengan perasaan yang ada di diriku sekarang.

“Ohhh cinta monyet maksudnya??” aku yakin minho oppa tidak akan mengerti kekeke.

“Ah ya.. terserah itu apalah namanya… tapi kok namanya cinta monyet?”

“Soalnya oppa jatuh cinta terus muka oppa kayak monyet jadi aku namain aja cinta monyet…” Aku rasa dia akan percaya dengan pesan yang kukirim,  dia tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia, jadi kadang-kadang aku sengaja mengerjainya.

“Jadiiii cinta pertama oppa  cewek yg sekarang oppa suka?”

“A-ha… bisa di bilang gitu.. ^^”

“Wow!!! Oppa harus mengejarnya kalau gitu!!! “ sebenarnya perasaanku sakit, saat membayangkan minho oppa benar-benar mengejar wanita yang di cintainya.

“ea, aku memang harus mengejarnya”

“Oppa boleh aku tahu siapa orangnya??? Apa wanita itu orang yang ku kenal, atau mungkin saja dara unnie, oppakan menyukainya, ayo donk beritahu aku ^^”

Yuna apa kau bodoh, buat apa kau menanyakan itu, itu malah akan membuatmu tambah sakit.

“kamu” aku tidak percaya dengan apa yang tertulis di layar computerku.

Tuhan apa dia benar-benar menulis KAMU. Aku tidak tahu berapa lama aku diam, aku senang sampai aku merasa detak jantungku amat sangat kencang, aku bahkan takut detak jatung itu berhenti karna terlalu kencang berdetak.

“Gak usah kaget kkkk… aku belum selesai ngetik tahu!” pesan dari minho tiba-tiba muncul dilayarku. Apa maksud orang ini??? Apa dia mencoba bermain-main dengan perasaanku????

“oppa apa kau sedang bermain-main denganku???? Kau memang menyebalkan”

“baiklah, aku akan melanjutkannya, boleh???”

“iya, harus”

“Hemm.. jadiii cinta pertama aku itu.. yah emang bener yang tadi aku bilang ^.^” pesan yang dikirim minho oppa membuatku tambah bingung.

“Siapa???!!!! dara onn??? Gwi Ja??? Atau… orang lain??!!!!!”

“yang pasti dia bukan orang yang kamu sebutin”

“terus siapa???”

“kamu, aku serius”

Aku tidak tahu ada apa dengan minho oppa hari ini, dia benar-benar menguji kesabaranku.

“oppa, aku benar-benar bertanya”

“aku benar-benar menjawabnyakan???  Please be my girl, I beg you on my knees… kalau perlu jadi istriku sekalian , please say YES”

“GAAAAAKKKK !!!! Aku belom mau nikah!!!” aku tidak benar-benar menolak tentunya kekeke.

“Tapi mau kan jadi pacar aku??? I’ll waiting for you even until 50 years latter I’ll still love you.. okay???”

“oppaaaaaa”

“aku serius, this day, tomorrow, the day after tomorrow, next month, next years, and even the sun can’t rise any more,  I still love you, so please be my girl”

Aku tidak bisa menggambarkan sebarapa senangnya aku.

“oppa NADOH SARANGHAE” aku mengetiknya perlahan, memastikan tidak ada kata yang kurang.

~ ~ ~

Itulah ceritaku, cerita yang mungkin saja bisa kalian alami, atau mungkin sedang kalian alami, mungkin biasa tapi bagiku itu adalah memory yang terindah dalam hidupku, sampai detik ini aku belum pernah melihat minho oppa tapi itu tidak akan pernah mengurangi rasa cintaku padanya, aku berharap minho oppa juga merasakan itu. Kami (aku dan minho oppa) mungkin tak saling menatap, tak saling bergandengan, tapi aku yakin hati kami bertautan.

The End

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

Our Love Should Go On – Part 6

OUR LOVE SHOULD GO ON

Part 6

Cast:

Member SHINee

Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

Han Ri Chan a.k.a Nyda han

Shin Hyun Young a.k.a Wonnie

Park Ri rin a.k.a Ri rin Wookie

Park Min Gi a.k.a Dessi

Park Sun Yi

“Anyeoong Onie. .!mianhaeyo aku terlambat.” Ri Chan membungkukkan badannya pada semua Oppa dan Onienya, kemudian dia ikut duduk disamping Ah Seul. “Mwoo. .? Onew Oppa? Kenapa kau disini?.”

“Pleeetttaaakk. .!”. Ah Seul menjitak kepala Ri Chan.”kau terkejutnya terlamabat!”.

“Aaaiisshh. .dasar Onie durhaka!! Tadi aku menubruk seseorang disekolah, sekarang kepalaku kau jitak”. Ri Chan meringis kesakitan.

“Waeyoo?? Aku dan Onew sudah baikan!.”. Ujar Sun Yi sambil terus menggandeng Onew.

“Nee, kita sudah baikan. Satu minggu lagikan ada festival di sini. Bagaimana kalau sekaligus kita rayakan, di tambah lagi Minho akan bernyanyi dengan Jonghyun dan Taemin!”.Onew Oppa menjelaskan.Sedangkan Ri rin tepuk tangan gaje, membanggakan Oppanya.

”Taemin. .?siapa itu Oppa?”. Tanya Ri Chan penasaran. Tapi tiba-tiba. . .

“Kkyyaaaaa! AAaapppakuu. . kau sudah kembaliii. . . ! !”. Ucap Jonghyun lebbay. Dia berlari ke arah Onew dengan adegan slow motion. Tapi adegan itu terhenti karena rambutnya dijambak Min Gi dari belakang.

“Joonghyun. .jangan malu maluin.!”. Nasihat Min Gi tanpa expresi. Semuanya bengong.

Jonghyun dan Min Gi datang terlambat. Min Gi berjalan gak normal gara-gara accident bersepeda kemarin tapi tidak disadari oleh Onie dan dongsaengnya…

“Anakkuu. !.benar kata Min Gi, kau jangan lebay seperti itu! Nanti Appa gak kasih uang jajan lagi lho!.”Onew melirik nakal pada Jonghyun,dan dibalas dengan Jonghyun yang mengerjap-ngerjapkan gaje matanya.

Neul Rin geleng-geleng kepala dan mengusap-usap dadanya, tanda prihatin pada Min Gi dan Sun Yi yang punya Oppa agak miring. “Donghae Oppa. .jangan ditiru ya. .!”. Ucap Neul Rin polos diikuti anggukan Donghae kayak anak kecil yang udah dinasihati ibunya buat gak deket-deket boneka Dora yang ada ditaman.*mmakssudd?!”

“O. .ya. .nanti aku juga akan memperkenalkan seseorang pada kalian “. Cerita Hyun Young tiba-tiba.

“Nugu. .? akhirnya kau tidak sendiri lagi!”. Ucap Ah Seul semangat.

“Rahasiaa. .!nanti saja jika kalian sudah bertemu dengannya.”

“Terus aku bagaimana?”.Tanya Ri Chan nunjuk dirinya sendiri.

“Waeyoo. .?”. Tanya Ri Rin balik.

“Yang aku tahu Festival itu hari Minggu, dan itu hari terakhir hukumanku”

“Bukankah itu bagus? Kau kan bisa sekalian merayakan kebebasanmu. .!”. Akhirnya Heechul buka suara dari kebisuannya menatap cermin.

“Tapi tetap saja hari itu aku harus memakai kostum Dora!”Ri Chan cemberut.

“Tennang. .!festivalnya malam kok! Jadi kamu punya waktu untuk ganti baju. .!”. Suara Minho mendamaikan hati Ri Chan.

“Jeongmal? Yessss!. .Oyaa. .Oppa nanti kau akan membawakan lagu apa? Apakah lagu yang ada. .’Miiiiaaaaaaaanhaeee my love. .my love. .?”. Ri Chan menirukan gaya Wooki Sujju saat nyanyi.

“She is Ghone dongsaeng. .!.” Ri rin membenarkan. Ri Chan angguk-angguk.

“Anniiyyyo! Aku kan biassa ngerapp, mana mungkin aku menyanyikan lagu sepellan itu!”

“Waeyoo? Bukankah lagu itu kesukaan Ri rin Onie. .?”. Tanya Neul Rin ikut nimbrung diikuti anggukan semunya.Termasuk Author.

“Aku tahu. tapi aku takut dalam rilik itu akan menjadi kenyataan.”

“Maksud Oppa takut ditinggalkan Ri rin Onie. .?”. Goda Richan.

‘Itu bakalan terjadi kalau Ri rin Onie gak terlalu baik sama kamu Oppa!’. Seru Neul Rin dalam hati.

Love forever and last forever! oon nae mam dahaedoh jabheejeedo neutjuhl suh doh upneun neol.”. Hp Ri rin berbunyi, tanda ada panggilan masuk.

Ri rin merogoh rogoh tasnya dan mengambil handphone. Setelah melihat layar handphonenya, keningnya berkerut kemudian dia menekan tombol hijau.

“Halo”.

“Bisa ngomong sama Ri rin?”

“Ne, aku sendiri. Siapa ini?”

“Mulai sekarang,kamu jangan pernah berharap sama Minho lagi!”Ucapnya tegas.

“Maksudnya apa?”

“Minho itu milik aku!”

“Ini siapa?”. Ri rin masih bingung tapi Ri rin bisa nangkap jelas maksud penelepon misterius ini. Semua cemas melihat expresi Ri rin, termasuk Minho .

“Aku pacarnya Minho!”

Ri rin diam, tidak tahu harus bicara apa.

“Jadi kamu gak usah berharap banyak!Minho nggak pernah sayang sama kamu. Cintanya hanya untuk aku”.

Ri rin masih diam. “Waeyo. .?”.Tanya Minho sambil memegang kedua bahu Ri rin.

“Oke!aku cuman mau ngasi tahu itu saja. Aku kasihan sama kamu.”

Ri rin tidak bisa bicara apapun di saat-saat seperti ini. Dia memandangi Minho.

“Jangan berharap banyak!”. Pesannya sebelum mengakhiri.

Kepala Ri rin rasanya ingin pecah, Ri rin segera berlari meninggalkan Dongsaeng dan Onienya yang masih kebingungan melihat apa yang terjadi termasuk Neul Rin dan Minho.

“Ri Rin!”. Minho mengejar Ri rin diikuti yang lain.

Ri rin berjalan lebih cepat.

“Berenti, Ri rin!”. Minho menarik tangannya.

“Lepasin Minho. .!”. Ri rin berusaha melepaskan tangannya.

“Waeyoo. .? siapa yang meneleponmu tadi? Apa yang dia katakan padamu?”. Minho bertanya bertubi-tubi.

“Miiaaanhae. .aku ingin pulang”. Ri rin berusaha menahan air matanya.

“Ne, aku akan mengantarkan kamu pulang tapi beri tahu dulu aku siapa yang meneleponmu?”

“Perempuan yang kau rangkul dua minggu yang lalu!!”. Teriak Ri rin dengan tangis lepas.

Semua yang mendengarnya tersentak kaget termasuk Neul Rin.Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka dengar,selama ini mereka selalu berpikir bahwa Minho dan Ri rin adalah pasangan yang sudah ditakdirkan untuk bersama.

Minho seketika diam, dia menunduk kaku.

“Minho kenapa kau diam?”. Neul Rin menghampiri Minho, “Apa kau tidak tahu bagaimana Onie sangat percaya padamu? Onie ku juga manusia yang punya hati tapi dia terlalu baik untukmu! kenapa kau memperlakukan Onieku seperti ini? Apa kau tahu Ri rin Onie selalu berusaha menutupi rasa sakitnya didepan Onie dan dongsaengnya termasuk padamuu!”. Emosi Neul rin tak dapat ditahannya lagi. Donghae langsung menarik Neul Rin kedalam pelukannya. Neul Rin sesenggukkan dalam pelukan Donghae.

“Kyyaaaa!Brruukk. .!”. Jonghyun meninju pipi Minho keras hingga dia jatuh. “Aku malu sekali mempunyai dongsaeng sepertimu”. Bentak Jonghyun, dia memang berwatak keras. Onew sadar dirinya yang paling tua setelah Donghae memabantu Minho dongsaengnya bangun sedangkan Min Gi berusaha menenangkan Jonghyun.

“Kenapa kau terlalu baik Ri rin?”. Ucap Minho pelan setelah berhasil berdiri. “Kenapa pada saat itu kau tidak bilang kalau kau pacarku? Kenapa kamu malah membelaku? Sampai aku  merangkul perempuan lainpun kau masih berpikiran positif. .?kenapa kau membuat Oppa takut kalau kamu tidak benar-benar mencintai Oppa?”.Ucap Minho  pelan.

“Aku juga ingin menangis, memarahimu, membentakmu.Aku juga ingin Minho!tapi tidak bisa! Aku tidak bisa karena aku begitu takut kehilanganmu Minho!”. Bentak Ri rin setengah teriak. Minho menarik Ri rin dengan kedua tangannya, kemudian memeluknya.

Ri rin memukul tangan Minho, tapi Minho memeluknya lebih erat. “tidak boleh kehilanganmu”.bisik Minho tepat ditelinga Ri rin. Sementara yang lain hanya diam dan menjadi penonton yang baik.

“Lepassin Minhoo!”. Suara Ri rin melemah. Minho melepaskan pelukannya.

“Minhoo aku sudah capek! Aku harap kita tidak usah bertemu lagi”.

“Apa maksudmu? Ri rin aku berbohong! Perempuan itu tidak pernah menjadi pacarku!mungkin dia merasa sakit hati dipermainkan olehku, makanya dia meneleponmu. Miian. .aku sengaja melakukan hal itu karena aku takut kalau kau tidak benar-benar mencintaiku karena kau selalu berpikiran positif padaku. Kau tidak pernah curiga dengan apa yang aku lakukan!”

“Tapi kenapa Donghae Oppa dan Neul Rin melihat kau merangkul perempuan itu? Apa itu juga disengaja?”. Ri rin berusaha tenang.

“Kapan?”. Minho terlihat kebingungan.

“Di café, tempat yang selalu aku dan Neul Rin datangi sepulang sekolah, satu minggu yang lalu!”. Donghae menjawab pertanyaan Minho.

Minho menghela nafas panjang. “Itu keponakanku yang baru pulang dari Indonesia, namanya Farisa *hee ikkut eXix*.”Minho tersenyum lega, berpikir kalau masalahnya sudah selesai. Tapi. . .

“Kenapa kamu gak jujur dari awal?”. Tanya Ri rin

“Sumpah Ri rin” Minho memegang tangan Ri rin,”Tadinya Oppa emang niat terus terang dari awal,tapi. .”

“Tapi Oppa lebih seneng mempermainkan hati aku kan?”. Ri rin menepis tangan Minho yang memegang tangannya. Kemudian Ri rin berjalan cepat meninggalkan semuanya.

“Mianhae. .”.Minho berusaha mengejar Ri rin.

“Jauhi aku Minho!”.jawab Ri rin tanpa melihatnya, terus berjalan.

Doraseneun. . . neoreul bomyeo sarangi gedheogadeon * Saat aku melihatmu berpaling*. Tak pernah terlintas dipikirannya untuk menyanyikan lagu inni, dia hanya suka n-rapp tapi dia melakukannya untuk mencegah Ri rin pergi dengan menyanyikan lagu kesukaan Ri rin. Ri rin memperlambat jalannya.

Shigani ijeya nagedo boigo ijjiman. .*Waktu seakan berhenti*”. Tak ada iringan piano maupun gitar. Hanya ada suara yang keluar dari mulut seorang Minho, lelaki yang sedang menyesal.

Dashi dwedollil sso iddamyeon . .*Jika saja aku dapat memutar kembali waktu yang terlewat*”. Donghae mengikuti dan ikut menyanyikannya sambil marangkul Neul Rin disampngnya. Di belakangnya ada Jonghyun menarik-narik tangan Min Gi yang kakinya masih sakit.

Ani hanbeonman dashi woosuhjundayeon . .*Tidak, jika saja aku bisa melihat senyum manismu lagi*.” Min Gi tersenyum melihat Jonghyun bernyanyi, “aku bernyanyi untuk membantu Minho, bukan berharap melihat senyum manismu!”. Bisik Minho pada Min Gi. “Peellettaaak”. Min Gi menjitak kepala Jonghyun.

Mereka mengikuti Ri rin. Ri rin berhenti. Minho dan semuanya tersenyum berpikir mereka sudah berhasil. Ri rin berbalik.

Ri rin menggelengkan kepalanya“Mianhaeyo Oppa. .”. dia memutar tubuhnya kembali dan lari sekencang-kencangnya.

“Gwenchanayo. .Ri rin pasti kembali.” Ucap Onew menepuk-nepuk pundak Minho.

TBC

By : Ahn Neul rin

signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

My Yeoja And Your Yeoja – Part 2

Part 2

ini lanjutan ff ku… ^_^ hem… mian lagi-lagi kelihatannya geje. aku juga sebenernya yakin ga yakin mau kirim ff ini.

Title: My Yeoja and Your Yeoja

Author: Vira Safitri a.k.a Kim Hyun Su

Genre: Romance

Casts: Lee Tae Min, Choi Min Ho, Kim Hyun Su, and Geum Eun Hye.

Main Casts: Lee Tae Min, Choi Min Ho, Kim Hyun Su, and Geum Eun Hye.

Other Casts: ss501’s, SHINee’s, Super Junior’s, DBSK’s, U-kiss’s, and SNSD’s member, Han Hye Jin, Kim Min Hyo, Han Ree Na, and Lee Min Je.

Categories: Serial

=============================================

Kim Hyun Su’s p.o.v

“hmp… Min Hyo… kamu mau ikut aku??” tanyaku sambil menepuk-nepuk pundaknya.

“emp.. mianhe Eun aku lagi malas pergi kesana. Perutku juga masih kenyang.” Katanya sambil tersenyum.

“ah… kalau begitu baiklah.” Karena Kim Min Hyo tak ingin pergi kalau begitu aku pergi dengan Tae Min oppa saja. Aku berjalan menuju kelas Tae Min oppa.

Aku berjalan sumeringah sambil tersenyum-senyum. Ahahaha bangga sekali miliki pacar yang hampir semua yeoja di hakkyo ini menyukainya. Termasuk Jessica cs. Huoh mereka kalah telak denganku karena aku bisa mendapatkan Tae Min oppa semenjak aku baru masuk di hakkyo ini tepatnya aku masih kelas 1 dulu. Ahahaha kalian takkan pernah bisa mendapatkan Tae Min oppa. Karena dia hanya menyayangiku dan mencintaiku, begitu juga denganku. Cinta kami berdua takkan bisa diputuskan. Bagaimana pun caranya.

“oppa….” panggilku… Tae Min oppa membalikkan badannya. “kita kekantin sama-sama” kataku sambil berlari kecil kearahnya.

“wae? Kau mengajakku. Biasanya kau selalu pergi dengan Kim Min Hyo.” Katanya sambil berjalan.

“ani oppa. Hari ini katanya dia malas untuk pergi kekantin. Dan katanya juga perutnya masih kenyang.” Tae Min oppa hanya tersenyum dan melihatku.

Sepertinya raut wajahnya berubah menjadi sedih?? Ada apa ini?? “jagia, entah kenapa perasaanku tidak enak.” Wae oppa?? Aku sekarang juga sepertinya merasakan hal itu. Aku jadi merasa takut. “kita sudah berpacaran hampir 3 tahun. Tapi apa kau masih mencintaiku jagia??” tanyanya, dia langsung berhenti dan melihatku.

Waeyo?? Mengapa dia menanyakan hal ini? Aku langsung menarik bajunya dan membisikinya. “oppa… sarangheo… jawabanku akan selalu seperti itu.” Bisikku. Dia hanya mengangguk mengerti tapi kupikir dia tidak merasa tenang entah kenapa dia seperti ini.

Aku langsung memeluk tangannya dan berjalan sesuai arah yang kami tuju. Hmp… wangi sekali… parfum ini selalu ia gunakan aku menyukai bau ini. Hmp.. rasanya nyaman sekali.

Kim Hyun Su’s p.o.v end

Lee Tae Min’s p.o.v

Entah kenapa perasaanku tak enak langsung. Akhirnya aku mulai lancang bertanya. “jagia , entah kenapa perasaanku tidak enak.” Aku mulai melihat raut muka Hyun Su yang kelihatan mengalami perasaan yang sama denganku. “kita sudah berpacaran hampir 3 tahun. Tapi apa kau masih mencintaiku jagia??” aku berhenti dan menatap wajah Hyun Su.

Tak biasanya atau bahkan tak pernah aku menanyakan hal ini. Hyun Su langsung menarik bajuku dia membisikiku. “oppa… sarangheo… jawabanku akan selalu seperti itu.” Bisiknya aku hanya mengangguk, tapi entah kenapa aku tetap masih merasa tak tenang.

Dia langsung memeluk tanganku dengan erat, sekarang aku merasa sedikit lebih tenang.

Lee Tae Min’s p.o.v end

============================================

Kim Hyun Su’s p.o.v

“boleh aku duduk disini oppa?” tanya seorang yeoja kepada Tae Min oppa. Dan aku milirik yeoja iyu. Hah!! Astaga lagi-lagi Jessica, Yoona, dan Sunny. Bisa-bisanya mereka ingin duduk disamping Tae Min oppa? Padahal disampingnya sudah ada aku. ‘Pacar Tae Min oppa’.

Mereka selalu saja mencari-cari kesempatan untuk menggodai Tae Min oppa. Huh!!!!! Ingin sekali kepalan tanganku ini mendarat disalah satu muka yeoja-yeoja yang huh… yang seenaknya saja menggodai pacar orang!!

Tae Min oppa langsung menyeruputi jus jeruknya dan menarik tanganku keluar kantin. “opp..oppa!!” panggil Sunny dengan kesal. Masih saja dengan suara yang menggoda-godai. Huh aku mengeluarkan devil smile…. ahahahahaha senang sekali rasanya melihat mereka diacuhkan. Ahahahha rasakan!!!!

Tae Min oppa membawaku kesebuah bangku dibawah pohon maple yang sedang berguguran dedaunannya. Karena sekarang memang sedang musim gugur. “kita duduk disini saja jagia.” Kami duduk dibangku itu. “padahal mereka sudah tau kalau aku sedah mempunyai yeoja yang sangat cantik dari pada mereka.” Ahahhha aku tersenyum senang mendengar ini. Wajahku berubah menjadi merah sesaat.

“gomawo oppa… kau sudah berusaha untuk tidak menyakiti hatiku” aku tersenyum lebar kepadanya. Wajahnya mulai mendekati wajahku. Bibirnya menyentuh lembut bibirku. Aku tenang disini.

Kim Hyun Su’s p.o.v end

==========================

Geum Eun Hye’s p.o.v

Aku menepuk punggung Hye Jin. “Hye Jin ku duluan ya…” aku berjalan keluar kelas. Sambil melambaikan tanganku.

“ne Eun! Sukses untukmu ya. O. K!!” dia melambaikan tangannya

“pastinya!!” aku berlari menuju gerbang hakkyo. Di sana berdiri seorang namja yang sangat keren. “Min Ho oppa!!” teriakku. Dia menoleh kearahku dan tersenyum.

“kajja! Kita kerumahmu.” dia menarik tanganku sambil berlari. Aku ikut berlari. Hh.. hh.. capek…

”oppa.. tunggu dulu ya, duduk lah aku mau berganti baju” dia pun duduk disofa empuk diruang tamu rumahku.

“ne jagia.” aku berjalan kekamarku.

Aku melihat Ree Na sibuk membereskan rumah. Dia adalah pembantu dirumahku aku sering memanggilnya Han Ree Na onnie. “onnie!” panggilku.

Dia berjalan kearahku. “ne Eun, kau sudah pulang ada apa??” tanyanya.

“ne, aku sudah pulang tolong buatkan minuman dan makanan untuk namja itu ya.” Kataku sambil menunjuk Min Ho oppa yang sedang menatapi keluar jendela.

“emm….. Siapa namja itu, Eun?” Ree Na menolehku. Dia menyenggolku. “tampan sekali” katanya. Ahahahahahaha namja chinguku memang tampan.

“dia.. dia namja chinguku onn” aku segera masuk kekamarku.

“ohh…” Ree Na berjalan menuju dapur.

Geum Eun Hye’s p.o.v end

==================================

Choi Min Ho p.o.v

Sedikit lama aku menunggu Eun Hye, aku hanya melamun melihat keluar jendela rumah jagiku ini. Tiba-tiba seorang yeoja memanggilku dan membuyarkan lamunanku. “hey.. mengapa melamun…??” tanyanya aku hanya diam. “kamu namja chingu Eun Hye??” tanyanya.

Aku mengangguk, “ne….” jawabku singkat. Ohh.. iya. “emm.. Eun Hye sedang apa??” tanya ku. Hampir 15 menit aku melamun disini.

“kamu tunggu saja ya. Eun Hye memang agak lama kalau sedang ganti baju” katanya. Sambil menyodorku Jus jeruk dan setoples biskuit coklat. Ah kebetulan jus jeruk adalah kesukaanku.

“oh…” aku mengangguk-angguk kepalaku.

“diminum dan dimakan ya, minuman dan makanannya. Jangan sungkan-sungkan” yeoja itu meninggalkanku.

5 menit aku menunggu. Eun Hye keliuar dari kamarnya. Aku tersentak melihatnya. Aku segera bangkit dari dudukku. “jagia?” tanyaku heran.

“ne… oppa kajja” dia menarik tanganku keluar rumahnya. Aku tersenyum melihatnya secantik dan semanis ini.

Choi Min Ho’s p.o.v end

Kim Hyun Su’s p.o.v

“mianhamnida oppa.” Aku membungkuk 90derajat. “hari ini aku banyak kesibukan, jadi sekali lagi minhe. Aku tak bisa menemani oppa. Mianhamnida oppa.” Aku sebenarnya sangat ingin sekali menemaninya tapi hari ini aku begitu sibuk. Aku tak bisa menemaninya. “mianhe… aku pulang dulu oppa.” Tae Min oppa langsung menarik tanganku.

“tak usah pulang sendiri, aku bisa menemanimu” katanya sambil menarik tanganku menuju rumahku.

====================================

“gamsahamnida oppa. Sudah mau mengantarku sampai rumah.” kataku segera masuk kedalam pagar.

Ssratt….

Dia menarik tanganku dan memelukku. Entah kenapa air mataku bercucuran. Aku sendiri bingung kenapa seperti ini. Aku merasakannya, dia memelukku begitu erat seakan tak mau kehilanganku.

Dia mengecup keningku, air mataku semakin bercucuran. Aku bingung Tae Min seakan-akan akan pergi meninggalkanku. Dia melepaskan pelukannya, dan tersenyum manis. “annyong!” aku segera masuk kedalam rumahku.

“annyong!” dia meninggalkan rumahku.

Kim Hyun Su’s p.o.v end

TBC

Mian dah ku bilang pasti geje =.= tapi tak pa lah ^\\^

P.S: AWAS BERANI COPY PASTE FF DI BLOG INI LAGI !!!! MY EYES ON YOU!! GW YAKIN LO BACA.. TAPI LO PILIH2 FF BUAT MELAMBUKAN NAMA LO .. Pinter sih… tapi terlalu TOLOL buat nyembunyiin identitas lo! Sialan! *ups.. tgl 4 ini aku bener-bener penuh dengan emosi seharian.. maaf yah.. cintaaa.. saia butuh cintaaa* *reader: Gila!*

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^