My Prince Saranghae – Part 1

MY PRINCE SARANGHAE

Author : ciiciiminie

Main Cast : Key , Hye Sun , Choi Minho

Hye Sun POV

“Hy Minho” Aku menyapa namja tinggi plus ganteng tambah keren didepanku ini. Tak lupa senyum paling manis yang aku miliki juga kuberikan untuk namja tersebut. Namun apa yang kudapat, dia hanya menatapku sekilas lalu melanjutkan jalannya.

“Minho Ini aku bawakan bekal untukmu” Aku menyerahkan roti lapis dan susu rasa strawberry yang kubawa kemukanya. “Kumohon ambillah” kini aku menatapnya dengan tatapan memohon karena dia tak mau juga mengambil roti dan susu yang kuberikan padanya.

“Baiklah. Tapi jangan mengikutiku lagi” ucapnya datar. Lalu ia pun melanjutkan jalannya.

Aku memandang kepergiannya. Setelah ia menghilang dari pandanganku aku langsung memasuki mobilku yang terparkir tak jauh dari tempatku berdiri.

“kita langsung pulang. Aku capek” aku berkata pada supir pribadiku itu. Ia hanya mengangguk lalu menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.

Aku memandang keluar jendela. Aku kembali teringat peristiwa sebulan yang lalu yang membuatku menyukai Minho .

Flasback

Aku tersesat. Aku sekarang bingung aku berada dimana. Di sekelilingku semua orang seperti sibuk sendiri. Mereka semua berjalan dengan cepat, baik itu sendirian maupun dengan temannya.

Aku jadi semakin takut. Air mata kini telah jatuh membasahi pipiku. Aku berjalan tak tahu arah.

“Kau itu sudah besar, tidak cocok menagis” kudengar suara pria berkata didepanku. Aku berusaha melihat dengan jelas sosok pria tersebut. Tubuhnya tinggi tegap, mata besar dan gayanya sungguh keren. “Mengapa kau menangis?? Apa perlu aku belikan eskrim agar kau diam ?”

Aku berjalan menghampirinya “Aku  hiks tersesat hiks” Aku berkata sambil terisak

“MWO??” kini matanya membulat “ berapa umurmu ?? Sudah besar masih tersesat” ujarnya dingin

Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi ding diggi
Ding ding ding

Ring ding dong
Ring ding dong
Ring diggi ding diggi
Ding ding ding

Aku mengambil hapeku. Lalu menjawabnya. Aku memandang berkeliling. Mencoba mencari tahu dimana keberadaanku. Namun, kepalaku dibuat pusing dengan sederatan rangkaian huruf yang sungguh sulit dibaca. Aku memang orang korea . Namun aku lahir dan besar di Indonesia . Beberapa hari yang lalu aku baru sampai di korea . Aku bisa berbicara korea dengan cukup baik, tapi kalau untuk membaca aku sungguh sulit

.

Lalu aku menyerahkan hapeku ke pada pria yang ada dihadapanku ini.

“mwo??” di bertanya bingung

“sudah jawab saja” ujarku. Lalu aku mendengar dia berkata sesuatu dengan supir pribadiku. Setelah selesai ia lalu mengembalikan hapeku itu.

Kini kami berdua diam. Tangisku kini telah berhenti dengan sendirinya, Diam – diam kembali kuamati pria itu. Dia benar benar tampan. Seperti pangeran dari negeri dongeng sungguhan. Sungguh sempurna.

“Nona, apa anda baik – baik saja” kini didepanku lee adjusshi menatapku cemas

“saya baik – baik saja” aku tersenyum

“kalau begitu lebih baik kita pulang” Lee adjusshi lalu membuka pintu mobil untukku. Sebelum aku memasuki mobilku, terlintas satu ide di kepalaku. Aku membalik badanku dan berjalan menuju pria itu.

CUP

Aku mencium pipi kanannya. Setelah itu aku berbalik dan masuk kedalam mobilku.

Flashback end

Entah mengapa semenjak itu aku menyukainya. Dia memnuhi segala criteria untuk menjadi suamiku. Suami ??? hihihi. . . jadi malu sendiri. Dia sungguh seperti seorang pangeran yang datang dari negeri dongeng dan aku adalah puterinya.

Aku lalu langsung mencari tahu informasi mengenai dirinya, Ternyata namanya Minho , Choi Minho. Sungguh nama yang bagus. Hampir setiap pagi aku menemuinya di jalan dekat sekolahnya hanya sekedar untuk bertemu dirinya.

Pak lee membukakan pintu untukku “kita sudah sampai non” Aku lalu melangkah keluar dari mobil dan berjalan memasuki rumahku yang bergaya ala eropa klasik.

“Pak Lee!” Aku memanggil supir pribadiku itu

“Ya nona ??” Pak lee menatapku

“Aku ingin bersekolah. Di sekolah yang sama dengan pria tadi” ucapku

“baik nona” Pak lee mengangguk hormat. Aku lalu berbalik dan dan masuk kedalam kamarku.

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^


Please Don’t Touch Her

Author: S.T.O.R.M

Main Cast: Taemin, July

Theme: Friendship

Dear all, ff ini terinspirasi dari drama “Billy Jean Look at me” dan “You’re Beautiful” yang kulihat tentang seberapa besar fans bisa mempengaruhi kehidupan seseorang. Tolong jangan berfikiran negative dulu tentang ff ini. Karena memang ada beberapa fans yang sangat fanatic sehingga terkadang mereka merasa memiliki idola mereka. Dan lebih bersikap ke arah negative. Aku cuma mau menunjukkan sisi ini saja. Tapi aku yakin kok kita ga akan ada yang mengarah negative. Coz WE LOVE THEM UNCONDITIONALLY ^^ Enjoy Reading..  ^^

Please Do Not Touch Her

My Name is Taemin. Aku salah satu artist terkenal di Korea. Ehm..setidaknya..itu yang dikatakan oleh mereka. Statusku sebagai salah satu anggota Shinee, membuat semua gadis di korea jatuh cinta kepadaku. Hanya melemparkan senyum saja kepada mereka, mereka semua kan meneriakkan namaku “tae min..tae min…” Oh..indahnya dunia.. *devilish laugh. oh iya, satu hal yang pasti gadis- gadis cantik itu pastiiiii akan bersikap baik padaku..hehehehe *tersenyum bangga* ya pasti..mereka sangatt baikkkkk padaku..hehehehe

“Taeminnnnnnnnnnnnnnnnnn”  gedubrak! Tiba- tiba seseorang menabrakku dari belakang.

“hadoooooohhhhhhhhhhhh apa-apaan sih July…..ngagetin aja!!”

“habis dari tadi dipanggil g denger sih..sampe haus nih..traktir ice cream!” pintanya.

“hahhhh…ice cream terus..tambah gendut loch”

“ga akannnnnnn..percaya dech..ya? ya? Traktir!” jawabnya.

“ga ahhhhhhhh…”respond ku..

“bener ga mau traktir aku?” tanyanya sekali lagi yang kujawab dengan anggukan keyakinan 100%.

“baiklah..(memicingkan mata) haaaaaaiiiiiiiiiiiii semuanyaaaaaaa………. Tae Min oppa dari Shinee di siniiiiiiiiiiii” teriaknya sambil mengambil topi yang menutupi wajahku

“aish..anak ini..Julyyyyyyyyyyy..balikin topinyaaaaaa” teriakku…tapi terlambat serbuan anak muda korea di jalan menuju sekolahku ini membuatku tidak bisa bergerak.. dan dengan terpaksa aku harus meladeni permintaan mereka.

Baiklah kuralat ucapanku tadi. Tidak semua gadis korea baik kepadaku..ada satu orang yang selalu membuatku kesallllll…  July. July adalah teman satu sekolah ku. Walaupun kami berbeda kelas tapi kami lumayan dekat. Aku mengenalnya ketika aku mengikuti kursus bahasa inggris di salah satu tempat kursus.

Knock. knock

Pintu ruang kelas terbuka. Dan muncullah gadis dengan tinggi 160 cm dan berat 55 kg meminta izin masuk dengan nafas terengah-engah “maaf pak saya telat. Boleh saya masuk?” Sang gurupun mengizinkannya masuk. “baiklah karena ini pertemuan pertama maka kau diizinkan. Tapi kalau besok terlambat lagi. Saya tidak akan menjamin kamu bisa masuk kelas. Mengerti?! Duduklah!” jelas guru bahasa inggrisku. Dan gadis ini hanya tersenyum dan segera mencari tempat duduk kosong yang ternyata tepat di sebelahku. Ini memang pertama kali bertemu dengan July tapi bukan berarti pertama kali berkenalan.

“ehm..maaf..memangnya kau siapa ya? Kok setiap jam istirahat pasti kau dikelilingi gadis- gadis di kelas ini.setiap pulang les juga begitu..padahal kau ini Cuma manis saja. Dari 1-10 Cuma 7 lah..” tanyanya tiba- tiba padaku sambil berjalan mengeliliku dan menatapku.

“hah?Cuma 7? 7?” aku merespon pertanyaannya dengan kaget. Tuhann…ini tidak mungkin..mana mungkin dia tidak tau aku..oh, aku tau, siapa tau dia memang tidak mengenaliku.

“Kalau begini mengenalku tidak?” tanyaku sambil membuka topi yang menutupi wajahku. Dan kau tau apa respondnya??

“tidak. Memangnya kau siapa?” jawabnya.

Oh mungkin dia memang tidak ingat..sambil merapihkan rambutku, akupun mulai bernyanyi Ring Ding Dong yang dilanjutkan dengan tarian khas kami.

“oh…..itukan lagunya Shinee. Ring Ding Dong kan? Kau penggemarnya juga?”

HAH? For earth and heaven, this girl is killing me! Baiklah aku menyerah! “namaku Tae min. Aku salah satu anggota Shinee.”

“hah?” responnya kaget.

Senyum bangga mulai terlukis di bibirku. Kali ini dia pasti kaget dan akan bertindak sama dengan penggemar-penggemarku yang lain yaitu langsung memelukku dan berteriak. Ya itu pasti! Tetapi..

“AHAHAHAHAHAHA tidak mungkinnnnnnnn……..kau pasti penggemar berat mereka kan??” dia tertawa dengan kencangnya yang dilanjutkan dengan gumaman “aku baru tau cowok juga penggemar Shinee. Mereka memang hebat.”

“ehm..memangnya kau belum pernah melihat Shinee? Kau pasti bukan penggemarnya? Ya kan?” tanyaku lebih lanjut.

“aku penggemar mereka. Aku tau semua lagu mereka. Ini kau lihat mp3 ku isinya pasti lagunya Shinee.” Dia lalu menunjukkan mp3nya pada ku. Dan memang benar isinya memang rata- rata lagu Shinee walaupun ada juga lagu Suju, Rain, dan After School tetapi hampir 70% lagu kami. “aku memang penggemar mereka. Tapi aku tidak terlalu memperhatikan mereka secara personal. Karena kan aku dengerin lagunya. Bukan orangnya. hehehehe” dia langsung menjawab rasa penasaranku sebelum aku sempat bertanya padanya. “oh, hujannya sudah reda. Aku pulang duluan ya. Lain kali jangan mengaku tae min. Nanti orangnya marah loch.” Ujarnya sambil membereskan barang-barangnya.

“tapi aku benar- benar tae min.”ujarku lemah. “Ayo kita berfoto lalu kau tunjukkan pada temanmu. Pasti mereka akan berteriak iri padamu.”

“sudahlahhh jangan bercanda lagi..”ujarnya

“tapi aku benaran taemin shinee..” aku tidak mau kalah. *kan memang bener aku Tae Min*

“baik..baik.. aku akan memanggilmu taemin.” Katanya mengalah.

Karena kesal aku dianggap berbohong, aku langsung mengambil HP nya dan memotretnya bersama. “ini! Tunjukkan pada teman-temanmu. Kalau aku beneran taemin, Kau harus mentraktirku.oke?”

“hahhh…baiklahhhhhhh…kalau aku yang benar. Traktir aku ice cream. ok? baiklah aku duluann…” ujarnya menjawab pertanyaanku.

“hey..tunggu..siapa namamu???”teriakku. “Juuulllyyyyy” jawabnya sambil berlari. Itulah awal pertemuanku dengan July yang diakhiri dengan traktiran ice cream untukku hehehe.

————————————————————————————————————————–

@ School

“Julyyyyy..pagi- pagi udah bikin bajuku lusuh aja” tegurku di kelasnya sambil menepuk bahunya yang besar.

“hehehe..makanya jangan pelit..temennya ini dari tadi sudah hampir mati dehidrasi tau..”jawabnya sambil cekikikan.

“J, nanti kan libur nech lesnya..nanti temenin jalan ya?”pintaku

“hah? Ga latihan?”tanyanya sambil melahap makan siangnya.

“nop. Libur.” Jawabku sambil mengambil sumpit ditangannya.

“emang mo jalan kemana? Malas ah..nanti aku ditinggal lagi gara- gara dimintain tandatangan tiba- tiba. terus..terus..nanti aku dimarahin ma penggemar- penggemar kamu” tolaknya.

“jiahahaha…lebay banget..” ujarku sambil mengunyah makanan yang aku ambil dari July.

“telan dulu itu makanannya”ujarnya sambil memberiku minuman.

“gaaaaaa….ku jamin…anterin ke toko buku ya. Mo cari buku nech untuk ujian. terus minho hyung juga nitip beliin buku..aku malas nih klo cuma sendiriannn..”bujukku.

“ya udah dech..aku juga ada yang mau dibeli. Jam 4 ya..awas telat!”jawabnya.

“eh..enak nih J, kuhabisin ya J..”ujarku sambil merebut makanannya.

“ya! Taemin! Aku masih lapar nih..”

17.00 @bookstore

“hah! Gimana sech katanya jangan telat. Tapi dia sendiri yang telat.” Gerutuku karena sampai sekarang gadis berpipi gembul ini belum datang juga.

18.00 @bookstore

“J, jadi datang ga sech? Dah lumutan nih nunggu 2 jam. gimana sih?” telfonku yang ternyata dijawab oleh voicemail.

18.30 @bookstore

“J, bilang dong kalo ga jadi! Jadi aku g nunggu kan! Ya udah aku beli buku sendiri!” dengan marah kututup telfon yang masih dijawab oleh voicemail itu. “dasar July!! Awas nanti kalo ketemu di sekolah!! Aish..anak ini selalu membuatku kesal!! Hadohhhh…mana bisa aku cari buku dalam keadaan seperti ini” pikirku kesal sambil menutup bukuku yang sedang kulihat untuk dibeli.

@School

“hi.. Ryu..lihat July ga?” tanyaku pada teman sekelas July di sekolah.

“loh July kan di rumah sakit. Emang belom denger?” jawabnya

“Dimana? Rumah Sakit?? Kenapa? Sakit apa?”tanyaku beruntun tanpa henti.

“kata kakaknya sih, kemarin dia dipukulin gitu..”

“hah? Dipukulin?? emang dia anggota gangster?”tanyaku penasaran.

“ahahaha ga Tae Min dia di..” belum selesai Ryu menjelaskan, ponselku bergetar. Onew Hyung menelfonku. “hyung, ada apa?”tanyaku. “sudah lihat beritamu di internet?”tanya Onew padaku. “Berita? Berita apa?”tanyaku tidak mengerti. Dengan tidak sabar aku langsung lihat berita di internet. I-i-i-ini..berita ini..apa-apaan ini? Foto- fotoku dengan seorang gadis yang sangat kukenal tersebar dengan luas. Headlines ini! Apa- apaan ini? Terungkapnya pacar taemin? Pacar taemin tidak secantik yang dikira? Kedekatan taemin dengan teman satu sekolahnya? Hah! Gila! Tunggu! foto- foto ini kan..ini foto kemarin pagi waktu July memintaku mentraktirnya. Foto waktu dia menarik topiku, foto waktu dia menabrakku dari belakang, foto waktu makan siang kemarin? Hah! Oh..kenapa banyak sekali foto kami berdua? I-i-ini..foto waktu aku dan July pulang les seminggu yang lalu di taman. Argh!! Sial!

Tunggu! Jangan- jangan July di Rumah sakit karena..Tuhan..tolong jangan bilang dia terluka karena aku. Ry-Ryu..dimana dia? Dia harus menjelaskan semua yang dia tau. “Ryu..tolong ceritakan apa yang terjadi dengan July?” desakku panik. “tenang taemin..aku akan ceritakan yang aku tau. Yang aku dengar dia diserang oleh beberapa orang fans..ehmm..fansmu”jelasnya tampak ragu-ragu “APA????” Ja-jadi July di Rumah Sakit karena….tidak..tidak mungkin..kakiku lemas. Aku tersungkur jatuh. July maafkan aku.. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus melakukan sesuatu. “Ryu..aku izin tidak masuk hari ini.”teriakku sambil berlalu lari. dengan sekuat tenaga aku berlari ke rumah sakit. Hanya rumah sakit sekarang tujuan pertamaku.

Drrrttttt..drrrttttttt..handphoneku bergetar.

“h-h-h-halo” jawabku terengah-engah. “taemin, dimana kau?” Key hyung menelfonku. “hyung..July..July..terluka karena aku..aku ingin melihatnya..”jawabku “Baiklah kita bertemu di rumah sakit.”

————————————————————————————————————————–

@ Hospital

“Key hyung..bagaimana ini..July masih belum sadar. Kata ibunya sudah semalam July seperti ini” ujarku dengan Panik. “Hyung bagaimana kalau July tidak akan sadar selamanya?bagaimana kalauu…..”

“jangan berlebihan.” Minho hyung langsung memotong ucapanku. “July akan baik- baik saja.”

“Tae Min” Onew Hyung memanggilku “sudah kuselidiki. Memang benar yang melakukan ini adalah beberapa fansmu. Kakaknya yang menceritakannya padaku. Ketika itu July dan kakaknya sedang berjalan bersama. July mau ke book store dan kakaknya mau ke rumah temannya. Pada saat di gang rumahnya. Ada beberapa orang yang menghampirinya dan memintanya untuk menjauhimu. karena july menolak akhirnya terjadilah insiden ini.” Jelas onew hyung.

“Hah! Gila! Aku tidak pernah berfikir bahwa para fans ini bisa menjadi sangat gila!” Key hyung dengan menggeleng-gelengkan kepalanya masih tidak percaya hal ini. Sedangkan aku tidak bisa berfikir apa-apa. Yang ku mau hanya July kembali sadar, tidak terkulai lemas tidak sadarkan diri seperti ini. “July maafkan aku.” Ucapku dalam hati. “July, kau jangan khawatir aku akan membuat mereka mengerti. Kau tunggu saja.” Dengan segera aku meninggalkan semua hyungku.

“tae min. Mau kemana?” jonghyung hyung dengan setengah berteriak menanyakanku.

“mau buat perhitungan” teriakku sambil berlari.

“buat perhitungan??apa maksudnya?” dengan agak bingung minho hyung bertanya pada yang lain dan hanya direspon dengan mengangkat semua bahu mereka menandakan mereka tidak tahu.

————————————————————————————————————————–

Beberapa hari kemudian

“Eh! Tae min! Apa-apaan nih?” Tanya July yang sadar beberapa hari kemudian.

“apaan?” tanyaku ulang sambil memberikannya apel.

“ini..ni..”ujarnya sambil menunjukkan page shinee.

“ohhhh..ituuu..”ujarku setelah melihat page yang ditunjukkannya.

“xixixixi..aku baru tau.. I am priceless..” ujarnya senang yang diikuti dengan mimik muka sombong..

“hah? Priceless? Ni anak habis dipukulin jadi bego ya?” jawabku dengan tatapan aneh kepadanya. “jelas-jelas surat itu nunjukin kamu berharga. Kok priceless? Priceless kan berarti ga da harganya. Ni dokternya lupa ga meriksa bagian kepala kali ya?” cerocosku sambil tetap memberinya tatapan aneh dan menyuapinya apel.

“Tuhannn…aku tidak sanggup dengan ujianmu ini..” ujarnya memelas. “kau memang bodoh ya? P-R-I-C-E-L-E-S-S. PRICELESS. Sama artinya sama PRECIOUS. P-R-E-C-I-O-U-S. Sangat. Sangat berharga.” Jelasnya sambil mengeja dua kata bahasa asing yang agak asing ditelingaku.

“ohhh..kenapa ga bilang aja precious. Kayaknya lebih tepat itu dech.” Jawabku

“iya..ya? iya sech kayaknya lebih tepat pake precious.” Balasnya. “Tae min..makasih ya..” ujarnya tersenyum sambil membuka tangannya dengan maksud memelukku

“ahhh…udahlah ni makannnnnnn…” ujarku sambil menyodorinya apel “lagian di rumah sakit masihhhh aja belajar kosakata..”

“loh..emang ga tau? Kemarin waktu dioperasi aku sempat pesan ke dokter, biar otakku dituker sama otak einstein” balasnya yang membuatku tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa aku begitu bahagia melihatnya pulih seperti semula. Tidak terkulai lemas seperti beberapa hari yang lalu.

“lain kali kalo mau traktir aku bilang aja. Ga usah segala ngabisin makan siang aku” lanjutnya.

“sepertinya aku salah memujimu setinggi itu..” ujarku menyesal yang langsung diikuti dengan lemparan bantal ke arahku.

————————————————————————————————————————–

Page SHINEE HOME

Dear all my fans

Mungkin kalian semua sudah melihat foto-foto yang tersebar di internet tentangku dan July. Ya nama gadis yang sekarang sedang terkapar sakit ini adalah July. Dia adalah salah satu sahabatku. aku sangat menyayanginya. Bahkan lebih dari nyawaku sendiri. kalian tau kenapa? Karena dialah yang mengatakan aku bodoh ketika aku mendapat nilai 70 untuk ujian bahasa inggrisku. “kenapa ada orang sebodoh kau Tae min?” ya dia mengatakan itu. Di saat semua orang memujiku karena nilai 70 yang kudapat dia bilang aku bodoh. Kalian tau apa yang dia katakan padaku di saat pertemuan kami yang pertama? “aku memang penggemar Shinee. Tapi aku tidak terlalu memperhatikan mereka secara personal. Karena kan aku dengerin lagunya. Bukan orangnya. hehehehe” dia adalah orang pertama yang menghargai lagu kami bukan karena tampang kami tapi memang karena lagu kami. Kalian tau apa yang dikatakannya ketika aku hendak membantunya untuk membayar bayaran sekolah kami? “kau pikir aku berteman denganmu hanya karena kau artis?jadi aku bisa menggunakanmu bila aku sedang kesusahan uang? Hah? Jangan bercanda kau! Aku cukup berterimakasih karena kau mau mentraktirku ice cream!” Dan apakah kalian tau bahwa July bekerja di malam hari hanya untuk membayar uang lesnya? Dia membawa makanan dari rumah hanya untuk menghemat uang jajannya? Kalian tidak tau hal ini kan? Kalian bahkan tidak tau kalau aku harus menghabisi makan siangnya hanya agar dia mau aku traktir makan di luar. Aku menyayanginya karena dia sahabat terbaikku. dialah yang selalu memacuku untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Dialah yang selalu membuatku berfikir, bagaimana bisa aku yang hidup dengan fasilitas belajar yang lengkap bisa kalah darinya yang di malam hari masih bekerja untuk uang tambahannya? Karena hal inilah aku menyayanginya lebih dari nyawaku sendiri. Dia orang yang akan kulindungi dengan seluruh tenagaku. Tapi ternyata aku lah penyebab dia masuk rumah sakit. Ku harap kalian mengerti. Ku mohon jangan menyentuhnya sedikitpun. Jangan menyakitinya hanya karena aku. Ku Mohon.

Sincerely

Tae Min.

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^

I Hate The Distance Between Us

I Hate The Distance Between Us (Taemin’s 1shoot)
read and listen to this song => the named I love, one for me, why did I end up fallin for you (dbsk), romantic, You, and loves way!^^

Author : Han Dhaehee

-I meet you in a chaotic time-

taemin berjalan ke kelasnya dengan membawa setumpuk kertas di kedua tangannya. saat dia masuk ke kelas, dia menabrak seseorang dan membuat kertas-kertas yang di pegangnya terjatuh berserakan di lantai.

“ah! Mianhae taemin-ah!”. Kata orang yang di tabrak taemin, dia lalu membantu taemin memunguti kertas-kertasnya yang berserakan.

“kau tidak apa-apa?”. Tanya orang itu lagi. taemin akhirnya mengangkat wajahnya untuk melihat orang di depannya. Saat tau siapa yang di tabraknya taemin tersenyum.

“ne, gwencana ji young-ah”. Kata taemin tersenyum pada gadis di depannya.

Ji young melihat lembaran kertas-kertas yang di bawa taemin dan membacanya. “kau yang membuat naskah drama minggu depan?”. Tanya ji young bingung. Taemin hanya tersenyum sambil mengambil kertas di tangan ji young.

“yup!”. Kata taemin singkat. ji young menatapnya bingung.

“kau mau kemana? Bukannya habis ini kita mulai belajar?!”. Tanya taemin. ji young tersentak dari lamunannya.

“oh! Iya…”. Kata ji young gugup. Mereka lalu berjalan ke arah tempat duduk mereka di belakang.

Ji young duduk di sebelah taemin. “taemin…”. panggilnya lirih. taemin yang sedang mengambil buku di tasnya hanya menjawab dengan mengangkat wajahnya.

“kemarin… apa yang terjadi?”. Tanya ji young hati-hati. Dia menggigit bibirnya karna gugup.

Taemin terlihat bingung dengan pertanyaan ji young. “kemarin?”. Tanya taemin.

“emm… apa yang kau katakan pada hyorin? Saat… dia…”.

“aku menolaknya”. Kata Taemin memotong pembicaraan ji young. Wajah ji young terlihat kaget awalnya. tapi hanya sebentar karna setelah itu dia tersenyum.

Ji young menarik nafas lega. Senyum tipis mengembang di bibirnya. untung saja taemin tidak menyadari keanehan di diri sahabatnya itu.

‘that’s meant… I still have a chance?’. Batin Ji young senang.

5 menit kemudian songsaengnim masuk ke kelas dengan membawa tas hitam di tangannya.

“duduk anak-anak!”. Suruh songsaengnim. Murid-murid langsung duduk di tempat duduk mereka masing-masing. Setelah duduk di kursi masing-masing, mereka langsung sibuk mengeluarkan buku mereka dari tas.

“Kalian akan mempunyai teman baru hari ini!”. kata songsaengnim tiba-tiba. Seisi kelas melihatnya dengan pandangan bingung.

“lee youngran!”. panggil songsaengnim sambil melihat ke arah pintu kelas. Diikuti mata seluruh murid.
Beberapa menit kemudian, masuklah seorang gadis cantik berambut panjang. Warna rambut gadis itu pirang. Dia membiarkan rambutnya tidak diikat dan terurai dengan indah. Semua mata tertuju padanya. Gadis itu tersenyum lalu berdiri di tengah kelas.

“annyeong haseyo! Chonun Lee youngran imnida”. Kata gadis itu lembut. Youngran melihat seisi kelas yang masih terpesona melihatnya. Tapi tiba-tiba dia terdiam saat matanya menangkap sosok di tempat duduk belakang. Mata mereka bertemu.

“youngran, kau bisa duduk di depan taemin!”. suruh songsaengnim. Youngran langsung mengalihkan pandangannya ke songsaengnim. “ah… nugu?”. Tanya youngran, dia bingung karna dia tidak tau siapa yang bernama taemin.

“taemin…?”. tanyanya bingung. Songsaengnim tertawa mendengar youngran. Dia lupa kalau youngran pasti tidak tau yang mana yang taemin.

“di sini youngran”. Youngran menoleh ke arah suara. ternyata itu cowok yang tadi sempat eye contact dengannya.

Youngran berjalan ke arah tempat duduk di depan taemin. youngran memberi salam pada taemin sebelum duduk di kursinya.

-met her, fell for her, I’ve fallen for her.. the sexy girl I’m seeing for the first time-
———————————
“taemin!”. taemin menoleh dan tersenyum saat tau siapa yang memanggilnya.

“youngran? Kenapa?”. Tanya taemin. youngran tidak menjawab. Nafasnya tidak beraturan karna habis berlari.

“tidak apa-apa! Aku hanya ingin masuk kelas bersama!”. Kata youngran tertawa kecil. taemin tersenyum lalu menarik tangan youngran dan menggenggamnya.

“ah… taemin..”. youngran terlihat kaget saat melihat taemin menggenggam tangannya tiba-tiba. Tapi taemin tidak berbicara apa-apa dan mulai berjalan ke kelas mereka sambil menggenggam tangan youngran erat. Wajah youngran memerah saat dia melihat tangan taemin dan tangannya bersatu. Youngran lalu memalingkan pandangannya ke wajah taemin yang berjalan di sampingnya.

‘Mereka baru kenal 2 bulan, tapi mereka sudah sedekat ini. bahkan banyak yang menanyakan apa kami berpacaran atau tidak! Tentu saja aku menjawab tidak! Karna memang itu yang sebenarnya terjadi! Taemin hanya baik padaku karna dia pikir aku gadis lemah yang butuh perlindungan! Tapi aku tidak peduli dengan apa yang dia pikirkan tentang aku! Yang lebih penting adalah.. aku senang saat berada di sampingnya…’. Batin youngran sambil tersenyum.

“stop staring at me like that! Am I that handsome so you can’t take your eyes off of me?”. Tanya taemin tiba-tiba. Youngran langsung memalingkan wajahnya dan menatap lurus kedepan.

“hahaha.. aku hanya bercanda!”. Kata taemin sambil menahan tawanya agar tidak terlalu keras.

Youngran tidak memperdulikan ucapan taemin. dia terus melihat ke depan sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Mereka akhirnya sampai di kelas. Saat mereka masuk, semuanya langsung mendekati mereka dan menanyakan soal kenapa mereka berpegangan tangan. Tapi taemin hanya tersenyum tanpa melepas tangan youngran sedikitpun.

‘YA! taemin!! lepaskan tanganku’. Bisik youngran di telinga taemin. tapi itu malah membuat yang lain semakin heboh. Dan taemin sama sekali tidak memperdulikan ucapan youngran. Dia hanya tersenyum dan sesekali menjawab pertanyaan yang lain. Tangannya masih menggenggam tangan youngran dengan erat.

‘AISH!!’. Batin youngran kesal. Tiba-tiba dia melihat Ji young duduk sendirian di tempat duduknya. Matanya terus tertuju pada buku di mejanya. Tidak memperdulikan sekeliling.

-in love there must have someone being heart broken-
———————————*Ji Young’s Pov*
-and I’m so sick of love song, so tired of tears, so done with wishing you were still here-

Yang lain terus bertanya tentang hubungan taemin dan youngran. Aku tidak peduli! Aku sungguh tidak peduli! Tapi kenapa rasa sakit di hatiku semakin besar saat mendengar nama youngran dan taemin bersamaan?

“Ji Young-ah! Kau tidak apa-apa?”. Tanya daehee. Aku hanya menangguk pelan. dari semua orang yang mengetahui tentang segala sifatku atau apa yang terjadi padaku.. daeheelah yang paling tau. Aku tau dia pasti akan bertanya lagi karna dia tau aku berborong.

“apa kau tidak mau bilang padanya?”. Aku menggeleng cepat saat tau maksud daehee.

“lalu? Kau akan diam saja seperti sekarang? memaksakan tersenyum saat melihat dia bersama youngran, berpura-pura tidak terjadi apa-apa saat mereka bercanda di depanmu? Selalu menahan pedih saat kau mendukung taemin untuk menyatakan perasaannya pada youngran! Terus mendengarkan….”. daehee berhenti berbicara saat melihat Ji Young menutup telinganya dengan kedua tangannya.

“cukup… enough… I can’t stand it anymore…”. Suara Ji Young semakin kecil. Daehee hanya terdiam sambil melihat tubuh sahabatnya itu bergetar karna menangis.

Itu adalah kejadian seminggu yang lalu. Setelah itu daehee tidak pernah lagi menemuiku. Mungkin karna kita beda kelas dan dia sibuk dengan kegiatan clubnya. Tapi aku terus berpikir apakah aku telah berbuat salah?

“Ya!! itu taemin dan youngran! Omo! Mereka bergandengan!”. Terdengar suara teriakan di belakangku. Aku meloncat kaget awalnya saat mendengar teriakan tepat di belakangku. Tapi saat aku berbalik dan melihat ke arah pintu… hatiku bergetar lagi. aku langsung mengambil buku di tasku dan pura-pura membacanya. Tapi percuma, aku sama sekali tidak bisa membacanya. Tangan kananku terus memegang dadaku. Menahan agar rasa sakit di hatiku berkurang. Sedangkan tangan kiriku memegang kening untuk menutupi wajahku yang memerah karna menahan tangis.

‘sampai kapan ini akan berakhir? Kapan aku bisa melupakannya dan tidak merasakan sakit ini lagi?’. batinku.
———————————*Taemin’s Pov*
-thanks god I found you… –

Aku berlari dengan nafas tidak beraturan. Aku sudah 30 menit berlari dan belum juga menemukan Ji Young. Aigoo, kemana anak itu? aku tidak sabar ingin memberitahukan kabar gembira ini padanya. Apalagi sudah 3 bulan kita jarang berbicara berdua karna aku sibuk bersama Youngran. Aku terus berlari sampai akhirnya aku melewati lapangan tennis. Dan disitu aku melihat Ji Young dan daehee sedang duduk berdua sambil tertawa bersama.

“Ji Young!!”. Panggilku. Dia menoleh saat mendengar suaraku. Aku tersenyum lalu berlari ke arahnya. dia berdiri ingin menyambutku, tapi saat dia baru membuka mulut ingin menanyakan sesuatu aku langsung memeluknya erat. Aku merasakan tubuhnya yang tegang. Mungkin karna kaget. Lalu aku melepas pelukkanku.

Aku melihat wajahnya yang masih terdiam karna shock. Lalu aku melihat kesamping dan mendapati wajah daehee yang juga shock. Aku pertamanya heran kenapa. Ini bukan kali pertamanya aku memeluk Ji Young. Dia kan sahabatku sejak kecil. “Ji Young”. Panggilku lembut. Dia sepertinya telah kembali sadar. Dia melihat ke arahku.

“waeyo?”. Tanyanya lembut. Aku sempat terpaku dengan wajahnya barusan. Wajahnya terlihat manis dan lembut. Seketika aku lupa dengan tujuanku yang sebenarnya.

“ah.. anniyo!”. Kataku gugup. Eh tunggu, sejak kapan aku jadi gugup di depan Ji Young?

“mwo? Kau pasti bohong! Tidak mungkin kau ke sini hanya untuk memelukku!”. Kata Ji Young. Ah, apa mataku tidak salah? Barusan aku lihat wajahnya memerah.

“Taemin!”. aku menoleh ke arah suara. Youngran sedang berdiri tidak jauh di belakangku. Aku tersenyum padanya dan menyuruhnya mendekat.

“waeyo? Miss me already?”. Tanyaku sambil memeluknya dari samping saat dia sudah berada di sampingku. Dia lalu memukul tanganku pelan. aku baru sadar kalau masih ada Ji Young dan yang lain disini. Aku tertawa pelan lalu menatap Ji Young yang sepertinya sudah menunggu sesuatu keluar dari mulutku sebagai penjelasan.

“kita jadian”. Kata ku singkat. Aku melihat ekspresi yang lain satu persatu. kebanyakan hanya tertawa jahil sambil menggodaku. Aku melihat wajah daehee. Dia hanya terdiam sambil melihat ke arah lain. Aku sungguh tidak bisa menangkap apa yang dipikirkan gadis ini. lalu Ji Young… dia tersenyum padaku. Tapi kenapa aku merasakan kepedihan dalam senyum itu?

“udah ya! aku mau pulang dulu sambil mengantar tuan putriku!”. Kataku sambil mengeratkan pelukkanku. Youngran hanya terdiam. Aku tau dia sedang sebisa mungkin menahan malu.

-the named I loved once in this life has becoming further and further away from me-
———————————*Youngran Pov*
Aku tau Ji young menyukai taemin. tapi aku juga tidak bisa menyerahkan taemin aku tau ini egois. Tapi aku juga menyukai taemin. aku tidak bisa kehilangan dia.

“Youngran… kau sedang memikirkan apa?”. Tanya Taemin yang sedang duduk di sebelahku.

“aniyo!”. Kataku pelan. taemin akhirnya diam saja sambil melanjutkan apa yang sedang dikerjakannya tadi.

“apa yang kau lakukan?”. Tanyaku. Dia tersenyum lalu menunjukkan kertas yang dari tadi di pegangnya. Aku melihatnya dengan bingung.

“kau membuat lagu?”. Tanyaku kaget. Aku sama sekali tidak tau soal dia bisa membuat lagu.

“tidak! Aku hanya iseng menulisnya! Hyungku sangat pintar menulis lagu, karna itu aku ingin menulis juga sepertinya”. Kata taemin tersenyum.

“Hyungmu? JongHyun oppa bisa menulis lagu?”. Tanyaku kaget. Aku tidak pernah menyangka bahwa JongHyun oppa bisa menulis lagu. Karna saat pertama aku melihatnya, aku terpesona dengan wajahnya yang tampan. Dan dia tidak terlihat seperti cowok yang suka menulis lagu. dan sepertinya playboy.
“meskipun playboy, JongHyun hyung tidak pernah menyakiti hati sorang gadis!”. Kata taemin. bisa ya? batinku.

“taemin~ kau berjanji tidak akan pernah meninggalkanku kan?”. Aku mendekatkan tubuhku padanya dan menyandarkan kepalaku di pundaknya.

“never….”. katanya setelah terdiam beberapa menit. Aku tersenyum dan setelah itu aku merasakan bibirnya di keningku.

Can I be a little selfish to have you forever?
———————————*Taemin Pov* #4 years later#
“never…”. Itulah yang aku katakan padanya saat itu. apakah itu salah? Karna itu adalah terakhir kalinya aku berbicara padanya. Terakhir kali pula aku melihat wajahnya.

“taemin-ah…”. Aku menoleh ke arah ji young yang berada di sebelahku. Aku hanya tersenyum tipis padanya. Aku sedang duduk di perpustakaan kampus seperti biasanya.

Lulus SMA aku dan ji young masuk ke universitas yang sama. Salah satu universitas ternama di seoul. Ji young adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki. Dia selalu ada di sampingku. Bahkan saat aku menangis histeris sebulan setelah youngran menghilang. Dia lah yang meminjamkanku bahu untuk menangis saat mengetahui youngran telah pergi ke London. Aku tau ji young adalah orang yang sangat penting di hidupku. Tapi aku juga tau bahwa sampai kapanpun youngran akan selalu menempati posisi pertama dalam hatiku.

“besok… apa kau datang ke acara pernikahan youngran?”. Tanyanya hati-hati. Aku tau bahwa dia tidak ingin menanyakan hal ini padaku.

“tentu saja! Dia mantan teman kita sewaktu SMA kan? Tidak sopan sekali kalau kita tidak pergi!”. Kataku sambil tersenyum. tapi kita berdua tau bahwa senyumku penuh dengan kepedihan.

“sekarang sudah malam! Aku akan mengantarmu pulang!”. Kataku. Ji young melihat jam tangannya dan terkejut saat melihat jam berapa.

“jam 8? Omma pasti akan membunuhku!! Kenapa kau tidak mengingatkanku taemin?!”. dia berdiri dan mengambil tasnya lalu menarik tanganku dan kami berlari keluar kampus. Aku hanya tertawa pelan melihatnya panic seperti itu.

“kau tau? Omma akhir-akhir ini cerewet sekali! Dia selalu menanyakan tentang kehidupan percintaanku?! Dan dia selalu menyuruhku membawa teman cowok ke rumah! AKKHH..”. dia berteriak sambil menendang batu di depannya.

“aah!! Sakit!!”. Teriaknya setelah itu. aku hanya tertawa melihat kelakuannya yang tidak berubah semenjak dulu.

“apa ommamu menganggapku seorang gadis?”. Tanyaku berpura-pura marah. Dia hanya tersenyum lalu memukul lenganku pelan.

“dia tau kalau kita tidak memiliki hubungan apa-apa! Dan tidak akan pernah! Karna itu dia selalu kesal kalau aku bilang aku tidak mempunyai kekasih! Dia bahkan menanyakan tentang kenormalanku! Aish!”. Katanya kesal. Aku tersenyum membayangkan dia dan ommanya bertengkar setiap hari hanya karna dia tidak memiliki kekasih. Tapi aku tidak menyalahkan ommanya. Ji young memang harus dipertanyakan kenapa tidak pernah menerima cowok yang menembaknya. Semua orang tau bahwa ji young memiliki banyak admire, tapi satupun tidak ada yang diterimanya.

“makanya! Mulailah menerima setiap cowok yang menembakmu! Setidaknya buatlah ommamu percaya bahwa kau normal dan masih menyukai cowok! Lagian daripada kau sibuk mengikutiku, lebih baik ku menembak orang yang kau suka!”. Kataku sambil tertawa. dia tiba-tiba berhenti berjalan. Aku menoleh ke arahnya dengan bingung. Dia hanya terdiam sambil melihatku dengan mata berkaca-kaca. Aku mendekatinya dengan bingung.

“ji young-ah? Waeyo? Apa kau marah?”. Tanyaku sambil memegang pundaknya. Tapi dia menghempaskan tanganku dengan kasar. Aku baru ingin menucapkan sesuatu saat ji young memotongnya.

“kau tau siapa yang aku suka selama ini! jangan bersikap seakan-akan kau tidak tau! Aku tidak butuh nasihatmu soal mencari pacar!”. air mata mulai turun dari matanya. “yang aku butuhkan hanya kunci ….untuk membuka hatimu… yang tertutup…”. Sambungnya di sela tangisnya. Aku hanya terdiam terpaku di depannya. Aku tidak tau harus bagaimana.

“apakah aku harus bersikap manis? apakah aku harus mengubah wajahku seperti youngran? Apakah aku harus mempunyai suara seperti youngran? Agar… kau melihatku… agar kau mencintaiku sama seperti pada youngran?”. Katanya lagi. aku terdiam sejenak sambil menarik nafas.

“aku membencimu, dan asal kau tau! sampai kapanpun posisi youngran tidak akan ada yang bisa menggantikan”. Itulah kata-kata yang keluar dari mulutku saat itu. dia melihatku dengan kaget saat itu, sebelum air mata semakin deras mengalir di pipinya. Aku langsung berbalik dan berjalan meninggalkannya sendiri.

Saat sampai dirumah. Aku langsung berlari ke kamarku dan membanting pintu. Aku tidak peduli dengan panggilan kedua orang tua ku di bawah. Jonghyun hyung terus mengetok pintu kamarku sambil menanyakan keadaanku, tapi aku tidak peduli, aku melempar perlengkapan yang aku bawa di lantai dan langsung duduk di tempat tidurku. Aku memegang kepalaku yang terasa sakit sebelum air mata turun dan membasahi wajahku. Aku terus memegang kepalaku tanpa memperdulikan air mataku yang terus mengalir. Wajah sedih Ji young tadi, peristiwa yang ku lalui bersama youngran, semua kembali memenuhi pikiranku. Membuat sakit di kepalaku semakin parah. Aku tau selama ini tentang perasaan Ji young padaku. tapi aku tetap berpura-pura tidak menyadarinya karna aku tidak mau merusak persahabatan kami selama ini.

“apakah aku harus bersikap manis? apakah aku harus mengubah wajahku seperti youngran? Apakah aku harus mempunyai suara seperti youngran? Agar… kau melihatku… agar kau mencintaiku sama seperti pada youngran?”. Saat dia berbicara seperti itu. entah kenapa aku merasa kesal padanya. Aku tidak mau dia menyama-nyamakan dirinya dengan youngran hanya untuk memikatku. Aku lebih menyukainya apa adanya. Aku sadar bahwa sikap Ji young padaku selama ini telah membuat dia mempunyai tempat istimewa di hatiku. Bahkan mungkin lebih besar dari pada youngran. Tapi aku selalu menyangkalnya. Karna di dalam aku percaya suatu saat youngran akan kembali dalam pelukkanku. Apa itu salah? Tiba-tiba Aku merasakan handphoneku bergetar. Dan saat kubuka, ternyata ada nomor tidak kukenal yang menelpon. Karna terus bergetar akhirnya aku mengangkatnya.

“yoboseyo?”. Jawabku. Tapi tidak ada jawaban sama sekali. “yoboseyo?”. Tanyaku lagi. tapi tetap tidak ada jawaban. Aku hampir menekan tombol off saat tiba-tiba sebuah suara membuatku membeku di tempat.

“taemin-ah…”.

-I was afraid that if I love you, I’m going to lose you-
———————————
Taemin berlari sekencang mungkin sampai akhirnya dia sampai di tempat yang di tujunya. Taemin berhenti berlari dan berjalan ke arah seseorang yang sudah menunggunya. Mereka berdua sekarang berdiri bersebelahan di samping jalan. Mereka berdua berdiri agak berjauhan. Youngran berdiri sambil menghadap ke arah sungai di seberang jalan itu.

“kau…. Akan datang ke acara pernikahanku besok kan?”. Tanya youngran gugup. Taemin hanya terdiam tidak membalas.

“aku benar-benar berharap kau akan datang… ”. kata youngran lagi. taemin merasakan sakit di hatinya lagi. tapi dia mencoba menutupinya.

“calon suamimu…. Apakah dia baik?”. Tanya taemin. youngran menoleh ke arah taemin. dia terlihat susah menjawabnya. Karna dia tau bahwa ini semua hanya menambah sakit di hati masing-masing.

“taecyeon… dia cowok yang baik… dan dia setia! Dia tidak akan menyakitiku”. Kata youngran lagi. taemin merasakan hatinya dipukul oleh batu terbesar yang pernah ada.

“taemin-ah…. Mianhae…”. Kata youngran tiba-tiba. Taemin terdiam sebentar lalu tersenyum.

“aniyo… ini bukan salah siapa-siapa! Hmm… sepertinya akan hujan… aku harus pulang! Kau juga harus cepat pulang! Jangan sampai sakit besok!”. Kata taemin sambil tersenyum.

Youngran hanya mengangguk lemah. Taemin lalu berjalan melewati youngran. Setelah lama youngran menoleh ke arah taemin, hanya punggung taemin saja yang terlihat. Dari hari ini, keduanya harus mengubur masa lalu masing-masing.

-Why did I end up fallin for you?
———————————*Taemin pov*
“sang pengantin boleh mencium pasangannya”. Taecyeon menarik tubuh youngran lalu menciumnya dengan lembut. Aku hanya tersenyum sambil bertepuk tangan seperti yang lainnya. Youngran terlihat sangat cantik dengan baju pengantin itu.

bagaimana jadinya kalau orang yang ada di sebelahnya itu aku? Bukanlah taec hyung? Aku melihat sekeliling dan menyadari Ji young sedang melihat ke arahku dengan tatapan sedih dan cemas. Tapi dia langsung berpaling saat menyadari aku melihatnya juga. dia memakai gaun pink pendek.

Dia terlihat sangat manis hari ini. kecuali wajahnya yang belum tersenyum padaku sejak kejadian malam kemarin.

“selamat youngran!”. Aku melihat Ji young memberikan selamat pada youngran. Lalu youngran membisikkan sesuatu padanya yang aku juga tidak tau apa.

Saat pesta selesai, aku pulang ke rumah dengan lemas. Sepertinya kehidupanku sangat tidak berarti sejak hari ini. kehilangan youngran sudah membuatku terpuruk. Dan sekarang aku kehilangan Ji young… satu-satunya gadis yang masih mewarnai hariku setelah kehilangan youngran. Tapi apa yang aku lakukan? Menyakitinya.. apakah ini yang aku inginkan? Apa aku akan bertahan seperti sekarang saat nanti datang ke acara pernikahannya? Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Aku mengangkatnya dengan cepat saat tau siapa yang menelpon.

“tunggu aku! Aku akan kesana secepatnya!”. Aku menutup handphoneku dan langsung berlari keluar rumah. Ji young mengajakku bertemu! Hal apa lagi yang bisa lebih membahagiakan?

“Ji young!”. Aku berteriak saat melihatnya di seberang jalan. Aku tersenyum sambil melambai-lambaikan tanganku. Dia masih terdiam sambil menunggu lampu merah agar bisa menyebrang. Aku menarik nafas panjang lalu berteriak.

“Ji Young!! Saranghae!!”. Aku melihat ekspresinya berubah kaget. Aku hanya terseyum lalu mengulang ucapanku tadi. Aku tidak peduli dengan pandangan orang-orang disekeliling. Ji young akhirnya tersenyum. lampu akhirnya merah. Aku langsung berjalan ke arah Ji young. Begitu juga dengannya. Senyum mengembang di bibir kami.

Entah ini yang terbaik atau memang ini nasip yang sudah ditentukan untukku? Tiba-tiba sebuah mobil melaju ke arah Ji young dan menabraknya. Tubuhnya terpelanting sebelum akhirnya tergeletak di tanah. Darah keluar dari kepalanya.

“JI YOUNG!!!”. Aku berteriak sekencang mungkin hingga aku yakin urat tenggorokanku akan putus saat itu juga. tapi aku tidak peduli, aku langsung berlari ke arahnya dan menggoyang-goyang tubuhnya.

“JI YOUNG!! BANGUN!! DON’T LEAVE ME!! I DON’T WANT TO LOSE YOU! JI YOUNG WAKE UP!!”. Aku terus berteriak meminta bantuan dan berteriak memanggil-manggil namanya. Tapi semua percuma. Tubuhnya sudah tidak bergerak lagi. aku memeluknya erat. Wajahku panas dan basah dengan air mataku sendiri. Bajuku merah karna darahnya. Tapi aku tidak peduli. Oh God! Kalau kau harus mengambil nyawa seseorang… ambilah nyawaku! Aku tidak bisa melewati hidup tanpanya. Aku terus menangis hingga ambulance datang dan membawa tubuh Ji young yang sudah tidak bergerak.

-people who really mattered in my life-


———————————*6 mounth later*
“taemin-ah!”. Panggil ibuku dari bawah. aku menutup buku yang sedang kubaca lalu berjalan ke bawah.

“ne omma?”. Tanyaku. “belanjalah untuk keperluan makan malam hari ini! ibu mau pergi!”. Katanya.

Aku mengambil daftar belanja yang harus kubeli lalu keluar dari rumah. Aku berjalan dengan santai sambil mendengarkan Ipod ku. Sekarang aku sudah berumur 23… omma menyuruhku segera menikah. Tapi aku belum siap. 6 bulan berlalu sejak kejadian itu, aku masih sering menangis kalau mengingat bagaimana lemahnya aku karna tidak bisa melindungi orang yang paling penting dalam hidupku.

“guess who!”. Aku berhenti berjalan saat merasakan sepasang tangan menutup mataku dari belakang. Aku tersenyum lalu meraba tangan itu dengan lembut. Orang itu hanya tertawa pelan melihatku. Aku tersenyum lalu menarik tangan itu dan meciumnya.

“of course the love of my life! If it’s not! She probably will regret it!”. Kataku lalu berbalik. Ji young tersenyum mencium bibirku dengan lembut. Tapi aku menarik tubuhnya agar lebih dekat dan mempererat ciuman kami. Setelah beberapa lama akhirnya dia mendorong tubuhku dan bernafas.

“untuk apa kau mengikutiku? Kau baru pulang dari rumah sakit! Jangan sampai membuatku cemas seperti kemarin karna kau tiba-tiba sakit kepala!”. Kataku mengingatkan.

“aku bosan di rumah! I miss my boyfriend! Ottokke?”. Rengeknya. Aku paling tidak bisa menolak rengekannya. Akhirnya aku hanya tersenyum lalu menggandeng tangannya.

“you know… my mom keep asking me when I’m going to propose you!”. Kataku sambil melihat ke arah wajahnya yang mulai memerah.

“then do it!”. Katanya sambil menunduk. Aku tertawa melihat tingkahnya.

“how about tonight?”. Bisikku. Dia tetap mununduk tapi mempererat genggaman tangannya di lenganku. Tapi Aku tau dia tersenyum.


*****************************************************************************

End
P.S : KALAU KALIAN LIAN KOMEN YANG BASH.. TOLONG DI RATE DOWN.. CONTOH KOMEN BASH PERTAMA DI BLOG INI ADA DI FF “WHEN JONGHYUN GET AMNESIA” USERNAME LEE … TOLONG RATE DOWN… GOMAWO ^^

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^