Love Me – Part 2

LOVE ME

Author : Sharyne a.k.a Shaylee

Main Cast: Kim Kibum.

Support Cast: Shinee member, Super Junior, Nichkhun 2PM, others

“Kau?” Lelaki itu masih berjalan kearah meja kami sambil mengarahkan telunjuknya kearahku.

“Nichkhun sunbae?” Taemin melongo melihatnya.

“Eh, Annyeong haseyo” ia membungkukkan badannya.

Onew oppa dan Taemin berdiri dan ikut membungkuk, sedangkan aku masih terbengong melihatnya. Ia kembali mengarahkan telunjukknya padaku.

“Kau? Cha Rin?” ia berdiri dan mengulurkan tangannya

“Nichkhun?” aku ikut berdiri dan bersalaman.

“Kau masih ingat denganku rupanya?”

“Tentu – tentu” jawabku sekenanya. Aku melihat kearah Onew oppa dan Taemin yang masih terheran – heran.

“Bukankah kau ada pengambilan gambar Dream Team saat ini sunbae?”

“Ne. Aku sehabis dari sini aku akan berangkat ke lokasi”

Pelayan yang tadi mengantarkan makanan itu menghampiri Nichkhun dan memberikannya bungkusan makanan yang tadi ia pesan kemudian kembali berjalan ke meja kasir. “Onew-ssi, Taemin-ssi, Cha Rin-ah, aku duluan. Maaf mengganggu makan siang kalian. Senang bertemu denganmu lagi Cha Rin-ah. Annyeong” ia melambaikan tangan dan keluar dari restoran.

“Bagaimana bisa kau mengenalnya noona?” Taemin bertanya.

“Oh. Dia itu temanku dulu  waktu di Thailand”

“Kau pernah tinggal di Thailand?” Sekarang Onew oppa yang bertanya.

“Hanya tiga minggu”

Diam. Semua kembali sibuk dengan makanan masing – masing.

“Annyeong haseyo!” Teriak seseorang mengagetkan kami.

“Kibum hyung! Kau sudah makan?” Tanya Taemin.

“Sudah.” Ia duduk persis disebelahku yang sedang mengunyah japchae. “Kau selama di Seoul tidak diberi makan oleh Minho ya?” tanyanya.

“He? Wae?” aku menjawabnya bingung.

Ia tersenyum. Mengambil selembar tissue kemudian mengelap sisa dangmeon yang menempel di pinggir bibirku.

~~~

Setelah makan, kami semua kembali ke dorm Shinee. Tak lama setelah kami sampai, Minho kembali juga ke dorm. Ia menyerahkan beberapa lembar kertas padaku.

“Apa ini?”

“Itu form pengisian apartemen ini. Kau tinggal isi nama dan nomor tanda pengenalmu lalu tanda tangan dan serahkan kembali padaku”

Sebelum aku mengisinya, aku membaca kembali form itu. “Aigoo! Ini terlalu mahal untukku oppa!”

“Sudah kubilang, kau tidak usah khawatir.” Ia tidak menoleh, matanya masih terpaku pada tv yang sedang menyiarkan siaran piala dunia.

“Tapi kan..”

“HYAAAISHHH!!” Semua orang diruangan itu berteriak. Ternyata timnas Korea kebobolan gol.

Sementara yang lain masih sibuk dengan tayangan bola, aku berjalan kea rah balkon. Ternyata disini mempunyai pemandangan yang indah. Aku duduk di sebuah kursi empuk yang berbentuk seperti ayunan, kemudian menelepon umma-ku (Ibunya Minho maksudnya)

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo Umma”

“Ne Cha Rin-ah. Bagaimana? Sudah lihat isi apartemennya?”

“Anio umma! Apartemen ini terlalu bagus untukku. Lagi pula aku kan tinggal sendiri umma. Terlalu besar. Aku takut berada sendirian. Aku tinggal dirumah umma saja ya”

“Bukannya aku tidak mau Cha Rin-ah. Kau akan lebih sering sendirian jika kau tinggal dirumah kami. Kau kan tau appa dan umma sering bepergian keluar kota Seoul.Minho juga kan tidak tinggal disana. Apa kau mau tinggal dengan Shinee? Aku bisa bicara dengan manajernya kok!”

“Eh umma, tapi..”

“Mereka anak yang baik. Aku bisa jamin mereka tidak akan melakukan apa – apa padamu. Nanti segala keperluanmu umma yang menanggung”

“Tapi umma..”

“Cha Rin – ah sebentar lagi meeting akan dimulai. Umma tutup dulu teleponnya ya nanti umma telepon lagi selesai meeting. Annyeong”

Haish! Mengapa tidak ada seorangpun yang peduli dengan nasibku sih? Jadi aku tinggal dimana?! Minho oppa bukannya membantuku malah asyik menonton bola! Umma.., Aku sudah tidak enak mengganggunya lagi. Samchon entah kemana. Pasti sedang sibuk melatih tim barunya.

“Sedang apa kau melamun sendiri disini?”

Aku menoleh kearah pintu balkon. “Anio oppa. Pemandangannya indah” Key oppa berjalan mendekatiku dan sekarang berdiri disebelahku.

“Aku juga suka berada disini. Rasanya damai sekali. Memandangi langit, kemudian kerumunan orang lalu lalang dibawah sana” gumamnya.

“Kau tidak ikut menonton pertandingan oppa?”

“Sedang istirahat. Aku bosan, kemudian aku melihatmu disini dengan bibir manyun. Hahaha” ia mengamatiku sejenak, kemudian membuang mukanya kearah langit. “Lihat itu, matahari sedang tenggelam! Burung-burung itu pasti sedang terburu-buru ingin kembali ke sarangnya.” Ia menunjuk kearah matahari kemudian kearah burung-burung yang sedang terbang.

Aku memandanginya, tidak tahu ingin merespon apa. Kim Kibum ternyata seorang yang hangat. Walaupun terkadang cerewet dan suka bertingkah aneh, tapi ia selalu bersikap baik. Sekalipun tidak dalam mood yang bagus.

Ia memegangi pipiku dengan tangannya yang dingin. Aku tersontak kaget. “Kau ini kenapa sering sekali melamun?”

Key POV

Ia kembali melihatku tapi pandangannya kosong. Aku memegang kedua pipinya dengan tanganku. Ia terkaget. Indah sekali matanya. Matanya coklat dan besar. Tidak seperti orang Korea. Matanya, mirip mata Minho. Mata yang hanya akan hilang saat ia benar-benar tersenyum atau tertawa lepas.

“Kau ini kenapa sering sekali melamun?” tanyaku.

“Anio oppa. Aku hanya sedang berfikir.” Jawabnya.

Aku melepaskan tangaku yang bertengger di pipinya lalu mengusap-ngusap poni nya. “Berfikir apa?”

“Mengapa selama ini aku tau Super Junior tapi aku tidak tau Shinee? Padahal Boys Over Flower juga ditayangkan di Jakarta..”

“Kau tau Super Junior?”

“Ne. Aku adalah fans dari Sungmin oppa!”

Aku kembali mengacak – acak rambutnya. Ia tersenyum kearahku. Gadis yang manis.

End of Key POV

~~~

Back to Cha Rin POV

Semenjak obrolan Key oppa dan aku di balkon sore itu, kami menjadi dekat. Ia selalu mengingatkanku makan disaat waktunya makan. Setiap malam ia juga menyuruhku agar meminum susu dan tidak tidur larut. Aku senang atas perhatiannya padaku. Walaupun ia juga memperlakukan dongsaeng dan hyungnya sama seperti ia memperlakukanku.

Ini minggu kedua aku kuliah. Temanku disini lumayan banyak, hehe. Namun ada satu yang dekat denganku, namanya Park Hyo Sung. Ia ternyata setahun lebih tua dariku. Tapi tetap tidak mau dipanggil unnie. Oh ya, dia seorang shawol. Dan coba tebak siapa member favoritnya, Choi Minho. Katanya Choi Minho adalah satu-satunya alasan ia memilih kuliah disini.

“Aigoo! Aigoo! Minho tampan sekali! Aigoo!” ujar Hyo Sung saat kami sedang menonton pertandingan sepak bola di area kampus.

“Hyo Sung, aku bosaaan. Kita pulang saja yuk!” Ajakku.

“Ani! Aku mau lihat Minho dulu. Sampai Min Ho pulang, baru aku mau pulang.” Jawabnya

“Bagaimana kalau ia pulang saat petang?”

“Aku tetap akan menunggunya!”

“Haish! Hyo Sung unnie, jebal” Aku mulai mengeluarkan jurus andalanku.

“JANGAN MEMANGGILKU UNNIE! AKU BELUM SETUA ITU!” ia berteriak. Itu membuat orang – orang disekeliling kami melihat dengan tatapan aneh. Termasuk sepupuku itu, ia melihat kami sambil mencoba menahan tawa.

“Haish! Cha Rin-ah, Minho oppa pasti melihatku tadi. Aduh memalukan sekali. Kau sih, sudah kubilang jangan pernah memanggilku unnie walaupun kau lebih muda dariku” ujar Hyo Sung saat kami didalam bis perjalanan pulang.

“Selalu saja menjaga image didepan Minho..”

“Ssh Cha Rin kau tidak tahu ya?”

“Apa?”

“Dari gossip yang aku dengar, katanya sudah beberapa hari Minho oppa datang membonceng seorang yeoja!”

Yeoja? Memang beberapa hari ini Minho oppa yang mengantarku sampai dekat kampus. Aku tidak mau ketahuan sebagai sepupu Minho oppa. Itu juga kami sudah berusaha sebisa mungkin tidak ada yang melihat.

“Ah benarkah? Kau sudah melihatnya?”

“Belum. Aku akan mencari tahu hal itu besok! Mau ikut?” tanyanya antusias.

“Ah.. Tidak”

“Ah iya. Sebaiknya tidak usah. Nanti kau malah ikutan menjadi fansnya Minho oppa”

Aduh Hyo Sung, sampai dunia terbalik aku juga tidak akan pernah bisa mencintai Minho oppa. Lagipula aku masih mencintai seseorang dari masa laluku yang belum bisa kulupakan..

Aku berjalan sendirian sambil mendengarkan lagu dari iPodku. Untungnya rumah Hyo Sung masih lebih jauh dari rumahku sekarang.. eh maksudnya rumah yang kutinggali.. iyaa.. sekarang aku tinggal dengan Shinee..

Seseorang menepuk bahuku dari belakang. Aku menoleh, orang itu memakai kacamata hitam, masker hitam, topi hitam, segalanya hitam kecuali celana dan sepatunya. Aku sudah mengambil ancang-ancang untuk memukulnya dengan tasku yang lumayan berat. Saat aku ingin memukulnya, ia menggenggam lenganku.

“Jamkkan, ini aku!” ia membuka masker dan kacamata dengan tangannya yang bebas.

“Key oppa? Kenapa kau ini selalu mengagetkanku?”

“Mwo? Mengagetkanmu? Aku sudah berusaha memanggilmu daritadi sampai ada orang yang melihatku aneh, tapi kau tidak mendengarku. Makanya kalau lagi dengar lagu dijalan jangan keras-keras” ia melepaskan sebelah earphoneku dan memasangkan earphone itu di telinganya. “Kkaja!”

“He..? Mau kemana?” tanyaku.

“Aduh kau ini” ia mencubit pipiku pelan “Ya kita mau pulang, memangnya kau ingin kemana lagi?”

“Tidak kemana-mana.”

“Kalau gitu kita pulang!” ia menggandeng tanganku sambil berjalan. Tidak menggunakan masker atau kaca mata.

“Bagaimana kalau ada yang mengenalimu oppa?”

“Biarkan saja. Aku kan tidak ada hubungan apa-apa denganmu kan?”

Aku terdiam. Memang benar ia tidak ada hubungan apa-apa denganku. Kenapa aku jadi berfikir kalau ia adalah namja chingu-ku? Untuk apa orang berfikir ia adalah pacarku? Kita kan tidak ada hubungan apa-apa.

“Anio aku bercanda Cha Rin-ah. Jangan putus asa seperti itu” ia tertawa.

Aku? Putus asa? “Siapa yang putus asa? Aku tidak putus asa!” jawabku ketus.

“Benarkah? Mukamu sudah lesu saat aku bilang begitu tadi”

“Haish! Sudahlah aku capek” Aku melepas gandengan tangannya.

“Eh.. Eh.. Jangan marah! Aku benar-benar bercanda kok!” ia kembali menggenggam tangaku. “Aku tidak peduli bila orang melihatku berjalan dan bergandengan tangan denganmu karena aku memang tidak keberatan dianggap namja chingunya gadis manis sepertimu. Kukira kau yang akan keberatan”

Aku terdiam, masih mencoba mencerna kata-katanya tadi. Kalimatnya terlalu panjang dan ia berbicara terlalu cepat. “Ppalli Cha Rin-ah! Aku sudah lapar”

~~~

“Annyeong!” sapa Key oppa dan aku berbarengan saat kami baru masuk kedalam dorm.

Taemin yang dari tadi menonton tv menatap kami dengan tatapan curiga, disusul dengan cengiran isengnya. “Kalian..?” ia menunjuk kearah tanganku dan Key oppa.

Aku mencoba melepaskan tanganku tetapi ditahan oleh Key oppa, “Tadi aku menemukannya diganggu orang. Lalu aku menolongnya, aku takut dia hilang”

Sejak kapan aku diganggu orang? Bukankah tadi orang yang menggangguku dijalan adalah dia? Aneh.

Taemin masih saja nyengir. Aku melepaskan tanganku dari tangannya. Kemudian masuk kedalam kamar yang sekarang ku tempati.

Tuhan,kejadian apa yang baru saja kualami? Aku sungguh tidak mengerti mengapa perasaanku bisa sesenang ini karena kejadian tadi! Aku sangat ingin digandeng olehnya lagi Tuhan! Aku tidak mau berjauh – jauh darinya lagi.. Aku.. Aku.. Aku tidak tahu perasaan apa ini..

Tok. Tok. Tok.

“Cha Rin noona! Maukah kau membuatkan aku kimchi?  Aku lapaaaaaaar sekali”

“Cha..” Aku membuka pintu saat Taemin ingin mengatakan sesuatu lagi. “Yaya.. Akan kubuatkan” Aku berjalan menuju dapur Shinee yang bersih. “Apakah kau juga mau oppa?” aku berteriak pada Key oppa yang masih berada di dalam kamar.

“Aku mau!” ternyata ia sudah berganti baju, dengan celana panjang dan baju hangat kesukaannya.

“Oke. Kemana yang lain Taeminnie?”

“Jonghyun hyung sedang entah kemana, aku lupa bertanya tadi. Kalau Onew hyung, dia sedang syuting Nocturnal.”

“Program baru?” Tanya Key oppa.

“Iya.., oh ya. Kau tahu bintang tamunya siapa noona?”

“Siapa?”

“Super Junior sunbae”

“Mworago? Aku mau lihaaat… Haaa..”

~~~

Aku sudah siap untuk berangkat ke kampus pagi ini. Begitu juga dengan Minho oppa. Tapi aku sudah berencana untuk tidak berangkat dengannya. Aku mau berangkat sendiri. Aku sudah dijelaskan rute bus oleh Taemin.

“Mwo? Kau mau berangkat sendiri?” Minho oppa terkaget mendengar perkataanku.

“Ne”

“Wae?”

“Kemarin ada yang melihatku naik motor bersamamu. Kalau sampai Hyo Sung tau itu aku, bisa-bisa aku tidak akan pulang kesini lagi.”

“Memangnya kau sudah tau rute bus ke kampus? Rute-nya tidak seperti saat kau kembali ke sini lho!”

“Aku tau. Taemin sudah menjelaskannya padaku”

“Tapi..”

“Bagaimana kalau kau berangkat denganku?” ujar Onew oppa.

“Ne. Kau berangkat dengannya. Aku berangkat dulu. Annyeong” Minho tiba-tiba saja ngeloyor pergi. Haduh, mana yang disebut flaming charisma hah?

“Jadi aku berangkat denganmu oppa?”

“Ne. Yang lainnya sudah berangkat tadi pagi. Kebetulan aku sedang ada acara di dekat kampusmu.”

“Baiklah”

~~~

Akhirnya Onew oppa mengantarkan ku sampai kampus. Untungnya mobil yang dipakainya menggunakan kaca film tebal. Sehingga tidak terlihat siapa yang ada didalam mobil itu. Ternyata Hyo Sung sudah sampai duluan sewaktu aku masuk kelas. Ia memasang tampang lesu tanpa arah, haha.

“Mengapa kau menekuk mukamu seperti itu?” tanyaku.

“Aku tidak berhasil melihat Choi Minho berboncengan dengan wanita”

“Jadi kau benar-benar serius menjalankan misimu yang kemarin itu?”

“Ya.. Aku kan selalu serius menyangkut Minho hehehe. Ohya, tadi kau kesini dengan siapa?”

Hah? “Dengan siapa?”

“Aduh Cha Rin. Walaupun kau menutupi mukamu dengan berkas-berkas itu dan kacamata, aku masih bisa mengenali bentuk wajahmu.. Kau pikir aku tidak melihatmu tadi pagi turun dari mobil? Bukankah biasanya kau berjalan?”

“…”

“Siapa itu?”

“Anu.. Itu sepupuku.”

“Benarkah itu sepupumu? Bukan namja chingu mu?”

“Bukan. Wae?”

“Kalau begitu, kenalkan padaku ya Cha Rin-ah! Kalau tiba-tiba Minho oppa punya yeoja chingu jadi aku kan bisa dengan sepupumu itu. Lagipula tadi aku perhatikan ia tampan.”

“Anio”

“Jebal Cha Rin-ah”

“Anio!”

“YA CHOI CHA RIN!” Hyo Sung mengejarku keluar kelas.

DUK! Kepalaku membentur sesuatu.

“Aigoo.. Kau ini bisakah kalau sedang berlari jangan di koridor hah?”

Aku masih saja memegangi kepalaku yang ternyata terbentur tangan seseorang. Hyo Sung menyikut-nyikut lenganku, menyuruhku untuk melihat kearah orang yang kutabrak tadi.

“Ayo minta maaf!”

CHOI MINHO? “Anio. Tadi kan kau yang tidak memperhatikan jalan!”

“Ah.. Mianhamnida sunbae. Maafkan temanku yang tidak sopan ini”

“Aku mau dia yang minta maaf padaku” ujarnya.

“Anio. Tadi kau yang menabrakku. Kau melihat sendiri kalau ia sedang mengejarku. Lagipula tanganmu tidak terluka kan? Kau tidak lihat kepalaku ini?” aku menunjuk dahiku yang terkena tangannya.

“Minta maaf sekarang”

“Ayolah Cha Rin-ah mengalah saja.. Aku ingin menjaga image-ku.. Jebal Cha Rin-ah”

“Haaaaaah.. Ne.. Mianhamnida Choi Minho sunbae” Aku memberi penekanan sedikit dikata ‘sunbae’

“Ne. Siapa namamu?”

“Choneun Park Hyo Sung imnida, namanya Choi Cha Rin sunbae.” Jawab Hyo Sung.

“Choi? Satu marga denganku? Memangnya kau tidak mengenalku?” ia melihat kearahku.

Hah. Flaming Charisma nyebelin! Kalian belum tau kan bagaimana sebenarnya Choi Minho yang sebenarnya. Yang suka usil dibalik sikap ‘cool’ nya itu. Apakah kalian tau korbannya siapa? AKU!

“Molla”

~~~

“Jebal oppa…. Aku boleh ikut yaa. Aku ingin melihat Lee Sungmin. Oppa..”

“Shiruh!”

“Oppaaa!! Jebal.. Aku ingin sekali bertemu dengannya oppa..” aku berusaha menahan tangisku.

Ingat. Ini bukan tangisan yang dibuat-buat. Aku memang ingin sekali menangis menanggapi sikap Choi Minho yang keras kepala ini. Aku ingin sekali bertemu dengan Lee Sungmin.. Haa..

“Minho-ya biarkan lah saja sepupumu itu ikut!” bujuk Jong Won oppa, manager Shinee.

“Anio. Dia akan menyusahkan”

“Oppa! Jebal.. Aku ingin sekali bertemu Lee Sungmin.. Kapan lagi aku bisa bertemu Lee Sungmin? Nanti kalau aku keburu harus balik lagi ke Indonesia gimana? Kalau Super Junior keburu gak ada gimana? Aku masih mau nonton Lee Sungmin manggung. Aku bener – bener..” Aku tidak bisa menaljutkan kata-kataku. Walaupun sudah ditahan dengan sekuat tenaga, aku tidak bisa menahan tangisku.

Aku melihat semua member Shinee tertawa melihatku. Termasuk oppa yang menyebalkan itu! Aku mengencangkan suara tangisanku. Terserah mereka menganggapku cengeng atau apalah. Pokoknya tekadku sudah bulat. Malam ini aku harus bertemu Lee Sungmin!

“Uljima Cha Rin-ah” Key oppa menyeka air mataku dengan sapu tangannya. “Kalau ia tidak mau mengajakmu, aku akan mengajakmu datang ke acara itu” ia tersenyum kemudian menghapus lagi air mataku yang mau jatuh dengan ujung jarinya.

“Oppa..” aku masih memohon kepada Minho oppa.

“Baiklah. Kau boleh ikut”

“Jinca?!” Minho oppa mengangguk.

“YEAY!”

Key POV

“Oppa! Jebal.. Aku ingin sekali bertemu Lee Sungmin.. Kapan lagi aku bisa bertemu Lee Sungmin? Nanti kalau aku keburu harus balik lagi ke Indonesia gimana? Kalau Super Junior keburu gak ada gimana? Aku masih mau nonton Lee Sungmin manggung. Aku bener – bener..”

Aku tidak mengerti apa yang sedang dikatakan gadis itu. Karena aku yakin ia mengatakannya bukan dalam bahasa yang aku mengerti. Bukan dalam bahasa inggris, bukan korea, bukan china dan bukan jepang. Tapi yang aku mengerti, ia menangis memohon kepada Minho untuk diajak ikut keacara KBS Song Festival. Ia ingin bertemu Sungmin hyung.

Minho, Onew hyung, Jonghyun hyung dan Taemin tertawa melihatnya menangis. Bukannya berhenti ia malah semakin menangis sambil memegangi kakinya di sofa. Aku tidak tahan melihatnya menangis. Rasanya aku ingin memarahi Minho karena dengan sengaja membuat gadis seperti itu menangis.

“Uljima Cha Rin-ah” aku mengeluarkan sapu tanganku dari kantong dan menyeka air mata yang membasahi pipinya. “Kalau ia tidak mau mengajakmu, aku akan mengajakmu datang ke acara itu”

“Oppa..” ia masih saja memohon pada Minho untuk diajak.

“Baiklah. Kau boleh ikut” jawab Minho

“Jinca?!” ia membelalakan matanya. Lucu sekali. Matanya masih sembab tapi bisa membuka selebar itu haha.

Minho mengangguk. “YEAY!” ia berteriak sangking girangnya, kemudian dengan reflek memelukku.

Aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat. Ini pertama kalinya ia memelukku. Kenapa rasanya begini? Aku ingin membalas pelukannya tapi..

“Eh. Mianhe oppa. Aku tidak sengaja” mukanya memerah, tapi ia masih tersenyum kearahku.

“Gwenchanayo Cha Rin-ah”

~~~

Back to Cha Rin POV

Aku memasuki ruangan rias Shinee. Sebenarnya ruangan ini cukup luas, hanya saja karena banyak gantungan baju yang makan tempat. Ruangan ini jadi sedikit kelihatan sempit. Aku menunggu semua member Shinee dirias dan ganti baju (menunggu, bukan melihat ;o ) Setelah mereka siap, beberapa dari mereka mengadakan rehearsal terlebih dahulu. Namun kata Jong Won oppa, aku tidak boleh melihat sebelum acara yang sebetulnya dimulai. Katanya kalau sampai ada Shawol yang mengenaliku berada dekat – dekat dengan anggota Shinee, itu bisa berbahaya denganku karena mereka belum tau aku yang sebenarnya.

Setelah rehearsal selesai mereka semua kembali ke ruang rias yang sekaligus menjadi ruang tunggu itu. Kulihat Onew oppa curi-curi kesempatan memakan ayam goreng jatah makan malam hari ini sebelum akhirnya ketahuan oleh penata rias dan dimarahi. Mukanya saat itu.. HAHAH (>!<) seperti muka anak umur tujuh tahun ketahuan mencuri ayam tetangga.

“Cha Rin-ah, mau melihat Super Junior tidak?” Tanya Jong Won oppa.

“MAU! Aku mau!” Aku sebenarnya sudah mulai mengantuk karena lelah menangis tadi, tapi ini kan kesempatan emas *wink*

“Dasar. Tadi kau terlihat sangat lesu, giliran diajak bertemu dengan Super Junior sunbae malah seperti ini” ledek Jonghyun oppa.

“Biarin. Week” aku menjulurkan lidahku yang dibalas dengan lidah Jonghyun oppa juga.

“Kkaja!”

Aku mengikuti Jong Won oppa yang sudah berjalan keluar ruang rias. Ternyata semua member Shinee juga ikut. Katanya mereka bosan berada disini, karena acara akan dimulai satu jam lagi. Aku akan bertemu Lee Sungmin, aku akan bertemu Lee Sungmin, aku akan bertemu Lee Sungmin, aku akan bertemu Lee Sungmin,aku akan bertemu Lee….. Nichkhun?

TBC

Signature


This FF has written by Lana & Karlie, and claim by their signature

Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^

My Lovely Servant – Part 6

My Lovely servant (part 6)

Author : Dinar aka Dhy

Cast    : Kim keybum

Yoon eun hye

Lee jinki

Shinee

and another cast

A/N : Part yang ini sedikit lebih panjang dari bbiasanya, mudah-mudahan para reader tidak merasa bosan ^_<

“AAAAAAA, ini semua gara-gara kau key, kenapa kau membangunkanku, kau merusak semuanya tahu”

“yaaaaaaa kau ini kenapa sich?????”

“kenapa kau membangunkanku???”

“jinja…… KENAPA TADI PAGI KAU TIDAK MEMBANGUNKANKU,AKU KAN JADI TIDAK MASUK DI KELAS PERTAMAKU” key berteriak sekeras mungkin, dan sekarang semua orang yang ada di kelas sedang melihat kerah mereka.

“kenapa berteriak-teriak”

“MEMANGNYA KENAPA KALAU AKU BERTERIAK-TERIAK???”

“kau membuatku malu bodoh, apa kata orang kalau tahu kita serumah” bisik eun hye

“APA PEDULLI MEREKA, KITA MEMANG SATU RUMAH, DAN TADI PAGI KAU TIDAK MEMBANGUNKANKU” sekarang semua orang terbelalak dengan ucapan key.

“key berhenti berteriak-teriak, ayo ikut aku” eun hye menarik tangan key keluar kelas. Eun hye  membawa key ke gedung olah raga kampus.

“kau ini, bisa tidak berhenti berteriak-teriak, aku tidak membangunkanmu karena hari ini bukan tugasku untuk membangunkanmu, araso” ucap eun hye “dan sekarang kau tahu apa yang mungkin mereka pikirkan tentang kita”

“baiklah kalau begitu, mulai hari ini kau menjadi pelayan pribadiku, dan aku tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan tentang kita, ow ya tidak ada kita, yang ada hanya kau dan aku majikanmu, araso????” kemudian key meninggalkan eun hye sendiri.

“jinja, bukannya dia sendiri yang berteriak-teriak dengan kata kita, kim kibum kau membuatku gila, lagi pula buat apa dia marah-marah hanya karena tidak masuk kelas pertama bukannya itu sudah jadi kebiasaannya”

~ ~ ~

Eun hye side

Minjung hanya tertawa saat aku menceritakan apa yang terjadi di kampus hari ini.

“ kau mentertawakan aku”

“mian, aku tidak bermaksud seperti itu, lalu apa teman-teman kampusmu berpikir, kalu kalian ada hubungan”

Aku hanya mengangguk mengiyakan.

“kau tahu, sepertinya aku lebih menyukai key yang selalu menutup diri dan berbicara seperlunya, bukan key yang sekarang, sekarang dia sering berteriak-teriak”

“dari dulu tuan key memang sering berteriak-teriak”

“ia tapi tidak semenyebalkan sekarang, sekarang dia terlalu cerewet”

“kau tahu, dulu tuan muda key orang yang ramah, tapi setelah ditinggal nona ceyrin dia jadi menutup diri, dan bertingkah aneh”

“siapa????, ceyrin, jadi ceyrin itu pacar key????”

Minjung mengangguk “ngomong-ngomonng memangnya kau mengenal nona ceyrin??”

“sepertinya iya, dia sangat cantik, kelihatannya pintar, aku tidak menyangka gadis secantik itu punya nasib sial pernah berpacaran dengan key”

Minjung pun tertawa mendengar ucapanku.

“kalian berdua, kerjakan tugas kalian dengan baik, bukannya menngobrol” tegur kepala pelayan han.

End of eun hye side.

“jinki, kau tahu hari ini aku memimpikanmu, aku juga bermimpi kalau kau mencintaiku, jinki kenapa kau belum mengabariku” bisik eun hye dalam hati. “jinki, aku selalu merasa sesak saat aku sadar bahwa kau tidak ada” ucap eun hye, jam makan malam hampir tiba, tapi eun hye tidak beranjak dari taman yang ada di halaman belakanng rumah key, tempat ini menjadi tempat favoritnya semenjak tinggal dirumah key.

“eun hye” panggil minjung dari kejauhan.

“we???”

“aku mencarimu dari tadi, ternyata kau ada di sini”

“ada apa???”

“semenjak pulang kuliah, tuan muda key belum keluar kamar”

“lalu hubungannya denganku apa???”

“ah memanng tidak ada hubungannya dengan siapapun, tetapi gara-gara itu tuan muda taemin tidak mau makan malam, dia bilanng dia tidak mau makan kalau key tidak menemaninya”

“jinja??? Bukannya taemin sudah biasa makan sendiri”

“aaaah kau ini, beberapa hari ini kan tuan key selalu menemaninya, tuan muda taemin tidak mau makan sendiri lagi”

“lalu kenapa kau mencariku????”

“bujuk salah satu dari mereka, kau kan ahli dalam bidang ini”

“baiklah, aku akan mencoba membujuk taemin”

~ ~ ~

“tuan muda, boleh saya masuk” ucap eun hye di depan pintu kamar taemin.

“aku tidak mau makan, kalau hyung tidak makan” teriak taemin dari dalam kamar.

“ijinkan saya masuk”

“tidak mau, aku bilang aku tidak mau makan titik”

“jinja, yaaa aku tidak menawarimu makan, buat apa aku memaksa orang yang tidak mau makan, baiklah kalau kau tidak mau membukan pintu, aku akan terus berdiri disini sampai kau menngijinkanku masuk”

“baiklah, kau boleh masuk”

Saat eun hye masuk, taemin sedang duduk sambil membenamkan wajahnya diantara kedua kakinya. Eun hye mencoba mendekati ranjang taemin.

“hei, kau ingat aku???” Tanya eun hye

“siapa kau???” taemin balik bertanya tanpa sedikitpun merubah posisinnya.

“aku pelayan baru itu, yoon eun hye”

“nuuna” ucap taemin sambil mengangkat wajahnya.

“ada apa denganmu?? Kenapa tidak mau makan???”

“aku tidak mau makan sendiri lagi, aku benci itu”

“kalau begitu aku akan menemanimu makan, kau boleh makan dikamarmu seperti yang dilakukan key, aku janji besok pagi key akan sarapan bersamamu”

“benarkah??????” Tanya taemin ”benar Nuuna mau menemaniku makan??? Dan janji besok hyung akan sarapan bersamaku???”

“ea aku janji, hey aku dengar kau tingkat pertama di SMA, kenapa kau sepeti anak-anak???”

“aku tidak seperti anak-anak, asal nuuna tahu, aku sangat popular di kalangan wanita di sekolahku”

“benarkah??? Kalau begitu, apa kau punya teman kencan???”

“nuuna, kenapa kau bertanya seperti itu???” temin terlihat malu.

~ ~ ~

“eun hye, fighting”  ucap eun hye saat dia akan membangunkan key

TOK TOK TOK

Tidak ada jawaban

“Tuan muda” panggil eun hye, dan kali ini pun tidak ada jawaban,

“tada” ucap eun hye saat mengeluarkan kunci cadangan  kamar key, sebelum eun hye ke kamar key, dia memintanya dari kepala pelayan han, walau pun sulit akhirnya eun hye bisa mendapatkannya.

“aiishh kenapa dia masih memakai baju yang kemarin dia pakai” ucap eun hye saat melihat key tertidur dengan pakaian yang kemarin dipakainya ke kampus.

“apa dari kemarin dia tidur” ucap eun hye lagi “key bangun”

“tidak mau”

“ayo bangun, key cepat bangun, palliie” ucap eun hye sambil menggoyang-goyangkan tubuh key,

“ aish, kau, aku bilang aku tidak mau, aku masih mengantuk, lagi pula aku tidak ada ada kelas pagi ini”

“bangun, aku bilang kau harus bangun, baik kita lihat sejauh mana kau bisa terlelap tidur” ucap eun hye yang kemudian berjalan kesebuah mesin karoke di salah satu sudut kamar key, dia memasang volume max.

“KEY BANGUN, AYO BANGUN KEY, CEPAT BANGUN, KIM KIBUM AYO BANGUN” tapi tidak ada jawaban dari key”KEY, KEY~~~~~~~ OMMMOOOO KEY CEPAT BANGUN ADA CEYRIN, AYO CEPAT BANGUN” sudah pasti eun hye berbohong, tapi kebohongannya itu berhasil, karena key langsung meloncat dari tempat tidur ke kamar mandi.

“knok knok” ucap eun hye di depan pintu kamar mandi “key apa kau sudah mandi??? Hey jangan lupa nyalakan penghangat airnya, kau tidak mau kan bertemu ceyrin dengan kedinginan” ucap eun hye sambil menahan tawa.

“YA~~ kenapa kau masih ada dikamarku, cepat keluar” teriak key dari kamar mandi.

“as you wish, ow ya ceyrin menunggumu di meja makan” ucap eun hye, kemudian keluar kamar key.

“nuuna bagai mana??? Apa aku akan sarapan sendiri?” Tanya temin saat eun hye keluar kamar key.

“miane” ucap eun hye dengan raut wajah menyesal.

“aku sudah tahu, pasti tidak berhasil” ucap taemin sambil tertunduk lemas.

“miane karena aku melakukannnya lebih lama dari perkiraanku” ucap eun hye sambil mengacak-acak rambut taemin.

“maksud nuuna????”

“hyungmu sedang mandi, kau tunggu saja di meja makan, aku harus siap-siap Karena aku juga harus ke kampus hari ini” ucap eun hye kemudian meninggalkan taemin.

~~~

“hyung selamat pagi” ucap taemin pada key, tapi key tidak menjawabnya, dia masih sibuk melihat sekeliling ruangan.

“hyung, kau mencari seseorang???”

“mmm???”

“kau mencari seseorang???”

“apa tadi.,…” ucap key ragu-ragu

“ada apa hyung???” ucap taemin sambil mengolesi rotinya dengan selai.

“apa tadi ceyrin datang???” Tanya key akhirnya.

“ceyrin??? Maksud hyung ceyrin nuuna??? Memangnya ceyrin nuuna ada di korea???” taemin malah balik bertanya.

“kau tidak tahu??? Eun hye bilang……. Aishhh orang itu” ucap key begitu sadar bahwa sepertinya dia dikerjai eun hye.

“ada apa hyung???” Tanya taemin bingung, kini taemin sedang sibuk mengunyah rotinya.

“aniee, sudah cepat habiskan sarapanmu, nanti kau bisa terlambat”

~~~

Key side

Awas saja kalau aku menemukannya, dia pikir aku akan diam saja dikerjai seperti itu, hari ini dia mengambil kelas apa ya???, akhirnya aku memutuskan menyusuri universitas ini, aah aku baru sadar bahwa ayahku punya universitas sebesar ini. Akhirnya aku menemukan kelas eun hye, saat aku melihatnya dari salah satu jendela, dia terlihat begitu serius, tidak dia tidak serius hanya mencoba untuk serius itu terlihat karena sesekali dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“buat apa aku memperhatikannya” ucapku saat sadar bahwa aku sudah lama meperhatikan eun hye. 10 menit kemudian kelas yang eun hye ikuti berakhir. Saat eun hye keluar kelas aku langsung menariknya.

“key lepaskan tanganku” eun hye mencoba untuk melepaskan genggaman tanganku. Eun hye aku terlalu kuat untukmu.

“key lepaskan tanganku, tanganku sakit” aku tidak mempedulikan apapun yang diucapkan eun hye, yang ada dikepalaku adalah gadis ini sudah bermain-main terlalu jauh denganku. Tiba-tiba langkahku terhenti, aku sama sekali tidak bisa menarik eun hye. “ siapa kau????” Tanyaku pada seorang laki-laki yang memegang tangan kiri eun hye.

“aku yang harusnya bertanya siapa kau???” Tanya laki-laki itu padaku.

“dengar aku tidak suka ada orang lain yang ikut campur urusan pribadiku”

“aku tidak mencampuri urusan pribadimu”

Aku tersenyum sinis, tidak percaya dengan apa yang dikatakan laki-laki itu, aku melihat kearah eun hye, dia sama sekali tidak melihat kearahku, dia hanya melihat kearah laki-laki itu. Tidak tahu kenapa hatiku berkata ‘jangan biarkan dia melihat orang lain’ akupun menarik tangan eun hye sekuat mungkin, hingga eun hye benar-benar hanya ada disisiku.

“key apa yang kau lakukan???” Tanya eun hye padaku.

“tunggu sebentar, biarkan aku membereskan orang ini, baru kita selesaikan urusan kita”

“apa yang kau bicarakan sich??” Tanya eun hye, aku tidak menjawabnya.

“hari ini, aku punya urusan yang lebih penting, jadi aku akan melepaskanmu” ucapku pada laki-laki itu.

“kalau begitu, aku yang tidak akan melepaskanmu” ucap laki-laki itu dengan senyuman, apa maksud senyuman itu. Karena kesal, aku memukul wajahnya sampai ia terjatuh.

“YAAAA KIM KIBUM APA YANG KAU LAKUKAN” teriak eun hye padaku sambil mendorong tubuhku, kemudian menghampiri laki-laki yang tadi terkena bogem mentah dariku.

“kau baik-baik saja???” Tanya eun hye khawatir pada laki-laki itu, eun hye memegang ujung bibir laki-laki itu dengan hati-hati. “ kau berdarah” ucap eun hye lagi.

“key kau terlalu kekanak-kanakan, apa yang kau lakukan??? Jinnja” Tanya  eun hey padaku.

“kau pikir apa yang kulakukan” jawabku ketus, aku kesal melihat sikap so baik eun hey pada lelaki itu, kenapa eun hye harus memasang wajah sepanik itu, aku kan hanya memukulnnya, itu juga tidak terlalu keras dan tidak akan membuat laki-laki itu mati.

“ya key, aku akan bicara padamu nanti” ucap eun hye setelah membantu laki-laki itu bangun, kemudian pergi meninggalkanku, aku baru sadar bahwa sudah banyak orang yang melihat kejadian tadi.

“YAAAAA APA YANG KALIAN LIHAT????, APA KALIAN PIKIR INI TONTONAN” teriakku kesal, kemudian pergi meninggalkan tempat itu.

End of key side

~ ~ ~

Eun hye side.

Aku sempat terkaget saat seseorang menarik tangan kiriku, saat aku meliahatnya, aku meliahat sosok yang aku kenal, aku masih berpikir apa aku bermimpi lagi, aku sampai tidak sadar apa yang dibicarakannya dengan key, aku hanya menatapnya sampai key menarik tanganku dengan keras.

“key apa yang kau lakukan???”

“tunggu sebentar, biarkan aku membereskan orang ini, baru kita selesaikan urusan kita” aku tidak mengerti maksud kata-kata key.

“apa yang kau bicarakan sich??” key tidak menjawab pertanyaanku.

“hari ini, aku punya urusan yang lebih penting, jadi aku akan melepaskanmu” ucap key pada jinki.

“kalau begitu, aku yang tidak akan melepaskanmu” balas jinki, entah kenapa hatiku merasa senang. Tapi tiba-tba aku meliat key memukul jinki sampai jinki terjatuh.

“YAAAA KIM KIBUM APA YANG KAU LAKUKAN” teriaku sambil mendorong key, kemudian menghampiri jinki yang masih terduduk dilantai.

“kau baik-baik saja???” Tanyaku khawatir, aku mencoba untuk melihat bibir jinki yang terluka, aku mengusap pelan sudut bibir jinki yang terluka, jantungku berdetak kencang sekali ‘eun hye, ini bukan saatnya untuk itu’ aku mencoba menyadarkan diriku sendiri. “kau berdarah” ucapku pada jinki “key kau terlalu kekanakkanakan, apa yang kau lakukan??? Jinnja”

“kau pikir apa yang kulakukan” jawab key ketus. Orang ini sama sekali tidak merasa bersalah. Aku membantu jinki untuk bangun “ya key, aku akan bicara padamu nanti” ucapku pada key, lalu aku pergi bersama jinki, tentu saja aku harus membawanya ke ruang kesehatan. Aku medengar key berteriak-teriak saat aku dan jinki mulai menjauh.

“kwenchana????” tanyaku pada jinki, setelah kami tiba di ruang kesehatan

“aku baik-baik saja” jawab jinki dengan senyuman, senyuman yang selama ini membuatku gila, membuatku rindu, membuatku ingin melihatnya setiap saat.

“buat apa kau melakukan hal tadi??? Kaukan jadi terluka, harusnya kau tidak perlu melakukannya, arraso???” yoon eun hye kenapa kau malah memarahi jinki pabo.

“akukan hanya terluka sedikit” jawab jinki

“kau ini, tetap saja kau terluka, coba kalau tadi kau tidak meladeni key, kau tidak akan terluka” omelku sambil tetap mengoleskan obat di ujung bibir jinki dengan jariku.

“ya eun hye~aah, apa kau akan tetap memarahi orang yang sudah menolongmu???”

“aku tidak memarahimu” jawabku

“kalau begitu kenapa kau menyambut kepulanganku dengan omelan???”

Aku seperti membeku sesaat. “apa kau tidak merindukanku???” Tanya jinki lagi.

“mmm???” tanyaku bingung “A a aku mmerind……” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, jinki sudah memelukku. “ aku bisa melihat dari matamu, kalau kau sangan merindukanku, aku juga sangan merindukanmu” bisik jinki, masih tetap memeluku.

“jinki sharangae” bisikku dalam hati.

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^ (SHINee Toplist)
  • Open page Talk Talk Talk if you want to talk out of topic
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^^