My Past Future – Part 6

MY PAST FUTURE Chapter 1

Part 6

Main Cast : Donghae, Yuna, Onew

Support Cast : Super Junior, SHINee, Gaeul, Jun

“Kau!” mata Chun Li semakin membelalak. “Jadi? Bagaimana? Apa kau akan benar-benar melakukannya?” Chun Li menelan ludah dengan susah payah. “Ya ampun… memalukan sekali!” Chun Li kembali menggunakan topengnya dan beranjak pergi. “Hey tunggu! Apakah kau tidak serius dengan yang kau ucapkan tadi?” Chun Li berdecak.

“Serius, tapi kenapa kau tidak langsung bilang saja kalau kau itu Haeya. Jadi aku tidak perlu secara terang-terangan memberitahumu tentang perasaanku.”

“Aku kan tidak tahu. Lagi pula aku baru tahu kalau gadis yang kau maksud adalah aku kan setelah kau membocorkan semuanya kepadaku.”

“Baiklah, baiklah.. aku tahu ini sebenarnya salah ku sendiri.”

“Jadi?” Chun Li mengambil nafas panjang… “Kita mungkin belum saling mengenal satu sama lain, hanya sekedar tahu… tapi.. apakah kau mau menjadi milikku?” jantung Chun Li serasa mau copot, diam-diam tangannya gemetaran. “Hemm, bagaimana yah?”

“Sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak kau masuk ke kelas kami.”

“Dan sebenarnya aku merasakan hal yang sama saat kita pertama bertemu.”

“Jadi kau milikku?”

“Tidak… aku milik tuhan dan orangtuaku. Tapi aku mau menjadi kekasihmu.” Haeya tersenyum membuat Chun Li sedikit tenang. Meskipun ini yang kesekian kalinya Chun Li menyatakan perasaan pada gadis tapi baru Haeya lah yang dirasakannya sungguh-sungguh. Tiba-tiba Chun Li bersin hingga 3 kali, “apakah kau sakit?” Tanya Haeya khawatir. “Tidak.. ini sudah biasa.”

“Apakah ini kebiasaanmu jika sedang gugup?”

“Bagaimana kau tahu?”

“Sejak tadi tanganmu gemetaran.” Oh my…. Pikir Chun Li serasa dirinya telah bertelanjang tubuh di depan para gadis, sungguh memalukan!

&&&

~Yuna Pov~

Jujur… pagi ini aku sangat malas olahraga, tapi ini sudah seperti kebutuhan. Jelas saja aku masih merasa mengantuk, tadi malam aku pulang jam 2 pagi dan tepat pukul 5 aku masih harus bangun untuk berolahraga sebelum akhirnya melakukan aktifitas lain.

“Nona… apakah anda sudah bangun?” itu pasti Jun… aku yakin dia juga sangat mengantuk. Aku berjalan dengan lemas berusaha membuka pintu dengan mata yang basih tertutup, sulit sekali membuka mata.

“Nona, saya minta maaf sebelumnya. Tapi saya rasa saya benar-benar tidak kuat untuk olahraga. Apakah anda tidak apa-apa jika di temani pelayan lain?” ucap Jun lemas dan malas.

“Sudah lah… aku juga tidak kuat.,-“ aku berusaha membuka mata. “Ya ampun! Matamu menyeramkan sekali, lebih baik kita kembali tidur saja.” Ucapku masih dengan nada datar, bahkan walaupun aku kaget tidak ada nada terkejut di nada bicaraku. Mata Jun, salah… di sekeliling mata Jun sangat merah dan membengkak. Seperti tidak tidur hingga seharian, dua hari berturut-turut saja seperti ini pasti kelopak dan kantung mata Jun hitam juga besar.Ckckck… “Terima kasih banyak nona..”

“Yaya.. kau bisa pergi sekarang.” Aku kembali menutup pintu dengan lemas dan kembali memejamkan mata lalu berjalan ke atas kasur. Ya ampun.. betapa berharganya kasur dan bantal saat sedang lelah juga mengantuk seperti ini. Hwuaaahhh…

***

“Yuna! Bangun! Sudah siang ayo bangun…” seseorang menyentuh kakiku membuatku terlonjak. “Mama…” aku kembali tengkurap di atas selimutku yang sangat nyaman. “Heeehhh!! Udah siang ini, ayo ah! Anak perempuan kok bangunnya siang! Mandi cepet!” mama menarik lenganku dan mendorongku ke kamar mandi. “Cepet sana mandi!” mama akhirnya meninggalkanku, aku langsung berjongkok di depan toilet lalu kembali tidur.

“Ehh ini anak kok… mandi ah cepet!”

“Ahhh mama!” dengan malas aku mandi, aduh.. dingin! Tapi segar, mataku langsung bisa terbuka dengan lebar. Begitu selesai mandi ringtone I Want It That Way berdering.

“Ne. Yeoboseoyo, Yuna imnida.”

“Oh.. Yuna-ah, tadi Chun Li menghubungiku. Katanya untuk merayakan keberhasilan kita semua, ia mengajak kita untuk menonton film bersama. Lalu katanya ia mau kita semua pergi ke Lotte World bersama-sama.”

“Yeong-hwa gamsang (pergi menonton)? Ya ampun… apakah Chun Li tidak lelah. Tapi baiklah.. pukul berapa? Dan bertemu di mana?”

“Li bilang kita bertemu di sekolah, baru setelah itu kita berangkat dengan van miliknya. Jangan lupa bilang pada Jun bahwa dia harus ikut, ok?”

“Baiklah, akan aku sampaikan padanya.”

“Annyeong, sampai bertemu di sekolah. Saranghae.”

“Eum, natdoh… eh! Sunbae oppa, myeosijjeum (jam berapa)?”

“Eum.. ahopsi. Bye-bye.” Aku mangut-mangut. “Ne.. bye-bye.” Hubungan di putuskan. Berarti sekitar dua jam lagi.. kenapa harus jam 9 sih?

Sekarang aku harus sibuk memilih baju mana yang pantas di pakai.. ckck! Merepotkan. Nah! Aku baru ingat… aku adalah gadis culun! Ya tuhan… sekarang apa lagi. Culun atau tidak yah.. tapi aku malu kalau harus tampil buruk di depan Donghae oppa. Aduhh!! Sudahlah, tunjukkan saja dirimu yang sebenarnya.

“Jun! Kita ada jadwal hari ini.” Jun keluar dari kamarnya masih dengan pakaian tidur. “Ya ampun! Kau ini kenapa jam segini baru bangun? Cepat mandi… kita harus pergi menonton dan rekreasi di Lotte World. Tidak usah banyak tanya kau punya waktu 10 menit untuk siap-siap dan setelah 10 menit kau harus sudah selesai lalu makan 5 menit dan kita langsung berangkat. Cepat!” aku mendorongnya kembali masuk ke kamar. Aku menunggu di depan pintu kamarnya hingga tepat 10 menit berlalu aku langsung menerobos masuk ke dalam kamar Jun. Larangan nomor 5! Pelanggaran? Siapa perduli!

“Hey kau!” seruku begitu melihat Jun dengan pakaiaannya yang sudah rapih kembali membaringkan tubuh di atas kasur. Jun yang kini terduduk akibat seruanku tadi masih diam dengan mata tertutup, bajunya terlihat lecak akibat di pakai tidur. “Ah! Cepat sedikit! Ganti pakaianmu!” aku melemparkan kaos hitam, vest abu-abu dengan hooded dan celana jeans hitam. “Jika aku kembali kau masih belum siap aku tidak akan ragu-ragu untuk memecatmu! Salah.. memecat ayahmu!” aku keluar dan membanting pintu kamar.

“Agassi.. apa yang anda lakukan di kamar Jun?”

“Diam kau! Tidak usah ikut campur! Ambilkan sneaker putihku!” aku membentak salah satu pelayan dengan kesal. “Hey! Antarkan makanan untuk Jun! Cepat!” teriakku dari lantai dua, sedangkan pelayan yang berada di bawah buru-buru berlari ke dapur.

“Agassi sebaiknya anda makan, biar kami yang antarkan makanan ke kamar Jun.” pelayan Yong menawarkan, aku sangat menghormatinya di sini. Dia tidak menjabat.. hanya pelayan biasa, tapi dia telah setia dengan papaku sejak papa masih remaja. “Agassi, ini sneaker yang anda minta.”

“Berikan pada Jun. Aku mau dalam waktu setengah jam semua sudah siap di dalam mobil, Jun di dalam mobil dan supir sudah siap! Masukkan semua yang aku butuhkan!”

“Memang anda mau kemana?”

“Aku ada acara bersama teman-teman. Pertama kami akan pergi menonton lalu bermain di Lotte World. Aku harus ada di sekolah jam 9 baru kami berangkat bersama, tapi aku harus sampai 5 menit lebih awal karena aku harus menyembunyikan identitas.”

“Baiklah agassi, sekarang anda makan saja dulu. Kami akan menyiapkan segalanya, begitu juga Jun.” aku menurut dan segera turun untuk makan.

&&&

~Donghae Pov~

“Sunbae oppa!” aku menoleh ke sumber suara tersebut, aku yakin betul Yuna yang memanggilku. Tapi… siapa gadis itu? Rambut panjangnya di ikat ke sebelah kiri kepalanya, keningnya tertutup ponny lurus se-alis. Ia mengenakan kemeja putih dengan kancing di biarkan terbuka dan lengan kemeja di gulung hingga siku, di dalam kemeja tersebut ia mengenakan t-shirt kuning. Ia menyambung pakaian bagian atas dengan rok rample dengan panjang hingga lutut, berwarna putih dengan corak hijau kuning. Dan terakhir sneaker putih bersih dengan campuran hijau yang terlihat seperti di cipratkan ke sepatu. Apakah gadis itu benar Yuna?

Tidak lama seorang laki-laki datang mendekati gadis tersebut, dan kini aku yakin dia Yuna. Aku baru sadar kalau ternyata Jun bertubuh tinggi, di umurnya yang masih kisaran 12 tahun tingginya sudah mencapai 165 cm. Aku menghampiri keduanya, belum jauh aku melangkah seseorang memanggilku.

“Ya ampun… Donghae-ku sudah tiba!” aku menoleh dengan kesal, belum sampai aku berbalik Chun Li sudah menerjangku. Reflek aku berjongkok, sehingga sasaran Li meleset dan ia terjatuh sendiri. “Apakah sakit? jika kurang sakit aku akan membawa truk dan melindasmu.”

“Hah! Sial sekali pagi ini!” Li bangkit sambil menepuk-nepuk celana putihnya yang kotor kena tanah kering. “Gaeul?” Aku terkejut melihat penampilan Gaeul hari ini. Tidak biasanya ia menggunakan semi-dress yaa walaupun tetap memakai stocking tapi.. tetap saja berbeda. “Berhenti memandangku seperti itu! Memalukan tahu! Ini semua karena oppa!” Gaeul menendang celana putih Li dengan flat shoes birunya.

“Ya! Kau cari mati ya?!” seru Li kesal, celananya kini memiliki bercak sepatu.

“Yuna!!!” panggil Gaeul begitu menyadari Yuna berada tidak jauh dari mereka. “Ya ampun.. kau sangat cantik!”

“Tidak, kau lebih cantik. Terima kasih.”

“Cantik?! Ya ampun.. menjijikan! Ini gara-gara si Chun Li! Dia memaksaku berpakaian seperti ini katanya.. “Kau harus lebih memikat Jun, jangan sampai dia menjauhimu karena gayamu terlalu tomboy!” dan bla..bla..bla.. laki-laki yang satu itu ingin sekali aku pukuli!” aku bisa mendengar ocehan Gaeul yang keluar dengan suara keras.

“Wah.. Jun! Kau keren! Dan aku baru sadar kalau kau itu tinggi.” Aku juga baru sadar.. “Terima kasih banyak.” Kenapa Jun tetap berbicara formal? “Hey! Baju kalian senada!” seru Gaeul padaku dan Yuna. Aku baru sadar kalau kami sama-sama mengenakan kemeja putih, hanya saja aku menggunakan celana coklat sedangkan sepatu warna putih kebiruan karena t-shirt ku warna biru.

“Dimana Haeya?” Tanya ku mengalihkan topik. “Sebentar lagi juga tiba.” Ucap Li sambil mengenakan mantel tanpa lengan warna hitam untuk melapisi t-shirt abu-abunya. Tidak lama sebuah mobil sedan silver berhenti di depan kami, seorang gadis dengan rambut panjang terurai, keluar dari mobil mengenakan celana pendek warna biru dengan t-shirt abu-abu polos berlengan panjang.

“Maaf terlambat.” Haeya tersenyum, aku tahu jantung Li berdegup kencang melihat senyuman itu… hahaha… bocah aneh!

“Hey, Gaeul! Kakimu akan lelah jika menggunakan flat shoes.” Haeya kembali masuk ke mobilnya dan keluar membawa sepasang sneaker warna hitam. “Aku pikir ukuran kaki kita hampir sama, jadi cobalah.” Gaeul menurut saja. “Lain kali jika akan berjalan-jalan jangan gunakan sepatu seperti itu jika kau tidak terbiasa.”

“Aku sebenarnya tidak ingin pakai sepatu itu, tetapi Chun Li oppa yang memaksaku.” Tuding Gaeul. “Kau ini! Ingin melukai adikmu ya?” Haeya memukul lengan Li dengan flat shoes Gaeul. “Hey kotor!”

“Ayo kita berangkat sekarang!” seru Haeya girang. “Yuna! Ayo!” aku memanggil Yuna agar mendekat pada kami. Satu persatu dari kami masuk ke van milik Chun Li. Jujur aku sempat tertipu dengannya.. dulu ia mengaku bahwa kelurganya bangkrut sedangkan dia memiliki banyak tagihan kartu kredit. Aku membayarkan kartu kreditnya padahal saat itu aku sedang butuh uang tapi ternyata dia adalah anak orang kaya. Aku tidak menyangka bahwa Chun Li yang membayar SPP-ku hingga aku lulus dan dia sering kali membelikan aku barang. Jadi aku bisa berhemat, dia teman yang baik dan aku tahu maksud ia menipuku. Jadi aku justru merasa bangga karena aku sudah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang baik.

&&&

“Aku ingin menonton Phone!” seru Chun Li begitu keenamnya tiba di kasir. “Tidak! Aku tidak mau.. itu menyeramkan!” Tolak Haeya. “Kenapa? Kata orang-orang film ini seru!”

“Tapi aku tidak mau menonton film horror!” Gaeul ikut menolak..

“Sudahlah apa susahnya?!”

“Aku tidak suka film horror!”

“Kenapa? Hantunya kan tidak menyeramkan!”

“Seram tahu! Nanti aku tidak bisa tidur!”

“Tapikan itu hanya tipuan! Kenapa kau harus takut?”

“Kenapa kau mau menonton jika hanya tipuan?!”

“Aku hanya penasaran dengan ceritanya.”

“Ya sudah menonton saja sendiri!”

“Aku tidak mau.. lagi pula kita sudah di sini!”

“Sudah lah! Lebih baik suit! Semua suara seimbang, jadi kita harus melakukan itu.” Donghae menengahi. “Tidak! Sejak tadi Yuna dan Jun diam saja, kita harus tanya mereka!” elak Gaeul. “Yuna! Kau mau menonton Phone atau tidak?” Tanya Haeya. “Aku ikut saja.”

“Jun?” Tanya Chun Li penuh harap. “Entahlah.”

“Tetap lakukan gunting batu kertas!” paksa Donghae, dan pada akhirnya.. mereka harus menonton Phone. Chun Li bagian memesan tiket, dan dengan liciknya ia memilih 2 kursi bersebelahan untuk tiga deret. Dari E hingga G, tiga pasang kursi tersebut di pesan satu deret kebawah.

“Apa-apaan ini?! Kenapa tidak memesan satu deret ke samping saja? Kenapa harus satu deret ke bawah?!” seru Gaeul tidak terima. “Terima saja.”

***

“Yuna… aku mau bertanya sesuatu.” Ucap Donghae tiba-tiba begitu mereka menduduki bangku mereka. “Ne?”

“Kenapa kau memanggilku sunbae oppa?” Yuna mengertukan alisnya. “Kenapa? Apakah tidak suka?”

“Bukan begitu, aku hanya bertanya saja.”

“Hemm… entahlah, aku hanya merasa lebih baik. Tidak apa-apa kan?”

“Ya…” Lampu bioskop mulai meredup dan film segera di mulai. “Yuna.”

“Ne?”

“Sebenarnya… apa hubunganmu dan Jun?” Yuna menoleh dan mengerutkan alis.

Will Be Continued

***

By : Karlie & Lana

P.S: Bonus buat hari iniiiii …. enggak ding… emang hari ini baru 2.. wekekekekeke… mood ku lagi acak-acakan nih… jadi pusing mau ngapain… seneng, malu, marah, pusing, sedih… campur aduuukkk semuaa.. cuma kurang bumbu kacang nye aje… jadi sekarang masih gado-gado tanpa rasa.. wekekeke *apaandehhh*

Signature

This FF/post has made by Lana & Karlie and has claim by they signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

You Belong With Me

You belong with me

Cast:lee taemin

Kim ki bum

Author:nyda

Ri chan pov

Aku duduk sambil sesekali menatapnya di bangku sebelahku. Aku meyukainya seseorang yang aku kagumi semenjak aku kelas 2 SMA.

Perasaan ini muncul begitu saja padahal aku sudah sekelas dengannya sejak kelas 1 SMA.

Aku memang bukan seorang yang pandai menyembunyikan perasaanku. Semua chinguku mengetahuinya, tapi tentu saja namja itu tidak mengetahui hal ini bagaimanapun aku tidak mau jika dia tahu perasaanku padanya.

“unni aku ingin bilang sesuatu tapi janji jangan bilang siapa-siapa”ucapku gugup.

Mereka menghela napas panjang.

“siapa yang kau sukai itu?”tanya hyun young unni dengan nada yang sangat penasaran.

“aku malu bilangnya”mereka semua menatapku tajam. Inilah kebiasaanku sering membuat orang-orang penasaran.

“bagaimana kalau kita tebak saja, tapi kalau tebakan kita benar kamu tidak boleh mengelak”akhirnya ririn unni yang angkat bicara.

“baiklah tapi 1 orang hanya boleh jawab 1 namja”aku mengajukan syaratku pada mereka.

“lee taemin”hyun young unni langsung menebak taemin. Kenapa dia?apa karena selama ini aku dekat dengannya?tapi kita murni hanya berteman tidak lebih.

“salah siapa lagi yang mau menjawab?”tanyaku. mereka semua berunding, tapi sepertinya mereka takut menerka-nerka.

“pasti choi min ho”jawab ri rin unni dengan nada yang meyakinkan.

“mwo?ani aku tidak meyukainya unni salah”ralatku. Ri rin unni mendengus kesal karena kesempatannya sudah hilang.

“kasih kode dong”pinta neul rin unni.

“dia kelas apa?”lanjut min gi eonni. Kalau aku bilang kami sekelas bisa bahaya >.<

“susah ah aku gak akan bilang dia kelas apa”jawabku.

“tinggal kamu bilang angkanya susah banget sih jangan-jangan dia kelasnya disini ya?”tuh kan aku gak bilang saja mereka sudah tahu.

Aku mengangguk lemah sementara itu mereka malah asyik berunding menyedihkan sekali L

“aku tahu lee jin ki kan?”jawab sun yi unni dengan nada yang sangat meyakinkan.

“salah”aku meyilangkan tanganku sepertinya aku salah karena mereka ternyata tidak bisa menjawab tebakanku.

Aku menoleh pada neul rin eonni dan min gi eonni, sepertinya mereka belum kebagian menjawab.

“jong hyun deh”pasrah min gi eonni.

“salah!”jawabku puas.

“masih ada aku ri chan”neul rin unni nyengir-nyengir gaje. Baiklah paling dia akan jawab dong hae sunbae.

“kim ki bum!!”serunya. aku melongo. Kenapa dia bisa tahu >.<

Ki bum pov

Aku masuk ke kelas dengan diiringi tatapan kagum dari teman-teman cewek di kelasku, tapi hanya ada seseorang yang membuatku tidak bisa berhenti memikirkannya. Dia adalah shin hyun young.

“annyeong hyun young”sapaku. Dia tersenyum manis sekali dan kembali pada tempat duduknya.

“annyeong ri chan”sapaku pada ri chan yang bangkunya memang disebelahku. Dia juga tersenyum manis pantas saja orang itu juga menyukai ri chan.

At night

Aku benar-benar tidak bisa memejamkan mataku. Ingatanku hanya ada hyun young. Aku mengambil ponselku lalu memencet no ponselnya.

“yeoboseo”panggilnya lirih

Aku segera menutup ponselku sampai akhirnya aku merasa ponselku bergetar.

From:Young

Ada apa key?

Aku tersenyum ketika membaca pesan singkat itu.

Syukurlah dia meresponku.

To:young

Kangen

Entah apa yang aku pikirkan saat itu tiba-tiba saja aku mengetik kata itu sampai pada akhirnya aku menerima balasan dari Young.

From:Young

Maksudnya?kamu salah kirim?

Aku bingung harus membalas apa sampai akhirnya aku menemukan sebuah ide.

To:Young

Anni hanya bercanda kok.

Young kembali merespon sms ku sampai akhirnya kami smsan sampai larut malam.

Hyun Young POV

Akhirnya kami mengetahui siapa orang yang sedang disukai ri chan, awalnya dia memang mengelak tapi akhirnya dia mengaku juga.

Malam ini kenapa key tiba-tiba menghubungiku?tapi apa yang harus aku lakukan?jujur aku juga sebenarnya menyukainya, tapi aku juga sayang Ri Chan, aku tidak mungkin menyakiti perasaannya. Apa lagi aku tahu kalau dia juga menyukai key.

Tiba-tiba key menulis pesan singkat yang membuatku tertegun sesaat.

From: key

Kangen

Aku bingung apa yang harus lakukan, apa aku harus mengatakan ini pada richan?tapi aku tidak boleh menyakiti hatinya, tapi dia akan lebih sakit hati kalau aku menyembunyikan ini darinya.

Aku membalas sms terakhir dari key.

To:key

Key kamu sering chat?chat yukJ

Aku menekan tombol send pada ponselku. Tidak harus menunggu lama karena dia segera membalas pesanku.

From: key

Iya sering. Young chat yuk!!

Aku segera mengirim pesan pada richan.

To: chan

Chan mau ikutan chat bareng sama key gak?

Ri chan POV

Aku bingung dengan semua yang terjadi. Key menyukai young unni?malah mereka sering smsan. Dan yang membuat aku tambah sedih adalah semua chinguku mengetahuinya. Kenapa mereka tidak mengatakannya padaku? L

Aku benci ini semua apa lagi saat aku melihat Key salah tingkah jika didekat eonni itu semua semakin membuat hatiku sakit.

Ponselku bergetar aku melihat pesan masuk yang dikirim young unni padaku.

From: young unni

Chan key missed call

Aku menggigit bibirku. Ada rasa sakit mendalam yang aku rasakan. Aku percaya young unni tidak mungkin melakukan ini padaku, tapi aku tahu young unni juga memiliki hak untuk mencintai key.

Tidak terasa air mataku mulai menetes satu persatu. Hatiku sakit. Kenapa harus unniku sendiri yang disukai oleh key?padahal hanya dia tempat aku berbagi.

To:Young unni

Unni kok gitu?sekalian aja ajakin dia chating

Aku menekan tombol send. Aku menunggu beberapa saat sampai akhirnya dia membalas sms ku.

From:young unni

Chan mau ikutan chat bareng key gak?

Tuh kan kenapa mereka jadi chating beneran?tuhan aku benar-benar gak sanggup kalau begini caranya.

Aku segera membalas smsnya

To:young unni

Sana gih chating aja sampai pagi, apa eonni tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang?aku sedang menangis unn.

Aku menatap layar laptopku. Ternyata benar mereka berdua sedang online. Disana juga min ho dan ri  rin sama-sama sedang online. Bagus sekali.

Tiba-tiba ada seseorang yang mengajakku chat.

Taemin. Dia ternyata online juga.

Taemin:chan kanapa?belum tidur?yang lainnya juga sedang online sekarangJ

Richan_nyda@yahoo.com:belum ngantuk aku menangis dari tadi.

Taemin:ulji mareyo kenapa menangis?

Richan_nyda@yahoo.com:gwenchanayo, taemin jika kamu disuruh memilih antara sahabat dan cinta mana yang akan kamu pilih. Aku harap kamu tidak akan bilang sahabat karena aku sudah bosan mendengar itu.

Taemin:memangnya kenapa?kamu sedang patah hati?kalau kamu bertanya seperti itu maka aku akan bilang kalau aku akan memilih keduanya karena aku tidak mungkin bisa kehilangan salah satunya.

Aku tersenyum ternyata taemin lebih dewasa dari pada yang aku bayangkan bahkan dia lebih dewasa dariku.

Richan_nyda@yahoo.com: Kamu tentu saja bisa bilang seperti itu karena kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan sekarang.

Taemin:kamu salah aku bahkan sudah lebih dulu merasakannya bahkan jauh sebelum kamu.

Richan_nyda@yahoo.com: terus  apa yang harus aku lakukan sekarang?

Taemin:cari tahu dulu apa temanmu menyukai dia atau tidak jika chingumu itu tidak menyukainya maka kamu juga bisa tetap berusaha untuk mendapatkannya, tapi jika chingumu itu menyukainya juga relakan saja mungkin lebih baik begitu, maka kamu tidak akan kehilangan salah satu dari mereka.

Chan aku off duluan

Annyeong J

Young POV

Aku melihat richan berlalu dari hadapanku tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku dia menundukan wajahnya, tapi aku bisa melihat matanya bengkak.

Apa aku sangat menyakiti perasaannya?

apa dia benar-benar menangis semalaman? Aku menghampirinya dan mencoba berbicara baik-baik padanya.

“chan kenchaneyo?”tanyaku dia tetap diam.

“chan aku minta maaf tapi apa salahku aku lebih suka kau marah padaku dari pada harus melihatmu seperti padaku”aku memohon padanya. Aku tahu aku salah, tapi bukan dengan cara ini kan dia membalasku?

“unni apa salah ku pada unni kenapa unni melakukan ini padaku?unni kan tahu kalau aku menyukai key kenapa unni malah melayani sms darinya?tadi pagi unni di antar dengan motornya kan?” dia diam sejenak lalu menghapus air mata yang mengalir dipipinya.

“chan udah”seru yang lainnya melerai pertengkaran kami.

“chan baiklah jika kamu ingin tahu semuanya”ucapku dia menatapku seolah menunggu aku berbicara tentang kenyataan.

Flsh back

Aku membuka layar laptopku lalu mulai online dan ternyata key sudah lebih dulu online.

Young:hei

Key:hey juga

Young:katanya ada yang ingin dikatakan apa?

Key:young apa sekarang kamu sedang menyukai seseorang atau sudah mempunyai kekasih mungkin?

Young:ani memangnya kenapa?kalau kamu apa kamu juga mempunyai seseorang?
key:ani

Young:tapi yang ngantri kan sudah banyak kekekekeke J

Key:ngantri apa?memangnya BLT? J

Kalau begitu apa aku boleh daftar young?

Young:daftar apa? Memangnya PMDK harus daftar J

Key:aku serius apa pendaptaran aku diterima

Aku diam sesaat apa yang harus aku lakukan?apa mungkin aku harus menerimanya?tapi bagaimana dengan chan?

Key:young jadi gimana diterima gak?

Young:pendaftaran diterima.

Min ho:cie yang baru jadian.

Tenang saja rahasia dijamin aman

Apa maksudnya?kenap dia tiba-tiba bilang gitu?

Young:apa sih min ho?

Min ho:gwenchana kekekekekeke

Young: key aku baru akan menerimamu jika kamu berani mengtakan ini di sekolah.

Flash back end

“chan tenang ya aku yakin kok key tidak akan berani menembakku dihadapan anak-anak malah dari tadi dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa”ucapku mencoba menenangkan ri chan, padahal aku sendiri heran kenapa key tiba-tiba bersikap seperti itu padaku. Ternyata dia hanya berani di dunia maya saja.

Apa yang dia inginkan?kenapa dia memporak porandakan persahabatan kami?

“bagaimana sih cara supaya kita tahu perasaan seseorang pada kita?”tanya richan tiba-tiba.

“lihat matanya!kamu akan melihat ketulusan pada matanya”ujarku karena aku dapat melihat semua ketulusan itu melalui mata key.

Tuhan apa aku mencintai key?tapi aku juga sayang pada richan. Andai saja aku bisa membuat key menyukai richan.

“young ada yang ingin aku katakan padamu”ujar key tiba-tiba, sementara itu richan segera berlari tanpa ku tahu tujuannya.

Ri chan POV

“unni aku yakin unni tahu kan semua ini?kenapa unni gak bilang sama aku?”aku melanjutkan isak tangisku.

“chan, jika mereka saling mencintai apa kamu bisa menerima itu semua?”deg!! kenapa aku ini?chan ingat kata-kata taemin! Biarkan mereka bahagia.

“apa saja yang kalian semua ketahui?”tantangku.

“tadi malam pas lagi chat key nembak young.”jelas min gi eonni.

Sejak kapan mereka jadi seperti ini?mereka seolah bersekongkol untuk menyakitiku. Sejak kapan mereka menyembunyikan segala sesuatu dariku?padahal aku tidak pernah menyembunyikan apapun dari mereka.

Tiba-tiba young unni menghampiri kami.

“chan sekali lagi unni minta maaf! Jujur aku bosan kenapa kamu terus cemburu padaku sementara kamu sendiri tidak pernah mencoba untuk mendapatkannya”

“young bisakah kita bicara sebentar?”tanya key

Ternyata dia mengejar young eonni sampai ke sini padahal kan dia tadi sudah minta bicara di kelas.

Aku berusaha untuk tidak menangis. Aku berlari menuju taman belakang karena aku tahu hanya taman itu yang cocok untukku

Taemin POV

Ri chan satu-satunya nama yang aku cintai sejak dulu. Dia menyukai kibum hyung dan selalu tersenyum jika berada didekatnya. Aku selalu memperhatikannya walau dari jauh aku merasa puas karena aku bisa selalu melihat senyumannya.

“taemin kenapa kau memintaku untuk mencintai richan?”tanya kibum hyung. Aku menatap matanya tajam. Apa dia tidak menyadari perasaan richan padanya?

“dia menyukai hyung”ucapku lantang.

“tapi aku menyukai young taeminnie”ucapnya sembari mengacak rambutku lembut sepertinya dia tidak percaya dengan ucapanku barusan.

Aku menghela napas panjang padahal baru tadi malam aku chating bersamanya, tapi kenapa aku sudah mengkhawatirkannya?

Aku berjalan menuju halaman belakang. Disana aku melihat richan memeluk lututnya. Karena penasaran aku menghampirinya dan mengusap rambutnya lembut.

“chan kenchanayo?”tanyaku dia menoleh lalu meneruskan tangisnya.

“taeminnie a..kku..a..kkuu”dia sepertinya ingin bicara sesuatu, tapi dia sepertinya tidak sanggup untuk mengatakannya.

“kalau memang kamu belum siap untuk cerita jangan dipaksakan aku akan tetap disini menemanimu sampai kamu siap”ucapku lembut lalu mengusap kepalanya.

Dia tetap menangis di pelukanku.

Tadi aku mendengar teriakan dari kelasnya richan saat aku ke sana aku melihat kibum hyung sedang menembak Young. Dan samar-samar aku melihat Young menerima kibum hyung.

Seharusnya aku senang karena sainganku berkurang, tapi melihat richan seperti ini aku lebih rela kalau dia bersama kibum hyung.

Aku gak sanggup melihatnya terluka karena aku sangat menyayanginya.

‘ ri chan you belong with me’ ucapku dalam hati.

Richan melepaskan pelukannya dan langsung menatapku dalam.

“gomawo taeminnie maaf bajumu jadi basah”ucapnya. Aku tersenyum simpul.

“richan apa kamu benar-benar mencintainya?”tanyaku.

“entahlah tapi aku akan mencoba melakukan yang kau ucapkan tadi malam. Aku akan membiarkan mereka berdua bahagia karena aku tidak mau kehilangan salah satu dari mereka”ucapnya. Hatiku miris mendengar itu semua.

Sejak kapan kamu bisa sedewasa itu?richan kenapa kamu tidak pernah melihatku?padahal aku selalu ada untukmu.

“kalau begitu kanapa kamu lari?mereka pesti akan mengkhawatirkanmu”ucapku.

“aku takut sakit hati ketika melihat kenyataan tidak sesuai dengan harapan”ucapnya lagi.

“chan, kadang kenyataan itu memang pahit, tapi sepahit apapun itu kita tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan”dia tersenyum pahit.

“kamu tidak pernah mengerti apa-apa taeminnie”dia menatapku sinis. Aku mengerti mungkin ini karena aku adalah teman kibum hyung.

“aku mengerti bahkan sangat mengerti karena orang yang sangat aku cintai juga malah menyukai orang yang sudah aku anggap sebagai hyungku sendiri”dia menatapku penuh tanya.

“nuguseyo?apa aku mengenalnya?”tanyanya kemudian.

“kau mengenalnya bahkan sangat mengenalnya karena dia sangat dekat denganmu”aku tersenyum penuh arti, tapi sepertinya dia salah mengartikan ucapanku.

“aku tahu young eonni kan?dia memang menyukai hyungmu taeminnie”ucapnya dengan nada yakin.

Mwo?kenapa jadi young noona?richan sadarlah kamulah orang yang aku cintai itu. Apa kamu tidak bisa merasakannya?kamu itu orangnya tidak sensitive ya?

“anni bukan young noona kok”aku berusaha untuk menjelaskan.

“nuguseyo?kamu punya banyak hyung aku tidak mungkin akan menyebutkan satu persatu orang yang dekat dengan hyungmu kan?”dia tersenyum manis.

Aku menengadahkan kepalaku ke atas dan melihat awan-awan putih di langit biru.

“chan siapa yang selalu ada saat kamu terluka?”tanyaku tiba-tiba. Dia menerawang jauh.

“just you”ucapnya.

“apa kamu tahu mengapa aku selalu ada saat kamu membutuhkanku?”tanyaku lagi. Dia menggeleng tapi kemudian mengangguk.

Aku menatapnya tajam. Aku harap dia dapat melihat ketulusan dari mataku.

“karena kamu adalah sahabatku”tebaknya.

Sahabat?apa aku hanya dia anggap sebagai sahabat?kenapa aku begitu sakit mendengar ini secara langsung?

‘richan sekarang aku tahu bagaimana perasaanmu padaku. Aku janji tidak akan mengganggumu lagi’ucapku dalam hati.

Richan POV

Sudah 1minggu Young unni berpacaran dengan key, tapi syukurlah mereka masih tetap sayang padaku walaupun young unni tahu kalau aku pernah menyukai key.

Apa sekarang aku masih menyukainya?entahlah aku justru lupa kalau dulu sempat tergila-gila padanya.

Aku sama sekali tidak merasa patah hati sedikitpun, tapi kenapa justru aku sakit hati ketika sekarang Taemin menjauhiku.

Apa salahku?aku merasa tidak pernah menyakitinya, tapi justru dia yang menyakitiku sekarang. Setiap kali aku mengajaknya bicara dia selalu menghindar. Aku datang ke rumahnya ummanya bilang dia tidak ada.

Aku juga sering meneleponnya tapi dia tidak pernah mengangkatnya. Ketika aku sms dia tidak pernah ada jawaban.

Jika tidak sengaja aku berpapasan dengannya dia akan menghindariku seolah-olah dia tidak pernah mengenalku.

Aku bingung dengan sikapnya yang sekarang, apa ini yang namanya kehilangan?ketika aku menangisi key oppa ada taemin disampingku, tapi ketika aku menangisi taemin ada siapa disampingku?

Siapa yang akan meminjamkan pundaknya untuk tempatku bersandar?siapa yang akan menghapus air mataku?siapa yang akan menghiburku.

Apakah ini yang namanya cinta?

“kenapa melamun?melamunin taemin ya?”tanya neul rin unni tiba-tiba. Aku menggeleng padahal aku memang sedang memikirkannya.

“kamu berubah ketika dia meninggalkanmu, kamu tidak seceria dulu”ungkap sun yi unnie

“aku mungkin masih kepikiran tentang key oppa”elakku.

“ketika key pacaran dengan young kamu tidak serapuh ini, chan. Kamu begini sejak taemin meninggalkanmu kan?”tebak min gi unni

“ne,tapi aku takut jika taemin tidak memiliki perasaan yang sama denganku”jawabku, tapi saat taemin menatapku tajam ketika kami di taman belakang kenapa aku bisa melihat ketulusan pada tatapan matanya. Cara dia menatapku sama dengan cara key oppa menatap Young eonni. Apa dia menyukaiku?sudahlah chan jangan terlalu banyak berharap dulu. Aku tidak mau sakit hati untuk yang kedua kalinya.

“kamu tidak akan tahu jika kamu tidak bertanya langsung padanya. Dia ada di perpus sekarang kajja cinta tidak bisa menunggu”ujar ririn unni. Aku mengangguk lalu berlari menuju perpustakaan.

Ketika aku sudah sampai disana aku melihat keadaan disana sangat kosong.

“chan tumben ada apa kemari?”tanya songsaenim padaku. Aku tertegun sesaat.

“taemin mana?”tanyaku.

“baru saja dia pergi. Kebetulan dia hanya sebentar disini, hanya untuk beres-beres keperluannya selama di jepang”jelas songsaenim.

“jepang?”tanyaku.

“ne. apa kamu tidak tahu kalau taemin akan mengikuti pertukaran pelajar ke jepang. Mungkin setengah jam lagi pesawatnya lepas landas”jawab songsaenim.

Aku segera berlari. Tuhan jangan biarkan aku kehilangan cintaku lagi. Aku benar-benar sudah tidak sanggup!

Aku menghapus air mataku yang mulai mengalir. Taemin kenapa kamu tinggalin aku?

Taemin POV

Jepang?baiklah aku akan mengikuti pertukaran pelajar. Aku harap berada di jepang bisa membuatku melupakan richan.

Aku sudah berusaha melupakan richan dengan segala macam cara. Aku sudah tidak pernah berhubungan lagi dengannya, tapi ternyata semakin aku menghindarinya aku semakin sulit untuk melupakannya.

Aku pikir richan akan merasa kehilangan, tapi ternyata dia sepertinya biasa saja. Bahkan aku lihat dia sudah baikan dengan key oppa dan young noona.

Aku senang melihatnya seperti itu. Setidaknya aku tidak khawatir jika aku meninggalkannya.

“taemin sebentar lagi pesawat lepas landas”ujar songsaenim. Aku mengangguk lalu berpamitan pada orang tuaku.

Aku mengedarkan pandanganku ke segala arah berharap chan datang, tapi akhirnya aku sadar dia tidak mungkin datang menemuiku walaupun mungkin ini adalah pertemuan terakhir kami.

Goodbye my love.

Richan POV

Akhirnya sampai .aku terus berlari

“apa pesawat yang ke jepang sudah take off?”tanyaku.

“sudah, pesawat selanjutnya akan datang 30 menit lagi. Mohon bersabar”ucapnya. Aku merasa persendianku melemah.

Aku menangis dan tidak memperdulikan tatapan dari orang-orang yang berlalu lalang didepanku.

Aku merasakan sebuah tangan pengelus pundakku.

“aku pikir kau akan baik-baik saja ketika aku tinggalkan”aku mendongkakan kepalaku ke atas

“taemin “seruku. Dia menarikku dalam pelukannya.

“jangan tinggalkan aku”pintaku. Dia melonggarkan pelukannya.

“waeyo?jangan-jangan kau takut kehilanganku ya?”godanya.

“pabo tentu saja aku takut kehilanganmu”elakku

“kalau aku pabo aku tidak akan mengikuti pertukaran pelajar”sergahnya”baiklah sepertinya aku sudah tidak kau perlukan lagi kalau begitu annyeong”aku mencengkram lengannya agar tidak pergi.

Dia kembali memelukku dan membisikkan kata-kata yang sudah lama aku tunggu.

“saranghaeyo”ucapnya lirih.

“nado”balasku. Dia mengecup puncak kepalaku lembut.

“taemin cepatlah sedikit tinggal beberapa menit lagi” ujar songsaenim. Aku melepaskan pelukanku.

“aku kira kau membatalkan kepergianmu seperti di film-film”ujarku sinis.

“aku hanya sebentar kok disana, chagi kamu jangan nakal ya disini”ujarnya. Aku mendengus kesal, tapi dia kembali memegang tanganku.

“Cuma beberapa bulan dan aku akan kembali padamu aku janji”ucapnya lagi. Aku mengangguk.

“kamu gak akan selingkuh dengan gadis jepang kan?”tanyaku. dia mengacak-ngacak rambutku lembut.

“tentu, hanya ada kamu dihatiku. Dan aku sangat sulit mendapatkanmu jadi aku tidak akan menyianyiakan kesempatan ini. Kalau aku memang punya niat untuk selingkuh kenapa harus di jepang?aku kesana untuk belajar, chagi. Ini demi masa depan kita juga. Tidak ada yeoja manapun juga di dunia ini yang bisa menggantikanmu. Aku lebih suka gadis korea dibanding gadis jepang”jawabnya panjang lebar. Aku mencubit lengannya sampai dia meringgis kesakitan.

Dia mengecup pipiku kemudian melangkah pergi

“taemin saranghaeyo youngwonhi”teriakku sebelum dia menghilang.

“nado saranghae”balasnya.

FIN

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – ONE OF A KIND [2.2]

ONE OF A KIND

[2.2]

Author : Novi

Hye Jin POV

Rae Na pintar sekali bermain sitar. Untung saja aku sampai tepat waktu jadi aku masih sempat melihat penampilannya. Bagus sekali permainannya. Setelah penampilan Rae Na akan ada drama. Ah aku mau lihat drama yang dibuat Heechul sunbae. Kemana Key?perasaan tadi dia ada disampingku. Aku melihat sekeliling mencarinya dan kulihat di pojok, dia ditarik-tarik oleh seorang cewek yang aku yakin itu Yu Ri.Hah dasar!

Aduh semakin banyak yang berkumpul, aku jadi susah melihat panggungnya. Aku berjinjit untuk melihat karena tak mungkin aku menerobos kerumunan orang itu.

”Sendirian?”tanya seserorang yang sudah berdiri disampingku.

Saat aku melihat siapa yang ada disampingku aku sungguh terkejut itu Siwon sunbae sedang tersenyum padaku dan memperlihatkan lesung pipinya.

”Ne sunbae..”jawabku langsung.

”Di depan saja…”ajaknya dan menarik tanganku ke depan.

Dan saat itu perasaan itu muncul lagi. Aku merasa senang sekali, kenapa ya?tapi bukan karena aku menyukainya,ini lain. Senang seperti bersama seseorang yang disayang tapi bukan pacar, orang yang memperhatikanmu, orang menyanyangimu, orang yang selalu ada untukmu, orang yang selalu menjadi tempat kau mencurahkan semua kesedihanmu dan orang yang akan selalu memelukmu dengan hangat saat kau sedih dan takut. Kenapa ya setiap dekat dengan dia aku selalu merasakan perasaan ini. Ada apa denganku?

”Nah, disini kan kelihatan…”katanya begitu kami sampai di depan barisan. Kemudian dia melepaskan genggaman tangannya.

”Sunbae…Donghae Oppa mana?”tanyaku padanya.

”Oh..kau tidak tahu…Donghae ikut pementasan ini…”jawabnya.

Apa jadi Oppa ikut pementasan ini. Aigoo!kenapa dia tidak cerita padaku. Oppa lihat saja ya nanti, dia tidak bilang padaku.

”Kenapa kau memanggilnya Oppa?”tanya Siwon subae mengagetkanku.

”Ah…dia seperti kakak bagiku….bukan apa-apa hanya panggilan saja…”jawabku buru-buru. Aku takut dia bepikiran bahwa aku adalah pacarnya Donghae Oppa. Padahalkan Donghae Oppa sudah punya pacar namanya Kim Soo Hee, aku sering bertemu dengannya karena Oppa pernah mengenalkannya padaku dan kuarsa dia gadis yang cukup baik untuk Oppa. Dia cantik dan lucu. Aku juga jadi menganggapnya unnieku.

”Siwon…Hye Jin…disini…”teriak seseorang dari barisan paling depan sambil melambai pada kami. Ternyata itu Heechul sunbae.

”Ayo kesana…”kata Siwon sunbae.

Kami pun duduk di bangku paling depan, baru tahu aku kalau disini ada bangkunya juga. Beruntungnya aku bersama ketua kepresidenan murid jadi aku bisa dapat tempat duduk. Aku duduk ditengah antara Siwon sunbae dan Heechul sunbae. Posisi yang tidak enak sebenarnya karena Heechul sunbae terus saja bercerita. Saat pementasan dimulai Heechul sunbae berbisik padaku.

”Jangan kaget melihat Oppamu..”seru Heechul sunbae sambil tertawa kemudian diam saat para pemain sudah mulai keluar.

Aku melihat Donghae Oppa mengenakan baju perang dan siapa itu. OMO! Apakah itu Eunhyuk sunbae?yang pakai baju wanita itu. Aigoo!dia sungguh lucu sekali mengenakan pakaian itu. Kulihat Siwon sunbae berusaha menahan tawanya. Sementara Heechul sunbae terlihat begitu bersemangat. Ya ampun kasihan sekali Eunhyuk sunbae. Aku jadi prihatin terhadapnya.

Pertunjukkan berjalan selama 15 menit dan aku tidak mengerti jalan ceritanya, aku bingung sebenarnya ini drama sedih atau komedi habis daritadi aku benar-benar ingin tertawa melihat akting Eunhyuk sunbae berperan menjadi wanita kalau Donghae Oppa sih keren sekali benar-benar menghayati tapi Eunhyuk sunbae sangat aneh.

”Bagaimana?”tanya Heechul sunbae padaku dan Siwon sunbae.

Kami saling berpandangan dan mengacungkan jempol kami tanda bahwa pertunjukan ini keren dan kami pun tertawa bersama. Kenapa bisa berbarengan?aneh sekali.

”Sebenarnya pemeran wanitanya sakit jadi diganti dengan Eunhyuk…tapi untunglah tidak buruk…eunhyuk bisa beradaptasi…”terang Heechul sunbae.

Oh jadi pemeran utama wanitanya sakit jadi saja Eunhyuk sunbae yang harus menjadi korban kasihan sekali dia. Setelah pertunjukan selesai kami keluar dari kerumunan dan saat itu Hyo Jin datang mengahmpiriku.

”Hye Jin…Siwon…”sapanya pada kami berdua.

”Aku mencarimu tau…ayo…”Hyo Jin langsung menarik tanganku pergi.

”Annyeong Siwon sunbae…”seruku pada Siwon sunbae dan kulihat dia tersenyum dari jauh.

”Ada apa sih Hyo Jin?”tanyaku pada Hyo Jin begitu kami sudah jauh dari lapangan tadi.

”Katanya tadi kau mencari Taemin?”tanya Hyo Jin.

”Mwo?”jawabku. Siapa yang mencarinya? Dasar Hyo Jin masih saja meledekku.

”Ayo..”dia kembali menarik tanganku dan tiba-tiba hampir saja kami bertabrakan dengan guru baru itu.

”Mianhe seosangnim…”buru-buru aku menunduk dan mengucapkan maaf. Hyo Jin terlihat bingung melihat sikapku dan dia malah menatap guru baru itu.

”Hyo Jin…ayo pergi..”kataku sambil menarik tangan Hyo Jin pergi tapi Hyo Jin masih saja menatap guru itu. Kenapa dia?

”Dia guru?”tanya Hyo Jin setelah sadar.

”Ne…dia guru seni baru…namanya Jang Geun Suk…dia pindah dari amerika…”terangku.

”Kau tahu darimana?”tanyanya lagi.

”Key yang bilang….tapi dia kasar…”jawabku.

”Dan sangat tampan…”lanjut Hyo Jin.

”Gila kau!”seruku padanya.

Bagaimana bisa Hyo Jin suka pada pria seperti itu. Ya ampun kalau dia tahu betapa kasarnya dia, pasti dia tidak akan suka.

”Ya!itu mereka…”teriak Hyo Jin mengagetkanku. Saat kulihat siapa yang ditunjuk Hyo Jin ternyata itu Jin Ki Oppa dan Taemin. Aigoo!Taemin sangat tampan sekali memakai pakaian tradisional warna biru tua. Hyo Jin menarikku untuk menghampiri mereka.

”Annyeong Hyo Jin-ah…Hye Jin…”Sapa Jin Ki Oppa sambil tersenyum yang membuat matanya hilang.

”Annyeong Jin Ki Oppa….Taemin….”sapaku.

Taemin hanya tersenyum tipis, kenapa dia?tidak biasanya dia seperti itu, apa dia sedang ada masalah. Dia tidak pernah tersenyum seperti itu. Dia pun hanya diam saja biasanya dia akan menyapaku lebih dulu. Kenapa dia?dia sama sekali tidak menatapku. Kenapa sih?

Seseorang memanggilku dari jauh dan itu Key.

”Hye Jin…standnya!”teriaknya dari jauh.

Ya ampun aku lupa dengan standnya tapi…ada Taemin disini dan dia sedang seperti itu. Aku menatapnya sekilas.

”Aku duluan hyung…”Taemin bergegas pergi tanpa sedikitpun tersenyum padaku seperti yang biasa dia lakukan.

”Taem..kau mau kemana lagi?”Jin Ki Oppa berusaha menghentikan Taemin tapi Taemin malah berjalan terus.

”Aku kesana dulu Hyo Jin…”kataku pada Hyo Jin.

Dia kenapa sih? Kenapa dia tidak mau mentapku dan malah pergi begitu saja. Kalau ada masalah kenapa dia tidak cerita bukankah dia bilang kalau kita punya masalah kita akan saling berbicara. Aku termenung di stand sampai Rae Na menepuk bahuku.

”Ya…kenapa kau malah begngong…”

”Kau mengagetkanku saja!”kataku padanya.

”Kenapa wajahmu seperti itu?”tanya Rae Na melihat perubahan di wajahku. Ah aku tidak mungkin cerita pasti dia akan mengejekku.

Aku melihat Key masih tertidur di kursi mengenakan headphonenya. Dasar dia menyuruhku kemari agar dia bisa terus tidur tanpa harus menjaga stand. Babo!

Aku mendesah perlahan.

”Sebaiknya kau berjalan-jalan dulu sana…wajahmu kusut begitu…”seru Rae Na.

”Standnya?”tanyaku.

”Aku yang jaga…tenang saja sebentar lagi akan kubangunkan Cowok ini!daritadi dia hanya tidur saja!”kata Rae Na lagi.

Aku berjalan dari satu stand ke stand yang lain tanpa ada rasa tertarik sedikitpun. Aku masih terus memikirkan perubahan sikap Taemin. Dia kenapa ya? Kemana dia sekarang?aku berinisiatif mencarinya di stand kelasnya aku melongok melihat ke dalam.

”Mencari Taemin…”seru seseorang sambil menepuk bahuku. Dari cara bicaranya aku tahu siapa itu. Pasti Minho, bertanya tapi seperti menyatakan.

Aku berbalik dan menjawabnya.

”Ne…kau lihat dia?”tanyaku padanya.

”Di taman..”jawab Minho.

Aku pun segera pergi menuju taman dan benar dia ada disitu sedang duduk di bawah pohon mengenakan headphonenya. Aku berjalan perlahan-lahan agar tidak diketahui olehnya dan berdiri di belakangnya lalu mengambil headphonenya. Dia terkejut dan langsung berbalik. Aku tersenyum padanya.

”Annyeong..”sapaku.

Dia masih tersenyum tipis. Kenapa sih dia?

Aku duduk disampingnya dan mengembalikan headphonenya. Tanya atau tidak ya?kalau bertanya dia mau jawab atau tidak ya? Kami malah terdiam dan sungguh suasannya sangat tidak enak.

”Mianhe kalau aku punya salah…sepertinya kau sangat tidak senang hari ini…”kataku memberanikan diri. Dia langsung menatap kearahku dan tersenyum, senyum itu. Senyum yang aku suka, dia sudah tersenyum seperti itu lagi.

”Anni…aku tidak apa-apa..”jawabnya sambil memegang kepalaku.

”Kau sudah berkeliling ke seluruh stand?sudah hampir sore…”lanjutnya.

Aku menggeleng bagaimana aku bisa berkeliling kalau aku harus menjaga stand terus.

”Ayo…”ajaknya sambil menarik tanganku.

Kami berjalan dari satu stand ke stand lain dan dia menjelaskan semuanya padaku.

”Kau mau ini?”tanyanya begitu kami berhenti di stand yang menjual bakso ikan. Kelihatannya enak

”Ne..”dia pun membelikanku dan kami makan bersama sambil berjalan menuju stand selanjutnya.

”Kau tahu kalau kau sedang ulang tahun menurut budaya korea makanan ini wajib dimakan…”dia menunjukanku stand sup rumput laut.

”Kalau tidak?aku tidak boleh mencobanya?”tanyaku polos padanya. Aku sedikit tertarik melihatnya sepertinya enak juga.

Dia tertawa mendengar pertanyaanku dan mengajakku ke stand itu dan meminta dua mangkuk sup rumput laut.

”Cobalah…”katanya begitu sup itu datang ke meja kami.

Rasanya tidak buruk, enak. Hari ini aku sudah makan banyak sekali makanan korea, belum pernah aku makan sebanyak ini. Pertama di stand Donghae Oppa sekarang disini. Aku benar-benar kenyang.

Kami berjalan melewati stand aksesoris yang sering digunakan wanita korea jaman dulu. Aku tertarik pada salah satunya dan berhenti melihatnya. Wah cantik sekali.

”Ini dipakai di rambut seperti ini…”seorang siswi datang menghampiriku dan mejelaskan padaku dimana aksesoris itu dipakai. Wow cantiknya.

”Kau mau ini?”tanya Taemin lalu mengambilnya dan membayarnya.

Aduh, aku bisa membelinya sendiri kok. Aku jadi tidak enak padanya.

”Sini biar kubantu pakaikan…”dia langsung memakaikannya di kepalaku.

”Kau cantik….”lirihnya.

Apa yang barusan aku dengar, dia bilang aku cantik. Aigoo!apa aku tidak salah dengar. Ya ampun pasti mukaku sudah merah sekarang. Kami saling bertatapan beberapa saat dan aku merasakan jantungku berdegup sangat kencang Namun buru-buru dia mengalihkan pandangannya dan berjalan keluar stand.

”Ayo Jin Ki hyung dan Hyo Jin noona sudah menunggu…”katanya sambil berlalu.

”Ah ya…”seruku. Berusaha mengejarnya yang sudah lebih dahulu keluar. Ya ampun debaran jantungku tidak mau berhenti. Apa yang terjadi padaku.

Aku berusaha mengikuti langkah kakinya namun kembali aku terpeleset rokku aku lupa menaikkannya sedikit ke atas.

”Ahh!”teriakku.

Taemin berhasil menangkapku sebelum aku terjatuh dan sekarang aku berada di pelukannya. Aigoo!jantungku semakin berdegup dengan kencang.

Key POV

Kemana sih anak itu? Dia meninggalkanku sendirian di stand hanya dengan Rae Na sudah begitu dia marah-marah terus lagi. Aigoo, aku belum sempat tidur. Untung aku bisa kabur, lebih baik aku berjalan-jalan saja agar tidak ditemukan Rae Na. Dasar Hye Jin gara-gara dia pergi, jadi seperti ini. Tapi kemana dia ya?pulang?tidak mungkin tadi aku masih melihat Hyo Jin noona, berarti dia belum pulang. Tidak mungkin dia tidak pulang bersama Hyo Jin noona, tapi kemana dia?

Aku melihat hanbok warna kuning dan merah seperti hanbok milik Hye Jin di depan stand aksesoris. Ya itu dia. Aku berjalan hendak menghampirinya namun langkahku berhenti ketika aku melihat Taemin memeluk Hye Jin. Aku berjalan mundur dan berlari dari tempat itu. Kenapa dengan Taemin? Aisshh…kenapa aku ini?kenapa aku harus marah?kenapa aku harus merasa tidak enak? Dia bukan siapa-siapaku. Aku terus berlari dan berhenti di taman lalu duduk di bawah pohon. Ah sial!kenapa aku ini!aku terus saja memikirkan kejadian tadi. Hye Jin dan Taemin. Kenapa?

Apakah aku menyukainya?ya aku menyukainya tapi hanya sebatas suka tapi kali ini berbeda perasaan yang selalu aku coba hilangkan ternyata muncul lagi, perasaan yang selalu menggangguku. Ya aku telah jatuh cinta padanya…aku mencintainya…aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi. Aku benar-benar telah jatuh cinta padanya. Itu kenyataanya, itulah jawabannya kenapa aku tidak suka melihatnya bersama Taemin, karena aku mencintainya.

Hye Jin POV

”Kau tidak apa-apa?”tanya Taemin begitu dia melepsakan pelukannya.

”Ne…”jawabku dengan jantung masih berdegup kencang.

Aku berusaha berdiri namun aku kepeleset rokku lagi, dia membantuku berdiri dan menggandeng tanganku agar aku tidak jatuh.

”Hye Jin-ah…”teriak Hyo Jin dari jauh. Aku langsung melepaskan peganganku pada Taemin dan berusaha berjalan sendiri, aku takut kalau Hyo Jin melihatnya pasti dia akan meledekku habis-habisan, dengan melihat seperti ini saja pasti dia akan meledekku habis-habisan begitu sampai dirumah

”Ayo makan…”seru Hyo Jin begitu kami sampai di depannya dan dia langsung menarik tanganku.

Makan, sepertinya aku sudah tidak mau makan lagi, aku benar-benar sudah kenyang. Kami berempat makan disebuah kedai di pinggir jalan sebenarnya yang makan hanya Hyo Jin dan Jin Ki Oppa sedangkan aku dan Taemin lebih memilih hanya memesan minuman. Aku benar-benar sangat kenyang. Sesekali Taemin menatapku dan itu sedikit membuatku salah tingkah. Kami hanya terdiam tidak berbicara apapun. Aku hanya menatap gelasku dan memainkannya. Aku tidak berani menatapnya. Suasana semakin kaku begitu Jin Ki Oppa mengantar kami pulang dengan mobilnya. Aku yang duduk di belakang bersamanya sama sekali tidak berbicara, dia lebih banyak melihat ke jendela begitu pun aku.

”Gumawo Jin Ki…”kata Hyo Jin

”Gumawo…”aku pun ikut berterima kasih padanya.

Taemin tersenyum padaku.

”Annyeong…”sapanya dan kemudian mereka pergi.

Baru saja mereka pergi Hyo Jin langsung menarik tanganku masuk.

”Pokoknya kau harus cerita padaku tadi kalian kemana saja…”

Sudah kuduga pasti seperti itu. Malam ini aku pasti tidak akan bisa tidur dia akan terus memberondongiku dengan banyak pertanyaannya . Tapi aku cukup senang hari ini karena bisa bersama Taemin. Kenapa ya jantungku selalu berdegup kencang jika berdekatan dengannya?

Taemin POV

”Hyung…”aku mengetuk pintu kamarnya tapi tidak ada yang menjawab. Apa dia sudah tidur?mungkin dia sudah tidur.

Aku kembali ke kamarku dan duduk di bangku di luar kamar yang menghadap ke arah taman. Aku tidak bisa tidur malam ini, kukira hyung belum tidur tapi ternyata dia sudah tertidur.

Aku masih memikirkan kejadiaan tadi, kenapa jantungku berdegeup sangat kencang begitu aku dekat dengannya. Apa yang terjadi padaku. Kenapa aku tidak suka melihatnya dekat dengan Key hyung? Aku jadi ingat perkataan Minho hyung waktu itu, dia bilang aku jatuh cinta padanya. Apa aku benar jatuh cinta padanya?tidak mungkin tapi kalau bukan karena aku jatuh cinta padanya lalu kenapa aku seperti ini, aku jatuh cinta padanya?benarkah itu?

TBC

Signature


This FF has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • Open page LIBRARY if you miss some FF ^.^