Memories Of Us – Part 1

Memories Of Us -Part 1-

Main Cast :

– Alya as Choi Hyun Ah

– Kim Jong Hyun SHINee

Other Cast :

– Choi Min Ho SHINee

– Lee Tae Min SHINee

– Wiga onn as Park Na Da

– Lia onn as Kim Min Ji

– Aya *temen aku haha* as Kim Min Mi

– **** as Lee Soo Hon *nama asli disamarkan untuk menjaga nama baik :D*

P.S : Mian yeeee, bukannya ngelanjutin yang BTS ‘LBG’ atau LSAM tapi malah ngebikin cerita ini hahaha 😀 Habisnya aku lagi bingung sama 2 FF itu mau kayak apa lanjutannya. Ada yang mau kasih saran barangkali? Hehehe :-> Oh iya, ini FF based on true story aku kemaren malem wahaha *gananya* Gomawo banget buat Wiga onn sama Lia onn *hug* One more, id ym disini gak disamarkan *kecuali yang punya pacar aku*. Maksudnya biar ada yang ngeadd kekekeke~ Happy reading~

——————–

Continue reading Memories Of Us – Part 1

Advertisements

Tochi – Part 2

Cast :
Choi Minho SHINee / Incendiu
Kang Siyoung/ you
Kim Key bum SHINee / Dzayn
Lee Jinki/ Onew SHINee / Vady
Kim JongHyun SHINee / Povitrya
Lee Taemin SHINee / Lumina
Shin Hyosoo / me
Nichole / Saihi Fenrir (kalau yang ini aku pake nama girlband cz udah g kepikiran nama korea lagi)

Hyosoo pov

Hari ini aku pulang ke korea, setelah satu minggu liburan di New York menyusul ummaku yang lagi ngurus bisnis disana. Sebenarnya bukan liburan tapi pelarian, aku tidak begitu suka tinggal dengan dirumah bersama Appa dan saeng tiriku. Entah kenapa aku tidak begitu suka dengan mereka padahal mereka sebenarnya baik terhadapku hanya saja aku merasa kalau mereka tidak tulus. Menikahi ibuku hanya untuk uang. Pikiran picik tapi, itu yang aku rasakan sekarang. Dan sekarang aku harus pulang ke korea karena sekolahku.
Kata umma dirumah sedang ada tamu. Ya…paling tidak aku tidak akan bersama Siyoung sendiri di rumah. Aku mendengarkan Ipodku selama perjalan dari bandara menuju rumah, memejamkan mataku menikmati lagu yang kudengarkan.

*****

Aku sudah sampai didepan pintu rumah. Aku menghela nafas sebentar sebelum akhirnya membuka pintu.
“anneyong hasseyo!” salamku.
“ah…unnie kau pulang”. Siyoung berjalan kearahku. Aku mengembangakan senyuman terpaksa.
“ehm…..aku capek Siyoung, bisa aku langsung kekamar sekarang” pintaku mencoba menghindar.
“oh-iyah…Unnie istirahatlah.!”jawabnya.
Aku hanya berlau begitu saja meninggalkannya.
Saat aku sampai diatas, aku menabrak seseorang.
“ah…mianhae! Aku tidak se……”belum selesai aku bicara aku sudah terpaku pada sosok yang berdiri dahadapanku. Aku melihatnya begitu sempurna, tulang pipinya naik, rambutnya depanya menutup dahinya dan…..matanya sekarang sedang manatapku.
“ehm….kau tidak apa-apa?’ tanyanya, tapi tapi mulutku membisu. Suaranya, seolah langsung berbicara kedalam hatiku.
Mungkin karena tak kunjung dapat jawaban dariku dia pergi begitu saja melewatiku. Aku memperhatikannya pergi menuruni tangga. Aku membalikkan diriku saat sudah tidak bisa menemukan sosoknya, memegang dadaku, berjalan perlahan menuju kamarku.
Saat sampai dikamar aku langsung menjatuhkan tubuhku diatas ranjang, terlentang. Aku masih memegangi dadaku merasakan jantungku berdegub sangat kencang. Dan senyumanku semakin melebar.

End of Hyosoo pov

Kibum pov

Aku menuruni tangga setelah menabrak gadis itu. ‘aku belum sempat minta maaf’. Dia seperti orang kesurupan. Dia pasti unnienya Siyoung yang katanya akan pulang hari ini. Entah kenapa dia mengingatkanku pada seseorang ‘nicole’ dan aku merasakan sesuatu saat ini.
Aku melihat Siyoung sedang nonton tv diruang keluarga. Aku langsung duduk disamping nya.
“Siyoung-ah!” panggilku.
“ehm…” jawabnya singkat.
“aku tadi habis bertemu……” menunjuk kesegala arah.
“oh…unnieku, namanya Shin Hyosoo. Ah…kau pasti sudah berkenalan dengannya” ocehnya.
“belum!” pandangnya bingung “ habis dia diam saja” tambahku.
“dia memang seperti itu, denganku saja dia jarang ngomong apalagi denganmu” kata Siyoung. ‘tapi tidak sama seperti dia diam padamu Siyoung’ pikirku.
Akupun ikut bersamanya nonton TV. Dan hening sejenak
“Kibum-ah!” panggilnya setelah diam sejenak.
“Kibum, Kibum……aku ini lebih tua darimu. Panggil aku oppa” ucapku.
“oppa?” tanyanya untuk meyakinkan, aku mengangguk pelan
“ehm………….oppa, kau bilang kau adalah Ksatria suara. Apa yang bisa kau lakuakan dengan suara? Ehm, maksudku…..”
“kau meremehkanku” dia menggelengkan kepalanya cepat. “mau kuperlihatakan sedikit?” tanyaku dan dia menganggukan kepalanya.
Aku mendekatakan wajahku kearahnya, dia terbelalak bingung. Perlahan aku bergerak kesamping mendekankan bibirku ketelinganya. “Siyoung!” bisikku dengan nada lembut, raut mukanya berubah seolah tersihir. ‘kena kau! kau masih belum tahan seranganTochi’ pikirku.
“ehm……kau mendengarkanku Siyoung!” lanjutku semakin beraksi, dia menganggukkan kepalanya perlahan dengan ekspresi terhipnotis. Aku berfikir apa yang akan aku lakuakan selanjutnya. Aku memperhatikannya, bajunya berkancing.
“kalau begitu……….bukalah semua kancing bajumu” suruhku iseng. Dalam pandangan kosong, dia menggerakakan kedua tangannya kearah kancing bajunya dan hendak membuka kancing yang paling atas. Aku tersenyum, memutar bola mataku dan menahan tangannya. Dia lau tersadar, akau mengembalikan posisiku seprti semula.
“apa yang sudah oppa lakukan?” tanyanya bingung.
“tidak ada! hanya sedikit menunjukka keahlianku” jawabku nakal. Dan dia masih kebingungan. Aku berdiri dan akan pergi tapi sebelum benar-benar pergi aku kembali menoleh kearahnya.
“oh-ya selain mengontrol kekuatanmu kau juga harus belajar menahan serangan” tambahku.”dan……..
Kya!!!!!” aku meneriakkan suaraku kearah vas bunga dimeja yang ada didepannya. Vas itu langsung terpental dan pecah berantakan dilantai. Aku tersenyum dan meninggalkannya dalam keadaan bengong. Dan aku mendengar dia mengucapkan sesuatu “aku rasa rumah ini akan sering ganti vas bunga untuk beberapa hari kedepan”
“tidak apa uangmu kan banyak” sambungku tanpa menoleh kebelakang.

End of Kibum pov

Hyosoo pov

Aku berjalan kedapur karena merasa sangan haus. Tapi langkahku terhenti saat melewati ruang tamu, aku melihat pemuda yang aku tabrak tadi bersama Siyoung dengan posisi seperti akan ciuman. Dengan cepat aku menyembunyikan diriku dibalik tembok. Aku merasa seperti terbakar ‘baru saja aku mersa terbang keawan tapi sekarang aku terjatuh lagi kebumi’
‘apa yang mereka lakukan? Ada hubungan apa mereka? Dan kenapa harus Siyoung?’ kepalaku dipenuhi dengan fikiran-fikiran negative sekarang.

End of Hyosoo

Minho pov

Aku tidak boleh bersikap baik kepadanya, atau akan terulang kesalahan yang sama. Aku harus bersikap seperti ini terus. Aku keluar kamar untuk makan malam, saat didepan pintu aku bertemu dengannya yang juga akan makan malam `kenapa juga kamar kita sebelahan?’ pikirku dalam hati.
Dia tersenyum padaku berusaha bersikap ramah, tapi aku hanya diam saja dan berjalan melewatinya. Aku sungguh tidak peduli apa yang dia fikirkan tentangku. aku hanya perlu bersikap seperti ini sampai tugasku selasai.

End of Minho pov

Your pov

‘aish orang ini kenapa sich? Tidak bisa apa dia bersikap sedikit ramah’ fikirku dalam hati dan mengikutinya dari belakang menuju ruang makan.
Saat makan malam aku memperkenalkan unnieku kepada mereka berlima dan aku juga menjelasakan kepeda unnieku kenapa mereka menginap disini. Aku berikan alasan klasik bilang kalu “ mereka ini anakanya teman appa, yang juga ditinggal diluar negeri sama orang tuanya dan appa ingin mereka menemani kita saat ditinggal appa dan umma ke New York” memang tidak masuk akal tapi unnieku percaya dengan sangat mudah dan tidak memepertanyakannya lagi.
Suasana makan malam sangat tenang, padahal biasanya mereka berlima selalu rame, mungkin karena unnieku yang diam saja selama makan, makanya mereka hanya diam saja merasa tidak enak dan aku juga hanya bisa makan dalam diam. Sangat membosankan aku sering kali berdeham selama makan malam. Kemudian saling pandang bergantian dengan mereka berlima.

*****
Paginya aku sudah siap kesekolah hari ini aku turun dari kamarku kebawah. Lagi-lagi aku dibuat kaget “kya!!!!!!” teriakku saat melihat mereka sudah lengkap dengan sergam yang sama dengan yang aku kenakan.
“kenapa kau selalu kaget melihat kami?” Tanya Jonghyun heran.
“ka…kalian kenapa memakai seragam yang sama sepertiku?” tanyaku masih melototi mereka.
“kenapa Siyoung? Baju ini terlihat keren!” ucap Taemin senang.
“jangan kaget Siyoung! Mulai hari ini kami akan bersekolah denagnmu sebagai kakak kelasmu kecuali Taemin. Dia akan menjadi teman sekelasmu untuk menjaga dan mengawasimu tiap hari” seperti biasa Jinki yang menjeleskan dengan merangkul pundakku layaknya seorang oppa kepada saengnya.
“Gatcha!!!!!” ajak Taemin, mendorongkongku dari belakang sampai terlepas dari rangkulan Jinki.
“tu…tunggu!” aku berhenti menahan Taemin.
“ada apa lagi?” Tanya Minho kesal.
“unnieku???” tanyaku yang memang dari tadi tidak melihatnya.
“oh…dia. Tadi dia pamit berangkat sekolah duluan” jawab Kibum.
“tapi kenapa dia tidak pamit dulu denganku oppa?” tanyaku kembali pada Kibum. Dia hanya menaikkan pundaknya.
“oppa?” Tanya Jonghyun
“ya…..karena dia lebih tua dariku” jawabku apa adanya.
“kalau begitu aku juga mau kau panggil begitu” sambungnya girang.
“aku juga!!!!” sahut Jinki.
“Incendiu, Lumina kau tidak mau?” Tanya kibum kepada Minho dan Taemin.
“aku kan seumuran dengannya” jawab Taemin (ceritanya seumuran)
“terserah” kata Minho. ‘padahal ingin juga dipanggil oppa’
“let’s go!!!!”

End of Your pov

Nicole pov

Aku berfikir keras untuk mengahancurkan Tochi itu agar tidak menghalangi rencanaku. Selama ini aku tidak bisa melukainya karena perlindungan dari orang tuanya. Tapi disaat aku bisa melukainya malah ada lima Ksatria langit pengganggu itu. Aku selalu membuntutinya tanpa ia sadari menunggu kesempatan untuk menghancurkanya.
Kali ini aku melihat mereka berenam sedang makan siang dikantin sekolah. Aku juga melihat ada gadis yang memperhatikan mereka seperti aku sekarang ini. Perhatianku kini tertuju pada gadis itu, bukankah dia saudara tirinya. Aku tersenyum senang ‘aku bisa memanfaatkannya untuk menghancurkan Tochi itu’

End of Nicole.

Minho pov

Aku memandangi jam tanganku, menoleh kekanan dan kiri, menunggu yang lain untuk pulang. Kami semua beda kelas, hanya Taemin yang sekelas dengan Siyoung. Makanya pulangnya tidak bersamaan. Tapi pandanganku menciut saat aku melihat Siyoung tanpa Taemin tapi dengan tiga gadis yang aku tidak tau siapa tapi yang pasti mereka termasuk gang sekolah yang menyebalakan. Mereka memojokkan Siyoung.
“hei kau!!!!!kenapa kau terlihat sangat dekat dengan lima anak baru itu” suara gadis itu bahkan terdengar dari sini.
“dasar perempuan murahan!!!!!!” ejek gadis yang satunya lagi.
“seorang diri bersama lima cowok. Dasar ……………..*sensor*” tambah gadis yang lain lagi.
Aku bisa melihat amarah Siyoung dari sini dia seakan mau meledak. ‘gawat! Kalau ini dibiarkan’ aku berlari kearahnya dan saat dia akan membuka mulutnya aku mendaratkan bibirku diatas bibirnya. Mencium dengan berputar. Membalikkan badannya agar tidak bisa melihat gadis-gadis itu. Matanya terbelalak, begitu juga dengan tiga gadis itu. Saat mereka pergi aku baru melepaskan ciumanku itu. Siyoung terdiam ditempatnya.

End of minho pov

Your pov

“Dasar…………….*sensor*” mendengar itu, tubuhku serasa panas. Aku sudah tidak tahan lagi rasanya aku ingin menghabisi mereka saat ini juga. Saat aku akan membuka mulutku seperti yang dilakukan Kibum ‘aku yakin aku bisa melakukan hal yang sama dengan Kibum, ingin rasanya membuang mereka seperti vas itu.
Tapi aku malah mersakan ciuman dibibirku yang membungkamku seketika. Aku terkejut saat melihat Minho yang menciumku ‘apa-yang-dia-lakukan’ dia memutar tubuhku seperti sebuah tarian sampai aku tidak bisa melihat mereka bertiga.
Aku tahu apa yang dia lakukan hanya untuk mencegahku berbuat hal-hal aneh, tapi tetap saja jantungku berdetak sangat kencang. Saat dia melepaskan ciumannya aku hanya bisa terdiam, masih kaget. Mungkin Minho meleihat mukaku yang memerah saat ini.
“miahae” ucapku pada akhirnya. Tidak tahu kenapa hanya kata itu yang terucap dari bibirku.
“kau…..hampir membuat mereka tahu tentangmu!” ucapnya seperti akan marah tapi tidak jadi.
“ne, mianhae” dia hanya diam.

End of Your pov

To be continued


Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF