DECLARE YOUR LOVE BEFORE ITS TOO LATE – PART 1

Title: Declare Your Love Before Its Too Late

Author: Ahn Neul Rin a.k.a Farissa

Cast: Kim Kibum

Jonghyun

Hyun Young

Min Gi

***

Perkenalkan namaku Kim Kibum. . kalian bisa memanggilku Key. .

Aku seorang Namja Pengecut. Tidak tidak.. lebih tepatnya Namja yang pengecut dan menyedihkan.

Kalian tahu. Sampai matipun aku masih memegang predikat itu. Apakah kalian sedang bertanya kenapa? Jika Ya, aku akan menjawabnya.

Aku… Namja Pengecut yang tidak bisa mengatakan apa yang sedang kurasa saat dia ada disampingku.

Aku namja yang menyedihkan karena sampai matipun aku masih tidak bisa mengatakannya.

***

You’re something I can’t catch or lose

“Ya! Kiittaaa harus berjanjjiiii. .Youngwonhiiii Saaahhaaabbaatttt arasseoo?”. Teriak Jonghyun dengan suara cemprengnya. Aku menengok kearah Hyun yang ada disampingku, dia tersenyum dan menunjuk kelingking kanannya.

“Yaksssooo!”. Seru Hyun Young semangat.

Apakah harus berjanji seperti itu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri padanya, apa memang kita hanya akan menjadi sahabat. Aku terdiam sesaat.

“Nee, Yakssooo!”. Aku dan Jonghyun melakukan hal yang sama dengan Hyun, kemudian kami melingkarkan ke tiga  jari kelingking kami. Hyun dan Jonghyun tertawa lepas.

Apa aku benar-benar berjanji?. Anniiyyoo. .aku tak sebodoh itu aku masih menginginkan Hyun Young menjadi pacarku. Jonghyun dan Hyun tidak melihat, dibelakang badanku aku menghubungkan jari tengah dan telunjukku saat kelingking kananku masih melingkar dengan kelingking mereka. Dan itu semua artinya aku sedang berbohong.

Tapi tunggu dulu, mataku menangkap tangan Kiri Hyun yang bersembunyi dibelakang badannya. Dia melakukan hal yang sama dengan apa yang kulakukan tadi. Apa maksudnya? Apa dia juga tidak menginginkan diantara kami hanya ada ikatan sahabat?. Hyun masih tertawa, dia tidak sadar aku melihatnya.

Setelah tawanya reda. Perlahan Hyun meletakkan kepalanya diatas pundak Jonghyun yang berada disebelah kanannya. Aku tersenyum kecut melihatnya kemudian aku mengacak-acak rambut Hyun lembut. Aaiiiissshh. .perasaan ini lagi.

Kami masih duduk beralaskan pasir putih dan merasakan angin laut yang mulai menusuk tubuh. Aku mengangkat wajahku, menatap langit yang menghitam dengan hanya dihiasi beberapa bintang. Kurasakan tangan kananku hangat, dan mataku menangkap tangan kiri Hyun memeluknya, tapi kepalanya masih menyender dipundak Jonghyun.

Sejenak,aku menikmati menatap wajahnya. Mungkin dia merasa terganggu dan membalas menatapku. Kami bertukar pandang dan tersenyum lalu menghadap langit lagi.

****

Dua tahun berlalu dan rasa itu masih ada…

But I still love you and A still really love you

Hyun Young POV

AAAiiiiissshh kemana dua namja pabo ituu. Berulang kali aku mengirim sms kepada Key, karena dia satu-satunya harapanku, tapi tak ada satu pun yang dibalas. Aku tidak bisa menghubungi Jonghyun  kemarin dia bilang akan menggati nomernya dan aku belum sempat meminta nomor barunya itu. Untuk kesekian kali aku melihat jam tangan yang melingkar ditangan kiriku. AAAiiigggoooo.. lima menit lagi Minho Songsaenim akan kekelas untuk memberikan soal ulangan Biologi susulan bagi para siswa yang gak ngikutin ulangan Biologi minggu kemarin dan aku salah satunya karena minggu lalu Halbonimku meninggal dan Umma memaksaku untuk ikut ke desa.

Aku terus mondar mandir gak karuan dikantin. Dan kemudian aku langsung putuskan untuk langsung pergi kekelas. Dasarrr! Sahabat yang tidak berperikemanusiaan! dengusku kesal. Tadinya aku menyuruh mereka untuk standby menjawab soal soal yang nanti aku kirim lewat sms..hheee hee. Malas sekali aku melihat buku Biologi yang setebal itu apalagi membacanya >,< .

So’alnya ada tiga puluh lima, dan aku baru ngisi lima jawaban, itupun ada yang alasannya pernah denger!. Jantungku berdegup kenceng, keringat dingin mulai membuatku ga’ nyaman. Ya Tuhan… bagaiman dengan nasib hambamu ini…?, Hamba tidak bisa melewati cobaan ini, hiks….Kirim aku malaikat penyelamatmu Tuhan…

“ggrrttttttt…grrrrrttt..ggrrrrrtttt”

Hapeku bergetar dalam saku. Ya.. ampun siapa yang sms sih? Dasar tidak berperikemanusiaan, ga’ tau apa kalo hidupku ada di ujung tanduk.Lama-lama bosen juga nunggu mukjizat.Iseng- iseng aku merogoh hapeku pelan-pelan dari saku. Terlihat di layar handphone nomor XL yang ga’ di kenal *bayangin XL ada dikorea juga ya*. Aku meletakkan handphone ku di bawah meja.

Jwbn bio: aaabccddde

Ccddaeacdb

AaabcddddaBbbaa

AAiiggooo malaikat ternyata punya no hape, dia menyelamatkan hidupku, Kansahamnida Tuhan…!!!. Aku senyum tanpa suara dan langsung menulis sesuai yang ada dalam sms, ternyata lima jawaban hasil aku sendiri cuman dua yang bener, he…he….

Selesai!!!Aku pun berdiri dan maju kedepan untuk mengumpulkan hasil ulangan. Beberapa anak terlihat heran liat aku yang keluar kelas dengan senyum-senyum penuh kebahagiaan karena  mereka tahu kalo aku ga’ bisa ngerjain ulangan tanpa dua sahabatku itu.

Mataku menangkap Jonghyun yang lagi ngotak-ngatik hape di kantin.  AAAAiiiggooo…aku baruu nyaddaaarr.. ternyata malaikat itu Joonghyuunn. .nomor XL itu nomor barunya. Aku langssung larriii dan kemudian memeluknyaa.

“JJoonnghyyuunnkkkuuu. .gommawwooo yaa. .!!” Ucapku menggoyang goyangkan badannya dan semakin erta memeluknya.

“Uhhuk..uhhukk Yeoja paboo! Kau ingin membunuhku?”. Jonghyun berusaha melepaskan pelukanku.

“AAAnniiyyoo aku tidak mungkin membunuh Chingudeul bling blingku iniiiii!” aku mencubit kedua pipinya gemas.

“KKyyaaa! Kau inni kenapa sih?”

“Ah kau ini selalu menutupi kebaikanmu sendirii!”. Ucapku mengerjap ngerjapkan mata

“Mmmwooo? Kebaikanku?”. Jonghyun terlihat bingung tapi aku tidak mempedulikannya dan langsung memeluknya lagi.. “AAa suddahlaahh. .goommawwwoo yaaaaa… ^^”.

Tapi tiba-tiba mataku menangkap Key beberapa meter dari kantin. Kenapa dia tidak mengahampiri kami? Aku hampir teriak memanggil namanya tapi dia sudah keburu pergi jauh. Key! Andaikan malaikat itu kamu, aku akan memelukmu lebih erat dari ini. AAiissshh Pabo sekali aku ini, Key pasti menganggapmu cuman sahabat Hyun! Jangan terus berharap dengannya, lagipula kita bertiga sudah berjanji untuk menjadi sahabat!. Ralat, cuman mereka berdua yang berjanji karena sebenarnya aku tidak ikut berjanji ^^.

KEY POV

KKKKKKKEEEEEEYYYY……!!!! Km dmannaa sseeeehhh. . .?

Akku nggu km d knttiin sekrg jg!! CEEPPETTAAANNNNN! >,<

Aaaiiiisshh, ini sms ke sepuluh kalinya yang dikirim Hyun. Dia pasti tidak bisa menghubungi Jonghyun. KKKyyaaaaa bagaimana ini pulsaku habis, aku tidak bisa membalas smsnya. Aku mempercepat langkahku menuju kantin tapi..

“Bruukk”. Aku menabrak seseorang.

“AAiiiisssssshhh Keeey bisa gak kalau jalan tuh gak pake buru-buru gitu..” Cerocosnya

“ Nee nee aku yang salah.Miiaann.. Kau mau kemana?” Tanyaku pada Yeoja tomboy ini.

“Appa menyuruhku menyimpan kunci jawaban ini dimeja kantornya. Waeyo?”

“Kunci jawaban? Kalau boleh tahu kunci jawaban apa?”

“Kunci jawaban  buat Ulangan Biologi susulan dikelas kamu”. Jawabnya ketus.

KKyyaaaaa, aku baru inget kalau sekarang Hyun ulangan susulan, pantesan dia ngirim sms yang bejibun.

“Min ggiii. . .boleh gak aku nyontek kunci jawaban itu?”. Tanyaku polos.

“PLETTAAKKK”. Cewek jadi jadian ini menjitakku keras. “Kau kira aku Pabo sepertimu? Enak saja aku bisa dibunuh sama Appaku!”

“AAAAiiissshhh…”aku meringis . “Apa kau tidak mau membantu Jonghyunmu?”. Tanyaku berbohong. Aku terpaksa melakukannya karena dia pasti luluh kalau mendengar nama sahabatku itu.

“Jonghyun?”. Tanyanya ragu.

“Nee. .Jonghyun sekarang ikut ulangan susulan karena kemarin dia sakit. Minho Songsaenim tak akan membunuhmu! Aku jamin….. yaaa ..yaaa yaa….?” Bujukku manis.

“Kau tidak berbohong?”. Aku menggelengkan kepala. Min gi berpikir sejenak lalu “ooo. .ya sudah.. tapi ini cuman untuk Jonghyun. Kau tidak boleh menyebarkannya sama anak-anak yang lain”. Ucapnya masih ketus.

FFiiuuuh. Benarkan kataku, rasa Cinta bisa merubah semuanya. “Gomawwwoo Min gi…”. Tapi bagaimana aku mengirim smsnya, pulsaku habis. “MMMMhhmmm.. Min Gi.. bisa gak aku pinjem hpmu?”. Tanyaku ragu-ragu.

“AAAaaaiiisshhh untuk apa?”. Tanyanya agak keras.

“Aku tidak bisa mengirimkan sms jawabannya karena pulsaku habis”.jawabku cengar cengir

“Nee nee. .ini! Inget ya aku melakukan semua ini karena Jonghyun!”. Min Gi menyodorkan hpnya. Sebenarnya aku kasihan pada Min gi, diam-diam dia menyukai Jonghyun tapi jika mereka sudah bertemu, mereka selalu bertengkar. Mungkin itu cara Min Gi untuk menutupi rasa itu. Hanya aku yang tahu perasaan dia pada Jonghyun. Yaa..yaa… seperti aku menyukai seseorang secara diam-diam. Setelah menekan tombol Send, aku mengembalikan hpnya.

“ Gomawoo Min Gi. O..ya..kalau bisa ucapkan cintamu sebelum terlambat!”. Ucapku sebelum akhirnya meninggalkannya yang terbengong-bengong sendiri.

AAAiiisssshhh. Kenapa bisa-bisanya aku bilang seperti itu, kata-kata itu seharusnya untukku sendiri. Sebelum aku kekantin aku pergi ke Toilet dulu karena tiba-tiba aku ingin kencing.

“Mmmwooo? Kebaikanku?”. Jonghyun terlihat bingung tapi Hyun tidak mempedulikannya dan langsung memeluknya lagi.. “AAa suddahlaahh. .goommawwwoo yaaaaa…”.

Maksudnya apa ini. Kenapa Hyun memeluk Jonghyun seperti itu?. Hyun pasti menyangka yang kirim jawaban itu Jonghyun. Aaaahh sudahlah gak peduli dia menganggap sms itu dari siapa, yang penting sekarang masalahnya sudah beres. Lagi-lagi aku tersenyum kecut. Kapan aku bisa tersenyum bahagia Hyun Young. Aku tidak ingin menghampiri mereka, lalu kuputuskan untuk pergi .

***

You gave me a reason for standing still

Aaaahh. .seperti inilah hidup. Merasakan angin dan melihat semuanya dari atas. Ffiuuh SEOUL selalu seperti ini, padat dan ramai. Aku memeluk kedua kakiku dan menikmati pemandangan kota SEOUL dari salah satu sudut atap sekolah yang menghadap kota.

Aku merasakan ada makhluk lain dibelakangku, aku menoleh dan terkaget kaget mendapati Hyun sudah menyenderkan pundaknya debelakang badanku.

“Aiiisssshhh kau selalu seperti ini!”. Ketusku sambil mendorong pundakknya dengan badan tegapku.

“Sudah ku duga kau disini. Kenapa kau bolos masuk kelas, padahal tadi pagi kulihat kau berkeliaran didekat kantin..”. Ujarnya tak mempedulikan ketusanku.

“Malas..”. Ucapku seadanya. “Ooo iyaa. .bagaimana dengan Ulangan Biologimu itu..?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“Reeebbbeeesssss… Malaikat Bling bling itu yang menolongku. Jahat sekali kau tidak membantuku! Smsku tak ada yang kau balas, kemana saja kau!”. Serunya dengan nada seperti anak kecil. Dia masih membelakangiku.

“Miaanhaee Hyun.. tadi aku tidak punya pulsa. Saatku kekantin kau sudah tidak ada…”. Jawabku masih berbohong. “Makhluk Bling bling itu kemana?”. Lanjutku.

“Gwenchanaa, aku melihat dia sedang ribut dengan Min gi mungkin dia ketahuan mencuri kunci jawaban dari Appanya. Kekkeeeekee. .kasihan sekali dia demi menolongku dia bertengkar lagi dengan musuh bebuyutannya.. hhaaa”Ku rasakan badannya bergetar.

“Keeyyy..”. “MMmm”. Jawabku malas.

“Aku kau dan Jonghyun sudah bersahabat hampir dua tahun tapi kau tak pernah membicarakan Yeoja yang kau sukai padaku dan Jonghyun. Aku ingin tahu siapa Yeoja yang kau sukai.” Rengeknya.

Untung Hyun membelakangiku seperti ini. Jadi dia tidak melihat wajah merahku saat ini.

“Can you see Im not alone. So don’t worry about me. I’m loving someone, I have someone to love.” Ucapku berusaha tenang.

“MwwwOO. .?”. Dia melepaskan senderannya hingga aku hampir terjatuh . “Tu kaan kau sudah mempunyai pacar, siapa Yeojamu itu?”. Hyun menghadap kearahku.

“AAaaiissh, kau ini! Kalau mau balik badan bilang dulu! Seragamku jadi kotor gara-gara kau!”. Seruku sambil menepuk tepuk baju seragam yang terkena semen atap sekolah.

“ Katakan siapa Yeoja itu. .?”

“Kalau aku tidak mau mengatakannya kau mau apa?”. Tantangku.

“Katakan Keeeyy…aku penasaran >,<. Aku berjanji aku tidak akan memberitahukannya sama Jonghyun”. Ucapnya tersenyum manis sambil mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf V.

“Aanniiyyyooo”. Jawabku tegas, mana mungkin aku menceritakan sesorang yang sekarang ada dihadapanku ini. Senyum manisnya menghilang. Kau tahu Hyun aku menyukai semua expresi yang kau punya.

“Menyebalkan!  Awas kalau kau kerumahku lagi, aku akan mengunci gerbang rumahku untukmu!”. Ancamnya kemudian berlalu sambil menghentak hentakkan langkah kakinya seperti anak kecil.

“Its You…”. Gumamku. “Yeoja itu bernama Shin Hyun Young.”. Aku tersenyum menatap punggungnya yang menghilang dari pandanganku.

Hyun Young POV

AAaiisshhh kenapa dia tidak memberi tahu Yeoja itu padaku. HWwwaaaa benarkan dia hanya menganggapku sahabat, dia sudah mempunyai pacar. Hyun.. kau sudah tak punya harapan lagi! Tapi kenapa aku masih ingin menunggunya. Aku semakin cepat menuruni tangga.

“Hyun kau darimana?”. Tanya Jonghyun yang akan menaiki tangga.

“Oooh.. aku dari atap sekolah. Key ada disana.”Jawabku malas. “Aku pulang dulu yaaa..bye!” lanjutku meninggalkannya. Jonghyun membalasnya dengan anggukan.

“Hati-hati yaa..”. teriak Jonghyun dari belakang. Ada apa dengan anak ini. Tidak biasanya dia semanis itu.

KEY POV

“KEEY…!!!!!”. Aku menoleh ke sumber suara yang cempreng itu..

“Ah kauu.. tahu darimana aku disini..?”

“Tadi aku bertemu dengan Hyun, dia bilang kau ada disini.” Jonghyun menepuk pundakku kemudian duduk disampingku. “Aku ingin memberitahukan sesuatu padamu..” lanjutnya.

“Ternyata ada seseorang yang mencintaiku..”Ucapnya bangga.

Jadi Min Gi sudah mengatakannya. Baguslah! Dia tidak sepengecut aku, aaahhh.. laki-laki apa aku ini kalah beraninya dengan seorang perempuan.

“Kau tahu siapa?”. Aku menggelengkan kepala pura-pura tidak tahu. “Dia Hyun Young…”.Kalian tahu..? apa yang aku rasakan saat ini?, jantungku serasa ingin berhenti berdetak, ada palu besar yang siap mengahantam kepalaku.Seketika aku menoleh kearah Jonghyun.

“Kk.. kkau tahu darimana?”tanyaku gelagapan.

“Tidak ada yang memberitahukannya, tapi aku merasa dia menyukaiku. Kau tahu tadi pagi saja dia tiba-tiba memelukku erat tanpa alasan yang jelas. Mungkin dia terlalu sayang kali ya sama akuu.. jadi gak mau kehilangan..”Ucapnya panjang lebar dengan senyum-senyum gak jelas.

“Hhhaaa aaahhaaaa”, pundakku bergetar. Jadi makhluk bling-bling ini belum tahu alasan Hyun memeluknya. KKyyaaaa.. penyakit GR nya kumat.. “Aaaakkakahaaaa haa..”

“Aiissshh kenapa kau tertawa? Akan kubuktikan, nanti sore aku akan menembaknya.”Ucapnya tegas.

Seketika tawaku berhenti. “Kau serius..?”

TBC

P.S: Sumpah aku capek banget….. bener-bener 100% capek… plus mulai gak enak badan… kayaknya sementara waktu blog ini tottaly hiatus… kalo aku emang sempet publish FF aku usahain… tapi kalo gak sempet mohon maklum… aku mulai di larang buka internet nih.. mohon maaf yang sebesar-besarnya.. jadi sabar aja yaaaa.. pleaseeeeee

Farissa

This post/FF has written by Farissa, and has claim by Farissa signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements