I Can’t Dead – Part 6

I CAN’T DEAD ~PART 6~

Annyeong, part 6 here! Comment ya kalo baca, kritik dan saran sangat aku terima ^^ happy reading

Author : Agneskey

Main Cast : Geunho, Key, Jonghyun, Minho, Yoona

Other cast : Eun Suh, Jie Yaa, Taemin, Onew

~ ~ ~ ~ ~

BRRRUUUKKK!

“apa aku sudah sampai?” tanyaku masih dengan mata terpejam

“Geunhooo!” sahut seseorang yang suara sangat aku kenal. Perlahan kubuka mataku. 2 orang namja berjongkok didepanku. Minho dan Key “Minho ini kenapa?” Tanya Key sembari membantuku berdiri. Cukup sakit rasanya tubuhku terjatuh dari ketinggian lebih dari 1 meter

“ah! Gagal, semuanya gagal. Ternyata bukan ini caranya. Kau baik baik saja Geunho?” Tanya Minho sembari membantuku berdiri

“tentu saja” kita melangkah masuk kedalam rumah menuju ruang tv. “apa ini belom saatnya aku kembali ke Lovetophya?”

“mungkin saja! kalo ga, emang bukan itu caranya” aku mendesah “aaa! Aku lupa, Geunho, Key, aku harus balik ke Lovetophya, si Taemin udah nunggu aku” wuussss Minho menghilang. Hanya tinggal Key dan aku diruang tv. Tak ada satupun yang berbicara mengingat perkataan yang tadi terucap Key

“Geunho, jadi gimana?” tanyanya. Aku mengerutkan jidatku. Key berpindah duduknya jadi kesampingku “will you be my girlfriend?” DUAARRR (bom atom Nagasaki Hiroshima meledak untuk kedua kalinya) (lebay dan harap abaikan) dengan yakin kuanggukan kepalaku. Inilah yang paling aku tunggu tunggu.

“cieeeee PJ euy” teriak seseorang yang kuyakin adalah Minho

“Geunho, Key selamat ya. Indahnya kebahagiaan kalian” Taemin muter muter sendiri “kita makan makan yuk sebagai anniversary kalian, aku pengen nyoba makanan yang belom pernah aku coba” kulirik Key. Ia mengangguk tanda setuju “lets goooooo” kali ini, Minho mempersilahkanku untuk duduk didepan (aku tau maksudnya ==’) kami makan disebuah restoran yang cukup terkenal dengan rasa makanannya yang khas. Key memilih tempat duduk disamping kaca. Kelihatannya kita doang yang rame disini.

~ ~ ~ ~ ~

Ketika aku sampe rumah, Yoona langsung bertanya ini itu tentang luka2 dibadanku. Bawel. Aku naik ke atas untuk mandi. Jam menunjukan pukul 5, tapi langit keliatan gelap. Mungkin akan hujan.

“Yoona, kau tau ga?” tanyaku pada Yoona saat dikamar. Tak ada jawaban. “aku jadian sama Key loh”

“wo? Wah chukae” teriak Yoona sambil tepuuk tangan “berarti aku punya kakak ipar yang pinter terus kau beruntung bisa pacaran sama dia, kau kan bodoh jadinya kau bisa minta ajarin sama dia” rasanya ingin sekali kepalanya Yoona kugetok pake sepatuku. Karna udah malem dan Yoona harus belajar, aku balik ke kamarku. Hp ke berdering ketika aku baru tiduran di ranjangku. Sms. Nomernya ga kukenal

Selamet malem jagiya, mimpiin aku ya ^^v

sampe ketemu besok disekolah, saranghae…

Key. Aku baru ingat kalo selama ini aku ga punya nomernya Key. Aku mengetik dengan cepat supaya Key ga terlalu lama menunggu balesan dariku

Malem juga jagi, hehe ngapain mimpiin

kamu? Kurang kerjaan hehe, ga janji ya

^^ saranghae

Send. Ahahaha, aku bahagia. Secepat mungkin aku tidur, supaya besok bisa ketemu Key.

~ ~ ~ ~ ~

~Writer P.O.V~

Saat Geunho memarkir sepedanya, tak disangka, Key sudah menunggunya. Yoona yang melihat Key langsung noel noel Geunho dan berlari kekelasnya.

“annyeong, udah lama?” Tanya Geunho sembari berjalan kekelas

“annyeong, ga kok” Key mengantarnya ke kelas dan langsung naik ke atap sekolah. Melakukan hal yang sama setiap harinya bersama Geunho

“yaa! Geunho!” teriak seseorang ketika Geunho berjalan menuju atap untuk istirahat. Key sudah menunggunya disana “istirahat sama sama yuk” ajaknya

“aniyo! Aku mau istirahat sama orang lain, mianhae” buru buru Geunho meninggalkan namja yang mematung disitu. Jonghyun yang sepertinya mulai kesal diperlakuin kayak gitu, ia nekat mengikuti Geunho untuk melihat siapa orang yang berani mendahuluinnya itu.

“ternyata si anak baru itu?” desah jonghyun dari balik pintu. Jonghyun yang sudah mengetahui siapa orang yang berhasil mendahuluinya, segera balik ke kelas.

“kau ngapain disini?” Tanya seorang yeoja yang kebetulan berdiri tepat dibelakang Jonghyun “terus kenapa pake ngintip ngintip segala, kalo mau masuk, masuk aja kale”

“ah~ berisik nih, aku lagi ngeliat tuh si Geunho sama Key, nonna ngapain disini?”

“sepertinya kita mengalami hal yang sama” yeoja itu tersenyum licik “ah~ kenalkan namaku Kang Jie Yaa dan ini temanku, Eun Suh. Biar kujelaskan maksudku” Jonghyun yang sepertinya masih bingung, hanya mengangguk saja ketika diajak Ji Yaa dan Eun Suh ke kantin. Meninggalkan sepasang kekasih yang masih asyik makan.

~ ~ ~ ~ ~

~Geunho P.O.V~

“Geunho, ayo bangun” bisik seseorang ditelingaku. Aku yang merasa sangat ngantuk, mencoba membuka kedua mataku

“ibuuuuu, ayaaaahh” aku memeluk keduanya “aku kangen kalian”

“maafkan ayah Geunho, ternyata perkiraan ayah salah tentang caramu kembali kesini. Maafkan ayah”

“ga apa apa. Aku percaya kalian pasti membebaskan aku darikutukan ini. Aku juga mulai bahagia dengan kedatangan Key kesisiku”

“ibu juga bahagia. Kau harus berhati hati dengan Onew ya, dia itu anak buahnya Amandeus, dia akan terus menghalangimu. Tapi tenang sekarang kau kan punya Taemin. Dia akan membantumu juga. Baik baik ya, Geunho, ibu dan ayah sayang kamu” syuuut, mereka menghilang begitu saja.

~ ~ ~ ~ ~

Secepat kilat aku menuju halaman belakang sekolah saat istirahat. Aku dikasih tau Minho, ada hal buruk terjadi sama Key. Tentu saja dia benar

“JONGHYUN!!!” pekikku. Namja itu udah siap buat nendang Key lagi “kalo sekali lagi kau dan teman2mu berani menyentuhnya, ga akan kumaafkan”

“oh, aku tidak takut. Kau tau, ternyata tipe cowok yang kau sukai hanya seperti dia. Huh, jauh lebih gantengan aku lah” tiba tiba Jonghyun mengambil sebuah papan dan mengarahkannya ke punggung Key

“AAAAAAA” teriakanku membuat semuanya kaget. Termasuk Key. Papan itu, persis mengenai punggungku. Sakit sekali. Aku bangkit sambil menahan rasa sakit. Kutatap Jonghyun, dia seperti merasa bersalah padaku. PLLEEETAK! Sepatuku melayang ke kepalanya Jonghyun “kalian semua diem, ini urusanku dengannya”

“Geunho, punggungmuuuu” ia melangkah mundur perlahan

“kenapa? Ga berani sama aku? Oya cowo gentle kan ga boleh lawan cewe. Haha” aku tertawa garing “maksudmu apa menghajar Key? Aku tau kau cemburu! Tapi kenapa harus Key yang kena imbasnya? Ayo sekarang aku udah datang, ayo! Pukul aku! Pukul sesuka hatimu. Aku juga ga pernah minta untuk disukai orang sepertimu. Cih!”

“teman teman ayo kita pergi, Key awas kau!” teriak Jonghyun kemudian bergegas pergi

“hei Key kau masih idup kan?” kutepuk tepuk pipinya yang sedikit bengkak

“hahahaha, aku baik baik aja. Kau tadi ngapain ngelindungin aku? Mau ajdi jagoan?” Tanya Key sambil terkekeh “ayo kuantar kau keruang kesehatan, aku tau punggungmu pasti sakit” kami jalan berdampingan. Sepasang kekasih yang sama sama babak belur. Haha. Aku tak peduli orang2 melirik kami

*Ruang kesehatan*

“hm Geunho, lebih baik kau jangan kembali kekelas. Tulang dipunggungmu ada yang keseleo, kalo dipaksa bisa makin parah. Lebih baik kau disini ato kau mau minta dijemput?” Tanya suster perawat

“aku disini aja. Soalnya ada adeku, biar nanti aku pulang pas jam pulang”

“baiklah, oya kau ga boleh merubah posisi tidurmu untuk beberapa hari kedepan. Tidurlah dengan posisi tengkurep” aku mendesah dan mengangguk “Key lebih baik kau kembali ke kelas. Jam perlajaran udah dimulai. Geunho akan baik baik aja disini”

“ne, sana balik!” usirku. Aku tau dia merasa enggan pergi dari sini

“saat pulang, aku akan kesini lagi” Key meninggalkanku dengan si suster gendut ini. Sepi banget. Merananya diriku tidur tengkurep seperti ini ==’. Aku tertidur karna semilir angin masuk dari jendela dan membuat udara disekitarku jadi sejuk

~ ~ ~ ~ ~

“Geunho, Geunho. Kau ini suka sekali berantem” keluh Yoona saat pulang sekolah “kau juga Key! Malah ikut ikutan!” Key pengen kerumahku soalnya dia masih ngerjain roket itu walaupun akhirnya mereka ga jadi ikut itu lomba gara gara telat daftar. Yoona mulai dengan pidato panjangnya

“Yoona, stop! Kalo kau ngomong lagi, mulutmu akan kubekap dengan kaos kaki punya appa!” gadis kecil itu langsung bungkam dan tak berkata apa apa lagi. Aku tau betapa jijiknya dia dengan kaos kaki appa.

“ya! Geunho, Key, kalian kenapa lagi?” tereak umma saat ia melihatku dibopong Key dan melihat muka Key yang babak belur

“ga apa aapa umma, kita cuma luka sedikit kok. Key tolong anterin aku ke kamar, umma aku naik dulu ya. Yoona ayo” Key menidurkanku diranjang, dan tak lupa dia membalikkan badanku ß seperti yang disuruh si suster gendut. Aku pikir dia lupa, ternyata tidak. Lalu umma masuk kekamarku dengan membawakan teh dingin.

“umma akan menyiapkan makan malam. Tunggu sebentar ya” tinggal kami bertiga (perasaan emang dari tadi bertiga deh) Key dan Yoona mulai merakit roket yang dari kemaren kemaren belom kelar. Sedangkan aku cuma bisa berbaring tak berdaya.

Saat makan malam appa menyuruhku untuk kerumah sakit besok. Takutnya retak ato apalah itu namanya. Aku mengangguk pasrah karna Yoona, Key dan umma ikut ikutan memaksaku. Apa boleh buat

“Key,tolong lanjutin ya. Aku lupa kalo ada pr sebentar aku kerjain dulu” kata Yoona dan langsung meninggalkan Key dibalkon kamarku

“ya! Geunho, apa kau baik baik saja?” pekik seseorang “akan kuberi balasan si Jonghyun!”

“ga perlu, Minho! Aku baik baik aja, biar nanti aku sendiri yang membalasnya hahaha aku kan jagoan! Taemin mana? Tumben ga sama dia?”

“dia lagi kena hukuman gara gara maen mulu hahahahaah sukurin! Hoi, Key, sini!” Key jalan menuju Minho “kau baik baik aja kan?”

“ya seperti yang kau lihat”

“kasian sekali kalian! Jonghyun dan Jie Yaa yang merencanakan semua ini. Mereka berdua mau merusak hubungan kalian. Aku udah tau rencana mereka. Besok Geunho kau harus berhati hati soalnya kali ini, Jie Yaa dan Eun Suh akan melabrakmu”

“Jie Yaa dan Eun Suh? Ah~ nama itu lagi” keluh Key “untungnya besok kau ga masuk sekolah. Biar aku yang urus semuanya. Aku sudah cukup muak dengannya”

“kau kenal?” tanyaku heran

“tentu aja! Dari awal aku masuk, dia tuh itu kayak orang gila kalo ketemu aku terus sok deket deket gitu lagi iuuh mana bau parfumnya itu bisa bikin orang mati. Semerbak! Mending enak, ini kayak bau menyan” aku dan Minho tertawa mendengar perkataan Key itu.

Kali ini aku ga nganter Key sampe gerbang soalnya dia yang nyuruh aku buat istirahat… terdengar deruman mobil dari luar, lama lama suara itu menghilang. Seiring dengan langit yang berubah semakin gelap, aku ikut terlelap.

~ ~ ~ ~ ~

Sudah sekitar 1 bulan aku resmi jadi pacarnya Key. Hm setelah kejadian 1 bulan lalu yang mengakibatkan aku harus tidur tengkurep, Jonghyun minta maaf padaku. Tapi bocah yang satu itu dan temen se-gengnya, Jie Yaa dan Eun Suh, masih berusaha menghancurkan hubungan aku dan Key. Hahaha sayangnya itu semua ga pernah berhasil. Kadang mereka berdua dikerjain balik sama Minho dan Taemin.

Oke hari ini ada berita baik dan menggembirakan untukku. Tak sia sia aku basah karna disirem Minho pake aer. Soalnya aku susah dibangunin. Siapa yang ga susah bangun kalo baru tidur jam 5 pagi dan dibangunin jam 6??? Tapi begitu aku denger kabar dari Minho, aku tak peduli pada bajuku yang basah kuyup.

~TBC~

Freelance author

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

KISS…. ANDWAE !!!

Tittle    : KISS…??? ANDWAE..!!!

Author : Wiga

Rating : PG-15

Cast     : Choi Minho, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Taemin, Lee Jinki, Park Nada, Shim yui

Haaiii.. Haaiii (dadah dadah geje..) ^^ Ini dia satu lagi ff geje saya.. ^^ ( karena tidak ada ff saya yang tidak geje.. alias semuaanya geje) (>.<). hohoho…

cast disini, adalah cast rainbow, namun cerita ini tak ada hub nya dengan sekuel rainbow..

ok.. happii reading.. ^^

***

“ Annyeong haseyo, nama saya Park Nada, senang berkenalan dengan kalian semua..”

terlihat seorang anak perempuan berambut sebahu,  dengan gugup mengucapkan salam dan memperkenalkan diri.

“ Park Nada, kamu duduk di bangku kosong baris belakang” kata Pak guru Lee Teuk menunjuk bangku kosong di dekat jendela..

“ Ne..” jawab Nada pelan.

Nada segera melangkahkan kaki nya ke tempat ditunjukkan oleh leeteuk.

“ Annyeong Nada.. I’m Shim yui.. Nice to meet you..” bisik seorang yeoja berambut panjang yang luar biasa cantik duduk disamping Nada.

Nada memandangnya sebentar kemudian tersenyum, “ nice to meet you too..” bisiknya.

“ kalau kamu butuh apa-apa, jangan sungkan minta tolong padaku ya.. aku ketua kelas disini..” kata yeoja itu  sambil mengedipkan sebelah matanya.

“ ne..” jawab Nada pelan.

kemudian ia segera mengeluarkan bukunya, dan memperhatikan Pak guru Lee teuk yang sedang menerangkan pelajaran, tanpa Ia sadari Shim yui  terus mengamatinya.

***

Saat waktu istirahat tiba, Nada menyempatkan diri untuk mengelilingi sekolah, ia berjalan pelan pelan menyusuri lapangan basket, perpustakaan, kantin sekolah, ruang audio visual, kolam renang indoor, ruang seni, ruang computer, ruang badan kesiswaan, dan laboratorium.

bel berbunyi, tanda pelajaran akan dimulai. Nada masih berada di luar perpustakaan, tampak nya Ia tersesat karena sekolah ini sangatlah luas dan ia tidak ingat arah untuk kembali ke kelasnya.

“ Adduuuh, pelajaran sebentar lagi dimulai.. dan aku masih tersesat disini.. ya tuhan.. aku harus bagaimana?? harus nya tadi aku tidak menolak ajakan yui untuk menemaniku berkeliling sekolah.. dasar Nada Pabbo!!” umpatnya dalam hati.

“ Bruukk…”

“ AAhhhhh….”

karena menunduk saat berlari, Nada tak sengaja menabrak seorang namja berambut kuning mencolok yang kebetulan sedang lewat dikoridor itu. Nada menabrak Namja itu dengan keras sehingga namja itu terjatuh kebelakang dan Nada pun ikut terjatuh tepat diatas nya.

“ Mianhae..” kata nada pelan sambil berusaha berdiri, kini ia merasakan muka nya memerah.

Namun namja itu memegang punggung Nada dengan erat, sehingga Nada tidak bisa berdiri.

Namja itu terus melihat Nada..

“ Lepaskan!! mengapa kamu menahanku..!! aku mau  ber..”

“ CUP..”

Kini namja itu dengan sengaja menarik leher nada kearahnya sehingga bibir mereka berdua pun saling menempel.

“ mmmhhh hhpppsss…” jerit nada kencang, namun tidak ada satu pun yang mendengar karena dikoridor itu hanya mereka berdua.

“ mmmhhh..  ku bilang lepaass!!” kini Nada bisa melepaskan bibirnya dari namja itu, ia berontak sampai akhirnya namja itu melepaskannya.

Nada cepat-cepat berdiri, begitu pun namja itu.

“ PLAAKK!!!”Nada menamparnya kencang.

Namja itu memegang pipinya yang kini kemerahan dan meringis.

“ DASAR MESUM!!! “ Teriaknya kencang.

Tapi namja itu hanya tersenyum dan memandangnya.

Nada segera berlari meninggalkan nya, Ia berjalan menunduk dan memegang bibirnya.

“ Oh Tuhan .. First Kiss ku….. Dia sudah mengambilnya..” desahnya perlahan.

Tiba-tiba namja berambut kuning itu sudah berada dihadapannya.

“ Jadi ini juga First kiss mu?? “ tanya nya kepada nada.

Nada hanya memandangnya dengan tatapan sebal, kemudian membalikan badannya dan berlari lagi.

“ Heey!! Tunggu!! Kau belum jawab pertanyaan ku!! Ini First Kiss mu juga??”

Namja itu itu berlari dan memegang lengan Nada.

“ Lepaskan aku!!”.

“ Tidak!! sebelum kau jawab pertanyaanku”

Nada diam saja, ia membuang mukanya menghindari tatapan namja itu.

“ Mengapa kau diam saja?? jadi benar, yang tadi itu ciuman pertama mu??” tanya namja itu penasaran.

“ Yang tadi itu kecelakaan!! bukan ciuman!! sekarang lepaskan aku!!” kata Nada galak.

“ Tapi tadi kau bilang itu first kiss mu?? aku mendengarnya kok!!” kata namja itu lagi.

“ First Kiss ku atau bukan, itu bukan urusan mu!! Sekarang lepaskasn aku!!” jerit Nada pelan.

“ Yaa jelas itu urusan ku!! karena itu juga First Kiss ku!! Kau harus bertanggung jawab !! aku mau sekarang kau jadi pacarku!!”

“ Apa kau gila?? kau yang menarikku saat aku ingin berdiri!! itu semua salah mu!!”

“ Tapi Kau yang menubrukku hingga aku terjatuh!! kau harus jadi pacarku!! aku Kim Jonghyun Kelas 3-B, Siapa namamu? kelas berapa?” tanya namja itu.

Nada kehilangan kesabarannya, ia segera menendang tulang kering namja itu dan menghentakkan tangan nya hingga terlepas dari genggaman tangannya  kemudian segera berlari sekencang-kencangnya.

“ Awwwww…Kenapa kau me… YAAAA!! JANGAN KABUR!! KAU HARUS TANGGUNG JAWAB!!!”

***

“ Ya tuhaann.. namja itu!! namja berambut kuning norak itu!! ya Tuhann aku benci, aku benci, aku benci,aku benci diaaaa…” kata Nada dalam hati sambil terus berlari.

ia berlari menyusuri lapangan basket, tiba-tiba ada bola basket melayang ke arahnya..

“ JDAAKKK”

pandangan nya langsung gelap.

***

Namja itu memperhatikan Nada yang sedang tertidur. “ Gadis ini….mirip sekali dengan Hyeo Jun….” gumam namja itu dengan suara beratnya. Ia merogoh kantongnya dan mengambil dompetnya, kemudian mengeluarkan selembar foto dari dalam dompetnya.

“ Mirip sekali….” bisiknya, sembari membandingkan wajah Nada dengan wajah yeoja yang ada di foto tersebut. Entah mengapa ada perasaan rindu yang amat besar yang dirasakan oleh namja tersebut saat memandang Nada.

Ia mendekatkan wajahnya ke wajah nada perlahan. Nada terbangun, ia merasakan sesuatu yang basah menyentuh bibirnya.  Perlahan-lahan ia membuka matanya, tampak wajah seorang namja yang hanya terpaut beberapa cm dari wajahnya, sedang mencium bibirnya.

“ TIDAAAKK” teriaknya kencang.

namja itu terkejut, ia segera membekap mulut nada.

“ mmmphhh.. mpphhh..” nada berusaha berteriak.

“ ssstt… jangan teriak… ssstttt… kumohon jangan teriak..” kata namja itu panik.

“ mmmpphhhhhh.. mmpppsssss..”

“ sstt.. aku janji akan melepaskanmu, tapi kumohon tenang.. jangan teriak..” bisik namja itu menenangkan nada.

Nada berhenti teriak, ia menatap namja itu tajam.

Namja itu sangat tinggi, dengan muka tirus dan hidung sangat mancung sangat serasi dengan kedua matanya yang besar.

“ Kau sudah tenang sekarang??” bisiknya.

Nada mengangguk pelan, kemudian namja itu melepaskan tangan nya dari mulut Nada.

Nada berusaha berdiri namun kepalanya terasa berat, Namja itu membantunya berdiri.

“ PLAAAAAKKK”

Nada menamparnya keras, namja itu kelihatan kaget.

“ KAU!!! BERANI-BERANINYA KAU MELAKUKAN INI PADAKU!! DASAR MESUM!! “ Teriak nada, air matanya mulai mengalir. perasaannya campur aduk kini, marah, takut, kesal, semua bercampur jadi satu.

“ mianhae, aku..” namja itu berusaha menjelaskan pada nada, namun nada segera berlari meninggalkan UKS tersebut.

“ Tunggu sebentar!! hey!! ini tidak seperti yang kau pikirkan!!”

***

Ia berlari cepat, sambil menghapus air matanya.

“ Pabbo!! namja itu!! Tidak sengaja!! Apanya yang tidak sengaja!! sudah jelas-jelas dia… AAissshh aku benci,aku benci,aku benci… apakah semua namja disini mesum semua?? ya tuhaann…

ngomong-ngomong Ini dimana?? .. aku tersesat lagi.. sudah 2 jam aku tidak masuk kelas tanpa keterangan,, aku harus bagaimana..?” kata Nada dalam hati.

ia melihat kesekelilingnya, ia benar-benar tidak tahu sekarang ia ada dimana.

“ ruang auditorium..” gumamnya pelan.

Nada berjalan perlahan-lahan menyusuri ruang auditorium, perutnya terasa sangat lapar, ia melihat ada toilet disebelah ruang auditorium, segera ia memasuki toilet itu.

“Aku mau kita putus!!”

“ ANDWAE!!”

Ia melihat seorang yeoja dan seorang namja sedang bertengkar di dalam toilet.

“ Ooooh mianhae….” kata nada pelan sambil membalikkan badan hendak keluar dari toilet.

“ Tunggu Jagia..” Namja itu memegang tangan Nada dan menariknya.

“ Lihat!! aku sudah punya pacar lagi!!” Kata namja itu kepada yeoja di depannya.

“ eehh??” nada merasa bingung ketika namja itu mengakui nada sebagai pacarnya.

“ Kau tega, Kibum” Kata yeoja itu dengan mata berkaca-kaca.

Nada melihat mereka berdua dengan pandangan bingung.

“ mmmm…” ia hendak bicara namun yeoja itu berbicara terlebih dahulu.

“ Apa benar kau pacarnya Kim Kibum??”

“ mmmm Ann..” nada ingin menjawad ‘Anni..’ Namun namja itu memotongnya.

“ Tentu saja ia pacarku!! jika tidak, tidak mungkin mungkin aku memanggilnya jagia!!” kata namja itu keras.

“ Iya kan jagia??” tanyanya lembut kepada nada sambil menatapnya tajam, mata tersebut bagaikan bicara ‘awas jika kau bilang tidak! aku akan membunuhmu!!’

“ Ne.. “ jawab nada dengan suara yang sangat pelan. bahkan ia sendiri hampir tidak bisa mendengarnya.

“ AKU TAK PERCAYA..!!!” kini yeoja itu berteriak.

“ KAU HARUS PERCAYA!!! KALAU DIA ADALAH JAGIA KU !!!” namja itu tak mau kalah, ia juga berteriak.

Nada terkejut, ia memandang namja disebelahnya.

“ Orang ini.. kurang ajar sekali dia, berani membentak seorang wanita.. dasar tidak punya perasaan, aiishh.. aku harus ke kelas sekarang, tapi gara-gara namja ga jelas ini aku jadi terlibat dalam masalahnya..” sungut nya dalam hati. perlahan ia berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman tangan namja itu, namun namja itu malah semakin mengeratkan genggamannya.

“ KALAU BEGITU BUKTIKAN!!!!!!” jerit yeoja itu.

“ Baik jika itu maumu..” desis namja itu pelan. Ia langsung menarik paksa Nada kedalam pelukannya, dan menahan kuat kepala Nada. bibirnya mengarah ke bibir Nada.

“ CUP..”

Namja itu mencium Nada kuat-kuat.

“ mmmhhhhhsss” Nada berusaha melepaskan diri darinya.

“ KAU JAHAT SEKALI KIM KIBUM!!!!” Teriak yeoja itu sambil berlari keluar toilet.

“ mmmhhhssss” kini nada mencoba berteriak sambil memukul-mukul dada namja tersebut.

Namja tersebut akhirnya melepaskan nada dari pelukannya.

Nada mundur beberapa langkah, tangan nya refleks menutup bibirnya.

“ Hey.. Kau tidak apa-apa??” tanya namja itu kepada Nada.

“ Kau…” bisik nada pelan. ia kehilangan kata-kata ia merasakan kini kedua lututnya gemetar.

“ gomawo.. kau sudah menyelamatkan ku dari gadis gila itu, yah.. kau tau sendiri kan resiko orang tampan selalu menjadi..”

“ keluar..” bisik Nada pelan.

“ wae??”

“ keluar..”

“ Kau mengusir ku??” tanya namja itu tak percaya.

“ AKU BILANG KELUAR!!!” teriak Nada histeris, ia tak habis pikir namja didepannya bahkan tidak mengucapkan ‘maav’ untuk apa yang diperbuatnya barusan.

“ Yaa!! kau pikir siapa dirimu berani mengusirku!!!! kau tak kenal aku?? aku Kim Kibum, Kim Heechul adalah ayahku!! ia pemilik sekolah ini, Kau tau!! dan harusnya kau bersyukur karena  aku adalah satu-satunya orang yang tampan..”

“ PLAAKKK!!!!”

Nada menamparnya keras, saking keras nya ia bisa merasakan telapak tangan nya panas.

“ Kau!!!” Namja itu melangkah mundur sambil menatap nada marah.

“ Ku bi lang ke lu ar se ka rang kau mem bu at ku MUAK!!!!!!!!!!” kali ini Nada sudah tidak bisa mengendalikan emosi yang sedari tadi di pendamnya.

Ia menangis tanpa mengeluarkan suara. matanya merah dan bibirnya bergetar, ia terus memandang namja dihadapannya.

“ dengar!! tak semudah ini aku melepaskan mu.. lihat saja nanti..!!” ancam namja itu, kemudian ia segera keluar dari toilet dan membanting pintunya.

***

Nada melihat wajahnya di cermin besar.

“ ya Tuhan, kacau sekali..” desisnya pelan.

Rambutnya yang tadi pagi masih rapi sudah kusut tidak karuan, jepitan bintang yang ia pakai tadi pagi juga hilang entah kemana.

Nada membasuh mukannya dan merapikan rambutnya dengan tangan.

hari ini adalah hari pertamanya bersekolah di sma elit ini, namun entah kenapa, hari ini seperti nya dewa kesialan sedang senang bersamanya.

ia memandang bibirnya yang kini kemerahan.

“ Yaa tuhaaaann…. mengapa nasibku seperti ini..” desahnya sambil terus membasuh bibirnya dengan air, sesekali ia menggosoknya dengan tangan nya.

ia bermaksud untuk membersihkan bibirnya, karena ia merasa sangaaat kotor akibat ciuman  yang terakhir, namun akibatnya malah bibirnya semakin merah karena ia terlalu lama menggosoknya.

“ Namja berambut kuning itu, kemudian namja bermata besar, dan yang terakhir namja berwajah devil kurang ajar itu.. tidak,tidak,tidak bukan hanya dia, semuanya kurang ajar.. dan menyebalkan!! aku benci sekolah disini!!”

***

Sekitar setengah jam mengurung dirinya di toilet, Nada melangkah pelan keluar. ia berjalan menyusuri ruang musik, ruang laboratorium, dan perpustakaan.

Namun tetap ia tak berhasil menemukan ruang kelasnya.

terdengar suara derap kaki seseorang, nada membalikkan badannya kearah suara itu berasal. dilihatnya seorang namja berlari cepat kearahnya, kedua tangan nya memegang setumpukkan buku yang kini hampir jatuh.

“ AWWAAAASSS MINGGIIIRR!!!!!!!” Namja itu berteriak padanya.

Tiba-tiba..

BRUKKK..

Nada terlambat menghindar, ia terjatuh, dan namja itu juga terjatuh menindihnya.

Nada memejamkan matanya, ia merasakan rasa sesak yang luar biasa di dadanya.

“ CUP..”

Nada merasakan bibirnya menyentuh sesuatu yang hangat dan lembut..

Ia membuka matanya,

“ Mmmmmppphhhh….TIDAAAKKK!!!!” teriaknya kencang.

Namja itu kaget dan langsung berdiri, ia mengarahkan tangan nya kepada nada dengan maksud untuk membantu Nada berdiri. namun nada mengabaikannya.

“ Mianhae..” kata namja itu sambil menatap nada gugup.

Nada memandang namja itu dengan tatapan tidak percaya.

“ Bagaimana mungkin.. empat kali..” desahnya pelan.

“ Mianhae.. aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu..” lanjut namja itu  dengan muka innocent.

Nada bingung pikirannya kacau, ia tidak tau harus berkata apa. ia berbalik dan melangkah pelan.

“ Tunggu, mmmm tunggu…..” kata namja itu memegang tangan nya.

nada berhenti berjalan.

“ Aku Lee Taemin, siapa namamu??” kata namja itu kemudian.

“ Yaaa Tuhan.. Ini pasti mimpi.. Tolong bangunkan aku..” bisik Nada lemah.

Seseorang yang bernama Taemin itu memandangnya heran.

“ Maaf??  tadi kau ngomong apa??” tanya nya.

Nada tak ingin menjawabnya, ia menarik tangan nya dari tangan Taemin dan langsung berlari menjauhinya.

“ TUNGGU YAA!!! JANGAN PERGI!!!”

***

Nada berjalan lemah entah menuju kemana. pandangan nya tidak focus,

“ Yaa Tuhaaaannn.. bagaimana ini… bagaimana aku dapat menjalani hari-hari ku disini?? bagaimana jika aku bertemu mereka lagi?? tolong buat aku hilang ingatan Tuhaaann.. ku mohon..” bisiknya lemah.

Kini ia berjalan lagi menyusuri ruang musik, tiba-tiba ada seseorang menepuk bahunya.

“ heyy.. kau bolos dari kelas ya??” kata seorang namja yang seragamnya sama seperti dia, namun di dada kirinya ada name tag yang bertuliskan ‘Lee Jinki :ketua OSIS’.

“ Andwae.. aku hanya tersesat.. aku tidak tau jalan ke kelasku..” Nada menjawab terbata-bata.

“ Bohong!! ayo ikut aku!!” kata namja itu tajam kemudian memegang tangan nada dan menariknya.

“ aku tidak bohong, tolong lepaskan aku!! aku bersumpah aku tidak bohong” kata nada pelan,

“ Jangan kira aku percaya padamu..” kata namja itu tegas.

Mereka berdua berjalan entah kemana, tiba-tiba di ujung jalan terlihat Pak guru Leeteuk.

Namja itu menghentikan langkahnya tiba-tiba, kemudian ia berbalik arah dan berlari kencang.

“ Heey.. Lepas.. mengapa kau berlari..” kata nada terengah-engah, namja itu masih memegang erat tangannya sehingga mau tak mau Nada mengikutinya berlari.

“ Berhenti!! Kalian berdua membolos ya!!” teriak Pak guru Leeteuk dari kejauhan.

Namja itu makin mempercepat larinya, sementara Nada sudah tak sanggup berlari lagi.

“ aku…..hhhhh… aku.. punya.. asma… hhhhh.. aku… hhhh… ga kuat… hhh…”

Nada mulai kehabisan napas, ia sudah tidak sanggup berlari lagi.

Namja itu terlihat bingung kemudian ia melihat ada lemari tempat menyimpan sapu dan alat-alat kebersihan lainnya, ia bergegas membuka pintu lemarinya.

“ Untung tidak terkunci.. Masuk!!” perintah namja itu kepada Nada.

Nada melihat lemari itu, lemari itu sangat kecil, tidak cukup untuk 2 orang, ia menggeleng tajam.

‘MASUK!! CEPAT!! NANTI LEETEUK MENEMUKAN KITA!!” bentaknya kepada Nada.

“ hhhh… aku.. hhh.. tidaakk.. hhhh” nada memegang dadanya yang mulai sesak.

“ AAAHH Kamu terlalu lama berpikir!!”

kini namja itu menyeret Nada kedalam lemari dan ia pun juga masuk dalam lemari itu, dan langsung menutup pintunya.

Kini Nada dan Namja itu berdiri berhadapan, mereka sangat dekat, hingga Nada dapat mencium bau parfum namja itu.

“ hhhhh…hhhhh….hhh aku.. ga.. hhh bisa.. nafas.. hh disini.. pengap” bisik Nada.

Namja itu segera membekap lembut mulut Nada dengan tangannya.

“ sstt.. jangan berisik, atur napasmu pelan pelan” namja itu mendekatkan wajahnya pada Nada.

“ Siall.. dimana mereka..!!” terdengar suara Pak guru Leeteuk dari luar lemari.

Nada menahan napasnya, hatinya berdebar kencang. seumur hidupnya baru kali ini ia merasa sangat takut tertangkap oleh gurunya sendiri.

Namja itu menempelkan telunjuknya dibibirnya, sebuah isyarat agar nada tidak membuat suara. nada mengangguk pelan tangan kirinya memegang tangan namja itu yang dari tadi membekap mulutnya.

namja itu menggeleng, kemudian berbisik ditelinganya “ andwae..ga akan ku lepaskan, aku ga mau kamu membuat suara yang bikin leeteuk menemukan kita..”

Nada menunduk, ia lelah berdebat dengan namja ini. Ia mulai mengatur napasnya pelan-pelan, namja itu terus memperhatikannya.

hampir 10 menit mereka terdiam di dalam lemari, suara Pak Guru Leeteuk pun sudah tak terdengar lagi.

“ mmuukkaaannggannmmuu” kata nada pelan.

namja itu melihatnya bingung, kemudian melepaskan tangannya dari mulut nada.

“ buka pintu nya..” kata nada memohon.

“ andwae..” namja itu menolak untuk membukakan pintu.

“ Wae?? pak guru Leeteuk sudah tidak ada..” bisik Nada heran.

“ Tidak mau, sebelum kau berterima kasih padaku..” kata namja itu lagi.

“ Terima kasih untuk apa??” tanya Nada tak mengerti.

“ Terima kasih karena aku telah menyelamatkan mu dari Leeteuk”

“ HAAA?? menyelamatkan ku?? kau yang menarikku ke sini!! harusnya kau yang minta maaf padaku!!” bisik Nada ketus.

“ Kalau kau tidak bilang terimakasih, pintu lemari ini tidak akan ku buka, biar kita terkunci disini sampai malam.” Ancam Namja itu.

Nada melihat kedua mata Namja itu, tampak nya ia serius.

“ Baiklah.. Gomawo..” kata Nada pelan.

“ Gomawo saja tak cukup..” katanya.

“ Lalu kau mau apa lagi??” tanya nada tidak sabar, kakinya sudah sangat pegal karena berdiri terlalu lama.

“ CUP”

Tiba-tiba namja itu menciumnya dalam, kemudian ia membuka pintu lemari dan langsung berlari keluar.

Nada berdiri membeku.

***

“ Kau habis dari mana Nada??” Kata Yui ketika Nada sudah berhasil masuk ke kelasnya.

“ Molla” Jawabnya lemah.

“ Heyy.. Kau kenapa?? Kau sakit??” Tanya yui lagi sambil memegang kening Nada dengan telapak tangannya.

“ Anni..”  kata nada sambil menggeleng.

“ Btw, tadi kamu direkomendasikan oleh teman sekelas untuk mengikuti paduan suara, kamu ikut yaa.. latihannya nanti sehabis pulang sekolah, kamu satu tim dengan ku Nada..” kata Yui bersemangat.

Nada terdiam sejenak..

“ Mianhae.. Aku tidak bisa yui, aku lelah sekali hari ini..” tolak Nada halus.

“ Ayolah Nada, Tidak akan lama kok, paling hanya satu jam, nanti pulangnya aku antar sampai rumah.. yaa..” kata yui memohon.

“ Jangan menolak ya..” kata yui sambil menepuk pelan pundak Nada.

Nada tidak mempunyai pilihan lain.

***

Sepulang sekolah,

Yui dan Nada berjalan bersama ke ruang musik, tampak beberapa anak sudah berkumpul diruang tersebut.

“ Nada, semangat dong jangan lesu begini..” kata Yui sambil membuka pintu.

Nada tersenyum lemah, ia mengikuti temannya memasuki ruang musik tersebut.

“ HAAII… “ Terdengar suara beberapa namja menyapa yui dan menghampirinya.

Nada diam membeku saat melihat lima orang namja dengan wajah yang sudah tidak asing, menghampirinya.

keringat dingin nya menetes.

“ Nada kenalkan, ini teman-temanku..

Yang berambut pirang ini, namanya Jonghyun, dia anak club drama..

Yang tinggi, namanya Minho, ia dari club basket..

Yang tampan ini, ehm anak pemilik sekolah..

Yang membawa buku, Lee Taemin.. Ia anak science club..

Dan yang ini, ketua osis kita, Lee Jinki..”

Pandangan Nada lansung gelap..

“ Nada.. Yaa!! Nada..! Kamu kenapa??”

FIN

Hahahahaha….

Miaann kalo ff saya kali ini sedikit ehm…. ^^ (alias GEJE)

gomawo udah baca..

P.S: INET KU EROR.. OTAKKU EROR.. DAN PAS AKU MASUKIN FF INI UDAH MALEM… JADI GAK SEMPET POST LAGI…

UNTUK SEMENTARA INI DULU.. NANTI KALO AKU UDAH PULANG SKUL BARU AKU PUBLISH FF LAGI ^.^

MAAF YAH KALO BIKIN KALIAN MENUNGGU… HOHOHOHO

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF