Love Me – Part 3

Main Cast: Kim Kibum.

Support Cast: Shinee member, Super Junior, Nichkhun 2PM, others

Cha Rin POV

Aku bersembunyi dibalik badan Minho oppa yang memang tinggi dan bidang saat rombongan 2PM berjalan melewati kami. Aku sedang tidak ingin melihat wajahnya saat ini. Melihat wajahnya membuat hatiku perih. Aku sudah mulai bisa melupakan kejadian beberapa tahun lalu.

“Waeyo?” Minho oppa terlihat keheranan dengan tingkahku.

“Anio. Aku kediniginan” elakku. Aku menggosokkan kedua tanganku agar terlihat benar –benar seperti orang kedinginan

“Haish, bilang saja kau gerogi bertemu dengan Sungmin hyung kan?” ia merangkul pundakku.

“Kau tau saja.. Hehe” aku nyengir sekenanya.

Aku masih terus berjalan sampai mereka semua masuk ke sebuah ruangan yang ternyata banyak sekali orang didalamnya. Aku masuk paling akhir. Ketika yang lainnya sudah duduk aku masih termangu ditempatku. Memandangi pemandangan yang sungguh indah.

Park Jung Soo, Kim Heechul, Shin Dong Hee, Kim Jong Woon, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Lee Hyuk Jae, Lee Donghae, Cho Kyuhyun,…… LEE SUNGMIN! Ketika melihat orang terakhir yang kuhitung. Aku terdiam membekap mulutku. Ya Tuhan terimakasih! Terimakasiiiih..!!

“Sudah kubilang jangan berbuat macam – macam” Minho oppa menarikku untuk duduk disampingnya.

“Minho-ya, ini sepupumu yang kau ceritakan kemarin?” Tanya Eunhyuk oppa.

“Ne, hyung.” Jawab Minho oppa.

“Annyeong haseyo, Lee Hyukjae imnida. Panggil aku Eunhyuk” ia tersenyum.

“Ne. Anyyeong haseyo, Choi Cha Rin imnida”

Setelah berkenalan dengan Eunhyuk oppa, aku dikenalkan juga dengan para member Super Junior lainnya. Ya, tentu saja, termasuk Sungmin oppa! Ia sangat – sangat ramah. Lebih dari yang kubayangkan. Senyumnya, lebih mempesona dari yang di foto.

Perkenalan tadi tidak berlangsung lama, karena ternyata acara sudah akan dimulai. Pertama dibuka dengan penampilan Super Junior dengan lagu terbarunya, yang sudah kupakai sebagai ringtone, Miinah. Kemudian SNSD, f(x), SS501, DBSK, 2AM, 2PM, kemudian Shinee.

Aku tidak melihatnya di tempat duduk penonton. Aku melihatnya dari belakang panggung. Masih bisa terlihat jelas bagaimana mereka menggerakkan badan mereka. Walau aku tidak bisa melihat wajahnya, kan aku dipunggungi.

“Hey Cha Rin!”

“Nichkhun-ssi” aku menjawab seadanya.

“Kumohon jangan bersikap seperti itu padaku Cha Rin-ah, aku tersiksa melihatmu seperti itu” ia mencoba menggenggam tanganku tapi aku menolaknya.

Tersiksa kau bilang? Lebih tersiksa mana, kau? Atau aku yang kau duakan dengan wanita lain? Aku yang berusaha mati-matian mengunjungimu di Thailand sewaktu badanku masih belum sembuh dari sakit. Sampai aku membantah perkataan ibuku sendiri hanya untuk dirimu. Namun apa yang kudapat saat aku sampai disana? Kau. Sedang berpeluk mesra dengan wanita lain. Bisakah kau bayangkan betapa tersiksanya aku Nichkhun?

Aku tidak menjawab perkataannya barusan, mencoba untuk menahan air mata yang sudah mau keluar.

“Kau melihatku tadi tidak? Eh. Annyeong hyung” ujar Minho oppa yang tiba – tiba ada dibelakangku.

“Annyeong Minho. Kau kenal dengannya juga?” Tanya Nichkhun

“Ne. Dia kan sepupuku.”

“Mwo? Jinca?”

Minho oppa mengangguk. Aku muak mendengarkannya berbicara. Rasanya aku ingin pergi saja.

“Oppa, aku ingin melihat Taemin dulu. Annyeong!”

Aku berpamitan dengan kedua orang itu tanpa melihat kearah mereka. Aku ingin menangis lagi. Ah jangan Cha Rin! Kau tidak boleh menangis hanya karena orang seperti itu. Anio.. Aku berlari entah kemana, mencari tempat untuk menyendiri. Entah beberapa orang yang sudah ku senggol atau tidak sengaja ku injak kakinya dari tadi. Benar-benar tidak peduli, karena aku memang berjalan menunduk untuk menutupi mataku yang mulai memerah. Sampai aku benar – benar menabrak seseorang..

“Cha Rin-ah, gwenchana?” Tanya orang itu.

Aku menaikkan wajahku untuk melihat karahnya, “Ne, Nan gwenchana oppa”. Aku mencoba tersenyum sambil masih mengusap-usap mataku yang sudah tidak tahan lagi untuk menangis. Luka itu sudah terlalu dalam membekas dihatiku.

Ia memelukku. “Menangislah jika kau memang ingin menangis. Tidak baik jika ditahan” aku merasakan tangannya yang hangat mengelus-elus punggungku. Nyaman sekali rasanya.

Key POV

Aku berada sendirian diruang rias, sedang mencari ikat pinggangku yang hilang entah kemana. Tiba-tiba seseorang menabrakku. Ia mengusap-usap matanya yang memerah, sepertinya ia hampir menangis.

“Cha Rin-ah, gwenchanayo?” tanyaku.

Ia yang melihat kearahku sambil masih mengusap-usap matanya. “Ne, Nan gwenchana oppa” ia tersenyum sekilas. Tapi aku tahu, itu senyumnya yang dipaksakan.

Aku memberanikan diri untuk memeluk tubuhnya, “Menangislah jika memang kau ingin menangis. Tidak baik jika ditahan” ujarku. Ia menangis sejadi-jadinya dipelukanku. Mungkin ini bukan saat yang tepat untuk bertanya kenapa. Tapi aku yakin saat ini, ia sedang membutuhkan seseorang untuk menumpahkan segala perasaannya.

Ia mengatakan sesuatu dalam bahasa Indonesia. Walaupun aku tidak mengerti, kurasa itu adalah kata cacian kalau didengar dari nada yang ia sampaikan. Tiba-tiba ia terdiam, dan jatuh lemas dipelukanku.

~~~

Cha Rin POV

Saat aku berusaha membuka mataku, aku sadar bahwa aku sudah tidak berada di acara KBS lagi. Dimana aku? Kamar bernuansa oranye. OMO. INIKAN KAMARKU? Aku melihat baju yang aku kenakan. OMO. SUDAH BERGANTI? Tunggu, siapa yang mengganti? Semua yang tinggal disini kan.. Laki – lakii.. Jangan – jangan..

“AAAAAA~!!”

Seketika itu Minho, Onew, dan Jonghyun oppa masuk kekamarku berbarengan.

“Gwenchanayo Cha Rin-ah?” Tanya Onew oppa dengan muka paniknya.

“Mengapa aku ada disini? Bajuku..? Kenapa..begini?”

“Haish! Kukira apa” ia tersenyum manis, ”Ayo Jonghyun. Biar oppanya saja yang menjelaskan.” Onew dan Jonghyun oppa keluar dari kamarku.

“Mengapa aku ada disini?” tanyaku masih dengan pertanyaan yang sama. Sementara yang ditanya masih diam saja di gagang pintu.

“Semalaman kau pingsan”

“Mwo? Pingsan?”

Minho oppa menutup pintu kemudian duduk di sisi tempat tidurku. “Ne, tadi malam kau tidak sadarkan diri. ”
“Lalu bagaimana aku bisa ada disini?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentusaja aku yang membawamu kesini. Kau pikir siapa?”

“Bajuku..?” aku memandang kearah pakaian yang aku kenakan.

“Kami sampai harus menelepon Bibi Gum untuk menggantikan bajumu” jawabnya dingin.

“Kenapa kau galak seperti itu?” aku agak sungkan untuk melihat kearah wajahnya.

“Kau tidak tau betapa paniknya aku tadi malam! Mengapa kau tidak bilang kalau kau belum makan? Aku sudah merasa bersalah!”

“Mwo? Belum makan?”

“Ya! Kalau Key tidak menceritakannya padaku, manakutahu kau belum makan dari siang!”

Key oppa? Yaampun.. Kemana dia? “Oppa..” aku memeluknya sebentar “Gomawo sudah menjagaku, maaf sudah merepotkanmu semalam”

Ia menghela napas, kemudian tersenyum. “Kau memang selalu merepotkanku, tapi., chonmaneyo dongsaeng” jawabnya sambil mengelus rambutku lembut. “Kau tau? Tadi malam Nichkhun hyung juga panik melihatmu saat digendong oleh Key dalam keadaan pingsan. Ia sudah dekat denganmu ya?”

Haish, aku tidak jadi sayang padamu Choi Minho! “Mungkin. Kau tanyakan saja padanya. Aku lupa”

“Dasar kau ini. Aku keluar dulu. Ingin bertanding Winning Eleven dengan Taemin.” Ia berjalan menuju pintu.

“Kemana Key oppa?” tanyaku pada diri sendiri. “Belanja” ternyata Minho oppa masih bisa mendengarnya.

Aku mengingat-ingat kejadian tadi malam. Dimana aku menangis dipelukan Key oppa. Ia mengelus-elus punggungku sambil berusaha menenangkanku. Sampai akhirnya aku pingsan dipelukannya. Lalu kata Minho oppa, Key oppa yang menggendongku. Aigoo! Sungmin oppa pasti melihatku pingsan semalam!

~~~

Key POV

Aku bangun lebih pagi dari biasanya hari ini.  Aku ada jadwal. Mungkin sebelum berangkat aku bisa membuatkan makanan untuknya. Eh, kenapa aku bisa seperhatian ini kepada seorang yeoja? Entahlah. Rasanya aneh. Tadi malam aku ingin ikut menangis saat melihatnya menangis.

Saat aku keluar kamar, aku melihat kearah kamarnya. Rasanya ingin sekali masuk kesana, melihat keadaannya sebentar tidak apa kan? Lagipula oppa-nya masih tidur. Kalau Minho tau, bisa-bisa ia langsung menyeretku keluar kamar.

Akhirnya aku masuk kedalam kamarnya. Kulihat matanya masih terpejam, masih terlihat kalau dia habis menangis. Aku menyentuh pipinya dengan ujung jariku, takut membuatnya bangun. Ia hanya bergerak sedikit. Menggaruk-garuk pipinya.

Setelah cukup puas memandanginya aku pergi keluar. Namun aku mendengarnya berbicara, atau lebih tepatnya mengigau..

”Pergilah.. Aku tidak ingin melihatmu lagi Nichkhun. Sudah cukup..”

Sepenggal kalimat yang membuatku benar-benar penasaran. Kenapa bisa ada nama Nichkhun hyung di mimpinya? Bukannya selama ini dia mengidolakan Sungmin hyung? Aku bahkan belum pernah mendengarnya bercerita sesuatu tentang Nichkhun Hyung. Tapi bisa saja kan mereka berhubungan? Kalau diliat dari ekspresi Nichkhun hyung tadi malam.. Benar-benar membuatku curiga. Apa mungkin mereka berpacaran sebelumnya?

~~~

Cha Rin POV

Setelah selesai mandi, Minho oppa mengajakku untuk ikut ke lokasi pengambilan gambar Dream Team. Tapi aku menolaknya karena hari ini aku mempunyai janji dengan Hyo Sung menemaninya ke suatu tempat. Ia masih merahasiakan tempatnya. Untungnya Minho oppa bisa mengerti, dia kan bukan tipe orang yang mudah mengalah seperti Onew oppa atau Key oppa.

“Hyo Sung, hari ini kita mau kemana sebenarnya?”

“Haduh. Kau lihat saja nanti, kalau aku memberitahu tempatnya padamu. Kau pasti tidak akan ikut. Yang penting, kau sudah bawa peralatan yang kusuruh kan?” jawab Hyo Sung sambil memandangi pemandangan diluar bus.

“Kamera digital, handuk kecil, topi dan kaca mata kan? Memangnya buat apa sih?” aku mengeluarkan barang-barang yang Hyo Sung suruh bawa, untung busnya sedang sepi.

“Ya Choi Cha Rin, tenang saja lah sedikit. Sebentar lagi kita sampai kok.”

Aku yang malas berdebat dengannya memutuskan untuk mengecek telepon genggamku, walaupun aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku ingin menelepon Key oppa, aku belum sempat bertemu dengannya tadi pagi. Karena Hyo Sung sudah keburu menjemputku di halte tempat biasa (dia kan tidak tahu dimana tempat tinggalku). Tapi sepertinya Key oppa bakalan sibuk hari ini, soalnya tadi aku sempat membaca jadwal masing-masing member.

“Ayo-ayo kita sudah sampai” ujar Hyo Sung saat kami turun disebuah halte

“Mwo? Ini dimana?” tanyaku bingung.

“Turun sajalaaah” jawabnya.

Aku mengikuti Hyo Sung masuk kedalam suatu tempat. Banyak sekali orang yang berada ditempat itu. Ada yang membawa spanduk-spanduk kecil bertuliskan sesuatu, entahlah aku tidak terlalu memperhatikan. Tapi ini kan tempat terbuka? Memangnya kita ingin melihat siapa disini? Eh. Setelah aku perhatikan baik-baik, banyak kamera disini. Kamera film. DREAM TEAM? OMO! INIKAN LOKASI PENGAMBILAN GAMBAR DREAM TEAM!!

“Hyo Sung-ah! Mengapa kita ke tempat seperti in?” aku mulai protes.

“Cha Rin-ah. Jangan marah padaku. Marah lah pada Choi Minho yang sudah membuatku tergila-gila padanya” jawabnya sambil terus mencari tempat duduk diantara segerombolan orang. Mencoba mengambil tempat duduk didaerah yang paling strategis.

“Haish! Baiklah, ini untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya.”

Sialnya aku hari ini, sudah bagus bisa menolak Minho oppa untuk pergi bersamanya. Eh ternyata Hyo Sung mengajakku pergi ke tempat yang sama dengan Minho oppa. Aku bisa jamin ia akan menertawakanku jika kita bertemu dirumah nanti. Mamaaaa!!

~~~

Saat aku sudah duduk, aku mulai memperhatikan orang-orang disekelilingku. Banyak yang memegang balon berwarna sapphire blue, dan pearl blue. Terus karton-karton.. Tunggu, sapphire blue? Bukankah itu warnanya Super Junior?! HAISH! YAAA..        Mudah-mudahan aku bisa bertemu dengan Sungmin oppa lagi!

“Cha Rin-ah! Cha Rin-ah! Sebentar lagi acaranya mulai! AAA!! MINHO OPPAAA!” Hyo Sung berteriak sekencang-kencangnya saat selebritis yang tergabung dalam Dream Team keluar. Aku? Tidak tertarik untuk berteriak. Masa aku harus meneriaki sepupuku sendiri? NO. Eunhyuk oppa? Nanti ia bisa kegirangan. Atau lelaki dengan rambut kuning itu? Kalau aku sudah mengerti jalur bus dari sini ke dorm, aku akan lebih memilih untuk pulang.

“YAAA! LEE SUNGMIN! SUNGMIN OPPA!” Saat team Super Junior keluar, aku berteriak. Aku akan mendukung Sungmin oppa. Tidak peduli Minho oppa akan ngambek saat aku pulang nanti. Yeay, Sungmin oppa, FIGHTING!

Mereka semua yang ada di lapangan terbuka mengedarkan pandangannya pada seluruh penonton yang menonton pengambilan gambar Dream Team. Termasuk cowok berambut kuning itu, Nichkhun. Kukira tidak akan ada yang mengenaliku, ternyata tetap saja Minho oppa mengenaliku. Ia menatapku dengan senyum ejekan. Hyo Sung terlihat kegirangan sekali saat Minho oppa melihat kearah kami. “Tuhkan apa ku bilang! Minho oppa ternyata mengenali kita” ujarnya.

Aku melihat sesi pengambilan gambar Dream Team sampai selesai, tentu saja bersama Hyo Sung. Ternyata sangat menyenangkan melihat idola sendiri beraksi didepan mata. Aku senang sekali bisa melihat Sungmin oppa melakukan lompat jauh diatas air. Walaupun akhirnya ia terjatuh. Tapi tetap saja aku bahagia. Bayangkan, ia membuka bajunya didepan kami! *meltmelt*

Saat pengambilan gambar selesai, Hyo Sung masih tidak mau pergi. Ia bilang ia ingin melihat Minho oppa dulu. Aku mengikuti kemauannya, karena entah mengapa aku memang belum mau pulang kerumah. Siapa tau saat menunggu Minho oppa aku bisa bertemu Sungmin oppa kaaan?

“Oppa, boleh kah aku minta tanda tanganmu?” ujar Hyo Sung saat bertemu Minho oppa.

Minta tanda tangan? Kenapa tidak disekolah saja sih? Aduh memalukan

Awalnya Minho oppa tidak terlalu memperhatikan kami, ia menerima saja kertas dan pulpen yang disodorkan oleh Hyo Sung. Saat ia mengembalikannya, ia mulai mengenali kami. “Kalian? Bukankah kalian satu kampus denganku kan?” Tanya Minho oppa. Pintar sekali actingnya..

“Iya, kami hoobae mu di kampus, oppa” ujar Hyo Sung, masih menebar senyum.

“Oh. Kalian kesini sama siapa?” Tanya Minho oppa lagi.

“Tadi kami kesini berdua saja naik bus.” Jawab Hyo Sung.

“Oh. Dimana rumahmu Hyo Sung?”

“Aku tinggal di Gangnam oppa”

“Gangnam? Bagaimana denganmu?” sekarang Minho oppa bertanya kepadaku.

“Dekat ap..gu..jeong” aku menjawabnya terbata-bata.

“Rumah kalian kan berjauhan? Pulang bersama?”

“Ne oppa” masih Hyo Sung yang menjawab.

“Bagaimana kalau kau pulang saja denganku? Kau yang pernah menabrakku di koridor kampus kan?” Minho oppa mengarahkan telunjuknya kearahku. Aku terlihat bingung, Hyo Sung? Masih tersenyum.

Aku diam tidak bereaksi, Hyo Sung menyikut lenganku. “Jawab iya Cha Rin-ah! Kau bisa jadi mata-mataku kaaan. Jebal Cha Rin-ah. Aku yakin ia tidak akan berbuat macam-macam padamu.” Bisik Hyo Sung. Aneh. Bukankah Hyo Sung seharusnya sedikit cemburu karena aku diajak pulang bersama oleh idolanya?

“Ne. Ne. Jika tidak merepotkan” aku menjawabnya, tidak berani menatap mata Minho oppa.

Setelah berpamitan, Hyo Sung pulang duluan. Karena jarak Gangnam dan lokasi ini cukup jauh. Sedangkan aku? Harus mengumpat dari kumpulan fans yang menunggu Minho oppa. Kemana Sungmin oppa? Ha. Aku bosan disini.

“Cha Rin-ah..” Nichkhun mengagetkan aku yang sedang terduduk di ruang ganti.

“Mau apa lagi?” tanyaku ketus.

“Izinkan aku sebentar saja berbicara padamu. Aku ingin menjelaskan masalah waktu itu padamu. Aku benar-benar tidak tau kalau kau akan datang dan mel..”

“Kalau aku tidak datang, apa yang akan kau lakukan?”

“Maaf kan aku..” ia menggenggam kedua tanganku. “Dia itu bukan siapa-siapaku, dia hanya temanku Cha Rin-ah” aku berusaha melepas genggaman tangannya. Tapi ia menahannya.

“Ya. Aku percaya padamu Nichkhun-ssi. Tapi sekarang tidak ada artinya lagi”

“Aku.. Masih menyimpan perasaanku padamu..” ujarnya

Aku tidak bisa menjawabnya kali ini. Yang ada diotakku sekarang hanya secepatnya mencari Choi Minho dan pulang. “Tolong Nichkhun. Aku sudah mulai bisa melupakan masalah itu. Kumohon jangan diungkit lagi, aku sudah tidak mau merasakan hal yang sama seperti itu. Kumohon biarkan aku pergi.” akhirnya ia melepaskan tangannya. Aku langsung pergi keluar dari ruangan itu. Mencari-cari Minho oppa yang menghilang entah kemana.

~~~

“Key oppa!” aku berteriak memanggil Key oppa saat aku baru masuk kedalam dorm.

“Kibum hyung belum pulang noona” jawab Taemin, matanya masih terfokus dengan World Cup yang sedang ditayangkan.

“Oppaaa.., dimana Key oppa?” Tanya ku pada Jonghyun oppa.

“Paling sebentar lagi pulang. Telepon saja, suruh pulang.” Ia juga sibuk dengan tv.

“Anio, aku akan menunggunya.”

Semuanya pasti sedang sibuk sekarang dengan World Cup, kecuali aku. Aku memang tidak terlalu tertarik untuk menonton kecuali team favoritku yang bertanding. Setelah aku berganti baju, aku bingung. Aku bingung dengan apa yang akan kulakukan. Biasanya kalau yang lain sedang sibuk dengan pertandingannya, Key oppa yang akan menemaniku melakukan sesuatu. Entah main game di computer, masak, belajar, main musik, bahkan soal fashion. Kemana dia?

“Annyeong !” Terdengar suara dari arah pintu. KEY OPPA!

“KEY OPPA!” aku reflek ingin memeluknya tapi tidak jadi setelah aku sadar.

“Mwo? Tidak jadi memeluk? Sini kupeluk” ia memelukku. Rasanya hangat sekali, berbeda rasanya saat dipeluk Nichkhun dulu. Tunggu-tunggu.., kenapa aku jadi membandingkannya dengan Nichkhun begini? Haish!

“Hyung! Dari tadi ada yeoja yang terus-terusan mencarimu hyung”  ujar Taemin.

“Siapa Taemin-ah?” Tanya Key oppa setelah melepas sepatunya.

“Cha Rin noona” Jawabnya.

Aku hanya bisa nyengir, “Kenapa kau mencariku? Kangen?”

“Anio. Aku..”

“Kita keluar yuk!”

Key oppa menarikku keluar, ke balkon tepatnya. Tempat favorit kami jika sedang mengobrol. Kami duduk di kursi ayunan bersebelahan. Memandang langit dan berbicara apapun yang kita ingin bicarakan.

“Jadi kau rindu padaku heh?” tanyanya lagi.

Jantungku mulai berdebar-debar, “Anio. Aku hanya ingin bilang terimakasih”

“Terimakasih?”

“Ne. Jeongmal gomawo oppa, soal kemarin. Aku, benar-benar tidak tau bagaimana akhirnya jika tidak ada oppa”

“Chonmaneyo Cha Rin-ah. Aku senang bisa membantumu. Kau kan tau, kau bisa cerita apa saja denganku jika kau mau. Bagaimana harimu?”

Aku menceritakan semuanya yang kulakukan hari ini. Kecuali bertemu dan berbicara sedikit dengan Nichkhun. Untuk masalah itu, aku memang tidak terlalu suka membahasnya dengan orang lain yang belum bisa kupercaya. Bukannya aku tidak percaya dengan Key oppa. Hanya saja.. Entahlah.

“Jadi kau bertemu dengan Sungmin hyung lagi?”

“Ya! Aduh oppa. Aku benar-benar sangat senang bisa bertemu dengannya lagi. Walaupun aku malas melihat muka Minho disana. Untungnya ada Sungmin oppa!”

“Kau dukung yang mana jadinya?”

“Tentu saja aku mendukung SuJu oppadeul!” seruku.

“Mwo? Super Junior sunbae? Jadi kau tidak mendukung Minho dan Nichkhun hyung?”

Key POV

Saat aku mengajaknya ke balkon, kita duduk dan mengobrol seperti biasa. Ia menceritakan apa yang ia lakukan hari ini. Mulai dari bertengkar dari Onew hyung yang berebut ayam dengan Taemin tadi pagi, sampai secara tidak sengaja menonton pengambilan gambar Dream Team dengan temannya yang merupakan fans Minho.

Ia terlihat senang saat menceritakan semuanya, apalagi saat menceritakan tentang Sungmin hyung. Mukanya memerah saat aku meledeknya dengan Sungmin hyung. Kemudian muka senangnya itu berubah saat aku menyebutkan nama Nichkhun hyung.

“Ne. Tentu saja aku akan mendukung Sungmin oppa, dibanding si Flaming Charisma yang suka nyebelin itu” jawabnya sambil mencoba tersenyum. Matanya tidak mengecil, itu tandanya senyum yang dibuat-buat.

“Kenapa?”

“Hmm.. Kan Sungmin oppa it…”

“Bukan. Kenapa mukamu berubah saat aku menyebut nama Nichkhun?”

“Ah… Itu.., aku memang tidak terlalu berhubungan baik dengannya” ia menundukkan mukanya.

“Ceritakan padaku jika memang kau mau. Mungkin itu bisa membantu”

Ia menghela napas panjang, sepertinya ia sedang menenangkan dirinya “Dulu.. Keluargaku tinggal di Thailand, namun ayahku tiba-tiba dipindah tugaskan ke Indonesia. Awalnya aku tidak terima karena hidupku di Thailand sudah bisa dibilang.. hampir sempurna. Aku mempunyai teman banyak, dan mempunyai kekasih yang sayang padaku. Namun ayahku memaksa untuk pindah. Akhirnya aku pindah ke Jakarta. Kemudian..”

Kudengar ia berusaha mengatur nafasnya agar tidak menangis. Aku mengusap-usap bahunya. “Tidak usah dilanjutkan kalau kau tidak mau..” ujarku padanya.

“Tidak. Untuk apa aku menangis hanya karena dia?” ia mengatur nafasnya lagi. “Kemudian, selama beberapa minggu aku putus hubungan dengan kekasihku di Bangkok. Saat itu aku sedang sakit, dan aku tetap ingin untuk kembali ke Bangkok. Namun sayangnya, saat aku kembali ke Bangkok. Aku melihatnya sedang berpelukan mesra dengan perempuan lain. Dan aku..” ia tidak melanjutkan kata-katanya lagi.

“Kekasihmu itu.. Nichkhun hyung?”

“Ne..”

Ia menangis sekarang. benar-benar menangis. Mungkin aku belum pernah merasakan apa yang dia rasakan sekarang. Tapi aku mungkin sedikit bisa mengerti bagaimana rasanya di khianati oleh seseorang yang benar-benar disayangi. Cha Rin, maukah kau membuka hatimu? Aku berjanji aku akan menjagamu. Apapun yang terjadi.

TBC

Freelance author

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Love Me – Part 3”

  1. buka hatimuuuuuuu~ *fals mode on*
    kata2 trkhirnya ngingetin ma tu lagu *alay.com
    wkwkwkwk
    tpi ffnya mantab kok…
    key…key mnding kmu sm aku.. kan ku buka hatiku slebar2nya utkmu..wkwkwkw
    *mkin geje nih comment*
    lnjutkan

  2. @pipit onn: gomawo onn. tunggu lanjutannya ya hehe

    @agneskey: aku juga mau! tp lbh mau sm minho -_- hehe makasih ya

    @eci onn: gomawo onn. tunggu lanjutannya ya hehe

    @wiga onn: aku juga melted ngebayangin key-nya hehe. gomawo onn

    @mincha onn: biasa onn kan jaga image flaming charisma-nya heheheh

    @dhika onn: ehehehe agak dayu ya ffnya? hehehe tp gomawo udah baca+komen

    @icusnabati: gomawooo! tungguin aja ya lanjutannya 😉

    @nina onn: heheheh key sih aslinya emang udah keren onn ;p gomawo ya onnie

    @tooofu: hehe gomawo. tinggal tungguin aja ya ehehe

    @shawolnozomi: wah hahahah key tuh disuruh naksir tuh. hello! salam kenal ya, aku juga belum terlalu lama

    @anggra: gomawoo. tungguin yaa

    @uchiihanafiah: gomawooo. tungguin aja yaaa hehe

  3. Ryne !!!! MAAF AKU BARU KOMEN !!!! (>.<)

    HWUAAAAAAAAAAA !!!!
    KEEEEYYYYYY… KAKAK KU YANG TERCINTA !!!!
    KENAPA DIRIMU SO SWEET CEKALI SIIIHHHH??????
    HWUUUUUUUUAAAAAA ~
    SAMA AKU GAK PERNAH SO SWEET !!!!! *Key & reader: SAPE LOO !!!!*

  4. huuaaaaaaaaaa.
    peran Nichkhun anatagonis (?) T^T)o *anatagonis dr hongkong ==

    Rda ngakak bca FF ini .
    Ngahahahahaha.xD

    Greaaaat !

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s