Little Story About My Life [Chapter 3 : Flashback]

Little Story About My Life [Chapter 3 : Flashback]

Main Cast :

– Alya as Cho Ah Ra

– Cho Kyu Hyun Super Junior

– Choi Min Ho SHINee

– Choi Ha Young

Other Cast :

– Kim Jong Hyun SHINee

– Kim Ki Bum (Key) SHINee

————————— Continue reading Little Story About My Life [Chapter 3 : Flashback]

Advertisements

My Lovely Servant – Part 7

My Lovely Servant (Part 7)

Main cast : Key, Yoon eun hye, Lee jinki
Another cast :Shinee

“mau pergi bermain???” tanya jinki saat kelas telah bubar, hari ini eun hye pulang lebih awal.
“mmm kemana????”
“aku akan ikut kemanapun kau pergi” ucap jinki sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian mempercepat langkahnya. Eun hye membeku sesaat “Tuhan apa jinki sedang mengujiku” pikiran eun hye terus bertanya-tanya.
“ya yoon eun hye, apa kau akan tetap berdiri disitu???” panggil jinki.
Eun hye tidak menjawab dia hanya berlari kearah jinki.
Di dalam mobil senyuman tidak pernah hilang dari bibir eun hye, tanpa sadar eun hye memperhatikan jinki, memperhatikan setiap lekukan yang mebentuk wajah tampan jinki.
‘ya eun hye, apa ada yang aneh dengan wajahku???”
“A-Ani”
“lalu kenapa kau memandangku seperti itu???”
“mmm aku hanya merindukanmu” bisik eun hye pelan.
Jinki tidak menjawab, dia hanya mengusap kepala eun hye pelan dengan tangan kirinya, eun hye langsung menunduk menutupi wajahnya yang memerah.

Eun hye Side
Jinki apa yang kau lakukan, kau membuatku bertambah menyukaimu.
“jinki, kita mau kemana???” tanyaku mencairkan suasana
“bermain, akukan sudah bilang”
“mmm tidak, maksudku, kita akan pergi kemana???”
“biar aku pikirkan sebentar”
“jadi dari tadi kita berputar-putar karna tidak tahu mau pergi kemana????” jinki hanya mengangguk mengiyakan. Hah orang ini —–
“aku akan ikut kemanapun kau pergi”
“kenapa kau mengulanng kalimat itu lagi???” tanyaku heran
“aku sungguh-sungguh, aku akan ikut kemana pun kau pergi”
“maksudmu apa sich????” tanyaku bingung, aku sama sekali tidak mengerti dengan maksud kata-katanya, buat apa dia berkata seperti itu, apa dia menyukaiku juga.
“aku tidak punya maksud apa-apa, hey kau mau pergi ke suatu tempat???” tanya jinki padaku. “katakan, kau mau pergi kemana, aku akan mengantarmu”
“bagaimana kalau kita melihat bintang???”
“ide yang bagus, aku akan membawamu melihat bintang”
“tapi kita harus pulang sebelum jam makan malam, sekarangkan masih sore mana ada bintang” gumamku.
“kalau begitu aku akan membuat bintang untuk mu”
“jinja????” tanyaku bersemagat
“tentu” jawab jinki kemudian memberhentikan mobilnya
“kenapa berhenti????”
“tutup matamu????”
“we???”
“sudah tutup saja, aku akan membuatmu melihat bintang saat kau membuka mata” jawab jinki. Kemudian aku menurutinya. “Buka matamu” ucap jinki, secepat inikah??? Apa yang dia lakukan, akupun membuka mata, tidak ada yang aneh, kami masih berada di dalam mobil, yang berbeda hanya posisi duduk jinki yang sekarang menghadap kearahku. “mana bintangnya???” tanyaku heran
“AKU” jawab jinki dengan senyum super cutenya. Wow entah seberapa cepat jantungku berdetak sekarang, aku bahkan bukan hanya merasakannya tapi mendengarnya. “Jinki, kau membohongiku” ucapku sambil mengembungkan kedua pipiku. “hey aku tidak membohongimu, banyak orang bilang kalau aku itu bintang, terutama ummaku” jawab jinki dengan serius.
“ahhhhh kau ini, ummaku juga mengatakan kalau aku bintangnya, pabo” jinki hanya tertawa melihat kekesalanku.
“hey lain kali aku akan benar-benar membawamu meliahat bintang, bagai mana kalau sekarang kita pergi makan”
“aku tidak lapar” jawabku ketus, tapi tiba-tiba KRUUKRRRRR
“Tapi sepertinya perutmmu lapar” ucap jinki sambil tersenyum jail.
End of eun hye Side

———-

Key Side
Siapa dia, kenapa eun hye begitu khawatir???? Lalu kemana perginya eun hye kenapa dari tadi sore aku belum melihatnya. Sebenernya untuk apa aku mencari dia???? Dan sekarang kenapa aku berada di dapur.
“aku rasa aku sudah mulai gila” gerutuku
“tuan muda apa yang anda cari” tanya seorang pelayan padaku
“aku tidak mencari siapa-siapa”
“mmm apa anda sudah lapar???”
“kau sahabat eunhye???” aish key apa yang kau tanyakan
“mmm?????”
‘aaahhh sudah lupakan” balasku kemudian meningalkan dapur
“tuan, apa anda mencari eun hye???” tanya pelayan itu lagi
“tidak buat apa aku menanyakannya???”
“aku minjung teman baik eunhye disini”
“aku tidak menanyakan namamu” akupun mulai melangkahkan kakiku
“eun hye bilang dia pergi bermain bersama temannya” aku mendengar pelayan itu masih berbicara.
“bermain???” tanyaku
Pelayan itu tidak menjawab dia hanya menganggukan kepalanya. Yoon eun hye kau pikir kau anak TK, apa selama ini dia tidak puas bermain gerutuku sambil berjalan menuju kamar. Tapi perhatianku teralih saat ku lihat eun hye memasuki kamar dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
TOK TOK TOK
Aku mengetuk pintu kamarnya, sambil menunggunya membuka pintu aku bersandar pada tembok di samping pintu kamarnya.
“siapa???”
Aku tidak menjawab, hanya mengetuk pintu kamarnya lagi.
“siapa sich” ucap eun hye dan sepertinya dia tidak melihatku.
“tidak ada orang” ucapnya kemudian kembali menutup pintu, tapi belum sempat eun hye menguncinya, aku sudah mendorong pintu itu.
“ya… sedang apa kau???”
“kenapa kau datang terlambat???”
“aku tidak datang terlambat, ini msih jam 7”
“aku bilang kau terlambat, hari ini aku tahu bahwa kau tidak ada kelas sore” jelasku sambil mengacungkan jari telunjuk di depan wajahnya.
“aish, singkirkan jarimu itu, tapi jelas-jelas aku tidak terlambat inikan belum makan malam”
“heh, aku bos mu jadi saat ku bilang kau terlambat berarti terlambat araso??? Satu lagi sekarang tugasmu hanya semua hal yang berhubungan denganku, sarapanku, makan siangku, makan malamku, air hangat utuk aku mandi, siapkan bajuku untuk ke kampus dan saat aku membutuhkanmu kau harus ada”
“MWO??? Apa kau pikir aku ini istrimu, menyiapkan air hangat untuk mandi, menyiapkan baju……..” belum sempat eun hye menyelesaikan ucapannya aku sudah memotongnya “apa istri, hey jangan bilang kalau sekarang kau sedang menyatakan cintamu padaku??? Aku tahu tidak ada wanita yang tidak terpesona dengan ketampananku”
“kau terlalu banyak bermimpi tuan muda” ucap eun hye sambil menginjak kakiku.
“AAAAA, aish YAAAA are you crazy”
“ya lama-lama aku bisa gila kalau harus berbicara denganmu” balas eun hye kemudian menutup pintu dengan keras.
“ya yoon eun hye, buka pintunya kau pikir kau siapa” ucapku sambil menggedor-gedor pintu kamarnya.
“tuan apa ada masalah dengan eun hye???”
“Aniee, tidak ada apa- apa, aku hanya ingin meminjam buku, tpi sepertinya dia sedang sibuk di dalam, kalau begitu aku…. Aku ke kamar dulu” ucapku pada kepala pelayan han, awas kau eun hye beraninya kau menginjak kakiku.
End of Key Side

————

“selamat pagi dunia” ucap eun hye sambil membuka jendela kamarnya “ahh gak pernah aku sesemangat ini kalo mau berangkat ke kampus” ucapnya sambil mempersiapkan pakaian yang mau dia pakai ke kampus “hari ini aku mau pake topi” eun hye pun mencoba mencari topi yang ia maksud di lemari “ kok gak ada sich, kemana topiku ya”

flasback
“lepaskan, kalau tidak aku akan…..”
“ akan apa???” potong Key, kemudian semakin mendekatkan tubuhnya pada Eun hye, sekarng Eun hye sudah bisa mencium aroma tubuh Key, begitu juga Key.
“aaaku akkan…….”
“apa?????” Tanya Key pelan sambil menatap dalam mata Eun hye
“aaaku akan berteriak, ya aku akan berteriak” ucap Eun hye sedikit menundukan kepalanya menghindari tatapan Key, yang seakan-akan bisa membunuhnya.
“ coba saja kalau berani” ucap Key sambil melepaskan topi yang dikenakan Eun hye kemudian menjatuhkannya (Author: yang Key jatuhkan itu topi eun hye*).
“hey apa sich yang mau kau lakukan???”
End of flasback

“ahhh topiku pasti masih di kamar key, kalau gitu aku mau mandi dulu baru aku ambil topiku”
Setengah jam kemudian eun hye sudah rapi, eun hye sedikit berlari menuju kamar key.
“key” ucap eun hye sambil mengetuk pintu “key bangun sudah pagi” ucap eun hye lagi tapi tetap tidak ada jawaban, eun hye mencoba membuka pintu dan ternyata pintu tidak dikunci. “wah kemana orang itu???” tanya eun hye ketika melihat ranjang key sudah kosong “biasanyakan dia masih tidur” ucap eun hye sambil membereskan ranjang key “kalo dia tidak ada, gimana aku tahu topiku di mana” ucap eun hye sambil menepuk-nepuk bantal kemudian menyimpannya.
“hey kenapa sepagi ini kau sudah ada di kamarku” ucap key sambil memeluk eun hye dari belakang. “key apa yang kau lakukan, lepaskan aku”
“kalau aku tidak mau????” bisik key
“ah orang ini, kenapa pagi-pagi sudah melakukan hal yang aneh” pikir eun hye.
“key aku kesini Cuma mau…… AAAAAAAAAAAA” tiba-tiba eun hye berteriak ketika melihat key topless
“hey, stop it” ucap key sambil membukam mulut eun hye “kalau kau terus berteriak semua orang bisa ke sini”
“kenapa kau Cuma memakai anduk sich????”
“aku kan baru selesai mandi, kenapa sudah ada di kamarku sepagi ini?????? Jangan bilang kalau kau …..”
“hapus pikiran jelekmu, aku kesini untuk mengambil topiku”
“topi yang mana????” tanya key pura-pura tidak tahu
“topi yang waktu itu tertinggal disini”
“tertinggal???????? Kapan???”
“waktu itu kau……. Ah sudah lupakan” ucap eun hye kemudian meninggalkan key.

——–

“ tidurmu nyeyak tadi malam????” tanya jinki pada eun hye
“ada apa denganmu, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu???”
“kau ini, akukan hanya bertanya” ucap jinki sambil mengacak-acak rambut eun hye.
“akhirnya kau duduk disampingku lagi”
“memengnya selama ini siapa yang duduk disebelah mu???” sebelum eun hye sempat menjawab key sudah memasuki kelas.
“ow ternyata temapatku sudah ada yang menempati” ucap key dengan senyum sinis dibibirnya.
“tempatmu????” tanya onew “eun hye, sekarang aku mengerti kenapa kau senang begitu aku kembali” lanjut onew.
“heh maksudmu apa???” ucap key, sambil menggenggap kerah baju jinki.
“key, kamu apa-apaan sih????” tanya eun hye mencoba melepaskan tangan key.
“hey, jauhkan tanganmu, aku tidak mau tangan kotormu itu mengotori bajuku”
‘baikah, hari ini aku sedang tidak mood untuk meladeni orang sepertimu”
“harusnya aku yang bicara seperti itu” gumam jinki dan hanya ditanggapi oleh senyum sinis key.
“ow ya eun hye, aku mau mengembalikan topimu yang tertinggal di KAMARKU” ucap key sambil memberi tekanan pada kata kamarku. “Lain kali jangan sampai tertinggal dikamarku lagi” ucap key kemudian duduk dibangku yang ada di belakag eun hye, eun hye tidak menjawab dia hanya mengambil topinya. Tapi tiba- tiba jinki mendorong meja dan meninggalkan kelas, key hanya tersenyum manis saat eun hye melihat kearahnya dengan tatapan ‘kubunuh kau’.

——–

Eun hye Side
“key apa yang kau katakan sich, jinki jadi salah paham”
“benarkah??? Tapi akukan hanya berkata yang sebenarnya” ucap key dengan senyum manisnya.
“aaahhhh, kau memang membuat kacau semuanya” ucapku kemudian meninggalkan kelas. Aku berlari mencari jinki, kemana dia, kenapa dia bersikap seperti itu?????? Kemudian aku melihat sosok jinki dilapangan basket, dia tidak sedang bermain basket karena jinki hanya melempar bola basket dengan tidak karuan.
“jinki….” Panggilku ketika aku sudah berada di lapangan basket.
“ada apa???” suara jinki terdengar dingin ditelingaku, tidak biasanya dia berbicara dengan nada seperti itu.
“apa kau baik-baik saja” tanyaku
“aku baik-baik saja, memangnya apa yang terjadi padaku????” entah kenapa jinki masih tidak mau melihat kearahku, dengan rasa takut aku mencoba mendekati jinki.
“jinki, apa kau marah padaku, apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah???” aku mencoba bertanya dengan hati-hati.
“tidak”
“lalu kenapa kau bersikap seperti ini, aku tahu kau marah padaku, aku bukan baru mengenalmu”ucapku sedikit berteriak. Akhirnya jinki membalikan tubuhnya, sekarang kami saling berhadapan.
“aku marah padamu, kau puas sekarang????” tanya jinki kemudian meninggalkanku.
“lalu apa yang membuat kau marah padaku???? Apa yang kulakukan????”
“apa yang kau lakukan???? Jinja kau tidak tahu salahmu apa???” suara jinki terdengat tidak jauh, sepertinya dia tidak meninggalkanku, aku membalikan badanku, aku berhadapan dengan belakang tubuh jinki. “kau berpikir menghabiskan waktu di dalam kamar dengan laki-laki itu bukan kesalah, atau itu sudah menjadi kebiasaanmu????”
Hatiku sakit, sangat sakit, rasanya perih, aku merasa tiba-tiba ada benda tajam yang menusuk hatiku, aku ingin sekali menangis, aku tidak percaya jinki akan mengatakan hal itu. Aku menarik tangan jinki, agar dia berhadapan denganku “apa kau menganggapku serendah itu, apa selama ini itu yang ada dipikiranmu????” aku mencoba untuk menahan tangis “apa dengan pertemanan kita selama ini kau masih tidak mengenalku, aku tidak percaya kau menganggapku serendah itu” aku mencoba melangkahkan kakiku menjauh dari jinki, aku tidak mau dia melihat air mataku. Tapi tiba-tiba langkahku terhenti, seseorang memegang pergelangan tanganku, aku tahu itu jinki. Sekarang aku bisa merasakan tubuh jinki yang hangat memelukku dari belakang “miane” bisiknya, jinki membalikan tubuhku, agar bisa berhadapan dengannya “jangan menangis” ucap jinki kemudian memelukku “miane, aku hanya tidak bisa mengontrol emosiku” entah kenapa tangisanku semakin kencang, air mataku semakin deras *hujan kali, pokoknya tambah banyak maksudnya*. “k-kau j-jahat” ucapku ditengah tangisan yang entah kenapa terus mengalir, aku bisa mendengar detak jantung jinki, karna aku menagis di dadanya.
“miane eun hye”
“k-kau j-j-jahat” ucapku sambil memukul-mukul dada jinki “l-lepaskan aku” yang aku inginkan hanya pergi. “lepaskan a-ku jinki” ucapku saat jinki menggenggam, kedua pergelangan tanganku yang tadi memukul-mukul dadanya “L-lepaskan aku” kakiku sekarang tidak bisa menopang tubuhku, aku terduduk, jinki memegang pundakku menopangku untuk berdiri
“mianhe eun hye, aku tidak bermaksud menyakitimu”
“kalau kau tidak mau menyakitiku, lepaskan aku sekarang” ucapku ketus sambil mencoba melepaskan tangan jinki dari bahuku. “jinki, aku tidak mau berbicara dengan siapa-siapa sekarang” ucapku meninggalkan jinki
End of Eun hye Side

“AAAAAAAA” teriak jinki sambil menendang bola basket yang ada di depannya.

TBC

Signature

This post/FF has written by Dhy, and has claim by Dhy signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

DECLARE YOUR LOVE BEFORE ITS TOO LATE – PART 2 (ending)

PART 2

“Aiissshh kenapa kau tertawa? Akan kubuktikan, nanti sore aku akan menembaknya.”Ucapnya tegas.

Seketika tawaku berhenti. “Kau serius..?”

“Tentu saja!”.

“Bagaimana dengan Min Gi?”. Aku berusaha menggagalkan niatnya

“Min Gi ? ada apa dengannya?”. Tanya Jonghyun heran. Jadi dia belum tahu perasaan Min Gi padanya.

“Kau benar-benar menyukai Hyun?.” Tanyaku tidak mempedulikan pertanyaanya.

“Nee, akhir akhir ini aku merasa senang didekatnya”. Tapi aku sudah dua tahun menyukainya Jonghyun, bukan baru akhir-akhir ini.

“Kau lupa dengan janji kita dua tahun yang lalu?”.Ini kesempatan terakhirku untuk membatalkan niatnya

“Aku ingat! Tapi kan aku tidak tahu akan seperti ini dan Hyunpun pasti akan mengerti. Sudahlah aku harus mempersiapkan semuanya. Doakan aku Key!”. Dia menepuk pundakku lagi lalu pergi meninggalkanku yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Lihat Key apa yang sudah kau lakukan?. Selama dua tahun kau menunggunya tapi hanya berakhir seperti ini?. Kau memang Namja yang malang. Kenapa kau tidak mengatakannya saat Hyun bertanya tentang Yeoja yang kusukai tadi?. Aaaaaaarrrgghhttttttt SSiiaaaaaaaLLLLL. Pabo sekali aku ini!. Aku terus memukul-mukul kepalaku.

***

HYUN YOUNG POV

“Kau bawa aku kemana? Cepatlah aku tidak suka gelap!”. Aku heran dengan sikapnya ini, dia menutup kedua mataku dengan kedua tangannya. Dia bilang dia mau memberikan kejutan untukku. Apa disini juga ada Key?.

“Sudahlah jangan cerewet.. sebentar lagi sampai”. Ku rasakan kakiku menyentuh pasir lembut. Aku tersenyum kecil. Jonghyun pabo! Aku tahu kau membawaku kemana.

“Tttaaaarrraaaa..” Dia membuka mataku.

Luccu! Ratusan bintang laut yang diwarnai warna pink membentuk kata ‘SARANGHAEYO CINGUDEULKU’ di atas hamparan pasir putih. aku menutup mulutku.Tapi apa maksudnya?Aku menatap Jonghyun heran.

Jonghyun tersenyum. “Saranghaeyo….” Bisiknya. Dia menarik kedua tanganku.

“Kau jangan mempermainkanku. Kau lupa dengan janji kita disini? Kau sendiri yang membuat janji itu!”. Seruku ketus.

“Aiissshh .Saat itu kan aku tidak tahu aku akan menyukaimu. Sudahlah Tuhan juga pasti mengerti!”. Serunya mantap.Sejenak kami diam.

“Mmmhhmmm..Jonghyun apa ini beneran?”. Tanyaku polos.

“PLETTAK” dia menjitakku keras. “Dari tadi kau menganggap semua ini bohongan? Apa kau tidak tahu mewarnai ratusan bintang laut itu susah. Sudahlah! Kau jawab saja apa kau menyukaiku atau tidak?”. Cerocosnya yang semakin membuatku jengkel.

“Aaaiissshh kau tak usah menjitakku”. Aku mengusap-usap kepalaku. “Baiklah aku akan jawab.. sebenarnya.. mmmhhmmm… akuu. .

KEY POV

And after all this time, you are still the one I love

AAAaaaarrgghttt saat ini aku takut Hyun menerima Jonghyun, jika itu terjadi maka aku akan merasakan penyesalan di sepanjang hidupku. Aku menambah kecepatan mobilku kearah pantai. Aku tahu mereka pasti ada disana, karena Jonghyun pernah bilang kalau dia menembak perempuan maka dia akan membawanya kepantai, tempat yang menjadi saksi janji kita bertiga dulu. Tidak peduli sekecil apapun kesempatan itu, aku akan mendapatkannya, aku takut penyesalan kedua berpihak padaku lagi.

Ku parkirkan mobilku di sebrang jalan pantai. Aku berlari mencari mereka. Ku kitarkan mataku kesemua arah, dan akhirnya mataku menangkap mereka beberapa meter dari tempatku berdiri. AAaaaiiissshhh bersiaplah Key kau akan benar-benar menjadi namja yang malang. Mereka berpelukkan, mereka tersenyum bahagia.

“Gomawo Jonghyun.. “. Hyun semakin erat memeluk Jonghyun.

“Nee.. kita akan memberi tahu kabar gembira ini padanya”. Ucap Jonghyun semangat. “Dia pasti akan gembira mendengarnya”.

Selamat Key! Kau benar-benar akan menjadi Namja yang malang. Hyun sudah menerimanya dan kau tak punya lagi kesempatan. Semuanya sudah terlambat. Ku rasakan air hangat menyentuh pipiku. AAAaiissssshh kenapa aku menangis, aku langsung mengusapnya kasar dengan punggung tanganku.

Aku berbalik dan segera pergi dari tempat ini. Entahlah setelah ini aku tidak tahu apa yang akan kulakukan.

“KKKEEYY!”. Itu suara Hyun dia memanggilku. Andai keadaannya bukan seperti ini tanpa berpikirpun aku akan berbalik dan tersenyum padanya.

Aku terus berjalan tanpa mempedulikannya.

“KKKEEEEYYY…!!!!”. Kali ini Jonghyun yang memanggilku, mereka mengejarku. Aku berjalan lebih cepat.

Aku tahu apa yang akan kalian katakan. Dan aku harus menjawabnya dengan mengucapkan selamat untuk kalian . AAAAaaaaiiisssh pergilah! Jangan menggangguku dengan senyuman kalian!.

Mobilku terparkir disebrang jalan. Tak kuhiraukan semua yang ada disekelilingku. Aku sungguh tak peduli.

“KKKKEEEYYY AAWWWWWWWAAAAASSSSSSS!!!!!”. Itu teriakan Hyun. Kenapa dia mengatakan itu.

Aku menoleh kesamping dan “BBRRRRUUUKKK..”

Ku rasakan tubuhku terpental jauh…….. aaaahhh ada apa ini…

“Ya! Kiittaaa harus berjanjjiiii. .Youngwonhiiii Saaahhaaabbaatttt arasseoo?”

“Can you see Im not alone. So don’t worry about me. I’m loving someone, I have someone to love.”

“Its You…”.

“Yeoja itu bernama Shin Hyun Young.”.

“Dia Hyun Young…”.

“Aaaahh. .seperti inilah hidup. Merasakan angin dan melihat semuanya dari atas”

Kilatan-kilatan gambar itu bermunculan satu persatu. “BRRUUKK”. Aku menabrak aspal. Tulang-tulangku terasa remuk. Aaaaiissshh Tuhan apa kau sedang mempermainkanku?.

“KKKEEEEYYY…”. Suara itu milik Hyun…

Hyuun.. apa kau bisa memperkecil suaramu itu. Kau menghancurkan keheningan yang sedang kunikmati. Ku rasakan dia merangkul tubuhku kedalam pangkuannya.

“Keeyy.. banguuuunn..!”. Dia mengguncang-guncangkan tubuhku. Aku berusaha membuka kedua kelopak mataku. Terasa perih dan berat. Yang pertama ku lihat adalah air matanya yang terus keluar.

Aku tersenyum kecil. Dengan sekuat tenaga aku mengangkat tangan kananku yang tidak mempunyai tenaga lagi. Tanganku mendarat dipipinya.

“Saranghaeyo Keey”. Bisiknya, dia menggemgam tanganku dan menciumnya, sekarang pipinya penuh dengan darahku.

Maksudmu apa Hyun?. Kau tak usah menghiburku. Percuma, sebentar lagi aku pasti mati. Aku tak memberikan respon apa-apa.

“KKKEEYYYY sarangahaeyoo.. aku mencintaimu..”. aku masih diam. “Aku mencintaimu.. bukan dari seorang sahabat” lanjutnya. Tuhan Kau benar-benar sedang mempermainkanku. Aku menatap Jonghyun yang berjongkok disampingku. Lalu… “Aku tidak menerimanya.. aku tidak menerima Jonghyun Keey… karena.. akuu.. karena.. akkuu mencintaimu…..

HYUN YOUNG POV

“Mmmiaaanhaeeyoo Jonghyuun.. akkuuu.. mmmmm.. akkuu menyukaii ..mmm.. seseorang…..”. Jawabku hati-hati karena takut namja ini akan sakit hati. Jonghyun diam, ku lihat itu bukan Jonghyun yang biasanya.

“ Siapa dia?Key kah?”. Dia terlihat menggodaku. Expresinya tiba-tiba berubah.

“Kkkaauu… kenapa Key?”. Tanyaku berusaha tenang. Ku rasakan wajahku hangat menahan malu.

“Sudahlah Hyun.. orang Pabo sepertimu juga tau kau menyukai Key…”. Aku terdiaam. “AAAiisshhh.. aku terlambat yaa.. tapi untungnya aku tidak sebodoh Key, yang sampai saat ini belum mengatakannya padamu..” Jonghyun menggaruk-garuk kepalanya.

“Maksudnya.. Key juga menyukaiku?”. Jonghyun menganngguk. “Lalu untuk apa kau melakukan ini semua?”. Aku masih bingung.

“Tadi siang aku bertemu dengan Min Gi, dia tidak mengajakku bertengkar seperti biasanya. Dia mengajakku ke belakang sekolah dan bertanya jika mempunyai perasaan pada orang lain apa harus langsung mengatakannya?, tadinya ku jawab tidak tapi Min gi mengatakan seseorang bilang sebaiknya ungkapkan cintamu sebelum terlambat dan saat itu yang aku pikirkan adalah kamu lalu kujawab ya sebaiknya memang begitu. Lalu apa kau tahu apa yang dikatakan Min gi?”. Aku menggelengkan kepala.

“Dia bilang ‘Jonghyun aku menyukaimu sudah lama .. terserah kau mau menerimaku atau tidak aku hanya ingin memberitahukan itu saja karena aku takut suatu nanti aku tidak bisa mengatakannya lagi’ dan dia pun langsung lari meninggalkanku yang masih melongo.” Aku sedikit tertawa mendengarnya.

“Dan inilah yang kulakukan seperti Min Gi, aku hanya ingin mengucapkannya..  memang terlambat untuk memilikimu tapi tidak terlambat untuk mengatakannya kan…?”

Ku lihat dia memberikan senyuman termanisnya. Aku menjatuhkan diriku kedalam pelukannya.

“Gomawo Jonghyun.. “. Aku semakin erat memeluk Jonghyun.

“Nee.. kita akan memberi tahu kabar gembira ini padanya”. Ucap Jonghyun semangat. “Dia pasti akan gembira mendengarnya”…

Jonghyun melepaskan pelukannya. Dan..

“Hyun.. laki-laki itu seperti Key..”

Aku melihat kearah yang ditunjukkan jari Jonghyun. Aku menatap baik-baik punggung namja itu.

“KKKEEYY!”. Aku memanggilnya keras, aku yakin dia Key, aahh aku akan melakukan hal yang sama dengan Jonghyun dan Min Gi tapi dia terus berjalan tanpa mempedulikan teriakanku.

“KKKEEEEYYY…!!!!”. Kali ini Jonghyun yang memanggilnya, kami pun mengejarnya. Key berjalan lebih cepat.

Key harus tahu apa yang akan aku katakan.

Kulihat dia terus berjalan lurus seakan tak mempedulikan apapun yang ada disekitarnya termasuk teriakanku dan Jonghyun. Ada apa dengannya?, Oh.. apa dia melihat kami berpelukan tadi. Tuhaannn tolong hentikan dia.

Mobilnya terparkir disebrang jalan. Dia akan menyebrang tanpa melihat kanan dan kiri. Tapi mataku membesar saat menangkap Truk besar dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya

“KKKKEEEYYY AAWWWWWWWAAAAASSSSSSS!!!!!”. Aku teriak sekuat tenaga. Tapi semuanya terlambat “BBRRRRUUUKKK..”. Truk itu menabrak tubuh Key. Ku lihat Tubuh Key terpental jauh,tubuhku lemas melihatnya, dari belakang Jonghyun menyangga tubuhku agar tidak jatuh.

Dengan kakiku yang masih lemas, aku berlari menghampirinya. Dia terbaring… darah segar melumuri sebagian tubuhnya, matanya tertutup.

“Keeyy.. banguuuunn..!”. Aku mengguncang-guncangkan tubuhnya. Aku ingin kedua kelopak mata itu terbuka, aku ingin dia hidup. Air mataku terus keluar, saat ini rasanya hatiku remuk.

Perlahan kedua kelopak itu terbuka. Gomawo Tuhan.Dia tersenyum kecil, tangan kanannya mendarat dipipiku, dia menghapus air mataku.

Ku bisikkan“Saranghaeyo Keey”. aku menggemgam tangannya dan menciumnya, sekarang pipiku penuh dengan darahnya. Dia tidak merespon apa-apa,

“KKKEEYYYY sarangahaeyoo.. aku mencintaimu..”. Aku berusaha memperjelas perkataanku. Dia masih diam. “Aku mencintaimu.. bukan dari seorang sahabat” ku yakinkan dia..Dia menatap Jonghyun yang berjongkok disampingnya, aku mengerti.. “Aku tidak menerimanya.. aku tidak menerima Jonghyun Keey… karena.. akuu.. karena.. akkuu mencintaimu…..”

KEY POV

AAAARRRRGGHHTTTTT SSSSIIIAAAAAALLLLL!!!!. Kenapa baru sekarang Hyun..?. Tidak.. tidak aku yang pabo. Sekarang harus bagaimana?

“Uhhukk uhhukk…”. Aku ingin bicara tapi rasanya tenggorokanku perih. Darah segar keluar dari mulutku. “Kkeeyy..”. Bisiknya khawatir. SSSSSSIIIIIIAAALLLLLL!!!!!! Untuk bicarapun aku tidak sanggup, kenapa tidak dari dulu aku mengatakannya?. Kenapa aku pabo sekali!!! Harusnya dulu aku tidak peduli dengan apa yang akan Hyun Young jawab saat aku mengatakannya, sekalipun dia menyukai Jonghyun atau orang lain harusnya aku tidak peduli. Setelah ini aku pasti mati. Sekarang aku BENAR-BENAR tidak punya kesempatan lagi. Mianhae Hyun.. aku tidak bisa…..

Aku berusaha mengangkat kepalaku dan mendekati wajahnya. Sesaat bibirku bersentuhan dengan kedua bibirnya. Hanya kecupan sesaat karena aku merasakan pusing yang amat sangat. Bibirnya merah karena darah yang keluar dari mulutku menempel dibibirnya.

Mianhae Hyun.. hanya ini yang bisa aku lakukan. Semoga kamu mengerti apa yang aku maksud.

Ku tutup kedua mataku. Aaaaaahhh sudahlah sudah seperti ini, harus apalagi. Hidup itu memang lebih indah seperti ini. Merasakan angin dan melihat semuanya dari atas dan sebentar lagi aku akan begitu selamanya, melihat cerita kedua sahabatku yang akan mereka jalani dari atas sana.

Suatu saat nanti, jika kamu mencintai seseorang…..

HYUN POV

“Uhhukk uhhukk…”. Key terlihat ingin bicara sesuatu. Darah segar keluar dari mulutnya. “Kkeeyy..”. Bisikku aku khawatir sekali melihatnya. Dia diam tidak berusaha lagi untuk bicara.

Dia mengangkat kepalanya dan mendekati wajahku. Bibirnya menyentuh bibirku sesaat karena dia terlihat tidak bisa lagi menahan kepalanya. Ku rasakan bibirku basah,karena darah Key menempel di bibirku.

Sejenak kami diam, Jonghyunpun dari tadi tidak mengeluarkan sepatah katapun. Aku menatap Key dalam. Jebal jangan tertidur, aku takut sekali kau tidak bangun lagi.

Tapi yang kutakutkan terjadi, Key perlahan menutup kedua matanya. Aku tersenyum kecut. Aaahh.. kau selalu tidur di waktu yang tidak tepat. Aku membisikkan ditelinganya. “Aku tahu apa maksud kecupan itu, Na do saranghae….”.

Aku semakin erat memelukanya. Kali ini aku takkan menemukanmu di atap sekolah itu lagi.

AAAhh.. aku masih bisa bersyukur. Setidaknya aku tidak merasakan penyesalan terlambat mengungkapkan rasa itu.

Keeyy.. jika dikehidupan lain kita masih bisa bersama….

KEY POV

DECLARE YOUR LOVE BEFORE ITS TOO LATE

Karena jika terlambat, kamu akan merasakan penyesalan. Dan penyesalan itu menyakitkan karena aku baru merasakannya.

HYUN YOUNG POV

DECLARE YOUR LOVE BEFORE ITS TOO LATE

Agar kamu tidak merasakan penyesalan lagi. Dan aku bisa memilikimu seutuhnya.

INI TERJADI….                                                                                                                                                   BECAUSE I’M STUPID

karena aku begitu bodoh, aku tahu hanya kamu
Kamu mencari orang lain,
Kamu mungkin tidak tahu hatiku
tidak ada aku dalam hari harimu,
mungkin bahkan dalam kenanganmu
tapi aku hanya melihatmu sebagai air mataku yang terus turun
Aku senang dengan melihat sosok punggungmu
meskipun kamu masih tidak tahu hatiku
meskipun pada akhirnya, kamu hanya akan melewatinya
hari-hari ketika ku merindukanmu
hari-hari ketika terlalu sulit untuk melahirkan
kata-kata “aku cinta kamu” menari di bibirku
sekali lagi, sendirian, menangis untukmu
sekali lagi, sendirian, hilang untukmu
Sayang, aku mencintaimu. Aku sedang menunggumu
tidak ada aku dalam hari harimu,
mungkin bahkan dalam kenanganmu
tapi aku hanya melihatmu,
membuat kenangan sendiri
bagiku, cinta seperti sebuah luka yang indah
meskipun aku melihat senyum manismu,
aku tidak bisa tersenyum denganmu
hari-hari ketika ku merindukanmu
hari-hari ketika terlalu sulit untuk melahirkan
kata-kata “i miss you” menari di bibirku

bye bye, tidak pernah mengucapkan selamat tinggal
meskipun aku tidak bisa terus bersamamu
Aku membutuhkanmu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi
aku ingin, aku akan berharap dan berharap lagi

hari-hari ketika kamu mengisi pikiranku
hari-hari ketika hatiku menjadi dingin dan aku sedih
kata-kata “i miss you” menari di bibirku
sekali lagi, sendirian, menangis untukmu
sekali lagi, sendirian, hilang untukmu
Sayang, aku mencintaimu. Aku sedang menungguMU

by: SS501

THE END

By : Ahn Neul Rin a.k.a Farissa.

Signature

This post/FF has written by Farissa, and has claim by Farissa signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF