Little Story About My Life [Chapter 3 : Flashback]

Little Story About My Life [Chapter 3 : Flashback]

Main Cast :

– Alya as Cho Ah Ra

– Cho Kyu Hyun Super Junior

– Choi Min Ho SHINee

– Choi Ha Young

Other Cast :

– Kim Jong Hyun SHINee

– Kim Ki Bum (Key) SHINee

—————————

Ah Ra POV

Aku, Kyu oppa, Jjong oppa, dan Key oppa duduk lesehan di meja bundar kami. Kyu oppa masih menatapku kesal setengah mati. Sementara Jjong oppa dan Key oppa memasang tampang khawatir padaku.

“Dari mana saja kamu?”, tanya Kyu oppa.

“Tadi aku mampir, ke toko bunga”, jawabku.

“TOKO BUNGA?”, bentak Kyu oppa. Kedua tangannya bersiap untuk membanting meja bundar kami. Namun Jjong oppa dan Key oppa mencegah perbuatan Kyu oppa.

“Hyung! Jangan!”, ujar Key oppa.

“Dengar, anak kecil. Mulai sekarang—“

“Aku sudah bilang, JANGAN PANGGIL AKU ANAK KECIL!”, bentakku. Aku langsung masuk ke kamarku, meninggalkan mereka bertiga.

“YA! CHO AH RA!”

———–

Aku masuk ke kamar dengan perasaan kesal. Aku lalu duduk diatas meja belajarku. Memandang bunga matahari yang diberikan oleh Minho tadi.

Bunga matahari…

Flashback~

“Umma, aku ingin bunga matahari!”, rengekku pada ummaku.

“Iya nak. Kau ambil saja”, ujar ummaku. Aku tersenyum senang, lalu aku mengambil setangkai bunga matahari.

“Umma, ini”, ujarku. Umma tersenyum, lalu umma mengajakku menuju kasir untuk membayar bunga ini.

“Bunga cantik untuk gadis mungil yang cantik. Ambillah, tak perlu dibayar.”, ujar ahjusshi penjual bunga matahari itu.

“Tidak, saya harus membayarnya.”, tolak ummaku lembut. Ia menyodorkan beberapa lembar uang won ke hadapan ahjusshi penjual bunga tersebut. Namun ahjusshi tersebut hanya tersenyum.

“Tidak usah. Ambillah”, ujar ahjusshi tersebut.

“Jinja? Kamsahamnida ahjusshi!”, ucapku senang.

“Ne, cheonmanneyo. Rawatlah bunga itu baik-baik ya!”, pesan ahjusshi tersebut. Aku mengangguk mengiyakan.

“Kamsahamnida, kami akan datang lagi lain kali.”, ujar ibuku ramah sebelum meninggalkan toko tersebut.”

Flashback End~

Ya, bunga matahari. Inilah bunga yang menjadi kenang-kenangan dari umma. Umma, aku rindu pada umma. Umma kenapa harus pergi? Appa juga, kenapa appa harus pergi?

Flashback~

“Umma, Appa. Aku punya satu permintaan. Boleh?”, tanyaku pada umma dan appa.

“Katakanlah”, ujar appa lembut.

“Di hari ulang tahunku yang ke 7, aku ingin cake strawberry yang besar! Boleh tidak umma, appa?”, tanyaku. Umma dan appa hanya tertawa pelan.

“Tentu saja sayang, apapun akan umma belikan untukmu.”, ujar umma.

“Jinja?”, tanyaku senang. Umma dan appa tersenyum lalu mereka berdua mengangguk.

“Gomawo umma, appa!”, ujarku senang sambil memeluk umma dan appa.

Flashback End~

Aku keluar dari kamar pada tengah malam dengan mata yang sembab. Aku lapar sekali, karena itu aku memutuskan untuk membuat telur dadar. Ya, aku tau. Masakanku memang tidak enak TT_TT

Setelah lama bergulat di dapur demi perutku, akhirnya aku bisa makan juga. Aku sudah biasa makan-makananku yang memang tidak enak ini. Jadi yah, lidahku mungkin agak norak jika bertemu makanan yang jauh lebih enak daripada masakanku.

Aku memakan makananku. Aku tau kok, ini tidak enak. Tapi yah mau bagaimana lagi… Aku memang tidak bisa masak.

Flashback~

“Oppa, aku membuatkan telur dadar untukmu. Cicipi yah, ini kan masakan pertamaku!”, ujarku pada Kyu oppa. Kyu oppa yang tengah menggambar manga, berhenti sejenak dan tersenyum padaku.

“Mana sih, masakan dongsaeng kecil oppa yang cantik ini?”, tanya oppaku. Aku tersenyum, lalu menyodorkan sepiring nasi dan telur dadar buatanku. Ia terlihat senang dan mulai memakan makananku. Pertama, wajahnya mendadak berubah menjadi aneh. Aku yang masih kecil dan polos, tidak mengerti dengan wajah oppaku ini.

“Tidak enak ya oppa?”, tanyaku ragu. Kyu oppa hanya tersenyum


“Enak, enak sekali.”, jawab Kyu oppa senang. Aku pun ikut senang. Kami berdua lalu tertawa bersama.

Flashback End~

Oke oppa, sekarang aku tau arti wajahmu waktu itu. Aku sendiri telah mencoba masakanku. Ternyata? Tidak enak. Aku tau, oppa hanya berusaha membuatku senang dengan komentarnya.

Selesai makan, aku lalu mencuci piring dan segera menuju kamar mandi. Cuci kaki, gosok gigi dan cuci muka. Setelah itu aku langsung bergegas menuju kamarku.

Tanpa sengaja, ingatanku melambung menuju masa laluku.

Flashback~

“Oppa…”, ujarku terisak.

“Ahra, jangan menangis sayang. Tenanglah…”, ujar Kyu oppa. Ia bersimpuh dihadapanku dan memelukku yang masih terisak.

“Ini semua gara-gara aku… Aku penyebab kematian umma dan appa…”, ujarku masih terisak.

“Ani, ini bukan salahmu sayang. Jangan berkata seperti itu…”, ujar Kyu oppa menenangkanku.

“Ini salah Ahra! Semua gara-gara Ahra! Ahra yang menyebabkan umma dan appa meninggal! Semua gara-gara Ahra!”, bentakku pada Kyu oppa. Aku lalu meninggalkannya yang masih bersimpuh diluar. Lari ke kamar dan menangis sepuasnya.

Flashback End~

Ya, ini semua salahku. Karenaku, Umma dan Appa meninggal. Akulah penyebabnya. Aku, ini semua karena aku!

Flashback~

December, 2nd 2003 20:00

“Umma, apakah umma sudah membeli cake untukku?”, tanyaku pada umma lewat telpon.

“Iya sayang, umma dan appa masih dalam perjalanan. Saengil chukkae hamnida ya, putri kecil umma. Kau sudah berumur 10 tahun sekarang. Hehehe”, ujar ummaku. Aku senang sekali.

“Gomawo umma. Sampaikan rasa terima kasihku untuk appa ya. Cepatlah pulang, aku tidak sabar melihat cake ulang tahunku. Hehe”, ujarku girang.

“Tentu sayang, tunggulah dirumah. Oppa sudah pulang?”, tanya umma.

“Belum umma.”, jawabku.

“Yasudah. Hati-hati dirumah ya. Disini hujan lebat. Tunggu kami ya sayang.”, ujar umma lembut.

“Ne, umma. Hati-hati.”, ujarku seraya mematikan telpon.

———-

Jam 10 malam.

Sudah 2 jam. Kenapa lama sekali?

TOK TOK TOK!

“Ne, jamkkanman!”, teriakku dari dalam rumah. Aku membuka pintu, kuharap itu umma dan appa. Ternyata, bukan. Yang datang adalah ahjummaku. Wajahnya, terlihat panik.

“Ahjumma? Waeyo?”, tanyaku.

“Cepat bersiap, ikut ahjumma!”, ujarnya setengah membentak. Aku menuruti apa yang dikatakan oleh ahjummaku. Setelah bersiap, aku mengikuti ahjummaku masuk kedalam mobilnya.

“Kita mau kemana ahjumma?”, tanyaku.

“Kau akan tau sendiri, ahjumma tidak bisa menjelaskannya sekarang.” ujar ahjumma. Ia kembali berkonsentrasi menyetir.

———-

Apa…

Ini surprise di hari ulang tahunku ya?

Hihi, kuharap begitu…

———-

Ternyata, ahjumma membawaku ke… Rumah sakit? Untuk apa?

“Ahjumma, kenapa kesini?”, tanyaku.

“Sudahlah, ikut ahjumma!”, ujar ahjumma. Ia menarik tanganku dan berlari. Aku mengikuti langkahnya, berlari entah kemana.

Tak lama, kami sampai di depan sebuah kamar yang bertuliskan :

Mortuary Room

———-

Apa?

Kamar mayat?

———-

“Ahjumma, kenapa kesini?”, tanyaku heran. Mendadak, ahjumma menangis. Ia jatuh terduduk seraya  memelukku. Aku hanya bisa diam karena bingung.

“Umma, dan appamu… Telah tiada…”, ucap ahjumma lirih.

———-

Apa?

Umma dan appa…

Meninggal?

———-

“BOHONG! AHJUMMA BOHONG KAN? BOHONG KAN?“, teriakku.

“Tidak sayang, ahjumma serius. Umma dan appamu kecelakaan mobil. Mereka ada didalam sekarang.”, jelas ahjumma. Aku segera berlari masuk kedalam kamar mayat itu. Dan ternyata…

Benar…

Umma dan appa…

Sudah pergi untuk selamanya…

———-

Aku menghampiri jasad mereka yang telah tertutup kain putih. Aku memeluk jasad mereka sambil menangis. Tak ada yang bisa kulakukan selain menangis. Menangisi kepergian mereka. Akulah penyebab semua ini. Seandainya saja aku tidak meminta umma dan appa untuk membelikan cake strawberry, mereka pasti masih ada disisiku.

———-

Ini semua salahku.

AKU BENCI HARI ULANG TAHUNKU!

———-

Aku duduk didepan kamar mayat, masih menangis. Aku meminta ahjumma untuk pulang dan memberi kabar kepada keluargaku yang lain. Aku mengatakan pada ahjumma bahwa aku akan menunggu oppa disini. Awalnya ahjumma menolak, tetapi setelah aku memaksanya, beliau menurut. Ahjumma lalu pulang, meninggalkanku yang masih terduduk disini. Meninggalkanku yang masih menangis.

Beberapa lama kemudian, tampaklah Kyu oppa sedang berlari menuju kesini. Ia masih mengenakan jubah gengnya itu. Aku kesal. Kesal pada Kyu oppa. Kemana dia disaat umma dan appa meninggal? Ia malah sibuk dengan gengnya itu. Benar-benar tega!

“Mian, oppa datang terlambat.”, ujarnya. Aku masih menangis sesenggukan.

“Oppa, jahat!”, teriakku.

“Mian, oppa tidak tau. Oppa baru saja diberi tau oleh ahjumma.”, ujar oppa.

“Hiks, hiks… Umma dan appa sudah pergi untuk selamanya oppa… Semua ini karena Ahra… Ahra yang salah…”, ujarku masih menangis.

“Ini bukan salahmu, Ahra. Ini takdir.”, ujar oppa.

Aku hanya bisa menangis dan menangis… Kyu oppa lalu masuk kedalam, sementara aku masih diluar. Aku tidak mau masuk. Jika aku masuk, aku pasti akan menyalahkan diriku sendiri.

Mianhae umma, appa…

Flashback End~

TBC–

Signature

This post/FF has written by Alya, and has claim by Alya signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

23 thoughts on “Little Story About My Life [Chapter 3 : Flashback]”

  1. @wiga onnie
    wekekekek~ yaaaa memang begitulah onn masa lalunya hihi :>
    waaaaaaah? onnie nangis? ko bisa? 😮

    @fathia onnie’
    kekeke~ geng motor tuh onn, mau? sip onn, pasti dilanjut 😉

  2. meski ga ad scene minho nya tp aku tetap mw bilang kalo FF ini keren banget. scene masa lalunya sedih…but it’s stunning. love it.
    nice job,alya ^^

  3. HWUAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!!

    MASA AKU BARU BACA SEKARANG????!!!!

    AND ALYA !!!! YOU MAKE MY TEARS GOING DOWN !!!!
    WHAT THE HELL INI??? AMPUNNN DAAAAAHHHH…. SEDIH PISAN….
    TERHARU SAMA KYU WKTU MAKAN TELOR NYA…..
    KYUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU ~
    I MAKIN CINTA DAAAAHHHHH

  4. ya ampun…. kasian…. sini2 cup..cup..cup.. dibeliin permen ya … *loh?*

    heheheh bagus..bagus..bagus…. sedih bgt masalalusuram… hiks..hiks…

    mnk tbc ya ? oh…. kalau begitu di tunggu lanjutannya ..

Leave a Reply to tsaesalvation Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s