My Past Future – Part 7

Chapter 1

Part 7

Main Cast : Yuna, Lee Jinki, Lee Donghae

Support Cast : Gaeul, Jn, SHINee, Super Junior

~Yuna Pov~

It can’t be like this, ya tuhan. What do I do? Kami benar-benar menonton dalam diam, bahkan kami tidak bisa menertawakan adegan lucu. Aku pun terpaksa menahan rasa takut karena tidak enak saja ketakutan dalam keadaan kaku begini. Tapi kami baru satu hari.. bagaimana mungkin sudah berada di situasi seperti ini. Sejak tadi aku tidak benar-benar memerhatikan film yang terputar, karena jika aku benar-benar memperhatikan aku pasti sudah menjerit ketakutan. Bahkan situasi ini lebih canggung jika dibandingkan dengan situasi saat kami baru menjadi pacar. Tapi jujur aku benar-benar tidak suka jika ada orang yang menanyakan hal pribadiku, walaupun kekasihku sendiri. Memangnya aku dan Jun ada apa? Kenapa harus menanyakan itu? Bagiku itu pertanyaan yang cukup sensitive.

Tiba-tiba Donghae oppa menutupi mataku, jujur aku terkejut tapi aku tidak melawan. “Adegan ini bisa membuatmu muntah, aku tahu kau tidak kuat melihat darah.” Aku hanya diam, tidak lama mataku kembali di buka… entah kenapa tiba-tiba air mataku menetes. Terharu? Tidak. Menyesal? Atas apa? Aku tidak tahu ini air mata apa.

~Donghae Pov~

Ini kesalahanku, tidak semestinya aku mempertanyakan hal tersebut sehingga kami tidak akan berada di situasi canggung ini. Tapi aku tidak suka melihat Jun selalu ada di sisinya, bahkan lebih dekat dariku. Bahkan tadi ketika kami baru akan berangkat, aku melihat Yuna menarik lengan Jun dan saat aku ingin menggandeng Yuna ia justru menghindar.

Jika saja hal itu tidak terjadi aku akan tetap memaklumi Jun sebagai sahabat Jun, tapi lain rasanya saat mengalami kejadian itu. Seseorang yang lebih senang di sentuh atau menyentuh laki-laki lain tetapi saat kekasihnya sendiri dia justru menghindar. Itu membuatku ragu atas penerimaan cintaku, apakah ia tulus? Apakah benar yang ia memiliki rasa terhadapku? Lebih besar mana rasanya untukku atau rasanya untuk Jun?

&&&

Tujuan selanjutnya adalah Lotte World yang terletak di daerah Songpa, Seoul, Korea Selatan. “Ayo kita menaiki wahana sesuai pilihan. Masing-masing mendapat jatah memilih wahana, aku orang pertama yang memilih!”

“Oppa curang! Kalau begitu aku yang kedua dan yang ketiga Haeya unni!” seru Gaeul. “Aku keempat saja, berarti yang terakhir kalian berdua.” Donghae setengah bertanya pada keduanya. “Baiklah, kami berdua akan memilih terakhir.” Ucap Yuna akhirnya berusaha menyamarkan hubungannya dan Donghae yang sedang tidak enak.

“Aku mau naik Gyro Drop!” yang lain mengikuti saja, dan tiba-tiba Yuna merasa perutnya mual padahal ia belum menaiki wahana tersebut.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Donghae khawatir begitu keduanya duduk bersebelahan. “Ya… aku baik-baik saja.” Donghae merasa tidak yakin. “Jika kau tidak ingin naik wahana ini aku juga tidak akan naik, aku tidak mau kau sakit.” Yuna tersenyum. “Tidak, aku akan baik-baik saja.” Belt pengaman di turunkan dan terpasang di depan dada mereka. Jantung Yuna berdegup semakin kencang, ia berharap ia bisa berkompromi dengan perutnya agar tidak muntah sekarang.

Permainan di mulai, semua pengunjung yang menaiki wahan tersebut sangat menikmati dan beteriak-teriak untuk memeriahkan suasana. Hanya Yuna satu-satunya orang yang tidak menikmati permainan tersebut, matanya tertutup rapat, tangannya menggenggam pengaman dengan sangat kencang hingga memucat. Donghae merasa tidak tega melihat Yuna ketakutan seperti itu, perlahan ia melepaskan genggaman tangan kanan Yuna pada pengaman dan langsung menautkan jemarinya dan menggengam tangan Yuna dengan erat.

Perlahan Yuna merasa sedikit tenang, dan diam-diam Yuna tersipu malu. Tidak terasa permainan sudah berakhir, pengaman di lepaskan tapi Donghae masih tidak melepaskan tangannya dari Yuna. “Sekarang giliranku! Aku mau naik Gyro Swing!”

“Ayolah Gaeul.. jangan permainan itu, aku bisa muntah.” Tolak Yuna. “Tidak mau.. aku ingin sekali naik itu bersamamu! Kau harus ikut juga!” paksa Gaeul. “Aku saja sudah mual karena naik Gyro Drop tadi.. bisa-bisa aku langsung muntah walaupun permainan belum di mulai.”

“Tapi tidak boleh ada yang tidak ikut permainan.” Tambah Chun Li. “Permainan ini saja. Aku masih mual, aku janji hanya permainan ini saja aku tidak ikut. Ku mohon.” Yang lain saling melempar pandangan. “Baiklah kalau begitu.” Ucap Gaeul akhirnya. “Aku akan tetap di sini bersama Yuna.” Sela Donghae cepat. “Silahkan saja. Kami naik ya!” mereka saling melambaikan tangan.

“Apakah sangat mual?” Tanya Donghae khawatir. “Sudah lumayan, tapi rasanya tidak enak.” Yuna mengelus-elus perutnya. “Ayo cari minum, kau butuh air mineral.” Keduanya berjalan menyusuri Magic Island, dan akhirnya berhenti pada sebuah café kecil untuk beristirahat. “Yuna-ah.”

“Ne?”

“Apakah kau sudah merasa lebih nyaman?”

“Ne.”

“Bisakah kita berhenti merasa canggung? Aku…. Aku tidak suka situasi itu.”

“Ne, aku akan berusaha.”

“Yuna-ah.”

“Ne?”

“Ne.. kau selalu mengucapkan itu.. Ne. Apa kau sudah makan? Ne.. Apakah kau Yuna? Ne.. carilah kata lain. Ne.” Donghae sedikit meledek tapi juga agak kesal. “Ne.. Eh? Kenapa?”

“Ne terlalu baku. Aku akan merasa canggung.”

“Ye.. aku akan mencoba.”

“Bisakah berhenti bicara formal? Kita bukanlah senior dan junior.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Bicaralah seperti saat kau sedang berbicara dengan Gaeul.”

“Aku bilang kan aku akan mencobanya.” Jawab Yuna dengan kalimat informal namun tetap bernada formal. “Tidak akan ada pengaruhnya jika kau tetap menggunakan intonasi itu.”

“Jweosohamnida.” Donghae berdecak kesal. Tidak lama terdengar tangisan seorang anak kecil, Yuna mencari dari mana asal suara tersebut. Ditemukan lah seorang anak laki-laki berumur sekitar 4 tahun menangis sambil berjongkok dan memanggil ibunya.

“Hey.. jangan menangis, ayo berhenti menangis ada noona di sini.” Yuna menggendong anak tersebut, dan tangisannya perlahan mereda. Yuna membawanya ke tempat ia duduk bersama Donghae. “Siapa namamu?” Tanya Yuna sambil menyeka sisa air matanya. “Biar aku yang gendong dia.” Donghae mengambil alih anak tersebut. “Apa yang di lakukan ibunya sih? Bisa-bisanya melupakan anak sendiri.” Omel Yuna sambil merapihkan barangnya. “Sebaiknya kita ke tempat pelaporan kejadian.” Keduanya berjalan pergi. Belum jauh berjalan anak tersebut mulai tertarik untuk memegang rambut panjang dan lembutYuna, sepertinya warna hitamnya begitu memikat anak itu.

“Agh! Aha ha… sakit…!” Yuna berusaha menarik rambutnya dari genggaman anak tersebut, Donghae berusaha membantu hingga akhirnya lepas juga. “Ternyata rambutmu tidak hanya mempesona laki-laki remaja, bahkan anak kecil pun bisa-bisanya terpesona dengan rambutmu itu.” Gurau Donghae sambil terkekeh. “Itu tidak lucu! Sakit tahu.” Yuna memukul pelan lengan Donghae.

***

“Sunbae oppa.. ayo beli es krim.”

“Lebih baik kita mencari yang lain dulu, bisa-bisa kita hanya buang-buang waktu.”

“Tapi aku mau es krim.”

“Iya, aku tahu. Nanti akan aku belikan, tapi kita cari yang lain dulu.”

“Mau es krim.” Ucap Yuna dengan suara pelan dramatis*lebe*. Tiba-tiba seseorang berlari dan menabrak Yuna, Donghae yang juga hampir terjatuh mengulurkan tangannya ingin membantu Yuna berdiri. Belum sempat Donghae memebantu Yuna berdiri gadis tersebut mulai menangis.

“Hey.. apakah sangat menyakitkan?” bukannya menjawab tangisan Yuna justru semakin keras. “Hushh… berhentilah menangis, orang-orang memperhatikan kita. Apakah ada yang luka?” Donghae berusaha menarik lengan Yuna sebelum akhirnya Yuna menepis tangan Donghae. “Ada apa? Kau ini kenapa? Ayolah… kenapa kau menangis.” Donghae semakin merasa dirinya menciut malu akibat mata mata yang memperhatikan mereka.

“Aku mau es krim!” Yuna kembali menangis.

“Apakah aku sedang berpacaran dengan gadis usia 4 tahun?!” Donghae berdecak lalu mendengus.

Dan pada akhirnya keduanya mencari penjual es krim. Donghae bisa melihat mata Yuna berbinar-binar begitu sang penjual memberikan es krim vanilla yang di minta Yuna, sedangkan Donghae lebih memilih rasa coklat. “Apakah sudah puas?” Tanya Donghae meledek. “Kekeke… kamsahamnida.” Yuna menjilat es krimnya. “Bisakah kita mencari yang lain sekarang?” Yuna mengangguk puas.

&&&

“Aduh.. mereka berdua ini sebenarnya ada dimana sih?!” keluh Chun Li kesal. “Kenapa tidak oppa hubungi saja ponselnya?” Chun Li mengendus. “Jika aku bodoh aku tidak akan berfikir seperti itu, tapi aku pintar. Dan masalahnya sekrang adalah, ponselku tidak bisa menyala karena aku lupa mengisi baterainya semalam!” Chun Li menahan marah. “Bagus sekali! Dan sekarang kita harus mengitari Lotte World yang luasnya lebih dari 2 hektar demi mencari mereka berdua!”

“Jadi sekarang kau menyalahkanku?”

“Tidak! Kau saja yang merasa begitu!”

“Lalu kenapa kau menaikkan nada? Kau marah?!”

“Tidak! Aku pikir oppa yang menaikkan nada! Tidak sadarkah?!”

“Kau ini kenapa sih? Kalau kau tidak mau kita berkeliling mencari kau kan bisa menghubungi ponsel Yuna!”

“Menghubungi dengan apa? Oppa lupa kalau aku tidak punya ponsel?!”

“Berhenti berseru padaku! Apa tidak punya sopan santun? Ha!” Haeya yang sejak tadi diam saja akhirnya angkat bicara. “Hey kalian berdua! Bisakah berhenti berkelahi? Apakah kalian berdua mau membuat malu di depan orang banyak seperti ini?!” Haeya menjewer telinga Gaeul dan Chun Li.

“Hyong, Gaeul-ah jigeum mweo hani (apa yang kau lakukan)?” ketiganya menoleh serentak. “Oh? Jong Rae.” Chun Li mengerutkan alis. “Rae oppa… kenapa oppa ada di sini?” Haeya penasaran siapa laki-laki bertubuh jangkung dengan wajah imut dan dingin yang tiba-tiba menghampiri mereka. “Kenapa kalian berkelahi di sini?” nada bertanyanya terdengar tidak enak, sepertinya dia tidak suka mereka berdua berkelahi.

“Ah tidak.. mungkin kau salah lihat. Bagaimana bisa kau di sini?” Tanya Chun Li berusaha mengelak. “Tadi Donghae hyong menelponku, katanya dia tidak bisa menemukan dimana kalian. Dan katanya ponselmu tidak dapat di hubungi. Kebetulan aku ada di sekitar sini tadi jadi aku langsung ke sini untuk membantunya tapi ternyata aku malah bertemu dengan kalian.”

“Jadi kau tahu dimana dia sekarang?” Tanya Chun Li penuh harap. “Ya. Ikut aku.” Akhirnya mereka semua berjalan mengikuti kemana Jong Rae melangkah. “Hyong!” seru Jong Rae tiba-tiba. Donghae dan Yuna langsung menghampiri mereka.

“Annyeong haseoyo Rae sunbae.” Yuna membungkuk hormat. “Annyeong haseoyo.” Yuna tersenyum pada Jong Rae. “Kalian berdua sudah pernah bertemu?” sambung Gaeul. “Ya.. waktu aku menyerahkan formulir kita, aku di suruh memberikannya langsung kepada ketua.”

“Kalau begitu kau harus tahu kalau Jong Rae adalah kakak kedua ku yang belum pernah kau lihat sama sekali itu.” Yuna terbelalak mendengar penjelasan Gaeul. “Sincayo? Hwuah.. tidak di sangka.”

“Haeya… kau pasti penasaran dia siapa kan?” Haeya mengangguk. “Dia adik yang kemarin aku ceritakan.” Mulut Haeya membulat. “Annyeong haseoyo noona.” Sapa Jong Rae berusaha ramah walaupun wajahnya tetap terlihat dingin. “Apakah kau kekasih adik ku?” tiba-tiba Jong Rae beralih pada Jun yang sejak tadi tidak bicara.

“Aku harap kau laki-laki yang baik.” Jun hanya bisa diam dan diam. Sebenarnya kepribadian Jun dan Jong Rae hampir sama, tukang hemat kata. Tatapanya dingin, mendengar mereka bicara menjadi sebuah kelangkaan yang tidak bisa di cari solusinya, cenderung diam namun berisi, berwawasan luas, berwibawa dan bijaksana. Tubuh mereka sama-sama jangkung, beda 10 cm, dan juga sama-sama kurus.

“Aku harus pergi.” Jong Rae membungkuk lalu pergi begitu saja. “Rae! Terima kasih atas bantuanmu!” seru Donghae tidak lupa berterima kasih.

“Jadi sekarang giliran siapa yang memilih?” Chun Li melirik yang lain. “Aku! Dan aku akan memberikan sebuah tantangan sebelum menaiki ini, karena aku yakin kalian semua tidak mau. Jika di berikan tantangan maka menjadi mau tidak mau.”

“Memang wahana apa?”

“Rahasia! Kalau begitu aku biarkan kalian memilih, tantangan apa yang bisa kalian jalani?” yang lain berfikir keras, tantangan apa yang tidak sulit tapi pasti ada yang tidak bisa. “Dapat!” seru Haeya begitu melihat sebuah spanduk bertuliskan, “Tantangan bagi yang bisa menghabiskan mie super pedas paling banyak dalam waktu 2 menit akan mendapatkan 500.000 won.”. Haeya menunjuk spanduk tersebut. “Ya tuhan! Haeya kau gila? Bagaimana mungkin kita makan makanan pedas pada jam makan siang?” seru Chun Li panik. Mendengar makanan pedas Yuna dengan susah payah menelan ludahnya, mendadak kerongkongannya seperti terisi 1 kg jarum.

“Apa masalahnya? Mau ikut tantangan ini atau tidak? Pilih mana? Terjun dari gedung lantai lima atau makan mie super pedas?” semua berdecak menyerah dan akhirnya menurut. Mereka mencari di mana tantangan itu di adakan, saat tiba di tempat tersebut.. rupanya sebuah rumah makan dan kini di penuhi para pengunjung. Haeya tersenyum licik lalu mengajak yang lain masuk ke dalam rumah makan tersebut.

“Ahjumma! Kami akan melakukan tantangan ini!” Seru Gaeul pada bibi yang berada di dapur. Beberapa pelayan datang membawakan 6 mangkuk besar mie panas dan super pedas.

“Apakah sudah siap?” Tanya salah satu pelayan yang memegang stopwatch. Rasanya mata Yuna seperti di tusuk jarum.. melihat warnanya saja Yuna sudah ingin menangis bagaimana menicipi makanan ini.

“Di mulai dari… sekarang!” Haeya yang ternyata pecinta makanan pedas dengan cepat menyantap mie tersebut. Gaeul tidak mau kalah, begitu juga dengan Chun Li dan Donghae. Sedangkan Jun, tidak bisa mengalhikan perhatiannya dari Yuna… menghindari hal kemarin terjadi Jun mengambil mangkuk Yuna.

Bertepatan dengan itu Donghae berfikir ada apa dengan Yuna, kenapa ia tidak mau memakan mie nya. Tangan Donghae bergerak ingin menarik mangkok Yuna namun kalah cepat dengan tangan Jun yang langsung mengambil mangkuk tersebut dan menumpahkan ke dalam mangkuknya. Donghae menggertakkan rahangnya dengan kesal.

Will Be Continued

***

By: Karlie

Signature

This FF/post has made by Lana & Karlie  and has claim by they signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

RAINBOW – PART 10

RAINBOW PART 10

Author            : Wiga

Rating             : PG 15

Cast                : Onew, Kim Kibum, Choi Minho, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Shim Yui, dan Park Nada

Genre             : Friendship, Romance, Action, Sekuel

Cerita sebelumnya:  Onew dan Minho memutuskan untuk menyatakan cintanya pada Nada. Onew menyatakan cintanya lebih dulu di balkon kampus, Namun Nada tidak memberikan jawaban. Dan Minho menyatakan cintanya di depan ratusan orang saat Ia menang bertanding taekwondo, saat suasana mulai memanas, tiba-tiba Minho membawa Nada pergi..

“ Nada!!! Tunggu!!!” teriak onew sambil berlari ke arah Minho dan Nada, namun minho tidak menghiraukan panggilan onew, Ia melangkah lebih cepat sehingga Nada harus berlari untuk mengimbangi langkah minho.

“ Oppa..kita mau kemana..” tanya Nada pelan.

“ Aku ..” belum selesai Minho berbicara, onew sudah berada di depan nya.

“ Mengapa kau membawanya pergi??” tanya onew terengah-engah sambil mengatur napasnya. tangan nya  langsung menggenggam erat tangan kanan Nada. (Ket: Minho menggenggam tangan kiri Nada).

“ Bukan urusanmu kemana aku membawanya pergi..” kata minho dingin.

Onew memandang minho tajam, Ia menarik tangan Nada ke arahnya, Namun Minho menahannya.

“ Jelas itu urusanku sekarang!! Lepaskan dia..” kata onew berusaha terdengar biasa.

“ Aku tak akan melepaskannya , hyung..  kurasa kau sudah mendengar jelas apa yang tadi ku katakan di depan semua orang.. Sekarang lepaskan tangan mu darinya..” kali ini minho yang berbicara, namun dengan suara yang sedikit mengancam.

Nada memandang keduanya bergantian, Ia sungguh berharap onew dan minho tidak bertengkar lagi seperti beberapa waktu lalu.

“ Oppa..” bisik Nada pelan, namun keduanya mengacuhkannya.

“ Tidak akan kulepaskan!! “ kata onew tajam. ia mengeratkan genggaman tangannya ke Nada, begitu juga minho.

“ Oppa.. Tolong jangan seperti ini… Tanganku sakit..” bisik Nada pelan

“ Nada!!! kau mau ikut dengan ku, atau dengan onew hyung!!” kali ini minho berbicara kepada Nada.

“ Tolong jangan seperti ini oppa.. aku tak mau kalian bertengkar…” bisik nada pelan.

“ Kau harus memilih, Nada..!!!”

“ Yaa!! Kau jangan mendesak dia seperti itu!!!” Kata onew keras.

Baik Minho dan Onew sama-sama tersulut emosi, untungnya Kibum, Jonghyun Taemin dan Yui tiba disana sebelum mereka benar-benar berkelahi.

“ Onew!! Minho!! apa-apaan kalian!!” Jonghyun berusaha menengahi.

“ KALIAN JANGAN IKUT CAMPUR!!!!” Minho membentak teman-temanya.

Air mata Nada mulai menetes.

“ Kalian!!! Aku tak habis pikir!! mengapa kalian hanya mementingkan diri kalian hahhh!!! pikirkan Nada!! Lihat dia!! “ Kata Kibum menarik Nada yang kini menunduk.

“ Ayo Nada kita pergi dari sini..” Kini kibum menarik Nada dan meninggalkan Jinki dan Minho yang terdiam.

Jinki berlari ingin mengejarnya, Namun Jonghyun dan Yui menahannya, Sedangkan Minho berjalan ke parkiran motor. Taemin mengikutinya.

******

“ gomawo oppa..” bisik Nada pelan.

“ ne.. sama-sama.. aku hanya tak habis pikir. mereka bertingkah seperti itu..” sungut Kibum.

Namun Nada hanya menunduk, air mata sudah menggenang di kelopak matanya.

“ Tidak seharusnya mereka mendesakmu… aku benar-benar terkejut saat minho berbicara seperti itu di depan banyak orang.. kurasa Onew hyung juga sudah mengutarakan perasaannya padamu kann??” Kata Kibum panjang lebar, Namun Nada diam saja.. Ia terus menunduk..

“ Yaa.. Nada.. Mengapa kau menunduk..” Kata Kibum, sambil terus melihat Nada.

Ia mengangkat wajah Nada pelan-pelan  dengan kedua tangannya..

“ Aigooo.. Kau menangis… “ bisik Kibum sambil menghapus air mata Nada yang kini sudah tidak terbendung lagi.

“ Ssshhhh… Uljimaaa…” Kini Kibum mengusap kepala nada pelan.

“ Bukan ini yang ku inginkan oppa..” bisik Nada terisak.

“ ne.. aku tau.. sshh uljima..” Kibum membelai kepala Nada pelan, berusaha menenangkan Nada.

“ aku hanya tak ingin mereka berdua bertengkar gara-gara aku..” Kini Nada sudah mulai tenang.

“ Mereka berdua Pabbo, kau tau?? Sudah lah, yang ku khawatirkan sekarang keadaanmu..“ Kata Kibum lega ketika Nada sudah berhenti menangis.

“ Nada.. Diantara mereka berdua, adakah yang kau sukai??” tanya Kibum tiba-tiba.

Seketika muka Nada langsung memerah.

****

“ Mengapa kau menahan ku Yaaaa!!!!” Teriak Jinki keras.

“ Jangan bodoh Onew!! apa kau tidak melihat Nada hampir pingsan gara-gara kau dan minho mendesaknya!! jika kau menyukainya harusnya kau peka keadaanya. Dia kaget!! dia shock!! setelah minho berbicara didepan umum, lalu kau dan minho hampir berkelahi merebutkannya, kau kira bagaimana perasaannya!!!” Bentak Jonghyun kepada Onew.

“ Oppa.. Tolong tenang, tolong pikirkan Nada juga, Apa kau tau mukanya sangat pucat?? dia tidak bisa tidur semalam, dan juga ia belum sarapan pagi ini.. Kalau kalian terlalu mendesaknya, bisa-bisa dia jatuh sakit..” kali ini Yui yang berbicara.

“ Aku hanya.. tidak suka melihat ia bersama Minho..” kata onew pelan.

“ dan Minho pun berpikiran sama seperti mu, dia juga tak suka melihatmu bersama Nada..” gumam Jonghyun.

“ Aku……….”

“ Onew dengar, jika kau bersikap seperti ini terus padanya, lambat laun dia akan menjauh darimu.. beri dia waktu untuk berpikir.. jangan desak dia.. biarkan ia memilih..” kata Jonghyun bijak.

Onew terdiam, menunduk.. Pikirannya hanya tertuju pada Nada.

Dimana Ia sekarang??

Apa yang Ia lakukan bersama Kibum?

****

“ Damitt!! “ teriak Minho sambil menendang batu di depannya.

“ Mengapa Nada diam saja ketika aku menyuruhnya untuk memilih!!!”

“ Siaaalll!!!”

Minho terus saja berjalan sambil memaki.

“ Hyung..” taemin berbisik dibelakang nya, namun Minho mengacuhkannya.

“ Hyung!!!” kini taemin mulai mengeraskan suaranya.

“ YYAAA!!! mengapa kau ikuti aku!!!” bentak Minho.

“ Hyung!!! tenangkan dirimu..!!!” kata tamin keras.

Minho terdiam, tangan nya mengepal, hatinya saat ini penuh dengan emosi, ia benar-benar tak habis pikir, mengapa Nada diam saja saat minho menyuruhnya memilih.

“Bukankah Nada menyukaiku?? harusnya ia tak menolak saat ku membawanya pergi?? harusnya wajahnya tak terlihat bingung saat aku mengutarakan cinta?? Mengapa ??” teriak minho kepada taemin.

“ Aku tau Nada menyukai ku taem, hanya saja Onew selalu menekannya, kau tau Nada itu lemah, dan Onew memanfaatkan kelemahannnya!!!. aku tahu itu taem!!”

“ Hyung!! Anniyo!! itu tidak seperti yang kau pikirkan!! kau dan Onew hyung sama-sama menekannya, kau memaksanya untuk memilih, apa kau tahu tadi dia menangis??.. kalian menyakiti Nada..” keluh taemin, ia berusaha tidak memihak siapapun.

****

Keesokan paginya..

Minho berlari mengelilingi kampus, Ia mencari-cari Nada kesemua tempat.

“ Hey.. Kau lihat Nada??” tanya nya pada MIR, dan Junho, member D’ENCORE.

“ Anni.. jika Junho melihat nada pasti ia langsung mengejarnya dan berlutut di depannya.. Ha Ha Ha..” kata MIR mencoba untuk melucu.

Minho memandang MIR dengan tatapan dingin, “ Tidak lucu..” katanya tajam.

MIR dan Junho lagsung menunduk.

Minho berjalan pelan ke parkiran motor.. “ dimana nada..?” desahnya.

Semua bagian kampus sudah ia cari namun nada tak ditemukan..

****

“ Saya pesan roti yang paling enak disini, ,” kata seorang namja yang berdiri di depan nada.

“ Onew Oppa.. Mengapa ada disini.. “ bisik Nada.

Saat mata mereka berpandangan Nada merasakan detak jantungnya makin cepat.

“ Ya tuhaan, ada apa dengan ku..” kata Nada dalam hati sambil memegang dadanya.

“ Aku ingin membeli roti, semua orang bilang roti di bakery ini paling enak, tentu saja aku harus mencobanya..” kata onew sambil tersenyum.

“ nggg… oppa mau roti yang mana?” tanya Nada gugup kini tangan nya mulai berkeringat.

“ aku ingin roti yang paling enak menurut mu..”

“ nggg… menurutku yang paling enak chocolate bun oppa..” kata Nada pelan, ia menunduk, menghindari tatapan onew, entah mengapa setiap mata mereka bertemu, perasaan nada menjadi tidak karuan.

“ chocolate bun itu apa? bisa kau jelaskan..” tanya onew lagi, matanya lurus menatap mata Nada.

“ enggg… itu, roti yang…” nada mendengar ada getar di dalam suaranya.

“ HYUNGG!!! Sejak kapan kau disini???” seru taemin yang tiba-tiba muncul dari dalam.

“ Heyy, Taeminie..aku sedang ingin makan roti, makanya aku kesini..” jawab onew.

“ aahhhh… mau makan roti atau mau bertemu Nada…” goda Taemin.

Nada merasakan wajahnya memanas,

“ Yaa!!! Nada..! mengapa muka mu memerah..?? haaa, kalau begitu aku tidak akan mengganggu kalian disini..”ucap taemin tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya kepada onew.

Onew tersenyum, ia memandang Nada yang sedang menunduk, memang benar, pipinya memerah.

“ Apakah Ia malu saat Taemin menggodanya?? mengapa sekarang sikap Nada jadi sungkan padaku?? bahkan matanya selalu menghindar dari tatapan ku?? apa kah ini pertanda jika ia menyukai ku?? Tuhan, kuharap semua ini benar..” kata onew dalam hati. matanya terus memandang Nada.

“ Ini oppa, rotinya..” kata Nada pelan, sambil menyerahkan bungkusan kecil padanya.

“ gomawo Nada.. mmm, nanti pulangnya ku jemput ya..”

****

“Aku sudah mencarinya di seluruh penjuru kampus, tapi Ia tetap tidak ada!!!” kata Minho kepada Yui.

“ Tapi tadi pagi Nada bilangnya mau ke kampus, oppa..” kata Yui.

“ Jadi dimana  dia sekarang??” desah Minho sambil mengusap mukanya.

“ Mungkin ke bakery..” kali ini Jonghyun yang berbicara.

“ Tak mungkin!! Taemin bilang hari ini ia tak ada shift!!”Minho makin frustasi.

Tiba-tiba terdengar bunyi mobil Onew.

“ itu!! mungkin mereka!!” seru Kibum.

Ternyata benar, terlihat Taemin keluar mobil, disusul Onew dan Nada.

Melihat pemandangan itu, Minho langsung masuk kamarnya.

****

Nada POV:

I can not help it..

I could’t stop it if I tried

the same old heartbeat fills the emptiness I have inside

Ya tuhaan.. apa yang terjadi dengan ku.. mengapa tiba-tiba perasaan ini muncul lagi.

perasaan yang sama yang kurasakan saat aku bersama Chang Min oppa.

Perasaan yang kini mengisi tempat yang kosong dihatiku..

Entah kenapa kini hanya dia yang ada dipikiranku saat ini.

and I know that I can’t fight love so I won’t complain

coz why would I stop the fire that keeps me going on

Tuhaan.. apakah aku jatuh cinta??

Apakah aku jatuh cinta padanya??

cause when there is you I feel whole

and there’s no better feeling in the world

but without you I’m alone

and I’d rather be in love with you” (Rather be in love-michelle branch)

****

Mihho POV:

Aiissshhhh…

Mengapa selalu Onew dan Nada yang terbayang!! aku tak habis pikir mengapa Nada hari ini bisa pulang bersama Onew?? apakah Onew yang memaksanya??

aku yang salah!! harusnya aku lebih agresif terhadapnya!! aku laki-laki!! aku tidak boleh lemah seperti ini !! “

****

Keesokan paginya:

“ Nada.. hari ini kau mau kemana..” tanya Minho saat Nada memasak bersama Kibum.

“ ngg, aku ada shift di KARA oppa..” jawab Nada pelan.

“ kalau begitu aku yang akan mengantarmu hari ini.”

“ tapi taemin bilang dia ingin pergi bersama ku oppa..” Nada berusaha menolak secara halus.

“ Taemin biarkan saja, aku yang akan mengantarmu,, dan menjemputmu pulang.” kata Minho tegas. Nada menunduk, ia tak bisa berkata apa-apa lagi.

Kibum memandang Minho dengan tatapan tidak percaya.

“ Ckk.. orang ini.. memanfaatkan kelemahan Nada.. dia tau nada tidak bisa menolak..” sungut Kibum dalam hati.

****

“ Pegangan yang erat,Nada..” Kata minho sambil memakai helmnya.

“ Ne oppa..” jawab Nada pelan, Ia memegang ujung jaket Minho.

“ Bukan seperti itu Nada, jika kau memegang ujung jaket saja, kau bisa terlempar jatuh..” minho segera meraih kedua tangan Nada, kemudian mengalungkannya erat di pinggangnya.

“ peluk aku seperti ini… Dan jangan dilepas..!!!”

****

“ Gomawo oppa..” kata Nada sambil turun dari motor ketika mereka sampai di depan KARA.

“ Jangan lupa, nanti ku jemput pulangnya..” kata Minho, suaranya terdengar seperti perintah.

“ Ne oppa.” jawab Nada pelan, kemudian ia melangkah kedalam KARA, namun baru dua langkah, Minho menarik Nada kedalam pelukannya.

“ Saranghaeyo..jagia..” bisiknya di telinga Nada.

Nada terkejut, ia berusaha melepaskan diri dari pelukan minho.

“ oppa..”

“ Mianhae, Nada.. tapi apa yang kukatakan kemarin tidak main-main.aku serius saat aku bilang aku mencintaimu dan yang ku ingin kan sekarang, adalah kau menjadi  milikku, Nada” Minho memandang mata Nada tajam.

Nada hanya menunduk.

“ Nanti malam, aku ingin jawabannya dari mu.” kata minho, kemudian ia segera menaiki motornya dan pergi meninggalkan Nada yang masih termenung.

*****

Sepanjang hari ini Nada gelisah, ia terus-terusan memandang jam ditangan nya. berharap waktu berhenti.

“ Apa yang harus ku lakukan?? aku tidak tau cara menolaknya, aku tidak ingin ia sakit hati karena penolakanku, namun aku juga tidak bisa menerimanya.. aku menyukai orang lain. bagaimana ini Tuhan??” desahnya.

****

Sudah satu jam lamanya Nada menunggu Minho, Namun Minho belum datang juga. Nada berkali-kali mengecek hp nya namun tak ada satu pun kabar dari Minho.

“ sshhh… dingin sekali.. apa aku pulang saja yaa.. perutku sungguh lapar.. mengapa jam segini Minho oppa belum datang..” Nada menggumam sendirian.

“ Nada..” terdengar suara namja memanggilnya.

“ Nada.. Kamu sedang apa disini sendirian..??”

Nada menoleh, menyadari siapa yang memanggilnya hatinya kembali bergetar.

“ Onew oppa..”

Onew segera menghampiri Nada.

“Mengapa berdiri sendirian?? apa kau tidak merasa kedinginan??” tanya onew.

“ ngg.. aku…”

“ Kamu menunggu seseorang??”

Nada terdiam sebentar, lalu akhirnya menjawab “ Anni oppa..”

“ Kau tidak menunggu siapa-siapa..? kalo begitu ayo kita pulang.. Kajja!!” kata onew sambil mengulurkan tangan nya ke Nada.

Nada tidak menolaknya, ia menyambut tangan onew dan berjalan disampingnya.

Tes..     Tes..       Tes…

“ Hujan…… “ kata Nada sambil mengadahkan wajahnya kelangit.

“ Ayo cepat Nada.. Halte masih jauh.. Nanti keburu hujannya deras..” seru onew sambil mengeratkan genggaman tangannya kepada Nada dan mulai berlari.

setelah kira-kira 5 menit mereka berlari, perlahan-lahan Nada menurunkan kecepatanya, dadanya terasa sangat sesak, ia mulai kesulitan bernafas.

“ Nada… palli.. sebentar lagi kita sampai halte bus..” seru Onew tidak sabar.

Hujan sudah turun dengan derasnya, membasahi baju yang yang mereka kenakan.

“ hhhhh.. oppa… berhenti, hhhh… aku sudah… tidak kuat lagi…” bisik Nada pelan, namun Onew tidak mendengarnya, ia terus berlari sambil tetap menggandeng tangan Nada.

“ hhhh… oppaa…” akhirnya Nada terjatuh.

‘NADA!!! Nada.. bangun.. kamu kenapa??” tanya Onew panik, sambil berlutut disamping Nada, dan menyandarkan Nada di bahunya.

“ Nadaaa… Kamu kenapa?? tolong buka matamu..” bisik Onew di telinga Nada.

Namun Nada tidak menjawab, hanya dadanya yang terlihat naik turun karena kesulitan bernafas dan bahunya sedikit bergetar karena kedinginan.

Onew menggenggam kedua tangan Nada “ Ya tuhan.. tangan mu dingin sekali..” bisik Onew sambil meniup tangan nada dengan uap hangat dari mulutnya.

“ Yaa Tuhaan… apa yang harus kulakukan.. mengapa nada menjadi seperti ini..” katanya dalam hati, sambil memeluk Nada erat. Onew memandang tubuh nada selama beberapa detik, terlihat kemeja putih Nada basah sehingga terlihat jelas lekuk tubuh Nada. dalam keadaan dingin seperti ini onew merasakan tubuh nya memanas, beberapa kali ia menelan ludahnya.

Perlahan Nada membuka kedua matanya,

“ Oppa…” bisiknya lirih.

Onew memandangnya dengan penuh rasa khawatir.

“ Ya tuhaan.. Nada.. Kamu kenapa?? kamu membuatku sangat ketakutan..” kata Onew sambil memeluk Nada lebih erat.

“ aku.. hhhh.. asmaku.. kambuh… oppa…” bisiknya perlahan, ia mengatur nafasnya pelan-pelan.

“ Mengapa kamu tidak bilang dari awal ,, Nada?? udara dingin pasti membuat asma mu makin parah, lepaskan tasmu…” kata Onew sembari melepaskan jaketnya.

“ oppa mau apa??” tanya Nada pelan.

“ kita pulang sekarang Nada, kan tidak mungkin kita terus disini semalaman.. lihat bajumu sudah basah kuyup.. lepaskan tas mu, dan pakai jaketku..” kata Onew pelan.

sebenarnya jaket Onew pun basah, namun ia tidak rela jika orang lain melihat tubuh Nada yang tampak jelas kini.

Nada menurut, ia melepaskan tas selempangnya, dan dengan dibantu Onew ia memakai jaket. Onew segera memakai tas Nada dan bersiap untuk menggendong nada.

“ oppa… oppa mau apa.. aku bisa jalan sendiri..” kata Nada pelan.

“ Nada, tolong kali ini jangan menolak, aku tak akan membiarkan mu berjalan dalam keadaan seperti ini..” kata Onew tegas.

**********

Saat mereka turun dari bis, Onew tetap memaksa agar Nada mau digendongnya.

“ Nada.. mana mungkin aku tega melihatmu berjalan.. lihat, mukamu sudah sangat pucat.. sudahlah jangan menolak, kajja..” kata Onew, sembari berjongkok didepan Nada, agar Nada mau menaiki punggungnya. Nada perlahan menaiki punggung onew.

Punggung Onew terasa sangat hangat dan nyaman, kemudian Nada menyandarkan kepalanya ke bahu Onew.

“ Oppa…” bisik Nada pelan.

“ hmmm….”

“ mianhae.. aku selalu merepotkan mu..”

“ gwenchana.. aku sama sekali tak keberatan Nada, kau ingat? saat kita dibalkon kampus? aku sudah berjanji untuk melindungi mu dan membuatmu bahagia.. jadi jangan minta maaf.. “

Nada terdiam, ingin sekali ia berterus terang pada Onew, bahwa ia mempunyai perasaan yang sama terhadapnya. Namun ia tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan nya, dan juga ia tidak ingin menyakiti perasaan Minho.

“ Nada..”

“ Hmmm…”

“ Kau mengantuk..??” tanya Onew pelan.

“ Sedikit, oppa..”

“ kalau begitu tidurlah, sandarkan kepalamu di bahuku..”

setelah berjalan kurang lebih lima belas menit akhirnya mereka sampai juga di depan dorm mereka, terlihat Minho berdiri di teras, sambil memperhatikan mereka.

**********

Minho POV :

Kulihat Onew dan Nada dari kejauhan,,,

apa-apaan ini?? mengapa Onew menggendong Nada?? mengapa Nada tertidur di bahu Onew?? mengapa Nada basah kuyup dan memakai jaket Onew?? mengapa mereka berdua pulang bersama?? ada apa ini sebenarnya?? kurasakan tanganku bergetar menahan emosi.

aku berjanji menjemput nada jam 7 malam ini, namun begitu aku sampai di KARA, KARA sudah tutup dan Nada pun sudah tidak ada, kupikir karena sebentar lagi hujan, maka Nada pasti pulang bersama taemin.

Tapi taemin pulang sendirian, aku kembali menaiki motor ku menuju KARA, Nada tetap tidak ku temukan. Kini kulihat Ia berdua dengan Onew..

Apa maksudnya ini??

**********

Keesokan paginya, Nada terbangun dengan kepala agak berat. Ia heran mendapati dirinya sudah berganti pakaian.

“ Yui kah yang mengganti pakaian ku??” gumamnya pelan. Nada berusaha bangun dari tempat tidurnya dan memaksakan diri untuk melangkah ke kamar mandi. saat Ia membuka pintu kamarnya terlihat dorm begitu sepi. tampaknya semua orang sudah pergi kuliah.

Setelah nada selesai mandi, dan berganti pakaian, nada kembali merebahkan dirinya diatas tempat tidur, ia memegang keningnya dengan telapak tangan nya.

“ Panas.. seperti nya aku akan sakit..”

“ Tok.. Tok.. Tok..”

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.

Nada terbangun.

“ Nuguseyo??”

“ Siapa yang mengetuk pintu kamarku.. bukankah semua orang sudah pergi ke kampus??” desahnya dalam hati.

“ Tok.. Tok.. Tok..” kembali terdengar ketukan.

Nada segera berdiri dan perlahan membuka pintunya.

**********

“ Minho oppa..??” bisik Nada pelan saat melihat sosok namja jangkung dihadapannya.

“ Kau tidak kuliah??” tanya nya lagi. Namun minho hanya terdiam sambil terus memandang Nada. Nada merasa risih karena minho terus memandanginya seperti itu, Ia pun menunduk menghindari tatapan Minho.

“ Kemarin mengapa kau pulang bersama Onew??” akhirnya setelah beberapa saat mereka saling diam, Minho memulai pembicaraan.

“ nngg.. Aku..” Nada bingung harus menjawab apa.

“ Bukan kah sudah kukatakan, aku yang akan menjemputmu pulang..?” kata Minho tajam.

“ Mianhae.. oppa..” bisik Nada pelan sambil tetap menunduk.

“ Yaa!! tatap mataku saat aku berbicara dengan mu!!” bentak minho.

Nada memandang Minho dengan tatapan bersalah, Ia tidak menyangka Minho akan marah besar seperti ini.

“ Oppa.. Mianhaeyo..”

Minho menghela nafasnya sesaat, kemudian ia mendorong Nada masuk kedalam kamarnya dan langsung menutup pintunya.

“ Oppa…” Nada terkejut ketika tiba-tiba Minho mendorongnya, ia sungguh tidak mengerti dengan sikap Minho yang begitu berbeda terhadapnya sekarang.

“ Oppa, aku.. ku rasa..” Nada ingin berbicara namun telunjuk minho menyentuh bibirnya,  Nada langsung terdiam.

“ ssshhh… biarkan aku berbicara dulu…” Kali ini Minho berbicara dengan lembut, membuat Nada semakin tak mengerti.

“ kemarin, saat kau pulang bersama Onew, tahukah kau aku cemburu??”

Nada terdiam..

“ aku tahu, onew memaksamu untuk pulang bersama dengan nya.. iya kan? tatap mataku Nada.. jangan menunduk saat aku sedang berbicara padamu..” kata Minho pelan.

Nada memberanikan diri untuk menatap mata minho, yang menurutnya semakin lama-semakin menakutkan.

“ Nada… jawab pertanyaanku..”

Nada terdiam sebentar, ia mencari kata-kata yang tepat agar tidak membuat minho tersinggung.

“ Nggg.. oppa, kemarin sudah satu jam, aku menunggu mu.. namun kau tak datang, kukira kau lupa, jadi.. saat.. onew oppa mengajakku pulang.. aku.. menerima tawarannya.. Mianhae oppa…” jawab Nada pelan.

Minho kembali terdiam, jawaban yang diucapkan Nada sungguh berbeda dari apa yang diharapkannya. rasa kecewa, rasa jengkel, rasa marah yang sejak kemarin dipendamnya kembali muncul.

“ Kau mencintaiku kan, Nada??”

***********

perasaan Onew gelisah, ia terus menghela nafasnya.

“ Rasanya ada sesuatu yang tidak beres.. tapi apa…” sungutnya dalam hati.

“ Hyung!!!” seru Taemin mencoba mengagetkan onew, Namun tidak berhasil.

“ Yaaa!!! Onew hyung… mengapa melamun?? haa.. kau sedang memikirkan Nada yaa??” ledeknya lagi.

“ Entahlah.. aku hanya merasa ada sesuatu yang salah hari ini.. Namun aku tidak tahu, apa itu..” gumam onew pelan, pandangan nya menerawang.

“ tenang saja Hyung, sakit Nada tidak begitu parah seperti waktu ia terluka oleh Jessica, kata Yui hanya demam saja badannya masih agak panas saat tadi Yui meninggalkannya, tapi tadi Yui meninggalkan obat penurun panas di meja makan, kau tenang saja laah.. Nada kan bukan anak kecil, hyung..” kata Taemin menenangkan Onew.

“ Yaa.. seharusnya begitu, Namun aku merasa gelisah seharian ini.. aku terus memikirkan Nada.. apakah ia baik-baik saja sendirian dirumah?? apakah kompor gas dan pemanas sudah dimatikan?? pintu sudah dikunci?? bagaimana jika ia masih tertidur dan kalian lupa mengunci pintu??” onew terlihat makin cemas.

“ Wwaahh.. kau pasti sangat mencintainya ya.. sampai segitu khawatirnya hyung.. hehe.. tenang saja, Nada tidak sendirian.. Minho hari ini tidak kuliah, pasti dia…” belum selesai Taemin berbicara onew sudah berlari meninggalkan Taemin sendiri.

“ Hyung!!! Yaaaa!!!! mengapa kau meninggalkan aku??” teriak Taemin.

Sementara itu onew berlari sekuat tenaga  menuju parkiran mobil.

“ Yaa Tuhaann… aku baru sadar mengapa dari tadi perasaan ku gelisah.. mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada mereka berdua.. aku benar-benar tidak bisa membayangkannya…”

**********

“ Kau mencintaiku kan, Nada??” bisik Minho tajam. Ia memperpendek jaraknya dengan Nada.Nada melangkah mundur.

“ Nada.. katakan kau mencintaiku..” Minho semakin menyudutkannya ke dinding.

“ Oppa…” bisik Nada, kini ia merasa ketakutan.

“ kau lebih memilihku kan, dibanding onew..” Minho memegang leher Nada, dan perlahan mengusap tengkuknya.

Sakit kepala yang kini dirasakan Nada semakin menjadi-jadi, Ia mencoba untuk menghindari Minho namun tak ada ruang baginya untuk bergerak, Minho benar-benar menyudutkannya dengan sempurna.

“ Oppa.. Tolong jangan seperti ini..” pinta Nada, Ia berusaha menarik tangan Minho dari tengkuknya, namun cengkraman Minho malah semakin kuat.

“ Jawab aku , Nada.. kau mencintaiku kan..” Minho berbisik di telinga Nada, membuat nada sedikit merinding.

“ Oppa… tolong.. “ Kini Nada mencoba mendorong Minho menjauh dari nya.

“ JAWAB AKU NADA!!! JAWAB PERTANYAANKU!!! KATAKAN KAU MENCINTAIKU!! JAWAB!!!” Minho berteriak keras kepada Nada, membuat Nada sedikit terlonjak karena kaget.

“ Oppa…” Air mata nada menggenang, Ia berusaha menahannya agar tidak tumpah.

“ Sadarkah kau , kau telah mempermainkan perasaanku??? “ Kedua tangan Minho memegang erat lengan Nada.

Minho mendekatkan wajahnya kepada Nada, menatap dalam-dalam mata  Nada yang kini nampak ketakutan.

“ Mengapa kau diam saja?? ayo bilang bahwa kau mencintaiku, Nada!!!”

“ Oppa.. Lepas.. tolong jangan seperti ini,,” kata Nada terisak, ia merasa kini lututnya terasa sangat lemas. tangannya mendorong minho sekuat tenaga, Namun minho tidak bergeming, ia tetap ditempatnya.

“ KUMOHON NADA!!! KATAKAN KAU MEMILIHKU!!! KATAKAN KAU MENCINTAIKU!!!” Kini minho sudah kehilangan kendalinya, Dengan satu tangan, ia memeluk nada, dan tangan satunya menarik wajah Nada kearahnya hingga bibir mungil nada menempel tepat di bibirnya.

“ Mmmpphhh.. Oppa.. Andwae..” jerit Nada pelan, tangannya mendorong keras bahu minho, namun minho lebih kuat darinya sekeras apapun Nada mendorong nya, minho tetap tak bergeming.

“ Katakan Nada.. kau mencintaiku kan??” desis Minho saat bibir mereka masih menempel.

Nada menggelengkan kepalanya pelan, berusaha melepaskan bibirnya dari bibir Minho.

“ KATAKAN NADA!!!!” Teriak Minho keras.

Nada mengatupkan kedua tangan nya kewajahnya, Tubuhnya merosot ke lantai karena lututnya gemetar tidak kuat menahan bobot badannya.

“ Yaa!!! Minho!! Apa yang kau lakukan!!!!” Tiba-tiba terdengar terdengar teriakan Kibum dan Onew berbarengan.

Onew segera menghampiri Minho dan hendak melayangkan tinjunya ke arah Minho, Namun Kibum dengan cepat menahannya.

“ Hyung!!! jangan!!! “

“ Yaaa!!! lepaskan aku!!” teriak Onew keras.

“ Apa yang ada di otak mu!! Pabbo!! apa kau tidak sadar Nada sedang sakit!!! apa yang kau lakukan hingga membuatnya menangis!!! Brengsek!! “ teriak Onew kehilangan kendali.

“ Hyung!! sudah!!” Kibum menarik Onew mundur.

“ Sudah Hyung!! Pikirkan keadaan Nada..” bisik Kibum menenangkan onew.

Onew menghela nafasnya, kemudian Ia berlutut di depan Nada, dan mengusap lembut kepalanya.

“ Nada.. kau tidak apa-apa..” bisik Onew pelan.

Namun Nada hanya menggelengkan kepalanya, tangannya tetap menutupi seluruh wajahnya.

“ Nada.. sshh… uljima.. ini aku, kau tidak apa-apa..” Kali ini kibum yang berbicara.

“ aku ingin sendiri.. kumohon.. tinggalkan aku sendiri..” bisik Nada pelan.

*************

“ Aku mohon.. tolong, tinggalkan aku sendiri..” bisik Nada terisak.

Akhirnya Kibum menarik lengan Onew agar menjauh dari Nada, awalnya Onew menolak namun Kibum mengatakan bahwa jika mereka bertiga tetap berada disini, kondisi nada akan semakin down.

dengan berat Onew meninggalkan Nada yang masih menangis, Ia mengelus rambut Nada pelan dan kemudian berdiri menyusul Kibum dan Minho yang sudah keluar terlebih dahulu.

Setelah Kibum menutup pintu kamar Nada, Tiba-tiba Minho mengarahkah tinjunya ke rahang Onew.

“ BUUKK…”

“ YAA!!! MINHO!! APA YANG KAMU LAKUKAN!!!” teriak Kibum.

Onew tidak tinggal diam, walau pun matanya masih berkunang-kunang, Ia mencoba membalas pukulan Minho, kali ini wajah Minho adalah sasarannya.

“ ONEW HYUNG!!! BERHENTI!!!” Kibum berusaha memisahkan mereka berdua, Namun baik Onew dan Minho tampaknya sudah tidak mendengarkannya lagi.

Minho mendorong Onew hingga terjatuh, kemudian Ia duduk diatas perut onew dan mulai memukul wajah onew bertubi-tibi

“ MENGAPA KAU SELALU MENGHALANGIKU!! NADA MENCINTAIKU!! NAMUN KAU TERUS MENEKANNYA!! MENGAPA KAU SELALU MENJAUHKAN KU DARINYA!!!” teriak minho.

Darah sudah mengalir dari hidung dan bibir Onew.

“ HENTIKAN MINHO!!!” Kibum berusaha menarik Minho dari atas tubuh Onew,

“ LEPASKAN AKU KIM KIBUM!!!” teriak Minho.

Onew tidak menyia-nyiakan kesempatan saat Minho lengah, dengan kakinya ia menendang tubuh Minho hingga terjatuh.

Kali ini onew yang berada diatas minho, Ia meninju perut, rahang, dan wajah minho lebih keras dari sebelumnya.

“ JIKA KAU MENCINTAINYA MENGAPA KAU MEMBUATNYA MENANGIS!!! ASAL KAU TAU!! SAMPAI MATI PUN AKU TAK AKAN MENYERAHKAN NADA PADAMU!! BRENGSEK!!! “

Kibum memegang kedua tangan Onew, Ia berusaha menarik Onew dari atas tubuh Minho.

“ HYUNG!!! HENTIKAN!!! KAU BISA MEMBUNUHNYA!! HENTIKAN!!!” Kibum mulai panik, baik onew maupun minho sudah mengeluarkan darah, namun keduanya tampaknya ingin membunuh satu sama lain.

“ OPPA!!! HENTIKAN!!!!” jerit Nada tiba-tiba, Ia berdiri di pintu kamarnya, menangis dan gemetaran melihat pemandangan yang ada di depannya.

Onew, Minho dan Kibum terdiam ditempat, perlahan Onew berdiri dari tubuh Minho, melangkah mundur menyandar ke tembok dan menyeka darah yang ada di wajahnya.

“ Yaa, Tuhaan.. Mengapa jadi seperti ini..” Ucap Nada terisak. satu tangannya kini memegang dadanya yang mulai sesak.

“ Nada..” Onew melangkah mendekatinya.

“ Mengapa kalian berkelahi??…. hhhhh…. bukankah kita adalah satu keluarga?? hhhhh… tahu kah kalian??? hhhh… hatiku sungguh sakit melihat kalian seperti ini…” tangis Nada semakin kencang bercampur dengan rasa sesak yang kini membuat Nada makin sulit bernafas.

“ Nada… “ Onew berusaha memeluknya namun nada menolaknya.

“ Andwae Oppa… Lepas…” Nada mendorong Onew kuat.

“ Sssshhh… jangan menangis.. Mianhae..” Onew tidak perduli Nada mendorongnya, Ia tetap terus berusaha memeluk Nada.

“ Andwaee Oppa… hhhhh.. Lepas… hhhh”

Onew memeluk Nada, Ia semakin mempererat pelukannya setiap kali Nada mendorongnya.

“ Hyung.. sudahlah.. lepaskan dia…” desah Kibum pelan. Namun Onew bertahan, ia tetap memeluk Nada, hingga akhirnya nada menyerah, Ia terus menangis di pelukan onew.

“ sssshhhh… uljima…” bisik Onew sambil mengusap lembut rambut Nada, dan menyandarkannya di bahunya.

“ tolong jangan seperti ini oppa..” bisik nada sesenggukan.

“ Mianhae.. tak akan kuulangi lagi..”

************

TBC

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF