My Past Future – Part 7

Chapter 1

Part 7

Main Cast : Yuna, Lee Jinki, Lee Donghae

Support Cast : Gaeul, Jn, SHINee, Super Junior

~Yuna Pov~

It can’t be like this, ya tuhan. What do I do? Kami benar-benar menonton dalam diam, bahkan kami tidak bisa menertawakan adegan lucu. Aku pun terpaksa menahan rasa takut karena tidak enak saja ketakutan dalam keadaan kaku begini. Tapi kami baru satu hari.. bagaimana mungkin sudah berada di situasi seperti ini. Sejak tadi aku tidak benar-benar memerhatikan film yang terputar, karena jika aku benar-benar memperhatikan aku pasti sudah menjerit ketakutan. Bahkan situasi ini lebih canggung jika dibandingkan dengan situasi saat kami baru menjadi pacar. Tapi jujur aku benar-benar tidak suka jika ada orang yang menanyakan hal pribadiku, walaupun kekasihku sendiri. Memangnya aku dan Jun ada apa? Kenapa harus menanyakan itu? Bagiku itu pertanyaan yang cukup sensitive.

Tiba-tiba Donghae oppa menutupi mataku, jujur aku terkejut tapi aku tidak melawan. “Adegan ini bisa membuatmu muntah, aku tahu kau tidak kuat melihat darah.” Aku hanya diam, tidak lama mataku kembali di buka… entah kenapa tiba-tiba air mataku menetes. Terharu? Tidak. Menyesal? Atas apa? Aku tidak tahu ini air mata apa.

~Donghae Pov~

Ini kesalahanku, tidak semestinya aku mempertanyakan hal tersebut sehingga kami tidak akan berada di situasi canggung ini. Tapi aku tidak suka melihat Jun selalu ada di sisinya, bahkan lebih dekat dariku. Bahkan tadi ketika kami baru akan berangkat, aku melihat Yuna menarik lengan Jun dan saat aku ingin menggandeng Yuna ia justru menghindar.

Jika saja hal itu tidak terjadi aku akan tetap memaklumi Jun sebagai sahabat Jun, tapi lain rasanya saat mengalami kejadian itu. Seseorang yang lebih senang di sentuh atau menyentuh laki-laki lain tetapi saat kekasihnya sendiri dia justru menghindar. Itu membuatku ragu atas penerimaan cintaku, apakah ia tulus? Apakah benar yang ia memiliki rasa terhadapku? Lebih besar mana rasanya untukku atau rasanya untuk Jun?

&&&

Tujuan selanjutnya adalah Lotte World yang terletak di daerah Songpa, Seoul, Korea Selatan. “Ayo kita menaiki wahana sesuai pilihan. Masing-masing mendapat jatah memilih wahana, aku orang pertama yang memilih!”

“Oppa curang! Kalau begitu aku yang kedua dan yang ketiga Haeya unni!” seru Gaeul. “Aku keempat saja, berarti yang terakhir kalian berdua.” Donghae setengah bertanya pada keduanya. “Baiklah, kami berdua akan memilih terakhir.” Ucap Yuna akhirnya berusaha menyamarkan hubungannya dan Donghae yang sedang tidak enak.

“Aku mau naik Gyro Drop!” yang lain mengikuti saja, dan tiba-tiba Yuna merasa perutnya mual padahal ia belum menaiki wahana tersebut.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Donghae khawatir begitu keduanya duduk bersebelahan. “Ya… aku baik-baik saja.” Donghae merasa tidak yakin. “Jika kau tidak ingin naik wahana ini aku juga tidak akan naik, aku tidak mau kau sakit.” Yuna tersenyum. “Tidak, aku akan baik-baik saja.” Belt pengaman di turunkan dan terpasang di depan dada mereka. Jantung Yuna berdegup semakin kencang, ia berharap ia bisa berkompromi dengan perutnya agar tidak muntah sekarang.

Permainan di mulai, semua pengunjung yang menaiki wahan tersebut sangat menikmati dan beteriak-teriak untuk memeriahkan suasana. Hanya Yuna satu-satunya orang yang tidak menikmati permainan tersebut, matanya tertutup rapat, tangannya menggenggam pengaman dengan sangat kencang hingga memucat. Donghae merasa tidak tega melihat Yuna ketakutan seperti itu, perlahan ia melepaskan genggaman tangan kanan Yuna pada pengaman dan langsung menautkan jemarinya dan menggengam tangan Yuna dengan erat.

Perlahan Yuna merasa sedikit tenang, dan diam-diam Yuna tersipu malu. Tidak terasa permainan sudah berakhir, pengaman di lepaskan tapi Donghae masih tidak melepaskan tangannya dari Yuna. “Sekarang giliranku! Aku mau naik Gyro Swing!”

“Ayolah Gaeul.. jangan permainan itu, aku bisa muntah.” Tolak Yuna. “Tidak mau.. aku ingin sekali naik itu bersamamu! Kau harus ikut juga!” paksa Gaeul. “Aku saja sudah mual karena naik Gyro Drop tadi.. bisa-bisa aku langsung muntah walaupun permainan belum di mulai.”

“Tapi tidak boleh ada yang tidak ikut permainan.” Tambah Chun Li. “Permainan ini saja. Aku masih mual, aku janji hanya permainan ini saja aku tidak ikut. Ku mohon.” Yang lain saling melempar pandangan. “Baiklah kalau begitu.” Ucap Gaeul akhirnya. “Aku akan tetap di sini bersama Yuna.” Sela Donghae cepat. “Silahkan saja. Kami naik ya!” mereka saling melambaikan tangan.

“Apakah sangat mual?” Tanya Donghae khawatir. “Sudah lumayan, tapi rasanya tidak enak.” Yuna mengelus-elus perutnya. “Ayo cari minum, kau butuh air mineral.” Keduanya berjalan menyusuri Magic Island, dan akhirnya berhenti pada sebuah café kecil untuk beristirahat. “Yuna-ah.”

“Ne?”

“Apakah kau sudah merasa lebih nyaman?”

“Ne.”

“Bisakah kita berhenti merasa canggung? Aku…. Aku tidak suka situasi itu.”

“Ne, aku akan berusaha.”

“Yuna-ah.”

“Ne?”

“Ne.. kau selalu mengucapkan itu.. Ne. Apa kau sudah makan? Ne.. Apakah kau Yuna? Ne.. carilah kata lain. Ne.” Donghae sedikit meledek tapi juga agak kesal. “Ne.. Eh? Kenapa?”

“Ne terlalu baku. Aku akan merasa canggung.”

“Ye.. aku akan mencoba.”

“Bisakah berhenti bicara formal? Kita bukanlah senior dan junior.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Bicaralah seperti saat kau sedang berbicara dengan Gaeul.”

“Aku bilang kan aku akan mencobanya.” Jawab Yuna dengan kalimat informal namun tetap bernada formal. “Tidak akan ada pengaruhnya jika kau tetap menggunakan intonasi itu.”

“Jweosohamnida.” Donghae berdecak kesal. Tidak lama terdengar tangisan seorang anak kecil, Yuna mencari dari mana asal suara tersebut. Ditemukan lah seorang anak laki-laki berumur sekitar 4 tahun menangis sambil berjongkok dan memanggil ibunya.

“Hey.. jangan menangis, ayo berhenti menangis ada noona di sini.” Yuna menggendong anak tersebut, dan tangisannya perlahan mereda. Yuna membawanya ke tempat ia duduk bersama Donghae. “Siapa namamu?” Tanya Yuna sambil menyeka sisa air matanya. “Biar aku yang gendong dia.” Donghae mengambil alih anak tersebut. “Apa yang di lakukan ibunya sih? Bisa-bisanya melupakan anak sendiri.” Omel Yuna sambil merapihkan barangnya. “Sebaiknya kita ke tempat pelaporan kejadian.” Keduanya berjalan pergi. Belum jauh berjalan anak tersebut mulai tertarik untuk memegang rambut panjang dan lembutYuna, sepertinya warna hitamnya begitu memikat anak itu.

“Agh! Aha ha… sakit…!” Yuna berusaha menarik rambutnya dari genggaman anak tersebut, Donghae berusaha membantu hingga akhirnya lepas juga. “Ternyata rambutmu tidak hanya mempesona laki-laki remaja, bahkan anak kecil pun bisa-bisanya terpesona dengan rambutmu itu.” Gurau Donghae sambil terkekeh. “Itu tidak lucu! Sakit tahu.” Yuna memukul pelan lengan Donghae.

***

“Sunbae oppa.. ayo beli es krim.”

“Lebih baik kita mencari yang lain dulu, bisa-bisa kita hanya buang-buang waktu.”

“Tapi aku mau es krim.”

“Iya, aku tahu. Nanti akan aku belikan, tapi kita cari yang lain dulu.”

“Mau es krim.” Ucap Yuna dengan suara pelan dramatis*lebe*. Tiba-tiba seseorang berlari dan menabrak Yuna, Donghae yang juga hampir terjatuh mengulurkan tangannya ingin membantu Yuna berdiri. Belum sempat Donghae memebantu Yuna berdiri gadis tersebut mulai menangis.

“Hey.. apakah sangat menyakitkan?” bukannya menjawab tangisan Yuna justru semakin keras. “Hushh… berhentilah menangis, orang-orang memperhatikan kita. Apakah ada yang luka?” Donghae berusaha menarik lengan Yuna sebelum akhirnya Yuna menepis tangan Donghae. “Ada apa? Kau ini kenapa? Ayolah… kenapa kau menangis.” Donghae semakin merasa dirinya menciut malu akibat mata mata yang memperhatikan mereka.

“Aku mau es krim!” Yuna kembali menangis.

“Apakah aku sedang berpacaran dengan gadis usia 4 tahun?!” Donghae berdecak lalu mendengus.

Dan pada akhirnya keduanya mencari penjual es krim. Donghae bisa melihat mata Yuna berbinar-binar begitu sang penjual memberikan es krim vanilla yang di minta Yuna, sedangkan Donghae lebih memilih rasa coklat. “Apakah sudah puas?” Tanya Donghae meledek. “Kekeke… kamsahamnida.” Yuna menjilat es krimnya. “Bisakah kita mencari yang lain sekarang?” Yuna mengangguk puas.

&&&

“Aduh.. mereka berdua ini sebenarnya ada dimana sih?!” keluh Chun Li kesal. “Kenapa tidak oppa hubungi saja ponselnya?” Chun Li mengendus. “Jika aku bodoh aku tidak akan berfikir seperti itu, tapi aku pintar. Dan masalahnya sekrang adalah, ponselku tidak bisa menyala karena aku lupa mengisi baterainya semalam!” Chun Li menahan marah. “Bagus sekali! Dan sekarang kita harus mengitari Lotte World yang luasnya lebih dari 2 hektar demi mencari mereka berdua!”

“Jadi sekarang kau menyalahkanku?”

“Tidak! Kau saja yang merasa begitu!”

“Lalu kenapa kau menaikkan nada? Kau marah?!”

“Tidak! Aku pikir oppa yang menaikkan nada! Tidak sadarkah?!”

“Kau ini kenapa sih? Kalau kau tidak mau kita berkeliling mencari kau kan bisa menghubungi ponsel Yuna!”

“Menghubungi dengan apa? Oppa lupa kalau aku tidak punya ponsel?!”

“Berhenti berseru padaku! Apa tidak punya sopan santun? Ha!” Haeya yang sejak tadi diam saja akhirnya angkat bicara. “Hey kalian berdua! Bisakah berhenti berkelahi? Apakah kalian berdua mau membuat malu di depan orang banyak seperti ini?!” Haeya menjewer telinga Gaeul dan Chun Li.

“Hyong, Gaeul-ah jigeum mweo hani (apa yang kau lakukan)?” ketiganya menoleh serentak. “Oh? Jong Rae.” Chun Li mengerutkan alis. “Rae oppa… kenapa oppa ada di sini?” Haeya penasaran siapa laki-laki bertubuh jangkung dengan wajah imut dan dingin yang tiba-tiba menghampiri mereka. “Kenapa kalian berkelahi di sini?” nada bertanyanya terdengar tidak enak, sepertinya dia tidak suka mereka berdua berkelahi.

“Ah tidak.. mungkin kau salah lihat. Bagaimana bisa kau di sini?” Tanya Chun Li berusaha mengelak. “Tadi Donghae hyong menelponku, katanya dia tidak bisa menemukan dimana kalian. Dan katanya ponselmu tidak dapat di hubungi. Kebetulan aku ada di sekitar sini tadi jadi aku langsung ke sini untuk membantunya tapi ternyata aku malah bertemu dengan kalian.”

“Jadi kau tahu dimana dia sekarang?” Tanya Chun Li penuh harap. “Ya. Ikut aku.” Akhirnya mereka semua berjalan mengikuti kemana Jong Rae melangkah. “Hyong!” seru Jong Rae tiba-tiba. Donghae dan Yuna langsung menghampiri mereka.

“Annyeong haseoyo Rae sunbae.” Yuna membungkuk hormat. “Annyeong haseoyo.” Yuna tersenyum pada Jong Rae. “Kalian berdua sudah pernah bertemu?” sambung Gaeul. “Ya.. waktu aku menyerahkan formulir kita, aku di suruh memberikannya langsung kepada ketua.”

“Kalau begitu kau harus tahu kalau Jong Rae adalah kakak kedua ku yang belum pernah kau lihat sama sekali itu.” Yuna terbelalak mendengar penjelasan Gaeul. “Sincayo? Hwuah.. tidak di sangka.”

“Haeya… kau pasti penasaran dia siapa kan?” Haeya mengangguk. “Dia adik yang kemarin aku ceritakan.” Mulut Haeya membulat. “Annyeong haseoyo noona.” Sapa Jong Rae berusaha ramah walaupun wajahnya tetap terlihat dingin. “Apakah kau kekasih adik ku?” tiba-tiba Jong Rae beralih pada Jun yang sejak tadi tidak bicara.

“Aku harap kau laki-laki yang baik.” Jun hanya bisa diam dan diam. Sebenarnya kepribadian Jun dan Jong Rae hampir sama, tukang hemat kata. Tatapanya dingin, mendengar mereka bicara menjadi sebuah kelangkaan yang tidak bisa di cari solusinya, cenderung diam namun berisi, berwawasan luas, berwibawa dan bijaksana. Tubuh mereka sama-sama jangkung, beda 10 cm, dan juga sama-sama kurus.

“Aku harus pergi.” Jong Rae membungkuk lalu pergi begitu saja. “Rae! Terima kasih atas bantuanmu!” seru Donghae tidak lupa berterima kasih.

“Jadi sekarang giliran siapa yang memilih?” Chun Li melirik yang lain. “Aku! Dan aku akan memberikan sebuah tantangan sebelum menaiki ini, karena aku yakin kalian semua tidak mau. Jika di berikan tantangan maka menjadi mau tidak mau.”

“Memang wahana apa?”

“Rahasia! Kalau begitu aku biarkan kalian memilih, tantangan apa yang bisa kalian jalani?” yang lain berfikir keras, tantangan apa yang tidak sulit tapi pasti ada yang tidak bisa. “Dapat!” seru Haeya begitu melihat sebuah spanduk bertuliskan, “Tantangan bagi yang bisa menghabiskan mie super pedas paling banyak dalam waktu 2 menit akan mendapatkan 500.000 won.”. Haeya menunjuk spanduk tersebut. “Ya tuhan! Haeya kau gila? Bagaimana mungkin kita makan makanan pedas pada jam makan siang?” seru Chun Li panik. Mendengar makanan pedas Yuna dengan susah payah menelan ludahnya, mendadak kerongkongannya seperti terisi 1 kg jarum.

“Apa masalahnya? Mau ikut tantangan ini atau tidak? Pilih mana? Terjun dari gedung lantai lima atau makan mie super pedas?” semua berdecak menyerah dan akhirnya menurut. Mereka mencari di mana tantangan itu di adakan, saat tiba di tempat tersebut.. rupanya sebuah rumah makan dan kini di penuhi para pengunjung. Haeya tersenyum licik lalu mengajak yang lain masuk ke dalam rumah makan tersebut.

“Ahjumma! Kami akan melakukan tantangan ini!” Seru Gaeul pada bibi yang berada di dapur. Beberapa pelayan datang membawakan 6 mangkuk besar mie panas dan super pedas.

“Apakah sudah siap?” Tanya salah satu pelayan yang memegang stopwatch. Rasanya mata Yuna seperti di tusuk jarum.. melihat warnanya saja Yuna sudah ingin menangis bagaimana menicipi makanan ini.

“Di mulai dari… sekarang!” Haeya yang ternyata pecinta makanan pedas dengan cepat menyantap mie tersebut. Gaeul tidak mau kalah, begitu juga dengan Chun Li dan Donghae. Sedangkan Jun, tidak bisa mengalhikan perhatiannya dari Yuna… menghindari hal kemarin terjadi Jun mengambil mangkuk Yuna.

Bertepatan dengan itu Donghae berfikir ada apa dengan Yuna, kenapa ia tidak mau memakan mie nya. Tangan Donghae bergerak ingin menarik mangkok Yuna namun kalah cepat dengan tangan Jun yang langsung mengambil mangkuk tersebut dan menumpahkan ke dalam mangkuknya. Donghae menggertakkan rahangnya dengan kesal.

Will Be Continued

***

By: Karlie

Signature

This FF/post has made by Lana & Karlie  and has claim by they signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “My Past Future – Part 7

  1. HWUUUAAAAAAAAAAA….

    YANG BERMINAT BAA DAN KOMEN FF KU CUMAN 3 ORANG… HWUUUEEEEEE…
    SEDIHNYAAA…
    HWUUUEEEEE……..
    SAKIT BANGEEEETTTT… OH TIDAK OH TIDAK OH TIDAK…

    @Mincha: Heeeyyyy… akang Donghae suami ke 10 aku tauuuukkkkk (>.<)
    gkgkgkgkgkgk
    @Nina : Cuma onn yang komennya paling panjang… hiks hiks…
    gomawo onn…..
    yg lucu FF nya.. Donghae nya.. Yuna nya… atau… AUTHOR NYAAAA??? xixixixiixixi….
    @Ryne: Makasih saaayyyy… dirimu sudah maurepot2 komen di ff ku… ^^

    GOMAWO AALLLLLLL ^^^^^^…..^^^^^^^
    SEMUANYA… AYOLAH KOMEEENNNNN…
    UKHAY???????

  2. Lanaaaaa… tenang cintaaaaa ^.^
    Bagus jeleknya sebuah FF gak di nilai dari komennya kok.. tapi dari segi penulisan dan kualitas ccerita ^^
    Persetan dengan komen lan *Lana: Waah!! Ngikut-ngikut bahasa orang sembarangan!!!*
    Walaupun gak ada yang komen bagi aku FF kamu tetep nomor satu kok ^^
    Apalagi MPF chapt dua kita nulis bareng… xixixixixii…
    Oh iya…. part ini yang nulis Karlie onn yak???
    Kekekeke….. cool… !!!

    AKU TETEP SUKA MPF SAMPAI KAPANPUN !!!!
    DAN OH!!!
    AKU MAU MINTA MAAF KEPADA ANDA BERDUA….
    SMEW BANYAK BAGIAN YANG NGIKUT-NGIKUT MPF… mianhaeeee… jeongmal mianhae….
    ehehehe….

    LANA LANA LANA!!!! PART 8 JANGAN LAMA-LAMA !!! ITU BAGIAN KESUKAAN KUUUU !!!!
    XIXIXIXII…. PART 8 ITU KUCAKKKKK !!!!
    AWAS KALO KELAMAAANNNNN !!!! *ngancem*

    Btw… sampe sekarang..
    aku masih bingung sama.. siapa itu namanya????
    Rae yah kalo gak salah??? ade Chun Li a.k.a kakak Gaeul…
    Itu beneran cuma muncul se-encret *bahasanyeee* gitu doang yak????
    habis dari part 1 ampe 10 dia cuma muncul di part ini doang… dialog nya dikit pulaaa..
    ckckckckck….

  3. Bingung nih mau ngomong apa…
    bilang bagus… pasaran.. bilang keren.. sama juga…
    nyuruh ASAP pun juga pasaran =.=

    Recomment Zika aja deh… kekekeke~

    Itu… si Yuna sama Donghae gak ada adegan kissing nya Lan??? kkk.. aku gak mesum.. cuma nanya….
    Aku pernah baca dimanaaaa gitu… pas lagi nonton bioskop terus ada adegan kissing nya gitu Lan… barangkali jadi keren lan…. kkkkkkk
    Kenapa Lan??? Kok muka kamu jadi merah gituuu??? *sok tahu*
    aku cuma ngasih saran aja kali… gak usah malu gitu…
    kkkkkkkk…..

  4. Gue juga Lan… bingung mau ngomong apa..
    Tapi ada satu yang dari kemarin pingin banget gue tanyain ke lo…
    GW JATUH CINTA SAMA LOOO !!! *di gampar Ryui*
    ralat ralat… maksud gue……
    KAPAN FF GUE DI PUBLISH????? !!!
    Resek nih bocah atu…. gue udah ngirim dari satu bulan yang lalu!! Kagak di publish jugee.. buset daaahhh
    segitu ancurnya kah bahasa gue lan????
    Tega bener dah eluuu…

    Lumayan kan nih gue menuh-menuhin komen??
    kekeke… berterima kasih dong sama gue…

  5. Waaaaaahhh.. Ternyata kamu menepati janjimu nak, ternyata smew dan mpf out hari ini..
    Senaaaaanya..
    Maav ya nak, saya br baca n komen.. Soalnya saya baruuu aja sampe rumah..
    *ga ada yg nanya.. Hehe..
    Ya allah.. Adegan dibioskop mengingatkan saya dan pacar saya wkt ntn eclips..
    Hohoho.. Berakhir dgn kissing cuman..
    Wkwkwk..
    Aiiihh abang donghae jelous..
    Aseeeeek..
    Aseeeeek..
    Udah dari pd jelous sm yuna, mending sama saya aja bang..
    Hehehe..
    Ayo lan next part!!
    Ga sabaaaaaaaar…
    ^^

  6. KYAAAAAAAAASTAGAAAAAAAAAA!!!!
    AWAAAAAS DONGHAE OPPA MAU MELEDAAAAAAKKK!!!!!
    wkwkwkwkwk

    aigoo, author ini keren sekaliii
    saya juga ampe emosi hahaha
    niiiiiiiice ^^

  7. Hahaha Ga dikomenin bukan brarti g dibaca kok say..

    Ga dikomenin bukan berarti ff ini g ada daya tariknya..ya kan?

    Mungqn mereka baca tapi belum sempet komen.kayak miss qta ituuu *ngelirik jahat k si miss yg udah sok sibuk*
    *K’ula: storm minta dibungkam! (Nuhun ah kak ^^v)

    At least u know that u have those people who support u *nunjuk2 k orang2 di atas yg dah komen* hehe

    Okay mulai komen yg sesungguhnya:

    Suka sama adegan yuna minta ice creammmm..ntah knp aku suka karakternya di sini huehehe..

    Nice ff d^^b

  8. @Nina: Kekeke.. jadi malu ahhhh..
    gkgkgkgkgkk….
    @Zika: Wowww…. Zika onn ini mau comment atau mau nge-dakwah sih??
    panjang betuulll kumennya *Zika: Panjang protes! Pendek protes! Gak di komen protes!! Minta di hajar banget sih??!!!* kkkkk
    Iya… part ini yang nulis Karlie onn…. kwekekeke
    @Ryui: AH !!! Oppa ngapain sih pake komen segala???? komen oppa gak pentingggg dan gak pernah pentinnnnggggg !!!!
    kyaaaaaaaaaaa !!!!!
    @Junggi : Maaf oppa ku sayaaannggg… kkkk.. aku lupaaa… habis aku baca malah aku simpen di komp bukannya di masukin ke WP dulu… xixixixi… iya nanti aku publish kok….
    @Novi : Hwuiiihhhhh…. onn onn onn…. *bingung mau ngomong apaan..* zip daahh aku cepet-cepet… kekeke
    @Wiga: pantasan sajo awak tunggu hingga jam 6 sore tak kunjung Wiga onn komen… ternyata baru pulang toh… kekekek
    ADUUUHHH !!! ONNIE APA-APAAN SIH DIKAU???? SAMA SAJO SEPERTI RYUI OPPAAAAA !!!! Ngapain sih ngomongin adegan kisssiiinnnggg??? kyaaaaaaaaa (>////<)
    @Dhee: Jiahahahaha….. sudah komen belum di part 6 nyee?????
    hzhzhzhzzzz….
    Kekeke.. aku keren yak??? magazeeehhh euuuyyyyy
    @Storm : Aaaahhh sungguh… dirimu menghibur cekaliiiiii…. *Zika: Aku gak menghibur???? =.=" !!!!*
    kekekekke….
    Bayangin aja Yuna itu aku.. pasti makin suka deh sama yuna…. wkwkwkwkk
    @Toofu: wuuuuaaaaaahhhhh…
    satu-satunya orang yang muji Jun… wkwkwkwkwkk….
    yakin deh…. cuma kamu sama Zika onn yang suka sama Jun… xxixixixi
    @ChanChan : Iya… ceritanya si Jun itu emang agak diem dan misterius… tapi aku kurang jago ngegambarinnya
    jadi karakter Jun kurang jels.. kekekeke
    @Dhika: hwuuaaaaaahhhhhh… Dhikaaaa….
    kemana sajo dirimu naaakkk????
    Avatar kamu nyolok mata yak… wkwkwkwk

    SEMUA NYA TERIMAH KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA SUDAH MAU BUANG-BUANG TENAGA BUAT NGETIK KOMEN…. EEKEKEKEKKEKEKEE ~
    SEKALIAN…. UCAPAN TERIMA KASIH DARI PENULIS PART INI, KARLIE ONN ^^
    GOMAWOOOOO *deeply bow*

    1. Huuuuueeeee….
      baru kumennnnnnn tanggal 1 T.T
      Tapi terima kasih daaahhh… kekekkekeke

      Udah cintaaaaa… kan udah selese pestanya.. di pesta mereka mutusin buat pura2 pacaran ^.^

  9. hwa.
    donghae cmbru niy.

    wah..wah
    jun jgn2 da rasa lg ma yuna.
    andwe~
    ud jun ma gaeul z jadiany.
    cocok..cocok
    kekeke~

    mian bru smpet komen.
    fufufu~

  10. Andwee~ ..
    Kenapa saya selalu telat ????
    Miann onn, bru bisa koment tgal 11 *parah banget* .. >.<

    wah, triple date ..
    Enaknya bisa jalan jalan ke Dufan, eh salah, Lotte World ..
    Main tornado deh, pasti seru ..
    Kk~kk~kk ..

  11. lho? donghae cemburu mulu nih kerjaannya kkkkk~~~ oh ya, hr ni dia kan lg ultah😀
    mumpung inget, ngucapin d sini jg ah~~~ saengil chukae uri fishy~~~😀

  12. donghae jeles…donghae jeles….hehehe… xp

    pasti malu banget tu si ikan pas yuna nrengek minta es krim, kebayang dh muka innocent n panic nya o.O

    btw…dimana si raja ayam ONEW itu..masih belom kluar juga😀

    nice ^^b

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s