In My Room

Cast:

– Lee Jinki (SHINee)

– Kang Yana (OC)

-Lee Taemin (SHINee)

Author: Finka a.k.a FinTaemin

Rating: PG-13

Length: One Shot

Genre: Romance

Disclaimer: I don’t own all the cast, but I do own the story

Annyeong semuanya~ ini ff pertama yang saya publish loooh hehe *ga nanya* ceritanya yaaa terinspirasi dari lagu In My Room-nya SHINee, jadi disarankan bacanya sekalian dengerin tu lagu *halaaah* tapi mian sebelumnya kalo ff ini ga bisa sebagus lagunya, maklum saya pemula *bow* udah ah sekian dari saya. Enjoyyy~

—- — —-

Lee Jinki POV

Aku mematikan mesin mobil dan segera turun. Sekarang aku sudah ada disini. Korea Selatan, Seoul, tepatnya didepan rumah kedua orang tuaku. Setelah kuperhatikan, ternyata hampir tidak ada yang berubah dalam 3 tahun ini. Aku melangkahkan kaki-ku ke depan pintu rumah ini dan menekan bel-nya.

“Jinki-hyung!”, Taemin langsung memelukku sesaat setelah ia membukakan pintu.

“Ya, dongsaeng-ah~ Jangan memelukku seperti ini”, Ucapku. Ia lalu melepaskan pelukannya.

“Jeongmal bogoshipoyo~ Apa hyung tidak merindukanku?”, Tanya Taemin.

“Anni..”, Jawabku, lalu disusul dengan muka bete Taemin.

“Uh, hyung jahat..”

“Aku bercanda Taemin-ah~”, Ucapku sambil mengacak rambutnya. Taemin langsung menyunggingkan senyumnya.

“Ayo masuk!”, Ajak Taemin. Aku mengangguk lalu mengikuti langkahnya memasuki rumah ini.

“Ohya, Mana koper hyung?”, Tanya Taemin seraya menyuguhkan orange juice padaku.

“Hmm.. Ada di mobil. Kau ambilkan ya?”

Ia mengangguk. Aku melemparkan kunci mobilku padanya.

“Hyung tidak lupa membawakanku oleh-oleh kan?”

“Cari saja~”, Ujarku. Ia tersenyum lebar, lalu berlari keluar dari rumah.

Huh.. sepi sekali. Mana Eomma? Aku segera beranjak dari sofa, lalu berjalan menaiki tangga. Langkahku terhenti didepan sebuat pintu. Bukan, bukan pintu kamar Eomma. Tapi kamarku yang lama. Kamar yang menyimpan separuh kenangan dalam hidupku.

Aku menggerakkan tanganku ragu. ‘Krek’  Pintu ini terbuka. Pandanganku terus menjelajahi seluruh bagian kamar ini. Setiap benda yang ada tertutup kain putih. Aku menutup pintu ini rapat, lalu melangkahkan kaki-ku masuk kedalam. Aku tersenyum. Terlalu banyak kenangan yang aku tinggalkan disini..

Aku kembali melangkahkan kaki-ku, kali ini ke arah tempat tidur. Kusibakkan kain putih besar  yang menutupi permukaannya. Aku merbahkan diriku diatas ranjang ini, nyaman.. Pandanganku terhenti pada meja kecil yang ada di sebelah tempat tidur ini. Aku membuka laci kecilnya, dan.. tebak apa yang aku temukan? Pigura, berisikan fotoku dengan sahabatku, Kang Yana. Aku menatap foto itu lekat-lekat. Disitu aku tersenyum lebar sambil melingkarkan tanganku dilehernya, dan dia tersenyum manis seraya menjukkan kedua jarinya yang membentuk ‘V’; Muka kami dipenuhi krim tart ulang tahunku.

Kukeluarkan foto itu dari pigura, dan membaliknya. 14/12/2005, tepat dihari ulang tahunku yang ke-16. Dan hari itu hari terakhirku benar-benar bertemu dengannya..

—- — —-

Kriiing!!!

Aku mematikan alarm yang ada di sebelahku itu, lalu menatap benda bersuara nyaring itu lekat-lekat. Jarum panjang dan pendeknya menyatu, menunjuk ke angka 12. Pukul 12 tengah malam. Aku mengalihkan pandanganku kearah pintu balkon yang tertutup tirai.

Set.. Dul.. Hana!

Kenapa ia belum datang? Aku menghela nafasku, lalu berjalan ke arah pintu itu dan menguncinya. Sudah 3 hari ini Yana tidak datang. Hmm.. mungkin kalian bingung untuk apa dia tengah malam begini datang ke kamarku, biar kuceritakan sedikit tentangnya..

-Flashback-

Darrr!!

Aku terbangun. Suara apa tadi itu? Seperti suara tembakan.

“KYAAAA!! EOMMA!! APPA!!!”

Suara itu.. Itu suaranya kan? Kang Yana, teman baruku. Keluarganya baru pindah kesebelah rumahku 3 hari yang lalu, tepat pada ulang tahun ke 9-ku. Aku takut.. Apa benar itu suara Yana? Aku segera turun dari tempat tidur. Kuberanikan diriku dan segera melompat ke area balkon kamarnya. ‘Krek’ Pintu balkon kamarnya terbuka. Gelap. Hanya ada sedikit cahaya yang asalnya dari lampu tidur. Aku berjalan menyusuri kamar itu. Tangisannya terdengar semakin jelas. Aku menemukannya. Ia sedang menangis sambil memeluk lututnya di sudut kamar ini.

“Yana-ah..”, Panggilku. Ia mendongak. Aku menatap matanya yang berlinang air mata.

“Uljima..”, Ucapku. Ia hanya diam dan menatapku. Aku memeluknya erat. Ia membenamkan wajahnya didadaku, dan kembali menangis.

“ Tenanglah Yana, aku disini”, Ujarku seraya mengelus lembut rambutnya.

“Eomma.. Appa..”. Suaranya terdengar bergetar. Ada apa dengan Eomma dan Appa-nya??

Drap.. Drap..Drap..

Terdengar suara langkah kaki yang sedang menaiki tangga.

“Kita harus pergi!”, Ucapku panik. Aku menggenggam tangannya erat, dan berjalan kearah balkon. Ia menatapku bingung.

“Ayo lompat!”

Aku mengangkat tubuhnya, kemudian ikut melompat ke balkon kamarku. Kami berlari dan masuk kedalam.

“Kita.. berhasil..”, Ujarku dengan nafas yang masih terengah-engah. Aku menatap Yana. Wajahnya pucat. Ia terlihat sangat ketakutan.

“Gwenchanayo?”, Tanyaku cemas. Ia menggeleng. Aku segera menarik tangannya dan menaikkannya ke atas tempat tidurku.

“Gomawo Jinki-oppa..”, Ucapnya lalu memejamkan matanya.

‘Krek’ Pintu kamarku terbuka. Eomma berdiri diambang pintu,

“Jinki-ya..”, Panggilnya, lalu menghambur kearahku. Ia memelukku erat.

“Eomma..”

“Keluarga Kang.. Mereka..”, Eomma tidak melanjutkan kata-katanya. Ia menangis. Yang aku tahu setelah kejadian malam itu, Yana tidak lagi memiliki orang tua.

Sejak saat itu Eomma sudah menganggap Yana sebagai anak sendiri. Setiap hari Eomma selalu datang kerumahnya untuk membawakannya sarapan dan bekal untuk sekolah. Aku juga selalu  menemaninya. Dan satu hal yang paling ia takuti.. Tidur dikamarnya. Jadi tiap malam, Ia datang kekamarku lewat pintu balkon. Tidak.. kami tidak tidur satu ranjang. Ia tidur di tempat tidurku, dan aku di sofa. Eomma tau  itu, Taemin juga. Eomma malah senang melihatku dekat dengannya. Aku juga senang. Entah kenapa, aku menyayanginya lebih dari seorang sahabat.

-End Flashback-

Aku menghela nafasku lagi. Ia benar-benar tidak datang. Terkhir kali aku bertemu dengannya saat perayaan ulang tahunku yang ke-16. Kenapa kau tidak datang, Yana-ah? Bogoshipoyo.. Aku memejamkan mataku dan terlelap.

“Oppa..”

“Jinki-oppa..”

Sayup-sayup kudengar seseorang memanggil namaku. Aku membuka mataku malas. Siapa yang datang tengah malam begini? Ah, apa mungkin Yana?

Buram.. Aku memejamkan mataku lagi, dan membukanya cepat. Pandanganku mulai jelas, Itu.. Yana?

“Yana? Itu kau?”, Tanyaku, lalu segera berjalan menghampirinya yang masih berdiri di ambang pintu balkon.

Ia tersenyum, lalu memelukku erat. Aku terkejut. Sudah berapa lama aku tidak memeluknya? Sepertinya terakhir kali saat kejadian itu.

“Yana-ah, wae geurae?”, Tanyaku hati-hati. Ia menggeleng.

“Bogoshipoyo oppa..”, Ucapnya lalu melepaskan pelukannya.

Aku hanya bisa melongo melihatnya, Tumben sekali ia berkata seperti itu.

“Kau sakit ya?”, Tanyaku. Ia menggeleng lagi. Aku menghela nafasku. Ah, penampilannya juga berbeda.

“Kau.. memakai baju tidur seperti itu? Mana piyama kelincimu?”

Aku heran. Ia memakai baju tidur terusan warna putih polos, mungkin lebih cocok kusebut dress. Aneh.. tidak biasanya Ia berpakaian seperti itu.

“Oppa, ada yang mau kubicarakan denganmu”, Ucapnya pelan, hampir seperti berbisik.

“Mworago?”

Ia kembali diam. Aku menarik tangannya dan mengajaknya duduk di pinggir tempat tidur,

“Oppa..”

Aku menatapnya. Ia tersenyum, tapi matanya memancarkan kesedihan. Aku cemas, Ia benar-benar tidak seperti biasanya.

“Aku lelah”

“Kalau begitu tidurlah..”, Ujarku sambil tersenyum. Ia mengangguk lalu merebahkan dirinya. Aku menyelimuti tubuhnya.

“Selamat tidur, Yana-ah~”. Baru saja aku beranjak dari tempat tidur, Ia menarik tanganku.

“Jangan pergi..”

“Geundae..”

“Jebal..”, Pintanya. Aku mengangguk lalu duduk disebelah tempat tidur, di lantai yang beralaskan karpet ini.

“Mianhaeyo, Aku selalu merepotkan oppa..”

Aku menoleh, tatapan kami bertemu.

“Anni, kau tidak merepotkanku”, Ucapku lalu mengelus rambutnya.

“Geundae.. Oppa tidak usah khawatir. Aku tidak akan merepotkan oppa lagi”

“Yana-ah, bicaramu aneh..”, Ujarku lalu tertawa hambar.

“Aku.. sudah tidak takut tidur sendiri lagi..”

Aku menghentikan tawaku, lalu menatapnya, “Ng.. Itu bagus bukan? Berarti kau sudah tidak tidur disini lagi?”

Ia mengangguk. Aku menatap matanya dalam-dalam. Mencoba menelisik pikirannya. Tidak terpancar kebohongan sama sekali. Benarkah ini? Tapi kenapa aku merasa sedih?

“Kau hebat..”, Ucapku.

Ia tersenyum. Kali ini senyumannya begitu tulus. Ia memejamkan matanya dan tertidur.

Aku menoleh ke arah jam dinding. 12 tengah malam. Uh? Bukankah tadi.. Mataku terasa berat, dan perlahan mulai menutup. Aku terlelap.

“Selamat tinggal Jinki-oppa.. Saranghae”

—- — —-

“Jinki-hyung.. Ireona..”

Aku membuka mataku perlahan. Uh? Taemin?

“Taemin-ah..”

“Kau mengigau ya hyung? Dari tadi kau terus memanggil nama Yana-noona. Dia kan sudah—“

“Jangan bicara soal itu”

Taemin menggangguk, “Aku tau, hyung pasti sangat merindukannya”

“Tentu..”, Aku tersenyum kecil lalu memandang foto yang sedari tadi kupegang.

Taemin segera beranjak dari tempat tidur. “Aku yakin, Yana-noona menyayangi Jinki-hyung”, Ucapnya sesaat sebelum ia keluar dari kamar ini.

Aku menghela nafasku. Mimpi tadi.. kejadian 3 tahun yang lalu. Saat aku kehilangan sahabat terbaikku, Yana. Kau tau? Paginya, ketika aku terbangun Yana tidak ada. Pintu balkon kamarku juga masih terkunci. Padahal aku yakin Yana datang malamnya. Ketika aku turun, aku mendapati  Eomma sedang menangis sambil memeluk Taemin. Yana sudah tiada, itu yang Ia katakan. Tidak percaya bukan? Awalnya aku juga. Tapi Eomma menjelaskannya. Selama ini Yana mengidap penyakit leukimia. Eomma mengetahuinya sejak lama, bahkan ia yang selalu mengantarkan Yana ke rumah sakit. Malam saat Yana datang ke kamarku, saat itu ia sedang dalam masa koma. Dan tepat pukul 12 tengah malam, Ia meninggal. Begitulah cerita yang kudengar.

Amugeotdo mollatdeon naega neomu miweoseo..

I hate myself, who didn’t know anything..

Dia sahabatku. Dia selalu ada disampingku ketika aku membutuhkannya. Tapi aku? Ia mengidap penyakit parah pun aku tak pernah mengetahuinya.

Booleul kigo bangeul dolleobonda.

I turn on the lights on and look around the room.

Aku kembali memandangi seluruh bagian kamar ini. Terlalu banyak kenangan yang kau tinggalkan di kamar ini Yana..

Heemihagae balgaoneun du nooni meomchoon geot,

Beoliji mothaetdeon saengilseonmul

Geulligo neo, geu modeun geot..

I faintly lit area where my eyes syop at,

Is the birthday present I couldn’t throw away

And everything of you..

Pandanganku berhenti pada sesuatu. Itu.. hadiah terakhir yang ku terima dari Yana. Hadiah ulang tahunku yang ke-16. Aku tak sanggup membuang ini, karena inilah satu-satunya yang tersisa darinya.

Meonji ssain sangja sokaen, Baraejin sajingwa..

Inside the dust covered box, Are faded pictures..

Aku membuka kotak itu. Didalamnya tersimpan foto-fotoku dengannya yang selama ini Ia simpan. Ia menghadiahkan ini untukku. Aku mengambil foto-foto itu satu per satu. Mencoba mengingat kembali seluruh kejadian yang kita lewati bersama..

Nae apae anjaseo, Ootgo itneun neoreul igotsae gadeuryeo haneundae..

I try to lock you in this place, Where you smile while sitting in front of me..

3 tahun lalu aku sudah mencoba melupakanmu. Aku pindah ke LA dan meninggalkan kamar ini. Meninggalkan khayalanku yang selalu menganggapmu masih ada disini dan tersenyum padaku.

Beoligo ddo beoryeodo giyeokeun, Neoreul dashi bulleo nogko.

Even if I throw it and throw away, Memories call for you again.

Tetapi aku tak bisa. Aku sudah mencoba untuk terus membuang semua kenangan yang ada, tapi kenangan itu selalu kembali dalam ingatanku.

Soomgyeonoheun uriae chueoki, Gadeuk nama cause you’re still in my room..

Our hidden memories, Fully remain cause you’re still in my room..

Air mataku mengalir begitu saja.. Kenangan yang tadinya sudah kusimpan rapat-rapat, terputar ulang dalam kepalaku ketika aku ada dikamar ini. Seakan kau masih ada disini.

Cause You were My Sun, The Moon..

Nae jeon buyeotdeon neo

Nae bangae eetneun motdeun geotdeuli, Neol geulliweohanabwa..

Cause You were My Sun, The Moon..

You were my everything

All the things in my room, seem to miss you..

Maafkan aku Yana.. Aku baru menyadari betapa pentingnya kau ketika semuanya sudah terlambat. Kau telah pergi.. Tapi kau tetap segalanya bagiku, dan bagi seluruh bagian kamar ini..

Aku yakin, malam itu kau benar-benar datang untuk menemuiku. Untuk mengucapakan salam perpisahan. Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan padaku, Saranghaeyo Yana..

–FIN–

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

SHAWOL and ME PART 3

…………..

Aku berbalik dan langsung menekan tombol geser berkali-kali agar pintu lift segera terbuka. Aku mendengar minho tertawa konyol dibelakangku. Haduh, mengerikan sekali orang ini. disaat pintu lift terbuka, aku berlari keluar karena takut sekali. Tetapi bukannya selamat, malah menabrak orang lain. Tanpa pikir panjang aku langsung membungkuk dan meminta maaf karena tadi benturannya terasa keras sekali. Masih dalam posisi membungkuk, orang yang kutabrak berkata tidak apa-apa. aku menoleh dan….ternyata tiga anggota shinee lainnya. Tetapi aku tidak melihat kehadiran taemin karena mereka memang Cuma bertiga. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku.
Minho: hei, dia entertainer yang baru masuk di SM hari ini, aku tidak tau namanya tapi ku panggil saja ayan. Dia aneh sih. Haha..
Ha? Tidak salah ngomong? Bukankah kau yang lebih FREAK?
Jong hyun: hei, jangan dibegitukan dong anak barunya..
Key: halo, siapa nama mu? kami tidak perlu mengenalkan diri kan? Hehe…
Saya: he? saya won hee. Ji won hee.
Key: ooh, won hee. Oh ya, selamat datang di SM! Kau harus bekerja keras di sini…
Ah~ key dan jong hyun memang anggota shinee yang paling mantab ramahnya! Aku tersenyum.
Key: oh, onew tidak mau kenalan?
Onew menggeleng. Yah, memang pemalu orangnya.
Key: ah, nanti juga terbiasa dengannya. Hmm, aku mendengar kabar bahwa orang yang baru masuk di SM belum bisa mendapatkan asrama untuk setengah tahun…jadi kau numpang asrama dengan siapa nanti?
Saya: ah, tidak tau. Bu agen yang mengaturnya.
Minho: dengan kami saja laah~ hahahaha…..
Ye, gila!
Jong hyun: agen mu bu dong hwa ya?
Aku mengangguk.
Key: wah, dia agen alternatif kami. Kau pasti akan hebat di tangannya. Hahaha…
Jong hyun: lalu, kau ini penyanyi? Artis? Atau apa?
Saya: hmm, sebisa mungkin semuanya saya lakukan.
Jong hyun: haha, bagus kalau begitu. Sukses ya! Kami harus pergi. Ada pemotretan. Oh, atau kau mau ikut untuk melihat?
Sebuah tangan merangkul ku. Itu membuat bulu kuduk ku berdiri tegak lurus karena itu tangan dari minho. Ia berkata dengan sok cool.
Minho: ayo?
Aku melepaskan rangkulannya. Sok akrab sekali. Aku tersenyum ke member yang lain.
Saya: maaf, tapi saya juga sedang dalam masalah. Terima kasih ya jong hyun-oppa, key-oppa dan…onew-oppa…
Onew tersenyum enggan.
Minho: kok aku tidak sih?
Aku mengernyitkan dahi kemudian pergi meninggalkan mereka. Tepat ketika aku hendak masuk lift, seseorang memanggilku dengan agak berteriak. Saat itu sepertinya aku ingin lari saja. Bu dong hwa lah yang memanggilku. Dia tau jadwal hari ini kacau karena aku. Aku di jewer nya.
Bu dong hwa: ternyata benar kata ibu mu, kau ini susah di atur. Bagaimana kamu ini? ini hari perdana mu disini untuk menjadi artis besar! Kau hampir saja diturunkan tau! Kalau bukan karena bakatmu, kau tidak akan selamat….bla..bla…bla….
Aku menunduk. Malu sekali. Di depan senior, aku sudah sangat memalukan.
Bu dong hwa: sekarang balik kekamar. Aku benar-benar akan membuat perhitungan dan perincian jadwal karena kau benar-benar tidak disiplin!
Aduh, aku malu sekali. Disela-sela kemarahan bu agen, aku berkata,
Saya: bu, anu…
Bu dong hwa: ha? Apa? kamu tidak mendengar saya bicara?
Saya: dengar kok… tapi tolong jangan marah disini…aku malu bu…
Bu dong hwa mendecak.
Bu dong hwa: ya. Biarkan saja biar kamu jera. Lain kali jangan lakukan ini. ayo kembali ke kamar mu.
Sebelum kembali, aku menunduk tanda pamit.
Saya: terima kasih.
Key, Minho, Jong hyun: sampai jumpa lagi. Dadaaah~ (bersamaan)
Aku dan bu dong hwa berlalu. Sejak saat itu aku tidak melihat member shinee berkeliaran di gedung SM. Sepertinya sibuk ditempat lain. Aku pun menjalani hari-hari dengan kerja keras dan serba disiplin. Aku mulai terbiasa dengan itu setelah tiga hari ku lewatkan di SM. Yang penting karirku sukses nantinya. AMIN.

***

Sesuai bocoran dari key oppa, seluruh entertainer pendatang baru tidak mendapatkan asramanya selama setengah tahun lebih karena krisis tempat tinggal sedang melanda di Korea. Korea sempit sih. Huf.
Seluruhnya sudah hampir mendapatkan tumpangan asrama masing-masing. Dan tinggal aku sendiri yang belum ditempatkan dimana pun. Aku menunggu giliranku hingga 10 hari kemudian. Aku sih tidak ambil pusing, tetapi apa aku harus tinggal di gedung ini terus?
Aku melihat kearah langit. Malam ini berawan tetapi bulan tetap terang dengan pancaran sinarnya. Aku mendengar pintu kamar ku terbuka.
Bu dong hwa: ayo cepat kemasi barang2 mu! hati2 jangan sampai benda2 penting tertinggal, ayo…bergerak cepat! Disiplin! Ayo….
Aku keheranan, mengapa mendadak?
Saya: sebentar bu, memangnya ada apa dan mau kemana?
Bu dong hwa: tentu saja pindah ke asrama…ayo cepat… kau harus sudah beres dengan kamar baru mu malam ini. besok ada pemotretan dan fitting baju. Kau harus sudah siap dan tidak boleh lelah! Makanya kau harus tidur cepat malam ini…ayo.
Aku mengemasi barang-barang ku secepat mungkin. Yang ada dalam benakku, aku satu asrama dengan siapa nanti?
Saya: maaf, apa aku satu asrama dengan SNSD atau F(X) atau siapa bu?
Bu dong hwa: maaf ya won hee…
Saya: he? kenapa minta maaf bu?
Bu dong hwa: asrama wanita sudah penuh di tempati member SM lain, jadi…aku terpaksa menaruh mu di asrama lelaki.
Saya: a..apa?? tidak salah??
Bu dong hwa: tenang saja, sudah ku atur. aku akan mengontrol mu seminggu sekali dan…penghuni nya juga baik dan sopan. mereka yang bertemu dengan mu sejak pertama kali kau di sini, tau kan kau?
Saya: hah? siapa mereka itu?
Bu dong hwa: haduh, kau ini masa tidak tau? shinee…
oh, shinee. SHINEEEEEE?????
Saya: HA?? A…apa??
Aku speechless. Pikiran ku seketika menjadi campur aduk. IT’S A GREAT DISASTER.

TBC~

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Welcome To My Dream World – Part 3

Ini terusan ff ku yang kemarin moga pada suka makasih buat yang udah comment ff yang part 1-2 mudah-mudahan masih inget ama ceritanya

SHINee Kingdom with SHAWOLINDO Kingdom part-3 *welcome to My Dream World*

^^

Seperti biasanya putri  Richan gadis manja itu merengek minta sepatu dari orang tuanya

“bukannya Minggu kemarin kamu baru beli high heels kamu?”tanya raja kibum yang mempunyai raja dari kerajaan  shawolindo

“tapi appa aku sudah bosan dengan sepatu itu lagian itu kan sudah lama sekali!!”jawab putri Richan

“sudahlah appa ikuti saja keinginan putri kita!!”ujar ratu hyun young yang selalu memanjakan putrinya

“tuh kan lagi-lagi eomma memanjakan Richan” ujar putri  min gi iri

“Yasuda kamu ini kenapa lagi min gi kalau memang ingin sepatu nanti oppa belikan”ujar pangeran min ho menenangkan

“iya nih eonni udah mau nikah sama jong hyun oppa tapi tetep aja sifat manjanya itu tidak bisa dihilangkan”kata putri Richan kesal

Iya deh chanderella nyebelin”ujar putri min gi sembari menjulurkan lidahnya

^^

”bagaimana ini appa?jonghyun sudah ingin menikah dengan putri min gi dari kerajaan shawolindo dan ririn juga akan menikah dengan pangeran min ho terus anak bungsu kita belum menemukan tuan putrinya aku cemas appa”ujar ratu sun yi pada suaminya raja jinki mereka adalah raja dan ratu di kerajaan Shine

“terus sekarang pangeran taemin ada dimana?”tanya raja jinki

“sedang main sama noona dan hyungnya”ujar ratu sun yi yang kesal karena suaminya tidak menggubris ucapannya

KAMAR PUTRI RIRIN

“noona boleh gak aku minta sepatu ini?”tanya pangeran taemin sambil memainkan sepatu noonanya kini mereka sedang bermain di kamar putri ririn kadang putri ririn sering mendandani pangeran taemin dengan dandanan ala perempuan itu disebabkan putri ririn yang dari dulu memang menginginkan adik perempuan makanya jangan heran kalau pangeran taemin lebih cantik dari putri ririn, tapi untungnya pangeran min ho lebih memilih putri ririn *yaiyalah orang putri ririn cewek*

“aish tidak boleh taeminnie ini kan hadiah dari min ho oppa!!”ujar putri ririn sambil senyam-senyum gaje

“ah noona centil”ujar pangeran taemin kesal

“taeminnie ayo temani hyung memancing!!”ujar pangeran jonghyun yang tiba-tiba muncul di kamar putri ririn

“aish hyung ini mengganggu saja gak mau aku inginnya main sama ririn noona saja hyung saja yang pergi sendiri lagian kita ini kan pangeran kalau mau ikan kan tinggal minta gak usah mancing segala”ujar pangeran taemin dengan kesal, tapi pangeran jonghyun tidak mempedulikannya dan malah menarik tangan taemin sampai halaman istana

“pangeran jonghyun kamu kenapa menarik-narik tangan dongsaengmu?”tanya ratu sun yi yang tidak terima melihat anak bungsunya sekaligus anaknya yang paling cantik ditarik-tarik oleh oppanya

“sudahlah aku sudah bosan melihat eomma dan ririn yang terus-menerus menganggap taeminnie seorang putri, taeminnie itu seorang  bukan perempuan sudah saatnya dia menjadi lelaki sejati karena dia adalah calon raja yang akan menggantikan appa bagaimanapun ririn adalah seorang perempuan dan aku meskipun aku laki-laki tapi aku hanyalah anak selir putri neul rin”ucap pangeran jonghyun dengan berkaca-kaca pangeran jonghyun memang bukan anak dari ratu sun yi tapi anak selir raja jinki yatu putri neul rin tapi bagaimana pun ratu sun yi sudah menganggap pangeran jonghyun sebagai anaknya sendiri dan ratu pun tidak keberatan apabila pangeran jonghyun yang meneruskan tahta raja jinki. Adapun alasan raja jinki mempunyai selir adalah karena ratu sun yi belum bisa mengandung barulah ketika pangeran jonghyun berusia 2tahun ratu melahirkan putri ririn dan 1 tahun kemudian melahirkan pangeran taemin

“sudahlah jonghyun kenapa kamu mengingat hal ini?biar bagaimanapun kamu tetap anak eomma”kata ratu sun yi sembari meneteskan air mata dan pangeran taeminpun ikut-ikutan menangis

“Yasudah ayolah dongsaeng naik ke atas kudamu!!”kata pangeran jonghyun memberi komando, pangeran taemin menatapnya takut-takut

“hyaaaaaa hyung kenapa tidak naik tandu saja seperti ririn noona kalau dia sedang jalan-jalan ke kediaman Minho hyung atau kenapa tidak naik kereta kencana seperti umma dan selir neul rin?”tanya pangeran taemin

“taeminnie kita itu laki-laki apa kamu pernah melihat appa naik tandu atau naik kereta kencana?”tanya pangeran jonghyun sambil menatap dongsaengnya itu

“appa suka naik kuda”kata taemin

“Yasudah tunggu apa lagi?ayo cepat naik!!”perintah pangeran jonghyun tapi pangeran taemin malah melihat kudanya dengan tatapan takut

“tapi bagaimana kalau kudanya gigit?terus kalau kudanya kabur gimana?”tanya pangeran taemin

“kau itu payah sekali jadi orang masa kamu kalah sama putri Richan”ujar pangeran jonghyun mengejek

“putri Richan siapa tuh?selingkuhannya hyung ya?aku bilangin min gi noona ah biar hyung di putusin”kata pangeran taemin balas dendam………..PLETAK…………cambuk kudapun mendarat tepat di kepala pangeran taemin

“kamu itu kalau ngomong kira-kira dong makanya jadi orang gaul dikit putri Richan itu adiknya Minho hyung dan min gi udahlah hyung capek ngomong ma kamu, kamu hyung bonceng saja”kata jonghyun saking kesalnya

“tapi bagaimana cara naiknya?”tanya pangeran taemin polos, pangeran jonghyun menghela napas panjang

“sinih naik ke punggung hyung”dengan hati-hati pangeran taemin naik ke punggung huyungnya. Pangeran jonghyun memacu kudanya lebih cepat sebenarnya alasan dia ke sungai bukan untuk memancing tapi untuk menemui kekasihnya putri min gi tapi tentu saja dongsaengnya tidak tahu karena kalau pangeran taemin tahu dia pasti akan meledek hyungnya

^^^^

”kamu mau kemana min gi?”tanya ratu hyun young yang menyadari bahwa putrinya akan pergi diam-diam

“anu mau mandi ke sungai eomma”ujar putri min gi bohong

“sama Richan juga?”tanya ratu hyun young

“aish anak manja itu mana mungkin mau mandi di sana”ujar putri min gi

“kamu eomma bolehin ke sungai kalau di temani Richan”putri min gi menuju kamar putri Richan dengan langkah gontai dia bingung bagaimana cara membujuk dongsaengnya itu

KAMAR PUTRI RICHAN

Saat putri min gi sudah sampai dia melihat pangeran min ho yang juga ada di sana

“dongsaengku yang baik hati dan tidak sombong mau gak nemenin eonnimu ini?”rayu putri min gi

“kemana?”tanya putri Richan bingung

“ke sungai eonni pengen mandi di sana”kata putri min gi dengan mata berbinar

“gak ah males kecuali kalau sebelum ke sungai eonni beliin aku sepatu baru”kata putri Richan dengan mengajukan syarat

“ih dasar dongsaeng durhaka minta nemenin aja syaratnya bejibun iya deh kita beli sepatu dulu”ujar putri min gi pasrah karena harus merelakan uang tabungannya

“aku gak di ajak nih?”tanya pangeran min ho

“gak oppa di rumah aja”kata putri min gi dia takut oppanya akan tahu kalau dia akan menemui kekasihnya

“oppa waktu itu oppa beliin sepatu buat ririn eonni dimana?aku pengen sepatu yang kayak gitu juga?”tanya putri Richan manja

“oh di toko sung ni ahjumma”akhirnya merekapun pergi meninggalkan istana

“kalian mau kemana?kenapa malah naik kuda?lebih baik naik kereta kencana kan lebih aman “kata raja kibum tentu saja putri min gi ingin naik kuda karena kalau dia naik kereta kencana pasti akan ada orang yang laporan pada appanya sebenarnya appanya juga tidak melarang kalau putri min gi berhubungan dengan pangeran jonghyun tapi bagaimanapun mereka belum sah jadi tidak boleh terlalu dekat

“sudahlah appa tidak apa-apa lagian anak manja ini juga bisa menunggangi kuda”ucap putri min gi seraya menatap putri Richan. Putri Richan malah menjulurkan lidahnya

“Yasudah hati-hati jangan terlalu sering bertengkar”ujar raja kibum sambil tersenyum

^^^

”Chanderella kamu mandi duluan aja ya!eonni mau jalan-jalan sebentar”kata putri min gi berbohong padahal sebenarnya dia akan menemui kekasihnya

“ne baiklah tapi sepatuku?apa harus di copot?”tanya putri Richan karena sepatunya baru dan kebetulan itu adalah sepatu yang sangat diinginkan putri Richan karena sepatu itu benar-benar sama persis dengan sepatu yang diberikan pangeran min ho untuk putri ririn

“kamu simpan  saja disini lagian gak akan ada yang nyuri memangnya kamu rela kalau sepatu barumu ini kebasahan?”tanya putri Min gi akhirnya dengan berat hati putri Richan melepas sepatunya.

Pangeran taemin yang sedang bosan karena tidak berhasil memancing ikan satupun akhirnya berkeliling mencari hyungnya yang tadi mengatakan ingin pipis. saat sedang mencari huyungnya pangeran taemin melihat sebuah benda yang sedari dulu diincarnya’SEPATU RIRIN NOONA”

pangeran taemin sangat girang ketika mendapatkan sepatu itu dia kemudian mencopot sepatunya dan kemudian menggantikannya dengan sepatu miliknya “mungkin sepatu bidadari yang ketinggalan”kata pangeran taemin dengan wajah tanpa dosanya

“taeminnie sedang apa kamu disini?itu sepatunya ririn ngapain kamu bawa kesini?nanti dia ngamuk loh”kata pangeran jonghyun sembari menunjuk pada sepatu yang di kenakan dongsangnya

“anniyo hyung ini bukan sepatu milik noona tapi ini sepatu milik bidadari yang ketinggalan”ujar taemin polos sambil mengingat ngingat cerita jaka tarub

“Yasudah terserah kamu sekarang kita pulang lagian kita juga tidak mendapatkan ikan”kata pangeran jonghyun yang sudah puas bertemu dengan putri min gi

^^^

”eonni dari mana saja sih?aku sudah selesai mandi”ujar putri Richan

“Yasudah kita pulang saja lagian eonni sudah mandi tadi di rumah”ujar putri min gi

“dasar aneh kalau begitu untuk apa kita ke sini?”tanya putri Richan marah

“ya tentu melihat pemandangan yang tidak bisa kita lihat di istana”kata putri Min gi sambil tersenyum penuh arti. Putri Richanpun hanya menatap eonninya dengan tatapan heran kemudian dia mendahului eonninya untuk segera mengambil sepatunya

“kyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaa eeeeeooooooooooonnnnnnnnnnniiiiiiiiiiiiiii” teriakan putri Richan mengagetkan eonninya

TBC

Created by: Han Richan

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF