GRANDPA, GRANDPA – Part 4

Main cast : Key SHINee

Supported cast : SHINee, imaginary character

CHAPTER 4

“Buatkan teh untuk Alexis,” perintah bibi Song pada salah satu pelayan muda saat Alexis datang ke rumahnya. Lex memandang adik ipar ayahnya itu. Bibi Song duduk dengan anggun. Sikapnya angkuh. Lex paling benci orang seperti ini.

Paman Song, yang udah ketularan sifat istrinya itu, duduk di sebelah bibi. Ia bersikap seolah-olah tidak tahu maksud Lex berkunjung.

“Annyeong haseyo,” sapa Lex hormat.

“Wah,” bibi Song tertawa sembari menutup mulutnya. “Keponakanku ini manis sekali. Kukira Margaret tidak pandai pilih sekolah,”

“Ibu saya memang bukan orang Korea, tapi saya cukup beruntung karena seorang bermata biru tidak kalah mental dengan penghuni rumah ini yang hanya bisa bersembunyi di balik harta,” ujar Lex. Tajam menusuk. Rahang paman Song mengeras. Istrinya tidak kalah emosi.

“Jadi dengar, anak manis. Kalau kamu ke sini cuma mau menuntut atas masalah yang dihadapi ayah, yah, kau tahu, krisis masa tua,…”

“Ini rumah kakek. Saya hanya menuntut hak kakek,” ujar Lex menahan emosinya. Dia nggak suka pasangan ini. Dia nggak suka bibi Song mengatakan sesuatu yang jelek seperti itu.

Sabar, Lex…emosi tidak menyelesaikan masalah.

“Kakek merasa nggak nyaman di sini. Saya hanya minta kakek kembali ke…”

“Ayah pergi karena beliau memang ingin pergi,” tegas paman Song. Ia tidak mau didikte oleh anak SMU macam Alexis.

“Terima kasih, tapi saya belum selesai. Saya hanya minta kakek kembali, dan tolong tidak ada lagi di rumah ini yang menyinggung warisan kakek. Karena itu yang menjadi alasan kenapa kakek meninggalkan rumah ini,”

“Orang tua memang mudah merasa tidak nyaman,” bibi Song mengeluh. “…dan anak mudah gampang sekali tergugah,”

“Kakek meninggalkan rumah ini, bukan karena tidak nyaman dengan pembicaraan warisan atau apapun yang kalian pikir membuatnya pergi. Kakek meninggalkan rumah ini agar anak dan menantunya merasa lebih nyaman,” ujar Lex menahan emosinya. “Merasa…lebih…nyaman!”

Terlihat perubahan di wajah paman Song. Tiba-tiba terlintas wajah ayahnya di benaknya. Wajah hangat yang selalu merangkul pundaknya ketika dia merasa gagal. Merasa jatuh. Merasa kalah. Raut wajah yang seolah menyiratkan ketenangan seorang ayah dalam menghadapi masalah. Ketegaran.

“Nggak apa-apa jadi keeper. Kalo tak ada keeper tim lawan akan mudah mencetak gol dan tim-mu kalah. Keeper bukan pelengkap, bukan pembantu. Keeper itu penjaga.”

Itu ucapan ayahnya waktu ia menangis karena hanya terpilih menjadi keeper di tim sepakbola SMP-nya dulu.

“Keluar kamu, Alexis!” bentak paman Song. Lex sudah menduga reaksi pamannya. Ia membungkuk memberi hormat dan melangkahkan kaki keluar. Alexis lega. Setidaknya ia tidak menghadapi paman dan bibinya dengan emosi yang meluap-luap.

Bibi Song memandang suaminya.

“Setelah sekian tahun ini,…” ujarnya. “Akhirnya kau menangis,”

$$$$$$$$$$

“Hyung lagi ngapain?” tanya Tae Min pada Jong Hyun. Sedari tadi ia penasaran ngeliat Jong Hyun sibuk membersihkan bagian bawah sniker kesayangannya.

“Nih, ngebersihin bekas permen karet. Dasar tuh cewek emang nggak sekolahan. Udah dibilangin berkali-kali ‘never litter’, masih aja buang bekas permen karetnya di mobil. Kena sepatuku, nih!” gerutu Jong Hyun sembari mengikis permen karet yang udah terlanjur lengket banget gara-gara baru disadari kemarin.

“Maksud hyung, Reese-noona?”

“Ga usah panggil noona, kalian seumur kok,”

“Emang dia buang bekas permen karet di mobil kita ya? Ya ampun,…sini hyung, aku bantuin,” Tae Min mengambil pinset hendak membantu.

“Aduuuuhhh…susah amat sih lepasnya! Awas tuh si Reese!” Jong Hyun mengikis snikernya dengan kesal.

Jong Hyun emang pembersih. Cowok paling higienis di SHINee. Dia paling nggak suka sama sesuatu yang nggak teratur dan nggak bersih.  Insiden permen karet ini bener-bener bikin dia jengkel. Permen karet itu lengket, susah ngebersihinnya kalo udah lengket, mana niupnya susah lagi. Hihihi. Sebenernya yang paling bikin Jong Hyun sebel sama Reese adalah karena Jong Hyun nggak bisa niup permen karet. Jangankan balon gede, bikin balonnya aja dia nggak bisa.

“Udahlah, beli yang baru aja,” ujar Key sambil mengunyah rotinya. Jong Hyun mendengus.

“Ini sepatu kesayanganku, tahu! Nggak ada sepatu lain yang bisa gantiin,”

“Segitunya,”

“Aku kalo udah sayang sama barang, nggak mau ngegantinya sama yang lain,…aduh…mau pake minyak tanah kali ya baru ilang?”

“Dasar sentimental,” ujar Key. Jong Hyun mendelik sebel. Si Key ini bukannya ngebantuin, malah ngeledekin.

“Kalo udah sayang sama Alexis, emangnya kamu mau nyari yang lain?”

“Loh, kok jadi Alexis yang dicemplungin?”

“Analogi,” sahut Jong Hyun cuek tapi senang karena berhasil membalas Key.

“Alexis kok dianalogiin sama sepatu sniker,”

“Segitunya,” Jong Hyun meniru ucapan Key. “Dasar sentimental”.

Tae Min melerai keduanya. Akhirnya setelah menjalani perjuangan yang cukup melelahkan, bekas permen karet itu bisa lepas juga. Tae Min segera membuangnya ke tempat sampah setelah sebelumnya dimasukkan ke dalam kertas biar nggak nempel sama sampah yang lain.

Min Ho masuk ke ruang tamu sambil menggenggam ponselnya. Kemarin ponselnya nginep di tangan Jong Hyun gara-gara temannya itu mau buat perhitungan sama Reese, sohibnya Alexis.

“Jong Hyun, kamu bener-bener ngirim SMS ini ke Reese?” tanya Min Ho. Jong Hyun mengangguk.

“Biar rasa tuh cewek,” ujarnya cuek.

“Ah, kejam banget nih SMS,”

“Biarin,”

Key dan Onew ikutan ngebaca inbox dan sent item di ponsel Min Ho. Trus mereka cekikikan. Jong Hyun kelewatan ah. Segitunya dia sentimen sama yang namanya permen karet. Cuma gara-gara nggak bisa niupnya doang. Ckckck.

“Eh, kayak kenal!” Onew nunjuk siaran MTV yang lagi ditonton Key. Mereka menoleh. Bukan MTV dalam negri. Dan kayaknya bukan siaran langsung. Soalnya pake bahasa inggris dan nggak ada tulisan LIVE nya. Seorang cewek berambut ikal sedang ngebawain acara MTV yang bintang tamunya…ya ampun! Justin Bieber! Idola remaja yang lagi naik daun.

“Oh my GOD! Itu kan Reese Terry!” seru Tae Min takjub.

“Iya tuh! Sohibnya Alexis!” sahut Key.

“Ya Tuhan! Dia VJ MTV???”. Jong Hyun cuman bisa bengong nanggepin seruan takjub temen-temennya. Reese? VJ MTV? MTV?

“Oh, orang penting toh,” nggak tahu kenapa cuma itu yang keluar dari mulut Jong Hyun. Dia bener-bener nggak nyangka kalo kemarin dia baru aja ngedamprat abis-abisan tuh VJ MTV. Hihihi.

$$$$$$$$$$

SHINee jalan lagi. Kali ini tanpa tujuan. Mereka suntuk banget kalo cuman ngabisin waktu senggang di depan TV. Lagian Jong Hyun udah capek mempertahankan gengsinya pas diledekin temen-temennya pagi tadi.

“Kim Jong Hyun emang keren, belum ada di antara artis SM yang pernah ngedamprat abis VJ MTV,”

“Reese keren deh!”

“Jadi kamu sukanya sama Alexis atau Reese??”

“Loh kok jadi disuruh milih?” blablablabla…

Jong Hyun berdecak sebal. Akhirnya ia mengajak teman-temannya itu untuk menghabiskan waktunya di luar.

“Kemana kek gitu. Suntuk di rumah mulu,” ujarnya.

Kali ini giliran Key yang bawa mobil. Ia memainkan setirnya membelok ke pelataran halte. Tiba-tiba ia menginjak rem. Matanya tertumbuk pada seorang cewek yang lagi duduk di halte. Ngapain Alexis di halte siang-siang gini?

Hi, Lex!” sapa Key menepikan mobilnya di halte, mumpung belum ada bus yang lewat. Lex tampak terkejut melihat kedatangan SHINee.

Hi!” Lex memasang wajah ceria.

“Mau kemana?” tanya Tae Min dengan senyum polosnya.

“Jengukin grandpa,” jawab Lex.

Need a ride?” Key menawari tumpangan. Kali ini Lex menggeleng. Key turun dari mobilnya nyamperin cewek yang baru-baru ini mampir di kepalanya. Key mengambil tempat duduk di sampingnya.

“Kamu ada masalah?” tanyanya. Tahu aja, batin Alexis. Ia tersenyum dan menggeleng. Tapi Key bisa menangkap wajah sedihnya.

“Ya udah. Nggak apa-apa kalo nggak mau cerita. Tapi kalo butuh telinga buat cerita dan bahu buat nangis, punya nomorku kan?” Key tersenyum. Lex memandangnya sejenak.

Thanks a lot, that’s a very nice of you,” jawabnya. Jantung Key seakan memompa darahnya lebih cepat. Dia suka banget sama senyumnya Lex. Key beranjak pergi.

“Key!” panggil Lex setelah Key masuk ke dalam mobilnya.

“Hm?”

“Um…gamsahamnida, mannaseo bangapseummnida. Choaheyo,” ujarnya tersenyum. Key melongo untuk beberapa saat. Kayaknya baru kali ini Lex bicara bahasa Korea padanya selain “Nggak tuh,” atau “apa?” atau yang lain yang sekedarnya aja (kecuali pas Key nyamar jadi kakeknya). Dan Lex bilang Choaheyo. Aku suka kamu. Choaheyo…choaheyo…choaheyo…Onew cuman geleng-geleng kepala ngeliat Key nyetir sambil senyam-senyum sendiri. Kadang-kadang mulutnya komat-kamit. Choaheyo,…aku suka kamu.

$$$$$$$$$$

Lex melambaikan tangan ke arah kakeknya beserta penghuni Hamkke lainnya. Pamit pulang, hari ini ia ngobrol dan menangis cukup lama dengan kakeknya. Ingatan Lex kembali berputar ke obrolan mereka tadi. What a nice afternoon with grandpa.

“Kakek senang sekali kamu mau kakek tinggal bersama kalian,”

“Nah! Berarti kakek setuju kan?”

Kakek tertawa.

“Lex, Lex, kau ini masih sama seperti dulu. Tidak pernah mendengarkan orang bicara sampai selesai,”

“Grandpa,…I’m not like that,”

“Tapi kakek mencintai mereka, mereka ibarat teman-teman seperjuangan kakek,”

“Lho? Kakek kan ketemu mereka baru…pas kakek tinggal di hamkke kan?”

“Lucu memang, kami seperti sudah kenal lama. Teman-teman dan kakek itu seperti bolpoin tinta dan tutupnya. Jika mereka tidak ada, maka keringlah kakek,”

“Kakek nggak butuh kami?”

“Lex, jika kakek boleh memilih, kakek akan minta kepada Tuhan, minta dihidupkan kembali setelah mati, agar bisa menikmati waktu lebih lama dengan kalian tanpa harus memilih akan tinggal di mana dan dengan siapa…” mata kakek menerawang. Lex nggak bisa nahan air matanya lagi. Kakek mengelus kepalanya cucunya itu.

“Kakek hanya bisa berharap kalian bisa mencintai kakek meskipun kakek dengan egoisnya menentukan pilihan,”

Lex menangis lagi, kali ini di kamarnya. Reese hanya diam. Dia hafal perangai Lex. Kalo lagi nangis bombay gitu trus ditanya-tanyain, Lex juga nggak bakal ngomong apa-apa. Yang bisa Reese lakukan sekarang hanya memeluk sobatnya itu dan mengelus bahunya.

I’ll be waiting whenever you wanna share, girl…” ujar Reese dengan suara serak. Dia emang nggak bisa liat orang nangis. Apalagi Reese tahu masalahnya. “Every single word. No matter how long it takes” lanjutnya tersenyum. Lex memeluk Reese hingga dirinya tenang. Reese bukan orang yang suka menuntut haknya sebagai sahabat. Itu yang bikin Lex nyaman bersahabat dengannya. That’s what a true friend is for.

$$$$$$$$$$

Malamnya Key nggak bisa tidur. Sejak kejadian di halte tadi ia makin nggak bisa menyingkirkan bayangan Lex dari kepalanya. Lex yang jutek, Lex yang bahasa Koreanya masih limit, Lex yang menangis, Lex yang sayang sama kakeknya, Lex yang jago dance, Lex yang tersenyum, dan Lex yang bilang choaheyo padanya. Aku suka kamu.

Key menutup wajahnya dengan bantal. Wajahnya panas. Jantungnya nggak berhenti berdetak kencang, bahkan saat Lex lagi nggak ada di dekatnya. Dia bahkan nggak peduli saat personil SHINee yang lain menyenandungkan kata choaheyo berkali-kali.

Alexis Song, Alexis Song, Alexis Song, quit driving me insane!

“Aku nggak mau tidur sama Key,” ujar Min Ho. Lama-lama dia ngeri juga ngeliat tingkah Key yang jadi rada nggak beres itu.

“Kita tidur berempat ya,” lanjut Min Ho lagi.

“Ogah, sempit!” tolak Jong Hyun.

“Ayolah,…” rengek Min Ho memohon. Terdengar lagu Cover On My Heartnya Guy Sebastian dari kamar Key dan Min Ho. Nah, si Key emang lagi mellow nih. Min Ho semakin merengek-rengek. Akhirnya dia dibolehin buat numpang tidur di kamar ketiga personil SHINee lainnya.

Key berguling-guling kayak orang mabok pas radio muterin lagu Cover On My Heartnya Guy Sebastian. Padahal tuh lagu kan rada menyayat hati mengiris jantung. Tapi Key nggak peduli. Dia cuman ngambil yang enak-enaknya aja. Enak didenger tuh lagunya. Hehe.

Bicara soal lagu, Lex juga sama. Di kamar hotelnya ia memainkan gitarnya. Gitar SIESS biru donker hadiah dari paman Song pas ulang tahunnya yang keempat belas lalu.

“Nih, katanya kau mau main gitar, ini spesial untuk keponakan paman Song tersayang”

Lex memetik senar dengan posisi nada C mayor. A minor. F dan G mayor. Kemudian terlintas sebuah ide di kepalanya. Lex segera mengambil buku berwarna biru pastelnya dan pulpen. Ia menulis kata-kata yang terlintas di kepalanya. Menyesuaikan dengan kunci gitar. Menulis lagi. Menggenjreng senar gitarnya. Menulis lagi.

Ia mengulang kembali lagu ciptaannya itu. Kemudian menuliskan judulnya dengan pulpen biru berglitter.

THE KEY OF MY HEART

To be continued…

Hehe…gomawo udah baca, penulis berharap tulisan yang mungkin rada geje alias ga jelas ini bisa dinikmati…

Gamsahamnida! ^^

-peppermintlight-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

31 thoughts on “GRANDPA, GRANDPA – Part 4”

  1. ANNYEONG ALL ^^
    JEONGMAL,JEONGMAL MIANHE…PART 3 NYA KELEWATAN. hehe…maaf nih pake capslock,biar keliatan gitu. Mianhe ya,readers tercinta…
    however,happy reading! ^^

  2. Four words, mate… So Touchy and Romantic… Hehehe… ^^
    Suka bgt sma crt-nya… Bwt personel Shinee yg laen sabar ya ngadepin Key, namany jg org lg fall in love, dunia serasa milik berdua, trus kalian cma dianggep nge-kos… Hehehe… ^^

  3. @pippay : iya,aku jg suka jjong d sini. gomawo,pippay ^^

    @wiga : iya,wiga. aku udah kirim yg part 3,trus ga lama kmdian kirim yg part 4. mungkin terlewat. tp udah konfirmasi sm lana kok 🙂

    @feby : gomawo,feb. hwaiting!

    for all,baca yg part 3 ny jg yaaa,klo udah publish…*hehehe* gomawo!

  4. Suka-suka-suka-suka! Hahahaa
    Cieee key lagi fallin’ in love 😉

    Minhoooo, sabar ya. Kamu ikutan fallin’ in love aja 😉

  5. @shaylee : Alhamdulillah klo suka ^^ *berbinar2*. Gomawo udah baca…part 3 ny malah belom ke posting,tar sempatin baca yaaa…*enggaaaakkk…*

    @nina : iya nin,tar jgn lupa bc yg part 3 yaaa…*cengar-cengir*

    @diya : gomawo,diyaaaa…udah sempat2in baca n komen *terharu*

  6. uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh!!!!!!!!
    daebak lah onn!!!
    aku suka banget sama jalan ceritanya hehehe
    niiiiiiiiiiiiiiiiiiiiice ^^

  7. Wkwkwkwkwk,,
    Gg brhenti ketawa baca part ini,, aku ska part yg ini,, olala jonghyun trnyata,,
    Key!! Lagi brbunga-bunga,,
    Author lanjuttt!!

    1. cihuy,cihuy,cihuy!!! ada yang baca dan komen lagiiii…! ^^
      gamsahamnida udah baca dan komen sungwookie ^^

      Alhamdulillah kalo suka ^^
      oke deh…tungguin yangb selanjutnya yaaa…^^

  8. wuihh,jdul lgw.Y lex
    sssaaadddaaaappp..
    mantstabbss..Hoho
    “THE KEY OF MY HEART”

    jdi trnyta gtu yakh klw org lg fallin love..
    gak pduli sekitar,trserah mw marah,sedih,jejingkrakan bhkn smpe injek2 leher pun gak bkalan pduli..ckck
    pkok.y dunia srasah mlik br2..hehe

    pa lg si key,nempel terus tuh kata2 choaeyo..hoho
    dasar michyo..kkkkk

    ^^

  9. Whoaaaaaa…!!!
    Sumpah keren banget nih FF!
    Lucu lucu lucu lucu lucu lucuuuu banget semua scenenya. walo pun ada sedihnya juga sih..hehe..tapi tetep aja bikin nagak setengah mampus!.

    Pokoknya part ini kereen..
    Sukaaa bangeeeet..

    btwww kenapa kalo alexis sama reese *nama reese cocok banget buat tuh cewek. RESE. haha*. kalo mereka ngomong you, kenapa tulisannya YA, thor?

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s