Sand Time

Cast     : kim kibum aka key

Genre  : Life, Romace

author: Mikan

One shoot

SAND TIME

Dia lah yang kusuka selama ini, dialah yang aku idolakan sampai saat ini. Dia lah key, seorang idola saat ini. Dia satu universitas dengan ku, meski fakultas kami berbeda, namun sebisa mungkin aku bisa dapat memandang wajahnya. Aku sama saja dengan para shawol yang ada di universitas ini yaitu sangat senang ada anggota SHINee ada di kampus ini.

“lihat hari ini dia memakai baju berwarna pink lagi” kata temanku yang duduk di sampingku sambil membaca komik.

“ne seul ra, ara ara” jawabku semangat.

“yaaa hye eun, kau terlalu bersemangat” teriak seul ra di telingaku.

“kau sampai meremas tanganku babo” tambah seul ra kesakitan.

“aaaa mian-mian” hye eun melepas genggamannya.

“dan seperti biasa, para fans setianya membuntutinya, kau tidak ikut” seul ra tetap saja cuek.

“aniyo, seperti ini sudah cukup bagiku” padahal sebenarnya aku ingin sekali bisa dekat dengannya, tetapi itu tidak mungkin, karena aku juga cukup pemalu.

“aku mau ke toilet ya seul ra”

“cepat kembali”

“haaaah” aku bercermin di ruangan toilet wanita, aku memandang wajahku yang sedikit bulat, dengan rambut bob ku.

“benar-benar standart” gumamku.

Aku segera keluar dari toilet dan berjalan melewati koridor dan ditengah jalan aku bertemu dengan key!!omoooo dia sangat tampan.

Dia menuju kearah toilet aku akan keluar. Kami berhadapan ketika aku akan ke kanan dia juga ikut kekanan, ke kiri pun juga, akhirnya kami tertawa kecil.

“si si silahkan” aku mempersilakahkan key untuk jalan terlebih dulu, sedangkan aku tidak berani menatapnya, aku hanya tertunduk sambil merasakan degup jantungku yang tak terkendali.

“hihihihi, baiklah kamsahae” key tertawa dan segera melewatiku.

“SEUL RAAAA!!!” aku berlari dengan kencang kearah seulra yang kaget dan menatapku aneh.

“hoooy kau kenapa??jangan-janggan sudah melihat hantu??” Tanya seura bingung.

“memang aku minho?? Ani ani, aku berpapasan dengan key” aku dengan semangat menceritakan apa yang terjadi tadi saat berada di koridor toilet.

“ooooooooo, ternyata chukae” hanya itu saja reaksi yang dikeluarkan sahabatku yang gila ini, lalu dia melanjutkan membaca komiknya.

“haiiish kamu selalu saja, cuek”

“kalau suka buat apa di komentari, ke kantin yuk lapar nih” ajak seul ra.

“pikiranmu hanya makan saja” protesku. Aku masih terbayang-bayang suara key yang berterima kasih padaku

~~~~~

Satu minggu aku tidak melihat sosok key di penjuru kampus. Aku merasa tidak bersemangat, di acara reality show pun tidak ada dia. Dimana dia sekarang

“hye eun hye eun!!! kau pesan apa?” Tanya seul ra membuyarkan lamunanku

“sama sepertimu” jawabku sambil melanjutkan membalik-balik majalah lama di kantin itu.

“baiklah”

“kau tahu tidak kalau key kabarnya dia sedang menyelesaikan kasus yang sedang menimpanya” kata anak di sebelah ku dengan rambut buntut kudanya yang sedang bergosip tentang key. Aku dengan seksama mendengarkannya.

“haaaah kasus apa” teman satunya berteriak karena semangat.

“SSSTTT jangan keras-keras babo!!” kata si buntut kuda.

“begini, dia diduga menggunakan narkoba” lanjut si buntut kuda, itu membuatku kaget seperti tersambar petir.

“jinjja???” teman satunya kaget

“aku tahu dari orang dalam, sekarang masih belum di up oleh media, tapi sebentar lagi pasti tercium media, sment benar-benar menjaga ini”

“omooooo, key oppa” kedua orang itu begitu bersemangat bergosip, tetapi akau terlalu kaget mengetahui kabar gila ini.

“hye eun hye eun, kau melamun lagi” kata seulra membawa nampan berisi 2 makanan plus susu.

“oh mari kubantu” tapi sekarag aku sedang tidak ingin makan.

Aku hanya memandangi makanannya yang ada di meja.

“kenapa hanya dilihat, ayo makan” kata seura

“ani aku kenyang”

“kalau kenyang kenapa kau pesan, buat ku ya” aku hanya tersenyum kecil melihat nafsu makan seulra yang mirip kuli bangunan.

“silahkan”

~home~

Aku sangat kalut, aku benar-benar tidak menyangka key sampai seperti itu, media sudah mulai tau tentang ini, sekarang ini menjadi topic hangat yang diperbincangkan orang terutama shawol di seluruh dunia. Aku mencoba tidur sebisaku tetapi aku tidak bisa, padahal besok ada ujian.

Aku sangat gelisah menunggu penjelasan dari pihak sment.

Sekarang sudah jam 1 am. Tetapi aku masih belum bisa menutup mataku. Aku segera menuju ruang dapur dan mencari obat tidur, kutegak 4 sekaligus untuk bisa tenang dan bisa tidur tenang.

Dengan obat seperti itu aku bisa mulai tertidur.

~~~~~~~

Cahaya matahari membuatku silau dan terpaksa terbangun. Aku mendapati diriku berada di dilantai sebuah kamar asing yang penuh dengan poster-poster.

“aneh” aku mulai terbangun dan terbelalak kaget melihat seorang namja tidur di sebuah ranjang.

“AAAAAAAAAAAA” aku berteriak spontan. Namja itu terbangun dengan enggan dan ketika melihatku dia juga terkaget.

“nuguseyeo?” Tanya namja itu sedikit curiga, mungkin aku dikira seorang pencuri. Namja itu tidak asing bagiku, aku mengamatinya dan tidak menghiraukan pertanyaannya dan tetap diam mengamati.

“kau key?” tanyaku.

“key?nugu??” key masih bingung

“kau key kan” aku masih bersikeras.

“aku kibum, kim kibum” dia terlihat tidak sabar.

“nuguseyeo!!!” dia berteriak padaku.

“kim hye eun, tapi kenapa kau aneh sekarang, kenapa kau tidak…tunggu sekarang tahun berapa?” aku ragu dengan yang kulihat. Dia key tapi bukan key yang sekarang.

“sekarang 2002, kau babo ya” kata key.

“hoeeeeeeeee, aku dimana” aku bingung dan mulai menangis Karena aku berada di 8 tahun yang lalu, tepatnya saat key berusia 11 tahun pantas saja dia terlihat imut sekali.

“ooooiiii noona, gwencana??haaaiiish mana aku tidak tahu siapa dia” si kibum terlihat bingung.

“kibumm, ada apa” seorang ahjuma tiba-tiba membuka pintu kamar. Aduh aku akan terlihat dan akan dilaporkan pada polisi.

“kenapa kau bicara sendiri, sudah lah cepat bersiap-siap untuk sekolah”

“ne omma”

“kau, kau tidak terlihat, kau hantu???” kibum mundur beberapa langkah

“ani, aku masih hidup” tetapi aku baru sadar ternyata aku melayang. Itu membuatku semakin menangis kencang.

“noona, sudah lah” kibum dengan takut menenangkanku.

“bagaimana tidak menangis, kau bahkan memanggilku noona, padahal kita seumuran”

“hah, jelas-jelas kau sudah tua” kata kibum.

“terserahlah, aku mencoba berjalan namuun tidak bisa, tubuhku terasa ringan dan dapat menembus apapun.

~~~~

“jadi noona dari masa depan” kata kibum bersemangat. Dan dia terlihat begitu menggemaskan. Sekarang kami sudah mulai akrab, karena aku sudah membantunya curang dalam ujian kali ini.

“ne, aku bukan noona” kataku sedikit marah.

“ehehehe, tapi kau terlihat lebih tua dari ku” dia tersenyum.

“yaah tak apalah kau panggil aku noona”

“kenapa kau bisa ke sini?” Tanya kibum penasaran

“molla” aku memandangi kibum kecil yang masih kecil dan lugu.

“ada apa dengan wajahku?”

“ani ani, aku hanya senang bisa bertemu chibi key” jelasku.

“key??siapa dia?”

“dia adalah orang yang kusukai” kataku jujur.

“berarti kau suka dengan orang yang mukanya mirip denganku donk” goda kibum.

“haiiish key jauh lebih dewasa” tetapi kaulah key itu kibum ah.

“nanti juga aku dewasa” kata kibum lugu.

“iya deh, sudahlah sudah malam, kau tidur sana” perintahku pada chibi key.

~~~~~

2 hari sudah aku bersama dengan key masa kecil, dia sangat lucu dan penurut. Dia juga sangat suka warna pink. Tapi disitulah letak imutya si key.

“noona, bagaimana aku dimasa depan” pertanyaan itu langsung mengingatkan ku pada kasus yang menimpa kibum di masa depan.

“noona noona, ayo jawab!!” desak key.

“ah iya, kau Tanya apa?”

“aku dimasa depan” jawab key kesal.

“apa kau ingin jadi seorang idola?” Tanya ku.

“hemm kenapa kau Tanya itu?” kata key bingung.

“sudahlah jawab saja”

“aku tidak tahu, tapi aku ingin menjadi pusat perhatian. Tapi mungkin aku ingin jadi idola juga” dia senyum-senyum sendiri.

“jangan jadi idola” kataku tiba-tiba membuyarkan lamunan kibum.

“kenapa noona?”

“itu akan membuatmu menderita, karena masa depanmu akan hancur” kata ku semakin pelan.

“jebal” tambahku.

“noona…” kibum mendekatiku.

“aku keluar dulu” aku keluar dari kamar key untuk mencari udara segar.

Apa yang kulakukan, aku sangat egois karena menghalangi impian seorang yang kusukai.

Tetapi jika dia menjadi idola dia akan hancur juga.

Aku kembali kekamar kibum dan mendapatinya sedang tertidur.

“andai kau tahu masa depanmu seperti apa” bisikku sambil menatap kibum yang tertidur pulas. Aku tidak mau melihatmu hancur. Jadi tolong berubahlah jadi orang lain jangan jadi seorang idola.

“noona, kau menangis lagi” aku kaget ternyata dia belum tidur.

“gwencana” aku mengusap air mataku

“apa karena masa depanku?” aku hanya bisa tersenyum pahit.

“benarkan” Tanya kibum lagi.

“aku tidak mau, merampas impianmu, tapi berjanjilah, jangan terjerumus dengan pergaulan bebas, dan narkoba” aku memandangnya dengan dalam.

“aku tau kau pasti bingung dengan maksud ku” dan kibum mengangguk.

“sudahlah, jalani hidupmu apa adanya, tapi ingat kata-kataku, tetaplah menjadi kibum yang seperti ini jangan berubah” aku berusaha menyentuh wajah kecilnya tetapi hanya bisa tertembus.

“aku tau noona, aku akan ingat semua kata-kata noona”

“kamsahamnida”….

~~~~

Aku terbangun dan mendapati diriku berada di kamar yang berbeda lagi. Omma dan seulra sedang menatapku cemas.

“omma ada apa ini?” Tanya ku lemas.

“kau meminum obat tidur terlalu banyak dan mengalami over dosis” kata omma cemas.

Ternyata aku hanya bermimpi bertemu dengan chibi key. Sudah jelas itu mimpi, mana ada orang pergi ke masa lalu.

“seulra kau tahu key?” tanyaku.

“kau itu masih lemas sempat Tanya key, dia tetap tampan seperti biasa” kata seulra tersenyum.

“bukan itu maksudku, dia masih anggota SHINee dan tidak masuk penjara??”

“tentu saja masih dengan SHINee, dan buat apa harus masuk penjara diakan idola baik-baik” kata-kata seulra membuatku lega dan yakin tentang aku kembali ke 8 th yang lalu.

~~~~~

Aku sudah keluar dari rumah sakit, dan menjali aktivitas seperti biasa yaitu kuliah. Dan key juga ada di sana. Kami sering beradu pandang dan dia hanya tersenyum seperti biasa dia menyapa para fansnya. Itu membuatku cukup kecewa, karena dia tidak mengenaliku. Jelas saja 8 tahun yang lalu, diakan masih kecil.

Tapi aku senang dia tidak terlibat lagi dengan narkoba. Aku juga kembali ke keadaan semula. Dia tetap sangat tampan dan aku tetap menjadi pengagumnya saja.

Kali ini aku bertemu lagi dengan key saat aku meninggalkan toilet dan ia menuju toilet. ‘ini seperti pernah ku alami’

Tetapi kami tidak saling sapa karena aku terlalu malu. Dan kami hanya terdiam namun tiba-tiba

“noona…” key menyapa ku.

Aku dengan kaget menoleh kearahnya, dan dia tersenyum sambil berkata

“aku selalu mengingat kata-katamu dan mengingatmu. Gomawo noona, ternyata kau masih tetap tidak berubah, bagiku kau sangat cantik”….

THE END

P.S: Maap onn.. signya belon jadi.. ekekekeke… maaaappp bener daaahh

BONUS BUAT HARI INIIIII XD

-Lana-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

When Jonghyun Get Amnesia Part 3

By: Litha_Nisa/Lita_cs/ Lim Jin Ji

-Author POV-

~di Ruang Keluarga Setelah Dokter Memeriksa Kim Jonghyun~

“jadi bagainama dokter?” Tanya manajer SHINee tegang menunggu hasil yang akan dikatakan dokter yang dia panggil bersama jinki tadi tentang kondisi jonghyun.

4 member lainnyapun menunggu dengan cemas,berdoa agar yang mereka fikirkan tadi tidak terjadi.

“benar-benar” kata dokter sambil menggelengkan kepalanya. “dia benar-benar mengidap amnesia,saya sudah melakukan beberapa pemeriksaan,baik di tubuh maupun melalui percakapan. Benar-benar hilang ingatan. Walau luka di kepalanya tidak begitu serius, namun guncangan yang terjadi membuat memorinya agak terguncang.”

“lalu,bagaimana? Uri jonghyun apa bisa kembali lagi? Maksudku, ingatannya dok?” Tanya kibum dengan muka cemas. Terlihat sekali sisa-sisa tangisan di matanya yang sembab, masing bengkak, walau sudah dibawa tidur.

“ya,saya akan melakukan beberapa pemeriksaan lagi. Coba,kalau bisa dibawa ke rumah sakit. Saya tau kalian takut dan masih belum siap menjelaskan apa yang terjadi pada para fans, namun dia butuh pemeriksaan lebih lanjut. Kalau menurut saya, dia (jonghyun), ingatannya bisa kembali. Beberapa kejadian seseorang yang baik itu dipukul maupun terbentur dan mengakibatkan amnesia, ingatan mereka akan kembali. Kecuali jika sampai parah terbenturnya. Umm,amnesia sesaat ya, begitu.”

“baik, saya akan berusaha membawanya ke rumah sakit.” Kata manajer.

“bagus,kalau bisa sesegera mungkin,”

“lalu apa yang bisa kami lakukan dok,? Apa kami bisa membantu pemulihan ingatan jonghyunnie?” Tanya jinki beruntun.

“ya,keterlibatan orang-orang di sekitar juga membantu dia mengingat apa yang pernah terjadi dan mungkin akan mempercepat seluruh memorinya kembali lagi seutuhnya. Bantu dia mengingat mulai dari hal-hal yang kecil namun penting. Seperti namanya, tanggal lahir dari mana dia berasal. Keluarga juga berpengaruh dalam hal ini. Ingat itu!” kata dokter menjelaskan panjang lebar.

“baik,” jawab para member lainnya kompak.

“kenalkan diri kalian juga. Beritahu dia bahwa dia juga seorang entertainer. Buat dia terbiasa dengan dunia entertain. Karna kemungkinan perubahan sifat akan terjadi itu ada.”

“ maksud dokter?”

“ya, perubahan sikap dan tingkah laku,”

‘MWO? Jadi jonghyun hyung yang ceria, jail, dan PD itu bisa berubah jadi pendiam, baik dan pemalu?”

“yak,begitulah,”

“ANDWE!!!” teriak member SHINee bersamaan. Jinki mulai memegang pelipis kepalanya dengan tangan pertanda pusing. Minho mengacak-acak rambutnya pertanda stress *hehe*. Kibum mematung dengan mulut terbuka pertanda syok berat. Dan taemin menatap satu-satu para hyungnya itu dengan wajah innocent pertanda,,,

“hyung, aku gak ngerti,” ucap taemin polos. Semua menatap taemin unbelieveable.

“TAEMIN!!!!” teriak semua bersamaan.

“ kan tadi kamu yang tanya, ko masi gak ngerti?” Tanya minho siyook.

“owh,jadi nyung akan bener-bener berubah ya?” Tanya taemin kembali dengan aegyonya.

“yaa,taeminnie kau membuat kibum menangis lagi,” kata jinki lirih melihat salah satu membernya yang agak super sensitive itu kembali menagis.

“kenapa kibum hyung? Ko nangis? Kan malah bagus perubahannya.”Tanya taemin lagi dengan aegyonya (lagi) *capek dah, ni orang emang agak gimana gitu*.

“HUWA,,,,, TAEMINNIE,,,,,!!!!” histeris kibum.

“YAK! Kibum,, tenanglah,itu semua kan hanya kemungkinan. Belum tentu terjadi.” Kata minho menenangkan

“emang iyaya minho hyung? Aku malah seneng kalau jonghyun hyung berubah loch! Jinji pasti suka juga, kan ga ada yang ganggu dia lagi, hehe,” ucap taemin polos (lagi)*ampun dah.

Semua menatap taemin unbelieveable (lagi)*wih,di part ini taemin parah benget.dan,,,

“TAEMINNN!!!!!”””

-Jonghyun POV-

~Kamar Tidur SHINee~

Amnesia? Nugu?

Lelah juga ternyata tidur begitu lama. Siapa sih yang mereka bilang amnesia? Aku? Amnesia itu apa sih?

Aku mulai meregangkan tangan dan kepalaku yang terasa sangat berat dan pegal.

“keluar ah, sepertinya mereka sudah tidak ribut-ribut seperti tadi,”

Kubuka pintu kamar ini, kututup pintu lalu melihat sekeliling, tempat ini bagus juga. Lalu kupalingkan pandanganku kearah lain. Ke empat laki-laki yang tadi kulihat sedang duduk bersama seorang laki-laki yang umurnya lebih tua.

“ah,ya sudah, aku akan kembali ke kantor dan men-cancel beberapa acara kalian bersama jonghyun sebisaku, kalian jaga dia baik-baik ya!” kata lelaki tua itu. Aku bersembunyi di balik tembok,agar mereka tidak tau bahwa aku sudah bangun dan sedikit ‘menguping’ pembicaraan mereka. Yes! Akhirnya   lelaki jelek tua itu pergi juga, kekeke~

“baik manajer,” jawab mereka kompak. Lalu seseorang yang mereka panggil ‘manajer’ itu pergi kea rah pintu keluar ‘mungkin’, karna tidak terlihat dari sini. Bersama seorang yang berwajah pucat yang kutau dipanggil onew atau jinki itu? Tau ah.

“umm,key,jangan terlalu keras terhadap jinji-ah. Dia juga tidak sepenuhya salah. Sebaiknya kau minta maaf saja,” kata manajer itu sebelum dia keluar, karna belum ada bunyi pintu terdengar.

“tapi,” balas lelaki yang dipanggil key itu. Bukannya dia kibum ya?

“sudahlah kibum,” sela seseorang yang dari suaranya kukenal sebagai onew/jinki. Benarkan dia kibum,. Berarti disini semua punya nama panggilan dua ya?

“yaa, terserahmu saja kim ki bum,” kata manajer itu lagi lalu terdengar pintu tertutup.

Onew/jinki kembali ke tempat tiga lelaki lainnya duduk. Umm,semua terlihat dan terdengar jelas sekarang.

“kibum, aku,,,” ucap jinki/onew ragu memulai percakapan. “aku minta maaf, karma sudah memukulmu,” jinki/onew melanjutkan ucapannya yang terputus dengan sangat cepat. Tunggu, memukul? Jinki/onew memukul kibum,ah, key, ah, yak key/kibum itu? Kapan ya?

“hmm,” balas key/kibum dingin.

“seharusnya aku tidak gegabah. Aku sangat menyayanginya, dan tidak ingin dia dikatakan seperti itu, mianhae,” kata onew/jinki cepat membalas key/kibum lalu berdiri dan membungkukkan tubuhnya 90 derajat menghadap ke kibum/key.

“sudahlah hyung, aku mengerti maksudmu, kau disuruh manajer itu kan ? Lalu kau juga ingin agar aku meminta maaf ke jinji,. Tapi sayang aku tidak mau,noway!” balas kibum tidak mau kalah lalu berdiri dan bersiap pergi dari tempat itu.

“tidak,memang manajer menyuruhku, namun tidak dengan jinji. Mungkin memang benar yang kau katakana,.. tapi kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa. Karma aku yakin kamu juga saying banget sama jii kan kim kibum? Sama seperti aku. Juga kau pasti merasa bersalah sama seperti perasaanku sama kamu ya, kan ?!” kata onew/jinki panjang lebar. Aku bener-bener ga ngerti. Ada apa sih? Jinji itu cewek chubby yang waktu itu yah?

“huh,jangan kira perasaan kita sama hyung! Aku sama sekali gak ada perasaan apa-apa. Argh,sudahlah aku mau tidur ajah,” kata kibum/key itu sama dinginnya dengan tadi.

Oh,gitu, jadi jinji itu adeknya/saudaranya onew gitu,trus key/kibum itu melakukan sesuatu ke si jinji itu sampai keterlaluan atau,, yah yang kaya gitu. Trus karma gak seneng sama sikap key/kibum ke jinji, si jinki/onew itu mukul key/kibum. Okelah, tapi, apa masalah intinya ya?!

Jonghyun POV end

-Author POV-

“hyung,kau itu apa-apaan sih?!” Tanya minho setengah berbisik sambil memelototi jinki.

“tenang minho,aku udah tau bakal gini. Tenang ajah, semua udah aku rencanakan. Aku kan leader kalian, aku ngerti banget sifat kalian. Makanya aku pasti bisa nge-lead kalian. Dan soal kibum, kamu tenang aja deh,” jawab jinki sambil tersenyum tenang dan menatap kibum yang berjalan memblakanginya.

“hyung,minho hyung, aku gak ngerti nih sama kata-kata jinki hyung barusan,” bisik taemin pelan pada hyung yang sedang duduk di sampingnya itu.

“sama, aku juga gak ngerti, tumben jinki hyung jadi gini, aneh,” jabab minho setengah berbisik juga sambil tetap menggelengkan kepala dan tetap menatap serius kearah jinki.

Taemin malah cemberut mendengar jawaban hyungnya itu, lalu menggelengkan kepala seraya berkata, “minho hyung, kau itu benar-benar bodoh. Pabo!” lalu menatap lurus kearah depan.

Minho langsung menoleh dengan jawaban dongsaengnya ini. Menatap unbelievable. Kalau aku benar-benar bodoh, kamu apa dong?! Fikir minho.

Di balik tembok jonghyun yang sedang berjongkok ria dan menghayal sendiri mulai sadar kibum mulai jalan mendekat ke arahnya.

Wah,gawat! Gimana nih,.

Lalu jonghyun berdiri dan bersiap berakting agar terlihat baru bangun. Namun terlambat saat dia mau berbalik untuk menyempurnakan aktingnya kibum sudah melihatnya duluan.

“JONGHYUN,” teriak kibum syokk,”apa yang kau lakukan? Kau sudah bangun? Sejak kapan kau disitu? Apa kau sedang menguping? Apa kau dengar semuanya?!” Tanya kibum beruntun.

Sekarang semua mata tertuju pada dua makhluk yang sama-sama sedang kaget ini. Dan yang diperhatikan dan diketahui telah menguping pembicaraan merekapun hanya bisa tersenyum seraya berkata “mian,”

Bagaimana reaksi mereka selanjutnya? Bagaimana perkembangan ingatan Kim Jonghyun? Keseharian mereka saat jonghyun mengidap *jiahh,* amnesia? Dan bagaimana kabar Lim Jin Ji yang di part ini gak nongol sama sekali? Saksikan di episode selanjutnya!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Tochi – Part 3

Jinki pov

Siang ini, aku malas melakukan apapun. Aku hanya berdiam diri dikamar dan mendengarkan musik. Tapi baru dua lagu yang aku dengarkan aku sudah mendengar ketukan pintu.
“oppa!!!” ternyata Siyoung. Aku langsung mematikan Ipodku.
“boleh aku masuk?” tanyanya.
“ehm….silahkan” dia masuk kamarku dan berjalan kearahku.
“ada apa?” tanyaku setelah dia duduk disamping ranjangku.
“tidak ada apa-apa, hanya ingin ngobrol dengan oppa” jawabnya. “boleh Tanya sesuatu oppa?” sambungnya. Aku tau kalau dia kesini untuk mengintrogasiku bukan hanya sekedar ngobrol. “ya!!!” jawabku memperbolehkan dia bertanya.
“apa kekuatanku hanya akan muncul saat aku emosi saja?” tanyanya setengah ragu.
“tidak juga, kau hanya perlu belajar”
“kalau begitu ajarkan aku” pintanya.
“kau tidak perlu belajar dariku, kau hanya perlu yakin pada dirimu sendiri. Hanya….coba seimbangkan antara fikiran dan kekuatanmu. Pasti kau bisa mengontrol kekuatanmu” jelasku. Dia berfikir mencoba memahami apa yang aku katakan.
“kalau begitu apa jenis kekuatanku? Ehm….maksudku. apa aku termasuk api, cahaya, air, udara, suara seperti kalian?” tanyanya lagi. Aku hanya tertawa mendengarnya, ‘sepertinya dia mulai tertarik dengan kekuatannya’.
“aku akan jelaskan semua padamu biar kau tidak banyak Tanya seperti ini?” dia terliahat sangat ingin tahu.
“kau ini bukan Ksatria seperti kami, jadi kekuatanmu tidak sama dengan kami bahkan…. melebihi kami karena kau ini seorang Tochi kekuatanmu setara dengan Saihi fernrir yang bisa mengendalikan semua unsur didunia ini. Tapi bedanya kekuatanmu lebih mengarah pada kebaikan sedangkan Saihi Fenrir sebaliknya” jelasku panjang lebar. Aku bisa melihat ekspresi tidak faham diwajahnya.
“sudahlah……nanti kau akan mengerti sendiri. Sekarang ambilkan aku minuman
Aku sangat haus setelah menjelaskan banyak kepadamu” mencoba menghilangkan kebingungannya. “sudah cepat sana!!!!!” mendorongnya untuk berdiri.
“ih-oppa! Iya-ya akan aku buatkan. Tapi…….ada satu lagi”
“apa?”
“saat melawan Saihi Fenrir, apa yang harus kulakukan” tanyanya untuk yang kesekian kali.
“ehm………….kau hanya perlu bersinar!!!!!” ucapku semakin membuatnya binggung dan dia benar-benar pergi sekarang.

End of Jinki pov

Hyosoo pov

Aku berjalan kedapur untuk membuat mie ramen, entah kenapa aku lagi ingin makan itu sekarang. Tapi aku tidak sengaja melihat Siyoung masuk kekamar Jinki. Aku membiarkannya begitu saja dengan segala fikiran buruk dikepalaku.
Aku memulai untuk memasak tapi fikiranku melayang entah kemana. Aku memotong cabe untuk penyedap, onion dan beberapa sayuran. Fikiranku masih menerawang bahkan aku tidak memperhatikan apa yang aku potong.
~kemarin dengan Kibum,Tadi pulang sekolah dngan Minho, dan baru saja dengan Jinki~ aku menggeleng-gelengkan kepalaku berusaha menyadarkanku ‘apa yang sudah aku fikirkan. Apapun itu, bukanlah urusanku’ dan sekarang aku merasakan tanganku yang aku potong sendiri.
“auch!” ujarku kesakitan dan tiba-tiba seseorang memegang jariku itu, meletakkan kemulutnya. Menghisap pelan darah dijariku itu. Aku hanya melihatnya terpaku tidak kusangka ternyata kibum yang melakukan itu. ‘aduh jantungku berdetak kencang lagi’ setelah dia melepaskan jariku dia mengambil kotak P3K yang ada didapur. Dan membalut lukaku dengan hati-hati. Dia memperhatikanku yang hanya diam.
“mianhae! Aku sudah lancang” kali ini aku tidak bisa membiarkan diriku tetap diam.
“ah-tidak, justru seharusnya aku yang berterima kasih…
Gomawo!!!!” ucapku. Dia tersenyum dan melihat apa yang aku lakukan tadi, dia meihat potongan-potongan sayur yang berantakan dan air yang sudah mendidih serta sebungkus mie ramen disamping kompor.
“mau kubantu?” tawarnya.’apa yang harus kujawab’
“ahh~ tidak perlu nanti merepotkan” jawabku kikuk. Dia langsung melanjutkan memasak mie ramenku yang tadi sempat terhenti. Dia terlihat ahli dalam hal ini, bahkan sekarang terlihat aku yang membantunya memasak.

End of Hyosoo pov

Your pov.

Aku masih tidak mengerti apa yang dijelaskan Jinki oppa, tapi sepertinya aku harus berusaha keras untuk mengendalikan kekuatanku. ‘menyeimbangkan antara fikiran dan kekuatan’ tapi…..apa maksudnya dengan ‘kau hanya perlu bersianar’ ah….aku bener-bener pusing gara-gara ini. Kenapa dulu dia datang padaku, kenapa tidak membunuh bayi yang lain, dan kenapa ummaku menyelamatkanku? ‘ummaku’ kenapa aku tidak kefikiran ini. Demi ummaku, aku akan mengalahkan Saihi Fenrir itu. Aku akhirnya pergi setelah lama terdiam didepan pintu kamar Jinki.
‘ahh~Jinki oppa kenapa harus aku yang memebuatkannya minuman?’ fikirku dalam perjalanan ke dapur. Untung kamarnya ada dilantai bawah, jadi tidak perlu repot naik turun.
Aku hendak masuk kedapur, tapi tidak jadi. Karena melihat Kibum dan Unnieku. Mereka lagi asyik memasak. Aku tidak mau mengganggu mereka, aku urungkan niatku untuk buat minuman ‘masa bodoh dengan Jinki oppa’.
Aku kembali kekamarku. Tapi saat melewati kamar Minho aku malah kefikiran dia. Aku tidak tahu setan apa yang merasukiku sampai membuatku penasaran dengan apa yang dilakukan minho didalam kamar. Aku berniat mengintipnya dari lubang kunci yang ada dipintu. Aku membungkukkan badanku untuk melihat.
“apa yang kau lakuakan?” Tanya sebuah suara diatas kepalaku yang sangat kukenal. Aku menengok keatas untuk memastikan ‘aduh! Aku mati gaya, mau taruh dimana mukaku?’ aku mengembalikan posisiku menjadi berdiri.
“ehm…..ehm….aku tadi lihat kupu-kupu dipintu!” jawabku cepat setelah berfikir mencari alasan.
“mana?” tanyanya meragukanku. “dasar penguntit” singgungnya. ‘aish~aku ketahuan’.
“aku bukan penguntit” teriakku di mukanya dan berlari masuk kamarku yang memang disamping kamarnya. Membanting pintuku keras-keras.
Aku merosotkan tubuhku, menghela nafas lega. ‘untung aku bisa menghindar’

End of Your pov

Minho pov

“dasar gadis aneh” gumamku didepan pintu. Aku malah tidak jadi keluar dan masuk lagi kekamar. Dan sekarang berbaring di ranjang, memegangi bibirku. Teringat kejadian saat pulang sekolah ‘apa yang sudah aku lakukan tadi pasti membuatnya salah paham, pasti dia mengharap sesuatu yang lebih sekarang’ tapi aku malah terbayang wajahnya dan tanpa aku sadari sebuah senyuman simpul tersemat dibirku.

End of Minho pov

*****

Malam harinya,

Hyosoo pov

Sungguh aku tidak bisa tidur malam ini, wajah Kibum selalu terlintas dianganku. Gelisah tak tentu samapi memejamkan matapun aku tak bisa. Aku akhirnya menyalakan lampu meja kamarku. Bangkit dan duduk di kursi samping ranjangku, aku menopang dagu dan terbawa lamunan. Aku terfikirkan sesuatu ‘surat’ hanya itu yang bisa mengurangi beban fikiranku.
Aku mengambil selembar kertas surat dan tentunya alat tulis. Mencoba menuliskan sedikit perasaanku disana. Kata demi katapun kutulis mengalir begitu saja dikertas itu. Dan saat akan mengakhirinya, aku ragu untuk menulis namaku. Aku menimbang-nimbang, ‘kalau dia tahu perasaanku? Bagaimana dengan persaanya terhadapku? Bukankah dia waktu itu bersama Siyoung. Nanti aku malah membuatnya tidak enak denganku. Dan aku juga harus menghargai persaan Siyoung, kalau memang benar mereka ada hubungan’
Akhirnya aku hanya bisa menulis

Penggemarmu
Mie Ramen

Yang terfikirkan diotakku hanya itu. Aku melipatnya perlahan dan memasukkannya kedalam amplop berwarna merah muda / pink.
Aku mersa beban dihatiku mulai berkuarang. Tersenyum memandangi surat itu di meja dan perlahan mulai tidur.

End of Hyo soo pov

Kibum pov

Hari ini aku berangkat sekolah lebih awal, tidak bersama yang lain karena kemarin bukuku yang kupinjam diperpus tertinggal di bangku sekolah. Aku harus menemukannya sebelum ada orang lain yang menemukannya, atau aku akan didenda oleh pihak perpus.
“kenapa aku kemarin bisa lupa sich?” keluhku sepanjang jalan di bus.
Saat tiba disekolahan, ternyata masih sepi hanya ada beberapa murit. Aku menghela nafas lega ‘semoga tidak ada yang menemukannya’.
Aku berlari dari halaman depan sekolah sampai menuju kelasku. Saat mau masuk kelas aku melihat Hyosoo disamping bangkuku, dengan cepat aku menyembunyikan diriku ingin tahu apa yang dia lakukan disitu. Aku mengintipnya dari jendela. Dia meletakkan sebuah amplop berwarna merah muda di bangkuku, kemudian dia beranjak pergi. Karena takut ketahuan aku langsung bergerak menjauh, bersembunyi darinya.
Dia telah keluar dari kelasku, akupun perlahan masuk kelas berjalan menuju bangkuku. Seketika aku lupa tentang bukuku. Aku mengambil amplop itu ‘sebuah surat’ pikirku. Aku membolak-balikkan surat itu dan mengamatinya. Aku berniat untuk membuka dan membacanya tapi aku teringat buku perpustkaan itu sehingga aku langsung memasukkannya kedalam tasku dan memerikasa bangkuku. Ternyata masih ada disana, aku mengelus dadaku lega.

End Of Kibum

To be continued

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF