{FFWL} 3rd FFWL To Zika

Nama              : Eci a.k.a PeppermintLight

Untuk              : Zika

Dear lovely Zika,

Yeah well, said I’ve got no clue writing this letter.

I haven’t even seen your gorgeous face before.

But it doesn’t matter at all.

Cuz there’s no other Zika in this world

Dear incredible…Zika,

Call me double-minded.

Talking about your series fan fiction on this blog wows me indirectly.

I hate to admit it, but I envy you.

Whatever.

Cuz there’s no other Zika in this world.

Dear missmaker,…Zika,

Ain’t that annoying?

Stayin’ in a hospital day and night sometimes kills us inside, huh?

All seems so hygienic and comfortable, of course.

But guess what, we miss you like crazy.

Cuz there’s no other Zika in this world.

Wish Allah blesses you always ever after, dear miraculous gift from Allah,…Zika,

in every breath you take,

in every step you make,

and in every dream you dream.

With all best wishes,

Eci ^^

Harapan buat Zika : rada klise, sih : umm…get well soon ya, Zik. Semoga Allah selalu memberkahi dimana pun Zika berada.


P.S: Wooowww… another great letter huh, isn’t it? So.. what you guys waitin’? And once again…. i think in this blog, Zika’s fans more than Key fans.. hahaha~

Advertisements

MAAFKAN AKU – Part 1

MAAFKAN AKU

Part 1

Ini adalah ff pertamaku, mian jika ffnya jelek dan bahasa koreanya agak hancur!!! Dan saya mengharapkan kritik dan saran dari kalian untuk menyempurnakan ff yang masih dibilang belum terlalu bagus ini

Author : Han Jang Mi

Genre : Family

Cast :

Lee Jang Mi

Kim Kibum ( Key )

Lee Jin Ki

Kim Jong Hyun

Choi Min Ho

Lee Tae Min

Jin Ki POV

Namaku Lee Jin Ki, usiaku 21 tahun, aku mempunyai dua orang adik dan aku adalah direktur utama dari L.I Co yang tak lain adalah milik mendiang kedua orang tuaku.

” selamat pagi tuan ” sapa sekretaris pribadiku

” apa jadwal kegiatanku hari ini? ” ucapku ketika bangun tidur

” jam 08.30 anda ada kuliah, jam 10.00 anda ada rapat dengan Choimin Korea di kantor, jam 12.00 anda harus bertemu dengan Kim Chemical Company di kantor mereka, dan bla…. bla… bla… ” jawabnya dengan mendetail

Aku hanya bisa manggut – manggut saja mendengar jawaban sekretaris pribadiku ini

” mmmm……….. tuan ” ucap sekretaris Jang yang terputus

“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” terdengar suara teriakan di dalam kamar dan aku segera berlari kesana

” apa? Ada apa? ” tanyaku panik

” oppa…. Joon Gu nakal, dia pipis sembarangan ” ucapnya sambil menunjuk anjing mungil di depannya

‘GUBRAK’ aku terjatuh mendengar jawabannya

” Ya~ Jang Mi ssi, kamu itu benar – benar membuat oppamu ini hampir jantungan tau ” emosiku

” hoam…. ada apa sih hyung? Kok pagi – pagi dah ramai banget kayak pasar aja deh ” terliat dongsaengku satunya yang masih setengah sadar sambil membawa boneka teddy bear ekstra besar

” itu dongsaengmu, pagi – pagi dah teriak – teriak kayak orang kebakaran jenggot gara – gara si Joon Gu pipis aja”

” huahahahahahahahahahahahahaha…. apa??? Hahahaha… oppa kan udah bilang biarkan si Joon Gu tidur diluar bersama lainnya hahahaha ” ejeknya

” shiroo, ntar Joon Gu ku berantem sama Soo Chang dan Kang Yi, mereka kan nakal ” bela Jang Mi

” mwo??? Nakal??? ya~ dongsaeng sialan! Kang Yi ku lebih baik dari Joon Gu mu “

” apa? K_”

” DDDDDDDIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMM!!! TIDAK ADA YANG NAKAL, ANJING PELIHARAAN KITA TIDAK ADA YANG NAKAL, ARASEO???  ” teriakku yang sudah mulai frustasi melihat dua dongsaengku bertengkar

” Ne, araseo ” jawab mereka berdua serempak

” oiya, Taemin, bukannya hari ini kamu ada kuliah pagi? Cepat siap – siap aku tunggu di dibawah, sedangkan kamu Jang Mi, kamu harus siap – siap sebentar lagi han songsenim datang bukan?”

” ne hyung ” jawab Taemin sambil melangkahkan kaki masuk ke kamarnya

” ne oppa ” jawab Jang Mi sambil manyun dan aku tau sebenarnya apa yang ada di hatinya, sebenarnya aku dan Taemin tidak tega, tapi apa boleh buat ini demi kebaikannya juga

” sekretaris Jang, tolong suruh kepala pelayan Oh untuk menyuruh beberapa pelayan membantu membersihkan kamar Jang Mi ” ucapku sambil melangkah ke kamarku

” ne tuan “

Taemin POV

Aku melangkahkan kakiku menuju kamarku dan bergegas menuju kamar mandi yang ada didalam kamarku

-15 menit kemudian-

Aku keluar dari dalam kamarku dan berjalan ke arah ruang makan yang letaknya dibawah sana

” selamat pagi tuan muda ” sapa para pelayan sambil membungkukan badan ke arahku

” pagi hyung ” sapa ku pada Jin Ki hyung

” pagi ” balas Jin Ki hyung sambil tersenyum

” oiya Taemin, bagaimana dengan kuliahmu? “

” baik – baik saja hyung, kenapa ? “

” ga’ kenapa – kenapa kok! Cuma ingin tanya aja” jawabnya ” ngomong – ngomong, bagaimana dengan usulku kemarin? ” tanya Jin Ki hyung

” hah? Ow itu hyung? Masih belum aku pikirkan? “

” kepala pelayan Oh, pesan kami hanya satu tolong jaga Jang Mi seperti biasanya ” ucap Jin Ki hyung

” Ye Tuan ” ucap kepala pelayan Oh sambil tersenyum seperti biasa

Aku tersenyum mendengarnya ‘aku tahu meskipun hyung atau aku tidak bilang pasti kepala pelayan Oh bersama pelayan – pelayan, dan para bodyguard Jang Mi akan selalu menjaganya, karena aku tahu mereka juga sayang pada Jang Mi seperti aku dan Jin Ki hyung dan kami tidak ingin kejadian itu terjadi lagi’ batin ku

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Free Time – Part 1

Free Time

Main Cast: Kim Jonghyun

Support Cast: Other SHINee members

Genre: Comedy (Mian kalo jayus, si author sudah terkenal reputasinya     sebagai dewa jayus T-T), Friendship, and maybe.. Adventure?

Type: Sequel/Continue

Rating: PG-13

Author: Ashifa a.k.a Hitsujisan

a/n: Ini dapet ilhamnya gara-gara si Jjong ngaku kalo dia punya banyaaaaaaaaaaaaaaak banget waktu senggang. Terus si author berpikir “Ngapain aja ya dia kira-kira?” dan…. Lahirlah FanFic ini XD  (Btw, bisa aja cerita ini berlanjut. Tergantung kalian para lovely readers loh :D)

******************************************************

Part 1: The Adventures of Kodokboy

“Kami pergi dulu ya!” teriak Taemin dari pintu dorm.

“Kunci pintu ya hyung!” teriak Minho juga dari pintu dorm.

“Cucian dicuci!!” perintah Key dari pintu dorm.

Pintu akhirnya ditutup dan satu hari lagi manusia bernama Kim Jonghyun tersebut sendirian di dorm. Sudah tidak terhitung berapa hari dia menjalani hari demi hari sendirian… Sendirian di dorm yang lumayan besar dan dihuni oleh 5 makhluk ajaib ini. Termasuk dia.

“Sendiri lagi kan?” keluhnya. “Mao berapa taon gue sendiri disini hah!!??” teriaknya.

Taemin hari ini pergi sekolah, Minho pergi ke kuliah, Key sedang ada acara keluarga, Onew sedang sibuk dengan musikalnya dan dia sudah pergi sejak kemarin. Mereka bilang akan kembali tepat pukul 5 nanti sore.

Disinilah dia. Sendirian. Anehnya, Jonghyun sebenarnya masih pergi ke kuliah. Tetapi, dia sendiri terkadang suka lupa kalau dia sebenarnya ini MASIH kuliah (Sudah bolos berapa hari dia kira kira? Author tidak tahu…) Sendirian setidaknya sampai mereka pulang dan itu masih… 8 jam lagi.

“Hari ini ngapain ya? Hm…” dia hanya bisa berpikir sambil mengharap waktu berlalu saat dia berpikir.

“Aisssh.. Kalo aku gak ngerjain cucian.. Umma marah nanti. Well, lebih baik dilakukan daripada menyesal”

Dengan semangat ’45 dan muka setengah mengantuk, Jonghyun berjalan kearah box pakaian kotor. Saat dia membuka box tersebut..

“Ewwww!!!” bau baju penuh keringat yang tidak dicuci selama 5 hari langsung tercium.

Dengan sangat putus asa, dia langsung saja membawa semua pakaian tersebut, dimasukanya secara paksa ke mesin laundry, dan menyalakanya. Hitung-hitung acara laundry selesai!

“Masih.. 7 jam 55 menit dan 30 detik lagi” sangkin bosanya, Jonghyun juga menghitung hingga ke detik-detiknya. “Apa ya, yang bisa aku lakukan selama 7 menit 55 menit dan 25 detik lagi?”

Jonghyun duduk di sofa besar yang berada di tengah ruang tamu. Sofa tersebut sebenarnya hanya muat 3 orang. Namun mereka ber-5 suka memaksakan diri agar muat duduk di sofa tersebut (Apalagi kalau nonton film bareng). Dan ujung-ujungnya.. Minho dan 1 orang lagi terpaksa duduk dilantai.

Baginya, perasaan duduk di sofa itu sendiri.. Aneh.

“Aha!” setelah melamun, Jonghyun berteriak seperti dia baru saja mendapat siraman rohani.

Dia tertawa dengan kecil lalu mengambil sesuatu dari lemari baju Key. Dan semua penghuni dorm tersebut tahu, macam-macam dengan lemari- apalagi sampai ke pakaianya, uoh. Bisa disate Key nanti malam.

Jonghyun mengeluarkan pashmina pink (Emang Key nyimpen begituan?) dari dalamnya dan sepasang kacamata super besar. Dia juga mengambil jubah milik Taemin, syal milik Onew dan kostum kodok Minho yang dia pakai saat Hello Baby episode 3.

Dan sekarang, jadilah Kodokboy(?). Si pahlawan kodok berkacamata jumbo, dengan syal berwarna abu-abu. (Ya.. Kayak gimana sosoknya, anda bayangkan saja sendiri :D)

Jonghyun melihat sosoknya di depan kaca, namun pasmina pink milik Key itu menghalangi mukanya yang ganteng. Dia langsung melepas pashmina tersebut agar mukanya yang *ehem ganteng *ehem tidak ternodai.

“Nah, setelah aku dandan freak kayak gini, enaknya…” muncul lagi senyuman nakal di mulut Jonghyun. Dia terkikik-kikik, mengambil sepatunya, keluar dari dorm, dan mengunci pintunya.

Dan mesin cuci masih menyala dengan tenangnya…

***

Jonghyun berjalan dengan pedenya menyusuri jalan-jalan Kota Seoul. Tujuanya hari ini: Tidak jelas. Awalnya hanya buat iseng-iseng saja dandan dalam kostum Kodokboy, namun insting Jonghyun berkata “Hey! Daripada cuma dandan doang, mendingan sekalian aja ke jalanan!” Dan memang seorang lelaki harus mengikuti instingnya.

“Ih! Freak banget sih!”

“Iya ijo, campur pink, plus krem, trus pake kacamata abalan kayak gitu!”

“Ih… It’s so late 70s!”

Walaupun ditertawakan oleh pejalan kaki yang lewat, Jonghyun tetap saja pede melewati jalanan-jalanan Kota Seoul. Setelah namanya tenar menjadi seorang idol, kapan lagi dia bisa melakukan hal konyol seperti ini?

“Umma! Aku mau foto sama Om Badut” teriak seorang anak kecil kepada ibunya sambil menunjuk Jonghyun yang lewat.

“Mwo? Badut?!” Jonghyun didalam kostum tersebut panik. Niatnya hanya iseng jalan-jalan dalam kostum Kodokboy tiba-tiba hancur total karena dirinya disangka badut.

“Oh! Haduh, pemerintah ada-ada saja mempromosikan gerakan ‘Save the Frogs’..” komentar ibu dari anak tersebut.

Inginya Jonghyun berteriak “Ahjummi! Saya bukan badut! Saya ini Kim Jonghyun anggota boy band SHINee itu loh!! Yang nyanyi Lucifer!” Tapi ada juga resiko berteriak seperti itu. Disekelilingnya mungkin banyak Shawol yang berkeliaran. Atau bahkan ibu ini sendiri Shawol.

Jonghyun menurunkan tudung kodoknya lebih rendah agar matanya tidak kelihatan. Anak itu berlari menuju Jonghyun dengan semangat berapi-api sambil bertanya “Boleh foto sama Om Badut?” yang langsung dibalasnya dengan anggukan. Anak tersebut kembali lagi kepada ummanya dan ummanya sudah mensiapkan kamera.

“Ayo pose!” perintah si ibu. Anak tersebut merapat kearah Jonghyun yang hanya bisa menundukan kepalanya dengan harapan identitasnya sebagai ‘Bling Bling Jonghyun’ tidak ketahuan.

KLIK!

Ibu itu memperhatikan hasil jepretanya dan berkomentar “Aduh, mas badut mukanya jangan nunduk gitu dong!” Jonghyun tentu saja panik. Namun dia baru ingat jika dia memakai kacamata super gede berwarna hitam. Dia mendongakan kepalanya dan ibu itu terkejut. “Aduh! Mas! Lepas kacamatanya dong! Emang mas malu sama saya?”

Jonghyun yang sudah kesal dengan permintaan si ibu langsung melepas kacamatanya. Mukanya yang ganteng langsung mengejutkan sang ibu. Didalam hatinya, dia berharap bahwa si ibu ini bukan Shawol.

“Lah perasaan saya pernah liat mas. Tapi dimana ya?” tanya sang ibu.

“Ah, mungkin perasaan ibu saja. Kebetulan saya mirip dengan dia” melas Jonghyun

“Ok deh. Mas ini kan ganteng, gak usah takut dong! Cheese!”

KLIK!

Setelah foto tersebut, Jonghyun langsung kabur. Si ibu tersebut heran, namun setelah dia mengecek hasil jepretanya. Ibu tersebut kaget. Muka tersebut ia kenal. Bahkan terlalu kenal.

“Umma? Kenapa?” tanya anak dari ibu tersebut.

“Tadi itu.. Bukanya Kim Jonghyun dari SHINee ya!? HADUH! Ibu ngefans banget sama dia!!!”

“Lah, masa ibu ngefans sama Om Badut?”

“Ampun nak! Itu bukan badut! Itu.. Ah! Kyaaa!! Jonghyunie~ Kembali!!” teriak si ibu.

Jonghyun sangat bersyukur ia berhasil lari dari kejaran maut si ibu tersebut =.=

***

“Haduh!”

Jonghyun sekarang sedang duduk di taman kota. Dirinya capek menjalani semua cobaan dan siksaan disangka badut (Ya salah sendiri pake kostum freak abis kayak gitu =.=). Mulai dari salam-salamin anak kecil lah, diajak foto lah, bahkan sampai ada yang menyuruhnya menyanyi. Tetapi dia sangat bersyukur masih berhasil lari dari kejaraan para noona/ahjummi yang baru sadar ‘Badut barusan itu Kim Jonghyun dari SHINee!’

“Masih, 1 Jam 55 menit 3 detik. Mungkin aku harus mulai berjalan pulang dari sekarang”

Jonghyun dengan sigap memakai kacamata hitam besarnya, memakai tudung kostum kodoknya, dan mulai berjalan menuju dorm. Tak sampai 15 menit berjalan..

“Mas! Mas! Tunggu!”

Jonghyun menoleh dan disadarinya ada seorang namja kecil menghampirinya. Dilihat dari pakaianya, dirinya pasti seorang businessman.

“Saya sudah memperhatikan mas seharian ini dan saya pikir anda cocok!”

“Cocok jadi?” tanya Jonghyun

“Saya ini berasal  dari talent agency badut yang paling tenar di Seoul. Dan saya ingin menawarkan kontrak 2 tahun plus penawaran khusus bagi anda!”

“Mwo!?”

“Oi! Tunggu!” seorang yeoja menghampirinya “Saya bisa menawarkan 2 kali lipat jika anda memilih kontrak dengan saya! Karena saya berasal dari talent agency badut yang terkenal diseluruh Korea!” tawar si yeoja.

“Kalian berdua lewat!” seorang namja menghampiri mereka berempat. Namun dia tidak terlihat seperti orang Korea. “Saya bisa menawarkan 5 kali lipat jika anda dengan saya! Karena saya berasal dari talent agency badut yang terkenal di seluruh Asia!”

“Your all trough!” teriak seorang bule wanita yang menghampiri mereka dengan Bahasa Inggrisnya yang khas “I can offer you 10 times of what their offering! Because im the repentative from a popular clown talent agency that is famous in the whole world!”

Jonghyun panik. Dirinya sudah terikat kontrak dengan SMEntertaiment dan dia memang bukan seorang badut! Jonghyun perlahan-lahan mulai berlari kabur, namun 2 orang yeoja dan namja tersebut dengan nafsu mengejar Jonghyun hingga dia sampai di sebuah perempatan.

“Mas! Jangan lari!” teriak namja, yeoja, Orang Asia, dan bule tersebut dengan kompak

“ARGHHHHHHHH!!!!!!”

Semuanya kaget melihat Jonghyun berteriak seperti dinosaurus mengamuk. Orang-orang yang sedang berjalan di sekitar perempatan tersebut juga kaget mendengar teriakan Jonghyun dan berhenti sebentar itu melihat.

“Mas! Mbak! Pak! Dan miss! Saya ini bukan badut!” teriak Jonghyun

“Kalo itu? Mas apa?”

“Saya ini…”

Jonghyun melepas kacamata hitamnya dan tudung kostum kodoknya. Shawol –shawol di perempatan tersebut langsung berteriak histeris.

“’KIM ‘BLING BLING’ JONGHYUN ANGGOTA BOY BAND SHINEE YANG NYANYI LUCIFER!”

Suasana disekitar perempatan tersebut langsung hening. Namja, yeoja, Orang Asia, dan bule tersebut langsung pergi dengan kecewa. Jonghyun bisa menarik nafas lega. Namun.. Masalah baru langsung muncul.

“Kyaaaaaaaaa!! Jonghyunie~” Shawol shawol tersebut langsung mengerubungi Jonghyun. Kembali dia mengambil langkah seribu dan kabur menuju dorm.

***

“Ah! Tadi kenapa sih Ulangan Fisikanya susah banget!?” keluh Taemin

“Dream Team hari ini aku berhasil menang!” teriak Minho dengan semangat sambil mengepalkan tangan dan meninju udara. Tahu-tahunya meleset dan mengenai Onew.

“Ouch! Minho! Gak usah se-semangat itu dong!” omel Onew

“Jonghyun-hyung kira-kira beneran melaksanakan cucian tidak ya?” pikir Key dalam hati.

Key, Onew, Taemin, dan Minho baru saja pulang dan sedang menuju pintu dorm. Tanpa disadari, elevator yang mereka tumpangi sudah mencapai lantai tujuan. Saat mereka sampai di depan pintu dorm, mereka memperhatikan bahwa lantai pintu depan dorm sedikit basah. Dan saat Key mencoba membuka pintu dorm, pintunya terasa susah untuk dibuka.

“Jangan pada nonton aja dong! Bantuin!”

Onew, Taemin, dan Minho membantu Key membuka pintu. Namun, tiba-tiba..

BYURR!!

Air menyembur keluar pintu dan langsung menyerang mereka berempat yang lengah. Tambah juga sedikit sabun deterjen di air tersebut. Otomatis, mereka ber-empat basah total. Dorm mereka banjir karena mesin cuci yang meluap.

“Hyung… Emang dorm kita rawan banjir ya?” tanya Taemin. Key dengan muka yang kesal karena bajunya basah hanya menjawab “Bukan! Ini pasti ulah-”

Tiba-tiba Jonghyun muncul lengkap dengan Kostum ‘Kodokboy’nya. Dia kaget melihat Key, Taemin, Minho dan Onew di depan pintu dorm dengan kondisi basah kuyup. Mereka ber-empat juga kaget melihat Jonghyun dengan dandanan freak seperti itu. Key sudah sampai di titik didihnya karena sudah membuat dorm banjir, tambah lagi mengambil kacamata besarnya tanpa ijin!

“Ah.. Kalian sudah pulang toh.. Hehehe.. Aku bisa menjelaskan kok..” melas Jonghyun.

“KIM JONGHYUN!!!!”

***

Author: Nah~ Begitulah insiden Mesin Cuci di dorm SHINee!

Taemin: Sekarang saya dan author setiap akhir part dari Free Time akan punya sedikit jadwal tayang disini~

Author: Hooh! Betul Taemin-oppa! *Ngganguk geje

Taemin: Loh kok manggilnya oppa?

Author: Saya kan lebih muda dari oppa!

Taemin: Oh iya benarkah? Hehehehe.. Sori, abis jarang yang manggil oppa sih *GR

Author: Lupakan saja lah =.= Trus tugas kita sebenernya disini ngasih teaser part selanjutnya! Betul kan oppa?

Taemin: *Masih GR Eh iya betul saeng!

Author: Oppa, serius dong!

Taemin: Iya saeng, aku masih GR dipanggil oppa… *Malu-malu

Author: Oppaku ini genit sekali =.= *Menggerutu

Taemin: Ehem. *Memantapkan diri  Oh iya saeng, kenapa kita pake pakaian Cina kayak gini?

Author: Nah, oppa! Sebenernya dari pakaian kita aja kita itu udah teaser loh!

Taemin: Oh iya kah? Sekarang kita putar sedikit cuplikan dari Free Time part 2! Harap disaksikan ya~

*Author mencet tombol play trus muncul cuplikan di layar TV High Definition di sebelahnya

“Aku lagi malas sekali hari ini!” teriak Onew tiba-tiba.

“Kenapa hyung?” tanya Jonghyun

Onew menjelaskan bahwa dia mempunyai seorang sahabat lama yang membuka sebuah Restoran Jajajngmyeon (Mie Hitam). Restoran tersebut termasuk restoran dengan kualitas top dan cukup tenar di kota Seoul. Tidak lupa juga restoran tersebut menyediakan jasa delivery yang siap 24/7.

“Tapi masalahnya, yang jadi tukang delivery shift pagi sampai sore hari ini itu gak ada” jelas Onew

“Jadi, teman hyung mau kita jadi tukang delivery?” tanya Jonghyun

“Tepat sekali”

Author: Nah, gimana teasernya?

Taemin: Pastinya seru dong! Tapi, saeng serius soal Jonghyun-hyung dan Onew-hyung jadi tukang delivery Jajangmyeon?

Author: Lah, kan aku gak bisa ngasih bocoran semuanya!

Taemin: Haduh, plis ya saeng~ Pas giliranku jangan yang aneh-aneh…

Author: Ya terserah aku lah oppa! Kan aku yang buat!

PD: Waktu kalian tinggal 1 menit lagi!

Author: Ok! Kayaknya kita sampai disini dulu yah, oppa?

Taemin: *Ngancem Jangan yang aneh-aneh!!!

Author: Iya! Sampai ketemu di hari dan waktu yang sama..

Taemin: Di fanfic channel!

Author & Taemin: Sampai jumpaa~ Zài jiàn~

Taemin: Aduh saeng, plis jangan yang aneh aneh nanti aku!

Author: Iya ih! Kalo kamu minta mulu malah ku kasih yang aneh-aneh beneran!

Taemin: Giliranku kapan sih saeng?

Author: Masih lama!

PD: Author! Taemin! Kalian masih On Air!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Love Me – Part 6

Author : Sharyne a.k.a Shaylee

Main Cast: Kim Kibum, Lee Jinki

Support Cast: Shinee member, Super Junior.

CHAPTER SIX

“Hey lepaskan dia!” Terdengar suara namja dari balik badan Hyun Ji.

Hyun Ji menoleh untuk memeriksa siapa pemilik dari suara itu, “Jangan cari mati!” bentaknya.

Charin mendekap dadanya erat-erat, ia masih cukup bisa mengerti situasi sekarang. Ia sudah tidak peduli siapa orang yang berteriak tadi, hanya bisa berharap bahwa orang itu datang untuk menolongnya. Minho oppa, aku takut.

BUK! Hyun Ji terjatuh, Namja tadi memukulnya dengan dahan pohon kering yang ada disektar situ. “Hyun Ji ah!” pekik Jong Jin. Dengan kesempatan yang ia punya, Charin menyikut tulang rusuk Jong Jin yang masih menahan tangannya.

Jong Jin terjatuh. “Ayo cepat lari!” namja tadi mengajak Charin berlari sampai akhirnya berhenti didepan sebuah taman yang cukup sepi. Air mata membanjiri pelupuk matanya.

“Onew oppa..” Onew memeluk badan mungil Charin dan mendekapnya erat.

“Ssshh.. Uljima, kita sudah aman sekarang. Gwenchanayo Charin ah? Ada yang luka?” Onew melepas dekapannya dan mulai memerhatikan keadaan Charin. Terlihat luka biru memar di lengan tangan kanannya yang ia yakini cengkraman orang yang beridir di belakang Charin tadi.

Charin masih terus mencoba memberhentikan tangisnya. Tapi tiba-tiba ia teringat akan satu hal. Key oppa! Kemana dia sekarang? Charin mengambil telepon yang ada di sakunya.

1 New Message

‘Mianhe Charin-ah, Jeongmal mianheyo. Aku benar-benar tidak bisa menjemputmu sekarang. Aku ada urusan penting yang harus kuselesaikan. Kau bisa pulang sendiri kan? Tinggal naik bus yang berwarna merah, itu akan membawamu ke halte dekat dorm kita. Mianhe.  -Key”.

Ia kembali menangis,. “Charin ah, uljima. Sshh.. Uljima. Ada aku disini. Aku akan menjagamu, walaupun aku harus terluka.” Onew mendekapnya lagi.

“Ayo kita pulang, aku yakin Minho pasti mengkhawatirkanmu” Onew melepas jaket yang ia kenakan dan menyampirkannya di pundak Charin.

~~~

Onew masih terus mencoba menenangkan Charin yang masih menangis. Entah kenapa ia juga ikut merasa sakit melihat Charin menangis seperti itu. Banyak sekali pertanyaan yang timbul di pikirannya.  Kenapa Charin belum pulang tadi? Bukankah ia sudah berada disitu dari siang? Kemana temannya yang tadi pagi ia bilang? Siapa pria tadi yang berusaha mencoba menyakitinya tadi?

Saat mereka masuk dorm, semua menyambut mereka dengan tatapan khawatir, dan tentu saja tampang Minho saat itu terlihat sudah ingin meledak, tapi saat melihat Charin yang berjalan lemas di rangkulan Onew, ia jadi sangat panik. Satu lagi pertanyaan Onew, Dimana Kibum?

Ia langsung melesat memeluk sepupu kesayangannya itu, “Charin, Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini? Gwenchana? Onew Hyung apa yang kau lakukan pada sepupuku?!” tuduhnya.

~~~

Semetara itu ditempat lain. Key sedang berjalan-jalan dengan Nicole di Lotte World. Ia tidak bisa meninggalkan Nicole, karena sahabatnya ini sedang dirundung masalah keluarga. Sebenarnya Key tidak fokus dengan apa yang sedang dibicarakan Nicole. Ia sibuk berfikir tentang Charin, dimana ia sekarang? apakah dia bisa pulang sendiri dari sana?

“Key! Teleponmu sakit?” sindir Nicole pada Key yang dari tadi masih terus menatap layar telepon genggamnya dengan gelisah, ia masih belum menerima pesan balasan dari Charin tadi.

“Key, aku tahu daritadi kau tidak mendengarkan ceritaku” ujar Nicole lagi.

“Anio, aku…” Key mencoba mengilah, tapi dilihatnya Nicole sedang senyum-senyum sendiri.

“Kau memikirkan Charin kan?” Key menatap sahabatnya ini dengan pandangan tidak percaya.

“Pulanglah Key. Aku sudah merasa baikkan sekarang.” Nicole mendecak, “Atau sebaiknya, langsung saja nyatakan perasaanmu, dari pada jadi uring-uringan begitu.” Ujarnya yang membuat Key tersenyum malu-malu.

~~~

Charin sudah cukup tenang, ia meceritakan semua yang ia alami tadi kepada para member Shinee, kecuali si Key tentunya. “Ini semua salahku” ujar Minho, “Kalau aku mengaktifkan teleponku, peristiwa tadi tidak akan terjadi” Ia menghempaskan dirinya di sofa ruang tengah dorm dengan dramatis.

“Tidak ada yang salah kok” sanggah Charin yang membela sepupunya. “Aku saja yang kurang bisa menjaga diri. Aku harusnya tidak kembali saat larut”

Keadaan menjadi hening, mereka masih sibuk dalam pikiran masing-masing, sampai Taemin berdiri dan menghampiri Charin yang terduduk lesu disamping Minho. “Noona, tunggu aku setahun lagi saja! Aku janji aku akan menjagamu. Mengantar dan menjemputmu kemanapun yang kau mau noona”

“Gomawo Taeminnie!” Charin memeluk magnae Shinee itu lembut.

“Taemin, Key dimana?” Tanya Onew mengakhiri rasa penasarannya.

“Tadi Key hyung bilang,em, ada temannya yang berada dalam masalah. Ia tidak bilang siapa, lalu cepat-cepat pergi.” jawab Taemin. Jonghyun mengiyakan dengan anggukkan. Minho menyadari air muka Charin berubah, “Tidurlah Charin, kau butuh istirahat”

~~~

Onew dan Minho sedang asyik berduaan di ruang makan sambil menunggu Key pulang. Taemin dan Jonghyun sudah tidur duluan tadi. “Hyung..” panggil Minho.

“Mm?” Onew hanya menoleh sedikit.

“Jeongmal gomawo hyung, sudah menjaga Charin”

Onew tersenyum mendengar pernyataan Minho, “Chonmaneyo”

“Hyung, maukah kau jujur padaku?”

“Jujur apa?”

“Apakah kau menyukai Charin?” Onew terlihat kaget atas pertanyaan Minho barusan.

Disaat yang bersamaan Key pulang, ia terlihat terengah-engah seperti orang habis mengikuti lari marathon. “Charin.. Bagaimana..? Dia.. baik-baik.. saja?” Key mencoba mengatur nafasnya. Tidak ada yang menjawab pertanyaannya, Minho melihat kearah Key dengan tatapan marah ia ingin sekali menjambak rambut hyungnya yang satu ini, tapi untungnya ditahan oleh Onew.

“Kim Kibum” Minho menghampiri Key yang sedang berdiri didekat konter dapur. “Mungkin kau memang hyung ku, dan aku harus menghormatimu. Tapi jangan kaget jika aku bisa berbuat tidak sopan padamu jika kau membuat Charin seperti itu lagi”

“MINHO OPPA!”

Minho yang tadinya masih ingin menginterogasi Key dengan berbagai macam pertanyaan langsung berlari ke dalam kamar Charin dan memeriksa keadaannya. “Sshh.. Gwenchana. Ada aku disini”

“Charin-ah, gwenchana?” Tanya Onew lembut. Charin tersenyum tipis kearah Onew, lalu melihat kearah Key yang memerhatikannya dari ambang pintu, “Key oppa?”

“Charin, kau lebih baik kembali tidur. Sekarang sudah larut dan kau pasti sangat lelah” Terlihat sekali Minho mau menjauhkan Charin dari Key, ia masih sangat kesal pada Key yang meninggalkan sepupunya itu.

Onew memandang melas kearah Key yang sedang menggigit bibir bawahnya dengan cemas. “Minho, biarkanlah mereka bicara dulu. Ayo kita keluar sebentar. Key tidak akan berani melakukan hal yang aneh-aneh kok”

~~~

Key yang daritadi diselimuti perasaan bersalah akhirnya memberanikan diri duduk di pinggir tempat tidur yang tadi diduduki Minho. Ia menatap yeoja mungil itu dengan khawatir,   “Mianhe, Aku seharusnya tidak meninggalkanmu sendirian tadi..” Ia menundukkan kepalanya dengan lemas, “Apa yang terjadi sebenarnya?”

Charin kembali menceritakan kejadian tadi, yang malah membuat Key merasa semakin bersalah. Seharusnya tadi aku menjemputnya dulu. Tapikan ia sahabat.., AAH! Babo babo babooooo! Ya Kim Kibum. Kau seharusnya berfikir dua kali untuk melakukannya!

“Mianhe.. Jeongmal mianhe..”  ia meminta maaf lagi.

“Gwenchana oppa, kalau aja aku lebih bisa ngerti rute jalur bus, gak bakalan kaya gini ujungnya. Aku seharusnya gak merepotkan oppa atau bergantung sama yang lain. Lagipula, aku yakin teman oppa pasti sangat membutuhkan oppa” jawab Charin.

Key menatap Charin dengan senyum penyesalan dan memeluknya, “Aku.. Seharusnya bisa memilih”

“Aduuuh..” Charin meringis saat key memeluknya. “Gwenchana?”Charin hanya tersenyum sambil mengelus-elus lengan kanannya.

“Tanganmu kenapa?”

Charin menggeleng, tapi Key tidak percaya. Ia menarik tangan Charin dan menemukan memar biru besar itu. “Choi Charin, jawab aku. Tanganmu kenapa?”

“Pria yang tadi mengganggunya itu yang membuat tangannya menjadi seperti ini” Minho tiba-tiba masuk dari luar, disusul Onew dibelakangnya. Onew menggeleng-geleng minta maaf pada Key karena akhirnya tidak bisa menahan Minho.

“Kau cepat tidur!” perintah Mnho pada Charin, “Dan hyung, aku mohon dengan sangat, kau keluar dari kamar ini agar ia bisa beristirahat”

Key tahu ia tidak akan bisa protes sekarang. Anak itu sangat menakutkan kalau sudah marah, walaupun tidak semenakutkan marahnya Onew, tapi tetap saja sangat membahayakan jika berurusan panjang dengan Minho yang hampir mengamuk.

~~~

Onew dan Key kembali ke kamar mereka dan meninggalkan Minho di kamar Charin.

“Minho, sayang sekali padanya kau tau” ujar Onew pada Key.

Key menghentikan aktivitas memanjat tangga kasur dan melihat kearah Onew dengan tatapan bingung. “Tadi ibu Minho telepon dan kayaknya ia dimarahi habis-habisan” jelas Onew sambil merebahkan dirinya dikasur. “Kurasa akan menjadi semakin protektif terhadap Charin”

“Apakah kau pikir ia mencintai Charin hyung?” Tanya Key tiba-tiba

“Tidak mungkin Key. Walaupun ia mencintainya tetap saja mereka tidak mungkin bisa bersama, toh mereka kan saudara sepupu”

“Kan bisa saja hyung, menikah dengan sepupu sendiri”

“Memangnya iya?”

“Aku pernah membacanya. Beberapa orang menganggapnya itu sah dan boleh-boleh saja”

“Entahlah, aku tidak mengerti”

“Aku mengerti hyung. Tapi sikap Minho bisa kubilang wajar kok hyung. Charin terlalu istimewa untuk tidak dilindungi seperti itu”

“…” tidak ada jawaban dari bawah. Key mengangkat bahunya sambil melirik sekilas kebawah. Hanya terlihat bedcover yang menyelubungi seluruh badan Onew.  Aku heran kenapa ia bisa bernafas sampai pagi dengan keadaan seperti itu (>?<)7

~~~

Lee Jinki POV

“Apakah kau pikir ia mencintai Charin hyung?” Tanya Key yang membuatku kaget

“Tidak mungkin Key. Walaupun ia mencintainya tetap saja mereka tidak mungkin bisa bersama, toh mereka kan saudara sepupu” jawabku.

“Kan bisa saja hyung, menikah dengan sepupu sendiri”

“Memangnya iya?” tanyaku sambil menarik selimut sampai ke pundak.

“Aku pernah membacanya. Beberapa orang menganggapnya itu sah dan boleh-boleh saja”

“Entahlah, aku tidak mengerti”

“Aku mengerti hyung. Tapi sikap Minho bisa kubilang wajar kok hyung. Charin terlalu special untuk tidak dilindungi seperti itu”

Dengan cepat aku menutup seluruh badanku dengan selimut, semoga Key pikir aku sudah tertidur. “Charin terlalu istimewa untuk tidak dilindungi seperti itu” Jadi kau memang benar menyukainya ya Kibum? Kau menyebutnya terlalu istimewa. Aku.. Aku tidak tahu juga kenapa aku bisa seperti ini. Kau tak tahu betapa terkejutnya aku tadi saat melihat dua orang itu menyakitinya. Kau tak tahu seberapa banyak air mata yang telah ia keluarkan hanya karenamu Kibum. Mengapa kau bisa sebegitu berharga dimatanya?

~~~

Author POV

Kriing. Kriing. Kriing.

Suara telepon dorm bordering dengan malas Onew mengangkat telepon itu setelah beradu tatapan mata dengan Jonghyun yang juga sedang malas-malasan di sofa.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo. Onew nae dongsaeng?”

“Ne. Nuguseyo?”

“Eeteuk Teuk Teukie!”

“Haha Annyeong Hyung! Eh? Ne. Kurasa bisa hyung. Ne. Gomawo. Annyeong” ia menutup telepon lalu berbalik dengan tampang sumringah diwajahnya.

“Waeyo hyung?” Tanya Jonghyun yang sedang tiduran di pangkuan Taemin

“SHINee diajak nonton bareng final world cup oleh suju hyung”

“YEAAAAY! Bertemu Sungmin oppa!” Seru Charin yang membuahkan cubitan gemas dipipinya.

“Yang diundang itu kan Shinee, bukan noona.” Ujar Taemin. Charin jelas jadi cemberut mendengar ucapan Taemin yang membuat Taemin dan Jonghyun jadi tertawa makin keras.

“Taemin-ah, Jonghyunnie oppa.. Kalian jahat sekali”

“Tenang saja, tidak mungkin aku tidak mengajakmu Charin-ah” ujar Onew membelanya.

“You are a traitor, Hyung!” Jonghyun memprotes dengan pandangan tidak terima

“Mwo? You punk!” Onew berjalan hendak menghampiri Jonghyun tapi tiba-tiba tersandung sendiri karena menginjak celana tidurnya, , itulah Onew sangtae-nya.

Mungkin member yang lain hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat Onew oppa melakukan hal itu, tapi lain hal nya dengan Charin yang selalu tertawa terbahak-bahak melihat sangtae-nya Onew. Itulah yang bisa membuat mood-nya menjadi bagus sekali setelah sukses dibuat hancur oleh Key beberapa waktu lalu. Beda ya? Biasanya Key yang membuat suasana bagus kembali setelah aksi sangtae-nya Onew haha

~~~

Semuanya sudah bersiap untuk berangkat ke sebuah tempat yang memang telah dipesan untuk acara nonton bersama malam ini. Charin sudah siap dengan kemeja merah yang berwarna senada dengan tim yang didukungnya hari ini, Spanyol. Minho dan Jonghyun juga sudah selesai, disusul Taemin dan Onew. Sementara yang masih sibuk memilih baju adalah Key. Ia memang selalu begitu.

“Aku tahu kau pasti sudah tidak sabar bertemu dengan Sungmin hyung” Minho meledek sepupunya saat berjalan menuju tempat parkir

“Kau sepertinya sudah tau aku luar dalam ya? Hahaha”         Charin menyikutnya dengan pelan, yang membuat ia meringis sendiri.

Minho tertawa, “Babo. Sudah tau sakit malah main nyikut-nyikut aja”

Charin tersenyum, tiba-tiba ada yang bergumam, “Ah disana nanti ada menu spesial ayamnya gak ya?”

“Oppa, kau benar-benar jatuh cinta dengan ayam ya?”

Onew mengangguk, “Kalau ayam itu manusia mungkin aku akan menikah dengan ayam.” Tiba-tiba yang lain diam dan berhenti berjalan lalu menatap Onew dengan tatapan yang dipincingkan. Charin tertawa mendengar lelucon Onew yang garing itu. Tangan Minho sudah membekap mulutnya untuk berhenti tertawa.

“Hyung, kau ini benar-benar…” Taemin menggeleng-gelengkan kepalanya, “Aish aku sampai tidak tahu kau ini benar-benar apa”

Terdengar suara telepon genggam berbunyi, “Yeobseyo?” angkat Key. “Mwo? Eodikka? Sekarang? Ah, Tapi aku.. Ah. Ne. Chamkannmanyo. Ne. Annyeong”

“Kenapa hyung?” Tanya Taemin.

“Ehm. Ada temanku yang menungguku disana. Sebentaaar saja, nanti aku kembali lagi.”

Key berjalan ke tempat utara parking lot. Charin menendang-nendang kerkikil yang berada dekat kakinya sambil masih menunggu Key kembali. Satu jam lagi laga final dimulai.  Dan bisa dilihat jalanan kota Seoul sedang ramai malam ini.

“Hyung, coba kau telepon dulu Kibum. Siapa tau dia memang ingin berangkat sendiri? Jadi kita tidak perlu lama menunggunya hyung” Jonghyun yang sepertinya juga sudah tidak sabar angkat bicara.

Onew mengangguk seutju, kemudian mengambil telepon genggamnya dari saku, menekan-nekan keypad di teleponnya. Tapi kemudian malah telepon Charin yang berbunyi

1 New Message

Key Oppa

Charin-ah, Mianhe. Bilang ke yang lain mungkin aku akan menyusul nanti jika aku sempat. Mianhe telah membuat kalian menungguku.

Charin tidak bereaksi apa-apa, setelah membacanya, ia langsung menyerahkannya pada Minho. Minho agak bingung dengan perasaan sepupunya itu, ia telah menyuruh Taemin untuk berbicara dan mengajak Charin bercanda, tapi ia rasa otak Charin sedang dalam masa hibernasi(?) jadi ia tidak dapat merespon percakapan dengan baik.

~~~

Setelah sampai di tempat acara nonton bersama, yang ternyata adalah sebuah klub. Jonghyun, Taemin dan Charin sudah turun duluan, Sementara si Ggobuk e masih didalam mobil, melakukan segala sesuatu dengan lambat seperti kura-kura, Onew juga sama lamanya. (-///////-)

“Hyung-aaaah, Ppali!” Taemin menarik tangan Onew  keluar dari mobil, dan tapi ternyata saat ditarik kakinya masih tersangkut entah bagaimana dibawah setir sehingga membuatnya jatuh berguling-guling. Aduh, muka Onew oppa itu loh. Kalian tahu kan muka Onew oppa waktu di Hello Baby saat ia mulai berguling-guling terbalik dari tempat bermain anak itu? Ya seperti itulah.

Charin menertawakan Onew dan membantunya berdiri. Ternyata bajunya kotor, Ia menepuk-nepuk bagian lengannya yang kotor. “Aduh oppa, kau ini selalu saja, hahahahaha..” Ia masih tertawa sambil terus membersihkan kotoran di baju Onew. Sejenak ia bisa melupakan Key yang entah sedang berada dimana.

Suasana klub itu cukup sepi ketika mereka datang, hanya ada beberapa pasangan yang sedang duduk-duduk sambil menikmati ruangan ini. Apa mungkin tempat ini memang sengaja dipesan untuk acara nonton bareng-nya Super Junior ya? Tapi kan harusnya ramai.

“WAAA MINHOOOOOO-YAA!” tiba – tiba Donghae dan Eunhyuk datang entah dari mana dan langsung merangkul Minho, “Annyeong! Ayo kita keatas!”

Sementara Minho ditarik-tarik, yang lainnya mengikuti Eunhyuk dan Donghae naik ke lantai atas. Ruangan diatas ternyata lebih ramai dari yang dibawah. Banyak orang yang sudah berseragam merah atau oranye disini.

“Charin-ah!” seseoran memanggil Charin, yang ternyata adalah Lee Sungmin! Charin tersenyum sendiri. HA SENANGNYA! *\(^.^)/*

Ia berjalan menghampiri Sungmin oppa yang sedang duduk dengan Kyuhyun oppa, “Annyeong Sungmin oppa, Kyuhyun oppa!”

“Charin-ah, Annyeong!” sapa mereka berdua. Sungmin tersenyum manis, “Minho mengijinkanmu datang juga?”

“Ah tidak-tidak. Aku diajak Onew oppa. Hahaha” jawab Charin, “Aku kesana dulu oppa”

Charin meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun lalu kembali berjalan mencari Minho dan yang lain, yang ternyata sudah tidak ada ditempat sebelumnya. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke toilet, karena memang ia sudah menahannya dari menuggu Key tadi.

“Aku.. harus mendapatkannya.. AKU HARUS MENDAPATKANNYA!” ada suara orang yang sepertinya sedang berteriak-teriak saat Charin baru saja keluar dari toilet. Suara itu sepertinya familiar baginya. Tapi ia tidak bisa melihat siapa orang itu, karena tertutup tanaman yang menjadi sekat antara ruangan masuk ke toilet dengan ruangan sebelahnya.

Charin menghiraukannya lalu kembali berjalan. Ia melihat Minho, Donghae dan Eunhyuk sedang mengobrol bersama disalah satu meja diujung ruangan. Akhirnya ketemu juga.

Seseorang menepuk pundak Charin dari belakang, “Hey!”

“Onew oppa, Bikin kaget saja!”

“Dari tadi aku mencarimu, ternyata kau sedang ada ditoilet. Harusnya aku mengecek tempat itu” ia mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Coba saja oppa. Besok mungkin headline Koran-koran akan ada tulisan ‘SHINee Leader Onew Tertangkap Basah Mencoba Mengintip Toilet Wanita’”

“Hahahaha. Kau ini selalu bisa mengalahkanku ya! Ayo kita bergabung dengan sachon-mu saja” mereka berdua berjalan menghampiri Minho

DUK!

“Aduh” Onew terjatuh karena tersangkut tali sepatunya sendiri. Charin tertawa lagi, “Hati-hatilah oppa! Jangan menyakiti dirimu sendiri” omelnya.

Onew berdiri dan tersenyum, “Makin lama kau jadi makin mirip dengan Key, aku akan memanggilmu dengan sebutan ‘Umma’ lain kali” ia mengacak-ngacak rambut Charin dengan gemas yang dibalas dengan senyuman tipis.

Charin mengalihkan pandangannya kearah lain. Dan berhenti ke satu titik, akhirnya ia mengetahui seseorang yang tadi ia dengan suaranya. Ternyata benar, ia mengenali orang itu. Aku harus segera pergi dari tempat ini! Secepatnya!

TBC

Sekali lagi aku mau minta maaf banget sama reader yang udah mau bacaaa. Jeongmal jwesonghamnida. Kemarin ada beberapa yang gak suka sama cast-nya Nicole disini. Aku janji banget ini part terakhir yang ada Nicole-nya. Mohon dimakumi. Makasih banyak ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

LOVE’S WAY – LOVELY DAY [1.2]

LOVELY DAY [1.2]

Main Cast: Choi Hye Jin, Shin Hyo Jin, SHINee

Support Cast: Super Junior

Hye Jin POV

”Hye Jin-ah…cepat!”teriak Hyo Jin dari luar rumah.

Aigoo, ini kan masih pagi, kenapa dia harus buru-buru sih, lagipula hari ini aku tidak ada PR jadi aku tidak mau datang terlalu pagi tapi Hyo Jin memaksaku untuk datang pagi-pagi, dia bilang dia ingin ketemu dengan Jang sonsaengnim. Sudah gila anak ini! Aku buru-buru mengenakan sepatuku dan menghampirinya yang dari tadi sudah tidak sabaran untuk pergi sekolah.

”Ayo berangkat…”serunya.

Di perjalanan ke sekolah sudah kuduga dia pasti akan terus bercerita dengan Jang sonsaengnim. Aigoo! Teman-temanku sudah kehilangan akal sehat mereka. Aku hanya mendengarkannya dan menanggapinya, kalau tidak ditanggapi pasti Hyo Jin akan marah dan kalau dia marah itu sangat menakutkan bisa-bisa dia tidak mau bicara denganku beberapa hari. Kami sampai di sekolah sangat-sangat pagi. Aku menuju kelasku dan disana benar-benar kosong. Aku menghempaskan tas ku ke atas meja dan menyenderkan  kepalaku di meja. Aku masih mengantuk. Tidak ada orang. Menyebalkan sekali Hyo Jin membuatku datang pagi-pagi. Kenapa aku jadi mengantuk ya? Mungkin lebih baik tidur beberapa menit.

Key POV

”Kibum…aku duluan…”seru Minho padaku begitu kami sampai di depan sekolah. Sampai kapan aku harus pergi sekolah bersama dia.

Aku berjalan menuju lokerku mengambil buku yang biasa aku baca dan berjalan menuju kelas. Sampai di kelas aku mendapati Hye Jin sudah datang dan sedang merebahkan kepalanya di mejanya. Tumben anak ini sudah datang. Aku duduk di mejaku dan mulai membaca. Biasanya Hye Jin menyapaku, sedang apa dia?kenapa dari tadi diam saja. Aku menghentikan kegiatan membacaku dan menghampirinya. Ternyata dia tertidur. Dasar anak ini, jam berapa dia baru tidur? Masa jam segini masih mengantuk. Aku berniat membangunkannya tapi saat aku hendak menyentuhnya dia membalikan wajahnya dan langsung menghadapku. Aku begitu tersihir melihat wajahnya saat tidur, dia sangat polos. Tanpa sadar aku terus mengamatinya tidur. Dia sangat cantik bahkan saat tidur, dia tidak tampak seperti cewek kasar saat dia tidur. Aku menyentuh pipinya dan membelainya.

”Saranghae…”seruku sambil berbisik.

Belum pernah aku jatuh cinta pada seorang gadis sebelumnya bagiku mereka hanyalah mainan tapi sejak aku bertemu dengannya aku merasakan  perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya pada gadis lain. Dia seperti telah menahan hatiku. Setiap kali dia tersenyum, setiap kali dia tertawa, setiap kali dia marah selalu membuat hatiku bergetar. Dia juga yang telah membuatku ingin berubah menjadi orang yang lebih baik. Aku menyukainya, tidak, aku mencintainya..sangat mencintainya. Aku akan selalu ada disisinya dan melindunginya.

Aku membelai pipinya sekali lagi dan mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mengecup pipinya.

”Saranghaeyo..”bisikku lagi.

Hye Jin POV

Aku membuka mataku perlahan. Sudah berapa lama aku tidur, kok masih sepi ya. Aku mengucek-ucek mataku sambil menguap dan melihat hanya ada Key di depan. OMO pasti dia melihatku sedang tidur!aduh!.

”Sudah bangun?!”serunya mengejek dari bangkunya tanpa menoleh sedikitpun dia masih sibuk membaca bukunya.

Aku berjalan keluar melewatinya dan menjulurkan lidahku padanya. Aku menuju kamar mandi untuk mencuci mukaku. Aku memandangi cermin di kamar mandi. Apa aku terlihat baru bangun tidur?aku mencuci mukaku sekali lagi dan memastikan bahwa aku tidak terlihat seperti orang yang baru bangun tidur. Tadi sepertinya aku mimpi aneh? Tapi apa ya? Ah sudahlah itu kan hanya mimpi saja. Begitu aku keluar dari kamar mandi, anak-anak sudah banyak yang datang. Dan Wow ramai sekali, begitu kulihat kenapa mereka begitu ramai ternyata ada Siwon sunbae disana. Pantas saja. Pasti itu yang disebut Siwon fans club. Aneh-aneh saja. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan berjalan menuju kelasku kembali.

Siwon POV

Aku berusaha tersenyum pada setiap orang yang tersenyum padaku di sepanjang jalan menuju kelasku. Sudah cukup 2 tahun aku menjadi ketua OSIS sangat melelahkan. Aku tidak hanya punya masalah disini saja tapi juga di rumah, rasanya aku ingin buru-buru menyelesaikan SMA ku dan pergi jauh dari sini utnuk kuliah dan Aku juga ingin buru-buru melepaskan jabatanku ini dengan begitu aku tidak perlu beramah tamah dengan setiap orang yang aku temui. Dimana saat aku punya banyak masalah pun aku harus tersenyum sedang hatiku menangis.

”Siwon-ah…”teriak seseorang dari belakang. Saat aku menoleh ternyata itu Heechul, mau apa dia.

Aku terus saja berjalan tidak menanggapinya. Ah ujung-ujungnya kalu bicara dengannya pasti bertengkar.

:”Siwon…siwon…”serunya di depan pintu kelasku dengan wajah sok manisnya, kadang aku berpikir sebenarnya dia harusnya terlahir sebagai wanita bukan sebagai pria, habisnya dia sangat mirip seorang perempuan dibanding dengan laki-laki. Apalagi dia dekat sekali dengan Eunhyuk, bahkan mereka sering disebut pasangan. Dia berjalan menghampiri mejaku.

”Siwon-ah…Kibum mana?” tanyanya. Mau apa dia tanya Kibum? Pasti ada sesuatu.

”Anni aku tidak tahu…belum datang sepertinya…ada urusan apa denganku?”tanyaku langsung, aku yakin pertanyaan tadi hanya basa-basi saja. Apa yang dia inginkan.

”Siapa bilang ada urusan denganmu…”jawabnya langsung.

”Eh…bercanda…begini klub drama kan sebentar lagi mau ada acara pementasan…berhubung kami belum menemukan pemain utama pria yang tepat, kau mau kan…”

”Andwe…aku tidak mau…”potongku. Dan hendak berjalan pergi. Heechul menarik tanganku.

”Ayolah Siwon…tolong aku sekali ini…kau itu orang yang paling cocok memerankan ini…lagipula pemeran wanitanya Cuma Hye Jin kok…Hyo Hoon ga akan marah…”serunya lagi sambil memohon.

Setiap kali mendengar nama Hye Jin aku selalu merasa aneh dengannya, aku merasa seperti sudah sangat dekat dengannya, seperti saat kami makan di kantin entah kenapa aku malah mengajaknya makan bersama padahal kami baru kenal dan kenapa setiap melihatnya aku teringat seseorang, seseorang yang entahlah harus aku benci atau sayang. Seseorang yang tidak pernah akan peduli padaku.

”Mianhe…bukan  karena itu…kau tahu aku sudah sibuk dengan urusan OSIS ditambah lagi dengan urusan latihan drama…mian..”jawabku berusaha menjelaskan.

Heechul terdiam beberapa saat.

”Ne…kalau begitu aku cari yang lain…”serunya sambil cemberut dan berjalan keluar kelas.

”Mianhe Heechulie…semoga Tuhan membantumu!”seruku sambil setengah berteriak.

”Diam kau!Wonnie!jangan bilang Tuhan dihadapanku!”serunya

Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku. Dasar Heechul! Kenapa dia tidak bisa percaya pada Tuhan sekali saja. Orang yang aneh!kapan dia akan sadar!

Key POV

”Keya…”teriak seseorang memanggilku. Aku pun menoleh mencari asal suara yang memanggilku dan aku lihat Heechul hyung berjalan mendekatiku.

Dia berhenti dan memandangiku dari atas sampai bawah dengan tampang mengamati. Apa-apaan dia? Dasar aneh!

”Mwo?”tanyaku padanya yang masih terus saja mengamatiku.

Dia berdehem lalu berjalan pergi. Ada apa dengan dia, sangat aneh sekali.

”Key!”teriak seseorang lagi dan itu Jonghyun.

”Mwo?”tanyaku padanya.

”Ada apa denganmu? Wajahmu seperti itu…”serunya.

”Andwe..”jawabku sambil berjalan pergi. Jonghyun mengejarku.

Hari ini sepertinya banyak orang yang jadi aneh.

Taemin POV

”Hemm…”seseorang berdehem disampingku yang sedang membaca buku di perpustakaan. Aku menoleh melihat siapa yang ada disampingku,

”Ah…hyung…ada apa?” tanyaku pada Heechul hyung.

Dia terdiam dan mengamatiku beberapa waktu. Ada apa dengannya?

”Hyung?”tanyaku lagi. Dia masih tetap terdiam.

”Ne…benar…Taeminnie…” katanya setelah beberapa saat terdiam.

”Hyung…jangan panggil nama itu…itu nama kecilku…”seruku padanya. Aku tidak suka jika dipanggil Taeminnie, itu nama panggilanku waktu aku masih kecil. Berhubung keluargaku dan keluarga Heechul hyung berteman, bahkan waktu aku masih SD aku pernah satu sekolah dengannya.

”Taeminnie…kau kan masih kecil..”serunya sambil mengacak-acak rambutku.

”Oh ya…kau mau kan membantu hyung mu ini…tidak kau harus mau…”lanjutnya. Apa maksudnya.

”Bantu apa?”tanyaku padanya.

”Kau mau kan jadi pemeran utama pria di pementasan selanjutnya…”katanya lagi.

”Anni…mian..”jawabku langsung. Heechul hyung ini sangat aneh.

”Taemin-ah….ayolah…tidak ada yang mau…jebal!”serunya lagi sambil memohon.

Aku berpikir sebentar.

”Kalau kau tidak mau…aku akan bilang pada kakakmu Lee Yunho kalau kau tidak betah disini dan minta pulang ke Australia…kau tahu aku sudah disuruh oleh Yunho hyung untuk mengawasimu disini…”serunya mengancam.

Kenapa harus membawa kakakku segala, ah dia terlalu mengatur hidupku, lebih daripada orang tuaku. Dia yang sudah membuatku pindah sekolah sebanyak 3 kali selama aku di Korea 5 tahun ini. Aku tidak mau pindah. Aku ingin menyelesaikan masa SMA ku disini. Lagian kenapa Yunho menyuruh Heechul hyung mengawasiku memangnya aku anak kecil apa. Kalau sudah begini tidak ada yang bisa kulakukan selain menerima permintaannya.

”Ne…”jawabku lemah.

”Ya..kau mau!bagus!”serunya sambil memelukku.

”Hyung lepaskan!aku malu!”seruku  berusaha melepaskan pelukannya.

Hye Jin POV

Kenapa sih harus pelajaran seni lagi. Arrggh! Bertemu guru itu lagi, menyebalkan sekali, dan yang paling menyebalkan adalah saat dia menyuruhku maju ke depan untuk bernyanyi. Sudah tau aku tidak bisa bernyanyi dia malah menyuruhku bernyanyi lagu Korea dan alhasil seluruh kelas menertawakanku. Tentu saja aku bernyanyi sangat aneh. Ah hari ini aku sial sekali. Aku malas keluar kelas untuk makan di kantin. Aku menelungkupkan wajahku ke meja.

”Hye Jin-ah..kau kenapa?”tanya Rae Na menghampiriku dan mengelus kepalaku.

”Andwe…”jawabku.

”Ke kantin yuk?” ajaknya.

Aku malas sekali keluar kelas tapi perutku lapar, ya sudah aku ke kantin saja.

Setelah makan siang, aku ingin pergi ke perpustakaan dulu.

”Aku duluan ya Rae Na…”seruku dan berjalan pergi.

Baru setengah perjalanan ke perpustakaan aku bertemu dengan Heechul sunbae dan langsung menarikku menuju ruang tetaer.

”Sunbae ada apa?”tanyaku padanya sementara dia terus saja menarik tanganku.

Dia tidak menjawab dan terus menarikku sampai di ruang teater. Disana sudah Donghae Oppa yang seperti biasa menghabiskan waktu istirahat disana. Tapi siapa itu. Itu kan!OMO! itu Taemin! Untuk apa dia disini? Jangan-jangan Heechul sunbae! Ah tidak..tidak…tidak mungkin, jangan sampai deh!

”Nah, ini pasanganmu…”seru Heechul sunbae.

Aku tersentak kaget mendengarnya berbicara seperti itu bisa kulihat Taemin juga sedikit terkejut mendengarnya. Seperti yang sudah kuduga sebelumnya ternyata itu benar. Pemeran utama pria nya adalah Taemin. Omona! Bagaimana ini? Aduh aku kan sedang berusaha agar jantungku tidak berdegup dengan kencang lagi jika di dekatnya tapi kalau begini bagaimana, mungkin akan lebih parah.

”Kalian sudah saling kenal kan?”kata Heechul sunbae lagi.

”Ne..”jawab Taemin sambil tersenyum dan aku hanya bisa mengangguk dan menundukan wajahku. Aduh bagaimana ini!

”Ok…kalau begitu latihannya di mulai besok ya..”seru Heechul sunbae kepada kami dan kemudian menarik Taemin keluar.

Aku menghela nafas dan duduk di salah satu bangku. Donghae Oppa kemudian menghampiriku.

”Kenapa?” tanyanya sambil mengambil kursi dan duduk disampingku.

”Andwe…”jawabku.

”Sudah makan belum?”tanyanya lagi.

Dia kemudian menyodorkan bekal makan siangnya, pasti hasil masakannya. Pantas jarang sekali aku lihat Donghae Oppa makan di kantin, dia selalu kemari untuk makan bekalnya. Dia mengambil sumpit dan menyumpit bibimbap dan menyuapinya ke mulutku.

”Enak..makanlah…”serunya sambil tersenyum.

Aku ragu sejenak bukan karena makanan yang tidak enak, aku yakin buatan Donghae Oppa pasti enak sekali tapi karena aku sedang malas saja. Tapi akhirnya ku makan juga tidak enak pada Donghae Oppa, nanti dia mengira aku tidak suka makanan buatannya lagi. Aku tersenyum menandakan bahwa makanannya enak. Dia menyumpit lagi dan menyuapi kemulutnya lalu menaruh bekalnya di meja.

”Nah, ada apa?” tanyanya.

Dia selalu saja begitu, membuat hatiku lebih baik dulu baru bertanya ada masalah apa.

”Kenapa harus dengan Taemin..”kataku sambil memanyunkan bibirku.

”Kau tidak suka?”tanyanya lagi.

”Andwe…hanya saja…”jawabku buru-buru.

”Hanya saja…aku menyukainya Oppa…”seru Donghae Oppa  melanjutkan kalimatku dan membuat mukaku merah karena malu. Setelah itu dia malah tertawa.

”Oppa jahat!siapa yang menyukainya!”seruku padanya sambil memukul bahunya. Dia meringis sedikit, memang pukulanku sakit ya. Mianhe Oppa!

”Wajahmu yang bilang!”serunya lagi dan kembali tertawa.

Sebegitu jelaskah wajahku sampai-sampai orang gampang sekali tahu apa yang aku pikirkan dan rasakan. Aku mengambil bekal yang ada di atas meja.

”Aku akan makan semua bekal ini biar Oppa tidak makan siang!” seruku mengancam.

”Makan saja…aku bawa dua kok….”serunya lagi.

Dia tertawa melihatku. Dasar Oppa jahat!

”Oppa kau jahat!” seruku padanya.

”Habiskan bibimbapnya”serunya padaku.

Padahalkan tadi niatku hanya bercanda kenapa sekarang aku harus menghabiskan bibimbapnya. Donghae Oppa mengambil sumpit dan langsung menyuapiku.

”Apa!”teriak Hyo Jin, aku langsung membekap mulutnya. Dasar Hyo Jin sudah kubilang jangan berteriak dia malah seperti itu. Selanjutnya dia malah tertawa.

”Kau dan Taemin!” serunya lalu tertawa lagi. Sepertinya aku salah bercerita dengannya. Sama sekali tidak mennghargaiku.

”Hyo Jin-ah!” seruku padanya dengan wajah cemberut.

”Mian…mian…”katanya.

”Habisnya…kok bisa kebetulan begitu ya…apa Heechul tau….sepertinya dia tidak tahu deh…ya ampun takdir…”lanjutnya.

Aku Cuma bisa memanyunkan bibirku. Pasti dia akan mulai meledekku lagi padahal niatnya aku hanya ingin bercerita saja padanya tapi sepertinya aku salah kalau bercerita dengannya.

”Ya sudah…nikmati saja…tapi seneng kan?” katanya lagi.

”Ya! Bicara denganmu membuang waktu saja!”seruku berjalan pergi ke luar kamar. Kulihat Hyo Jin tertawa melihat tingkahku. Aigoo!

Aku duduk di atas pohon memandangi langit sore, sungguh sangat indah. Mengingatkanku pada hari-hari waktu aku liburan disini dulu, aku sering sekali naik ke atas pohon ini dan bermain diatasnya sampai malam. Aigoo, bagaiamana jadinya nanti saat aku latihan dengannya. Sebenarnya aku kesini untuk menenangkan pikiranku yang masih saja memikirkan apa yang akan terjadi nanti saat aku mulai latihan dengannya. Hyo Jin malah meledekku terus, lebih baik disini saja daripada di kamar harus mendengar ledekkannya terus. Aku sendiri masih bingung dengan perasaanku padanya. Aku menyukainya tapi aku tidak mau kecewa dengan menyukainya.

”Hye Jin-ah…makan malam…turunlah…”teriak Hyo Jin dari bawah pohon.

”Nanti…”jawabku.

”Turun lah…kau seperti monyet saja…makan dulu…”teriaknya lagi.

”Ne…aku turun..”seruku.

Sampai di bawah dia malah langsung tertawa melihatku pasti dia masih ingat cerita tadi. Dasar Hyo Jin! Akan seperti apa ya besok?

TBC

PS: mian buat yang udah lama nuggu lanjutan ff ini*terlalu percaya diri ada yang nunggu..hehehe*karena lagi sibuk banget jadi baru buat lanjutannya. happy reading and thanks for comment ^^

Novi

This post/FF has written by Novi, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

My Past Future – Part 10

Part 10

Main Cast : Lee Donghae, Kim Yuna, Lee Jinki (Onew)

Support Cast : Jun, Gaeul

Author: Lana

~Yuna Pov~

Tidak terasa hubunganku dan Donghae oppa sudah berjalan hampir satu tahun, ujian kenaikkan kelasku berjalan dengan sangat baik berkat dorongan dari Donghae oppa. Prestasiku semakin meningkat dan aku berhasil terpilih sebagai kepala dari Bid. Kesiswaan membantu Tae Gun seonsangnim…. Aku selalu ada di nomor urut 2 sebagai 3 besar nilai terbaik di satu angkatan, sedangkan Gaeul selalu menempati peringkat 3. Jun? Dialah yang selalu menduduki peringkat pertama, dan tidak akan tergantikan. Aku salut dengannya, selarut apapun dia pulang, dia pasti menyempatkan diri untuk membaca buku pelajaran besok.

Sampai saat ini aku masih sangat bingung dengan hubungan Gaeul juga Jun. keduanya tidak pernah bertengkar tapi tidak pernah akur. Maksudku, mereka berdua tidak pernah pergi kencan kecuali aku yang mengajak atau Chun Li oppa. Karena itu kami sering melakukan triple date, agak aneh memang melihat keduanya. Tapi yah… begitu lah. Jun memang memperlakukan semua orang sama rata, kecuali aku tentunya.

Kalau kau tidak begitu mengenal Jun, maka saat melihat wajahnya yang terlintas di pikiranmu adalah… Jun seorang pendiam yang tidak perduli pada wanita dan sangat dingin. Jika Jun tidak mengenalmu, maka kata paling banyak yang ia keluarkan kurang lebih 5 kata dalam satu kalimat. Itu kau sudah termasuk orang-orang yang beruntung, kalau dia hanya mmengangguk atau menggeleng maka kau belum beruntung. Tapi kalau kau mengenalnya, kalimat paling banyak dalam satu kali bicara kira-kira 5 kalimat. Mendengarnya bicara lima kalimat saja rasanya sama seperti mendapat uang 1 milyar!

Seolah Jun membangun tiga tembok di hadapannya untuk membatasi orang-orang. Tembok pertama untuk orang-orang yang tidak ia tahu dan tidak ia kenal, tembok kedua untuk orang yang ia tahu tapi tidak ia kenal, dan tembok ketiga adalah untuk orang yang ia kenal tapi tidak dekat dengannya. Aku ada di tembok mana? Dia tidak memberi tembok untukku, kami bicara selayaknya aku bicara dengan Gaeul, Donghae oppa dan Chun Li oppa.. ah juga Haeya unnie. Walaupun awalnya aku merasakan hal yang sama seperti orang-orang dengan tembok tersebut, tapi kini aku tahu kalau Jun itu memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap sesuatu. Mudah tertarik dengan sesuatu yang unik, kreatif, lembut, penyayang, pendengar yang baik, pemberi solusi yang hebat dan romantis!

Aku menjulukinya Softy Ice. Walaupun sangat dingin, hatinya begitu mudah di sentuh dan sangat lembut. Satu lagi yang aku kagumi darinya, matanya! Untuk orang di tembok pertama, saat bicara matanya terlihat kosong… tidak akan terbaca apa yang ia pikirkan, rasakan atau inginkan. Untuk orang di tembok kedua, saat bicara matanya terlihat dingin dan tajam… membuat orang sering lebih memilih untuk tidak menatapnya atau menyingkir karena takut. Untuk orang di tembok ketiga, saat bicara matanya akan terlihat dingin, tapi kau bisa melihat kehangatan dan keperdulian terpancar di matanya. Dan untuk orang di tanpa tembok sepertiku dan orang tuanya… matanya terlihat begitu membara! Matanya akan memikat orang untuk terus menatap matanya, dalam-dalam… karena rasanya sangat nyaman. Di matanya kau akan melihat bahwa dia perduli padamu, itu yang selalu di inginkan orang-orang dan Jun memilikinya.

Ah.. tunggu! Apa tadi aku sedang memujinya?! Gaeul~~~ maaf… aku tidak bermaksud memujinya!

&&&

Seseorang melempar Gaeul dengan gumpalan kertas. “Tolong buang ke tong sampah!” Gaeul menoleh ke belakang, rupanya Yuna yang melempar kertas tersebut. “Cepat buang!” ucap Yuna sambil memasukan kertas berwarna biru ke kantongnya. Gaeul melirik ke bawah, ada dua gumpalan kertas.. warna biru dan merah. “Ah! Dasar kau ini!” Gaeul mengambil kedua kertas tersebut, memasukkan gumpalan biru ke dalam laci dan membuang yang berwarna merah. Diam-diam Gaeul membuka gumpalan kertas yang berwarna biru, di dalamnya tertulis jawaban dari seluruh soal.. dengan pesan di bagian bawah :

P.S: Lain kali belajar ya!

Gaeul tersenyum lalu menyalin jawaban-jawaban tersebut. 15 menit kemudian bel tanda istirahat berbunyi, murid mengumpulkan lembar jawaban mereka.

“Yuna~ kamsahamnida~” Gaeul merangkul sahabatnya. “Ada apa?” Yuna mendesah. “Sudah dua minggu aku tidak melihatnya bermain basket di lapangan. Sudah dua minggu juga dia tidak menghubungiku.” Yuna menatap kosong ke lapangan. “Mungkin gurunya sedang banyak memberi tugas, jadi dia sedang sangat sibuk.”

“Hhh.. tapi biasanya dia menyempatkan untuk mengirim pesan walaupun hanya bilang ‘Bagaimana hari ini? Maaf aku sibuk.’ Tapi sekarang tidak ada sama sekali, ponselku jadi kosong.” Gaeul menyandarkan kepalanya pada kepala Yuna. “Tenanglah, aku yakin dia sedang memiliki sebuah masalah pribadi yang tidak bisa di beri tahukan padamu.” Tutur Gaeul lalu menunjukkan gigi-giginya yang putih dan rata. “Hah.. dasar! Sempat-sempatnya pamer gigi!” Yuna menjitak pelan kepala Gaeul.

“YUNA!” keduanya menoleh serempak. “Yun Hae wae?” Yuna menghampiri teman satu kelasnya itu yang berusaha mengatur nafas. “Donghae-ssi… engh.. Donghae sunbae..hhh.. sedang berkelahi..engh.. di belakang gedung SMA.” Yuna langsung berlari secepat mungkin, Gaeul dan Jun menyusul di belakang. ‘Ada apa? Masalah apa yang membuat sunbae oppa berandal begini?’

Dari kejauhan Yuna melihat beberapa anak mencoba memisahkan, tapi keduanya terlalu emosi. Yuna menerobos kerumunan, seluruh murid yang berteriak-teriak langsung berhenti begitu melihat Yuna. Donghae melepaskan cengkramannya begitu melihat Yuna yang memandanginya dalam diam dan matanya berkaca-kaca.

“Yuna.. dengar.. ini…” Donghae perlahan berjalan mendekati Yuna yang air matanya hampir menetes. “Yuna..-“ Donghae menatap balik Yuna yang menatapnya lekat-lekat, akhirnya air mata Yuna mentes juga. “Oh.. maafkan aku.” Donghae memeluk erat Yuna yang akhirnya melepaskan tangisnya. “Sunbae itu kenapa? Apa yang sunbae lakukan?!” tanya Yuna di sela tangisnya sambil memukul-mukul punggung Donghae.

“Maafkan aku Yuna.. berhenti panggil aku seperti itu.”

“Sunbae jahat!”

“Yuna aku benar-benar minta maaf. Aku akan menjelaskan ini.”

***

“Yuna.” Akhirnya Donghae angkat bicara setelah keduanya duduk dalam diam selama 30 menit. “Aku… hhh… kau percaya denganku kan? Ini… tidak seperti yang kau bayangkan. Belakangan ini aku memiliki beberapa masalah, aku tidak bisa menghubungimu.” Yuna masih terdiam sambil memandangi tanah dengan tatapan kosong. “Harusnya sunbae..-“

“Aku mohon jangan marah, aku minta maaf.” Yuna mendesah lalu melanjutkan kalimatnya. “Aku akan dengan senang hati mendengarkan masalah sunbae oppa. Aku akan berusaha membantu sebisa mungkin, kalaupun tidak bisa membantu setidaknya aku senang jika sunbae oppa merasa lebih lega.” Apakah ini akan menjadi masalah baru? Masalah di keluarganya saja sudah membuat Donghae tertekan bukan main, apalagi kalau Yuna sampai jauh darinya. Satu tetes air mata yang keluar dari mata Yuna menambah satu beban yang menimpa dadanya. Jika ia mengingat masalah yang kini menimpanya ingin sekali ia berteriak sekeras mungkin, berharap masalahnya bisa keluar bersama teriakannya.

“Seberat apapun masalahnya jangan berkelahi.” Lagi-lagi Yuna menangis. “Yuna jangan menangis… aku tidak akan mati begitu saja hanya dengan berkelahi.” Donghae memeluk Yuna, berharap dirinya bisa lebih tenang. “Aku tidak akan memaksa untuk bercerita, tapi jangan tanggung bebanmu sendiri.”

“Yuna… dengar. Aku… aku benar-benar tidak ingin berpisah denganmu, aku bersumpah aku ingin tetap berada di sini bersamamu. Tidak perduli apa kata orang tapi aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun, dan percayalah sampai kapanpun itu cintamu akan tetap ku kunci dalam hatiku. Percaya padaku apapun yang terjadi aku akan terus merindukanmu, mencintaimu dan tetap menunggumu. Jika ada pertemuan maka ada perpisahan, walaupun itu terjadi kau akan tetap jadi cinta pertamaku.” Yuna mempererat pelukannya. “Aku percaya. Tapi aku tidak mau berpisah sekarang, kau tidak bermaksud meninggalkan ku kan?”

“Tidak.. tidak sekarang dan tidak akan pernah aku berniat meninggalkan mu. Kumohon berhentilah menangis, aku tidak bisa membiarkan air matamu itu terbuang begitu saja. Jangan pernah menangis untukku.”

“Yuna~” Donghae melepaskan pelukannya perlahan. “Apakah kau akan memanggilku dengan Donghae oppa? Sekali saja… aku mau mendengarnya.”

“Tidak mau… nanti sunbae oppa pergi!”

“Tidak.. aku ingin sekali mendengar itu, walaupun hanya sekali. Aku ingin mendengarmu memanggil namaku tanpa embel-embel senior. Memangnya ada orang pacaran yang memanggil pacarnya dengan sebutan senior dan junior?” Yuna tersenyum, masih keukuh menolak permintaan Donghae.

***

“Kenapa hari ini hujan deras?” Yuna menyandarkan kepalanya di jendela sambil memandangi keluar jendela. “Seharusnya hari minggu semua orang bisa menikmati liburan bersama pacar dan keluarga.” Yuna mengendus, hari ini ia tidak bisa pergi keluar karena punya jadwal untuk melihat perusahaan ayahnya. “Donghae oppa… apa kau mau mendengarku memanggilmu Donghae oppa?” Yuna menurunkan kakinya dari kursi, lalu menutupi wajahnya dengan bantal.

“Nona.. ada telepon dari Gaeul.” Yuna mengambil ponselnya yang berada di tangan Jun. “Yeoboseoyo. Ada apa Gaeul?”

“Kau ada di mana sekarang?!”

“Di jalan menuju kantor appa. Kenapa?”

“Kau tidak ke rumah pacarmu?”

“Untuk apa?”

“Kau ini kenapa sih?!”

“Apa? Maksudmu itu apa sih?”

“Kau tidak mau mengucapkan selamat tinggal pada pacarmu? Setengah jam lagi dia akan berangkat ke Incheon, lalu terbang ke Amerika.” Mata Yuna langsung berkaca-kaca. “Pak! Ke rumah Donghae! CEPAT!”

Sementara itu…

“Apa kau yakin akan ikut pindah bersama orang tuamu?” tanya Chun Li sambil membantu mengangkat koper Donghae. “Apa yang bisa kulakukan? Kalau boleh jujur aku sama sekali tidak ingin pergi. Bagaimana nasib Yuna?”

“Donghae oppa… kau tidak memberitahu Yuna yah kalau kau mau pindah?” tanya Gaeul polos. “Tidak. Dia lebih baik tidak tahu… aku tidak mungkin melihatnya memandangi kepergianku, aku yakin reaksinya tidak akan biasa. Kalau sampai aku melihat airmatanya aku tidak akan kuat pergi.” ‘Ya tuhan… jadi.. aku salah!’ batin Gaeul.

“Kenapa?” Donghae balik bertanya. “Wah.. kenapa hujannya semakin deras?” Chun Li memandangi keluar. “Gaeul! Apa kau bilang pada Yuna kalau aku hari ini akan pergi?”

“A~… aku..”

“Oh tidak! Cepat bantu aku beres-beres.. lebih cepat!” Donghae memasukkan seluruh barangnya ke mobil. “Umma, appa! Lebih cepat! Kita tidak bisa lama-lama di sini!”

“Maafkan aku, aku tidak tahu.”

“Itu bukan masalahnya sekarang. Aku harus cepat-cepat pergi sebelum Yuna tiba.” Untungnya perabotan rumah dan barang lain sudah di bawa kemarin jadi sekarang mereka hanya mengemasi koper-koper.

“Aku akan merindukan kalian. Chun Li, terima kasih atas segalanya! Sampaikan maafku pada Haeya karena tidak bilang padanya. Gaeul… berikan ini pada Yuna, sampaikan maafku yang sedalam-dalamnya pada Yuna.’

“Apa kemarin Yuna sudah memanggilmu Donghae oppa?” tanya Chun Li sebelum Donghae berbalik. “Belum, dia masih menolak. Sudahlah.. mungkin suatu saat nanti aku baru bisa mendengarnya memanggilku begitu. Walaupun itu adalah harapan terakhirku. Sampai jumpa semuanya. Aku harap kita bisa bertemu lagi.” Donghae menarik nafas panjang sebelum masuk ke dalam mobil.

“Sampai jumpa!” Donghae membalas lambaian tangan Chun Li dari dalam mobil. Ayah Donghae melambaikan tangan sebelum akhirnya menginjak gas, perlahan mobil tersebut mulai pergi.

“SUNBAE OPPA!!!!” Chun Li dan Gaeul menoleh serempak. Yuna berlari keluar dari sebuah limo. “Donghae! Yuna mengejarmu!” seru Chun Li pada Donghae melalui telepon. “SUNBAE OPPA!!!” Donghae membuka kaca mobil.

“YUNA! YUNA CHAGIYA! SALANGHAEYO! YEONGWONHI. MIANHADA. SORRY, I LOVE YOU!” Donghae buru-buru memasukan kepalanya dan menutup kaca mobil tanpa melihat kebelakang lagi.

“DONGHAE OPPA!!!! DONGHAE OPPA!!! JEBAL GAJI MALAYO (tolong jangan pergi)!! ANDWAEYO (Tidak)!!!” akhirnya Yuna menyerah karena sampai kapanpun mobil Donghae tidak akan berhenti.

“Donghae oppa… salanghaeyo yeongwonhi.”

TBC

P.S: Maksa yak maksa ya???? Ehehehehe… habis waktu itu emang udah mampet, jadilah part 10 ancur gini.. ehehe… Tenang-tenang, di part 11 dan selanjutnya Onew sudah muncul ^o^

Lana

This FF/post has made by Lana and has claim by her signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

My Lovely Servant – Part 8

My Lovely servant (part 8)

Main cast       : Key, Yoon eun hye, Lee jinki

Another cast   :Shinee

EUN HYE SIDE

Jujur aku sama sekali tidak pernah berpikir jinki akan bersikap seperti itu, aku juga tidak mengerti kenapa dia bisa bersikap seperti itu, ucapannya yang dingin selalu berputar ulang di pikiran dan terdengar jelas di telingku. Seharian ini aku hanya diam di kamar dengan alasan sakit, tapi apa besok aku harus tetap sembunyi dan menghindar dari jinki dengan alasan sakit.

TOK TOK TOK

“siapa??????” dengan malas aku menjawab ketukan pintu itu

“ini aku minjung, boleh aku masuk???” tanya suara itu dari balik pintu.

“masuk saja”

“apa yang terjadi?????” aku terkaget dengan pertanyaan minjung

“tidak ada apa-apa aku hanya sedang tidak enak badan”

“benarkah???? Kau tidak perlu berbohong padaku”

‘pernahkah kau merasa, sesuatu seakan menusuk hatimu????”

“mwo????”

“tidak, lupakan saja” ucapku

“ya sudah, aku tidak akan memaksamu bercerita, aku kesini karena ada sesuatu yang mau aku informasikan”

“gaya bahasamu aneh sekali”

“ah kau ini, nona ceyrin sedang ada disini, tapi tuan muda belum mau menemuinya, tuan muda menyuruhku berbohong, inilah itulah”

“kenapa kau ceritakan itu padaku???”

“tidak ada apa-apa cieh, kau kan mengenal nona ceyrin siapa tw kau mau menemuinya”

———-

KEY SIDE

Aku tidak mungkin terus-terusan bersembunyi, aku harus menemuinya, bukankah aku mencintainya, ini adalah kesempatanku.

Gadis itu tidak berubah, tetap anggun dan cantik seperti dulu, dia benar-benar gadis yang sama saat pertama kali aku bertemu dengannya, kenapa bunga selalu menarik perhatiannya.

“apa yang membuatmu menemuiku????” wooww kata-kata yang sangat tidak bersahabat key, tapi berhasil mengalihkan perhatiannya dari bunga-bunga yang ada diruangan ini.

“key, kau sudah pulang??? Aku sudah menunggumu” ucap ceyrin dengan senyum seakan tidak pernah terjadi apa-apa diantara kami.

“ada yang ingin kau bicarakan denganku???”

“apa aku tidak boleh menemui pacarku????”

“PACAR???? Semenjak kau meninggalkanku aku tidak merasa kalau kita mempunyai hubungan itu”

“benarkah???? Tapi aku dengar dari jonghyun dan minho selama ini kau belum punya pacar baru, itu artinya kau masih menunggukukan????”

“jangan dengarkan mereka, aku punya alasan untuk melakukannya”

“dan aku adalah alasanmu”

“jangan terlalu….” Ada sesuatu yang membuatku tak bisa melanjutkan apa yang ingin ku katakan, aku hanya merasa ada sesuatu yang lembut dibibirku sedikit lembab, dan saat sesuatu itu menjauh aku baru sadar kalau ceyrin menciumku.

“apa amerika mengajarimu ini????” tanyaku menggodanya, entah kenapa rasa marahku tiba-tiba hilang.

“MWO????” tanyanya sambil sedikit melangkah mundur, tapi aku menahanya dengan tanganku yang sekarang ada dipinggangnya. “ kalau amerika tidak mengajarimu, aku yang akan mengajarimu” ucapku kemudian menciumnya a deep kiss.

END OF KEY SIDE

“AAAAAAAA” teriak eun hye dan minjung bersamaan, sontak key dan ceyrin langsung melepaskan diri.

“miane” ucap eun hye sambil membungkukan tubuhnya.

“apa yang kedua orang itu lakukan disini????? Tidak bisakah mereka berciuman di tempat lain” gerutu hati eun hye.

“hey kalian berdua, kenapa membungkuk saja???? Dan satu hal lagi aku tidak membayar kalian untuk mengawasiku jadi cepat pergi” ucap key

“key kamukan tidak perlu sekasar itu” ucap ceyrin sambil mengusap pipi key mencoba mengalihkan perhatian key.

EUN HYE SIDE

“eun hye kwenchana?????? Aku khawatir karna kemarin kau tidak  masuk” ucap eunsung saat aku datang.

“aku tidak apa-apa” sekilas aku melihat jinki yang sedang melihat kearahku, mata kami bertemu tapi kemudian aku mengalihkan pandanganku.

“eunsung boleh kita bertukar tempat??????”

“kenapa, biasanya kau kan duduk disebelah jinki”

“hari ini aku ingin duduk dekat jendela” ya itu hanya alasanku saja.

“baiklah kalau itu maumu” ucap eunsung menyetujui.

Kelasku berakhir 3 jam kemudian.

“eun hye, kita harus bicara” ucap jinki yang menghentikan langkahku

“bicara apa lagi????? Tidak ada yang harus kita bicarakan”

“ada yang harus kita selesaikan” ucap jinki lagi

“apa lagi, semuanya selesai setelah kejadian itu, semuanya selesai saat kau tidak percaya padaku” ucapku tanpa menoleh pada jinki, aku terlalu takut untuk menatapnya.

“sepertinya kita harus benar-benar berbicara” ucap jinki, kemudian aku merasa seseorang menarik tanganku, dan tidak salah itu adalah jinki, dulu dia menolongku saat key menarik tanganku, tapi kenapa sekarang dia melakukannya.

Ternyata jinki membawaku keparkiran kampus, aku tidak mau jinki memaksaku untuk ikut dengannya.

“jinki aku mohon jangan seperti ini, jangan bersikap seperti orang lain”

“eun hye, harus aku yang berkata seperti itu, aku tahu aku salah, waktu itu aku… aku hanya….”

“hanya apa??? Kau hanya  berpikir kalau aku seperti apa yang kau pikirkan???”

“eun hye, tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, untuk menjelaskan kenapa aku bersikap seperti itu” ucap jinki yang sekarang memegang kedua bahuku dengan tangannya yang halus.

“jinki, aku hanya perlu waktu” ucapku sambil melepaskan tangan jinki yang bertumpu di pundakku. “aku ke kelas ya” aku mencoba untuk tetap tersenyum padanya.

“EUN HYE SHARANGEYO…..”

Teriakan itu menghentikan langkah kakiku, aku tidak bisa berkata apa-apa, aku seperti membeku.

“ sarangeyo eun hye-ah” suara itu terdengar melembut, aku tidak berani untuk berbalik kearah jinki, aku takut ini hanya ilusiku.

“eun hye, aku hanya tidak tahu harus bagai mana, aku tidak tahu cara apa yang harus kulakukan untuk mengungkapkan semuanya, aku terlalu takut, aku takut kalau kau tahu perasaanku kau akan menjauh, aku takut kau tidak bisa menerima, bahwa hatiku meminta dan berharap lebih darimu”

STUCK hanya itu yang kurasakan, harusnya aku merasa senang, ya aku senang tapi semakin aku merasa senang semakin jelas bayangan jinki yang tidak mempercayaiku.

“jinki, jujur aku senang mendengarnya, tapi dengan kejadian beberapa hari yang lalu, aku merasa kita belum cukup mengenal, kau belum mengenalku sepenuhnya, aku tidak mau membuatmu kecewa pada akhirnya”

“eun hye, apa separah itu luka dihatimu???”

“aku memang terluka, tapi hari ini kau telah mengobatinya, gomawoo, aku hanya ingin memulainya dari awal” entah apa yang ada dipikiranku, babo bukankah hari ini yang selalu aku tunggu.

“eun hye…..”

“jinki aku kekalas dulu” ucapku kemudian meninggalkan jinki.

END OF EUN HYE SIDE

————–

AUTHOR SIDE

Waktu sudah menunjukan jam 2 pagi. Tapi tidak menghalangi key dan teman-temannya untuk bersenang-senang.

“jadi sekarang kalian…..” ucap jonghyun sambil menunjuk key dan ceyrin bergantian.

“kalian apa????? Sudah jangan diteruskan, itukan bukan hal yang harus dibesar-besarkan” ucap key sambil meminum wiski-nya (bener gk nulisnya gitu?????)

“dibesar-besarkan??? Sepertinya ini bukan hal yang dibesar-besarkan, ini memang hal yang besar, sangat besar malah, kalau ini hal biasa tidak mungkin selama ini kau tidak mencari pacar dan tidak mungkin juga kau berubah jadi orang yang sedikit…….”

“hey minho kenapa sekarang kau jadi banyak bicara???” Tanya key tidak percaya, sontak membuat ke 4 nya  tertawa.

“ceyrin-shi apa kau yakin akan kembali pada key???” Tanya jonghyun menggoda ceyrin.

“aisshh” ucap key sambil melempar salah satu bantal yang disediakan oleh pengelola club.

“ adakah yang harus aku pertimbangkan lagi???” Tanya ceyrin ikut menggoda key.

“ya paling tidak kau harus mempertimbangkan, kalau di hadapanmu ini ada dua lelaki tampan” ucap jonghyun sambil berlaga membersihkan bahu kirinya yang jelas-jelas tidak kotor.

“jonghyun, apa kau mau merasakan pukulanku????” Tanya key yang sepertinya mulai kesal dengan kedua temannya.

“kau lihat ceyrin-shii, semenjak kau meninggalkannya 2 tahun yang lalu key jadi cepat marah” ucap minho yang hanya bisa membuat key geleng-geleng kepala tidak percaya.

Jam setengah empat pagi mereka memutuskan untuk mengakhiri obrolan yang tidak tentu arahnya.

“key, apa kepergianku berdampak sangat buruk padamu???” Tanya ceyrin ditengah perjalanan pulang.

“kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu???”

“tadi sepertinya jonghyun dan minho ingin menunjukan kalau aku orang yang jahat karna meninggalkanmu dan membuatmu berubah” ucap ceyrin sambil memiringkan tubuhnya agar bisa melihat key yang sedang menyetir.

“jangan dengarkan mereka”

“tapi aku mendengarnya dengan jelas” bantah ceyrin

“berpura-puralah kalau kau tidak mendengarnya, arasso???”

“NE key oppa”

“mwo???” Tanya key yang langsung mellihat kearah ceyrin

“mmm tidak bolehkan aku memanggilmu oppa seperti dulu”

“adakah alasanku untuk tidak mengijinkanmu???”

“gomawoo” ucap ceyrin kemudian merangkul tangan kiri key.

“ceyrin, aku sedang menyetir, kau tahu ini sangat tidak aman”

“baiklah-baiklah”

10 menit kemudian

“oppa, apa kau tidak mau bermalam disini????” Tanya ceyrin pada key saat mereka sudah berada di depan gerbang rumah ceyrin.

“aku tidak bisa menginap, besok aku ada kuliah pagi, kalau aku menginap disini pasti kita akan melanjutkan obrolan kita, aku ingin kau istirahat, kalu begitu aku pulang” ucap key sambil mencium dahi ceyrin kemudian masuk ke mobilnya.

“oppa, hati-hati kabari aku kalau kau sudah sampai dirumah”

END OF AUTHOR SIDE

————

EUN HYE SIDE

“kenapa aku belum bisa tidur, apa jinki benar-benar mengatakan kalau dia mencintaiku???” aku terus saja mengulang-ulang pertanyaan itu.

“aaahhhh sepertinya aku harus minum obat tidur” ucapku kemudian mulai melangkahkan kakiku keluar kamar, jam empat pagi aku harus menyusuri rumah besar yang gelap ini dan berjalan kearah dapur. “aisshhhh kenapa rumah sebesar ini sangat menyeramkan ya” aku terus menyusuri ruangan yang hanya disinari lampu-lampu redup, aku tidak mungkin menyalakan lampu, pasti akan ada yang bangun dan sudah pasti itu mengganggu, selain itu aku memang tidak tahu dimana aku harus menyalakan dan mematikan lampu, itukan bukan tugasku. Aku sedikit merinding ketika tiba-tiba aku mendengar langkah kaki “apa dirumah ini ada hantu???? Ya Tuhan lindungi aku” karna takut langkahku mulai tak karuhan, aku tidak tahu kearah mana aku berjalan terlebih rumah ini sangat besar dan TAAAAPPPPP. Aku merasakan punggungku bertabrakan dengan orang lain, sepertinya ini bukan hantu apa jangan-jangan maling, pikiranku mulai tak karuhan, aku memberanikan diri untuk membalikan badan dan

“AAAAAAAAA” aku dan orang itu sama-sama berteriak, sejurus kemudian aku sudah memukulinya.

“YAAA hentikan, hentikan, Aku bilang hentikan…..” orang itu mulai berbicara dan sepertinya aku mengenal suaranya.  O_O aku dalam masalah…….

“Tuan muda” ucapku sambil menghentikan pukulanku yang tidak karuhan tadi. Mudah-mudahan dengan aku memanggilnya tuan muda, key tidak mengenaliku.

“Tuan, aku minta maaf, kalau begitu selamat beristirahat” ucapku sambil membungkukan badan dan mencoba untuk kabur dari Mr.Arogant yang satu ini tentunya.

“hey kau pikir kau bisa kabur” ucap key sambil menarik kerah bajuku dari belakang, sontak aku berhenti berjalan, apa dia bisa membaca pikiranku ya?????.

“a-a-ku ti-tidak berniat kabur tuan”

“a-a-a kalau bukan kabur apa namanya, lari dari kesalahan??? Ayo ikut denganku”

“kemana???”

“Mencari tempat dimana aku bisa menyalakan lampu ruangan ini”

“tapi tuan….”

“tidak ada kata tapi, aku mau melihat siapa orang yang berani memukuliku, kau pikir aku akan melepaskanmu” ucap key.

Sepertinya aku benar-benar dalam bahaya. Tapi apa key benar-benar tidak mengenali suaraku, apa dia juga tidak hafal dengan postur tubuhku, ahhh apa yang kupikirkan sich buat apa key mengingat aku.

“hey dimana tempat menyalakan lampunya????” Tanya key padaku

“ne???”

“heh apa kau tidak mendengarkanku???? Dimana tempat menyalakan lampunya???”

“tuan, aku tidak tahu tempatnya dimana”

“aku tahu kau hanya mencari alasan”

“aku sungguh-sungguh tidak tahu tuan” ucapku meyakinkan

“aishh, kau kan bekerja disini kenapa kau bisa tidak tahu, selama ini apa yang kau lakukan????”

Dasar key menyebalkan, ucapannya membuat darahku naik keubun-ubun, akukan hanya pekerja, sedangkan dia pemilik rumah masa tidak tahu dimana tempat menyalakan lampu rumahnya sendiri.

“hey kenapa kau diam”

“tidak ada apa-apa, aku hanya merasa kalau sedari tadi kita sudah berputar-putar”

“benarkah????” Tanya key, tiba-tiba HPnya berbunyi, key mengambil HPnya dari saku celana dan membaca pesan yang diterimanya, kemudian dia mengetik sesuatu, walaupun tidak jelas tapi aku bisa melihat senyumannya.

“Ahhhhh, kenapa aku bodoh sekali” ucap key tiba-tiba.

“apa kau baru sadar kalau sebenarnya kau bodoh” gumamku, dan kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.

“apa kau bilang????”

“anii, aku tidak berkata apa-apa” ucapku mengelak, eun hye aku rasa sekarang kau lebih bodoh dari mr. Arogan ini.

“tegakan kepalamu!!!!!” perintah key

“ne????”

“sudah lakukan saja”

Mau tidak mau aku harus mengangkat kepalaku, dan aku tidak percaya bahwa sekarang key mengarahkan HPnya ke mukaku,  dan sepertinya wajahku jelas terlihat.

“EUN HYE?????”

“hey key, sepertinya kau sudah lelah dan aku juga harus kembali tidur” ucapku dengan senyuman yang sedikit dipaksakan, tidak tidak bukan sedikit tapi memang dipaksakan.

“pantas sedari tadi perasaanku tidak nyaman, ternyata ada kau”

Aishh orang ini, selalu saja mengeluarkan kata-kata tidak menyenangkan.

“sepertinya ini terlalu pagi untuk kita bertengkar” ucapku mencoba menenangkan diriku sendiri.

“aaahhhh ya ya ya, aku tahu itu, makanya sedari tadi kau hanya bisa mengatakan NE lalu TUAN MUDA, kenapa??? Menghindar dariku ya????”

“ heh Mr. Arogant dengar ya, aku sedang tidak mood untuk bertengkar denganmu, sudah cukup kau menimbulkan masalah dihidupku, mengerti”

“Mr. Arogant??? Tidak bisakah kau menggantinya dengan yang lebih bagus???? Misalnya Mr.Charming atau Mr.Cool dan masalah?????? Dihidupmu???? Ow ya aku ingat, kau sedang bertengkar dengan ROMEO-mu itu????”

“aku rasa semakin lama kau semakin gila” ucapku kemudian bergegas meninggalkan key, tapi karna ruangan yang tidak cukup bercahaya aku menabrak sesuatu dan GELAPPPPPPP.

TBC

Dhy

This post/FF has written by Dhy, and has claim by Dhy signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Love Or Friend – Part 5

Title: Love or Friends –part 5-

Writer: Sun hi a.k.a Bellz [author] Yoora a.k.a Niniez [editor]

Genre: Friendship, Romance

Cast:

Lee Sun hi

Lee Taemin

Kim Soo Yun

Lee Jinki

A/N: Gara-gara aku lagi buntu. Ga punya ide. Jadi, aku suruh aja Bellz buat ngelanjutin ff yang part ini. Hehe. Tapi, tenang aja kok. Aku tetap andil dalam pembuatan cerita ini. Soalnya, masih banyak kata-kata Bellz yang masih harus diubah dan juga aku nambahin banyak kalimat buat melengkapi semuanya^^. Tulisanku dan Bellz beda, jadi readers mungkin bisa membedakan mana tulisanku dan mana tulisan Bellz..

OK.. HAPPY READING ~^^

***

YOORA SIDE

Aku kembali ke foodcourt dengan sejuta pertanyaan di benakku.

“Kau tadi kemana?” tanya Jonghyun padaku.

Aku diam. Aku masih bingung tentang apa yang terjadi, tadi.

“Yoora~” panggil Jonghyun lagi.

“Mana Minho, Key, dan Soo Yun?” tanyaku tak nyambung. Aku sedang malas membahas masalah tadi. Hal itu hanya membuatku bingung dan penasaran.

“Eh? Mereka pulang duluan. Katanya sih ada keperluan mendadak. Untungnya mereka telah membayar semua makanan ini. Haha.”

“Oh.”

“Kau kenapa?” tanya Jonghyun sambil menarik tanganku dan mempersilahkanku duduk. Aku baru sadar kalau dari tadi, aku masih berdiri.

Aku menggeleng pelan. Entah mengapa, aku merasa ada yang tidak beres dengan Taemin tadi. Dan entah mengapa pula, aku merasa akan ada masalah besar di sini.

“Mau melanjutkan makan?” tanya Jonghyun lembut sambil mengelus rambutku.

Sekali lagi, aku menggeleng.

“Lebih baik, kau kuantar pulang ya.”

Aku mengangguk. Lalu, Jonghyun menarikku keluar foodcourt.

***

SUN HI SIDE (20.00 p.m)

Aku memegang kalung silver berbentuk huruf ‘S’. Kalung ini adalah pemberiannya dulu.

Ya.. pemberian seorang pengkhianat yang kini telah menghancurkan hatiku berkeping-keping.

LEE TAEMIN

Dasar orang bodoh! Taemin bodoh! Kalau ia tidak mencintaiku, kenapa ia malah menembakku dulu?

Dan tadi, ia dengan gampangnya bilang, “Mianhae, Sun hi-sshi… aku sama sekali tidak mencintaimu selama ini. Aku mencintai Soo yun.”

SOO YUN!! SOO YUN!! DAN SOO YUN!!

AARGH!

Aku mengacak rambutku.. frustasi..

ONEW SIDE  ( 20.00 p.m)

Shit!

Lee Taemin! Apa maunya anak itu? Puaskah ia sudah membuat Sun hi menangis tadi? Mengapa ia selalu berlindung di balik wajah dinginnya itu?

Argh! Benar-benar menyebalkan! Aku tak tahan melihat Sun hi menangis hanya gara-gara namja tolol itu. Kenapa juga aku tidak menahannya saat Taemin akan mengajaknya bicara!? SIAL!!

Tapi sesaat tadi, ia sempat memanggilku “ oppa”. .ah, senangnya. .berasa melayang di surga sesaat. *sesaat doank, abis itu jatuh dah. .keke~*

Keadaan sun-hi sekarang gimana ya? Apa kutelpon saja? Ehm. .oke deh, aku coba telpon saja. .

Tettottituttattut. .*A/N: ini bunyi keypad yaa.. jangan mikir yang macem-macem loh.. hhe~*

“Yoboseyo , Sun hi”  sapaku saat yeoja itu mengangkat telponnya.

“Yoboseyo. Ooh.. kau onew. .ada apa?” jawabnya. Suaranya bergetar, pasti dia habis menangis lagi.

“ Aish.. Kau menangis lagi? Untuk apa namja tolol itu kau tangisi? Tak ada gunanya!” kataku kesal, hingga tanpa sadar aku menendang kursi di sampingku. Hah~ untungnya aku berbicara dengan Sun hi lewat telepon. Jadinya, aku tak perlu ragu untuk menendang kursi tak berdosa itu.

“Onew! Kau itu kenapa sih? Apa niatmu sebenarnya menelponku? Hah?!” bentak Sun hi. Ku rasa ia marah padaku sekarang. Aish.. Lee Jinki.. kau bodoh sekali!

“Eh.. mm.. bukan begitu kok, maksudku. Aku tidak menjelek-jelekkan Taemin. Tapi.. itu..  aku sedang melihat acara di televisi. Ada yeoja yang sedang menangisi mantan namja-chingunya yang memutuskannya dengan cara sepihak..” jelasku berbohong. Sebenarnya, aku sedikit menyinggungnya. Tapi, aku tak tahu ia merasa tersindir atau tidak.

“Oh.. begitu.. aku kira kau-”

“Aku tidak akan menjelek-jelekkan Taemin, kok. Sungguh.” selaku tegas.

“Kau tak mau menjelek-jelekkanya. Tapi, malah memberinya hadiah bogem mentah, tadi.” goda Sun hi padaku. Huff.. aku jadi teringat kejadian tadi. Entah kenapa, aku merasa kejadian tadi sangat memalukan.

“Eh.. kalau masalah itu-”

“Aku sudah tau, kok. Kau merasa marah, karena sahabatmu ini dikhianati kan? Haha.” sela Sun hi dengan PD-nya. Aku tertawa.

“Kau ini.. narsis sekali, sih. Dasar! Mm.. tadi, aku mendengar kalau suaramu bergetar. Kau habis menangis, tadi?” tanyaku langsung. Keheningan melanda, setelah aku bertanya hal itu.

1 menit..

Hadeh~ gimana ini? Dia marah ya sama aku?

2 menit..

Waduu~ lama amat.. aku lumutan nih~

3 menit..

Hyaa~ pulsaku habis, nanti. Ada counter pulsa ga ya di sekitar sini?

(selingan narasi dari editor)

1 abad kemudian… bercandaa~ akhirnya, otak lemot Sun hi mulai berjalan. Roda di dalam otaknya mulai berputar, karena ternyata tadi roda dalam otaknya ngambek tidak mau jalan. Katanya sih sudah capek berputar terus. *beginilah kalau sang editor mulai ga waras. Reader harus terima akibatnya.. haha~*

(selingan berakhir)

“Kapan?” tanyanya polos.

JDIARRR! GDUBRAK! TOENG TOENG!

(selingan lagi)

Ternyata.. eh.. ternyata.. Walaupun roda di dalam otak Sun hi sudah berjalan. Syarafnya menolak untuk menghubungkan masing-masing bagian otaknya. *langsung dicekek, diiris, dan dibunuh sama Sun hi* *Onew: WOY EDITOR GILA! GA WARAS! Bagian gue jadi dikit tauk!* *editor langsung ngumpet di balik layar (?)*

(selingan end)

“Satu abad yang lalu..” jawabku asal. *editor: tuh kan! Bener..* *Sun hi+Onew: WOY! EDITOR GILA! TERUSIN NIH CERITAAA!* *editor: WOY CAST GILA! AKU TUH GA DAPET PERAN SAMA SEKALI DI SINI TAUK! JADI, AKU NUMPANG TENAR AJAAAA~*

“Eh?”

“Ya bukanlah.. tadi itu loh.. waktu kamu pertama kali ngangkat telepon dari aku..” kataku kesal sambil memutar kedua bola mataku.

“Oh.. itu.. mm.. iya.. aku menangis.. ya.. aku menangis..”

“Kenapa? Kau tak ingat apa nasihatku?”

“Ah, mianhae. .jeongmal mianhae. .hanya saja. .err. .hanya saja. . . .” jawab sun-hi ragu-ragu.

“Hanya apa? Jangan bilang kalau kau masih mencintainya? Benar kan?” kataku semakin kesal.

“Eh. .tidak. .hanya saja. .” jawabnya. Jawaban Sun hi yang seperti ini semakin membuat hatiku sakit. Yeojaku (?)  ini benar-benar terluka.

“ Ah. .ya sudahlah. .lupakan saja. Maafkan aku ya, Sun hi.” Kataku akhirnya.Tidak tega juga aku memarahinya seperti tadi.  “ Kau istirahat saja sekarang, kau pasti lelah kan? Oke, selamat malam.” kataku akhirnya.

“Ne. .gomawo, onew.” Jawab sun-hi.

Hah. . apa yang harus kulakukan besok?

***

SOO-YUN SIDE (keesokan harinya)

“ Sun-hi!! “ teriakku begitu melihat sun-hi masuk gerbang sekolah.

“ Annyeong. .ada apa?” jawab sun-hi.

Tuh kan. .dia lemas seperti itu. .tidak seperti biasanya. .

“Ah, tidak. .hanya saja, kenapa kemarin kau dan onew pulang tanpa memberi kabar pada kami? Taemin juga gitu, dia langsung pulang begitu saja.” tanyaku penasaran. Setelah, aku bertanya demikian – entah kenapa – air muka Sun hi langsung berubah sendu.

“Uhm. .aku hanya merasa tidak enak badan. Makanya aku pulang duluan.” Jawab Sun Hi sekenanya.

“Tapi, kenapa harus sama onew? Tidak sama Taemin? “tanyaku lagi. Ada sesuatu yang tidak beres di sini.

“Haha. .tidak apa. Hanya ada sedikit masalah, jadi Onew mengantarku pulang. Err, aku ke kelas dulu ya. .bye. .” katanya sambil berlari menjauh.

“oh..oke..” aku hanya bisa ber-ohh ria .

Heemm.. benar-benar ada yang tidak beres di sini. Apa kutanyakan pada Taemin ya? Pasti sun-hi jadi kusut begitu gara-gara dia..

Ya sudahlah, ngapain juga aku repot-repot mikirin mereka. Pasti juga masalah pacaran. .

Berhubung dengan pacaran. . .ah, aku teringat lagi dengan hal itu. . . Jonghyun. . . .

Apa kau benar-benar ingin menjauh dariku??

TAEMIN SIDE

Soo-yun. .di mana anak itu. Saat dibutuhkan malah belum datang. .

Benar-benar deh. .

Eh

Tanpa sengaja pandanganku menangkap 2 sosok yeoja yang sedang berbicara di gerbang sekolah. Untuk apa soo-yun bicara dengan sun-hi pagi-pagi seperti ini?

SUN-HI SIDE

Aigoo. .

Kenapa di saat seperti ini harus Soo yun yang menanyakan masalah kemarin? Padahal hari ini aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu. Bagaimanapun, Soo-yun lah yang disukai Taemin selama ini. .

“Sun-hi?” seseorang menepuk bahuku dari belakang.

Deg. . . . “KYAAA!!!” aku berteriak saking kagetnya sampai-sampai hampir saja  aku melempar tasku yang isinya buku setumpuk itu.

“Eh. .eh. .sabar! Jangan main timpuk dulu! Ini aku, onew! Kau masih waras untuk menyadari bahwa ini aku kan? Tasmu itu juga kasihan kalau kau lemparkan ke aku. Ia tidak berdosa kan? Hehe. .” katanya kelabakan. Tapi  dia masih saja sempat bercanda.

Dasar Onew !

Itulah yang aku suka darinya. .

ASTAGA.  Apa yang kupikirkan?

“Hyah! Onew! Kau ini selalu mengagetkan aku. Tak adakah cara lain yang lebih baik untuk memanggilku, hah? “ omelku sedikit kesal.

“Haha..mianhae. . kau melamun sih. .masih kepikiran soal kemarin?” tanya Onew. Kali ini dia mulai serius.

“Ehm, sudah tidak terlalu kupikirkan kok. .aku tak apa-apa sekarang. Aku jamin itu!” kataku sambil tersenyum manis seolah-olah aku memang sudah tak mengurus taemin lagi

padahal. . .

“ Oh. .ya sudahlah. Eh, antarkan aku ambil buku ke Minho, dong. .” ajaknya tiba-tiba.

“ Eh, buat apa? “ tanyaku.

“ Minggu kemarin catatan kimiaku dia pinjam. Hari ini ada kimia kan? Makanya. .udah ah. .gak usah banyak tanya, ikut aja!” kata Onew cepat sambil menggandeng tanganku.

“Eh. .eh. .ya sudah. .tapi. .tanganmu. . “ jawabku bingung. Tangan ini benar-benar membuat pipiku panas. .ya tuhan. .

“Sun-hi sunbae dan Onew sunbae pacaran ya? “ teriak seseorang –yang dipastikan adalah yeoja- dari depan kelasku.

Aish~

Bisa gawat kalau ada yang membuat gossip sembarangan tentang Onew. Walaupun, ia menjengkelkan, tapi kan ia memiliki banyak fans..

-TBC-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

{FFWL} 2nd FFWL To Zika

To      : Zika

From  : Annisa Mira a.k.a pymincha91

Annyeong, Zika… Udah sehat belum? Moga aja cepet pulih ya..

Tau nggak? Meskipun eunn lom pernah ktemu sama kalian semua.. Penghuni SF3SI.. Tapi eunn udah ngerasa seperti bagian dari keluarga ini. Karna itu, eunn khawatir banget kalo ada yang sakit bahkan ampe dirawat gt.. Terutama Zika..

Zika, kita tuh sama. Sama-sama gampang sakit. Capek dikit, sakit. Eunn tau, Zika pasti pengen ikut bermacam kegiatan di luar rumah. Tapi, inget kesehatan juga. Kalo emank udah nggak kuat, jangan dipaksain tetep ikut kegiatan itu. Kan bisa ijin. ‘n Zika juga harus banyak istirahat. Jangan paksain nerusin SMEW dulu deh dari pada kurang tidur kayak kemaren ntu. Kan kalo Zika sakit, SMEW makin telantar. Luangin waktu buat istirahat.

Maaf, ya,, eunn sok nasehatin kamu! Tapi itu karena eunn sayang sama Zika. Eunn udh ngerasa kayak punya adek lagi. Eunn nggak mau dongsaeng eunn ampe dirawat di rumah sakit. Eunn pernah ngerasain dirawat, n rasanya tuh nggak enak banget.. di infus gitu..

Eunn percaya, Zika pasti bisa ngatur waktu buat istirahat n kegiatan Zika yang banyak itu. Kalo lanjutin ff, pz Zika bner2 lgy nganggur aja.. *dibantai admin gr2 bilang gini* Setidaknya, SMEW pasti bakal terus lanjut. Zika dirawat malah nggak kelar2 kan??

Hmmm…. Kayaknya gt aja deh surat dari eunn… bukan love letter c.. nggak tau juga ni surat masuk genre apa.. hehehe…. Dibaca syukuuur… disobek juga boleh.. *emank bisa?* d delete jg gpp.. ^^

Udah dulu, ya! Happy Bornday, my sister! Wish you always in His care.. *tauk dah tu bener pa kagak*… Saengil chukkae~ nae dongsaeng… >,<

Mian pendek… kkk….

Sign

Who miss you,

P.S: Eeemm. berhubung gak banyak yang bisa ngelike… kayaknya di nilai dari komen cukup ^^ . Ayo-ayo… pengiriman masih di buka sampe tanggal 15 Sept ^o^. Mana nih surat dari lockets buat Key??? Jangan bilang fans Zika malah lebih banyak dari fans Key lagi… =,= .. ekekeke ~

Pymincha a.k.a Annisa Mira Safitri

Just Call Me ‘Angel’ – Part 1

JUST CALL ME ‘ANGEL’–Part 1

Author             :Dhini

Genre               :Romance

Main Cast        :Kang Jin Yeong (imaginary),Key (SHINee),Minho (SHINee)

Support Cast    :Kim Kyu Jong (SS501),Luna (imaginary),Jonghyun (SHINee),Onew (SHINee),Taemin                                (SHINee),etc….

Ini FF pertamaku,terinspirasi dari karakter mereka di RDD,dan ini full imajinasi dari otakku yang     konslet ini,jadi mian banged kalau banyak kekurangan.Have a nice read!^^

Jin Yeong POV

Kurebahkan diriku di atas kasur yang empuk,lelah sekali rasanya hari ini kulewati.Tanpa sadar aku sudah terlelap.Namun sekitar 3 menit kemuadian aku merasakan sesuatu yang ganjil.Aneh!kenapa dingin sekali udara di sekitarku.Kupaksakan untuk membuka mataku.Hah?Dimana aku?

Di hadapanku terhampar padang rumput yang luas sekali.Bau rumputnya benar-benar tercium dan baunya tidak biasa.Aish!!!apa-apaan aku di sini?Bukannya tadi aku sedang asyik ke pulau mimpi?Tunggu!Apa jangan-jangan ,ini pulau mimpi yang asli?

Aku mengangkat tubuhku dari pembaringan.Tiba-tiba sesosok(?)entahlah…muncul di hadapanku dan hampir membuat jantungku  melayang begitu saja.Aku mundur,dia malah makin mendekatiku.Aku terpaku pada matanya yang berwarna hitam legam.Dia menatapku tajam.Aku berusaha melepaskan pandanganku darinya,tapi tidak bisa!Matanya seperti menarikku.

Semakin dekat,dan semakin dekat.Tiba-tiba semuanya gelap.

“Yah!”Kurasakan seseorang menepuk bahuku,kucari asal suara itu,ternyata Hyun Ji.

“Kau tidur lagi?Ini sudah keenam kalinya kau tertidur saat pelajaran!”bisiknya sambil memelototiku.

Aku melihat Park Seonsaengnim yang baru saja selesai mencatat sesuatu di papan tulis.

“Kau menghitungnya?Aku saja tak ingat.”ujarku santai.Sial!Lagi –lagi aku tertidur,dan lagi-lagi mimpi itu datang.

“Bodoh!Kau tidak seperti ini dulu,bagaimana aku tidak menghitungnya,aku khawatir denganmu!”ujar teman baikku ini.

Aku tersenyum mendengar ocehannya,lalu mencubit pipinya.

“Aishh!!!Kurasa lebih baik tak usah membangunkanmu,”omelnya sambil mengusap pipinya yang agak memerah.

Aku terpaku ke papan tulis.Bukan untuk menyalin yang ada di sana,tapi untuk mencari-cari ingatanku tentang mimpiku tadi.Yang muncul di hadapanku….Siapa dia?Bukan!Lebih tepatnya…Apa dia?

***

Aku melangkahkan kakiku ke dalam rumah dengan gontai,Umma yang melihatku seperti itu langsung menegurku.

“Kau kenapa?lesu sekali….”

Aku hanya tersenyum tipis,”Umma buatkan aku jus ya,kepalaku panas nih gara-gara pelajaran hari ini.”

Dia hanya tersenyum dan mengangguk.Aku pun langsung berlari menuju tangga untuk ke kamarku.

“Jangan lupa masukkan pakaian kotornya ke keranjang!”teriak umma.Aku menyahut dengan kata ‘Ya’

Mungkin karena aku terlalu cepat melangkah,sesuatu seperti menahan kakiku tepat saat aku akan melangkahkan kakiku ke dalam kamar.Alhasil,keningku sukses menabrak pintu.

Aku membuka mataku.Kulihat umma sedang memegang dahiku.Aku menatapnya heran.

“Kau sudah sadar rupanya,”ujar umma dengan air muka yang aneh.Khawatir dan lega.

Aku mengangkat badanku,kurasakan kepalaku berdenyut,sakit dan memusingkan.

“Aku kenapa umma?”tanyaku innocent.Dia membelai rambutku.

“Kau tadi terkapar di depan pintu,sepertinya kau kesandung lalu menabrak pintu.Umma kira kau sedang tidur,umma pikir keturunan siapa kau punya kebiasaaan tidur jelek seperti itu.Akhirnya umma panggil dokter.Katanya kepalamu terbentur,tapi tidak parah,”jelasnya,yang membuatku teringat akan insiden tadi.

Aku meraba dahiku,sepertinya memar.

“Ya sudah kau istirahat!Lain kali hati-hati kalau melangkah.Untung saja kejadiannya di rumah,”ujar umma sambil membaringkanku,lalu menyelimutiku,kemudian keluar kamarku.

Aku masih menerawang.Bagaimana bisa aku seceroboh itu?Bahkan umma sampai mengeluarkan kata ‘terkapar’ untukku.Aku membayangkan bagaimana posisiku saat jatuh.Pasti memalukan sekali!

***

“Hahaha………..”tawa Hyun Ji membahana di dalam kelas,dengan cepat kubekap mulutnya,tapi tetap saja di tertawa.Akhirnya kujitak saja keningnya.

“Yah!Bisa tidak sih volumemu kau kecilkan!Lihat tuh semua orang melihat kesini.”omelku,akhirnya dia menutup sendiri mulutnya.

“Jadi itu yang menyebabkan kening lapanganmu itu ada gundukannya?Hahaha…..”

Dia malah semakin keras.Tapi akhirnya berhenti juga.

“Kau itu lucu!Sudah mau lulus SMA masih saja seperti anak kecil!Masa kesandung ,menabrak pintu ,pingsan pula!Hahahaha……..”

Kali ini kubiarkan saja tawanya membahana,karena di depanku sudah ada Park Seonsaengnim.

“Hyun Ji!Maju ke depan!Suara tawamu itu memekakkan telinga,apa kau tidak lihat saya sudah berdiri di sini!”

BINGO!Tepat seperti dugaanku!Good Luck Hyun Ji……;P

“Lain kali jangan cerita lucu sebelum pelajaran Park seonsaengnim ya!”ujarnya dengan muka sedih,yang malah ingin membuatku tertawa.

“Kau diberi hukuman apa?”

“Lihat!”Dia mengangkat satu buku tulis kecil kehadapanku,”Aku harus menulis Aku akan mengecilkan volume suaraku saat tertawa sebanyak satu buku ini.”

Tawaku meledak,Park seonsaengnim memang daebak!Hukuman-hukuman ringan tapi mengesalkan seperti inilah tipe beliau.Aku merangkul pundaknya.

“Daripada kau disuruh membersihkan toilet guru,aku sih lebih baik hukuman seperti ini,”ujarku.

“Yah!Ini kan gara-gara kau!”protesnya sambil menepuk kepalaku dengan bukunya.

“Siapa suruh tertawa sampai seperti itu!”Aku menarik bukunya dan membalas pukulannya.

Dan akhirnya rutinitas kejar-kejaran antara kami berdua pun terjadi,seperti biasa tak ada hari tanpa kejar-kejaran seperti ini dengan Hyun Ji.

Tiba-tiba aku menubruk seseorang.Aku tersungkur ke tanah.Lalu sebuah tangan terulur ke hadapanku.

Aku menggapainya.Lalu langsung saja aku membersihkan baju dan rokku.Baru saja aku ingin mengucapkan maaf,seseorang yang kutabrak tadi sudah pergi meninggalkanku.Aku menatap punggungnya sambil meneriakkan kata ‘Maaf’.Dia tidak menoleh,hanya melambaikan tangannya ke udara.

Hyun Ji menghampiriku.Dia langsung menarikku ke pelukannya.

“Kau tidak apa-apa kan?Kau beruntung sekali!”

Aku melepaskan diri dari pelukannya.Dia memang suka berlebihan.

“Beruntung bagaimana!Matamu sudah bergeser ya?Sakit tau!”ujarku padanya.Anak ini memang sering tidak sinkron dengan keadaan yang ada di sekitarnya.

“Kau itu beruntung sekali!!!Kau bersentuhan dengan pangeran tadi!”serunya.

Aku menatapnya bingung,”Maksudmu cowok tadi?”

Dia mengangguk mantap,sambil tersenyum lebar.

Setelah agak lama aku membuka mulutku,”Memangnya dia siapa?Aku bahkan tidak melihat wajahnya!”

“Dia Minho!Choi Minho!Si Flaming Charisma!!!masa kau tidak tau sih,walaupun kau hanya melihat punggungnya,tapi pasti kau langsung mengenalnya.”ujarnya menggebu-gebu.

“Oh…”aku mengangguk-angguk.Lalu menariknya menuju kelas.

Lalu akupun bertanya lagi,“Eh Choi Minho itu siapa sih?Kalau dia Choi minho memangnya kenapa?”

GUBRAK!!!!

***

Aku melempar tasku sembarangan .Lalu menghempaskan tubuhku ke atas kasur .Aku  menatap langit-langit kamarku lalu menghembuskan nafas.Aku teringat cerita Hyun Ji saat istirahat.Choi Minho,Flaming Charisma.Dari mana dia dapat julukan seperti itu?Dan kenapa aku baru mendengarnya hari ini?

Sudahlah,toh aku tidak mau berurusan dengannya.Tapi…bukankah aku belum minta maaf secara langsung?Ya…nanti-nanti saja kalau bertemu lagi.Toh kami satu sekolahan pasti tidak sulit mencarinya.

Dan mataku terpejam lalu aku pun terlelap.Dan mimpi itu kembali datang.

Aku berjalan  menyusuri tangga ,kulihat appa dan umma sudah bertengger manis di ruang makan.Appa melihatku lalu tersenyum.

“Sudah kenyang tidurnya?”sindirnya padaku.Aku cemberut.Appaku memang usil.

“Sudah!Mungkin malam ini aku malah tidak bisa tidur.”sahutku sambil duduk dihadapannya.

“Jangan dibiasakan Jin Yeong!Apalagi kau tidur masih mengenakan seragam kotormu,”ujar umma.

Aku makin cemberut,”Namanya juga khilaf umma!”sahutku.

Kudengar tawa appa,”Oh iya!”

Aku mendongakkan kepalaku lalu menatap appa.

“Besok kita menginap di rumah halabeoji,appa ingin menengok halabeoji mu yang sakit dan sekalian ada bisnis di sana,kau mau ikut?”

Aku tersenyum dan ingin mengangguk.Tiba-tiba senyumku lenyap.”Appa aku ada ulangan besok,kenapa tidak diundur hari kamis saja.”ujarku merajuk.

“Tidak bisa Jin Yeong-ah…appa sudah ambil cuti untuk besok dan lusa.Apa kau tidak bisa minta izin untuk ikut ulangan susulan?”

“Appa tau sendiri wali kelasku yang sekarang.”Aku mengaduk-aduk nasi dihadapanku.Aku jadi tak berselera makan.Huh!Andai saja wali kelasku bukan Park Jung Min seonsaengnim.Walaupun sebenarnya dia cukup perhatian terhadap muridnya,tetap saja dia tidak akan mengizinkanku dengan alasan seperti ini.Dan kalau harus mengarang alasan…..ha!orang tuaku yang idealis ini pasti tak mau melakukannya,bahkan untuk anaknya sekalipun.

“Ya sudah,kali ini kau tak usah ikut dulu.Saat kau liburan appa akan cuti lagi,jadi kita bisa menginap di sana bersama,”ujar appa.Aku tersenyum karena baru kali ini aku mendengar appa mengorbankan pekerjaannya hanya untukku.

Aku merasakan semilir angin yang dingin disekitarku

Ku buka mataku,lagi-lagi aku kembali ke tempat ini

Tempat yang hening,bahkan terlalu hening

Lalu sosok itu muncul lagi dihadapanku

Kali ini aku berlari,aku tak mau tertangkap seperti kemarin

Aku terus berlari,sosok kabut itu masih mengikutiku

Tiba-tiba aku terhenti,aku tak bisa bergerak

Sosok itu kini berdiri di hadapanku

Dengan rupa yang berbeda,seperti manusia

Hitam!

Hanya itu satu kata yang bisa ku ucapkan untuk mendeskripsikannya

Dia menatapku,dengan matanya yang hitam legam

Aku bisa melihat refleksi diriku yang ketakutan di kedua matanya

“Kau….”ujarnya dengan suara berat,kurasakan angin meniup rambutku saat dia

mengucapkannya

“Apa kau mengenalku?”tanyanya padaku sambil menyeringai ,aku menggeleng cepat

Lalu dia berubah menjadi kabut kembali lalu menghempasku

Kurasakan jiwaku seakan meninggalkan ragaku

Lalu semua gelap

***

“BRUUKKK!!”

Aku membuka mataku.Sial!Aku jatuh dari kasur.Aku mengusap kepalaku yang sakit terbentur lantai.Kulihat bajuku yang basah.Yah!apa aku berlari-lari saat tidur tadi?Benar!Di  mimpiku aku berlari –lari gara-gara makhluk itu.Kenapa jadi benar-benar basah kuyup begini.

Aku malas memikirkannya .Aku mendengar suara mobil yang dinyalakan.Oh,iya appa dan umma akan pergi hari ini.Kulihat jam doraemonku.Pukul 05.30.Pantas saja hari masih gelap.Aku bergegas menuju lantai satu.Umma terlihat sibuk mengepak barang bawaan.

“Jin Yeong –ah…sudah bangun rupanya.”seru umma,”Tolong bantu umma menaruh makanan itu ke tapperware ya.”

Aku melangkah menuju meja makan,lalu melakukan  seperti yang diperintahkan umma.Aku memasukkan makanan itu satu persatu  sambil seekali menguap.Kulihat appa yang sedang memeriksa mesin mobil,entah karena masih gelap atau apa,mataku terpaku pada kabut disekeliling appa.Aku mencoba tak memikirkannya,mungkin itu cuma kabut  udara dingin pagi hari.

Lalu aku melirik umma,hal yang sama terlihat dimataku,ada kabut tipis menggeliat di sekitarnya.Aku membuka mataku lebar-lebar,lalu mendekati  umma,mengibas-ngibaskan tanganku ke kabut itu.

Umma melihatku bingung,”Kau sedang apa Jin Yeong-ah?”

Aku tersadar,aku menggeleng cepat,”Ada nyamuk di badan umma,”ujarku berbohong.

Dia tersenyum,”Ya sudah cepat lanjutkan sana!”

Aku kembali ke meja makan,namun mataku terpaku pada kabut itu,bergantian ku tatap umma dan appa.Matahari malu-malu mulai muncul dan kabut itu  tidak lenyap sama sekali.

Kurasakan dadaku  berdegup cepat.Makin lama aku malah merasa sesak.Buru-buru kuambil air lalu meminumnya.Sesak sekali,membuatku sulit bernafas.Aku terengah-engah sambil menahan tubuhku di depan kulkas.Tiba-tiba umma sudah berada di sampingku.

“Kau tak apa-apa sayang?”tanyanya khawatir.

Aku menggeleng dan mencoba tersenyum,”Aku cuma  tersedak air.”

Dia masih menatapku,”Apa umma tidak usah ikut saja,sepertinya kau masih tidak enak badan,karena kejadian kemarin.”

“Tidak apa-apa umma,ada Hwang Ajumma.Kalau ada apa-apa aku bisa minta tolong dia.”ujarku menenangkan.

Umma mengangguk setuju.Setelah 10 menit kemudian merekapun bersiap berangkat.Aku masih terpaku pada kabut itu.Kabut apa itu sebenarnya?Belum pernah aku merasa sengeri ini .

Umma melambaikan tangannya,namun sebelum sempat mobil itu melaju  jauh aku berteriak.

“Umma!Appa!”

Kulihat mobil itu berhenti mendadak.

“Ada apa sayang?”teriak appa dari dalam mobil.Aku berlari menghampiri mereka.

“Appa,Umma,bisakah tidak hari ini?Batalkan saja rencana hari ini!”ujarku panik.

“Kau kenapa sayang?Bukannya kau sudah setuju?”Tanya umma sambil membelai rambutku dari kaca mobil.

“Aku…”aku tak tahu harus berkata apa.Aku cuma merasakan kalau aku harus menghentikan mereka.Tiba-tiba dadaku sesak lagi.Tapi aku berusaha tetap terlihat baik di hadapan mereka.

Aku benar-benar tak dapat berkata apa-apa lagi.Dadaku terlalu sesak.

“Nanti  appa belikan strawberry yang banyak ya,kau tunggu saja di rumah,OK?”ujar appa tersenyum.

“Hati-hati ya,jaga dirimu baik-baik.Kami akan kembali lusa kok,”ujar  umma.Lalu melambaikan tangannya.Aku hanya tersenyum.Aish!Bodoh!bicaralah sesuatu!Kurasakan keringat mengucur dari tubuhku,karena menahan sesak ini.

Mobilpun benar-benar melaju jauh.Setelah itu,kurasakan dadaku perlahan kembali tenang,kuhirup dalam-dalam udara ketubuhku.

Sebenarnya apa yang terjadi denganku akhir-akhir ini?Aku sering tertidur di kelas,mimpi aneh itu,lalu sekarang kabut mengerikan itu.

***

Aku  menatap kosong papan tulis dihadapanku.Di saat istirahat seperti ini memang tidak wajar jika aku malah melamun.Aku memikirkan appa dan umma.Apa mereka baik-baik saja?

Hyun Ji tiba-tiba memukul punggungku kasar.Aku mengerang kesakitan.Lalu mendelik kesal padanya .Dia bukannya minta maaf malah menyunggingkan senyum.

“Daripada kau melamun di sini,lebih baik kau ikut aku!”ujarnya langsung menarik tanganku.

“Yah!Ini namanya penculikan!Aku bahkan tidak setuju dibawa olehmu!”omelku,tapi tanpa mengelak darinya.Akhirnya aku pasrah mengikutinya.

Dia membawaku ke aula sekaligus lapangan basket indoor sekolah.Dia mendudukanku di bangku penonton.

“Kita mau apa di sini?Jelas-jelas tidak ada pertandingan.”ujarku kesal.Aku memangku wajahku dengan kedua tanganku.

“Kau ini!Lihat!”

Hyun Ji menunjuk seseorang yang mendribble bola dengan lincah.Ada apa dengan pemuda itu?Tidak ada yang istimewa.

“Dia CHOI MINHO!!!”serunya.Aku memicingkan mata.Oh!Benar juga,lelaki gondrong itu memang sama seperti yang kulihat beberapa hari lalu,walaupun hanya punggungnya.Aku memperhatikan  gerakannya yang lincah diantara lawan-lawannya.Memang tidak buruk,pantas saja dia jadi pembicaraan sekolah,kecuali aku tentunya.

“Tuh kan!Kau saja tidak berkedip saat melihatnya!”Hyun Ji menyenggolku.

“Aku kan belum minta maaf dengannya secara langsung,makanya kuperhatikan terus, takut dia kabur lagi,”ujarku jujur.

“Alasan!”dia menjitak keningku.

Tak terasa bel berbunyi,tapi kulihat pemuda itu belum menyudahi permainannya.Atau aku dekati saja.Cuma minta maaf,pasti tidak akan lama.

Hyun Ji menatapku heran,ketika aku berjalan menuju aula mendekati Minho.Tapi sebelum sempat mendekatinya,bola sudah mendekatiku.Untung saja aku menghindar.Seseorang menahan tubuhku yang hampir             terjatuh.Minho!

“BODOH!!!”teriaknya di mukaku.Kenapa dia semarah itu?Hatiku yang sudah kupersiapkan dengan  tulus untuk meminta maaf padanya tiba-tiba bergemuruh.

Aku menepis tangannya yang ada di pingganggku.”Kau mungkin tak perlu semarah itu.AKU TIDAK BODOH!Bahkan kau tidak pernah melihat raportku!!Seenaknya saja memanggilku bodoh.Aku kesini cuma mau minta maaf tentang waktu itu,mana ku tahu kalau bola itu akan melayang kepadaku,lagipula bel sudah berbunyi tapi kau tidak juga selesai bermain,akhirnya aku lah yang harus menghampirimu,”omelku tak keruan.Dia pasti bingung kenapa aku tiba-tiba seperti ini.Dia bahkan tidak kenal aku,tapi aku sudah sukses memarahinya.

Setelah ku tatap matanya 2 detik aku langsung meninggalkannya.Bisa kulihat wajahnya yang dipenuhi tanda tanya.

“Cewek aneh,”gumamnya,yang masih dapat terdengar olehku.

HAH!Hari ini buruk sekali!Entahlah,aku benar-benar sedang bad-mood.

Sebelum jam pelajaran terakhir dimulai,aku berhamburan ke toilet.Setelah selesai aku melewati ruang guru,aku sedikit mengintip saat melewati pintu yang sedikit terbuka.Huh!Ternyata Park seonsaengnim ada.Kukira dia akan tidak masuk jam ini.Tapi tunggu!

Dadaku kembali sesak.Apa-apaan ini!Aku mengatur nafasku sambil memegangi dadaku.Kulihat Park seonsaengnim yang sedang berbicara dengan guru lain,tapi yang membuatku terbelalak adalah kabut di sekitarnya.Kabut yang sama seperti yang kulihat pada appa dan umma!Aku langsung berlari ke kelasku dengan tersengal.

Hyun Ji menatapku heran,”Kau kenapa?”

Aku menggeleng,lalu menggapai botol minumku,lalu meneguknya banyak-banyak.

Hyun Ji mengusap punggungku.Tatapan khawatirnya muncul.

Tak lama Park seonsaengnim masuk.Aku kembali sesak,tapi tak sesakit saat aku disisi appa dan umma.Kabut itu masih menggeliat disekitarnya.

“Hyun Ji,apa kau tidak melihat kabut?”tanyaku pada Hyun Ji yang sedang mempersiapkan buku tulisnya.

Dia menoleh bingung,”Kabut?Yang digunung itu,ya?”

Aku mendelik,mungkin pertanyaanku terlalu aneh untuknya.

“Tidakkah kau melihat kabut disekitar tubuh Park seonsaengnim?”

Dia mengamati guru kami itu.Lalu menoleh padaku sebentar,lalu mengamatinya lagi.

“Maksudmu apa sih?”tanyanya bingung.Aku menggeleng.Benar ternyata hanya aku yang melihatnya.Aku mencoba fokus pada pelajaranku.Ternyata selama aku tak menatap kabut itu,hatiku lebih tenang,maka selama pelajaran aku hanya terpaku pada bukuku,tak berani menatap seonsaengnim.

Tiba-tiba….Ah terlalu banyak tiba-tiba hari ini,dan semuanya membuatku gila!

Tiba-tiba aku mencium sesuatu yang ganjil.Bau ini!Bau apa ini?Bukankah bau ini bau yang sering kucium di mimpiku?

Tiba-tiba tubuhku menegang.aku mencengkram erat tangan Hyun Ji.Dia tersentak.

“Kau kenapa?”Tanya Hyun Ji panik.

Aku menggeleng,dadaku sesak lagi.Aku gemetar di bangku.

“Seonsaengnim!”panggil Hyun Ji,”Jin Yeong sepertinya sakit,”

Hyun Ji bodoh!kenapa dia memanggil seonsaengnim!

Saat Park seonsaengnim mendekat tubuhku semakin sulit dikontrol.Rasa sakit yang baru aku rasakan saat ini.Keringat bercucuran dari badanku.Ya Tuhan!Apa aku akan mati?

Aku tersentak saat kabut di tubuh seonsaengnim semakin tebal.Aku menatapnya nanar.

“Kau tidak apa-apa?”Tanya seonsaengnim,”Akan kutelepon taksi.”ujarnya lalu kembali ke meja guru dan meraih ponselnya.

Mataku tak berkedip.Kabut itu lenyap,tapi seketika muncul kabut lebih tebal ,lalu wujudnya berubah menjadi…..manusia?Manusia dengan pakaian serba putih.Aku ingin berteriak tapi tak bisa.

Sosok itu mendekati Park seonsaengnim,kulihat seonsaengnim tiba-tiba ambruk sambil memegangi dadanya.Kudengar samar-samar teriakan anak-anak yang memanggil namanya.Entahlah pikiranku seperti kabur,aku hanya fokus pada sosok asing itu.Dia terlihat melambaikan tangannya di depan tubuh seonsaengnim yang sedang diangkat oleh ketua kelasku,lalu mengangkat tangannya perlahan sesuatu muncul dari badan seosaengnim,kabut tipis berwarna putih, lalu dengan segera dia hempaskan ke udara,seketika sesuatu muncul dari punggungnya,diapun terbang menembus atap kelas.

Aku membuka mataku.Kulihat Hyun Ji menatap cemas kearahku.Matanya sembap.Aku menatap sekelilingku.UKS sekolah.Aku mencoba duduk.Hyun Ji langsung memberiku segelas air.

“Park seonsaengnim…”gumamnya.Aku menoleh,tiba-tiba tangisnya pecah.

“Ada apa?Kenapa seonsaengnim?”aku menjadi panic dan bingung.

“Dia…meninggal…”gumamnya,langsung saja badanku terasa lemas.Aku memeluknya.Tangisku ikut pecah.

“Kim seonsaengnim bilang,dia memang punya penyakit jantung kronis.Pemakamannya besok.”

Aku mengingat kejadian tadi.Makhluk itu?Apakah dia…dia yang membuat seonsaengnim meninggal?

Sesampainya di rumah aku langsung menelepon umma.Aku takut terjadi sesuatu dengannya.Tak lama kudengar suara umma di seberang.Aku langsung menanyakan keadaan semua orang yang ada di sana dengan panik.Umma menenangkanku dan menjawab kalau semuanya baik-baik saja.Aku merasa lega.Setidaknya sedikit menenangkanku.

“Umma…sarangheyo…”ujarku,umma terdiam,mungkin kaget dengan yang aku ucapkan,karena aku tak pernah mengucapkan kata seperti ini pada umma dan appa.

“Ya…umma juga…sarangheyo…”sahutnya,”Besok kami akan pulang dengan oleh-oleh yang banyak,sekarang kau tidur!Sudah malam,”ujarnya.

Aku pun menutup telepon.Aku menatap jam doraemonku.Cepatlah waktu berputar agar umma dan appa pulang ke rumah.Aku kangen,dan aku tak pernah merasakan kangen seperti ini.

***

Hari ini suasana berkabung di sekolah.Semua memakai seragam hitam-hitam kami.Seluruh anak kelasku menangis,tak terkecuali para siswa.Ketua kelasku,Seung Ho, yang menangis paling kencang,mungkin karena dia yang terakhir kali memegang jasad Park seonsaengnim.Walaupun beliau tidak terlalu dekat dengan anak muridnya sendiri,tapi aku merasa kehilangan.Bagaimanapun juga dialah yang selalu membimbing kami untuk ujian semester,dan ujian masuk universitas.Boleh dibilang nilai kelasku jauh dia atas rata-rata kelas yang lain,berkat bimbingannya.

Aku memeluk Hyun Ji.Air matanya membasahi jasku.Aku tak menangis sekencang dia,tapi air mataku tak berhenti mengalir.

Aku melihat barisan kelas 3-3,ada Minho di sana.Dia menunduk,tapi tak terlihat air matanya mengalir.Tak sadar aku menatapnya.Tiba-tiba mata kami beradu.Aku jadi salah tingkah.Aku mencoba menatap ke arah lain,menatap foto Park seonsaengnim yang tersenyum.Dan lagi-lagi air mataku mengalir semakin deras.

Sekolah diliburkan tentu saja.Aku melangkahkan kakiku ke tempat aku memarkir sepedaku.Yang lainpun begitu.Kami tidak diperkenankan membawa kendaraan kecuali sepeda.Kepala sekolah bilang demi menjaga lingkungan sekitar dengan-tanpa-menambah polusi.

Aku menggapai sepedaku,begitu juga Hyun Ji.Matanya benar-benar tidak main-main.Bengkak total!

Aku melambaikan tanganku pada Hyun Ji.Kami memang tak searah.Aku mengayuh sepedaku dengan susah payah.Entah pergi kemana tenagaku ini…

Tiba-tiba seseorang mengayuh sepedanya di sampingku.Aku tersentak saat menyadari kalau itu Minho.Dia tak menoleh kearahku,hanya memandang lurus,tapi menyamai laju sepedaku.

“Kenapa kau tiba-tiba lewat sini?”tanyaku ketus.

“Aku memang lewat sini setiap hari,tapi baru hari ini aku pulang sore.”ujarnya datar,tanpa melihatku.

”Biasanya aku pulang malam hari sehabis latihan basket.”

“Yah!memangnya siapa yang tanya!”seruku.Aku berusaha mengayuh sepedaku lebih cepat untuk meninggalkannya.Tapi dengan mudah dia menyusulku kembali.

“Jangan dipaksakan!Aku tahu tenagamu habis gara-gara menangis tadi.”ujarnya kembali berada di sampingku.

Aku mendengus akhirnya kubiarkan saja dia di sampingku.

“Aku tahu kau pasti sedang sedih.Tapi…bagaimana kalau kita bermain sebentar,supaya sedihnya berkurang,”ujarnya tiba-tiba.Aku menoleh.Tiba-tiba aku melihat sebuah senyuman.Dan bodohnya aku!Aku mengikuti sepedanya dari belakang.Yah Jin Yeong-ah!Katanya kau sebal dengannya.Kenapa malah mengikutinya?

Aku duduk di ayunan taman.Tak lama kemudian Minho muncul dengan 2 buah es krim di tangannya.Dia menyerahkan satu padaku.

“Ternyata kau baik juga ya,”ujarku sambil tertawa renyah.

“Kalau tak mau tertawa tak usah dipaksakan!”ujarnya datar.Aku kembali merengut.Aish….aku menyesal memujinya tadi.

“Aku heran kenapa kau jadi hot topic di sekolah,khususnya para siswi,padahal kau angkuh sekali.”sindirku.Aku memang sengaja membalasnya.

“Aku juga heran,kenapa ada orang yang berani memarahiku padahal namanya saja aku tak tahu,”sahutnya,membuatku mati kutu.Aku kembali memakan es krimku.

“By the way…”ujarnya.Aku mendelik.

“Namamu siapa?”

GUBRAKKK…..

Aku menatapnya tak percaya.Dia mengajakku bermain bahkan membelikanku es krim,tapi tak tahu siapa namaku?Apa dia tidak mencari tahu sendiri  setelah insiden di aula itu?

“Bodoh!Kau mengajak gadis yang tak kau kenal ke taman!”ujarku ketus.

“Soalnya…kau terlihat innocent,walaupun tidak kenal…aku berani mengajakmu ke sini.Jadi…siapa namamu?”

Innocent?Anak ini pandai sekali bermain kata!

“Aku Kang Jin Yeong,aku teman Kim Hyun Ji ,salah satu fansmu,”ujarku dingin.

“Benarkah?sejak kapan aku punya fans?”ujarnya sambil menatap ke depan tanpa ekspresi.Sejujurnya yang innocent itu adalah dia.Lihat saja mukanya yang datar itu!

“Entahlah…mereka menyebutmu The Flaming Charisma Minho,”ujarku,”Apa kau jualan sate dengan apimu itu?”tanyaku sambil tertawa mengejek.

Tiba-tiba dia tertawa keras.Aku menatapnya heran.

“Benar juga!Itu bisa dijadikan referensi nama restoranku nanti.The Flaming Charisma Minho…cukup menggigit.”

Menggigit dengkulmu!Aku semakin lama semakin aneh pada sifatnya.Apanya yang Flaming Charisma?Anak aneh!!

Aku menepuk keningku saat kulirik jam tanganku.Sial!jam 05.30.Apa umma dan appa sudah pulang?

“Minho!Aku pulang dulu,ada urusan!”ujarku,nah!untuk apa pula aku pamit padanya?

“Tunggu!Aku  ikut,kita sejurusan,”ujarnya sambil menaiki sepedanya.

Aku menatapnya bingung.Sejurusan???

Aku tercengang saat dia juga masuk ke gang rumahku.”Rumahmu disini?”

Dia mengangguk,semakin membuatku bingung.Dia menunjuk sebuah rumah yang ada disamping rumah di depan rumahku.Gampangnya…serong dari rumahku.Aku menatapnya tak percaya.

“Kau tetanggaku?”

Dia tersenyum,”Baru tiga bulan.”

Aku menepuk keningku,jadi ini anak seumuran yang dibicarakan umma.

“Kenapa aku tak pernah melihatmu berangkat sekolah?”

“Aku selalu datang terlambat.Karena aku pasti bangun kesiangan.Kelelahan karena basket.”ujarnya santai.

“Apa kau tidak dimarahi gurumu?”

“Kau tahu Heo Young Saeng seonsaengnim kan?”

Aku mengangguk,tentu saja aku tahu,diakan guru matematika paling baik sedunia.

“Kalau begitu jangan heran kalau aku terlambat tiap hari.”

Aku baru mengerti maksudnya.Aku jadi kasihan dengan Heo seonsaengnim,dia mendapat anak buah setengah berandalan seperti ini.

Kami akhirnya masuk rumah masing-masing.

“Yah!Besok bangunkan aku pagi-pagi ya!Kita berangkat bersama!”serunya padaku.Aku melengos.Seenaknya!Memangnya aku siapamu?!

***

Sudah jam 07.00 malam,tapi appa dan umma belum juga sampai.Aku sudah berkali-kali menghubungi nomor mereka,tapi  tidak tersambung.Apa tidak ada sinyal disana?kemarin bisa.

Aku berjalan menuju beranda.Angin malam ini tidak begitu dingin.Aku  duduk di salah satu bangku.Lalu menatap jalanan yang sepi di bawah.Tiba-tiba sebuah cahaya menyorotku,tepat di wajahku.Aku menghindar.Tapi cahayanya terus mengikutiku.Sial!Siapa yang malam-malam begini iseng mengerjaiku.

“Yah!!!!”teriakku.Cahaya itupun lenyap.Aku mengerjapkan mataku.Sial!Aku jadi pusing.

Aku mencari-cari siapa pelakunya.Dan tak lama muncul juga.Dia memainkan sebuah senter ke udara.Anak aneh itu!Dalam sehari dia bisa membuatku terheran-heran.

Dia tertawa sambil menyenteriku.

“Yah!!!Kuadukan kau ke security kalau kau iseng begini!!!”seruku.

Diapun langsung mematikannya.Dia sedang duduk di sisi jendela kamarnya.Mengenakan kaos,dan celana training.

Aku kembali duduk ,lalu menatap ponselku.Kucoba sekali lagi menghubungi umma.Tetap saja tidak nyambung.

Tiba-tiba kulihat seseorang berjalan memasuki pekarangan rumahku.Hwang Ajumma.dengan cepat aku melangkah menuju pintu utama di lantai satu.Lalu sebelum bel berbunyi ku bukakan pintu untuknya.

Dia menatapku panik,”Cepat ganti bajumu,kita ke rumah sakit!”

Sebelum sempat aku bertanya,Ajumma telah mendorongku ke lantai atas.Aku pun menggapai baju yang aku lihat.Lalu terakhir mengambil jaketku.

“Siapa yang sakit Ajumma?”tanyaku bingung.

“Appa dan Ummamu,mereka kecelakaan,”ujarnya hampir tak terdengar.

Seketika tubuhku lemas.Benar saja!Dari 2 hari yang lalu aku merasa tidak tenang.Ternyata hal ini terjadi.Aku berdoa dalam hati semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka.Taksi yang kami tunggu tak kunjung muncul.

Tiba-tiba Minho muncul dihadapan kami.

“Ada apa?Sepertinya kaliansedang panik .”ujarnya.

“Minho!Bisa kau antarkan kami ke RS?”ujarku tanpa panjang lebar.Dia mengangguk,lalu beberapa saat kemudian kami bertiga sudah berada dalam mobilnya.

Appa dan Umma ada di ruang ICU.Aku menangis di pelukan Hwang Ajumma.Minho menatapku iba.Tak lama orang tua Minho datang.Mungkin heran melihat anaknya yang tiba-tiba menghilang bersama kami.

Tiba-tiba rasa sesak itu datang lagi.Aku mengerang di pelukan Ajumma sambil memegangi dadaku.

TBC…

Thank you for reading and comment please…..^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF