YOUR NAME

CAST : SHINee
Imagine that is you ^ ^
author: Nia Yoshionka
LENGTH : ONESHOT

GENRE : ROMANCE ^ ^

……………….

SHINee – Your Name

Onew : hey, siapa yg akan jadi model wanita nya? Kita belum nemu sama sekali… Mana hari ini lagi pembuatannya, sial..
Semua menggeleng tak ada ide.
Minho : sudahlah, dipikirkan nanti saja. Bosan.
Minho beranjak dari sofa dan keluar ruangan. Diikuti buntut2nya, taemin dan jong hyun. Tinggalah key dan onew.
Onew : kita tidak punya kenalan wanita… Haaaah…
Key : ya sudah, kita pergi cari saja.
Onew : tidak mau. Malas.
Key : iya sih…

Di jalanan…

Taemin : bling2 oppa, kita kemana nih?
Jong hyun : tidak tau. Ikutin minho saja.
Taemin : ooh…
Mereka bertiga berjalan tak tentu arah dan masing2 saling diam. Tiba2 minho nyeletuk.
Minho : hey, aku lapar. Jajan di pasar yuk.
Jong hyun : boleh..
Jong hyun menarik taemin.
Taemin : eh eeh, mau kemana oppa?…

Sesampainya dipasar…

Minho : waah, spagetti nya enak…
Jong hyun : pelan2 makannya..
Taemin : oppa2!!
Jong hyun : apa sih taemin?
Taemin : itu2…
Jong hyun : ada apa hah?
Jong hyun melihat ke arah jari taemin menunjuk.
Jong hyun : astaga… Minho2!!
Minho : hm?
Jong hyun : lihat tuh.. Aish, cepat lihat!
Minho : apa sih oppa, sedang makan diganggu… WADUH???
Apa yang mereka bertiga lihat? Seorang wanita.
Taemin : waah, nama nya siapa ya oppa?
Jong hyun : hah?
Minho : yak, AKU PUNYA IDE!
Jong hyun & Taemin : hah?

Di lokasi syuting…

Sutradara : kalian sama sekali belum menemukannya?
Key : belum pak, kalau tidak keberatan, modelnya dari bapak saja…
Sutradara : yah, maksud saya, kalau kalian yg pilih kan lebih bisa mengkhayati peran.. Ya sudah, nanti saya carikan. Eh, dimana yg lain?
Key : ooh.. Ng.. Mereka pergi sebentar.. Nanti saya panggil mereka…
Sutradara : oh, ya. Kalau begitu, kalian berdua make up dulu.

Di ruang make up…

Key : kenapa mereka tiga2nya tidak mengangkat panggilanku? Ck..
Onew : nanti juga muncul..
Onew terlihat murung karena tidak bisa melakukan tugas yg diperintahkan pak produser & sutradara, mencarikan seorang wanita untuk vc ‘your name’.
Tiba2 minho, taemin & jong hyun menyambar dari luar dan berhamburan kedalam ruang make up.
Taemin : oppa! Berkat aku! Hehe…
Jong hyun : oppa pasti suka.. Haha..
Minho : ini dia… TARA!! Kami menemukannya dijalan…
Key & Onew saling berpandangan.
Key : apaan sih?
Minho : ayo, silahkan masuk..
Dari luar pintu, datanglah seorang wanita dengan setelan biasa tetapi menawan. Kulitnya krem bersih. Posturnya langsing agak kekurus2an. Rambutnya hitam panjang lurus. Ia tersenyum.
Wanita : hello, senang bertemu dengan anda.
Katanya dengan bahasa inggris sambil membungkuk perlahan.
Minho : dia berbahasa inggris. Dia orang Indonesia. Namanya…
Sutradara memasuki ruangan.
Sutradara : ayo, cepat kalian bersiap! Sebentar lagi kita mulai. Peran wanita sudah saya temukan, dia…
Taemin : tidak usah pak! Kami sudah menemukannya sendiri, ini dia…
Kata taemin sambil menunjuk wanita itu.
Jong hyun : dia berbahasa inggris…
Sutradara melihat wanita itu dan mengajaknya berbincang diluar ruangan.
Key : astagaa, cantik sekali dia! Kalian bertemu dimana?
Taemin : di pasar! Ketika kami sedang makan…
Key : mimpi apa aku semalam… Cantik sekali, ya kan oppa? Oppa?
Onew dari tadi diam dan memasang tampang sangat terpesona dengan apa yg baru saja ia lihat. Ia hanya melihat kearah pintu dimana wanita itu tadi berlalu.
Jong hyun : hemmh, mulai deh tuh onew condition…
Semua tersenyum dan menepuk pundak onew.
Taemin : umurnya 20an loh…
Dengan wajah kaget, onew langsung melempar pandangannya ke taemin. Taemin tersenyum pada onew sambil mengangkat2 alisnya.

Syuting pun dimulai.

3 jam berlalu.
Sutradara : yoosh, syuting hari ini selesai! Good job SHINee!
Seluruh kru bertepuk tangan.
Taemin : pak, mau lihat hasilnya ya?
Sutradara : itu tuh.. Saya istirahat ya!
Key : terima kasih pak! Silahkan2…
SHINee melihat video hasil jerih payah mereka. Key menyeletuk saat melihat scene demi scene dalam video.
Key : jaa, onew sepertinya menikmati peran sekali…
Minho : iya! Aku saja disikut saat giliranku bernyanyi mendekati dia(wanita itu).
Taemin : lalu, onew oppa mana?
Mereka sadar onew mulai hilang setelah syuting selesai.

Beberapa lama kemudian…
Minho : itu dia! Disana!
Taemin : mana? Mana?
Minho : ituu…
Ke empat member SHINee melihat kearah jembatan yg ditunjuk minho.
Key : ya ampun, jinki mencuri START!! Hahaha…
Semua tertawa terpingkal2 melihat onew berlagak sangat romantis pada wanita itu.
Minho : jadi tidak ya? Kasihan oppa, wanita itu tinggalnya jauh sekali dari korea…
Jong hyun : apa sih yg tidak buat cinta??…
Semua kembali tertawa dan meng-iya-kan perkataan jong hyun.

Di jembatan…

Onew : so, where do you come from?
The girl : i’m Indonesian, i live in jakarta…
Onew : ooh, great…
Kata onew agak terbata2.
The girl : you’re cool.
Kata si cewe.
Onew : a..apa??
The girl : sorry..?
Onew : eeng… Just forget that. Umm… What is ‘YOUR NAME’?
The girl : oh, i’m Megantari Forsa…
Onew : my name is Lee Jinki. Do you have Korean name?
Megan : yes, Choi Rinna.
Onew : what a beautiful name? Haha..
Megan : thanks, onew..
Onew : ne, you know my name?
Megan mengangguk. Onew salting dan tersenyum bodoh. Megan tersenyum geli melihat ekspresi onew. Akhirnya mereka berdua saling tertawa.

Jauh dilubuk hati, onew berkata…

“now i know YOUR NAME, CHOI RIN NA…”

TAMAT ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

SALAH DUGA

TITLE                    : SALAH DUGA

MAIN CAST          : ALL PERSONIL SHINEE, AUTHOR

AUTHOR              : FADIYAH ULFA (OELFA)

Pagi hari yang sunyi, tak seperti biasanya. Seharusnya si Umma Key udah berteriak kayak ada maling di rumah, namun pagi ini begitu berbeda. Cuma alarm Taemin yang aneh yang membangunkan Jonghyun, Minho dan pastinya si pemilik alarm ini, Taemin.

“Tumben sich suara louspeaker itu ngak berbunyi….”ejek Jonghyun yang baru bangun.

“Iya ya hyung…. tumben banget…”respon Taemin yang rambutnya udah acak-acakan.

Hanya Minho yang diam, tak memberi respon.

“Kenapa loe Minho???”tanya Jonghyun heran.

“Telinga gue sakit gara-gara alarm Taemin…. Hey Taemin, kenapa loe taruh di samping gue nich alarm… jadi budek tau….”gerutuk Minho yang terus memegang telinganya.

“Maaf hyung…”kata Taemin menyesal….

*Jonghyun, Minho, Taemin 1 kamar

Key and Onew 1 kamar*

Mereka bertiga pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Sesampainya di sana, ruang makan kosong begitu pula dapur.

“Kemana Umma dan Appa???” tanya Taemin.

“Umma dan Appa mu ada di kampung kan….”kata Jonghyun.

“Maksud Taemin, si Key hyung dan Onew hyung…”jelas Minho yang heran dengan Jonghyun.

“Masak hyung ndak tau sich….”ledek Taemin.

“Ogah gue jadi anak si Louspeaker dan Kebo…. Apa kata fans gue nanti….”kata Jonghyun tanpa dosa.

“Eh hyung, kalau ndak ada Key hyung siapa yang masak. Kalau ndak ada Onew Hyung siapa yang atur skedul kita???”tanya Minho heran dengan si Blink-blink ini.

“Ya kalian berdua …. bereskan…”kata Jonghyun santai..

“Ya hyung….. GUBRAK!!!”kata Taemin dan Minho kompak.

“Woy, btw di mana Key dan Onew…??? kok tumben nich dapur sepi tak ada penghuninya…”tanya Jonghyun.

“Mungkin ada di kamar kali yach….”jawab Taemin.

Tiga kurcaci ini pun menuju kamar Key dan Onew *kurcaci perasaan pendek dech, kok ada satu yang menjulang yach… Author pusing…*.

“Lho kok kosong….”kata Minho heran yang pertama masuk.

“Jangan-jangan mereka pergi ke jalan-jalan lagi….”seru Taemin.

“Wach tuh suami istri betul-betul, meninggalkan anaknya yang kelaparan disini….Lalu mereka pergi bermesraan sendiri…”kata Jonghyun.

“Jadi gimana nich hyung, lapar ….”rengek Taemin sambil memegang perutnya.

“Sabar ajach… kita tunggu mereka….”kata Jonghyun.

“Gimana kalau kita main game bertiga….. siapa tau kita lupa lapar kita??? Mau ngak???” kata Minho sambil mengambil Play Station di dalam lemari.

“Oke dech….”jawab Taemin dan Jonghyun bersemangat.

Mereka pun bermain dengan serunya.

“Wach, Minho loe curang…..”teriak Jonghyun tak mau di salahkan.

“Loe kok saya hyung…Taemin tuh”kata Minho yang merasa tidak curang.

“Kok gue….”kata Taemin.

Keributan pun terjadi… itulah kalau tidak ada Key. 1 jam mereka bermain, mereka tidak menyadari kalau Key dan Onew udah pulang.

“Kami pulang!!!”teriak Onew dan Key yang telah pulang.

“Appa!!! Umma!!!…”teriak Taemin seperti anak kecil baru di temukan ama keluarganya.

“Dari mana saja kalian…. Kalian berdua tidak lihat apa kami busung lapar di sini….”kata Jonghyun jengkel.

“Iya hyung… kalian dari mana???”Tanya Minho sambil membereskan Play Station.

“Kami dari rumah sakit…”jawab Onew dengan tampang lelahnya.

Sementara Key langsung menuju kamar, dia terlihat pucat.

“Ngapain appa eh maksud gue hyung ke rumah sakit??? Syapa yang sakit” Tanya Taemin keceplos bilang appa mulu. *Author= dasar Taemin rindu ama ortu yach??? (dengan gaya menggoda) Taemin=mang kenapa thor??? Author= woy, nama gue ulfa bukan thor, bego… Taemin= terserah gue kale… Author= argh… All= woy berhenti bertengkar, lanjutin dong ceritanya… TA=yeee….*

“Key….”jawab Onew.

“Mang kenapa tuh loudspeaker….???”Tanya Jonghyun sambil geje*Author= Mang nich orang di kepalanya geje terus kali ya… Jonghyun= enak ajach… cari rebut loe…. Author= hiks…3x kabur….*

“Jonghyun, gue dengar …..”teriak Key. Jonghyun langsung kaget dan diam.

“Kenapa hyung???”Tanya Minho.

“Iya kenapa???”Tanya Taemin semangat seperti ingin dibacakan dongeng tidur.

“Dia mual terus dari beduk azan subuh bunyi ampe sekarang…. Ngak tau kenapa??? Jadi gue bawa dia ke rumah sakit…”jelas Onew.

“OOO….”kata Minho dan Taemin kompak.

“Apakah dia pusing???”Tanya Jonghyun tiba-tiba.

Onew hanya mengganguk heran. *Author= apa di pikiran Jonghyun yach??? (penasaran)*

“Jangan-jangan ……..”kata Jonghyun yang membuat temannya plus Author penasaran.

“Jangan-jangan apa hyung???”Tanya Taemin yang udah penasaran berat.

“Dia….”lanjut Jonghyun.

“Dia kenapa hyung???”Tanya Minho.

“Langsung bilang kenapa sich???”Tanya Onew kesal dengan Jonghyun pakai acara dipotong-potong.

“HAMIL……..!!!”Lanjut Jonghyun yang membuat lain kaget setengah mati.

“WHAT…???!!! GUBRAK…… KNOCKDOWN….!!!”teriak Minho, Taemin, Onew, n Author kaget.

“Wah ngaco loe Jonghyun….”kata Onew berusaha tenang dari shock berat tadi.

“Key hyung kan cowok…. Ngak mungkin bisa hamil”kata Minho yang juga mencoba tenang.

“Ampe tuh ayam melahirkan juga ngak mungkin hyung….”kata Taemin. *Author= wach tuh otaku dah hilang ya Jonghyun. Jonghyun= enak ajach. Author= Loe Taemin dapat dari mana tuh teori??? Taemin= dari kambing….ALL=ah????*

“Kan tadi Onew hyung bilang Key itu mual kemudian pusing. Kan itu tanda orang hamil…”Jelas Jonghyun yang otaknya lagi rusak.

“Emang hyung… Tapi itu ngak mungkin banget…”kata Minho mencoba meluruskan otak si Blink-blink.

“Keluarlah setan dari tubuh Jonghyun hyung…. Keluarlah…”kata Taemin sambil memejamkan mata.

“Taemin… gue ngak kesurupan….”kata Jonghyun mencoba menghentikan tindak bodoh Taemin.

“Iye ngak kesurupan, tapi keracunan obat…. Jadi nich otak ngak bekerja…”ejek Onew.

“Enak ajach…. Tapi bukan itu ajach ada factor lain lagi…”lanjut Jonghyun.

“Apa lagi hyung???”Tanya Minho.

“Kan si Key ama Onew satu kamar… Bisa terjadi sesuatu yang tak terprediksikan di dalam kamar tuh…”kata Jonghyun menerangkan.

“tak terprediksikan???”Tanya Taemin heran.

“terjadi sesuatu???”Tanya Minho heran.

Sedangkan Onew udah mau meledak….

“Jonghyun gila…. Gue normal kale…..”kata Onew udah mau bunuh Jonghyun.

“Tunggu dulu, maksud hyung melakukan Sesuatu yang dilakukan suami istri???”Tanya Minho mencoba menebak.

“Iye…”jawab Jonghyun santai.

“yang dilakukan suami istri apaan???”Tanya Taemin masih ngak connect.

“udah Taemin loe masih di bawah umur jadi ndak usah di mengerti… Onew hyung ayo serbu…”kata Minho.

“SERBU!!!!”teriak Onew *Author=woy kok jadi perang dunia ke 3 sich… OM= bantu dong… nich orang pikirannya udah stress… Author= baiklah… Serbu… Jonghyun= kokmalah dibantu… di damaikan kek…*

Key pun keluar dari kamar karena mendengar keributan yang terjadi di ruang tengah.

“Woy berhenti…. Ngapain kalian bertengkar???”Tanya Key heran sambil menghentikan perang.

“Nich umma si Jonghyun masak bilang kalau kamu hamil…”kata Taemin polos.

“What??!!!”teriak Key ngak percaya.

“Iya hyung… gara-gara hyung mual ma pusing…”lanjut Minho.

“Emang itukan tandanya orang hamil….”kata Jonghyun mencoba membela dirinya.

“Tapi kan Key itu cowok bego…. Mana ada cowok hamil…”kata Onew.

“Gue mual gara-gara alergi selai kacang kale bukan karena hamil….”jelas Key.

“OOO…”kata Jonghyun, Taemin, Onew, Minho plus si Author.

“Kemari karena lapar sekali, gue makan rotinya Taemin yang di kulkas. Karena lapar banget jadi ngak check itu selai apaan… gitu….. Makanya tuh otak Jonghyun dibersihkan dikit….”kata Key.

“Masih mau loe bicara sembarang…”ancam Onew.

“Maaf…. Gue kan ngak tau…”kata Jonghyun menyesal.

“Kalau begitu sekarang kita makan yuk… lapar nih..”kata Taemin.

“Tapi aku ngak masak….”kata Key.

“Gimana kita makan di rumahnya Author ajach???”usul Minho.

“Okey… Let’s go…”teriak semua langsung pergi.

*Author= wah apaan ini…. Ngak di undang juga… Minho= kan ndak apa-apa…. Jonghyun= sekali ajach. Onew= bolehkan… Author= ogah …. Pulang semua… Taemin=Author baek (nada menggoda) Key= ayolah…. Author=tidak….!!!

Rumah Author pun diserbu…. Nasib… nasib….*

THE END…

ONLY ONE SHOT…. PLEASE COMMENT IT….

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

The Oishii Café Show – Part 1

Tittle : The Oishii Café Show

Author : karenagatha

Rating : T (Teen)

Genre : Humor, Friendship, Life

Main Cast : Onew (SHINee),  Jonghyun (SHINee), Key (SHINee), Minho (SHINee), Taemin (SHINee)

Support Cast / Other Cast : Park Seong Jin as Egawa Hirochinomoto / Mr. Smile (The owner of the Oishii Café), Choi Min Hwan (F.T. Island) as Jejung Hirochinomoto (Egawa’s Son), Asaka Yuki, Asai Kanon, Super Junior’s members, and other.

Disclaimer : I don’t own Korean Artist, they belong to their artist management. Everything that happens in this story is just fanfiction. If there is equality of names and events, is just a coincidence. (Aku tidak memiliki Artis Korea, mereka milik manajemen artis mereka. Segala sesuatu yang terjadi dalam cerita ini hanya Fanfiction. Jika ada kesamaan nama dan peristiwa, hanyalah kebetulan.)

The Oishii Café Show

Part 1

Bagi semua orang kalau dilihat hanya sepintas saja, mencari pekerjaan itu sangatlah gampang. Akan tetapi, jika kita melihat melalui prosesnya, mencari pekerjaan itu sangatlah susah. Meskipun kita orang terkenal atau bukan, juga tetap sajalah susah. Sebab, mencari pekerjaan itu harus sesuai dengan keinginan kita, dan butuh perjuangan yang luar biasa. Dan hal ini, dirasakan oleh kelima lelaki asal Korea Selatan yang tinggal di Jepang, yang semulanya mereka belum saling mengenal. Dan akhirnya, saling mengenal di suatu tempat.

— Onew P.O.V –

Seperti biasa, aku menyiar radio di Fun Radio di Tokyo, Jepang. Tetapi kali ini, aku melihat kru-kru dari Fun Radio tampak sedih. Seusai penyiaran radio kelar, aku lalu bertanya kepada salah satu kru, dan ia berkata, “Onew, hari ini adalah hari terakhirnya penyiaran Radio. Jadi, jika ada kesalahan kami, mohon dimaafkan.”

“Apa? Hari terakhir? Kalian pasti bohongi aku, kan?” tanyaku yang tak percaya.

Mereka semua hanya menunduk saja, dan muncullah seorang direktur utama dari redaksi radio menjelaskan, “Kami tidak membohongimu. Saya sebagai direktur utama di radio ini, sungguh meminta maaf kepada kalian semua. Dan terima kasih atas kerja kerasnya serta dukungannya, sehingga membuat penyiaran radio ini berjalan dengan lancar.”

“Kalau aku boleh tahu, mengapa hari ini adalah hario terakhir penyiaran radio?” tanyaku dengan bingung.

Dirut (Direktur Utama) menghela nafasnya, dan menjawab, “Fun Radio ini bangkrut, sebab, saya terpaksa mengutang pada rentenir sebesar 100 juta Yen, hanya untuk biaya penyiaran radio ini. Karena, keluarga saya sedang dilanda masalah. Jadi, saya terpaksa meminjam biaya pada rentenir. Dan sekarang, saya hanya bisa meminta maaf sebesar-besarnya kepada kalian semua. Saya harap, kalian dapat mengerti, apa yang saya rasakan. Terima kasih, dan silakan mengambil gaji terakhir.”

Bagaimana bisa, dirut Fun Radio bangkrut? Apa yang terjadi padanya?” pikirku dengan perasaan kacau.

Pada akhirnya, kami semua para pekerja mengambil gaji terakhir, dan membawa perasaan pedih di hati. “Semoga, dirut Fun Radio kami, mendapatkan keuntungan kembali,” kata-kata itulah yang sekarang ada di benakku. Kurasa di malam ini adalah hari yang terburuk dari sebelum-sebelumnya bagiku. Keesokan paginya, aku terbangun oleh panggilan dari handphoneku. “Siapa sih nih? Pagi-pagi begini, ada yang menelepon?” pikirku agak kesal.

Kemudian aku langsung mengambil telepon, dan tertera tulisan nama temanku, Jejung. Kuangkat, dan terdengar suaranya yang tampak bingung, “Moshi-moshi (Halo), Onew-san, kudengar tempat kerja kamu itu bangkrut?” tanyanya. “Iya, Fun Radio bangkrut, dan sekarang ini aku mengganggur. Terus, mengapa?” jawabku agak kesal.

“ Turut berduka ya, bagaimana kalau aku ke sana? Di rumahku lagi sepi nih,” ajaknya.

“Ok, ok. Tapi, jangan jam segini ya. Agak siang-an aja, masih ngantuk nih. Ohayou (Pagi),” ujarku yang langsung menutup telepon. Memang sih, perkataanku agak kasar sedikit, tetapi dia sudah membuatku kesal. Setelah menutup telepon, aku langsung tidur lagi sambil menutupi diriku dengan selimut keranjang.

Tak terasa hari sudah siang, aku langsung membangunkan diri. Ketika terbangun, ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku. Aku langsung menuju ke ruang tamu, dan di jendela, aku melihat orang yang mengetuk pintu itu adalah Jejung. Aku membuka pintu dan Jejung berdiri tersenyum sambil membawakan barang seperti makanan.

“Halo,” ucapnya sekilat. “Halo, hmm, apa yang kau bawakan?” tanyaku.

“Oh, ini makanan untuk kamu. Kan kamu belum sarapan, kan?”

Aku hanya menggangguk saja, dan mempersilahkan dia masuk. Aku langsung menuju ke dapur untuk mengambil ocha (teh). “Terima kasih, hmm, bagaimana kalau setelah kamu selesai makan, kita pergi jalan-jalan sebentar,” ajaknya sambil tersenyum.

“Hmm, ide yang bagus. Tapi sayang sekali, aku tak bisa..,” kataku yang belum selesai kelar, “Mengapa? Kamu kan tidak bisa begini terus. Kamu harus cari hiburan,” selanya.

“Bukan itu masalahnya, tetapi aku benar-benar tak bisa. Sebab, aku mau mencari pekerjaan lagi. Jadi, sekarang kamu lebih baik pergi saja dari sini ya. Dan tolong jangan ganggu aku, ok? Satu hal lagi, terima kasih sudah membelikanku makanan. Sampai jumpa,” balasku dan menyingkir Jejung dari rumahku.

Aku lalu makan makanan yang diberikan Jejung, tiba-tiba terdengar suara ringtone yang menunjukkan bahwa ada pesan masuk di handphoneku. Kutinggalkan makananku sebentar, dan kuraih handphoneku. Pesan itu dituliskan oleh Jejung, dan isinya membuatku terkejut.

Onew-san, maaf jika aku bersikap yang membuatku kesal. Aku tahu, aku bukan teman terbaik dari teman-temanmu itu. Akan tetapi, aku sadar apa yang aku lakukan. Dulu, kamu tidak bersikap dingin dan cuek terhadapku. Tetapi, mengapa engkau sekarang berubah 180 derajat? Aku tak habis pikir, mengapa kamu seperti itu. Aku tahu perasaanmu sekarang lagi kacau, tetapi aku melihat dirimu ini sangat butuh hiburan. Oleh sebab itu, aku mengajakmu untuk jalan-jalan. Bukan untuk kesombonganku yang mempunyai uang banyak. Jadi harap mengerti perasaanku, ya. Dan juga maaf, kalau aku menulis pesannya panjang. Sebab, aku ingin sekali menyatakan perasaanku saat ini kepada kamu, sahabatku. Semoga kamu diberi keberuntungan. –Jejung

Melihat isi pesan dari Jejung, membuat hatiku langsung tergerak. Beberapa saat kemudian setelah selesai aku makan, aku bergegas mencari pekerjaan yang cocok buatku. Tapi sampai malam, aku belum juga ketemu pekerjaan. Akhirnya aku memutuskan untuk menghentikan mencari pekerjaan dahulu, dan melanjutkannya besok.

***

“Moshi-moshi, Onew-san. Kamu kan sedang membutuhkan pekerjaan baru. Bagaimana kalau bekerja di kafeku?” tanya Jejung lewat handphone.

“Moshi-moshi. Hmm? Kamu sekarang punya kafe? Bukannya dulu kamu gak punya?” tanyaku balik dengan terkejut.

“Hmm, sebenarnya bukan kafeku. Tetapi, kafe ayahku. Ya, kan. Kafe ini baru mau dibuat, dan juga ayahku lagi mencari pegawai kafe. Jadi, bagaimana kalau kamu ikut?” ajaknya kepadaku.

Aku mulai berpikir, antara iya dan tidak. Beberapa menit kemudian, Jejung terus memanggilku dengan suara kebingungan. Akhirnya aku menjawabnya dengan lurus hati, “Baiklah, aku akan mencoba terlebih dahulu.”

“Nah, begitu dong. Jadi, nanti kamu datang ke rumahku saja, ok?”

“Baiklah, aku akan datang besok.”

— Jonghyun P.O.V –

Musik adalah hidupku. Kata-kata itulah adalah ambisiku untuk menjadi seorang musisi yang terkenal. Akan tetapi, aku bingung dengan keluargaku. Mengapa mereka mengirimku untuk kuliah di Jepang dan bukan di Korea. Aku pernah menanyakan pertanyaan itu pada ayahku, dan jawabannya cukup membuatku kaget. “Karena, ayah tak ingin kamu bergaul dengan teman-temanmu itu yang tak tahu asal usulnya,” itulah jawabannya.

Memang sih, aku sangat kesal karena aku dikirim ke Tokyo, Jepang. Akan tetapi, akhirnya sah-sah saja. Sebab, Tokyo adalah kota dunia musik. Aku sudah tiga tahun disini, jadi sudah lumayan bahasa Jepangku. Tapi akhir-akhir ini, pengeluaran biayaku makin lama makin banyak. Sehingga membuatku khawatir akan keluargaku yang mengirimku uang. Akhirnya aku memutuskan untuk bekerja sambilan. Akan tetapi, ternyata mencari pekerjaan itu sangat susah. Harus mencari waktu untuk mencari pekerjaan yang cocok.

Suatu hari, temanku yang kuliah nya juga bersama denganku, mengatakan kepadaku, “Jonghyun-san, kamu pernah cerita sama aku, kalau kamu sedang butuh kerja sambilan. Dan ketika aku sedang jalan-jalan, aku melihat ada poster lowongan kerja di suatu kafe tertempel di tiang listrik. Bagaimana kalau kamu bekerja di situ?”.

“Hmm, ide yang bagus. Tapi, itu ada nama alamatnya kan? Nama alamatnya dimana?” balasku.

“Hmm, nah itu dia..,” dia belum sempat mengatakan dengan kelar, aku sudah langsung menyelanya, “Nah itu dia apaan?” selaku.

“Nah itu dia, masalahnya, aku tak tahu. Sebab, aku tak mencatat nama alamat kafe itu,” katanya yang cengar-cengir.

“Yah, masa gak tahu sih. Ngomong-ngomong, kok pakai cengar-cengir juga. Hmm, kalau gitu, ayo bantuin aku untuk ke kafe itu.”

“Haha, oh ok. Seusai kuliah, ya.”

“Iya, ya, ya.”

***

“Ayo, di mana?” tanyaku kepada temanku di dalam mobilnya.

“Iya, sabar. Ini juga lagi mencari tiang listriknya,” jawabnya.

“Lho? Kok, malah yang dicari tiang listrik sih. Carinya itu poster lowongan kerja.”

“Hmm, kan poster lowongan kerja itu tertempel di tiang listrik. Bagaimana sih kamu ini?”

“Oh iya, maaf. Hahaha, lupa aku,” ujarku dengan tertawa.

Saat kami sedang mencari tiang listrik yang tertempel poster lowongan kerja, tiba-tiba temanku menghentikan mobilnya sambil berkata, “Nah itu dia! Ketemu!”.

“Mana, mana?” tanyaku sambil mencari.

“Itu, ayo kita keluar,” jawabnya sambil menunjuk tiang listrik.

Kami langsung keluar, dan melihat isi poster lowongan kerja di kafe.

[LOWONGAN KERJA]

Dicari karyawan di The Oishii Café yang baru mau dibuka.

Pekerjaan yang sedang dicari :

– Kepala Pelayan

– Pelayan

– Koki

Bagi yang berminat melamar pekerjaan di sini, harap hubungi 3 696 31401 atau datang ke alamat Shinjuku-ku 4 Akatsuki 5-11”.

Seusai membaca isi poster itu, aku langsung mengambil teleponku, dan menelepon pada nomor yang tertera did dalam poster tersebut.

“Moshi-moshi, ada yang bisa saya bantu?” kata penerima telepon.

“Bisa, hmm. Saya mau melamar pekerjaan. Bisakah saya bertemu dengan anda?” tanyaku.

“Bisa. Kamu hanya tinggal pergi ke Shinjuku-ku 4 Akatsuki 5-11, dan saya akan bertemu anda disana.”

“Oh, ok. Terima kasih.”

“Sama-sama, terima kasih.”

— Key P.O.V –

Cita-citaku adalah sebagai seorang koki ternama dan terkenal. Tapi tak tahu mengapa, orang tuaku tak menyetujui impianku itu. “Memangnya ada yang  salah sebagai koki?” tanyaku kepada ibuku.

Dan jawabannya cukup mengecewakan, “Salah! Koki itu pekerjaan khusus untuk perempuan. Ibu tak mau kamu seperti banci! Jadi, harap mengerti ibu!” teriaknya padaku.

“Ibu salah pengertian! Koki itu bukan hanya untuk perempuan saja, akan tetapi juga bisa untuk laki-laki. Tolong, ibu jangan meremahkan suatu pekerjaan,” bantahku.

Dan terjadi peraduan mulut antara aku dan ibuku tentang pekerjaan. Aku tetap bersikeras untuk mengatakan bahwa koki bisa untuk laki-laki. Karena mendengar keributan, ayahku datang dan bertanya apa yang terjadi. Aku langsung memberitahukan bahwa ibuku meremehkan pekerjaan.

Akan tetapi, ibu membantahnya dan mengatakan dia tidak meremehkan, akan tetapi menceramahkan aku, bahwa koki adalah pekerjaan untuk perempuan bukan laki-laki. Akhirnya kami saling berantem lagi. Ayahku merelaikan kami, dan dia telah membuatku kaget. Dia lebih membela ibuku daripadaku. Tanpa berpikir panjang aku langsung pergi dari rumahku. Juga tak lupa membawa anjing kesayanganku, Coco. Ayahku terus memanggil namaku dan meminta untuk kembali. Tapi aku tak peduli apa yang mereka katakan sekarang.

Kemudian aku bergegas berlari menjauhi mereka, dan pergi ke taman untuk menenangkan hati dan pikiran bersama Coco. Sesampai di taman, orang-orang tampaknya menjauhiku dan sambil melirik anjingku. Mungkin mereka ketakutan pada anjingku yang besar dan cukup menyeramkan. Aku hanya tertawa saja, melihat tingkah laku mereka yang lucu.

“Coco, banyak orang takut padamu,” kataku pada Coco.

“Tapi, meskipun mereka takut padamu. Kau tetap menyayangimu,” kataku dengan senyum.

Ketika sedang bermain-main dengan Coco, tiba-tiba ada yang meneleponku. Kulirik ke handphoneku, ternyata yang meneleponku, Akano, lelaki yang pendiam tetapi aslinya jail selangit.

“Moshi-moshi, Key-san. Maaf kalau ganggu, bisa bantuin aku gak?” ujarnya.

“Moshi-moshi. Ya, bisa. Ada apa sih?” balasku dengan sedikit bingung.

“Ini kan sudah jam 9 pagi, tapi aku belum sarapan. Bisa minta tolong masakin makanan? Bahan-bahannya sudah tersiap di dapur nih. Ibuku lagi pergi arisan dan tidak meninggalkan uang,” jelasnya.

“Oh, begitu. Ok, ok. Tapi, ada syaratnya.”

“Apa itu?”

“Aku bawa anjing kesayanganku ya, si Coco. Boleh kan? Kalau gak mau, ya sudah, gak usah.”

“Hmm, ok deh,” ucapnya dengan suara terbatah-batah.

***

“Sepi banget disini, selain ibumu pergi arisan, pada ke mana lagi yang lainnya?” tanyaku terkejut.

“Hmm, ayahku pergi kerja, kalau adikku pergi sekolah. Jadi hanya aku aja yang di rumah,” jawab Akano yang cemberut.

“Oh, jadi kamu sendiri di rumah? Kasihan, benar. Oh ya, gyōza (pangsit) nya dimana?” tanyaku lagi yang sedang memasak. Di Jepang, pangsit disebut Gyōza, sementara di Korea, pangsit disebut mandu.

“Iya. Ini gyozanya,” ucap Akano sambil menyerahkan gyōzanya dari kulkas.

Beberapa saat kemudian, akhirnya masakanku telah selesai. Akano hendak mencicipi masakanku tetapi aku memarahinya sebab, aku merasa Steam Gyōza, Agedashi Tofu, dan Gyōza Goreng kurang enak kalau tanpa ocha. Kunasihati dia, dan dia hanya diam diri aja. Setelah itu memintanya untuk mengambil ocha dan menaruhkannya ke meja.

Seusai ocha ditaruhkan di meja makan, akhirnya kami makan bersama. Beberapa saat kemudian, aku berpamitan dengan Akano, bahwa ingin membawa Coco pergi jalan-jalan. Sebelum meninggalkan rumahnya, aku meminta Coco untuk mendekati Akano. Dan dia tampak ketakutan, aku hanya tertawa saja.

***

Di pagi hari yang sudah cukup ramai orang-orang, aku membawa Coco untuk berkeliling. Sudah lama aku tak membawanya berkeliling di distrik Minato, Tokyo. Meskipun ini banyak-banyak perusahaan dan perusahaan asing, tetapi aku cinta dengan kota yang indah ini. Sesaat sedang berjalan-jalan, tiba-tiba ada orang tak sengaja menabrakku dari belakang.

Aku langsung memarahinya untuk berhati-hati, dan dia hanya minta maaf saja. Juga barang-barangnya terjatuh sesaat dia menabrakku. Tanpa sengaja, aku melihat sebuah poster yang aku duga, itu barangnya yang jatuh. Kuambilkan poster itu, dan melihat ada lowongan kerja di The Oishii Café. Juga dari poster ini, tentu saja telah membuatku senang, sebab di The Oishii Café dibutuhkan seorang koki.

“Tolong kembalikan posternya, kak,” kata orang itu.

“Ah, berapa sih ini posternya? Mau kubeli,” ujarku sambil memandang poster.

“Hmm..,” ucapnya sambil berpikir.

“Ah, ini udah kelamaan kamu,” kataku sambil menyerahkan uang 1 Yen.

Setelah menyerahkan, aku langsung bergegas berlari sambil tertawa. Lumayan agak jauh, aku mendengar dia berteriak, “Hey, kembali! Masa Cuma 1 Yen. 1 Yen mah gak bisa beli apa-apa, kembalikan posternya, kak!!”.

Sesudah lumayan jauh darinya, aku menghentikan larianku dengan nafas yang terengah-engah. Aku melihat poster itu lagi, dan melihat ada alamat tertera di poster tersebut.

Shinjuku-ku 4 Akatsuki 5-11?!” ucapku dalam hati dengan terkejut.

Gila! Sekarang ini, aku ada di distrik Minato-ku. Masa harus pergi ke distrik Shinjuku-ku,” pikirku lagi dengan bingung.

Tapi, tak apalah. Yang penting aku dapat pekerjaan,” pikirku lagi dengan tenang.

Lalu kucari mobil taksi, dan munculah taksi di hadapanku. Pintu belakang terbuka dengan sendirinya dan mendapatkan sapaan hangat dari supir taksi.

“Pak, saya mau ke distrik Shinjuku-ku, bisakah?” tanyaku.

“Oh, bisa, dik. Silakan,” jawabnya sambil memasang argometer dari nol, memasang sabuk pengaman, dan menjalankan taksinya.

— Minho P.O.V –

“Minho-san, coba bergaya seperti Michael Jackson,” kata seorang fotografer kepadaku.

“Baiklah, pak,” jawabku sambil bergaya seperti Michael Jackson.

Seusai pemotretan, aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Choi Min Ho. Aku adalah seorang model asal Korea Selatan. Aku datang ke Tokyo, untuk pemotretan majalah Jepang dan aku sudah mendapat izin dari badan pengurus warga negara asing untuk bekerja di Jepang. Memang sih, aku cukup terkenal di seluruh dunia, tapi tak tahu mengapa, ada sesuatu yang kurang pada diriku.

Sedari kecil, aku ingin sekali menjadi seorang pelayan kafe atau restoran. Memang banyak orang terkejut mendengar cita-citaku itu. Akan tetapi, aku ingin menjadi seorang pelayan, karena ingin membantu orang dalam pelayanan.

“Minho-san, kamu orangnya aneh ya. Masa kamu cita-citanya menjadi seorang pelayan. Yang benar aja,” kata sahabatku, Shinjiro Ryuji kepadaku.

“Ah, tidak. Aku hanya ingin melayani masyarakat saja. Masa tak boleh, kalau aku menjadi pelayan?” tanyaku.

“Hmm, boleh sih. Tapi, mengapa cita-citamu seperti itu?”

“Kan aku sudah bilang, kalau aku hanya ingin melayani masyarakat saja.”

“Terserah apa kata-katamu. Tapi yang jelas, cita-citamu itu sungguh aneh.”

Itulah kata-kata salah satu sahabatku, Shinjiro Ryuji, yang tak menyetujui cita-citaku untuk menjadi pelayan.

Akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan sampingan selain menjadi model. Ternyata mencari pekerjaan itu sangat sulit sekali, ada yang tak bisa menerimaku karena aku seorang model. Dan ada yang tak bisa menerimaku, karena sudah tutup lowongan kerjanya. Juga ada sebagian kafe atau restoran yang aku tolak, karena mereka bilang bahwa aku diminta untuk langsung kerja. Bagiku, orang-orang yang seperti itu, memanfaatkan diriku hanya untuk numpang pamor alias numpang terkenal.

Satu jam kemudian setelah mencari pekerjaan dengan susah payah, aku pergi ke sebuah kafe. Dan tak menyangka, bahwa sahabatku si Ryuji juga berada disitu sedang duduk santai minum kopi. Lalu aku mendekatinya dan menyapanya.

“Wah, halo, Ryuji-san. Kebetulan mau ke kafe ini, dan kamu ada disini. Tadi mau santai sebentar di kafe ini,” kataku kepadanya.

“Wah, halo, Minho-san. Kebetulan juga kita bertemu disini. Haha, bagaimana kabarmu?”

“Hmm, baik, kamu?”

“Baik juga. Oh ya, baru tadi mau telepon. Tahu-tahunya, udah ada disini. Hahaha.”

“Haha, hmm? Emanknya ada apa, Ryuji-san?”

Ryuji lalu memintaku untuk duduk, dan dia menyerahkan sebuah poster. “Apa ini?” tanyaku dengan bingung. “Lihat aja,” jawabnya dengan santai.

Aku melihat poster itu, ternyata poster lowongan kerja di The Oishii Café.

Nama kafenya lucu juga,” pikirku.

Setelah selesai melihat isi poster itu, aku berkata, “Ah, pasti juga mencari pamor juga atau gak, dia gak mau nerima aku.”

“Hmm, jangan berpikir negatif dahulu. Coba saja dulu untuk melamar kerja disana, bagaimana?”

“Hmm, ok deh.”

Keesokan harinya, aku berminat untuk mencoba melamar kerja di The Oishii Café. Tapi tak tahu mengapa, aku selalu memikirkan bahwa pasti tak akan diterima atau pasti numpang pamor atau numpang terkenal aja. Mungkin ini perasaan kekhawatiran.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melamar kerja di The Oishii Café dengan mobilku, dan sambil membawa semangat, meskipun sempat tadi seperti dihantui rasa kekhawatiran.

— Taemin P.O.V –

Mungkin bagi banyak orang, foto itu adalah karya seni yang biasa saja. Tetapi bagiku, itu karya seni yang tidak biasa. Akan tetapi, karya seni yang luar biasa. Banyak yang bilang kalau membuat foto itu sangat gampang, tapi bagiku tidak. Karena, untuk menghasilkan karya seni foto, dibutuhkan sisi yang bagus dan mempunyai makna dalam foto tersebut. Itulah motto hidupku sekarang ini, dan aku sudah berambisi untuk menjadi seorang fotografer.

Menjadi fotografer, tidaklah mudah, harus butuh kerja keras untuk menghasilkan yang terbaik. Itulah kata salah satu temanku, yang telah menjadi senior fotografer. Aku sungguh terobsesi terhadapnya, sehingga banyak yang bilang bahwa aku ini obseser alias tukang obsesi terhadap sesuatu. Tentu hal itu membuatku tertawa. Dan kali ini, temanku yang senior fotografer itu, memintaku untuk melakukan pemotretan di distrik Shinjuku-ku, Tokyo.

“Taemin, saya ingin kamu memfoto distrik Shinjuku-ku. Kan saya sudah memperlihatkan fotografi para fotografer terkenal. Sekarang saya ingin melihat fotografimu. Cukup hanya 20 foto saja, yang kamu foto di Shinjuku-ku. Dan saya akan kasih waktu kamu hanya 2 Minggu. Selamat berjuang,” itulah kata-kata temanku, Kenji.

Dari perjalanan dari Shibuya-ku menuju Shinjuku-ku, kulalui dengan naik kereta api. Sesampai di Shinjuku-ku, aku langsung tersanjung melihat distrik ini, begitu banyak perusahaan-perusahaan berada di distrik ini.

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengeluarkan kameraku, dan memotret dengan sisi yang tepat. Dalam hitungan 30 menit, aku sudah mendapat 5 foto yang sisinya cukup bagus. Kemudian setelah memotret, aku langsung berkeliling Shinjuku-ku sambil memotret yang objeknya bagus.

Tak tahu kenapa ini dapat ide darimana, aku terpikir ingin mencoba melamar kerja. Mungkin karena, Shinjuku-ku adalah kota yang perusahaannya banyak, membuatku ingin bekerja. Aku mulai berpikir, ternyata ideku unik juga. Lalu kuputuskan untuk bekerja di Shinjuku-ku hanya sementara waktu saja.

Dan terpaksa aku balik lagi ke rumahku untuk memfoto kopykan surat-surat pentingku, dan membawa KTP serta surat lamaran kerja. Keesokan harinya, aku pergi ke Shinjuku-ku lagi dengan naik kereta api sambil membawa perlengkapan barang-barang yang kutaruh di tas. Sudah berjam-jam bolak balik melamar pekerjaan di Shinjuku-ku, tak berhasil kudapatkan sebuah pekerjaan. Memang sih, mencari pekerjaan itu sangatlah susah. Akan tetapi, aku takkan menyerah, pasti suatu saat aku akan dapat pekerjaan.

Di suatu toko, aku akan melamar kerja. Akan tetapi, mereka lagi tidak ada lowongan kerja. Tak sengaja, aku bertanya, “Maaf, kalau saya boleh tahu. Kira-kira di Shinjuku-ku, ada lowongan kerja gak?”.

Tampaknya dia sedang menelusuriku, “Hmm, kamu tampaknya bukan orang Jepang, ya?” tanyanya dengan curiga.

“Haha, iya. Aku ini warga negara Korea Selatan,” jawabku tertawa kecil.

“Oh, sudah melapor ke badan yang menangani warga negara asing untuk bekerja di Jepang?”

“Sudah. Aku sudah melapornya, dan sudah diberi izin. Memangnya ada apa, ya?”

“Oh, baguslah kalau begitu.”

“Jadi, apakah di Shinjuku-ku ini, ada tempat yang sedang melakukan lowongan kerja?” tanyaku sekali lagi.

“Hmm..,” ucapnya sebentar sambil berpikir, “Oh, ya. Ada!” jawabnya yang cukup mengejutkanku.“Wah, kalau aku boleh tahu? Dimanakah tempatnya?” tanyaku lagi.

“Hmm, tempat itu kafe yang baru mau buka. Nama kafenya itu The Oishii Café, nama yang lucu bukan?” tanyanya yang membuatku tertawa kecil.

Kemudian dia melirik ke samping, dan tampaknya sedang melihat tiang listrik. “Sini, saya mau kasih unjuk ke kamu,” ucapnya.

Aku pun mengikutinya, dan dia menunjukkan sebuah poster lowongan kerja di kafe, yang ternyata kafe itu The Oishii Café. Aku langsung membaca isi poster itu. The Oishii Café sedang membutuhkan seorang kepala pelayan, koki, dan pelayan kafe. Juga tertera alamat kafe tersebut, aku langsung mencatat di kertas.

Kemudian berterima kasih kepada pemilik toko yang memberitahuku tadi. Aku langsung memanggil taksi, dan supirnya membukakan pintu. Dan aku menunjukkan kertas yang berisi alamat.Sesampai di alamat yang tertera di poster tadi, aku langsung membayar uang taksi sesuai argometer, dan seketika itu, aku terkejut melihat ada 4 seorang laki-laki berada di luar kafe.

To Be Continued..

P.S : Mohon maaf, apabila ada kata-kata salah, atau kurang berkenan bagi para pembaca. Semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca. Sekali lagi mohon maaf.

P.S: KYAAAA ~ maaf yah Karen bikin kamu nunggu lama ^.^ …. SELAMAT YAH !!! INI FF PERTAMA KAMU, PART SATU OUT TANGGAL SATU DAN FF PERTAMA YANG OUT HARI INI ^O^

-Lana-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF