Fujoshi (SHINing) – Part 2

Mianhae kalo lanjutannya kelamaan…
Modemnya author gak ada pulsa mulu..
Kekeke~

Title : Fujoshi (SHINing)
Author : Cindy SHINee
Cast: Sung HyoKyo, Sung Sang Hoon, Shin HyunRi, Kim Yeowang, Kim Soonja, Lee Sooyeon, SHINee
Length : Series

@SHINee Apartement

“Semuanya… Tadi manajer menelpon, katanya sebentar lagi mereka akan datang” Kata Onew yang baru saja keluar dari kamar tidur.

“Omo! Hyung! Kau mengagetkan ku saja!” Kata Jonghyun yang terloncat kaget.

“Ayo, semuanya mandi. Kita akan menyambut mereka” Kata Key sambil mendorong Taemin ke kamar mandi.

Setelah berhasil mendorong Taemin untuk mandi. Key pergi memasak, untuk menyambut kedatangan Fujoshi Family. Minho yang daritadi hanya duduk saja kembali tidur.

“Hyung! Aku sudah siap! Cepat mandi!” Teriak Taemin yang baru saja keluar dari kamar mandi..

“Taemin, kamu bicara dengan siapa?” Tanya Onew.

“Dengan Hyung” Jawab Taemin polos.

“Kami semua hyungmu!” Teriak OnHyun, kecuali Minho yang sedang tidur, dan Key yang sedang memasak.

“Hehehe” Taemin hanya nyenyir saja, sementara Jonghyun segera masuk ke kamar mandi.

“Ya! Jonghyun!!! Aku ingin mandi!” Teriak Onew sambil mengejar Jonghyun yang akan masuk ke kamar mandi.

“Siapa cepat dia dapat… Hehehe…” Kata Jonghyun sebelum masuk ke kamar mandi.

“Ya!!! Jonghyun!!!!” Teriak Onew yang sedang kesal karena Jonghyun

“Masakan sudah siap. Sekarang kita hanya tinggal menunggu kedatangan mereka.” Kata Key dengan senang.

“Siapa yang belum mandi?” tiba-tiba wajah Key berubah menjadi serius.

Hanya Onew saja yang mengangkat tangan. Sedangkan Minho hanya tidur. Taemin yg sudah selesai mandi sedang menonton Tv. Dan Jonghyun sedang mandi.

“Ya! Minho! Cepat bangun!” Teriak Key tepat di telinga Minho.

“Omo! Hyung! Jangan berteriak di telingaku, aku bisa tuli nanti!” Kata Minho yang sudah bangun karena teriakan Key.

“Biarin! Yang penting kalian cepat mandi dan siap-siap menyambut kedatangan mereka!” Teriak Key sehingga semuanya terkejut.

Taemin yang sedang menonton TV langsung masuk ke kamar karena ketakutan. Sedangkan Onew dan Minho sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

“Iya hyung! Aku segera keluar!” Teriak Jonghyun dari dalam kamar mandi.

“Ppali!!!” Teriak Onew dan Minho kompak.

Jonghyun segera keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhnya, terlihat tubuhnya yang sexy masih dipenuhi air, dan rambutnya juga masih dipenuhi air. *Author mimisan*
Onew langsung masuk ke kamar mandi.

“Hyung! Aku juda mau mandi!” Teriak Minho.

“Tidak mungkin kita mandi berdua!”

“Sudahlah kalian berdua! Cepat mandi!!” Teriak Key sambil berjalan menuju kamar mandi.

“Hyung! Buka pintunya! Key Hyung sedang berjalan ke sini” Teriak Minho sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

Onew yang sedang mandi sambil menyanyi langsung membuka pintunya karena takut di hajar Key (?).

Ting Tong~ *bel rumah berbunyi*

“Mereka pasti sudah datang” Kata Key dengan bersemangat sambil berjalan menuju pintu apartemen.

“Anyeong” Sapa Key sambil membuka pintu.

“Anyeong” Sapa Fujoshi Famz dengan kompak.

“Naneun YongJin imnida” Sapa HyunRi dengan memasang senyumnya, karena dihadapannya adalah idolanya.

“Naneun Dong Hoon Imnida” Sapa Soonja.

“Naneun Jae Soong imnida” Sapa Yeowang dengan bersemangat.

“Naneun E-Eun Byung imnida” Sapa Sooyeon dengan ragu.

“Naneun Ki Seok imnida” Sapa HyoKyo dengan bersemangat, dialah yang paling bersemangat diantara mereka berenam.

“Naneun Min Hwa imnida” Sapa Sang Hoon sambil menunduk.

“Anyeong, Naneun Ki Bum imnida, Mannaseo bangapseumnida” Sapa Key dengan bersemangat.

“Apakah kami boleh masuk?” Tanya HyoKyo.

“Tentu saja!”

Mereka bertujuh masuk kedalam.

“Apartemen yang luas” Kata HyunRi sambil melihat-lihat apartemennya.

“Aku akan betah menginap disini” Kata SangHoon sambil merebahkan tubuhnya ke sofa.

“Dimana yang lainnya? Samchon bilang kalau kalian tinggal berlima, kenapa hanya ada Oppa, eh, Hyung saja?” Tanya Soonja, dia salah mengucapkan tadi. HyoKyo yang mendengar Sooyeon sengaja menguap untuk menutupinya.

“Ow. Mereka sedang ada dikamar. Ayo, kuperkenalkan kalian kepada mereka” Kata Key mengajak kami ke kamar mereka.

“Anyeong” Sapa Fujoshi Famz saat sudah sampai di kamar SHINee.

“Omo! Hyung! Aku belum memakai baju! Aku hanya memakai handuk! Kenapa kau menyuruh mereka masuk?!” Teriak Minho sambil menutupi badannya.

Seketika wajah Fujoshi Famz menjadi merah semuanya. Terutama Yeowang, wajahnya lah yang paling memerah.

“Mereka kan Namja, bukan Yeoja. Sudahlah cepat kamu pakai baju!” Kata Jonghyun.

“Eonni, Minho sangat sexy~” Bisik Yeowang kepada Soonja.

“Pabbo! Kau jangan berpikir mesum!” Bisik Soonja sambil mengetuk kepala Yeowang.

“Hehehe… Mian Eonni” Bisik Yeowang sambil menyenyir.

“Ayo kita makan, aku sudah mensiapkan makanan untuk kalian” Kata Key.

“Gomawo” Kata Sooyeon.

“Sudahlah, tidak usah sungkan-sungkan” Kata Key sambil menarik Sooyeon.
Wajah Sooyeon langsung memerah.

“Eonni! Jangan kau rebut Key ku ya!” Batin HyoKyo.

“Sooyeon! Jika kau merebut Key, aku tidak akan mengampunimu” Batin HyunRi.

Sedangkan SangHoon, Soonja, dan Yeowang hanya bias tertawa saja melihat wajah kesalnya HyoKyo dan HyunRi.

“Kenapa kalian tertawa?” Tanya Taemin.

“Tidak ada apa-apa” Jawab SangHoon.

…..

“Woah! Makanannya enak sekali! Ini makanan terenak yang pernah kumakan” Kata HyoKyo setelah makan.

“Gomawo Ki Seok” Kata Key.

HyunRi dan Sooyeon langsung mengerti apa yang sedang dipikirkan HyoKyo, dia pasti mau membuat Key lebih perhatian kepada dia. Sooyeon bingung mau berbuat apa agar bisa membuat Key perhatian kepadanya. Sedangkan Hyunri sudah memikirkan apa yang harus dia lakukan.

“Hyung, apakah kalian suka lari pagi?” Tanya HyunRi yang sudah berdiri disebelah Key.

“Suka, kamu mau ikut aku lari pagi?” Tanya Key balik. Hyunri hanya mengangguk saja.

“Kami juga ikut Hyung!” Kata Taemin dan Sanghoon kompak. Lalu mereka berdua saling melihat, mereka hanya tertawa.

“Baiklah, ayo kita lari pagi” Ajak Onew.

“Kupikir aku bisa hanya berdua saja dengan Key oppa” Batin Hyunri kesal.

The End~
Eh salah
To Be Continued.

Apa yang akan terjadi pada hari berikutnya?
Tunggu saja part selanjutnya….

Please Read+Comment+Like..
Don’t Be Silent Reader!!!


Advertisements

ACCIDENTALLY IN LOVE

Type: One Shot Story

Author : Feby (freesia240290)

Main cast : Key (Shinee) and Park Gyu Ri (KARA)

Other Cast : Onew, Jong Hyun, Min Ho, Tae Min, Han Seung Yeon (KARA), and Ock Taec Yeon (2PM).

Katanya semua orang dilahirkan dengan karakter yang beda-beda, itu bener, termasuk juga Key dan Park Gyu Ri, tapi kayaknya karakter mereka terlalu jauh deh sampe gak pernah bisa ketemu dalam satu kata iya. Atau dengan kalimat yang lebih simpel mereka itu adalah orang yang susah buat diakurin. Mereka udah gak akur sejak kekalahan Key dari Gyu Ri waktu pemilihan Ketua Choir yang baru, well, mungkin Key belum bisa terima dia dikalahin sama seorang cewek yang dinilainya gak lebih kompeten ketimbang dia, tapi Key berusaha legowo dan sedikit demi sedikit menerima itu. Tapinya lagi, ternyata Gyu Ri ngerasa di atas angin atas kemenangannya, dia jadi tambah otoriter dan memaksa anggota choir untuk disiplin banget sama jadwal. Hal ini agak susah dilaksanakan oleh Key karena dia lumayan suka ngaret, makanya Gyu Ri selalu dengan senang hati memberikan omelan gratis sama Key. Dan semua itu tambah buruk sejak insiden “Kopi Tubruk”, (Wait, apa maksudnya si Key lagi minum kopi trus ditubruk Gyu Ri pake bajaj gitu *Emang di Korea ada Bajaj???*). Maksud dari insiden “Kopi Tubruk” adalah sebagai berikut, ceritanya waktu itu Key yang lagi suka banget minum iced cappuccino lagi membeli minuman favoritnya itu di kantin, dan setelah ngebeli tuh minuman pastinya Key kembali ke haribaan teman-teman Shinee-nya di kelas, tapi gara-gara ada yang numpahin air minum di lantai kantin dan Key gak hati-hati, jadinya Key kepleset, dan iced cappuccino yang dia pegang itu gak sengaja ketumpah di baju Gyu Ri. Dan kalian tau gimana reaksi Gyu Ri dan Key, mungkin cuplikan dialog mereka waktu itu bisa ngasih gambaran buat kalian. Hehehe… ^^

“Key, kamu tuh apa-apaan sih…??? Gak bisa liat dulu ya kalo lagi jalan…??? Liat nih gara-gara kamu bajuku jadi kotor…!!!” Pekik Gyu Ri.

“Sorry, aku gak sengaja, lagian kamu gak usah ngomong dengan nada sekenceng itu napa, gak liat apa orang juga lagi susah???” Balas Key sewot, lagian si Gyu Ri juga sih gak kasian apa liat Key kepleset.

“Tapi kan tetep aja kamu yang salah, kalo aku yang nabrak kamu, aku emang gak pantes marah, tapi ini kan aku lagi duduk diem trus kamu numpahin minuman kamu ke aku…!!!”

“Kan tadi aku udah bilang sorry, ribet amat sih…!!!”

“Emang kamu kira maaf aja cukup…???!!! Susah tau ngilangin noda kopi di baju…!!!” Kayaknya pekikan Gyu Ri yang satu ini lumayan heboh deh, sampe seisi kantin jadi hening.

“Trus kamu maunya apa…???!!!”

“Cuciin bajuku…!!!”

“What…???!!! Eh, kamu tuh lebay atau alay sih…??? kamu pikir aku ini pembantu kamu apa, pake acara nyuciin baju kamu segala… Ogah!!!”

“Key, orang yang gak mau confess kesalahannya dan nerima akibat perbuatannya itu jelas bukan orang yang gentle… selama ini kamu selalu bilang kalo kamu tuh cowok gentle kan??? Well, I don’t see that right now…”

“Jadi kamu nuduh aku yang gak gentle??? Bukannya kamu yang lebay???”

“Aku gak mau tau, pokoknya cuciin…!!!” Gyu Ri pun ngelemparin jas sekolahnya yang kena noda kopinya Key tadi ke tangan Key, tanpa sempet Key protes Gyu Ri udah pergi meninggalkan Key dengan beribu bahkan berjuta kekeselan di hatinya. Well, itulah insiden “Kopi Tubruk” yang ngebuat Key jadi ogah banget minum iced cappuccino. Hehehe… ^^

Kejadian waktu siang itu di sekolah emang bikin Key sebel setengah hidup, tapi yang bikin dia tambah bete adalah temen-temennya malah terkesan tertawa di atas penderitaannya. Buktinya, waktu anggota gank Shinee yang lainnya maen ke rumah dia sore harinya, mereka bukan ngebantuin Key tapi malah menertawakan Key lagi nyuci. Mau denger??? Ini dia cuplikannya…

“Key, ngapain disitu…???” Tanya Min Ho sambil berusaha nahan ketawa, abisnya dia geli banget ngeliat Key mau-maunya nyuci, padahal seumur hidup Key paling ogah disuruh nyuci, nyuci piring aja ogah, apalagi nyuci baju.

“Lagi Online…!!!” Jawab Key sewot dan ketus.

“Hah…!!! Key-Hyung bukannya lagi nyuci ya…??? Emang bisa online pake mesin cuci…???” Tanya Tae Min polos, sepupu Onew satu ini emang polos banget.

“Makanya gak usah nanya…!!! Bikin orang tambah bete aja…!!!”

“Jadi emang bener ya, Key kalo si Gyu Ri minta kamu nyuciin bajunya…”

“Iya, lagian kalian kemana sih tadi siang di sekolah…??? coba kalian ada disana buat belain aku, pasti gak bakal ada nih ceritanya aku nyuciin baju si ratu nyebelin itu…!!!” Key menjawab pertanyaan Onew dengan nada yang mulai agak netral, gak dimodulasi kayak tadi.

“Percuma kita ada disana, Key… Ntar kalo kita belain kamu, Gyu Ri ngadu sama Taec Yeon-Hyung lagi, pasti deh tuh Taec Yeon-Hyung belain pacarnya, trus siapa yang berani ngelawan Taec Yeon-Hyung… Kalo gak juga pun, si Gyu Ri itu kan pantang banget dilawan, kamu kayak gak tau seberapa bossy-nya Gyu Ri aja…” Jawaban Jong Hyun tadi ngebuat Key heran.

“Emang Gyu Ri sekarang jadi tukang ngadu juga ya… ??? Kalo bossy sih gak usah ditanya…!!!” Tanya Key.

“Ya, gak tau juga sih, who knows dia emang udah berubah jadi tambah nyebelin…???” Jawab Onew.

“Emang kenapa, Key…???”

“Gak, gak apa-apa, cuma susah aja buat percaya kalopun emang dia jadi tukang ngadu… Rasanya she’s not kinda girl gitu.” Jawab Key atas pertanyaan Min Ho tadi, Shinee sih rada heran juga kok kesannya Key setengah belain Gyu Ri ya, bukannya dia sebel mampus sama tuh cewek.

“Hyung, katanya lagi online, lagi Online facebook atau twitter sih…???” Seketika suasana hening yang tadi tercipta itu jadi berubah rame oleh gelak tawa anak-anak Shinee yang laen, kok bisa-bisanya sih Tae Min nanya gitu, Key yang tadinya sewot, mau gak mau jadi ikutan ketawa juga. Tapi dalam hati dia masih nyimpen satu pertanyaan besar, apa Gyu Ri emang sebegitu nyebelin???

$$$

“Nih, baju kamu…!!!” Ujar Key sambil menaruh kantong plastic berisi jas sekolahnya Gyu Ri di meja, kebetulan Gyu Ri lagi duduk sambil ngeliatin partitur lagu “A Whole New World”.

“Udah dicuci ya…???”

“Ya, iyalah, udah digosok juga…”

“Oh…”

“Gak mau ngomong yang laen…???”

“Ngomong apa…???”

“Apa kek, terimagaji kek, thank you kek, kamsahamnida, mercy, atau arigatou mungkin…”

“Oh, thanks, Key…” Jawab Gyu Ri singkat.

“Well, that’s better…” Key pun pergi meninggalkan Gyu Ri sambil tersenyum tipis, entah kenapa ya kok dia seneng gitu Gyu Ri mau nanggepin dia.

Siangnya pas istirahat anak-anak Shinee langsung melesat ke kantin, mereka emang biasa beredar di sana kalo istirahat. Tapi siang ini kantinnya rame banget, anak-anak Shinee sampe susah banget nemuin tempat duduk buat makan.

“Duh, nih kantin rame amat ya, Tae Min, cariin kursi dong buat kita makan…” Pinta Onew.

“Ha…???!!! Hyung, jangan makan kursi kenapa??? Hyung laper banget ya, sampe kursi aja mau dimakan, kursi itu buat duduk, Hyung…” Seketika Onew langsung menyesali keputusannya untuk meminta Tae Min yang nyari tempat duduk.

“Iya, kursi buat duduk, cepet cari deh… Cari kursi apa aja, kalo perlu kursi legislatif, cepetan…!!!”

“Sekarang, Hyung…???”

“Gak, Natal tahun depan… Ya sekarang, Tae Min…!!!” Tae Min pun langsung nurut dan mencari kursi buat para Hyung-nya, gitu deh nasibnya kalo jadi junior, suka disuruh-suruh sama seniornya.

“Duhh, tuh anak bikin emosi deh… orang udah laper, jadi tambah laper gara-gara ngomelin dia…!!!” Seru Onew.

“Ya itu sih derita kamu, salahnya kenapa nyuruh dia, udah tau tuh anak kadang suka kelewat polos…” Celetuk Key.

“Eh, kayaknya dia udah ketemu kursinya deh, kesana yuk,…” Ajak Min Ho. Mereka pun mengikuti Min Ho.

“Gyu Ri…???” Tanya Key heran, kok bisa-bisanya sih si Tae Min nemu tempat duduk di deket Gyu Ri dan Seung Yeon.

“Iya, tadi Gyu Ri-Noona yang bantu aku nemuin tempat duduk ini, Hyung…” Ujar Tae Min sambil tersenyum seneng.

“Udah deh, kita duduk disini aja, buang segala gengsi dan emosi, toh, cuma disini ada bangku kosong…” Sindir Jong Hyun, dan yang ngerasa tersindir langsung salting (pada tau kan siapa…??? Hehehe…).

“Kita duduk disni aja, udah gak ada tempat lagi…” Key pun segera duduk di sebelah Gyu Ri. Suasana canggung pastinya udah gak terelakkan lagi, ditambah lagi di tengah-tengah makan Seung Yeon pergi ninggalin Gyu Ri sendirian, katanya mau ketemu sama pacarnya gitu deh.

“Noona, gak sama Taec Yeon-Hyung…???” Tanya Tae Min, nih anak sebenernya jago jadi ice breaker, tapi polosnya itu lho yang bikin bete.

“Gak, emang kenapa aku mesti sama dia…???” Tanya Gyu Ri heran.

“Lho, bukannya kalian berdua pacaran…???” Tanya Jong Hyun.

“Kalian salah denger kali, yang pacaran sama Taec Yeon-Oppa itu Seung Yeon bukan aku… Lagian Taec Yeon-Oppa itu bukan tipe aku kali…” Gyu Ri tersenyum simpul.

“Trus tipe kamu yang kayak apa??? Kayak Key…???” Key langsung keselek orange juice ngedenger pertanyaan ngasal dari Min Ho tadi.

“Gak lha, aku gak suka cowok ceroboh, yang bisa-bisanya numpahin kopi ke baju orang trus gak mau disalahin…”

“Lagian siapa juga yang bakal suka sama cewek jutek, galak, dan bossy kayak kamu…”

“Apa…??? Harusnya kamu ngaca sebelum ngomongin orang, kayak kamu perfect aja…!!!”

“Kamu juga ngaca dong…” Onew dan Jong Hyun langsung ngelirik sebel sama Min Ho, gara-gara pertanyaan dia nih jadi timbul pertengkaran lagi disini.

“Udah dong, jangan berantem gak baek berantem di meja makan…” Ujar Jong Hyun.

“Aku juga gak niat,.. CU, semuanya, I lost my appetite…” Gyu Ri pun pergi, sementara Key terlihat sebel banget.

“Kalian tuh sebaiknya gak berada dalam satu ruangan atau ketemu selama lebih dari 15 menit deh… Ntar jadinya gini deh.” Pesan Onew.

“Jangankan 15 menit, 5 menit aja udah bisa perang kali…” Celetuk Min Ho.

“Gak usah komentar deh, ini juga gara-gara kamu tau gak…” Min Ho langsung diem mendengar ucapan Jong Hyun tadi, dia gak berani komentar lagi. Jadilah makan siang kali ini dilalui dengan hening, tanpa ada yang berani komentar.

$$$

Sejujurnya Key sebel banget sama omongan Gyu Ri yang kesannya nyindir banget, mana temen-temennya malah jadi tukang kompor, eh, salah, tukang ngomporin lagi. Kekesalan Key itu keliatan jelas waktu dia berjalan sendirian, dia pengen ke ruang choir. Tapi dia langsung mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruang choir karena dia denger ada orang berantem, kalo dari suaranya sih kayaknya itu Gyu Ri dan Seung Yeon. Karena penasaran, Key pun ngeliat apa yang terjadi dari depan pintu yang gak tertutup itu, dan inilah yang dia temukan, Gyu Ri dan Seung Yeon emang lagi berantem tentang seseorang.

“Kenapa sih kamu gak mau dengerin aku???” Tanya Gyu Ri dengan nada memelas, seumur-umur kenal sama Gyu Ri, baru kali ini Key mendengar Gyu Ri ngomong dengan nada se-hopeless itu.

“Kamu jangan nuduh Taec Yeon-Oppa sembarangan, dia gak mungkin gitu…”

“Awalnya aku cuma denger dari temen-temen, tapi kemaren aku liat sendiri, dia lagi jalan sama orang lain… Kita temen kan, Seung Yeon, Friends should believe in each other…”

“Ok, kita temen, tapi aku gak terima kamu nuduh orang sembarangan… Harusnya kamu sadar kenapa sekarang semua orang jadi ngerasa jauh sama kamu, soalnya kamu sekarang lebih mentingin diri sendiri, aku capek ngadepin ke-otoriter-an dan ke-bossy-an kamu, Gyu Ri… Dan cuma Taec Yeon-Oppa yang ngerti… Kenapa kamu selalu minta orang ngedengerin kamu sementara kamu gak pernah mau dengerin orang…???”

“Terserah… Terserah kamu mau percaya atau gak, yang jelas aku bilang ini buat kebaikan kamu juga…” Pekik Gyu Ri, suaranya lirih, dia hampir nangis.

“Aku pergi dulu…” Ujar Seung Yeon sambil nyeka air matanya.

“Seung Yeon…” Panggil Gyu Ri hopelessly, tapi hal itu gak membuat Seung Yeon balik lagi, dia malah mempercepat langkahnya. Sampe di depan pintu Seung Yeon bahkan gak mempedulikan keberadaan Key disana. Key masuk ke ruang choir, Gyu Ri pun langsung menutupi kesedihannya dan menyeka air mata yang sempat mengalir tadi. Key duduk di kursi organ, sementara Gyu Ri sibuk membereskan barang-barangnya, dia mau cepet-cepet pergi dari sana. Gyu Ri paling gak suka kalo ada orang yang ngeliat dia nangis, karena Gyu Ri gak mau keliatan lemah di depan orang

“Ada apa sama Seung Yeon…???” Tanya Key, Gyu Ri yang baru aja mau melangkah keluar pun sejenak menghentikan langkahnya.

“Kamu gak perlu tau, lagian itu bukan urusan kamu juga…” Jawab Gyu Ri dari nadanya sih dia bener-bener berusaha gak terdengar lirih.

“Ya udah sih kalo kamu gak mau cerita… Tapi…” Belum sempat Key meneruskan kalimatnya, Gyu Ri sudah pergi. Key menatap kepergian Gyu Ri dengan kecewa, entah kenapa saat itu dia jadi lupa kalo dia sebel banget sama Gyu Ri, dia bener-bener gak tega mendegar ke-hopeless-an Gyu Ri.

“Tapi kalo kamu mau cerita, I’ll listen to itAnd I won’t let you cry like that…” Ini sebenernya yang mau diucapin Key tadi, tapi sekarang Key Cuma bisa ngucapin ini dalem hati. Seandainya Gyu Ri denger kata-kata yang tadi, begitu pikir Key yang masih termenung ditemani lagu Down To Earth-nya Justin Bieber yang diputer di radio sekolah.

$$$

Sunday is coming…

Hari ini Key niat mau ke Chocolate Factory, toko coklat langganan dia, soalnya hari senin nanti kan Tae Min ultah karena Tae Min hobi banget makan coklat, makanya Key pun berniat ngasih kado coklat ke Tae Min, ya, daripada dikasih boneka kan gak nyambung. Hehehe… ^^

“Gyu Ri…” Sapa Key waktu ngeliat Gyu Ri dari arah berlawanan berjalan menuju Chocolate Factory.

“Key… Ngapain kesini…???”

“Ya, mau beli coklat lha, masa iya kesini mau beli jamu…” Jawaban Key tadi membuat Gyu Ri tersenyum simpul.

“Kalo kamu ngapain kesini…” Tanya Key.

“Mau beli coklat juga lha, masa iya kesini mau beli baju…” Mau gak mau Key ketawa juga mendengar jawaban Gyu Ri.

“Gak kreatif banget sih, nyontek jawaban orang… Masuk yuk…” Gyu Ri pun mengangguk sambil tersenyum. Mereka pun nyari coklat bareng-bareng.

“Mau nyari coklat buat Seung Yeon ya…???” Tanya Key.

“Iya, mau minta maaf sama dia…”

“Yang soal kemaren…???”

“Iya… Key…”

“Apa???”

“Misal kamu ngeliat pacarnya sahabat kamu selingkuh, kamu bakal ngasih tau sama sahabat kamu itu gak???”

“Ya, pasti lha…”

“Kalo dia gak bisa terima…???”

“Well, ya udah, yang penting kita udah bilang, itu urusan dia mau percaya atau gak, tapi temen yang baik, pasti bakal percaya sama temennya…. Emang kamu berantem sama Seung Yeon karena itu ya???”

“Iya, kamu beruntung punya temen-temen kayak anak-anak Shinee… Yah, aku jadi curcol deh sama kamu…” Key tersenyum.

“Eh, bentar…” Key pun ngeliat jam-nya.

“Kok ngeliatin jam, kenapa, ada janji ya???”

“Gak, aku inget Onew pernah bilang kalo kita gak boleh ngobrol atau ketemu selama 15 menit lebih, kalo gak kita pasti berantem, tapi ini udah 15 menit dan kita belum berantem, berarti kemajuan dong…” Gyu Ri pun tersenyum.

“Kamu sendiri cari coklat buat siapa…???”

“Buat Tae Min, besok dia Ultah, aku bingung mau ngasih kado apa, jadinya beliin coklat aja deh…”

“Ouww…”

“Udah kan??? Kita pulang yuk…” Mereka pun berdua menuju kasir, sesampainya di depan pintu Chocolate Factory mereka berpisah, baru Gyu Ri jalan beberapa langkah, Key memanggilnya.

“Gyu Ri…!!!” Gyu Ri pun menoleh.

“Jangan sedih terus gara-gara Seung Yeon… Being vulnerable it’s exactly not Gyu Ri… Have a nice weekend…” Gyu Ri pun tersenyum, Key juga balas tersenyum dan mulai melangkah pergi.

“Key…!!!” Key kaget mendengar Gyu Ri memanggilnya, ada rasa seneng banget timbul di hatinya, dengan muka happy dia menoleh.

“Apa…???”

“Thanks for today…” Gyu Ri pun pergi dengan hati lega, entah kenapa seketika rasa sebelnya sama seorang Key jadi menguap gitu aja, begitu juga Key, seeing the other side of Gyu Ri ternyata ngebuat dia makin yakin kalo Gyu Ri sebenernya baik dan gak mau nyakitin orang lain, tapi dia hanya gak mau terlihat lemah di mata orang.

$$$

Keesokan Harinya…

“Key, kamu kenapa, kok mukanya sedih gitu…???” Tanya Onew.

“Gyu Ri apa kabar ya???”

“Yee… Mana aku tau, sejak kapan namaku berubah jadi Gyu Ri… Lagian kamu ada-ada aja nanya dia apa kabar, tumben banget…”

“Kan aku udah cerita sama kamu kemaren kalo dia berantem sama Seung Yeon, kira-kira Gyu Ri masih sedih gak ya??”

“Key, sekarang coba deh kamu pikir dan coba ada di posisinya Gyu Ri sekarang, kamu berantem sama aku karena orang gak penting, dan aku ngebelain si orang gak penting itu, perasaan kamu kayak apa???”

“Ya, pasti sedih lha…”

“Nah itu dia, sekarang perasaan Gyu Ri ya kayak gitu, campur aduk antara sedih, kecewa, marah, kesel, pokoknya lebih campur dari es campur deh… Eh, kok kamu tiba-tiba jadi care banget sama dia, sampe repot-repot nanyain kabar dia segala lagi, wah, ada tanda-tanda nih…”

“Tanda-tanda apaan??? Tanda-tanda aku suka sama dia??? Gak usah nuduh deh, fitnah tuh, kamu kan tau kalo fitnah tuh lebih kejam daripada gak fitnah…!!!”

“Siapa yang nuduh kamu suka sama dia…??? Kan aku cuma bilang tanda-tanda, gak berarti aku nuduh kamu mulai suka sama dia kan??? Yee, situ yang ge-er kali, atau jangan-jangan emang bener ya kamu mulai suka sama dia…???”

“Guys, I have news….!!!” Belum sempet Key ngejawab pertanyaan Onew, tiba-tiba Jong Hyun nimbrung ke obrolan mereka.

“News apaan…???” Tanya Key berusaha mengalihkan topik, dia lega karena akhirnya bisa menghentikan Onew untuk terus membahas tentang perasaan dia sama Gyu Ri sekarang.

“Aku mau pasang tato…” Jawab Jong Hyun sambil tersenyum seneng.

“Hha..??? Serius…???” Tanya Key.

“Ya iyalah, kan keren gitu, macho…” Jawab Jong Hyun mantap.

“Jangan deh, ntar kalo ketauan bisa kena marah guru…” Ujar Onew.

“Iya, bener tuh omongan Onew, kamu nekat amat sih…” Timpal Key sebel, abisnya dia heran banget kenapa sih si Jong Hyun kalo punya kemauan suka aneh-aneh, kemaren aja Jong Hyun sampe ngambek gara-gara usulan dia buat liburan ke luar negeri ditolak (Lho, kok ditolak???), jelas aja ditolak soalnya dia mau liburan ke Madagascar, well, mungkin asyik sih, tapi alesannya gaje, yaitu pengen ketemu Skipper, Kowalski, Rico, sama Private itu lho Penguins Of Madagascar, karena alesan gaje itu lha makanya anggota Shinee yang lain langsung menolak mateng-mateng usulan Jong Hyun.

“Kalian jahat…!!! Temen punya kemauan bukannya didukung malah dibanting, temen macem apa tuh???” Jong Hyun sebel.

“Jong Hyun..!!! Kalo kemauan kamu tuh bener dan berguna buat kamu kita sih pasti bakal ngedukung kamu dengan sepenuh hati dan jiwa, tapi kemauan kamu tuh suka aneh-aneh, pake acara pasang tato segala, kayak orang susah tau gak…!!!”

“Onew, maksudnya kayak orang susah tuh apa???” Tanya Jong Hyun heran.

“Iya, kamu tuh kayak orang susah yang gak bisa beli buku gambar aja sampe segala badan dipake buat ngegambar…” Key langsung cekikikan sementara Jong Hyun langsung manyun.

“Untung deh kamu temen aku, kalo bukan udah terjunin kamu dari lantai 2 ini…” Celetuk Jong Hyun masih dengan muka cemberut, tapi Onew bukannya takut sama anceman Jong Hyun, dia malah ikutn cekikikan.

“Hi, Gyu Ri…” Sapa Key saat Gyu Ri masuk ke kelas, Gyu Ri hanya tersenyum tipis.

“Eh, dia kayaknya belum baikan tuh sama Seung Yeon…” Ujar Jong Hyun setengah berbisik sama temen-temennya.

“Iya deh kayaknya…” Timpal Key dengan nada khawatir.

“Min Ho kemana ya???” Tanya Onew, panjang umur deh si Min Ho baru aja ditanyain sama Onew, dia udah dateng sambil bawa-bawa chocolate crepes, tapi bukannya duduk di tempat duduknya di sebelah Jong Hyun, tapi dia malah duduk di depan kelas, kayaknya dia gak mau ngebagi tuh crepes deh, abisnya kalo dibagi Min Ho gak bakal kebagian, anak-anak Shinee suka pada maruk sih. Hehehe… ^^

“Min Ho… Pulang!!!!” Panggil Key setengah tereak, kalo dari nadanya sih mirip banget sama ibu-ibu yang manggil anaknya buat pulang gara-gara udah maen sampe kesorean, sumpah, persis banget. Apa yang dilakukan Key tadi cukup ngebuat Onew, Jong Hyun dan seisi kelas, bahkan Gyu Ri yg biasanya rada males dengerin joke-joke yang rada garing dari anggota Shinee aja sampe menghentikan kegiatan mereka, mereka kepengen tau apa yang bakal dilakukan oleh Key, FYI nih, Key tuh jago acting juga lho.

“Gak mau, ntar aja…!!!” Bales Min Ho cuek.

“Nih anak dibilangin bukannya nurut, malah ngebantah ya, ayo pulang…!!!” Key tampil amat sangat meyakinkan sebagai ibu-ibu dengan menjewer Min Ho.

“Aduhh… Sakit, sakit, iya, bu, iya, Min Ho pulang…” Min Ho langsung nurut.seisi kelas termasuk Onew, Jong Hyun, bahkan Gyu Ri pun gak sanggup lagi nahan ketawa, ternyata Key jago juga jadi ibu-ibu. Hehehe… ^^

“Maaf ya, jadi bikin ribut, biasa, anak-anak…” Omongan Key tadi sukses ngebuat seisi kelas tambah ngakak. Key pun terlihat senang karena Gyu Ri ikutan tertawa dan sejenak melupakan kesedihannya. Waktu istirahat Key memilih untuk tetep di kelas, tapi…

“Key, kita ke kantin sekarang yuk…!!!” Ajak Onew, dari mukanya keliatan kalo Onew rada panik gitu. Kenapa ya???

“Ada apa sih??? Kok muka kamu panik gitu???”

“Si Jong Hyun tadi telpon katanya Gyu Ri lagi ribut sama Taec Yeon-Hyung di kantin.”

“Emang kenapa kok bisa ribut…???”

“Katanya Seung Yeon dibikin nangis sama Taec Yeon-Hyung… Udeh ah, gak usah banyak tanya, kita kesana sekarang… Apa kamu gak kasian kalo sampe Gyu Ri kenapa-kenapa???” Onew langsung menarik tangan Key dan menuju kantin. Bener aja, ternyata emang bener Gyu Ri tengah sibuk ngomelin Taec Yeon-Hyung dan Seung Yeon nangis.

“Oppa… Kenapa sih tega banget sama Seung Yeon…???”

“Tanya sama dia sendiri… Aku sama dia gak bener-bener pacaran kok, dia yang minta aku untuk jadi pacarnya…” Seung Yeon hanya bisa diam dalam tangisnya.

“Tapi gak usah kasar banget sama dia, jangan bikin dia malu di depan umum gini…!!!”

“That’s my right, Gyu Ri… Terserah aku mau ngapain…!!!” Kata-kata Taec Yeon tadi kayaknya bener-bener berakibat fatal buat dia, sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipinya. Key kaget setengah hidup, dia bener-bener gak nyangka Gyu Ri akan se-nekat itu, selama ini Gyu Ri emang suka ngomel, tapi dia gak pernah nampar orang, well, Taec Yeon memang keterlaluan, dia udah membuka semua rahasia hubungan dia sama Seung Yeon di depan semua orang dan mutusin Seung Yeon di depan semua orang lagi, gimana Seung Yeon gak nangis dan Gyu ri gak ngamuk.

“Sebelum Oppa nyakitin hati orang lagi, inget tamparan aku tadi…!!!” Ujar Gyu Ri, dia pun pergi sambil merangkul Seung Yeon.

“Sekarang kamu tau kan alesan kenapa aku gak suka kamu deket-deket sama Taec Yeon-Oppa…???” Tanya Gyu Ri pada Seung Yeon saat mereka sudah tiba di ruang choir.

“Tapi kamu gak harus sampe nampar dia gitu kan…???”

“Kenapa sih kamu masih aja ngebelain dia…???!!! Seung Yeon, dia itu udah nyakitin kamu udah bikin kamu malu, tamparan aku tadi gak ada artinya dibanding sakit yang kamu rasain sekarang…!!!”

“Tapi tetep aja kamu gak boleh main tangan sama dia, dia bisa nyakitin kamu lebih dari ini…!!!”

“Aku gak peduli, yang penting dia udah tau kalo dia gak boleh maen-maen sama perasaan orang…!!!”

“Aku minta maaf, Gyu Ri…Aku harusnya dengerin kamu dan aku harusnya cerita sama kamu soal ini, maafin aku ya…”

“Aku juga minta maaf, aku udah marah-marah sama kamu…” Gyu Ri pun memeluk Seung Yeon.

“So sweet banget ya ngeliat dua sahabat udah baikan…”

“Taec Yeon-Oppa…” Ucap Seung Yeon.

“Mau apa lagi…???” Tanya Gyu Ri ketus sambil berdiri di depan Seung Yeon untuk melindunginya.

“Kamu inget kan apa yang kamu lakuin tadi di kantin, kamu pikir kamu bisa seenaknya nampar aku tanpa dapet balesannya…???” Baru tangan Taec Yeon akan menyentuh pipi Gyu Ri, seseorang sudah menghentikannya.

“Key…???!!!” Ujar Gyu Ri, kaget, Key mencengkram tangan Taec Yeon, Gyu Ri terlihat lega begitu juga Seung Yeon.

“Hyung, jangan beraninya sama cewek doang…!!!”

“Ini bukan urusan kamu… Kamu mau sok ngelindungin dia, sok jadi bodyguard-nya…???!!!”

“Iya, aku mau jadi pelindung Gyu Ri… Aku gak akan ngebiarin seorang pun nyakitin dia…!!!” Gyu Ri terhenyak mendengar ucapan Key itu, is this a dream??? Cowok yang selama ini selalu kena omel sama dia dan keliatan sebel sama dia, mau ngelindungin dia. Dalam hati Gyu Ri sangat berterima kasih pada Key.

“Kamu gak usah sok…!!!”

“Selama ini Hyung selalu bilang kalo Hyung itu cowok gentle kan??? Mana ada cowok gentle yang tega nampar cewek… Atau Hyung emang cuma mentingin reputasi, tanpa ada bukti nyata..??? Soal ini emang Hyung yang salah, percuma, kalo Hyung nyakitin Gyu Ri semua orang bakal tambah benci sama Hyung…” Taec Yeon pun melepaskan tangannya dari cengkaraman Key, kayaknya dia sadar apa akibat dari perbuatannya. Dia pun pergi. Gyu Ri bernafas lega, Seung Yeon memegang tangan Gyu Ri untuk menenangkannya. Key juga mulai beranjak dari tempat itu.

“Key, makasih…”

“Sama-sama, Gyu Ri…” Ujar Key sambil terus melangkah pergi sambil tersenyum bahagia, bahagia karena dia bisa melindungi Gyu Ri. Begitu juga Gyu Ri, dia seneng karena ada orang yang mau melindungi dia even dia pernah jahat sama orang itu.

$$$

Besoknya di sekolah…

“Temen-temen, good morning, untuk menyambut pagi ini, kita dengerin sebuah lagu dari Super Junior yang judulnya No Other… Enjoy, guys…” Lagu yang diputer oleh Tae Min dari radio sekolah itu mengiringi langkah Gyu Ri, kayaknya dia lagi nyari seseorang deh.

“Key…” Panggil Gyu Ri pada Key yang lagi sibuk ngeberesin buku di lokernya.

“Eh, Gyu Ri, ada apa…???” Key menghentikan kegiatannya sejenak.

“Makasih ya yang kemaren… Makasih banyak…”

“Sama-sama… Cuma mau ngomong itu aja…???”

“Key… Awas!!!” Gyu Ri langsung mendorong Key menjauh (Waduhh, ada apa ini, ada apa??? kok tiba-tiba gitu sih???), ternyata ada bola basket yang mau jatuh dari atas loker dan hampir mengenai Key untung deh Gyu Ri langsung mendorong Key, sambil tetep memgang lengan Key, Gyu Ri berkata,

“Siapa sih yang gak ada kerjaan naruh bola disitu, kalo kena orang kan bahaya, dasar…!!!” Gyu Ri gak sadar kalo Key justru seneng banget sekarang, buktinya Key senyum, baru kali ini dia bisa berdiri sedekat ini sama Gyu Ri dan baru kali ini juga dia merasakan jantungnya berdetak berpuluh kali lebih cepat.

“Kamu gak apa-apa, Key…???” Tanya Gyu Ri tanpa melepaskan tangannya dari lengan Key.

“Iya, gak apa-apa kok, toh gak kena ini…” Jawab Key masih dengan senyum manis menghiasi wajahnya.

“Bagus deh… Ehmm, aku pergi dulu ya…” Kayaknya Gyu Ri baru sadar deh kalo dari tadi dia terus memegang lengan Key, makanya sekarang dia cuma bisa pamit sama Key tanpa bisa menutupi kesaltingannya.

“Ciehh, ada yang baru ditolongin sama Gyu Ri nih…Seneng banget sih kayaknya sampe senyum-senyum terus gitu.”

“Woii, Key… Sadar dong, ntar ada orang yang salah paham gara-gara kamu senyum-senyum terus…!!!” Onew menimpali godaan Jong Hyun barusan.

“Kalo suka bilang aja… Ntar dia direbut orang baru tau rasa…!!!” Ujar Min Ho diiringi anggukan mantap Onew dan Jong Hyun dan gak ketinggalan Tae Min pastinya.

“Kalian bantuin aku mau kan…???” Tanya Key.

“Bantu apa, Hyung…???” Tanya Tae Min.

“Yang penting mau kan…???”

“Yoiii…!!!” Jawab anggota Shinee yang lain kompak. Key tersenyum seneng, bersyukur banget dia sama Tuhan karena udah dikasih temen-temen yang selalu ada buat dia.

$$$

Gyu Ri memasuki ruang choir, biasanya dia selalu jadi orang pertama yang berada disitu, tapi kali ini Gyu Ri udah keduluan, bukan hanya oleh 1 orang, tapi 5 orang sekaligus. Gyu Ri kaget, gak biasa-biasanya kelima orang ini dateng lebih duluan daripada dia, biasanya even sudah diomelin berkali-kali, mereka masih tetep aja telat.

“Key, Onew, Jong Hyun, Min Ho, Tae Min… Cepet banget datengnya, tumben… Ada apa gerangan nih???” Bukannya menjawab pertanyaan Gyu Ri tadi, kelima cowok kece yang tergabung dalam Shinee ini malah mulai menyanyikan lagu One Time-nya Justin Bieber. Key, Onew, Jong Hyun, Min Ho, dan Tae Min menyanyikan lagu ini acoustically dengan petikan gitar dari Min Ho dan Jong Hyun. Gyu Ri takjub banget, bukan hanya karena harmonisasi mereka yang keren tapi lebih karena tulisan di karton yang dipegang oleh Key, tulisan itu berbunyi “Gyu Ri, Can I be your one guy??? Because you’re my number one girl…”, suerr deh, tulisan itu bikin Gyu Ri speechless, dia cuma bisa tersenyum seneng dan memeluk Key.

“Is that a ‘YES’…???” Tanya Key.

“You think…???” Jawab Gyu Ri, cukup ngegantung sih jawabannya, tapi Key ngerti banget maksudnya, begitu juga saya *Ya iyalah situ yang bikin*.

“Sorry ya kalo norak, tapi aku gak tahu lagi harus bilang ke kamu pake cara apa…”

“Gak norak kok, aku seneng banget malah, makasih ya, Key…”

“Guys, kita pergi aja yuk, kayaknya kita mulai dicukein nih…” Celetuk Onew usil. Key dan Gyu Ri tersenyum salting.

“Iya, daripada kita-kita pada ngiri mending keluar aja deh…” Sambung Min Ho, omongan ini jelas ngebikin Key dan Gyu Ri tambah salting lagi, mereka sampe ngelepasin pelukan mereka tadi.

“Bener tuh, sekarang dunia punya mereka, kita-kita mah cuma nge-kos…”

“Hyung, kita kan gak nge-kos, kita masih tinggal sama ortu kita lho… lupa ya…” Jong Hyun langsung speechless, tapi geli juga, makanya dia jadi ikutan ketawa kayak temen-temennya yang laen, tinggal Tae Min deh yang bingung. Hehehe…

Well, cinta emang bisa dateng kapan aja, dimana aja, dan sama siapa aja. But remember you cannot force someone to love you, that’s why the call it falling in love, because when you’re in love you just fall without any forces. ^^

THE END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Pearl In The Soul of Human – Part 2

Pearl In The Soul of Human/Part 2

Author             : Tsae a.k.a tsaesalvation

Main Cast        : Lee Sungi, Choi Minho, Kim KeyBum, Lee Jinki.

Other Cast       : Jessica, Krystal, Tiffany, Jiyeon.

Genre              : Family, Romance

Type                : Sequel

Annyeong, aku sakit hati….. Kenapa aku lupa nyantumin nama aku di FF yg Oneshot “Why??” kemaren…. Jadi kaya FF tanpa nama….. T_T. padahal aku tuh nyari ide FF gituan susah bgt, tp akibat ulah sndiri, jadi gini….. Nyesel suer…..jadi males bikin FF….

©©©

“Dimana ini….kenapa gelap sekali?? Apa aku sudah ada di surga?? Atau malah di neraka?? Mengapa gelap sekali….”

“Agassi….kwaencanha?? Tuan ottoke???”terdengar sayup-sayup suara.

“Akh, sudahlah ajusshi…. Calm down okey?? Aku jadi ikutan panic…oh, cangkaman…sepertinya aku kenal gadis ini….”

Perlahan aku bisa melihat titik demi titik cahaya. Semakin lama semakin jelas. Seorang namja menatap mataku khawatir. Siapa dia??

“Lee Sungi… anak 11-5 kan??”tanyanya.

“Key??”lirihku.

“Akh syukurlah kau sadar. Aku bingung, dari tadi kau hanya teduduk seperti menatap kosong sesuatu. Apa kau baik-baik saja? Ada yang luka?”

“Memangnya aku kenapa?”kini aku mulai bingung.

“Tadi sepeda mu menabrak mobilku…kau tidak ingat???”

“Oh, iya… Tapi apa mobilmu masih baik??”

“Hahaha…. Kau itu baru saja menabrak besi baja… harusnya aku yang khawatir keadaanmu…”

“Aish….. benar juga ya….aniyo…kwaenchana….”aku mencoba untuk bangun…. Tapi, kepalaku mulai pusing. Aku berhenti sejenak, Key juga melihat keanehanku.

“Akh, jangan-jangan kau sakit?? Kita ke klinik saja, ya?”tawar Key.

“Tidak… tidak usah….. mungkin aku hanya lelah…”

“Oh baiklah…. Aku bantu memarkirkan sepedamu saja…”ia tersenyum. Senyum yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata….*pake bahasa isyarat aja….hahahaha/garing/*

“Komapsumnida…..”

“Chomonaeyo…. Jangan melamun lagi kalau naik sepeda, ya??”ia berlalu sambil mengacak-acak rambutku. Kaya adegan adek-kakak…

“Onew oppa saja tak pernah lembut seperti itu padaku….”aku mendesah. Tapi aku begini juga karena ingat oppa. Akh, baiklah…..sekarang aku harus berani mengunjunginya. Dengan langkah sedikit diseret, aku memasuki kelas. Tapi siapa sangka….aku malah dapat musibah lagi.

“Annyeong….”sapa Minho dengan senyum jailnya.

“Kenapa kau duduk disini….???”

“Wae????”ia malah pura-pura bingung… Kulirik Tiffany dan Jiyeon yang duduk di dibaris depan bangkuku. Aku memandang mereka seolah-olah bertanya….”Siapa yang mengizinkannya duduk disampingku??”….

“Mian….”itu kata-kata yang dikeluarkan mereka. Aku mendesah, pasti aku harus jadi contekan dia…. Aish, jinja…..

“Duduklah, jangan menghalangi pemandangan terus….”ia menarik tanganku untuk duduk. Aku hanya bisa pasrah.

“YA….!!! Harusnya kau senang duduk disampingku. Kau tidak bosan apa duduk sendiri?”

“Itu lebih menyenangkan daripada….”aku meliriknya.

“Sombongnya….. lagipula aku sudah bosan mengganggumu lagi…percayalah….”ia menampilkan senyum yang dipaksakan.

“Oh, ya?? Masa sih?? O.o??”aku memandangnya skeptis.

“Oho…arasseo….sudahlah…kau tidak bisa diajak bicara…”akhirnya ia menyerah juga dan kembali menekuni majalah Sport.

“Masih ingatkah perjanjian itu?”lanjutnya.

“Oh, perjanjian apa, yah???”

“Jangan pura-pura dungu deh….*maksudnya bego, tp sama Minho diganti…kamus baru…hhhe/gak nyambung/*…”

“Beneran nggak inget kok…”iya sih, mudah-mudahan amnesia biar nggak inget.

“Kot…ji…mall….”ejeknya.*bayangin dance T-ARA yg Kotjimal…/itt juga klo pda tau hhheee…/pkoknya ceritanya ngeledek*

“Okeh…Okeh….”

“Yoppe, berarti pulang sekolah ikut aku latihan….”katanya.

“Mwo?? Berapa lama??”

“Gimana pelatihnya aja…. Wae?”

“Aku mau bertemu seseorang…”kataku lemas.

“Oh….gimana nanti deh….aku atur lagi…”percakapan kami terhenti saat Park songsaenim masuk.

JJJ

Di kantin sekolah, hamper semua meja penuh. Tiffany dan Jiyeon ada di perpus untuk ulangan susulan. Hanya aku sendiri, ditengah-tengah siswa yang tak menganggapku ada.*lebay*.

“YA! Minho-a….kau dekat dengan Lee Sungi???”tanya Jessi.

“Hem.”ia hanya mengangguk.

“Oh, Lee Sungi itu yah… Wah, kau beruntung sekali dekat dengannya… dia lucu…”jelas Key yang membuat aku terkejut.

“Mworago?? Oppa kau masih sehat kan??”tanya Kristal.

“Maksudmu aku gila gitu?? Enak saja, memang Sungi lucu, dan baik tentunya.”ia hanya tersenyum bangga.

“oh…”jawab Krystal, ia tampak BT dengan jawaban Key.

“Key, Key…. Aku dekat dengannya coz dia jadi assistantku selama satu bulan…”jelas Minho.

DEGG!! Hatiku terasa teriris. Apa maksudnya ia bicara seperti itu pada orang lain. Dan tentunya pada Jessica, ia pasti akan lebih meremehkanku. Kalau Minho malu dekat denganku, tak usah memamerkan aku sebagai assistantnya. Sombong sekali dia….

Aku memberanikan diri untuk menghampirinya. Dia harus dikasih pelajaran. Kulangkahkan kaki dengan lebar, dan kutekuk wajahku. Terbesit dalam fikiranku untuk mengambil jus Alpukat yang lengket dan….

“MINHOOOO─”

“Aggassi…hati-hati….lantai masih basah…”panggil pelayan. Tapi semuanya terlambat, aku terpeleset dan jus itu belum sampai di wajah Minho malah mengguyur rambut dan wajahku. Untung gelas plastic, kalau kaca….nggak kebayang nasib aku gimana.

“PU…PU….PRUEETTTT…HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”seisi cafetaria ribut.

“Aish…..”kubenamkan kepalaku dibalik kerah baju. Kini amarahku sedah berubah jadi malu. Tanpa kusadari air mataku keluar. Sampai pada akhirnya uluran tangan ada didepan mataku…

“Key….”kataku lirih.

“Hm, bangunlah….ayo….”dengan terharu aku membalas jabatan tangannya. Dengan hati-hati ia melingkarkan tangannya di bahuku, dan membawaku pergi. Seisi café bukan lagi menertawakanku, tapi sekarang mereka malah terdiam tak percaya apa yang baru saja dilihat mereka.

“Kamu bawa baju ganti??”tanyanya. Aku hanya menggelengkan kepala.

“Euh, kamu tunggu di depan wc wanita aja, ya? Aku minjem baju seragam dulu di ruang Bu Seungyeon, siapa tahu dia punya.”dengan tergesa ia lari. Aku menuruti apa katanya, dengan sedikit gontai kulangkahkan kakiku ke wc wanita.

Kulihat diriku yang sekarang di depan cermin. Tampak kummel dan bau.  Usahaku untuk tampil modis dan dipandang positive oleh penduduk sekolah kini sia-sia. Kubasuh wajah dengan air mengalir dari keran. Lalu kututup lubang penyedot air di westafel, kubiarkan air menggenang dan memenuhi westafel yang berbentuk mangkuk besar itu. Lalu kubenamkan wajahku masuk kedalamnya. Sesekali aku mengangkat kepalaku untuk mengambil nafas, begitu dan terjadi berulang-ulang.

“Kau sedang apa?”tanya Key yang sudah sampai dibalik pintu. Kuangkat kepalaku dari dalam air. *bayanging slow motion yah….*. rambutku sedikit kugoyangkan agar cepat kering. Dan setiap air dari wajahku mengalir ke leherku, sampai mengenai kemejaku yang putih.

“Aku hanya main-main…hehe”jawabku polos.

“Oh,”tampak Key menelan ludahnya melihat gerakanku tadi.

“Wae guraeyo??”

“Ah, ani…. Ini baju gantimu…sepertinya rokmu masih bersih, jadi aku hanya pinjam atasannya saja.”ia memberikan baju itu padaku.

“Wa…..komapsumnida…..Aku ganti dulu….”

“Oh, si..silahkan…”wajah putihnya berubah jadi merah padam.

Tak beberapa lama, aku keluar dengan seragam baru. Tapi aku masih…..bau.

“Kenapa kau mengendus-endus?”tanyanya.

“Bau alpuket…..”kataku sedikit merengek.

“Oh, yaudah…sini…kebetulan aku bawa parfum, trus aku juga bawa handuk buat keringin rambut kamu.”ia mendekatkan bahuku padanya. Masih tersenyum, ia menggosok-gosok rambutku dengan kedua tangannya.

“Jam istirahat sudah selesai? Kita pasti telat masuk pelajaran selanjutnya…”keluhku.

“Tenang, aku udah minta izin kok. Kamu mau langsung pulang??”

“Nggak, aku masih punya tugas nanti pulang sekolah.”

“Tugas apa?”kali ini ia menyemprotkan parfumnya di badanku.

“Ehm, rahasia…”Key tak membalasnya, ia hanya terus tersenyum dan merapikan rambutku.

“Mulai sekarang panggil aku Kibum yah….”aku mengangguk. Sekarang penampilanku agak lebih baik dari sebelumnya. Kami jalan berdua, menuju kelas. Perasaanku jadi lebih baik sekarang.

LLL

“Dari mana?”tanya Minho yang duduk dimejaku. Hih, tidak sopan sekali dia. Yah, walaupun tak ada guru disini, tapi apa maksudnya semua ini?

“Bukan urusanmu…”kataku sinis.

“Kau ganti baju? Pinjam ke siapa? Parfumnya juga, punya siapa?”tanyanya bertubi-tubi.

“Eh, kenapa kau banyak bertanya? Ini baju dipinjamkan Bu Seungyon, kalau parfume, dari Kibum.”ekspresi wajah Minho berubah serius.

“Oh…”

JJJ

“Rin, aku mau minum….”titah Minho.

“Ambil sendiri dong, Minho…..”kataku lemas.

“Kalo nyuruh balik, brarti mau ditambah harinya, jadi assistantku??? Tinggal pilih…”

“Wow…..itu ancaman???”tanyaku meledek.

“Bukan, itu sih puisi…”katanya.

“Hehehe, nggak lucu…”

“Cepetan!!!”

Akhirnya aku menurutinya. Kuambil botol minuman dari dalam kardus. Lalu aku kembali duduk di bangku pemain.

“Elapin keringet aku dong, Rin…!!”titahnya lagi, dengan handuk yang disodorkan padaku.

“Sini….mana!!”aku malas berbasa-basi, jadi aku turuti saja.

“Orang idiot, emang pantes jadi pembantu ya…..”teriak Krystal dari atas. Yang membuat semua pemain berhenti dari latihannya.

“Yap!! Jadi pengen punya pembantu.”jelas Jessica.

PLUK!!!……handuk yang tadi aku pakai untuk melap keringat Minho, kulemparkan saja ke wajah Minho.

“Kurang ajar….ngomong gak diralat dulu….”kataku, kesal. Sesegera mungkin aku merapihkan barang-barangku dan bergegas pergi.

“Tunngu dulu dong…”cegah Minho.

“Kita kan mau bareng…”lanjutnya.

“Yaudah…cepetan….”

Dengan langkah sedikit ditekan, aku keluar dari stadion.

“Rin, mau bareng???”tiba-tiba Key ada didepanku.

“Euh. Gimana ya…”kataku bingung.

“Nggak usah. Rin udah mau pulang sama aku.”Minho dengan kasarnya menggenggam tanganku.

“Heh, jangan kasar sama cewek!!!!”Key membalas Minho dengan menarik kerahnya. Sekarang mereka hanya saling menatap dengan sangar….. Kenapa mereka??

TBC………

P.S: asa jadi capek….lemes…..kok ngerasa gak ********……tapi mudah-mudahan, setelah ngeliat yang bening-bening…jadi semangat lagi……heheheh

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF