Pearl In The Soul of Human – Part 2

Pearl In The Soul of Human/Part 2

Author             : Tsae a.k.a tsaesalvation

Main Cast        : Lee Sungi, Choi Minho, Kim KeyBum, Lee Jinki.

Other Cast       : Jessica, Krystal, Tiffany, Jiyeon.

Genre              : Family, Romance

Type                : Sequel

Annyeong, aku sakit hati….. Kenapa aku lupa nyantumin nama aku di FF yg Oneshot “Why??” kemaren…. Jadi kaya FF tanpa nama….. T_T. padahal aku tuh nyari ide FF gituan susah bgt, tp akibat ulah sndiri, jadi gini….. Nyesel suer…..jadi males bikin FF….

©©©

“Dimana ini….kenapa gelap sekali?? Apa aku sudah ada di surga?? Atau malah di neraka?? Mengapa gelap sekali….”

“Agassi….kwaencanha?? Tuan ottoke???”terdengar sayup-sayup suara.

“Akh, sudahlah ajusshi…. Calm down okey?? Aku jadi ikutan panic…oh, cangkaman…sepertinya aku kenal gadis ini….”

Perlahan aku bisa melihat titik demi titik cahaya. Semakin lama semakin jelas. Seorang namja menatap mataku khawatir. Siapa dia??

“Lee Sungi… anak 11-5 kan??”tanyanya.

“Key??”lirihku.

“Akh syukurlah kau sadar. Aku bingung, dari tadi kau hanya teduduk seperti menatap kosong sesuatu. Apa kau baik-baik saja? Ada yang luka?”

“Memangnya aku kenapa?”kini aku mulai bingung.

“Tadi sepeda mu menabrak mobilku…kau tidak ingat???”

“Oh, iya… Tapi apa mobilmu masih baik??”

“Hahaha…. Kau itu baru saja menabrak besi baja… harusnya aku yang khawatir keadaanmu…”

“Aish….. benar juga ya….aniyo…kwaenchana….”aku mencoba untuk bangun…. Tapi, kepalaku mulai pusing. Aku berhenti sejenak, Key juga melihat keanehanku.

“Akh, jangan-jangan kau sakit?? Kita ke klinik saja, ya?”tawar Key.

“Tidak… tidak usah….. mungkin aku hanya lelah…”

“Oh baiklah…. Aku bantu memarkirkan sepedamu saja…”ia tersenyum. Senyum yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata….*pake bahasa isyarat aja….hahahaha/garing/*

“Komapsumnida…..”

“Chomonaeyo…. Jangan melamun lagi kalau naik sepeda, ya??”ia berlalu sambil mengacak-acak rambutku. Kaya adegan adek-kakak…

“Onew oppa saja tak pernah lembut seperti itu padaku….”aku mendesah. Tapi aku begini juga karena ingat oppa. Akh, baiklah…..sekarang aku harus berani mengunjunginya. Dengan langkah sedikit diseret, aku memasuki kelas. Tapi siapa sangka….aku malah dapat musibah lagi.

“Annyeong….”sapa Minho dengan senyum jailnya.

“Kenapa kau duduk disini….???”

“Wae????”ia malah pura-pura bingung… Kulirik Tiffany dan Jiyeon yang duduk di dibaris depan bangkuku. Aku memandang mereka seolah-olah bertanya….”Siapa yang mengizinkannya duduk disampingku??”….

“Mian….”itu kata-kata yang dikeluarkan mereka. Aku mendesah, pasti aku harus jadi contekan dia…. Aish, jinja…..

“Duduklah, jangan menghalangi pemandangan terus….”ia menarik tanganku untuk duduk. Aku hanya bisa pasrah.

“YA….!!! Harusnya kau senang duduk disampingku. Kau tidak bosan apa duduk sendiri?”

“Itu lebih menyenangkan daripada….”aku meliriknya.

“Sombongnya….. lagipula aku sudah bosan mengganggumu lagi…percayalah….”ia menampilkan senyum yang dipaksakan.

“Oh, ya?? Masa sih?? O.o??”aku memandangnya skeptis.

“Oho…arasseo….sudahlah…kau tidak bisa diajak bicara…”akhirnya ia menyerah juga dan kembali menekuni majalah Sport.

“Masih ingatkah perjanjian itu?”lanjutnya.

“Oh, perjanjian apa, yah???”

“Jangan pura-pura dungu deh….*maksudnya bego, tp sama Minho diganti…kamus baru…hhhe/gak nyambung/*…”

“Beneran nggak inget kok…”iya sih, mudah-mudahan amnesia biar nggak inget.

“Kot…ji…mall….”ejeknya.*bayangin dance T-ARA yg Kotjimal…/itt juga klo pda tau hhheee…/pkoknya ceritanya ngeledek*

“Okeh…Okeh….”

“Yoppe, berarti pulang sekolah ikut aku latihan….”katanya.

“Mwo?? Berapa lama??”

“Gimana pelatihnya aja…. Wae?”

“Aku mau bertemu seseorang…”kataku lemas.

“Oh….gimana nanti deh….aku atur lagi…”percakapan kami terhenti saat Park songsaenim masuk.

JJJ

Di kantin sekolah, hamper semua meja penuh. Tiffany dan Jiyeon ada di perpus untuk ulangan susulan. Hanya aku sendiri, ditengah-tengah siswa yang tak menganggapku ada.*lebay*.

“YA! Minho-a….kau dekat dengan Lee Sungi???”tanya Jessi.

“Hem.”ia hanya mengangguk.

“Oh, Lee Sungi itu yah… Wah, kau beruntung sekali dekat dengannya… dia lucu…”jelas Key yang membuat aku terkejut.

“Mworago?? Oppa kau masih sehat kan??”tanya Kristal.

“Maksudmu aku gila gitu?? Enak saja, memang Sungi lucu, dan baik tentunya.”ia hanya tersenyum bangga.

“oh…”jawab Krystal, ia tampak BT dengan jawaban Key.

“Key, Key…. Aku dekat dengannya coz dia jadi assistantku selama satu bulan…”jelas Minho.

DEGG!! Hatiku terasa teriris. Apa maksudnya ia bicara seperti itu pada orang lain. Dan tentunya pada Jessica, ia pasti akan lebih meremehkanku. Kalau Minho malu dekat denganku, tak usah memamerkan aku sebagai assistantnya. Sombong sekali dia….

Aku memberanikan diri untuk menghampirinya. Dia harus dikasih pelajaran. Kulangkahkan kaki dengan lebar, dan kutekuk wajahku. Terbesit dalam fikiranku untuk mengambil jus Alpukat yang lengket dan….

“MINHOOOO─”

“Aggassi…hati-hati….lantai masih basah…”panggil pelayan. Tapi semuanya terlambat, aku terpeleset dan jus itu belum sampai di wajah Minho malah mengguyur rambut dan wajahku. Untung gelas plastic, kalau kaca….nggak kebayang nasib aku gimana.

“PU…PU….PRUEETTTT…HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”seisi cafetaria ribut.

“Aish…..”kubenamkan kepalaku dibalik kerah baju. Kini amarahku sedah berubah jadi malu. Tanpa kusadari air mataku keluar. Sampai pada akhirnya uluran tangan ada didepan mataku…

“Key….”kataku lirih.

“Hm, bangunlah….ayo….”dengan terharu aku membalas jabatan tangannya. Dengan hati-hati ia melingkarkan tangannya di bahuku, dan membawaku pergi. Seisi café bukan lagi menertawakanku, tapi sekarang mereka malah terdiam tak percaya apa yang baru saja dilihat mereka.

“Kamu bawa baju ganti??”tanyanya. Aku hanya menggelengkan kepala.

“Euh, kamu tunggu di depan wc wanita aja, ya? Aku minjem baju seragam dulu di ruang Bu Seungyeon, siapa tahu dia punya.”dengan tergesa ia lari. Aku menuruti apa katanya, dengan sedikit gontai kulangkahkan kakiku ke wc wanita.

Kulihat diriku yang sekarang di depan cermin. Tampak kummel dan bau.  Usahaku untuk tampil modis dan dipandang positive oleh penduduk sekolah kini sia-sia. Kubasuh wajah dengan air mengalir dari keran. Lalu kututup lubang penyedot air di westafel, kubiarkan air menggenang dan memenuhi westafel yang berbentuk mangkuk besar itu. Lalu kubenamkan wajahku masuk kedalamnya. Sesekali aku mengangkat kepalaku untuk mengambil nafas, begitu dan terjadi berulang-ulang.

“Kau sedang apa?”tanya Key yang sudah sampai dibalik pintu. Kuangkat kepalaku dari dalam air. *bayanging slow motion yah….*. rambutku sedikit kugoyangkan agar cepat kering. Dan setiap air dari wajahku mengalir ke leherku, sampai mengenai kemejaku yang putih.

“Aku hanya main-main…hehe”jawabku polos.

“Oh,”tampak Key menelan ludahnya melihat gerakanku tadi.

“Wae guraeyo??”

“Ah, ani…. Ini baju gantimu…sepertinya rokmu masih bersih, jadi aku hanya pinjam atasannya saja.”ia memberikan baju itu padaku.

“Wa…..komapsumnida…..Aku ganti dulu….”

“Oh, si..silahkan…”wajah putihnya berubah jadi merah padam.

Tak beberapa lama, aku keluar dengan seragam baru. Tapi aku masih…..bau.

“Kenapa kau mengendus-endus?”tanyanya.

“Bau alpuket…..”kataku sedikit merengek.

“Oh, yaudah…sini…kebetulan aku bawa parfum, trus aku juga bawa handuk buat keringin rambut kamu.”ia mendekatkan bahuku padanya. Masih tersenyum, ia menggosok-gosok rambutku dengan kedua tangannya.

“Jam istirahat sudah selesai? Kita pasti telat masuk pelajaran selanjutnya…”keluhku.

“Tenang, aku udah minta izin kok. Kamu mau langsung pulang??”

“Nggak, aku masih punya tugas nanti pulang sekolah.”

“Tugas apa?”kali ini ia menyemprotkan parfumnya di badanku.

“Ehm, rahasia…”Key tak membalasnya, ia hanya terus tersenyum dan merapikan rambutku.

“Mulai sekarang panggil aku Kibum yah….”aku mengangguk. Sekarang penampilanku agak lebih baik dari sebelumnya. Kami jalan berdua, menuju kelas. Perasaanku jadi lebih baik sekarang.

LLL

“Dari mana?”tanya Minho yang duduk dimejaku. Hih, tidak sopan sekali dia. Yah, walaupun tak ada guru disini, tapi apa maksudnya semua ini?

“Bukan urusanmu…”kataku sinis.

“Kau ganti baju? Pinjam ke siapa? Parfumnya juga, punya siapa?”tanyanya bertubi-tubi.

“Eh, kenapa kau banyak bertanya? Ini baju dipinjamkan Bu Seungyon, kalau parfume, dari Kibum.”ekspresi wajah Minho berubah serius.

“Oh…”

JJJ

“Rin, aku mau minum….”titah Minho.

“Ambil sendiri dong, Minho…..”kataku lemas.

“Kalo nyuruh balik, brarti mau ditambah harinya, jadi assistantku??? Tinggal pilih…”

“Wow…..itu ancaman???”tanyaku meledek.

“Bukan, itu sih puisi…”katanya.

“Hehehe, nggak lucu…”

“Cepetan!!!”

Akhirnya aku menurutinya. Kuambil botol minuman dari dalam kardus. Lalu aku kembali duduk di bangku pemain.

“Elapin keringet aku dong, Rin…!!”titahnya lagi, dengan handuk yang disodorkan padaku.

“Sini….mana!!”aku malas berbasa-basi, jadi aku turuti saja.

“Orang idiot, emang pantes jadi pembantu ya…..”teriak Krystal dari atas. Yang membuat semua pemain berhenti dari latihannya.

“Yap!! Jadi pengen punya pembantu.”jelas Jessica.

PLUK!!!……handuk yang tadi aku pakai untuk melap keringat Minho, kulemparkan saja ke wajah Minho.

“Kurang ajar….ngomong gak diralat dulu….”kataku, kesal. Sesegera mungkin aku merapihkan barang-barangku dan bergegas pergi.

“Tunngu dulu dong…”cegah Minho.

“Kita kan mau bareng…”lanjutnya.

“Yaudah…cepetan….”

Dengan langkah sedikit ditekan, aku keluar dari stadion.

“Rin, mau bareng???”tiba-tiba Key ada didepanku.

“Euh. Gimana ya…”kataku bingung.

“Nggak usah. Rin udah mau pulang sama aku.”Minho dengan kasarnya menggenggam tanganku.

“Heh, jangan kasar sama cewek!!!!”Key membalas Minho dengan menarik kerahnya. Sekarang mereka hanya saling menatap dengan sangar….. Kenapa mereka??

TBC………

P.S: asa jadi capek….lemes…..kok ngerasa gak ********……tapi mudah-mudahan, setelah ngeliat yang bening-bening…jadi semangat lagi……heheheh

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Pearl In The Soul of Human – Part 2”

  1. Mmmm… Minhoooo.. Kok nyuruh2 seh.. Kasian bgd ya, jadi asisten nya minho.. Disuruh2 mulu..
    Hahaha..
    Oia,aku juga suka key disini..
    So sweeeet..
    >.<
    Dan terakhir, key n minho yg berantem..
    Buset key ma minho rebutan cewe mulu yak!!
    Hahahaha..
    Lanjut.. Lanjut.. Lanjut..
    Tsae, makin lama makin keren aja ff nya..
    ^^
    Fighting ya buat next part…!!!!
    ^^

  2. Minho minho minho!
    Kamu tega bangeeet hahaha.
    Key juga sweetsekali disini.

    Nice ff onn! Ditunggu part selanjutnya

  3. udah ada kok may namamu di FF ‘why’
    liat aja di library pasti tulisannya Why by tsae ^^

    huakakakak suka scene minho yg nyuruh2 hahaha

    ditunggu part selanjutnya ya May..^^

  4. Keren keren ff nya .. Ditunggu lanjutannya
    Kebetulan aku udah nunggu yang ke 2 , eh udah ada
    Yang pearl in the soul of human yang 1 baguuus

  5. wahhh mau dong jd asstantny minho biarin deh ngelapin kringetny………………hehehe
    key co cweet…………..
    kekeke~

    nice ff tsae……….
    lanjut………….
    😛

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s