The Day Before My Birthday

Author: Park Shin Yeong a.k.a Gemala (sinta)

Cast: Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Iryeong

Genre: Romance, friendship, sad hiks..hiks..

Type: One shoot

n.b: ini ff pertama yang saya buat dengan genre sad…… Hope you like it…… Semoga bisa menguras air mata anda !!!!! *plaak*

Teet….teet….teet….teeeeeeeet

Suara alat pendeteksi detak jantung memecahkan tangis kami semua. Kami kehilangan sosok Kim Kibum oppa, salah satu sahabat kami sejak 1 tahun yang lalu. Sudah seminggu ini dia masuk ke rumah sakit dan mengalami koma. Kibum oppa mengidap penyakit hati stadium lanjut, tapi aku dan Iryeong baru mengetahuinya seminggu yang lalu. Hanya Jinki oppa yang tahu soal penyakit Kibum oppa.

——–Flashback———

”Halo…halo !!! Shinyeong tolong !! tolong aku !!! tolong kibum oppa !!!”tanpa henti kata ”tolong” terus dilontarkan Iryeong kepadaku melalui telpon.

”Iryeong ada apa ??? jelaskan padaku !!!” kataku panik

”Kibum oppa tiba-tiba pingsan !!! Ia kesakitan dan terus memukul-mukul dadanya !!! aduh !!! tolong aku !!!” sekarang Iryeong tidak kuasa menahan tangisnya.

”Aduh!!! Cepat telpon ambulance !!!! Aku dan Jinki oppa akan segera menyusul kesana !!!” aku shock berat mendengarkan kata-kata Iryeong. Tapi aku berusaha untuk tidak panik.

Aku berlari melewati kerumunan orang-orang di mall menuju tempat parkir. Setelah kucari-cari akhirnya kutemukan Jinki oppa.

”Oppa gawat !!! Kibum oppa, dia dia…” aku bingung ingin berkata apa

Setelah mendengar penjelasanku yang belum selesai, Jinki oppa terlihat sangat panik. Ia sepetinya sudah mengerti apa yang terjadi.

”Ayo cepat kita pergi ke rumah sakit !!!” Jinki oppa menarikku masuk ke mobil.

Di dalam mobil………

”Oppa apakah oppa tahu alasan kibum oppa tiba-tiba jatuh pingsan ???”

”Ti..tidak aku tidak tahu !!!”

”Oppa gak usah bohong deh !! karena oppa itu gak berbakat bohong !!!”

”Hmm sebenarnya Kibum mengidap penyakit hati stadium lanjut…” suara jinki melemas meratapi nasib temannya yang satu itu.

———End of Flashback———–

Aku cuma bisa menangis di pelukan Jinki oppa yang juga sangat terpukul atas kepergian sahabatnya Kibum oppa. Mataku langsung tertuju pada sosok yeoja yang duduk di sebelah tempat tidur Kibum oppa. Iryeong sudah tidak bisa berkata-kata lagi, yang dia lakukan hanya menangis, menangis, dan menangis sekuat mungkin.

Bagiku itu wajar, karena Iryeong kehilangan sosok yang sangat ia cintai. Lebih dari apapun. Baru setahun ia bisa memiliki Kibum oppa, dan sekarang orang itu sudah pergi meninggalkannya. Perasaan yang sudah Iryeong pendam selama 3 tahun, hanya terbalas selama 1 tahun.

————-Flashback————-

Aku dan Iryeong sedang duduk di samping kolam ikan kecil di taman kota. Kami sedang menunggu 2 orang spesial.

”Aduh… bagaimana ini !!! jantungku berdetak kencang sekali !! serasa mau copot !!!” kata Iryeong panik

Aku cuma diam sambil memberi makan ikan-ikan kecil di kolam.

”Kenapa kau bisa setenang itu ????”

”Iryeong !! kau tahu, sekarang aku sedang berusaha memperbaiki perasaanku yang tidak karuan !!!” aku kesal karena sejak tadi Iryeong tidak berhenti mengoceh.

”Bagaimana mungkin ???”

”Dengan memberi makan ikan ini, perasaan seseorang akan menjadi tenang” jelasku panjang lebar.

”Hwaa !!” teriakku dan Iryeong kompak.

Ada yang menepuk pundak kami. Ternyata Jinki dan Kibum, orang yang kami tunggu sejak tadi sudah datang.

”Hhe… maaf ya kami terlambat..” kata jinki sambil tersenyum. Senyuman itu semakin membuatku tak bisa bernafas.

”A..ahh tidak apa-apa..” aku berusaha menutupi rasa gugupku

”Ayo kita pergi !!!!” kata kibum dengan nada misterius

”Kita mau kemana sih ???” Iryeong mulai tidak tenang

Kami berempat berjalan menuju ke tengah taman kota.

Aku dan Iryeong tercengang tak percaya melihat taman kecil itu dipenuhi dengan lampu warna-warni yang berkerlap kerlip. Pantulan cahaya lampu membuat air mancur di taman itu terlihat sangat indah.

Jinki dan kibum menarik kami ke jembatan kecil di taman itu. Di bawah jembatan itu ada sungai kecil yang sengaja dibuat. Dan diatas sungai sudah mengapung lilin berbentuk hati yang sangat indah.

”Ada satu lagi…” kata jinki dan kibum.

Jinki menarikku hingga aku sudah sangat dekat dengannya, dia melingkarkan tangannya di pinggangku dan mendekatkan wajahnya padaku, aku tidak mampu berkata-kata, aku juga tidak mampu menolaknya. Refleks ku tutup mataku dan kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirku.

Aku tidak tau apa yang terjadi pada Iryeong. Tapi kurasa hal yang sama terjadi padanya.

———————End of Flashback—————-

Kini kibum oppa sudah pergi. Dan sialnya lagi, kibum oppa meninggal pada tanggal 22 Juli, sehari sebelum ulangtahunku. Itu semakin menambah luka yang ada padaku. Tapi aku berusaha tegar demi Iryeong.

Aku dan Iryeong memang memiliki sifat yang berbeda. Aku lebih tenang sementara Iryeong mudah panik. Dia juga sangat sensitif dan mudah menangis. Tapi ia adalah orang paling sabar yang pernah kutemui.

Tanggal 23 Juli, hari pemakaman kibum oppa bertepatan dengan hari ulangtahunku

Semua orang sudah meninggalkan pemakaman, kecuali kami bertiga. Jinki memecahkan keheningan diantara kami.

”Kalian tahu apa kata-kata yang selalu kibum katakan kepadaku ??”

”Apa oppa ??”

”Dia selalu bilang seandainya aku berada dalam 2 pilihan, tetap hidup tapi harus merasakan sakit yang luar biasa seperti sekarang atau mati dengan tenang aku lebih memilih mati saja” jinki oppa mengatakannya dengan mantap

Iryeong menangis semakin kencang sementara aku berusaha menenangkannya.

”Lalu dia berpesan kepadaku suatu saat ketika aku telah pergi kau harus merelakanku. Jangan membuatku berat untuk meninggalkanmu, karena itulah konsekwensinya jika kau mau berteman dengan orang sepertiku, kau harus merasa kehilangan” lanjut jinki

Iryeong terdiam mendengarkan kata-kata jinki oppa.

”Jadi kalian harus merelakannya. Karena itulah yang terbaik untuknya”

”Tapi ini bukan yang terbaik untukku oppa !!!” bentak Iryeong. Aku sangat terkejut, sebelumnya tidak pernah kulihat Iryeong membentak orang lain.

”kau tidak boleh egois Iryeong !! Aku ini sahabatnya, aku juga sedih sama sepertimu !! Tapi apakah kau tega melihat kibum terus menerus kesakitan, berusaha melawan rasa sakitnya sendirian !!!” jinki berusaha menyadarkan iryeong.

”Iryeong dengarkan aku !!! Kalau kau cinta pada kibum oppa, maka kau harus merelakannya, kau harus mendukung semua keputusannya !!” kali ini aku yang berbicara padanya

”Aku merasa ini terlalu cepat dan mendadak !! Belum ada yang bisa kulakukan untuknya !!!” kali ini suara Iryeong melemas

”Ada Iryeong !!! Kau bisa membantunya !! Kau harus membuatnya bahagia dan tenang disana !!! Kau bisa membuatnya bangga telah mencintaimu !!!

”Ya Iryeong !!! Kami disini untuk membantumu !!!” kata jinki memberi semangat.

Iryeong menangis lagi, tapi kali ini tangisan bahagia. Sepertinya ia sudah bisa mengerti.

————–Iryeong POV—————-

Tuhan.. terimakasih engkau telah memberikan sahabat seperti mereka. Saat kibum oppa telah pergi, masih ada mereka disampingku. Mereka benar aku tidak boleh egois, aku harus membuat kibum oppa tenang disana. Saranghae kibum oppa….

—————End of Iryeong POV————-

Akhirnya aku pulang ke rumahku. Aku ingin melepaskan semua penat dikepalaku. Tiba tiba jinki oppa menelponku.

” SAENGIL CUKHA HAMNIDA !!!!” kata jinki oppa dari telpon

”Mwo ?? aku sampai lupa !!! hahaha makasih oppa !!” kataku senang

”Ya… walaupun hari ini kita semua bersedih, tapi aku tidak boleh egois dan melupakan hari ulangtahun chagiya ku tersayang !!!” kata jinki riang

”gomawo oppa saranghaeyo jinki oppa !!!”

”no do saranghae chagiya… good night have a nice dream !!!”

“you too oppa..”

Tadi itu membuat perasaanku sedikit membaik. Akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Dan kuharap Iryeong dan Jinki oppa juga begitu.

—————————-

Sudah sebulan sejak meninggalnya kibum oppa. Semua sudah mulai kembali normal. Iryeong sudah kembali bersemangat. Ia memulai hari barunya dengan satu tujuan yaitu menjadi lebih baik dan membahagiakan kibum oppa disana. Iryeong memilih untuk melanjutkan studinya ke California.

3 tahun kemudian………….

Hari ini tanggal 22 Juli, saat yang sama dengan kejadian 3 tahun yang lalu. Tapi kini kami bertiga tidak seperti dulu lagi, kami sudah menjadi orang yang lebih baik. Dan kami terbukiti mampu melewati saat yang sama selama 3 tahun terakhir ini.

Aku dan jinki oppa mendapatkan surat dari Iryeong. Kami tidak terkejut karena ini adalah rutinitas selama 3 tahun terakhir. Aku membukanya dengan riang, tapi saat kubaca kata-kata di surat itu kejadian 3 tahun yang lalu kembali menjadi mimpi buruk yang bertambah buruk………..

To Shinyeong dan Jinki

Hi…

Apa kabar ???

Kabarku sangat baik, bahkan tidak pernah sebaik ini sebelumnya.

Sebagai sahabat yang baik, kalian harus mendukung semua keputusan dan jalan yang kupilih, benar kan ???

Dan aku sudah memilih jalanku

Hari ini, tepat tanggal 22 Juli aku akan mencangkokkan hatiku kepada seorang penderita penyakit hati sama seperti kibum oppa….

Dan mungkin saat kalian sedang membaca surat ini, aku telah tiada atau mungkin masih berada di ruang operasi, siapa yang tahu ???

Tapi kalian jangan mengira aku melakukan ini karena aku telah putus asa, malah aku melakukannya dengan suka rela dan bahagia. Karena aku ingin mati disaat yang sama dengan kibum oppa.

Aku tidak ingin bunuh diri karena itu berarti aku mati sia-sia. Jadi aku memilih untuk mencangkokkan hatiku kepada orang yang membutuhkan. Itu akan membuat kibum oppa bangga, iya kan ???

Aku ingin mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya pada kalian…

Tolong relakan aku perig, sama seperti kalian merelakan kibum oppa untuk pergi…

Sayonara shinyeong…

Sayonara jinki…

From your best friend

Kim Iryeong

Aku tak kuasa menahan tangisku. Jinki oppa segera memelukku dalam. Aku tidak peduli dengan orang-orang yang memandangku dengan heran. Aku sudah mengalami kehilangan besar. Terjadi di saat yang sama. Aku tahu, aku harus merelakan iryeong agar dia tenang disana. Tapi tidak akan semudah itu….

Tanggal 23 Juli, hari pemakaman Iryeong

Iryeong dimakamkan tepat disamping pemakaman kibum oppa. Semua kejadian 3 tahun yang lalu kembali terbayang. Saat aku berusaha menenangkan Iryeong, tapi sekarang aku tidak bisa menenangkan diriku sendiri.

”Iryeong babo !!! Kau itu sehat kau tidak sakit !!!! kenapa kau lebih memilih mati !!!” aku terus bergumam tidak jelas di dalam hati.

Jinki seolah-olah mengerti perasaanku.

”Tenanglah chagiya… ini adalah yang terbaik untuknya… ingat itu” jelas jinki

”Menurutku tidak !!! dia tidak merasakan sakit seperti kibum oppa !!! jadi dia tidak harus mati !!!

”Mungkin dia tidak merasakan sakit seperti kibum, tapi apakah kau tahu isi hati iryeong bagaimana ??”

”Dia terlihat sangat tegar oppa !!!” aku berusaha menolak kenyataan yang ada

”ayo kita pergi, ada yang harus kau lakukan !!!”

Jinki mengendarai mobilnya menuju ke taman kota. Aku bingung kenapa jinki oppa membawaku kesana.

”Kau ingat ini ???” jinki membawaku ke kolam ikan di taman itu

”Kenapa dengan kolam ini ???” aku tidak berpikir apa-apa

”Aduh… ingatanmu buruk sekali !!! Kau selalu bilang dengan memberi makan ikan ini, perasaan seseorang akan menjadi tenang

Aku tersenyum mendengarkan perkataan jinki oppa.

”Sekarang cepat beri makan ikan ini, agar perasaanmu menjadi tenang !!” perintah jinki oppa

Aku senang karena jinki oppa ada disini bersamaku.

”Oh iya… aku punya hadiah spesial untuk chagiya ku tersayang”

Tanpa segan jinki oppa langsung menciumku dengan sangat lembut dan dalam. Mungkin menurutnya ini akan membuatku lebih tenang, ya… memang benar…. it’s make me feel better

Aku berusaha untuk memejamkan mataku. Aku terlelap dalam tidurku. Tapi aku terbangun di suatu tempat yang aneh. Semuanya putih… Aku bingung dan takut. Dan kali ini jinki oppa tidak ada disampingku.

”Jinki oppa !!!!” aku terus memanggil-manggil namanya

”Aduh… apakah kau tidak bisa hidup tanpa jinki oppa ??” suara yang sangat kurindukan dan mengagetkanku

”Iryeong ??? kibum ???” aku tidak percaya dengan apa yang kulihat

”ya kami kesini untuk mengucapkan selamat padamu HAPPY BIRTHDAY SHINYEONG !!!” kibum dan iryeong berteriak kompak

”Shinyeong maafkan aku karena pergi secara tiba-tiba, tapi kau harus ingat dengan apa yang kau katakan padaku 3 tahun yang lalu bahwa sahabat harus mendukung apapun yang dipilih oleh sahabatnya !!!” jelas iryeong panjang lebar.

Aku mulai menangis lagi

”Sejak kapan kau menjadi cengeng ??? Mana shinyeong yang dulu kukenal ??” giliran kibum yang berceloteh

“Sejak kalian pergi meninggalkanku !!!” aku membela diri

”Tolonglah relakan aku pergi…. Inilah yang membuatku bahagia, bersama kibum oppa untuk selamanya !!!” iryeong memohon padaku

”Baiklah, aku mengerti perasaanmu….. kalian berdua memang tidak dapat dipisahkan !!!” aku tersenyum pada mereka

”Gomawo Shinyeong !!!!” lagi-lagi mereka berteriak

”Kau harus kembali, ini bukan tempatmu !!!” iryeong terlihat serius

”Aku pasti akan merindukan kalian !!!”

”Kamipun pasti begitu, tapi kami akan selalu ada disampingmu !!!” jelas kibum

”Oh iya… maafkan aku karena membuatmu sedih di hari yang seharusnya menjadi hari bahagiamu !!!” jelas iryeong

”Sudah.. jangan membuatku menangis lagi !!! aku benci menangis !!!”

”Baiklah selamat tinggal shinyeong….”

”Salam untuk jinki ya !!!”

—————————-

Aku tersenyum bahagia di dalam tidurku. Ini adalah hadiah terindah karea aku bisa berbicara untuk terakhir kalinya pada mereka. Dan saat bangun nanti jinki oppa sudah menungguku.

THE END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “The Day Before My Birthday”

  1. haiyaaaah, saya nggak bisa komen mulu daaaah -__-
    dua kata buat ff ini: menyayat hati *ceilah
    bikin merinding pulaaa!
    ajegileee, keren deh author!!
    niiiiiiiiiiice ^^

  2. Kereeeeeeenn XD
    Iryeongnya keren bgt sampe segitunya spy bs sama kibum ..
    Gya gyaaa good job author XD

  3. oppaa..key oppaaa..jangan mati muda dongg. ketemu gue aja belom hueheheh.
    ffnya bagus, tapi kurang dapet sedihnya nihhh…
    apa karena baca ini ff sambil dengerin st12 ya ??hemm. semoga di ff selanjutnya bisa lebih sedih.
    author HWAITING !

  4. hwaaaa…aku nagis..bener2 aku nangis….hiks..hiks..*lebay mode:on*

    ffnya bagus,keren, dkk deh…
    bacanya sambil denger lagunya SHINee yg life…jadi makin keras deh nangisku..hehe

  5. Sedih banget plotnya.
    Harus dgn tegar menerima kenyataan
    Tapi bagus author ceritanya
    Semakin merasa sakit maka dapat dgn baik merasa bahagia yg sesungguhnya
    *puitis banget*
    Hahahaha

  6. alurnya kecepetan. then setau aku kalo cangkok hati itu, yg dicangkok hatinya sebagian. gak semua. jadi mungkin yg chingu maksud itu donor hati kali. terus sm penulisannya juga tinggal dirapiin dikit aja. sm kalimat2nya juga perlu diperbaiki lagi penempatannya. udah deh. kekeke~~~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s