The Old Me

Author                  : STORM

Cast                       : Jonghyun, Yoora.

Theme                  : Romance, Life

Type                      : one shot

Summary             : “Pada waktu itu tanpa mata bulat ini, tanpa hidung mancungmu ini. kau sudah berhasil membuatku mencintaimu.” Tangannya menunjuk kedua mataku dan juga hidungku. Senyum terlukis diwajahnya. Senyum yang sangat kurindukan. Senyum yang selalu ingin kulihat. Senyum yang tidak dapat kulihat setahun belakangan ini.

This fucking cuteness value is killing me for sure!

(He Loved) THE OLD ME

Yoora POV

“KAU! APA SAJA KERJAMU??” laki-laki dihadapanku ini melempar kertas- kertas putih ditangannya tepat di wajahku. “hyung tenanglah.” Taemin si maknae mencoba menenangkan hyungnya ini. “bukan salah noona kan?” Taemin mencoba membelaku.

“pergilah sebelum aku berteriak lebih kencang dari ini!” katanya tepat di hadapanku. aku segera membereskan kertas- kertas yang berserakan di kakiku dan pergi meninggalkan ruangan ini.

“Hyung. kapan manager hyung kembali dari Eropa? Sudah setahun dia di sana. Dia ga mau balik ke sini? dia lupa masih punya 5 anak yang harus diurus?” Jonghyun masih dengan emosi tingkat tinggi bertanya pada onew.

“dan kenapa dia harus menyerahkan kita pada perempuan ga becus itu?” onew seperti biasa tidak merespon emosinya. “perempuan itu bahkan tidak mempunyai kepercayaan diri!”

“hyung..sudahlah..kan masih bisa di-reschedule..ga usah marah-marah” kali ini Key yang mencoba menenangkannya.

“perempuan itu sudah hampir setahun kerja dengan kita dan masih….” Sebuah tangan yang besar tiba-tiba menyentuh pundakku. Membuatku mengalihkan perhatian padanya.

“Minho?” aku berdecak melihatnya.

“noona, ngapain berdiri di depan pintu? Ga masuk?” tanyanya sambil memutar kenop pintu.

“ssstttt” aku menaruh telunjuk di bibirku. Menandakan memintanya untuk diam. Minho mengkerutkan jidadnya. Menandakan dia tidak mengerti. Aku langsung menariknya ke atap, tempat yang selalu menjadi favoritku dan Minho bila berbicara dua mata. “Jonghyun marah lagi.” aku menundukkan kepalaku.

“sabar ya noona” Minho mencoba menenangkanku. “memangnya apalagi yang dikeluhkannya?” tanya adikku yang paling tinggi ini.

“schedule kalian ada yang bentrok” aku menjelaskan masalahnya.

“ohhhh…ga apa-apa kok noona. Manager hyung juga kadang suka teledor gitu.” Minho menepuk-nepuk pundakku.

“aku parah banget ya sebagai pengganti manager?” tanyaku padanya.

“ga kok noonaaaaaa…tenang aja..aku juga sedikit heran sama hyungku itu. Biasanya dia nyantai aja kalo ada yang bentrok gitu. Soalnya kan belum terlaksana. Jadi masih bisa di-reschedule kan?” jelas adikku yang tinggi ini. “waktu itu schedule yang dibuat manager hyung juga beberapa kali pernah bentrok. Tapi Jonghyun hyung tidak pernah marah-marah” katanya sambil mengerutkan jidadnya. Seolah sedang berfikir.

“apa dia benci banget ya sama aku?” Aku masih menundukkan wajahku dan memegang teh hangat yang tadi sempat kami ambil sebelum ke sini.

“noona please..hal itu ga mungkin karena kalian berdua kan sahabatan.” Minho meneguk teh ditangannya. “gak masuk akal aja. Kalo dia marah- marah karena ga suka noona” jelasnya lagi. aku mengangguk.

“sudahlahhhhh..tenang saja noona. Aku akan pasang badan untukmu. Kalo Jonghyun hyung marah-marah lagi” katanya sambil menepuk dadanya yang bidang. Aku hanya tersenyum melihat adikku ini. Minho memang sudah seperti adikku sendiri. Dia yang selalu ada untukku bila Jonghyun sudah marah- marah ga jelas seperti ini. dia yang selalu menenangkanku. Sebenarnya member yang lain juga baik padaku. Tapi sepertinya ikatan kakak-adik ini lebih kuat ke Minho hehehe.

“noona jangan lupa nanti aku jemput kau jam 7 ya” katanya sambil berdiri membetulkan celana panjangnya yang agak naik karena duduk bersila tadi.

“emangnya ada apaan jam 7?” tanyaku sambil berdiri.

“gathering SM noona..lupa?”

“oh iya lupa. Sip! jam 7 jemput aku di tempat biasa ya..” kataku sambil menepuk jidadku.

“SIP!” katanya sambil berlalu.

***

Jam 7 lewat 30 menit aku dan Minho tiba di tempat gathering SM. Semua artist manajemennya berkumpul. Dari super junior sampai BoA yang sudah lama tidak berada di Korea pun berkumpul semua. Ruangan yang tadinya besar ini serasa sempit karena banyaknya anak-anak SM yang datang.

“Yoooooraaaaaaaaa” eeteuk oppa langsung menarik tanganku seketika. “ooopppaaaaaa. Wahhh..aku sangat merindukanmu” aku langsung memeluknya erat. Dan meninggalkan Minho sendiri.

“kau, kemana aja? Sibuk ngurus Shinee? Kapan ngurus Suju?” tanyanya sambil merangkul pundakku dan berjalan menuju tempat makanan.

“oppa, kau ga rugi kok aku ga ngurus Suju. Aman malah..” kataku sambil mengambil cemilan.

“kata siapa???” tiba-tiba laki-laki dengan pipi seperti bakpau dipenglihatanku ini datang merangkul bahuku.

“Yesuuunggg oppaaaaa huhuhuhu” aku langsung memberikan piringku pada eeteuk oppa dan memeluk kakak kesayanganku yang lain di Suju ini. setahun di SM membuatku lumayan dekat dengan anggota- anggota SM lainnya.

“oppa mau curhattttttt” kataku sambil menarik tangan Yesung oppa ke sebuah meja yang kosong.

“ya! Yoora!” tiba- tiba eeteuk oppa memanggilku.

“oh iya! Maaf oppa. Hehehe.” kataku.

“kamu kalo ketemu Yesung, langsung dech oppa ditinggal” katanya sambil menundukkan kepalanya.

“hehehe..maaf oppa..ayo kita kesana” aku menarik kedua tangan kakakku menuju sebuah meja yang kosong.

“jadi..mo curhat apa?” Yesung oppa memulai pembicaraan. Aku menarik nafas panjang.

“masalah yang sama?” tanyanya seolah sudah tau hanya dengan mendegarku menarik nafas panjang. aku mengangguk. Yesung dan Eeteuk oppa memang sudah tau masalahku.

“tadi pagi aku kena marah lagi.” keluhku pada mereka.

“ya ampun Yoora..udahlah ga usah dipikirin..mungkin setiap kamu bikin kesalahan kecil, mood jonghyun lagi down. Jadi kamu kena imbasnya dech” eeteuk oppa mencoba menghiburku.

“hyung dicari yang lain tuh. Hallo yoora..bentar yah dipinjem dulu oppanya hehehe” tiba-tiba eunhyuk oppa datang dan membawa oppaku pergi. Aku hanya bisa menaikkan ujung bibirku.

“Yoo kayaknya loe perlu ngomong dech sama Jonghyun. Daripada loe suram terus kayak gini.” Kata oppa ku yang masih tersisa di sampingku.

“aku sih juga mau ngomong. Tapi belum berani Cong.” Kataku sambil memakan cheese cake yang kuambil tadi. Terkadang bila sudah curhat dengan Yesung, kami melupakan hubungan kakak-adik. Kami lebih senang berbicara sebagai teman. Ga sopan memang. Tapi beginilah hubungan kami. Kadang-kadang aja ingat kalo kami beda umur. hahaha

“yahhh..ga akan selesai masalah loe. Dimarahin aja terus. Terus nanti curhat lagi aja ke gue malam-malam buta” katanya.

“itu kan kalo ga da Minho, oppaaa” kataku yang langsung dijejali brownies coklat kesukaanku oleh oppa ku ini.

“dah ngomong. Sekalian dech tuh nyatakan perasaan kau” lanjutnya

“perasaan apa?” aku langsung menjejalinya dengan cheese cake yang lain. Menyumbat mulutnya agar tidak ngomong macam-macam.

“perasaan kalau kau benci sama dia” jelasnya sambil membesarkan matanya. “ya bilanglah kalau kau suka sama Jo….” Seketika ruangan menjadi sepi. Dan suara Yesung oppa menjadi sangat besar. Dan semua mata tertuju pada kami. Aku dan Yesung oppa langsung diam membatu. Tidak lama music mengalun mengalihkan mata yang tertuju pada kami.

“ayo turun. Atau kita akan kena interview” yesung oppa mengajakku turun ke lantai dansa.

Aku mengikuti tarikan tangannya. Dan mulai berdansa mengikuti alunan musik yang sedang dimainkan bersama oppa-oppa ku yang lain.

Belum lama aku berdansa dengan oppa-oppaku yang lain. Seseorang menarik tanganku kuat. “Jonghyun?” aku memandangnya. Aku mencari Yesung oppa di lantai ini. kutatap matanya. Kulihat dia menganggukkan kepalanya. seolah berkata “bicaralah”. Dan tangan kirinya membentuk symbol telefon. Seolah mengatakan “telefon aku segera” aku mengangguk mengerti.

***

“KAU! Bukannya membetulkan schedule kami, malah asyik berdansa dengan para pria” katanya langsung sesampainya kami di atap gedung SM.

“kenapa? cemburu?” kali ini aku tidak diam saja. Yesung oppa benar. Aku harus bicara padanya.

“tidak akan pernah ada rasa cemburu untukmu” jawabnya singkat.

“perbaiki ini dan serahkan padaku secepatnya” katanya sambil melempar jadual latihan dan manggung mereka dihadapanku. dan diapun melangkahkan kakinya kembali.

“Jonghyun!” dia tidak menghiraukan panggilanku.

“Jonghyun!” aku berlari mengejarnya. Tanganku menahannya pergi.

“Apa salahku? Apa yang selalu membuatmu begitu membenciku? Apa yang membuatku selalu memarahiku?” aku bertanya tanpa henti. Pria ini pun menghentikan langkahnya. Dia menatapku dari atas sampai bawah. Dari ujung rambutku sampai ujung kakiku. Tatapannya membuatku takut.

“tanyalah pada dirimu” dia merespondnya singkat. Tapi matanya masih menatapku tajam.

“Jong..” aku kembali menahan langkahnya. “kenapa?” mataku dan matanya akhirnya beradu.

“karena aku membencimu!” dia melepaskan tanganku dari lengannya. Jantungku berhenti mendengarnya mengatakan itu. Sesaat kabut seolah menutupi pandanganku. Pria ini dengan tidak memperdulikanku dan kembali berjalan. Langkahnya membuatku tersadar lagi.

“tapi aku mencintaimu Jong!” teriakku padanya. Jonghyun menghentikan langkahnya. Dia membalikkan badannya dan berjalan ke arahku. Pria ini hanya diam membisu di hadapanku. Dan menarik nafas panjang.

“aku..” belum sempat kulanjutkan ucapanku. Jong menyerahkan ku dompet coklatnya.

“hatiku sudah dimiliki oleh gadis yang ada di foto itu” kubuka dompetnya. Kulihat foto yang dia maksud.

“Foto ini?” aku melihat dirinya dengan seorang gadis. Gadis yang sebaya denganku. Dan aku sangat mengenalnya. Sangat. Gadis yang selalu menangis karena diejek oleh teman- temannya. Gadis yang selalu memeluk Jonghyun erat pada saat dia menangis. Gadis yang selalu menyusahkan Jonghyun. Gadis yang selalu membuatnya juga ikut diejek. Dan gadis yang selalu membuat Jonghyun memberikan senyum termanisnya. Senyum yang sudah lama tidak kulihat. Dan karena itulah aku sangat membencinya. Sangat!!

“berikan padaku!” Jonghyun mengambil dompetnya lagi dari tanganku.

“kau masih menyimpannya? Dia sudah mati Jong! mati!” Jonghyun menatapku sinis. Dia memasukkan dompetnya ke kantong celananya.

“dia masih ada di hati dan di pikiranku. Dan aku masih mengharapkan dia kembali dengan bentuk seperti ini.” katanya sambil menunjukkan fotonya lagi.

“jadi karena dirinya kau selalu berteriak padaku?” aku menatapnya tegas.

“kenapa kau tidak bisa menerimaku? Kenapa?” aku mencekram kedua kerah jaketnya.

“karena dia bukan dirimu” jawabnya sambil melepas genggamanku di jaketnya.

“aku..aku..gadis yang sama dengan gadis di foto itu Jong. sama!” Teriakku dihadapannya.

“hah! diliat saja sudah berbeda.” Dia menatapku tajam.

“lihat! gadis ini bahkan tidak mempunyai lipatan dimatanya. Tulang pipinya saja tidak terlihat. Dia..dia bahkan tidak terlihat manis, Jong. lihatlah!” aku mengambil lagi dompetnya dari saku celanananya dan menunjukkan foto itu padanya. Pria ini terdiam. Dia menatapku dengan rasa kasihan dimatanya.

“Maaf aku tidak mencintaimu, Yoora.” Pria ini akhirnya mengeluarkan kata- kata yang kutakutkan. Sudah kuduga ia akan berkata seperti itu. Orang bilang, diterima tidaknya perasaan kita, air mata tetap akan jatuh. Baik karena bahagia ataupun patah hati. Tapi tidak untukku. Tidak ada air mata yang keluar dariku. Aku hanya menarik nafas panjang. Karena sesak menyerang dadaku.

“kau tau Yoora? Jawabanku akan berbeda bila kau menyatakan ini beberapa tahun yang lalu. Karena waktu itu aku sangat, sangat mencintaimu. Aku bahkan rela berbohong pada managerku hanya untukmu.” Entah kenapa sesak ini tidak berkurang mendengar pengakuannya. Sesak ini bertambah. Dada ini menahan sesak yang sangat berat. Berat sekali. Bahkan sekarang ditambah dengan genangan air mata yang sedang kutahan agar tidak jatuh.

“Aku bahkan mencintaimu pada saat kamu tidak sekurus ini. aku mencintaimu pada saat pipimu masih gembul. Kau yang seperti itu berhasil memikat hatiku. tidak seperti sekarang. Wajahmu ini. aku bahkan tidak mengenalimu lagi.” Jonghyun terdiam. Dia mengambil nafas panjang dan melepasnya dengan berat. Sedangkan aku, aku hanya bisa menundukkan kepalaku. Mencoba untuk tidak menunjukkan air mataku yang sudah deras jatuh dipipiku. Pertahananku runtuh tampaknya.

“Pada waktu itu tanpa mata bulat ini, tanpa hidung mancungmu ini. kau sudah berhasil membuatku mencintaimu.” Tangannya menunjuk kedua mataku dan juga hidungku. Senyum terlukis diwajahnya. Senyum yang sangat kurindukan. Senyum yang selalu ingin kulihat. Senyum yang tidak dapat kulihat setahun belakangan ini.

“Tapi entah kenapa, sejak kau mempunyai ini semua. Aku tidak lagi mencintaimu.” Tangannya yang besar menyentuh lembut pipiku.

“Kau memang cantik sekarang. Aku yakin semua laki-laki akan berpaling padamu bila kau berjalan. Tapi entah kenapa, aku tidak merasa kau cantik. Aku merindukan pipi gembulmu. Aku merindukan mata dengan satu lipatan itu. Di mata itu lah aku sudah jatuh cinta padamu. Di pipi gembulmu itu lah kau berhasil membuat jantungku ini berhenti. Tapi maaf aku tidak dapat menemukan itu didirimu yang sekarang.” Air mata membasahi garis wajahnya yang tegas. Hidungnya memerah. Dapat kurasakan kecewa yang sangat besar dari dirinya.

Aku yang tepat berada didepannya hanya bisa memberikannya air mata. Air mata yang sama. Air mata kekecewaan. Kecewa karena aku begitu bodoh. Kenapa aku bisa melakukan semua ini. kenapa aku tidak sadar bahwa dia mencintaiku dengan tulus. Dia mencintaiku apa adanya. Tanpa embel-embel ‘the cuteness’ di wajahku. Kenapa? Kenapa aku baru sadar sekarang? Air mata ini tidak hanya jatuh deras dipipiku tapi juga dihatiku. Sekarang yang ada hanyalah penyesalan besar di hatiku.

“Maaf Jong..”

***

Jonghyun POV

Aku berjalan dengan kaki berjinjit. Kulihat sekeliling. Tidak ada orang. “Aman..” kataku dalam hati. Aku kembali berjinjit. Masalahnya adalah lantai di dorm kami ini adalah kayu. Bukan keramik. Jadi suara apapun yang melintasi lantai kayu ini akan terdengar.

Aku melangkahkan kakiku ke ruang tamu. “aman..” sekali lagi aku menarik nafas lega. “anak-anak ini memang pengertian sekali padaku hahaha..maaf ya aku sudah bohong. hihihi” kataku dalam hati. Kulanjutkan langkah jinjitku ke pintu ke luar. Kuputar kenop pintu dorm ini.

“hyung?”

*BRUK*

sapaan seseorang di belakangku membuatku kaget dan terjatuh.

“hyung ga apa-apa?” tanya sambil membantuku berdiri.

“hyung mau kemana? Katanya sakit?” Taemin adikku yang paling kecil ini membuat usaha jinjit menjijitku gagal.

“he..iya ini aku mau ke dokter.” Jawabku.

“ke dokter kok pake jinjit segala?” tiba- tiba kakakku Onew muncul dari balik tembok.

“he…hyung…” aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal ini.

“boong tuh hyung. pasti mau kabur. Alasan aja dia mau ke dokter.” Key juga ikut muncul dari balik tembok.

“hffff…aku mau jemput yoora nih..maaf ya..habis kalo ga bilang sakit, ga diizinin sama manager.” Kataku jujur.

“yoora? Katanya lagi di luar negeri?” Key langsung excited mendengar kata yoora. Aku memang sudah sering menceritakan yoora pada mereka.

“iya..hari ini dia pulang..” kataku sambil memakai sepatu

“hyung, aku ikut ya..aku mau lihat yoora nih. Selama ini kan cuma denger ceritanya aja.” Taemin memintaku membawanya.

“aku juga. Kalo ga diizinin. Kukasih tau manager nih” ancam Key. Dan aku hanya bisa mengangguk pasrah. Seharusnya ini akan menjadi pertemuanku dan yoora yang sangat mengarubiru. Tapi apa daya. Daripada nanti mereka lapor manager.

***

“hyung…mana yoora noona?” taemin yang sejak tiba di bandara ini sudah menanyakan kehadiran Yoora bertanya untuk kesekian kalinya. Sedangkan aku masih celingak-celinguk mencari sahabatku itu.

“Jonggggggggg…” tiba- tiba gadis dengan rambut pendek sebahu dan agak bergelombang menghampiri kami sambil menyeret koper besarnya.

“saya?” aku tidak yakin dengan yang kulihat. Karena aku tidak mengenal gadis ini.

“iya..kamu mau jemput aku kan?”

“yoora noona?” taemin menebaknya.

“iya..aku yoora. Kau pasti Taemin ya?” gadis yang sangat terlihat asing dimataku ini menyapa Taemin dengan ramahnya.

“gimana sih hyung. masa ga kenal sama teman sendiri? Aku Key, noona. Wahh..noona memang cantik. Begini kok dibilang manis. Ini sih cantik” Key dengan senyum di wajahnya menyapa hangat gadis yang mengaku yoora ini.

“kau benar- benar yoora?” aku bertanya sekali lagi. karena memang dia bukan yoora yang kukenal. Dan gadis ini mengangguk mantap.

“kalau kau mengaku bahwa kau bukan yoora, aku tidak akan bilang pada teman-temanku. Dan akan menyelamatkan reputasimu” kataku sambil menariknya agak jauh dari teman-temanku.

“ya! Kim jonghyun! Kau masih tidak percaya ini aku?” aku menggeleng merespon pertanyaannya.

“apa perlu kuceritakan kejadian di coffee toffee itu? Hah?” Ya tuhan kalau dia tau kejadian itu berarti dia benar-benar yoora.

“kenapa dengan wajahmu?” tanyaku

“aku benar-benar berubah ya?” aku mengangguk. “hanya sedikit diperbaiki dibagian sana sini” katanya dengan senyum mengembang dibibirnya.

Jantungku berhenti berdetak seketika mendengarnya. hatiku menangis seketika. Pikiranku menolak perubahan yang drastis ini. kupikir dia berbeda dengan gadis kebanyakan. Padahal dengan tidak melakukannya. Dia sudah terlihat sangat manis.

Aku tidak tau apa yang kurasakan. Amarah menyelimuti diriku. “Hilang kemana rasa percaya dirimu yoora?” batinku. Sekarang yang ada dipikiranku adalah rasa sesal karena sudah menganggapnya berbeda. Yang ada dimataku adalah rasa kasihan. Dan yang ada dihatiku adalah kebencian.

“ayo pulang” katanya sambil merangkul lenganku. Aku melepaskan rangkulan tangannya dan segera melangkahkan kakiku. Gadis ini hanya melihatku heran.

Sejak saat itu, aku selalu marah- marah padanya. Apalagi sejak managerku bilang akan ada assistant yang menggantikannya selama dia ke Eropa. Dan orang itu adalah Yoora. Rasa benciku semakin memuncak melihatnya setiap hari lalu lalang dihadapanku.

“KAU! APA SAJA KERJAMU??”

“KENAPA KAU SELALU SAJA TIDAK BECUS?”

“HAH! APA YANG BISA KUHARAPKAN DARI ORANG YANG BAHKAN TIDAK PUNYA RASA PERCAYA DIRI SEPERTIMU?”

“CIH! MENJAUHLAH DARIKU!”

Dan kata-kata kasar lainnya yang terucap dari mulutku setiap gadis asing itu berbuat kesalahan. Walaupun kesalahan itu kecil sekali. Tetap saja aku memarahinya sampai dia menangis. dulu akulah yang selalu memeluknya bila dia menangis. tapi sekarang, jangankan memeluk. Melihatnya saja aku sudah kesal duluan.

***

Yoora POV

“aduh gimana ini Yoora? Kamu bisa dimarahi besar-besaran lagi sama Jonghyun” onew oppa terlihat cemas melihat schedule latihan Jonghyun bentrok dengan hari kuliahnya.

“oppa..tenanglah. aku kan sudah biasa.” Key menepuk-nepuk bahuku pelan seolah bilang “tenang saja noona”

Kulihat Minho meletakkan telapak tangannya didadanya. Seolah berkata “aku akan melindungimu noona” dan taemin hanya bisa berkata “noona fighting!” adikku yang satu itu memang selalu…ah..ya begitulah Taeminku tersayang ^^

“ada apaan sih? Kok pada ngumpul di sana?” Jonghyun yang baru datang langsung menghampiri kami. Minho memegang tanganku erat.

“apaan nih?” Jonghyun mengambil kertas putih ditanganku. Dia membacanya. Alis kanan dan kirinya terlihat menyatu. Genggaman Minho semakin kuat di tanganku. Semua dongsaengku menatapku cemas.

“aku akan memperbaikinya Jong” kataku sambil membungkukkan badanku.

“jangan marahi noona hyung” Taemin langsung meminta hyungnya itu.

“ohhh…ga apa-apa..di-reschedule aja” kami yang mendengarnya langsung membelalakkan mata kami. Key langsung menatapku bingung. Aku yang ditatap hanya mengangkat bahuku. Tapi tidak lama senyum terlukis di wajah kami.

“hyung! aku mencintaimu” teriak Taemin

“aku tau!” katanya sambil berjalan.

“aku juga Jong” teriakku yang langsung diberikan tatapan aneh oleh ketiga adikku dan kakakku.

Pria yang sedang berjalan itu langsung menghentikan langkahnya dan memberikanku senyuman termanisnya.

“terima kasih Jong. karena sudah menerimaku kembali sebagai sahabatmu” kataku dalam hati. “aku tidak akan berbuat bodoh lagi.”

***

STORM POV

Every girl is pretty.

No matter if your complexion is white, black, or even tan.

No matter if you have big eyes or small eyes.

No matter if you have pointed noose or not.

And no matter if you are just 150 cm height.

You are pretty with your own grace.

And there always be ‘Jonghyun’ out there who loves you as you are. ^^v

THE END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

27 thoughts on “The Old Me”

  1. AAAAAA!!!
    STORM!!!
    KMU BUAT JEJONG BEGITU MEMPESONA! *lagi suka jejong sm taeminnie.
    nice FF. wait for the another 🙂

  2. ‘di pipi gembul itulah kau berhasil membuat jantung ini berhenti’
    Jongg..pipiku gembul jg nech..Hehe..

    *clap*clap*clap

    wahhh..
    pemikiranmu selalu membuatku terpesona storm..stelah dulu ttg kegilaan fans skrg ttg oplas..wow..

    Nice d^^b

  3. huwaaaaaaaaaaaaaaaa!!!
    jadi suka jjong!!
    maafkan aku jinki oppa, kau tetap yang pertama *WADEZIG!! dihantam MVPs
    haiyaaaaah, saya sangat setuju dengan kalimat penutup nya
    saya jadi bangga dengan diri saya sendiri huahahahahahahahahaha!
    niiiiiiiiiiice ^^

  4. awwwww…terimakasih semuanya sudah membaca…
    kupikir tidak ada yang membaca, karena tema ceritanya agak berbeda hehehe..

    ulsky: siap2 sabtu ga mau tau, i will kidnap u! wakakakkak.
    xixixi jadi maluuu…kan kakak yg bilang harus think out of the box..xixixi..*blushing*blushing

    Eci Onn: ahahaha…masa sih On? mempesona bgt ya perannya di sini? makasih ya onnie cantik dah baca n komen *kiss*kiss

    Toofu: gomawoooooooo toofu..*kiss juga

    Shaylee: wahhhhh..thanx youuuuuuu *kiss lagi (reader: kebanyakan kiss: -__-!)

    Keylieon: ahahaha..ntar kalo dapat cerita yang cocok untuk Key..kubuatin khusus untukmu say..makasih ya dah baca..^^

    Dhikae: terimakasihhhhhhh..^^

    dheena: wahhh harus itu! harus bangga dengan diri sendiri! belum tentu orang lain bangga sama kita. jadi kita harus bangga sama diri sendiri dheen..xixixi *sok tua*
    *jinki oppa: ga apa2 kok kalo aku jadi yang kedua..aku akan lari ke storm..wakakakak (dijitak dheena) ^^v

    terimakasih semuanya..terimakasihh…*bow*bow*bow ^^

  5. Nice story..^^

    Bagus ceritanya,tp agak bingung di akhir cerita..yoora nya operasi plastik lg ya ke bentuk asal mukanya?kok jong nya bs nerima yoora lg ya?hehe..maaf agak lemot hehe..

    Nice..nice..^^

  6. @storm : kekeke. jejong olala jejong. i got hypnotized! *oiya storm,eonnie setuju soal ‘cantik’. kekeke. gomawo *ge-er

  7. GYAAAAAA…!
    AKU SUKA BGT MA FF NI..! SUMPAH, KEREN BGT!! GAK TAU KENAPA, TAPI CERITANYA DALEM BGT!! AWALNYA AKU NYALAHIN JJONGIE-OPPA.., TAPI, TERNYATA CEWEK ITU YANG SALAH..! KSIAN BGT JJONGIE… Huwee…

    Oiia, author…aku pgn bgt bca klnjtnnya kisahnya… Pgn bgt… Bwt klnjtnnya dung, author.. Ya..? Author baek deh.. *tampang memelas stngah mampus* ahaha… Slm knal ya storm… 🙂
    thanks 4 sharing ur wonderfull story… ^^

  8. @nisaa:
    iya kasian jjong padahal dia udah suka loh sama yoora sejak sahabatan. yoora-nya aja yg bego. huh! *ikut kesel*
    kelanjutannya ya say? tapi ini kan one shot. kalopun ada mungkin beda judul. gmn? tapi mungkin baru bisa kubikinin setelah tgl 13 ya say. aku lg di medan perang soalnya. ini aja kabur dulu. hahaha
    makasih ya nisaa dah baca..salam kenal juga nisaa…^^ *kiss*kiss

    @flameunrii:
    ahaha..iya yoora oplas.niatnya yoora biar dia g ngejatuhin Jjong, makanya dia oplas..tapi ternyata jjong malah g suka. hehehe

    @yoora:
    iye ga apa-apa sayang..namamu kupakai ya..hehehe

    @sizho:
    oplas lagi ga ya? kayaknya ga dech sizho. dia cuma ga mo berbuat bodoh lagi. klo dia oplas lg ke bentuk semula. dia tambah bego kayaknya hehehe…

    thx all dah baca ^^ really appreaciate it.

    oh ya, ini ga da yg komen, ff ini mirip cerita apaaa…gitu?
    jadi FF ini terinspirasi dari salah satu cerita di detective conan gitu. aku lupa komik no.brp
    aku suka bgt sama ceritanya itu. karena bener2 membuka mata. u dont have to be so pretty in order to be in one’s side. intinya sih gitu.
    makanya aku bikin FF ini..

    thank semua udah baca n komen..^^

    1. @storm: emg sih oneshot, tapi aku pengen tau kelanjutannya,,,
      hehe… kutunggu… medan perang?
      ah ya, dari conan yaaa?? aku tauuu…!!!

  9. @keylieon apa sih yg g buat keylie..wakakak*gombal*

    Eh dah kubuatin kok.dah kukirim jg. judul ff nya our rebellious girl.tinggal nunggu tayang.sebenernya main castsnya di situ shinee.tp aku lebih banyak ngambil dr sisi key..

    Yg main castnya key seorang nanti ya stelah tgl 13 bru kubuatin..hehe

    Hope you like the character y keylie hehe..^^

  10. ah, aku setuju banget ama kata-kata terakhir…
    aku juga suka jjong disini, cool (?) *galak kalii ==”

    keren banget ff nya 😥 terharu #ganyambung

    storm onnie daebak ^^,/

  11. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!
    kta” na cooL bgd, storm eonni….
    andai da co kya “jonghyun” … (all : “NGIMPI”)
    aaaaaaaaaaaaaaagggghhhhhtt….
    ff na kren”…….
    andai z tu Onew…
    bkn Jjong…
    hhhe
    mian….
    fightting,eonni….

  12. AYAM GOREEENGGG!!! *author : siapasih? #ditgebuk*

    gapapa ganyambung, yang penting udah ninggalin jejak..

    nice FF thor, fighting! (?)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s