TOCHI – Part 4

Cast :
Choi Minho SHINee / Incendiu
Kang Siyoung/ you
Kim Key bum SHINee / Dzayn
Lee Jinki/ Onew SHINee / Vady
Kim JongHyun SHINee / Povitrya
Lee Taemin SHINee / Lumina
Shin Hyosoo / me
Nichole / Saihi Fenrir (kalau yang ini aku pake nama girlband cz udah g kepikiran nama korea lagi)

Hyosoo pov

suara lonceng tanda pulangpun berbunyi, teman sekelasku perlahan keluar satu persatu. Akupun juga hendak pulang, aku keluar kelas dan berjalan kegerbang sekolah. pandanganku sudah tertahan pada Siyoung yang sudah dikelilingi lima orang seperti biasanya. aku memperhatikan mereka dari kejahuan, bersembunyi dibalik tembok kelas.’perbedaan kami sangat terasa jauh sekarang, dia dikelilingi banyak teman. sedangkan aku? aku malah bersembunyi disini sendirian’
lamunanku menghilang saat seseorang menepukku dari belakang.
“Hyosoo-ah apa yang kau lakukan disini?” aku membalikkan badan memastikan, ternyata dia teman sekelasku. aku hanya tersenyum dan menggelengkan kepalaku sedikit menanggapi pertanyaanya.
“kau tidak pulang bersama mereka?” tanyanya lagi. “kudengar kalian serumah?” sambungnya.
“ne, tapi aku masih ada urusan!” kuberikan alasan yang sering sekali kuucapkan.
“oh……kalau begitu aku pulang dulu ya Siyoung” pamitnya “anneyong” dia melambaikan tangannya.
“ne, anneyoung!” aku membalas lambaian tangannya, dan fokus lagi ke mereka tapi rupanya mereka sudah pergi, aku menghembuskan nafasku dan berjalan pulang.
Aku melihat supirku sudah menunggu, tapi aku malah pergi begitu saja menghindarinya. aku hanya sedang ingin berjalan kaki sampai rasa cemburu dihatiku ini menghilang.

End of Hyosoo pov

Nicole pov

Aku memperhatikan gadis itu berjalan sendirian, dia mulai dikuasai rasa cemburunya sendiri ‘ini kesempatan bagus untukku, tapi tidak dengan cara langsung seperti kemarin, saat aku memprovokasinya dia malah mengabaikanku. kali ini aku harus perlahan mendekatinya’ ucapku pada diri sendiri.
Aku memberhentikan mobil yang lewat disampingku tentu saja dengan sedikit kekuatanku. Aku menarik orang yang mengendarainya keluar, menghipnotisnya supaya berjalan pulang.
Aku masuk kedalam mobil dan menjalankannya kearah gadis itu, membunyikan klakson pelan dan membuka kaca jendela mobilku.
“butuh tumpangan?” tawarku dari dalam mobil, dia terlihat heran dan menatapku dengan curiga.
“ayolah!!! minhae kalau sikapku kemarin mengganggumu tapi kali ini aku tulus ingin mengantarmu pulang” bujukku kepadanya.
“gomawo~ tapi aku sedang tidak ingin pulang” jawabnya pada akhirnya.
“kalau begitu kau bisa ikut denganku. ehm…..mukamu terlihat suntuk” rayuku padanya.
“hemmm…kemana?” jawabnya setelah berfikir sebentar.
“kerumahku, menghilangkan stressmu……….
tenang aku bukan sindikat pengedar narkoba ataupun perampok” rayuku lagi. dia masih diam berfikir dan akhirnya dia masuk kemobil yang sekarang menjadi milikku.

End of Nichole pov

Hyosoo pov

Nicole namanya, dia mengantarkanku pulang setelah mengajakku kerumahnya. aku merasa sedikit aneh rumahnya seperti bangunan yang sudah lama tidak ditempati, tapi terlihat sangat bersih. meskipun begitu aku sangat nyaman disana karena Nicole baik padaku. Dia mengerti perasaan yang aku rasakan sekarang.
“sampai bertemu lagi Hyosoo!” ucapnya dengan lambaian tangan didalam mobil.
“ne, Anneyong!!! hati-hati dijalan” teriakku padanya saat mobilnya berjalan pergi.
‘aku kembali lagi kerumah’ fikirku sembari membuka pintu.

End of Hyosoo

Your pov

“Anneyong !!!” aku mendengar ucapan salam bersamaan dengan pintu yang dibuka. Aku bangkit dari tempat dudukku. Akhirnya unnieku pulang, aku sangat mengkhawatirkannya. Dia tidak pulang sejak dari pulang sekolah tadi, aku memelukkanya lega.
“unnie darimana saja” tanyaku cemas setelah melepaskan pelukanku.
“ehm….aku….dari rumah teman” jawabnya.
“kenapa tidak kasih kabar? Aku di…..”_sini mencemaskanmu! Tapi kalimatku itu tak terselesaikan karena dia menunjukkakn HPnya yang terlihat tidak berguna.
“HPku mendadak mati, mianhae Siyoung!” aku tersenyum puas mendengar jawabannya.
“aku ganti baju dulu ya Siyoung?” tentu dia bicara seperti itu karena dia masih memakai seregam.
“ne unnie!” jawabku mempersilahkannya.

End of Your pov

Minho pov

Tanpa sepengetahuannya dari tadi aku memeperhatikan Siyoung, mulai dari dia menunggu unnienya sampai akhirnya unnienya pulang. aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu memeperhatikannya.
‘Gadis ini terlalau baik’ batinku. Sudah terlihat jelas kalau unnienya itu menghindar darinya, tapi dia tetap menghawatirkan unnienya tanpa perduli akan dirinya sendiri, dia bahkan belum makan dari pulang sekolah karena menunggu unnienya. Dan aku melihat wajahnya sekarang senang karena unnienya sudah pulang ‘aigo…. gadis ini!!!’

*****

Aku mendatanginya dengan makanan yang sudah aku persiapkan.
“ini makanlah!” suruhku padanya dan meletakkan makanan yang aku bawa diatas meja didepannya. Dia memandangku bingung.
“sudah makanlah!!! Apa kau takut aku menaruh racun dalam makanan ini?” gurauku, tapi dia belum menunjukkan tanda-tanda kalau dia akan makan.
“kalau kau tidak makan, kau akan………..” sakit! Tapi kata itu tidak aku ucapkan dan malah berkata yang aneh-aneh.
“kau akan………kubuat hangus terbakar” lanjutku pada akhirnya.
Dia tertawa keras “baiklah~ aku akan makan. Aku tidak mau mati muda dengan tubuh hangus terbakar” ucapnya dengan menahan tawa. Dan kemudian dia beregrak kearah makanan itu . dia menikmati makanannya dan aku juga menikamati melihat dia makan sampai selesai.
“mau kemana kau?” tahanku saat dia berdiri membawa piring bekas makanan itu.
“memebereskan ini!!!” jawabnya.
“biar aku saja, kau pergilah tidur.” Aku mengambil piring itu dari tangannya dan memebawanya kedapur, tapi kakiku tersandung kaki meja. Dia menahan perutku dengan kedua tangannya seolah memelukku dari belakang agar aku tidak terjatuh ( ala YAB : Go Minam & Jeremy). Saat kami tersadar dia melepaskan tangannya dari perutku kikuk. Akupun pergi begitu saja tanpa menoleh kearahnya.

End of Minho

Your pov

Selalu saja ada kejadian yang membuat jantungku berdetak kencang saat dengan Minho. Dia selalu berhasil membuatku malu didepannya. Aku memperhatikannya pergi dengan membawa piring kotor itu. ‘kenapa dia tiba-tiba berubah baik dan perhatian padaku. Apa kau….???” Aku menggeleng-gelengkan kepalaku berusaha menyadarkan diri. Dan seperti perintah Minho aku pergi kekamar dan akan tidur.

End of Your pov

Kibum pov

‘bruk’ suara tasku yang tidak sengaja aku jatuhkan dari ranjangku. Isinya berantakan keluar dari tasku. Aku bergegas merapikannya, aku melihat sebuah amplop merah muda diantara buku-bukuku . aku mengambilnya, dan teringat kalau Hyosoolah yang memeberikannya padaku. ‘tunggu! Aku belum melihatnya dari tadi’ aku segera meletakkan amplop itu dimeja dan beregegas keluar kamar.
Saat baru keluar dari pintu kamarku, aku langsung melihat Hyosoo yang masih memakai seragam lewat didepan kamaraku. ‘dia baru pulang’ pikirku, tapi ada apa dengannya? Dia sama sekali tidak melihatku ‘ada apa dengannya?” fikirku bertanya-tanya.

Aku kembali masuk kamar setelah menemukan Hyosoo meskipun tanpa berbicara padanya karena dia tidak melihatku sama sekali. Saat aku menutup pintu, kembali mataku terpusat pada amplop yang aku letakkan di meja tadi. Aku mengambilnya dan duduk dipinggiran ranjangku dan perlahan mulai membukanya.

Dear Kibum,

Teriama kasih sudah bersedia membaca ini.
Aku sungguh tidak berharap kau mengingat saat pertama kali kita bertemu. tapi hanya perlu kau tahu hati dan otakku sungguh tidak bisa berjenti memikirkanmu sejak hari itu.
Aku juga tidak berharap kau memandangku atau membalas perasaanku, aku hanya ingin mengurangi beban fikiran yang rasanya mau meledak karenamu lewat surat ini. Tapi aku tidak menyalahkanmu aku justru berterima kasih karena telah dipertemukan denganmu meskipun tanpa sengaja.
Aku juga tidak akan berpanjang lebar karena tidak akan ada habisnya menulis perasaanku dalam selembar kertas surat. Asalkan kau tahu itu sudah cukup bagiku dan juga jangan merasa terganggu karenaku.
Terima kasih, terima kasih banyak Kibum…..

Penggemarmu
Mie Ramen

Tanpa sadar aku tersenyum simpul membacanya ‘Mie Ramen’ aku mengulang kata itu dalam benakku.
“dasar bodoh!!! Kau sudah menggangu fikiranku dan sekarang memintaku untuk tidak merasa terganggu, kau tidak berharap ku pandang atau membalas perasaanmu tapi aku justru merasakan sebaliknya, aku selalu ingin melihatmu” omelku padanya yang sebenarnya aku hanya bicara sendiri.
Aku melipatnya kembali, memasukkan kedalam amplop dan menyelipkannya kedalam sebuah buku. Buku Diaryku, buku yang selama ini aku sembunyikan karena takut ditertawakan. Aku juga menulis apa yang aku rasakan disana sama seperti Hyosoo yang mengurangi beban fikirannya.

End of Kibum

*****

Pagi harinya

Your pov

Hari ini aku sangat tidak focus denga pelajaran, tubuhku berda dikelas tapi fikiranku hanya terpusat pada Minho. Aku selalu teringat akan dia dan teringat saat-saat bersamanya.
~aku beretmu dia dengan pakaianya yang terlihat aneh dan tatapan matanya.
Diruang makan saat dia bahkan tidak melirikku.
Disekolah saat dia menciumku.
Didepan pintu saat kepergok mengintip dia.
Dan kemarin memeluknya tanpa sengaja.~

Selalu bayangan itu yang terlintas dikepalaku.

Lamunanku buyar saat lonceng istirahat berbunyi dan seseorang menepukku dari belakang.
“Siyoung-ah! Ayo kekantin?” ajak Taemin. Aku hendak ikut dengannya tapi mejaku masih berantakan.
“kau saja dulu, nanti aku menyusul” jawabku padanya
“baiklah! Aku tunggu dengan yang lain dikantin ya…” ucapnya.
“ok!!!” jawabku singkat, dan merapikan mejaku sesaatsetelah Taemin pergi.

*****

Aku sampai dikantin, tapi tidak langsung menyapa mereka dan berhenti saat namaku disebut-sebut diantara mereka.
Aku mengintip mereka dari balik tiang kantin.
“aku baik padanya karena kita ditugaskan menjaganya. apa yang aku lakukan selama ini itu termasuk tugas, jadi kalian jangan berfikiran macam-macam” suara Minho terlihat sangat jelas ditelingaku.
hatiku sakit seperti teriris sebilah pisau mendengar Minho mengatakan itu. Air mataku mengalir tanpa aku sadari. aku berlari dari mereka, menjauh menuju taman belakang sekolah yang jarang didatangi oleh siswa lain.
Aku menangis sendirian disalah satu bangku taman itu, ‘ini memang salahku…..aku terlalu berharap lebih’

End of Your pov

To be continued

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “TOCHI – Part 4”

  1. hiaaaahhhh…aku suka banget pas bagian kibum ngebaca surat hyo soo. itu deh,yg pas dia justru malah ngelakuin yg sebaliknya. romantis,romantis,romantis!

  2. ,duh minho oppa pkek ngmong kyk gt. .siyoung psti dah slh pham. . .

    apkah yg akn trjdi slnjut.a. . .? jreng jeng jeng jeng. . .hehe. .author jngn lma2 bwt part slnjt.a ea. .^^

  3. pas bagian siyoung ngerangkul minho,, kan kayak adegan gominam n; jeremy,,
    aku jadi mbayangin wajah minho jdi jeremy deh…hehehehe
    waaah trnyata key juga suka hyeo so,,,so sweet…
    lnjut yya chingu..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s