SHINee Hello Dongsaeng – Part 7

SHINee: Hello Dongsaeng

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews, SNSD

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

Minho’s POV

Aku keluar dari dorm SNSD noona, lalu berjalan seperti biasa. Tiba-tiba ponselku berdering, ada yang menelepon.

“Yobosseyo?” sapanya.

“Ne, yobosseyo? Nuguseyo?” sahutku.

“Aaaa~ Ini Jonghyun, Minho-ya~ Bagaimana Ha Joon?” tanya Jonghyun hyung tiba-tiba.

“Ng? Apanya yang bagaimana?” aku bertanya balik. Terdengar suarah desahan panjang di sana.

“Aduh, Minho! Kamu ganteng-ganteng kok agak lemot sih. Maksudnya, Ha Joon sama SNSD noona ngapain aja?”

“Nggak tau…”

“Lah, kok gitu?”

“Aku aja belum masuk dorm mereka udah diusir.__.”

“Bilang dari tadi, kek! Aku tutup teleponnya ya—“

“Tunggu, hyung!” cegahku.

“Ng? Apa?” tanyanya padaku.

“Hehe… Hyung telepon aku cuma buat tanya Ha Joon, nih?” godaku.

“Eh… Kamu mau aku tanyain juga?” tanyanya balik.

“Ha?”

“Aaaah, yeobo-ku Minho, kamu ngapain aja sayang? Kamu nggak selingkuh kan?” godanya balik dari sana. Aku menatap layar ponselku sambil bergumam tanpa suara ‘dasar-hyung-gila!”

“HYUNG IF YOU DO IT ONCE MORE, DON’T EVER THINK I WILL RECORD OUR NEXT ALBUM PROJECT!!!” seruku dari ponsel. Terdengar suara tawa dari Jonghyun hyung. Tuhan, kalau bukan karena aku sayang pada SHINee dan SHINee World, aku mungkin sudah membunuh hyung-ku yang satu ini.

“Hyung, aku tau kau mengkhawatirkan Ha Joon, kan? (⌐w⌐)” ledekku. Tawanya berhenti.

“A… apaan sih Ho, kamu tuh ehm… Sok tau! Iya, kamu sok tau deh Ho!” balasnya dari sana sedikit gugup.

“Kok gugup gitu, hyung? Hayo~” godaku lagi.

“A… Itu… Ah, sudahlah! Nanti pulsaku habis! Annyeong!” katanya lalu tiba-tiba sambungan diputus. Hyung ini pakai bohong lagi. Orang pascabayar kok pulsanya habis.

Hehehe kali ini aku yang menang… :3

***

Ha Joon’s POV

“Oh astaga, baju ini cocok untukmu!” ucap Taeyeon eonnie sambil menempelkan sebuah dress di atas lutut berwarna putih dengan beberapa bunga kecil berwarna hijau.

“Yang ini juga!” kata Yuri eonnie sambil mengambil (lagi-lagi) dress kecil berwarna pink.

“Jangan dress terus, mungkin paduan rok, stocking dan baju ini lucu. Ah, kyeopta!” kali ini giliran Jessica eonnie yang mengusulkan.

“Jadinya yang mana?” tanya Soonkyu eonnie.

“Tiga-tiganya bagus, sih…” kata Sooyoung eonnie.

“Bagaimana menurutmu, Ha Joon-ah?” tanya Soonkyu eonnie, lalu tersenyum padaku.

“Mungkin… Aku cari dulu saja?” usulku. Mereka mengangguk.

“Oh, baiklah kalau begitu. Khaja~” seru Soonkyu eonnie sambil menggandeng tanganku, ceria.

Wanita ini memang sepertinya pantas untuk Minho oppa…

Aku menggeleng keras. Aigoo Han Ha Joon… Apa-apaan kau ini? Kau harusnya sudah mulai melupakan Minho, kau tau? Dia milik orang lain!

“Joonnie-ya… Kau tak apa?” tanya Soonkyu eonnie padaku. Aku menggeleng sambil tersenyum.

“Tidak sakit, kan?” tanyanya memastikan.

“Nggak, nggak kok eonn. Hehe,” kataku sambil menggelengkan kepalaku.

“Baiklah~” katanya sambil memperlihatkan senyumnya yang imut.

Aish, sepertinya ini alasan mengapa Minho oppa sangat mencintainya…

***

Author’s POV

Seoul, malam hari.

Semua orang berkumpul. Super Junior, f(x), SHINee, BoA, DBSK, Kangta, dan artis-artis SooMan Entertainment lainnya dalam sebuah ruangan aula yang besar, tetapi semua orang berpakaian santai. Tidak ada yang memakai gaun malam panjang. Semua nampak cantik dan sangat tampan, tak terkecuali SHINee.

Tetapi mereka nampak gelisah. Sudah dari siang tadi Ha Joon belum pulang dari sekolahnya, dan tak ada tanda-tanda dari SNSD noona akan datang. Apalagi si eomma Key, dia sibuk menenangkan dirinya sendiri dengan mengutak-atik ponselnya, mencoba menelepon mereka.

“Ada kabar?” tanya Onew. Key menggeleng lesu.

“Udahlah, lagian ga mungkin kan SNSD noona mau menculik Ha Joon,” kata Taemin sambil menyeruput minumannya.

“Iya juga, sih. Tapi…”

“Annyeong semuanya… Maaf terlambat!”

Minho dan Jonghyun yang membelakangi pintu serempak menoleh ketika mereka mendengar suara yang sangat familiar…

Ha Joon.

Keduanya terkesima, apalagi Jonghyun. Ia tak menyangka si dongsaeng gendutnya itu bisa secantik ini, padahal baju yang dikenakannya amat sangat biasa.

“Annyeong haseyo? Annyeong? Halooooo?” seru Ha Joon sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Minho dan Jonghyun yang bengong menatapnya.

“Eh…” kata mereka berdua, berbarengan. Lalu mereka saling menatap satu sama lain.

“Kenapa, sih? :3” tanya Ha Joon polos. Mereka menggelengkan kepala mereka berbarengan.

“Ani, ani…” ucap Jonghyun sambil menyerupun minumannya kembali, berusaha menatap ke arah lain dengan sedikit canggung. Begitu pula Minho, ia pergi berbaur dengan Donghae dan beberapa Super Junior sunbae-nya sebelum Ha Joon menanyainya.

“Ya, semuanya berkumpul~” kata seseorang di atas panggung, dan sepertinya itu Lee Sooman. Ia memulai pidato pembukaan diiringi tepuk tangan para artis SME dan para karyawannya. Sooman tersenyum, lalu melanjutkannya lagi.

“Dalam rangka merayakan hari ulangtahun SME, para boyband dan girlband akan berlibur, masing-masing boyband/girlband akan berkunjung ke satu negara berbeda selama dua minggu,” ucapnya, diiringi suara senang dan sorakan dari artis-artis SME.

“Wah,asyiknya. Kita bakalan ke mana ya, hyung?” tanya Taemin antusias pada Key. Key menggeleng tidak tau.

“Aku sih maunya ke Inggris hyung! Aku mau ketemu Emma Watson!” kata Taemin lagi, lalu dibalas dengan tatapan aneh Key dan Onew.

“Wae?” tanya Taemin polos.

“Anakmu, Key,” ledek Onew.

“Anakmu juga, yeobo~” balas Key. Onew mengerucutkan bibirnya.

“Aku tidak mau punya orangtua seperti kalian!” sela Taemin, lalu ditatap tajam oleh Onew dan Key.

“Nah, untuk negaranya, karyawan akan mengundi negara mana yang akan kalian kunjungi. Silahkan perwakilan dari masing-masing grup untuk mengambil undian,” kata Sooman. Tak lama kemudian Onew dan leader dari grup lain mengambil undiannya.

“INGGRIS!!” teriak Leeteuk sang leader Super Junior pada dongsaeng-dongsaengnya senang.

“Wah, New York!” seru Taeyeon pada dongsaeng SNSD-nya.

“Kita ke Australia!” seru Victoria pada dongsaeng f(x)-nya.

Semuanya terlihat senang karena mereka memilih satu negara dalam satu benua, dan tiba-tiba semuanya hening karena Onew sang leader SHINee belum memberitahukan apapun tentang negara yang akan mereka kunjungi.

“Indonesia itu… Mana, sih?” tanya Onew sambil garuk-garuk kepala.

***

Ha Joon’s POV

“Indonesia itu… Mana, sih?” tanya Onew oppa sambil menggaruk kepalanya.  Aduh oppa, Indonesia itu negara dekat Singapura yang sering kalian kunjungi! Aduh, bagaimana sih (-___-“)a

“Jadi, kita ke Indonesia?” tanya Jonghyun pada Onew saat Onew kembali setelah mengambil undian.

“Begitulah. Katanya kita akan mengunjungi dua kota…” jawab Onew sambil membaca kertas bertuliskan “INDONESIA”.

“Hah? Mana sama mana?” tanya Minho.

“Bali sama… Yogyakarta? Hah? Bali itu ada di Indonesia, ya? Aku baru tau!” kata Onew oppa pada member SHINee lainnya, sementara mereka memasang tampang: “Hyung-nilai-geografimu-berapa-sih-?”

“Yogyakarta itu mana lagi?” tanya Jonghyun oppa. Onew oppa menggeleng tidak tau.

“Aduh oppa~ Kalian ini geografi dapat berapa sih? Indonesia itu negara di Asia Tenggara yang ibukotanya Jakarta. Orang Indonesia aja deket gitu kok sama Singapura! Kalian kan sering ke sana… Masa nggak tau sih._.” jelasku panjang lebar, sementara SHINee oppa manggut-manggut.

“Tunggu, kalau kita pergi ke Indonesia. Kamu sama siapa?” tanya Minho padaku.

“Ikut dong. Katanya sih gitu, oppa,” jawabku santai.

“Alamak…” gumam Jonghyun oppa.

“Apa?” tanyaku ketus. Jonghyun tertawa.

“Liburan masih ngurusin bocah kecil~” ledek Jonghyun oppa padaku sambil menjulurkan lidahnya.

“Aaaaah! Aku bukan bocah kecil!” protesku kesal. Dih, nyari ribut lagi dia >______<

***

Minho’s POV

Jonghyun hyung dan gadis kecil itu mulai lagi, bertengkar hal-hal sepele. Sekilas aku melihat tatapan Jonghyun hyung pada Ha Joon, nampak berbeda. Tidak seperti biasanya—maksudku ia menatapnya penuh kasih sayang (walaupun sering menjahilinya, sudahlah) dan aku bisa merasakan… Jonghyun hyung menyukai Ha Joon.

“Minho!” seseorang memanggilku dengan suara yang sedikit pelan. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri, tetapi tidak menemukan siapapun.

“Di sini~” ucapnya sekali lagi. Aku menoleh ke arah pintu.

Soonkyu.

Aku tersenyum, lalu melambaikan tanganku padanya. Ia juga membalas senyumku. Tiba-tiba ia memberiku isyarat agar aku mengikutinya keluar dari aula.

Mau apa, ya?

“Hyung, aku ke toilet dulu,” ucapku pada Jonghyun hyung. Ia mengangguk, lalu aku pergi keluar.

“Ada apa?” tanyaku pada Soonkyu saat keluar dari ruangan.

“Tidak ada… Kangen. Dan sepertinya selama dua minggu aku bakal kangen banget sama kamu, jangkung,” ucapnya. Aku mengelus rambutnya lembut.

“Kan ada ponsel,” hiburku. Ia tertawa.

“Hahaha, benar juga. Omong-omong…”

“Hmm?”

“Ha Joon anak yang baik, ya…”

Nah. Anak ini lagi. Berapa orang sih yang bakal ngomongin dia di depanku? (-,-)

“Begitulah,” jawabku pendek.

“Aigoo… Kau kenapa? Cemburu? Hahaha!”

“Tidak, siapa yang cemburu? Kenapa aku harus cemburu?”

“Ih, kok gitu sih? T__T”

“Hehehe, bercanda,” ucapku sambil mencubit pipinya. Aduh, imut sekali~

“Minho,” panggilnya.

“Hmm~ Ya?” jawabku.

“Saranghae yo,” ucapnya tiba-tiba. Aku menatapnya dalam. Cantik, wanita yang ada di depanku ini cantik sekali. Aku mendekatkan wajahku, dan sesaat kemudian, aku mencium bibirnya lembut.

“Nado saranghae,” balasku sambil tersenyum. Ia sedikit merapikan rambutnya.

“Astaga, bocah kecil ini sudah berani mencium wanita rupanya,” ledeknya. Aku tersenyum simpul.

“Soonkyu, aku ke toilet dulu, ya. Kebelet, nih. Duluan, ya,” ucapku lalu pergi ke toilet. Pipiku masih panas, aku mencium Soonkyu~ XD

“Hiks…”

Aku menghentikan langkahku. Aku mendengar seseorang menangis.

Astaga, jangan hantu.

“Hiks…”

Aku menoleh ke kiri dan kanan, benar-benar tidak ada siapa-siapa. Siapa, sih?

Aku menoleh lagi, di pojok lorong ada seorang cewek yang menangis sambil menempelkan punggungnya di dinding dan lengan kanannya menutupi matanya. Aku mendekatinya…

Ha Joon?

“Ha Joon-ah?” tanyaku. Ia tersentak kaget melihatku di depannya. Matanya bengkak, pipinya basah, lengan bajunya juga. Ia membuang mukanya dariku.

“Ha Joon-ah, kau kenapa?” tanyaku sambil menyentuh lengannya.

“Jangan sentuh aku,” ucapnya datar dan dingin sambil menahan air matanya.

“Ha Joon, kau kenapa, sih?” tanyaku sekali lagi, masih memegang lengannya.

“Jangan sentuh aku, kubilang jangan sentuh aku!!” bentaknya kasar sambil menarik lengannya dari tanganku.

“Ha Joon…”

“Kau tau aku capek, oppa. Aku capek. Tolong perjelas semuanya…” ucapnya kacau. Aku mengernyitkan dahiku tidak mengerti.

“Ha Joon-ah…” aku mencoba menggenggam tangannya lembut.

“Sudah kubilang jangan sentuh aku!! Oppa, kenapa sih tidak mengerti perasaanku? Aku mungkin bersalah karena mencintai orang yang sudah memiliki kekasih, tapi kenapa perlakuan oppa seperti itu padaku? Kenapa oppa seperti memberiku harapan? Kenapa oppa selalu bersikap seolah-olah aku akan menjadi milikmu? Mengertilah, oppa. Aku menyukai oppa… Aku menyukai oppa…” katanya penuh emosi, sambil terisak-isak. Aku menatapnya dalam, lalu memeluknya.

“Oppa, jangan… Kumohon…” ucapnya sambil memukul dadaku, mencoba melepas pelukanku.

“Mianhae, Ha Joon, mianhae. Aku yang salah. Maafkan aku, menangislah. Menangislah karena semua salahku…” ucapku begitu saja. Akupun tidak mengerti kenapa aku reflek memeluknya, kenapa aku berkata seperti itu, semua hanya terlintas begitu saja lalu aku melakukannya.

Ia mendorongku perlahan, dan aku melepasnya.

“Bukan salahmu, oppa. Salahku…” ucapnya pelan.

“Maafkan aku…”

“Tidak, maafkan aku…”

“Kau melihatnya, ya?”

“Melihat apa…?”

“Tadi… dengan Soonkyu…”

“Begitulah.”

Hening.

Ia mengusap air matanya, lalu tersenyum, lebih tepatnya mencoba tersenyum.

“Sudahlah. Oppa tidak ke aula?” tanyanya padaku.

“Tidak… Aku tadi mau ke…”

“YA AMPUN OPPA NGOMPOL?!” teriaknya histeris. Aku menatap celanaku di bawah…

Tuh, kan. Kelepasan…

to be continued (:

P.S: MAAF BANGET YAAAHHHH.. YA AMPUUUNNN… EFEK LANGSUNG NGASIH IZIN ADMIN BARU BUAT PRAKTIK GINI NIH.. JADI ANCUR-ANCURAN.. MAAAFF BANGEEETTT T.T

di mohon dengan suka rela komen di 2 part selanjutnya…. aku mohon.. pleaseeeee… kan gak enak kalo nanti di liat gak ada komennya padahal itu kesalahan kita.. maaf yaaaa.. Cynthia maaf…. reader sekalian.. maaf

Freelance author

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

SHINee Hello Dongsaeng – Part 6 *ralat*

SHINee: Hello Dongsaeng~!

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews, SNSD

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

“OPPAAAAA~!!”

Aku mendengar teriakan Ha Joon, lalu Jonghyun hyung terkekeh. Aku menoleh lagi, dan sekarang mereka sudah tidak berpelukan lagi. Entah kenapa aku merasa sedikit lega… (._.)7

“Hyung…” sapaku akhirnya. Jonghyun hyung menoleh.

“Eh, bocah bermata besar,” jawabnya masih dengan senyum isengnya.

“Minho oppa~ :D” sapa Ha Joon. Aku tersenyum padanya.

“Sebentar lagi kita tampil,” kataku pada Jonghyun hyung.

“Ne, ne… Aku tau. Yuk,” ajaknya padaku.

“Gandengan dong,” kata Ha Joon polos.

“Siapa?” tanya Jonghyun hyung kebingungan.

“Kalian berdua lah,” kata Ha Joon lagi.

“Emangnya kami homo!?” teriakku dan Jonghyun hyung bersamaan. Ha Joon terkekeh.

“Sekali-sekali, kan…” Ha Joon tertawa lepas. Aku dan Jonghyun hyung saling bertatapan.

“Yeobo…” kata Jonghyun tiba-tiba, lalu memegang pundakku. Aku menepisnya.

“Hyung! Udah, ah!”

“Nae yeobo…”

“HYUNG!!”

“Ahahahaha!” Ha Joon tertawa melihat aku yang geli dengan sikap Jonghyun hyung.

Dasar anak ini… Sama aja kayak Jonghyun hyung!  (-__-“)

***

Author’s POV

“Ring ding dong ring ding dong ring diggy ding diggy ding ding ding~!”

“KYAAAA! Taemin-ah!”

“Jonghyuuuun!”

“Onew!”

“Keeeey!”

“Minho-yaaaaaa!”

“Kyaaaaa, lihat noona!”

Performance SHINee sudah berakhir, mereka membungkukkan badan sambil berterima kasih lalu menatap ke arah Ha Joon yang ada di samping panggung.

“Gimana?” tanya Key antusias di belakang panggung pada Ha Joon.

“Kalian keren sekali :D” puji Ha Joon. Key tertawa senang.

“Tentu saja~” kata Key senang.

“Minho-ya,” panggil Taemin tiba-tiba.

“Ng?” sahut Minho singkat.

“Dipanggil Soonkyu noona,” jawab Taemin.

“Ne, gomawo Taemin-ah,” ucap Minho lalu pergi keluar. Ha Joon menatap punggung Minho yang berjalan semakin jauh…

‘Bagaimana aku bisa melupakan oppaku yang satu itu?’ (-__-)

***

“Ha Joon, ireonna!”

“Ng~~”

“Ah, ppali!”

Ha Joon membuka matanya perlahan, dilihatnya Taemin-ah shirtless dengan hanya menggunakan celana panjang. (Author ngetik sambil ngebayangin sambil mimisan *—*)

“KYAAAAAA~~!!!!” teriak Ha Joon sambil menutup kedua matanya, lalu melempar bantalnya ke arah Taemin.

“Aduh, duh! Aw!” Taemin mengaduh kesakitan.

“Oppa keluaaaaaar!”

“Wae yo? Kau mengusirku?”

“Ppali! Keluar!!” bentak Ha Joon lagi, lalu bersiap melempar bantal lain.

“Eh, iya, iya! Jangan lempar aku lagi! Ayo bangun makanya!” kata Taemin, lalu pergi keluar.

“Apa salahku?” gumam Taemin polos sambil menggaruk kepalanya.

***

“Oppa, aku kan sudah bilang nggak ada shirtless moment di kamar aku!” protes Ha Joon pada Taemin di sela sarapan mereka.

“Taemin, makanya kamu… Shirt… APA!? SHIRTLESS!?” Key menatap Taemin tajam.

“Eh—apa hyung? Hehe :3” tanya Taemin pada Key.

“Kau mau mengambil ke-innocent-an dongsaeng kita?” tanya Key balik.

“Heh? Bukannya dia juga sama innocent-nya?” timpal Minho sambil menunjuk Taemin. Onew dan Jonghyun tertawa.

“Emang kenapa, hyung? Habisnya semalem panas~ Jadi aku shirtless deh :D” jawab Taemin—masih dengan wajah polos.

“Ah, kau ini—“ kata Key, mengaku kalah.

“Oppa, pulang sekolah nanti aku mau ke dorm SNSD,” kata Ha Joon mengalihkan pembicaraan.

“Dan aku disuruh SNSD eonnie agar Minho oppa mengantarku,” kata Ha Joon lagi. Minho tersedak.

“Kok aku?” tanya Minho.

“Mana kutau,” jawab Ha Joon santai.

“Antarkan saja, Ho,” kata Key. Minho mengangguk sementara sumpit masih ada di dalam mulutnya.

***

Minho menyandarkan punggungnya pada tembok depan dekat pagar sekolah. Ia hanya mengenakan topi dengan jaket, sesekali menengok ke arah jam.

“Oppa!” panggil seseorang keras dari arah pagar sekolah. Ha Joon.

“Lama, ya? Mianhae, tadi aku harus membersihkan kelasku dulu,” kata Ha Joon sambil tertawa.

Pipi Minho memerah kali ini. Ha Joon, dongsaeng kecilnya itu, terlihat sangat manis.

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri, masih tahan diri dan tidak melupakan Soonkyu pacarnya.

“Oppa? Oppa kenapa? Sakit, ya?” tanya Ha Joon.

“Ng… Nggak,” jawab Minho singkat sambil tersenyum.

“Oke, ayolah~” kata Ha Joon sambil menggeret lengan Minho ke arah dorm SNSD.

***

Ha Joon’s POV

“Kyaaaaa~ Ha Joon sudah datang!” kata Yuri begitu melihatku datang bersama Minho oppa. Kedelapan member lainnya buru-buru menyambutku :p.

“Ha Joon!”

“Kyaaaa~ Dongsaeng kita yang imut!”

“Aish, lucunya~”

Pipiku bergantian dicubit oleh eonnie-eonnie ku, lalu mereka menatap Minho oppa.

“Ya, Minho! Kau boleh pulang sekarang,” kata Jessica eonnie pada Minho oppa. Minho oppa membesarkan matanya terkejut.

“Mwo? Jadi aku ke sini cuma buat nganterin dia, lalu kalian mengusirku begitu saja tanpa mempersilahkanku masuk ataupun menyuguhkanku minuman?” tanya Minho oppa panjang lebar. Kesembilan eonnie-eonnie ini mengangguk serempak.

“Minho-ya, nanti kalau sudah selesai aku akan menelponmu, datanglah bersama keempat teman cowok abnormalmu yang lain oke? Dah jagiya, pulanglah, hati-hati—daaaah!” kata Soonkyu eonnie sambil menutup pintu dormnya.

“Ta… Tapi, Soon… Aish!”

***

“Hari ini… Kau masih pakai baju seragam, Ha Joonnie?” tanya Hyoyeon eonnie padaku.

“Eh, tadi tidak sempat ganti…” jawabku pada Hyoyeon eonnie. Ia tersenyum.

“Pinjam baju Taeyeon ahjumma saja,” sarannya padaku.

“Ya! Siapa yang ahjumma?” gertak Taeyeon eonnie pada Hyoyeon eonnie, aku dan Soonkyu eonnie hanya tertawa.

“Hahaha, ayo Ha Joonnie, aku pilihkan baju yang pas untukmu~” kata Soonkyu eonnie, lalu aku masuk ke dalam kamar yang penuh dengan baju-baju mereka *___*

“Pilih sendiri, ya~” kata Soonkyu eonnie, lalu meninggalkanku sendiri di dalam kamar pas itu. Kyaaa~ Banyak pilihan 😀

Aku mengambil baju lengan pendek berwarna hitam, lalu juga sepatu high heels berwarna hitam. Aku tidak menemukan bawahannya, lalu aku mencoba mencari di tumpukan rok-rok dekat rak sepatu. Tiba-tiba mataku menangkap (mata atau tangan?) rok bermotif, warnanya coklat dan panjang… Lumayan lucu. Aku segera memakai baju pilihanku dan keluar dari kamar pas tersebut.

“Ah, pilihan yang sangat bagus ^^” puji Taeyeon eonnie padaku saat aku keluar dari kamar. Aku tersenyum sambil tersipu malu.

“Eh, bukannya itu rokmu, eonnie?” tanya Seohyun eonnie pada Soonkyu eonnie. Ia mengangguk.

“Hadiah dari Minho,” katanya. Aku sedikit terkejut.

“Ah, biar kuganti, eonnie aku—“ kataku terputus sebelum ia menghalangiku.

“Tak apa, pakailah ^^ Itu namanya ‘batik’, katanya ia dapat dari Indonesia saat ia ada fanmeeting di sana. Lagipula rok itu cocok untukmu, Joonnie-ya,” katanya padaku. Omo, namaku jadi Joonnie? -__-‘

“Ehm, oke… Baiklah kalau begitu eonnie. Gomawo,” kataku. Ia tersenyum.

“Ayo jalan-jalan!” kata Yuri eonnie semangat, lalu kami pergi keluar dorm.

Kyaaaa~ Aku memakai rok pemberian Minho oppa >////< Pemberian Minho oppa pada Soonkyu eonnie…

***

To be continued ~ 🙂

P.S: Maaf banget yah… kita baru ngelantik *alah gaya* admin baru.. dan ternyata hasil kerjanya acak-acakan.. FF ini salah satu contohnya… maaaaffff bangeeetttt

-Lana-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

SHINee Hello DOngsaeng – Part 5 *ralat*

SHINee: Hello Dongsaeng~!

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews, SNSD

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Length: Series 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

“Duduklah,” ucapnya padaku setelah aku menemuinya di beranda kamar.

“Hmm,” jawabku singkat lalu aku melakukan apa yang ia perintahkan.

“Kau… Sudah tau kan?” tanya Jonghyun hyung memancingku. Aku mengernyitkan dahiku.

“Ng? Mengerti apa?” tanyaku padanya. Ia tersenyum.

“Huh, jangan berlagak bodoh bocah bermata besar. Soonkyu noona—kau—dan gadis gendut itu,” ucapnya sekali lagi sambil melempar-tangkap koin sendiri.

“Ah,” lanjutku, “iya. Aku mengerti maksudmu, hyung…”

“Apa yang akan kau lakukan sekarang? Dengarkan aku, gadis kecil gendut itu tampaknya benar-benar menyukaimu, maksudku—“

Mwo ya!?

“Tunggu, maksudmu… dia…”

“Dia naksir kau, babo! Selalu saja begini! Dasar tidak peka!” ucap Jonghyun hyung sambil melempar koinnya ke arah kepalaku.

“Aduh! Hyung, sakit!” kataku.

“Hei, dulu aku yang menjodohkanmu dengan Soonkyu eonnie, dan saat itupun kau juga tidak peka. Kau ini manusia atau bukan?” tanyanya lagi.

“Ye, tentu saja aku manusia! Enak saja,” omelku padanya. Ia tertawa.

“Jadi kau mau bagaimana?” tanyanya padaku. Aku jadi bingung sendiri.

“Mau mengakui padanya atau tidak? Dia menangkap basah dirimu, lho…” katanya sekali lagi. Aku masih diam.

“Kau ini lelaki, kau seharusnya—“

“Ya, hyung. Aku akan mengakui, tapi HANYA pada dia. Puas? Puas?” selaku sambil memasang tampang cemberut. Ia tertawa.

“Hahaha! Kau sudah besar ya sekarang…” ucapnya sambil berjalan melewatiku dan menyentuh kepalaku.

Jonghyun hyung… Aku tau kau menyukainya… (.__.)

***

“PAGI SEMUAAAAA~!! Pagi oppadeul!!” teriak Ha Joon pada kami di ruang makan.

“Pagi dongsaengku~” jawab Key hyung.

“Pagi, Nak,” jawab Onew hyung.

“Pagi gendut,” jawab Jonghyun hyung.

“Hmm,” jawabku singkat.

“Pagi :3” jawab Taemin.

Ia menarik kursi di depannya, lalu duduk dan mengambil sarapannya.

“Pulang jam berapa nanti, Ha Joon-ah?” tanya Key hyung.

“Ng… Jam 3 oppa. Kenapa?” jawabnya sambil memakan roti selainya.

“Nanti datang ke KBS, ya. Kami ada show. Tontonlah kami,” kata Key hyung.

“Ah, boleh ya memangnya? Baik, aku mau nonton! Aku bakal pulang cepet!” katanya semangat sambil tertawa.

Deg.

Mengapa ia jadi begitu manis?

Whoaaa, Choi Minho. Ingat Soonkyu-mu.

“Iya kan Ho? Hooo? Woy, Ho!!” suara cempreng Jonghyun hyung mengagetkanku.

“Eh, a—apa?” tanyaku kebingungan.

“Haaaah! Kebiasaan! Nanti kau bakal mengenalkan… ‘Itu’ kan?” tanya Jonghyun hyung.

“Ng? Oh, iya… Iya…” jawabku setengah blank. Aku menatap Ha Joon, ia menatapku sedetik lalu menundukkan kepalanya.

“Sudah selesai?” tanya Key hyung pada Ha Joon. Ia mengangguk, lalu Key hyung mulai membereskan semuanya.

“Ya! Taemin-ah my son, bantu kenapa sih?” kata Key hyung pada Taemin. Taemin memasang wajah tak mau.

“Woy, giliran siapa nganter Ha Joon ke sekolah?” tanya Onew hyung tiba-tiba.

Oh my goat (?). Hari ini giliranku.

***

Aku memasukkan tanganku ke dalam saku celana sambil sesekali melirik Ha Joon yang menunduk di sebelahku. Kami sudah lama berjalan, tapi tak satupun kata yang keluar.

“Ehm—“ kataku mencairkan suasana. Ia masih tetap menundukkan kepalanya.

“Ha Joon-ah,” panggilku.

“Ne?” jawabnya singkat, memalingkan muka dariku.

“Hmm… Aku tau yang kemarin…”

“Ne,” responnya singkat. Ah, ribet ah. Jonghyun hyung nih (-_-‘)a

Kami diam.

“Maafkan aku, oppa… Seharusnya kemarin aku—“ katanya lalu terhenti.

“He? Ha Joon, kenapa nangis?” tanyaku ketika aku melihat air matanya jatuh banyak sekali.

“Oppa, mianhae yo… Mianhae yo… Hiks…” ia terus-terusan mengucapkan kata ‘mianhae’ sambil menangis.

“Ah, Ha Joon, stop. Stop dongsaeng-ah, stop. Orang-orang pada ngeliatin, lho. Stop,” ucapku di hadapannya, lalu memegang pundaknya.

“MIANHAE YO~~”

Bukannya berhenti, malah makin kencang tangisannya. Huaaah, aku harus bagaimana?

“Iya, sudah stop Ha Joon! Stop! Aku maafkan,” kataku akhirnya. Tiba-tiba ia berhenti begitu saja.

“Benarkah?” katanya, lalu tersenyum senang. Aku mengangguk.

“Oppa, gomawo yo~ XD” katanya, lalu memelukku.

Deg. Deg. Can you feel my heartbeat? Semoga ia tidak mendengar. Tuhan, kumohon. Aku masih ada Soonkyu.

“Ayo kita ke sekolah,” katanya senang lalu ia berjalan memutar arah ke belakang.

“Lah? Bukannya kita sedang dalam perjalanan ke sekolahmu—tadi kita mau ke mana, hah?” tanyaku padanya yang sudah menjauh.

“Ke pusat perbelanjaan, hehe,” katanya sambil menjulurkan lidah kepadaku.

“YA!! HAN HA JOON!!” teriakku frustasi. Ia malah tertawa lalu berlari.

Ah, ini salahku yang tidak tau arah… (=__=*)

***

Author’s POV

Ha Joon mengetuk pintu yang bertuliskan “SHINee” di depannya.

“Ya, masuk,” jawab seseorang dari dalam. Ha Joon membuka pintunya.

“Oppa…” sapa Ha Joon sambil melihat-lihat isi ruangan. Sedikit berantakan, beberapa meja make-up dan make-up artist yang sedang menata rambut Key.

“Aaaaah, dongsaengku~” sambut Key senang.

“Eh, gendut,” jawab Jonghyun sambil menatap Ha Joon.

“Jonghyun hyung!” protes Key. Si rambut pirang itu tertawa.

“Ayo masuk, Ha Joonnie,” kata Onew, sementara Minho dan Taemin sibuk main game.

“Ne,” ucap Ha Joon sedikit canggung, lalu segera masuk ke dalam.

“Ayo duduk sini,” kata Taemin sambil menunjuk ke bangku sebelahnya.

“Hoi Ho, janjimu,” kata Jonghyun pada Minho yang masih sibuk main PSP.

“YAAAAKK! GOOOOOOOLL!!”

Bletak!

“Aduh, hyung! Sakit!” protes Minho pada Jonghyun yang baru saja menjitak kepalanya.

“Perhatikan orang tua ngomong,” ucap Jonghyun.

“Hii~ Orang tua~” sela Ha Joon. Jonghyun melotot pada gadis itu.

“Hmm, yeah~ Dasar gadis kecil, pendek, gendut, bawel…”

“DIAAAAAAMM!!” Key naik darah. Jonghyun langsung menutup mulutnya, sementara Ha Joon terkekeh sambil menunjuk-nunjuk Jonghyun yang kena marah Key.

“Annyeong haseyo,” sapa seseorang tiba-tiba. Suaranya lembut, perempuan.

Lee Soonkyu.

“A… Annyeong haseyo,” jawab Ha Joon reflek. ‘Manis banget,’ pikirnya.

“Noona, apa kabar?” tanya Taemin sambil tersenyum manis.

“Baik, aku ke sini mau kenalan sama dongsaeng baru kalian,” kata Soonkyu sambil berjalan ke arah Ha Joon, lalu mencubit pipinya.

“Imutnyaaa~” kata Soonkyu gemas.

“A… Aduh, sakit eonnie… Aduh, duh…” kata Ha Joon sambil mengusap-usap pipinya.

“Hihihi, kau lucu sekali… Ah, aku pinjam sebentar, ya. Aku mau ajak dia ke ruang SNSD, boleh?” tanya Soonkyu, meminta persetujuan pada SHINee.

“Boleh, tapi kembalikan ya,” kata Jonghyun asal.

“Kembalikan saat kami mau tampil, ya?” tanya Minho lembut. Soonkyu menatap Minho dalam, lalu mengangguk.

“Ne, ne~ Daaah,” kata Soonkyu sambil menggandeng Ha Joon keluar.

Ha Joon menatap eonnie-nya, pikirannya berkecamuk.

‘Kyaaaa~ Aku mau diapakan?’

***

“Aaaaah lucuuuu~”

“Seharusnya kita juga ikut program ini!”

“Siapa namanya? Ha Joon?”

SNSD eonnie berkumpul di sekitar Ha Joon, lalu mulai mencubit pipinya, menanyakan semua hal yang ia dan SHINee lakukan, sampai ke hal-hal yang tidak penting lainnya.

“Ha Joon, besok dateng ke dorm eonnie ya? Minta dianter Minho oppa-mu, nanti kita jalan-jalan, oke?” tawar Jessica, dan yang lain sibuk mengangguk-angguk setuju.

“Eh? Tapi… Besok aku sekolah…” elak Ha Joon.

“Sepulang sekolah saja! Nanti kita belanja banyak! Kami yang akan mentraktirmu. Tenang saja, kami tidak menggigit!” goda Taeyeon, lalu Ha Joon tertawa.

“Ehm… Baiklah eonnie,” kata Ha Joon akhirnya.

Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.

“Noona, maaf mengganggu arisan kalian… Gadis gendut itu kan sudah janji mau nonton kami, hehehe,” kata Jonghyun dengan kepala nongol di samping pintu.

“Ya! Jonghyun, jahat sekali cara kau memanggilnya,” protes Yuri pada Jonghyun. Ia terkekeh.

“Eonnie, aku ke sana dulu ya. Terima kasih sudah mau mengajakku ngobrol (^^)” kata Ha Joon sambil membungkukkan badannya.

“Sama-sama Ha Joon-ah, jangan lupa besok ya!” kata Soonkyu pada Ha Joon. Ha Joon tersenyum.

“Bagaimana?” tanya Jonghyun sambil menggandeng Ha Joon setelah mereka keluar dari ruang SNSD.

“Kuakui, aku kalah dalam banyak hal,” kata Ha Joon lirih.

“Hmm, lalu?”

“Kurasa Soonkyu eonnie memang pantas untuk Minho oppa (^^;)” lanjut Ha Joon. Jonghyun berhenti, lalu menatap Ha Joon.

“Heh, gendut! Jangan putus asa, dong. Siapa tau Minho ternyata menyukaimu,” kata Jonghyun sambil mengucek-ucek rambut Ha Joon.

“Whoaaa, aku bukan perusak hubungan orang. Enak saja,” kata Ha Joon.

“Aku…” ucapnya sekali lagi, lalu terhenti. Air matanya tiba-tiba mengalir.

“Sini kalau mau nangis, dasar cengeng,” kata Jonghyun membuka tangannya lebar-lebar. Ha Joon lalu menyambutnya dengan pelukan.

“Hiks… Ha Joon pabo,” ucap Ha Joon merutuk dirinya sendiri.

“Jangan lupa gendutnya,” kata Jonghyun usil.

“OPPAAAAA~!!”

“Hahaha!”

***

Minho’s POV

“Mana sih Jonghyun? Nyari Ha Joon atau nyamperin girlband lain dia?” omel Key hyung. Aku dan Taemin menggeleng tidak tau, sedangkan Onew hyung cuma mengangkat bahunya.

“Bagaimana kalau aku yang mencarinya?” aku menawarkan diriku. Key hyung mengangguk.

“Baiklah, cepat ya. 15 menit lagi kita tampil,” ucap Key hyung padaku. Aku mengangguk, lalu keluar dari ruangan.

Aku menyusuri lorong KBS, berusaha mencari mereka berdua.

“Kuakui, aku kalah dalam banyak hal,” kata suara seorang yeoja yang aku kenal. Aku rasa itu suara Ha Joon.

“Hmm, lalu?”

Ini pasti suara Jonghyun hyung.

Aku membelakangi sebuah tembok, dan tak sengaja aku mendengar percakapan mereka berdua (lagi). Aku sedikit menoleh ke arah mereka, dan aku melihat Jonghyun hyung memeluk Ha Joon…

To be continued ~ (:

P.S: Maaf yah au salah posting kemain… ehehehehe…. yang ini belom pada baca kan????

-Lana-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

HOW MUCH DO YOU LOVE SF3SI ??

HOW MUCH DO LOVE SF3SI..??

 

ANNYEOOONNNNGGGGG ^O^

HUY HUY HUUYYYYY… YANG MERASA OUR LOYAL READERRRRRR….. !! EVEN OUR NEW READER……

Untuk mencegah kebosanan membaca FF tiapp hariiii… aku sama Wiga onn bikin sebuah angket gitu….

Tetep berhubungan sama SF3SI … FF, Author, Cast, genre de el el lah pokoknyaaa… gzgzgzgzzzz…..

 

Untuk membantu kalian ngisi angket tak jelas dan tak penting ini, bisa cek di library untuk mengingat-ingat lagi ff apa yang jadi ff favorite kamu.. ^o^

 

Untuk sementara sih kagak ada hadiahnya…. Ehehehe…. Kalau aja aku lagi ada duit.. pasti pemenang (Pemilih terbaik dan Author yang paling banyak di pilih) bakal aku kasih album Lucifer dengan cuma-cuma.. sayangnya aku lagi kanker tuuuhh… ekekekekee..

Jadi ini buat iseng-isengan aja yah… mencegah kejenuhan ^.^ … Continue reading HOW MUCH DO YOU LOVE SF3SI ??

Love Me – Part 4

Main Cast: Kim Kibum.

Support Cast: Shinee member, Super Junior, Nicole KARA, others

Cha Rin POV

Aku tidak tahu perasaan apa yang aku rasakan sekarang. Senang bercampur lega. Lega rasanya sudah menceritakan apa yang aku rasakan selama ini kepada Key oppa, untungnya dia bisa mengerti keadaanku. Ia juga tidak pernah menyinggung-nyinggung tentang Nichkhun lagi didepanku sekarang. Aku senang karena ia masih perhatian padaku walaupun ia tau aku ini orang yang gampang menangis.

Sudah hampir sebulan aku tinggal bersama Shinee di dorm mereka. Aku bersyukur sekali bisa mengenal oppa-oppa seperti mereka ini. Rasanya dorm tidak pernah sepi. Dan aku tidak pernah bosan dengan mereka! Eh.., tunggu-tunggu, pengecualian, aku hanya bosan kalau mereka sudah tidak menghiraukanku saat menonton bola. Apalagi Minho! Padahal dari anggota Shinee yang sangat suka bola hanya Minho oppa, tapi sekarang jadi suka semuanya.

“Mau berangkat bareng tidak? Kalau masih lama melamun, aku duluan” Minho oppa membuyarkan lamunanku.

“Ne. Neeee. Bareng saja.” Aku mengambil tasku yang kutaruh diatas meja makan. “Aku berangkat Jonghyun oppa. Annyeong”

“Hati-hati Minho-ya! Cha Rin-ah!” jawab Jonghyun oppa.

Minho oppa dan Aku berjalan menuju parkiran dorm. “Loh? Bukannya kita akan naik motor?”

“Tidak, hari ini kita naik mobil saja.” Jawab Minho oppa.

“Baiklah”

Jika sedang menyetir, biasanya Minho oppa diam saja. Tapi entah apa yang membuat pikirannya terganggu hari ini. Ia terus mengajakku berbicara sekarang. Senang bisa melihatnya akrab denganku. Biasanya kan dia selalu dingin, bukan dingin sih, lebih tepatnya diam. Untung saja sewaktu kita sampai dikampus, parkiran terlihat sepi. Ternyata kita terlambat, dan beberapa kelas sudah dimulai. Termasuk kelasku dan kelas Minho oppa.

“Kelasmu selesai pukul berapa?” Tanya Minho oppa saat kami berdua berjalan menuju gedung.

“Mungkin jam dua siang.”

“Habis itu, ada kelas lagi tidak?”

“Tidak. Waeyo?”

“Kita pulang bersama”

“Mwo? Kalau yang lain li..”

“Aku tidak peduli. Pokoknya kau harus pulang bersamaku.”

“YA YA YA! Choi Minho! Bagaimana kelangsungan hubungan persahabatanku dengan Hyo Sung nantinya?!”

“Itu sih urusanmu. Lagian sudah kubilang, kalau kau percaya padanya ya ceritakan saja kalau kau ini sepupuku. Tapi, yasudah kalau kau tidak mau bertemu Sungmin hyung” Minho opa berjalan duluan meninggalkanku. Bertemu Sungmin oppa? AKU MAU! AKU MAU!

~~~

“Kau kenapa terlambat hari ini?” Tanya Hyo Sung saat kelas pertamaku selesai.

“Aku telat bangun”

“OHYA! OHYA! Kudengar, akhir minggu ini Shinee akan tampil di Music Bank! Bagaimana kalau kita menontonnya bersama?” ajak Hyo Sung.

“Mwo? Ada Super Juniornya tidak?”

“Em. Setahuku sih, bakal ada SS501, KARA, Shinee, terus aku lupa.. hehe”

“Aku tidak mau kalau tidak ada Super Junior”

“Ah iya aku lupa, tapi kan pamanku sedang sakit dan bibiku tidak akan bisa menjaganya, kurasa aku tidak akan bisa. Ohya, kemarin aku menonton video Shinee di internet. Kupikir, Jonghyun oppa lumayan tampan ya”

Oh yaampun! Rasanya aku ingin sekali tertawa sekeras-kerasnya! Jonghyun oppa? HAHAHAHA.

“Ya! Kenapa mukamu seperti itu Cha Rin-ah, memang menurutmu siapa yang paling tampan diantara member Shinee?”

“Emm.. Aku tidak tahu ya. Mungkin Lee Jinki?”

“Onew oppa?! Ya ya.. Dia sangaaaaaat imut!”

~~~

Saat kelasku selesai, Hyo Sung berpamitan pulang karena ia harus menjaga pamannya yang sakit. Untunglah. Aku tidak ingin ia melihatku diseret-seret oleh Minho oppa yang sedaritadi tidak berhenti mencoba menelepon ponselku. Toh dia seharusnya tau kan kalau aku tidak mengangkatnya berarti aku memang sedang tidak bisa mengangkat. Huh.

“Ya oppa! Waegeureoyo? Tidak sabaran sekali sih!”

Minho oppa menampakkan wajah kesalnya padaku, “Bisakah kau mengangkat teleponku ha? Ayo cepat masuk kedalam mobil”

“Kita mau kemana oppa?” tanyaku saat mobil baru dijalankan.

“Dream Team”

“Mworago? Andwae! Andwae! Aku tidak mau! Aku tidak mau!” protesku.

“Hey-hey-hey! Tenanglah, aku juga hanya bercanda. Memangnya kenapa sih kalau nonton Dream Team?”

“Tidak suka olahraga” jawabku sekenanya.

“Tidak suka olahraga atau tidak suka orangnya?” Tanya Minho oppa.

“Maksudnya?”

“Anio. Tidak jadi”

~~~

Saat kami pulang, ternyata hanya ada Onew oppa dan Jong Won oppa disana. Kemana Taemin? Biasanya dia sudah pulang. Key oppa dan Jonghyun oppa juga sedang ada jadwal, sehingga mungkin akan pulang larut.

“Jinki-ah, jaga dongsaeng-mu baik-baik.” Ujar Jong Won oppa yang sudah merangkul beberapa tas ditangannya.

“Ne, hyung. Hati-hati” jawab Onew oppa.

“Minho-ya, jaga Cha Rin baik-baik. Aku tidak ingin membuat ibumu kecewa”

“Loh? Jong Won oppa memangnya ingin pergi kemana?” tanyaku.

“Aku akan pergi selama mungkin seminggu ke Mokpo. Ibuku sedang sakit” jawabnya tersenyum.

“Hati-hati oppa, salam buat ibumu. Semoga lekas sembuh.”

“Ne, Gomawo Cha Rin-ah. Annyeong!” ia segera keluar dari dorm.

Suasana dorm kini sepi. Minho oppa sedang membaca dikamarnya. Onew oppa sedang menonton diruang tv. Kurasa aku akan mengerjakan tugas kuliahku saja. Walaupun masih jauh dari tenggat waktu sih, tapi tidak apa-apa kan sekali-sekali jadi mahasiswi yang rajin?

-Sorry-Sorry-Sorry-Sorry, Naega-Naega-Naega meonjeo
Nege-nege-nege ppajyeo, Ppajyeo-ppajyeo beoryeo baby-

1 New Message

Lee Taemin

Noonaaa! Aku akan pulang telat hari ini karena ada pelajaran tambahan. Jangan rindu padaku! Jangan lupa bilang pada hyung-ku yaa! Tadi aku sudah coba menghubungi Onew hyung tapi tidak bisa. Gomawo Noonaaa! ^^

Aku tersenyum membacanya. ‘Jangan rindu padaku!’? Lucu sekali anak ini. Aku segera keluar menghampiri Onew oppa di ruang tv. Saat aku ingin memberitahunya tentang Taemin, ternyata Onew oppa sedang tertidur pulas. Aku tidak tega untuk membangunkannya. Lagipula, semalam ia pulang larut sekali. Pastilah tidak cukup tidur. Jadi aku hanya bisa memandangnya. Ah kurasa akan kubiarkan saja, nanti akan kuberitahu lagi kalau dia sudah bangun.

Aku berjalan masuk ke kamar Minho oppa sekarang. Ia masih sibuk membaca sebuah buku. Aku memang tidak tertarik membaca novel fiksi seperti itu, lebih suka komik hoho. Ia tidak menyadari kehadiranku dikamarnya. Karena biasanya ia akan langsung segera mengusirku.

“OPPAAA!”

“YA! Kenapa berteriak seperti itu sih? Sedang apa kau disini?” tanyanya.

“Aku bosan dikamar dan sekarang aku bingung ingin melakukan apa. Aku sudah mengerjakan tugas kuliahku, jadi tidak ada lagi yang bisa aku kerjakan”

“Jadi yang kau kerjakan sekarang adalah menggangguku?” tanyanya sambil membaca.

“Aku kan tidak mengganggumu..”

“Aku sedang membaca, dan aku biasanya lebih nyaman membaca sendirian. Kalau ada kau, jadinya aku tidak bisa berkonsentrasi. Main saja sana dengan Onew hyung” usirnya.

“Ya! Neon jeongmal nappeungeoya!” aku berjalan keluar dari kamar Minho oppa.

Kesal sekali rasanya. Aku kan benar-benar bosan! Memangya Minho oppa tidak pernah merasa bosan apa? Hah! Aku melihat-lihat keluar jendela dorm. Diseberang dorm, ada sebuah pet shop. Aku tertarik untuk pergi kesana. Kan hanya diseberang jalan, pasti tidak akan tersesat.

Saat aku ingin berpamitan ke kamar Minho oppa. Ternyata pintunya dikunci. Hah yasudahlah! Kan hanya sebentar dan hanya diseberang jalan! Akhirnya aku pergi tanpa pamit ke pet shop seberang jalan. Aku memang tertarik dengan berbagai macam binatang.

~~~

“Selamat datang! Sedang mencari apa, Agassi?” Sapa penjaga pet shop tersebut saat aku masuk kedalamnya.

“Anio. Aku sedang ingin lihat-lihat.” Jawabku tersenyum

“Jika ada yang dibutuhkan, silahkan panggil saya Agassi”

“Ne. gamsahamnida”

Aku melihat-lihat isi dari pet shop tersebut dengan antusias. Ternyata disini banyak juga binatangnya. Biasanya kan kalau di Jakarta, paling hanya kucing atau anjing, kelinci, yaaa.. yang wajar-wajar saja dipelihara. Aku terus berjalan sambil sesekali mengelus bulu kucing yang aku lihat. Aku juga melihat-lihat aksesoris untuk kucing dan anjing yang ada di pojok ruangan. Saat aku ingin mencoba meraih suatu aksesoris, ada sebuah tangan yang juga ingin mengambil aksesoris tersebut dan dengan tidak sengaja menggenggam tanganku.

“Mianhamnida, aku tidak sengaja” ia membungkuk.

“Ne, nan gwenchana..” aku membalas membungkuk. “S.. S.. Sungmin oppa?” aku tidak percaya dengan yang aku lihat sekarang. Ternyata kebosananku membawa keberuntungan yang tidak terkira! Lee Sungmin!

“Eh! Annyeong Cha Rin-ah!” sapanya riang. “Ingin mencari sesuatu buat kucingmu juga?” tanyanya.

“Anio oppa. Aku hanya ingin lihat-lihat. Ini yang oppa cari” aku memberikan aksesoris itu kepada Sungmin oppa.

“Gomawo” ia menerimanya masih sambil tersenyum. OMO! Tampan sekali dia hari ini. Tampil dengan busana kasual, hanya jeans, kaus, dan sebuah jaket biru tua. Beda sekali dengan tampilannya saat perform di panggung. Yang ini lebih… lebih Lee Sungmin. “Sedang sendirian saja?”

“Ne oppa. Kalau oppa?”

“Aku juga sendiri” ia tersenyum, “Tidak sedang terburu-buru kan?”

“Ani. Waeyo oppa?”

“Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di café seberang sana?”

TUHAN! KALAU AKU SEDANG MIMPI, BANGUN KAN AKU SEKARANG TUHAN!

“N.. Ne oppa.” Aku tersenyum lebar.

Sungmin oppa membawaku ke sebuah café tidak jauh dari pet shop tadi. Walaupun cukup dekat, tapi kita pergi kesana dengan mobilnya. Katanya ia takut terlihat oleh banyak orang. Setelah sampai, ia mencari tempat paling nyaman di ujung ruangan. Ia menanyakan padaku apakah aku nyaman dengan tempat ini. Setelah duduk, Sungmin oppa memesankan minuman yang ada di café itu.

“Kudengar oppa akan tampil di Music Bank akhir minggu ya oppa?” tanyaku.

“Iya. Apakah kau akan datang?” ia balik bertanya.

“Aku tidak tahu oppa. Jika Minho oppa tidak mengizinkanku, maka aku tidak akan datang” jawabku.

“Dia pasti mengizinkanmu. Bilang saja diajak olehku, pasti ia akan mengizinkan”

Aku tertawa mendengar ucapannya. Rasanya tidak salah jika banyak yeoja yang dibuat gila oleh Lee Sungmin. Ia ramah sekali. Tipikal orang yang tidak punya musuh. Ia juga pandai membuat lelucon. Ia membuatku tertawa terpinkal-pinkal saat ia menceritakan kisah tentang Super Junior saat mereka sedang bersama di dorm.

-True, true nae gamjeongeun gal gosi eobseo
Nege majchweo beoringeol neon jal aljanni
How to keep loving you? Naega jinjja nege jaralge idaero nal sseogyeo dujima-

HAISH! Pasti Choi Minho! Aduh bodohnya aku memakai ringtone itu didepan Sungmin oppa. Sungmin oppa tersenyum mendengar suara teleponku tadi. “Angkatlah” katanya sambil menyesap kopi pesanannya.

“Yeoboseyo?”

“YA CHOI CHA RIN! KENAPA KAU PERGI TANPA PAMIT? CEPATLAH PULANG SEKARANG JUGA SEBELUM AKU MENCARIMU DAN MENYERETMU!” Benar dugaanku. Choi Minho sedang berteriak-teriak diujung sana

“Shiruh! Tadi kau menyuruhku pergi!”

“Sekarang kau dimana? Aku akan menjemputmu!”

“Tidak usah. Aku sekarang sedang ada di café” jawabku.

“Mwo? Café? Dimana? Dengan siapa?”

“Dengan Sungmin oppa”

“JINCA?! SUNGMIN HYUNG?!”

Sungmin oppa mengarahkan tangannya kearah telepon genggamku. Ia ingin berbicara dengan Minho.

“Minho-ya, jangan khawatir. Aku tidak akan berbuat macam-macam terhadap adikmu. Aku akan mengantarnya pulang dengan selamat nanti” ujarnya panjang lebar.

Rasanya aku ingin terbang sekarang saat mendengar Sungmin oppa berbicara seperti itu kepada Minho. Mama!! Berbahagialah! Anakmu akan diantar pulang oleh seorang idola yang juga seorang CEO perusahaan SendBill, LEE SUNGMIN!

Kami mengobrol cukup panjang, ia menanyakanku kenapa mukaku tidak seperti orang Korea sepenuhnya. Walaupun tiga perempat dari diriku memang orang Korea. Lalu ia mendapat telepon dari Eeteuk oppa yang menyuruh Sungmin oppa untuk kembali ke dorm Super Junior. Akhirnya Sungmin oppa mengantarkanku kembali ke dorm Shinee.

“Kau tinggal dengan mereka?” Tanya Sungmin oppa di dalam lift. (Ia bersikeras mengantarkanku sampai pintu dorm! Ia bilan ia akan memastikan Minho oppa tidak akan marah padaku! YEAY!)

“Ne, oppa. Selama aku kuliah, aku tinggal dengan mereka.”

Sungmin oppa membulatkan mulutnya. “Pasti tidak ada yang tahu kan?” Aku mengangguk. “Nee. Aku mengerti. Pasti sulit berada di posisimu jika para shawol tau kau tinggal satu dorm dengan idola mereka” ia tersenyum hangat.

Saat sampai didepan pintu dorm. Sungmin oppa memencet bel-nya.

“Nugu ya?” suara Onew oppa yang terdengar. “Sungmin hyung?!”

Pintu terbuka. “Annyeong haseyo hyung” Onew oppa membungkuk, diikuti Minho dari belakang.

“Annyeong! Aku hanya ingin mengantarkan Cha Rin pulang” jawabnya manis.

Sungmin oppa berbicara dengan Minho oppa dan Onew oppa sebentar. Sepertinya Minho oppa hormat sekali padanya >.< Lalu ia berpamit pulang kembali ke dorm-nya, tidak lupa aku berterimakasih padanya. Ternyata saat aku sampai, Taemin sudah pulang. Ia memandang melas kearahku.

“Noona! Aku tahu kau pasti sedang bahagia sekali sekarang bisa seberuntung itu bertemu Sungmin hyung, tapi kan aku sudah bilang duluan aku akan pulang terlambat. Aku barusan dimarahi Key dan Onew hyung” ia mengadu kepadaku.

“Aigoooo!” aku menepuk keningku. “Aku benar-benar lupa Taemin-ah! Jeongmal mianhe! Ini semua salah hyungmu” aku menunjuk kearah Minho.

“Mwo? Aku?” ia sudah mulai marah sekarang.

Dan terjadilah perang mulut antara aku dan sepupuku itu.

~~~

Sialnya kemarin aku bertengkar dengan Minho, sehingga perjuanganku hari ini untuk meminta izin ikut ke Music Bank akan lebih sulit. Kalau Minho sedang kesal, pasti tidak akan diizinkan. Lagipula, aku ingin ikut kan karena Sungmin oppa, bukan karena dia. Aha! Kurasa aku akan minta izin dengan Onew oppa saja!

Aku menghampiri Onew oppa yang sedang bersiap-siap diruang tv. Untungya ia sedang sendirian. “Onew oppa..”

Ia menoleh kearahku, “Hmm? Wae?”

“Aku boleh ikut ya?” aku sudah mulai menampakkan muka memelasku.

“Loh? Kau memang ikutkan? Kau tidak mungkin kami tinggalkan di dorm sendirian. Kecuali kau memang berani berada disini sendirian sampai malam”

“Aigoo, oppa! Kurasa kau yang lebih cocok jadi sachon-ku daripada Minho oppa” aku berbicara lebih pelan agar tidak didengar yang lain.

“Kau bisa saja” ia mengacak-acak rambutku, “Ayo dandan yang cantik”

~~~

Aku berangkat keacara tersebut dengan Shinee dan seorang asisten pengganti Jong Won oppa. Mereka terlihat antusias sekali. Minho juga untungnya sedang dalam mood yang bagus, sehingga ia terus tersenyum saat Key oppa dan Taemin mengeluarkan leluconnya untuk mengusir Onew sangtae yang terjadi.

Aku menunggu Super Junior perform, tapi ternyata Super Junior dapat giliran di akhir acara, akhirnya aku melihat Shinee perform dibelakang panggung sendirian. Biasanya ada Jong Won oppa yang akan menemaniku berbicara atau hanya sekedar menawarkan minum padaku. Lumayan banyak juga penyanyi yang tampil malam ini. Sayangnya saat mereka berjalan melewatiku, tidak ada yang menyadari keberadaanku. (Ya jelas, kecuali kalau aku ini kloningnya Angelina Jolie atau apa mereka pasti akan sadar dan bla..bla..)

“Annyeong!” seseorang menepuk bahuku dari belakang.

“Eh? Annyeong haseyo” aku membungkuk. Seorang gadis berpotongan rambut pendek sedang tersenyum manis kearahku. Sepertinya ia juga seorang penyanyi ya? Atau penari latar? Ah sepertinya penyanyi kalau dilihat dari cara berpakaiannya dan make up di wajahnya.

“Kau Cha Rin kan?” tanyanya masih tersenyum.

“Iya” aku menatapnya bingung, “Kau..?” aku berfikir sejenak. Babo sekali aku ini, sudah cukup lama tinggal di Korea, penyanyi yang aku tau hanya Super Junior dan Shinee.

“Perkenalkan! Aku Nicole!” ujarnya riang. “Kau sepupunya Minho kan?”

“Iya.. Bagaimana kau bisa tau?” Aduh babo! Jelas dia tau, mungkin Minho cerita kan.

“Aku tau dari Key! Ia sering bercerita tentangmu” jawabnya.

“Oh.”

Key oppa? Sering bercerita? Bercerita apa? Haduh sudahlah Cha Rin jangan berfikir yang macam-macam ia pasti tidak akan menceritakan tentang masalahmu waktu itu.

“Ah itu dia Shinee!” aku menoleh kearah pintu backstage. Benar saja, kelima cowok idola itu keluar dengan keringat yang mengucur dari bagian tubuh mereka.

Nicole dengan gesit menghampiri Key oppa dan mengelap keringatnya dengan tissue yang ia pengang. Key oppa tersenyum tulus kearahnya. Senyum yang belum pernah aku lihat. Entah apa yang Nicole katakan, tapi setelah itu Key oppa tertawa terbahak-bahak. Romantis sekali..

“Sudah bertemu Sungmin hyung?” Tanya Minho mengalihkan pandanganku.

“Belum” jawabku.

“Mau kuantar? Ia mencarimu loh tadi” ia mulai menggodaku, tapi entah mengapa setelah melihat kejadian kecil antara Key oppa dan Nicole aku sudah tidak berkeinginan untuk bertemu dengan Sungmin oppa lagi.

“Tidak”

“Oh ya. Sungmin hyung tadi memakai baju yang memperlihatkan sebagian dadanya”

“Oh.”

Minho oppa berhenti menggangguku, sepertinya ia sadar aku sedang tidak ingin diganggu. “Waeguraeyo?” tanyanya lembut.

Aku menggeleng pelan, “Kau tau, aku akan menghajar siapapun yang membuatmu sedih” ujarnya.

Perkataannya tadi membuatku tersenyum sedikit, “Jinca?” tanyaku.

“Ne”

“Bagaimana kalau kau harus menghajar hyung-mu sendiri?”

“Mwo?”

“Anio. Aku hanya bercanda”

~~~

Tak lama setelah perform, kami semua sudah bersiap untuk pulang. Untungnya tadi Onew oppa melakukan aksi Onew sangtaenya yang entah kenapa membuatku tertawa terbahak-bahak karena banyolannya yang ‘cukup’ garing ditambah rayuan Minho oppa yang membuat semangatku kembali. Tadi aku juga sempat menonton aksi Super Junior. Benar apa yang Minho oppa bilang, Sungmin oppa mengenakan baju yang memperlihatkan sebagian dadanya.

“Ayo hyung kita pulang! Aku sudah mengantuk nih!” Taemin merengek kearah Onew oppa.

Ternyata Onew oppa mengacuhkannya. Sekarang ia menengok kearahku, “Noonaaaaaa, oppa-mu manaaa? Aku sudah mengantuk. Kita pulang saja yuk noonaaa” ia mulai melancarkan jurus aegyo-nya.

“Sabar ya Taeminnie. Sebentar lagi juga selesai” Taemin terduduk lemas dibangku. Ia sudah tidak sabar untuk pulang ternyata. Terlihat kantung matanya sudah mulai menghitam. Kasian sekali anak ini.

Semua sudah siap, kini kita tinggal menunggu Key oppa. Kemana dia? Onew oppa menyuruhku untuk memanggil Key oppa di ruangan sebelah. Namun saat aku hendak memanggilnya, ia sedang memeluk Nicole dengan eratnya. Key oppa.. Kenapa aku begini? Sekarang aku ingin menangis karenamu.. Lihat aku sebentar saja oppa. Ternyata ia benar-benar melihat kearahku sambil terus memeluk Nicole. Ia tidak melepaskan pelukannya, tapi malah mempereratnya. Kenapa aku jadi seperti ini Tuhan? Apa mungkin aku menyukainya? Tidak. Aku tahu itu. Aku tahu aku masih sayang Nichkhun. Tapi kenapa bisa begini?

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

OBSESSION – PART 1

OBSESSION PART 1

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17 ( aku sengaja ngasih rated NC17 buat ff ku yang ini.. bukan.. bukan karena ada unsur seksualitas.. enggak sama sekali.. hehe.. hanya saja.. ada beberapa adegan yg mengandung kekerasan yg tidak baik untuk dibaca reader di bawah umur.. )

Happi reading ^^

“ hhh… hhh.. aku selalu berharap dia akan menjadi milikku..”

“ aku tak rela jika orang lain menyentuhnya selain aku..”

“ hhh…. hhh… apapun caranya, dia harus menjadi milikku..”

“ aku harus mendapatkan nya, bagaimanapun juga..”

“ dia tercipta hanya untukku..”

“ Park Nada… mengapa kau buat aku jadi gila..”

“ hhh… hhh…”

***********

Bel sekolah berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul jam 6 sore. Seluruh murid dari Seoul High School satu persatu meninggalkan kelasnya dan bergegas untuk pulang kerumah. kecuali 7 siswa yang masih bertahan di ruang kelas untuk mengikuti kelas intensif yang diadakan 3 kali seminggu.

Kelas intensif bukan lah kelas yang ditujukan untuk orang-orang bodoh, sama sekali bukan. mereka diwajibkan ikut kelas ini, karena mereka harus mengejar kurikulum mereka yang tertinggal agar bisa setara dengan siswa lain.

siswa-siswa tersebut adalah, Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jong Hyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui dan Park Nada.

Lee Jinki adalah seorang namja yang paling pintar diangkatannya, Ia juga merupakan Ketua Badan Kesiswaan. 3 bulan belakangan ini ia hanya belajar mata pelajaran fisika dan matematika di sekolah, karena harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Fisika di Aussie. Dan tidak sia-sia perjuangan nya selama ini, karena ia berhasil mengharumkan negara Korea dengan memperoleh medali emas untuk olimpiade yang diikutinya. Namun pasca olimpiade, Ia merasa ketinggalan di berbagai pelajaran. terutama bahasa inggris. maka dari itu, gurunya menyarankan agar ia mengikuti kelas intensif dimalam hari untuk mengejar ketertinggalannya.

Lalu ada Kim Kibum, calon artis  yang sedang mengikuti  training di SM entertainment. Selain bersekolah, setiap hari Ia harus latihan vocal, dance, dan attitude sebagai artis. Jadwal trainingnya sangat padat. Karena kesibukannya itu, Kim Kibum banyak tertinggal pelajaran. sehingga disela-sela waktunya, Ia menyempatkan diri untuk mengikuti kelas intensif.

Berikutnya Kim Jonghyun, Ia adalah murid pindahan dari amerika, warna rambutnya separuh hitam dan separuh dicat pirang, walau pun lama diamerika, Jonghyun fasih berbicara Korea karena umma dan appanya adalah orang korea asli. Kurikulum pelajaran di Amerika sangat lah berbeda dengan kurikulum dikorea, sehingga jonghyun mengalami banyak masalah untuk menyesuaikan diri dengan pelajaran di korea. terutama pelajaran Sastra Korea dan Sejarah.

Kemudian ada Park Nada. Di sekolah, Nada termasuk anak yang aktif. Selain ia adalah wakil ketua badan kesiswaan, Ia juga menjabat sebagai anggota club memasak  dan juga ketua club jurnalistik,  dua eskul ini diikutinya karena memasak dan menulis adalah hal yang paling disukai Nada. Karena terlalu lelah akhirnya kondisi badannya drop dan Ia harus dirawat selama satu bulan dirumah sakit, karena itu Ia ketinggalan banyak pelajaran dan prestasinya menjadi jauh menurun.

Sedangkan Choi Minho adalah ketua club Taekwondo, sekaligus idola sekolah. Postur badannya tinggi atletis, dengan hidung mancung dan tatapan tajam, mampu menaklukan hati seluruh yeoja yang ada di sekolah ini. Ia dikenal sebagai pria yang dingin, jarang tersenyum, apalagi berbicara kepada yeoja, Namun itu yang membuatnya makin digila-gilai oleh wanita. Ia mengikuti kelas intensif karena selama 2 bulan belakangan ini dia tidak masuk sekolah, karena mempersiapkan diri untuk mengikuti kejurnas.

Yeoja satu lagi adalah Shim Yui. Shim Yui adalah gadis yang luar biasa cantik. Tubuhnya tinggi langsing, kulitnya putih susu terawat, rambutnya panjang tergerai sepinggang. hanya ada satu kata yang bisa menggambarkan kecantikkan yui ‘ Sempurna’. Walaupun yui cantik, namun Ia tidak sombong, dan mau berteman dengan siapa saja. Orangnya sungguh ramah. Ia mengikuti kelas intensif karena akhir-akhir ini nilai pelajarannya menurun. entah apa sebabnya. maka dari itu sebelum nilainya turun terlalu jauh, ia berinisiatif untuk mengikuti kelas intensif.

Siswa terakhir adalah Lee Taemin. Lee Taemin adalah ketua club dancer disekolahnya. Ia termasuk orang yang susah bergaul, temannya hanya teman satu club dance nya . karena terlalu fokus dengan Asian Dance Festival yang akan diadakan di Jepang, Taemin terancam tinggal kelas dan di drop out dari sekolah. maka itu wali kelasnya memaksanya untuk mengikuti kelas intensif sepulang sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, raut muka lelah sudah tampak di wajah mereka, terlihat Kibum dan Taemin sudah mulai menguap. Sementara Yui mengutak-utik hpnya, jonghyun sudah menelungkupkan kepalanya di meja pertanda sudah mulai tertidur, sementara Minho menutup bukunya, Ia menyerah, tak ada yang bisa diserap otaknya lagi, ia hanya duduk terdiam. Hanya Lee Jinki dan Park Nada yang masih serius menyelesaikan soal-soal yang terpampang di papan tulis.

“ Yaa!! Park Nada!! sebaiknya kamu pulang.. Wajah mu sudah pucat, Jangan sampai pingsan lagi seperti kemarin,, “ Tiba-tiba Kim Kibum berkata nyaring.

“ Iya, Nada..yuk, kuantarkan.. aku juga mau pulang, umma sudah menjemputku..kajja..” kata Shim Yui.

“ Eemmm, gomawo.. tapi aku bisa pulang sendiri Yui.. rumah ku dekat, berjalan kaki sebentar juga sampai..” tolak Nada halus, Ia tidak mau merepotkan teman nya.

Yui berdiri dan berjalan menghampirinya, “ sudahlah, tak usah sungkan.. bereskan barang-barang mu.. palliii..” katanya sambil menarik lengan Nada.

Saat Nada berdiri tak sengaja sapu tangannya terjatuh, namun Ia tidak sadar dan terus berjalan bersama Yui. Seorang Namja mengambilnya cepat dan memasukkannya kedalam sakunya. Continue reading OBSESSION – PART 1