Love Me – Part 4

Main Cast: Kim Kibum.

Support Cast: Shinee member, Super Junior, Nicole KARA, others

Cha Rin POV

Aku tidak tahu perasaan apa yang aku rasakan sekarang. Senang bercampur lega. Lega rasanya sudah menceritakan apa yang aku rasakan selama ini kepada Key oppa, untungnya dia bisa mengerti keadaanku. Ia juga tidak pernah menyinggung-nyinggung tentang Nichkhun lagi didepanku sekarang. Aku senang karena ia masih perhatian padaku walaupun ia tau aku ini orang yang gampang menangis.

Sudah hampir sebulan aku tinggal bersama Shinee di dorm mereka. Aku bersyukur sekali bisa mengenal oppa-oppa seperti mereka ini. Rasanya dorm tidak pernah sepi. Dan aku tidak pernah bosan dengan mereka! Eh.., tunggu-tunggu, pengecualian, aku hanya bosan kalau mereka sudah tidak menghiraukanku saat menonton bola. Apalagi Minho! Padahal dari anggota Shinee yang sangat suka bola hanya Minho oppa, tapi sekarang jadi suka semuanya.

“Mau berangkat bareng tidak? Kalau masih lama melamun, aku duluan” Minho oppa membuyarkan lamunanku.

“Ne. Neeee. Bareng saja.” Aku mengambil tasku yang kutaruh diatas meja makan. “Aku berangkat Jonghyun oppa. Annyeong”

“Hati-hati Minho-ya! Cha Rin-ah!” jawab Jonghyun oppa.

Minho oppa dan Aku berjalan menuju parkiran dorm. “Loh? Bukannya kita akan naik motor?”

“Tidak, hari ini kita naik mobil saja.” Jawab Minho oppa.

“Baiklah”

Jika sedang menyetir, biasanya Minho oppa diam saja. Tapi entah apa yang membuat pikirannya terganggu hari ini. Ia terus mengajakku berbicara sekarang. Senang bisa melihatnya akrab denganku. Biasanya kan dia selalu dingin, bukan dingin sih, lebih tepatnya diam. Untung saja sewaktu kita sampai dikampus, parkiran terlihat sepi. Ternyata kita terlambat, dan beberapa kelas sudah dimulai. Termasuk kelasku dan kelas Minho oppa.

“Kelasmu selesai pukul berapa?” Tanya Minho oppa saat kami berdua berjalan menuju gedung.

“Mungkin jam dua siang.”

“Habis itu, ada kelas lagi tidak?”

“Tidak. Waeyo?”

“Kita pulang bersama”

“Mwo? Kalau yang lain li..”

“Aku tidak peduli. Pokoknya kau harus pulang bersamaku.”

“YA YA YA! Choi Minho! Bagaimana kelangsungan hubungan persahabatanku dengan Hyo Sung nantinya?!”

“Itu sih urusanmu. Lagian sudah kubilang, kalau kau percaya padanya ya ceritakan saja kalau kau ini sepupuku. Tapi, yasudah kalau kau tidak mau bertemu Sungmin hyung” Minho opa berjalan duluan meninggalkanku. Bertemu Sungmin oppa? AKU MAU! AKU MAU!

~~~

“Kau kenapa terlambat hari ini?” Tanya Hyo Sung saat kelas pertamaku selesai.

“Aku telat bangun”

“OHYA! OHYA! Kudengar, akhir minggu ini Shinee akan tampil di Music Bank! Bagaimana kalau kita menontonnya bersama?” ajak Hyo Sung.

“Mwo? Ada Super Juniornya tidak?”

“Em. Setahuku sih, bakal ada SS501, KARA, Shinee, terus aku lupa.. hehe”

“Aku tidak mau kalau tidak ada Super Junior”

“Ah iya aku lupa, tapi kan pamanku sedang sakit dan bibiku tidak akan bisa menjaganya, kurasa aku tidak akan bisa. Ohya, kemarin aku menonton video Shinee di internet. Kupikir, Jonghyun oppa lumayan tampan ya”

Oh yaampun! Rasanya aku ingin sekali tertawa sekeras-kerasnya! Jonghyun oppa? HAHAHAHA.

“Ya! Kenapa mukamu seperti itu Cha Rin-ah, memang menurutmu siapa yang paling tampan diantara member Shinee?”

“Emm.. Aku tidak tahu ya. Mungkin Lee Jinki?”

“Onew oppa?! Ya ya.. Dia sangaaaaaat imut!”

~~~

Saat kelasku selesai, Hyo Sung berpamitan pulang karena ia harus menjaga pamannya yang sakit. Untunglah. Aku tidak ingin ia melihatku diseret-seret oleh Minho oppa yang sedaritadi tidak berhenti mencoba menelepon ponselku. Toh dia seharusnya tau kan kalau aku tidak mengangkatnya berarti aku memang sedang tidak bisa mengangkat. Huh.

“Ya oppa! Waegeureoyo? Tidak sabaran sekali sih!”

Minho oppa menampakkan wajah kesalnya padaku, “Bisakah kau mengangkat teleponku ha? Ayo cepat masuk kedalam mobil”

“Kita mau kemana oppa?” tanyaku saat mobil baru dijalankan.

“Dream Team”

“Mworago? Andwae! Andwae! Aku tidak mau! Aku tidak mau!” protesku.

“Hey-hey-hey! Tenanglah, aku juga hanya bercanda. Memangnya kenapa sih kalau nonton Dream Team?”

“Tidak suka olahraga” jawabku sekenanya.

“Tidak suka olahraga atau tidak suka orangnya?” Tanya Minho oppa.

“Maksudnya?”

“Anio. Tidak jadi”

~~~

Saat kami pulang, ternyata hanya ada Onew oppa dan Jong Won oppa disana. Kemana Taemin? Biasanya dia sudah pulang. Key oppa dan Jonghyun oppa juga sedang ada jadwal, sehingga mungkin akan pulang larut.

“Jinki-ah, jaga dongsaeng-mu baik-baik.” Ujar Jong Won oppa yang sudah merangkul beberapa tas ditangannya.

“Ne, hyung. Hati-hati” jawab Onew oppa.

“Minho-ya, jaga Cha Rin baik-baik. Aku tidak ingin membuat ibumu kecewa”

“Loh? Jong Won oppa memangnya ingin pergi kemana?” tanyaku.

“Aku akan pergi selama mungkin seminggu ke Mokpo. Ibuku sedang sakit” jawabnya tersenyum.

“Hati-hati oppa, salam buat ibumu. Semoga lekas sembuh.”

“Ne, Gomawo Cha Rin-ah. Annyeong!” ia segera keluar dari dorm.

Suasana dorm kini sepi. Minho oppa sedang membaca dikamarnya. Onew oppa sedang menonton diruang tv. Kurasa aku akan mengerjakan tugas kuliahku saja. Walaupun masih jauh dari tenggat waktu sih, tapi tidak apa-apa kan sekali-sekali jadi mahasiswi yang rajin?

-Sorry-Sorry-Sorry-Sorry, Naega-Naega-Naega meonjeo
Nege-nege-nege ppajyeo, Ppajyeo-ppajyeo beoryeo baby-

1 New Message

Lee Taemin

Noonaaa! Aku akan pulang telat hari ini karena ada pelajaran tambahan. Jangan rindu padaku! Jangan lupa bilang pada hyung-ku yaa! Tadi aku sudah coba menghubungi Onew hyung tapi tidak bisa. Gomawo Noonaaa! ^^

Aku tersenyum membacanya. ‘Jangan rindu padaku!’? Lucu sekali anak ini. Aku segera keluar menghampiri Onew oppa di ruang tv. Saat aku ingin memberitahunya tentang Taemin, ternyata Onew oppa sedang tertidur pulas. Aku tidak tega untuk membangunkannya. Lagipula, semalam ia pulang larut sekali. Pastilah tidak cukup tidur. Jadi aku hanya bisa memandangnya. Ah kurasa akan kubiarkan saja, nanti akan kuberitahu lagi kalau dia sudah bangun.

Aku berjalan masuk ke kamar Minho oppa sekarang. Ia masih sibuk membaca sebuah buku. Aku memang tidak tertarik membaca novel fiksi seperti itu, lebih suka komik hoho. Ia tidak menyadari kehadiranku dikamarnya. Karena biasanya ia akan langsung segera mengusirku.

“OPPAAA!”

“YA! Kenapa berteriak seperti itu sih? Sedang apa kau disini?” tanyanya.

“Aku bosan dikamar dan sekarang aku bingung ingin melakukan apa. Aku sudah mengerjakan tugas kuliahku, jadi tidak ada lagi yang bisa aku kerjakan”

“Jadi yang kau kerjakan sekarang adalah menggangguku?” tanyanya sambil membaca.

“Aku kan tidak mengganggumu..”

“Aku sedang membaca, dan aku biasanya lebih nyaman membaca sendirian. Kalau ada kau, jadinya aku tidak bisa berkonsentrasi. Main saja sana dengan Onew hyung” usirnya.

“Ya! Neon jeongmal nappeungeoya!” aku berjalan keluar dari kamar Minho oppa.

Kesal sekali rasanya. Aku kan benar-benar bosan! Memangya Minho oppa tidak pernah merasa bosan apa? Hah! Aku melihat-lihat keluar jendela dorm. Diseberang dorm, ada sebuah pet shop. Aku tertarik untuk pergi kesana. Kan hanya diseberang jalan, pasti tidak akan tersesat.

Saat aku ingin berpamitan ke kamar Minho oppa. Ternyata pintunya dikunci. Hah yasudahlah! Kan hanya sebentar dan hanya diseberang jalan! Akhirnya aku pergi tanpa pamit ke pet shop seberang jalan. Aku memang tertarik dengan berbagai macam binatang.

~~~

“Selamat datang! Sedang mencari apa, Agassi?” Sapa penjaga pet shop tersebut saat aku masuk kedalamnya.

“Anio. Aku sedang ingin lihat-lihat.” Jawabku tersenyum

“Jika ada yang dibutuhkan, silahkan panggil saya Agassi”

“Ne. gamsahamnida”

Aku melihat-lihat isi dari pet shop tersebut dengan antusias. Ternyata disini banyak juga binatangnya. Biasanya kan kalau di Jakarta, paling hanya kucing atau anjing, kelinci, yaaa.. yang wajar-wajar saja dipelihara. Aku terus berjalan sambil sesekali mengelus bulu kucing yang aku lihat. Aku juga melihat-lihat aksesoris untuk kucing dan anjing yang ada di pojok ruangan. Saat aku ingin mencoba meraih suatu aksesoris, ada sebuah tangan yang juga ingin mengambil aksesoris tersebut dan dengan tidak sengaja menggenggam tanganku.

“Mianhamnida, aku tidak sengaja” ia membungkuk.

“Ne, nan gwenchana..” aku membalas membungkuk. “S.. S.. Sungmin oppa?” aku tidak percaya dengan yang aku lihat sekarang. Ternyata kebosananku membawa keberuntungan yang tidak terkira! Lee Sungmin!

“Eh! Annyeong Cha Rin-ah!” sapanya riang. “Ingin mencari sesuatu buat kucingmu juga?” tanyanya.

“Anio oppa. Aku hanya ingin lihat-lihat. Ini yang oppa cari” aku memberikan aksesoris itu kepada Sungmin oppa.

“Gomawo” ia menerimanya masih sambil tersenyum. OMO! Tampan sekali dia hari ini. Tampil dengan busana kasual, hanya jeans, kaus, dan sebuah jaket biru tua. Beda sekali dengan tampilannya saat perform di panggung. Yang ini lebih… lebih Lee Sungmin. “Sedang sendirian saja?”

“Ne oppa. Kalau oppa?”

“Aku juga sendiri” ia tersenyum, “Tidak sedang terburu-buru kan?”

“Ani. Waeyo oppa?”

“Bagaimana kalau kita mengobrol sebentar di café seberang sana?”

TUHAN! KALAU AKU SEDANG MIMPI, BANGUN KAN AKU SEKARANG TUHAN!

“N.. Ne oppa.” Aku tersenyum lebar.

Sungmin oppa membawaku ke sebuah café tidak jauh dari pet shop tadi. Walaupun cukup dekat, tapi kita pergi kesana dengan mobilnya. Katanya ia takut terlihat oleh banyak orang. Setelah sampai, ia mencari tempat paling nyaman di ujung ruangan. Ia menanyakan padaku apakah aku nyaman dengan tempat ini. Setelah duduk, Sungmin oppa memesankan minuman yang ada di café itu.

“Kudengar oppa akan tampil di Music Bank akhir minggu ya oppa?” tanyaku.

“Iya. Apakah kau akan datang?” ia balik bertanya.

“Aku tidak tahu oppa. Jika Minho oppa tidak mengizinkanku, maka aku tidak akan datang” jawabku.

“Dia pasti mengizinkanmu. Bilang saja diajak olehku, pasti ia akan mengizinkan”

Aku tertawa mendengar ucapannya. Rasanya tidak salah jika banyak yeoja yang dibuat gila oleh Lee Sungmin. Ia ramah sekali. Tipikal orang yang tidak punya musuh. Ia juga pandai membuat lelucon. Ia membuatku tertawa terpinkal-pinkal saat ia menceritakan kisah tentang Super Junior saat mereka sedang bersama di dorm.

-True, true nae gamjeongeun gal gosi eobseo
Nege majchweo beoringeol neon jal aljanni
How to keep loving you? Naega jinjja nege jaralge idaero nal sseogyeo dujima-

HAISH! Pasti Choi Minho! Aduh bodohnya aku memakai ringtone itu didepan Sungmin oppa. Sungmin oppa tersenyum mendengar suara teleponku tadi. “Angkatlah” katanya sambil menyesap kopi pesanannya.

“Yeoboseyo?”

“YA CHOI CHA RIN! KENAPA KAU PERGI TANPA PAMIT? CEPATLAH PULANG SEKARANG JUGA SEBELUM AKU MENCARIMU DAN MENYERETMU!” Benar dugaanku. Choi Minho sedang berteriak-teriak diujung sana

“Shiruh! Tadi kau menyuruhku pergi!”

“Sekarang kau dimana? Aku akan menjemputmu!”

“Tidak usah. Aku sekarang sedang ada di café” jawabku.

“Mwo? Café? Dimana? Dengan siapa?”

“Dengan Sungmin oppa”

“JINCA?! SUNGMIN HYUNG?!”

Sungmin oppa mengarahkan tangannya kearah telepon genggamku. Ia ingin berbicara dengan Minho.

“Minho-ya, jangan khawatir. Aku tidak akan berbuat macam-macam terhadap adikmu. Aku akan mengantarnya pulang dengan selamat nanti” ujarnya panjang lebar.

Rasanya aku ingin terbang sekarang saat mendengar Sungmin oppa berbicara seperti itu kepada Minho. Mama!! Berbahagialah! Anakmu akan diantar pulang oleh seorang idola yang juga seorang CEO perusahaan SendBill, LEE SUNGMIN!

Kami mengobrol cukup panjang, ia menanyakanku kenapa mukaku tidak seperti orang Korea sepenuhnya. Walaupun tiga perempat dari diriku memang orang Korea. Lalu ia mendapat telepon dari Eeteuk oppa yang menyuruh Sungmin oppa untuk kembali ke dorm Super Junior. Akhirnya Sungmin oppa mengantarkanku kembali ke dorm Shinee.

“Kau tinggal dengan mereka?” Tanya Sungmin oppa di dalam lift. (Ia bersikeras mengantarkanku sampai pintu dorm! Ia bilan ia akan memastikan Minho oppa tidak akan marah padaku! YEAY!)

“Ne, oppa. Selama aku kuliah, aku tinggal dengan mereka.”

Sungmin oppa membulatkan mulutnya. “Pasti tidak ada yang tahu kan?” Aku mengangguk. “Nee. Aku mengerti. Pasti sulit berada di posisimu jika para shawol tau kau tinggal satu dorm dengan idola mereka” ia tersenyum hangat.

Saat sampai didepan pintu dorm. Sungmin oppa memencet bel-nya.

“Nugu ya?” suara Onew oppa yang terdengar. “Sungmin hyung?!”

Pintu terbuka. “Annyeong haseyo hyung” Onew oppa membungkuk, diikuti Minho dari belakang.

“Annyeong! Aku hanya ingin mengantarkan Cha Rin pulang” jawabnya manis.

Sungmin oppa berbicara dengan Minho oppa dan Onew oppa sebentar. Sepertinya Minho oppa hormat sekali padanya >.< Lalu ia berpamit pulang kembali ke dorm-nya, tidak lupa aku berterimakasih padanya. Ternyata saat aku sampai, Taemin sudah pulang. Ia memandang melas kearahku.

“Noona! Aku tahu kau pasti sedang bahagia sekali sekarang bisa seberuntung itu bertemu Sungmin hyung, tapi kan aku sudah bilang duluan aku akan pulang terlambat. Aku barusan dimarahi Key dan Onew hyung” ia mengadu kepadaku.

“Aigoooo!” aku menepuk keningku. “Aku benar-benar lupa Taemin-ah! Jeongmal mianhe! Ini semua salah hyungmu” aku menunjuk kearah Minho.

“Mwo? Aku?” ia sudah mulai marah sekarang.

Dan terjadilah perang mulut antara aku dan sepupuku itu.

~~~

Sialnya kemarin aku bertengkar dengan Minho, sehingga perjuanganku hari ini untuk meminta izin ikut ke Music Bank akan lebih sulit. Kalau Minho sedang kesal, pasti tidak akan diizinkan. Lagipula, aku ingin ikut kan karena Sungmin oppa, bukan karena dia. Aha! Kurasa aku akan minta izin dengan Onew oppa saja!

Aku menghampiri Onew oppa yang sedang bersiap-siap diruang tv. Untungya ia sedang sendirian. “Onew oppa..”

Ia menoleh kearahku, “Hmm? Wae?”

“Aku boleh ikut ya?” aku sudah mulai menampakkan muka memelasku.

“Loh? Kau memang ikutkan? Kau tidak mungkin kami tinggalkan di dorm sendirian. Kecuali kau memang berani berada disini sendirian sampai malam”

“Aigoo, oppa! Kurasa kau yang lebih cocok jadi sachon-ku daripada Minho oppa” aku berbicara lebih pelan agar tidak didengar yang lain.

“Kau bisa saja” ia mengacak-acak rambutku, “Ayo dandan yang cantik”

~~~

Aku berangkat keacara tersebut dengan Shinee dan seorang asisten pengganti Jong Won oppa. Mereka terlihat antusias sekali. Minho juga untungnya sedang dalam mood yang bagus, sehingga ia terus tersenyum saat Key oppa dan Taemin mengeluarkan leluconnya untuk mengusir Onew sangtae yang terjadi.

Aku menunggu Super Junior perform, tapi ternyata Super Junior dapat giliran di akhir acara, akhirnya aku melihat Shinee perform dibelakang panggung sendirian. Biasanya ada Jong Won oppa yang akan menemaniku berbicara atau hanya sekedar menawarkan minum padaku. Lumayan banyak juga penyanyi yang tampil malam ini. Sayangnya saat mereka berjalan melewatiku, tidak ada yang menyadari keberadaanku. (Ya jelas, kecuali kalau aku ini kloningnya Angelina Jolie atau apa mereka pasti akan sadar dan bla..bla..)

“Annyeong!” seseorang menepuk bahuku dari belakang.

“Eh? Annyeong haseyo” aku membungkuk. Seorang gadis berpotongan rambut pendek sedang tersenyum manis kearahku. Sepertinya ia juga seorang penyanyi ya? Atau penari latar? Ah sepertinya penyanyi kalau dilihat dari cara berpakaiannya dan make up di wajahnya.

“Kau Cha Rin kan?” tanyanya masih tersenyum.

“Iya” aku menatapnya bingung, “Kau..?” aku berfikir sejenak. Babo sekali aku ini, sudah cukup lama tinggal di Korea, penyanyi yang aku tau hanya Super Junior dan Shinee.

“Perkenalkan! Aku Nicole!” ujarnya riang. “Kau sepupunya Minho kan?”

“Iya.. Bagaimana kau bisa tau?” Aduh babo! Jelas dia tau, mungkin Minho cerita kan.

“Aku tau dari Key! Ia sering bercerita tentangmu” jawabnya.

“Oh.”

Key oppa? Sering bercerita? Bercerita apa? Haduh sudahlah Cha Rin jangan berfikir yang macam-macam ia pasti tidak akan menceritakan tentang masalahmu waktu itu.

“Ah itu dia Shinee!” aku menoleh kearah pintu backstage. Benar saja, kelima cowok idola itu keluar dengan keringat yang mengucur dari bagian tubuh mereka.

Nicole dengan gesit menghampiri Key oppa dan mengelap keringatnya dengan tissue yang ia pengang. Key oppa tersenyum tulus kearahnya. Senyum yang belum pernah aku lihat. Entah apa yang Nicole katakan, tapi setelah itu Key oppa tertawa terbahak-bahak. Romantis sekali..

“Sudah bertemu Sungmin hyung?” Tanya Minho mengalihkan pandanganku.

“Belum” jawabku.

“Mau kuantar? Ia mencarimu loh tadi” ia mulai menggodaku, tapi entah mengapa setelah melihat kejadian kecil antara Key oppa dan Nicole aku sudah tidak berkeinginan untuk bertemu dengan Sungmin oppa lagi.

“Tidak”

“Oh ya. Sungmin hyung tadi memakai baju yang memperlihatkan sebagian dadanya”

“Oh.”

Minho oppa berhenti menggangguku, sepertinya ia sadar aku sedang tidak ingin diganggu. “Waeguraeyo?” tanyanya lembut.

Aku menggeleng pelan, “Kau tau, aku akan menghajar siapapun yang membuatmu sedih” ujarnya.

Perkataannya tadi membuatku tersenyum sedikit, “Jinca?” tanyaku.

“Ne”

“Bagaimana kalau kau harus menghajar hyung-mu sendiri?”

“Mwo?”

“Anio. Aku hanya bercanda”

~~~

Tak lama setelah perform, kami semua sudah bersiap untuk pulang. Untungnya tadi Onew oppa melakukan aksi Onew sangtaenya yang entah kenapa membuatku tertawa terbahak-bahak karena banyolannya yang ‘cukup’ garing ditambah rayuan Minho oppa yang membuat semangatku kembali. Tadi aku juga sempat menonton aksi Super Junior. Benar apa yang Minho oppa bilang, Sungmin oppa mengenakan baju yang memperlihatkan sebagian dadanya.

“Ayo hyung kita pulang! Aku sudah mengantuk nih!” Taemin merengek kearah Onew oppa.

Ternyata Onew oppa mengacuhkannya. Sekarang ia menengok kearahku, “Noonaaaaaa, oppa-mu manaaa? Aku sudah mengantuk. Kita pulang saja yuk noonaaa” ia mulai melancarkan jurus aegyo-nya.

“Sabar ya Taeminnie. Sebentar lagi juga selesai” Taemin terduduk lemas dibangku. Ia sudah tidak sabar untuk pulang ternyata. Terlihat kantung matanya sudah mulai menghitam. Kasian sekali anak ini.

Semua sudah siap, kini kita tinggal menunggu Key oppa. Kemana dia? Onew oppa menyuruhku untuk memanggil Key oppa di ruangan sebelah. Namun saat aku hendak memanggilnya, ia sedang memeluk Nicole dengan eratnya. Key oppa.. Kenapa aku begini? Sekarang aku ingin menangis karenamu.. Lihat aku sebentar saja oppa. Ternyata ia benar-benar melihat kearahku sambil terus memeluk Nicole. Ia tidak melepaskan pelukannya, tapi malah mempereratnya. Kenapa aku jadi seperti ini Tuhan? Apa mungkin aku menyukainya? Tidak. Aku tahu itu. Aku tahu aku masih sayang Nichkhun. Tapi kenapa bisa begini?

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

14 thoughts on “Love Me – Part 4”

  1. nah lhooo…jgn2 cha rin naksir key lg? tuh dy pengen nangis ngeliat key sm nicole. eh betewe si key sengaja y? *sotoy
    nice FF,lanjooottt!

  2. Waahh ini pertama kalinya aku komen di FF mu yah Sharyne ??
    Maaf yaahh.. ehehe.. tapi aku baca kok FF mu…
    cuma aku gak bisa komen ^^
    dan kebetulan hari ini aku di paksa OL jadi.. yaaa mumpung deehh.. kekeke

    Ckckck… betapa berbakatnya dirimu nak.. nak..
    bagus nyooo…
    Tapiiiiiiii… kenapa harus Key-Nicole?
    Engggg… aku lebih suka kalau tokoh ceweknya cuma karangan… gak suka pake nama artis… *Sharyne: suka-suka gw laaahh !!!*
    ekekeke…
    Part selanjutnya Nicole di ganti aja yah???
    jadiiii….
    Zika …. kyahahahahahaha.. *ngarep*

  3. aigooo !
    Nicole lg Nicole lg =_=’
    Byk amat cast yg jd pihak ktiga ny ittu Nicole =_=’
    Halah. Lewat .

    Aiigooo .
    ChaRin dpt amat pndah hati >.<
    Khunnie utk aku aja.
    Awkakwkakwkka.xD
    Klo ngga Sungmin :p
    LOL!

    Smkin seru nih ~~~
    Yawww !

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s