Love You Forever – Part 6

Author:  Park Young Mincha a.k.a Annisa Mira

Rate: PG15

Casts:

-Lee Hyojin

-Kim Sora

-Young Mincha

-SHINee

-member DBSK

“Aku suka sama kamu. Mau nggak jadi pacarku?” pinta seorang pria pada gadis yang ada di hadapannya. Tampak gadis itu mengangguk pelan, lalu tersenyum menambah paras ayunya.

“Beneran, nih? Serius? Thanks, ya!!” teriak pria itu yang ternyata adalah Minho.

“Nggak usah teriak-teriak kaleeeee’….,” ucap Sora, sang gadis, dengan pipi bersemu merah.

“Uwaaaah, lucunya! Hehehe….,” kata Minho sambil mencubit pipi Sora dan segera merangkulnya mengajak pergi dari tempat itu. *sebenernya mau bilang pipi tembem Sora, tapi pasti dia ngamuk.*

“Sora, kamu tuh cantik, imut, pinter, kenapa kok mau jadian ama Minho? Dia kan berandal,” ucap salah seorang teman Sora.

“hahaha…. Namanya juga cinta,” jawab Sora sambil tertawa. *makan tuh cinta* *author digorok*

“Sora, aku nggak ngerti ini maksudnya apa,” ujar Sungmin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Akhirnya Sora menjelaskan isi proposal yang ditunjukkan oleh Sungmin kepadanya. Setelah Sungmin benar-benar paham, Sungmin tersenyum puas.

“Oh, begitu ternyata. Hehe….,” ucapnya lalu mengacak rambut Sora dan memeluknya.

“Waaaa…. Sungmiiiiiin…. Rambutku jadi berantakan nih jadinya,” jerit Sora sambil berusaha merapikan rambutnya.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi dari kejauhan. Dan mereka terus saja bercanda dengan riang tanpa beban.

“Berani-beraninya dia mendekati Sora. Perlu diberi pelajaran rupanya!” desis pemilik sepasang mata tersebut.

Tiga hari berlalu sejak saat itu, Sungmin tak pernah lagi datang ke sekolah. Desas-desus mengatakan kalau dia pindah dari sekolah tersebut. Tak ada yang mengetahui alasan kepindahannya selain dirinya dan seseorang dan Tuhan, tentu saja.

‘Sungmin kok pindah sih? Jadi sepi deh! Sahabatku ngilang deh satu! Nggak ada kabar pula,’ batin Sora sedih.

Minho yang melihat kekasihnya termenung di pinggir lapangan ingin menghampirinya. Namun beberapa langkah sebelum dia tiba, tampak seorang pria mendekati Sora. Ia pun terpaku di tempat itu tanpa berniat untuk beranjak dari situ.

“Sora! Kok ngelamun sih?” tanya pria tersebut setelah berhasil menyadarkan Sora dari lamunannya.

“Kok, aneh ya, kak?? Sungmin kok pindah nggak pamitan ama aku, sahabatnya?” tanya Sora dengan wajah sendu, lalu merebahkan kepalanya di pundak Park Yoochun, kakak kelasnya.

“Sebenernya oppa tau alasannya, tapi kamu pasti nggak percaya! Aku cuma mau bilang, Sungmin memilih pindah dari sekolah ini karena dia tidak bisa untuk menjauhimu atas perintah seseorang. Siapa orang itu, Aku nggak ada hak untuk mengatakannya padamu, lebih baik kau cari tau sendiri,” kata Yoochun pada Sora.

‘Sial! Dia bisa menjadi penghalang! Nggak peduli dia kakak kelas, aku harus menghajarnya,’ pikir Minho saat itu.

“Sora! Gawat! Minho! Dia ngajak ribut Kak Yoochun *kok gw ngetiknya jadi aneh sendiri y?* !!” seru Ryeowook pada Sora yang sedang termenung di pinggir jendela.

Sora pun segera berlari mengikuti langkah Ryeowook menuju TKP. Di sana, dia bisa melihat, wajah Yoochun yang babak belur akibat pukulan-pukulan dari Minho yang sengaja tidak dibalasnya. Sengaja dibiarkannya adik kelasnya itu melampiaskan semuanya padanya.

“Hentikan!” jerit Sora keras. Minho seakan membatu menyadari kehadiran Sora. Sora melangkah mendekati Minho dan Yoochun. Tanpa ada yang menyangka, Sora mendorong Minho menjauh dari Yoochun, dan membopong Yoochun menuju UKS lalu mengobati luka-luka kakak kelasnya tersebut dengan hati-hati.

“Sora… ja.. ngan.. mena.. ngis,” ucap Yoochun seraya mengusap air mata Sora dengan ibu jarinya.

“Kenapa kakak nggak bales dia tadi? Kenapa kakak diem aja? Paling nggak kan kakak bisa melindungi wajah kakak,” sahut Sora sambil terisak dan membalut luka di tangan Yoochun dengan perban.

“Nggak ada untungnya buat kakak bales dia. Itu nggak akan menyelesaikan masalah. Karena itu kakak diem aja,” jawab Yoochun memaksakan sebuah senyuman.

“Maafin aku, kak! Gara-gara aku, kakak dan Sungmin jadi korban,” ujar Sora sambil membungkukkan badannya sedikit.

“Sudahlah! Ini bukan salahmu, dia saja yang masih kekanakan!” kata Yoochun sambil menepuk kepala Sora pelan.

Sementara itu di lain tempat, Minho merutuk dirinya sendiri.

“Aaaargh, pasti Sora akan membenciku setelah ini!” ucapnya sambil memukulkan tangannya pada tembok putih di belakang sekolah. “Tidak, itu tidak boleh terjadi!”

“Sora, maafkan aku! Aku janji nggak akan ngulangin hal itu lagi,” pinta Minho dengan nada yang terdengar sangat meyakinkan. Sora melihat ke arah kekasihnya itu dengan pandangan ragu.

“Aku janji!” ucap pria itu pasti. Sora pun akhirnya memaafkan Minho dan memberinya kesempatan kedua. Tapi ternyata itu semua hanya janji saja. Karena di belakang Sora, Minho tetap melanggarnya tanpa sepengatahuan Sora. Semua cowok yang dekat dengan Sora, entah teman satu sekolah, kakak kelas, mau pun siswa sekolah lain, pernah dihajar oleh Minho hingga mereka perlahan tapi pasti mulai menjauhi Sora.

Hingga akhirnya, saat pulang dari mini market dekat rumahnya, Sora melihat Taemin, sahabatnya sejak kecil selain Sungmin, dipukuli seorang siswa yang dilihat dari seragamnya, satu sekolah dengan Sora. Sora pun berjalan mendekati mereka.

“Minho?” desis Sora tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Orang yang memukuli sahabatnya adalah kekasihnya sendiri, Minho. PLAKK…. Sebuah tamparan keras mendarat telak di pipi Minho menimbulkan bekas kemerahan.

“Apa yang kamu lakukan, hahh?! Mana janjimu? Pantas belakangan ini aku dikucilkan oleh teman-teman cowok, ternyata kamu penyebabnya! Mulai sekarang kita putus! Jangan ganggu aku lagi!” Setelah mengucapkan kata-kata itu, Sora menghampiri Taemin yang terkapar karena ulah Minho.

“Aku ngelakuin semua ini karena aku sayang sama kamu! Aku~” ucapan Minho terputus karena dipotong oleh Sora.

“Kalo kamu sayang sama aku, kamu nggak bakal nyakitin aku! Aku nyaris nggak punya temen gara-gara kamu! Itu yang kamu bilang sayang?? Dan saat sahabatku ini baru pulang dari kanada, kamu malah menghajarnya??! Kamu hampir menghancurkan persahabatan kami!” teriak Sora sambil menepis tangan Minho yang berusaha menyentuhnya. Setelah itu, Sora berlalu dari tempat itu dengan memapah Taemin menuju rumahnya (rumah Sora, rumah Taemin kan ceritanya di kanada) tanpa mempedulikan Minho yang berteriak frustasi di belakangnya.

“Sora? Taemin kenapa? Bawa ke kamarku aja,” seru Key begitu membukakan pintu untuk Sora.

“Minho,” jawab Sora dingin, singkat, dan kurang jelas sih sebenernya, tapi cukup membuat Key paham. *Petakk*

“Kak, aku udah nggak kuat. Teman-temanku semua menjauhiku! Aku nggak punya teman di sini! Tapi ayah dan ibu jelas nggak bakal bolehin aku pindah sendirian. Aku harus gimana, kak?” ucap Sora pada Key di kamar Sora, setelah mereka membiarkan Taemin istirahat di kamar Key setelah diobati.

“Kamu yang sabar, ya! Orang tua kita harus tahu hal ini! Bukan maksud lapor, tapi siapa tahu mereka bisa memberikan jalan keluar,” jawab Key lembut.

Setelah mereka menceritakan semuanya pada orang tua mereka dengan Taemin sebagai bukti, akhirnya orang tua mereka memutuskan untuk pindah dari kota itu mengurus perusahaan mereka yang ada di kota lain, sedangkan Taemin kembali ke kanada.

Di sekolah Sora yang baru tidak ada seorang pun yang tahu tentang masa lalu Sora, selain Key, tentunya. Tapi Sora tetap saja takut akan bayangan Minho yang masih menghantuinya hingga menyebabkan dia mulai menjaga jarak terhadap semua cowok di sekitarnya kecuali Key, kakaknya. Dan tanpa sadar tidak mau tersentuh oleh mereka sedikit pun. Dia takut Minho mengawasinya dari jauh dan akan menghajar teman-teman barunya itu.

~~~

“Kyaaaaaaa……….,” jerit Sora saat merasa ada yang menyentuhnya di saat dia teringat masa lalunya yang kelam yang ingin dia kubur dalam-dalam.

“Hehh…. Tereak-tereak!! Masih pagi nih, udah ngelamun aja, dasar!” kata sebuah suara yang tampaknya masih kaget dengan jeritan Sora. Merasa mengenal suara tersebut Sora langsung menoleh dan segera memeluknya begitu menyadari Mincha yang ada di kamarnya sekarang, bersama dengan Onew.

“Hikz, Kak! Kenapa dia harus muncul lagi? Aku udah mulai bisa melupakannya, kenapa harus muncul lagi?? Gara-gara dia aku jadi terkesan menghindar dari teman-teman kita yang cowok. Hikz,” curhat Sora sambil terisak. Mincha menoleh ke arah Onew dan mengatakan untuk tunggu di luar. Dia akan menenangkan gadis kecil, sahabatnya itu.

“Sssshh, sudahlah! Udah cantik gini, kok nangis! Ayo, kita ke rumah Hyojin dulu, di sana baru kita akan berusaha mencari jalan keluarnya bersama! Hyojin sudah memintaku untuk memaksamu datang walau cuma sebentar! Ayo,” paksa Mincha sambil menarik tangan Sora agar berdiri.

Sementara itu di rumah Hyojin.

“Hyoooo, bentar lagi mereka datang!” teriak Key dari ruang santai.

“Iya, ini aku masih buatin minum untuk kita semua!” jawab Hyojin sambil berteriak juga.

“Hehh!! Kalian ini! Ini masih pagi, jangan teriak-teriak! Aku masih ngantuk,” ucap Jonghyun kesal sambil keluar dari kamar tamu.

“Kak, mandi dulu! Teman-temanku bentar lagi datang,” perintah Hyojin galak pada Jonghyun.

Jonghyun hanya menggumam tak jelas menanggapi perintah Hyojin lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil handuk dan perlengkapan mandi lainnya.

“Hai, Sora! Apa kabar? Oh, iya kata kakakmu yang gila ini, kamu ada janji dengan seseorang ya? Siapa??” tanya Hyojin bertubi-tubi begitu Mincha, Sora, dan Onew baru saja masuk ke dalam rumahnya.

“STOP!! Hyo! Aku bingung mo jawab yang mana??” Sora menghentikan pertanyaan-pertanyaan yang masih akan terlontar.

“Kabar baik, udah agak mendingan lah. Nanti aku ada janji dengan sahabatku dulu. Key juga kenal kok,” jawab Sora cepat melihat wajah Hyojin yang cemberut.

“Siapa??” tanya Key yang tiba-tiba saja sudah duduk di sebelah Sora.

“Taemin,” jawab Sora singkat.

“Hahh?? Ngapain dia ke sini? Kok nggak bilang aku sih?” tanya Key cerewet. Sora hanya bisa merutuk dalam hati. Kenapa dia punya kakak dan sahabat seperti Key dan Hyojin?? Sama-sama cerewetnya.

“Dia pindah ke sini, tapi papi maminya tetep di Kanada sana! Dia di sini numpang di rumah kita! Makanya aku janji mau jemput dia, kakakku sayaaaang,” jawab Sora.

“Jam berapa emang pesawatnya dateng?” tanya Mincha pelan.

“2 jam lagi.. Aku jemput dia sendirian nggak apa kok, naik taxi.. Hehe…,” ucap Sora terkekeh sambil garuk-garuk kepala, padahal dalem hati berharap ada yang mau nganterin dia.

“Kuanterin… Pokoknya kakak antar, kakak temenin… Ntar kalo tau-tau si Minho itu datengin kamu gimana?” kata Key khawatir.

“Tunggu.. Tunggu.. Minho kamu bilang? Apa Choi Minho?” tanya Mincha hati-hati.

“Kamu kok bisa kenal sama dia? Emank dia siapamu, Cha?” tanya Key balik, menyiratkan kalo itu memang Minho yang dia maksud. Sora yang juga penasaran memandang Mincha minta penjelasan.

“Apa benar dia sekasar itu? Teganya dia menyakiti sahabatku! Awas aja besok kalo dia ke rumah, kulabrak habis-habisan,” Mincha seolah bicara pada dirinya sendiri. Yang lain hanya memandangnya heran.

“Cha, apa dia Minho yang di telepon kemaren?” tanya Onew sambil menyentuh pundak Mincha pelan. Dan hanya dijawab dengan anggukan. “Jadi dia sepupumu?” tanya Onew lagi dan lagi-lagi dijawab dengan anggukan lemah oleh Mincha.

“Nanti kita bicarakan lagi! Sekarang aku dan Sora akan menjemput Taemin dulu! Nanti kuajak dia kemari,” pamit Key lalu menarik tangan Sora untuk cepat pergi.

Setelah kedua kakak beradik itu pergi, Hyojin beranjak menuju kamar tamu meninggalkan Mincha yang masih shock dan Onew yang sibuk menenangkannya di base camp mereka, lalu kembali lagi dengan seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Jonghyun.

“Onew, Mincha! Ada yang ingin aku kenalkan pada kalian,” ucap Hyojin membuat Onew dan Mincha mendongak menatapnya.

“Jinki?”/”Jonghyun?” pekik Onew dan Jonghyun bersamaan membuat Mincha bertanya-tanya dalam hati. Siapa sebenarnya pria itu?

“Kamu kok bisa ada di sini?” tanya Onew pada Jonghyun.

“Liburan lah! Kamu ndiry? Pindah ke sini langsung punya pacar?? Hmm?” goda Jonghyun membuat pipi Onew bersemu merah. *Mincha kan masih bingung, jadi nggak ikutan malu*

“Yeee, sebelum aku pindah ke Seoul dulu itu juga aku udah ngincer dia! Maunya sih dulu tuh kujadiin pacar, ternyata ortuku nyuruh aku pindah. Jadi sekarang aku balik lagi ke sini yaaa jadian ma dia. Hehehe,” jelas Onew lalu menggenggam tangan Mincha yang masih nggak connect juga.

“Kak, kenalin! Ini Mincha! Cha, ini Jonghyun, temen mainku dari kecil! Dia lagi liburan ke sini,” Hyojin berinisiatif mengenalkan Mincha dan Jonghyun karena menyadari bahwa Onew nggak cepat mengenalkan mereka berdua.

“Salam kenal!” ucap Jonghyun yang dibalas dengan anggukan sekilas oleh Mincha.

“Aku permisi ke depan dulu sebentar,” pamit Mincha pada semua yang ada di situ.

“Halo! Minho! Besok siang pulang sekolah, aku tunggu di tempat biasa! Aku mau bicara penting!” ucap Mincha tanpa menyadari kehadiran Hyojin di belakangnya.

“Mau bicara apa? Nanti sore aja aku ke rumahmu!” terdengar samar suara di telepon menjawab.

“Aku mau bicara penting. Tentang Sora!”ucap Mincha tegas.

“Ka… kamu kenal Sora? Nanti sore aja aku ke rumahmu. Akan kujelaskan semuanya.”

“Nanti sore, aku akan menemani Sora di rumahnya, karena kakaknya akan menginap di rumah pacarnya. Jangan macam-macam kamu,” tolak Mincha penuh ancaman.

“Ya ya ya…. Baiklah! Sepertinya dia sudah menceritakannnya padamu~”

“Besok. Tempat biasa.” potong Mincha langsung memutuskan sambungan.

“Cha!” seseorang menepuk pundaknya, membuatnya terlonjak kaget.

“Eh, Hyo! Sudah dari tadi?” tanya Mincha tergagap. Gawat, berarti dia tau janjiku.

“Udaaah, nggak usah kamu tutup-tutupin. Kamu juga kan perlu dengar pengakuan dari sepupumu itu. Sora nggak perlu tau, aku nggak bakal bilang pada yang lainnya. Sekarang ayo, masuk! Barusan Key telpon, dia bilang, mereka bentar lagi sampai,” ajak Hyo pada Mincha yang sudah pucat saja membayangkan Hyojin akan marah padanya.

“Cha? Wajahmu kok pucat gitu? Kuantar pulang ya?” tanya Onew khawatir.

***

Mincha POV~

“Cha? Wajahmu kok pucat gitu? Kuantar pulang ya?” tanya Onew khawatir.

Aku menggeleng lemah. Sejak kemarin aku belum makan, masih tak percaya saja kalo pria yang kunanti selama ini telah datang di hadapanku, resmi sebagai kekasihku. Dan sekarang kurasakan kepalaku semakin sakit. Tiba-tiba kurasakan semuanya gelap.

“Untuk sementara ini, dia tidak apa-apa. Dia hanya kurang istirahat dan banyak pikiran. Kalo bisa jaga dia baik-baik,” samar-samar terdengar suara seseorang yang asing bagiku.

“Terima kasih, dok!” kata sebuah suara yang kuyakini milik Hyojin.

“Tak apa. Ini sudah tugas saya. Mari, saya permisi dulu,” ucapnya lagi.

Perlahan kubuka kedua mataku. Rasanya berat sekali. “Nghh…” rintihku.

“Cha? Akhirnya, kamu sadar,” ujar Onew yang ternyata terus ada di sisiku dari tadi. Kuedarkan pandanganku ke sekeliling. Kudapati Onew, Hyojin, Jonghyun, Key, Sora dan seorang lagi yang aku tak tau namanya.

“Aku kenapa?” tanyaku bingung sambil memegang kepalaku, menyangganya dengan tangan kiriku.

“Kamu tadi pingsan, kata dokter kamu kurang istirahat,” jawab Hyojin lalu menggenggam tanganku, memberiku semangat.

“Kuantar pulang ya! Nggak usah menginap di rumah Sora dulu. Kan sudah ada Key dan Taemin yang menjaganya,” tawar Onew padaku.

“Taemin? Siapa?” tanyaku lagi.

“Nih, Taemin,” jawab Sora seraya menggandeng Taemin mendekat ke arahku.

“Loh? Sora, bukannya kamu~”

“Anti cowok? Dia sahabatku dari kecil, ga mungkin aku anti ama dia! Besok aku jelasin deh, sekarang kakak pulang aja dulu! Istirahat yang banyak biar besok bisa masuk sekolah,” potong Sora.

“Lalu Hyojin, bagaimana?” tanyaku masih loading.

“Kan ada Jonghyun, sayaaaaang,” kali ini Onew yang menjawab,”Ayo, pulang!”

“Heh! Mau anter Mincha naek apa, kamu? Nggak ada cerita! Ku antar kalian berdua,” ujar Key lalu dengan cepat mengeluarkan kembarannya (*Baca: Kunci).

“Loh? Loh? Kenapa nih adekku tersayang?” tanya seorang pria dari depan pintu, begitu melihatku dipapah oleh Onew dan Key dengan wajah yang pucat.

“Kak, aku pulang ya! Cuma nganter Mincha aja. Mari,” pamit Key setelah menyerahkanku pada Yoochun, kakakku. “Istirahat, Cha!” ujarnya sebelum benar-benar menghilang masuk ke dalam mobilnya.

“Kamu kenapa, Cha? Kok pucet banget?” tanya Bang Yoochun khawatir.

“Nggak apa, kak! Kemaren aku mau makan, nungguin kakak nggak pulang, jadinya belum makan deh ampe sekarang. Mungkin karena itu,” jawabku jujur.

“Cha! Aku pulang aja, ya! Lagipula sudah ada kakak kamu! Istirahat yang bener,” ucap Onew lalu mengecup keningku lembut yang sukses membuat pipiku bersemu merah. Karena dia melakukannya di depan Yoochun yang shock melihat adeknya dicium di hadapannya. “Kak, aku pamit ya! Titip Mincha!” ucapnya pada kakakku lalu beranjak dari rumahku.

“Siapa? Siapa itu tadi? Berani-beraninya~” omelan Yoochun terputus saat kuusap tangannya pelan.

“Sudahlah kak! Nggak apa-apa! Dia yang kemaren nemenin aku pas kakak nggak ada di rumah,” kataku dengan wajah cemberut.

“Ah, maaf, Cha! Kemaren itu, kakak ngerjaen tugas di rumah temen kakak. Jadi sekalian nginap di sana deh! Maaf, ya!” pintanya dengan wajah menyesal.

“Ya ya ya…. Kumaafkan! Tapi suapin maem dulu,” pintaku manja.

“Haaa?? Nggak ada makanan, Cha!” ucapnya memelas. Tapi aku bersikap seolah tak peduli. “Iya,, iya! Kuambilkan sereal di dapur,” katanya akhirnya membuatku tersenyum penuh kemenangan.

“Itu tadi siapa sih, Cha?” tanya Yoochun sambil menyuapiku sereal yang baru diambilnya.

“Menurut kakak?” tanyaku balik setelah berhasil menelan sereal itu.

“Sebenernya sih, kakak mau jawab pacar kamu. Tapi bukannya selama ini kamu bilang nggak mau pacaran dulu?” balasnya.

“Dia itu cowok yang aku ceritakan dulu. Sekarang dia udah balik dari Seoul demi aku. So, dia pacarku sekarang,” jawabku tenang tapi ternyata malah membuat kakakku itu melotot kaget. “Apaan sih? Serem tauk!” ucapku sambil mencubit pipinya,

“Hah?? Serius?” tanyanya lagi. Perasaan kebanyakan tanya deh nih orang.

“Apanya? Kalo wajah kakak nyeremin? Iya! Serem banget,” jawabku asal yang menyebabkan aku mendapat pukulan telak di kepalaku membuatku meringis sakit.

“Sembarangan aja! Cakep-cakep gini dibilang nyeremin! Kakak tuh nanyanya serius, kamu udah punya pacar??” tanya si abang.

“Ih! Napa sih emang? Nggak usah shock gitu, coba!” kataku kesal.

“Akhirnyaaaa…. Adekku punya cowok juga! Kemaren-kemaren aku sempet ngira kamu nggak normal, nggak mau punya pacar,tap~” belum sempat dia menyelesaikan ucapannya, aku sudah menghujaninya dengan cubitan-cubitan kecil di sekujur tubuhnya. Tak kupedulikan teriakan kesakitannya sampai akhirnya dia berhasil menangkap kedua tanganku sehingga aku tak bisa berkutik lagi. Aku memanyunkan bibirku sebal.

“Udah! Sekarang kamu tidur aja dulu! Teman-teman kakak bentar lagi datang, mau ngelanjutin tugas besar,” katanya lalu merebahkanku di ranjangku yang empuk dan menyelimutiku lalu menyerahkan boneka keroppi besar kesukaanku setelah itu keluar dari kamarku untuk menyambut teman-temannya.

Kupejamkan kedua mataku dan aku mulai memimpikan kenangan-kenangan masa lalu hingga akhirnya aku bermimpi Onew akan pergi meninggalkanku lagi.

“Onew…. Onew….,” desisku dalam mimpiku.

“Oneeeeeew, jangan tinggalin aku lagiii!” teriakku hingga akhirnya aku terbangun dengan wajah penuh dengan keringat.

BRAKK!

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka lebar dan kakakku dan teman-temannya masuk ke dalam kamarku. Yoochun langsung menghampiriku dan segera memelukku menenangkanku. Aku terisak dalam pelukannya.

“Ssshh, tenanglah! Kamu mimpi apa, sih? Kakak ampe kaget!” katanya sambil mengusap lembut punggungku.

“Hikz, Onew mana? Aku mau ketemu Onew!” kataku lirih. Saat Yoochun akan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, hapeku berbunyi menandakan telepon masuk. Aku segera mengangkatnya begitu melihat nama yang tertera di layar hapeku.

“Halo! Onew?” ucapku cepat.

“Halo? Cha? Kamu kenapa? Perasaanku nggak enak!”

“Aku…. Aku…. Kamu…. Hikz…,” ucapku terbata-bata nggak jelas.

“Kamu nangis? Kenapa? Aku ke sana sekarang!”

Kemudian sambungan terputus sebelum aku sempat mengiyakan.

“Kamu istirahat dulu, ya!” Aku dapat melihat kecemasan yang terpancar dari wajah Yoochun.

“Iya! Wajahmu udah pucat banget! Hehh, Yoochun! Ambil air buat mengompres adikmu,” perintah salah seorang teman Yoochun yang kutahu bernama Jaejoong.

Saat Yoochun pergi mengambil air kompresan, dapat kurasakan tubuhku menggigil hebat. Aku kembali mengigau menyebut nama Onew terus menerus. Yunho, Jaejoong, Junsu, dan Changmin bingung melihatku seperti ini. Tiba-tiba aku merasakan kehangatan menyelimuti tubuhku, ingin kubuka kedua mataku untuk melihat apa itu, namun rasanya berat sekali.

“Tenanglah, aku sudah di sini!” ucap seseorang menenangkanku.

“Onew?!” ucapku lirih nyaris tak terdengar.

“Ya ampun! Cha! Demammu tinggi sekali!” ucap suara itu lagi dengan panik setelah kurasakan sebuah tangan menyentuh keningku. “Kamu tidur aja, ya, Cha! Aku di sini kok!” lanjut Onew lalu menggenggam tanganku dengan erat lalu mengecup punggung tanganku.

Akhirnya aku pun terlelap kembali, dan sempat mendengar bisikan-bisikan kecil sebelum akhirnya benar-benar senyap.

***

TBC

Maaf yeeee, Tambah nggak nyambung lagi, part yang ini. Kkkk…… Author lagi bener-bener stress tingkat tinggi….

Freelance author

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

22 thoughts on “Love You Forever – Part 6”

  1. Kenalin q new reader d sni!!
    dri kmarin blum sempat COMMENT..
    jdi skrang bru smpat comment!!
    Mianhae..
    btw, ff ni slah stu ff fav q…

    1. ANNYEOOOONNNGGGGGG ^O^
      MINCHA ONN!!!! LIHAAATTT DI SINI ADA ENGGEMARMU… wohohohohohoho…

      SELAMAT BERGABUNG YESSICAAAAAAA ^O^ !!!!!
      Baca-baca F di sini yaaaa jangan lupa komen ^^

  2. baca ini saya jadi bingung…

    kenapa bingung? *tanyain dong,chaaa…*

    saya bingung kepengen jadi siapa. di awal2 saya pengen jadi sora yg ditembak minho, trus becandaan sm sungmin oppa.

    trus di akhir cerita saya pengen jd mincha *sebenernya nih tangan berat banget nulis nama tokoh terakhir. haghaghag (dijitak mincha)* soalnya onew pay attention gitu sm si mincha.
    nice FF! lanjoooooooooooottttt!!!

  3. Aaa..minho..itu bukan cinta sayang..itu obsesi namanya..u just obsess to have her,minho..
    *minho: storm sok tau nih! -_-” hehe..

    Mincha onn kerenn ^^b..
    give me d next part asap! Hehehe :p

  4. @echie onn: onn..i need to talk to you nih..ga mendesak sih..onn..tp perlu..hehe..Minta emailmu dong onn cantik hehehe..i dont use fb or twitter or any social networkings..so..cant touch u there..hehe..email yah..hehe

    @mincha onn: maaf numpang ngobrol di sini.Aku ol dr hp soale jd g bsa k page talk talk hehe..*bow*bow
    Onn tetep yg tercantik *ngerayu biar g dijitak wakakak :p

  5. @ yessica: wah?? gomawo udh mau baca… n comment… hehe… jdy malu… pdhl ktax bocah2 no ff trmasuk ff termesum *noel2 lantai m onew*.. makasih udh suka…

    @ lana: iy say.. heboh kumat deh ni bocah.. capslockan…

    @ eci eunn: mwo?? eunn tega ih…

    @ storm: iy tuh minho.. hehe.. part selanjutx?? lgy males ngirim…

  6. Suka suka suka bgd onyuu disini..
    Haiyaaah..
    Itu..
    1 kata yg mengganggu..
    TBC..
    KENAPA HARUS TBC MIN???
    Ahhh..
    Mincha, lanjutanya buruan, sblm onn mati penasaraaan..
    ^^

  7. @ lisaa: gomawo udh suka ff q yg error ini…
    @ novi: gomawo udh baca n comment.. jdy terharu… hikz.. *nangis bombay*
    @ dhikae: thank you dhikae…. maaf y lanjutanx mngecawakan n tidak jelas.. belum cha edit…
    @ wiga eunnie: biariiin… klo lanjut terus ntar nabrak.. *?* onyu emank baik banget sama aq… haha… jngn mati dulu donk eunn….

  8. minho kamu jahat :0
    o-cha romantis ih gabisa pisah sebentaaaaar aja
    kyaaa ada taemin. akhirnya muncul juga (?) hehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s