OBSESSION – PART 2

OBSESSION

PART 2

Author: Wiga

Cast    : Lee Jinki, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Choi Minho, Shim Yui, Park Nada

Genre  : Sekuel, Friendship, Romance, Mistery, Angst

Rating : NC 17

seoul high school 05.00 pagi..

“ clik.. clik.. clik..”

aku berusaha sekuat tenaga membuka pintu ini dengan kawat kecil di tangan ku. aiisshh, rasanya begitu sulit, namun ini tetap harus aku lakukan.

“ clik.. clik.. clik”

ku putar beberapa kali kearah kanan dan kiri, namun kawat yang kupegang kini macet.

aku paksa putar ke kiri dua kali dan.. Klik!!

pintu nya terbuka.

perlahan aku masuk dan menutup pintunya, kunyalakan sakelar lampu dan seketika ruangan yang gelap menjadi terang benderang.

kuarahkan pandanganku ke sekeliling ruangan ini.

ditengah ruangan, ada sebuah meja besar dengan 8 kursi yang mengelilinginya, kemudian 1 buah rak buku besar dengan susunan buku yang rapi dan teratur di pojok kiri ruangan, lemari besar di pojok kanan. schedule harian yang ditempel manis pada karton berwarna-warni tergantung di dinding, dispenser kecil di sudut, dua buah komputer beserta printernya, dan satu tempat sampah mungil di belakang pintu.

Ruangan ini sangat tertata dengan baik dan juga bersih, pantas saja Nada ku sering menghabiskan waktunya disini.

jam dinding sudah menunjukkan pukul 05.10. aku tidak boleh membuang-buang waktu ku. ku keluarkan kamera video mini dari tasku. ku pasang tombol on dan ku letakkan diatas lemari. Appa ku pernah bilang, video recorder ini bisa merekam gambar dan suara dengan kualitas yang bagus selama lebih dari 30 jam.

“ hhh.. hhh…hhh..”

selesai sudah…

**************

Hari ini Nada memaksakan diri untuk tetap masuk sekolah walaupun kondisinya masih sangat lemah. Perutnya masih terasa sangat sakit jika Ia bergerak. terkadang ia meringis pelan ketika seseorang menyenggolnya.

Nada berjalan tertatih-tatih menuju locker, untuk mengambil laptop dan bekal makan siangnya. hari ini Ia berencana menghabiskan waktu istirahat di ruang club jurnalisnya ketimbang berdesak-desakkan di kantin.

saat Nada membuka pintu locker,Ia terkejut saat menemukan surat yang tergeletak di dalamnya. perlahan Ia mengambil surat itu dan membaca isinya pelan-pelan.

Dear Park Nada..

Aku hanya ingin kau tahu..

Bahwa sakit harus dibalas dengan sakit..

darah harus digantikan dengan darah..

aku pastikan..

lukamu, darahmu dan rasa sakitmu..

mereka pasti akan membayarnya..

saranghae..

baby..

Lagi-lagi Nada terhenyak membaca surat ditangan nya. cepat-cepat Ia buang surat itu ke tempat sampah. Ia buru-buru mengambil laptop dan bekal makan siangnya, lalu berjalan secepat mungkin ke ruang club jurnalistik.

“ Yaa Tuhan, siapa yang terus-terusan mengirimiku surat seperti ini..? dan mengapa orang ini tahu bahwa aku terluka bukan karena terjatuh?? apakah orang ini melihat ku saat hye jun dan kawan-kawannya memukuli aku dibelakang gedung?? tapi mengapa orang ini berbicara tentang balas dendam.. siapa orang ini sebenarnya..” gumam Nada dalam hati.

*****************

di club jurnalistik.

Nada sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali mengedit artikel tentang “wawancara singkat dengan Kim Kibum” di laptop nya.

“ ooohhh….” tiba-tiba Nada merintih pelan. perutnya yang memar kembali terasa sangat sakit. Nada menyandarkan punggungya ke kursi, mengusap-usap perutnya agar rasa sakitnya berkurang. Ia mengeluarkan salep penghilang rasa sakit dari kantongnya.

Dengan ragu-ragu Ia menoleh ke kanan dan ke kiri.

“ Pintu dan jendela tertutup rapat..” gumamnya.

Perlahan tangan kirinya membuka kancing seragamnya satu demi satu. sedang tangan kanannya membuka tutup salep itu dengan cepat.

sesekali Ia merintih menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

Nada baru berhasil membuka tiga kancing teratas nya.. tiba-tiba..

“ BRRAAKK…!! “ Pintu menjeblak terbuka.

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!” Hye Jun mendadak masuk kedalam ruangan bersama kedua teman yeojanya. berteriak sambil menjambak rambut nada dan menariknya ke belakang.

Nada tidak sempat mengancingkan kembali kemejanya ia hanya menggenggam erat kemejanya agar bagian dadanya tertutup.

“ aahhh… sakit Hye Jun.. ku mohon lepaskan…” rintihnya, air matanya menetes karena tak kuat menahan rasa sakit.

“ Aku tak segan – segan menyiksamu jika kau terus-terusan mendekati Lee Jinki!!” bentak Hye Jin.

“ aku tidak pernah mendekatinya.. aku bersumpah…” kata Nada terisak pelan.

Tiba-tiba Hye Jun mengepalkan tangan nya dan menekan perut Nada dengan tangannya.

“ Ya.. Tuhann.. Hye Jun.. apa yang kamu lakukan?? sakiiiiiiiiit Hye Jun-aa…” Nada menjerit pelan saat Hye Jun menekan tepat di bagian perutnya yang sakit.

“ bagaimana rasanya?? “ kata hye jun sinis.

“ kumohon hye jun.. ss ssakit ss ssekali.. kumohon lepaskan tangan mu,,” kata Nada lemah, tangan nya mulai gemetar.

“ TING.. TONG.. TING.. TONG.. TING..”

tak lama kemudian, bel sekolah berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai.

“ sial…” kata seorang teman hye jun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.

“ Dengar gadis bodoh!! sekali lagi aku melihatmu dekat-dekat dengan Lee Jinki.. kupastikan kau akan berakhir dirumah sakit!! ARASSO!!” Hye Jun menyentakkan kepala Nada kasar, dan langsung berbalik keluar ruangan, diikuti oleh kedua temannya.

Nada mengatupkan kedua tangan di wajahnya, dan mulai menangis, Ia memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran dikelas, Ia memilih untuk menenangkan dirinya di ruangan ini.

Tak seorang pun menyadari bahwa kejadian tersebut telah terekam dengan sempurna di video recorder.

**************

“ hhh… hhh… kamu cantik sekali jagia…”

aku menatap layar komputerku dalam-dalam.

terlihat baby ku sedang menikmati makan siangnya sambil sesekali menatap layar laptopnya.

“ hhh.. hhh.. hhh.. baby…”aku mendekatkan wajahku ke arah layar untuk menegaskan dengan seksama apa yang kulihat.

Nada kembali merintih pelan dan memegangi perutnya.

“ hhh.. hhh… baby, sakitkah rasanya…?? bertahanlah sayang.. “ aku mengusap wajah nada  yang tertera pada layar komputer.

tiba-tiba kulihat Nada mulai membuka kancing kemejanya yang paling atas..

“ baby, apa yang kamu lakukann…”

satu kancing lagi..

“ enggghhhh baby…” aku dapat mendengar dengan jelas, kini suaraku berubah menjadi erangan.

satu kancing lagi, terlihat jelas bra berwarna merah muda yang menutupi kulit putihnya,

“ baby.. don’t stop baby… “

“ hhh.. hhh… hhh..”

aku tak berkedip melihat baby ku.. ..

““ BRRAAKK…!! “

“ YAAA!!! BITCH!!! Sudah ku peringatkan kau agar tidak dekat-dekat dengan Lee Jinki, mengapa kamu masih nekat!!”

tiba-tiba masuk lah tiga yeoja berbadan besar yang tak ku kenal.

salah satu dari mereka mulai berteriak-teriak dan menyiksa Nada dengan kejam.

“ hhh baby.. akhirnya kutemukan mereka yang menyakitimu..”

***************

“ hhh… hhh… hhh…”

“ Pisau, sarung tangan, lakban, tali, dan obat tidur..”

aku memasukkan semua perlengkapan yang ku butuhkan ke dalam tas sekolah ku. akan ku buat mereka menyesal telah menyakiti Nada ku..

“ baby… ini hadiah untuk mu…”

aku mengecup foto nada sekilas sebelum berangkat ke sekolah.

***************

06.00 Seoul High School

“Park Nada..

walaupun aku tahu ini bukan ulang tahun mu..

tapi aku ingin memberimu sebuah kejutan..

aku hanya ingin kau tahu…

aku sangat mencintaimu…

saranghae Park Nada…”

Nada terdiam membaca surat tanpa nama di tangannya.

Ia menghela nafasnya dan kemudian membuang surat itu ketempat sampah.

****************

19.10 Sore..

Atap sekolah..

“ LEPASSSSS!!!!! LEPASKAN AKU!!!!!!” yeoja itu meronta sambil menangis.

“ Tangan ku sakit.. tolong lepaskan aku…” Dia merintih lagi.

aku mengunci kedua tangan nya dibelakang punggungnya, dia tidak bisa berontak lagi..

“ hhh… hhh… Apa saat Nada memohon.. kau melepaskannya..” bisikku ketus. selangkah demi selangkah kuarahkan kaki ku ke tepi gedung ini, sangat menguntungkan, atap gedung ini tidak ada  pembatasnya.

“ tolong.. jangan.. ku mohon.. aku tidak menyakiti Nada, Hye Jun yang melakukannya..” dia mulai menangis.

“ tapi kau tidak menghentikan apa yang dilakukan hye jun kan??” aku sudah tiba di tepian.

“ aku menyesaaaalll.. ku mohon,,,” dia merengek seperti anak kecil.

“ penyesalan mu terlambat.. goodbye..” aku mendorongnya keras.

Kulihat ia terjatuh dan kemudian menghantam tanah.

Darah merembes dari kepalanya..

“ hhh… hhh… selesai satu baby,,”

*****************

19.25 Sore..

Belakang gedung sekolah.

perlahan yeoja itu membuka kedua matanya.

“ mmmmhhh mmmppphhh mmppphhhhh…..” dia berusaha menjerit namun tak ada suara yang keluar karena mulutnya sudah ku plester dengan lakban.

“ Hye Jun…. nama mu tak sebagus sikapmu pada baby ku..” aku mendekatinya.

dia mulai meronta berusaha untuk melepaskan diri, namun sia-sia karena kedua tangan dan kakinya sudah kuikat erat.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh..” air matanya mengalir keluar.

aku mengusapkan ujung pisau ke pipinya..

“ mengapa menangis.. hhh.. hhh.. hhh..apakah kamu takut kematian??” bisikku pelan.

dia mengangguk pelan.. matanya memohon padaku untuk tidak berbuat macam-macam dengan pisau yang saat ini sedang ku pegang.

“ hhh.. hhh.. hhh..saat Nada menangis, apakah kamu berhenti menyakitinya?? kurasa tidak.. aku tahu semuanya…” kini aku mengarahkan pisau itu ke perutnya.

“ mmmpppphhhh…. mmppphhhhh…. mmmmpppphhhhh” dia mulai menjerit dan meronta-ronta lagi.

“ hhh.. hhh… hhh..sekarang kau harus merasakan apa yang Nada rasakan..” aku berkata dingin.

“ mmmmppphhhh… mmmppphhhh”

“ terima lah BITCH!!!” aku menghunuskan pisau ini di perutnya dan tidak sampai disitu.

ku tarik perlahan pisau itu hingga semua organ dalam perutnya keluar..

gadis itu berhenti bergerak.

tinggal satu lagi, baby..

****************

19.40 sore..

di Toilet Yeoja..

“ apa yang telah kau lakukan pada teman-temanku…tolong lepaskan aku… aku mohon,,,” yeoja itu menangis tersedu-sedu memohon untuk dilepaskan.

“hhh.. hhh.. hhh… apa saat Nada ku memohon pada kalian, kalian mendengarnya?? kalian melepaskannya??” aku berbisik kejam, kemudian tersenyum sinis melihat yeoja itu yang berdiri ketakutan. kakinya berpijak diatas sebuah bangku kecil. sementara itu tangan nya terikat ke belakang.

“ tolong aku.. aku belum mau mati…..” tangisnya makin kencang, kulihat kakinya gemetaran.

“ tapi sayangnya, aku menginginkanmu mati…” aku berkata sambil menendang keras bangku tempat dia berpijak.

bangku itu terjatuh, sehingga yeoja itu tidak punya tempat untuk berpijak. tali yang terjerat dilehernya tertarik erat,kakinya meronta-ronta mencari pijakan.

“ kkkkhhh….” kulihat yeoja itu berusaha berbicara, namun ajal sudah lebih dulu menjemputnya..

“ hhh… hhh… hhh…. selesai sudah..” bisikku tajam. aku memotong tali yang mengikat pergelangan tangannya, lalu kuselipkan bungkusan plastik yang telah kupersiapkan ditangannya dan kuletakkan pisau yang berlumuran darah tepat dibawah kakinya.

**************

Keesokan harinya seluruh surat kabar lokal, menyiarkan berita yang sama:

“ DITEMUKAN TEWAS!! 3 SISWI SEOUL HIGH SCHOOL”

pada jam 22.00 waktu korea , penjaga sekolah telah menemukan jenazah 3 siswi dari sekolah elit SEOUL HIGH SCHOOL (SHS). jenazah pertama teridentifikasi sebagai siswi bernama Kim Sangra , ditemukan di samping gedung dengan kondisi mengenaskan. tulang tengkorak retak dan tulang leher patah, diduga korban dijatuhkan dengan sengaja dari lantai 8 SHS. Kemudian Jenazah kedua yang di identifikasi sebagai Lee Hye Jun di temukan tewas di belakang gedung SHS dengan luka sayatan panjang di sepanjang perutnya. dan siswi terakhir adalah Kang Ri Jin ditemukan tewas bunuh diri ditoilet wanita.

Dugaan sementara dari Kepala Unit Kriminal Seoul Utara adalah adanya motif jual beli kokain. beberapa bukti menyebutkan terdapat beberapa gram kokain yang ditemukan di tangan Kang Ri Jin. Polisi menduga Kang Ri Jin menghabisi nyawa kedua temannya sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri… (bersambung ke hal 18)

Nada menjatuhkan koran yang sedang dibacanya. Ia sama sekali tidak percaya bahwa kata-kata yang tertulis disurat tersebut menjadi kenyataan. sambil menahan rasa sakit di perutnya Ia berjalan tergesa-gesa menuju lockernya.

Ia menabrak beberapa siswa yang berjalan berlawanan arah dengan nya, berkali-kali Ia mengucapkan mianhaeyo dengan pelan kepada orang-orang yang ditabraknya.

Kini Ia sudah berada di depan lockernya, dengan sangat perlahan Ia membuka pintu lockernya.

ada satu surat di dalamnya..

Dear Nada…

Bagaimana??

Kamu senang melihat mereka semua mati mengenaskan??

tidak usah berterimakasih kepadaku..

aku seperti ini karena aku ingin selalu melindungimu..

ku harap tak kan ada lagi yang menyakitimu..

Saranghae Jagia..

Saranghae..

ps: aku tahu kau selalu membuang surat dariku, Nada..

“Orang ini benar-benar psycho.. . eotteoke??” bisik Nada cemas.

***********

“ hhh.. hhh… hhh…”

Kulihat Nada terbaring di ruang UKS.

dia tidak bergerak, kurasa dia tertidur..

tanpa menimbulkan suara, ku langkahkan kakiku menuju sisi tempat tidurnya. Ia terlihat sangat cantik saat ia tertidur.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

kusibakkan sedikit rambutnya pelan, lalu aku menundukkan kepalaku untuk mengecup keningnya.

“ mmmhhhh…. baby..” bisikku pelan.

aku mulai tidak bisa menahan diriku untuk melakukan hal yang lebih jauh padanya. kurasakan jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya.

“ hhh.. hhh.. hhh..”

ini adalah saat-saat yang ku nantikan seumur hidupku, berada disatu ruangan dengan Nada. dengan gadis yang sangat kucintai.

aku bersumpah, aku tidak akan menyia-nyiakan moment ini.

perlahan aku mengusap pipinya dengan ujung jari ku..

“ hhh.. hhh..hhh..”

lalu jari ku turun ke bibir mungilnya, terlintas hasratku untuk menciumnya, melumatnya dan memasukkan lidahku ke dalam nya. namun aku harus sedikit bersabar,,

jika terlalu terburu-buru pasti dia akan terbangun dan berteriak.

aku melanjutkan aktivitas tangan ku, dari bibir Nada, jari-jari ku kini beralih ke lehernya.

ku usap pelan tengkuknya beberapa kali, dan makin lama semakin turun ke dadanya.

“ nnggg…” Baby ku mengerang pelan. wajahnya tampak menikmati semua perlakuanku.

“ hhh.. hhh..hhh..”

aku tidak bisa menahan diriku lagi, kurasakan tubuhku mulai menegang.

aku melepaskan kemeja yang ku kenakan dan membuangnya kesembarang tempat.

udara siang hari yang begitu panas membuat tubuhku berkeringat di beberapa bagian.

kemudian aku mengarahkan tanganku ke kancing kemejanya. dengan sangat perlahan aku membuka kancing kemejanya satu persatu.

“ hhh… baby…” aku mendesah hebat saat aku berhasil membuka seluruh kancing kemejanya. terlihat sebuah bra berwarna biru muda berenda yang menutupi dadanya.

bentuk dada yang sangat indah, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sangat serasi dengan bentuk badannya yang mungil.

perlahan aku mulai naik keatas tempat tidur, mendekap erat tubuhnya. bibirku bergerak disekitar lehernya, menciumi setiap inchi kulit putihnya. semakin lama semakin turun kedadanya. dan..

“ KRIIIIIINNNGGG”

“ hhh… hhh… hhh…”

aku terbangun dari mimpi ku.. mimpi yang sama setiap hari..

“ enngg…” aku mengerang pelan.

tubuhku basah bermandikan keringat,, entahlah.. walaupun hanya mimpi, namun bagiku terasa sangat nyata.

***********

Keesokan harinya Nada tidak menemukan selembar surat pun dilockernya. Ia merasa sedikit lega. ia berjalan pelan menuju ruangan favoritenya, perutnya kini sudah tidak sesakit kemarin.

Ia mengeluarkan kunci ruangan itu dari kantung blazernya, namun alangkah terkejutnya Ia ketika pintu itu langsung terbuka ketika Ia memegang kenopnya.

“ aneh.. mengapa pintunya terbuka, kurasa aku mengunci pintunya kemarin..” desah Nada dalam hatinya.

Perlahan Ia masuk ke dalam,

tak ada yang berubah..

keadaan ruangan itu masih sama seperti saat terakhir kali Ia meninggalkannya.

namun ada satu yang berbeda..

diatas meja terdapat sebuah surat..

Nada membuka surat itu dan membaca isinya.

Dear Park Nada..

aku bisa melihat wajahmu dari tempat dimana aku berada..

aku pun bisa mencium harum tubuhmu..

merasakan lembutnya tangan mu..

aku begitu menginginkan dirimu..

Seutuhnya…

tidak lama lagi Nada…

bersabarlah sebentar lagi..

Saranghae baby..

“ Andwaeeeeeeeee!!!!!!” jerit Nada keras.

*************

19.30 sore

Kelas Intensif

“ Nada.. akhir-akhir ini kulihat kamu banyak melamun.. kamu kenapa?? sakit??” tanya Yui pelan.

“ ngg.. Anniyo.. aku tidak apa-apa..” jawab Nada pelan, Ia terus berusaha mengerjakan soal dibukunya untuk mengalihkan pikirannya tentang surat-surat terror itu.

“ deg”

Tiba-tiba Nada merasakan perasaan aneh yang sering melandanya akhir-akhir ini.

Ia menengok ke belakangnya, Ia merasa seseorang terus memperhatikannya.

Namun dibelakangnya hanya ada Jinki, Taemin, Jonghyun, Kibum dan Minho.

“ Tidak.. tidak mungkin orang yang menerorku adalah salah satu dari mereka.. tak mungkin salah satu dari mereka menyukai ku..” gumamnya pelan.

“ Heyy.. Kamu ngomong apa??” tanya Yui heran melihat Nada menggumam sendiri.

“ eehh.. Anni.. aku.. ngg… tidak ngomong apa-apa…” Nada berusaha mengelak.

“ nada.. kurasa kamu agak kurusan..” kali ini terdengar suara Kibum berujar kencang dari belakang.

“ Mungkin kamu stress, kamu terlalu banyak megambil kegiatan.. anggota klub memasak, ketua klub jurnalistik, belum lagi wakil BK yang kerjaanya sangat banyak..” Jinki ikut bersuara.

“ Hey.. Aku ada ide.. bagaimana kalau minggu depan kita liburan ke paradise island?? appaku punya satu villa disana, letaknya persis di belakang pantai.. bagaimana.. kita bertujuh refreshing??” seru Yui girang.

“ Ide bagus Yui, aku juga lama-lama jenuh dengan aktivitas sekolah..” kata Taemin pelan.

“ ok.. aku ikut..” Minho menimpali.

“ aku sih ayo aja..” kata Jinki.

“ cool, kamu bagaimana nada??” tanya Kibum kepada Nada.

Nada terdiam, Ia berpikir sejenak mungkin dirinya memang butuh refreshing.

“ aku.. ngg.. ikut..” kata nada pada akhirnya.

****************

Nada memasukkan buku-bukunya kedalam tasnya. Ia bergegas untuk pulang. Jam menunjukkan pukul 24.00 malam. Ia berjalan perlahan menyusuri koridor yang gelap menuju toilet yeoja yang berada di sebelah tangga.

“ kreeek..”

Nada menuju wastafel untuk membasuh mukanya.

“ tok.. tok.. tokk…” terdengar bunyi suara langkah kaki menuju kearahnya. Nada segera membalikkan badannya.

tak ada siapa-siapa disana.

“ hhh, mungkin hanya perasaan ku saja..” bisiknya pelan. kembali ia menunduk untuk membasuh mukanya kembali dengan air yang mengalir dari wastafel.

“ tok.. tok.. tok…” suara langkah itu terdengar lagi, semakin lama semakin jelas.

Nada menoleh kebelakang, namun tak ada sia-siapa.

tiba-tiba tengkuknya terasa dingin..

Nada buru buru memakai tasnya dan segera berjalan keluar.

“ krreeek”

ketika Ia membuka pintu, tiba-tiba muncul sesosok yeoja berwajah pucat, dengan rambut terurai kusut menutupi sebagian wajahnya dan tali melingkar dilehernya, matanya memandang mata Nada nanar. seragam yeoja itu sama seperti seragamnya hanya lebih lusuh.

“ Nadaa.. “ yeoja itu berbisik sambil mengarahkan tangan nya ke arah Nada.

“ Kyaaaaaaaaaaaaa!!!!” Nada berteriak kencang, Ia melangkah mundur menjauhi yeoja itu.

“ kau yang membuat aku mati…” yeoja itu bergerak perlahan mendekati Nada, kedua tangannya mengarah keleher nada.

“ Andwae… bukan aku yang membunuhmu…” bisik Nada pelan, air matanya tumpah, tangan dan kaki nya gemetaran. ia mundur selangkah demi selangkah.

yeoja itu terus bergerak, Ia semakin dekat dengan nada yang kini sudah terpojok di sudut toilet.

“ kau tau..? toilet ini adalah tempat dia membunuhku.. dan sekarang.. kau harus mati disini Nada.. hiii.. hiii.. hiiii…” yeoja itu tertawa melengking, membuat bulu kuduk Nada kembali meremang. Suara lengkingan nya begitu menyeramkan.

“ Dia?? Dia siapa?? siapa yang membunuhmu..” kata Nada terisak, tangan yeoja itu kini sudah berada di depannya. Nada tidak bisa bergerak kemana-mana lagi, tak ada ruang baginya untuk melarikan diri.

“ kau harus mati…!!!!” tangan yeoja itu mencengkeram erat sekeliling leher Nada.

“ Andwaeeeeeeee!!! Andwaeeeeee!!” jerit Nada, Ia berusaha berontak namun yeoja didepannya makin mencengkram erat lehernya.

Nada mulai kehabisan napas.

“ andhhhh…anndhhh…”

“ Kau harus mati bitch…”

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!”

*************

“ ANDWAAEEEEEEEE!!!!!!!!” Nada menjerit, Ia terbangun dari tidurnya” kedua tangan nya memegangi lehernya, nafasnya terengah-engah, dan air mata mengalir dipipinya.

Ia melihat kesekeliling ruangan, memastikan bahwa ruangan ini adalah kamarnya, bukan toilet yeoja.

“ Ya Tuhaaann.. aku takut.. mimpi itu menyeramkan sekali..” bisik nada sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan nya dan mulai menangis. Ia dapat merasakan kedua tangan nya bergetar hebat.

jam di dinding kamarnya menunjukkan pukul 01.30 pagi, Namun Nada tak berani untuk memejamkan kedua matanya. Ia takut mimpi buruk itu akan datang lagi jika Ia tertidur.

Perlahan Nada berjalan kemeja belajarnya, Ia menyalakan laptopnya dan mulai mengetik hingga pagi hari.

***************

“ hhh… hhh… hhh…

sebentar lagi baby…

sebentar lagi kau akan menjadi milikku..

utuh…”

***************

TBC

P.S: Adakah yang kaget??? Ada? Ada?? Pasti ada… terkesan buru-buru gak??? Kalo iya.. anda salah ^^

Kan sebentar lagi kita masuk ke bulan Ramadhan, bulan di mana kita harus menahan segala nafsu. Walaupun aku gak ikut menjalankan bulan Ramadhan mohon doakan agar nafsu saia bisa berkurang(?)

Nah.. untuk itu maka FF ini niiihhh.. yang udah masuk ke NC-17 *kayaknya Wiga onn lagi pengen* *Plaakk!!!!!* terpaksa harus berada di dua pilihan.. out sebelum bulan ramadhan atau sesudah lebaran. Kalau out sesudah lebaran kelamaan kalo sebelum ramadhan kecepetan. Tapi cepat lebih baik dari pada kelamaan ^^. Maka dari itu.. dengan ini kami menyatakan bahwa kemerdekaan indonesia (?)

*ralat* Maka dari itu… part ini out sebelum ramadhan.. dan nanti pada hari rabu tanggal 11 Agustus semua FF NC yang ada di sini akan di tiadakan selama satu bulan. Begitu ramadhan barulah semua FF NC ataupun PG 15 kita munculkan kembali daaan… xixixi.. yang merasa ‘doyan’ baca itu pasti sangat bahagia karena eh karena…. Wiga onn bakal publish FF NC setelah lebaran *plakk* wkwkwk.. masih belom yakin juga siihhhh… tapiiiii.. silahkan menunggu saja yak.. kkkk

Sekian dari Ashyta ^o^

Signature

This post/FF has written by Wiga, and has claim by Wiga signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

62 thoughts on “OBSESSION – PART 2”

  1. gilaaa makin psycho ckckckc
    tapi saya suka jujur penggambaran sang psycho itu…
    (meski saya udah tau siapa yng psycho)

    dikasih tau temen

    tapi jujur ini keren ==
    keren kau author !!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s