My Life Would Suck Without You

Title            :     My Life Would Suck Without You

Author      :     tikaarchie

Main Cast      :           Kim Jong Hyun, Han Ha Tae (OC)

Genre      :     Romance

Rating       :     PG-13

Legth        :     One shot

###

Guess this means you’re sorry
You’re standing at my door

Ting… Tong..

Bel rumahku berbunyi.

“Nde.. tunggu sebentar.” Jeritku lalu keluar dari kamar. Karna di rumah sedang tak ada orang, mau tak mau aku yang mebuka pintu.

Cklek..

‘Astaga !! kenapa dia nekat datang ke rumahku !!’ batinku kaget.

BRAK..

Dia menatapku, namun saat ia mau berbicara langsung kubanting pintu rumahku dan ku kunci.

“Dasar kau pabbo Kim Jonghyun. Kenapa kau datang ke rumahku.” Gumamku kesal.

“Ha Tae..” panggilnya dari balik pintu.

“Aku tau kau masih disitu.” Lanjutnya lagi.

Aku masih tetap diam tak menjawab ucapannya.

“Kenapa kau lakukan ini… kenapa kau lakukan ini di saat aku mulai menyayangimu ?” tanyanya.

Aku masih tetap diam tak menjawabnya.

###

Flashback

Sudah pukul 2 siang, tapi aku masih sibuk berkutat dengan laptopku. Yah, sekarang masih liburan kenaikan kelas dan orang tuaku benar-benar sibuk dengan pekerjaannya. Jadilah sekarang aku sendirian di rumah berkutat dengan laptop dan internet. Sekarang aku sedang asik surfing di youtube dan kadang-kadang membuka twitterku.

Because your love your love your love is my drug

Your love your love is my drug

‘pasti pesan dari Jonghyun oppa lagi’ batinku.

Kulihat pesan dari hapeku dan Gotcha !! benar tebakanku. Itu pesan dari Jonghyun oppa lagi.

Aku benar-benar malas untuk membalas pesannya. Setiap saat di mengirimiku sms dan kalau aku sedang badmood aku benar-benar malas untuk membalasnya. Paling ku balas dengan kalimat-kalimat pendek yang mungkin tak mencapai 5 HURUF !

Kulempar ponselku ke tempat tidur dan ku lanjutkan lagi kegiatanku yang sempat tertunda tadi.

Because your love your love your love is my drug

Your love your love is my drug

Ponselku berbunyi lagi, kukira itu dari temanku. Aku pun mengambil ponselku di tempat tidur dan PESAN DARI JONGHYUN OPPA LAGI !!

“Aish.. apa maunya sih !” gerutuku. Kubuka pesannya dan ternyata isinya sama.

“Tidak penting.” Gumamku. Kutaruh ponselku di sebelah laptopku.

Jonghyun oppa, orang yang sudah hampir sebulan ini dekat denganku. Entahlah dia tau aku dari mana, yang kutau dia minta dikenalkan denganku dari Onew sunbae. Waktu itu Onew sunbae bilang ada temannya yang mau berkenalan denganku. Aku yang saat itu terlalu sibuk memikirkan masalahku dengan sahabatku tak terlalu menghiraukan ucapan Onew sunbae. Aku hanya menjawab ‘terserah’. Setelah itu tak terjadi apa-apa, aku tak terlalu ambil pusing.

Tapi sebulan yang lalu tiba-tiba Jonghyun oppa muncul dan aku bertanya dengan Onew sunbae siapa dia. Onew sunbae bilang itu namja yang waktu itu pernah kuceritakan mau kenalan denganku. Lagi-lagi aku tak terlalu ambil pusing.

Jonghyun oppa mulai masuk ke kehidupanku, dia mulai sering memberikan perhatian padaku. Sedikit demi sedikit aku mulai sadar, tapi aku tak mau terlalu cepat membuat pemikiran kalau JONGHYUN OPPA MENYUKAIKU. Aku tak terlalu ambil pusing sampai akhirnya suatu hari dia berani menelfonku dimalam hari. Begini saja, aku membuat suatu pemikiran dari beberapa temanku yang sudah pernah pacaran. Mereka bercerita kalau kurang tidur karna semalam telfon-telfonan dengan namja chingunya. Berarti, JONGHYUN OPPA MENYUKAIKU.

Coba saja di pikir, dia rela membeli nomor yang providernya sama denganku dan menelfonku saat tengah malam. Karna dia mulai tau kebiasaanku yang suka tidur malam saat liburan. Saat awal-awal aku merasa tak risih. Namun lama-lama aku mulai kesal dengan sikapnya, jadi kalau dia menelfonku terkadang aku hanya diam dan berbicara seperlunya saja. Tapi terkadang dia mengajakku ngobrol, yah.. aku meladeninya saja.

Semakin lama aku semakin berpikir kalau Jonghyun oppa itu suka denganku. Bukannya apa, tapi aku benar-benar tak punya perasaan suka dengannya dan aku benar-benar takut kalau nanti aku benar-benar tergantung dengannya. Jujur terkadang aku menikmati setiap perhatiannya, namun terkadang aku benar-benar risih dengan sikapnya itu.

Because your love your love your love is my drug

Your love your love is my drug

Lagi-lagi ada pesan dari Jonghyun oppa. Namun sekarang beda, dia bertanya kenapa aku tak membalas pesannya.

“terserah aku mau membalasnya atau tidak.” Gerutuku. Lalu ku setting hapeku menjadi silent dan ku taruh di atas tempat tidur. Aku berkutat kembali dengan laptopku.

Sekarang sudah jam 3 sore, iseng-iseng kuperiksa ponselku.

“MWO !!” jeritku saat melihat ponselku. Bagaimana tidak, ada 30 Messages dan 20 missed calls dan itu benar-benar rekor dalam sejarah hidupku. Aku tak pernah mendapat pesan bahkan missed calls sebanyak itu. Tanpa membaca semua pesannya langsung ku kirim pesan ke jonghyun oppa.

To : Jonghyun Oppa

“Oppa. Kurang banyak kirim sms nya. Sampai 30-an.”

Tak lama dari itu Jonghyun oppa sudah membalas pesanku.

“Mianhae Ha Tae. Kau tak marah dengan oppa kan ?”

Hha.. ku hembuskan nafasku berat. Sebutulnya aku marah dengannya gara-gara mengirimku pesan sebanyak itu. Namun aku benar-benar tak tega untuk bilang “ya” dengan oppa. Karna, oppa pernah menolongku waktu itu.

“aniyo oppa.”

Kukirim pesanku dan tak lama dari itu Jonghyun oppa menelfonku. Aku benar-benar kesal dengannya. Kuangkat telfonnya dan aku hanya diam, sama sekali tak mengeluarkan suara. Lalu kumatikan telfonnya. Kukirim pesan ke dia.

“Oppa, tolong jangan ganggu Ha Tae.”

Baby I was stupid for telling you goodbye
Maybe I was wrong for tryin’ to pick a fight

Setelah aku mengirim pesan itu, Jonghyun oppa tak lagi mengirim pesan atau menelfonku lagi. Inilah yang kutakutkan. Tiap hari aku sering memeriksa ponselku dan tak ada satupun pesan darinya. Ya, kuakui aku mulai tergantung dengannya. Namun aku berusaha tak menyesal melakukan ini, karna untuk selanjutnya mungkin akan lebih menyakitkan hati Jonghyun oppa.

Sudah 2 minggu aku lost contact dengan Jonghyun oppa dan 2 minggu juga aku benar-benar merasa ada sesuatu yang hilang dari diriku. Ya.. aku rindu dengan perhatian yang diberikan Jonghyun oppa denganku. Rindu.. benar-benar rindu. Terkadang dia muncul begitu saja di pikiranku.

End of Flashback

###

Dan kini dia berdiri dibalik pintu rumahku, aku benar-benar senang namun juga kesal. Aku selalu melarangnya ke rumahku, tapi aku senang bisa melihatnya lagi.

Kusiapkan hatiku, aku berpikir harus menyelesaikan masalah ini. Aku tak mau terus lari dari masalah ini.

Cklek…

Kubuka pintu rumahku dan kulihat dia sedang duduk di pinggir tangga teras rumahku. Dia menoleh ke arahku dan berdiri. Aku berjalan ke arahnya dan duduk disebelahnya, dia yang melihatku dudukpun akhirnya duduk juga.

“Kenapa oppa kesini ?” tanyaku sambil memandang halaman rumahku. Aku benar-benar takut untuk menatap matanya.

“Ha Tae.. kenapa kau tiba-tiba menjauh ? kau tau itu membuatku benar-benar kaget. Kenapa kau baru mengatakannya saat aku mulai menyukaimu ?” tanyanya.

‘OMO.. secara tak langsung dia menyatakan perasaan padaku.’ Batinku.

“Entahlah, tapi Ha Tae merasa lebih baik aku menjauh.” Ucapku sambil tertunduk.

“Jadi, Ha Tae merasa semua perhatian yang oppa berikan itu membuat Ha Tae tak suka ?” tanyanya dengan suara yang tercekat.

“Bukan, Ha Tae Cuma bilang makasih dengan perhatian yang oppa berikan terhadap Ha Tae. Tapi..” aku terdiam. Tak tau apa yang harus ku jawab.

“Tapi apa ?”

“Entahlah.” Jawabku.

“Semua butuh proses Ha Tae. Jadi bolehkan oppa dekat dengan Ha Tae ?”

“Mungkin.” Jawabku sambil memandang jalanan.

Entah ini akan menjadi awal yang baik atau awal yang buruk bagiku dan Jonghyun oppa.

End

Signatrue

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

TWITTER SF3SI !!!! ^__^

IYAIYAIYAIIIIII !!!!!!

FINALLY !!!! YA AMPUUNN AKHIRNYA TWITTER SF3SI JADI JUGAAAAAA !! ^.^

Emang gampang sih bikinnya,… tapi ngurusnya itu loooohh.. nambah kerjaan.. xixixixi… AYO SEMUA !!! FOLLOW YAAA ^^

twitter.com/SF3SI

Belom kita apa-apain sih… masih dasar bangeeettt belom ade yang kita edit.. ehehehehe… sabar yaaahhh semua ada prosesnya ^^

Naaahhh kalo buat FB.. sebenernya kita masih mikir 2 kali.. kalo bikin FB nya SF3Si siapa yang ngurusin?? Adakah yang bersedia membantu??? Mengelola FB SF3SI??? Adakah adakah adakah????

Sekalian niiihhh… pingin nyari bantuan buat nulis FF spesial Ramadhan ^^ *Wiga onn… katanya bisa bantu??? Ym ym ym !!! >.<*

Terusss.. sekalian juga mau nawarin.. adakah yang berminat membantu kami??? Menjadi seorang admin?? Untuk sebulan ini sih lagi gak sibuk-sibuk banget… tapi yakin setelah bulan ramadhan ini kerjaan di Sf3SI numpuk… makanya itu kita butuh admin yang bisa OL minimal 3 jam sehari daaannn memiliki kecepatan internet yang cukup..

soalnya kalau inet nya lemot nanti stress sendiri ngurus SF3SI ^^ …

gimana???? Eeehhh iyaaa.. nanya lagi… PERLU GANTI THEME ATAU CUKUP GANTI BACKGROUND??????

My Past Future – Part 8

Main Cast: Lee Donghae, Lee Jinki, Yuna

Support Cast: Jun, Gaeul

Chapter 1

Part 8

“Hey! Ada apa dengan suasana ini?” seru Chun Li tiba-tiba. “Apa?” Gaeul berpaling dari ponselnya. “Kalian berdua sedang ada masalah ya? Donghae duduk di ujung sana sedangkan Yuna duduk di ujung sini.”

“Yuna! Kalian berdua kenapa? Donghae! Ada apa dengan kalian berdua?”

“Oebseo (tidak ada).” Jawab Donghae singkat. “Kenapa kalian tidak duduk bersebelahan seperti kami?” Tanya Haeya. “Memangnya harus? Penting?” mereka langsung menyadari bahwa keduanya memiliki sebuah masalah.

“Baiklah-baiklah, terserah kalian saja.” Chun Li menyerah. Kini suasana di dalam mobil benar-benar sepi. “Jam berapa sekarang?”

“10 malam tuan muda.”

“Bus terakhir itu sampai jam berapa?”

“Setengah sebelas tuan.” Chun Li mengangguk. “Ini pasti akan seru… hentikan mobilnya!” seru Chun Li tiba-tiba membuat supir menginjak rem terkejut. “Dorong sekarang!” seru Chun Li lagi dan dengan cepat Gaeul juga Haeya membuka pintu mobil. Haeya yang duduk di sebelah Donghae cepat-cepat mendorongnya keluar lalu kembali menutup pintu. Begitu juga dengan Gaeul yang duduk di sebelah Yuna. “Cepat jalankan mobilnya!” supir menurut saja sebelum di pukul Chun Li jika melawan.

“Ya! Ya!” seru Donghae tiba-tiba kaca mobil terbuka dan muncul kepala Chun Li. “Selamat berjuang!! Perbaiki hubungan kalian!!!” kini van  itu sudah benar-benar jauh.. sangat jauh. “Sial!” erang Donghae kesal. Donghae berjalan menuju shelter bus tanpa mengajak Yuna yang masih berusaha bangun. Suasana yang benar-benar tidak enak, di tambah lagi Yuna tidak tahu jalan. ‘kenapa sunbae oppa jahat?’ pikir Yuna dalam hati lalu berjalan untuk duduk di tempat yang sama namun mereka duduk berjauhan. Tidak lama mereka menunggu sebuah bis datang, begitu pintu bis terbuka Donghae langsung masuk tanpa mengajak Yuna. Berfikir ini melewati shelter yang biasa ia lewati Yuna memilih untuk naik juga.

Donghae memilih untuk duduk di kursi depan sendirian, dengan kecewa Yuna memilih duduk di kursi yang berjarak 4 kursi dari pintu. Yuna hanya bisa memandangi Donghae dari belakang sambil berusaha menahan rasa sakit tangannya. Tanpa sengaja saat Gaeul mendorong Yuna, tangan Yuna tersangkut di jok. Karena tidak siap tangan kanannya menjadi tidak kuat menopang dirinya sehingga lututnya ikut tergores sedangkan lengan kanannya terluka lumayan parah.

***

Donghae bersiap-siap karena ia akan turun di pemberhentian berikutnya, begitu ia berbalik ia mendapati Yuna sedang tertidur. ‘Jika aku meninggalkan Yuna hanya karena cemburu maka aku bukan pacar yang baik.’ Tanpa pikir panjang lagi Donghae mendekati Yuna lalu menggendongnya di punggung.

‘Ya ampun… kenapa dia tidak bilang kalau tangannya terluka?’ pikir Donghae lalu mendudukkan Yuna di kursi tunggu. “Bhabo!” sembur Donghae begitu Yuna membuka matanya. “Kenapa kau tidak bilang kalau kau terluka?” omel Donghae, Yuna tertunduk dengan kesal. “Lihat! Luka ini lumayan parah! Bagaimana kalau nanti infeksi? Seharusnya kau bilang dari tadi!”

“Apa aku bisa bicara jika sunbae oppa sedingin itu? Tidak membantuku berdiri, berjalan sendiri dan duduk menjauhiku, tidak mengajakku naik bus, tidak bicara sepatah katapun bahkan tidak mau menoleh untuk melihat ku walaupun sedetik!” mata Yuna mulai berkaca-kaca. “Yuna aku..-“

“Memangnya enak di perlakukan seperti itu?! Aku tidak tahu jalan! Aku tidak bisa menghubungi siapa-siapa! Aku hanya berdua dengan pacarku tapi rasanya seperti berada di tengah hutan saat musim salju sendirian! Apa aku tidak kelihatan? Benar-benar tidak kelihatan! Bahkan pacar yang aku harapkan membelaku agar tidak melompat di bungee jumping membiarkan aku melompat! Memangnya salah kalau akhirnya aku melompat bersama Jun?!”

“Yuna..-“

“Kalau memang cemburu atau tidak suka bilang! Bukan begini caranya! Memangnya aku tidak tahu kalau pacarku cemburu? Aku tahu! Apakah aku harus menjauhi Jun hanya karena pacarku cemburu? Kalau pacarku seperti ini aku tidak akan mau menjauhi Jun. dalam suasana seperti tadi siapa yang bisa menemaniku kalau bukan Jun? setiap kau marah kau selalu diam! Bersikap dingin! Apa itu enak? Itu membuatku tidak nyaman! Lalu jika aku tidak punya Jun siapa yang bisa membuatku merasa lebih nyaman?!”

“Yuna dengarkan aku…-“

“Apa kau tidak memikirkan perasaanku? Ini baru hari pertama kita berkencan, kenapa seperti ini?!”

“Yuna dengar! Aku minta maaf.” Donghae langsung memeluk Yuna yang pipinya sudah sangat banjir dengar air mata. Akhirnya Yuna melepas tangisnya se-keras mungkin, 10 menit berlalu begitu saja dan kini tangis Yuna sudah mereda.

“Tunggu di sini, aku mau cari obat untuk lukamu.” Donghae berlari menuju puskesmas yang tadi di lalui bis. Tiba-tiba ponsel Yuna berdering.

“Yeoboseoyo cingu!!!” seru Yuna begitu menerima panggilan yang masuk.

“Bagaimana Yuna?” Tanya orang di seberang.

“Pwuahahaha!!! Berhasil!! 100%! Bwuahahaha aku sangat puas! Ucapkan terima kasihku pada oppa dan unnie. Tapi kau besok akan ku bunuh Gaeul!”

“Kenapa? Kan rencana kita berhasil.”

“Tapi kau itu melukai tanganku saat mendorong keluar!”

“Maaf… kalau begitu sekarang selamat berjuang! Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa, terima kasih banyak!” tidak lama kemudian ponsel Yuna kembali berbunyi. “Yeoboseyo?”

“Yuna! Benar sudah baikan dengan Donghae?”

“Oh.. Chun Chu oppa. Iya, terima kasih banyak atas bantuannya.”

“Sama-sama. Lain kali kalau Donghae menjahilimu kau bilang padaku, aku akan membantumu membalasnya. Hati-hati.. dia benar-benar bocah jahil! Selamat yah atas keberhasilanmu! Oh ya… jangan buat Donghae cemburu lagi, aku tidak membantu!”

“Baiklah oppa. Terima kasih banyak, annyeong haseoyo.”

“Ne. Annyeong!” angin malam berhembus kencang membelai tubuh Yuna dengan cepat hingga bulu kuduknya berdiri. “Aduh dinginnya..” tiba-tiba Yuna merasa ada yang menyentuh punggungnya. Yuna berharap dan meyakinkan diri bahwa itu hanya perasaannya saja. Kejadian itu berulang sampai 3 kali dan yang keempat kalinya benar-benar ada yang menyentuh pundaknya. Dengan jantung berdegub cepat Yuna menoleh perlahan.

“AAAAAAAA!!!!!” jerit Yuna lalu dengan reflek Yuna memukul sesuatu yang tadi menyentuh pundaknya. “Agh!”

“Oh! Sunbae oppa… maafkan aku.” Yuna buru-buru membantu Donghae berdiri. “Aduh.. sakit sekali.” Donghae mengelus-elus kepalanya yang tadi di pukul Yuna. “Maaf.. aku tidak sengaja, lagi pula apa yang sunbae oppa lakukan?! Kenapa menakut-nakutiku?” sembur Yuna kesal dan tiba-tiba sebuah suara menyeramkan membuat Donghae dan Yuna terlonjak kaget. “Ya tuhan.. itu suara ponselku.” Sambil memegangi dadanya dengan tangan kanan, tangan kiri Donghae merogoh kantong mencari ponselnya.

“Umma.. ne.. ye.. natdoh..” Donghae kembali memasukkan ponselnya ke kantong. “Singkat sekali. Ibumu mencarimu ya?”

“Iya. Sini tanganmu.. biar aku obati dulu sebelum infeksi.” Yuna menurut, Donghae membersihkan lukanya lebih dulu. Tanpa sengaja ia menumpahkan alcohol di atas luka Yuna. “Ih aduh! Sakit!” reflek Yuna memukul Donghae. “Maaf.. kan tidak sengaja.” Ucap Donghae polos.

“Selesai!”

“Terima kasih.. tapi yang di lutut masih ada.”

“Ya ampun kau ini.. sini aku bersihkan.” Lagi-lagi Donghae menumpahkan alcohol di atas luka Yuna, kali ini sengaja dan lebih banyak. “Ahhh… sakit ck.. aduh!! Aahahaaa… sakit!” Yuna terus meringis sambil meremas baju Donghae, bahkan Yuna sampai meneteskan air mata karena perih. Sedangkan Donghae hanya cengengesan.

“Jahat banget sih! Shh.. aduh.. perih!”

“Maaf-maaf.. sebenarnya niatnya hanya sedikit tapi ternyata kebanyakan. Sangat perih yah?”

“Nanya lagi!”

“Kkkk~ maaf.. sini aku bersihkan lagi.” Setelah selesai mengobati kaki Yuna dan memberikan perban di lutut Yuna mereka melanjutkan perjalanan. “Seharusnya jangan di perban, kan hanya lecet. Lihat aku jadi sulit berjalan.”

“Ya sudah, aku gendong saja.” Dengan cepat Donghae menaikkan Yuna ke atas punggungnya. “Hahh.. memang dasar ini yang sunbae oppa inginkan. Ya kan? Mengaku saja.”

“Wah pacarku ini ternyata pintar yah…”

“Tidak juga.. kalau aku pintar mungkin aku tidak akan mau menajdi pacar sunbae oppa.” Ujar Yuna santai. “Mwo?? Mworagonya? Kau bilang apa barusan?”

“BERCANDA!” teriak Yuna tepat di telinga Donghae. “Ah! Telingaku.. kau turun saja deh!”

“Ya sudah.. tidak apa-apa.” Yuna berusaha turun. “Eh tidak-tidak.. aku hanya bercanda. Aku bahkan tidak akan membiarkanmu turun walaupun sudah sampai di rumahmu.”

“Benarkah? Aku pegang ucapanmu.”

“Ihhh aku kan hanya meng-gombal saja.. kau tidak bisa di ajak bercanda ya?”

“Stop gombal warming! Aku tidak mempan tahu! Kalau tiba-tiba jadi berat berarti aku tidur yah.”

“Kau sudah mengantuk? Masa aku jalan sendirian. Kan seram.” Tidak ada jawaban. “Hey.. Yuna.. Yuna!” masih tidak ada jawaban. Donghae menunduk lalu mengendus panjang.

&&&

~Yuna Pov~

Hari ini.. tepat di tanggal 25 hubunganku dengan Donghae oppa sudah berjalan selama 1 bulan. Tepat hari ini pula ada sebuah tournament di SMA oppa, jadi aku dan Gaeul akan datang ke SMA-nya. Aku akan membawakan makan siang untuk Donghae oppa karena oppa juga ikut tournament.

“Sunbae oppa! Sebentar lagi aku akan berangkat, nanti aku tunggu di taman sekolah yah!”

“Ne… sebentar lagi aku akan bertanding, doakan tim kami menang yah!”

“Tentu saja! Hati-hati, siapa yang tahu kalau musuhnya akan main kasar.”

“Baiklah, aku akan hati-hati. Sampai jumpa… Saranghaeyo.”

“Natdoh! Bye.” Aku menutup ponselku dan kembali menyiapkan bekalnya. Khusus untuk Donghae oppa aku akan memasak dengan tanganku dan ini hasilnya. Aku sudah meminta beberapa pelayan untuk mencicipi dan mereka bilang enak.

“Jun! Hari ini aku akan pergi sendiri. Kau di rumah saja, beristirahat! Nanti aku akan menelepon jika sudah mau pulang. Ok?”

“Baiklah nona.” Jun membuka pintu mobil untuk-ku. “Ke sekolah ya pak.” Supir langsung tancap gas dan kami memulai perjalanan menuju ke SMA Soanhwa. Setibanya kami di SMA Soanhwa, sekolah tersebut sangat ramai. Berbagai macam poster terpajang di mading sekolah, banyak banner yang di pajang juga banyak kios-kios yang berdiri. Sekolah ini terlihat sangat penuh, dalam waktu satu hari sekolah bintang lima berubah jadi sekolah kaki lima. Ramai sekali!

“Gaeul-ah.. ada dimana sekarang?”

“Aku ada urursan sebentar, nanti aku hubungin kalau sudah dekat yah!”

“Ok. Kalau begitu aku menunggu sendirian.”

“Maaf. Sampai ketemu nanti!”

“Bye.” Aku menutup ponselku. Sudah hampir jam makan siang, aku memutuskan untuk langsung menunggu Donghae oppa di taman sekolah. Memandangi orang berlalu lalang, kakak kelas yang asik mengobrol, sekumpulan klub baseball berjalan menuju lapangan sangat asik.

10 menit… 15 menit… 30 menit… 45 menit… 55 menit… aku semakin lelah menunggu. Ternyata menunggu itu tidak enak, aku memutuskan untuk menghubungi ponsel Donghae oppa.

“Oh Yuna-ah.. maaf, aku ada urusan. Sebentar lagi aku datang, maaf yah.. aku beanr-benar minta maaf.” Aku menghela nafas panjang dan memutuskan hubungan. Yah.. seperti tadi, sekarang sudah jam 2 tapi Donghae oppa tidak kunjung datang. Sepertinya aku harus mencarinya, sekalian membeli minum.. aku sangat haus.

Aku hendak bangkit dari dudukku, namun aku mengurungkan niatku. Bagaimana kalau nanti Donghae oppa datang? Aku berfikir sejenak. Aku akan meninggalkan kotak bekal ini di sini dengan secarik kertas bertuliskan : ‘hubungi aku kalau sunbae oppa menemukan kotak bekal ini. Aku mencari minuman dan aku juga mencari sunbae oppa. Aku lelah menunggu dari tadi.’

“Mari kita lihat apa yang menarik di sini.” Aku berjalan melewati stan-stan yang berdiri sambil sesekali mampir dan melihat-lihat. Hingga sesuatu menarik perhatianku.. bukan membuatku kagum tapi membuatku panas.

Selama 2 jam aku menunggu di taman dan sekarang aku melihat Donghae oppa sedang ngobrol berdua dengan seorang gadis yang tidak bisa di bilang jelek! Rambutnya panjang dan bergelombang warna hitam kelam. Mereka duduk dengan jarak yang tidak bisa di bilang jauh! Gadis itu duduk menghadap Donghae oppa, lututnya bersentuhan dengan lutut Donghae oppa yang juga duduk menyerong menghadap gadis itu. Ingin sekali aku menghampiri mereka dan menarik rambut gadis itu, tapi dia pasti satu angkatan dengan oppa. Aku tidak mungkin melawan anak kelas 1 SMA, yang benar saja!

Aku berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi dalam hidupku. Setiap aku membaca novel, kejadian seperti ini seringkali ada. Apakah aku sedang hidup di dunia novel? Sepertinya duniaku di penuhi mimpi!

Dengan kesal bercampur lelah dan kecewa aku pergi menjauhi mereka. “Jemput aku sekarang di tempat tadi aku turun!” perintahku begitu telepon di angkat. “Kenapa cepat sekali agassi? Apakah anda sudah selesai?”

“Jangan banyak tanya! Jemput aku sekarang!” aku langsung mematikan ponselku. Sepertinya melihat laki-laki dan perempuan yang sedang berbincang dengan mesra akan membuatku semakin panas! Aku memilih untuk melewati jalan belakang gedung. Aku berjalan sambil menunduk, apa gadis itu akan menjadi orang ketiga? Pertanyaan itu terus mengiang di kepalaku hingga seseorang menghalangi jalanku.

“Wow… ada gadis cantik rupanya. Apa yang kau lakukan di sini?” aku mendongak dan terkejut begitu melihat segerombolan laki-laki menghisap rokok berdiri di depanku. Mereka menggunakan seragam, tapi aku yakin mereka bukan murid sekolah ini. Aku melangkah mundur, aku membuat ancang-ancang untuk kabur. “Sepertinya umurmu masih di bawah 15 tahun. Pasti akan sangat menyenangkan kalau kau bisa menikmati kebebasan dunia bersama kami.” Salah satu dari mereka hendak menarik tanganku tapi aku lebih cepat satu langkah sehingga aku berhasil menepis tangannya.

“Jangan buat kami memaksamu untuk bergabung, pikirkan lah. Kalau kau menolak maka kami akan menyeretmu ikut dengan kami, tapi kalau kau menerima dengan senang hati kami akan meladeni.” Aku mengambil langkah mundur yang lebar namun sesuatu di belakangku menahan langkahku.

“Hentikan! Jangan buat dia takut! Hidup kalian sangat tidak berguna! Sebentar lagi perlombaan akan di mulai!” sesuatu di belakangku itu rupanya seorang laki-laki, setelah mengucapkan kalimat tadi orang tersebut langsung menarikku pergi dari tempat tersebut. Setelah kami sudah agak jauh dari tempat tersebut laki-laki itu melepaskan lenganku.

“Tenanglah, mereka sebenarnya tidak berniat jahat. Kalaupun kau menolak mereka tidak akan menyeret atau membunuhmu, mereka hanya senang membuat olah dan menakuti gadis-gadis.”

“Terima kasih sunbae.”

“Sama-sama. Kau pacarnya Donghae kan? Kenapa kau tidak bersamanya?” aku kembali merasa panas mendengar nama itu. “Aku ingin pulang saja. Aku tidak mau bertemu dengannya.”

Kami berjalan dalam diam hingga seseorang menyerukan namaku. Rupanya itu Donghae.. oppa. “Yuna. Dari mana saja kau? Aku mencarimu dari tadi.” Benarkah? Aku tidak percaya. “Sunbae terima kasih banyak.” Aku membungkuk pada laki-laki tadi lalu aku melengos pergi tanpa memperdulikan Donghae.

“Yuna. Kau kenapa?” dengan cepat aku menarik kembali lenganku dan menatap Donghae oppa dengan kesal. Aku berjalan pergi menjauhi Donghae, gara-gara melihat wajahnya aku jadi lupa di mana tadi aku turun. Aku mencari jalan dan berusaha mengingat di mana tadi aku turun.

“Agassi!” aku menoleh. Nah! Itu dia, dengan cepat aku masuk ke dalam mobil. “Cepat jalan!” aku menutup kaca pembatas antara supir dan penumpang sehingga mereka tidak dapat melihat apa yang aku lakukan. Kenapa menyebalkan sekali sih orang itu!!! Ingin sekali aku menjerit dengan keras.

&&&

~Donghae Pov~

Tatapan itu, untuk pertama kalinya aku melihat tatapan lembut Yuna berubah jadi sangat tajam, dingin, penuh kebencian.. benar-benar menyeramkan. Tubuhku serasa membeku begitu ia menatapku dengan matanya, aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi yang lebih aku tidak mengerti kenapa pacarku memiliki tatapan semacam itu? Aku pikir dia gadis dengan tatapan hangat, lembut dan keibuan… aku tidak menyangka bahwa tatapannya bisa berubah.

Tidak! Aku tidak bermaksud bilang bahwa aku menyesal atau salah memilih, hanya saja itu membuatku terkejut. “Jaga sikapmu karena kau sudah punya pacar!” aku menoleh pada Siwon, setelah mengucapkan kalimat itu dia pergi meninggalkanku. Sekarang apa yang bisa aku lakukan? Aku berjalan menyusuri jalan menuju ke taman tempat kami janjian. Aku jadi merasa bersalah walaupun aku tidak tahu apa salahku. Sesuatu menarik perhatianku, keranjang berukuran sedang warna coklat. Aku mendekati keranjang itu.

Ada sebuah memo di atasnya. Ini! Milik Yuna. “Dia pasti melihatmu bersama gadis lain.” Dia lagi… Siwon sedang duduk di salah satu bangku taman dengan kameranya. Tunggu… gadis lain? Tadi dia mencariku dan Siwon bilang Yuna melihatku dengan gadis lain?

Oh tidak! Dia pasti salah sangka! Dengan cepat aku berlari dengan keranjang milik Yuna. Aku kembali ke tempat tadi aku bertemu Yuna dan kembali berlari melalui jalan yang tadi juga di lalui Yuna. Ah! Itu dia.. tunggu! Yuna tunggu! Jangan pergi dulu! Pintu mobil tertutup.. dengan cepat aku berlari mengejarnya.

“Yuna!! Yuna!! Tunggu! Yuna!”

Continued…

***

By : Lana & Karlie

Lana

This FF/post has made by Lana and has claim by her signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

HALLO !!!

Author : Nia

Cast :

-Lee Taemin

-Go Kyunha, Park Han wu, Sae Chun ha

Length :

OneShot

___________________________________________________________________________

HALLO!

Dari tadi aku lihat semua orang menunjuknya. Siapa lagi kalau bukan Taemin. Lee Taemin tepatnya. Pada tau ga siapa dia? Ga tau kebangetan.

Media masa penuh berdesakkan di depan gerbang chungdam. Mereka tak pernah kelewatan memotret setiap gerakan yang taemin lakukan. Aku sampai-sampai menganggap itu sangat berlebihan. Yah, namanya juga artis.

Saat upacara penerimaan siswa baru, seluruh anak ramai bersorak soray. Bukan hanya dari angkatan ku saja, tetapi angkatan kelas 2 dan 3-nya juga ribut sekali. Karena apa?

Yak. Taemin-lah yang mewakili angkatan kami untuk memberi kata sambutan. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil menutup telinga karena di aula ini ribut sekali.

Aku sudah kenalan dengan beberapa teman seangkatan ku. Aku ditempatkan di kelas 1.3. Kami saling berbincang-bincang ketika tengah menunggu guru masuk.

Chun ah: waaah, aku tidak menyangka bisa masuk chungdam! Dan taemin juga ada disini!! Huaaaaa!

Han wu: ya! Tapi kita tidak sekelas dengannya. Huh!

Aku hanya diam saja mendengarkan mereka bicara.

Chun ah: pokoknya, aku harus mendapatkan nomor ponselnya!

Han wu: ya. Tanya sekarang saja yuk. Mumpung tidak ada guru. Yuk kyunha!

Aku: ah?

Sepertinya aku masih enggan untuk berkeliling.

Aku: tidak ah, kalian saja.

Chun ah: oh? Ya sudah kalau begitu. Sebentar ya.

Mereka meninggalkan ku dan pergi ke 1.5. Kelasnya taemin tentunya.

Memang taemin itu tampan ya? Aku tidak terlalu peduli pada nya. Aku tidak begitu menggilai artis sih. Hanya saja, dalam cerita ku ini, aku men-cap diri ku itu aneh! Ya, semua ini berawal karena taemin.

Aku sudah 5 hari menjadi murid baru di chungdam. Yah masih seputar taemin. Jadi begini ceritanya….

Di kantin….

Aku sedang duduk menunggu chun ah dan han wu mengambil makanan sekaligus menjaga meja agar tidak direbut orang. Dan mereka lama sekali.

Tiba-tiba seseorang datang menghampiri meja ku. ia sendirian. Ketika aku mendongak ke atas, di situ aku melihat taemin berdiri di hadapanku. Alamak, mau ngapain dia?

Taemin: hai, boleh duduk disini jika kau tidak keberatan? Masalahnya meja lain sudah penuh, boleh tidak?

Wew, formal sekali bahasa-nya. Aku hanya mengangguk dan mempersilahkannya duduk dengan agak terpaksa. Aish, aku tidak suka ada orang yang tidak ku kenal duduk satu meja denganku. Tapi kalau tidak begini, cerita ini tidak akan terjadi.

Aku dan taemin saling berdiam diri. Kalau taemin sih sedang memainkan ponselnya. Dan aku masih menunggu kedua bocah itu. chun ah dan han wu. Pasti chun ah dan han wu akan berteriak dan kegirangan kalau taemin duduk satu meja dengan kami. Lagipula, mereka lama sekali. Sedang apa sih? Buang air dulu ya?!

Tiba-tiba seseorang berteriak pada taemin. Sepertinya, temannya.

Temannya: taemin! Disini saja! masih ada yang kosong…..

Taemin menoleh pada teman-temannya.

Taemin: ya! Aku kesana.

Ia mengangkat nampan makanan miliknya. Sebelum ia pergi, ia terhenti dan mengatakan sesuatu pada ku.

Taemin: ng, maaf ya. Aku pindah meja dulu, ng… siapa namamu?

Aku: hah? Nia.

Taemin: oh, aku pindah meja dulu ya, nia. Terima kasih.

Ia tersenyum pada ku. Wah, ternyata orangnya ramah. Ia pun pergi meninggalkanku. Seiringan dengan itu, kedua bocah datang.

Chun ah: AAAAA~HH!!!  Kyunha BABO!

Han wu: BABO! BABO!! BABOO!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!!!!!!!!~~~~~ kenapa tidak kau tahan diaaaaa~ haaaaaaa~~~??????!!!!!!

Aku tidak mendengar mereka mengomel-ngomel sendiri. Aku asik dalam lamunan ku sendiri. Lamunan apakah ituuu??? Bukan nglan-jor kok. Aku melamun karena senyuman taemin yang ia tunjukkan pada ku. Sekarang aku tau dan merasa bersalah. Aku tau mengapa taemin di puja-puja dan merasa bersalah mengapa tidak dari dulu aku mengidolakannya. Daaaaaaaaan, dimulailah perjalanan ku.

Setelah hari itu berlalu, aku mulai mengajak chun ah dan han wu mengantarku untuk membeli apapun yang berhubungan dengan shinee, terutama taemin. Mereka sampai bingung dengan apa yang terjadi denganku. Aku juga tidak pernah absen sekolah meski aku dalam keadaan sakit, hanya untuk melihat taemin. Tetapi taemin justru jarang masuk karena ia sibuk syuting atau apa pun itu-lah kerjaan artis. Aku sering menjadi stalker-nya diam-diam. Terkadang juga, aku menangis ketika kakak kelas sering menyakitinya. Tetapi aku hanya lah salah satu penggemarnya dari sekian juta orang yang menyukai nya. Aku tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anak-anak chungdam lainnya yang juga sangat tergila-gila padanya. Aku sering sampai-sampai bolos pelajaran demi melihat taemin yang sedang dalam pelajaran olahraga. Aku sering menyemangatinya tetapi ia tidak pernah sekalipun melihatku. Yah, para penggemarnya yang lain tentu lebih getol dari ku yang hanya berlaku biasa-biasa saja.

Ketika hari valentine datang, aku juga ingin menyelipkan coklat buatan ku kedalam tas atau ke kolong mejanya, tetapi tidak jadi karena seluruh tempat telah penuh dengan pemberian coklat dari anak-anak lain. Selalu saja aku melamunkan senyumannya waktu itu kepada ku di saat aku pergi kesekolah, disekolah, saat pelajaran, pulang sekolah, dijalanan, dirumah, dikamar, sedang mandi, sedang makan, seterusnya sampai itu terulang lagi. Dikamar ku pun yang tadinya bersih dan kosong melompong, kini penuh dengan poster shinee dan berserakan majalah-majalah tentang mereka. Disetiap harinya juga, aku hanya mendengarkan lagu-lagu shinee dan memotong suara taemin di salah satu lagu dan menjadikannya nada dering ponselku. Berlebihan ya? Tetapi itu-lah diri ku saat ini yang sedang tergila-gila dengannya, Lee Taemin.

Chun ah: ayolaah….. kalau tidak dicoba, mau sampai kapan kau seperti ini haaa?? Ayoooo……

Chun ah menarik-narik tangan ku.

Han wu: ayooooo kyunha! Keburu dia pergi….. ayoo!

Chun ah: ah! Kau ini! cepaat….!

Aku: aah, tidak mau ah! Aku tidak mauu….

Han wu: lama niih….

2 bocah tukang pemaksa ini berhasil membawa ku kehadapan taemin. Mereka memaksa agar aku bisa menyapa taemin.

Chun ah: hai taemin!

Han wu tidak mau ketinggalan.

Han wu: hai taemin!!

Keadaan hening sesaat. Chun ah dan han wu menengok kebelakang dan melihat ku diam menunduk. Chun ah terlihat bingung.

Chun ah: ng…. *berbisik* kyunha! Sapa dia!

Aku tetap menunduk. Sial, aku hampir menangis sangking gugupnya. Han wu menyenggolku. Semuanya melihat kearahku. Menunggu untuk berbuat sesuatu. HAH, AKU BELUM SIAP!

Aku pun berlari pergi dan buyar lah semua. Seketika, semua yang melihat meledakkan tawa mereka. Chun ah dan han wu hanya menggeleng sambil menepuk jidat masing-masing.

Begitulah diri ku. Aku selalu tidak berhasil walau hanya ingin menyapa nya saja. Padahal semuanya bisa menyapa dan ngobrol dengan taemin. Tapi mengapa aku tidak? Aku harus berani. Sudah ku putuskan, sebelum aku lulus sia-sia dari chungdam, aku harus bisa MENYAPA TAEMIN. HWAITING, KYUNHA!!!

Di kelas…

Pak guru: kalian sudah kelas 3 jadi akan mendapat tambahan belajar mulai dari sekarang…

Seluruh kelas ribut akan keputusan sekolah yang mempercepat pelaksanaan bimbel.

Pak guru: sssstt…. Sudah-sudah! pokonya kalian memulainya sehabis pulang sekolah hari ini. jangan ada yang telat. Ini jadwal mata pelajarannya dan…. Ini daftar dikelas mana kalian masuk….

Semua anak maju ke depan kelas untuk melihat.

Chun ah: huuuh, kita sekelas tidak ya?

Han wu: Lihatnya nanti saja ah, malas.

Tiba-tiba saja seorang anak perempuan berteriak memekik.

Dia: KYAAAA!! AKU SATU KELAS DENGAN TAEMIIIIN!!!!! Hahahahahahaha…….

Astaga, sepertinya ia bahagia sekali.

Chun ah: hah??? Mana? Mana???

Han wu: aku juga mau lihaaat…..

Aku panik sendiri tetapi tetap diam saja. aku akan lihat nanti. Lagipula, kecil kemungkinan aku bisa sekelas dengan taemin.

Chun ah: AH!

Han wu: AH!

Mereka bereaksi sama ketika melihat daftar tersebut. Dan tidak diduga sama sekali, mereka menyatakan sesuatu yang membuat jantung ku hampir copot!

Chun ah dan han wu bersama-sama mengatakan dengan mimik terkejut,

Chun ah & Han wu: kyunha, kau SEKELAS DENGAN TAEMIN!!!

Aku? Serius aku?

Badan ku mendadak lemas seketika dan tak mampu berkata apapun.

Kelas bimbel dimulai. Aku bahagia. Sangat bahagia hingga ingin menggantung diri ku. aku sekelas sama taemin walaupun aku duduk di pojok belakang samping paling kiri dan taemin duduk di pojok depan samping paling kanan *menyedihkan*

Dan aku? aku harus mempergunakan kesempatan ini! Harus!

Lalu apa? jangkrik pun bernyanyi.

Aku tidak berhasil sama sekali menyapa taemin. Hari-hari ku di chungdam lewat dengan sangat sia-sia hingga kami lulus.

Pembagian rapot jatuh pada hari ini. Aku dan ibu ku datang untuk mengambil rapot ku. sembari menunggu panggilan dari wali kelas, aku ngobrol dengan ibu tentang tes ujian masuk perguruan tinggi.

Pak guru: Go Kyunha!

Nama ku pun dipanggil. Ibu maju kedepan dan aku bilang padanya, aku menunggu disini saja. Tiba-tiba seseorang datang dan duduk disampingku. Sepertinya menunggu giliran dipanggil. Aku pun mengangkat muka ku dan menyapa nya.

Aku: Hallo….

Dia hanya tersenyum.

Senyumannya. Senyuman yang selama ini membuat ku menderita sekaligus merasa senang dan beruntung. Senyuman dari seorang Lee Taemin.

Ibu menghampiri ku dan mengajakku pulang. Aku menunduk tanda pamit ke taemin. Ia membalasnya.

Taemin: sampai ketemu.

Ditengah perjalanan pulang, aku tidak bisa berhenti tersenyum. Tuhan memang sangat adil. Ia memberiku kesempatan bisa berdekatan dengan taemin walau hanya sesaat dan di akhir aku menginjakkan kaki di chungdam.

Terlebih lagi, aku berhasil bisa menyapanya.

Aku: HALLO!! HALLO!! Haloo…. Ah, tidak…. Tadi bukan begitu! Tadi itu sempurnaaa~ huaaaaaa!!! I LOVE YOU, LEE TAEMIN!!!!!

Pekik ku sambil mencium-cium poster taemin. Saranghae… Saranghae…. Saranghae…. Taemin. I just wanna say “Hallo” to you, and I DID IT! HOOORRREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF