My Past Future – Part 8

Main Cast: Lee Donghae, Lee Jinki, Yuna

Support Cast: Jun, Gaeul

Chapter 1

Part 8

“Hey! Ada apa dengan suasana ini?” seru Chun Li tiba-tiba. “Apa?” Gaeul berpaling dari ponselnya. “Kalian berdua sedang ada masalah ya? Donghae duduk di ujung sana sedangkan Yuna duduk di ujung sini.”

“Yuna! Kalian berdua kenapa? Donghae! Ada apa dengan kalian berdua?”

“Oebseo (tidak ada).” Jawab Donghae singkat. “Kenapa kalian tidak duduk bersebelahan seperti kami?” Tanya Haeya. “Memangnya harus? Penting?” mereka langsung menyadari bahwa keduanya memiliki sebuah masalah.

“Baiklah-baiklah, terserah kalian saja.” Chun Li menyerah. Kini suasana di dalam mobil benar-benar sepi. “Jam berapa sekarang?”

“10 malam tuan muda.”

“Bus terakhir itu sampai jam berapa?”

“Setengah sebelas tuan.” Chun Li mengangguk. “Ini pasti akan seru… hentikan mobilnya!” seru Chun Li tiba-tiba membuat supir menginjak rem terkejut. “Dorong sekarang!” seru Chun Li lagi dan dengan cepat Gaeul juga Haeya membuka pintu mobil. Haeya yang duduk di sebelah Donghae cepat-cepat mendorongnya keluar lalu kembali menutup pintu. Begitu juga dengan Gaeul yang duduk di sebelah Yuna. “Cepat jalankan mobilnya!” supir menurut saja sebelum di pukul Chun Li jika melawan.

“Ya! Ya!” seru Donghae tiba-tiba kaca mobil terbuka dan muncul kepala Chun Li. “Selamat berjuang!! Perbaiki hubungan kalian!!!” kini van  itu sudah benar-benar jauh.. sangat jauh. “Sial!” erang Donghae kesal. Donghae berjalan menuju shelter bus tanpa mengajak Yuna yang masih berusaha bangun. Suasana yang benar-benar tidak enak, di tambah lagi Yuna tidak tahu jalan. ‘kenapa sunbae oppa jahat?’ pikir Yuna dalam hati lalu berjalan untuk duduk di tempat yang sama namun mereka duduk berjauhan. Tidak lama mereka menunggu sebuah bis datang, begitu pintu bis terbuka Donghae langsung masuk tanpa mengajak Yuna. Berfikir ini melewati shelter yang biasa ia lewati Yuna memilih untuk naik juga.

Donghae memilih untuk duduk di kursi depan sendirian, dengan kecewa Yuna memilih duduk di kursi yang berjarak 4 kursi dari pintu. Yuna hanya bisa memandangi Donghae dari belakang sambil berusaha menahan rasa sakit tangannya. Tanpa sengaja saat Gaeul mendorong Yuna, tangan Yuna tersangkut di jok. Karena tidak siap tangan kanannya menjadi tidak kuat menopang dirinya sehingga lututnya ikut tergores sedangkan lengan kanannya terluka lumayan parah.

***

Donghae bersiap-siap karena ia akan turun di pemberhentian berikutnya, begitu ia berbalik ia mendapati Yuna sedang tertidur. ‘Jika aku meninggalkan Yuna hanya karena cemburu maka aku bukan pacar yang baik.’ Tanpa pikir panjang lagi Donghae mendekati Yuna lalu menggendongnya di punggung.

‘Ya ampun… kenapa dia tidak bilang kalau tangannya terluka?’ pikir Donghae lalu mendudukkan Yuna di kursi tunggu. “Bhabo!” sembur Donghae begitu Yuna membuka matanya. “Kenapa kau tidak bilang kalau kau terluka?” omel Donghae, Yuna tertunduk dengan kesal. “Lihat! Luka ini lumayan parah! Bagaimana kalau nanti infeksi? Seharusnya kau bilang dari tadi!”

“Apa aku bisa bicara jika sunbae oppa sedingin itu? Tidak membantuku berdiri, berjalan sendiri dan duduk menjauhiku, tidak mengajakku naik bus, tidak bicara sepatah katapun bahkan tidak mau menoleh untuk melihat ku walaupun sedetik!” mata Yuna mulai berkaca-kaca. “Yuna aku..-“

“Memangnya enak di perlakukan seperti itu?! Aku tidak tahu jalan! Aku tidak bisa menghubungi siapa-siapa! Aku hanya berdua dengan pacarku tapi rasanya seperti berada di tengah hutan saat musim salju sendirian! Apa aku tidak kelihatan? Benar-benar tidak kelihatan! Bahkan pacar yang aku harapkan membelaku agar tidak melompat di bungee jumping membiarkan aku melompat! Memangnya salah kalau akhirnya aku melompat bersama Jun?!”

“Yuna..-“

“Kalau memang cemburu atau tidak suka bilang! Bukan begini caranya! Memangnya aku tidak tahu kalau pacarku cemburu? Aku tahu! Apakah aku harus menjauhi Jun hanya karena pacarku cemburu? Kalau pacarku seperti ini aku tidak akan mau menjauhi Jun. dalam suasana seperti tadi siapa yang bisa menemaniku kalau bukan Jun? setiap kau marah kau selalu diam! Bersikap dingin! Apa itu enak? Itu membuatku tidak nyaman! Lalu jika aku tidak punya Jun siapa yang bisa membuatku merasa lebih nyaman?!”

“Yuna dengarkan aku…-“

“Apa kau tidak memikirkan perasaanku? Ini baru hari pertama kita berkencan, kenapa seperti ini?!”

“Yuna dengar! Aku minta maaf.” Donghae langsung memeluk Yuna yang pipinya sudah sangat banjir dengar air mata. Akhirnya Yuna melepas tangisnya se-keras mungkin, 10 menit berlalu begitu saja dan kini tangis Yuna sudah mereda.

“Tunggu di sini, aku mau cari obat untuk lukamu.” Donghae berlari menuju puskesmas yang tadi di lalui bis. Tiba-tiba ponsel Yuna berdering.

“Yeoboseoyo cingu!!!” seru Yuna begitu menerima panggilan yang masuk.

“Bagaimana Yuna?” Tanya orang di seberang.

“Pwuahahaha!!! Berhasil!! 100%! Bwuahahaha aku sangat puas! Ucapkan terima kasihku pada oppa dan unnie. Tapi kau besok akan ku bunuh Gaeul!”

“Kenapa? Kan rencana kita berhasil.”

“Tapi kau itu melukai tanganku saat mendorong keluar!”

“Maaf… kalau begitu sekarang selamat berjuang! Sampai jumpa.”

“Sampai jumpa, terima kasih banyak!” tidak lama kemudian ponsel Yuna kembali berbunyi. “Yeoboseyo?”

“Yuna! Benar sudah baikan dengan Donghae?”

“Oh.. Chun Chu oppa. Iya, terima kasih banyak atas bantuannya.”

“Sama-sama. Lain kali kalau Donghae menjahilimu kau bilang padaku, aku akan membantumu membalasnya. Hati-hati.. dia benar-benar bocah jahil! Selamat yah atas keberhasilanmu! Oh ya… jangan buat Donghae cemburu lagi, aku tidak membantu!”

“Baiklah oppa. Terima kasih banyak, annyeong haseoyo.”

“Ne. Annyeong!” angin malam berhembus kencang membelai tubuh Yuna dengan cepat hingga bulu kuduknya berdiri. “Aduh dinginnya..” tiba-tiba Yuna merasa ada yang menyentuh punggungnya. Yuna berharap dan meyakinkan diri bahwa itu hanya perasaannya saja. Kejadian itu berulang sampai 3 kali dan yang keempat kalinya benar-benar ada yang menyentuh pundaknya. Dengan jantung berdegub cepat Yuna menoleh perlahan.

“AAAAAAAA!!!!!” jerit Yuna lalu dengan reflek Yuna memukul sesuatu yang tadi menyentuh pundaknya. “Agh!”

“Oh! Sunbae oppa… maafkan aku.” Yuna buru-buru membantu Donghae berdiri. “Aduh.. sakit sekali.” Donghae mengelus-elus kepalanya yang tadi di pukul Yuna. “Maaf.. aku tidak sengaja, lagi pula apa yang sunbae oppa lakukan?! Kenapa menakut-nakutiku?” sembur Yuna kesal dan tiba-tiba sebuah suara menyeramkan membuat Donghae dan Yuna terlonjak kaget. “Ya tuhan.. itu suara ponselku.” Sambil memegangi dadanya dengan tangan kanan, tangan kiri Donghae merogoh kantong mencari ponselnya.

“Umma.. ne.. ye.. natdoh..” Donghae kembali memasukkan ponselnya ke kantong. “Singkat sekali. Ibumu mencarimu ya?”

“Iya. Sini tanganmu.. biar aku obati dulu sebelum infeksi.” Yuna menurut, Donghae membersihkan lukanya lebih dulu. Tanpa sengaja ia menumpahkan alcohol di atas luka Yuna. “Ih aduh! Sakit!” reflek Yuna memukul Donghae. “Maaf.. kan tidak sengaja.” Ucap Donghae polos.

“Selesai!”

“Terima kasih.. tapi yang di lutut masih ada.”

“Ya ampun kau ini.. sini aku bersihkan.” Lagi-lagi Donghae menumpahkan alcohol di atas luka Yuna, kali ini sengaja dan lebih banyak. “Ahhh… sakit ck.. aduh!! Aahahaaa… sakit!” Yuna terus meringis sambil meremas baju Donghae, bahkan Yuna sampai meneteskan air mata karena perih. Sedangkan Donghae hanya cengengesan.

“Jahat banget sih! Shh.. aduh.. perih!”

“Maaf-maaf.. sebenarnya niatnya hanya sedikit tapi ternyata kebanyakan. Sangat perih yah?”

“Nanya lagi!”

“Kkkk~ maaf.. sini aku bersihkan lagi.” Setelah selesai mengobati kaki Yuna dan memberikan perban di lutut Yuna mereka melanjutkan perjalanan. “Seharusnya jangan di perban, kan hanya lecet. Lihat aku jadi sulit berjalan.”

“Ya sudah, aku gendong saja.” Dengan cepat Donghae menaikkan Yuna ke atas punggungnya. “Hahh.. memang dasar ini yang sunbae oppa inginkan. Ya kan? Mengaku saja.”

“Wah pacarku ini ternyata pintar yah…”

“Tidak juga.. kalau aku pintar mungkin aku tidak akan mau menajdi pacar sunbae oppa.” Ujar Yuna santai. “Mwo?? Mworagonya? Kau bilang apa barusan?”

“BERCANDA!” teriak Yuna tepat di telinga Donghae. “Ah! Telingaku.. kau turun saja deh!”

“Ya sudah.. tidak apa-apa.” Yuna berusaha turun. “Eh tidak-tidak.. aku hanya bercanda. Aku bahkan tidak akan membiarkanmu turun walaupun sudah sampai di rumahmu.”

“Benarkah? Aku pegang ucapanmu.”

“Ihhh aku kan hanya meng-gombal saja.. kau tidak bisa di ajak bercanda ya?”

“Stop gombal warming! Aku tidak mempan tahu! Kalau tiba-tiba jadi berat berarti aku tidur yah.”

“Kau sudah mengantuk? Masa aku jalan sendirian. Kan seram.” Tidak ada jawaban. “Hey.. Yuna.. Yuna!” masih tidak ada jawaban. Donghae menunduk lalu mengendus panjang.

&&&

~Yuna Pov~

Hari ini.. tepat di tanggal 25 hubunganku dengan Donghae oppa sudah berjalan selama 1 bulan. Tepat hari ini pula ada sebuah tournament di SMA oppa, jadi aku dan Gaeul akan datang ke SMA-nya. Aku akan membawakan makan siang untuk Donghae oppa karena oppa juga ikut tournament.

“Sunbae oppa! Sebentar lagi aku akan berangkat, nanti aku tunggu di taman sekolah yah!”

“Ne… sebentar lagi aku akan bertanding, doakan tim kami menang yah!”

“Tentu saja! Hati-hati, siapa yang tahu kalau musuhnya akan main kasar.”

“Baiklah, aku akan hati-hati. Sampai jumpa… Saranghaeyo.”

“Natdoh! Bye.” Aku menutup ponselku dan kembali menyiapkan bekalnya. Khusus untuk Donghae oppa aku akan memasak dengan tanganku dan ini hasilnya. Aku sudah meminta beberapa pelayan untuk mencicipi dan mereka bilang enak.

“Jun! Hari ini aku akan pergi sendiri. Kau di rumah saja, beristirahat! Nanti aku akan menelepon jika sudah mau pulang. Ok?”

“Baiklah nona.” Jun membuka pintu mobil untuk-ku. “Ke sekolah ya pak.” Supir langsung tancap gas dan kami memulai perjalanan menuju ke SMA Soanhwa. Setibanya kami di SMA Soanhwa, sekolah tersebut sangat ramai. Berbagai macam poster terpajang di mading sekolah, banyak banner yang di pajang juga banyak kios-kios yang berdiri. Sekolah ini terlihat sangat penuh, dalam waktu satu hari sekolah bintang lima berubah jadi sekolah kaki lima. Ramai sekali!

“Gaeul-ah.. ada dimana sekarang?”

“Aku ada urursan sebentar, nanti aku hubungin kalau sudah dekat yah!”

“Ok. Kalau begitu aku menunggu sendirian.”

“Maaf. Sampai ketemu nanti!”

“Bye.” Aku menutup ponselku. Sudah hampir jam makan siang, aku memutuskan untuk langsung menunggu Donghae oppa di taman sekolah. Memandangi orang berlalu lalang, kakak kelas yang asik mengobrol, sekumpulan klub baseball berjalan menuju lapangan sangat asik.

10 menit… 15 menit… 30 menit… 45 menit… 55 menit… aku semakin lelah menunggu. Ternyata menunggu itu tidak enak, aku memutuskan untuk menghubungi ponsel Donghae oppa.

“Oh Yuna-ah.. maaf, aku ada urusan. Sebentar lagi aku datang, maaf yah.. aku beanr-benar minta maaf.” Aku menghela nafas panjang dan memutuskan hubungan. Yah.. seperti tadi, sekarang sudah jam 2 tapi Donghae oppa tidak kunjung datang. Sepertinya aku harus mencarinya, sekalian membeli minum.. aku sangat haus.

Aku hendak bangkit dari dudukku, namun aku mengurungkan niatku. Bagaimana kalau nanti Donghae oppa datang? Aku berfikir sejenak. Aku akan meninggalkan kotak bekal ini di sini dengan secarik kertas bertuliskan : ‘hubungi aku kalau sunbae oppa menemukan kotak bekal ini. Aku mencari minuman dan aku juga mencari sunbae oppa. Aku lelah menunggu dari tadi.’

“Mari kita lihat apa yang menarik di sini.” Aku berjalan melewati stan-stan yang berdiri sambil sesekali mampir dan melihat-lihat. Hingga sesuatu menarik perhatianku.. bukan membuatku kagum tapi membuatku panas.

Selama 2 jam aku menunggu di taman dan sekarang aku melihat Donghae oppa sedang ngobrol berdua dengan seorang gadis yang tidak bisa di bilang jelek! Rambutnya panjang dan bergelombang warna hitam kelam. Mereka duduk dengan jarak yang tidak bisa di bilang jauh! Gadis itu duduk menghadap Donghae oppa, lututnya bersentuhan dengan lutut Donghae oppa yang juga duduk menyerong menghadap gadis itu. Ingin sekali aku menghampiri mereka dan menarik rambut gadis itu, tapi dia pasti satu angkatan dengan oppa. Aku tidak mungkin melawan anak kelas 1 SMA, yang benar saja!

Aku berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi dalam hidupku. Setiap aku membaca novel, kejadian seperti ini seringkali ada. Apakah aku sedang hidup di dunia novel? Sepertinya duniaku di penuhi mimpi!

Dengan kesal bercampur lelah dan kecewa aku pergi menjauhi mereka. “Jemput aku sekarang di tempat tadi aku turun!” perintahku begitu telepon di angkat. “Kenapa cepat sekali agassi? Apakah anda sudah selesai?”

“Jangan banyak tanya! Jemput aku sekarang!” aku langsung mematikan ponselku. Sepertinya melihat laki-laki dan perempuan yang sedang berbincang dengan mesra akan membuatku semakin panas! Aku memilih untuk melewati jalan belakang gedung. Aku berjalan sambil menunduk, apa gadis itu akan menjadi orang ketiga? Pertanyaan itu terus mengiang di kepalaku hingga seseorang menghalangi jalanku.

“Wow… ada gadis cantik rupanya. Apa yang kau lakukan di sini?” aku mendongak dan terkejut begitu melihat segerombolan laki-laki menghisap rokok berdiri di depanku. Mereka menggunakan seragam, tapi aku yakin mereka bukan murid sekolah ini. Aku melangkah mundur, aku membuat ancang-ancang untuk kabur. “Sepertinya umurmu masih di bawah 15 tahun. Pasti akan sangat menyenangkan kalau kau bisa menikmati kebebasan dunia bersama kami.” Salah satu dari mereka hendak menarik tanganku tapi aku lebih cepat satu langkah sehingga aku berhasil menepis tangannya.

“Jangan buat kami memaksamu untuk bergabung, pikirkan lah. Kalau kau menolak maka kami akan menyeretmu ikut dengan kami, tapi kalau kau menerima dengan senang hati kami akan meladeni.” Aku mengambil langkah mundur yang lebar namun sesuatu di belakangku menahan langkahku.

“Hentikan! Jangan buat dia takut! Hidup kalian sangat tidak berguna! Sebentar lagi perlombaan akan di mulai!” sesuatu di belakangku itu rupanya seorang laki-laki, setelah mengucapkan kalimat tadi orang tersebut langsung menarikku pergi dari tempat tersebut. Setelah kami sudah agak jauh dari tempat tersebut laki-laki itu melepaskan lenganku.

“Tenanglah, mereka sebenarnya tidak berniat jahat. Kalaupun kau menolak mereka tidak akan menyeret atau membunuhmu, mereka hanya senang membuat olah dan menakuti gadis-gadis.”

“Terima kasih sunbae.”

“Sama-sama. Kau pacarnya Donghae kan? Kenapa kau tidak bersamanya?” aku kembali merasa panas mendengar nama itu. “Aku ingin pulang saja. Aku tidak mau bertemu dengannya.”

Kami berjalan dalam diam hingga seseorang menyerukan namaku. Rupanya itu Donghae.. oppa. “Yuna. Dari mana saja kau? Aku mencarimu dari tadi.” Benarkah? Aku tidak percaya. “Sunbae terima kasih banyak.” Aku membungkuk pada laki-laki tadi lalu aku melengos pergi tanpa memperdulikan Donghae.

“Yuna. Kau kenapa?” dengan cepat aku menarik kembali lenganku dan menatap Donghae oppa dengan kesal. Aku berjalan pergi menjauhi Donghae, gara-gara melihat wajahnya aku jadi lupa di mana tadi aku turun. Aku mencari jalan dan berusaha mengingat di mana tadi aku turun.

“Agassi!” aku menoleh. Nah! Itu dia, dengan cepat aku masuk ke dalam mobil. “Cepat jalan!” aku menutup kaca pembatas antara supir dan penumpang sehingga mereka tidak dapat melihat apa yang aku lakukan. Kenapa menyebalkan sekali sih orang itu!!! Ingin sekali aku menjerit dengan keras.

&&&

~Donghae Pov~

Tatapan itu, untuk pertama kalinya aku melihat tatapan lembut Yuna berubah jadi sangat tajam, dingin, penuh kebencian.. benar-benar menyeramkan. Tubuhku serasa membeku begitu ia menatapku dengan matanya, aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi yang lebih aku tidak mengerti kenapa pacarku memiliki tatapan semacam itu? Aku pikir dia gadis dengan tatapan hangat, lembut dan keibuan… aku tidak menyangka bahwa tatapannya bisa berubah.

Tidak! Aku tidak bermaksud bilang bahwa aku menyesal atau salah memilih, hanya saja itu membuatku terkejut. “Jaga sikapmu karena kau sudah punya pacar!” aku menoleh pada Siwon, setelah mengucapkan kalimat itu dia pergi meninggalkanku. Sekarang apa yang bisa aku lakukan? Aku berjalan menyusuri jalan menuju ke taman tempat kami janjian. Aku jadi merasa bersalah walaupun aku tidak tahu apa salahku. Sesuatu menarik perhatianku, keranjang berukuran sedang warna coklat. Aku mendekati keranjang itu.

Ada sebuah memo di atasnya. Ini! Milik Yuna. “Dia pasti melihatmu bersama gadis lain.” Dia lagi… Siwon sedang duduk di salah satu bangku taman dengan kameranya. Tunggu… gadis lain? Tadi dia mencariku dan Siwon bilang Yuna melihatku dengan gadis lain?

Oh tidak! Dia pasti salah sangka! Dengan cepat aku berlari dengan keranjang milik Yuna. Aku kembali ke tempat tadi aku bertemu Yuna dan kembali berlari melalui jalan yang tadi juga di lalui Yuna. Ah! Itu dia.. tunggu! Yuna tunggu! Jangan pergi dulu! Pintu mobil tertutup.. dengan cepat aku berlari mengejarnya.

“Yuna!! Yuna!! Tunggu! Yuna!”

Continued…

***

By : Lana & Karlie

Lana

This FF/post has made by Lana and has claim by her signature.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

30 thoughts on “My Past Future – Part 8”

  1. aaaaaaaaaaa klo diperhatiin ni hubungan donghae dan yuna penuh dengan rasa cemburu ya?hehe
    come on guys, trust each other lah..
    *Donghae n Yuna: Storm BERISIK!! (sambil melotot)
    hahaha..

    nice..nice..i even feel the moment..
    scene donghae lari nyari obat buat Yuna sweet bgtttttt…^^

    nice..nice..^^

  2. deuh,berantem lagiiiii….kkk! bittersweet bgt hub donghae sm yuna. ayo donghae,kejar mobilnya!
    nice dah buat karlie n lana.
    lanjut!

  3. Baru baikan kaaan..
    Kok berantem lagi…
    Kemaren donghae yang cemburu..
    Eh sekarang gantian yuna yg salah paham..
    Beeeeuuh..
    Udah bang donghae, putusin yuna aja.. Trus kamu sm aku deeh..
    Hahaaa..
    ^^
    Btw aku seneng bgd scene yang waktu donghae nyari obat buat yuna..
    Haha..
    ^^
    Terusanya laan, tak lama lama yoo..
    Ga sabar mau liat jinki di ff ini..
    ^^

  4. ya ampun yunhae couple ini cemburu cemburan terus ya….
    ittu siapa cewek yang deket2 donghae??
    ayolahh nanti akhirnya jangan bikin mereka berdua pisah yaa,,
    cuz akku suka yunhae couple….

    oia ngomong2 yuna=lana bukan ??

    lanjutannya jangan lama2 yaa lana and karlie eonni 🙂

  5. @Storm : WUUUAAAHH DIRIMU FIRSSTTTT !!!!
    xixixixi… gomawoooo… ^^
    ahh masa sih bagian itu so sweet??? menurutku norak.. kkkk
    @Eci: Xxixixixiixixi…
    harap maklum yah.. aku sama Donghae emang rada gimanaaaaa gitu.. wkwkwk *Onew: LAAANNNAAA !!!**Aku: Maap ndoro gusti*
    @Wiga: Pwuahahahahha.. si Onn mah ade-ade aje daahhh…
    Inget tunangan onn ingeeetttt…. jangan selingkuh sama Donghae ku… *Onew: Iiighh Lanaaaa!!!* *Aku: Nywun Sewu ndoro.. ndak lagi deh…**sujud di kaki Nyunyu*
    @Resty: Wekekekee…. takutnya kalo panjang jadi ngebosenin onn.. xixixixi..
    @Mincha: Buseeetttt.. pendek bet daahhh
    @Fathia: Emang lo belon baca Fath dulu?? Apa jangan2 basa-basi doang?? T.T
    @Yoora: wkwkwk~ gila nih bocah atu… kkk
    @Thia: Thiaaaaaaaaa !!!! Xixixixixiixi…
    ahhh kamu tahu aja … xxiixxi..
    dulu Yuna emang aku.. tapi semenjak ada Onew *halah.. wkwkwk* Aku Yuna nya di chapter 2 ajeeehhh
    wuuuaaahhh dibikinin nama cuople nya.. kkkkk

    GOMAWO SEMUA YANG SUDAH DENGAN RELA HATI KOMEN DI FF GAK PENTING INI..
    huhuhuhuhu

  6. wwah brtgkr lgi…
    eh jinki ny kok gak keluar onn…
    soalny aq juga gak tw jinki jdi apa disini…
    ehhehe..tpi aq suka part ini.
    yuna klo ngamuk nakutin juga yya..hheheeh
    lnjut yya onn

  7. @Toofu: Ehehehehe… sabar-sabar…
    Akang Nyunyu out nya sebentar lagi kok.. hihihi..
    ini udah part 8… sedikit lagiii tenanggg… kekee
    @Nina: Ekekeke di sini sekarang yg cemburu kan Yuna onn… bukan A’a Dongdong =,= *reader: lo kira kedongdong?!*
    @ChanChan: Akhaahahahaha… hanya dirimu yang merindukan Jun…
    xixixiixixxi…. kok bisa sih kangen Jun??? kkkk
    @Dhikae: BIar seru… kkkk… kalo gak cemburuan kan gak asiikkk
    @Novi: Nanti onn akurnya kalo udah aku restuin… wkwkwk~ *Onew: LANAAA!!!!* *Aku: Iyaa.. ampun lagi ndoro.. ampuuunnn*
    @Ayumi: AYUMIIIII VAZA !!!! KEMANA SAJA DIRIMU SELAMA INI NAAAKKK???!!!!!

    1. Ampun, ampun, nyak ..
      Aye habis di sandera sama taemin *ngarep* ..

      Back to reality :
      Hwaa, Lanaa onn ..
      Lama tak berjumpa ..
      Vaza habis dari asrama, onn ..
      1 bulan gak boleh ngubungin dunia luar, tapi sekarang sudah bebas ..
      Hwahaha *tawa kebebasan* ..

  8. hola holaaaa Lana onnie~ hehe ini pertama kalinya aku mampir ke FF ini deh..*Lana onnie: kemane aje lu? aku:-__-*

    huaaaa itu baru baikan masa marahan lagi sih? hadooooh plis deh Yuna cemburuan nih..*Yuna: siape elu-__-*
    yuk mari abang Hae dikejar mobilnya~ wkwkwk

    ayo lanjut onn~ XD

  9. oalaaaaaaaahhh, cemburuan gini nih dua2 nya
    yuna nya sama kaya saya, donghae nya kaya jagiya ku yg asli *apadeh* kkkkkk
    tapi itu cewe siapa sihhh???
    jangan2 abis ini ada pihak ketiga lagi!! *hadeeeh, sok tau reader yg satu ini*

    niiiiiiiiiice ^^

  10. brantem..
    baekan..
    brantem..
    baekan..
    hadoh..
    hae!!yuna!!
    kpan niy brenti brantem’y baekan’y z yg g ush d brentiin *apaan siy?

    kuq c siwon tiba2 muncul?*cameo?

    lanjut!!
    asap..asap

  11. aissh kmaren aku komen dsni trnyta g masuk -.- yaa! itu cewek yg sma donghae siapa? et ada2 aja si donghae mah udah baean jg XDD yawis dtnggu part slnjutnya ^^

  12. Wuaaahhh sungguh baik sekali kalian mau komen di FF gapen ini.. huhuhu ~ terharuuuu *ngelap ingus*

    @Finka: Hwuuuaaa dirimu baru bacaaa??? Kemana sajo kemariiiinnn???
    Ya tuhhhaaannn….
    @Dhee: Wkwkwkwkwkwk……
    ohhh jadi Dhee onn sama jagiya nya cemburuan gitu yaaaa???
    Banyak belajar dari Yunhae yak !!! Wekekeke
    @Cha: Wush wush wush.. aku juga kesel mereka berdua berantem melulu….
    Ngehehehehe..
    Iya.. Siwon cameo doang.. wkwkwk *plaakkk* *digampar bini Siwon*
    @O-Shin : Wikikikiki… yang sabar yah buuu..
    tapi aku liat di spam komenmu memang tak adeeeuuu ^^

  13. sadisss gaeul, si yuna mpe bedarah-darah gitu..tapi gpp lah sadiss dikit demi kebaikan….yaaah yuna nya salah paham…my prince ikan…sabar yaaa 😀

    nice nice ff

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s