He Still My Boyfriend – Part 1

He Still My Boyfriend?

(PART I )

Author : Oktria

MAIN CAST :

SHIN EUN KYO(YOU)

CHOI MIN HO
CHOI JIN RI (SULLI)

MINOR CAST :

LEE TAE MIN

KIM KI BUM (KEY)

LENGHT : Chaptered

 

7-04-2010

 

Akh… aku iri dengan kakak-kakaku seenaknya saja mereka meninggalkan aku sendirian di rumah saat malam minggu. Andai, aku punya pacar pasti sekarang aku tidak kesepian. Tunggu pacar? Aku tidak punya tapi entahlah. Menurut kalian apakah aku masih bisa dikatakan punya pacar?

 

FLASH BACK

 

5-02-2005

 

Soo kyung-ah,apakah namja yang bernama ki bum itu menduakanmu?

 

Hanya satu sms dari Min Ho oppa membuatku kaget. Bagaimana dia tau? Apa mungkin Jin ri yang memberitahunya? Tapi aku kan tidak terlalu dekat dengannya,bisa dibilang kami jauh. Dia menganggap aku musuhnya karena dia mengira aku merebut namja-chingunya lee taemin. Taemin itu teman dekatku,bisa dibilang kami sahabat. Aku heran kenapa jin ri begitu cemburu?

 

Ne oppa. Bagaimana kau bisa tau?

 

Aku tidak bisa berbohong darinya. Entah kenapa aku merasa sangat tenang telah bercerita padanya padahal kami tidak pernah bertemu. Choi min ho nama namja itu dan kalian tau dia adalah kakak dari choi jin ri,eh? Dia dulu bilang kalau aku telah menyakiti hati adiknya,tapi entah kenapa dia malah lebih mementingkan diriku daripada adiknya.

 

Apa kau butuh teman untuk curhat? Aku akan menelpon mu dan angkat telfonmu,jika tidak aku akan menculikmu.

 

Aku tidak mau diculik oleh namja babo sepertimu oppa.

Apa kau bilang aku babo?

Aku akan menelponmu.

Baru aku selesai membaca sms darinya,dia benar-benar menelponku. Ottohkae? Aku bingung ini pertama kalinya aku berbicara langsung dengannya. Hatiku bilang angkat,tapi pikiranku bilang jangan? Aku menyerah,akhirnya aku mengikuti kata hatiku  untuk mengangkat telponnya.

 

”yoeboseyo oppa”

”aku kira kau tidak mengangkat teleponku” bukannya membalas salamku dia malah langsung bicara. Suaranya, sangat indah, berat ,aku jadi ingin bertemu dengannya. Aiiihhh,,kau ini apa-apaan soo kyung ,ingat dia adalah kakak dari jin ri.

”aku tidak mau diculik oleh namja babo seperti oppa”

”haaaahhh,,aku tau kau sedih. Jadi jangan bercanda. Cepat ceritakan” ternyata dia tipe orang yang tidak sabaran ya? Haaahhh…

”baiklah…………………………….” aku menceritakan semuanya pada min ho oppa. Entah kenapa aku merasa tenang,aku ingin setiap hari mendengar suaranya.

”soo kyung-ah” dia berhasil membuatku bangun dari lamunanku.

”ne..oppa.”

”aku tau ini terlalu cepat bahkan kita tidak pernah bertemu. Tapi maukah kau menjadi yeoja chinguku?”

OMO.. aku tidak pernah menyangka akan datangnya hari ini. Aku baru saja putus cinta tapi sekarang aku malah ditembak oleh seorang  yang sama sekali belum pernah aku temui. Ottohkae?

”ne oppa. Aku mau” ya akhirnya aku menerima cintanya. Tapi apakah tidak apa-apa jika aku menerima cintanya? Padahal aku belum pernah bertemu dengannya.

Sehari setelah aku menerima cintanya. Aku berniat jalan-jalan ke taman,tapi sepertinya nasib baik sedang tidak berpihak padaku. Hp ku hilang,ottohkae? Aku jadi tak bisa berhubungan lagi dengannya.

 

END OF FLASH BACK

 

Menurut kalian bagaimana apakah aku masih mempunyai pacar? Aku tidak tau,sampai sekarang aku bingung. Setelah kehilangan handphoneku dan aku lulus dari SMP aku benar-benar kehilangan kontak dengannya. Padahal aku ingin menghubunginya,aku ingin bertanya pada jin ri tapi aku takut dia tidak menjawabnya. Oppa,aku ingin mendengar suaramu yang dapat menenangkan hatiku tapi dengan cerobohnya aku menghilangkan handphoneku. Padalah dengan handphone aku bisa berkomunikasi denganmu.

 

 

 

7-08-2010

 

Sudah 5 tahun aku hidup dengan status cintaku yang tidak jelas. Sekarang aku sudah menjadi mahasiswi di Syaini University,aku masuk jurusan Seni musik.

 

Haahh,,haruskah sekarang aku mencari pacar(lagi)? Tapi aku bingung dengan status cintaku yang jelas. arrrrrrgggghhhhh…. adakah yang dapat membantuku?

 

Saat aku sedang berjalan di koridor aku tidak sengaja bertemu dengan jin ri. What,jin ri ada disini apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menyapanya apakah pura-pura tidak melihat? Aku bingung >o<

 

Aiiissshhhh,,,babo kenapa kau masih berdiri disini soo kyung? Jadinya jin ri melihat dirimu kan? Aku masih sibuk merutuki diriku sendiri.

 

Aku ingin kabur tapi sepertinya telat Jin Ri semakin dekat denganku. Entah kenapa aku merasa takut pada Jin Ri padahal aku tidak punya salah( aku rasa).

 

 

Jin Ri POV

 

Aku merasa ada yang melihat kearahku dari tadi. Segera saja aku balik badan,dan apa yang aku lihat benar-benar membuatku kaget. Soo Kyung ada disini? Gadis yang menggantungkan status cinta oppaku.

 

Aiisssshhh,, aku bingung kenapa oppa masih mau menunggu gadis seperti soo kyung? Ah,mungkin ini saat yang tepat untuk bertanya padanya.

 

Sebelum dia kabur,entah kenapa dari wajahnya terlihat sangat ketakutan. Hahaha,,apakah aku sangat seram sehingga dia sangat ketakutan?

 

Dia tetap seperti dulu polos,babo tapi baik hati,eh? Kenapa aku malah memujinya? Bukankah harusnya aku marah?

 

”annyyeong”

 

”annyyeong jin ri.” sapanya dengan senyum manis. Aiiisshhh,pantas saja oppa tidak bisa lepas darinya kalau dia memiliki senyum yang manis.

 

”kau kuliah disini juga?” sepertinya dia berusaha mencairkan suasana diantara kami yang dingin dan sekeras es.

 

Soo Kyung POV

 

Yang tak aku inginkan benar-benar terjadi Jin Ri benar-benar menghampiriku. Dia menyapaku dan aku juga balas menyapanya.

 

”kau kuliah disini juga?” aku mencoba mencairkan suasana dengan kekuatan apiku(haah) dulu minho oppa bilang kalau aku mempunyai kekuatan api karena aku bisa mencairkan es yang sangat beku.

 

”ne,kau juga?”

 

”ne,kau mengambil jurusan apa?” aku sudah mencoba menggunakan kekuatanku tapi kenapa malah tidak mencair ya suasana diantara kami?

 

”seni musik” jawabnya singkat. Aiissshhh,,,ternyata dia lebih dingin dibandingkan dengan oppanya.

 

”wow,,sama denganku kalau begitu”

 

”soo kyung-ah bisakah aku berbicara denganmu?” great,sekarang dia berhasil membuatku hampir mati ketakutan tapi aku bingung apa yang aku takutkan.

 

”ne,baiklah”

 

Jin Ri POV

 

Baguslah dia tidak menolaknya aku mengajaknya ke cafe dekat kampus kami. Selama perjalanan kami hanya diam saja sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

 

Akhirnya kami sampai di cafe yang kami tuju,dia masih diam. Aigooo,,aku jadi tidak tega melihatnya seperti itu. Sebenarnya apa yang dia takutkan? Aku bingung sendiri.

 

Pelayan datang ke meja kami membawa sebuah menu.

 

”kau mau pesan apa?”

 

”hmmmm,,aku ingin ice cappucino saja ”

 

“baiklah ice cappucino satu dan ice coffee latte satu ”

 

“kau ini kenapa seperti orang ketakutan saja?”

 

Sepertinya dia kaget kenapa aku bisa tau tentang dia yang seperti orang ketakutan. Aigooo soo kyung apa kau lupa kalau dirimu mudah sekali dibaca.

 

”molla” jawabnya polos. Aku bingung dengan anak ini dia ini terlalu polos,pelupa,atau babo ?

 

”sudahlah semua terlihat dari wajahmu ceritakan saja padaku”

 

”jinjja?tapi kau janji jangan marah padaku jika aku mengatakannya tapi jangan tertawa dan menjitak kepalaku. Yaksok? Dia menyodorkan jari kelingkingnya dengan senang hati aku membalasnya

 

”jadi apa yang kau takutkan?” tanyaku to the point. Aku bingung dengan anak ini dia sangat mudah terbaca tapi jalan pikirannya sangat sulit dibaca itu kata oppaku.

 

”aku takut denganmu” jawabnya pela. Aigoooo,jadi dia takut denganku? Memangnya ada yang salah denganku?

 

”wae?”

 

Soo Kyung POV

 

”wae?”

”karena aku kira kau masih marah padaku karena taemin jadi aku takut denganmu” entah kenapa kata-kata itu keluar dari mulutku. Padahal aku tidak tau alasan sebenarnya aku takut bertemu dengannya.

 

”hahahahahahahahaha” dia tertawa padahal dia sudah janji tidak akan tertawa tapi kenapa malah tertawa.

 

”YA. Katanya kau tidak akan tertawa. Kau telah melanggar janji tauk” aku kesal dengannya padahal dia sudah janji tidak akan tertawa.

 

”aigoo,mianhae soo kyung-ah jadi kau takut karena hal itu?”

 

Aku mengangguk mantap tapi aku juga belum tau alasanku kenapa takut dengannya.

 

”dulu aku memang marah bahkan benci padamu. Karena aku merasa taemin sudah direbut olehmu.. Karena Taemin selalu bilang kau adalah sahabat yang mengerti dirimu

Dibandingkan dengan diriku yang jelas-jelas adalah yeoja-chingunya Taemin. Tapi aku sadar karena aku sudah terlalu cemburu”

 

Aku menghela nafas lega. Tapi entah kenapa aku merasa belum lega seutuhnya. Masih ada yang aku takuti. Tapi aku takut untuk menebak,takut tebakanku benar yaitu tentang oppanya Choi Min Ho. Oppa,taukah aku takut sekarang tapi aku bingung apa yang aku takuti.

 

”katanya ada yang ingin kau bicarakan padaku?” aku juga membalasnya dengan pertanyaan yang to the point.

 

Jin Ri POV

 

Jadi hanya karena itu yang Soo Kyung takutkan? Hanya karena namja bernama Lee Tae Min yang entah pergi kemana. Kabar yang terakhir aku dengar dia bersekolah di SMA yang sama dengan Soo Kyung bahkan sekelas.

 

”katanya ada yang mau kau bicarakan padaku?” tanyanya dengan wajah penasaran ini karena namja bernama Tae Min. Aku jadi lupa dengan niatku untuk berbicara tentang oppaku.

 

”ini tentang…..”

 

 

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

Real Love – Part 1

Real Love part 1

Title                  :           Real Love part 1

Author :           Syarah Song Yunita

Main cast         :           Lee Taemin aka Taemin

Me aka Song Sarang

Cho Kyuhyun aka Kyuhyun

Other Cast       :           ALL SHINee Member

Yang lainnya liat sendiri aja deh

Genre               :           Romance, Friendship, School life

Rating               :           PG13

Length              :           series 1 / ?

Lanjut ke cerita

Song Sarang POV

Aku benci cinta, aku benci cowok, aku benci punya teman kalau akhirnya mereka malah meninggalkanku.

Aku song sarang aku bersekolah di kangnam high school. Aku tidak mempunyai teman sama sekali dan sekarang aku hanya mempunyai satu sahabat cowok bernama cho kyuhyun, ya aku memang benci pada cowok tapi kyuhyun adalah satu-satunya cowok yang ku percaya dalam kehidupanku. Aku tinggal sendirian di apartemenku, ibuku masuk rumah sakit jiwa karena ditinggal ayahku demi seorang wanita jalang. Teman-temanku menjauhiku karena tau ibuku berada di rumah sakit jiwa.

“maaf sarang kau harus dikeluarkan dari sekolah ini, perbuatanmu itu sangat tidak terpuji dan sudah sangat tidak bisa dipertahankan” ucap shin sonsaengnim, aku yang mendengarkan hanya bisa menundukan kepala.

“tapi itu bukan salahku, dia duluan yang cari masalah denganku” ucapku mengelak

Flashback on

“YAA! Kau yang ada disana kemari” ucap seorang yoeja sambil menunjuk ku, aku tau dia adalah tiffany anak tingkat 3 lebih tua setahun daripada ku.

“ada apa?” tanyaku cuek saat sudah dihadapannya

“aisshh kau tidak tau kau ini hoobaeku, jadi seharusnya jika kami lewat di depanmu kau memberi hormat ke kami” ucapnya panjang lebar yah memang sekolah ini senioritas sangat tinggi apalagi dikalangan para yoeja

“…” aku hanya diam, malas berurusan dengannya. Dia terlihat emosi aku cuekin sampai akhirnya dia malah menamparku “apa kau tidak punya sopan santun nona?” lanjutku sambil meringis karena tamparannya yang sangat kuat itu.

“berbicara juga akhirnya” sahutnya dengan nada mengejek “hei anak orang gila, jangan dikira dengan sikap tak acuhmu itu aku akan takut denganmu” ucapnya lagi sambil memegang daguku dengan telunujknya. Aku mulai emosi, aku tidak suka kalau ada yang menjelek-jelekan ibuku apalagi sampai menyebutnya orang gila, ku kepalkan tanganku, lalu kupukul wajahnya. Kulihat setelah aku memukulnya dia terkulai tak berdaya dengan darah di sudut bibirnya. Aku kaget perlahan aku berjalan mundur dan akhirnya jatuh terduduk, aku tidak menyangka akan seperti ini.

Flashback off

“kau membuatnya masuk kerumah sakit dan sekarang sudah tidak ada tolerir lagi sekarang juga silahkan keluar dari ruangan saya” seru shin sonsaengnim.

“bagaimana?” Tanya kyuhyun sambil menggandengku ke kantin

“dikeluarkan” ucapku sambil terus menundukaan kepalaku

“hh, sudah kuduga, harusnya mereka mendengar penjelasanmu dulu” ucap kyuhyun. Kami duduk di bangku pojok kantin yang sepi

“sudah, tapi mereka tidak percaya” ucapku lirih, rasanya airmata ini sudah membendung di pelupuk mataku, aku menahannya agar tidak jatuh aku tidak amu membebani kyuhyun.

“menangislah” ucapnya seraya bisa membaca kondisiku. Akupun menangis dipelukannya, rasanya Tuhan begitu tidak adil terhadapku.

“jadi dimana kamu akan bersekolah” Tanya kyuhyun saat bermain ke apartemen ku

“seoul high school, kemari aku sudah mendaftar disana dan akhirnya diteriman dan mulai besok aku sudah bisa bersekolah disana” jawabku, kyuhyun hanya mengangguk kulihat wajahnya berubah jadi serius “ada apa?” tanyaku saat melihat perubahan wajahnya.

“hhmm, aku harus pindah ke London karena appaku dipindahkan tugas” slebb mendengar itu rasanya jantungku ditusuk oleh sebuah samurai dengan ujung yang sangat runcing dan tajam. Sekarang aku benar-benar merasa Tuhan sangat tidak adil terhadapku. Disaat aku butuh figure seorang ayah untuk menjadi pelindungku dia malah pergi meninggalkan aku dan ibuku demi wanita lain, disaat aku membutuhkan figure seorang ibu untuk menemani dan menghiburku dia malah terkena gangguan kejiwaan dan harus menetap di rumah sakit jiwa meniggalkan aku, dan sekarang disaat aku hamper saja kehilangan semuanya dan membutuhkan seseorang disampingku, dia malah pergi ke London sungguh hidup ini begitu tidak adil.

“kapan kau berangkat?” tanyaku sambil menunduk menahan air mataku

“besok, dan aku akan menetap disana selama setahun” jawabnya penuh penyesalan

Hari pertamaku masuk ke sekolah baru, seoul high school. Saat aku masuk gerbang kulihat semua mata tertuju padaku dengan tatapan penuh Tanya, aku yang ditatap hanya cuek dan berjalan seerti biasa. Aku tidak mau memiliki teman karena aku takut kalau aku memiliki teman dan dia tahu tentang keluargaku aku malah dijauhi.

AUTHOR POV
“annyeong yoroebun kalian mendapat teman baru, namanya song sarang dia indahan dari kangnam high school mohon bantuan kalian semua” ucap sonsaengnim yang aku tidak tahu namanya. Sonsaengnim itu menyuruh sarang duduk di bagian belakang dengan seorang namja berwajah ceria.
“annyeong” sapa namja itu pada sarang ketika sarang duduk di tempatnya, yang disapa hanya menengok namja itu lalu pandangannya kembali kedepan

“choneun taemin, lee taemin imnida” ucap namja itu sambil mengacungkan tangannya, sarang hanya melihat tangannya sekilas lalu melengos kea rah papan tulis, taemin yang merasa di acuhkan menurunkan tangannya dengan wajah kecewa.

Lee Taemin POV
Kelas kami mendapat murid baru dia sangat dingin buktinya waktu aku menyapanya ndan mengajaknya berkenalan dia hanya menengok sebentar lalu mengacuhkanku, aku yang memang tipikal bawel terus saja mengajaknya ngomong dan sama seperti biasa dia selalu pura-pura tidak mendengar. Setelah ku perhatikan wajahnya cantik juga, imut dan polos dan sepertinya dia tidak operasi, tubuhnya juga professional.

“hyung, kalian tahu aku menemukan seorang yoeja sangat dingin dan cuek sekali” seruku saat di kantin bersama dengan para hyungku, kami adalah 5 orang namja popular yang selalu diteriaki para yoeja di sekolah kami, katanya sih kita keren dan tampan dan didukung dengan kekayaan orang tua kami. Anggota kami itu aku, minho hyung dia orangnya pendiam tapi sangat seru bila diajak berbicara, key hyung dia hyung yang paling perhatian pada kami semua dia seperti sesosok umma bagi kami, jonghyun hung dia sangat bawel dan playboy tentunya, dia paling suka melucu, onew hyung dia leader kami, orangnya bertanggung jawab juga garing dia selalu membuat lelucon tapi lelucon itu sangat jayus “onew condition”.

“dia sekelas denganmu?” Tanya minho hyung

“hmm, dia sangat cuek tidak seperti yoeja-yoeja lainnya yang selalu mementingkan pemampilan mereka, dia tidak punya teman karena dia tidak berusaha untuk mencarinya” ujarku panjang lebar para hyungku hanya mengangguk-aangguk mengerti.

“mungkin ada sesuatu yang membuatnya seperti itu” ucap onew hyung sepertinya aygn dibilang onew hyung benar aku akan menyelidikinya

“hei taeminnie jangan mencampuri urusan orang” ucap jonghyun hyung sepertinya dia membaca pikiranku, tapi aku tidak akan berhenti aku sangat penasaran dengannya.

Sudah sebulan lamanya sarang bersekolah disini tapi tak pernah sekalipun kulihat dia berbicara dengan orang lain sekalinya berbicara bila guru bertanya dan dia akan menjawab seadanya lalu diam lagi. Yang membuatku sangat penasaran adalah dia selalu menghilang saat istirahat makan siang entah kemana aku tidak pernah melihatnya ke kantin atau ke perpustakaan, hari ini pun begitu aku melihatnya pergi membawa ipod dan sebuah buku dan aku bertekad untuk mencari tahu kemana dia pergi saat istirahat.

Aku mengikutinya sampai pad ataman belakang sekolah yang sangat sepi memang disina jarang didatangi orang dan tempat ini ternyata begitu nyaman, kulihat dia berjalan menuju pohon besar dan memanjat pohon itu lalu duduk didahannya dia memasang ipodnya lalu menyenderkan kepalanya sambil bernyanyi-nyanyi dan kurasa dia sedang menggambar di bukunya itu, aku terus memperhatikannya dari balik bangku taman yang tidak jauh dari tempatnya. Kalau ku dengar sih suaranya bagus, bahkan sangat bagus dia menyanyikannya dengan penuh perasaan sambil terus menggerak-gerakkan pensilnya di buku yang di pangkuannya.

Bagaimana?

Serukah? Atau aneh?

Mian author baru jadi masih pecicilan dalam bahasa

Hahaha

NO SILENT READER

HAHAHA

NO PLAGIAT!!!!!

P.S: Maaf banget yaaahhh admin SF3Si pada bangun kesiangan semuaaa.. huhuhu T.T

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

I Can’t Dead – Part 7

I CAN’T DEAD ~PART 7~

Annyeong readers ^^ gomawo udah nunggu next partnya. Sebelumnya aku mau minta maaf, ada penambahan satu tokoh, mian baru bilang, tapi tokokhnya masih lama juga keluarnya hahay, mian and gomawo (bow) happy reading! Kritik dan saran aku terima ya

Author : Agneskey

Main Cast : Geunho, Key, Jonghyun, Minho, Yoona

Other cast : Eun Suh, Jie Yaa, Taemin, Onew, Zotta

~ ~ ~ ~ ~

Kira kira, apa ya berita baiknya??

“Taemin! Berhenti mainin rambutku!” pekik Minho dari kursi depan “kalo ga, kubunuh kau!” Taemin yang daritadi asik mainan rambut Minho, langsung diam seketika

“Geunho, kenapa kau betah punya malaikat pelindung kayak dia?” Taemin bertanya padaku diikuti dengan tatapan tajam Minho

“aku ga betah! Seandainya aku bisa pilih malaikat pelindung, aku takkan memilihnya! Ekekek~” aku terkekeh

“baiklah, aku akan pulang, ternyata aku ga dibutuhin disini” Minho menunduk lemas

“hahahaha aku bercanda, Minho. Kau adalah malaikat pelindung terbaik yang pernah kudapatkan” hiburku “sudahlah! Key berapa lama lagi kita sampai?” tanyaku pada namja yang sibuk menyetir

“masih lama! Kita ketempat peristirahatan dulu ya, aku capek terus kita belom makan siang”

“bener! Aku juga laper hehe” ucapku sambil terkekeh. 5 menit kemudian mobil Key sudah terparikir didepan sebuah kios makan. Sembari beristirahat, kami makan siang. Kali ini kami pergi ke kota Changwon. Dewa dewi Lovetophya bilang, di Changwon, ada pintu pembatas antara bumi dengan wilayah Darkenia. Kalau aku, bukan! Lebih tepatnya kami, bisa menutup pintu itu dan mengambil kalung yang terperangkap didalamnya, maka aku bisa kembali ke Lovetophya dan terbebas dari kutukan Amandeus.

Tapi ga gampang buat nutup itu pintu. Pasti ada penghalanganya, termasuk Onew. Ckck

“udah yuk kita berangkat lagi, Minho, kau aja yang nyetir” suruh Key

“baiklaaah” mobil putih milik Key melesat keluar dari parkiran. Dimobil, karna aku ga bisa tidur, aku main kartu sama Taemin. Lama kelamaan bosen juga! Aku memasang headphone ke telingaku. Mengalun pelan lagunya DBSK, SHINee dan SUJU—Seaside. Huaaa aku suka banget lagu ini ^^

“kita sampai” sahut Minho sembari memarkirkan mobilnya Key

“kau yakin ini tempatnya?” kepalaku nongol keluar jendela. Sebenernya kurang masuk di akal juga. Kenapa pintu itu harus ada ditempat seperti ini? Hutan! Kami langsung turun dan menatap barisan pohon2 tinggi didepan kami “Minho, kau ngigo ya?”

“aniyo! ini tempatnya. Kalian aku buat tembus pandang dulu deh biar aman” setelah dia berkomat kamit (entah apa), kami melangkah masuk dengan yakin. Aku dan Taemin berjalan ditengah, Minho didepan dan Key belakangku. Untungnya hari masih siang. Kita terus masuk menyusuri hutan.

“kita istirahat dulu deh. Capek nih!” pinta Taemin. Sudah sekitar 3 jam kami berjalan

“ne! Minho, aku capek, istirahat dulu ya” kami beristirahat dibawah pohon besar. Sangat besar! Rasa capek kami hilang setelah menguk sebotol air mineral

“kalian tunggu disitu, jangan kemana mana” tubuh Minho menghilang dibalik sebuah pohon besar

“sepertinya dia menemukan keberadaan pintu itu” tebak Taemin. Tak lama kemudian Minho kembali.

“ayo semua ikut aku, aku menemukan pintu itu” tanpa berkata apapun lagi, kami langsung berlari menghampiri Minho “ini pintunya” sahutnya

“mana?” aku mencari cari lubang dibatang pohon yang ditunjuk Minho

“yaampun aku lupa! Key dan Geunho, kalian tutup mata. Manusia ga akan bisa liat pintu ini” aku dan Key menutup mata seperti yang disuruh Minho. Saat aku buka mataku, aku langsung lompat kebelakang. Itu bukan pintu, tapi sebuah lubang. Lubang besar dan gelap.

“kita harus masuk ke lubang ini?” tanyaku

“bukan kita, tapi kau!” kata kata Minho membuatku sedikit bergidik

“a.. aku? Cuma aku? Sendirian? No way!” aish! Minho tau kalo aku takut tempat gelap dan asing masa dia tega nyuruh aku masuk sendirian?

“iya, gini! Begitu kau masuk, kau harus segera mencari liontin bergambar mata! Setelah kau mendapatkannya, kau harus lari keluar karna lubang ini akan tertutup dan kalo kau terperangkap didalamnya, kau ga akan bisa keluar, arrasso?” Minho menatapku

“aish! Tapi kalo ada apa apa disana gimana? Aku ga punya kekuatan sihir apapun! Kalo jurus karate aku punya”

“tenang aja, kau itu udah dilindungi sama dewa dewi Lovetophya. Ga akan terjadi apa apa padamu, yang harus kau lakukan Cuma ngelawan rasa takutmu aja”

“baiklah. Semuanya doakan aku” aku menatap Key lalu tersenyum

“aku akan menunggumu keluar” kata Key. Dengan rasa takut yang menyelimutiku, aku melangkah masuk kedalam. Banyak tulang belulang berserakan dilantai. Aku sedikit jijik melihatnya. Terdengar sayup sayup suara mengerikan

“ternyata kau udah sampe, Geunho” sahut seseorang “selamat datang!” tawa namja itu meledak. Padahal menurutku ga ada yang lucu

“mau apalagi kau, Onew?” tantangku

“oh ternyata gadis kecilnya Minho udah tau namaku” lalu mataku menangkap suatu benda dibelakang Onew. Benda yang sedang aku cari cari. Ternyata kalung itu lebih besar dari yang aku kira. Tanpa pikir panjang aku berlari kearah kalung itu. Tapi sayang, Onew menggapainya lebih dulu “kau butuh kalung ini? Huhuhu, tidak akan kuberikan! Pertama tongkat! Kedua kalung ini” tak kuhiraukan pertanyaan Onew. Aku melangkah perlahan

“eits, sekali kau melangkah, sekali juga aku meremas kalung ini. Kau tau? Aku bisa dengan mudahnya menghancurkan kalung ini!” aaah, ini pilihan yang sulit. Jarakku dengannya masih jauh! Bisa bisa kalo aku udah nyampe didepannya, kalung itu udah hancur lebur. Ayah, ibu, tolong bantu aku. Akupun terduduk dan berfikir.

“kenapa Geunho? Kau takut?” ngga! Aku ga boleh takut. Sebuah benda tersentuh tanganku. Tengkorak kepala! Aku tau,

“hiyaaaaa!” teriaku. Kulemparkan tengkorak kepala itu ke kepalanya Onew. Tepat sasaran! Namja itu terhuyung jatuh. Aku langsung berlari mengambil kalung itu. Secepat mungkin aku keluar! Tapi ada yang menarik kakiku dan akupun tersungkur jatuh

“kau tidak akan bisa keluar Geunho” teriak Onew masih memegang kakiku. Aku benar benar ga bisa bergerak maju. Lubang itu! Lubang keluar yang ada didepanku sudah mulai mengecil. Dengan sisa tenaga yang kupunya, kutendang wajah Onew (mianhaee). Aku berlari dan lompat keluar!

“Geunhoooo!” teriak ketiga orang itu bersamaan. Aku terkapar ditanah. Nafasku masih tersengal sengal. Key membantuku bangkit

“aku berhasil!!!” teriakku sembari memeluk Key, Minho, dan Taemin. Tak peduli badanku penuh keringet, bau, dan berantakan “ini kalungnya, terus mau diapain?” aku menyerahkan kalung itu ke Minho

“kau buka kalung itu dan taruh isinya ke dalam mangkok ini” kata Minho sembari menunjukan sebuah mangkok bening besar yang dipegangnya. Kubuka kalung itu dan mengeluarkan isinya. Lama lama air yang tadinya jernih, berubah warna menjadi hijau lumut

“kau minum air ini!” suruh Minho diikuti dengan mataku yang bergerak ingin keluar

“wo?! Kau gila, Minho! Aniyo! ngeliatnya aja udah bikin aku jijik!” aku mundur beberapa langkah menjauh

“daripada kau ga balik ke Lovetophya?” aku menghela nafas panjang “beri aku waktu 5 menit” kutarik tangan Key menjauh dari Minho dan Taemin “ya! Akhirnya aku bisa kembali ke Lovetophya setelah rencana awal gagal” aku terus menatap matanya. Mata yang selalu membuatku bangga karna aku bisa memilikinya

“ucapanku masih sama” Key tersenyum “I still love you, Geunho, saranghaeyo”

“na do saranghaeyo, jagiya” kupeluk tubuhnya, eraaaatt~ sampai sampai aku tak sanggup melepasnya. Aku dan Key menghampiri Minho yang masih berdiri ditempat semula

“udah selesai ber-romantis2an ria?” pertanyaan Minho membuatku ingin sekali menonjoknya “opps! Jangan tonjok aku, Geunho” aku lupa! Minho kan bisa baca pikiran orang.

“aish! Sudahlah aku siap! Harus kuhabiskan nih?” ku ambil mangkok dari tangan Minho

“kalo kau mau dan kehausan, abisin aja. Lagipula sayang juga kan kalo dibuang” aku menatap Minho dengan tatapan Minho-sungguh-aku-akan-membantaimu-dan-merusakan-PS-milikmu-setelah-ini

“terserah apa katamu” aku menarik napas panjang “aku siap!” kuminum air menjijikan itu. Saat masuk ke kerongkonganku, aku mulai bisa merasakan rasa dari air itu. Sangat sangat tidak enak! Aku ingin muntah! Kulirik Minho dan Taemin, mereka membaca sesuatu dan gelap.

~ ~ ~ ~ ~

“ibu, ayah” teriakku. Lovetophya, im here now!

“Geunho, maafkan kami maaf!” ibu memelukku sambil menangis

“kenapa?” kulihat ayahku juga menangis

“kami berjanji, secepatnya, akan mengembalikanmu kesini”

“maksud ibu?” semakin lama, jarakku dengan ayah dan ibu semakin menjauh “ibuuuuu”

~ ~ ~ ~ ~

Kalian tau? FAIL, gagal lagi! Untuk kedua kalinya! Dan sekarang akibatnya, aku muntah muntah gara2 minum itu aer. Aku terkapar di jok belakang. Sementara Minho menyetir dan Key duduk disebelahku.

“Geunho kalo kau ingin muntah lagi, bilang ya!” pekik Taemin dari jok depan

“Taemin apa kau tau? Setiap kali kau menanyakan hal itu, rasanya aku ingin muntah tau!”

“oh maap yak! Kagak tau aku, maap yak!” kuputar kedua bola mataku dan berhenti ketika aku menatap Key. My namjachingu J

“wae? Kau lebih baik tidur, daripada sakit! Senin sekolah loh! Pokoknya besok kau ga boleh kemana mana, kau harus istirahat! Apa perlu kutemani?” perintah Key layaknya umma

“ne ne ne, umma” kata kataku membuat Minho dan Taemin tertawa

“sebenernya aku bingung” sahut Taemin tiba tiba “kalian berdua ini pacaran, tapi sepertinya yang jadi ceweknya malah Key. Key kau itu seperti umma, baweeell banget” cerocos Taemin polos

“wo?!” Key menutupi kepala Taemin yang ditumbuhi rambut berbentuk jamur dengan kantong kresek

“kenapa jadi gelap? Apa ini udah malem?” Tanya Taemin polos. Karna aku lagi berbaik hati, jadinya kulepaskan kantong kresek yang bersemayam di kepala Taemin “gomawo” aku hanya membalas perkataan Taemin dengan senyuman.

Aku kembali terpuruk di jok belakang. Aku menyandarkan kepalaku dibahunya Key. Entah karna AC yang berhembus kencang ato perasaanku aja, aku merasa ngantuk!

“tidur aja” suruh Key. Mungkin daritadi ia melihat mataku yang berusaha terpejam tapi enggan.

~ ~ ~ ~ ~

Tidurku terbangun karna lagu Julliete-SHINee. Sudah pagi ternyata. Tunggu! Seingatku, aku tertidur dimobil dan.. masa bodolah! Segera kuambil hpku yang bernyanyi dengan indahnya. 3 sms! Dari Key semua,

Annyeong ^^ bagaimana keadaanmu

sekarang? Apa sudah membaik?

Kubuka sms kedua

Mungkin kau masih tidur

yaudah lanjutkan aja tidurmu ^^

dan terakhir…

annyeong, jagiya 😀 apa sekarang

kau udah bangun? Aku ingin sekali

mendengar kabar darimu. Hubungi

aku ketika kau udah bangun ok?

SARANGHAEYO, JAGIYA

Ah~ dasar Key. Segera kubalas sms darinya

Annyeong ^^ mian baru bales. Aku

baik baik aja, udah lebih baik! Hm

mian membuatmu khawatir.

SARANGHAEYO, JAGIYA

Send! Aku langsung berlari turun kebawah. Lapaaar~ ketika aku sampai dibawah, aku langsung disambut teriakan si tuyul kecil penghuni rumahku yang tak lain dan tak bukan adalah Yoona.

“gyaaaaa~ Geunhooo, aku kangen!” ia memelukku erat!

“sama, hm umma appa mana? Ada diruang tv” aku bergegas ke ruang tv.

“annyeong” sapaku

“ah~ Geunho, kau sudah bangun? Biar umma buatkan sup ya sekalian makan siang” umma langsung bergegas ke dapur. Aku pun duduk disebelah appa.

“keadaanmu bagaimana?”

“baik baik aja. Oya siapa yang mengantarku kemaren?”

“Key! Siapa lagi kalo bukan dia hahahaha” tawa appaku meledak. Aku bingung padahalkan ga ada yang lucu “jangan lupa, bilang makasih sama dia” ingat appa

“ne, pastinyaaaa”

“semuanya, makanan udah siap! Ayo makan” teriak umma dari arah dapur. Kami bergegas ke ruang makan. Hmmm, umma masak bulgogi, sup jagung kesukaanku ^^, kimchi, dan ada beberapa potong nasi kepal.

“itadakimasu” teriakku. Aku makan dengan lahap! Begitu juga Yoona. Sepertinya yang kelaparan bukan hanya aku huehehehehehe. Selesai makan, aku langsung merebahkan diriku dikasur.

“Geunhooooo” pekik seseorang. Taemin dan Minho melayang dengan indah di atasku. Kedua sayapnya terbentang lebar

“turunlah” perlahan mereka turun

“bagaimana keadaanmu?” sahut keduanya berbarengan.

“kalian kompak banget” aku terkekeh “ya, jauh lebih baik kok. Maaf kemaren belom sempet bilang makasih gara2 aku ketiduran. Makasih ya”

“itu udah tugas kami” Taemin tersenyum. Senyuman yang mampu membuat seluruh yeoja yang melihatnya jadi meleleh “oya Geunho, sekarang aku udah bisa ngalahin Minho main winning eleven loh” Taemin bicara dengan bangganya

“jeongma? Chukaeee, sukurin si Minho” mehrooong~

“yee, itu juga kan gara gara aku ngalah sama Taemin. Ngalah!” Minho sepertinya ga nerima kekalahannya

“tapi kan tetep aja, KALAH hahahahaha” Minho melirikku sinis “ampun”

“yaudahlah, aku dan Taemin balik dulu ya, byebye” wuuusssshhh. Secara bersamaan, mereka mengepakan sayapnya dan menghilang. Sekarang apa yang harus kulakukan? Akhirnya, kuhabiskan waktuku sampe malem, dengan duduk didepan komputer, ngedit foto dan lagu hahaha

~ ~ ~ ~ ~

“Geunho” panggil seseorang yang membuatku kaget. Aku menoleh

“Minho, kenapa? tumben dateng pagi pagi” aku sibuk memakai blazer sekolahku “bentar lagi aku mau berangkat”

“aku cuma ingin menyampaikan sesuatu padamu” kata Minho sambil tertunduk

“wo?”

“mmmm, sebenernya akuuuu” Minho menggantungkan kalimatnya “akuuuuu”

“jangan bikin aku penasaran”

“akuuuu” hening “nanti aja deh, semoga harimu menyenangkan” wwwuuuussshhh, Minho menghilang begitu saja.a ku hanya bisa menatapnya heran

~TBC~

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF