Love Me – Part 5

Author : Sharyne a.k.a Shaylee

Main Cast: Kim Kibum, Lee Jinki

Support Cast: Shinee member, Super Junior, Nicole KARA, others

Lee Jinki POV

Ada apa dengan gadis itu? Selama perjalanan pulang ia terlihat gelisah dan terlihat bosan. Bahkan disaat Jonghyun membuat seisi mobil tertawa, ia hanya tersenyum simpul. Tunggu, Apa ia seperti itu karena melihat kejadian tadi? Sepertinya bukan hanya aku yang menyadari perbedaan sikapnya, Minho juga menyadari perubahan sikap sepupuya itu. Ia juga tidak kalah gelisah dengan Cha Rin, daritadi ia hanya memandangi Cha Rin dan Key.

Tak lama, Cha Rin tertidur. Lucu sekali posisi tidurnya. Kepalanya dan kepala Taemin saling bertindihan. Saat kami sampai di dorm, kulihat Key ingin membangunkan Cha Rin tapi dihalangi oleh Minho. Ia malah langsung membopongnya dan meninggalkan Key begitu saja.

Saat kami sudah diatas, hanya sisa Minho, Key dan Aku yang belum tertidur. Mereka terlihat canggung dari tadi. Aku tak tahan melihat mereka yang biasanya akrab menjadi seperti ini. “Kalian kenapa diam saja?” tanyaku.

“Mwo? Memangnya harus seperti apa?” Key yang berbicara, Minho masih menonton tayangan worldcup.

“Ya, biasanya kan kalian mengobrol atau apa”

“Ah. Aku sudah ngantuk hyung. Aku tidur dulu” Minho tiba-tiba menghilang ke balik pintu kamarnya.

“Aku juga hyung” sekarang Key yang pergi ke kamar.

Kenapa aku jadi yang ditinggal sendiri?

~~~

Cha Rin POV

Hari ini aku tinggal sendirian di dorm. Tadi selesai latihan koreo, mereka pergi karena ada kesibukan masing-masing, kuliah, tugas sekolah, Dream Team, entahlah. Hari ini aku juga tidak ada jadwal kuliah. Jadi, disinilah aku yang hampir mati kebosanan di dalam dorm Shinee.

Sudah siang, saat aku melihat kedalam kulkas, ternyata isinya hanya dua kotak susu punya taemin. Dan sisanya hanya coklat dan permen? Apaan ini? Aku melihat jadwal belanja yang ditempel di salah satu konter dapur. Hari ini giliran…, emmm… Onew oppa? Oh! Masa aku harus menunggunya sampai selesai kuliah baru makan? Tapi aku lapar sekali.. Apa aku belanja sendiri saja? Ah tapi dimana aku harus beli? Oh aku ingat! Kalau dari sini jalan kaki hanya tiga blok ke tempat makan dimana aku pernah makan dengan Onew oppa dan Taemin waktu itu, dan seingatku kan ada supermarket diseberangnya! Ah kurasa tidak jauh! Oke, aku akan belanja kesana.

“Yeoboseyo?” Minho oppa mengangkat teleponku.

“Oppa, dikulkas tidak ada makanan, maupun bahannya. Jadi aku akan pergi berbelanja untuk membeli bahan”

“Mwo? Andwae! Hari ini jadwalnya Onew hyung, jadi kau harus menunggunya”

“Ya oppa! Aku sudah lapar!”

“Aish kau kan bisa delivery”

“Bagaimana nasibku kalau yang mengantar tau aku tinggal di dorm Shinee?”

“…” tidak ada jawaban dari sana.

“Oppa?” panggilku lagi.

“Ne, ara.. ara.. Tapi pastikan teleponmu terus menyala! Kalau aku tidak bisa dihubungi, telepon Onew hyung, Jonghyun hyung, atau Taemin. Arrachi?”

“Ne. Ne. Arraseo. Annyeong”

Setelah mendapat izin dari Minho oppa, aku segera mengambil jaketku. Tidak ketinggalan tas, dompet dan daftar belanjaan. Aku semangat ingin belanja hari ini. Ini pertama kalinya aku jalan-jalan keluar dorm sendirian. Padahal Taemin sudah beberapa kali memberitahuku rute-rute bus dari dorm ke tempat-tempat yang biasa aku kunjungi. Tapi tetap saja aku lupa. Tapi kali ini aku akan memberanikan diri, hitung-hitung pengalaman.

Aku berjalan menuju restoran yang waktu itu aku kunjungi. Cukup ramai ternyata di kawasan ini. Aku mencatat nama jalan di dalam notebook-ku, agar aku tidak lupa. Kemudian aku menyeberang jalan dan masuk kedalam supermarket yang ada disitu. Aku mengambil trolley belanjaan dan berkeliling di dalam supermarket untuk mencari barang-barang yang dibutuhkan. Tak lama kemudian, aku selesai berbelanja dan membayarnya di kasir. Ternyata barang-barangnya membuatku kewalahan untuk membawanya, karena memang barangnya cukup banyak.

Saat keluar, ternyata sudah hampir jam tiga sore. Aneh. Tadi aku kelaparan dirumah, tapi kenapa aku jadi tidak lapar waktu belanja dan sekarang lapar lagi? Aku memutuskan untuk makan sebentar di restoran tempat kami dulu makan. Dan seperti biasanya, aku akan memesan japchae. Juga beberapa makanan untuk dibawa pulang ke dorm.

Setelah makan, aku kembali berjalan berkeliling Apgujeong-dong dengan menenteng berbagai makan plastik belanjaan dan makanan. Melihat-lihat apa yang ada disitu. Toko baju, restoran, toko hadiah, toko boneka, dan lain-lain. Aku terus menyusuri sepanjang jalan sampai aku berhenti di tikungan, Aku melihat Nicole onnie dan seorang pria berjalan dengannya tapi aku tidak melihat jelas siapa pria yang bersamanya karena pria itu mengenakan masker. Tunggu, Jaket itu… Itu jaket Key oppa. Mereka terlihat sangat menikmati waktu bersama. Tertawa sepanjang jalan. Topi itu juga! Topi kuning Key oppa yang biasa ia gantung dipinggir tempat tidurnya.

Nicole melambai-lambaikan tangannya. Aku menoleh kebelakang, melihat siapa yang di’sapa’ oleh Nicole. “Cha Rin!” Nicole meneriakkan namaku kemudian berlari menghampiriku diikuti Key oppa dibelakangnya.

“Annyeong Cha Rin” sapanya setelah berhadapan denganku.

“Annyeong haseyo onnie” aku membungkuk.

“Aduh Cha Rin. Jangan formal seperti ituuuuu! Panggil aku Nicole! Walaupun aku lebih tua denganmu tapi jangan panggil aku ‘onnie’ hanya, Nicole” ia tersenyum Jelas Key oppa suka padanya. Ia ramah, cantik, dan kudengar ia fasih berbicara bahasa Inggris.

“Key! Bantu dia dong! Kan belanjaan itu banyak dan berat! Itu pasti buat dorm kan Cha Rin?”

“E..Eh.. Iya..” jawabku terbata-bata.

Key oppa mengambil belanjaan yang kutenteng dari tadi.

“Aduh, sudah hampir jam tiga!” Nicole melihat kearah jam tangan di pergelangannya. “Manager onnie bisa marah kalau aku telat. Aku pulang dulu ya” Nicole berbalik.

Key oppa menahan tangannya, “Aku antar ya?”

“Ani ani! Kasihan Cha Rin kalau pulang sendiri. Bye” Nicole pun pergi.

~~~

Jadilah aku dan Key oppa pulang bersama menuju dorm. Kecanggungan terasa diantara kami. Kenapa bisa begini ya? Aku heran. Dulu Key oppa selalu mengajakku mengobrol, bermain dan sebagainya. Sekarang ia malah diam saja dan terus memandangi kakinya sambil berjalan.

“Maaf..” —– “Maaf..” Aku dan Key oppa mengatakan kata maaf berbarengan.

“Ladies first” katanya cepat-cepat.

“No! Kau duluan”

“Tidak, aku harus mengalah untuk wanita” jawabnya

“Oke. Aku memintamu jawab duluan”

“Tidak! Kau duluan, baru aku”

“Kau duluan Kim Kibum!”

“Ara! Jika kau tidak mengatakannya duluan aku juga tidak akan mengatakannya”

“Terserah”

Aku merasakan perasaan bersalah didalam hatiku. Ini pertama kalinya aku berdebat dengannya. Tapi kenapa jadi aku yang merasa bersalah gara-gara hal kecil seperti ini? Padahal kalau dirumah aku berdebat dengan Jonghyun oppa sampai jitak-jitakan malah tidak ada rasa bersalahnya. (-;-)>

“Mianhe gara-gara bertemu aku Nicole jadi pulang lebih cepat. Mianhe gara-gara bertemu aku kau jadi tidak bisa mengantar Nicole pulang” aku mengatakannya dengan super cepat.

“HAHAHAHAHAHAHAHA” Tertawa? IA TERTAWA? Akukan melakukannya butuh keberanian! Sial!

“Kenapa ketawa?” tanyaku ketus.

“Kamu gak liat mukamu saat kau mengatakannya tadi? HAHAHAHAHAHAH” sekarang ia kewalahan berjalan karena ia tertawa.

“Haish! Terserah apa katamu” sekarang aku meninggalkannya yang masih sibuk tertawa.

~~~

Author POV

Key masih berusaha menahan tawanya saat Cha Rin berjalan meninggalkannya. Saat itu juga ia melepaskan plastic belanjaan ditangannya dan menahan Cha Rin pergi.

“Mianhe Cha Rin-ah, Mianhe..” Key memeluk gadis itu. Cha Rin terkaget atas perlakuan Key. “Mianhe aku membuatmu marah semalam” lanjut Key.

“Mwo? Siapa yang marah?”

“Walaupun kau tidak mengatakannya padaku, aku tahu kau cemburu melihatku saat aku memeluk Nicole. Itu kan yang membuatmu marah-marah semalam? Aku tahu Cha Rin.”

“YA OPPA! Kenapa kau seperti ini sih?” Cha Rin melepaskan berusaha melepaskan lengan Key yang melingkar ditubuhnya.

“HAHAHA! Kau tidak mau bertanya padaku tentang hubunganku dengan Nicole?” Tanya Key. Kini kembali menenteng plastik-plastik belanjaan dan kembali berjalan beriringan dengan Cha Rin.

“Buat apa? Toh tidak ada urusannya denganku”

“Cha Rin-ah, Kau suka padaku ya?” ia bertanya lagi dengan tertawa

“Anio”

“Cha Rin-ah, maukah kau berjanji padaku?” Tanya Key yang tiba-tiba berubah serius.

“Janji apa?” Kini Cha Rin yang memberhentikan langkahnya dan melihat lurus kearah Key.

“Berjanji padaku, kalau kau mulai menyukaiku, kau harus mengatakan padaku kalau kau cemburu melihatku dengan wanita lain seperti Nicole waktu itu” jawab Key masih dengan tampang seriusnya.

“MWOYA?!”

“Yakso?” Key mengacungkan kelingkingnya.

“Yakso” Cha Rin mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Key.

~~~

Cha Rin POV

Apa maksudnya dengan berjanji, jika aku menyukainya, maka aku harus bilang padanya aku cemburu kalau melihatnya dengan wanita lain? Bagaimana kalau aku menyukainya tapi aku tidak cemburu? Pria aneh. YAAA KIM KIBUM ANEH!

Tiba-tiba telepon genggamku bergetar. Aku tertawa kecil saat membaca nama yang tertera di LCD.

“Yeoboseyo? Minho oppa? Waeyo?”

“Cha Rin-ah! Jigeum eodiseyo? Gwenchanayo?” Tanya Minho oppa dengan suara khawatirnya.

“Nan gwenchana oppa. Aku sudah di dorm sekarang. Tadi aku membeli makanan kesukaanmu. Cepatlah pulang. Mungkin makanannya tidak akan enak jika dipanasi lagi” jawabku.

“Syukurlah. Aku sudah dalam perjalanan sekarang.”

“Baiklah. Hati-hati. Annyeong”

“Ne. Annyeong”

Setelah telepon terputus. Aku kembali meratapi nasibku sendiri di kamarku. Aku mengingat bagaimana Key oppa tadi menggenggam tanganku selama perjalanan pulang setelah insiden ‘perjanjian’ tadi itu. Saat aku bertanya kenapa ia menggenggamku, ia  malah meledekku dengan mengatakan “Kalau ini aku lepas, kau akan nyasar dan tidak kembali”. Sekarang ia malah asik-asikan main computer dengan Taemin. Onew oppa dan Jonghyun oppa belum kembali. Minho oppa masih dalam perjalanan. Ah. Aku akan membaca buku saja.

~~~

Lee Jinki POV

Baru saja aku selesai kuliah, dan kembali ke dorm. Hanya ada Taemin dan Key yang sedang bermain computer. Bahkan saat kusapa saja mereka malah menghiraukanku. Kemudian mungkin Jonghyun dan Minho belum pulang. Lalu kemana Cha Rin? Biasanya dia yang selalu menyapa kami saat kami sampai di dorm.

“Kemana Cha Rin?” tanyaku pada Taemin dan Key yang masih sibuk dengan layar didepannya.

“Cha Rin noona, ada dikamar” jawab Taemin.

Setelah kusimpan tasku, aku berjalan menuju kamarnya. Mengetuk pintu kamarnya. Tidak ada jawaban. Akhirnya aku membuka pintu kamarnya. Ternyata ia sedang tertidur. Sepertinya ia ketiduran saat membaca. Mukanya tertutup buku. Lucu sekali.

Perlahan-lahan aku mengambil buku yang menutupi wajahnya. ‘Sarangi Samgag Gwangyee Gadhyeo: Trapped in love triangle’? Ini kan buku fiksi yang lumayan ‘berat’ untuk dibaca. Aku meletakkan buku itu diatas meja belajarnya, kemudian berkonsentrasi lagi padanya yang masih tertidur. Ingin sekali rasanya aku menyentuh kelopak matanya. Entah kenapa aku tertarik dengan matanya yang mempunyai bulu mata tebal.

Perlahan-lahan tanpa sadar aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Wajahnya mungil dan bersih. “Hyung, apa yang sedang kau lakukan?!” Minho tiba-tiba muncul dari balik pintu.

“Anio. Tadi aku ingin mengajaknya bermain tapi dia ternyata tertidur” Aku menarik wajahku dan berdiri tegak.

“Kau tidak sedang berbuat macam-macam dengan adikku kan hyung?”

“Tidak-tidak-tidak! Tentu saja tidak! Aku tidak akan berani melakukannya” jawabku.

“Awas ya hyung. Walaupun dia bukan adik kandungku, tapi dia tetap keluargaku.” Ancam Minho, kemudian ia berjalan keluar ruangan. “HYUUNG! AYO CEPAT KELUAR!”

~~~

Setelah Cha Rin bangun, atau tepatnya dipaksa bangun oleh Minho, kami semua makan dengan tenang di meja makan, sebelum aku dan Taemin berebut ayam (lagi). Senangnya melihat Cha Rin tertawa lagi. Semenjak aku melihat Cha Rin yang hampir menangis sewaktu memanggil Key beberapa waktu lalu, ia memang jarang terlihat ceria seperti biasanya. Ya, mungkin mereka tidak tahu bahwa aku menyaksikan kejadian itu. Aku ikut menyusul Cha Rin waktu ia memanggil Key, dan semenjak saat itu, aku mengerti dengan apa yang terjadi diantara mereka berdua.

“HYUNG! INI AYAMKUUUU!” protes Taemin.

“ANDWAE! AKU MAU YANG INI” aku balik memprotesnya. Member yang lain hanya bisa tertawa sambil sesekali mencoba melerai kami.

Taemin mengambil ayam yang sudah kutusuk dengan garpuku. “HEY PUNK!” Aku berusaha merebutnya kembali tapi sebuah tangan mungil mencegahku. “Ya oppa, mengalah dong pada dongsaengnya” bujuk Cha Rin.

“Iya hyung” Jonghyun, Key, dan Minho mengiyakan.

“Andwae! Itu kan ayamku. Coba lihat, sudah tidak ada lagi ayam di piring sedangkan aku..”

“Ssshhh..” Cha Rin memindahkan ayam di piringnya ke atas tumpukan nasi di piringku. “Makanlah bagianku. Belum aku sentuh kok” ujarnya sambil tersenyum.

“Ta..Tapi..”

“Sudah lah hyung. Tidak usah gengsi” Key ikut nimbrung. “Baiklah”

Senangnya ada Cha Rin disini. Hidupku jadi lebih adil. Ia berbeda sekali dengan sachon-nya yang terkadang suka pelit itu. Bagaimana ini Jinki? Apakah aku harus mengalah untuk dongsaengku seperti yang Cha Rin katakan tadi? Apakah aku harus merelakan Cha Rin untuk Key dan melihatnya menangis tersakiti seperti kemarin? Aku tentu tidak akan merelakannya kalau nantinya Key membuatnya menangis. Tapi bagaimana kalau ia bahagia bersama Key dan tidak bahagia bersamaku? Aduh Jinki! Bagaimana ini?! Haish! Ini semua salah Minho. Kenapa bisa ia mempunyai sachon seperti itu..

“Ya oppa! Bagaimana sih? Sudah kukasih ayam tapi kok malah kau hiraukan begitu? Sumpah tadi aku belum menyentuhnya sama sekali kok” Cha Rin membuyarkan lamunanku.

“Ne? Oh.. Aku tiba-tiba merasa kenyang.” Jawabku.

“Kenyang? Bukannya ayam itu favoritmu ya?”

“Aku kenyang nasi, tapi aku lapar ayam” aku menggigit ayamku dengan tangan kanan sedangkan tangan kiriku memegang piring dan meletakkannya di bak cucian. “Taeminnie! Besok jatah ayam-mu akan kukurangi” ujarku puas.

~~~

Cha Rin POV

Siang ini Hyo Sung mengajakku berjalan-jalan di taman ria. Ia bilang ia sudah ada janji dengan seseorang yang sedang dekat dengannya. Tadinya aku sudah menolak, karena kan mereka sedang berkencan. Mana mungkin aku ikut dan mengganggu kemesraan mereka berdua. Tapi Hyo Sung memaksa, ia bilang ia takut terjadi kecanggugan diantara mereka.

Aku menunggu Hyo Sung di depan pintu masuk taman ria. Tadi aku diantar oleh Onew oppa, kebetulan ia memang ada keperluan disekitar sini.  Tak lama setelah ditinggal, Hyo Sung datang dengan menggandeng seorang pria.

“Annyeong Cha Rin-ah, maaf membuatmu menunggu lama” sapanya. “Kenalkan ini Hyun Ji”

“Annyeong Haseyo, Hyun Ji imida”

“Ne, Annyeong Haseyo, Cha Rin imnida”

Lelaki itu berperawakan tinggi dengan kulit putih pucat, seperti layaknya orang korea. Dari mukanya terlihat seperti orang yang mapan. Maksudnya ya, bukan orang kalangan bawah.

“Ayo kita masuk” ajak Hyo Sung.

Kami bermain banyak wahana disini sampai jam tujuh malam. Sekarang Hyun Ji dan Hyo Sung sedang antri untuk menaik ke wahana jet coaster. Aku sendiri takut, sehingga memutuskan untuk menunggu diluar saja. Lagipula kalau aku ikut, aku akan duduk sendiri kan? Mereka berdua. Hah.

Sepuluh menit aku menunggu mereka diluar, akhirnya mereka selesai juga. Sebenarnya dari tadi aku kehausan, tapi kalau aku pergi dan mereka sudah selesai lalu tidak melihatku nanti aku bisa ditinggal.

“Yeoboseyo?” Hyo Sung mengangkat teleponnya segera setelah turun dari wahana. “Mwoya? Ne, ne, umma. Aku akan segera kesana” Muka Hyo Sung terlihat pucat.

“Waegurae?” Tanya Hyun Ji

“Cha Rin-ah, bagaimana ini? Pamanku sedang kritis sekarang. Ibu menyuruhku untuk menyusulnya di rumah sakit?” ia berbicara dengan sangat panik.

“A..Ah? Kalau begitu kau segeralah pergi kerumah sakit” jawabku.

“Jagi, aku akan mengantarmu. Lebih cepat bila kau beresamaku, dibanding kau naik angkutan umum” ujar Hyun Ji.

“Tapi Cha Rin kan..”

“Ani..ani.. Aku tidak keberatan jika ditinggal” jawabku.

“Kalau begitu aku pergi dulu Cha Rin-ah, mianheyo. Annyeong”

Kedua orang itu berlalu pergi. Sebenarnya aku tidak enak juga ditinggal sendirian ditaman ria seperti ini. Tapi aku juga tidak enak memaksa Hyun Ji mengantarku pulang, sedangkan paman pacarnya sedang kritis dirumah sakit.

Aku menelepon Minho oppa tapi tidak diangkat. Taemin? Mana mungkin aku menyuruhnya untuk menjemputku disini. Jonghyun oppa sedang ada kelas. Key oppa! Ah iya mungkin Key oppa.

“Yeoboseyo?” Key oppa menjawab teleponku.

“Yeoboseyo. Oppa, bisakah kau menjemputku? Dari tadi aku menelepon Minho oppa tidak diangkat”

“Memangnya kau ada dimana?”

“Aku ada di taman bermain yang di dekat namdaemun market, oppa”

“Ne, tunggu aku ya. Mungkin setengah jam lagi akan sampai”

“Ne, gomawo oppa”

“Chonmaneyo, annyeong”

Untungnya Key oppa bisa menjemputku. Sebenarnya aku bisa saja pulang dengan bis, kalau aku mau mendapat semprotan marah dari Minho saat pulang. Aku membeli minuman di toko yang ada disekitar taman ria. Setelah itu aku duduk sendirian di bangku dekat pintu keluar sambil mendegarkan iPod-ku.

Sekarang sudah hampir jam setengah Sembilan malam, sudah banyak pengunjung taman yang kembali kerumahnya masing-masing. Andai saja aku bisa menyetir, mungkin aku sekarang sudah berleha-leha dirumah. Eh, tapi, percuma juga toh aku tidak punya mobil. Kalaupun meminjam, mana mau Minho oppa meminjamkannya padaku. Dia kan masih menganggapku teledor.

“Ayo kita kesana” aku mendengar percakapan antara dua orang pria yang ada diujung jalan menuju pintu dekat aku duduk, karena memang keadaan sedang sepi sekarang. Aku merasa agak was-was karena salah satu dari pria tersebut sedang memegang botol, sepertinya botol soju.

Mereka sudah berada dekat denganku. Ternyata benar, mereka sepertinya sedang mabuk. Padahal kan sekarang belum terlalu larut, tapi mereka sudah mabuk. Aneh. Aku berpura-pura tidak menyadari keberadaan mereka. Tapi mereka terlalu dekat untuk berpura-pura.

“Cha Rin-ssi, belum pulang?” aku menoleh kearah lelaki yang memanggilku itu.

“H..Hyun Ji-ssi?” aku tak percaya dengan apa yang kulihat sekarang. Dua orang pria yang sedang mabuk itu Hyun Ji dan temannya.

“Bagaimana kalau kuantar pulang?” Tanyanya.

“Tidak terimakasih. Aku sudah akan dijemput” jawabku.

“Jangan begitu. Pasti akan kubayar mahal”

“Mwoya? Permisi. Aku pergi dulu, sepertinya aku sudah dijemput” aku mencoba menghindari mereka dengan berdiri dan berjalan menjauh. Tapi teman Hyun Ji itu sudah menahan lenganku dan memutar tubuhnya sehingga aku sekarang berada diantara Hyun Ji dan temannya itu.

“Kau sama saja seperti Hyo Sung! Jangan Jual mahal!” ia mulai berteriak sambil kembali meneguk minuman dari botol itu.

“K..Kau harusnya sedang berada dirumah sakit kan Hyun Ji..” aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Seharusnya begitu. Tapi aku mengantarkannya ketempat lain dan ia menolak” ia mencoba menyentuh wajahku.

“Hyun Ji-ssi!” Aku menepis tangannya.

“Ya Jong Jin, tahan tangannya” ia memerintahkan temannya untuk menahan tanganku. Lalu ia mencoba untuk melepaskan jaket yang sedang kukenakan.

Umma, Appa, Samchon, Imo, Minho oppa, Jonghyun oppa, Taemin, Onew oppa, Key oppa, Sungmin oppa, ataupun Nichkhun terserah, tolong aku sekarang tolong aku.

“Dowajuseyo” aku mencoba meminta tolong.

Tuhan tolong, aku sudah tidak tahan lagi. Aku lelah.

“Percuma, disini sedang sepi” bisik seseorang yang bernama Jong Jin itu ditelingaku.

“Hey lepaskan dia!”

TBC

Mian. Aku gak pengen masukkin Nicole jadi cast terus-terusan kok ^^. Maaf ya kalau makin lama makin aneh ceritanya.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

Pearl In The Soul Of Human – Part 3

Pearl In The Soul of Human/Part 3

Author             : Tsae a.k.a tsaesalvation

Main Cast        : Lee Sungi, Choi Minho, Kim KeyBum, Lee Jinki.

Other Cast       : Jessica, Krystal, Tiffany, Jiyeon.

Genre              : Family, Romance

Type                : Sequel

Cerita Sebelumnya: *acak,, bayangin serial bneran yah,,, yg ganti2 scene’a cepet…gomapta*

“Dimana ini….kenapa gelap sekali?? Apa aku sudah ada di surga?? Atau malah di neraka?? Mengapa gelap sekali….”

“MINHOOOO─”aku berniat menyiramnya, tapi….

“Aggassi…hati-hati….lantai masih basah…”panggil pelayan. Tapi semuanya terlambat, aku terpeleset dan jus itu belum sampai di wajah Minho malah mengguyur rambut dan wajahku. Untung gelas plastic, kalau kaca….nggak kebayang nasib aku gimana.

“PU…PU….PRUEETTTT…HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”seisi cafetaria ribut.

Akhirnya selesai juga, aku nemenin Minho latihan. Sekarang aku harus ke asrama Jinki oppa.

“Sungi, mau bareng???”tiba-tiba Key ada didepanku.

“Euh. Gimana ya…”kataku bingung.

“Nggak usah. dia udah mau pulang sama aku.”Minho dengan kasarnya menggenggam tanganku.

“Heh, jangan kasar sama cewek!!!!”Key membalas Minho dengan menarik kerahnya. Sekarang mereka hanya saling menatap dengan sangar….. Kenapa mereka??

^^’

“Fuh…….”aku meniup lenganku, yang merah.

“Hei, turunlah! Kita sudah sampai….”omel Minho. Aku menurutinya dengan malas.

“Fuh….”dengan sengaja aku menampilkan wajah cemberut sambil meniup lenganku.

“Jangan berlebihan deh!!”ia tampak tersindir.

“Sakit tau!! Ngapain sih, pake ada acara narik tangan aku kenceng-kenceng. Gak ada lembut-lembutnya, aku kan perempuan.”omelku panjang lebar.

“Kau sendiri yang tak menurutiku.”

“Heh, kurang apa lagi aku terhadapmu. Dasar, tadi juga ngapain kasar sama Key. Untung ada pelatih, kalau nggak ada……ih….nggak kebayang.”

“Dia sendiri yang ikut campur.”

“Aigoo…. Susah sulit sekali kau mengalah, hm??”

“Aku nggak pernah kalah.”jawabnya PD.

“Hih!! Akh, sudahlah.. aku mau masuk gerbang dulu, takut keburu malam…”dengan wajah yang masih ditekuk, aku menghampiri gerbang yang menjulang tinggi. Tertutup, tak ada celah sedikitpun agar aku bisa melihat kedalam. Saat aku mendekat untuk mencari bel. Tiba-tiba system keamanan berbunyi, terdengar pula suara dari speaker di samping pagar.

“Nuguseyo??”tanyanya.

“Ah, Sungi yeyo….Lee Jinki sshi, yogi issoyo?”

“Ah, Ne issoyo…Hajiman……sekarang bukan hari libur…..tamu tidak diperkenankan masuk.”

“Oh, geureyo…. Ahjussi, bisakah panggilkan dia? Ada sesuatu yang ingin dibicarakan.”

“Ah, chamkkanmanyo…”

Aku tersenyum, tak sabar untuk bertemu Oppa-ku. Sudah lama aku tak bertemu dengannya. Apa dia betah tinggal di asramanya???

“Sungi-a…..:panggil seseorang.

“Oppa!!”aku menghambur ke pelukannya.

“Aish, kau seperti anak kecil saja, hm??”ia melapas pelukanku.

“Darimana kau tau alamat sekolahku?”tanyanya lagi.

“Dari Liem ahjumma…..”

“Oh…”

“Oppa…maukah kau pulang ke rumah??? Aku kesepian…..”

“Dulu kan aku sudah bilang, aku bukan siapa-siapa……”

“Oppa?????”aku mulai menitikkan air mata.

“Kita bukan saudara kandung….mengertilah!”

“BOHONG!!! Oppa pasti malu punya adik sepertiku….. Iya kan???”kataku setengah menjerit.

“Aish, chincha…..kau ini tak pernah mengerti…..Akh, ya….benar aku memang benci melihatmu…. Aku benci dengan tangisanmu itu…. PUAS KAU!!!”ia berteriak. Dengan mata membulat ia pergi meninggalkanku. Apa maksudnya semua ini? Ini sebuah permainan? Atau malah kenyataan??

“Sungi-a!!!”suara berat Minho.

“Aish, aigoo…aku lupa kau ada disini.”sesegera mungkin aku menghapus air mata. Dan balik melihat Minho dengan senyuman.

“Siapa dia??”

“Nae Oppa!!!”jawabku lemas.

“Mworago?? Kandung atau….???”

“Eum, angkat…. Aish, sudahlah….aku mau pulang…..”aku memalingkan muka dan berjalan lurus menuju motor. Tapi Minho tak beranjak dari tempat ia berdiri.

“YA! Kau tak mau pulang?”

“Hm??”

“Pulang…..”rengekkku, akhirnya aku menyilangkan tanganku ke tangannya. Ia pun menurut, aku naik ke motornya.

Dalam perjalanan, tak satu kata pun terlontar dari mulut kami berdua. Malam ini terasa dingin, kusandarkan kepalaku di punggung Minho. Tak terasa, air matapun jatuh juga….

“Uljima!!!”lirih Minho. Aku bukan menurutinya, malah terus menangis. Bahkan makin menjadi…..sesekali aku menggigit baju Minho. Tapi ia hanya diam, dan aku ingin terus seperti ini.

T_T……T_T

“Lee Sungi-sshi!!!”

“Lee Sungi-sshi!!!!”panggil seseorang.

“YA! Sungi-a!! Ironabwa, kau dipanggil Park songsaenim….”bisik Tiffany.

“Hm?? Mworago??”kini aku baru tersadar dari lamunanku. Kulihat didepanku sudah berdiri seorang wanita paruh baya, memegang penggaris sambil mengetuk-ngetukan sepatunya.

“Ouh, songsaenim…..”

BRAKK!!!….pintu kelas ditutup. Kini aku terdiam sendiri diluar. Aku tidak diizinkan masuk pelajaran Sejarah. Dulu, aku mungkin akan memohon agar aku diizinkan masuk karena aku tak mau ketinggalan pelajaran. Tapi sekarang, rasanya aku tak berdosa sekalipun. Malah dengan sengaja aku melangkahkan kakiku pergi menjauh dari kelas.

Dengan langkah gontai aku menelusuri koridor sekolah. Aku berjalan sendiri ditengah para siswa yang serius mengikuti pelajaran.

“Sungi-a!!!”suara ini……

“Kau diluar?? Tidak belajar???”lanjutnya. Dengan malas, aku mengangkat kepalaku. Terlihat siswa pria berdiri tak jauh dariku. Namja yang selalu tersenyum.

“Ah, waeguraeyo????”

Siapa dia?

“Sungi-a! Kau sakit??”

Aku menitikkan air mata. Didepan Namja yang selalu tersenyum padaku. Kim Kibum.

“Akh, uljima!!!”ia mendekat, memelukku.

“Uljimara, hm??”dengan lembut ia mengelus rambutku.

“Andwe!”dengan perlahan aku melepas pelukannya.

“Mwo???”

“Jangan memelukku!!”

“Wae?”ia menatapku lirih. Aku tak menjawabnya, dengan pandangan kosong aku terus melangkah kedepan. Tapi Key takkan menyerah. Ia memelukku dari belakang.

“Jangan lepaskan! Tolong jangan lepaskan! Biarkan seperti ini, walau hanya sebentar.”katanya.

Tapi tanpa kusadari, seseorang sedang memperhatikan kami. Dengan mata kejamnnya, ia terus mempergatikan kamu.

…………………………………………………0_0………………………………………………..

“Sungi, aku tak mengerti dengan sikapmu sekarang. Mengapa sangat pendiam?”tanya Tiffany.

“Jinja? Memangnya apa yang berubah, dari dulu aku memang seperti ini….”

“Beda, aigoo!!! Ceritalah pada kami, ada masalah apa?”tanya Jiyeon.

“Eum, Oppaneul…..”kataku terbata.

“Oppa, wae?”tanya mereka penasaran.

“Oppa, membenciku…..”aku tak kuat menahan tangis.

“Aish, tega sekali…”kini Tiffany jadi ikut-ikutan menangis.

Kami bertiga saling berpelukan. Sampai akhirnya, datang Minho yang melihat dingin kea rah kami.

“Sungi-a ikut aku!”tanpa perasaan, tanganku ditarik. Minho membawaku jauh dari kelas.

“Ah, appo!!!”lirihku.

“Minho appo!!!”kataku lagi. Tapi Minho tak mau melepaskan tangannya.

“Minho-a! changkaman!”teriak seorang Yoja.

“Jessi, Krystal?? Mwoya??”tanya Minho. Kini giliran Minho yang diseret mereka berdua. Aku hanya terbengong-bengong melihat tingkah mereka.

“Sungi-sshi…. Kau dipanggil Kim  songsaenim di atap sekolah.”kata seorang siswa.

“Mwo? Ada apa?”tanyaku polos.

“Mollla! Aku hanya disuruh menyampaikan itu saja.”

“Ouh, kerom….Ok!”

Aku menuruti pesan yang disampaikan siswa tadi. Tanpa berfikir panjang aku menulusuri tangga ke atap sekolah. Saat aku sampai….tak ada siapapun.

“Ouh, cantiknya!!!!”teriak namja yang urakan. Siswa sekolahku yang terancam dikeluarkan. Tapi kenapa mereka ada disini??

“Kita mulai saja???”tanyanya. mereka mulai mendekatiku. Apa-apaan ini???

“ANDWE!!!!!!!!!!!!”teriakku. Tapi mereka masi terus mendekatiku. Ayolah Sungi, think quick!! Kau harus bisa selamat. Cari pertolongan!!!

“MINHOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!”nama itu yang aku teriakan……

SREET!!!!

TBC……………

P.S: Makasih untuk Minho dan Seulong imitasi.*kakak kelasku*. Yang telah membuatku semangat lagi membuat FF, yang gak jelas ini…..huhu….. terimakasih, walau kalian imitasi, tapi yang penting kalian bening!!! *gak waras nih si May…ahahahhaha*

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Silence With Love – Part 5

SILENCE WITH LOVE PART-5

(WHO IS ME SHIZUKA OR DORA?)

Author:Nyda a.k.a Han Ri Chan

Ri Chan POV

Aku merebahkan tubuhku diatas sofa. Kenapa aku harus sekamar dengan Neul Rin eonni?apa aku pantas membencinya?apa salahnya padaku?Taemin kau yang membuatku seperti ini. Apa cintamu sedangkal itu?

“wouy melamun saja”Sun Yi eonni mengagetkanku tiba-tiba. Aku langsung mendengus kesal dan menatapnya tajam.

“eonni mulai deh sifat gajenya kumat”umpatku dia malah terkekeh geli. Kadang aku ingin seperti eonni dia benar-benar Leader yang hebat dia selalu ingin terlihat kuat padahal sebenarnya dia sendiri yang paling rapuh diantara kami.

“mian eh tadi eonni gak nyangka lho kalau dongsaengku ini punya bakat jadi penyanyi”ucapnya aku malah memanyukan bibirku aku tahu itu Cuma akal-akalannya saja supaya aku senang. Sun Yi eonni sebenarnya adalah sepupuku makanya aku benar-benar dekat dengannya karena kami sama-sama anak tunggal.

“iya nih lama-lama kamu bisa menggantikan posisi eonnimu ini”ujar Min Gi eonni yang tiba-tiba muncul tanpa sebab.

“tak apa kan eonni asal jangan sampai aku menggantikan posisimu dihati jong hyun oppa”ujarku sambih terkekeh geli aku langsung disambut oleh bantal sofa yang mendarat dengan mulus dikepalaku.

“kalau gitu Taemin buat aku saja ya”Hyun Young eonni tiba-tiba muncul dan langsung membuat kami semua terdiam membisu

“halah udah deh gak usah dibahas eh apa kalian tahu gosip yang sekarang?”tanya Ri Rin eonni memecahkan sebisingan diantara kami. Eh kenapa kami Cuma berlima?mana Neul Rin eonni?kadang eonni-eonni aku suka aneh-aneh mereka pasti ngejahatin orang yang jahat padaku, tapi sifat itulah yang membuatku semakin yakin kalau mereka benar-benar menyayangiku.

“gosip apa?”tanya Hyun Young eonni hati-hati mungkin dia takut salah bicara lagi.

“aku dan Ri Chan akan ke amerika”ujar Sun Yi eonni tiba-tiba.

Mwo?apa maksudnya?kenapa harus bawa-bawa aku?orang tua kami memang tinggal di amrik. Sedangkan sekarang teknologi pengobatan di Korea sangat jauh tertinggal. Mungkin saja eonni akan melanjutkan pengobatannya di Amrik. Tapi kenapa aku harus ikut dengannya?lantas bagaimana nasib SHINee’s girl tanpa pianis handal sepertiku?

“eonni kenapa aku harus ikut?”tanyaku

“karena tidak ada alasan untuk tetap bertahan disini. Cinta pertama kamu juga akan ke Amrik. Leeteuk oppa yang bilang kalau suju kan mempunyai sub group di Amerika dan Leeteuk oppa juga kyuhyun termasuk didalamnya”aku menelan ludah. Mungkin aku memang tidak memiliki alasan untuk bertahan tapi bagaimana dengan cintaku yang sekarang?

Author POV

Sementara itu di dorm suju.

Anak-anak suju sedang membicarakan kepergian sebagian membernya untuk menetap di Amerika. Semua member berwajah bahagia tapi tidak dengan kyuhyun yang terlihat tidak bersemangat sejak tadi.

“kyu waeyo masih memikirkan Ri Chankah?”tanya Leeteuk dan pertanyaan itu langsung tepat sasaran.

“sudahlah Taemin memang kekasihnya Ri Chan kan?”ujar Dong hae santai member suju yang lain langsung menatapnya tajam.

“hyung aku tahu hyung memang mengharapkan Taemin bersama Ri Chan agar Neul Rin tidak jadian dengan Taemin kan?”kyuhyun menarik kerah baju Dong Hae.

“sabar kyu dia hyungmu”ujar Wookie mencoba menenangkan kyuhyun.

“aish semuanya sialan”kyuhyun menonjokan tangannya pada cermin hingga tangannya berdarah.

Dengan langkah gontai kyuhyun menuju ke arah Dorm SG yang tepat berada di samping Dormnya.

“kyu oppa kenchanayo?”tanya Ri Chan kaget saat melihat tangan kyuhyun yang bersimbah darah. Dia mengajak kyuhyun masuk dan segera mengobati luka ditangan kyuhyun.

“ini untukmu”ujar Kyuhyun sembari memberikan lolipop pada Ri Chan.

“gomawo oppa kamu mengingatkanku pada seseorang”ujarnya senang. Kyuhyun tersenyum simpul dan segera berpamitan untuk kembali ke dormnya. Ri Chan sendiri merasa aneh dengan kelakuan cinta pertamanya itu.

Di dorm suju para hyungnya kyu merasa aneh dengan tingkah magnaenya itu. Tapi kyuhyun tidak ambil pusing dengan hal itu. Dia segera menuju kamarnya untuk mengenang masa lalunya bersama Ri Chan.

Flash back 10 tahun yang lalu

“annyeong “ujar kyu dia mengambil posisi tempat duduk disamping Ri chan.

“annyeong”ujar Ri chan tapi kyuhyun tahu Ri Chan baru saja menangis.

“kenapa menangis?ini lolipop untukmu tapi jangan menangis lagi ya shizuka” Ri Chan sepertinya bingung dengan ucapannya kyu.

“kenapa memanggilku Shizuka?apa karena kamu mirip Nobita?”tanya Ri Chan sambil memperhatikan mata kyuhyun yang memakai kacamata.

“ne, kamu manis seperti Shizuka”ucapan kyu membuat wajah Ri Chan bersemu merah dan sejenak melupakan kesedihannya.

“gomawo oppa tapi mianhaeyo aku tidak suka Shizuka tapi aku sukanya sama….”belum sempat Ri Chan meneruskan ucapannya kyuhyun segera memotong ucapannya.

“gwenchana”ujarnya sembari tersenyum manis.

TAEMIN POV

Lagi-lagi aku melihat pemandangan yang menyayat hati dari dorm sebelah sepertinya kyuhyun hyung memang sengaja ingin mencari perhatian dari Ri Chan agar Ri Chan memperhatikannya

Ri chan aku tak kan rela melihatmu bersamanya meski kita telah berpisah untuk selamanya. Aku yang terluka kau telah menjadi miliknya tahukah dirimu bahwa aku masih cinta?maafkan aku yang pernah menyakitimu hancurkan perasaanmu. Maafkan aku tak bisa menjadi cinta yang sempurnakan hatimu.

“cieh ada yang lagi cemburu nih”goda jong hyun hyung dan wajahku seketika menjadi merah padam.

“mwo?nuguseyo?”tantangku.

“eh Taemin sepertinya Rivalmu itu tertarik dengan kisahmu dan doramu itu”ujar kibum hyung ah aku sebenarnya tidak terlalu berduli dengannya tapi kenapa dia sangat ingin tahu kisahku dan cinta pertamaku?

KYUHYUN POV

Ri chan mianhaeyo entah sejak kapan aku jadi sepengecut ini aku tidak tahu kenapa aku tidak mengakui jati diriku padamu.

Sudah sejak lama aku mengikuti perkembangan hubungan Ri Chan dan Taemin dan aku baru menyadari bahwa Ri Chan adalah cinta pertamaku yang aku temui di rumah sakit 10 tahun yang lalu.

Tapi sepertinya dia lebih menyukai Diego dibanding Nobita dengan susah payah aku mencoba membangun karakter Diego pada diriku. Aku juga sering bertanya tentang kisah Taemin dan cinta pertamanya pada Key.

Saat Sun Yi dirawat di rumah sakit aku memberanikan diri untuk menyatakan pada Ri Chan bahwa aku adalah Diego-nya dulu dan sepertinya dia percaya padaku tapi aku masih merasa bahwa Ri Chan masih mencintai Taemin.

Kenapa kamu mencintai orang yang tidak ada saat kau perlukan?Taemin pabo kenapa justru kau tidak menyadari bahwa orang yang selama ini kau cari justru adalah yeojachingumu sendiri?

Sudahlah aku justru senang dengan hal itu aku tidak usah bersusah payah memisahkan Shizuka-ku darinya apa lagi sebentar lagi aku akan dan dia akan segera pergi meninggalkan korea.

Taemin andai saja waktu itu kamu menepati janji untuk menemui Ri Chan di taman rumah sakit mungkin kau akan mengetahui kalau Ri Chan sebenarnya tidak bisu, tapi sayang kau malah tidak menepati janjimu dan malah meninggalkannya.

Kau tahu?kau sama sekali tidak pantas mendapatkannya. Dia tercipta untukku. Aku tidak berduli siapa yang ada dihatinya aku hanya ingin dia menjadi miliku.

RI CHAN POV

Aku tambah bingung dengan semua yang terjadi disini. Kenapa kyu oppa tiba-tiba bersikap seperti itu?apa benar dia adalah Diego?ayolah Ri Chan berpikirlah realistis kamu seharusnya senang karena orang yang selama ini kau tunggu ternyata menjelma menjadi seorang namja yang tampan

Kenapa kyuhyun oppa jadi lebih mirip nobita yang memberi ku lollipop 10 tahun yang lalu?ketika aku mengetahui Diego sudah meninggalkan rumah sakit aku benar-benar sedih bahkan aku menolak untuk pulang meskipun aku sudah sembuh dari sakitku.

Kau tahu apa yang paling menyakitkan dalam hidupmu?yang paling menyedihkan dalam hidupku adalah ketika aku tidak bisa berkata sepatah katapun pada orang yang aku suka, tapi sekarang aku beruntung setidaknya aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Diego-ku meski dalam masa yang berbeda.

Ketika aku menangis tersedu-sedu di taman rumah sakit nobita oppa memberikan lollipopnya untukku agar aku bisa berhenti menangis. Dia juga memanggilku Shizuka walaupun aku lebih menyukai Dora.

“hei”sapa Ri Rin eonni membuyarkan lamunanku. Aku tertegun sesaat tumben sekali melodis SHINee’s girl ini menyapaku secara tiba-tiba. Biasanya sih dia hanya berbicara seperlunya. Aku juga heran bagaimana cara Ri Rin eonni dan Min Ho oppa berkomunikasi. Mereka kan sama-sama pendiam padahal mereka couple pantas Shawol menjuluki mereka ice couple kekekekeke

“mwo?tumben eonn perasaan akhir-akhir ini semua member senang sekali mengagetkan aku secara tiba-tiba”cibirku.

“wuuu dasar eonni ada kabar bagus nih tentang pembuatan MV perdana kita”ujarnya semangat. Aku mencoba untuk mencerna ucapannya. 1 detik..2 detik …1 menit…2 menit… kenapa aku jadi lama loading gini ya? Hingga akhirnya…

“hhwwwaaaaaa eonni yang bener mv yang mana?dongsaeng jagiya bukan?”tanyaku

“bukan kamu tahu MV SEOUL SONG kan?”tanyanya aku berpikir sejenak kemudian mengangguk paham. Aku memang mengetahui mv itu, tapi bukankah mv itu sudah dipakai oleh SUJU dan SNSD?kenapa kami juga harus membawakan lagu itu?

“ne aku tahu eonni, tapi kenapa kita harus membawakan lagu itu?bukankah lagu itu sudah pernah dibawakan oleh yang lain?”tanyaku

“jadi gini mv itu akan diperbaharui karena semenjak ada mv itu dinas pariwisata Seoul sering mendapatkan wisatawan dari mancanegara makanya soo man songsaenim memberi kita project selama 2bulan untuk pembuatan MV itu”jelasnya.

“apa konsepnya sama dengan MV SEOUL SONG yang dulu?”tanyaku.

“entahlah mungkin itu akan kita bicarakan bersama SHINee”ujarnya singkat. Tuh kan sifat pendiamnya muncul lagi. Eh apa yang dia katakan barusan?

AAANNNDDDWWWEEE aku gak mau ……………….

TBC

P.S: Mohon Maaf yang sebesar-besarnya… berkat wordpress yang sper eror semalem jadi kita belom publish FF baru… mohon maaf kan kamiiii

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF