I Must Kill You….. but, I LOVE YOU !! [1]

I must kill you….but, I LOVE You

Main Cast : Arisa—-Kim Ri Sa, Choi Minho

Support Cast: SHINee

Genre: Action, Romance Mystery

Length: Series/Chaptered

Rating: PG-15

Author: arisachan

a/n : Maaf kalo jelek dan gak jelas….. ff pertama….^_^

Part 1

Arisa POV

” Arisa.. target sekarang tepat menuju ke arahmu.. bersiaplah..”

“Mengerti….Ng… Ren?”

“Ya?”

“Mati seketika, buat menderita atau korek informasi?”

“Mati seketika saja…. jangan buat dia berteriak dan memanggil lebih banyak bodyguard….  dan jangan tinggalkan bukti…”

“Oh…oke..”

Sambungan terputus. Aku segera bersiap. Target yang dibicarakan Ren sudah terlihat dengan 10 bodyguard mengelilinginya. 10 bodyguard…. memang dia kaya, tapi apa itu tidak terlalu berlebihan? Sebaiknya cepat kuselesaikan saja…. Aku berjalan mengendap-ngendap. Tanpa sengaja, aku menginjak sebuah ranting pohon yang memang berserakan di jalanan. Sialan… sekarang 2 bodyguardnya langsung berjalan ke arahku. Oke… saatnya beraksi…

“Hei! Siapa disana?” teriak salah satu bodyguard. Bodyguard itu menyorotkan senter yang dibawanya ke arahku.

“Seorang gadis? Apa yang kau lakukan malam-malam begini di tempat seperti ini?” tanya bodyguard yang satu lagi.

“Maafkan aku… seharusnya kalian tidak melihatku….” jawabku.

“Hah??” 2 bodyguard itu kebingungan. Secepat kilat, aku segera menusuk jantung mereka dengan pisau.

“Ukh…” mereka mengerang kesakitan dan akhirnya tumbang. sepertinya aku sedikit meleset dari jantung sehingga mereka masih bisa mengerang seperti itu. Suara tadi sepertinya mendatangkan bodyguard yang lain. Aku berusaha bersembunyi tapi….

“Hei!! Ada apa ini??” teriak salah satu bodyguard.

“Astaga… lihat ini…!” seru bodyguard yang lain.

Salah satu bodyguard itu melihat bayanganku.

“Hei! Siapa disana? Keluar sekarang…atau kupaksa keluar!” Aku tidak bisa kabur. Akhirnya aku keluar dari persembunyianku.1,2,3,4…..6. Wah.. akan repot nih… aku dikelilingi 6 bodyguard yang siap menyerang setiap saat. Ketika melihatku, mereka menatapku tidak percaya.

“Diakah yang membunuh mereka?”

“Tidak tahu… tapi dia ada di TKP pasti dia…”

“Dia masih muda… dan seorang gadis pula…”

“Ayo kita tangkap dia… dia mungkin saja mengincar Bos kita!”

Mereka melangkah maju. Aku segera mundur perlahan. Entah kenapa melihat sikapku mereka langsung berhenti.

“Bagaimanapun dia masih anak-anak… bilang saja dia melindungi diri..”

“Ya… biarkan saja dia…”

Anank-anak? Anak yang kalian maksud itu sudah membunuh lebih dari 20 orang… dan kalian akan dihitung nanti….. segera setelah mereka berbalik segera kutusuk leher salah satu dari mereka yang membuat  mereka terkejut setengah mati. Mereka berbalik dan mulai berusaha menangkapku. Tapi karena aku masih ‘anak-anak’ tubuh kecilku ini mampu melepaskan diri dengan mudah. Selalu setelah aku melepaskan diri, aku selalu berusaha menusuk jantung mereka. Setelah beberapa menit keroyokan, akhirnya mereka semua tumbang. Untungnya, tidak ada bodyguard yang datang lagi karena… aku sudah capek…Tapi, aku harus membunuh Bos mereka. Sejenak setelah istirahat sebentar, aku mendengar suara bercakap-cakap. 2 bodyguard yang menjaga si ‘Bos’

“Kau yakin mereka jalan kearah sini?”

“Ya… yakin 100%… mereka sepertinya mendengar sesuatu dan menyelidiki…”

“Hei!! Astaga… coba lihat itu!”

“Astaga… apa mereka masih hidup?”

“Tidak.. sudah mati… sepertinya mereka ditusuk senjata tajam…”

“Kejam sekali…. Dia ditusuk di lehernya…. Dia dijantungnya…. Dia di perutnya..”

“Ya… siapapun yang melakukan ini pasti benar-benar tidak mempunyai hati…”

Aku tersentak. Terkejut mendengar perkataan mereka. Oh! Pasti setelah ini mereka akan melapor ke Bos mereka… sebaiknya kubungkam saja mereka…. Aku segera keluar dari tempat persembunyianku lagi. Mereka terkejut melihatku muncul tiba-tiba. Tanpa basa-basi segera kutusuk jantung mereka. Mereka mengerang dan tumbang. Bos mereka yang datang melihat keadaan terkejut melihatku. Dia segera mundur ketakutan. Aku melangkah maju. Dia semakin mundur.

“Apa yang kau mau? Akan kuberikan semuanya….”

“Kalau begitu…. Aku ingin kau mati sekarang…”

“Tidak! Aku belum mau mati!! Jangan mendekat!”

“Maafkan aku… sayang sekali, kau harus mati…. Nasibmu benar-benar tidak beruntung…”

Sebelum ia sempat berkata lagi, segera kutuntaskan pekerjaanku. Entah mengapa, sekarang aku benar-benar merasa menyesal… setelah mendengar percakapan 2 bodyguard itu…. Apa benar aku tidak hati?

“Arisa!!! Sudah selesai belum?????? Lama sekali!!!”

“Sudah….jemput aku…. Aku capek…. Ren..”

“Eh? Kau kenapa? Tunggulah aku segera kesana…”

“Ya”

Beberapa menit kemudian, Ren datang. Ia melihat mataku berkaca-kaca. Dengan segera ia memelukku, dan membelai rambutku. Mencoba menenangkanku.

“Lepaskan saja…. Keluarkan saja…. Gak usah dipendam… menangislah sepuasnya….. aku akan menemanimu sampai kapanpun…”

Aku menangis didalam pelukan Ren yang hangat.

“Hiks..hiks…hiks….Ren……”

“Ada apa?”

“Apa aku punya hati?”

“Tentu saja punya… setiap manusia pasti punya…. Memangnya kenapa?”

“Tidak…tidak apa-apa… hanya takut kalau aku gak punya hati…”

“Kamu ini ada-ada aja deh…. Udah puas nangisnya?”

“Ya… makasih ya…”

“Sama-sama…. Ayo pulang…. Nanti dimarahin lagi ama Bos.. lagipula kau haruus mandi dan ganti baju… kamu berlumuran darah..”

“Ya…aku tahu…”

Kami masuk ke mobil dan pulang. Aku benar-benar lelah. Hampir saja aku tertidur. Tapi Ren segera membangunkanku karena kami sudah sampai di rumah.

“Ayo kita harus melapor…” katanaya.

“Iya….”

Kami berjalan ke arah ruang kerja Bos kami. Aku selalu merasa senang kalau masuk ke ruang kerja Bos, karena ruangan itu sangat nyaman… Ada sofa empuk dan hangat serta berbagai macam barang antik.

“Ah… Arisa…Ren…Sepertinya misi kalian sudah selesai…. Kerja bagus… aku bangga pada kalian…”

“Terima kasih”

“Nah.. sekarang misi kalian selanjutnya akan sedikit sulit karena kalian akan ditugaskan sendiri-sendiri…”

“Hah?? Kenapa?” tanya Ren.

“Karena…kalau kalian berdua selalu bersama-sama dalam suatu misi, misi selanjutnya harus menunggu… dan dalam keadaan terdesak, apa yang kita lakukan akan ketahuan… dan kita akan tamat…”

“Masuk akal….” kataku.

“Ya.. jadi, intinya mulai sekarang kalian akan bertugas sendirian… karena itu.. kalian harus berlatih lebih keras dari biasanya…”

“Baiklah… lalu apa misi kami selanjutnya?” tanya Ren

“Yah.. untukmu Ren ini… kau selidiki ini dan laporkan padaku apa yang kau dapatkan…. Kita harus menyusun strategi baru… ada organisasi yang melacak keberadaan kita… dan untukmu Arisa.. aku ingin kau menyelidiki ini.. “

Aku melihat sebuah foto. Foto 5 orang. SHINee, boyband Korea Selatan yang sekarang sedang naik daun. Disukai banyak remaja perempuan dari seluruh dunia (walaupun ada juga yang tidak).

“Eh???? Aku harus menyelidiki mereka?? Kenapa?” tanyaku.

“Karena salah satu anggota mereka adalah agen yang sedang menyelidiki kita…. Aku dapat informasi itu dari salah satu mata-mataku…”

“Lalu setelah aku tahu siapa, aku harus menghabisinya kan? Apa yang akan dikatakan masyarakat? Salah satu idola mereka tewas tanpa alas an yang jelas…”

“Kita akan buat itu seolah perbuatan salah satu antis mereka…. Tenang saja…. Sekarang tugasmu adalah menyelidiki siapa orang itu… soal yang lain itu urusanku… kau akan tinggal dengan mereka agar kau bisa menyelidiki mereka dengan leluasa… lusa kau akan berangkat ke Korea.. bersiap-siaplah..”

“EH???????” seruku bersamaan dengan Ren. Eh? Ren? Kenapa ikut-ikutan?

“Ada apa?”

“Kenapa aku harus tinggal dengan mereka??? Aku kan perempuan… kalau mereka macam-macam bagaimana??” seruku.

“YA! Bagaimana jika ada yang macam-macam dengannya? Aku tidak akan tinggal diam apabila Arisa di…………….. ” seru Ren.

“Tenanglah…. Lee SooMan, bos mereka adalah temanku… dia sudah mengizinkan dan dia pasti sudah memperingatkan mereka….dia sudah memberikan jaminan Arisa tidak akan diapa-apakan… kalau tidak aku juga tidak mau menyuruh Arisa tinggal disitu…”

“Tapi tetap saja kan? Mereka kan laki-laki!!”

“Sudah..sudah.. tidak apa-apa… lagipula kau kan bias bela diri… jadi tidak apa-apa..”

“Baiklah…” kataku pasrah.

“Sekarang kalian berdua istirahat… lusa mulailah misi kalian…”

Aku segera keluar dari ruangan. Tidak tahu harus bagaimana. Lusa  aku akan pergi dan tinggal ditempat lain. Bersama dengan 5 orang laki-laki yang tidak kukenal. Dan lebih parah lagi, mereka adalah boyband terkenal SHINee!!!!

End of Arisa POV

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Our Rebellious Girl – Part 1

Author                        : Storm

Cast                : Dawn, Shinee

Genre                        : Family

Summary        : “..kau berani mengecewakan Taemin hanya karena laki-laki itu?” tanya onew hyung dengan nada tinggi. Gadis ini tetap tidak menjawab.

There always be a reason why one acts like a jerk

Our Rebellious Girl

(part I)

Key POV

“Dawnnnn…kami pulanggggg” onew hyung langsung berlari menghampiri Dawn yang sedang menonton TV. Aku langsung menutup pintu dan segera berlari menyusulnya. Aku mau lihat reaksi Dawn. dia pasti senang sekali. ~STORM~

“Dawn..tebak aku bawa apa?”onew hyung dengan senyum dibibirnya sekali lagi memintanya menebak. Sedangkan Dawn hanya melihatnya sekilas dan kembali menonton tv. Kami hanya menatapnya heran. ~STORM~

“Dawn, lihat aku bawa apa?” kali ini Jonghyun hyung duduk disampingnya. “TADAAAAAA” dia menunjukkan blackforest yang diambilnya dari kulkas. Gadis ini hanya diam saja. menengok saja tidak. “ini..” Jonghyun hyung menunjukkan blackforest buatannya. ~STORM~

“ini untukmu..dimakan yah..hehehe..bikinya susah nihh” kata hyungku sambil menaruh kue itu ditangannya. Kami semua tersenyum. Sedangkan gadis ini hanya melihatnya saja. tidak ada guratan senang di wajahnya. ~STORM~

“ini aku juga bikin coklat untukmu” onew hyung langsung menaruh dipangkuannya. Dawn hanya melihatnya dan menaruhnya di meja. ~STORM~

“lho kenapa?” tanya kedua hyungku. Kami yang melihatnya juga dibuat bingung oleh sikapnya. “ga suka? Ini enak lho..” onew hyung mulai membuka coklatnya dan menaruh ditangannya. ~STORM~

“CK!” hanya decakan yang keluar dari mulutnya. Aku agak kesal melihat tingkahnya. “anak ini..kubungkam juga nih lama-lama”ucapku dalam hati. ~STORM~

“ini..”Jonghyun hyung dengan tetap tersenyum memotongkan kue buatannya. Anak ini bukannya mengambilnya atau apa tapi malah menepisnya. Membuat kuenya jatuh ke lantai. Kedua hyungku hanya melihat kue dan coklat yang mereka buat dengan susah payah sekarang berada di lantai.  ~STORM~

“Dawn!” aku membentaknya. Dia tersentak dan menatapku dengan penuh emosi. ~STORM~

“Kau tau 2 oppa mu ini sudah susah payah bikin coklat dan kue itu! Sampe ga tidur 2 hari 2 malam. Cuma mau bikinin kamu kue itu! Malah dibuang gitu aja!” bentakku padanya. ~STORM~

“minta maaf” nada suaraku mulai melembut padanya. Dia diam saja. “Dawn minta maaf” kataku sekali lagi. Tapi tetap tidak ada gerakan ataupun suara darinya. ~STORM~

“sudahlah. Mungkin dia tidak suka coklatnya.” onew hyung mengambil coklat yang berserakan di lantai itu. ~STORM~

“Hyung??” aku kaget dengan reaksi hyungku ini. ~STORM~

gadis ini menatap hyungku dan segera berlalu pergi ke kamarnya. “Dawnn…mau kemana??” teriakku. ~STORM~

“Hyung, aku tau kau sangat menyayanginya. Tapi bukan begini caranya” kataku pada onew hyung. aku tidak terima Dawn memperlakukan hyungku seperti ini.  ~STORM~

“sudahlah Key mungkin dia marah karena kita meninggalkannya sendirian di rumah” hyungku ini masih saja membelanya. ~STORM~

Dawn adalah gadis 16 tahun yang tinggal bersama kami. Dia adalah sepupu jauh Onew hyung. Sudah dua tahun kami tinggal bersamanya. Karena sekolahnya dekat dengan Dorm kami, maka tinggallah dia bersama kami. Ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat kami sangat menyayanginya. Dia sudah seperti adik kami sendiri. Tadinya dia adalah gadis manis yang selalu memeluk kami, yang selalu membuat kami tertawa dengan kepolosonnya yang 2 tingkat di atas Taemin. Dia dan Taemin selalu menjadi adik kami yang manis. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini kelakuannya berubah. Dia sekarang lebih sering diam dan membantah kami. Aku selalu dibuat kesal olehnya. ~STORM~

*Dug*Dug*Dug

Tiba-tiba suara langkah kaki dari lantai atas membuyarkan lamunanku tentangnya. ~STORM~

“ini..” tiba-tiba Dawn melempar handuk ke muka Jonghyun hyung dan onew hyung. “lain kali tidak usah memberiku coklat!” katanya sambil berlalu. ~STORM~

Aku menarik nafas panjang. Mencoba menahan emosiku. “hoh! Anak ini! Tuhannnnnnn…aku tidak terimaaaaaa…” aku menjerit dalam hati. Kulihat kedua hyungku hanya memegang handuknya dan mengelap kepala mereka yang basah kena hujan tadi. Kulihat rasa kecewa di mata mereka. tentu saja mereka kecewa. Dua hari dua malam mereka membuat kue dan coklat untuknya. Mereka berharap gadis kecilnya tersenyum dan memeluk mereka seperti biasanya. Tapi kenyataannya..hffff… ~STORM~

Our Rebellious Girl

*knock*knock

Aku mengetuk pintu kamar adik perempuanku. Kupikir aku perlu bicara dengannya mengenai tingkah lakunya barusan. ~STORM~

*knock*knock

Tidak ada jawaban darinya. Kubuka pintu kamarnya. Kulihat dia sedang tengkurap membaca sesuatu. ~STORM~

“Dawn, kenapa ga jawab ketukan pintuku?” tanyaku. Gadis ini tetap tidak memperdulikanku. Dia asik dengan membolak-balikkan halaman komiknya. Aku menarik nafas panjang melihatnya. Mencoba menahan emosiku yang sudah tersulut dari tadi. ~STORM~

“kau tau Dawn, kedua oppamu susah payah membuat coklat dan blackforest untukmu?” kataku sambil merebahkan badanku di sampingnya. Gadis ini masih tetap membaca komiknya. ~STORM~

“Jonghyun hyung bahkan rela bergadang 2 hari 2 malam hanya untuk membuatkanmu blackforest.” Kupandangi gadis ini. matanya tetap tertuju pada komiknya. “kau tau kenapa sampai bergadang 2 hari 2 malam?” tetap tidak ada jawaban darinya. ~STORM~

“itu karena kue pertama tidak enak. Terlalu manis. Akhirnya dia bikin lagi. dan kali ini dibantu oleh Minho. Dan sepertinya sukses. Karena kulihat mereka berdua meloncat kegirangan.” Gadis disampingku ini tetap tidak merespon. ~STORM~

“oppamu itu bahkan membuatnya di malam hari dengan mengendap-endap. Agar kejutan yang dibuatnya untukmu sukses. Kau tidak pernah dengar suara mixer kan? Itu karena dia membuatnya di dalam studio kita di atas. Kedap suara katanya” aku menghela nafas panjang. ~STORM~

“dan kau tau onew hyung bahkan sampai meminta resep coklat pada ‘chocolate recipe café’ hanya untuk membuatkan coklat kesukaanmu. Kau tau apa yang dilakukannya untuk mendapakan resep itu?” gadis ini melirikku. Aku tersenyum karena akhirnya dia memberikan respond. ~STORM~

“dia rela sehabis latihan bernyanyi di café itu. Kau tau kan, latihan kami seperti apa? Tapi oppamu itu, tidak perduli kalo dia capek dan tetap bernyanyi di café itu. Dan bukan hanya itu, dia bahkan rela dicium pipinya sama puluhan pegawai yang bekerja di sana.” Gadis ini tersenyum. ~STORM~

“kenapa kau melakukannya Dawn? kau tau itu melukai perasaan mereka? kau tidak sayang mereka lagi?” aku bertanya padanya tanpa henti. Nada bicaraku tetap stabil. Gadis ini kembali tidak merespondku. ~STORM~

“apa karena kami belakangan ini sering meninggalkanmu?” aku mencoba menebaknya. Respond yang sama tetap diberikan padaku. Diam seribu bahasa. ~STORM~

“kau kan tau Dawn. ini tuntutan pekerjaan kami. Dan selama ini kulihat kau tidak masalah” lanjutku. Gadis ini menatapku. ~STORM~

“aku tidak memintanya Key” gadis ini pun menutup komiknya. dia bangun dari tempat tidurnya dan mengambil tas nya. ~STORM~

“mau kemana?” tanyaku. Gadis ini tidak menjawab. Kemudian dia memasang MP3 ditelinganya. Dan pergi melangkahkan kakinya keluar kamarnya. Aku langsung bangun melihat aksinya. ~STROM~

“Dawn, mau kemana? Udah malam ini.” tanganku menahannya. Dia menatapku dengan tatapan yang aneh. Tatapannya seolah berkata ‘jangan perdulikan aku!’. Aku terus menatapnya. Orang bilang bila ingin mengetahui perasaan orang lain tataplah matanya. Aku ingin mencari sesuatu di matanya. Sesuatu yang dulu membuat kami sangat menyayanginya. Sekalian ingin mencari jawaban atas tingkah lakunya yang aneh belakangan ini. ~STORM~

“Key? Dawn?” panggilan seseorang mengalihkan pandanganku darinya. Gadis inipun menghempaskan tanganku yang sejak tadi menahan langkahnya pergi. ~STORM~

“Dawn? mau kemana?” Minho, orang yang tadi memanggilku, memanggil gadis yang sedang melangkahkan kakinya keluar rumah ini. tetapi yang dipanggil tetap membawa kakinya pergi dengan mulut terkunci. ~STORM~

“ada apa sih Key?” tanyanya. Aku hanya menarik nafas panjang. ~STORM~

“kau tau Minho, aku tidak tau berapa lama aku menatap mata Dawn. tapi aku mencoba mencari sesuatu di matanya. Dan kau tau apa yang kutemukan? Kesedihan yang sangat dalam.” ~STROM~

“hah?” Minho terlihat kaget dengan perkataanku. ~STROM~

“bukan hanya itu saja. aku juga menemukan kebencian dimatanya. Dan itu yang membuatku takut. bukan hanya sedikit tapi banyak. Seolah rasa sedih yang kutemukan tenggelam dalam kebenciannya. Dan yang membuatku terkejut adalah. Aku tidak menemukan kebahagiaan dimatanya.” Aku menarik nafas panjang. ~STORM~

“aku tidak dapat menemukan kebahagiaan, keceriaan, dan kehangatan dimatanya. Kemana Dawnku yang dulu?” badanku tersungkur ditembok putih ini. “kurasa dia benar- benar berubah” ~STORM~

Minho hanya menatapku dan berkata “kita akan mengetahui penyebabnya Key.” ~STORM~

“dia bahkan tidak memanggilku oppa lagi” aku menundukkan kepalaku. ~STROM~

Our Rebellious Girl

“Pagi Dawn..ayo makan” Taemin menyapa gadis berambut panjang terurai yang baru tiba di ruang makan ini dengan senyuman. ~STORM~

“ini sudah kusiapkan sarapan untukmu. Omelet special taemin oppaaa.” katanya masih dengan senyum tersungging dibibirnya. Taemin memang sengaja bangun pagi membantuku di dapur. ~STORM~

“aku mau bikin omelet untuk Dawn, hyung. akhir- akhir ini kulihat badannya semakin kurus. Aku harus membuatnya makan banyak.” katanya tadi pagi. “pasti dia seneng bangettt…xixixixi” kesenangannya bertambah ketika dia menghias omelet bikinannya sendiri dengan tomat dan sayuran lainnya. ~STORM~

Kulihat Dawn. Tidak ada senyuman yang terlukis di wajahnya.  dia hanya menarik kursi makannya. Dan duduk disamping Taemin. ~STORM~

Taemin memberikannya omelet yang sudah dia siapkan dari tadi. Tapi Dawn tidak mengambilnya dari tangan adik laki-lakiku itu. ~STORM~

“ini..makan yang banyak yah..biar gemukan dikit. Adikku yang cantik ga boleh terlihat kurus seperti ini” Taemin akhirnya menaruh omeletnya di hadapan Dawn sambil memegang lengan Dawn. ~STORM~

“mari makannnnnnnnn ^^” kata Taemin sambil memasukkan sendok ke mulutnya berharap Dawn mengikuti jejaknya. ~STORM~

Tetapi gadis disampingnya tetap tidak bereaksi. Aku mulai menarik nafas panjang melihat aksi diamnya. “sabar..key..sabarr…” kataku dalam hati. ~STORM~

“Dawn..kenapa? bukannya suka sama omelet ya? Oh..iya..iya..nasi..aku lupa..” Taemin menepuk jidadnya. “gimana bisa aku lupa sama nasinya, tapi nasiku udah ada di depanku” katanya sambil berjalan. Dia masih pikir Dawn diam saja karena dia lupa memberinya nasi. ~STORM~

Adikku ini langsung mengambilkannya nasi dan segera menaruhnya di hadapannya. Tapi reaksi yang sama tetap diterima oleh Taemin. ~STORM~

“Dawn ayo makan..ini aku bangun pagi-pagi loch..sengaja bikin buat kamu. Biar gemuk nih..dulu perasaan kamu ga sekurus ini deh Dawn” katanya. ~STORM~

Dawn menatapnya. Dia mulai menggerakkan tangannya. Senyum Taemin semakin mengembang melihat Dawn menggerakkan tangannya. Kulihat senyum di wajah hyungku yang lain. ~STORM~

*PRANG* ~STORM~

Seketika senyum yang baru saja kulihat di wajah hyung dan dongsaengku menghilang. Dawn menepis nasi dan omelet yang Taemin siapkan untuknya. Taemin bangun dari kursinya. Dan melihat nasi dan omelet buatannya berserakan di lantai. Kulihat rasa kecewa diwajahnya. Dan dia hanya bisa menatap Dawn sedih. ~STORM~

Sedangkan Dawn, bocah yang menyebabkan kekacauan ini, hanya mengambil tasnya dan bersiap meninggalkan ruangan ini.  ~STORM~

“DAWN DUDUK!” kataku dengan nada tinggi. “mau kemana? Pergi lagi?” tanyaku tetap dengan nada tinggi. ~STORM~

“minta maaf!” tiba- tiba Onew hyung berkata dengan nada tinggi. Dawn menatapnya tidak percaya. Tapi tetap tidak ada ucapan ataupun gerakan yang mengindikasikan gadis ini meminta maaf. Dia malah melenggang pergi melewati hyung kami.  ~STORM~

“DAWN, MINTA MAAF!!” tangan onew hyung menahan lengannya agar tidak pergi. Gadis ini tetap melangkahkan kakinya. Kulihat tekanan tangan onew hyung semakin menguat melihat aksi kakinya. ~STORM~

Dawn akhirnya menghentikan kakinya. Dia menatap hyungku. Dan berusaha melepaskan tangannya. Tapi tidak bisa. Tangan onew hyung terlalu kuat baginya. ~STORM~

“MINTA MAAF!” teriaknya dihadapan gadis ini. gadis ini tetap menatapnya tanpa rasa takut. ~STORM~

“sudahlah hyung..aku ga apa-apa kok” Taemin berusaha menenangkan suasana. ~STORM~

“TAEMIN HENTIKAN!” kali ini aku berteriak pada taemin. Adik laki-lakiku ini terlihat kaget dengan bentakanku.  ~STORM~

“Nona muda ini harus minta maaf padamu” lanjutku. Dawn menatapku. Rambut panjangnya yang terurai membuatku tidak bisa melihat matanya. Onew hyung tetap memegang tangannya. Ruangan ini sunyi beberapa saat. Sampai akhirnya suara getar ponsel terdengar di sini. ~STORM~

Drrrrrtttttttttttt…ddddrrrrrrrrrtttttttttttttttt ~STORM~

Dawn tanpa melepaskan tangan onew hyung mengambil ponsel dari kantongnya. Kami melihatnya tidak percaya. ~STORM~

“anak ini!” jeritku dalam hati. ~STORM~

“ya! Berikan padaku!” katanya pada onew hyung ketika mengambil ponsel dari tangannya. ~STORM~

“aku sudah di depan rumah mu??? sudah kubawakan makanan untukmu???? Makanan???” onew hyung membaca pesan dari ponselnya. Dawn menatapnya tajam. Jonghyun hyung dan Minho langsung pergi ke ruang depan melihat siapa yang datang. ~STORM~

“hyung, pria yang kemarin kita lihat ada di depan” jonghyun hyung melaporkan situasinya. ~STORM~

“hah! jadi karena laki-laki itu kau buat kakakmu kecewa?? kau berani mengecewakan Taemin hanya karena laki-laki itu?” tanya onew hyung dengan nada tinggi. Gadis ini tetap tidak menjawab. Tangannya tetap berusaha melepaskan tangan hyungku darinya.  ~STORM~

“siapa dia? Pacarmu? Kenapa dia menggendongmu semalam? Hah?” onew hyung tanpa jeda bertanya padanya. Gadis ini terlihat kaget dengan pertanyaan hyungku. ~STORM~

“kau pikir kami tidak melihatmu kemarin? Kau pikir kami sudah tidur?” Gadis ini tetap berusaha melepaskan tangannya dari onew hyung. ~STORM~

“Minho, bawa masuk teman laki-lakinya itu” perintah onew hyung. Dawn tampak pucat mendengarnya. ~STORM~

“AWWWW” Minho yang baru saja melangkahkan kakinya segera menghentikan langkahnya. Pandangannya segera beralih ke hyungnya yang sedang teriak kesakitan. ~STORM~

Dawn dengan segera melepaskan tangannya dari onew hyung dan berlari dengan cepat melintasi Minho. ~STORM~

“hyung, kau tidak apa-apa?” Jonghyun hyung menghampirinya. ~STORM~

“aku ga apa-apa. Dia hanya menginjak kakiku. Kalian kejar Dawn” katanya. Minho dengan langkahnya yang panjang langsung mengejarnya. Aku mengikutinya dari belakang. ~STORM~

“ayo cepat lari!” teriak Dawn pada teman laki-lakinya itu sambil menarik tangannya. Aku dan Minho mengejarnya tetapi tidak berhasil. ~STORM~

“DAWNNNNNNN!!!!!!!” aku teriak dengan kencangnya. Minho yang terengah-engah hanya bisa melihat dua bocah menyebalkan itu berlari dengan kencangnya. “SIAL!!” ~STORM~

Our Rebellious Girl

Minho POV

“Ya Tuhan!” Jonghyun hyung terdengar kaget sekali. kami menatapnya heran “kenapa hyung?” kata ku. ~STORM~

“Dawn kau?” hyungku itu mulai bersuara. kami segera mengarahkan pandangan kami pada Dawn yang baru tiba di ruang makan.  ~STORM~

“Ya Tuhan!!” kali ini Key yang benar-benar kaget melihatnya. Taemin menaruh tangannya dimulutnya. Menutupi rasa terkejutnya. Aku berdiri dari kursiku. Aku melihatnya dari kepala sampai kaki. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. Kuulangi lagi tatapan ku padanya. Dari kaki sampai kepala. Dari kepala sampai kaki. Berkali-kali kutatap gadis 16 tahun dihadapanku ini. Aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat. Rambut panjangnya tergerai agak acak-acakan, seragamnya agak ketat, dan rok bawahannya terlihat sangat pendek. Ditambah dengan dandanan di wajahnya yang sangat..ehm…sangat tebal. Membuatnya terlihat seperti…. ~STORM~

“Dawn ganti pakaianmu” onew hyung langsung menyuruhnya mengganti pakaiannya. Gadis ini hanya menatapnya. Dia menarik kursi dan duduk di meja makan. ~STORM~

“Dawn, kenapa bajumu seperti ini?” tanya Key lembut. Dia menatapnya tapi tidak menjawab pertanyaannya. ~STORM~

“Dawn ganti bajumu” onew hyung memintanya lagi. Dia kembali menatapnya. Tapi dia tidak menggerakkan badannya sedikitpun. Dia mengambil sarapannya. Matanya yang bulat melihat apa yang tersaji di meja makan. ~STORM~

“Dawn make up mu juga terlalu tebal. Tidak cocok untuk anak sekolah” taemin memberitaunya. Dia tetap tidak menghiraukan perkataan kami.  ~STORM~

“Dawn, ganti…” belum selesai onew hyung menyelesaikan kalimatnya. Gadis in berdiri dan menatapnya. Dia mengambil tasnya dan berjalan meninggalkan kami. “aku duluan” katanya sambil berlalu. ~STORM~

“Dawn! ga sarapan?” dengan setengah teriak Taemin bertanya padanya. ~STORM~

“GA NAFSU!” teriaknya sesaat setelah keluar dari ruang makan. Kami hanya bisa menarik nafas panjang melihat kelakuannya. ~STORM~

“hyung..ini pasti ada yang ga beres sama dia.” Aku mulai mengutarakan pikiranku. Hyung tertuaku itu hanya menarik nafas panjang dan kembali meneruskan sarapannya. ~STORM~

“ini ga seperti Dawn yang kita kenal. Dia sekarang terlihat sangat kurus. Kelakuannya juga selalu membuat cemas. Sekarang pakaiannya.” Aku tetap mengutarakan pikiranku. Yang lain hanya bisa terdiam. Mereka tau aku benar. Tapi mereka juga tidak mengerti apa yang terjadi.    ~STORM~

“hyung? roknya ga kependekan?” taemin memecah keheningan di ruang makan dengan kecemasan lainnya. “hyung make up nya juga ga ketebelan?” kali ini Key yang khawatir. “tuhan..dia terlihat seperti..” jonghyun hyung tidak melanjutkan ucapannya. ~STORM~

“dia seperti wanita malam” taemin dengan polosnya langsung mengatakan pemikirannya. Kami tercengang mendengarnya. Kulihat onew hyung sekali lagi menarik nafas panjang. ~STORM~

Akhir-akhir ini kelakuan Dawn memang aneh sekali. Pulang sekolah langsung masuk kamar. Keluar juga kalo jam makan aja. Itu juga kalo dipanggil. Kalo ga dipanggil mungkin dia ga keluar kamar. Di meja makan dia hanya diam saja. dia menolak semua pemberian kami. Ada apa dengannya? Aku berfikir keras. Apa mungkin kami melewatkan ulang tahunnya? Ga juga. Perasaan baru 3 bulan yang lalu. Apa mungkin karena akhir-akhir ini kami sibuk sekali? Jadi dia merasa diabaikan? Bermacam alasan melintasi pikiranku. Aku cemas sekali melihat kelakuannya belakangan ini. ~STORM~

“aku takut kalau nanti dia pulang malam. Nanti di jalan..” Jonghyun hyung terlihat sangat khawatir.  ~STORM~

“aku akan menjemputnya nanti” Key menenangkan kami semua. ~STORM~

Our Rebellious Girl

Key POV

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 seharusnya sekolahnya sudah selesai. Aku berjalan menyusuri kelas-kelas di sekolah ini. “Dari sini lurus sampai kelas terakhir terus belok kanan. Kelasnya nomor 3 dari jejeran kelas ini” kataku sambil mengingat kelasnya. aku hafal kelasnya. karena semester yang lalu aku yang mengambil raportnya. Kulihat papan yang menggantung di atas pintu kelas. Kucari kelas adikku.  ~STORM~

“kelas 10…” langkahku terhenti ketika melihat seorang perempuan dan laki-laki di kelas itu.  ~STORM~

“kelas 10.2” kulihat sekali lagi papan kelasnya. “tidak ini bukan kelasnya” pikirku. Aku kembali berjalan. Tapi kenapa gadis yang duduk di meja itu terlihat seperti Dawn. ~STORM~

“aku..aku takut sekali..” gadis di dalam kelas ini tiba-tiba bersuara. suaranya gemetar seakan menahan tangis. langkahku terhenti mendengarnya. Aku mengenal suara ini. ~STORM~

“Dawn..gadis ini..benar-benar Dawn..tidak. dia tidak mungkin Dawn.” pikiranku terus mengelak dari kenyataan yang kulihat. ku lihat sekali lagi gadis ini dari jendela kelasnya.  Tuhan…Gadis itu benar- benar Dawn. apa yang dilakukannya dengan pria itu? Siapa pria itu? ~STORM~

Kulihat Dawn menggulung lengan bajunya. Dan pria di sampingnya mengeluarkan..jantungku berhenti seketika melihat benda yang dipegangnya. ~STORM~

Tuhannnnnn… JARUMMMMMMMM??? Mau apa dia dengan jarum itu? Dan adikku?? Tidak mungkin.. ~SF3SI~

TBC

~SF3SI~

Our Rebellious Girl

P.S : ada yang ngerasa aneh sama FF ini??? Aku yakin ada ^^ … bingungkah dengan tulisan ~STORM~ hampir di setiap akhir paragraf? Itu hanya sebagai tanda atau bukti bahwa para admin SF3SI akan melindungi semua FF di blog ini dengan segenap hati. Kebetulan sahabat kita Storm ini agak takut dengan adanya plagiat dan dia orang nya agak traumatis gitu. Jadi, untuk sementara dia gak bakal muncul di SF3SI. Jadi mohon maaf kalau komen kalian gak di bales sama authornya.. biar kita aja yang bales ^^

Sekalian pesen.. kalian juga bisa ngelakuin hal semacam ini ke FF kalian kalau takut FF kalian di plagiat. ^^, kepada miss Ula tolong kasih tahu Storm untuk liat FF nya ini ^^ .. keluarga Sf3SI tuh satu, jadi kalau ada yang di plagiat yang akan marah bukan cuma Storm sendiri tapi kami semua. Dan yang nangis juga bukan Storm sendiri, tapi kami semua juga ^^. Semoga Storm bisa cepet balik ke blog ini lagi ^^

Kepada para psikopat atau plagiat.. DI MOHON UNTUK PERGI DARI BLOG INI SECEPATNYA ^^ atau urungkan niat kalian ^^.

-Admin SF3SI-

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Hadiah Terindah – Part 3

Author : Putri Melyana Fariha

Sebelumnya ..

Ruang TV

“ apa kau beranggapan bahwa ini benar sungguhan?” tanya Onew

“Ya. Akting kalian sangat bagus sehingga aku tidak mengetahui kalau kalian sedang berpura-pura” jawab Jonghyun sambil membetulkan poninya

“haha. Kau ini. Bagaimana bisa kami marah pada mu” jelas Taemin

“ya . saya akan mengakui bahwa kalian adalah aktor fersi saya yang paling jago berakting sehingga saya cukup banyak meneteskan air mata” sembil memeluk bantal berwarna biru

“wah ada banyak sayuran” teriak Onew. 4 member yang lainya menengok.

“memang kenapa?” tanya Taemin

“haha.. aku punya ide” seru Jonghyun

“Ide apa?” tanya Onew

“Kita adakan lomba mambuat Kimci antara kau dengan Key” jelas Jonghyun

“apa? Aku? Kenapa harus aku?” Tanya Key dengan pertanyaan yang beruntun

“Karena kau bisa masak” jawab ke 4 temannya dengan serentak

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Akhirnya Onew dan Key pun memulai lomba membuat kimci.

“haha. Aku siap melawanmu” ucap Onew sambil mengangkat tangannya

“tapi aku tidak siap melawanmu” jawab Key

“Yasudah kita mulai saja. Yupz” Jonghyun pun memulai lomba

“Taemin, Jonghyun! Sini” panggil Minho dengan suara pelan dari balik tembok

“ ya! Ada apa?” tanya Taemin

“Nanti ketika Kimci punya Onew sudah hampir jadi kita masukan garam” ucap Minho dengan suara pelan

“berapa banyak?” Tanya Jonghyun

“emh.. 6 sendok cukup asin tidak?”

“itu asin sekali” jawab Taemin

“ya sudah 6 sendok. Nanti kau telpon ke telpon rumah dan aku akan mengatakan ada yang ingin bicara dengannya dan saat itu kau masukan garamnya” Minho menerangkan rencananya

Ketika Kimci Onew sudah ½ jadi

“Kring.. Kring” bunyi telpon rumah

“halo.” Jawab Minho. “Oh .. Onew” ucap Minho

“appa itu lepon untuk aku?” tanya Onew

“ya.” Jawab Minho. Onew pun menuju telpon itu. Taemin dan Jonghyun pun langsung memasukan 6 sendok garam kedalam Kimci Onew.

“Hei mau apa kalian dengan Kimci Onew?” tanya Key sambil mengaduk Kimci punyanya

“Diam saja. Giliran kita mengerjai dia” jawab Jonghyun sambil memasukan garam

“Hei sedang apa kalian” teriak Onew

“appa? Tidak!! Kami hanya melihat kimci kamu saja” Jonghyun dan Taemin pun mengeles

“apa Kimcimu sudah selesai?” tanya Onew pada Key

“Sudah” jawab Key “bagaimana dengan Kimcimu?” tanya Key

“sudah. Siap!!” jawab Onew.

“ yasudah kita adakan penjurian!” teriak Minho dari ruang TV

Key dan Onew membawa kimci mereka masing-masing ke meja makan dan penjurian di lakukan dengan 3 juri yaitu Minho sebagai ketua juri, Jonghyun sebagai penilai rasa dan Taemin penilai penampilan.

“emh.. rasa kimcimu cukup bagus” jawab Minho sambil menulis angka pada kertasnya

“Iya rasanya pas sekali” Sambung Taemin

“Bagai mana dengan kimcimu ?” tanya Jonghyun pada Onew sambil menaruh sendoknya sehabis menyicipi kimci Key

“aku belum menyicipinya” jawab Onew

“Sini aku cicipi dulu” teriak Minho sambil berjalan dengan santai kearah kimci Onew

Saat Minho menyicipi “kimcimu!! Kimcimu!! Kimcimu!! Sangat asin”

“apa ia?” tanya Onew dengan nada kaget

“ia! Benar ini sangat asin” ucapa Minho

“kenapa bisa seperti ini?” ucap Onew sambil melihat kearah kimcinya

“itu ulah mereka bertiga” ucap Key sambil menaruh sendoknya

“apa?” teriak Onew sambil mengejar Minho, Jonghyun dan Taemin ke arah taman depan

Sejenak langkah mereka pun terhenti di depan rumah mereka dan menemukan anak anjing yang sedang kedinginan karena hujan rintik yang deri semalam belum berhenti.

“Mwo?? Anak anjing??” teriak Jonghyun sambil memegang anak anjing itu

“Lucu sekali anak anjing ini” ucap Minho

Key yang didalam sedang merepihkan dapur segera lari menuju taman depan untuk melihat apa yang sedang terjadi.

“ada apa ?” tanya Key sambil menghela nafas dengan cepat

“lihat anak anjing ini. Dia lucu sekali” sahut Minho

“siapa yang tega membuang anak anjing selucu ini ??” tanya Jonghyun sambil meng usap-usap kepala anak anjing itu

bersambung ..

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF