You, Him or Him? – Part 1

Tittle : You, him or him?
Author : Joannataemints
Cast : taemin, choi minho, han ji yeon, han soo seok
Rating : PG-13/15?Tentukan sendiri
Part 1
~ji yeon POV~
“hoam” aku menguap untuk kesekian kalinya aku menguap
“ji yeon..Kim seonsangnim sudah datang” soo seok yang duduk di sebelahku mengguncang tubuhku
“ne” aku mengangkat kepala ku dari meja
“Anak-anak hari ini kita akan mendapatkan teman baru,mungkin kalian akan sedikit terkejut,karena sebentar lagi kita akan ujian”
Masuklah sesosok namja yang membuat aku mati kutu ‘Lee Taemin!’
“Annyeong Lee Taemin imnida” senyumnya
Aku mendengar seluruh yeoja di kelas menjerit bahagia…yayaya..magnae SHINee sekarang di depan Mata mereka..siapa yang tak terkejut
Istirahat memanggil semua siswa untuk ke kantin, ups kecuali aku, soo seok yang masiih merajukku untuk ikut ke kantin, taemin, Dan para yeoja kelasku yang mendekati taemin
Lebih tepatnya haus perhatian
“ji yeon!Jangan tidur terus..ayo ke kantin” rengeknya
“gak mau!Sendiri saja kan bisa” aku melihat celana di hadapan mataku, aku mendongak dan meliha taemin berdiri di hadapanku
Mau tidak mengantarku berkeliling sekolah?” aku?kenapa aku?ingn menolak tapi senyumnya meruntuhkan kata kata tidak (tahu kan senyum taemin yang bak dewa?)
“bo..boleh” dia menarik tanganku
“kajja” aku mendengar yeoja yang haus perhatian itu berceloteh gak jelas dan itu menandakan bahwa mereka gak bisa mendapat perhatian namja ini
“Chagi…Di sini indah sekali” dia yang setengah berteriak dengan sgap aku membekap mulutnya
“jangan panggil aku chagi di sekolah!”
“tapi kan tak ada siapa-siapa di sini” dia menggembungkan pipinya
“aku tahu, tapi kita tetap harus merahasiakan hubungan kita,ara?”
“ara” jawabnya singkat
~flashback~
“umma buat apa kita kesini?”
“hem rahasia”
Umma!Jangan man rahasia-rahasiaan deh”
Ting Tong “nah mereka sudah datang” umma berjalan dan membuka pintu
Aku menoleh ke arah pintu Dan melihat namja yang sangat kukenal, lee taemin
“Taeminnie?Kenapa kau kemari?”
“rahasia” senyum nya nakal, kenapa sh Hari ini semua orang main rahasia-rahasiaan
Umma Ku Dan umma taemin sangat dekat, itu di karenakan pekerjaan rahasiaku,,pelatih dance SHINee
Mungkin tak masuk akal, tapi aku di tawar langsung oleh lee soman (kau tahu pasti siapa dia!)
Yang secara tak sengaja melihat aku menari di jalanan ketika aku harus mencari uang untuk aku dan ibuku, seperti keajaiban, aku bertemu orang orang yang membuatku nyaman bekerja di sama menjadi pelatih mereka
“umma Dan umma taemin sudah mendiskusikan ini sejak lama”
Umma membuyarkan lamunanku
“kalian akan bertunangan” eh?bercanda kan?
“Mwo???” aku berteriak, tetapi umma malah tersenyum, begitu pula lee ahjumma dan..hei!Sepertinya Taemin sudah tahu
“Kalian satu-satunya harapan kami, agar kami bisa menggendong cucu” kata kata umma taemin membuat aku berfkir jauh
Mukaku panas sekali
“Tapi lee ahjussi pasti tak setuju” aku memberikan alasan
“loh?malah lee ahjussi yang mengusulkan” kata lee ahjumma membuat aku semakin terpuruk, memang aku menyukainya, tapi aku tak menyangka mendapat berlebihan.
Akhirnya seminggu setelah itu diadakan pertunangan diam-diam
Dia sangat menyukaimu,,mungkin Taemin akan pindah sekolah demi tunangannya’
~end flash back~
Dan sekarang taemin sedang duduk di depanku, menatap punggungnya yang lebar, kemarin kami latihan sampai jam 1 pagi “huam”
Rasanya mengantuk sekali.”yeon..ji yeon” aku mengusap mataku Dan melihat kelas sudah sepi
“selama pelajaran kau tidur,ayyo pulang” aku membereskan buku-buku
“kau kenapa sih selalu tidur selama jam pelajaran?Dan hebatnya kau tetap di urutan pertama dalam rangking!” soo seok berjalan di sampingku
“soo seok sebenarnya Ada yang kurahasiakan darimu, mian, tapi kau bisa mengetahuinya kalau mau”
“memang apa?”
“sms umma mu kau akan pulang malam” aku tersenyum Dan menyetop bus
“Kita ke SM entertaiment”
“mwo??”

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

Question, What? Why? Answer, You !/? [1]

title : question, what? why? answer, you  1/?
author : Monda a.k.a chassbenatriks
genre  : pg
pairing: 2min, onkey, jjongtae (taesun) =D

Hai, namaku Taemin. Aku adalah siswa kelas dua sekolah menengah
pertama di Seoul. Dan tidak seperti anak seusiaku lainnya, ibuku
bilang, aku mempunyai rasa ingin tau yang saaaangaaaat….. besar.
Ayahku bilang mungkin aku bisa menjadi seorang profesor di masa depan
nanti. Aku sangat senang mendengar hal itu.

Sedari kecil, aku selalu bertanya mengapa cegukan itu bisa ada,
mengapa jari-jari tanganku bisa bergerak dengan mekanisme yang
sedemikian rupa, mengapa kuku berbeda dengan bagian kulit yang lain
dan bagaimana sel-sel dalam tubuh dapat membentuknya, mengapa,
mengapa, mengapa, aku selalu ingin tau. Kutanyakan kepada ayah, ibu,
kakakku, hingga diriku sendiri. Ya, aku selalu mencaritahu segala hal
yang menarik untuk dipertanyakan. Dan aku selalu berusaha mencari
sendiri jawabannya. Hingga pada saat itu kakakku, Taesun hyung,
menempeleng kepalaku karena aku bertanya mengapa dia bisa menyukai
laki-laki. Apa yang salah dengan pertanyaan itu?

Kehidupanku sama saja dengan anak-anak lain, duduk dikelas sambil
memperhatikan pelajaran, berangkat dan pulang sekolah sekolah dan
membawa buku pelajaran yang begitu banyak didalam tas, semuanya.
Kecuali tubuhku yang kecil dan wajahku yang tetap seperti ini sejak
bayi, seperti tak pernah tumbuh dewasa. Ini benar-benar tidak logis
dan tidak adil!

Kehidupan sekolahku sangat menjengkelkan, selalu diejek dan dicemooh,
bahkan dijahili. ‘Mickey mouse’ hal itu yang selalu diucapkan
teman-teman sekelasku setiap aku memasuki kelas. Dan satu hal yang
sangat menggangguku, gadis-gadis itu selalu mengarahkan kamera ponsel
mereka kearahku. Memotretku sesuka hati sambil berteriak histeris.
Namun aku merasa sangat tertolong, aku memiliki seorang sahabat baik
yang selalu menemaniku dan menjauhkanku dari orang-orang aneh itu. Dia
adalah seorang senior yang saaaaangaaaat…. Baik. Key, Key noona.

“Taeminnie!! Kemari! Aku membawakan sesuatu untukmu!!” panggilnya
ketika aku baru saja ingin memasuki gerbang sekolah. Aku segera
menoleh dan berlari menghampirinya.

“Wah! Ensiklopedi!!!” aku meloncat-loncat kegirangan. Oh, tuhan! Ini
adalah buku yang sangat kuinginkan! Key noona benar-benar seorang
malaikat!

“Anak baik. Hm, kau tau siapa yang membelikannya?” aku menggeleng,
memeluk ensiklopedi yang baru saja kudapatkan sementara Key noona
membuat ekspresi bagaikan dia juga tak mengetahuinya lalu seketika
berteriak keras, hampir membuat jantungku lepas.

“Jinki yang membelikannya! Wah!!!! Ayahmu itu memang baik, iya kan,
Minnie?!! Ouh, Jinki memang ayah yang baik.” Key noona menggumam
dengan ekspresi bangga dengan senyuman dan tawa yang sangat khas.

Jinki hyung, adalah salah satu sahabat Taesun hyung dan adalah kekasih
dari Key noona. Sejak orang tua kami meninggal dunia dua tahun yang
lalu, Key noona, dan Jinki hyung juga Jonghyun hyung, kekasih Taesun
hyung; yang laki-laki itu, tinggal dirumah kami untuk menemaniku. Dan
Key noona, dia sudah kuanggap seperti ibuku sendiri, dan aku sangat
bahagia memiliki sahabat sekaligus orang tua yang sangat baik seperti
Key noona dan Jinki hyung. ^^

Bel istirahat berbunyi, seperti biasanya, Key noona selalu
menghampiriku ke kelas dan membawakan bekal untukku. Walaupun kadang
aku suka protes mengapa dia tidak memberikannya saja dirumah agar
praktis, namun tak apa, aku akan dengan senang hati menerima bekal
darinya. Masakan Key noona terlalu enak! ^^

Kali ini Key noona mengajak Jinki hyung ikut ke kelasku karena Jinki
hyung tak ada tugas ataupun rapat. Ya, dia adalah ketua organisasi
siswa di SMA. Aku memperhatikannya. Memperhatikan mereka berdua.
Terlihat bahagia, wah, mungkin Jinki hyung memang menyukai Key noona
yang notabene lebih tinggi darinya, itu yang ada dipikiranku setelah
dua tahun meneliti mereka berdua.

Mereka berdua bergantian menyuapiku dan menjauhkan kerumunan gadis
yang mengelilingiku hanya untuk mengambil gambarku pada saat sedang
makan, walaupun mereka tak berhenti menekan tombol kamera mereka dan
mengambil setiap momen yang bisa mereka memorikan.

Kini aku mengerti prinsip lalat; selalu mengerumuni hal yang membuat
mereka tertarik walaupun sudah berkali-kali diusir dengan pemukul yang
mengerikan itu.

“Taeminnie, nanti sepulang sekolah kau ada acara atau kegiatan yang
menyibukkan?” Tanya Key noona sambil mengambil sesendok nasi dan
meletakkan rumput laut diatasnya.

“Aku belum tau, noona. Memang ada apa?” Balasku sebelum membuka mulut
untuk menerima suapan dari Key noona. ‘aam’ Key noona mengikuti
gerakan mulutku dan bertepuk tangan setiap makanan sudah masuk dan
kukunyah, diikuti pula oleh Jinki hyung.

“Taemin, pulang sekolah nanti kau mau tidak ikut kami? Kami ingin
pergi ke mall untuk berbelanja.” Tawar Jinki hyung sambil mengunyah
sandwich buatan Key noona. Butuh 5.05 detik untuk aku mengerti apa
yang dia ucapkan. Aku mengangguk dengan senyuman lebar. Aku suka mall!
^^

“Baby, you want this cute ribbon or that? Or… this?” Jinki hyung
memeluk Key noona dan mengecup pipinya. Key noona tertawa dan mencubit
pipi Jinki hyung dengan lembut. Eukhh… sedikit menjijikkan, pikirku.

Aku merogoh saku, oh tidak! Hanya tersisa dua lembar ratusan won. Aku
sangat menginginkan benda itu. Lumba-lumba yang dapat menyala dan
berbicara itu. Aku ingin membongkarnya dan mencari tau bagaimana benda
itu dapat bekerja. Wah, ini sangat menarik. Tapi… uangku… T__T

“Kalau kau ingin sesuatu, kau ambil saja Taeminnie! Aku dan Jinki akan
memberikannya sebagai hadiah!” Key noona tersenyum dari seberang
etalase tempat dimana aku sedang berdiri menatap lumba-lumba tersebut.
Aku tersenyum dan mengangguk. Wah! Key noona memang sangat baik! XD

Aku mengepalkan tangan dan tersenyum lebar, saaaangat lebar. Akhirnya
aku bisa membuka rahasia lumba-lumba ini, uwah! Namun pada saat
tanganku baru saja akan meraih benda menyala tersebut, sebuah tangan
muncul dan terlebih dahulu mengambilnya. Alisku mengkerut karena
kecewa.

“Maaf, dik. Tapi aku sudah mengincar ini sejak sebulan yang lalu, dan
aku sudah mengumpulkan uang jajanku untuk membeli ini.” Seorang pemuda
yang sangat tinggi tersenyum getir kearahku, sepertinya dia sedikit
merasa kasihan padaku. Aku hanya tersenyum dan menatapnya menuju meja
kasir untuk membayar. Perlahan aku merasakan sesuatu yang hangat
mengalir ke pipiku. Key noona segera menghampiriku dan memelukku.

“Uhahahahahha! Astaga, Taemin?! Kau menangis hanya karena sebuah
mainan? Kau ini sungguh aneh!” Taesun hyung tertawa terbahak-bahak
sepanjang lorong kamar sambil membawa sebuah gelas dan sekotak besar
jus ke kamarnya.

“Taesun, kau bisa diam tidak?!!!! Oh god. Please don’t cry, Taeminnie.
We’ll certainly search the same thing until we get it, right Jinki?”
Key noona mengelus rambutku yang panjang sambil menepuk-nepuk
punggungku.

“Tapi, noona. Euh, aku mungkin hanya punya waktu beberapa hari untuk
mengingat bagaimana aku bisa tertarik dengan lumba-lumba itu. Euh,
huweee…!!!!” Aku menangis begitu keras, saking kerasnya hingga kurasa
Taesun hyung sudah tak tahan ingin meninjuku dari ruangan sebelah
karena mengganggu waktunya bersama kekasihnya.

“TAEMIIIIINN!!!!!! SHIKKUREOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Satu bulan berlalu, dan benar saja, ketertarikanku kepada benda
menyala itu sudah musnah hanya dalam tiga hari. Dan akhirnya Taesun
hyung dapat tidur nyenyak tanpa mendengarkan isakanku selama tiga hari
itu.

Hari ini Key noona kembali mengajakku untuk pergi ke mall, sejak Jinki
hyung mendapatkan kerja paruh waktu, Key noona selalu mengajakku untuk
pergi ke mall walaupun sekedar makan es krim atau bermain di pusat
game. Namun sebelum Jinki hyung mendapatkan pekerjaannya, satu hal
yang selalu mengganjal di pikiranku. Dari mana uang untuk membiayai
kami sehari-hari? Aku dan keingintahuanku, Key noona dan Jinki hyung
yang gemar belanja, Taesun hyung dan Jonghyun hyung yang selalu
bersenang-senang dan membeli barang-barang kesayangan mereka yang aku
sendiri tak tau untuk apa dan bagaimana caranya mereka menggunakan
benda itu.

Ya, hal ini sudah berlangsung selama setahun belakangan. Sejak Taesun
hyung bilang aku harus membuang semua penemuanku dan menghemat uang
untuk tidak membeli sesuatu untuk diteliti lagi karena katanya warisan
harta dari ayah dan ibu sudah menipis, sejak beberapa minggu setelah
itu, secara misterius satu amplop besar berisi uang sering kali kami
temukan didalam kotak pos didepan rumah. Aku sangat penasaran dengan
hal ini, namun hyung-hyung dan noona melarangku untuk mencampurinya.
Hmm…

Dan kembali, kali ini aku menemukan sesuatu yang menarik perhatianku
di toko mainan. Sebuah rubik yang terpisah sendiri dari kawanannya
didalam kaca etalase, bagaimana hal ini dan ini bisa seperti ini dan…
aku harus membelinya. Sebuah rubik berbentuk segitiga yang sangat
menarik ini. Kali ini aku tak bisa mengorbankannya seperti lumba-lumba
waktu itu. Aku segera mengambilnya dan menghampiri Key noona. Namun
pada saat aku mencarinya ke tempat boneka; dimana tadi Key noona dan
Jinki hyung berada, seseorang menepuk pundakku.

“Hei, dik. Kita bertemu lagi. Dan, rubik itu. Sudah kupesan kepada
toko ini dan baru saja akan kuambil, maaf aku harus mengambilnya lagi
darimu.” Aku menoleh keatas. Oh, tidak. Dia lagi. Pemuda ini lagi!!!!
Huh, aku tidak akan mengalah kali ini. Aku memelototinya sambil
mencengkram rubik tersebut, berharap pemuda ini akan pergi setelah
melihat ekspresiku yang mengancam. Itu yang kuteliti sejak menonton
drama-drama milik Key noona, kuharap ini berhasil.

“Maaf, dik. Maaf sekali, aku juga tak akan mengalah.” Pemuda tersebut
merebut rubik tersebut dari genggamanku, dengan mudah. Dan sekali
lagi, dia melangkah pergi ke meja kasir dengan santai. Kurasa uratku
sebentar lagi akan putus karena peredaran darah dari jantungku melaju
begitu keras.

Pemuda ini, siapa dia?! Aku tak bisa kalah darinya. Aku harus
mencarinya, mencaritahu strategi untuk mengalahkannya.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

SERIOUS ?

Serious?

Main Cast: Lee Taemin

Support Cast: Other SHINee members

Genre: Life, Friendship

Type: ‘1 Pistol’ (Istilah saya buat Oneshot XD)

Rating: PG-13

Author: Ashifa a.k.a hitsujisan

a/n: My first fanfic! Maaf kalo jelek ya~ Comments and suggestions will be appreciated^^

******************************************************

Pagi hari ini…. Tidak ada yang spesial. Same old, same old. Hari ini hari Sabtu, jadi memang sudah rutin Taemin dan Minho pergi jogging ke Han Bridge. Suasana tampak sepi, hari masih pagi dan matahari baru saja menampakan dirinya.

“Taeminie, sudah siap?” tanya Minho yang sudah dalam posisi start.

“Hyung, tenang! Ini bukan Dream Team!” jawabku sedikit bercanda.

“Serius!”

“Iya hyung!” sepertinya hyung sedang tidak mood diajak bercanda =.=

“3… 2… 1.. Go!”

Minho pun melesat dengan cepat kedepan. Aku terkejut. “Ini kan jogging, bukan lari 100 meter!” gumamku dalam hati. Ku langsung mengejarnya. 1 meter.. 15 meter.. 30 meter… Sampai akhirnya aku tak kuat lagi dan berjalan. Minho-hyung yang berjarak sekitar 10 meter didepanku masih cuek saja berlari.

“Hyung!!!! INI BUKAN LARI 100 METER!” teriakku dengan harapan Minho-hyung berhenti.

Tepat setelah ku berteriak seperti itu. Minho-hyung berhenti. Dia membalikan badan dan berteriak.

“Baru segini sudah capek!?”

“Lah kenapa?! Kayak hyung bisa aja!” tantangku.

Tepat setelah kata-kata tersebut keluar dari mulutku, aku terdiam. Tentu saja dia, Choi Minho si ‘Rapper dengan karisma yang membara’ anggota boy band yang sedang naik daun yaitu SHINee pasti bisa. Well, aku sendiri juga anggota boy band tersebut. Namun posisiku bukan untuk menyanyi, tapi hanya sebagai dancer. Tambah lagi dia mempunyai julukan ‘Dream Team’s Ace’ karena keahlian atletiknya yang tinggi.

Minho-hyung hanya melihatku dari jauh dan berteriak “Serius?”. Aku langsung saja berdiri kaku dan berteriak “Bercanda hyung~” Dia pun langsung berlari kearahku dan berkata: “Sepertinya sesi jogging kita hari ini sudah cukup”. Namun ingin sekali aku berteriak padanya “Jogging, atau lari 100 METER HAH!?”

***

Kembali ke dorm. Setelah kejadian tadi pagi, aku dan Minho-hyung hampir tidak bertegur sapa sama sekali. Aku tidak mengerti, tetapi muncul rasa canggung saja jika ku bertatap muka denganya. Hyung-hyung yang lain menatapi kami dengan rasa heran. Tapi mereka segera mengerti bahwa sesuatu telah terjadi.

Aku bersenadung sedikit saat mengerjakan pekerjaan rumahku. Mencuci piring dan mencuci pakaian.

“Woi! Yang nyanyi yang bener dong!” teriak Jonghyun-hyung dari ruang TV.

“Lah kenapa?! Kayak hyung bisa aja!” tantangku.

Namun aku baru sadar betapa salahnya kata-kataku barusan. Tentu saja dia, Kim Jonghyun si ‘Main Vocalist Dengan Suara Pitch Tinggi’ pasti bisa. Jarang dan mungkin hanya satu kali seumur hidup kau bisa menemukan orang dengan suara seperti dia. Tambah lagi dia bisa memainkan Gitar, Bass, dan Piano. Sedangkan aku? Piano saja.

Jonghyun hanya menatap sinis mukaku dan tatapanya seperti mengisyaratkan ‘Serius?’. Aku langsung saja membalas tatapan tersebut sambil tertawa “Bercanda hyung…” Dia pun langsung mengeluh dan kembali menonton TV. Daripada menganggu dan ditantang Jonghyun-hyung lagi, aku pindah tempat saja.

Di dapur apartemen kami, aku membantu Key-hyung memasak. Seharusnya dia bisa memasak semuanya sendiri, tetapi terkadang aku merasa kasihan denganya harus memasak semua itu sendiri.

“Taeminie, jangan bikin masakanya hangus semua dong!” protesnya.

“Ah~ Gak kok!” balasku

“Ampun! Kamu gak liat? Liat tuh!” katanya sambil menunjuk kentang yang sudah mulai berwarna hitam.

“Lah kenapa?! Kayak hyung bisa aja!” tantangku lagi.

Mulutku memang harimauku. Tentu saja itu dia, Kim Kibum yang lebih dikenal sebagai Key, si ‘Almighty serba bisa’ anggota boy band SHINee pasti bisa. Walaupun suaranya tidak setinggi Jonghyun-hyung, rapnya tidak sebagus Minho-hyung, dan dancenya tidak sebagus aku… Namun, kapan lagi kamu bisa menemukan orang yang bisa melakukan semua hal tersebut seperti dia? Mana lagi skill memasaknya paling bagus diantara kita.

Kembali dia menatapku dan mengisyaratkan ‘Serius?’ Aku kembali tertawa dan membalas “Bercanda hyung..”. Dia langsung mengeluh dan dia berkata “Macem-macem lagi, nanti aku masukin jengkol di Steakmu”. Langsung saja aku cabut.

Sekarang aku berada di kamar tidur. Hari ini masih siang, jadi aku jamin tidak ada yang sedang tidur. Langsung saja  aku mengerjakan PR. PR Matematika. Satu soal.. Dua soal.. Tiga soal.. Aish! Susah sekali semuanya!

“AAAAAARGGGHHHHH!! STRESSS!!” teriakku.

“Hoaaaammhh… Siapa itu?” terdengar suara orang seperti baru bangun tidur.

OOPS! Ternyata Onew-hyung sedang tidur dan aku tidak melihatnya. Tapi telat sudah, dia sudah terbangun.

“Aigoooo~ Taeminie, dari semua tempat di apartemen ini, kenapa kau mengerjakan PR disini?” tegur Onew-hyung sambil mengaruk-garuk kepalanya.

“Habis, di Ruang TV ada Jonghyun-hyung, di dapur ada Key-hyung, dimana lagi!?”

“Aishhh.. Itu bukan urusanku! Lagian juga, soal itu gampang kali!”

“Lah kenapa!? Kayak hyung bisa aja!”

Kembali kata-kata tersebut keluar dari mulutku. Aish, bodoh sekali kamu ini Lee Taemin. Tentu saja itu dia, Lee Jinki atau lebih dikenal sebagai Onew si ‘Leader dengan suara selembut Tofu’? Bukan hanya seorang leader dan hyung yang bertanggung jawab, suaranya yang lembut yang terbukti bisa membuat ribuan noona pingsan. Tambah lagi dia pernah mendapat rangking dua satu sekolah.

Sama dengan Jonghyun-hyung, Key-hyung, dia membalas dengan tatapan ‘Serius?’ kembali aku menimpali sambil tertawa “Bercanda hyuuuuung~~” kali ini dengan nada sedikit maksa. Kembali dia mengeluh dan berkata “Ganggu lagi nanti aku suruh tidur diluar”. Langsung kembali aku cabut.

***

Sekarang ku berada di atap apartemen. Memandangi langit sore yang orange keemasan. Cuaca hari ini bersahabat, dan angin bertiup sepoi-sepoi menerpa mukaku. Pemandangan Kota Seoul di sore hari terdapat di depan mata. Tempat inilah dimana aku bisa bebas melepaskan semua emosi yang telah kupendam. Entah itu dalam bentuk menangis, berteriak, atau sekedar menyendiri, apa saja bisa.

Aku pun berpikir jauh kedalam: “Kenapa mereka meremehkan diriku?”

“Memang kemampuan olahragaku tidak sebagus Minho-hyung, suaraku tidak sebagus Jonghyun-hyung, skill memasakku jauh dibawah Key-hyung, dan aku memang tidak sepintar Onew-hyung…” sejenak aku memberhentikan kata-kataku.

“Tapi.. Kenapa mereka meremehkanku duluan sebelum memberiku kesempatan?” tanyaku sambil melihat langit.

“Itu ada alasanya”

Terdengar suara mirip Onew-hyung. Aku pun menoleh kebelakang. Terdapat Minho-hyung, Jonghyun-hyung, Key-hyung, dan Onew-hyung. Mereka senyum-senyum sendiri sambil melihat kearahku. Pasti mereka mendengarku yang sedang berbicara sendiri.

“Hanya saja kamu yang belum tahu…” lanjutnya.

“HYUNG KENAPA SIH!? APA SIH YANG HYUNG TAHU TENTANGKU!? JANGAN SOTOY DEH!”

Amarahku pun meledak. Mereka hanya bisa diam seribu bahasa. Jarang sekali aku marah seperti ini sampai meneriaki mereka. Bukan karena aku takut dengan mereka, tapi karena aku tak suka meneriaki orang-orang yang kusayangi. Aku pun menahan tangis.

“Aku.. Butuh waktu sendiri.. Tidakah kalian bisa menghargainya?” kataku sambil terisak-isak

Minho-hyung pun menghampiriku dan berkata “Sudah, kalau mau menangis.. Menangis saja. Itu normal bagi semua manusia”

“HUWAA!!!! H-h-hyung…”

Aku pun menangis dipelukan Minho-hyung. Dia mengelus punggungku dengan perlahan. Key-hyung menggeleng-gelengkan kepala dan mengelap air mataku sambil mengomel “Aish.. Sudahlah, nanti matamu bengkak!”

“Aduh! Taeminie! Umurmu ini 18 tahun tahu!” omel Jonghyun-hyung

“Ya.. Biarkanlah saja….” jawab Onew-hyung sambil memegang pundak Jonghyun-hyung.

Aku masih terus menangis sampai aku merasa semua kesedihan dan amarah yang kupendam hilang. Minho-hyung melepaskan pelukanya. Onew-hyung pun duduk disebelahku dan bicara.

“Taeminie, kenapa sih. Apa sih yang kamu pikirkan sampai kamu nangis kayak gini?”

“Bukan apa-apa sih hyung. Cuma, aku lagi merasa sedih saja akhir-akhir ini”

“Sedih karena?”

“Kenapa hyung selalu meremehkanku?”

“Gimana bisa? Coba sebutin”

Aku pun mengelap airmataku, dan aku kembali bercerita:

“Tadi pagi, Minho-hyung meremehkanku yang tidak kuat lari 100 meter. Setelah kejadian itu, Jonghyun-hyung meremehkan suaraku yang tidak sebagus dirinya. Lalu Key-hyung meremehkan keahlian memasaku, dan terakhir hyung sendiri meragukan kepintaranku dalam Matematika”

Setelah ku bercerita seperti itu, hyung-hyung yang lain langsung menganggukan kepalanya.

“Taeminie. Kamu tahu mengapa kami melakukan itu semua?” tanya Onew-hyung.

Aku mengelengkan kepala. Onew-hyung langsung menjawab: “Itu karena kami sayang padamu”

“Hah!?” aku sejenak tidak percaya dengan apa jawaban Onew-hyung. Sayang padaku? Bukanya sayang padaku artinya membiarkan aku mencoba dulu?

“Alasan mengapa aku berlari daripada jogging karena aku ingin keahlian atletikmu semakin bagus. Makanya aku meremehkanmu karena aku tahu pasti kamu akan semakin semangat” jelas Minho-hyung.

“Dan.. Mengapa aku bilang suaramu fales karena aku juga ingin kau bisa bernyanyi lebih baik daripada sekarang. Jujur, suaramu waktu itu sudah bagus. Cuma ya.. Latihan sedikit lagi lah!” jelas Jonghyun-hyung

“Taeminie, aku meremehkanmu karena aku kasihan padamu. Kamu tak tahu kan kalau kamu sudah hampir ketumpahan air mendidih tadi?” jelas Key-hyung.

“Terakhir. Aku bilang soal Matematikamu mudah karena aku ingin kau berusaha sendiri mengerjakanya dan tidak ‘Hyung! Bantuin!!’” jelas Onew-hyung.

“Jadi? Seperti itu?” tanyaku, dan langsung dijawab dengan anggukan mereka berempat. Mataku kembali berkaca-kaca “Hyung… Aku tidak tahu..” Mereka berempat langsung panik melihat mataku kembali yang berkaca-kaca.

“Aigooo! Taeminie~ Ne, Taeminie! Jangan nangis lagi ya? Ya?” bujuk Jonghyun-hyung.

“Jonghyun! Justru kalau kau bujuk dia kayak gitu, makin parah nangisnya!!!” omel Onew-hyung.

Tidak tahu kenapa, keempat hyung-hyungku memelukku tiba-tiba. Mereka langsung berteriak dengan kompak: “Taeminie! Jangan nangis untuk kedua kalinya!”

Aku pun menguap “Huwa-“ Dan mereka mengira itu adalah tangisan. Key-hyung sudah siap dengan tisunya. Aku sambil tertawa menjawab:

“Hyung? Kenapa panik? Aku cuma ngantuk kok..”

Mereka tertawa dengan kompak. “Aigoo~ Taeminie akan tetap Taeminie selamanya!” sahut Jonghyun-hyung.

Ternyata. Masih ada orang yang sebegitu pedulinya denganku. Dan mungkin persahabatan kami juga.. Well.. Naik ke level selanjutnya.

END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF