SERIOUS ?

Serious?

Main Cast: Lee Taemin

Support Cast: Other SHINee members

Genre: Life, Friendship

Type: ‘1 Pistol’ (Istilah saya buat Oneshot XD)

Rating: PG-13

Author: Ashifa a.k.a hitsujisan

a/n: My first fanfic! Maaf kalo jelek ya~ Comments and suggestions will be appreciated^^

******************************************************

Pagi hari ini…. Tidak ada yang spesial. Same old, same old. Hari ini hari Sabtu, jadi memang sudah rutin Taemin dan Minho pergi jogging ke Han Bridge. Suasana tampak sepi, hari masih pagi dan matahari baru saja menampakan dirinya.

“Taeminie, sudah siap?” tanya Minho yang sudah dalam posisi start.

“Hyung, tenang! Ini bukan Dream Team!” jawabku sedikit bercanda.

“Serius!”

“Iya hyung!” sepertinya hyung sedang tidak mood diajak bercanda =.=

“3… 2… 1.. Go!”

Minho pun melesat dengan cepat kedepan. Aku terkejut. “Ini kan jogging, bukan lari 100 meter!” gumamku dalam hati. Ku langsung mengejarnya. 1 meter.. 15 meter.. 30 meter… Sampai akhirnya aku tak kuat lagi dan berjalan. Minho-hyung yang berjarak sekitar 10 meter didepanku masih cuek saja berlari.

“Hyung!!!! INI BUKAN LARI 100 METER!” teriakku dengan harapan Minho-hyung berhenti.

Tepat setelah ku berteriak seperti itu. Minho-hyung berhenti. Dia membalikan badan dan berteriak.

“Baru segini sudah capek!?”

“Lah kenapa?! Kayak hyung bisa aja!” tantangku.

Tepat setelah kata-kata tersebut keluar dari mulutku, aku terdiam. Tentu saja dia, Choi Minho si ‘Rapper dengan karisma yang membara’ anggota boy band yang sedang naik daun yaitu SHINee pasti bisa. Well, aku sendiri juga anggota boy band tersebut. Namun posisiku bukan untuk menyanyi, tapi hanya sebagai dancer. Tambah lagi dia mempunyai julukan ‘Dream Team’s Ace’ karena keahlian atletiknya yang tinggi.

Minho-hyung hanya melihatku dari jauh dan berteriak “Serius?”. Aku langsung saja berdiri kaku dan berteriak “Bercanda hyung~” Dia pun langsung berlari kearahku dan berkata: “Sepertinya sesi jogging kita hari ini sudah cukup”. Namun ingin sekali aku berteriak padanya “Jogging, atau lari 100 METER HAH!?”

***

Kembali ke dorm. Setelah kejadian tadi pagi, aku dan Minho-hyung hampir tidak bertegur sapa sama sekali. Aku tidak mengerti, tetapi muncul rasa canggung saja jika ku bertatap muka denganya. Hyung-hyung yang lain menatapi kami dengan rasa heran. Tapi mereka segera mengerti bahwa sesuatu telah terjadi.

Aku bersenadung sedikit saat mengerjakan pekerjaan rumahku. Mencuci piring dan mencuci pakaian.

“Woi! Yang nyanyi yang bener dong!” teriak Jonghyun-hyung dari ruang TV.

“Lah kenapa?! Kayak hyung bisa aja!” tantangku.

Namun aku baru sadar betapa salahnya kata-kataku barusan. Tentu saja dia, Kim Jonghyun si ‘Main Vocalist Dengan Suara Pitch Tinggi’ pasti bisa. Jarang dan mungkin hanya satu kali seumur hidup kau bisa menemukan orang dengan suara seperti dia. Tambah lagi dia bisa memainkan Gitar, Bass, dan Piano. Sedangkan aku? Piano saja.

Jonghyun hanya menatap sinis mukaku dan tatapanya seperti mengisyaratkan ‘Serius?’. Aku langsung saja membalas tatapan tersebut sambil tertawa “Bercanda hyung…” Dia pun langsung mengeluh dan kembali menonton TV. Daripada menganggu dan ditantang Jonghyun-hyung lagi, aku pindah tempat saja.

Di dapur apartemen kami, aku membantu Key-hyung memasak. Seharusnya dia bisa memasak semuanya sendiri, tetapi terkadang aku merasa kasihan denganya harus memasak semua itu sendiri.

“Taeminie, jangan bikin masakanya hangus semua dong!” protesnya.

“Ah~ Gak kok!” balasku

“Ampun! Kamu gak liat? Liat tuh!” katanya sambil menunjuk kentang yang sudah mulai berwarna hitam.

“Lah kenapa?! Kayak hyung bisa aja!” tantangku lagi.

Mulutku memang harimauku. Tentu saja itu dia, Kim Kibum yang lebih dikenal sebagai Key, si ‘Almighty serba bisa’ anggota boy band SHINee pasti bisa. Walaupun suaranya tidak setinggi Jonghyun-hyung, rapnya tidak sebagus Minho-hyung, dan dancenya tidak sebagus aku… Namun, kapan lagi kamu bisa menemukan orang yang bisa melakukan semua hal tersebut seperti dia? Mana lagi skill memasaknya paling bagus diantara kita.

Kembali dia menatapku dan mengisyaratkan ‘Serius?’ Aku kembali tertawa dan membalas “Bercanda hyung..”. Dia langsung mengeluh dan dia berkata “Macem-macem lagi, nanti aku masukin jengkol di Steakmu”. Langsung saja aku cabut.

Sekarang aku berada di kamar tidur. Hari ini masih siang, jadi aku jamin tidak ada yang sedang tidur. Langsung saja  aku mengerjakan PR. PR Matematika. Satu soal.. Dua soal.. Tiga soal.. Aish! Susah sekali semuanya!

“AAAAAARGGGHHHHH!! STRESSS!!” teriakku.

“Hoaaaammhh… Siapa itu?” terdengar suara orang seperti baru bangun tidur.

OOPS! Ternyata Onew-hyung sedang tidur dan aku tidak melihatnya. Tapi telat sudah, dia sudah terbangun.

“Aigoooo~ Taeminie, dari semua tempat di apartemen ini, kenapa kau mengerjakan PR disini?” tegur Onew-hyung sambil mengaruk-garuk kepalanya.

“Habis, di Ruang TV ada Jonghyun-hyung, di dapur ada Key-hyung, dimana lagi!?”

“Aishhh.. Itu bukan urusanku! Lagian juga, soal itu gampang kali!”

“Lah kenapa!? Kayak hyung bisa aja!”

Kembali kata-kata tersebut keluar dari mulutku. Aish, bodoh sekali kamu ini Lee Taemin. Tentu saja itu dia, Lee Jinki atau lebih dikenal sebagai Onew si ‘Leader dengan suara selembut Tofu’? Bukan hanya seorang leader dan hyung yang bertanggung jawab, suaranya yang lembut yang terbukti bisa membuat ribuan noona pingsan. Tambah lagi dia pernah mendapat rangking dua satu sekolah.

Sama dengan Jonghyun-hyung, Key-hyung, dia membalas dengan tatapan ‘Serius?’ kembali aku menimpali sambil tertawa “Bercanda hyuuuuung~~” kali ini dengan nada sedikit maksa. Kembali dia mengeluh dan berkata “Ganggu lagi nanti aku suruh tidur diluar”. Langsung kembali aku cabut.

***

Sekarang ku berada di atap apartemen. Memandangi langit sore yang orange keemasan. Cuaca hari ini bersahabat, dan angin bertiup sepoi-sepoi menerpa mukaku. Pemandangan Kota Seoul di sore hari terdapat di depan mata. Tempat inilah dimana aku bisa bebas melepaskan semua emosi yang telah kupendam. Entah itu dalam bentuk menangis, berteriak, atau sekedar menyendiri, apa saja bisa.

Aku pun berpikir jauh kedalam: “Kenapa mereka meremehkan diriku?”

“Memang kemampuan olahragaku tidak sebagus Minho-hyung, suaraku tidak sebagus Jonghyun-hyung, skill memasakku jauh dibawah Key-hyung, dan aku memang tidak sepintar Onew-hyung…” sejenak aku memberhentikan kata-kataku.

“Tapi.. Kenapa mereka meremehkanku duluan sebelum memberiku kesempatan?” tanyaku sambil melihat langit.

“Itu ada alasanya”

Terdengar suara mirip Onew-hyung. Aku pun menoleh kebelakang. Terdapat Minho-hyung, Jonghyun-hyung, Key-hyung, dan Onew-hyung. Mereka senyum-senyum sendiri sambil melihat kearahku. Pasti mereka mendengarku yang sedang berbicara sendiri.

“Hanya saja kamu yang belum tahu…” lanjutnya.

“HYUNG KENAPA SIH!? APA SIH YANG HYUNG TAHU TENTANGKU!? JANGAN SOTOY DEH!”

Amarahku pun meledak. Mereka hanya bisa diam seribu bahasa. Jarang sekali aku marah seperti ini sampai meneriaki mereka. Bukan karena aku takut dengan mereka, tapi karena aku tak suka meneriaki orang-orang yang kusayangi. Aku pun menahan tangis.

“Aku.. Butuh waktu sendiri.. Tidakah kalian bisa menghargainya?” kataku sambil terisak-isak

Minho-hyung pun menghampiriku dan berkata “Sudah, kalau mau menangis.. Menangis saja. Itu normal bagi semua manusia”

“HUWAA!!!! H-h-hyung…”

Aku pun menangis dipelukan Minho-hyung. Dia mengelus punggungku dengan perlahan. Key-hyung menggeleng-gelengkan kepala dan mengelap air mataku sambil mengomel “Aish.. Sudahlah, nanti matamu bengkak!”

“Aduh! Taeminie! Umurmu ini 18 tahun tahu!” omel Jonghyun-hyung

“Ya.. Biarkanlah saja….” jawab Onew-hyung sambil memegang pundak Jonghyun-hyung.

Aku masih terus menangis sampai aku merasa semua kesedihan dan amarah yang kupendam hilang. Minho-hyung melepaskan pelukanya. Onew-hyung pun duduk disebelahku dan bicara.

“Taeminie, kenapa sih. Apa sih yang kamu pikirkan sampai kamu nangis kayak gini?”

“Bukan apa-apa sih hyung. Cuma, aku lagi merasa sedih saja akhir-akhir ini”

“Sedih karena?”

“Kenapa hyung selalu meremehkanku?”

“Gimana bisa? Coba sebutin”

Aku pun mengelap airmataku, dan aku kembali bercerita:

“Tadi pagi, Minho-hyung meremehkanku yang tidak kuat lari 100 meter. Setelah kejadian itu, Jonghyun-hyung meremehkan suaraku yang tidak sebagus dirinya. Lalu Key-hyung meremehkan keahlian memasaku, dan terakhir hyung sendiri meragukan kepintaranku dalam Matematika”

Setelah ku bercerita seperti itu, hyung-hyung yang lain langsung menganggukan kepalanya.

“Taeminie. Kamu tahu mengapa kami melakukan itu semua?” tanya Onew-hyung.

Aku mengelengkan kepala. Onew-hyung langsung menjawab: “Itu karena kami sayang padamu”

“Hah!?” aku sejenak tidak percaya dengan apa jawaban Onew-hyung. Sayang padaku? Bukanya sayang padaku artinya membiarkan aku mencoba dulu?

“Alasan mengapa aku berlari daripada jogging karena aku ingin keahlian atletikmu semakin bagus. Makanya aku meremehkanmu karena aku tahu pasti kamu akan semakin semangat” jelas Minho-hyung.

“Dan.. Mengapa aku bilang suaramu fales karena aku juga ingin kau bisa bernyanyi lebih baik daripada sekarang. Jujur, suaramu waktu itu sudah bagus. Cuma ya.. Latihan sedikit lagi lah!” jelas Jonghyun-hyung

“Taeminie, aku meremehkanmu karena aku kasihan padamu. Kamu tak tahu kan kalau kamu sudah hampir ketumpahan air mendidih tadi?” jelas Key-hyung.

“Terakhir. Aku bilang soal Matematikamu mudah karena aku ingin kau berusaha sendiri mengerjakanya dan tidak ‘Hyung! Bantuin!!’” jelas Onew-hyung.

“Jadi? Seperti itu?” tanyaku, dan langsung dijawab dengan anggukan mereka berempat. Mataku kembali berkaca-kaca “Hyung… Aku tidak tahu..” Mereka berempat langsung panik melihat mataku kembali yang berkaca-kaca.

“Aigooo! Taeminie~ Ne, Taeminie! Jangan nangis lagi ya? Ya?” bujuk Jonghyun-hyung.

“Jonghyun! Justru kalau kau bujuk dia kayak gitu, makin parah nangisnya!!!” omel Onew-hyung.

Tidak tahu kenapa, keempat hyung-hyungku memelukku tiba-tiba. Mereka langsung berteriak dengan kompak: “Taeminie! Jangan nangis untuk kedua kalinya!”

Aku pun menguap “Huwa-“ Dan mereka mengira itu adalah tangisan. Key-hyung sudah siap dengan tisunya. Aku sambil tertawa menjawab:

“Hyung? Kenapa panik? Aku cuma ngantuk kok..”

Mereka tertawa dengan kompak. “Aigoo~ Taeminie akan tetap Taeminie selamanya!” sahut Jonghyun-hyung.

Ternyata. Masih ada orang yang sebegitu pedulinya denganku. Dan mungkin persahabatan kami juga.. Well.. Naik ke level selanjutnya.

END

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

29 thoughts on “SERIOUS ?”

  1. Pershabatan yang indah………
    *mauuuuuuu*
    taemin..walaupun kmu gak kuat lari kayak minho, suaramu gak smerdu jjong,skil masakmu gak sebagus key, dan otakmu gak sepintar onew*dipelototin taemin*…namun kmu sangat hebat udah bikin bnyak yeoja tergila2 ama kmu….so gak usah sedih…..be u’re self aja*ngomong geje*
    ff yg bgus, critanya fresh, nice jo buat author…smangat trus yah nulis ff-x, biar aku smangat jg bacanya….anneyong….

  2. Friendship is beautiful~~
    tae, don’t cry! Come to mama . .
    tnang aja tae, aq ma hyung2mu syang kok ma km. .
    Ga usah nangis lg. .

  3. o o o o. . . .seneng.a aq bca ini. . .sweet bngd. . .pershbtan SHINee bkin mupeng brat. . .ngiri dah saia. . .aq jdi pngn pnya shabt kyk mrka T.T

    nice ff b^^d

  4. taem…
    kamu lucuu bangeeett ?
    aku baru nyadar..*PLAKKK*

    seneng dee klo taemin udaa mulai innocent” gt..
    jadi pengen ngigit..

    ceritanya simple, tapi bagus..enak dibaca pula..
    aku suka 😀

    terus berkarya, okee 😉

  5. Author, slm knal..
    Ff’a keren bgt..! Taemin lucu..gemes deh… *apa seh* padahal kan taemin jago dance… 😉

    nice ff.. d(^ o ^)d

  6. Sudah di post ini FF!? Haduuuuh~ Padahal aku bacanya aja masih suka mikir cacat loh T-T

    Haduh! Kamsahaminda bagi semuanya yang sudah baca^^ Makasih!

    (Ya.. Emang saya ini gak bakat nulis FF Romance T-T Pasti ujung-ujungnya terlalu…… Makanya lebih milih friendship XD)

  7. waaaa keren ya ff nya~
    coba aku jadi taemin *berharap*

    aaaaaa taemin tuh polos banget ya unyuu, udah jarang banget lagi aku baca ff friendship gini.

    daebak deh pokoknya!!

  8. Widih….
    Kren bgt d ffnya ni…
    Angkat kaki d aye bacanye *emang bza??*
    wkwkwkwk…

    Huft, enak bgt yak punya kisah persahabatan kyk gtu, jadi inget shabat2 aq d *kagak nanya d!*
    walaupun ni ff yg pertama bagi author tpi keren bgt d!
    Hehehehehe… ^.^>

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s