Real Love – Part 2

Annyeong aku kembali lagi dengan ff ku yang super duper gaje bin aneh ini

Castnya udah pada tau kan, aku males ngetiknya lagi

Hahaha

Yasudah kita lanjut saja

Oh iya ini lebih panjang dari yang kemarin looohh

Karena kalian pada bilang yang kemarin kependekan

Yasudah aku panjangin aja..

Hahaha

CEKIDOT

p.s: harusnya tinggal cop-pas aja ^^ … lain kali kita gak bakal ngopas-sin ya.. jgn gini lagi ok ^^

Author :           Syarah Song Yunita

Main cast         :           Lee Taemin aka Taemin

Me aka Song Sarang

Cho Kyuhyun aka Kyuhyun

Other Cast       :           ALL SHINee Member

Yang lainnya liat sendiri aja deh

Genre               :           Romance, Friendship, School life

Rating               :           PG13

Length              :           series 2 / ?

Sarang POV

Apa-apan anak ini terus saja memperhatikanku padahal guru sedang mengajar didepan kelas bukannya memperhatikanku malah memeperhatikanku, aku merasa risih diperhatikan seperti ini, arrgh kenapa dia melihatku terus sih akukan jadi tidak berkonsentrasi.

“berhenti memendangku” ucapku dingin sambil menatap papan tulis

“MWO?! KAU BISA BERBICARA?” ucap taemin sambil berteriak heboh, aku yang merasa tatapan membunuh guruku langsung saja aku menunduk

“lee taemin, song sarang! Keluar dari kelas saya sekarang juga” ujar sonsaengnim meninggikan suaranya, aku dan taemin kemudian keluar.

“kau tahu suaramu sangat bagus bila berbicara” ucapnya saat berada di luar kelas, aku hanya berjalan tidak memperdulikan dia “hei kau tahu aku sangat penasaran denganmu” lanjutnya lagi masih ku hiraukan, kami berada di tempat aku biasa datang saat istirahat, dia mengikutiku. Aku duduk dibawah pohon dia mengikutiku duduk disampingku dan terus berbicara betapa penasarannya dia denganku, arrgghh sebenarnya apasih maunya dia. Aku memasang ipod ku tapi tidak kuputar aku pengen liat seberapa bawelnya dia, ternyata walaupun aku memakai headset dia masih saja terus nyerocos dan tidak pernah berhenti, dia menceritakan tentang keluarganya, tentang [ara temennya yang sudah dianggap sebagai hyungnya dan keseharianya.

Akhir-akhir ini dia selalu mengikutiku dan mencoba mengajakku berbicara namun selau saja aku hiraukan, lama-lama aku juga kasian sama anak ini, tapi biarlah aku tidak perduli. Sudah setahun lamanya aku bersekolah disini dan aku kembali sekelas dengan lee taemin di tingkat 3, aish aku sangat bosan mendengar ocehannya yang tidak jelas.

“hari ini kalian kedatangan murid baru dari London, silahkan masuk” ucap lee sonsaengnim didepan kelas, lalu seseorang masuk ke kelasku dan betapa kagetnya aku, ternyata itu adalah kyuhyun, kenapa dia tidak bilang kalau akan bersekolah disini, aku melihatnya dia tersenyum kearahku dank u balas senyumnya. Akhirnya dia datang dan aku tidak perlu merasa kesepian lagi.

“kanapa kau tidak bilang pada ku kalau mau pindah kesini?” tanyaku saat istirahat

“aku ingin memberikan kejutan untukmu, bagaimana? Kau terkejutkan? Hahaaha” aku sangat merindukan tawa renyahnya

“yak aku sangat terkejut” jawabku singkat

“bagaimana sekolahmu? Sepertinya kau sudah memiliki seorang teman yah” ucap kyuhyun sambil memandang kearahku

“ne?” tanyaku heran

“teman sebangkumu, sepertinya dia akrab sekali denganmu yah” ledek kyuhyun

“kau ini, sudah setahun dia mengikuti terus, seperti anak bebek yang tidak mau kehilangan induknya dan aku sangat bosan dengan ocehan yang dia keluarkan tentang keluarganya lah, tentang para temannyalah dan pada pacar pertamanya dulu” jawabku panjang lebar

“kau sudah kenal dekat rupanya” ucap kyuhyun sambil meledek

Lee Taemin POV

Aku melihat sarang sedang duduk diatas pohon bersama anak baru itu, cho kyuhyun. Aku tidak pernah melihat sarang sebahagia itu dengan orang lain, aku saja yang sudah mengenal lama sarang belum bisa seakrab itu, kenapa kyuhyun yang baru saja masuk ke kelas kami bisa seakrab itu sama sarang sebenarnya siapa sih dia, dasar pengganggu harusnyakan yang duduk disampingnya itu aku bukan dia, menyebalkan.

“hei kyuhyun, kau mengenal sarang?” tanyaku saat berada di toilet

“hmm, dia sahabatku” jawabnya sambil terus berkaca

“sejak kapan?” tanyaku penasaran

“sejak didalam kandungan, ibuku dan ibunya bersahabat” jawabnya datar

“berarti kau tahu kenapa sarang jadi dingin seperti itu?” tanyaku

“Tanya saja sama orangnya sendiri” jawabnya cuek lalu pergi meninggalkan ku

“aish bikin penasaran saja” aku berjalan keluar toilet dan kembali ke kelas, kulihat sarang sedang serius memperhatikan guru yang mengajar, wajahnya cangat cantik.

Saat pulang sekolah aku melihat ada segerombolan orang di sebuah gang, kebetulan aku sedang ingin berjalan kaki. aku lihat dia sedang mengerubungi seorang yoeja dan setelah ku perhatikan ternyata yoeja itu adalah sarang dia berdiri tepat di tengah para segerombolan ahjussi yang sepertinya sedang mabuk, tatapannya masih tetap dingin, aku bingung ingin berbuat apa jadi aku hanya menontonnya saja ku lihat saar para segerombolan ahjussi itu memegang tangan sarang, sarang lengsung memukulnya dan akhirnya terjadilah perkelahian antara sarang dan 3 ahjussi itu, kulihat sarang sangat kelelahan dan dia tiba-tiba saja jatuh berbagai pukulan dilayangkan oleh ahjussi itu , aku tidak tega melihatnya akhirnya aku langsugn berteriak minta tolong kebetulan ada polisi lalu lintas sedang melewati jalan itu. Setelah para ahjussi mabuk itu dibawa oleh poisi aku membawa sarang kerumahku karena kau tidak tahu dimana rumahnya.

Song Sarang POV

“ngghh” aku melenguh, perlahan ku buka mataku melihat sekeliling dan aku sadar kalau ini bukan apartemenku. Aku bangun kulihat ada taemin sedang tidur di sofa, kulihat lagi kearah tubuhku, dan ternyata aku sudah berganti pakaian. Apa yang dia lakukan dengan tubuhku?.

Ku lihat dia bergerak-gerak menggeliat dan tiba-tiba bangn begitu saja dia melihat sekelilingnya dan kembali tidur di sofa ‘orang yang aneh’ batinku

Aku merasakan sakit disekujur badanku dan kepalaku sangat sakit. Aku kembali tiduran dan menatap sekeliling kamar ini, untuk seorang cowok bawel seperti dia kamarnya tidak begitu buruk. Rapih pewarnaannya juga bagus.

“kau sudah bangun?” Tanya taemin yang duduk diatas sofa, aku hanya memandangnya sekilas lalu kembali melihat-lihat kamar ini, aku ingin bertanya kenapa aku ada disini namun aku terlalu malu untuk berbicara, bukan malu sih hanya gengsi aja.

“kemarin kau jatuh pingsan setelah malawan para ahjussi itu, dan aku tidak tau dimana rumahmu ya sudah ku bawa kerumahku saja” ucapnya panjang lebar, aku hanya mengangguk-anggukan kepala saja ‘terus baju ini?’ batinku

“bajumu pembantuku yang menggantikannya, dan yang kau pakai itu bajuku, maaf kalau sedikit kebesaran” ucapnya lagi sepertinya dia benar-benar bisa membaca pikiranku, aku harus berhati-hati, tapi sebelumnya terima kasih deh karena udah nolongin

“sama-sama” ucapnya lagi membuatku menengok heran dengan tatapan bagaimana-kau-bisa-tahu? “terlihat dari kerutan diwajahmu dan ekspresi wajahmu yang penuh Tanya” jawabnya lalu berdiri dan duduk di sampingku memandang wajahku lekat-lekat, aku yang merasa risih mundur perlahan, dia mengulurkan tangannya dan membelai sudut bibirku yang terasa sakit, lalu mengelus pipiku, entah mengapa aku merasakan ken\hangatan di setiap sentuhannya.

Setelah itu dia mengacak acak rambutku dan berdiri “mau makan?” tanyanya, aku hanya mengangguk.

Tak lama kemuadian dia datang membawa nampan berisi makanan “kita makan berdua disini” ucapnya. Selesai makan dia terus mengajakku ngomong.

“hei ahjussi kemarin itu siapa?” tanyanya sambil duduk di hadaanku,aku melihatnya sekilas lalu ku gelengkan wajahku

“kenapa kau tidak berbicara saja seperti waktu itu?” aku hanya menunduk “kau tahu suaramu sangat bagus” lanjutnya dan membuatku kembali melihatnya dengan tatapan bagaimana-kau-bisa-tahu-suaraku “aku selalu mengikutimu saat istirahat dank au pasti naik ke atas pohon mendengarkan ipod lalu bernyanyi sambil menggambar sesuatu di buku sketsamu yang berwarna biru itu, oya ongomong-ongomong namja yang baru pidah itu, kyuhyun kenapa dekat sekali denganmu, kau selalu mengeluarkan suaramu untuk dia” ucapnya memasang wajah cemberut, sangat lucu. Aku bingung apa aku harus berbicara dengan anak ini, aku takut nanti dia akan menjadi teman-temanku yang dulu, meninggalkanku saat mereka tahu ibuku gila.

Author POV

“annyeong” sapa taemin pada sarang, sarang hanya melihatnya lalu tersenyum kearah taemin ‘dia tersenyum? Oh tidak manis sekali senyuman itu’ batin taemin sambil tertawa sendiri lalu duduk di bangkunya

“sarang aku tidak membawa makan bagaimana kalau kita ke kantin saja” ajak kyuhyun dan sarang pun mengikutinya

“hei bukankah itu cewek dingin yang pernah kau ceritakan?” Tanya onew sambil memandang sarang dan kyuhyun yang jalan berdampingan, taemin yang sadar mengikuti arah pandang onew dan dia mendengus kesal

“hmm iyaya katanya dia cewek dingin dan gak punya temen kenapa sekarang dia ama cowok ya? Apa dia pacarnya?” Tanya jonghyun sambil ikut memandang sarang

“uhuukk” sarang terbatuk-batuk saat sedang minum

“waeyo?” Tanya kyuhyun

“anni sepertinya ada yang membicarakanku”

“mungkin saja, soalnya kalau dilihat-lihat mereka sangat dekat” sambung key, disisi lain taemin sedang memakan makannannya dengan nafsu dan sangat lahap sekali, pipinya menggembung semprna dengan raut wajah yang menunjukan kebosanannya

“hei ada apa denganmu?” Tanya minho yang sedari tadi memperhatikan cara makan taemin

“bwahahaha, wajahmu lucu sekali taeminnie” seru jonghyun disambut gelak tawa yang lainnya

“akhhkuhh mahhuu khhe kheewas duwu” ucap taemin dengan wajah betenya yang masih di puenuhi makanan “dasar para hyung menyebalkan, sepertinya mereka sengaja sekali memanas-manasiku” saat berjalan menuju kelas taemin hanya berceloteh ria dengan wajah super betenya

‘DUAGH’ kepala taemin terbentur pintu

“flash back

Taemin yang sedang berjalan dengan bete dan menundukan wajahnya ingin masuk kekelas

Di salam kelas eunhyuk dan dong hae sedang bercanda bermain kejar-kejaran dan eunhyuk membuka pintu dengan nafsu yang sangat membara takut terkena pukulan donghae

Taemin yang bersiap membuka pintu telah keduluan sama aksi bringasnya eunhyuk dan terjadilah adu kepala taemin dengan pintu tersebut

End flash back

Eunhyuk yang tidak menyadari taemin ada di belakang pintu, kembali berlari dan saat taemin sedang bersiap keluar dari belakang pintu donghae berlari dari dalam dan mendorong pintu dengan sekuat tenaga, dan taemin kembali terjatuh dengan kepala benjol dan merah kebiruan.

“ARGGHH” teriak taemin frustasi, mendengar teriakan taemin donghae pun menoleh dan beta kagetnya dia ketika melihat taemin dalam keadaan tak berdaya sedang menatapnya beringas

“hey taeminnie, apa yang kau lakukan disitu?” Tanya eunhyuk dengan wajah tak berdosa

“iya, apa kau sedang bermain petak umpet?” Tanya donghae lalu mereka berdua tertawa lepas disambut dengan anak-anak lainnya yang ikut menertawaiku

Donghae dan Eunhyuk terus tertawa, dan yang paling menyebalkan adalah mereka menatapku dengan wajah tak berdosanya, aku menatap kedua orang itu dengan tatapan mematikan, sudah salah bukannya membantu ku untuk berdiri malah menertawaiku. Ku lihat ke sekelilingku dan terlihat banyak sekali orang yang sedang menertawai ku dan tatapanku terpaku pada sosok seseorang yang tertawa dengan lepasnya. Ya orang itu adalah sarang, aku tidak menyangka dia bisa tertawa seperti itu dan satu yang aku sadari saat dia tertawa wajahnya terlihat sangat cantik, saat dia tertawa matanya pun ikut tertawa, dan dia punya lesung pipi, tidak hanya cantik tapi manis, lama aku memperhatikannya dan saat dia sadar kalau aku perhatikan dia langsung berhenti tertawa dan pergi begitu saja dengan tatapan dingin tentunya

Sarang POV

Aku melihat taemin sedang teraniaya, dan entah kenapa itu membuatku ingin tertawa sampai akhirnya aku tertawa lepas, saat aku tertawa aku merasa ada yang sedang memperhatikanku dan benar saja ku lihat taemin sedang melihatku dengan tatapan lembutnya dan senyumnya yang menurutku memang manis. Merasa tidak enak karena menertawakannya akupun langsung berhenti tertawa dan pergi dari tempat itu.

Kyuhyun POV

Entah mengapa aku selalu merasa cemburu kalau taemin mulai dekat-dekat dengan sarang, aku merasa dia hanya pantas ada di sampingku bukan bocah bawel itu. Yah aku tau aku ini egois tapi mau bagaimana lagi sepertinya aku menyukai sarang. Pokoknya aku harus menjauhkan sarang dari bocah bawel itu.

Taemin POV

Haahh kenapa harus ada hari libur sih, mungkin kalian eran kenapa aku kesal padahal jelas-jelas anak-anak sangat menyukai hari libur, tapi kalau hari libur berarti aku tidak sekolah dan aklau aku tidak sekolah bagaimana aku bisa bertemu princess ice itu, ahh bahkan nomor hpnya saja aku tak tau.

Daripada bosan di rumah lebih baik aku berjalan-jalan saja lah ke taman. Sesampainya di taman aku langsung duduk di bawah pohin sambil memasang headphone dan akhirnya aku tertidur

Sarang POV

Haahh baru kali ini aku merasa bosan dirumah, aku ingin kesekolah bertemu dengan namja bawel itu, aisshh apa-apaan sih pikiran ku ini? Tidak tidak aku tidak mungkin menyukai namja bawel itu, dari pada bosan lebih baik aku berjalan-jalan saja lah ke taman.

Author POV

Sarang berjalan-jalan ke taman dan duduk di bawah sebuah pohon sambil mengambar di buku sketasanya yang selalu dibawa, disisi lain pohon seoang namja sedang duduk dengan headphone bertengger di telinganya, ya namja itu adlah taemin. Lama mereka dalam posisi seperti itu sampai hari pun menjelang siang.

“aakkhh aku haus sekali, lebih baik aku membeli minum saja dulu nanti kembali lagi” ucap taemin sambil berdiri, dia lalu berjalan kea rah balik pohon dan betapa kagetnya dia melihat seorang yoeja yang sedang tertidur sambil memegang buku sketsa yang bergambar seorang namja yang kalau dilihat-lihat itu mirip dengannya, tiba-tiba saja rasa hausnya hilang dan dia pun duduk di samping yoeja itu yang tak lain adalah sarang, dia mengambil buku sketsa itu dan melihat-lihat dalamnya, dia terlihat kagum dengan gambar-gambar yang di buat sarang. Dan dia berhenti di sebuah gambar seorang namja sedang menngendong seorang yoeja yang terihat pingsan dan saat dia melihat tanggalnya dia sangat terkejut ‘bukannya ini tanggal dimana sarang dikeroyok ahjussi-ahjussi itu? Dan jangan-jangan ini adalah gambar saat aku membawanya ke rumahku karena dia pingsan’ batin taemin. Dia terus membulak-balik buku sketsa itu hingga tidak sadar bahwa pemilik buku itu sudah terbangun dari tidurnya.

“apa yang aku lakukan?” Tanya sarang dingin saat terbangun dan melihat taemin sedang membuka-buka buku sketsanya

“anni, aku hanya melihat-lihat saja” jawab taemin gugup sambil menutup buku itu. Sarang merebut buku itu lalu bersiap-siap untuk pergi, dia malas berbicara dengan namaj bawel ini walau padahal dia senang bisa bertemu dengan taemin tapi sayangnya gengsinya yang tinngi membuat dia tidak mau menunjukan rasa senangnya itu. Saat sarang ingin pergi taemin menarik tangannya dan menyuruh dia untuk duduk. “bisa kata berbicara?” Tanya taemin lembut saat sarang menolak untuk duduk

“mwo?” Tanya sarang singkat dengan wajah datar

“apa kau selalu menggambar kehidupan sehari-harimu?” Tanya taemin dengan sangat hati-hati takut menyakiti perasaan sarang

“hmm” jawab sarang singkat tanpa menatap taemin

“hehehe, apa kau menyukai ku?” Tanya taemin dengan PDnya, sambil senyum-senyum geje

“hmm” sarang yang tidak mendengarkan perkataan taemin hanya menjawabnya dengan deheman *gak tau apa bahasanya* dan itu membuat taemin salah tanggapan, dia mengira sarang menyukainya padahal saat itu sarang sedang focus terhadap apa yang dilihatnya.

“apa kau secara tidak langsung menyatakan cintamu kepadaku?” Tanya taemin masih dengan PDnya yang sangat tinggi itu dan wajah yang memerah tentunya

“ne?” Tanya sarang saat mendengar yang diucapkan taemin dan sekarang dia menatap taemin dengan wajah babonya

“haha kau tak perlu malu seperti itu, hehe” ucap taemin dengan tawa garingnya dan gayanya yang salting tingkat tinggi. Sarang masih memandang taemin dengan wajah babonya dia tidak mengarti dengan ucapan taemin.

“apasih? Aku tidak mengerti” Tanya sarang dengan tampang super babonya dan taemin mengartikan sarang sedang salah tingkah

“hehe aku juga menykaimu kok” jawab taemin sambil senyum-senyum gaje

“ya! Aku tidak mengerti apa maksudmu! Dasar namja aneh” teriak sarang lalu pergi dari hadapan taemin yang sedang tertawa-tawa sendiri seperti orang gila

“masih tidak mau mengaku rupanya” ucap temin kepada dirinya sendiri.

Sarang POV

Aissh apa-apaan anak itu, aku tidak mengerti apa maksudnya dasar namja gila. Aku terus berjalan kearah rumah ku dan masih tidak mengerti akan apa yang taemin barusan katakana, dan sepertinya dia mulai gila.

Aku mengobrak abrik isi tasku tapi aku tidak memukannnya, aissh diaman buku sketsa itu kenapa tidak ada sih. Aku kembali mengingat-ingat dimana terakhir kali aku memgangnya, yak aku ingat sekarang di taman, pasti disana aku harus kembali ke sana.

Saat aku berada ditaman tempat tadi aku bersamanya namja gila itu aku tidak menemukan buku sketsaku, aih jangan-jangan dibawa namja gila itu lagi. Arrhhgghh dasar namja gila.

Keesokan harinya kulihat buku sketsaku sudah ada di atas mejaku, pasti namja gila itu yang menaruhnya, aku melihat ada kertas terselip di buku itu dan saat ku lihat tulisannya …

aku juga menyukaimu kok

Nomu-nomu sarangheyo

Muach

Lee Taemin

Apa-apaan dia? Menjijikan sekali apa maksudnya? Aisshh dasar namja gila dia membuat hidupku jadi terasa aneh, tapi kenapa aku malah tersenyum sendiri seperti ini, ahh tidak mungkin aku menyukai namja gila itu

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

SHAWOL and ME – PART 6

…………

Taemin: yah, dia kan suka wanita yang pintar memasak…
Saya: yaa, belum tentu.
Taemin: lihat saja nanti.
Kepala ku berputar-putar. Bingung maksud ku.
Taemin: suka MJ tidak? (Michael Jackson)
Saya: suka.
Taemin: oh ya?? Bisa meniru gerakkan2nya?
Aku mengangguk.
Saya: bisa.
Seketika mata taemin berbinar-binar. Tak diduga dia beranjak lalu menarik tangan ku.
Taemin: tunjukkan pada ku!
Saya: eh??
Dan terjadi lah. Kami menari-nari dan meniru gaya layaknya MJ wannabe. Keringat mengucur deras sekali. kami terduduk lemas dilantai. Baju ku dan baju taemin basah seperti orang kecebur di kolam. Menyenangkan sekali!
Taemin: berbakat sekali diri mu! haha, mulai saat ini aku adalah fans pertama mu! selamaaat~!
Kami saling tertawa. Aku merasa sangat gerah. Aku membuka kaos ku (tenang. Pake kutang kok dia) Tiba-tiba taemin beranjak bangun kemudian tubuhnya berpindah kehadapan ku. Mampus. Aku menutup mata takut.
Taemin: ng, maaf ya…
Oooh, ternyata hanya ingin menyalakan lampu.
Bersamaan dengan itu, seseorang datang. Key oppa rupanya.
Key: won hee? Taemin? HAH? Ngapain kalian???
Yak, situasi yang begitu mendukung untuk terjadinya kesalah pahaman. Aku dan taemin berkeringat parah, baju taemin sangat basah, aku hanya memakai tank top, ditambah lagi posisi tubuh taemin yang menghadap pada ku. Jong hyun datang.
Jong hyun: hah? TAEMIN!!
Jong hyun menarik taemin berdiri lalu menamparnya sampai tersungkur.
Jong hyun: diajarkan etika tidak sih? BUKAN BERARTI DISINI ADA WANITA LANTAS KAU BISA…..hah….dasar KURANG AJAR KAU!!
Minho: APAAN INI?? RIBUT! Won hee? Kenapa kau?
Minho mendatangi ku dan mengelap wajahku dengan tangannya. Aku terbujur kaku ketakutan karena suara amukan jong hyun sangat menyeramkan.
Minho: TAEMIN!! KAU…
Taemin: KEPARAT KALIAN SEMUA!! TANYA DULU SEBELUM BICARA!! AKU TIDAK MENG-APA2-KAN DIA SAMA SEKALI!! aku hanya mengajaknya latihan menari……kalian ini….
Taemin terhenti. Perlahan matanya menjadi sangat merah disusul dengan air mata yang keluar dari matanya dan menjadi sangat deras sesaat. Kemudian ia berlari keluar.
Key: TAEMIN!
Key mengejarnya. Onew yang biasanya kalam-kalam saja tiba-tiba malam ini menunjukkan sifat aslinya.
Onew: MENGAPA HARUS MARAH HAH?? Kenapa kalian ini? kalian tau taemin masih SMA….
Jong hyun dan minho terdiam.
Onew: DIA MASIH LABIL! Jika terjadi apa-apa dengannya, mau bagaimana bertanggung jawab dengan keluarga-nya?? Seharusnya kalian mengerti itu!
Jong hyun: maaf aku terbakar emosi.
Onew: kau memang selalu begitu jong hyun! MINHO! Kau yang keterlaluan. Aku dan semua orang disini tau kau itu tempramen! Tetapi mengalah lah sedikit! Ck…bikin pusing saja…
Tak lama, ponsel onew oppa berbunyi. Dari key.
Key: onew, taemin tidak ditemukan dimana pun…bagaimana ini? sudah yang kesian kalinya pula…
Onew: ya, aku menyusul. Kau pulang saja menemani won hee disini.
Key: ya, baik.
Onew mengakhiri panggilan.
Onew: minho, jong hyun, ikut aku cari taemin.
Minho dan jong hyun pergi mengikuti onew. Tinggallah aku sendiri. Aku memejamkan muka ku. Pusing sekali. serasa di tengah-tengah orang yang tidak ku kenal.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

ETERNITY

Title : Eternity

Author : Cute Pixie & Keyholic

Main Cast : Key SHINee, Hwang Hye Jin

Other Cast : Jang Kyu Ri, Min Ho SHINee

Lenght : Oneshot

Genre : Romance

“Reinkarnasi adalah kepercayaan bahwa seseorang itu akan mati dan dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang dilahirkan itu bukanlah wujud fisik sebagaimana keberadaan kita saat ini. Yang lahir kembali itu adalah jiwa orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu. “

Aku terlahir dua kali.

Pertama : sebagai seorang bayi perempuan yang lahir dibawah selimut pada musim salju di Busan, pada tanggal 15 Desember 1912.

Kedua : sebagai seorang bayi laki-laki di sebuah rumah sakit bertempat di Daegu, tepat pada 23 September 1991.

Pada kelahiranku yang pertama -saat menjadi seorang perempuan-, aku diberi nama Hwang Hye Jin. Aku terlahir dari pasangan suami istri yang hidupnya melarat. Sehari-hari appa bekerja sebagai pembuat Gimbab, nasi yang dilapisi rumput laut kering yang isinya bermacam-macam lauk. dan aku , sebagai anak satu-satunya di keluarga itu, ikut membantunya berjualan.

Pada usia 9 tahun, aku mulai belajar membuat gimbab, Buchimgae, dan berbagai macam makan ringan.

Pada usia 16 tahun, aku mulai menyukai seseorang. Ia tinggi, tampan, dan matanya yang bulat. Nama pemuda itu Choi Min Ho, seorang putra bangsawan, dan bisa kukatakan bahwa aku tak sederajat dengannya. Kami berbeda, bahkan sangat berbeda.

Ia mempunyai harta yang berlimpah dan dihormati setiap orang, sedangkan aku? aku hanya orang susah yang sering dianggap remeh.

Aku masih ingat, pada bulan April hari ke dua puluh sembilan tahun 1929, ia menyatakan perasaannya. Aku dengan senang hati menyambutnya. Dan pada bulan desember berikutnya, Minho merayakan pesta ulangtahunnya dengan perayaan yang megah. Ia mengajakku untuk ikut, sekalian ingin mengenalkanku pada orangtuanya.

Aku berusaha tampil secantik mungkin malam nanti. Ia memberiku gaun mewah untuk dipakai ke pestanya.Aku masih mengingat persis betapa indahnya gaun berwarna merah jambu itu.

Pada malam itu Minho mengajakku berdansa. Kami tertawa bersama, bersenang-senang sepuasnya hingga larut malam. Sampai saat yang ditunggu-tunggu itu tiba.

Ia memperkenalkan diriku di depan orangtuanya. Ia dengan bangganya mengatakan bahwa ia ingin menikahiku secepatnya.Betapa terkejutnya aku, orangtuanya tak setuju dengan hubungan kami. Aku hanya bisa meratapi nasib, tak tahu harus berbuat apa. padahal aku sangat menyayanginya. haruskah aku merelakannya begitu saja?

Malam itu, aku menunggu kehadirannya. Aku menatap sungai Nakdonggang yang ada didepanku.

Apakah kau akan datang?

Aku menggigit bibir bawahku, sudah sejam lamanya aku menunggunya ditempat ini.

Aku mulai merasa kedinginan. aku mengusap kedua tanganku agar mendapat sedikit kehangatan.

Tiba-tiba kulihat seorang namja bertubuh tinggi muncul dari kejauhan.

“Kau sudah menunggu lama, Hye Jin-ah?” tanyanya terengah-engah.

Aku tersenyum, lalu menggeleng.”Aniyo,oppa.”

Tak lama kemudian aku menangis dipundaknya. aku memberitahunya bahwa orangtuaku berniat menjodohkanku dengan seorang tentara Jepang. Ia akan menikahkanku dengan pemuda itu pada saat usiaku nanti menginjak angka ke-17. Aku tak tau harus bagaimana, makanya aku ingin membicarakannya berdua ditempat ini.

Ia tampak sangat terkejut, tapi sedetik kemudian ia membelai rambutku lembut. ia mengatakan semua akan baik-baik saja, hingga akhirnya kami membuat satu keputusan.

Keputusan untuk mengakhiri hidup kami berdua.

Mungkin terdengar konyol, tapi itu satu-satunya jalan terbaik untuk kita bisa bersama.

Aku percaya, aku dan Minho akan bersama di kehidupan kami yang selanjutnya, meskipun tidak saat ini.

Aku menghela nafasku, berusaha untuk menenangkan diriku.

Aku harus siap, apapun resikonya.

“Kau siap, Hye Jin?” tanya Minho.

Aku mengangguk pelan. Ia menggenggam tanganku erat. saat ini kami ada tepat di jembatan sungai Nakdonggang yang terbentang luas, yang amat dalam.

Aku memejamkan mataku, merasakan angin yang mulai menusuk tubuhku yang kedinginan. Perlahan ia menarik tanganku melangkah ke depan, dengan mata tertutup.

Berjanjilah padaku, kita akan bertemu nanti.

Ne, aku janji, kita pasti akan bertemu dan bersatu lagi.Kita akan lahir kembali, sampai ruang dan waktu mempersatukan kita.

Aku…. takut.

Jangan takut, aku akan selalu bersamamu.

Jangan lupakan aku..

Tidak, tidak akan pernah.

Berjanjilah…

Aku merasa tubuhku menjadi ringan, seperti melayang di udara. tapi sesaat kemudian diriku seperti terjatuh, lebih tepatnya tenggelam dalam lautan yang amat dalam. aku kehabisan nafas. sesak. tubuhku terasa ditusuk beribu pisau.

Kurasa aku sudah berada di ambang kematian.

***

Kubuka mataku, yang sangat berat karena kelopaknya serasa beku.Dingin.

Tak ada pemandangan yang kulihat saat itu. Semuanya menjadi gelap. Sedetik kemudian aku melihat sinar yang memancar dihadapanku. aku terperangah, berusaha mencerna darimana datangnya sinar itu.

Dimana aku?

Masih hidupkah aku?

Perlahan muncul sosok lelaki yang tak asing bagiku.

Ia datang.

Ia tak mengingkari janjinya.

Ia tersenyum padaku.

Tapi, sosoknya seperti roh, transparan. dan aku menyadari bahwa aku juga sudah menjadi roh.

Aku ingin menggenggam tangannya, ingin sekali. Tapi itu tak terjadi, ia menghilang bersamaan saat aku ingin menyentuh jarinya.

Aku terisak, berusaha memanggil namanya dari kejauhan.

“Kau.. Hwang Hye Jin..”

Suara apa itu?

Aku mencari dari mana asal suara itu. Tapi disini gelap. Tak terlihat apapun.

Aku baru menyadarinya ketika ia mulai menampakkan wujudnya. Seorang laki-laki. wajahnya terlihat cerah, dengan gigi kelincinya yang terlihat pada saat ia tersenyum.

“Izinkan aku hidup sekali lagi!” seruku padanya. aku tak ingin membuang waktu lagi. Aku ingin reinkarnasi secepatnya.

“Maksudmu.. reinkarnasi?” tanya pemuda berbaju putih itu.

Aku mengangguk cepat.

Ia menggeleng, lalu menatapku. “Tak semudah itu,”

“Kau tau, prosesnya sangat panjang. Jiwamu akan berpindah ke wujud yang baru. Roh dan jiwamu tak akan mengingat perbuatan yang telah diperbuat dimasa lampau. Sebelum kau bereinkarnasi, kau harus ditempatkan di surga atau neraka.”

“Lalu, tempat ini disebut apa?”

“Kau sekarang berada di surga,”

Aku merengut.

“Kau beruntung bisa ditempatkan disini. Surga dan neraka adalah tempat persinggahan sebelum menempati tubuh yang baru. Karena kau ditempatkan di surga, kemungkinan wujud reinkarnasimu akan menjadi wujud manusia.” jelasnya panjang-lebar.

Aku mengangguk mengerti.

Ia tersenyum padaku. “Jadi, kau siap, Hwang Hye Jin?”

“Ne!” ucapku semangat.

Perlahan didepanku terlihat sinar, sama seperti waktu ketika aku pertama kali berada di tempat ini. Tak lama kemudian sinar itu membesar.

“Ayo, masuklah kedalam sinar itu.”

Aku menuruti perintahnya.pelan-pelan aku mulai memasuki cahaya itu.

Dingin. Aku merasakan dingin yang luar biasa saat jariku menyentuh cahaya .

Ia melambaikan tangannya padaku.

Aku membalas lambaiannya dan tersenyum.

Seketika itu pandanganku mengabur, tapi aku masih bingung apakah wujud sosok itu.

Apakah dia manusia atau seorang malaikat?

“Hei, bolehkah aku tau siapa namamu?” teriakku.

Ia tak menjawab, mungkin tak mendengar teriakanku.

***

Tak terasa umurku sudah menginjak 17 tahun ketika aku berada di kehidupanku yang kedua. Ya, berpuluh-puluh tahun yang lalu aku telah bereinkarnasi dan kembali lahir dalam bentuk namja. Namaku bukan lagi Hwan Hye Jin, melainkan Kim Ki Bum.

Aku dilahirkan oleh sepasang suami istri yang tergolong mempunyai harta berlimpah. aku hidup dengan bergelimangan materi. Sangat berbeda dengan kehidupanku yang pertama.

Saat aku terlahir didunia ini, aku sama sekali tak mengingat apapun, kecuali kenangan pada orang tuaku.

Tapi kurasa ada seseorang yang selalu mengganggu pikiranku.

Seseorang dari masa laluku.

Tapi siapa?

Aku melempar pulpenku dengan kesal. tintanya habis.

Aku menggerutu sembari melihat sosok yeoja seumuranku yang sedang menerangkan presentasi mata pelajaran biologi didepan kelas.

Gadis itu bernama Jang Kyu Ri. Ia siswi terpintar di sekolah kami, dan aku sangat membencinya. Bukan karena dia pintar, tapi aku tak menyukai sifatnya yang sok dan selalu ingin menjadi panutan. Ia juga bertugas sebagai petugas keamanan siswa di sekolah kami. Ia mahir dalam hal apa saja, baik itu pelajaran maupun olahraga.dan yang lebih parahnya lagi, ia selalu menegurku pada saat jam pelajaran. Menurutnya aku ini siswa yang malas dan tak mau belajar.

“Ya! kau, Kim Ki Bum!Kau tidak memperhatikan pelajaran?!” teriak Lee songsaenim menunjuk kearahku.

Aku terkejut, lalu menunduk.

Kulihat Kyu Ri melirikku sambil tersenyum licik.

“Sebagai gantinya, silahkan gantikan Jang Kyu Ri didepan!” perintah Lee songsaenim.

Aku merengut. Pasrah. Lalu beranjak dari bangkuku dan berjalan kedepan.

Padahal aku sama sekali tak mengerti dengan pelajaran ini.

OMG… tolonglah aku agar selamat dari jeratan Lee songsaenim, ucapku dalam hati.

“Tunggu,” kata Kyu Ri.”Biarkan aku saja, Lee songsaenim.”

“Tapi…”

“Kumohon,” ucap Kyu Ri tegas. Lee songsaenim langsung menurutinya. sudah bukan rahasia lagi kalau Kyu Ri disegani di sekolah karena orangtuanya pemilik sekolah ini.

“Kembali ke bangkumu,” ia menyuruhku kembali ke tempat asalku.

Sekali lagi Kyu Ri tersenyum padaku.

Aku kembali ke bangkuku, di otakku masih tersimpan banyak pertanyaan. Apa maksud senyuman itu? apa itu senyum yang tulus atau senyum yang menunjukkan kemenangan?

Tapi kurasa senyumnya benar-benar tulus saat itu.

***

Aku hanya bisa tertunduk saat Park songsaenim, wali kelasku, menunjukkan sehelai kertas hasil pembelajaran siswa selama beberapa bulan ini.

Dan aku bisa menebak hasilnya.

Nilaiku berwarna-warni, ada merah dan hitam. tapi kebanyakan merah.

Kurasa aku akan habis ditangan orangtuaku kalau melihat nilai-nilai akademikku yang terus merosot bak papan seluncuran.

“Kau lihat ini?” ia menunjuk diatas kertas itu, disitu ada namaku dan nilai-nilai mata pelajaranku. “Kau tau, nilaimu turun sekali akhir-akhir ini.”

“Ne.. arasseo, lainkali aku akan berusaha belajar lebih giat lagi,” ucapku menyesal.

“Kau selalu saja berkata seperti itu,” Park songsaenim menghela nafasnya.”Sudah berulangkali aku mendengarnya, terlebih lagi dari awal kau masuk di sekolah ini. Kau ini sudah kelas tiga, sudah saatnya kau memikirkan masa depanmu.”

“Jeongmal mianhaeyo, Park songsaenim.” aku menundukkan kepalaku.

“Jangan meminta maaf padaku. tak ada gunanya. harusnya kau meminta maaf pada orangtuamu,” Park songsaenim mulai menceramahiku.

“Adakah cara lain agar aku bisa memperbaiki nilaiku?”

“Tak ada cara lain, selain…”

Aku menatap Park songsaenim. apapun caranya aku akan melakukannya, demi nilaiku.

“Kau harus mengikuti pelajaran tambahan dengan Jang Kyu Ri,”

Seketika itu mataku langsung membelalak.

Mwo? gadis menyebalkan itu? kenapa harus dia?

“Kenapa harus Jang Kyu Ri, songsaenim? bukankah orang pintar disekolah ini masih banyak?” tanyaku.

“Dia sendiri yang memintanya padaku. Katanya ia ingin mengajarimu dan mengubah kebiasaan malasmu itu,”

Aku masih bingung.

Mengapa ia yang ngotot ingin mengajariku? padahal ia membenciku.

***

Sudah lebih dari tiga bulan Jang Kyu Ri mengajariku les tambahan secara privat. Dan jujur saja, rasa benciku terhadapnya makin lama makin berkurang. Hubungan kami juga tak sedingin dulu, ia tak sungkan untuk berbicara padaku dan aku juga sudah mulai akrab dengannya.

Tak terasa ujian akhir makin dekat. Ia semakin giat mengajariku sembari ikut belajar menghadapi ujian akhir SMA. Dan sebulan kemudian, nasib beruntung sedang menimpaku. Aku lulus dengan nilai memuaskan. Orangtuaku sangat bangga terhadapku, karena baru sekali ini aku bisa mendapat nilai yang melonjak drastis. Aku sadar, ini semua berkat bantuan gadis itu.

Akhirnya hal yang sudah kutunggu-tunggu tiba juga. Prom Night.

Malam itu, seluruh siswa kelas tiga sedang merayakan kegembiraan atas kelulusan mereka, dan menghabiskan malam terakhir sebagai seorang murid SMA dengan datang ke acara prom night.

Aku mengedarkan pandanganku disetiap sudut ruangan sambil meneguk segelas minuman. dan harus kuakui, hanya aku yang datang ke tempat ini tanpa membawa pasangan. Semua sibuk berdansa dan berdua dengan pasangannya masing-masing, hanya aku yang terlihat menyendiri di ruangan ini.

Aku memperbaiki letak topeng yang terpasang diwajahku agar tak lepas.

Tapi tiba-tiba pandanganku tertuju pada gadis bergaun putih yang terdiam di sudut ruangan. Kulihat ia hanya sendiri, dan tak diajak seorang namja ke lantai dansa.

Gadis cantik itu terlihat misterius, dengan topeng putih yang ia pakai.

Tak tahu kenapa, aku berusaha menghampiri gadis itu. Dan tanpa malu-malu aku mengajaknya berdansa. Ia tampak terkejut atas permintaanku, tapi sedetik kemudian ia mengangguk.

Perlahan gadis itu menggerakkan tangannya dan menyambut uluran tanganku.Tangannya begitu hangat. Aku menggenggam tangan kirinya dan meletakkan tangan kiriku di pinggangnya. Ia pun meletakkan tangan kanannya dipundakku. Jarak diantara kami berdua sekarang tak lebih dari sepuluh senti. Aku dapat mencium aroma parfum dan desah nafas gadis itu.Bahkan aku yakin, aku juga merasakan detak jantungnya berdetak cepat.

Alunan lagu My Endless Love oleh Lionel Richie mengiringi setiap langkah dan gerakan kami.

My love,

There’s only you in my life

The only thing that’s bright

My first love,

You’re every breath that i take

You’re every steps i make

Aku tak tahu kenapa, tapi aku rasanya pernah mengalami hal ini sebelumnya. aku pernah merasakan hal yang sama, dengan seseorang dari masa laluku. Sentuhannya, desah nafasnya, tatapannya, semua itu pernah kualami.

And your eyes

They tell me how much you care

Oh yes, you will always be
My endless love

Kami berdua mengakhirinya ketika lagu itu hampir habis. Ia melepaskan pegangannya, dan langsung pergi tanpa berbicara padaku. Aku ingin sekali mengejarnya, tapi sosoknya yang bergaun putih menghilang dari pandanganku.

Kemana ia pergi?

Suara hatiku berkata bahwa aku harus mengejarnya. Aku penasaran dengannya, sosok gadis misterius yang memakai topeng.

Suasana diluar sedang hujan, tapi aku bertekat untuk mencari gadis itu keluar gedung. Kulihat ia menuliskan sesuatu di jendela besar, yang berembun karena air hujan yang tak hentinya mengalir.

Aku terkejut saat melihatnya melepas topengnya. ia.. gadis yang selama ini ku benci, gadis yang telah mengajariku les tambahan.

“Jang Kyu Ri,” aku berusaha menghampirinya.

Ia tampak kaget saat aku juga melepas topeng yang menghalau pendanganku.

“Key,” ia mengucap hal yang sama saat ia melihat sosokku yang sebenarnya.

“Kenapa kau masih diluar? disini dingin, kenapa tak didalam saja?” tanyaku berusaha membuka pembicaraan.

“Ehm, ini sudah malam, aku ingin pulang.” jawabnya. ia membungkuk dan berjalan pergi meninggalkan gedung.

Aku tersenyum padanya, melihatnya menghilang dari hadapanku.

Aku penasaran dengan tulisan yang ada di jendela itu.

Aku menyipitkan mataku berusaha membaca jelas dua buah nama yang tertulis disitu.

Dua buah nama yang kini mengingatkanku pada masa laluku, masa sebelum aku direinkarnasi.

Choi Minho ♥ Hwang Hye Jin…

Berjanjilah padaku, kita akan bertemu nanti.

Ne, aku janji, kita pasti akan bertemu dan bersatu lagi.Kita akan lahir kembali, sampai ruang dan waktu mempersatukan kita.

Aku kini mengingat semuanya. semuanya kini semakin jelas.

Selama ini orang yang kucari ternyata ada di depan mataku sendiri.

Aku berlari berusaha mengejarnya, aku tak ingin melepaskannya lagi.

Aku menemukannya sedang berjalan pulang, menenteng high heels putihnya.

“Neomu bogoshippeo, Choi Min Ho!” aku berteriak tepat dibelakangnya.

Ia berbalik padaku, seolah bingung dengan apa yang baru saja kuucapkan.

Aku mendekat padanya, memeluk tubuhnya erat. Ia diam saja ketka aku masih memeluknya erat, ia terdiam kaku. sedetik kemudian aku melepas pelukanku.

“Hei, kenapa kau diam saja, kau tak merindukan aku? aku ini Hwang Hye Jin.. kau masih ingat?”

Gadis itu menatap mataku. Baru sekali ini aku bisa melihat wajahnya, dari jarak sedekat ini.

Matanya… benar-benar mirip dengan namja itu.

Ia tersenyum padaku, tulus. aku bisa merasakan perasaannya yang sepertinya merindukan kehadiran seseorang yang telah lama menghilang dari kehidupannya.

Ia menggenggam tanganku, bisa kurasakan hangatnya sentuhan tangannya.

Perlahan ia mendekat padaku.

“Kita.. benar-benar dipertemukan oleh takdir,”

Ternyata ia selalu ada di dekatku. Jang Kyu Ri.. adalah jelmaan dari Choi Minho.

Ia mengecup keningku lembut. “Selama ini aku percaya bahwa kita tak akan terpisahkan. sudah lama aku menunggu kehadiranmu, Hwang Hye Jin…”

“Na do, Choi Min Ho….”

*FIN*

hehehe.. gimana ffnya?? jelek kah??

ini pertama kalinya aku kirim ffku kesini.. sebenrnya ini ff udah lamaaa.. bgt.aku cuma mw share aja disini so klo ada yg merasa pernah baca ini di blog lain.. mian^^

don’t forget to leave a coment yah^^ thx

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF