KPOP CORNER (POPCORN) GATHERING WITH OH MY LADY

Kalau tadi Gathering di Malang.. naaahhh kalau ini GATHERING DI TMII – JAKARTA TIMUR ^O^

HOOYYY SENANGNYAAA.. INI BENER-BENER BIG GATHERING LOOOOHHH ^-^ …. Dan dan dan… SF3SI sekalian Gathering juga.. xixixiixi ~

HARI/TANGGAL : MINGGU, 13 FEBRUARI 2011

JAM : 10.00 – 18.00

TEMPAT : TAMAN MINI INDONESIA INDAH

-> DESA WISATA CONVERTION HALL

HTM : Rp 70.000,-

-> Suvenir, doorprice, makan siang & tiket masuk Taman Mini

HTM di transfer ke BCA

No. Rek : 2741423181

A/N : PUTRIANA INDAH LESTARI

Batas pembayaran sampai dengan 30 Desember 2010

DRESSCODE: SESUAI DENGAN BOYBAND/GIRLBAND FAV. KAMU

Keterangan :

Setelah mentransfer kirim format SMS :

Nama, Boyband/Girlband Favourite, Tanggal & Jam Transfer HTM

Kirim ke Ani : 08990023228

(Tidak ada pengembalian uang jika tidak datang)

 

OH IYAAA… ALL ^O^

Kekekekke… kira-kira banyak gak yang mau dateng??? Tahun depan loohh.. masih bisa nabung. Adakah yang kurang ngerti sama maksud gathering ini?? Oke oke… mari saya jelaskan…

Menurut sang panitian, gathering ini di gelar untuk menjalin silaturahmi antara sesama Kpop Lovers DAN sekaligus menunjukkan pada Indosiar kalau kita mendukung K-Drama Oh My Lady nya Siwon supaya di puter di Indosiar ^^

Gituuuu….

Oh iyaaa.. anak2 SF3SI banyak yang mau ikut gak???? Kalau banyak… ehehee… aku pingin bikin kaos deh… jadi nanti di sana gampang kenalnya ^^

Perlu taaaakkkk???? Kaosnya warna biru, ada gambar kartun SHINee terus nanti di belakangnya ada tulisan Sf3SI .. gak usah gede-gede lah… Kalau perlu aku bikin design nya.. tapi kalo gak perlu ya udah..

Kebetulan om ku punya alat buat sablon gitu…. gimana-gimana???

Gak maksa kok.. aku cuma nyaranin aja gituuhhh.. supaya nanti di sana kita kagak bingung.. eehehehe…

Demikian pemberitahuan ini ^^

Thanks For Your Attention guyssss… LOVE YA ^O^

 

-Lana-

Advertisements

Tu Eres Mi To Do

Tu Eres Mi To Do

Author:Darin Ulfarani

Casts:

  • Kim Jonghyun
  • Secret pair

Dear…

Mungkin kau bertanya,mengapa kertas lusuh macam ini bisa ada di meja mu,bukan?Apa kau merasa terganggu dengan adanya kertas ini?Mudah-mudahan tidak ya J.

Lalu kau bertanya lagi,siapa penulis coretan kecil ini?panggil saja aku,JB.Ya,setidaknya seperti beberapa temanku yang memanggil demikian.

Alismu terangkat sedikit.Dan kain coklat yang melekat di kepalamu itu(maaf,aku lupa namanya) kau kibaskan ke arah wajahmu.Aku tahu pasti kau melakukan hal demikian.

Dan pasti kau bertanya lagi,mengapa aku bisa tahu warna kain yang kau lilitkan di kepalamu hari ini,bahasa tubuhmu,bahkan aku tahu buku apa saja yang kau bawa hari ini,pasti salah satunya adalah buku kecil berwarna biru muda dengan tulisan yang sangat susah dibaca.

Maaf jika aku ini terdengar seperti seorang freak fanboy.Tapi memang seperti itu adanya diriku.Mungkin jika kau adalah seorang penyanyi,akulah penggemar terberatmu.

Dear..

Sudah dulu ya, hyung ku berteriak keras sekali.Sekali lagi maaf jika aku mengganggumu.

JB,the fanboy.

————-

Aku meninggalkan ruangan yang masih kosong itu,aku tak mau seseorang,apalagi dia melihatku.Aku berlari sembari menjawab telepon.Dari Leader hyung ternyata.

“Ya,Hyung?”

“Lama sekali kau!memberi surat izin kepada dosen saja kok lama?Kau tahu kan,pagi ini kita harus standby di ruang latihan?Jangan buang waktumu!Memangnya kau mau kena pukul sama siluman tua bangka itu?!”

“BERISIK KAU!”

Dia bilang dosen?ya,aku bilang kepadanya demikian tadi pagi.Aku sengaja berbohong,kalau tidak aku takkan diizinkan kesini.

Aku masih berlari dengan Samsung Jet yang masih berada di genggamanku,belum kumatikan koneksi bicaraku dengan Leader hyung,mungkin sampai sekarang ia masih menyerocos ria.

Lalu,aku melihatnya,namun ia tak memandangku.Aku menghentikan langkahku.Darahku terasa berdesir.Punggungku terasa hangat,tetapi nyaman.Tampaknya ia sedang membaca sesuatu.Komik?Kupikir bukan.Cukup lama aku terdiam,aku berlari lagi.

Akhirnya aku sampai di depan pintu citycar kami.Sudah bisa kubayangkan betapa marahnya Leader hyung,dan tangan-tangan Key,Flame dan Candy yang sudah panas dan siap untuk menerjang tubuh kecilku.Tak apalah,hitung-hitung uji mental.Setelah puas menyiksaku,kami pun meluncur ke studio latihan.

Saatnya kembali ke dunia penuh dengan kebohongan!Keep Smile!

————–

Hari pertama di Bulan Ramadhan,dan Ramadhan pertama di negara ini,Korea.Hanya sendiri,tanpa ibu yang paling cerewet membangunkanku sahur,ayah yang selalu mengingatkanku untuk banyak mengaji,dan kakak yang suka mengajakku ngebuburit ke perpustakaan.

Ah,dasar aku ini terlalu banyak bicara!

Aku memasuki kelas,masih kosong.Seperti biasa aku duduk di bangku tengah,kedua dari depan.Semuanya tampak biasa,kecuali….

SECARIK KERTAS!

Awalnya tak kuhiraukan karena kertas itu hanya tampak seperti kertas biasa.Tiba-tiba tanganku menjadi nakal,ku ambil kertas itu dan aku membaca coretan yang ada di kertas itu.

Perlu waktu bermenit-menit untuk menelaah kata per kata yang ada pada kertas itu,bukan aku tak bisa membaca hangul,namun ada sesuatu yang cukup menarik perhatianku.

Yang pertama.Inisial yang aku kenal,JB.Justin Bieber.Apa mungkin Justin Bieber yang seorang Kanada mengerti Hangul?Impossible.

Kedua,Ia tahu kebiasaanku yang suka mengibaskan jilbab kearah wajahku.Dan yang terakhir yang paling mengherankan:Bagaimana ia bisa tahu kalau hari ini aku memakai jilbab coklat???

Dan satu lagi.Kalimat “Kain yang kau lilit di kepalamu” membuat ku tersenyum simpul.

———–

Aku sudah lebih tenang setelah meletakkan surat itu di mejanya.Sebelumnya aku sangat gelisah.Tadi malam saja aku hanya bisa tidur 3 jam,yang biasanya aku tidur 7 jam.Dan untuk tadi malam aku menghabiskan 4 jam tersebut dengan memikirkannya,terus memikirkannya hingga terlelap.Dan di alam mimpi bahkan aku memikirkannya.Ah bodohnya!Seharusnya aku tidur cukup demi kelancaran album baru kami,bukan?

Lupakan soal dia yang memakai kain di kepala itu,hm sebenarnya aku tak bisa,tapi tak apalah.Sekarang kami sudah berada di studio latihan.Disini kami akan berlatih dance lagu kami yang terbaru.Kali ini gerakan dancenya sangat sulit.Seringkali aku membuat kesalahan yang konyol.Namun aku “tak boleh menyerah!Selalu bersemangat dan optimis!” seperti yang biasa Flame,adik raksasaku itu biasa berkata.Ia memang pantang menyerah.Apalagi kalau soal olahraga!Namun kami berbeda.Aku benci olahraga,kecuali:BODY BUILDING!HAHAHAHA.

Sekali lagi,lupakan soal adik raksasa ku.Keep practice!Then you will get success!haaa~.

—————————-

“Hyung,antarkan aku ke kampus lagi.”

“Bling,Kau tak tahu hari ini kita ada latihan vokal ekstra?Kau bahkan masih belum dapat nada di bagian setelah chorus,aku dan Key masih belum bisa mengambil backingnya dan huh…interval nadanya jauh sekali di bagian itu.Dan mereka berdua?Kau tahu kemampuan mereka bagaimana kan?Pokoknya kita tidak boleh telat hari ini!!!Dan sekarang kau mau ke kampusmu lagi???Kau sudah memberi surat izin!Lalu apa lagi yang kau lakukan di kampus?”,cerocos Leader hyung sembari menyimpan peralatan ke dalam tas jumbo nya.Ia terlihat tergesa-gesa.

“Tapi hyung,aku ada tugas yang harus aku berikan.”
Ia terhenti.Ia menatapku dalam-dalam.

“Bisakah kau katakan yang sejujurnya?Kau berbohong?”

“Tidak,hyung.”

“Bohong.Kau kuliah jurusan seni kan?”

“Ya.”

“Kalau kulihat,kau pernah menulis tentang seni.Tapi adakah tugas tentang seni membuat surat cinta?”

“Mwo?Apa maksudmu hyung?”

“Jujur sajalah.Aku tahu apa yang menyebabkan kau ingin ke kampus hari ini.Lebih baik kau ceritakan kepadaku.Aku hyung mu,Jonghyun.Ceritakan padaku.Mumpung mereka bertiga dibawah sekarang.”Bibirnya mengembangkan senyum lebarnya.Matanya ‘menghilang’.

“Tidak ada apa-apa hyung.Antarkan saja aku ke kampus sebentar.Pulang latihan akan kuceritakan.Janji.”

“Baiklah.Tapi janji ya,saat kita sudah sampai di rumah,kau harus ceritakan semuanya!”

Aku mengangguk.Akhirnya ia mau mengantarku.huft.

———————————————-

Dear,

Seharusnya sekarang aku tidak memberi surat ini karena hari ini aku harus latihan vokal ekstra.Tapi aku harus memberikannya hari ini juga.Karena aku tak mau rasa ini terpendam dan itu akan membahayakan kau (ah ini lelucon yang sangat buruk!)

Kemarin aku sempat melihatmu sedang membaca buku biru kecil,dan kau tampak sangat serius,namun aku tahu saat membaca buku itu kau merasakan kedamaian.Aku pun ikut merasakannya saat itu.Boleh ku tahu buku apa itu?Dimanakah bisa kudapatkan buku itu?

Aku tahu sekarang kau terperangah membaca suratku.Kau mau tahu kenapa aku ingin tahu tentang buku itu?

Sebabnya aku ingin terus mendapatkan kedamaian itu.Aku ingin rasakan indahnya hidup,seperti kau yang telah merasakannya.

Dear,aku masih menjadi groupiemu,bahkan lebih dari itu.Tadi malam aku bermimpi tentangmu,di mimpi ku,kau mengajarkanku sesuatu yang baru,kau mengajarkanku dengan sangat sabar,meskipun saat itu aku tak dapat mengikuti perkataanmu.Ah aku bahkan lupa apa istilahnya,kau sangat sering menyebutkannya di mimpi itu.Sekali lagi,mimpi itu membuat perasaanku damai.Andai itu jadi kenyataan…

Dear, Aku pergi dulu.Aku harus bersiap-siap ke studio latihan sekarang.Kalau tidak,sang siluman tua itu akan memukulku lagi.

Dari Groupie mu,

JB,seseorang yang mencari kedamaian.

Aku meletakkan surat itu dengan hati-hati di bangku nya.Seperti hari sebelumnya,ruangan itu sepi,belum ada orang yang datang.

Namun tak seperti hari sebelumnya,kini aku melangkah dengan lebih tenang. Aku terus berjalan,dan lagi-lagi aku berpapasan dengannya.Kami sempat berpandangan sebentar,lalu ia menunduk dan mempercepat langkahnya.Ada apa?Ia tak menyukai aku?Bahkan kami belum pernah saling menyapa!

—————————————————————————————

Kim Jonghyun,mengapa ia memandangku seperti itu?Aku sedikit takut melihatnya, Ia hanya berdiri memandangku dengan pandangan yang sangat dalam.Badannya seakan membeku,tapi entah kenapa jantung ini sangat cepat berdetak,dada ini terasa hangat sekali.Aku melangkah lebih cepat ke kelas.

Kim Jonghyun,seorang penyanyi papan atas,ia berkuliah di Universitas Kangnam ini,sama seperti ku,namun yang kutahu ia berada di jurusan seni yang gedungnya bersebelahan dengan gedung jurusanku,desain interior.Jadi aku cukup sering melihatnya,walaupun sebentar.Namun baru kali ini aku memandang matanya yang tajam.

Jika kau mau tahu yang sebenarnya,awalnya aku mengaguminya.Aku terkagum-kagum ketika ia bernyanyi,meskipun aku hanya sekali aku mendengarnya,saat ia tampil bersama boybandnya,SHINee.Suaranya yang tinggi namun lembut membuat telingaku nyaman.

Jika kau mau tahu yang sebenarnya,kini aku menyukainya.Aku menyayanginya,aku ingin menjadi bagian penting di hidupnya.Aku tak tahu mengapa aku bisa begini,aku tak tahu kejadian apa yang membuatku begini.Teman-temanku berkata aku ini seperti anak kucing,tak berani berkenalan dengannya.Tapi aku ada sebab yang cukup jelas,karena bila aku berkenalan dengannya,mungkin kami akan menjadi sangat dekat,dan artinya aku melakukan sebuah larangan.Kau tahu apa itu?

Aku,muslim.

Dan…

Ia,atheis.

Keyakinan yang membuatku mundur beribu langkah.

Ayahku,ibuku,teman-teman ulama nya,alquran,dan buku-buku lain yang aku baca sudah bilang bahwa seorang wanita harus mendapatkan imamnya yang tentunya,muslim.

Sedangkan ia,

ATHEIS.

Rasanya tidak tepat jika aku bersanding dengannya,kami berbeda.Jadi mungkin ia hanya jadi angan-angan.Ya Rabb,bolehkah aku melakukan hal seperti itu?Dosakah aku?

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Byeol : Mysterious Girl

Author : Suci
Title : ‘Byeol : Mysterious Girl’

main cast : Choi Minho – Shinee

Byeol a.k.a You
Support cast: Shinee
Super junior
Genre : Romance
ok. ini ff pertama yang aku kirim ke SF3SI mudah2an berkenan di hati anda semua!!!
Oh iya, aku ga bisa bilang ini oneshoot, mungkin suatu saat aku akan membuat lanjutannya.. Happy reading!!!
~ ~ ~

Entah mengapa akhir-akhir ini aku selalu melamun, membayangkan mata dan senyuman yang begitu menghipnotisku. Sekarang aku sedang rehearshal *ga tau nulisnya.. T.T* tapi pikiranku sedang tertuju pada yeoja yang kutemui di kampung halaman hyungku beberapa hari yang lalu. Sekarang aku benar-benar tidak fokus.

_Flash back_

Monday, 2 August 2010

Mokpo Airport 09:00 pm

Seluruh artis SM Ent. Sekarang diberikan liburan selama 1 minggu, aku memutuskan ikut bersama hyungku pulang ke kampung halamannya. Aku bosan berada di tempat yang ramai, aku ingin ke tempat yang sedikit.. sepi mungkin? Untung kampung halaman hyungku itu cukup jauh dari hiruk pikuk ibu kota Korea.

“MOKPO!! I miss you!!!“ teriak hyung ku saat kami sampai di bandara. Untung bandaranya sepi karena sudah malam kalau tidak kami pasti sudah di kerubunin orang-orang.

PLETAK!

“Aish.. hyung apa-apaan kau?“ tanya hyungku yang teriak tadi. “YA! LEE DONGHAE! jangan menarik perhatian babo!“ ucap teuki hyung, aku hanya terkekeh kecil melihat kelakuan hyungs ku itu. “YA! Justru hyung yang menarik perhatian, memanggil namaku keras-keras” sanggah donghae hyung sambil mengusap kepalanya yang tadi dijitak oleh teuk hyung

Ya, aku ikut hyungku (donghae) pulang ke kampung halamannya. Tapi, aku tidak sendirian, aku juga ditemani teuki hyung, euhyuk hyung,dan kyuhyun hyung oh iya, dengan dongsaengku juga Lee Taemin. Donghae hyung mencari-cari orang yang akan menjemputnya sedangkan kami di suruh menunggu. Tapi tiba-tiba aku kebelet. “hyung, aku ke toilet dulu ya!” seruku pada teukie hyung. “Ya! Minho, jangan lama-lama. Sebentar lagi donghae datang!” seru teukie hyung “ne, hyung” jawabku terburu-buru.

Di Mobil.

Aku bosan, donghae hyung bilang perjalanan dari bandara menuju rumahnya sekitar 2 jam. Aku benar-benar bosan. Aku pun tertidur di kursiku.

Aku membuka mataku, ternyata masih didalam mobil. “eh, hyung sudah bangun. Kata donghae hyung sebentar lagi sampai” ucap taemin saat melihatku membetulkan posisi dudukku. Tidak sengaja mataku melihat ke luar jendela mobil. Aku melihat seorang yeoja sedang duduk di halte bus, aku lihat jam tanganku. Ini sudah jam 10:30 bis mana yang masih lewat jam segini? Yeoja itu memakai blouse putih dan cardigan putih menutupi bahunya. Yepeo. Ya yeoja itu sungguh cantik, tapi apa yang dilakukannya malam2 begini.

“hyung sedang lihat apa?” tanya taemin ke bingungan “ah anni, aku hanya ah, lupakan.” Ucapku, dan kulihat wajah taemin menunjukan ekspresi kebingungan. Tak beberapa lama stelah itu… “Kita sampaii!!” seru donghae hyung yang duduk samping supir.

Tuesday, 3 August 2010

Di rumah Donghae

HOAM!! Lelah sekali stelah menempuh perjalanan Seoul-Mokpo. Aku berjalan ke kamar mandi, kulihat kyuhyun hyung masih tidur. Ya, aku sekamar dengan kyuhyun hyung, Taemin dengan teuki hyung, dan Donghae hyung tentu dengan Eunhyuk hyung.

Aku berjalan menuju kamar mandi. Donghae hyung bilang hari ini kami akan ke pantai. Senang sekali rasanya bisa berlibur seperti ini.

Malam hari. Sekitar 09:00pm

Aku bosan berada di rumah donghae hyung. Karena disana mereka semua tepar karena kelelahan setelah bermain di pantai. Aku pun berjalan2 entah kemana. Aku pun melihat halte bis yang kemarin malam kulihat. Dan aku melihat yeoja yang kemarin sedang duduk di situ mengenakan pakaian yang sama. Aku pun mencoba mendekati yeoja itu, tapi 2 meter lagi aku sampai dia malah berdiri dang ngelengos pergi. Aku berniat mengikutinya dari belakang, dan dia berhenti di sebuah bukit yang cukup sepi.

Di bukit itu ada sebuah kuil, dia pun pergi ke belakang kuil. Aku mengikuti langkahnya dan tetap menjaga jarak. Aku bingung kenapa yeoja cantik seperti dia berani ke tempat sesepi ini. 5 menit aku menunggu di tempatku, tapi yeoja itu tidak bergeming, tetap duduk di tanah yang dipijaknya. Tidak lama kemudian muncullah setitik cahaya. Dan lama-lama cahaya itu semakin banyak, dan babonya aku baru menyadari kalau itu kunang-kunang.

Aku sungguh terhipnotis oleh kunang-kunang itu, tanpa sengaja aku menginjak ranting kering yang mengeluarka suara ‘Kreek’ “nuguseyo?” sekarang yeoja itu sudah berdiri dari tempat ia duduk dan menengok ke arahku. Aku hanya tersenyum malu, karena tertangkap basah menjadi stalker. Padahal biasanya aku yang di kejar stalker.

“ah.. umm.. mianhaeyo.. aku tidak sengaja mengikutimu.. hmm” kenapa jadi salah tingkah begini? Aku pun mendekat ke arah yeoja itu, ternyata dia sudah duduk lagi. Aku pun duduk di sebelahnya.

Tiba-tiba sesuatu terucap dari bibirnya “nuguseyo?” tanyanya lagi, suaranya begitu lemah dan merdu kurasa. MWO?? Dia tidak tahu siapa aku?? Aku ini choi Minho rapper SHINEe dan SM sebentar lagi akan mengadakan konser akbar, masa dia tidak tahu. Ku rasa dia umurnya tidak jauh denganku, masa tidak tahu aku. Chakaman, dia kan tidak melihat ke arahku. Mungkin dia tidak tahu karena ini sudah malam dan wajahku tidak terlihat jelas hahaha…

“agasshi, coba lihat aku!!” ucapku menyuruh yeoja itu melihatku. Dan benar dia menengok kearahku, tapi wajahnya datar “nugu?” tanyanya lagi.. ‘AIGOO!!! Dia benar2 tidak mengenalku?? Padahal wajah kami berdekatan, ah mungkin kurang penerangan’ “agasshi, aku akan memberi tahumu siapa aku, tapi kau jangan berteriak ya?? Yakso?” ujarku padanya, yah antisipasi kalau dia shawol *narsis juga nih* “hmm..” jawabnya “ara, naneun.. choi minho imnida.” Ucapku dan menunggu reaksinya “mannaseo bangabseubnida” jawabnya datar.

OMO!! Gadis ini tidak tahu siapa aku? “kau tahu aku kan?” tanyaku hat-hati. “molla“ jawabnya santai, matanya masih terpaku dengan keindahan kunang2 yang menari-nari di hadapan kami. “kalau SHINEe? Tahu kan?“ tanyaku lagi kali ini ekspresiku kayanya udah #ganyante. Yeoja itu hanya menggelengkan kepalanya. Ya, sudahlah mau diapakan lagi dia memang tidak tahu.

“Kenapa kau bisa ada disini?“ tanyanya padaku memecahkan keheningan antara kami berdua. “aku mengikutimu“ jawabku jujur “untuk apa?“ tanyanya lagi “penasaran.“ Jawabku jujur lagi “ne? Penasaran?“ kali ini yeoja itu menengok kerahku mata kamipun saling pandang. Matanya yang bulat dan hanya disinari cahaya bulan dan kunang2 begitu menghipnotis. “ya, aku penasaran kenapa yeoja seperti mu jam segini masih berada di luar rumah. Sangat berbahaya tahu“ jawabku ketus sambil mengalihkan pandanganku darinya. Yeoja itu lagi-lagi terdiam dan membuat keadaan menjadi hening.

“ini sudah malam, kuantar kau pulang ya, rumahmu dimana?“ tanyaku memecahkan keheningan “rumahku? Molla“ jawabnya santai. “mwo? Kau tidak punya rumah?“ tanyaku “punya, tapi aku sedang menunggu oppa ku menjemputku“ jawabnya datar “kalau gitu rumahmu dimana? Oppamu tega sekali membiarkanmu sendiri disini“ ucapku sedikit kesal “seoul kalau tidak salah“ ucapnya dengan pandangan lurus kedepan “seoul? Itu jauh sekali dari mokpo, kau sedang liburan?“ tanyaku tapi dia tidak membalasnya. “hmmm, tapi ngomong-ngomong aku belum tahu namamu. Siapa namamu?“ tanyaku. “molla“ jawabnya ringan.

“YA! Kenapa kau selalu mengatakan molla huh?“ jawabku kesal “molla“ jawabnya santai. Aigoo yeoja ini, lama-lama menggemaskan sekali. “kau benar-benar tidak tahu namamu?“ tanyku hati-hati “aku lupa“ jawabnya pelan dan kecewa

“karena aku tidak mungkin memanggilmu dengan sebutan hey, kau atau apalah, bagaimana kau ku panggil Bich?(cahaya)“ jawabku hati-hati takut ia tidak suka. “bich? Dalam bahasa korea artinya bagus tapi kalau dalam yongo itu tidak bagus sama sekali.“ Jawabnya datar “bagaimana kalau Kaetong?“ jawabku hati-hati “MWO??? Kau mau menyamakanku dengan kotoran anjing??“ jawbnya emosi “aigoo.. kau jangan memenggalnya, artinya akan berbeda.. yasudahlah lalu kau mau aku memanggilmu apa?“ tanyaku memelas, sesaat ia berfikir “bagaimana kalau dal? Atau byeol? Bagusan mana?“ heh? dia malah nanya balik. “hmm byeol lebih bagus“ jawabku menimbang-nimbang “Ara. Kalau begitu panggil aku byeol.. hehehe“ ucapnya bersemangat.

****

Itulah awal pertemuanku dengan yeoja aneh ini dan misterius ini. Byeol, haah.. kenapa waktu terasa cepat sekali, andai aku bisa bertemu denganmu lagi. Itu sebuah anugrah untukku.

“YA! Choi Minho! Jangan melamun saja cepat kemari! Sebentar lagi giliran yunho dan changmin yang reahersal!” teriak manager hyung. “ne..”

~ TBC/Fin ~

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Love Or Friends – Part 4

Title: Love or Friends ?! –part 4-

Author: Yoora a.k.a Niniez

Genre: Friendship, Romance

Mayor Cast:

Kim Soo Yun

Lee Sun Hi

Kim Yoora

Lee Taemin

Kim Jonghyun

Lee Jinki

Minor Cast:

Kim Kibum (Key)

Choi Minho

A/N: don’t forget! Ini adalah fansfict jaman baheula-ku. Udah lamaaaaa bangeeeet.. jadi, maap kalo jelek ~^^~

***

YOORA SIDE

“Uwaaah! Akhirnyaa! Aku bisa bebas juga dari rumus-rumus matematika dan makhluk mengerikan seperti Leeteuk songsaenim!” kataku sekencang mungkin saat sudah memasuki mall. Leeteuk songsaenim memang makhluk yang paling kejam sejagat raya. Walaupun kita akan meninggalkan Yeonghwa High School. Tapi, guru kejam itu tetap saja memberi kami soal-soal seruwet mungkin. Apa gunanya coba?

“Kau ini. Diamlah sedikit.. ini adalah tempat umum..” nasihat Jonghyun padaku. Aku kesal sekaligus senang, karena ia memperhatikanku. Jonghyun…. You are my prince.. forever.. ^^

“Emh.. kita makan dulu, yuk. Aku laper, nih.” usul Soo-yun. Dengan segera, aku menarik tangan Soo-yun. “Ayo.. ayo.. Aku sudah lapar..” jawabku antusia

“Hey, Yoora. Pacarmu itu bukan aku, melainkan Jonghyun. Mengapa kau malah menggandengku seperti ini?” canda Soo-yun. Aku mengernyitkan dahiku.

“Aigoo.. Soo-yun..Jonghyun Oppa tidak akan cemburu pada yeoja sepertimu. Kau kan sahabatku dan juga sahabatnya..” jawabku sambil terus menarik Soo-yun ke salah satu foodcourt, sedangkan namja-namja yang lain hanya mengikuti kami.

SOO-YUN SIDE

“Aigoo.. Soo-yun..Jonghyun Oppa tidak akan cemburu pada yeoja sepertimu. Kau kan sahabatku dan juga sahabatnya..” jawab Yoora tanpa rasa bersalah. Memang, ia sama sekali tak bersalah, karena ia tak mengetahui permasalahanku dengan Jonghyun.

Jonghyun…

“Soo-yun.. mengapa kau melamun seperti itu? Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Yoora khawatir saat kami sudah berada di depan foodcourt pilihan Yoora.

“Anio.. tidak ada..” jawabku berbohong. Seketika senyuman di wajah Yoora mengembang.

“Bagus lah kalau begitu. Kita duduk di sana yuk!” kata Yoora sambil menunjuk salah satu tempat duduk di pojok, dekat dengan jendela. Sepertinya nyaman.

“Hyaa, Yoora.. Mengapa kau senang sekali mencari tempat duduk di pojokan?” tanya Minho.

“Yaa… spontanitas aja. Yang penting nyaman kan?” tanya Yoora balik.

“Bukan begitu… Pojokan kan tempatnya setan kumpul..” jawab Taemin polos. Yoora membelalakkan matanya.

“Setan? Oohh.. jadi kalian ngira, aku ini setan ya?” tanya Yoora mengancam.

“Hyaa.. sudah lah, Yoora. Kau ini tak berubah. Cepat ke bangku kesayanganmu sana!” kata Key menengahi sambil mendorong Yoora ke tempat duduk pilihan Yoora.

Tiba-tiba, aku melihat Jonghyun. Aku ingin mengetahui reaksinya bila Yoora dekat dengan namja lain. Cemburu kah? Marah kah? Tapi… TIDAK. Ia malah melihat Yoora dengan pandangan biasa. Ia seperti tidak menganggap Yoora sebagai pacarnya, melainkan hanya teman.

Aku memandang Jonghyun… lama… Tiba-tiba, Jonghyun melihatku. Tatapan mata kami bertemu.

“Kau tak usah memandangku seperti itu!” kata Jonghyun ketus dan berlalu menuju tempat Yoora. Aku mendesah pelan. Anak ini…

“Soo-yun ah, ada apa denganmu?” tanya Taemin.

“Anio..” jawabku sambil berlalu menuju tempat Yoora dkk.

***

SUN-HI SIDE

“Oppa, kita akan kemana?” tanyaku penasaran. Langkah Onew terhenti.

“Oppa? Sejak kapan kau memanggilku Oppa?” canda Onew. Iya.. ya.. mengapa aku memanggilnya Oppa?

“Ehm.. ya sudahlah.. Onew.. kita mau kemana?” tanyaku pada akhirnya. Terlihat Onew berpikir keras.

“Ehm.. ke mall aja lah.” kata Onew sambil menunjuk salah satu mall di depan kami. Hmm.. setelah aku pikir-pikir, hebat juga ya aku dan Onew, mampu berjalan kaki dari sekolah ke mall. Padahal, jaraknya kan cukup jauh.

“Ne.. baiklah.” jawabku tak bersemangat lalu Onew menarik tanganku menuju mall tersebut.

Sesampainya di sana, aku langsung saja memohon pada Onew. Mumpung dia sedang dalam mood yang bagus, batinku. “Onew… aku lapeeer.. makan yuk.” kataku memelas. Onew menatapku sebentar, kemudian tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha.. kau ini memang pintar mencari kesempatan dalam kesempitan. Mm.. Ne baiklah.” jawab Onew sambil mengacak-acak rambutku. Entah mengapa jantungku berdegup tak karuan saat ia melakukan hal itu. Ada apa ini?

Lalu, aku dengan segera menuju foodcourt yang sering aku singgahi. Yap! Di sini… loh?…… Taemin Oppa? Dan….

SOO-YUN SIDE

“SUN-HI!!!” panggilku sekeras mungkin dari dalam foodcourt. Sun-hi terlihat kaget dan menoleh ke arahku. Aku melambaikan tangan padanya, Yoora pun mengikuti tingkahku ini. Sementara, Taemin terliat bingung.

Dengan perlahan Sun-hi melangkah menuju arah meja kami. Ia melihat Taemin dengan tatapan sedih, sementara Taemin berusaha untuk memalingkan tatapannya dari Sun-hi. Mereka kenapa?

“Hyaa!! Sun-hi eun! Kita ketemu lagi. Lama tak berjumpa.” kata Yoora sambil memeluk erat Sun-hi.

“Emh.. ne.. Yoora, ak..ku… se….saak..” kata Sun-hi.

“Mianh, eunnie. Hehe..” kata Yoora.

“Hyaa!! Ada Onew Oppa jugaaa..” kata Yoora hampir memeluk Onew. Untung saja, tangan Jonghyun menyelamatkan nyawa Onew. Kalau tidak, mungkin ia akan mati berdiri sekarang.

“Oppa!! Kenapa sih?” tanya Yoora sewot. Jonghyun tersenyum tipis.

“Aku tak mau Onew Hyung mati di sini..” jawab Jonghyun. Tuh kan!

“Ya sudah. Duduk dulu, gih. Kau mau makan apa?” tanyaku pada Sun-hi dan Onew.

“Nasi goreng saja, deh..” jawab Sun-hi diikuti anggukan Onew.

“Ya sudah. Nasi gorengnya delapan ya, mbak.” Kataku pada seorang waitress.

“Baik..” jawab waitress itu ramah.

“Em.. Sun-hi.. ada yang ingin kubicarakan denganmu.. sebentar..” kata Taemin sambil menarik tangan Sun-hi, lalu keluar dari foodcourt. Onew sempat akan menghalangi Taemin untuk membawa Sun-hi keluar, tapi Minho menahan niat Onew.

“Dia butuh waktu untuk menyelesaikan masalah mereka. Hyung mengerti?” bisik Minho pada Onew yang masih bisa kudengar.

TAEMIN SIDE

Aku mencoba menjelaskan semua biang keladi dari permasalahanku dengan Sun-hi selama ini. Dia gadis yang baik –mm.. dan sedikit overprotektif terhadap pacarnya-, aku tidak ingin membuatnya terluka untuk kesekian kalinya.

“Be.. berarti.. Ka.. Kau..” kata Sun-hi terisak. Aku menanti setiap kata yang meluncur dari mulutnya dengan sabar. “Kau.. tak..” lanjut Sun-hi yang masih terisak, tangan kirinya menutup mulutnya seolah tak percaya dengan apa yang barusan ku katakan.

“Ya.. Itu adalah kenyataan.” Kataku mantap. Air matanya menetes semakin deras, semakin banyak pula orang di mall yang memperhatikan kami, seolah kami adalah pasangan selebritis yang sedang bermain film.

“Ka.. kau..”

“Kau boleh anggap aku pengkhianat, atau seorang playboy. Semua tergantung padamu.” Kataku dingin.

“Ta.. tapi.. kenapa?” tanya Sun-hi yang masih menangis.

Aku memandanginya.. . Lama… Aku membelai rambutnya…

“Bukankan aku sudah menjelaskan semuanya padamu?” tanyaku balik.

Ia langsung menepis tanganku yang sedang membelai rambutnya. Ia mulai mengangkat wajahnya. Mata merah, tatapan yang tajam, dan mulut yang tak hentinya bergetar seolah menunjukkan perasaan yang saat ini ia rasakan. Marah.

“Pabo!” katanya dengan nada sedikit bergetar. Aku tak terkejut sama sekali. Karena, aku mengakuinya. Ya.. aku memang pabo.

BRUK!!

“PUAS KAU?!” teriak seseorang yang barusan berhasil memukulku dengan kerasnya.

ONEW SIDE

5 menit.. 10 menit..

AARGH..!!

Aku sudah tak tahan!

“Chingu. Aku mau ijin ke toilet dulu ya.” pamitku pada teman-temanku. Semuanya mengangguk sambil tetap menikmati makanannya masing-masing.

Aku segera berlari keluar dari foodcourt dan mulai mencari Sun-hi.

Itu dia!

Aku segera menghentikan langkahku saat melihat pemandangan yang tak mengenakkan itu. Bukan karena Sun-hi berduaan dengan Taemin, tapi… Sun-hi menangis!

Tanpa ba-bi-bu lagi, langsung saja aku menancap gas dengan kecepatan super tinggi *emang naik mobil, apa?*

LALU… *JENG JENG JENG..*

BRUK!!

“PUAS KAU?!” teriakku yang tak bisa mengendalikan amarahku. Sontak, Sun-hi mencoba untuk menghentikan laju tangan kananku yang hendak memukul Taemin lagi.

“Hentikan.. cukup..” kata Sun-hi dengan nada memelas. Melihatnya seperti itu, langsung saja aku menghetikan pukulan super-ku pada si Taemin brengsek ini.

Aku memandang Taemin dengan tatapan sinis.

Tapi, Taemin malah menghapus noda darah yang tadi mengucur di sudut bibirnya dengan tangan kanannya dan memperlihatkan wajah dingin itu lagi, seolah ia berkata ‘silahkan-kau-pukul-aku—aku-tak-takut’

ANAK INI!!

SUN-HI SIDE

Aku harus menghentikan perdebatan ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak aku inginkan.

“Oppa.. eh.. Onew..” kataku bingung. Onew menoleh ke arahku

“Ada apa?” tanyanya.

“Lebih baik kita pulang.. aku capek.” Kataku sedikit berbohong.

“Ne.. baiklah..” jawab Onew sambil menggandeng tanganku ke arah pintu keluar mall dan meninggalkan Taemin seorang diri.

YOORA SIDE

Aigoo.. Kemana sih perginya tiga makhluk itu? Jangan-jangan…

Aku segera beranjak dari tempat dudukku dan segera berlari keluar dari foodcourt. Aku tak peduli dengan tatapan bingung dari teman-teman dan namjachingu-ku.

Aku melihat Taemin yang memandang lurus ke arah pintu keluar mall.

Ada apa dengannya?

Aku mencoba berjalan sedikit mengendap-endap ke arahnya.

“Yoora, aku mau pulang.” kata Taemin tiba-tiba, sebelum aku berada tepat di sebelahnya.

“Ah.. eh.. eh.. ne..” kataku terbata-bata. Apakah auraku setajam itu? Sehingga Taemin yang sekarang masih berjarak 3 meter di depanku mengetahui keberadaanku? Mengerikan.

“Bagus.” Kata Taemin singkat dan langsung pergi menuju pintu keluar mall. Aku tak mengerti maksudnya, tapi… HEY!! Ada yang belum kutanyakan padanya.

“Mm.. Taemin. Sun-hi dan Onew dimana?’ tanyaku sedikit takut.

“Mereka…. Pulang.” Kata Taemin sedikit terputus. Aku mengangguk dan langsung pergi meninggalkannya menuju foodcourt dengan berbagai pertanyaan yang muncul dalam benakku.

–TO BE CONTINUE–

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF