BUKA PUASA BERSAMA KELUARGA SF3SI ^O^

Oke Okeee… tenang-tenang.. sebelumnya aku mau minta maaf buat reder di luar daerah Jakarta.. hiks hiks… aku jadi sedih deeeehhhhh

Ini juga bukber yang ikut gak banyak kok…. hiks hiks…

Doain aja nanti aku jalan-jalan ke luar daerah.. misalnya ke Kalimantan gitu.. jadi au isa ngadain gath di sana… amiiinn…

Atau enggak doain aja ada staff baru Sf3SI nanti yg ternyata perwakilan daerah kalian ^^

Jadi gini….. Berhubung yang ikut Bukber nya anak sekolahan semuaaa… kecuali satu orang. Naaahhh yang tadinya rencana mau buka di Pizza Hut aku batain… jadina buka di Food Court aja.. jadi bisa milih yang harganya gak begitu mahal ^^

Gak apa-apa kan??? Jadi ini keterangannya :

Hari/Tanggal : Sabtu, 28 Agustus 2010

Jam : 03.00 – 07.00

Lokasi : Foodcourt, Kelapa Gading Mall 3 (Kalo gak salah)

Kenapa aku pilih tanggal 28???

Karenaaaa…. Hari senin aku pekan ulangan, jadi gak bisa pergi hari minggu. Terus… kalau ngambil hari minggu nanti pulang-pulang kecapekkan. Terus…. aku nabrak-nabrak sama bukber yang lain… Soalnya 3 hari berturut-turut aku ada bukber.

Dan kenapa di pilih dari jam 3?? Karena aku yakin orang indo tukang ngaret *PLAKK* mwuahahahhaha….

Kalau aku blang jam 4 nanti baru dateng jam 5… kita kan gak sekedar bukber tapi kita juga mau ngobrol-ngobrol kaaannn?? ^^ Gak sekedar dateng… nunggu adzan… makan… pulang… itu namanya buang-buang duittt =,=

Jadddiiiii ??? Setuju kaahhh???

Oh yaa… yang ngikut bukber harus nanggung resiko gak bisa ikut shalat taraweh yaaaa ^^

Mohon kepastiannya.. jadi siapa aja yang ikut ^^

-Lana-

Advertisements

SHINee 2ND ALBUM HAS ARRIVED !!!! ^O^

SHINee 2ND ALBUM HAS ARRIVED JUST NOOOWWWWW !!!! KYAAAAA ~

Begitu aku pulang.. datenglah mobil pos gitu.. berhenti depan rumah ku dan tiba-iba ngelurin sebuah dus bertuliskan SEOULMEDIA … aku mikir… “Seoul? Seoul Media??? Dari siapa nih??” begitu aku liat di bagian atas ada gambar SHINee nyaaa !!! Kyahahahha… Finally…

MAAF BANGET YAH SEMUA NUNGGUNYA JADI LAMA GITU… HIKS HIKS….. BANTUIN AKU TABOKIN ORANG2 BEA CUKAI YUUKKK… Nyebelin deh.. untuk Om ku orang Bea Cukai jadi aku tinggal minta tolong cariin paket buat ku deh.. uhuhuhu.. senangnya…

SEKALI LAGI MAAF YAAA…. AKU AKAN KIRIM KE RUAH KALIAN AS SOON AS POSIBLE KOK… TENANG AJA ^^

BUAT YANG NGAMBINYA KETEMUAN… IKUT BUKBER KAN???? NANTI AKU KASIH PAS BUKBER YAAAA ^O^

Tolong di cek.. penulisan alamatnya sudah benar atau belum…

1. A.N : Oktria Indri

JL.BLUESAFIR RAYA NO 20. RT 01,RW 40.

RAWALUMBU BEKASI TIMUR. KODE POS 17116

-> Lunas ^^

2. A.N : Novita Sari

Kp. Cigarogol Rt 09 Rw 03 No.41, Ds. Mekarsari, Kec.Cileungsi, Kab.Bogor, 16820

-> Lunas ^^

3. A.N : Suci

Perumahan Beji Permai

Blok S 20 A, 16426, Depok

Jawa Barat

4. Ariesty (O-Shin)

5. A.N : Merlinda

GG.Duku II no.3 RT 03/IV Jajar , Laweyan , Surakarta , Jawa Tengah 57144

-> Lunas ^^

6. A.N : Leonita Ratna

Jl. Hibrida 3 gang mayang 4 no 26 RT 27 RW 06
kelurahan sido mulyo , kec gading cempaka
kota bengkulu , kode pos 38229

-> Lunas ^^

7. A.N : Desti Srikandi Fatimah (dheeenavierevoli)

Jl. Hanjuang II Blok i4 No. 3A Sektor 1.1

BSD City

Tangerang Selatan, Banten

-> Lunas ^^

8. A.N : Ratri Dian Lestari / Rara -> 2

ALAMAT : PERUMNAS GRIYA TAMAN AGUNG PERMAI, BLOK I NO 3

KEL. TAMANAN, KEC/KAB. TRENGGALEK, JAWA TIMUR

KODE POS 66312

->Lunas ^^

9. A.N Endah Asa Alya

Jl. Wijaya Kusuma v Nomor 239 Depok Jaya RT11/06

Kelurahan Depok Jaya 16432

MOHON YANG BELUM BAYAR ONGKIR MOHON SEGERA DI LUNASI ^^

Ada yang alamat sama namanya belum tercantum??

Kalau ada, CD nya di ambil langsung atau di kirim? Udah bayar ongkir? Udah ngirim alamat sama bukti pmbayaran???

Kalau udah tapi namanya belum tercantum mohon blang ^^

Dan buat yang ketemuan… ayo ayo.. siap-siap sabtu ini ^^

Terus buat yang namanya Lala onn.. gimana jadinya??? Kamu mau ambil Ver.A atau enggak??? Kalau gak jadi.. udah ada yang mau ngambil Ver.A nya nih…

Kalau kamu mesen ver. B masih agak lama looohhh… Terus terus buat Nurul onn sama Ryne …. jadi mau pesen ver.B kah???

Mohon di koreksi kalau post ini agak bersalah atau ada kesalahan informasi ^^

-Lana-

Chingu – Part 2

Author: Finka a.k.a Fintaemin

Main Cast:

– Lee Taemin (SHINee)

– Shin Hana (OC)

– 1 Mysterious Girl

Other Cast:

-All SHINee Member

Length: Sequel

Genre: Friendship

Disclaimer: I don’t own SHINee, they’re belong to SMEntertaiment, Their parents, Themselves, and of course God. I do own the story based of my imagination.

Teman, seseorang yang selalu mengerti kita. Seseorang yang selalu mendengarkan cerita kita, baik yang senang maupun sedih seklipun. Seseorang yang selalu ada saat kita membutuhkannya. Tapi, tidak semua ‘teman’ adalah teman yang sesungguhnya. Teman yang lebih mementingkan kita dibandingkan dirinya sendiri.

Taemin POV

“Awas!!!!”

DUAKKKK!!!!

Penghapus papan tulis itu membentur tembok keras. Entah apa yang terjadi jika kepalaku yang terkena. Seseorang mendorongku hingga terjatuh. Seketika kelas ini menjadi hening. Tak ada lagi riuh redam anak-anak yang tadi menjahiliku.

“Ya! Gwencahanyo?!” tanya seseorang. Entah kenapa aku merasa jaraknya denganku sangat dekat. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya saat ini.

Aku mencoba membuka mataku. Buram..

“Ya! Biacaralah! Kau tidak apa-apakan?”, Aku menggelengkan kepalaku pelan, lalu mencoba bangkit. Berat. Ah pantas saja, ada seorang yeoja yang menindih tubuhku.

“Kau…” ucapku hampir seperti berbisik. Yeoja itu melongo.

“Aku tidak bisa bangun..”

“Ah! Jwesonghamnida.. Aku tidak sengaja” Yeoja itu segera bangkit. Aku juga mencoba untuk bangun, tapi kepalaku terasa begitu sakit, dan pusing.

“Ya kau!!!” Panggil seorang namja. Ia salah satu murid kelas ini. Yeoja itu diam, Ia sengaja mengacuhkan yang memanggilnya tadi.

“Cih! Berani sekali dia! Mau apa kau kesini huh?” Yeoja itu tetap diam. Namja itu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri yeoja yang tadi menolongku. “Kau…tidak punya mulut untuk menjawab pertanyaanku?”

Yeoja itu tetap bungkam. Ia mengalihkan pandangannya kearahku.

“Tidak berani menatapku, eh?” Namja itu menarik kasar lengan Yeoja tadi, lalu mendekatkan wajahnya.

“Yeoja cantik, kau ada ditempat yang salah” Ia mencengkram wajah yeoja tadi hingga menghadap kearahnya. Mata mereka saling beradu pandang.

“Shin Hana” gumam namja itu setelah melirik nametag milik yeoja tadi.

“Jadi, mau apa kau kesini huh? Jadi pahlawan?”

Yeoja bernama Shin Hana itu mencoba memalingkan wajahnya. Tapi namja itu tambah mencengkram pipi Hana dan menjambak rambutnya.

“Aghhh!!!”

“Sakit, huh?” Namja itu tersenyum puas, lalu menjambak rambut Hana lebih keras.

“Lepas!!!!” Jerit Hana. Ia mencoba melepaskan tangan namja itu.

“Diam!!!”

“Kenapa…kkau..Aghhhh!!!”

Namja itu mendorong tubuh Hana hingga membentur tembok dengan keras. Tubuhnya melemas dan akhirnya jatuh terduduk.

“Aku tak menyuruhmu bicara saat ini bodoh!!!” Namja itu kembali berjalan mendekati Hana, lalu berjongkok dihadapannya.

“Kau menangis eh? Haha..” Ia menjambak rambut Hana hingga wajahnya terangkat. Aku bisa melihat wajah Hana dengan jelas saat ini. Dia.. Dia yeoja tadi pagi, yeoja yang wajahnya mirip dengan member SHINee -kecuali aku- itukan?

“Kau mau cari masalah rupanya.. Mau menyelamatkan Lee Taemin huh?” tanya namja itu.

“K..kau..keterlaluan! Ia salah apa padamu?!”

Bukkkk!!!

Namja itu membenturkan kepala Hana ketembok, “Berani kau bertanya seperti itu eh?”

Hana diam, mencoba menghalau rasa sakit yang ia rasakan. Dengan segera tangannya menyambar penghapus papan tulis kelas dan memukul kepala namja itu.

“Arghhh!!” Namja itu mengerang kesakitan. Hana berusaha melepaskan diri. Tapi terlambat, namja itu sudah lebih dulu menarik tangan Hana.

“Kau berani memukulku rupanya..” Namja itu tersenyu licik. Ia mencengkram tangan kiri Hana dan memelintirnya kebelakang.

“Ss..sak..kittt” Air mata mulai tergenang dipelupuk mata Hana.

“Kurasa tidak”, Namja itu tambah memelintir tangan Hana.

“Arghhh!!! Sakk..kitt!!!”

“Teruslah menangis cantik..”, Ucap namja itu. Kini tangan kirinya mengelus air mata yang terus mengalir di pipi Hana.

“Lep..passs!!!”Seru Hana. Ia mencoba menepis tangan namja itu dari wajahnya.

“Kau cantik saat menangis Hana-ya..” Ia tersenyum lalu menahan tangan Hana.

“Kau…Namja tak punya perasaan!!!”

Namja itu tak menghiraukan perkataan Hana, Ia bangkit sambil terus menarik rambut Hana hingga tubuhnya terangkat.

“Ini.. yang akan terjadi kalau kalian macam-macam denganku” Namja itu tertawa puas, sambil mengedarkan wajah Hana keseluruh penjuru kelas.

Aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Aku mencoba bangkit. Kepalaku masih terasa sangat sakit. Tapi tidak, aku harus melawannya.

“Ya! Kau!!!” Seruku, lalu menarik jas seragam namja itu. Tubuhnya terhempas kebelakang, sontak Hana terjatuh.

“Hana-ya, gwencahana?” Tanyaku. Aku berjongkok, lalu menyenderkan kepalanya di bahuku. Ia mengangguk lemah.

“Gomawo” ucapnya.

“Lee Taemin.. Berani kau rupanya..” Namja itu segera bangkit. Ia berjalan mendekatiku, lalu menarik kerah baju seragamku hingga tubuhku terangkat.

“Kenapa diam huh? Tidak mau memukulku?” Aku diam.

“Cih!” Ia mendorong tubuhku kebelakang. Punggungku membentur papan tulis keras.

“Kau hanya berani dari belakang” Ucapnya lalu kembali menarik kerah seragamku lagi. Ia mengepalkan tangannya kuat, lalu mengayunkannya keperutku.

BUGH!!

Tubuhku mendadak melemas, dan perlahan jatuh. Satu pukulan keras di perutku.

“Sakit?” Tanyanya. Ia kembali menarik tubuhku, dan..

BUGH!!!

Kali ini di pipi kiriku. Aku tidak yakin apa aku masih memiliki gigi yang lengkap sekarang. Ah, sepertinya bibirku robek. Kulihat darah mulai mengalir dari sudut bibirku. Pukulannya begitu keras. Sakittt..

“Segitu sajakah kau huh?” Tanyanya lagi dengan nada yang meremehkan. Perlahan aku bangkit. Ia kembali melayangkan pukulannya. Aku menahan tangannya dengan sisa tenaga yang aku miliki.

“Hebat juga kau..” Ejeknya lalu melepaskan tanganku. Ia kembali mengayunkan tangannya. Oh tidak, tenagaku sudah habis saat ini..

BUKKK!!

“Arghhh!!!” Aku mendengar namja itu mengerang kesakitan. Oh, Sebuah sepatu mendarat diatas kepalanya.

Hana segera berdiri, “Kau…Itu untuk tangan kiriku!!”

“Kau…Yeoja sialan!!!”

“Choi Kijung!!!”

Ah, aku baru ingat namanya. Ya, namja itu bernama Choi Ki Jung. Aku menoleh kearah datangnya suara. Park-sonsaengnim.

“Keruang kepala sekolah sekarang!!” Seru Park-sonsaengnim.

“Tapi..ini semua—“

“Tidak ada alasan. Cepat keruang kepala sekolah sekarang!”

Kijung mengendus kesal. Ia menatapku tajam, lalu segera pergi keluar dari kelas ini.

“Kalian semua! Kembali ketempat masing-masing!”

Seketika kelas menjadi gaduh lagi. Ya, aku yakin mereka membicarakan tentang kejadian tadi.

“Lee Taemin, gwenchana?” Tanya Park-sonsaengnim. Aku mengangguk.

“Shin Hana?”

Hana tersenyum tipis, lalu melangkahkan kakinya kearahku. Tubuhnya limbung. Aku segera menangkapnya yang hampir terjatuh.

“Taemin, Hana, sebaiknya kalian ke UKS, obati luka kalian, kalau sudah baru kembali ke kelas. Ara?”

Aku dan Hana mengangguk. Ia kelihatan begitu lemas. Aku mengalungkan tangannya di leherku, lalu berjalan ke ruang UKS.

* * *

Di UKS—

Aku terdiam sambil terus menatap langit-langit ruangan ini. Kepalaku masih berdenyut hebat. Aku meraba pelipisku. Masih ada bekas darah. Selanjutnya pipiku. Ah, sakit. Perutku? Sama. Ah, kemana Hana? Tadi Ia bilang mau mengambilkan obat untukku. Hmm yeoja itu aneh, tadi setelah beberapa menit tidur disini katanya Ia sudah tidak sakit lagi. Dia bilang tadi cuma syok sebentar aja.Yaaa, cukup masuk akal sih.

“Taemin-ssi, mianhae kau lama menunggu” Hana menyibakkan tirai pembatas ruang UKS ini lalu berjalan menghampiriku. Kedua tangannya membawa kotak obat.

“Anieyo” Ucapku singkat. Bukannya bermaksud tidak peduli dengannya, tapi mulutku terasa sangat sakit saat terbuka.

Ia menarik kursi, lalu duduk disebelahku. Aku mencoba bangkit. Tapi kepalaku, dan ya.. sebagian besar bagian dari tubuhku terasa sangat sakit.

“Jangan dipaksakan” Ia mengambil bantal dari kasur sebelah lalu menaruh bantal itu dibawah kepalaku.

“Aku..duduk saja” Ucapku pelan. Aku memindahkan bantal itu ke belakang punggungku. Ia membuka kotak obat lalu mengeluarkan perban, alkohol, kapas, dan obat semacamnya.

“Kau.. Ah, mianhae aku lupa. Chega.. Shin Hana imnida” Ucapnya sembari menuangkan alkohol ke kapas.

“Chega Lee Taemin” Ujarku.

“Siapa yang tidak tahu Lee Taemin, huh?” Ia tersenyum geli. Aku ikut tersenyum melihatnya. Yaaa, senyumannya mirip sekali dengan senyum Onew-hyung.

“Aw!” pekikku. Pelipisku terasa amat perih.

“Tahan sedikit.. Nah, selesai” Ucapnya setelah selesai membalut luka dipelipisku dengan perban.

“Ehm, Taemin-ssi sebe—“

“Panggil Taemin saja”

“Ah.. Ne. Taemin-ah, sebenarnya.. kau ada masalah apa dengan mereka?” Ia menutup kotak obat, lalu membenarkan posisinya, menghadap kearahku.

“Oebseo”

“Jinjja? Tapi kenapa mereka—“

“Semua ini salahku” Ucapku memotong kata-katanya.

Ia tersenyum, “Kau bohong”

“Ahni. Ini semua..” Aku menghela nafasku panjang, lalu balas menatap Hana yang sedari tadi menatapku.

“Ingat tahun lalu? Tahun pertamaku disini. Para Noona seakan ingin memilikiku. Mereka mengikutiku saat istirahat, pulang, bahkan saat aku baru datang sekalipun. Tapi ya, kau tau berita yang beredar? Aku dibully disini. Berita itu tidak sepenuhnya benar. Saat itu mereka meanyaiku macam-macam, saat manager hyung belum datang. Tapi aku tetap diam. Akhirnya mereka mengejekku. Hanya itu”

“Lalu.. hanya Noona dari kelas 2 & 3 kan? Tapi kenapa sekarang..anak-anak kelasmu juga?” Tanyanya. Kulihat wajahnya dipenuhi rasa penasaran.

“Itu..setelah berita itu beredar luas, Noona yang waktu itu dikeluarkan dari sekolah karena dianggap membuat nama baik sekolah hancur. Ya.. tapi itu bukan ide yang bagus, setelah dia dikeluarkan, teman-temannya memusuhiku. Mereka juga mengajak seisi SMA Chungdam ini untuk memusuhiku. Dan namja tadi..dia adik dari noona yang waktu itu”, Jelasku panjang lebar. Bibirku masih agak sakit, tapi tak apa ini semua agar masalahnya menjadi jelas.

“Ah…selama ini.. masalahnya belum selesai?”, Tanyanya.

Aku tersenyum, “Belum. Tapi tak apa, aku sudah biasa kok”

“Kau…namja yang kuat ya. Kukira kau hanya maknae yang..yaaa kau tau maksudku”

“Ne, aku tau. Orang-orang selalu menganggapku begitu”

“Tapi.. kenapa kau tidak melawan dia saja sih?”

Yaaaa, yeoja ini sepertinya punya banyak sekali pertanyaan untukku =.=

“Ya! Taemin-ah, wae?”

“Ah, itu.. profesionalitas. Aku hidup dalam image seorang namja imut yang selalu dipuja para noona. Aku harus terus seperti itu. Tidak mungkin kan aku memukul seseorang? Itu sama saja menghancurkan imageku”, jawabku. Ia menatapku sama sekali tak berkedip.

“Yaaa! Jangan menetapku seperti itu~”, Ucapku membuyarkan lamunannya, lalu tertawa.

“Isshhh.. jangan menertawakanku seperti itu juga. Aku hanya masih takjub, kau bisa mengatakan hal seperti itu”

“Yaaaa memangnya aku anak kecil apa?”

“Neeee, Taemin kan akan selalu jadi anak kecil~ hahaha”

“Uhm, Hana-ya.. aku punya permintaan”

“Eh? Apa?”

* * *

Mysterious Girl POV

Aku membuka pintu toilet ini. Fiuuh.. sepertinya sudah tidak ada Kang-sonsaengnim. Baguslah… Aku bisa berkeliling sekarang. Kulangkahkan kakiku menyusuri koridor ini. Hmm.. koridor penuh kenangan ya? Disini aku bertemu dengan pangeranku tadi pagi. Kalian tidak tau pangeranku? Dia Lee Taemin. Maknae SHINee yang sangat digilai oleh para Noona itu. Tapi siapa peduli? Taemin juga tidak mau dengan para noona itu. Taemin hanya mau denganku. Karena Taemin adalah milikku.

Hmm.. mau kemana aku sekarang? Ke kelasnya kah? Ah ide bagus. Ini kan jam ke-2, pelajaran Matematika. Ia pasti ada dikelas. Tunggu aku Taemin-ah~

Langkahku tiba-tiba terhenti. Mataku menangkap sesuatu. Ah, itu.. pangeranku! Lee Taemin! Ia baru keluar dari ruang UKS. Eh? Sedang apa dia disana? Aku bersembunyi dibalik pilar besar.

Drrt.. Drrt…

Ah! Handphoneku bergetar. Aku segera mengambilnya.

1 Message received.

From : Shin Hana

Yeobo, aku pulang sekarang. Ada urusan keluarga. Jangan kangen yaaa –Love, Hana.

Ah, sms dari Hana. Bukan, dia bukan pacarku. Dia itu seorang yeoja. Kami saling memanggil yeobo, bukan berarti kami kelainan, tapi kami adalah teman dekat, sangaaaat dekat. Hmm sebenarnya aku berdusta ya memanggilnya yeobo? Harusnya yang kupanggil yeobo itu hanya pangeranku, haha..

Aku mengetik sms cepat, lalu segera berbalik. Uh? Mana pangeranku? Tadi ia masih disini. Ah, itu dia. Dia berbelok kearah tangga. Sepertinya mau pulang. Mungkin ada jadwal. Tapi itu.. dia bersama seorang yeoja. Yeoja dengan seragam sama denganku. Mereka berjalan bersama. Apa-apaan ini? Pangeranku pergi dengan seorang yeoja? Ini tidak bisa dibiarkan. Aku segera berjalan mengikuti mereka. Ah sial! Ada Kang-sonsaengnim. Aku segera berbalik arah.

Aku meremas handphone yang masih ada ditanganku. Emosiku memuncak. Yeoja itu.. Aku harus tau siapa dia. Dan dia harus tau siapa aku. Dia tidak boleh ada didekat Taemin. Tidak ada yeoja yang boleh, kecuali aku.

TBC

Annyeong~ hueeee mianhae kalo part ini panjang banget..

Komen yaaa kasih aku kritik sama saran J

Trus, kalo suka sama ceritanya dilike yaaaa..

gomawo sebelumnyaaaa~ *bow*

P.S: Maaf yaa pic-nya gk bisa masuk soalnya dari Ms.word. Seharusnya di attachment aja. Maaf ya chingu.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

WEIRDO

Author : Nia

Cast : SHINee, The Stranger

Genre : HORROR, ACTION

Length : ONESHOT (Psycho & Black Magic Series)

__________________________________________________________________

_2015_

SHINee pulang larut malam. Setelah sampai di asrama, semua dengan begitu tumbennya, diam. Entah apa yang terjadi di antara mereka. Seperti ada sebuah firasat buruk yang dirasakan oleh mereka berempat. Hanya satu yang merasa biasa-biasa saja, Taemin.

Di ruang tamu….

Taemin: hyung, tidak ada yang mau mandi nih?

Semua diam. Semuanya membungkam kan mulut mereka.

Taemin: hyung, pada kenapa sih?? Kok diam-diaman gitu?

Key: sudah sana kalau mau mandi, mandi saja. Kami lagi capek.

Taemin: oh…. Ya sudah. aku mandi duluan ya.

Katanya dengan tampang polos sembari mengambil handuk, kemudian keluar lagi dan menuju kamar mandi.

Member shinee yang lainnya, masing-masing kemudian melakukan hal yang tidak berarti. Minho masuk kamar dan tidur, Jong Hyun masuk kamar untuk ganti baju, Key sedang ingin menyiapkan makan malam, sementara onew ingin mengecek apakah ada barangnya yang tertinggal di mobil.

Semuanya berlalu begitu cepat.

Onew membuka mobil yang sepertinya lupa ia kunci saat turun. Untungnya kompleks ini aman. Tetapi sebenarnya tidak.

Karena ia orang yang teliti, ia mencari-cari barang-barang hingga ke sudut-sudut mobil. Tanpa disadari, ketika ia hendak keluar mobil, seseorang tengah berdiri dibelakangnya. Onew juga merasa ada yang memperhatikannya ketika ia sedang mencari-cari barangnya. Ia spontan menengok ke belakang dan ia tidak mendapati siapa pun disekitarnya. Ia pun menutup pintu mobil dan mengunci nya.

Onew hendak masuk ke dalam asrama tetapi ia seperti melihat bayangan seseorang dari bawah mobilnya. Takut kemalingan, akhirnya onew berniat untuk mengecek mobilnya lagi.

Ia melihat sekitar tetapi lagi-lagi ia tidak mendapati seseorang pun di sana. Onew mulai kebingungan. Seketika ia melihat bayangan dari bawah mobilnya. Onew pun kaget. Tanpa berpikir lagi, ia langsung melihat ke bawah mobilnya. Dengan sangat mengenaskan, ia melihat sepotong tangan yang sudah berdarah-darah yang pada genggamannya terdapat sebuah pisau tajam. Jantungnya berdebar-debar. Onew melangkah mundur sangking takutnya. Ia tidak bisa berkata-kata apalagi berteriak. Onew panik. Kaki nya terlalu kaku untuk di ajak berjalan masuk ke asrama. Bukannya berlari ke asrama, ia malah terus-terusan melangkah mundur hingga pada akhirnya ia berhenti melangkah karena ia tertahan oleh sesuatu. Onew pun melihat ada apa di belakangnya. Disitu lah seseorang berdiri dalam kegelapan. Dia yang menahan onew yang terus-terusan melangkah mundur. Akhirnya onew mengubah arah, tetapi yang ia lakukan sama saja, hanya terus-terusan melangkah mundur bukannya lari ke asrama. Onew terlalu kalap untuk melakukannya. Denyut jantung dan nafas nya tidak beraturan. Keringat mengucur di seluruh tubuhnya. Orang asing yang dari tadi hanya berdiri dan diam saja, tiba-tiba mengeluarkan sebuah parang dan mengarahkannya ke onew. Dalam ketakutan yang luar biasa, onew berkata dengan terbata-bata.

Onew: ja….jangan….jangan…ja….

SLUBB!!!

Orang asing itu menusukkan parangnya ke perut onew. Darah segar mengucur dari dalam perut onew. Onew memegangi perutnya dan berniat lari ke asrama tetapi ia sudah payah. Darah mengucur sangat deras dan merahnya. Onew hanya bisa pelan-pelan merangkak menuju asrama diikuti oleh orang asing itu. Ia sudah sangat kesakitan dan merasa sudah tidak kuat lagi. Namun, onew sempat memasuki ruang tamu asrama.

Onew: ke….keeey…..KEEEEYY!!!

Pekiknya tidak kuat. Ia berusaha bernafas tetapi sudah semakin sulit. Seisi ruang tamu jadi bau amis. Ia sudah tidak mampu lagi menahan rasa sakitnya. Ia hanya bisa berteriak sekali lagi sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Onew: SE….MUAAA….NYAAAA….. LAAA….RIIIIII…… ah…

Terkaparlah onew dengan dikelilingi darah di seluruh tubuhnya di ruang tamu asrama shinee. Semua terjadi begitu cepat.

Orang asing: kau telah mengecewakan ku.

Key sudah menyiapkan makan malam untuk semuanya. Ia menggedor-gedor pintu kamar mandi yang di dalamnya terdapat taemin yang sedang mandi.

Key: cepat mandinya! Sudah ku siapkan makan malam!

Taemin menjawab ‘ya’ dari dalam kamar mandi. Kemudian key membawa makan malam tersebut ke ruang TV. Tetapi lampu di seluruh penjuru asrama malah padam. Key kaget dan langsung menyalakan lilin. Dari dalam kamar mandi, taemin bertanya kenapa mati lampu. Key menyuruhnya untuk terus saja mandi. Ia akan menyalakan saklar di depan asrama. Key pun berjalan menuju ruang tamu untuk keluar.

Key: aduh…. Kenapa mati tiba-tiba begini sih….

Gumamnya sampai akhirnya ia terpeleset karena lantainya yang licin.

Key: aduuuh! Ini basah-basah apa sih???…. memangnya tadi hujan???

Key mengarahkan lilinnya ke lantai agar bisa melihat mengapa ruang tamu sangat becek.

Key hampir saja menjatuhkan lilin yang ada ditangannya ke lantai. Key melihat kakinya dan seluruh lantai bersimbahan darah. Badan key menjadi sangat lemas. Ia pelan-pelan merosot ke lantai dan mengarahkan lilin untuk melihat dari mana asal darah ini mengalir. Lilin menerangi tubuh onew yang sudah terbujur kaku dengan darah di seluruh tubuhnya. Key pun teriak tetapi seseorang keburu membungkam mulutnya duluan. Key meronta-ronta dan berusaha melepas bekapan seseorang itu. Yang melakukannya adalah si orang asing. Orang asing itu membawa key ke dapur dan mengikatnya dengan tali di bangku meja makan. Ia menyumpal mulut key dengan bantalan agar key tidak bisa berteriak. Orang asing itu memperlakukan key agak halus. Ia belum ingin melakukan pada key apa yang ia telah lakukan pada onew. Sebelum ia meninggalkan key, ia membisikkan sesuatu pada key.

Orang asing: sesuai tanggal lahir. Tunggu-lah giliran mu.

Akhirnya orang asing itu beranjak dari dapur. Tetapi seketika taemin memanggil key dari kamar mandi.

Taemin: KEY-HYUUUUNG!! Mengapa lampu-nya tidak nyala-nyala???….

Setelah mendengarkan taemin dari kamar mandi, orang asing itu menoleh pada key yang sedang berusaha melepaskan ikatannya. Key menggeleng-gelengkan kepala pada orang asing itu tanda agar orang asing itu tidak macam-macam pada taemin. Tetapi orang asing itu malah melangkah menuju pintu kamar mandi. Key makin memberontak di kursi nya. Orang asing itu pun berbisik.

Orang asing: aku tidak akan membunuhnya sekarang. Tenang saja.

Key menendang-nendangkan kakinya ke lantai dan terus saja memberontak agar ikatannya bisa terlepas. Tetapi sia-sia. Dengan sangat mengejutkan, si orang asing itu menjawab taemin dengan menirukan suara onew dengan sangat mirip dan sempurna.

Orang asing: taemin! Listrik mati untuk beberapa menit. Tunggu saja di dalam. Jangan pakai handuk mu dulu. Aku akan segera kembali bila lampu sudah menyala kembali.

Taemin: ??? ah, iya hyung! Cepat ya! Aku belum membersihkan sabun di badan ku….

Orang asing itu pun kembali menghampiri key yang tersengal-sengal dan ketakutan setengah mati.

Orang asing: mau ku tunjukkan sesuatu? Kau pasti suka.

Orang asing itu membuka jaketnya *masih memakai kaos*. Key benar-benar kaget melihatnya. Ternyata orang asing itu wanita! Ia menunjukkan apa yang dipunyai seorang wanita. Key pun kalap dengan apa yang barusan ia lihat. Tetapi dengan itu, key memikirkan sebuah cara dalam keadaan nya yang super takut. Akhirnya orang asing itu berlalu dari dapur menuju ke depan. Tepatnya ke kamar, dimana minho dan jong hyun sedang tertidur.

Orang asing itu memasuki kamar lalu menuju tempat tidur jong hyun yang ternyata kosong *diatasnya minho*. Orang asing itu hampir terpeleset ketika ingin menuruni tangga tempat tidur tingkat pada kamar shinee. Minho pun akhirnya terjaga. Ia meraba-raba saklar tetapi ketika di tekan, lampu tidak menyala. Minho pun bertanya pada orang asing itu yang ia kira onew.

Minho: hyung, mati lampu ya?

Orang asing itu agak bingung. Ia harus menjawab dengan menggunakan suara siapa? Karena minho tidak menyebutkan hyung-siapa.  Namun orang asing itu banyak akal. Ia membuka lemari yang paling dekat dengan diri nya, lemarinya onew.

Ditengah sambaran kilat yang membuat seisi kamar menjadi kelihatan karena terang, minho melihat orang asing itu membuka lemari onew. Ia berpikiran, benar itu onew karena orang asing itu membuka lemari nya onew. Minho mengulangi pertanyaannya.

Minho: hyung, mati lampu ya??

Sekarang orang asing itu menirukan suara onew.

Onew: ya. Kau tidur saja lagi.

Minho: nyalakan lagi dong hyung, lampunya….

Onew: iya iya. Ini juga mau menyalakannya. Kau tidur saja lagi. Besok jadwal kita kan padat.

Minho: hah?

Minho agak bingung dengan pernyataan onew yang satu ini.

Minho: besok kan hari minggu hyung….

Orang asing itu jadi terlihat kikuk. Minho menjadi curiga pada ‘onew’.

Minho bangun dari tempat tidurnya perlahan-lahan. Ia memperhatikan orang yang dari tadi membalikan badannya dan berdiri di depan lemari onew saja. kilat kembali menerangi seisi kamar. Sekarang minho melihat jelas orang asing itu. Ia menjadi sangat curiga karena…

Minho: hyung, mau kemana pake jaket tebal begitu??

Orang asing itu diam saja. Seketika minho sadar apa yang aneh dari ‘onew’ itu. Orang itu berpostur tubuh kecil.

Minho: SIAPA KAU HAH????!!!

Minho pun meraba-raba sesuatu yang ada didekatnya. Ia mendapatkan tongkat baseball kesayangannya taemin.

Minho: siapa kau???!! Tunjukkan diri mu kalau memang kau onew!!

Kemudian orang asing itu berkata dengan suaranya sendiri.

Orang asing: minho, tolong jangan sentuh tongkat itu. itu tongkat kesayangan taemin kan….

*tongkat baseball kesayangan taemin pernah ia perlihatkan kepada publik ketika ingin berolahraga dengan minho*

Minho semakin ngeri dengan orang ini.

Minho: HAHH???!!!! SIAPA KAU???!!!! TUNJUKKAN DIRI MU…..

Minho memegang erat tongkat baseball taemin. Ia seperti mengacam akan memukul pada orang asing itu.

Minho: SIAPA KAU HAHH????!!!!!! JONG HYUN-HYUUUNG!!!!! BANGUN…..

Mendengar namanya dipanggil, jong hyun pun ikut terjaga. Orang asing yang menyadari jong hyun telah terbangun karena teriakkan minho, langsung menghampiri minho.

Minho: mau apa kau???…. hahh???….. jangan mendekat!! JANGAN MENDEKATT!!!!!!!

Tanpa sadar, ia memukul orang asing itu dengan keras menggunakan tongkat baseball taemin. Orang asing itu tersungkur ke lantai sambil memegangi leher bagian belakangnya. Minho langsung menuju tempat tidur jong hyun dan memaksa jong hyun untuk benar-benar bangun. Jong hyun tidur ditempat taemin.

Kilat menyambar bersamaan dengan gemuruh yang dihasilkan oleh petir. Orang asing itu kembali berdiri tegap dan menghampiri minho dan jong hyun yang sedang berdiri membatu sambil gemetaran di pojokkan. Si orang asing pun mengeluarkan pisau yang tumpul dari jaketnya dan mendekat ke jong hyun yang berdiri mematung dan ketakutan di samping  minho. Minho berusaha memukul orang asing itu tetapi lama kelamaan tangannya terasa kaku dan berat. Minho terlalu takut untuk bertindak, tetapi ia terus berusaha menghajar orang itu. beberapa hantaman yang minho lakukan berhasil di tangkis dengan sempurna oleh orang asing itu. Orang itu malah berbalik merebut tongkat baseball dan memukul keras-keras punggung minho. Minho pun berhasil di lumpuhkan. Ia hanya di buat pingsan karena orang asing tersebut ingin minho mati pada saat yang ia tentukan.

Tinggalah jong hyun sendiri. Jong hyun memang tidak memegang apapun yang bisa dijadikan senjata untuknya. Dengan cepat dan bersih, orang asing itu pun menggorok leher jong hyun dengan perlahan. Ketika rasa sakit menghampiri jong hyun, orang asing itu membisikkan hal yang sama dengan yang ia bisikkan pada detik-detik onew mati.

Orang asing: kau telah mengecewakan ku.

Semua terjadi begitu cepat. Si orang asing juga mengikat minho pada pilar tempat tidurnya sebelum minho sadarkan diri. Sekarang orang asing itu menuju dapur kembali. Saatnya giliran key, batinnya.

Orang asing itu kembali ke dapur. Ia terkejut melihat taemin yang sudah keluar dari kamar mandi dan ingin berusaha melepaskan ikatan pada key. Spontan orang asing itu mengeluarkan pistol dari dalam jaketnya. Ia menirukan suara jong hyun.

Orang asing: taemin, angkat tangan mu.

Taemin ke heranan dan bukannya meneruskan membantu key membuka kan ikatannya.

Taemin: jong hyun-hyung???…..

Orang asing: jangan mendekat! Angkat tanganmu, taemin!

Ia mengarahkan pistolnya ke kening taemin. Taemin yang terkejut langsung mengangkat tangannya.

Taemin: hyung…. Kenapa main-main dengan senjata api sih??…..

Key meronta-ronta. Taemin yang menoleh pada langsung kembali membantu key. Tetapi kursi key langsung ditembak oleh orang asing itu. Taemin kembali mengangkat tangannya.

Taemin: HYUNG!!! Ada apa dengan kau???!!

Kilat menerangi seluruh ruangan lagi. Kini taemin akhirnya tau bahwa itu bukan minho tetapi orang lain dengan jaket hitam tebal beserta kupluk dan masker hitam.

Taemin: SIAPA KAU???!!!!

Pekik taemin.

Orang asing: masuk kau ke kamar mandi!

Kembali ia menirukan suara jong hyun. Ia mendekatkan mulut pistol ke pipi taemin. Ia menyuruhnya jalan untuk masuk lagi ke kamar mandi. Taemin pun pasrah dan menuruti kemauan si orang asing. Akhirnya taemin kembali ke kamar mandi dan ia dikunci dari luar. Setelah melakukan itu, orang asing itu menghampiri key yang masih berusaha melepas ikatannya. Ia menempelkan mulut pistolnya di samping dahi key. Key tersentak diam. Keringatnya makin mengucur parah.

Orang asing itu membisikkan key sesuatu.

Orang asing: key, kau adalah member shinee favorit-ku. Tapi mengapa kau kecewakan hati para fans mu??? Terutama aku. JAWAB PERTANYAANKU!!!

Key: apa maksudmu??? Dasar orang SINTING!!!! LEPASKAN AKU!!!! AGHH!!

Orang asing: key….. aku dulu mencintai mu lebih dari seorang idola… tapi semuanya hilang ketika kau punya kekasih…..

Key: hah???…….

Orang asing: KETIKA KALIAN SEMUA SUDAH PUNYA KEKASIH!!!!!!!!!!!!

Key mulai letih dengan keadaan yang terjadi saat ini. Ia sudah kehabisan tenaga.

Key: kau gila. Apa kami tidak boleh mempunyai kehidupan  kami sendiri?

Orang asing: entahlah. Tapi aku membencinya. Dan aku puas dengan membunuh kalian, tidak akan ada seorang pun yang bisa memiliki kalian. Hari para fans mu yang terluka saat ini juga akan pulih jika mereka tau kalian semua mati dan tidak menjadi milik siapa pun. KALIAN MILIK KAMI!!!

Orang asing itu bersiap-siap menarik pelatuk pistolnya. Tetapi tertahan karena minho datang. Rupanya sebelum jong hyun mati, ia sempat mengambilkan minho sebuah gunting untuk memotong tali ikatannya. Sampai akhirnya jong hyun menghembuskan nafas terakirnya. minho langsung memukul orang asing itu dengan linggis. Orang asing itu kembali jatuh tersungkur dan telinga nya mengeluarkan darah. Minho memanfaatkan waktunya untuk melepaskan key. Setelah melepaskan key, minho langsung menindih orang asing yang masih tersungkur dan kesakitan akibat dari pukulannya.

Minho: KEY!!! KITA PERKOSA DIA!!!!

Key: KAU GILA!!! BAWA SAJA KE KANTOR POLISI……

Minho: IA TERLALU BERBAHAYA!!! KALAU KITA LEPASKAN DIA, KITA SEMUA AKAN MATI!!

Key tiba-tiba mundur kebelakang.

Key: aku tidak ikut-ikutan….

Minho: apah???….  AKU YANG AKAN MELAKUKANNYA!! KAU TAHAN KAKI NYAA KEEY!!! CEPAAAATT……

Key menggeleng dan diam. Minho masih terus berusaha menahan orang asing itu.

Minho: KEEEYY!!!! CEPAAAATT LAKUKAAAANN!!!! HANYA AGAR DIA LEMAS…. Ugh….

Bersamaan dengan itu, terdengar taemin menggedor-gedor pintu kamar mandi dari dalam. Key menoleh ke kamar mandi dan langsung membuka paksa pintu kamar mandi yang terkunci. Pintu pun terbuka, keluarlah taemin.

Taemin: HYUUUUNG!!!! AYO KITA LARI!!!

Tiba-tiba orang asing itu mendelik.

Orang asing: enak saja kalian mau kabur!

Orang asing itu pun tiba-tiba menjadi sangat kuat. Minho ditangkisnya. Ia menendang perut minho hingga minho berteriak kesakitan. Lalu orang asing itu berjalan kearah key. Key melangkah mundur.

Key: taemin, cepat lari!

Serunya pada taemin yang mengalami ketakutan berat. Wajah taemin pucat pasi.

Orang asing itu menghunus samurai panjang dari dalam jaket kulitnya. Dan itulah senjata terakhirnya. Tanpa lama-lama, ia lalu menggerakkan samurai tersebut ke leher key, namun lagi-lagi gagal. Minho menahan tangan nya. Berbagai cara minho lakukan untuk menghindar dari samurai sekaligus menahan orang asing itu. Lama-lama minho tidak kuat lagi menahannya karena orang asing itu terus saja menendangnya. Akhirnya minho dapat dilumpuhkan. Seketika orang asing itu hendak menancapkan samurai nya ke tubuh minho. Key mendorong minho dan jatuhlah orang asing itu lagi ke lantai. Key menahannya.

Key: MINHOOO!!! BAWA TAEMIN PERGI DARI SINI, CEPAAATT!!!! Uagh…

Key terus bertahan dalam menahan orang asing itu.

Minho: key….

Key: CEPAAAT MINHOOOO…. AKU SUDAH TIDAK KUAT LAGI….. ugh…..

Orang asing: HAHAHA, GOTCHA!

Sahut si orang asing pada key. Minho pun melarikan diri bersama taemin. Mereka keluar dan melewati ruang tamu. Ketika taemin sadar ia telah melangkahi mayat onew, sentak taemin pun menangis sangat kencang. Minho terus membawanya lari keluar dari asrama sambil memeluk taemin yang berteriak histeris melihat onew yang sudah tak bernyawa. Taemin juga muntah karena melihat banyak darah onew menempel lengket di kakinya. Taemin pun terhenti di depan pintu untuk membersihkan darah tersebut. Minho menarik-narik taemin untuk terus berlari, tetapi taemin malah terus saja menangis sambil melihat jasad onew. Minho berusaha keras memaksa taemin agar mau berdiri dan lari lagi. Minho was was melihat ke arah dalam asrama yang gelap. Ia takut orang asing itu menghampiri mereka.

Minho: HEY TOLOL!!! AYO BANGUN!! BANGUN!! AYO LARI!!!

Taemin tetap saja menangis dan tidak mau berdiri. Minho semakin kalang kabut.

Minho: TAEMIN!!!!!!

Tiba-tiba dari dalam terdengar suara key.

Key: minho… taemin… ugh…

Minho terdiam.

Key: minho… aku… berhasil membunuhnya… uhuk… tolong aku… uhuk..uhuk…

Minho: key…. KEEEY!!! Taemin, tunggu disini!!

Minho berlari lagi ke dalam asrama.

Minho: keey…. KEEEY!!! Dimana kau… keeey….

Tiba-tiba suasana menjadi sunyi. Terdengar langkah seseorang dari belakang. Minho berbalik.

Orang asing: hahaha, aku disini, minho….

Minho: a…pa…

Orang asing itu pun menancapkan samurai nya tepat di jantung minho. Minho jatuh perlahan-lahan sambil memegang samurai yang tertancap pas pada jantungnya. Minho mencabutnya, kemudian ia jatuh.

Minho: TAA….EEE….MIIIINN….. LAAA…riii… laaa…riiii… ta..e…min……

Teriak minho yang kemudian terdengar jadi sayup-sayup.

Deg…deg…deg….detakan jantungnya pun berhenti. Minho meninggal dunia.

Orang asing itu langsung menirukan suara minho karena minho telah mati. Ia bisa menirukan suara siapa pun yang telah ia bunuh. Ia berniat untuk meyakinkan taemin.

Orang asing: taemin…. Aku datang…. Kita akan lari dari sini sama-sama… tunggu aku….

Keadaan sunyi. Taemin telah menghentikan tangisannya.

Orang asing: taemin, kau masih disitu kaan???…. aku ingin memberi tahu mu sesuatu…. Ini pesan dari key tadi… hahaha….

Ia mengubah suaranya dari minho menjadi suara key.

Orang asing: taemin…. Jangan sakiti hati para fans mu ya…. Karena kita saling menyayangi satu sama lain….

Malam menjadi sangat sunyi. Pada jam dinding asrama, jarumnya menunjukkan angka 3.45.

Orang asing: huh, sudah kabur rupanya…. hahaha….. toh dia pasti akan kembali pada ku, lee taemin….. akan ku persembahkan mayat utuh mu untuk adikku tercinta di rumah! IA SANGAT MENYAYANGI MU TETAPI HATINYA HANCUR KETIKA TAU KALAU KAU SUDAH PUNYA SEORANG KEKASIH……..!!!!!!!!!!!!!!!!! Huaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!

Orang asing itu pun menangis. Rupanya taemin sudah melarikan diri dari tadi.

Taemin berlari luntang-lantung dijalanan dan hanya memakai handuk yang terciprat dengan darah. Terkadang ia jatuh, tetapi bangun lagi. Ia meringis, menangis, menahan ketakutannya dengan tertawa. Ia berjalan menuju entah kemana. Pikirannya kosong. Kosong.

*****

Di kantor polisi.

Polisi: taemin, apa kau tau siapa orang itu?

Taemin menggeleng. Pandangannya lurus kedepan tetapi pikirannya kosong.

Polisi: kami mohon, berikanlah keterangan yang jelas! Tolong, agar kasus ini cepat terselesaikan.

Mohon sang polisi. Taemin diam saja.

Polisi: baik, kami tanyakan lagi pada mu. Apa kau tau siapa orang itu??

Taemin: tidak tau.

Polisi: kalau begitu, dimana kah kau ketika onew tewas??

Taemin: tidak tau.

Matanya berkaca-kaca.

Polisi: loh?? Kok tidak tau?? Lalu, dimana kau ketika yang lainnya tewas???….

Tess…tess…. Air mata taemin menetes dengan sendirinya. Ia terisak kecil.

Polisi: sabar…sabar… kami hanya butuh kesaksian mu….

Polisi mengulangi pertanyaannya.

Polisi: dimana kau saat mereka semua tewas dan bagaimana caranya kau selamat??…..

Semakin deras. Sangat deras. Deras sekali! Air mata taemin berlomba-lomba keluar membasahi pipi-nya tanpa bersuara.

Taemin: uh…uh… ba…ba…

Polisi: taemin? Apa yang kau katakan??

Taemin: ba….ba… bu…. Ba…… uhuhuhu…..

Taemin menangis. Polisi terheran-heran dengan apa yang terjadi dengan taemin. Polisi langsung memanggil tim medis untuk memeriksa taemin.

Tidak di duga….

Suster: pak, ia mengalami kelumpuhan lidah total. Otaknya tidak bisa sinkron lagi dengan apa yang ingin ia katakan….. di pastikan ia mengalami syok berat dan pertanyaan dari bapak telah membuat lidahnya lumpuh total…..

Polisi: ya Tuhan…..

Begitulah akhir dari segalanya.

*****

Handphone taemin berdering. Tertera “Private Number Calling”.

Taemin mengangkatnya.

Taemin: ha….oo….

Sahutnya gagu.

Di seberang sana: taemin….

Taemin terperanjat kaget! Ia mengenali suara ini. Suara key.

Di seberang sana: jangan tutup dulu! Aku ingin mengobrol dengan mu….

Taemin mematikan panggilannya, kemudian ia membuat pesan.

‘tolong, siapa pun diri mu…. datanglah pada ku sekarang!’

Ia mengirimkan pesan tersebut ke 4 nomor, ke onew, ke jong hyun, ke key, kemudian ke minho.

SENT.

Sebuah pesan balasan masuk. Taemin membukanya.

‘tidak perlu aku yang melakukannya. Kau pasti bisa melakukannya sendiri. Ambilah pisau besar di dapur mu dan lakukanlah. Kau pasti bisa! Hwaiting! ^^’

Taemin berpikir tetapi tetap saja pikirannya selalu kosong. Lalu, ia pun pergi ke dapur.

Taemin meraih pisau di lemari atas. Ia tersenyum pada ketajaman pisau yang ia lihat. Ia merasa seperti kembali pada saat itu.

Taemin menutup matanya dan menusukkan pisau tersebut sebanyak 3 kali di perutnya hingga ia tewas.

*****

Media kembali ramai. Seramai saat itu. Orang asing itu belum juga di ketahui dan di temukan. Nihil. Data-datanya tidak ada. Ia menghilang begitu saja.

Pada pemakaman shinee….

Hampir seluruh fans shinee datang mengunjungi pemakaman sang maknae ini.

Ketika sesi proses penguburan taemin, salah satu fans menyelutuk,

Dia: bukan ini yang aku mau…..

Nyata nya pelan namun dalam.

_THE END_

NB : MIAN kalo WEIRD nih my FF -,- GOMAWOW bangeeet bagi yang mau bacaa~ XDDD !!!

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

SHINee Hello Dongsaeng- Part 8

Title: SHINee: Hello Dongsaeng~!

Casts: Han Ha Joon, SHINee, KBS TV crews

Genre: Romantic, Family, Friendship, Humor

Rating: Err… PG-13 to PG-15? :/

Author: Cynthia

Length: Series 😀

Summary: SHINee got a new program where they have to take care of 13-going-to-14 girl named Han Ha Joon. Ha Joon was a fan to Minho, but silently Jonghyun loved her…

***

Ha Joon’s POV

Ah, ya ampun. Di mana ponselku? Aku rasa tadi aku menyimpannya di tas ini. Jangan-jangan ketinggalan di mobil?

“Oppa,” kataku menarik-narik jas Onew oppa.

“Hm?” tanyanya.

“Aku ke mobil ya. Kayaknya tadi ponsel aku ketinggalan, deh,” kataku. Ia mengangguk.

“Tau jalannya, kan?” tanyanya.

“Tau, kok,” jawabku singkat, lalu aku keluar dari aula tersebut.

Baru beberapa langkah, aku mendengar suara seorang laki-laki dan perempuan. Aku menempelkan punggungku ke dinding dan sedikit mengintip ke arah lorong.

Minho oppa dan Soonkyu eonnie…

Berciuman.

Tidak, tidak boleh begini…

Air mata mengalir di pipiku perlahan. Apa-apaan aku? Aku ini bukan siapa-siapanya Minho oppa. Aku ini cuma… dongsaengnya. Itupun karena acara Hello Dongsaeng…

Aku berjalan gontai ke arah kamar mandi, hatiku dan pikiranku berantakan. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku menyenderkan punggungku dekat pojok lorong dan menangis selagi tidak ada orang yang melihat.

“Ha Joon?”

Minho oppa?

***

Jonghyun’s POV

Mana sih cewek itu? Aku kan tadi mau berdansa sama Luna, eh disuruh Onew hyung buat nungguin cewek manja bernama Ha Joon itu untuk mengambil ponselnya. ‘Takut nyasar nanti dia,’ kira-kira begitu kata Onew hyung (=.=)

Aku sudah hampir setengah jam menunggu di sini. Jangan-jangan dia bener-bener nyasar lagi. Menyusahkan~

Eh? Itu dia.

“Hei, lama sekali, sih? Nyasar, ya?” tanyaku sambil menghampirinya yang berjalan ke arah mobil.

“Ng… Nggak,” jawabnya singkat dengan suara sengau.

“Kau kenapa lagi?” tanyaku.

“Kenapa apanya?” ia balik bertanya.

“Kenapa menangis?” tanyaku lagi. Ia mengernyitkan dahinya, lalu tertawa.

“Siapa yang menangis?” tanyanya sambil tersenyum lalu berjalan lebih cepat mendahuluiku. Ia membuka pintu mobil, lalu mencari-cari ponselnya.

“Ah, ponselku mana…”

***

Author’s POV

Jonghyun tau ada yang tidak beres dengan Ha Joon, kemudian ia berjalan perlahan di belakangnya sementara Ha Joon masih sibuk mencari ponselnya.

GREB!

Ha Joon sedikit kaget. Dagu Jonghyun menempel di atas kepalanya, tangannya mengelus rambut Ha Joon.

“Tell me why. Something went wrong, right?” tanyanya lembut. Ha Joon terdiam, lalu Jonghyun melepasakan dagunya dari kepala Ha Joon, membalikkan tubuhnya dan berjongkok tepat di depannya.

“Minho… kan?” tanya Jonghyun lagi sambil tersenyum. Ha Joon masih diam menatap Jonghyun dalam.

“Ne,” jawab Ha Joon, lirih. Jonghyun mengelus rambutnya perlahan.

“Menangislah. Kalau kau mau.”

“Sudah tadi. Kau telat.”

“Begitukah? Hahaha,” kata Jonghyun, lalu ia berdiri.

“Jonghyun oppa, mengapa kau…”

“Ng?”

“Mengapa kau bisa begitu jahil padaku dan tiba-tiba berubah menjadi sangat baik padaku?”

“Karena… apa ya? Kau mudah dipermainkan? Kekeke.”

“Oppaaaaa~! (=3=)”

“Tuh kan, hahahaha XD”

Jonghyun mengacak-acak rambut Ha Joon lagi, disambut protesan dari Ha Joon. Tiba-tiba ia merangkul pundak Ha Joon.

“Hei, apa-apaan ini? Singkirkan tanganmu~” ucap Ha Joon kesal.

“Wae? Aku kan oppa-mu. Kau dongsaeng-ku. Wajar, kan?”

‘Oh iya, ya. Kenapa juga aku berpikir macam-macam?’ kata Ha Joon dalam hati.

“Eh, ternyata kau pendek juga ya. Akhirnya ada yang lebih pendek dariku,” ucap Jonghyun tiba-tiba.

“Ah, oppa ngeledek lagi, nih!”

“Hahaha, bercandaaaaaa~”

Sesaat kemudian Ha Joon berhenti melangkah, lalu ia menatap ke arah oppa-nya yang unik itu.

“Ng? Wae?”

“Kau… tidak sakit, kan?”

“Maksudmu?”

“Kau baik sekali hari ini.”

“Kau meledek?”

“Menurutmu?”

“Sudahlah.”

Ha Joon tertawa kecil, lalu Jonghyun mengacak-acak rambut gadis itu, dan sesaat kemudian mereka berhenti melangkah.

“Minho?”

“Minho oppa?” kata Ha Joon. Minho mendekati Ha Joon, lalu menarik tangannya.

“Eh? Oppa, aku mau dibawa kemana? O__o” tanya Ha Joon sementara Minho berusaha menariknya pergi.

GREB.

Sekarang Jonghyun yang menarik tangan Ha Joon agar ia tidak pergi.

“Mau apa kau?” tanya Jonghyun pada Minho.

“Mau berbicara sesuatu,” jawab Minho.

“Jangan asal tarik, bocah bermata besar. Tanya dulu dia mau atau tidak,” kata Jonghyun.

“Dia pasti mau,” ucap Minho lalu menarik tangan Ha Joon.

“Ya! Choi Minho, apa-apaan kau? Ada apa denganmu, sih?” tanya Jonghyun.

“Oppa, berhenti!!” teriak Ha Joon. Minho dan Jonghyun kompak melepas tangan Ha Joon.

“Justru aku yang tanya, kalian kenapa, sih?” tanya Ha Joon sambil menatap kedua oppa-nya. Minho mendesah kecil, Jonghyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ha Joon menatap kedua oppa-nya lagi, lalu tersenyum.

“Jangan bertengkar lagi, ya?” tanya Ha Joon masih sambil tersenyum polos.

GLEK.

Minho dan Jonghyun memalingkan mukanya, dan muka keduanya bersemu merah.

‘Ah, apa-apaan ini?’

“Aku butuh jawaban. Halooooo?” tanya Ha Joon sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Minho dan Jonghyun.

“Terserah, ah,” kata Jonghyun, lalu pergi meninggalkan Minho dan Ha Joon duluan.

“Jonghyun oppa kenapa, sih?” tanya Ha Joon. Minho hanya diam.

***

Jonghyun’s POV

Keesokan paginya.

“Maaf, bukan begitu, tapi… Ya, maafkan aku… Tapi mungkin memang harus begini… Mungkin kita sampai di sini saja. Maafkan aku…”

Aku tidak sengaja mendengar suara Minho yang sedang bercakap-cakap di teleponnya. Setelah ia selesai dan menutup teleponnya, aku segera menghampirinya.

“Siapa?” tanyaku tanpa basa-basi.

“Oh, kau, Jonghyun hyung. Uhm… Bukan siapa-siapa,” jawabnya sedikit gugup. Aku mengernyitkan dahiku.

“Jangan bohong,” ucapku. Ia terdiam.

“Katakan saja padaku,” ucapku sekali lagi.

“Hyung… Aku sudah putus,” ucapnya pelan.

“Hah!?”

“Aku sudah putus… dengan Soonkyu noona.”

“Kenapa?”

“Aku rasa… aku… ehm… menyukainya.”

“Siapa?”

“Han Ha Joon.”

“…Minho. Jangan main-main… Dengan perasaan wanita,” ucapku datar, sedikit menahan emosi. Ia tertunduk.

“Bukan begitu, tapi…” katanya, terputus. Ia menggigit bibir bawahnya.

“Baiklah. Sekarang katakan padaku. Siapa yang kau pilih, Soonkyu atau Ha Joon?”

“Ha Joon.”

Aku terdiam sesaat. Kemudian aku pergi ke arah sofa ruang keluarga, lalu aku duduk dan menyalakan televisi tanpa berkata apa-apa lagi pada Minho.

“Hyung… Jonghyun hyung?” panggil Minho. Aku masih diam. Aku tidak mau terbawa emosi, untuk saat ini.

“Maafkan… aku,” katanya tiba-tiba.

“Untuk apa?” tanyaku sambil mengganti channel televisinya.

“Karena aku tau… Kau… juga menyukai Ha Joon, kan?” tanya Minho. Aku terdiam.

“Sudahlah. Sana pergi ke kamarmu,” ucapku masih tetap datar.

“Hyung…”

“Pergilah sebelum sudut bibirmu sobek karena tanganku,” ucapku lagi. Kemudian ia pergi keluar ruang keluarga, dan aku tidak peduli apakah dia akan pergi ke kamar atau keluyuran.

Terserah…

***

Author’s POV

H-3 to Indonesia

Ha Joon mengernyitkan dahinya pagi ini di ruang makan. Heran karena tidak seorangpun dari SHINee memulai pembicaraan duluan, apalagi Jonghyun dan Minho. Keduanya tampak canggung belakangan hari ini, apalagi kalau sedang bersama-sama seperti ini.

“Ehm,” Ha Joon ‘membatukkan’ dirinya. Yang lain masih terdiam.

“E… Ehm!!” ia terbatuk lebih keras. Semua anggota SHINee menatap ke arahnya.

“Apa?” tanya Key yang masih memegang pisau roti dan roti tawarnya.

“Uhm… Tidak. Hanya saja… Sepi, ya? Hahaha,” kata Ha Joon sambil tertawa garing. Onew menatap Key sambil tertawa kecil, sementara Key hanya geleng-geleng kepala.

Semuanya malah jadi tambah kaku.

“Okeeee! Baiklah. Hari ini aku yang bertugas mengantar Ha Joon, kan? Sekalian aku mau sekolah juga. Hehe. Yuk!” kata Taemin mencoba mencairkan suasana, lalu menarik Ha Joon pergi dari ruang makan tersebut.

“Aku belum selesai sarapan! Oppa!” protes Ha Joon pada Taemin di jalan. Taemin malah asyik mendengarkan musik sambil berjalan di depan Ha Joon dengan tangan yang dimasukkan ke dalam kantungnya.

“Oppa~~ Tunggu aku!” teriak Ha Joon lagi. Taemin berhenti.

“Cepetan, ah!” kata Taemin. Ha Joon berlari ke arahnya.

“Oppa~ Aku mau tanya sesuatu,” kata Ha Joon tiba-tiba. Taemin mengernyitkan dahinya.

“Tanya apa?”

“Jonghyun oppa sama Minho oppa. Mereka kenapa?” tanya Ha Joon balik. Taemin terdiam sambil berpikir.

“Aku akan menceritakannya tetapi aku mau kau janji sesuatu setelah aku mengatakannya. Arasseo?” kata Taemin. Ha Joon mengangguk.

“Jadi…”

TBC~

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF