Chingu – Part 2

Author: Finka a.k.a Fintaemin

Main Cast:

– Lee Taemin (SHINee)

– Shin Hana (OC)

– 1 Mysterious Girl

Other Cast:

-All SHINee Member

Length: Sequel

Genre: Friendship

Disclaimer: I don’t own SHINee, they’re belong to SMEntertaiment, Their parents, Themselves, and of course God. I do own the story based of my imagination.

Teman, seseorang yang selalu mengerti kita. Seseorang yang selalu mendengarkan cerita kita, baik yang senang maupun sedih seklipun. Seseorang yang selalu ada saat kita membutuhkannya. Tapi, tidak semua ‘teman’ adalah teman yang sesungguhnya. Teman yang lebih mementingkan kita dibandingkan dirinya sendiri.

Taemin POV

“Awas!!!!”

DUAKKKK!!!!

Penghapus papan tulis itu membentur tembok keras. Entah apa yang terjadi jika kepalaku yang terkena. Seseorang mendorongku hingga terjatuh. Seketika kelas ini menjadi hening. Tak ada lagi riuh redam anak-anak yang tadi menjahiliku.

“Ya! Gwencahanyo?!” tanya seseorang. Entah kenapa aku merasa jaraknya denganku sangat dekat. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya saat ini.

Aku mencoba membuka mataku. Buram..

“Ya! Biacaralah! Kau tidak apa-apakan?”, Aku menggelengkan kepalaku pelan, lalu mencoba bangkit. Berat. Ah pantas saja, ada seorang yeoja yang menindih tubuhku.

“Kau…” ucapku hampir seperti berbisik. Yeoja itu melongo.

“Aku tidak bisa bangun..”

“Ah! Jwesonghamnida.. Aku tidak sengaja” Yeoja itu segera bangkit. Aku juga mencoba untuk bangun, tapi kepalaku terasa begitu sakit, dan pusing.

“Ya kau!!!” Panggil seorang namja. Ia salah satu murid kelas ini. Yeoja itu diam, Ia sengaja mengacuhkan yang memanggilnya tadi.

“Cih! Berani sekali dia! Mau apa kau kesini huh?” Yeoja itu tetap diam. Namja itu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri yeoja yang tadi menolongku. “Kau…tidak punya mulut untuk menjawab pertanyaanku?”

Yeoja itu tetap bungkam. Ia mengalihkan pandangannya kearahku.

“Tidak berani menatapku, eh?” Namja itu menarik kasar lengan Yeoja tadi, lalu mendekatkan wajahnya.

“Yeoja cantik, kau ada ditempat yang salah” Ia mencengkram wajah yeoja tadi hingga menghadap kearahnya. Mata mereka saling beradu pandang.

“Shin Hana” gumam namja itu setelah melirik nametag milik yeoja tadi.

“Jadi, mau apa kau kesini huh? Jadi pahlawan?”

Yeoja bernama Shin Hana itu mencoba memalingkan wajahnya. Tapi namja itu tambah mencengkram pipi Hana dan menjambak rambutnya.

“Aghhh!!!”

“Sakit, huh?” Namja itu tersenyum puas, lalu menjambak rambut Hana lebih keras.

“Lepas!!!!” Jerit Hana. Ia mencoba melepaskan tangan namja itu.

“Diam!!!”

“Kenapa…kkau..Aghhhh!!!”

Namja itu mendorong tubuh Hana hingga membentur tembok dengan keras. Tubuhnya melemas dan akhirnya jatuh terduduk.

“Aku tak menyuruhmu bicara saat ini bodoh!!!” Namja itu kembali berjalan mendekati Hana, lalu berjongkok dihadapannya.

“Kau menangis eh? Haha..” Ia menjambak rambut Hana hingga wajahnya terangkat. Aku bisa melihat wajah Hana dengan jelas saat ini. Dia.. Dia yeoja tadi pagi, yeoja yang wajahnya mirip dengan member SHINee -kecuali aku- itukan?

“Kau mau cari masalah rupanya.. Mau menyelamatkan Lee Taemin huh?” tanya namja itu.

“K..kau..keterlaluan! Ia salah apa padamu?!”

Bukkkk!!!

Namja itu membenturkan kepala Hana ketembok, “Berani kau bertanya seperti itu eh?”

Hana diam, mencoba menghalau rasa sakit yang ia rasakan. Dengan segera tangannya menyambar penghapus papan tulis kelas dan memukul kepala namja itu.

“Arghhh!!” Namja itu mengerang kesakitan. Hana berusaha melepaskan diri. Tapi terlambat, namja itu sudah lebih dulu menarik tangan Hana.

“Kau berani memukulku rupanya..” Namja itu tersenyu licik. Ia mencengkram tangan kiri Hana dan memelintirnya kebelakang.

“Ss..sak..kittt” Air mata mulai tergenang dipelupuk mata Hana.

“Kurasa tidak”, Namja itu tambah memelintir tangan Hana.

“Arghhh!!! Sakk..kitt!!!”

“Teruslah menangis cantik..”, Ucap namja itu. Kini tangan kirinya mengelus air mata yang terus mengalir di pipi Hana.

“Lep..passs!!!”Seru Hana. Ia mencoba menepis tangan namja itu dari wajahnya.

“Kau cantik saat menangis Hana-ya..” Ia tersenyum lalu menahan tangan Hana.

“Kau…Namja tak punya perasaan!!!”

Namja itu tak menghiraukan perkataan Hana, Ia bangkit sambil terus menarik rambut Hana hingga tubuhnya terangkat.

“Ini.. yang akan terjadi kalau kalian macam-macam denganku” Namja itu tertawa puas, sambil mengedarkan wajah Hana keseluruh penjuru kelas.

Aku tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Aku mencoba bangkit. Kepalaku masih terasa sangat sakit. Tapi tidak, aku harus melawannya.

“Ya! Kau!!!” Seruku, lalu menarik jas seragam namja itu. Tubuhnya terhempas kebelakang, sontak Hana terjatuh.

“Hana-ya, gwencahana?” Tanyaku. Aku berjongkok, lalu menyenderkan kepalanya di bahuku. Ia mengangguk lemah.

“Gomawo” ucapnya.

“Lee Taemin.. Berani kau rupanya..” Namja itu segera bangkit. Ia berjalan mendekatiku, lalu menarik kerah baju seragamku hingga tubuhku terangkat.

“Kenapa diam huh? Tidak mau memukulku?” Aku diam.

“Cih!” Ia mendorong tubuhku kebelakang. Punggungku membentur papan tulis keras.

“Kau hanya berani dari belakang” Ucapnya lalu kembali menarik kerah seragamku lagi. Ia mengepalkan tangannya kuat, lalu mengayunkannya keperutku.

BUGH!!

Tubuhku mendadak melemas, dan perlahan jatuh. Satu pukulan keras di perutku.

“Sakit?” Tanyanya. Ia kembali menarik tubuhku, dan..

BUGH!!!

Kali ini di pipi kiriku. Aku tidak yakin apa aku masih memiliki gigi yang lengkap sekarang. Ah, sepertinya bibirku robek. Kulihat darah mulai mengalir dari sudut bibirku. Pukulannya begitu keras. Sakittt..

“Segitu sajakah kau huh?” Tanyanya lagi dengan nada yang meremehkan. Perlahan aku bangkit. Ia kembali melayangkan pukulannya. Aku menahan tangannya dengan sisa tenaga yang aku miliki.

“Hebat juga kau..” Ejeknya lalu melepaskan tanganku. Ia kembali mengayunkan tangannya. Oh tidak, tenagaku sudah habis saat ini..

BUKKK!!

“Arghhh!!!” Aku mendengar namja itu mengerang kesakitan. Oh, Sebuah sepatu mendarat diatas kepalanya.

Hana segera berdiri, “Kau…Itu untuk tangan kiriku!!”

“Kau…Yeoja sialan!!!”

“Choi Kijung!!!”

Ah, aku baru ingat namanya. Ya, namja itu bernama Choi Ki Jung. Aku menoleh kearah datangnya suara. Park-sonsaengnim.

“Keruang kepala sekolah sekarang!!” Seru Park-sonsaengnim.

“Tapi..ini semua—“

“Tidak ada alasan. Cepat keruang kepala sekolah sekarang!”

Kijung mengendus kesal. Ia menatapku tajam, lalu segera pergi keluar dari kelas ini.

“Kalian semua! Kembali ketempat masing-masing!”

Seketika kelas menjadi gaduh lagi. Ya, aku yakin mereka membicarakan tentang kejadian tadi.

“Lee Taemin, gwenchana?” Tanya Park-sonsaengnim. Aku mengangguk.

“Shin Hana?”

Hana tersenyum tipis, lalu melangkahkan kakinya kearahku. Tubuhnya limbung. Aku segera menangkapnya yang hampir terjatuh.

“Taemin, Hana, sebaiknya kalian ke UKS, obati luka kalian, kalau sudah baru kembali ke kelas. Ara?”

Aku dan Hana mengangguk. Ia kelihatan begitu lemas. Aku mengalungkan tangannya di leherku, lalu berjalan ke ruang UKS.

* * *

Di UKS—

Aku terdiam sambil terus menatap langit-langit ruangan ini. Kepalaku masih berdenyut hebat. Aku meraba pelipisku. Masih ada bekas darah. Selanjutnya pipiku. Ah, sakit. Perutku? Sama. Ah, kemana Hana? Tadi Ia bilang mau mengambilkan obat untukku. Hmm yeoja itu aneh, tadi setelah beberapa menit tidur disini katanya Ia sudah tidak sakit lagi. Dia bilang tadi cuma syok sebentar aja.Yaaa, cukup masuk akal sih.

“Taemin-ssi, mianhae kau lama menunggu” Hana menyibakkan tirai pembatas ruang UKS ini lalu berjalan menghampiriku. Kedua tangannya membawa kotak obat.

“Anieyo” Ucapku singkat. Bukannya bermaksud tidak peduli dengannya, tapi mulutku terasa sangat sakit saat terbuka.

Ia menarik kursi, lalu duduk disebelahku. Aku mencoba bangkit. Tapi kepalaku, dan ya.. sebagian besar bagian dari tubuhku terasa sangat sakit.

“Jangan dipaksakan” Ia mengambil bantal dari kasur sebelah lalu menaruh bantal itu dibawah kepalaku.

“Aku..duduk saja” Ucapku pelan. Aku memindahkan bantal itu ke belakang punggungku. Ia membuka kotak obat lalu mengeluarkan perban, alkohol, kapas, dan obat semacamnya.

“Kau.. Ah, mianhae aku lupa. Chega.. Shin Hana imnida” Ucapnya sembari menuangkan alkohol ke kapas.

“Chega Lee Taemin” Ujarku.

“Siapa yang tidak tahu Lee Taemin, huh?” Ia tersenyum geli. Aku ikut tersenyum melihatnya. Yaaa, senyumannya mirip sekali dengan senyum Onew-hyung.

“Aw!” pekikku. Pelipisku terasa amat perih.

“Tahan sedikit.. Nah, selesai” Ucapnya setelah selesai membalut luka dipelipisku dengan perban.

“Ehm, Taemin-ssi sebe—“

“Panggil Taemin saja”

“Ah.. Ne. Taemin-ah, sebenarnya.. kau ada masalah apa dengan mereka?” Ia menutup kotak obat, lalu membenarkan posisinya, menghadap kearahku.

“Oebseo”

“Jinjja? Tapi kenapa mereka—“

“Semua ini salahku” Ucapku memotong kata-katanya.

Ia tersenyum, “Kau bohong”

“Ahni. Ini semua..” Aku menghela nafasku panjang, lalu balas menatap Hana yang sedari tadi menatapku.

“Ingat tahun lalu? Tahun pertamaku disini. Para Noona seakan ingin memilikiku. Mereka mengikutiku saat istirahat, pulang, bahkan saat aku baru datang sekalipun. Tapi ya, kau tau berita yang beredar? Aku dibully disini. Berita itu tidak sepenuhnya benar. Saat itu mereka meanyaiku macam-macam, saat manager hyung belum datang. Tapi aku tetap diam. Akhirnya mereka mengejekku. Hanya itu”

“Lalu.. hanya Noona dari kelas 2 & 3 kan? Tapi kenapa sekarang..anak-anak kelasmu juga?” Tanyanya. Kulihat wajahnya dipenuhi rasa penasaran.

“Itu..setelah berita itu beredar luas, Noona yang waktu itu dikeluarkan dari sekolah karena dianggap membuat nama baik sekolah hancur. Ya.. tapi itu bukan ide yang bagus, setelah dia dikeluarkan, teman-temannya memusuhiku. Mereka juga mengajak seisi SMA Chungdam ini untuk memusuhiku. Dan namja tadi..dia adik dari noona yang waktu itu”, Jelasku panjang lebar. Bibirku masih agak sakit, tapi tak apa ini semua agar masalahnya menjadi jelas.

“Ah…selama ini.. masalahnya belum selesai?”, Tanyanya.

Aku tersenyum, “Belum. Tapi tak apa, aku sudah biasa kok”

“Kau…namja yang kuat ya. Kukira kau hanya maknae yang..yaaa kau tau maksudku”

“Ne, aku tau. Orang-orang selalu menganggapku begitu”

“Tapi.. kenapa kau tidak melawan dia saja sih?”

Yaaaa, yeoja ini sepertinya punya banyak sekali pertanyaan untukku =.=

“Ya! Taemin-ah, wae?”

“Ah, itu.. profesionalitas. Aku hidup dalam image seorang namja imut yang selalu dipuja para noona. Aku harus terus seperti itu. Tidak mungkin kan aku memukul seseorang? Itu sama saja menghancurkan imageku”, jawabku. Ia menatapku sama sekali tak berkedip.

“Yaaa! Jangan menetapku seperti itu~”, Ucapku membuyarkan lamunannya, lalu tertawa.

“Isshhh.. jangan menertawakanku seperti itu juga. Aku hanya masih takjub, kau bisa mengatakan hal seperti itu”

“Yaaaa memangnya aku anak kecil apa?”

“Neeee, Taemin kan akan selalu jadi anak kecil~ hahaha”

“Uhm, Hana-ya.. aku punya permintaan”

“Eh? Apa?”

* * *

Mysterious Girl POV

Aku membuka pintu toilet ini. Fiuuh.. sepertinya sudah tidak ada Kang-sonsaengnim. Baguslah… Aku bisa berkeliling sekarang. Kulangkahkan kakiku menyusuri koridor ini. Hmm.. koridor penuh kenangan ya? Disini aku bertemu dengan pangeranku tadi pagi. Kalian tidak tau pangeranku? Dia Lee Taemin. Maknae SHINee yang sangat digilai oleh para Noona itu. Tapi siapa peduli? Taemin juga tidak mau dengan para noona itu. Taemin hanya mau denganku. Karena Taemin adalah milikku.

Hmm.. mau kemana aku sekarang? Ke kelasnya kah? Ah ide bagus. Ini kan jam ke-2, pelajaran Matematika. Ia pasti ada dikelas. Tunggu aku Taemin-ah~

Langkahku tiba-tiba terhenti. Mataku menangkap sesuatu. Ah, itu.. pangeranku! Lee Taemin! Ia baru keluar dari ruang UKS. Eh? Sedang apa dia disana? Aku bersembunyi dibalik pilar besar.

Drrt.. Drrt…

Ah! Handphoneku bergetar. Aku segera mengambilnya.

1 Message received.

From : Shin Hana

Yeobo, aku pulang sekarang. Ada urusan keluarga. Jangan kangen yaaa –Love, Hana.

Ah, sms dari Hana. Bukan, dia bukan pacarku. Dia itu seorang yeoja. Kami saling memanggil yeobo, bukan berarti kami kelainan, tapi kami adalah teman dekat, sangaaaat dekat. Hmm sebenarnya aku berdusta ya memanggilnya yeobo? Harusnya yang kupanggil yeobo itu hanya pangeranku, haha..

Aku mengetik sms cepat, lalu segera berbalik. Uh? Mana pangeranku? Tadi ia masih disini. Ah, itu dia. Dia berbelok kearah tangga. Sepertinya mau pulang. Mungkin ada jadwal. Tapi itu.. dia bersama seorang yeoja. Yeoja dengan seragam sama denganku. Mereka berjalan bersama. Apa-apaan ini? Pangeranku pergi dengan seorang yeoja? Ini tidak bisa dibiarkan. Aku segera berjalan mengikuti mereka. Ah sial! Ada Kang-sonsaengnim. Aku segera berbalik arah.

Aku meremas handphone yang masih ada ditanganku. Emosiku memuncak. Yeoja itu.. Aku harus tau siapa dia. Dan dia harus tau siapa aku. Dia tidak boleh ada didekat Taemin. Tidak ada yeoja yang boleh, kecuali aku.

TBC

Annyeong~ hueeee mianhae kalo part ini panjang banget..

Komen yaaa kasih aku kritik sama saran J

Trus, kalo suka sama ceritanya dilike yaaaa..

gomawo sebelumnyaaaa~ *bow*

P.S: Maaf yaa pic-nya gk bisa masuk soalnya dari Ms.word. Seharusnya di attachment aja. Maaf ya chingu.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

14 thoughts on “Chingu – Part 2”

  1. Wah hari ini banyak ff dengan adegan action ya? haha
    Yaah kasian Taemin dimusuhin cuma gara-gara itu.

    Ah aku penasaran gmn kalau mysterious girl nya itu tau hana dkt sm taemin? weeeh
    lanjut author!

  2. huaaa gomawo semua yang udah mau baca+komen~~~ aku usahain part selanjutanya ASAP yaaaa.. sekali lagi gomawooooo XD *bow*

  3. uaa..cewekna serem banget!!!

    tapi kayana TAEMIN kok ga pindah sekolah aja yah??kan msi bnyak sekolah lain ..hehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s