I Must Kill You…. but, I LOVE YOU !! – Part 2

I must kill you….but, I LOVE You

[2]

Main Cast : Arisa—-Kim Ri Sa, Choi Minho

Support Cast: SHINee

Genre: Action, Romance Mystery

Length: Series/Chaptered

Rating: PG-15

Author: arisachan

********************************************************************************

Sementara itu di dorm SHINee….

“APA????? Seorang ‘yeoja’ akan tinggal disini???” teriak Jinki alias Onew sang leader SHINee dengan penekanan pada kata ‘yeoja’.

“Ya, kuharap kalian bias akrab dan mengajarinya banyak hal… dia ingin bias seperti kalian… ia ingin menjadi artis seperti kalian… tapi dia masih kuarang pengalaman, jadi dia akan tinggal disini dan mencontoh kalian…” seru Lee SooMan, pemilik SME.

“Tapi… kenapa harus kami???? Kami kan laki-laki… Kenapa tidak SNSD, f(x) atau girlband lainnya???” timpal Jonghyun.

“Memang… tapi dia adalah tipe perempuan yang tidak disukai perempuan lain… kalian mengerti kan?” jawab SooMan.

“Tapi… bagaimana jka masyarakat tahu?? ‘Seorang yeoja tinggal satu atap dengan SHINee’ kita akan dicemooh masyarakat….” seru Kibum alias Key.

“Tenang saja… masalah itu sudah kuatur…. Lagipula karena manager kalian sedang ada perlu di kampung halamannya… dia akan jadi pengganti manager kalian…” jawab SooMan lagi.

“Tapi..” seru Onew,Key dan Jonghyun bersamaan. Tapi sebelum selesai bicara, SooMan sudah menyela,

“Tidak ada tapi-tapian… ini sudah keputusan terakhirku… suka tidak suka terima saja…. Aku tidak bias menolak permintaan teman baikku….”

“Baiklah.. kami menerima dia..” jawab Onew pasrah.

“Baguslah kalau begitu…. Ngomong-ngomong… Mana Minho?”

“Tadi, dia sepertinya ditelpon temannya lalu buru-buru pergi… katanya ada urusan mendadak..” kata Key.

“Kalau begitu, jelaskan padanya tentang hal ini…. Aku pulang sekarang…”

“Ya…”

SooManpun akhirnya pulang. Di dorm, para penghuninya masih dalam keadaan shock berat. Hingga, akhirnya si Magnae Taemin berkata,”Hyung… kenapa tidak senang kalo ada noona yang tinggal disini? Kan enak….. ada yang bantuin kita..”

“Aaaaah Taeminnie…. Tolong,… jangan bahas ini sekarang… aku pusing… tinggalkan aku sendiri..” seru Onew.

“Ya… Tae.. kau masih tidak mengerti.. jadi diam saja ya? Aku harus belanja bulanan…. Ayo Jonghyun, kau harus menemaniku…. Karena Minho pergi tadi, nanti aku repot bawa belanjaannya… jadi kau gantikan dia ya….Kkaja..”  kata Key.

“Hah?? Kenapa harus aku???” rengek Jonghyun.

“Karena Taemin gak mungkin kusuruh bawa belanjaan berat…”

“Curang!!”

Akhirnya Key dan Jonghyun pergi belanja, meninggalkan Taemin sendirian di dorm mereka…..

“Huaaaa… Minho-hyung… cepat pulang!!! Hyung yang lain jahat! Meninggalkanku sendirian!!” teriak Taemin.

“Taemin!! Berisik!! Diamlah!! Dan.. awas kalo kamu ngadu ke Minho!!” teriak Onew dari dalam kamar.

Taeminpun akhirnya diam tidak tahu harus apa…. Dia menyalakan TV . karena dia bosan menonton akhirnya ia tertidur di ruang TV.

******

Minho POV

Satu kasus lagi muncul. Akhir-akhir ini kasus pembunuhan sering sekali terjadi. Dari senjata dan bekas luka serta cara membunuhnya aku yakin pelakunya sama. Siapa sih orang yang bisa membunuh dengan mudahnya? Kali ini dia merengut nyawa 11 orang. Dengan cara yang sadis pula. Ditikam perut, leher, jantung dan lain-lain. Aku menatap foto sosok mayat itu. Dia adalah seorang pejabat yang katanya menurut desas-desus korupsi. Rata-rata, memang semua korban adalah orang-orang yang merugikan Negara… tapi tetap saja kan? Manusia tidak boleh diperlakukan seperti itu… aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran si pelaku.. tiba-tiba, handphone-ku berbunyi, segera saja kuangkat. Ternyata Jonghyun-hyung.

“Minho? Kamu dimana? Cepet pulang… Key marah-marah tuh… kamu kan harusnya bantuin Key belanja hari ini….”

“Aish.. aku lupa… Mianhe hyung…. Tolonglah Key-hyung… kapan-kapan aku bantu… tapi hari ini gak bisa… aku ada urusan penting banget…”

“Lebih penting mana? Urusanmu ato kamu gak makan?”

“Dua-duanya penting!!”

“Dasar… yaudah… kamu nanti harus traktir aku… dadah…”

“Eh? Tunggu dulu hyung!”

Tuut..tuut… sambungan sudah putus. Yah.. sial banget aku harus traktir Jonghyun-hyung… dia kan rakus… tapi tak apalah… aku harus bisa memecahkan kasus ini.Tanpa sadar, jam berdentang 8 kali. Wah, aku tak sadar aku sudah selama ini disini.. aku akan pulang.

End of Minho POV

******

Minho berjalan. Jalanan malam itu sepi sekali. Entah mengapa, ia merasa diperhatikan seseorang. Segera saja ia mempercepat langkah menuju dormnya.Namun, semakin cepat ia berjalan semakin ia merasa ada orang yang mengikutinya. Segera saja ia berhenti dan memasang telinga. TAP..TAP.. suara langkah seseorang. Minho jelas sekali mendengarnya.

“Siapa disana? Tunjukkan dirimu… aku tahu kau mengikutiku…” teriak Minho.

“Wah..wah..wah.. ketahuan deh… tapi maaf saja.. aku tak bisa menunjukkan diriku…” jawab seseorang.

“Siapa kau? Mau apa denganku?” tanya Minho. Samar-samar ia melihat sesosok manusia di tengah kegelapan. Yang ia ketahui, orang itu pasti laki-laki. Dari postur tubuh dan suaranya, jelas menunjukan dia adalah laki-laki.

“Aku hanya memperingatkan…. Jangan kau coba-coba sentuh ‘dia’… kalau kau menyentuhnya…. aku tidak segan-segan menghabisi semua orang yang kausayangi..”

“Apa maksudmu? Siapa ‘dia’?”

“Kau akan mengerti…hanya tinggal masalah waktu saja….. ingat kata-kataku CHOI MINHO…. Jangan pernah kau sentuh ‘DIA’.. Kalau kau menyentuhnya… kau tau kan akibatnya?”

“Sudah kubilang… aku tidak mengerti maksudmu!!”

Hening…. Tidak ada jawaban… Minho berusaha memanggil kembali. Tapi tetap saja tidak ada jawaban. Akhirnya Minho meneruskan perjalanannya pulang ke dormnya dengan seribu pertanyaan di kepalanya..

*******

Sesampainya di dorm….

Minho POV

Aku sama sekali tidak mengerti… siapa orang itu? Apa yang dia bicarakan? Apa maksud perkataannya? Aaaaaa!!! Kenapa banyak sekali misteri yang mucul??? Seseorang tolong jelaskan padaku apa yang terjadi!! Segera saja aku membuka pintu dorm kami. Aku yakin setelah ini pasti Key akan meneriakiku. Bertanya “Dari mana saja kau??? Kamu lupa hari ini kamu harus membantuku?? Bla..bla..bla..” kenapa hari ini aku selalu menemui masalah? Dan saat aku masuk….

“CHOI MINHO!! Dari mana saja kau??? Kamu lupa hari ini kamu harus membantuku?? Tadi kau bilang akan pulang dan bisa membantuku…. Kemana saja kau pergi??” teriak Key.

“YA!! Dari mana saja kau?? Pulang selarut ini?? Setidaknya kau bisa memberitahu kemana kau pergi dan sedang apa! Jangan buat kami khawatir…….” sambung Onew-hyung.

“Betul…. Gara-gara kau tidak ada aku kena getahnya nih!” seru Jonghyun-hyung.

Aduh… aku rasanya seperti anak yang sedang dimarahi orang tua dan kakak laki-lakiku gara-gara keluyuran hingga tengah malam.. aku kan sudah besar… bukan anak-anak lagi….

“Ah,.. maafkan aku umma, appa dan hyung…. Aku membuat kalian khawatir…. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi…..” jawabku sedikit bercanda.

*Pletak* aku dijitak mereka.

“Jangan bercanda disaat seperti ini… dari mana saja kau? Jawablah dengan jujur, Minho…” seru Onew-hyung.

“Ya…. Beri tahu kami…. Aku tahu kau ada masalah kan? Dilihat dari wajahmu tadi siang waktu meninggalkan dorm akan ketahuan kau menyembunyikan sesuatu…” tambah Key.

“Betul itu…. Katakan yang sebenarnya pada kami…” kata Jonghyun-hyung.

Astaga… mereka tahu… aduh.. bagaiman ini? Aku tidak tahu harus menjawab apa….

“Aku hanya ada masalah dengan temanku….. bukan masalah penting… aku hanya marah dia menyembunyikan sesuatu dariku….” jawabku asal-asalan.

“Kalau itu masalahnya… kenapa kau lama sekali? Jangan berbohong Minho-ah…” desak Key.

“Aku hanya memaksanya mengaku dan memberitahu semuanya… setelah itu aku menemaninya.. hanya itu..sungguh..” jawabku. Bohong tentunya… aku tidak mungkin memberi tahu yang sebenarnya ke mereka… bisa-bisa nyawa mereka terancam..

“Yasudahlah.. kau cepat tidur…  Oh, ya… mulai besok akan ada seorang yeoja yang tinggal disini… lebih baik kau istirahat..” kata Onew-hyung akhirnya.

“Oh…” kataku setelah beberapa detik aku sadar.. Onew-hyung berkata ‘yeoja’.. “HAH???? Kok bisa??” lanjutku.

“Bisa saja….  Itu keputasan SooMan…. Jadi pasti bisa…” seru Jonghyun-hyung.

“Kenapa tiba-tiba? Lalu apa maksudnya?”

“Teman baik SooMan minta tolong padanya…. Putrinya ingin bisa menjadi artis seperti kita… SooMan mengusulkan agar tinggal dengan kita dan mencontoh kita… ia juga meminta kita untuk mengejarinya banyak hal… dia juga yang menjadi pengganti manager-hyung…. Karena manager-hyung ada urusan keluarga di kampung halamannya….” Jelas Onew-hyung panjang lebar.

“Oh.. yaudah kalau begitu… besok dia datang?”

“Iya…”

“Kalau begitu aku tidur sekarang… menjaga image buat besok….” Kataku setengah bercanda.

“Minho!” seru mereka bertiga serempak. Aku langsung kabur ke kamar sebelum kena jitak lagi…

End of Minho POV

******

Setelah Minho masuk kekamarnya… ketiga hyung-nya masih duduk di ruang TV. Mereka terlihat sangat serius membicarakan sesuatu…

“Sudah kuduga… belakangan ini sikapnya aneh… dia sering pergi tanpa pamit dan pulang malam….”kata Key.

“Ya… lagipula… dia tiba-tiba jadi lebih sering bercanda saat kita serius berbicara dengannya… sepertinya ia berusaha menutupi sesuatu….”kata Jonghyun.

“Dan…. Dia jadi lebih sering diam… lebih diam dari biasanya… dia memikirkan sesuatu…” kata Onew.

“Tapi… ditanya pun percuma… dia pasti akan berbohong….”

“Ya.. tadi saja dia juga berbohong…  aku tahu gerak-geriknya…”

“Begini saja… jika ini terjadi lagi dan lebih parah… kita paksa dia mengaku…. Sebenarnya kan bukan hak kita untuk mencampuri urusannya….”

“Baiklah….”

******

Didalam kamar, Minho memikirkan perkataan orang misterius tadi…. “Apa maksudnya adalah gadis yang akan tinggal disini itu? Siapa dia sebenarnya? Siapa gadis itu? Apa yang akan dilakukan gadis itu disini? Jangan-jangan dia mata-mata lagi…. Ah.. tidak mungkin…. Sudahlah Minho, lupakan yang tadi dan semuanya… cepatlah tidur…..” batin Minho dalam hati.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Advertisements

Taemin’s Fool Story

Title : Taemin’s Fool Story

Author : Pho

Length : one shoot

Genre : humor [???]

Rate : all of ages

Cast : SHINee

Sore itu para member SHINee berkumpul di ruang tengah. Mereka menunggu adzan maghrib yang tinggal setengah jam lagi. Tapi, ada yang berbeda dengan Taemin. Wajahnya terlihat sendu. Ia seperti tidak punya tenaga.

“Kamu kenapa, Tae? Kok mukamu ditekuk gitu?” Tanya Onew yang menyadari perubahan suasana hati Taemin.

“Tenang aja, Tae. Setengah jam lagi adzan kok!” hibur Jonghyun. Pasti dongsaengnya yang satu ini tidak sabar menunggu adzan maghrib berkumandang.

“Setengah jam nggak lama kok.” Sambung Key.

Bukannya menjawab, Taemin malah mendesah panjang. Ia menopang kepalanya dengan punggung tangan.

“Kamu mau permen?” Tanya Minho.

Taemin menggeleng lemah. Orang puasa malah ditawari permen.

“Terus kamu kenapa dong? Kok sedih gitu?” Tanya Onew lagi.

“Jawab dong, Tae. Jangan diam  aja. Siapa tahu kita bisa bantu.” Kata Jonghyun.

Taemin menghela napas lagi. “Tae, jangan kebenyakan menghela napas. Nggak baik!” hardik Minho.

“Jadi, kamu kenapa Tae?”

“Gini, hyung…” lagi-lagi Taemin menghela napas terlebih dahulu sebelum melanjutkan ucapannya.

“Tae! Dibilangin jangan suka menghela napas. Nggak baik tauk! Pamali!” hardik Minho.

“Ho, jangan disela dong! Kalau gini kapan Tae ceritanya?” gerutu Key yang tidak sabar mendengar cerita Taemin.

“Iya nih si Minho! Sumpah nggak penting banget tauk!” sambung Onew yang juga sebel gara-gara interupsi Minho.

“Jadi, ceritanya gimana Tae?” ulang Jonghyun.

“Jadi ceritanya gini, hyung…” Taemin kembali menghela napas. Tapi, kali ini Minho tidak protes. Ia takut didamprat member yang lain.

“Kemarin aku ngabuburit di Apgeojeong,” lanjut Taemin. “Biar nggak bosen. Akhirnya aku window shopping…”

“Interupsi!” teriak Jonghyun sambil angkat tangan. Sekarang tatapan sebal para member tertuju ke arahnya.

“Apaan sih Jjong? lagi asyik dengerin juga.” Gerutu Onew kesal.

“Window shopping? Emang kamu mau belanja jendela Tae? Jendela di dorm kan udah banyak.” Ujar Jonghyun dengan tampang polos.

Key menggigit songkoknya geram, Minho menepuk jidatnya sendiri, sedangkan Onew pengen banget nimpuk kepala Jonghyun pakai batu se-truk. Sementara Taemin Cuma tersenyum miris. Sebenarnya dalam hati ia mengumpat juga. Habisnya dari tadi mau cerita nggak kelar-kelar. Ada aja gangguannya. Ini orang satu bego banget sih? Pernah sekolah kagak?

“Jjong, jadi orang cupu banget sih?” ledek Key.

“Apanya yang cupu? Aku kan Cuma nanya, apa dorm ini kekurangan jendela? Kok si Taemin pake acara window shopping segala.” Jonghyun membela dirinya sendiri.

“Hyung, sekali lagi ngomong begitu puasa aku pasti batal nih. Nggak tahan sih pengen nyekik Jjong hyung.” Kata Minho sambil ngelus dada.

“Sabar, Ho. Bentar lagi adzan. Nanggung.” Hibur Key.

“Jjong, aku kasih tahu ya? Dorm kita nggak kekurangan jendela. Kalau banyak-banyak jendela bisa gawat. Entar kalau banyak yang ngintip gimana? Dimana privasi kita?” jelas Onew. Jonghyun manggut-manggut paham.

“Terus, yang namanya window shopping itu, bukan belanja jendela. Emang ada toko yang jualan jendela? Kecuali kamu yang mau buka sendiri. Window shopping itu lihat-lihat.” Lanjut Onew.

“Lihat-lihat? Bagian mana yang artinya lihat?” Tanya Jonghyun lagi dengan tampang yang tidak jauh polos dari yang tadi.

Minho mengelus dadanya lebih keras. Key membantu menenangkan Minho dengan mengelus kepala Minho.

“Gampangnya gini deh Jjong, kalau kamu pergi ke mall, tapi kamu nggak belanja cuma lihat-lihat doang, itu namanya window shopping. Nggak beli tapi Cuma lihat-lihat.” Jelas Onew dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti.

“Ooooo!” Jonghyun mengangguk paham.

“Bulet.” Celetuk Minho.

“Sekarang lanjutin cerita kamu, Tae.” Perintah Onew yang sudah tidak sabar dengar cerita sendu Taemin.

Taemin  kembali menghela napas. Kali ini karena ia lega akhirnya bisa melanjutkan ceritanya yang begitu sering tertunda. Lagi-lagi Minho mengelus dada menahan amarahnya. Key sampai ngompres kepala Minho pakai es supaya kepala Minho tetap dingin.

“Pas aku lagi asyik lihat-lihat, aku nemu piyama lucu banget. Bentuknya ayam. Ada bulu-bulunya lengkap sama sayap plus jenggernya. Intinya tuh piyama lucu banget deh…” Cerita Taemin.

“Bisa digoreng dong!” celetuk Jonghyun. Lagi-lagi member yang lain menatapnya sinis. Menyuruhnya tutup mulut.

“Lanjut lagi, Tae!” perintah Jonghyun sambil tersenyum minta maaf.

“Karena naksir berat sama tuh piyama, akhirnya aku putusin buat beli tuh piyama.” Lanjut Taemin

“Sekarang mana piyamanya Tae?” Tanya Onew yang penasaran dengan piyama di cerita Taemin. Onew kan suka ayam.

“Ceritanya belum selesai, hyung!” gerutu Taemin dengan bibir mengerucut.

“Iya deh lanjut!” kata Onew mengalah.

“Setelah aku putusin beli tuh piyama, aku ngantri buat bayar di kasir.”

“Ya, iyalah. Dimana-mana bayar di kasir. Emang boleh di mall utang?” celetuk Jonghyun.

Onew dan Minho menoleh berbarengan ke arah Jonghyun dengan tatapan membunuh.

“Iya…iya…lanjut Tae, lanjut…” kata Jonghyun yang takut jadi takjil buka puasanya Onew dan Minho.

“Waktu aku lagi ngantri, antirannya tuh panjaaaaaaaaaaangg….”

“HUP!” Key melayangkan tangannya ke udara seperti konduktor paduan suara yang menyuruh anggotanya tutup suara. Kalau ia tidak melakukannya dijamin omongan Taemin tadi bakal jadi panjang tuh.

“Setelah sejam lebih, baru deh aku bisa maju. Tapi, di depan aku ada ahjumma-ahjumma yang juga ngikut antri.”

“Terus kamu kapan bayarnya, Tae? Jangan bilang kamu nggak jadi bayar gara-gara kelamaan ngantri.” Tuduh Key yang curiga dengan cerita Taemin.

“Wah! Parah banget kamu Tae.” Sambung Minho.

“Harusnya kamu nggak boleh gitu, Tae. Itu nggak baik tau.” nasehat Onew.

“Jadi, sekarang kamu sedih gara-gara dihantui rasa bersalah?” tebak Jonghyun.

“Bukaaaaaan!”

“Hup!” lagi-lagi Key melakukan gerakan menangkap udara. Menyuruh Taemin berhenti teriak.

“Bukan gitu hyung! Siapa yang bilang aku nggak bayar? Aku ini member SHINee, malu kali kalau ngutil barang orang.”

“Syukuuur. Kirain kamu ngelakuain hal yang enggak-enggak, Tae.” Ucap Onew sambil menengadahkan tangannya.

“Gila aja! Aku ini anak baik-baik hyung.” Sergah Taemin tidak terima dikira tukang ngutil.

“Iya, Tae. Kami semua percaya kok kalau kamu anak baik.” Hibur Jonghyun.

“Terus cerita kamu yang sebenarnya itu gimana Tae?” Tanya Key. Habisnya dari tadi Taemin cerita nggak kelar-kelar.

“Makanya hyung dengerin dulu jangan disela terus. Kalau gini aku jadi nggak mood mau cerita.” Gerutu Taemin berlagak ngambek.

“Yahh, jangan gitu dong Tae. Kali ini kita pasti diam kok! Heh! Awas aje ye sampai ada yang bersuara sebelum Taemin selesai bicara, gue gibeng kalian.” Ancam Minho sambil mengepalkan tinjunya. Member yang lain nurut dengan perkataan Minho.

“Okey, aku lanjutin lagi ya?” kata Taemin. Member lain Cuma ngangguk. Kalau mengeluarkan suara mereka takut digibeng Minho.

“Kan tadi ceritanya aku lagi ngantri di belakang ahjumma-ahjumma noh. Eh, nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba tuh ahjumma jitak kepala aku.”

Key membuka mulutnya, ingin bertanya kenapa, tapi tidak jadi. Ia buru-buru menutup mulutnya rapat-rapat saat ingat ancaman Minho tadi.

“Aku Tanya, ‘Ahjumma, ada apa kok tiba-tiba jitak kepalaku? Emang aku salah apa?’. Tuh ahjumma jawab, ‘Balikin dompet gue bocah tengil!’.” Cerita Taemin sambil menirukan nada bicara ahjumma yang mengomelinya. Key buka mulut lagi, ingin bertanya kenapa, tapi nggak jadi pas lihat tatapan maut Minho.

“Sontak aku bingung banget. Orang aku nggak tahu apa-apa malah dituduh sembarangan. Ya, aku bilang, ‘bukan saya ahjumma.’. Sialnya, tuh ahjumma nggak percaya. Dia ngomel lagi, ‘pasti lu kan? Dari tadi lu berdiri di belakang gue. Ngaku lu! Tuh dompet isinya sepuluh juta tahu!’. Yang bikin aku sebel, banyak banget orang yang ngeliatin adegan itu. Sumpah aku malu banget! Apa lagi sama fans noona yang ada di sana. Malu setengah hidup deh pokoknya.”

Onew menepuk bahu Taemin pelan, seolah ia bisa merasakan derita Taemin saat itu. Ia bisa ikut merasakan bagaimana malunya Taemin di hadapan para noona.

“Tuh ahjumma terus aja nyalahin aku. Padahal aku berani sumpah nggak nyuri dompet tuh ahjumma. Sampai-sampai security di sana nyamperin kami. Sama kayak ahjumma itu, dia nuduh aku. Aku sampai mau digiring ke kantor polisi segala.”

Minho ngelus dada [lagi!!!] mendengar cerita Taemin. Sungguh tragis nasib dongsaengnya itu. Sampai nyaris digiring ke kantor polisi segala. Perasaan muka Taemin nggak ada tampang criminalnya sama sekali. Secara dia imut plus cantik begitu.

“Waktu aku mau ditarik ke kantor polisi, tiba-tiba ada ahjussi yang nyamperin ahjumma itu. Dia Tanya, ‘ada apa rame-rame?’. Si ahjumma jawab, ‘ini bocah nyuri dompet aku yeobo.’. tiba-tiba aja tuh ahjussi ketawa ngakak sambil guling-guling.”

“Kesambet ye?” Jonghyun langsung menutup rapat mulutnya dengan tangan saat keceplosan ngomong. Ia yang duduk di samping Minho langsung pindah tempat karena takut digibeng beneran sama Minho.

“Tauk ah, napa tu si ahjussi. Gilanya kumat kali ya?” lanjut Taemin. “Dia ketawa lama banget sampai rahangnya mau copot.”

Key dan Onew bergidik ngeri saat mendengar cerita Taemin pada bagian ini. Nggak bisa ngebayangin deh orang ketawa sampai rahangnya nyaris copot. Pasti parah banget tuh.

“Setelah dia puas ketawa, tuh ahjussi ngeluarin sesuatu dari saku jaketnya. Tau gak apa?” Tanya Taemin pada hyung-hyungnya. Empat member yang lain Cuma menggeleng.

Taemin memandang hyungnya satu per satu dengan pandangan sok misterius yang dibuat-buat. “DOMPET!”

Key, Jonghyun, Onew dan Minho menatap Taemin bingung. Emang kenapa kalau tuh ahjussi gila ngeluarin dompet? Haram?

“Ah!” tiba-tiba Jonghyun berseru sambil menjentikkan jari tangannya. Ia mulai nyambung dengan cerita Taemin. “Pasti dompet ahjumma itu?” tebak Jonghyun. Ia tidak peduli lagi pada gibengan Minho. Ia senang karena akhirnya nyambung dengan cerita Taemin.

“Seratus won buat Jjong hyung!” puji Taemin sambil mengangkat jempolnya.

“Jadi, dompet ahjumma itu ada sama ahjussi sarap itu?” Onew ikut angkat bicara. Ia sudah lupa akan ancaman Minho. Sepertinya Minho juga sudah lupa karena detik berikutnya ia juga ikut bersuara.

“Kok bisa gitu?” Tanya Minho.

“Iya. Jadi, tuh ahjumma lupa kalau dia nitipin dompetnya ke ahjussi itu,. Dan ahjussi itu lagi mampir ke toilet.”

“Terus nasib kamu gimana Tae?” Tanya Key.

“Aku minta ganti rugi. Itu ahjumma udah malu-maluin aku di depan umum. Nggak bisa didiemin gitu aja.”

“Kamu minta apa, Tae?” Tanya Onew.

“Aku minta duit lima ratus ribu!” Taemin merentangkan kelima jarinya. “Sialnya, tuh ahjumma nggak bawa duit pas. Akhirnya, dia pamit ngambil ke ATM.”

“Jangan bilang dia kabur?” Tanya Jonghyun dengan wajah cemas.

“Nggaklah. Aku ikutin di ngambil duit di ATM. Aku ikut masuk juga. Mastiin kalau dia nggak bohong. Bener aja. Dia mulai masukin kartu ATM-nya, terus mencet nominal lima ratus ribu.”

Anak SHINee tersenyum senang karena kepintaran Taemin memanfaatkan orang.

“Akhirnya, tuh duit seratus ribuan keluar juga. Tapi, nggak tahu kenapa pas lembaran kelima malah macet. Ditarik sampai yang narik nungging, tetep aja nggak mau keluar.”

Anak SHINee, terutama Onew, mendengus kecewa. Sayang banget tinggal seratus ribu lagi tapi nggak mau keluar.

“Aku bantuin narik juga, dan sialnya pas aku berhasil narik tuh duit yang ada malah basah.”

“Ha?” keempat orang di hadapan Taemin ternganga lebar.

“Pas aku buka mata yang ada malah manager plus ember di tangannya. dia bilang, ‘bangun tukang bangkong! Udah siang nih!’. Gitu, hyung. Makanya aku sedih. Tuh duit lima ratus ribu cuma dalam mimpi.”

GUBRAAAKKK! Member SHINee yang lain pada jatuh dari tempat duduk mereka saat Taemin menyelesaikan ceritanya. Sementara Taemin malah ketawa setan karena berhasil ngerjain hyung-hyungnya.

“Sialan lu, Tae! Kirain beneran!” umpat Jonghyun.

“Iya. Mana ekspresi lu feelnya dapet banget lagi.” Sambung Key.

“Kalau sekarang udah adzan beneran gue banting lu, Tae!” gerutu Minho kesal.

Dukk! Dukk! Dukk!

“Bukaaaa!” sorak member SHINee bersamaan. Mereka langsung lari tunggang langgang menuju dapur. Menyerbu makanan yang sudah dimasak Key. Taemin langsung ngeces iler melihat paha ayam goring montok yang begitu menggugah selera.

PLETAK! Tangan Taemin dihardik Onew lebih dulu.

“Nggak ada ayam buat lu! Jatah lu buat gue.” Kata Onew sambil mengamankan piring ayam goreng itu dari Taemin.

“Yahhh, hyung! Kok gitu sih?” protes Taemin.

“Salah siapa lu ngibulin kita! Weekkk!”

~FIN~

p.s ff ini adl pelampiasan aku cuz ff2 aku yang lain terbengkalai. Otak udh mentok jadinya malah nulis cerita gaje kayak gini. Mian kalau aneh. Ff gaje pertamaku yang tokohnya SHINee. Please leave comment ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Is He Still y Boyfriend? – Part 2

He Still My Boyfriend?

^part 2^


Main Cast : Shin Eun Kyo(YOU),Choi Min Ho,Choi Jin Ri (Sulli)

Support Cast: Lee Tae Min,Kim Ki Bum (KEY)

LENGHT : Chaptered

Genre : Romantic

Author : minki

~ ~ ~

“ini tentang oppaku” kataku. Sepertinya dia kelihatan bingung.

”oppamu?”

”ne,kenapa kau menggantungkan hubungan kalian?” aku sudah tidak bisa menahan emosiku. Jujur aku sangat emosi mengingat tentang oppaku.

”mianhae..”

”aku tidak butuh kata maaf Eun Kyo-ah. Tapi aku butuh penjelasan” kataku dengan seditik teriak.

Eun Kyo POV

Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan,aku sungguh bingung apa yang harus aku lakukan. Aku kira dia akan membahas tentang Tae Min tapi ternyata salah.

”aku tidak bermaksud seperti itu” kataku dengan suara parau. Aku ingin menangis tapi harus aku tahan.

”tapi kau sudah melakukannya SHIN EUN KYO” Jin Ri sudah benar-benar marah. Dia sudah mau pergi tapi aku tahan.

”katanya kau butuh penjelasan.”

”baiklah aku akan dengar penjelasanmu”

Aku menjelaskan semuanya dari hilangnya handphone ku sampai aku ketakutan untuk meminta nomor hanphone Min Ho oppa.

”jadi hanya karena handphonemu hilang dan kau tidak berani meminta nomor Min Ho oppa padaku? Sebegitu menakutkannya kah aku?”

Ya,kau memang menakutkan seperti Medusa*huwaa maap bagi fans nya Sulli*  kataku dalam hati bisa-bisa aku digorok olehnya dan dibuang ke sungai Han.

”ini sungguh konyol Eun Kyo”

”ya,kau benar. Aku juga bingung pada diriku yang konyol”

Jin Ri POV

Jadi hanya karena dia kehilangan handphonen-nya dia jadi tidak bisa menghubungi Min Ho oppa. Ini sungguh konyol. Tapi yang lebih konyol Eun Kyo takut padaku karena dia mengira aku masih marah dengannya karena Tae Min.

”mianhae”  katanya.

”kau tidak perlu meminta maaf padaku tapi kau harus meminta maaf pada Min Ho oppa”

”aku belum berani bertemu dengannya”

Aku benar-benar bingung dengan jalan pikir-nya.

”aku akan telepon Min Ho oppa dan menyuruh dia kesini” kataku.

”jangan. Jebal.. jangan telepon”

”wae?” akh,sepertinya aku benar-benar tidak bisa membaca jalan pikirannya. Walaupun Eun Kyo tipe orang yang Open Book .

”karena.. biarkan waktu dan takdir yang menemukan kami berdua. Jika kami jodoh pasti kami akan bertemu dengan sendirinya.”

”aiisssshhhh,,aku benar-benar tidak mengerti” kataku mulai frustasi.

”cobalah untuk mengerti Jin Ri.” katanya tenang.

”baiklah aku tidak akan menelponnya. Tapi bolehkah aku memberitahukan dirinya kalau aku bertemu denganmu? ”

”boleh,tapi jangan beritahu dimana kita bertemu”

”maksudmu aku harus berbohong padanya?”

Eun Kyo hanya mengangguk pelan.

”baiklah aku ikuti kemauanmu” kataku pasrah

”gomawo Jin Ri-ah. Jadi sekarang kita berteman?” katanya sambil mengulurkan tangannya.

”baiklah” aku pun membalas dan menjabat tangannya.

”Jin Ri-ah kau tak apa-apa aku tinggal?”

”ne tidak apa-apa. Memang kau mau kemana?”

”mianhae aku harus pulang di rumah ku tidak ada orang. Aku duluan ya.. oh iya minumannya biar aku yang bayar”

Akh,aku jadi sendirian deh. Saat Eun Kyo membayar minuman kami. Tiba-tiba Min Ho oppa telepon. Aigooo,panjang umur sekali dia pasti dia mencari aku,aku lupa kalau tadi aku minta dijemput olehnya.

JR    : Yoboesoyo oppa

MH  : Jin Ri kau dimana? Aku sudah sampai depan kampusmu.

JR    : Aku di cafe seberang kampus ku oppa.

MH  : Tunggu aku. Aku akan kesana

Dia memutuskan sambungan teleponnya. Aku jadi berpikir bagaimana reaksi oppa jika bertemu dengan Eun Kyo? Kalau Eun Kyo aku tidak tau,dia kan belum pernah bertemu dengan oppa selama 5 tahun ini.

”Jin Ri-ah aku duluan ya. Annyyong” ternyata dia sudah selesai membayar.

“ne annyyong”

Min Ho POV

Dasar merepotkan sekali anak yang bernama Jin Ri. Aku pun menyebrang jalan menuju cafe yang Jin Ri maksud. Saat aku ingin masuk aku melihat yeoja yang ingin keluar. Tapi rasanya aku pernah melihat yeoja itu. Eh,bukankah itu Eun Kyo. Aku ingin mengejar yeoja itu tapi Jin Ri sudah berdiri di depanku. Aiissshhh,kau menghambat diriku Jin Ri.

”ayo kita pulang” katanya sambil menggandeng tanganku.

”ne,kajja”

Aku ingin bertanya padanya tapi aku takut dia tidak mau menjawab. Aku takut jika aku bertanya tentang Eun Kyo dia akan marah. Aku tidak tau alasan dia marah padaku.

Eun Kyo-ah aku kangen padamu. Walaupun kamu sudah menggantungkan hubungan kita tapi aku masih sayang padamu Eun Kyo.

”tadi kau ke cafe bersama siapa?” tanyaku basa-basi. Saat kami sudah sampai di mobil

”bersama temanku”

”siapa Eun Kyo?” tanyaku to the point.

Jin Ri POV

Oppa kau terlalu to the point. Ini sangat menyusahkanku oppa. Eun Kyo awas kau,aku terpaksa berbohong pada oppaku karena dirimu.

“anni.bukan Eun Kyo. Bagaimana oppa bisa menebak kalau aku bersama Eun Kyo?”

“tadi aku melihat yeoja yang mirip Eun Kyo. Aku kira Eun Kyo bersamamu”

Aku benar-benar kehilangan kata-kata. Aku harus jawab apa?

”tadi aku bertemu Eun Mi oppa” kataku berbohong. Eun Mi adalah orang yang dibilang mirip dengan Eun Kyo waktu SMP. Banyak orang bilang mereka seperti anak kembar tapi sifat mereka berbeda. Eun Mi sudah merebut pacar Eun Kyo namanya Kim Ki Bum.

”sejak kapan kau berteman dengan Eun Mi? Bukankah dulu kau bilang kalau kau benci Eun Mi?”

”tadi kami tidak sengaja bertemu di kampus dan dia mengajak aku untuk minum bersamanya di cafe”

”arraso”

Akhirnya oppa ku mengerti juga. Eun Kyo kau benar-benar harus bertanggung jawab.

TBC

He Still My Boyfriend? ^part 2^

Main Cast : Shin Eun Kyo(YOU),Choi Min Ho,Choi Jin Ri (Sulli)

Support Cast: Lee Tae Min,Kim Ki Bum (KEY)

LENGHT : Chaptered

Genre : Romantic

Author : minki

“ini tentang oppaku” kataku. Sepertinya dia kelihatan bingung.

”oppamu?”

”ne,kenapa kau menggantungkan hubungan kalian?” aku sudah tidak bisa menahan emosiku. Jujur aku sangat emosi mengingat tentang oppaku.

”mianhae..”

”aku tidak butuh kata maaf Eun Kyo-ah. Tapi aku butuh penjelasan” kataku dengan seditik teriak.

Eun Kyo POV

Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan,aku sungguh bingung apa yang harus aku lakukan. Aku kira dia akan membahas tentang Tae Min tapi ternyata salah.

”aku tidak bermaksud seperti itu” kataku dengan suara parau. Aku ingin menangis tapi harus aku tahan.

”tapi kau sudah melakukannya SHIN EUN KYO” Jin Ri sudah benar-benar marah. Dia sudah mau pergi tapi aku tahan.

”katanya kau butuh penjelasan.”

”baiklah aku akan dengar penjelasanmu”

Aku menjelaskan semuanya dari hilangnya handphone ku sampai aku ketakutan untuk meminta nomor hanphone Min Ho oppa.

”jadi hanya karena handphonemu hilang dan kau tidak berani meminta nomor Min Ho oppa padaku? Sebegitu menakutkannya kah aku?”

Ya,kau memang menakutkan seperti Medusa*huwaa maap bagi fans nya Sulli*  kataku dalam hati bisa-bisa aku digorok olehnya dan dibuang ke sungai Han.

”ini sungguh konyol Eun Kyo”

”ya,kau benar. Aku juga bingung pada diriku yang konyol”

Jin Ri POV

Jadi hanya karena dia kehilangan handphonen-nya dia jadi tidak bisa menghubungi Min Ho oppa. Ini sungguh konyol. Tapi yang lebih konyol Eun Kyo takut padaku karena dia mengira aku masih marah dengannya karena Tae Min.

”mianhae”  katanya.

”kau tidak perlu meminta maaf padaku tapi kau harus meminta maaf pada Min Ho oppa”

”aku belum berani bertemu dengannya”

Aku benar-benar bingung dengan jalan pikir-nya.

”aku akan telepon Min Ho oppa dan menyuruh dia kesini” kataku.

”jangan. Jebal.. jangan telepon”

”wae?” akh,sepertinya aku benar-benar tidak bisa membaca jalan pikirannya. Walaupun Eun Kyo tipe orang yang Open Book .

”karena.. biarkan waktu dan takdir yang menemukan kami berdua. Jika kami jodoh pasti kami akan bertemu dengan sendirinya.”

”aiisssshhhh,,aku benar-benar tidak mengerti” kataku mulai frustasi.

”cobalah untuk mengerti Jin Ri.” katanya tenang.

”baiklah aku tidak akan menelponnya. Tapi bolehkah aku memberitahukan dirinya kalau aku bertemu denganmu? ”

”boleh,tapi jangan beritahu dimana kita bertemu”

”maksudmu aku harus berbohong padanya?”

Eun Kyo hanya mengangguk pelan.

”baiklah aku ikuti kemauanmu” kataku pasrah

”gomawo Jin Ri-ah. Jadi sekarang kita berteman?” katanya sambil mengulurkan tangannya.

”baiklah” aku pun membalas dan menjabat tangannya.

”Jin Ri-ah kau tak apa-apa aku tinggal?”

”ne tidak apa-apa. Memang kau mau kemana?”

”mianhae aku harus pulang di rumah ku tidak ada orang. Aku duluan ya.. oh iya minumannya biar aku yang bayar”

Akh,aku jadi sendirian deh. Saat Eun Kyo membayar minuman kami. Tiba-tiba Min Ho oppa telepon. Aigooo,panjang umur sekali dia pasti dia mencari aku,aku lupa kalau tadi aku minta dijemput olehnya.

JR    : Yoboesoyo oppa

MH  : Jin Ri kau dimana? Aku sudah sampai depan kampusmu.

JR    : Aku di cafe seberang kampus ku oppa.

MH  : Tunggu aku. Aku akan kesana

Dia memutuskan sambungan teleponnya. Aku jadi berpikir bagaimana reaksi oppa jika bertemu dengan Eun Kyo? Kalau Eun Kyo aku tidak tau,dia kan belum pernah bertemu dengan oppa selama 5 tahun ini.

”Jin Ri-ah aku duluan ya. Annyyong” ternyata dia sudah selesai membayar.

“ne annyyong”

Min Ho POV

Dasar merepotkan sekali anak yang bernama Jin Ri. Aku pun menyebrang jalan menuju cafe yang Jin Ri maksud. Saat aku ingin masuk aku melihat yeoja yang ingin keluar. Tapi rasanya aku pernah melihat yeoja itu. Eh,bukankah itu Eun Kyo. Aku ingin mengejar yeoja itu tapi Jin Ri sudah berdiri di depanku. Aiissshhh,kau menghambat diriku Jin Ri.

”ayo kita pulang” katanya sambil menggandeng tanganku.

”ne,kajja”

Aku ingin bertanya padanya tapi aku takut dia tidak mau menjawab. Aku takut jika aku bertanya tentang Eun Kyo dia akan marah. Aku tidak tau alasan dia marah padaku.

Eun Kyo-ah aku kangen padamu. Walaupun kamu sudah menggantungkan hubungan kita tapi aku masih sayang padamu Eun Kyo.

”tadi kau ke cafe bersama siapa?” tanyaku basa-basi. Saat kami sudah sampai di mobil

”bersama temanku”

”siapa Eun Kyo?” tanyaku to the point.

Jin Ri POV

Oppa kau terlalu to the point. Ini sangat menyusahkanku oppa. Eun Kyo awas kau,aku terpaksa berbohong pada oppaku karena dirimu.

“anni.bukan Eun Kyo. Bagaimana oppa bisa menebak kalau aku bersama Eun Kyo?”

“tadi aku melihat yeoja yang mirip Eun Kyo. Aku kira Eun Kyo bersamamu”

Aku benar-benar kehilangan kata-kata. Aku harus jawab apa?

”tadi aku bertemu Eun Mi oppa” kataku berbohong. Eun Mi adalah orang yang dibilang mirip dengan Eun Kyo waktu SMP. Banyak orang bilang mereka seperti anak kembar tapi sifat mereka berbeda. Eun Mi sudah merebut pacar Eun Kyo namanya Kim Ki Bum.

”sejak kapan kau berteman dengan Eun Mi? Bukankah dulu kau bilang kalau kau benci Eun Mi?”

”tadi kami tidak sengaja bertemu di kampus dan dia mengajak aku untuk minum bersamanya di cafe”

”arraso”

Akhirnya oppa ku mengerti juga. Eun Kyo kau benar-benar harus bertanggung jawab.

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF