Taemin’s Fool Story

Title : Taemin’s Fool Story

Author : Pho

Length : one shoot

Genre : humor [???]

Rate : all of ages

Cast : SHINee

Sore itu para member SHINee berkumpul di ruang tengah. Mereka menunggu adzan maghrib yang tinggal setengah jam lagi. Tapi, ada yang berbeda dengan Taemin. Wajahnya terlihat sendu. Ia seperti tidak punya tenaga.

“Kamu kenapa, Tae? Kok mukamu ditekuk gitu?” Tanya Onew yang menyadari perubahan suasana hati Taemin.

“Tenang aja, Tae. Setengah jam lagi adzan kok!” hibur Jonghyun. Pasti dongsaengnya yang satu ini tidak sabar menunggu adzan maghrib berkumandang.

“Setengah jam nggak lama kok.” Sambung Key.

Bukannya menjawab, Taemin malah mendesah panjang. Ia menopang kepalanya dengan punggung tangan.

“Kamu mau permen?” Tanya Minho.

Taemin menggeleng lemah. Orang puasa malah ditawari permen.

“Terus kamu kenapa dong? Kok sedih gitu?” Tanya Onew lagi.

“Jawab dong, Tae. Jangan diam  aja. Siapa tahu kita bisa bantu.” Kata Jonghyun.

Taemin menghela napas lagi. “Tae, jangan kebenyakan menghela napas. Nggak baik!” hardik Minho.

“Jadi, kamu kenapa Tae?”

“Gini, hyung…” lagi-lagi Taemin menghela napas terlebih dahulu sebelum melanjutkan ucapannya.

“Tae! Dibilangin jangan suka menghela napas. Nggak baik tauk! Pamali!” hardik Minho.

“Ho, jangan disela dong! Kalau gini kapan Tae ceritanya?” gerutu Key yang tidak sabar mendengar cerita Taemin.

“Iya nih si Minho! Sumpah nggak penting banget tauk!” sambung Onew yang juga sebel gara-gara interupsi Minho.

“Jadi, ceritanya gimana Tae?” ulang Jonghyun.

“Jadi ceritanya gini, hyung…” Taemin kembali menghela napas. Tapi, kali ini Minho tidak protes. Ia takut didamprat member yang lain.

“Kemarin aku ngabuburit di Apgeojeong,” lanjut Taemin. “Biar nggak bosen. Akhirnya aku window shopping…”

“Interupsi!” teriak Jonghyun sambil angkat tangan. Sekarang tatapan sebal para member tertuju ke arahnya.

“Apaan sih Jjong? lagi asyik dengerin juga.” Gerutu Onew kesal.

“Window shopping? Emang kamu mau belanja jendela Tae? Jendela di dorm kan udah banyak.” Ujar Jonghyun dengan tampang polos.

Key menggigit songkoknya geram, Minho menepuk jidatnya sendiri, sedangkan Onew pengen banget nimpuk kepala Jonghyun pakai batu se-truk. Sementara Taemin Cuma tersenyum miris. Sebenarnya dalam hati ia mengumpat juga. Habisnya dari tadi mau cerita nggak kelar-kelar. Ada aja gangguannya. Ini orang satu bego banget sih? Pernah sekolah kagak?

“Jjong, jadi orang cupu banget sih?” ledek Key.

“Apanya yang cupu? Aku kan Cuma nanya, apa dorm ini kekurangan jendela? Kok si Taemin pake acara window shopping segala.” Jonghyun membela dirinya sendiri.

“Hyung, sekali lagi ngomong begitu puasa aku pasti batal nih. Nggak tahan sih pengen nyekik Jjong hyung.” Kata Minho sambil ngelus dada.

“Sabar, Ho. Bentar lagi adzan. Nanggung.” Hibur Key.

“Jjong, aku kasih tahu ya? Dorm kita nggak kekurangan jendela. Kalau banyak-banyak jendela bisa gawat. Entar kalau banyak yang ngintip gimana? Dimana privasi kita?” jelas Onew. Jonghyun manggut-manggut paham.

“Terus, yang namanya window shopping itu, bukan belanja jendela. Emang ada toko yang jualan jendela? Kecuali kamu yang mau buka sendiri. Window shopping itu lihat-lihat.” Lanjut Onew.

“Lihat-lihat? Bagian mana yang artinya lihat?” Tanya Jonghyun lagi dengan tampang yang tidak jauh polos dari yang tadi.

Minho mengelus dadanya lebih keras. Key membantu menenangkan Minho dengan mengelus kepala Minho.

“Gampangnya gini deh Jjong, kalau kamu pergi ke mall, tapi kamu nggak belanja cuma lihat-lihat doang, itu namanya window shopping. Nggak beli tapi Cuma lihat-lihat.” Jelas Onew dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti.

“Ooooo!” Jonghyun mengangguk paham.

“Bulet.” Celetuk Minho.

“Sekarang lanjutin cerita kamu, Tae.” Perintah Onew yang sudah tidak sabar dengar cerita sendu Taemin.

Taemin  kembali menghela napas. Kali ini karena ia lega akhirnya bisa melanjutkan ceritanya yang begitu sering tertunda. Lagi-lagi Minho mengelus dada menahan amarahnya. Key sampai ngompres kepala Minho pakai es supaya kepala Minho tetap dingin.

“Pas aku lagi asyik lihat-lihat, aku nemu piyama lucu banget. Bentuknya ayam. Ada bulu-bulunya lengkap sama sayap plus jenggernya. Intinya tuh piyama lucu banget deh…” Cerita Taemin.

“Bisa digoreng dong!” celetuk Jonghyun. Lagi-lagi member yang lain menatapnya sinis. Menyuruhnya tutup mulut.

“Lanjut lagi, Tae!” perintah Jonghyun sambil tersenyum minta maaf.

“Karena naksir berat sama tuh piyama, akhirnya aku putusin buat beli tuh piyama.” Lanjut Taemin

“Sekarang mana piyamanya Tae?” Tanya Onew yang penasaran dengan piyama di cerita Taemin. Onew kan suka ayam.

“Ceritanya belum selesai, hyung!” gerutu Taemin dengan bibir mengerucut.

“Iya deh lanjut!” kata Onew mengalah.

“Setelah aku putusin beli tuh piyama, aku ngantri buat bayar di kasir.”

“Ya, iyalah. Dimana-mana bayar di kasir. Emang boleh di mall utang?” celetuk Jonghyun.

Onew dan Minho menoleh berbarengan ke arah Jonghyun dengan tatapan membunuh.

“Iya…iya…lanjut Tae, lanjut…” kata Jonghyun yang takut jadi takjil buka puasanya Onew dan Minho.

“Waktu aku lagi ngantri, antirannya tuh panjaaaaaaaaaaangg….”

“HUP!” Key melayangkan tangannya ke udara seperti konduktor paduan suara yang menyuruh anggotanya tutup suara. Kalau ia tidak melakukannya dijamin omongan Taemin tadi bakal jadi panjang tuh.

“Setelah sejam lebih, baru deh aku bisa maju. Tapi, di depan aku ada ahjumma-ahjumma yang juga ngikut antri.”

“Terus kamu kapan bayarnya, Tae? Jangan bilang kamu nggak jadi bayar gara-gara kelamaan ngantri.” Tuduh Key yang curiga dengan cerita Taemin.

“Wah! Parah banget kamu Tae.” Sambung Minho.

“Harusnya kamu nggak boleh gitu, Tae. Itu nggak baik tau.” nasehat Onew.

“Jadi, sekarang kamu sedih gara-gara dihantui rasa bersalah?” tebak Jonghyun.

“Bukaaaaaan!”

“Hup!” lagi-lagi Key melakukan gerakan menangkap udara. Menyuruh Taemin berhenti teriak.

“Bukan gitu hyung! Siapa yang bilang aku nggak bayar? Aku ini member SHINee, malu kali kalau ngutil barang orang.”

“Syukuuur. Kirain kamu ngelakuain hal yang enggak-enggak, Tae.” Ucap Onew sambil menengadahkan tangannya.

“Gila aja! Aku ini anak baik-baik hyung.” Sergah Taemin tidak terima dikira tukang ngutil.

“Iya, Tae. Kami semua percaya kok kalau kamu anak baik.” Hibur Jonghyun.

“Terus cerita kamu yang sebenarnya itu gimana Tae?” Tanya Key. Habisnya dari tadi Taemin cerita nggak kelar-kelar.

“Makanya hyung dengerin dulu jangan disela terus. Kalau gini aku jadi nggak mood mau cerita.” Gerutu Taemin berlagak ngambek.

“Yahh, jangan gitu dong Tae. Kali ini kita pasti diam kok! Heh! Awas aje ye sampai ada yang bersuara sebelum Taemin selesai bicara, gue gibeng kalian.” Ancam Minho sambil mengepalkan tinjunya. Member yang lain nurut dengan perkataan Minho.

“Okey, aku lanjutin lagi ya?” kata Taemin. Member lain Cuma ngangguk. Kalau mengeluarkan suara mereka takut digibeng Minho.

“Kan tadi ceritanya aku lagi ngantri di belakang ahjumma-ahjumma noh. Eh, nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba tuh ahjumma jitak kepala aku.”

Key membuka mulutnya, ingin bertanya kenapa, tapi tidak jadi. Ia buru-buru menutup mulutnya rapat-rapat saat ingat ancaman Minho tadi.

“Aku Tanya, ‘Ahjumma, ada apa kok tiba-tiba jitak kepalaku? Emang aku salah apa?’. Tuh ahjumma jawab, ‘Balikin dompet gue bocah tengil!’.” Cerita Taemin sambil menirukan nada bicara ahjumma yang mengomelinya. Key buka mulut lagi, ingin bertanya kenapa, tapi nggak jadi pas lihat tatapan maut Minho.

“Sontak aku bingung banget. Orang aku nggak tahu apa-apa malah dituduh sembarangan. Ya, aku bilang, ‘bukan saya ahjumma.’. Sialnya, tuh ahjumma nggak percaya. Dia ngomel lagi, ‘pasti lu kan? Dari tadi lu berdiri di belakang gue. Ngaku lu! Tuh dompet isinya sepuluh juta tahu!’. Yang bikin aku sebel, banyak banget orang yang ngeliatin adegan itu. Sumpah aku malu banget! Apa lagi sama fans noona yang ada di sana. Malu setengah hidup deh pokoknya.”

Onew menepuk bahu Taemin pelan, seolah ia bisa merasakan derita Taemin saat itu. Ia bisa ikut merasakan bagaimana malunya Taemin di hadapan para noona.

“Tuh ahjumma terus aja nyalahin aku. Padahal aku berani sumpah nggak nyuri dompet tuh ahjumma. Sampai-sampai security di sana nyamperin kami. Sama kayak ahjumma itu, dia nuduh aku. Aku sampai mau digiring ke kantor polisi segala.”

Minho ngelus dada [lagi!!!] mendengar cerita Taemin. Sungguh tragis nasib dongsaengnya itu. Sampai nyaris digiring ke kantor polisi segala. Perasaan muka Taemin nggak ada tampang criminalnya sama sekali. Secara dia imut plus cantik begitu.

“Waktu aku mau ditarik ke kantor polisi, tiba-tiba ada ahjussi yang nyamperin ahjumma itu. Dia Tanya, ‘ada apa rame-rame?’. Si ahjumma jawab, ‘ini bocah nyuri dompet aku yeobo.’. tiba-tiba aja tuh ahjussi ketawa ngakak sambil guling-guling.”

“Kesambet ye?” Jonghyun langsung menutup rapat mulutnya dengan tangan saat keceplosan ngomong. Ia yang duduk di samping Minho langsung pindah tempat karena takut digibeng beneran sama Minho.

“Tauk ah, napa tu si ahjussi. Gilanya kumat kali ya?” lanjut Taemin. “Dia ketawa lama banget sampai rahangnya mau copot.”

Key dan Onew bergidik ngeri saat mendengar cerita Taemin pada bagian ini. Nggak bisa ngebayangin deh orang ketawa sampai rahangnya nyaris copot. Pasti parah banget tuh.

“Setelah dia puas ketawa, tuh ahjussi ngeluarin sesuatu dari saku jaketnya. Tau gak apa?” Tanya Taemin pada hyung-hyungnya. Empat member yang lain Cuma menggeleng.

Taemin memandang hyungnya satu per satu dengan pandangan sok misterius yang dibuat-buat. “DOMPET!”

Key, Jonghyun, Onew dan Minho menatap Taemin bingung. Emang kenapa kalau tuh ahjussi gila ngeluarin dompet? Haram?

“Ah!” tiba-tiba Jonghyun berseru sambil menjentikkan jari tangannya. Ia mulai nyambung dengan cerita Taemin. “Pasti dompet ahjumma itu?” tebak Jonghyun. Ia tidak peduli lagi pada gibengan Minho. Ia senang karena akhirnya nyambung dengan cerita Taemin.

“Seratus won buat Jjong hyung!” puji Taemin sambil mengangkat jempolnya.

“Jadi, dompet ahjumma itu ada sama ahjussi sarap itu?” Onew ikut angkat bicara. Ia sudah lupa akan ancaman Minho. Sepertinya Minho juga sudah lupa karena detik berikutnya ia juga ikut bersuara.

“Kok bisa gitu?” Tanya Minho.

“Iya. Jadi, tuh ahjumma lupa kalau dia nitipin dompetnya ke ahjussi itu,. Dan ahjussi itu lagi mampir ke toilet.”

“Terus nasib kamu gimana Tae?” Tanya Key.

“Aku minta ganti rugi. Itu ahjumma udah malu-maluin aku di depan umum. Nggak bisa didiemin gitu aja.”

“Kamu minta apa, Tae?” Tanya Onew.

“Aku minta duit lima ratus ribu!” Taemin merentangkan kelima jarinya. “Sialnya, tuh ahjumma nggak bawa duit pas. Akhirnya, dia pamit ngambil ke ATM.”

“Jangan bilang dia kabur?” Tanya Jonghyun dengan wajah cemas.

“Nggaklah. Aku ikutin di ngambil duit di ATM. Aku ikut masuk juga. Mastiin kalau dia nggak bohong. Bener aja. Dia mulai masukin kartu ATM-nya, terus mencet nominal lima ratus ribu.”

Anak SHINee tersenyum senang karena kepintaran Taemin memanfaatkan orang.

“Akhirnya, tuh duit seratus ribuan keluar juga. Tapi, nggak tahu kenapa pas lembaran kelima malah macet. Ditarik sampai yang narik nungging, tetep aja nggak mau keluar.”

Anak SHINee, terutama Onew, mendengus kecewa. Sayang banget tinggal seratus ribu lagi tapi nggak mau keluar.

“Aku bantuin narik juga, dan sialnya pas aku berhasil narik tuh duit yang ada malah basah.”

“Ha?” keempat orang di hadapan Taemin ternganga lebar.

“Pas aku buka mata yang ada malah manager plus ember di tangannya. dia bilang, ‘bangun tukang bangkong! Udah siang nih!’. Gitu, hyung. Makanya aku sedih. Tuh duit lima ratus ribu cuma dalam mimpi.”

GUBRAAAKKK! Member SHINee yang lain pada jatuh dari tempat duduk mereka saat Taemin menyelesaikan ceritanya. Sementara Taemin malah ketawa setan karena berhasil ngerjain hyung-hyungnya.

“Sialan lu, Tae! Kirain beneran!” umpat Jonghyun.

“Iya. Mana ekspresi lu feelnya dapet banget lagi.” Sambung Key.

“Kalau sekarang udah adzan beneran gue banting lu, Tae!” gerutu Minho kesal.

Dukk! Dukk! Dukk!

“Bukaaaa!” sorak member SHINee bersamaan. Mereka langsung lari tunggang langgang menuju dapur. Menyerbu makanan yang sudah dimasak Key. Taemin langsung ngeces iler melihat paha ayam goring montok yang begitu menggugah selera.

PLETAK! Tangan Taemin dihardik Onew lebih dulu.

“Nggak ada ayam buat lu! Jatah lu buat gue.” Kata Onew sambil mengamankan piring ayam goreng itu dari Taemin.

“Yahhh, hyung! Kok gitu sih?” protes Taemin.

“Salah siapa lu ngibulin kita! Weekkk!”

~FIN~

p.s ff ini adl pelampiasan aku cuz ff2 aku yang lain terbengkalai. Otak udh mentok jadinya malah nulis cerita gaje kayak gini. Mian kalau aneh. Ff gaje pertamaku yang tokohnya SHINee. Please leave comment ^^

Signature

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

53 thoughts on “Taemin’s Fool Story”

  1. Sedang insomsia enaknya baca FF.
    Asli magnae jahil, feelnya kena banget lagi.
    Buat penasaran aja. *ngejitak kepala TaeMin* *dijitak balik lagi ama 5 member*
    Tapi untung Jong nanya window shopping itu apa klu ga pusing sendiri aku.
    Hahaha
    Author geleng2 kepala.
    Reader yang satu ini sedang kumat.
    Hehehehe

  2. bwahahahahh. ngakak gila akuuuu… mana bacanya pas malem2 lagi. untung gak dimarahin mama gara2 berisik. wkwkwkwk good job author^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s