NANA’S B – PART 2

Author : Fadiyah Oelfa

Main Cast : Lee Jin Ki (Onew), Kim Jonghyun, Kim Ki Bum (Key), Choi Minho, Lee Tae Min, Onshu, Minji, Hyunie, Noona, Jihoo
Genre : Romance, Friendship
Type : Sequel

NANA’S B

Episode 2

Bel berbunyi, saat pelajaran Matematika dengan guru super galak, Kashitero. Guru Kashitero menyuruh Onshu untuk naik ke atas dan memperkenalkan diri.

“Anneohaseo…. nama saya Kim Son Shu tapi kalian boleh memanggil saya Onshu. Salam kenal semua”

Seluruh siswa pun terlihat tidak memperhatikan Onshu saat perkenalan. Malah Hyunnie mengambil  buku tulis Onshu dan menyuruh salah satu siswa untuk menceburkannya ke kolam ikan.

Setelah selesai perkenalan, seluruh siswa di suruh menaikkan buku mereka. Onshu malah terlihat bingung mencari bukunya. Guru Kashitero melihat tingkah laku Onshu dan bertanya padanya.

“Sedang apa kamu?”tanya Guru Kashitero dengan tegas.

“Sa….ya….sedang men….cari bu..ku… tulis pak” jawab Onshu dengan gugup.

“Tadi waktu saya dari toilet, saya lihat buku tulis pink di dalam kolam ikan. Itu bukumu, bukan?”kata Hyunnie dengan akting lebaynya.

“Itu buku saya, pak.”kata Onshu.

“Ayo cepat ambil buku itu, kamu membuat waktu pelajaran terbuang sia-sia.” Kata Guru Kashitero.

“Siap pak.”kata Onshu.

Dia berlari menuju kolam ikan. Sesampainya di sana, ia membuka sepatu dan mencari bukunya. Diam-Diam, salah seorang siswa menggambil sepatunya lalu menyembunyikannya. Onshu pun mengambil bukunya dan berniat kembali ke kelas. Namun dia kebinggungan mencari sepatunya. Dia pun berkeliling mencari sepatunya. Saking seriusnya, kepala sekolah Changi Ta College, Pak Shu Nabe heran melihatnya.

“Kamu sedang mencari apa?”tanya Pak Shu Nabe heran.

“mm….eh…. sedang mencari sepatu pak.”kata Onshu ragu menjawab karena takut di marahi.

“Dimana kamu menaruhnya? Kenapa bisa menghilang?”tanya Pak Shu Nabe kembali.

“Saya sedang mengambil buku saya di kolam tapi ketika ingin kembali ke kelas sepatu itu sudah hilang.”terang Onshu.

“Ya sudah. Sekarang kamu pulang. Untuk hari, bapak memberikan kamu libur.”kata Pak Shu Nabe.

“Terima Kasih pak. Maaf merepotkan hingga memberikan libur pada saya. Sekali lagi gamsahamnida.”kata Onshu berterima kasih.

Esok harinya, Onshu mulai berhati-hati. Ia terus mengawasi gerak-gerik teman-temannya yang akan jahil padanya. Sesampainya di kelas, ia lalu duduk dengan tenang. Siswa lain pun hanya dapat tertawa kecil melihat Onshu. Onshu heran dengan tingkah laku siswa lain namun Onshu cuek dan tidak memperdulikan kondisi saat itu.

Pelajaran pertama pun di mulai yaitu Bahasa Inggris. Para siswa memberi salam kepada guru tercantik di Changi Ta Collage, Bu Soeun.

“Good morning students”

“Good morning mam”

“How are you?”

“Fine”

“Okey. Open your book page 1567”

“Yes, mam”

“Please, you stand here and read the story”

Bu Soeun menunjuk Onshu untuk naik ke depan kelas dan membacakan cerita yang ada di buku. Onshu pun menarik nafas dan berdiri. Namun ia merasa tertahan seperti ada sesuatu yang melekat di roknya. Siswa lain hanya dapat tertawa melihat Onshu.

“Aduh…. gimana sich Onshu kalau suka ama kursinya ngak usah pakai acara nempelin rok ke kursi.”kata Minji menghina.

“Onshu, what happen?”tanya Bu Soeun.

“Nothing mam”jawab Onshu.

Onshu pun hanya dapat terduduk sapanjang hari hingga akhir pelajaran selesai. Ia pun menelpon supirnya untuk membantunya.

Hari ke tiga pun dimulai, Onshu terlihat sudah tak bersemangat lagi untuk belajar di Changi Ta Collage. Ia merasa sudah tidak sanggup lagi bertahan di sekolah itu namun ayahnya tidak mau memindahkan Onshu. Ia pun harus bersabar semoga saja ada yang mau berteman sama dia.

Onshu pun masuk kelas. Saat memasuki kelas, ia langsung di tarik dan diangkat oleh anak cowoknya. Onshu di bawa ke kolam renang lalu ceburkan. Siswa lain pun tertawa geli melihat Onshu. Onshu pun naik namun di sambut kembali dengan hujan terigu dan telur dari seluruh kelas.

“Apa salahku? Kenapa kalian jahat padaku?”teriak Onshu kepada seluruh siswa.

“Salah loe. Cari ajach sendiri.”jawab Hyunie dengan nada sombong.

Onshu pun menuju ke WC untuk membersihkan diri. Selama berjala, Onshu hanya mendengar suara tawa dari seluruh siswa yang tak berhenti. Sesampainya di WC, Onshu sempat menangis dan berteriak-teriak. Pada saat itu juga salah seorang siswa mengunci WC tersebut. Beberapa saat kemudian, Onshu pun selesai mengganti bajunya. Ia mencoba membuka pintu namun terkunci. Ia berteriak sekencang mungkin.

“Hey, buka pintunya. Tolong…..hey….!”teriak Onshu kencang.

Pagi cerah yg indah buat salah seorang siswa bernama Jihoo.Dia adalah siswa kelas 11 yang pendiam dan jarang bergaul. Dia cenderung menghindar dari keramaian dan terkesan aneh terlihat bagi siswa lainnya. Ia berjalan melintas depan WC dan mendengar suara tangis seseorang. Ia pun mencoba mengenali suara tersebut.

“Hey siapa di dalam? Hello….”teriak Jihoo keras.

“Hey…tolong… aku terkunci disini dari kemarin”balas Onshu.

“Dari kemarin???”kata Jihoo tak menyangka.

“Ayo…dong”kata Onshu kembali.

“Tunggu yach saya ambil kunci dulu”kata Jihoo .

Jihoo pun mengambil kunci di satpam dan membebaskan Onshu. Onshu pun terlihat lemas dan pinsan di pangkuan Jihoo. Jihoo membawa Onshu ke UKS. Beberapa saat kemudian, Onshu sudah merasa baikan. Ia pun menuju kelas. Betapa kagetnya geng Gee saat melihat Onshu masuk kelas.

“What???”teriak Minji sambil menunjukan muka heran sekaligus kesalnya.

“Kok bisa dia keluar dari WC….Siapa yang nolong yach???”tanya Hyunie.

“Ini ngak bisa di biarkan, kita harus lakukan sesuatu.”usul Noona.

“Kita lihat ajach nanti di perpustakaan”kata Minji sombong.

“Maksud loe???”tanya Hyunie dan Noona kompak.

Pelajaran berikutnya pun dimulai yaitu Bahasa Korea yang dilakukan di perpustakaan. Guru imut yang satu ini, Miss Yona yang terkenal sedikit genit tapi baik kepada seluruh siswa. Miss Yona membagikan buku kepada seluruh siswa untuk dibaca.

“Buka buku kalian halaman 598. Coba baca dengan seksama”kata Miss Yona.

“Baik miss”kata seluruh siswa kompak.

Pelajaran Bahasa Korea pun berakhir, Miss Yona menyuruh salah seorang siswa  untuk mengumpulkan buku. Noona pun menyebut nama Onshu dengan keras. Miss Yona pun menyuruh Onshu untuk mengumpulkan semua buku yang ada. Onshu pun mengiyakan perintah Miss Yona. Miss Yona meninggalkan perpustakaan dan saat itu pula seluruh siswa menyerbu Onshu untuk mengumpulkan buku mereka. Lalu meninggalkan Onshu yang mulai oleng karena buku yang banyak dan berat.

Onshu berjalan menuju rak yang dituju namun saat ia melangkahkan kaki, ia tersandung dan mulai oleng dan mau terjatuh. Saat mencoba untuk menyimbangkan diri, ia disambut lagi dengan kulit pisang yang membuat ia tergelincir dan terjatuh. Namun untungnya ia ditahan oleh seseorang bukan lain Minho anggota Shinee yang keren sedangkan bukunya terjatuh di kepala semua anggota geng Gee. Kacamata Onshu jatuh dan pecah seketika itu pula wajah Onshu yang asli terlihat dan membuat Minho terpesona dan tak dapat berkata-kata. Sedangkan geng Gee yang melihat, kesal dan langsung meninggalkan perpustakaan.

Beberapa saat kemudian, Minho mulai tersadar dan membantu Onshu mengumpulkan buku yang berantakan.

“Maaf….. saya tidak sengaja.”kata Onshu menyesal.

“………….mm………….”balas Minho tanpa ekspresi.

“Maaf……… terima kasih atas bantuannya.”kata Onshu kembali.

Sesudah membantu Onshu, Minho lalu pergi tanpa mengatakan apa-apa. Onshu hanya dapat tersenyum sendiri dengan kejadian yang barusan terjadi. Onshu pun mengambil kacamatanya yang pecah. Padahal tanpa kacamata, Onshu akan susah melihat.

Sedangkan anggota geng Gee sangat marah dan ingin sekali membalas perlakuan Onshu tadi. Hyunie yang terkenal jadi dan mempunyai banyak cara mengerjain orang mulai merancang rencana yang menurut dia jenius. Minji dan Noona hanya dapat tersenyum licik saat mendengar rencana yang dirancang Hyunie.

“Kita lihat saja nanti apakah Onshu dapat bertahan.”kata Minji dengan senyum liciknya.

“Selamat menikmati….. Onshu.”kata Noona

“HAHAHAHAHA”tawa mereka bertiga kompak.

Pada saat itu juga tanpa disadari oleh tiga orang tersebut, Jihoo mendengarkan rencana mereka.

Rencana apa yang direncanakan geng Gee??? Tunggu kisah slanjutnya……

TBC

NB: Maaf klu agak geje….

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

When Jonghyun Get Amnesia – Part 6

When Jonghyun Get Amnesia

Part 6

By: Litha_Nisa/Lita_cs/ Lim Jin Ji

Annyoung,jii~ya in here! Huwe,,,, otak lagi mumet!!! Ga tau dah gimana kelanjutan ff jagelas-banget-bibit-bebet-bobotnya ini! But, hope u like this! And don’t forget to comment okey?!

~ dorm SHINee di siang hari yang panas *dalam konteks apapun*~

– still Author POV-

Minho dan Taemin sedang menonton tv di ruang keluarga. Dan seperti biasa mereka berebutan remote control tv satu-satunya itu. Kibum dan Jonghyun sedang keluar membeli kebutuhan dapur yang sudah habis seperti odol, sabun, sikat (?), sikat gigi*sikat gigi bisa abis?* dan sabun cuci essay *sponsor disensor,wkwkwk*. *masya allah, ini kan peralatan kamar mandi bukan dapur*

Author: yah,,, kan udah dibilang otak saya lagi konslet! Whehehehehehe,,,!!!

Ikan hiu ikan cucut,,,,

Yuuk lanjuut!!!!

Dan sang Leader sedang bersemayam di dalam kamar. *Onew: orang lagi marah dibilang bersemayam,, belum pernah dicium sama ondubu ya?!**Author: belum tuh! (sok cool) mau dunk!!! (muka mesum)* *buagk! Ditabok reader, wkwkwk*.

“taemin~ah,,, aku mau liat berita bola dulu! Tadi aku liat Indonesia masuk kwalifikasi piala dunia 2014. aku mau liat bener gak toh! *author ngarep bgt! Go Indonesia *” bentak minho ngotot.

“hyung,,, aku juga lagi liat ipin upin special ramadhan neeh!!! Di korea kan gak ada hyung romadonan!!!*author ngarep bangettt daah!!!*” taemin ikut ngotot-ngotot ma ipin-upin-special-ramadhan-nya.

“sini gak taemin” minho menarik remote yang berada di tangan taemin.

“enggak! Hyung, pergi sana !!!” taemin menarik kembali dan mencoba mempertahankan remote-nya.

“kasiin ke aku!” bentak minho.

“OGAHHH!!! UMMAA!!” taemin gak kalah keras teriaknya. Dan dorm pun ribut banget kaya apaan dah,, piker ndiri! *author minta dibunuh!*

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang dengan kasar merebut remote-yang-diperebutkan-duoMin. Dan mengganti saluran tv dengan berita siang/gossip selebriti. Lalu duduk di karpet depan tv dan membiarkan duoMin terbengong-bengong. Dia adalah,,,

“JINKII HYUNG!!!” teriak duoMin komplak,eh,kompak.

“kalian ribut aja sih! Aku jadi bangun. Duduk kalian berdua! Aku mau liat berita si kim bum sialan itu!” perintah jinki. duoMin pun hanya bisa pasrah dan menurut meliah leader mereka sedang ‘panas’ di hari yang panas ini.

Dan pas sekali reader. Saat itu langsung ada berita dari si kimbum *mian buat fansnya kim sang bum, jongmal mian,, ini hanya ff*.

“selamat siang pemirsa, saya Park Ha Rin akan membawakan berita live dari Hotel Grand Hyatt SEOUL . Dimana disini akan dimulai konfrensi pers tentang Kim Sang Bum dan seorang gadis yang disebut-sebut sebagai kekasihnya,Lim Jin Ji” pembukaan berita yang dibawa reporter barusan langsung membuat jinki naik darah. Ekspresi kesal terpampang jelas diwajahnya. Taemin dan Minhopun ikut merasakan ketegangan yang terjadi. Mereka hanya diam tanpa komentar sama sekali.

~konfrensi pers~

“bagaimana tentang berita tersebut? Bisakah anda jelaskan kepada kami?” Tanya seorang wartawan.

“ya,kami akan menjelaskannya.” Jawab manajer Kim Bum. Kim Bum hanya tersenyum ramah kepada para warta-berita disana.

“Lim Jin Ji, memang benar teman perempuan kim bum. Namun, hanya teman biasa saja. Bukan pacar kim bum. Mereka bertemen dekat sekali. Bagi kim bum. Jinji hanya adik saja. Begitu.” Jelas manajer kim bum.

“lalu bagaimana dengan kencan terbuka waktu itu?” Tanya seorang wartawan.

“oh,itu. Biar kim bum saja yang menjelaskannya,” jawab manajer kim bum. Dia menoleh kea rah kim bum yang ada di sampingnya. Kimbum tersenyum dan mengangguk pertenda mengerti.

“dia, sedang ada masalah. Aku, sebagai orang yang dianggap oppanya sendiri ingin menghiburnya. Namun, jika aku menggunakan penyamaran, aku merasa tidak enak dengannya. Aku merasa kami hanya bisa melakukan sesuatu yang terbatas. Aku ingin menghiburnya dengan bebas tanpa apapun yang berbau entertain dan predikatku sebagai artis saat itu hilang. Aku ingin menjadi teman yang baik dan oppa yang pengertian baginya. Aku sudah memberi tau pada para fansku. Jadi tak ada masalah. Dan semua sudah kurencanakan sampai acara inipun begitu. Aku,jujur bosan sekali dengan gossip. Setiap jalan dengan teman wanitaku, bukan pacar selalu dianggap yang tidak-tidak. Aku sangat tertekan sejujurnya. Fansku sudah kuberi pengertian dan aku bersyukur karna mereka mau mengerti. Dan aku berharap kalian, para wartawan juga mengerti. Aku tidak ingin ada pihak-pihak yang merasa tidak senang dengan gossip-gosip itu. Baik dari aku maupun yang lain. Aku berharap kalian bertanya dulu padaku sebelum kalian menyebarkan berita-berita yang tidak pasti benar atau tidaknya,”

“tapi,bukankah itu pekerjaan para wartawan? Kau ingin kami dipecat ya?!” Tanya seorang wartawan dan dibalas dengan tawa beberapa orang disana, termasuk kimbum.

“bukan begitu. Aku ingin kalian tetap ada. Karna kalian jugalah aku ada disini. Begini. Aku tidak suka menjadi pembohong. Jadi jika ada sesuatu akan langsung kuberi tau kalian. Juga,jika aku sudah memiliki kekasih. Aku berjanji loch! Hahaha, dan aku sekarang sedang mendekati seorang gadis. Dan harus kalian tau! Aku dibantu banyak oleh jii~ya. Jongmal kamsha hamnida jii~ah!”

“benarkah? Siapa gadis itu?” tany wartawan lain.

“rahasia. Jika sudah berhasil akan kuberi tau. Ok? Ohya, jangan,tolong jangan ganggu jinji ya? Aku tidak ingin dia diwawancarai dulu. Aku tidak ingin dia tertekan lebih banyak. Kalian tau kan dia sedang ada masalah. Jadi, kalau ada apa-apa Tanya saja padaku. Arasso?” lanjut kim bum lalu dilanjutkan oleh manajernya.

“yah,sekian acara konfrensi pers kali ini. Kami harap kalian puas. Terima kasih.” Ucap manajer kim bum mengakhiri acara tersebut. Dan berjalan ke dalam mobil hitam yang sedang menunggu mereka. Selama berjalan menuju mobil tak henti-hentinya kimbum membungkukkan badan seraya mengucapkan terima kasih.

~dorm SHINee~

“lihat! Lihat choi minho! Lee taemin! Apa katanya? Oppanya? Aku oppanya! Beraninya dia! Mencoba menghiburnya? Apa! Kau hanya mempersulitnya tau! Menjadi teman baik dan oppa yang pengertian. Apa yang kau mau sih jii~a? aku ini oppamu! Naïf sekali si kimbum ‘sialan’ itu. Awas dia! Dia hanya memanfaatkan jinji! Jujur? Ahh,munafik! Tidak suka dengan gossip? Siapa pula artis yang suka? Pabo!” jinki mencak-mencak tak karuan mendengar berita tersebut. Mondar-mandir mengacung-acungkan tangannya ke tv, minho, taemin dan dirinya sendiri.

“hyung,,, sabar hyung,,,” minho mencoba meredam amarah jinki.

“ani! Apa sih! Bagaimana aku bisa sabar coba minho! Bagaimana! Damn it!” jinki menangkis tangan minho yang akan menyentuhnya.

“hyung,,, tenang dulu,,, lihat hyung,, taemin ketakuatan!” ucap minho lagi sambil menunjuk taemin yang duduk di sudut sofa, menelungkupkan wajahnya diantara lengannya dan kaki yang diangkat sampai menutupi tubuh dan wajahnya.

“argh! Minho ,kau antar aku ke tempat jinji. Taemin kau tunggu kibum dan jonghyun disini.” Perintah jinki.

“tapi,,” sela minho.

“tak ada tapi-tapian ho! Cukup ayo!” jawab jinki. Lalu mereka keluar dorm dan meninggalkan taemin yang menangis sendiri.

Minho segera mengirim pesan pada kibum untuk segera pulang. Dia yang menyetir mobil karna takut jika hyungnya emosi sambil menyetir akan terjadi hal yang tidak diinginkannya. Dan merekapun berangkat.

~still dorm~

CKLEK

“annyoung ,,, kami pulang” ucap kibum dan jonghyun.

“ya,,, kok sepi banget?” lanjut jonghyun sambil noel-noel*bahasanya,,,ckckck* lengan kibum.

“tidur kali hyung,, ah,, bantuin dong hyung,,, berat nih,,,” jawab kibum kesal.

“yee,,,yee,,,” akhirnya jonghyun mengambil 2 kantung kresek dari 5 kantung yang dibawa kibum.

“gitu dong,, dari tadi kek,,” cibir kibum. Dan jonghyun pun ngoceh gak jelas *bales cibiran kibim nehh,,, critanya*.

Mereka menaruh kantung-kantung kresek berisi belanjaan itupun ke dapur. Lalu mereka beristirahat di rung keluarga. Dua-duanya merebahkan dirinya di atas sofa empuk kesayangan mereka.

“huwe,,, lelah!!!”

“sama hyung,”

“kamu tu kalo belanja cerewet yah? Udah kerjaannya nanya mulu,, belum tentu beli lagih… apaan tuh!” ucap jonghyun mencibir kelakuan kibum di supermarket tadi.

“yak!! Hyung!!! Kau itu! Aku kira amnesiamembuat sikapmu berubah hyung,,, ternyata sama ajah tau! Nyebelin dan cerewet!” jawab kibum kesal.

“apaan,,siapa juga yang cerewet dan nyebelin,”

“apa Hyung???!!!” bentak key merasa dirinya diomongin lagi sama jonghyun.

“eh,,, enggak kok,,, enggak,,, “ elak jonghyun “denger suara gak?” Tanya jonghyun.

“suara apa?” jawab kibum penasaran.

“stt!” jonghyun menaaruh telunjuknya di bibirnya dan menajamkan pendengarannya. Kibum mengikuti.

“hiks,,, hiks,,, hiks,,,”

“hah? Suara siapa?” Tanya kibum dan jonghyun bersamaan.

Mereka lalu mengendap-endap dalam diam mencari sumber suara tersebut dan mereka berhenti di depan sebuah kamar. Lalu mereka membuka pintu kamar itu perlahan.dan mendapati taemin tengkurap sambil memeluk bantal. Tubuhnya terlihat bergetar. Jonghyun menatap kibum dan menaikkan kedua alisnya. Kibum membalas dengan mengangkat bahunya. Lalu kibum dan jonghyun duduk di pinggir ranjang taemin. Kibum mengelus punggung taemin perlahan.

“taemin~ah,,, hyung pulang,,, taemin kenapa nangis? Minho sama jinki hyung mana taemin? Taemin,?” Tanya kibum lembut. Ingin sekali kibum menangis melihat taemin.

“hyung,,,” taemin menengadahkan kepalanya,mencari sosok hyung yang paling dirindukannya saat dia sedih. Lalu berbalik dan memeluknya. “hyung,,, hiks,,, hiks,,, hyung,,,”

“iya,iya,, taemin~ah,, waeyo? Taemin,,, cup,,cup,,cup,,,” ucap kibum mencoba menenangkan dongsaengnya yang satu ini.

Taemin melepas pelukannya. Dengan tersendat-sendat dia berkata,”hyung,,, hiks,,,  tadi,, hiks,, a,,,kuh,, dimarain sama,,, hiks,,, jinki hyung,,, huuuwaaa,,,,” akhirnya tangisan yang sedari tadi ditahannya keluar juga.

“hah?” kibum terkejut lalu memeluk taemin lagi dengan erat. “wae taemin~ah? Wae jinki hyung marah?”

“jin,,ki,,, hyung ,,, denger berita di tv soal jinji ma kimbum-ssi. Dia marah hyung,,,. Aku sa,,ma minho,, hiks,,, hyung dibentak,,, trus,,, jinki sama minho hyung katanya mau ke tempatnya jinji,,, mau,,, hiks,, bawa jinji pulang,,, gitu.” Minho mengakhiri kalimatnya dengan susah payah.

“ohh,,, begitu,, taemin sekarang berenti nangis ya? Ayo keluar dulu,, hyung bikin minum dulu buat taemin,,, ayo!” ajak kibum. Lalu mereka keluar dari kamar tersebut. Taemin duduk di sofa bersama jonghyun. Sedangkan kibum membuatkan 3 cangkir teh untuk mereka semua.

“kita akan kesana kan ? Perasaanku gak enak.”Tanya jonghyun pada kibum.

“yee,, “ jawab kibum yang sudah duduk bersama mereka sambil meminum sedikit teh buatannya. “taemin,, minum ya?”

“yee,,hyung.” Jawab taemin.

“kamu tau alamatnya taemin?” Tanya jonghyun, kali ini pada taemin.

“ani,hyung. Yang tau tempatnya Cuma jinji dan jinki hyung.” Jawab taemin.

“kalau begitu minho pasti tau sekarang. Aku akan kirim pesan ke dia.” Ucap kibum.

“yee,, hyung.”

~to: flaming Choi~

Ho,kau dimana? Apa sudah sampai? Aku sudah diceritakan oleh taemin. Kirim alamatnya padaku. Kami akan menyusul! Ppalli!

Pesanpun dikirim. Tak lama ada balasan dari minho.

~from: flaming Choi~

Sudah sampai. Apartment incheon. Jalan utama,,, lampu merah perempatan belok kiri. Ada gang khusus bertuliskan incheon world. Masuk ke situ. Ini satu-satunya apartment disini. Kau akan cepat menemukannya. Cepatlah datang! Lantai 21 no 306. aku khawatir sekali! Ppalli!

“baik,,, alamat sudah. Ayo jalan!” ucap kibum.

“ayo,” koor taemin dan jonghyun bersamaan.

~jinji’s apartment~

“begitu sudah cukup kan ?” Tanya seorang laki-laki.

“yah,, terima kasih oppa. Jongmal kamsha hamnida!” ucap seorang gadis sambil membungkuk 900.

“umm,,, aku senang. Tapi,apa benar kau tidak bisa menerimaku? Aku benar-benar,,,” ucap laki-laki itu lagi sambil memainkan tangannya pertanda gugup.

“mian,,, keadaan kita sekarang tak memungkinkan oppa. Mianhae, jongmal mianhae,” jawab gadis itu. Wajahnya menatap lantai dibawahnya. Dahinya mengkerut,dan diwajahnya terpampang penyesalan yang mendalam.

“apa benar-benar tidak bisa? Apa kau tidak menyukaiku sama sekali? Apa tak ada kesempatan itu?” Tanya laki-laki itu lagi.

“oppa,,, jangan seperti itu. Aku,,, aku suka,,, aku sayang,, namun hanya sebatas itu. Mian, aku takut jika kita memaksakan kehendak, yang terjadi bukanlah hal yang kita berdua inginkan. Akhir yang bahagia. Aku takut ini akan membuatmu tersiksa.” Jawab gadis itu. Kini,mata gadis itu mulai berkaca-kaca. Gadis itu mencoba menahan air bah yang akan membanjiri pipinya itu. Namun gagal. Butiran air mata tak terbendung. Gadis itu menangis. Entah menyesal,,,entah apa,,, yang pasti fikirannya sedang kalut sekarang.

“bukan hanya aku, kau juga,,, tersiksa bukan. Aku baru tau yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan,,, menyakitkan ya?” jawab laki-laki itu. Air matapun sudah jatuh dari kedua matanya yang sipit. Wajahnya tersenyum, namun hatinya menangis. Dan mata tak dapat membohongi siapapun, bahkan diri sendiri. Gadis itu terkejut, mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu. Dia memandang wajah laki-laki itu. Dan dia tambah terkejut melihat butiran air mata yang jatuh, bahkan lebih deras dari air matanya sendiri.

“oppa,,,” ucap jadis itu.

“hapus air matamu jii~ya. Aku senang jika kau bisa selalu disisiku menjadi, adikku yang manis dan ceria seperti biasa.” Jawab laki-laki itu sambil menghapus air matanya. Lalu tersenyum.

“iya,,, bum-ppa,,, pasti,,,” jawab gadis itu. Lalu menghapus airmatanya dan digantikannya dengan senyum mengembang seindah sunflower pagi hari.

“hmm,,, itu baru dongsangku,” ucap laki-laki yang disebut bum tadi sambil mengusap kepala gadis yang disebut jii. Lalu,mereka berdua tersenyum.

TOK! TOK! TOK! Pintu diketuk dengan kasarnya oleh seorang dari luar. Gadis itu langsung berlari ke pintu meninggalkan laki-laki itu sendiri.

“jii~yah! Buka! Ppalli!” ucap seorang namja dari luar pintu sambil terus menggedor pintu tersebut.

“yee,,, tunggu,”

Cklek,pintu dibuka. Betapa terkejutnya gadis itu melihat namja yang ada di depan pintu, yang penuh dengan amarah.

“jinki oppa,”

“jinjii,,, apa maksud si kim bum sialan itu di tv hah? Aku tak terima. Memang kenapa kau ada masalah? Dia boleh membocorkannya sembarangan? Dia oppamu? Jinji,,, aku oppamu tau! Aku! Lee Jinki.” Ucap jinki kesal di depan pintu.

“hyung,,, jangan marah-marah disini,,, lihat hyung,,, banyak yang memerhatikan kita.” Ucap minho, yang sedari tadi membuntuti langkah cepat jinki. Wajahnya sangat khawatir,pastinya karna emosi hyung-nya yang sangat meledak ini.

“jinji, nuguya?” ucap kim bum datang dari dalam ruang keluarga apartment jinji.

“kau!” jinki menunjuk kim bum dan langsung masuk kedalam apartment itu diikuti jinji dan minho. “apa yang kau lakukan disini?”

“lee jin kii-ssi,,, kau kenapa?” jawab kim bum bingung.

“aku? Kau tak tau siapa aku? Aku lee jinki kakak misan Lim Jin JI. Kau tahu kan sekarang?” jawab jinki ketus.

“kau,,,” kim bum terkejut.

“iya, kau tau kan sekarang? Lalu apa maksudmu menjadi oppa baginya hah? Kau mau sok jadi penolongnya hah? Dia tak butuh kau! Kamu itu bukan siapa-siapa. Kau juga tak kenal dia kan ? Jangan suka sok tau mencampuri urusan orang!” histeris jinki. Wajahnya merah-padam. Seakan mau meledak.

“bukan begitu. Bukan itu maksudku aku,,,” jawab kimbum. Dan langsung disela jinki.

“bukan apanya? Lalu kamu jinji. Ngapain jalan sama dia? Juga cerita-cerita itu padanya?” kini giliran jinji yang jadi sasaran kemarahan jinki.

“oppa,” ucap jinji.

“kamu bener oppanya? Lalu lihatlah apa yang kau lakukan padanya jinki-ssi! Lihat,,, kau membuatnya tertekan! Sok tau? Aku memang tau! Biarkan dia cerita! Biar hatinya tenang. Kau munafik dan kejam! Kau tidak terima dia dekat denganku? Lalu dengan siapa lagi? Denganmu? Kemana saja kau saat dia butuh? Aku tau kau oppanya dan dia tinggal di dorm shinee. Kemana juga mereka saat dia butuh? Aku tak habis fakir. Tau? Dia itu lebih hebat dariku soal acting. Dia menutupi segalanya dari kalian. Segala kesedihan dan amarahnya. Dia selalu mengerti kalian semua dan apa? Apa kalian pernah memerhatikannya dan mengerti dia? Tidakkan?” ucap kimbum panjang lebar. Kini amarahnya sudah tersulut dan langsung meledak.

Jinki terhenyak. Dia menjatuhkan dirinya di sofa merah jinji. Mengacak-acak rambutnya. Frustasi.

“sekarang apa lagi yang mau kau katakana jinki-ssi?” ucap kim bum.

“oppa,,, sudahlah. Ini masalahku,,, akan kuselsaikan sendiri. Gomawo atas bantuannya. Oppa, lebih baik oppa pulang, oppa masih ada jadwal lagi kan ?” ucap jinji.

Kim bum menghela nafas. Dia mengacak-acak rambut jinji. “yaa,, maaf, aku terlalu emosi. Aku pergi dulu. Selsaikan urusanmu. Minho-ssi aku pamit. Jinki-ssi. Pikirkan perkataanku tadi!” jawab kim bum dan langsung keluar dari apartment jinji. Dia sembat berbisik nanti kabari aku, pada jinji sebelum pergi. Dan dijawab anggukan jinji.

Jinki menunduk. Kedua tangannya tetap berada di kepalanya. “kau bahkan tau jadwalnya ya?” ucap jinki lirih,,,. Dia menangis.

“oppa,” ucap jinji. Dia menjatuhkan lututnya ke lantai lalu menggenggam tangan jinki. “aku sayang oppa, percayalah! Bukan aku tidak menganggap. Namun oppa selalu sibuk. Dan apa yang bisa jii lakukan? SHINee sangat terkenal. Tak ada yang salah dan benar disini. Aku tidak ada hubungan khusus dengan kim bum oppa. Dia temanku. Hanya itu. Aku suka petuah-petuah yang dia berikan padaku dalam setiap masalahku. Aku merasa nyaman berbicara dengannya. Dia juga tidak memberi tau siapapun sama seperti rahasianya di tanganku. Aman. Kami sama-sama memiliki rahasia dan masalah. Lalu kami berbagi. Hanya sebatas itu. Tenang saja aku tidak benci atau apa pada oppa juga shinee. Saat kalian sibuk,aku tidak mau mengganggu. Kalau kalian senggang baru, aku suka cerita kan pada kalian? Hanya saja kalian banyak subuknya. Haha, aku sudah addicted sama shinee. Aku cinta kalian. Tolong jangan seperti ini. Kalau disuruh memilih,,, aku tetap akan memilihmu, oppaku!” jinji menatap mata jinki dalam. Dan jinkipun melakukan hal yang sama.

“jii~yah,,,” ucap seorang laki-laki dari balik tembok. Taemin. Ternyata saat kimbum keluar, kibum,jonghyun dan taemin datang.

“oppa,” jawab jinji dan langsung memeluk taemin. “bogoshipoyo~!”

“nadoo bogoshipo~” jawab taemin.lalu jonghyun dan kibum keluar dari balik tempat persembunyian mereka.

“oppa” jinji tersenyum senang. Jonghyun membalas senyum. Namun,kibum menundukkan kepalanya saja.

Lalu mereka bercengkrama beberapa saat.

“ayo pulang, ini sudah malam.” Ucap jinki.

“iyaya,” jawab minho.

“ayo pulang jii~ya.” Ajak taemin senang.

“ani,oppa.” Jawab jinji. Taemin terkejut. “masih ada beberapa urusan lagi. Masih belum bisa kembali.

“jicayo? Urusan apa lagi?” Tanya jonghyun.

“yah,, lumayan banyak. Oppa,apa ingatanmua kembali?” tanya jinji,

“ani,” jawab jonghyun sedih.

“nanti pasti kembali. HWAITING!” ucap jinji memberi semangat.

“gomawoyo,” jawab jonghyun.

“jadi kalian akan pulang? Benar, ini sudah malam ya? Hahaha.” Ucap jinji lagi.

“kalau begitu kami pulang dulu,” ucap jinki seraya memeluk jinji.

“yee,,,jal ga oppadeul!” ucap jinji.

“nthe,,, annyoung!” jawab taemin,minho dan jonghyun. Dan merekapun pergi.

“aku,,, belum bisa pulang,,, karna masih ada satu lagi yang belum ingin aku pulang taemin oppa.” Ucap jinji saat mereka sudah pergi. Lalu dia berjalan kea rah balkon. Jinji menatap langit yang mendung tanpa bintang.

“kim ki bum,” bisiknya sambil tersenyum lirih. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan.

~ to: B0EM~

Sudah selesai. Tapi aku belum pulang. Semoga kau mimpi indah oppa! ^_^

Tak berapa lama pesan jawabanpun datang.

~from: B0EM~

Ya,,, syukurlah. Jangan cepat pulanglah. Semoga kau mimpi indah juga! *0*

Jinji tersenyum melihat pesan tersebut. Dan dia mematikan seluruh lampu yang tidak diperlukan. Lalu pegi tidur.

Akankah jinji kembali ke Dorm SHINee? Bagaimana dengan kibum? Lalu kelanjutan ff yang makin lama makin seret ajah ceritanya ini? Saksikan di episode berikutnya!

Ps: kibum yang kumaksud merasa bersalah itu di ff ini! Bukan ff lain. Mian,kalo aku buat kalian bingung ! ~_~, mianhaeyo~~~~,,,

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

VAMPIRE ACTIVITES – PART 1

VAMPIRE ACTIVITIES

AUTHOR: Kan Ah Ra (dubudays) and Shin Cha Ra

MAIN CAST: All member SHINee especially Lee Taemin and Choi Minho

GENRE: FRIENDSHIP, FANTASY

TYPE: SEQUEL

N.B:

Annyeong haseyo 😀

Ini adalah fan fiction debut saya dan teman saya, Shin Cha Ra. Shin Cha Ra sebagai menyumbang ide dan saya sebagai pengolah kata, keke. Maaf banget kalau ceritanya aneh dan gak masuk akal. This is just our imagination, hope you all like it and give your comment  😀  . Cerita ini terinspirasi dari beberapa cerita ttg vampire, salah satunya  twilight saga, dan sisanya adalah imaginasi kita sendiri. Enjoy 😀

Kamsahamnida~

Warning: we don’t own SHINee, their belongs to God. But we do own the story. We hate you plagiator!!

PART 1

Taemin POV

Kalau aku mau jujur, aku tak pernah menyukai keadaanku sekarang. Tidak pernah tidur, tidak menyukai makanan manusia, tapi sangat menyukai darah. Ya, aku adalah vampire. Umurku sudah 166 tahun. Hm, sebenarnya aku berubah menjadi vampire saat umurku 16 tahun, jadi lebih tepatnya, umurku 16 tahun selama 150 tahun. Aku awet muda, kan? Oh iya, aku juga punya kemampuan untuk melihat masa depan, dan itu sangat membantuku di kehidupan abadiku bertahun-tahun kemudian.

Sedihnya, aku sangat kesepian. Aku tidak berniat bergabung pada kelompok-kelompok vampire negara manapun. Saat masih menjadi manusia pun aku tak pernah pandai bergaul.  Tapi untuk membuat kelompok vampire kecil kurasa tak terlalu sulit….

End of Taemin POV

“KKYAAAA, ITU 4Shining Kkotminam!!”

“OPPA!!”

“MINHO-YAA!”

ONEW!! LIAT NOONA DISINI, KKYAAA!!” para fans meneriaki 4Shining Kkotminam.

“hyung,ayo cepat jalannya, aku takut nih.” Key menyikut pinggang Onew. Key pernah hampir dicium seorang noona saat berjalan ditengah kerumunan fans. Makanya, sampai saat ini dia sangat takut dikeramaian fans. Bukan berarti dia tidak suka fans, hanya berjaga-jaga saja,katanya.

“oke,oke. Manager hyung, mana mobilnya?” onew bertanya pada manager 4Shining Kkotminam.

“sabar, mobilnya kehalang fans, makanya gak bisa jalan.” Manager menjelaskan.”ah itu dia! Ppalli ppalli!” kata manager sambil agak mendorong kerumunan fans untuk memberi jalan kepada 4Shining Kkotminam.

Di mobil…

“kibum-ah, menurutmu, vampire itu seperti apa? Aku jadi tertarik dengan ceritamu yang semalam.” Minho memulai percakapan dengan Key.

“vampire? Hm, menurut buku yang kubaca, tubuh mereka sangat bagus, pucat seperti seprai, dan seperti sudah lama tidak tidur nyenyak karena mereka punya kantung mata ” Key menjawab pertanyaan minho. “ kau tahu, sejak aku membaca buku itu aku jadi terobsesi pada vampire!  Hahaha..”

“dasar orang aneh..” minho mengguman tak jelas.

“mwo? Bicara apa kau?”

“eh.. aniyeyo…”

***

Malam semakin larut, anggota 4Shining Kkotminam tertidur di van mereka. Jarak perjalanan dari tempat show tadi dengan dorm mereka cukup jauh. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang sangat sepi. Dan tiba-tiba…

“YA TUHAN ADA APA INI?! MOBILNYA TIDAK BISA DI REM!” supir berteriak panik. “hei kalian semua, bangun!! Ya tuhan, tolong kami.” Minho perlahan bangun.

“ajusshi, jinjjayo? Jangan bercanda! Ottokkeyo?! “ minho panik dan membangunkan Key yang ada disebelahnya.

“Ya Tuhan, maafkan aku mencelakakan mereka, maafkan aku semua.”

“ajusshiii!!!!”

BRRAAAAKK!!

Van 4Shining Kkotminam menghantam trotoar jalan. Keadaan mobil sudah rusak parah. Keadaan jalan sangat sepi, tidak ada yang menolong mereka. Keadaan penumpang saat mengenaskan. Mereka tertimpa mobil yang rusak parah. Nyawa member 4Shining Kkotminam sudah berada diambang kematian…

Minho POV

AH! Aku tidak bisa merasakan kakiku lagi. Kudengar suara rintihan Jonghyun hyung yang tak jauh dariku.

“hyung?” panggilku lirih

“n..ne?” Jonghyun hyung menjawab terbata-bata. “minho, aku takut.” Jonghyun hyung mulai menangis.

“kwenchana, hyung. Aku akan temani hyung.” Aku menjawab lemah.

Aigoo, pandanganku mulai kabur dan nafasku jadi sesak. Segala kenanganku bersama 4Shining Kkotminam mulai dari awal debut membanjiri pikiranku. Saat-saat sulit yang kulalui saat mulai beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa halmoni. Saat Onew hyung menenangkanku ketika menangis karena iri melihat kasih sayang kedua orang tua Key. Saat aku diajari Jonghyun hyung teknik bernyanyi yang baik. Semua itu terulang seperti sebuah film yang dipasang didepan mataku. Ah, mungkin ini rasanya menjemput kematian. Omma, appa, aku akan bertemu kalian. Aku rindu kalian, walaupun yang selama ini kulihat hanya foto kalian berdua. Aku akan segera bertemu kalian…

End of Minho POV

Taemin POV

Aku tersentak dari lamunanku. Ck, ternyata visionku tentang 4Shining Kkotminam benar. Aku harus segera menjemput mereka. Kuambil kunci mobilku dan segera tancap gas ke tempat kecelakaan.

Aku tidak boleh terlambat menyelamatkan mereka, 4Shining Kkotminam. Sudah kuduga, aku seperti punya ikatan dengan mereka.

Ya Tuhan, untung saja disini sepi. Tak ada yang menyadari kejadian ini.  Orang pertama yang kutemukan berperawakan jangkung dan berambut gondrong. Segera kugendong dia ke trotoar dan ku cek denyut  nadinya. Masih hidup, tapi tidak akan lama. Tak ada waktu lagi. Kusapukan bibirku di leher dan pegelangan tangannya. Kudengar suara kulit leher dan pergelangan tangannya robek akibat gigiku. Kujilat luka robekan gigiku agar racunku bekerja sempuna. Perfect!

Aku mengangkat bangkai mobil yang menimpa member 4Shining Kkotminam. Setelah kurubah si jangkung, sekarang aku merubah si rambut pelangi. Aneh-aneh saja style jaman sekarang. Jaman aku remaja dulu yang ada hanya warna hitam untuk rambut. Yang berikutnya si rambut pelangi blonde. Lalu yang terakhir si rambut coklat. Setidaknya dia yang paling normal.

Hei, ternyata masih ada dua orang lagi yang terjebak dibawah rongsokan mobil! Tapi aku tidak melihat wajah mereka di future vision ku. Ah masa bodolah, mungkin mereka Cuma supir dan manager. Masih banyak orang yang belum punya pekerjaan dan menginginkan pekerjaan ini.

Kuangkat badan-badan setengah vampire ini menuju mobilku. Akan kubawa mereka ke rumahku, biar kujelaskan masalah ini setelah mereka setelah bertransformasi secara sempurna.

End of Taemin POV

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF