When Jonghyun Get Amnesia – Part 6

When Jonghyun Get Amnesia

Part 6

By: Litha_Nisa/Lita_cs/ Lim Jin Ji

Annyoung,jii~ya in here! Huwe,,,, otak lagi mumet!!! Ga tau dah gimana kelanjutan ff jagelas-banget-bibit-bebet-bobotnya ini! But, hope u like this! And don’t forget to comment okey?!

~ dorm SHINee di siang hari yang panas *dalam konteks apapun*~

– still Author POV-

Minho dan Taemin sedang menonton tv di ruang keluarga. Dan seperti biasa mereka berebutan remote control tv satu-satunya itu. Kibum dan Jonghyun sedang keluar membeli kebutuhan dapur yang sudah habis seperti odol, sabun, sikat (?), sikat gigi*sikat gigi bisa abis?* dan sabun cuci essay *sponsor disensor,wkwkwk*. *masya allah, ini kan peralatan kamar mandi bukan dapur*

Author: yah,,, kan udah dibilang otak saya lagi konslet! Whehehehehehe,,,!!!

Ikan hiu ikan cucut,,,,

Yuuk lanjuut!!!!

Dan sang Leader sedang bersemayam di dalam kamar. *Onew: orang lagi marah dibilang bersemayam,, belum pernah dicium sama ondubu ya?!**Author: belum tuh! (sok cool) mau dunk!!! (muka mesum)* *buagk! Ditabok reader, wkwkwk*.

“taemin~ah,,, aku mau liat berita bola dulu! Tadi aku liat Indonesia masuk kwalifikasi piala dunia 2014. aku mau liat bener gak toh! *author ngarep bgt! Go Indonesia *” bentak minho ngotot.

“hyung,,, aku juga lagi liat ipin upin special ramadhan neeh!!! Di korea kan gak ada hyung romadonan!!!*author ngarep bangettt daah!!!*” taemin ikut ngotot-ngotot ma ipin-upin-special-ramadhan-nya.

“sini gak taemin” minho menarik remote yang berada di tangan taemin.

“enggak! Hyung, pergi sana !!!” taemin menarik kembali dan mencoba mempertahankan remote-nya.

“kasiin ke aku!” bentak minho.

“OGAHHH!!! UMMAA!!” taemin gak kalah keras teriaknya. Dan dorm pun ribut banget kaya apaan dah,, piker ndiri! *author minta dibunuh!*

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang dengan kasar merebut remote-yang-diperebutkan-duoMin. Dan mengganti saluran tv dengan berita siang/gossip selebriti. Lalu duduk di karpet depan tv dan membiarkan duoMin terbengong-bengong. Dia adalah,,,

“JINKII HYUNG!!!” teriak duoMin komplak,eh,kompak.

“kalian ribut aja sih! Aku jadi bangun. Duduk kalian berdua! Aku mau liat berita si kim bum sialan itu!” perintah jinki. duoMin pun hanya bisa pasrah dan menurut meliah leader mereka sedang ‘panas’ di hari yang panas ini.

Dan pas sekali reader. Saat itu langsung ada berita dari si kimbum *mian buat fansnya kim sang bum, jongmal mian,, ini hanya ff*.

“selamat siang pemirsa, saya Park Ha Rin akan membawakan berita live dari Hotel Grand Hyatt SEOUL . Dimana disini akan dimulai konfrensi pers tentang Kim Sang Bum dan seorang gadis yang disebut-sebut sebagai kekasihnya,Lim Jin Ji” pembukaan berita yang dibawa reporter barusan langsung membuat jinki naik darah. Ekspresi kesal terpampang jelas diwajahnya. Taemin dan Minhopun ikut merasakan ketegangan yang terjadi. Mereka hanya diam tanpa komentar sama sekali.

~konfrensi pers~

“bagaimana tentang berita tersebut? Bisakah anda jelaskan kepada kami?” Tanya seorang wartawan.

“ya,kami akan menjelaskannya.” Jawab manajer Kim Bum. Kim Bum hanya tersenyum ramah kepada para warta-berita disana.

“Lim Jin Ji, memang benar teman perempuan kim bum. Namun, hanya teman biasa saja. Bukan pacar kim bum. Mereka bertemen dekat sekali. Bagi kim bum. Jinji hanya adik saja. Begitu.” Jelas manajer kim bum.

“lalu bagaimana dengan kencan terbuka waktu itu?” Tanya seorang wartawan.

“oh,itu. Biar kim bum saja yang menjelaskannya,” jawab manajer kim bum. Dia menoleh kea rah kim bum yang ada di sampingnya. Kimbum tersenyum dan mengangguk pertenda mengerti.

“dia, sedang ada masalah. Aku, sebagai orang yang dianggap oppanya sendiri ingin menghiburnya. Namun, jika aku menggunakan penyamaran, aku merasa tidak enak dengannya. Aku merasa kami hanya bisa melakukan sesuatu yang terbatas. Aku ingin menghiburnya dengan bebas tanpa apapun yang berbau entertain dan predikatku sebagai artis saat itu hilang. Aku ingin menjadi teman yang baik dan oppa yang pengertian baginya. Aku sudah memberi tau pada para fansku. Jadi tak ada masalah. Dan semua sudah kurencanakan sampai acara inipun begitu. Aku,jujur bosan sekali dengan gossip. Setiap jalan dengan teman wanitaku, bukan pacar selalu dianggap yang tidak-tidak. Aku sangat tertekan sejujurnya. Fansku sudah kuberi pengertian dan aku bersyukur karna mereka mau mengerti. Dan aku berharap kalian, para wartawan juga mengerti. Aku tidak ingin ada pihak-pihak yang merasa tidak senang dengan gossip-gosip itu. Baik dari aku maupun yang lain. Aku berharap kalian bertanya dulu padaku sebelum kalian menyebarkan berita-berita yang tidak pasti benar atau tidaknya,”

“tapi,bukankah itu pekerjaan para wartawan? Kau ingin kami dipecat ya?!” Tanya seorang wartawan dan dibalas dengan tawa beberapa orang disana, termasuk kimbum.

“bukan begitu. Aku ingin kalian tetap ada. Karna kalian jugalah aku ada disini. Begini. Aku tidak suka menjadi pembohong. Jadi jika ada sesuatu akan langsung kuberi tau kalian. Juga,jika aku sudah memiliki kekasih. Aku berjanji loch! Hahaha, dan aku sekarang sedang mendekati seorang gadis. Dan harus kalian tau! Aku dibantu banyak oleh jii~ya. Jongmal kamsha hamnida jii~ah!”

“benarkah? Siapa gadis itu?” tany wartawan lain.

“rahasia. Jika sudah berhasil akan kuberi tau. Ok? Ohya, jangan,tolong jangan ganggu jinji ya? Aku tidak ingin dia diwawancarai dulu. Aku tidak ingin dia tertekan lebih banyak. Kalian tau kan dia sedang ada masalah. Jadi, kalau ada apa-apa Tanya saja padaku. Arasso?” lanjut kim bum lalu dilanjutkan oleh manajernya.

“yah,sekian acara konfrensi pers kali ini. Kami harap kalian puas. Terima kasih.” Ucap manajer kim bum mengakhiri acara tersebut. Dan berjalan ke dalam mobil hitam yang sedang menunggu mereka. Selama berjalan menuju mobil tak henti-hentinya kimbum membungkukkan badan seraya mengucapkan terima kasih.

~dorm SHINee~

“lihat! Lihat choi minho! Lee taemin! Apa katanya? Oppanya? Aku oppanya! Beraninya dia! Mencoba menghiburnya? Apa! Kau hanya mempersulitnya tau! Menjadi teman baik dan oppa yang pengertian. Apa yang kau mau sih jii~a? aku ini oppamu! Naïf sekali si kimbum ‘sialan’ itu. Awas dia! Dia hanya memanfaatkan jinji! Jujur? Ahh,munafik! Tidak suka dengan gossip? Siapa pula artis yang suka? Pabo!” jinki mencak-mencak tak karuan mendengar berita tersebut. Mondar-mandir mengacung-acungkan tangannya ke tv, minho, taemin dan dirinya sendiri.

“hyung,,, sabar hyung,,,” minho mencoba meredam amarah jinki.

“ani! Apa sih! Bagaimana aku bisa sabar coba minho! Bagaimana! Damn it!” jinki menangkis tangan minho yang akan menyentuhnya.

“hyung,,, tenang dulu,,, lihat hyung,, taemin ketakuatan!” ucap minho lagi sambil menunjuk taemin yang duduk di sudut sofa, menelungkupkan wajahnya diantara lengannya dan kaki yang diangkat sampai menutupi tubuh dan wajahnya.

“argh! Minho ,kau antar aku ke tempat jinji. Taemin kau tunggu kibum dan jonghyun disini.” Perintah jinki.

“tapi,,” sela minho.

“tak ada tapi-tapian ho! Cukup ayo!” jawab jinki. Lalu mereka keluar dorm dan meninggalkan taemin yang menangis sendiri.

Minho segera mengirim pesan pada kibum untuk segera pulang. Dia yang menyetir mobil karna takut jika hyungnya emosi sambil menyetir akan terjadi hal yang tidak diinginkannya. Dan merekapun berangkat.

~still dorm~

CKLEK

“annyoung ,,, kami pulang” ucap kibum dan jonghyun.

“ya,,, kok sepi banget?” lanjut jonghyun sambil noel-noel*bahasanya,,,ckckck* lengan kibum.

“tidur kali hyung,, ah,, bantuin dong hyung,,, berat nih,,,” jawab kibum kesal.

“yee,,,yee,,,” akhirnya jonghyun mengambil 2 kantung kresek dari 5 kantung yang dibawa kibum.

“gitu dong,, dari tadi kek,,” cibir kibum. Dan jonghyun pun ngoceh gak jelas *bales cibiran kibim nehh,,, critanya*.

Mereka menaruh kantung-kantung kresek berisi belanjaan itupun ke dapur. Lalu mereka beristirahat di rung keluarga. Dua-duanya merebahkan dirinya di atas sofa empuk kesayangan mereka.

“huwe,,, lelah!!!”

“sama hyung,”

“kamu tu kalo belanja cerewet yah? Udah kerjaannya nanya mulu,, belum tentu beli lagih… apaan tuh!” ucap jonghyun mencibir kelakuan kibum di supermarket tadi.

“yak!! Hyung!!! Kau itu! Aku kira amnesiamembuat sikapmu berubah hyung,,, ternyata sama ajah tau! Nyebelin dan cerewet!” jawab kibum kesal.

“apaan,,siapa juga yang cerewet dan nyebelin,”

“apa Hyung???!!!” bentak key merasa dirinya diomongin lagi sama jonghyun.

“eh,,, enggak kok,,, enggak,,, “ elak jonghyun “denger suara gak?” Tanya jonghyun.

“suara apa?” jawab kibum penasaran.

“stt!” jonghyun menaaruh telunjuknya di bibirnya dan menajamkan pendengarannya. Kibum mengikuti.

“hiks,,, hiks,,, hiks,,,”

“hah? Suara siapa?” Tanya kibum dan jonghyun bersamaan.

Mereka lalu mengendap-endap dalam diam mencari sumber suara tersebut dan mereka berhenti di depan sebuah kamar. Lalu mereka membuka pintu kamar itu perlahan.dan mendapati taemin tengkurap sambil memeluk bantal. Tubuhnya terlihat bergetar. Jonghyun menatap kibum dan menaikkan kedua alisnya. Kibum membalas dengan mengangkat bahunya. Lalu kibum dan jonghyun duduk di pinggir ranjang taemin. Kibum mengelus punggung taemin perlahan.

“taemin~ah,,, hyung pulang,,, taemin kenapa nangis? Minho sama jinki hyung mana taemin? Taemin,?” Tanya kibum lembut. Ingin sekali kibum menangis melihat taemin.

“hyung,,,” taemin menengadahkan kepalanya,mencari sosok hyung yang paling dirindukannya saat dia sedih. Lalu berbalik dan memeluknya. “hyung,,, hiks,,, hiks,,, hyung,,,”

“iya,iya,, taemin~ah,, waeyo? Taemin,,, cup,,cup,,cup,,,” ucap kibum mencoba menenangkan dongsaengnya yang satu ini.

Taemin melepas pelukannya. Dengan tersendat-sendat dia berkata,”hyung,,, hiks,,,  tadi,, hiks,, a,,,kuh,, dimarain sama,,, hiks,,, jinki hyung,,, huuuwaaa,,,,” akhirnya tangisan yang sedari tadi ditahannya keluar juga.

“hah?” kibum terkejut lalu memeluk taemin lagi dengan erat. “wae taemin~ah? Wae jinki hyung marah?”

“jin,,ki,,, hyung ,,, denger berita di tv soal jinji ma kimbum-ssi. Dia marah hyung,,,. Aku sa,,ma minho,, hiks,,, hyung dibentak,,, trus,,, jinki sama minho hyung katanya mau ke tempatnya jinji,,, mau,,, hiks,, bawa jinji pulang,,, gitu.” Minho mengakhiri kalimatnya dengan susah payah.

“ohh,,, begitu,, taemin sekarang berenti nangis ya? Ayo keluar dulu,, hyung bikin minum dulu buat taemin,,, ayo!” ajak kibum. Lalu mereka keluar dari kamar tersebut. Taemin duduk di sofa bersama jonghyun. Sedangkan kibum membuatkan 3 cangkir teh untuk mereka semua.

“kita akan kesana kan ? Perasaanku gak enak.”Tanya jonghyun pada kibum.

“yee,, “ jawab kibum yang sudah duduk bersama mereka sambil meminum sedikit teh buatannya. “taemin,, minum ya?”

“yee,,hyung.” Jawab taemin.

“kamu tau alamatnya taemin?” Tanya jonghyun, kali ini pada taemin.

“ani,hyung. Yang tau tempatnya Cuma jinji dan jinki hyung.” Jawab taemin.

“kalau begitu minho pasti tau sekarang. Aku akan kirim pesan ke dia.” Ucap kibum.

“yee,, hyung.”

~to: flaming Choi~

Ho,kau dimana? Apa sudah sampai? Aku sudah diceritakan oleh taemin. Kirim alamatnya padaku. Kami akan menyusul! Ppalli!

Pesanpun dikirim. Tak lama ada balasan dari minho.

~from: flaming Choi~

Sudah sampai. Apartment incheon. Jalan utama,,, lampu merah perempatan belok kiri. Ada gang khusus bertuliskan incheon world. Masuk ke situ. Ini satu-satunya apartment disini. Kau akan cepat menemukannya. Cepatlah datang! Lantai 21 no 306. aku khawatir sekali! Ppalli!

“baik,,, alamat sudah. Ayo jalan!” ucap kibum.

“ayo,” koor taemin dan jonghyun bersamaan.

~jinji’s apartment~

“begitu sudah cukup kan ?” Tanya seorang laki-laki.

“yah,, terima kasih oppa. Jongmal kamsha hamnida!” ucap seorang gadis sambil membungkuk 900.

“umm,,, aku senang. Tapi,apa benar kau tidak bisa menerimaku? Aku benar-benar,,,” ucap laki-laki itu lagi sambil memainkan tangannya pertanda gugup.

“mian,,, keadaan kita sekarang tak memungkinkan oppa. Mianhae, jongmal mianhae,” jawab gadis itu. Wajahnya menatap lantai dibawahnya. Dahinya mengkerut,dan diwajahnya terpampang penyesalan yang mendalam.

“apa benar-benar tidak bisa? Apa kau tidak menyukaiku sama sekali? Apa tak ada kesempatan itu?” Tanya laki-laki itu lagi.

“oppa,,, jangan seperti itu. Aku,,, aku suka,,, aku sayang,, namun hanya sebatas itu. Mian, aku takut jika kita memaksakan kehendak, yang terjadi bukanlah hal yang kita berdua inginkan. Akhir yang bahagia. Aku takut ini akan membuatmu tersiksa.” Jawab gadis itu. Kini,mata gadis itu mulai berkaca-kaca. Gadis itu mencoba menahan air bah yang akan membanjiri pipinya itu. Namun gagal. Butiran air mata tak terbendung. Gadis itu menangis. Entah menyesal,,,entah apa,,, yang pasti fikirannya sedang kalut sekarang.

“bukan hanya aku, kau juga,,, tersiksa bukan. Aku baru tau yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan,,, menyakitkan ya?” jawab laki-laki itu. Air matapun sudah jatuh dari kedua matanya yang sipit. Wajahnya tersenyum, namun hatinya menangis. Dan mata tak dapat membohongi siapapun, bahkan diri sendiri. Gadis itu terkejut, mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu. Dia memandang wajah laki-laki itu. Dan dia tambah terkejut melihat butiran air mata yang jatuh, bahkan lebih deras dari air matanya sendiri.

“oppa,,,” ucap jadis itu.

“hapus air matamu jii~ya. Aku senang jika kau bisa selalu disisiku menjadi, adikku yang manis dan ceria seperti biasa.” Jawab laki-laki itu sambil menghapus air matanya. Lalu tersenyum.

“iya,,, bum-ppa,,, pasti,,,” jawab gadis itu. Lalu menghapus airmatanya dan digantikannya dengan senyum mengembang seindah sunflower pagi hari.

“hmm,,, itu baru dongsangku,” ucap laki-laki yang disebut bum tadi sambil mengusap kepala gadis yang disebut jii. Lalu,mereka berdua tersenyum.

TOK! TOK! TOK! Pintu diketuk dengan kasarnya oleh seorang dari luar. Gadis itu langsung berlari ke pintu meninggalkan laki-laki itu sendiri.

“jii~yah! Buka! Ppalli!” ucap seorang namja dari luar pintu sambil terus menggedor pintu tersebut.

“yee,,, tunggu,”

Cklek,pintu dibuka. Betapa terkejutnya gadis itu melihat namja yang ada di depan pintu, yang penuh dengan amarah.

“jinki oppa,”

“jinjii,,, apa maksud si kim bum sialan itu di tv hah? Aku tak terima. Memang kenapa kau ada masalah? Dia boleh membocorkannya sembarangan? Dia oppamu? Jinji,,, aku oppamu tau! Aku! Lee Jinki.” Ucap jinki kesal di depan pintu.

“hyung,,, jangan marah-marah disini,,, lihat hyung,,, banyak yang memerhatikan kita.” Ucap minho, yang sedari tadi membuntuti langkah cepat jinki. Wajahnya sangat khawatir,pastinya karna emosi hyung-nya yang sangat meledak ini.

“jinji, nuguya?” ucap kim bum datang dari dalam ruang keluarga apartment jinji.

“kau!” jinki menunjuk kim bum dan langsung masuk kedalam apartment itu diikuti jinji dan minho. “apa yang kau lakukan disini?”

“lee jin kii-ssi,,, kau kenapa?” jawab kim bum bingung.

“aku? Kau tak tau siapa aku? Aku lee jinki kakak misan Lim Jin JI. Kau tahu kan sekarang?” jawab jinki ketus.

“kau,,,” kim bum terkejut.

“iya, kau tau kan sekarang? Lalu apa maksudmu menjadi oppa baginya hah? Kau mau sok jadi penolongnya hah? Dia tak butuh kau! Kamu itu bukan siapa-siapa. Kau juga tak kenal dia kan ? Jangan suka sok tau mencampuri urusan orang!” histeris jinki. Wajahnya merah-padam. Seakan mau meledak.

“bukan begitu. Bukan itu maksudku aku,,,” jawab kimbum. Dan langsung disela jinki.

“bukan apanya? Lalu kamu jinji. Ngapain jalan sama dia? Juga cerita-cerita itu padanya?” kini giliran jinji yang jadi sasaran kemarahan jinki.

“oppa,” ucap jinji.

“kamu bener oppanya? Lalu lihatlah apa yang kau lakukan padanya jinki-ssi! Lihat,,, kau membuatnya tertekan! Sok tau? Aku memang tau! Biarkan dia cerita! Biar hatinya tenang. Kau munafik dan kejam! Kau tidak terima dia dekat denganku? Lalu dengan siapa lagi? Denganmu? Kemana saja kau saat dia butuh? Aku tau kau oppanya dan dia tinggal di dorm shinee. Kemana juga mereka saat dia butuh? Aku tak habis fakir. Tau? Dia itu lebih hebat dariku soal acting. Dia menutupi segalanya dari kalian. Segala kesedihan dan amarahnya. Dia selalu mengerti kalian semua dan apa? Apa kalian pernah memerhatikannya dan mengerti dia? Tidakkan?” ucap kimbum panjang lebar. Kini amarahnya sudah tersulut dan langsung meledak.

Jinki terhenyak. Dia menjatuhkan dirinya di sofa merah jinji. Mengacak-acak rambutnya. Frustasi.

“sekarang apa lagi yang mau kau katakana jinki-ssi?” ucap kim bum.

“oppa,,, sudahlah. Ini masalahku,,, akan kuselsaikan sendiri. Gomawo atas bantuannya. Oppa, lebih baik oppa pulang, oppa masih ada jadwal lagi kan ?” ucap jinji.

Kim bum menghela nafas. Dia mengacak-acak rambut jinji. “yaa,, maaf, aku terlalu emosi. Aku pergi dulu. Selsaikan urusanmu. Minho-ssi aku pamit. Jinki-ssi. Pikirkan perkataanku tadi!” jawab kim bum dan langsung keluar dari apartment jinji. Dia sembat berbisik nanti kabari aku, pada jinji sebelum pergi. Dan dijawab anggukan jinji.

Jinki menunduk. Kedua tangannya tetap berada di kepalanya. “kau bahkan tau jadwalnya ya?” ucap jinki lirih,,,. Dia menangis.

“oppa,” ucap jinji. Dia menjatuhkan lututnya ke lantai lalu menggenggam tangan jinki. “aku sayang oppa, percayalah! Bukan aku tidak menganggap. Namun oppa selalu sibuk. Dan apa yang bisa jii lakukan? SHINee sangat terkenal. Tak ada yang salah dan benar disini. Aku tidak ada hubungan khusus dengan kim bum oppa. Dia temanku. Hanya itu. Aku suka petuah-petuah yang dia berikan padaku dalam setiap masalahku. Aku merasa nyaman berbicara dengannya. Dia juga tidak memberi tau siapapun sama seperti rahasianya di tanganku. Aman. Kami sama-sama memiliki rahasia dan masalah. Lalu kami berbagi. Hanya sebatas itu. Tenang saja aku tidak benci atau apa pada oppa juga shinee. Saat kalian sibuk,aku tidak mau mengganggu. Kalau kalian senggang baru, aku suka cerita kan pada kalian? Hanya saja kalian banyak subuknya. Haha, aku sudah addicted sama shinee. Aku cinta kalian. Tolong jangan seperti ini. Kalau disuruh memilih,,, aku tetap akan memilihmu, oppaku!” jinji menatap mata jinki dalam. Dan jinkipun melakukan hal yang sama.

“jii~yah,,,” ucap seorang laki-laki dari balik tembok. Taemin. Ternyata saat kimbum keluar, kibum,jonghyun dan taemin datang.

“oppa,” jawab jinji dan langsung memeluk taemin. “bogoshipoyo~!”

“nadoo bogoshipo~” jawab taemin.lalu jonghyun dan kibum keluar dari balik tempat persembunyian mereka.

“oppa” jinji tersenyum senang. Jonghyun membalas senyum. Namun,kibum menundukkan kepalanya saja.

Lalu mereka bercengkrama beberapa saat.

“ayo pulang, ini sudah malam.” Ucap jinki.

“iyaya,” jawab minho.

“ayo pulang jii~ya.” Ajak taemin senang.

“ani,oppa.” Jawab jinji. Taemin terkejut. “masih ada beberapa urusan lagi. Masih belum bisa kembali.

“jicayo? Urusan apa lagi?” Tanya jonghyun.

“yah,, lumayan banyak. Oppa,apa ingatanmua kembali?” tanya jinji,

“ani,” jawab jonghyun sedih.

“nanti pasti kembali. HWAITING!” ucap jinji memberi semangat.

“gomawoyo,” jawab jonghyun.

“jadi kalian akan pulang? Benar, ini sudah malam ya? Hahaha.” Ucap jinji lagi.

“kalau begitu kami pulang dulu,” ucap jinki seraya memeluk jinji.

“yee,,,jal ga oppadeul!” ucap jinji.

“nthe,,, annyoung!” jawab taemin,minho dan jonghyun. Dan merekapun pergi.

“aku,,, belum bisa pulang,,, karna masih ada satu lagi yang belum ingin aku pulang taemin oppa.” Ucap jinji saat mereka sudah pergi. Lalu dia berjalan kea rah balkon. Jinji menatap langit yang mendung tanpa bintang.

“kim ki bum,” bisiknya sambil tersenyum lirih. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan.

~ to: B0EM~

Sudah selesai. Tapi aku belum pulang. Semoga kau mimpi indah oppa! ^_^

Tak berapa lama pesan jawabanpun datang.

~from: B0EM~

Ya,,, syukurlah. Jangan cepat pulanglah. Semoga kau mimpi indah juga! *0*

Jinji tersenyum melihat pesan tersebut. Dan dia mematikan seluruh lampu yang tidak diperlukan. Lalu pegi tidur.

Akankah jinji kembali ke Dorm SHINee? Bagaimana dengan kibum? Lalu kelanjutan ff yang makin lama makin seret ajah ceritanya ini? Saksikan di episode berikutnya!

Ps: kibum yang kumaksud merasa bersalah itu di ff ini! Bukan ff lain. Mian,kalo aku buat kalian bingung ! ~_~, mianhaeyo~~~~,,,

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

13 thoughts on “When Jonghyun Get Amnesia – Part 6”

  1. Huaa!!! aku suka bagian jinki marah-marah
    ngebayanginya pasti dubu keren banget hahahaha…

    perasaan taemin 17 taun masih suka nonton upin ipin kah kau?? hahahaha
    lanjutnya jangan lama-lama ya thor, aku suka lupa ama ceritanya soalnya hehehe
    maklum sayakan pelupa 😛

  2. Hmmmmm*mengehela napas*
    napa tuh key oppa, gak bicra sma sekali pas ktemu ama jin ji…..
    Pnasaran ama lanjutannya……ditunggu yah…
    Anneyong….

  3. ga suka ama jinki d ff ini..
    terlalu overprotective dan egois 😦

    KIM KIBUUUUM…
    kenapaaaa????
    aku tau kau merasa gengsi..
    yya kan ??
    ahahahah

    lanjutannya jangan lamalama, ukeyy

  4. Jinki marah-marah keren ya. Tapi tiba-tiba jadi melas sama Jinki waktu dia frustasiii.
    Jii-yaaa. jangan buat Jinki frustasi terus dong (?)

    Lanjuuuut

  5. Wahhh..jinki bener tuch yg diblg Boem..seharusnya kan makasih ma Boem..ayo minta maaf k boem *sambil meluk2 boem :p (PLAK! Inget dia dongsaeng!)hahaha >//<

    Nice..nice..^^

  6. wahhh kim boem…………..
    boem am aq aj ya, kan jinji gak mau hehehe……………
    aigoo onew mrah2 aje……….
    sabarrrrr………….
    hhehehe

  7. yaa !! dubu onew sadis bener.. smua org d marahin..
    *celingak clinguk nyari Jonghyun* dikit bgt dah si Jjong di sini.. *d jitak author*
    Author : mau banyak ya bikin sndri..!! weee~~~
    me : aha. mian.. *megangin kepala gaya Jjong (?)* *bow*

    Lanjut dah part 7nya.. asap.. 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s