{FFWL} 1st FFWL To Zika

Joanna a.k.a joannataemints
For : Zikka un
Unnie..Kita gak pernah kenal sebelumnya,aku gak tahu wajah unnie,Dan unnie gak tahu wajah aku
Unnie yang selalu semangat bikin ff,,,lupa waktu Dan sakit,,
Kita gak saling memahami kan? Tapi aku sedih,bukan karena unnie gak bisa  melanjutkan ff unnie,,tapi sedih karena gak bisa ngeliat unnie mengcoment semua page di SF3SI,
Meskipun aku gak pernah atau pun kenal sama unnie,tapi setiap unnie coment page demi page di SF3SI aku selalu bayangin muka unnie yang senyum.
Kita yang gak mungkin pernah kenal,karena Kita punya kesamaan menyukai band SHINee yang membuat Kita satu,
Dan karena sebuah page fanfiction khusus SHINee buatan seorang cewek yang gampang marah bernama Lana,,unnie lana,,terima kasih,mungkin aku gak pernah kenal yaang namanya seorang prempuan bernama Zika.
Aku tpertama kali buka blog SF3SI,tahu soal unnie,tapi Kita gak pernah saling menegur,karena ff unnie,kta saling menegur pada akhirnya
Aku inget coment pertamaku ke unnie Dan balesan unnie
“apa maksudnya ‘pada akhirnya hyeo so lah yang menang’?”
Yah coment pertama unnie ke aku,,,
Karena unnie,SF3SI berkembang
Unnie tahu?Kalo un Lana promosiin SF3SI pake ff unnie?banggakah unnie?Kalo aku jadi unnie aku seneeeng banget
Unnie aku harap unnie sehat  di saat unnie merayakan Hari bahagia unnie bersama key
HAPPY BIRTHDAY unnie Zika
Harapanku cuma 3
-Unnie selalu sehat “amin”
-Unnie tetap semangat bikin ff  hehe..
-Unnie gak akan lupa sama semua warga SF3SI yang keren gaje Dan asik oh plus lebe
Hahahaha
God Bless You always un

P.S: Ini dia FFWL pertama kita, ditujukan untuk Zika. Mohon di ingat-ingat ya.. buat perbandingan nantinya ^^ . Jangan lupa komen ^o^.
Yang lain??? Udah ada gambaran gimana bikin FFWL nya??? Ayo ayo cepat di buat ^^ … makin cepat makin baik ^^
JANGAN LUPA DI LIKE !!! Karna penilaian juga kita ambil dari panyaknya reader yang mengeklik button like di sebuah FFWL ^^

{Shounen Ai(?)} Question: What? Why? . Answer: You – Part 2

question? what, why. answer? you [chapter 2]

title : question, what? why? answer, you  2/?
author : chassbenatriks
genre  : pg
pairing: 2min, onkey, jjongtae (taesun) =D

Hari ini, seperti hari-hari biasanya. Aku masih berangkat ke sekolah,
masih dikerumuni para gadis mengerikan, masih dilempari kertas robekan
dari buku pelajaran yang dibasahi air liur, semuanya masih normal. Dan
tentu saja, aku masih dengan keras memikirkan dan bertanya-tanya siapa
pemuda tinggi itu. Aku benar-benar tak suka padanya. Hmm… aku
melangkah ke depan kelas dan meminta izin kepada guru kelas untuk
pergi ke ruang kesehatan. Lebih baik aku tidur untuk mencari inspirasi
untuk berpikir lebih jernih.

Aku memandangi langit-langit ruangan kesehatan sementara kedua
tanganku menopang kepalaku diatas bantal. Ini benar-benar
membingungkan, hingga ponselku bergetar. Ah, ternyata dari Taesun
hyung. Dia hanya menyuruhku untuk pulang tepat waktu dan tak
menghabiskan uang bersama Key noona dan Jinki hyung.

Sekali lagi aku larut dalam lamunan. Pemuda itu, tinggi, besar,
berkulit gelap dengan topi yang selalu ia gunakan selama dua kali itu
aku bertemu dengannya. Wajahnya tak begitu jelas terlihat, namun dapat
kulihat senyuman liciknya yang khas. Suaranya dalam dan penuh dengan
kejahatan. Mungkin dia orang jahat yang sengaja ingin mengerjaiku.
Huh…

Tiba-tiba sesuatu menghancurkan lamunanku, aku mendengar sesuatu dari
balik tirai dimana aku sedang berbaring. Suara gumaman? OH TIDAK,
jangan-jangan ini… hantu?!!!!!!

“Taemin… euh, hai, Taemin…” Oh, tidak. Ini benar-benar hantu. Apa yang
harus kulakukan?! Selama ini aku tak pernah bertemu dengan hantu
kecuali di film horor. Apa yang harus kulakukan?!!!!

Perlahan kugeser tirai tersebut, penasaran tentu saja. Mengapa hantu
itu memanggilku? Seingatku aku tak pernah mengganggu bahkan bertemu
dengan sesuatu yang bernama hantu. Aduh, aku benar-benar dalam
masalah. Aku menutup mataku sambil tetap menyibakkan tirai tersebut.
Tuan hantu, maafkan aku… X(

Apa yang kutemukan selanjutnya benar-benar mengejutkan, terlalu
mengejutkan. Seorang gadis. Mulutku terbuka lebar dan mataku
terbelalak. Gadis ini… hantu? Tapi dia menggunakan seragam yang sama
denganku. Karena dia duduk menghadap arah yang berlawanan denganku,
dia tak melihatku. Aku mengumpulkan keberanian untuk mendekatinya,
perlahan dan dengan antisipasi besar menepuk pundaknya. Aku menutup
sebelah mataku agar tak terlalu terkejut apabila ketika dia menoleh
ternyata wajahnya rata, persis seperti film horor yang kutonton
bersama Taesun hyung.

“M—maaf, nona hantu?” Aku mengepalkan kedua tanganku didepan dada,
tidak, aku tidak jadi menyentuh pundaknya. Khawatir dia akan langsung
menerkam dan memakanku. Gadis itu tersentak dan meloncat dengan masih
menghadap arah yang berlawanan denganku. Seketika dia menjerit,
membuatku terkejut dan juga ikut berteriak.

“Tae… Taemin?!” Aku membuka mataku, gadis itu terbelalak ketika
melihat wajahku. Syukurlah dia bukan seekor hantu, fiuh… -.-

“Euh, kau mengenalku?” gadis tersebut semakin terlihat ketakutan
setelah aku bertanya padanya. Apa aku pernah berbuat salah padanya?
Mengapa dia begitu terlihat aneh? Aku saja tidak mengenalnya. Huh.

“Ma… maaf…” Dia masih terlihat tegang dan berbicara tanpa memandang
wajahku, tangannya mencengkram erat rok seragamnya dan tubuhnya
bergetar. Mungkin Taesun hyung benar, wajahku terlalu aneh.

Aku tersenyum, berharap dia tak takut lagi padaku. Hmm.. namun siapa
dia? Aku tak pernah melihatnya di kelas. Mungkin dia anak kelas lain,
dan tentu saja bukan hantu. Aku memperhatikannya, wajahnya terlihat
sangat merah seperti udang rebus. Ah, aku jadi lapar.

..

Ternyata gadis itu bernama Jiyoung, anak kelas sebelah dan terkenal
paling cantik diseluruh sekolah setelah Key noona… itu menurut Key
noona. Key noona masih menyuapiku nasi yang dibentuk bulat-bulat kecil
berisi telur dadar dan kimchi sambil terus bicara, hingga tak
menyadari bahwa mulutku sudah sangat penuh dengan makanan. Seperti
biasa, sambil mendengarkannya berbicara, aku sibuk dengan sesuatu yang
kutemukan dan kurasa harus kubongkar; kali ini mesin penyerut pensil
yang kutemukan di kamar mandi tadi. Entah darimana dan sedang apa
penyerut pensil itu di kamar mandi. Mesin kan tidak buang air kecil…

“Mungkin gadis itu suka padamu, Minnie… dan dia itu bukan tipe gadis
yang agresif seperti gadis-gadis lain yang meneriaki namamu pambil
mengambil foto. Hmm, bayi kecilku akhirnya sebentar lagi mempunyai
kekasih!! Muhahahaha!!” Wajahku memerah seketika, persis seperti gadis
tadi… maksudku Jiyoung. Mungkin dia memang suka padaku, tapi
gadis-gadis yang sedang merekamku sambil berteriak kegirangan itu juga
suka padaku. Tapi mengapa Jiyoung tidak membawa kameranya untuk
memotretku? Mungkin benar, dia takut padaku. Tapi apa yang kuperbuat?

Oke, kembali lagi ke pemuda tadi. Sepulang sekolah aku langsung
meluncur ke rumah dan melihat keadaan. Bagus, Taesun hyung dan Jjong
hyung sedang tak ada dirumah, mungkin mereka sedang berjalan-jalan
seperti biasa. Aku kembali melihat-lihat, Key noona dan Jinki hyung
sepertinya masih dalam perjalanan pulang atau mungkin pergi juga.
Keadaan aman.

Aku mengambil baju terusan pendek yang sudah tak terpakai milik Key
noona diam-diam dari lemarinya, tetap melihat kiri-kanan untuk
berjaga-jaga. Aku berlari ke kamar ibu dan mengambil salah satu
tasnya, memasukkan sebuah kaos dan celana jeans untuk ku ganti pada
saat pulang nanti. Kulepas ikatan rambutku yang selama ini ku
pertahankan sebagai trade mark setiap keluar rumah, perlahan helaian
rambutku yang panjang menyentuh bahuku dan menampilkan pemandangan
memalukan. Wajahku benar-benar terlihat seperti perempuan.

Kujepit pinggir rambutku dengan jepitan rambut imut yang dibelikan Key
noona untukku beberapa bulan yang lalu. Pakaian yang biasanya terlihat
pendek dan kekecilan ketika dikenakan Key noona kini sungguh terlihat
pas di tubuhku, dengan ujung rok menyentuh lututku dan renda yang
indah di kerahnya. Aku bercermin, menatap dengan setengah tak percaya.
Apa ini aku? Tatapanku seketika tertuju pada kakiku yang ternyata
sangat kecil dan ramping tanpa bulu, aku mengangkat tanganku,
memperlihatkan ketiakku yang mulus dan juga tak berbulu, ditambah
tubuhku yang kecil dan tak berotot. Aku menghela nafas keluh. Mengapa
aku dilahirkan seperti ini? Hm, baiklah, setidaknya ada gunanya juga
disaat-saat seperti ini. Aku siap berangkat.

Aku berjalan dengan santai… tidak, aku berbohong, benar-benar
kebohongan! Aku benar-benar malu, menjaga cara jalan dan tata
kelakuanku didepan publik. Kutundukkan wajahku, ini benar-benar
memalukan. Beruntung Taesun hyung dan Key noona mengirimiku pesan dan
mengatakan bahwa mereka masing-masing sedang pergi ke restoran dan
hotel. Walaupun aku sedikit memutar otak ketika Taesun hyung
mengatakan dia menyewa kamar hotel mewah untuk bermalam dengan Jjong
hyung, tapi biarlah. Dan Key noona sedang melakukan kencan dengan
Jinki hyung untuk merayakan hari jadi mereka. Sekali lagi, aku aman.
Untung sudah kutempelkan pesan di kulkas bahwa aku sedang berlatih
drama dirumah seorang teman dan akan pulang sedikit terlambat,
kalau-kalau mereka pulang lebih awal dariku.

Aku berjalan perlahan ke toko mainan, dengan bedak tipis dan sedikit
lip balm yang berada didalam tas ibu, aku benar-benar transparan.
Pemuda itu tak mungkin mengenaliku. Aku berpura-pura melihat-lihat di
barisan rak Barbie, tentu saja sambil melihat sekeliling.

YAP, TARGET TERKUNCI.

Persis seperti sebelumnya, dia menggunakan jaket yang sama, topi yang
sama, namun celana dan sepatunya berbeda. Perlahan kuikuti dia, tentu
saja dengan hati-hati. Dia berhenti di rak Power Ranger, mengambil
satu set mainan yang sepertinya terlihat langka. Hmm… pemuda ini
benar-benar membuatku bingung, kalau tidak salah… dua tahun yang lalu,
ketika ayah dan ibu masih ada, aku juga menginginkan dan merenge—…
PRIA INI BENAR-BENAR MENGERIKAN. DIA BISA MEMBACA PIKIRANKU!!!!

Aku memperhatikannya berjalan ke meja kasir dan membayar mainan
tersebut. Dia membayrnya dengan kartu. Bisa saja itu kartu ATM atau
kartu kredit. Kesimpulan awal, dia pasti anak orang kaya. Hmm… oh,
tidak! Dia sudah selesai membayar dan sedang berjalan kearahku. Aku
segera mengambil langkah cepat namun berusaha agar tak terlihat
mencurigakan.

..

Kemungkinan pertama, pemuda itu adalah anak orang kaya. Kemungkinan
kedua, dia dapat membaca pikiranku. Kemungkinan ketiga, mungkin dia
adalah seorang mata-mata yang sengaja menyelidiki keluargaku.
Kemungkinan keempat, ini kebetulan. Namun hanya beberapa persen bukti
yang menyatakan ini kebetulan, ini terlalu kebetulan. Aku kembali
memutar otak sambil melayangkan sesuap es krim kedalam mulutku,
berpikir keras dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan. Mencari
sesuatu dan mengingat-ingat.

“Hai, dik. Kita bertemu lagi. Ternyata kau seorang perempuan. Hahaha.”
Aku terkejut dan hampir melompat ketika sebuah suara menghentikan
semua pemikiranku. Tidak mungkin, dia mengenaliku!!! Aku harus mencari
cara… berpikir, berpikir, berpikir, Taemin!!!

“Maaf, apa kita pernah bertemu?” Aku menatapnya dengan penuh
kesombongan dan mata yang sedikit disipitkan. Yak, brilian, Taeminnie.
Sekali lagi aku mengikuti metode drama Key noona. Namun pemuda itu
seketika terbahak-bahak. Membuatku saaaangaaaaat…. Kesal dan kehabisan
akal.

“Sudahlah, dik. Apa yang kau lakukan sendirian disini? Kemana
kakak-kakakmu? Bahaya kalau anak sekolah dasar keluar setelah matahari
sudah terbenam. Apalagi kau seorang gadis, kau bisa dijahati dijalan.
Ayo, aku antar kau kerumahmu.” Apa-apaan ini?! Dia meremehkanku?!!!

“Aku bukan seorang gadis!!!!” Ups, tidak… aku segera menutup mulutku
karena ucapan spontan. Pemuda tersebut menyeringai dan menahan tawa,
sekali lagi aku menunjukkan tatapan mengancam yang kutunjukkan padanya
waktu itu. Namun seketika tawanya lepas dan tak terkendali. Orang ini
benar-benar menjengkelkan!!! X((

Aku melahap es krim ku yang kini sudah tinggal setengah porsi sedikit
demi sedikit, menikmati sensasi dingin dan manis yang bercampur di
lidahku. DAN PEMUDA ITU MASIH DUDUK DIHADAPANKU!!!!! Sekali lagi aku menatapnya dengan tatapan sadis, aku sangat merasa terganggu dengan
wajahnya yang tersenyum sambil menopang dagu dengan tangan diatas meja
dan bungkusan mainan yang baru saja dia beli terletak rapi diatas
kursi disebelahnya.

“Kau benar-benar manis, dik. Kau bersekolah dimana? Hmm… apa
orangtuamu tau kau bepergian malam-malam begini? Mereka pasti
khawatir.” Ugh, aku benar-benar tak tahan lagi.

“Aku murid sekolah menengah! Tak ada yang akan mengkhawatirkanku! Aku
sudah dewasa! Aku bisa menjaga diriku sendiri!” aku berteriak begitu
kencang hingga mungkin seluruh isi toko dapat mendengar suaraku.
Pemuda itu tampak terkejut, huh, sudah kubilang dia sangat mengganggu.

“Kau… murid sekolah menengah?” Lalu dia tertawa terbahak-bahak,
sialan. Sekali lagi dia meremehkanku. Aku menggembungkan pipi,
menunjukkan bahwa aku tidak suka dengannya dan segala apapun yang
berhubungan dengannya. Namun dia tetap menertawakanku, apa ada yang
lucu dengan wajahku? Lalu dia terdiam, dengan dalam menatapku.
Jantungku terasa sangat cepat memompa setiap oksigen yang masuk ke
tubuhku melalui organ pernafasanku. Pemuda tersebut mengulurkan
tangannya mendekati wajahku, dadaku semakin terasa sesak. Aku menutup
mata rapat-rapat, menggertakkan gigi sama rapatnya.

“Nah, sekarang sempurna.” Aku perlahan membuka mata, jarinya yang
panjang masih berada di pipiku… sebentar, pipiku?

“Ada sedikit cokelat di pipimu, dik.” Lalu dia kembali tertawa. Aku
berdecak mengeluh, mengkerutkan bibirku karena kesal. Namun saat
kulihat lagi wajahnya, dia masih tersenyum menatapku. Apa-apaan orang
ini?!!!!!

Kemana anak itu?! Sebentar saja aku lengah, ah… ini benar-benar
membuatku panik! Tentu saja! Ini hampir jam 10 malam!!!! Sebuah
teriakan yang lebih terdengar seperti keluhan terdengar dari arah
dapur. Aku segera berlari dan meninggalkan kamar bayiku yang penuh
dengan eksperimennya.

“He’s practicing drama, baby. Here, I found it attached on the fridge.
Calm down okay?” Jinki memelukku dan menenangkanku, membawaku ke ruang tamu dengan segelas teh hangat yang dia buatkan untukku. Aku masih
terdiam, menggenggam pesan yang ditinggalkannya pada saat Jinki
mengelus rambutku yang halus dan mengecupi kepalaku.

“Taemin tidak pernah mengerjakan tugas apapun bersama salah satu
temannya. Dan setahuku dia tak membicarakan drama di sekolah tadi,
atau tadi pagi, atau semalam, atau kemarin. Kemana bayiku?!!!!!” Jinki
terlihat sangat lelah, hari ini dia mendapatkan banyak tugas dari
kelas maupun organisasi yang dia kepalai. Namun dia tetap
menenangkanku dan berkali-kali berkata ‘kau tenang saja, dia sudah
dewasa. Kau tak perlu khawatir.’ Mataku berkaca-kaca seiring dengan
Jinki yang memijat-mijat kepalanya dan berulang-ulang melepas
kacamatanya lalu memakainya lagi. Dia tersenyum kearahku ketika
menyadari tatapanku yang terfokus kepadanya.

“Kau lebih baik tidur, Jinki. Kau terlihat pucat.” Aku mengelus
pipinya dengan lembut seiring dengan gelengan kepalanya. Seharusnya
aku tidak mengajaknya pergi hari ini… walaupun hari ini adalah hari
jadi kami.

“You’re my drugs, baby. I won’t sick if there’s someone named Key
beside me. We’d rather call him again. I don’t want to see your pretty
face interrupted by a big worry.” Aku mengangguk, mengecup keningnya
sekali dan mengambil ponselku yang terlinggal di kamar Taemin. Namun
ketika aku baru saja akan melangkah, ketukan pintu terdengar. Aku
segera berlari, menghapus air mataku dan bersiap untuk memarahi anakku
satu-satunya yang mulai nakal ini. Dia harus diberi teguran agar tak
membuatku dan Jinki khawatir.

“Euh… maaf.” amarahku terlupakan begitu saja ketika tanganku menarik
gagang pintu dan kini berganti dengan sebuah tanda tanya besar di
kepalaku. Seorang pemuda tinggi besar dengan jaket kulit dan
mengenakan topi berdiri dihadapanku.

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

My Prince, Saranghae – Part 3

MY PRINCE SARANGHAE (part 3)

Author : ciiciiminie

Cast : Minho , Key . all Shinee Member

Aku membuka pintu kamarku dan melangkah masuk kedalam. Kamar dengan dominasi warna ungu yang telah aku tempati sejak aku pindah ke korea ini. Aku melepas tas sekolahku dan melemparnya asal. Aku lalu duduk di sofa yang juga berwarna ungu dan melepas sepatuku.

Aku lalu beranjak menuju lemari pakaian hendak mengganti baju. Saat hendak melepaskan seragam yang kupakai . . .

BUGH

Aku melempar seorang pria yang kini duduk di tempat tidur berukuran king milikku dengan boneka beruang berukuran sedang milikku.. “YA, KIM  KIBUM !Apa yang kau lakukan dikamarku ??” ujarku murka

Key bangkit dari duduknya dan berjalan kearahku dengan senyumnya, yang kata orang – orang dapat menaklukan hati setiap wanita yang melihatnya “tentu saja pangeran tampan ini datang untuk menjemput sang puteri” ucapnya dengan nada seorang pangeran

“Cih ! Pangeran matamu !” kataku ketus “bagaimana kau bisa masuk ??” tanyaku.

“Hei” Key mengibaskan tangannya dimuka ku “Siapa sih yang berhak melarangku ?? Aku kan sudah jadi bagian dari keluarga ini”

Aku memutar bola mataku. “Kenapa kemari ?” tanyaku to the point

“ Kan sudah kubilang, aku mau menjemput sang puteri” jawabnya

“ya , , ya , , ya . Suka hatimulah” balasku malas “ Sekarang keluar dari kamarku. Aku mau ganti baju” usirku

“Kalau aku  menolak?” Aku menatap Key tajam “Come on, aku udah kenal kamu luar dalam Aurel atau aku harus manggil kamu Hye Sun sekarang ?!” Key menarik satu alisnya.

“KEY!” aku menatapnya dengan tatapan membunuh “GET OUT FROM MY ROOM” teriakku. Dan seketika itu juga manusia bernama Key itu lari keluar dari kamarku dengan membanting pintu.

@@@

AUTHOR POV

“Hye Sun pulang sekolah kita jalan – jalan yuk ?” ajak Ara pada Hye Sun yang sedang mengemasi barang – barangnya.

“Aku mau pulang” balas Hye sun dingin.

“Owwh. Mungkin lain kali kita bisa pergi bersama” balas Ara dengan senyuman dibibirnya.

Hye Sun lalu melangkahkan kakinya keluar kelas menuju gerbang yang diikuti oleh Ara disampingnya. Hye Sun berjalan dalam diam yang dikuti oleh Ara. Saat sampai didepan gerbang, terlihat kerumunan yeoja yang sedang mengelilingi sesuatu.

“ Ada apa ya ?? Kenapa disana ramai sekali?” Ara menunjuk pintu gerbang yang memang ramai oleh yeoja.

Hye Sun hanya melirik kerumunan itu sekilas. Kini mata Hye Sun tengah berkeliling mencari sosok namja tinggi dengan bola basketnya. Namun, hingga pulang namja yang dicarinya tidak juga terlihat olehnya.

“AUREL!” terdengar suara namja dari kerumunan yeoja dipintu gerbang.

Tanpa melihat, Hye Sun tahu siapa yang memanggilnya itu. Kibum alia Key. Siapa lagi yang memanggilnya dengan nama Aurel selain Key dan ayahnya. Key berlari meninggalkan kerumunan yeoja yang mengelilinginya dan berjalan menuju Hye Sun dan Ara.

“Mau apa kemari ??” Tanya Hye Sun tak bersahabat

“Menjemputmu” balas Key santai “aku ingin mengajakmu jalan” lanjut key dengan senyum maut dari bibirnya.

“dimana mobilmu?” Tanya Hye Sun. Key lalu menunjuk audi hitam miliknya yang terparkir manis didepan gerbang sekolah. “Ara, tadi kau ingin jalankan ?” Tanya Hye Sun pada Ara yang dibilas anggukan. “kalau begitu ayo kita jalan” Hye Sun lalu menyeret Ara menuju mobil Key yang diikuti oleh Key dari belakang. Sementara itu murid – murid yang lain hanya bisa memandang sirik pada Hye Sun.

@@@

“Apa benar kau suka dengan seorang pria?” Key menatap Hye Sun yang sedang memandang pemandang kota seoul dari restoran tempat mereka makan tadi.
Kini memang hanya tinggal Hye Sun dan Key di restoran itu. Ara baru saja diantar pulang oleh supir Hye Sun. Mereka memang benar – benar jalan –jalan keliling mall yang sukses membuat Ara tepar.

“Ne” jawab Hye Sun tanpa mengalihkan matanya dari pemandangn kota seoul yang dilihatnya dari tadi.

“Apa dia adalah your prince?” lanjut Key

“Yes”

Mereka lalu diam. Sibuk dengan pikiran masing – masing.

“what about Ara ??” Hye Sun menatap Key

“She’s nice girl . . . “sahut Key

“So. . .” Hye Sun menanti lanjutan dari Key

“Hmm . . . I can tell you later. Okey !” jawab Key. “Sekarang sebaiknya kita pulang.”

TBC

Buat yang udah baca ni FF makasih yang sebesar – besarnya aku ucapin. Maaf kalau gag bisa di balas satu – satu . Bukan gag mau ngebalas komen kalian, tapi internet aku agag lemot dan aku juga lagi sibuk sekolah. Sekali – lagi makasih buat yang udah baca. Buat admin yang udah mau publish ni FF  aku ucapin makasih banyak.

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Welcome To My Dream World – Part 7

Ini terusan ff ku yang kemarin moga pada suka makasih buat yang udah comment ff yang part 1-6 mudah-mudahan masih inget ama ceritanya

SHINee Kingdom with SHAWOLINDO Kingdom part-7 *welcome to My Dream World*

tubuhnya menggigil entah karena terpaan angin laut atau karena dia benar-benar ketakutan. Untunglah ada Taemin disampingnya yang mencoba unuk menenangkannya.

“halmoni yang kalian temui di toko buku dan halmoni yang ditemui Ri Chan di rumah kosong itu sebenarnya adalah penyihir Leeteuk yang menyamar menjadi halmoni-halmoni kemungkinan mereka menginginkan kalian pergi kesini untuk dapat membunuh kalian disini”ujarnya pelan

“kalau begitu percuma kita pergi ke SHAWOLINDO”Taemin tiba-tiba ikut-ikutan histeris.

“tenanglah aku jamin kabar kematian pangeran Taemin dan Putri Ri Chan belum tersebar sampai ke SHAWOLINDO Kingdom”ujarnya mantap.”hanya Neul Rin yang mengetahui kabar itu. Karena dia dapat mengetahui masa depan”lanjut Dong Hae.

“sebaiknya kalian cepat tidur besok kita akan mendarat di SHAWOLINDO dan petualangan kalian yang sebenarnya benar-benar akan dimulai”koar Dong Hae sembari tersenyum misterius.

Saat Ri Chan dan Taemin sampai di gerbang istana SHAWOLINDO mereka langsung disambut oleh tarian khas istana. Para dayang dan para pengawal berhamburan menyambut mereka berdua.

Ri Chan dan taemin langsung dipersilakan untuk masuk istana dan langsung disambut oleh keluarga kerajaan yang menyangka bahwa mereka adalah pangeran dan putri.

“Ri Chan eonni sangat merindukanmu bogishipda”putri Min Gi langsung memeluk Ri Chan hangat. Ri Chan sangat nyaman berada dalam pelukan putri Min Gi.

“nado bogoshipda eonni. Aku juga sangat merindukan eonni aku ingin segera pulang dan memeluk Eonni lebih lama lagi”Ri Chan tidak dapat membendung air matanya. Air mata Ri Chan mulai mengalir dengan derasnya.

“mwo?pulang kemana Chan?ini rumahmu. Kerajaan mu, nak!!” raja Ki Bum yang dari tadi diam saja langsung memeluk Ri Chan erat *kkyyaaa kapan lagi dipeluk key SHINee? Digetok istri 1 blog*

“hyung apa kau tidak merindukanku?kenapa hanya Ri Chan yang dipeluk”Taemin protes tapi seketika itu juga seluruh keluarga kerajaan langsung menatapnya tajam.

“Taemin sopanlah pada ayah mertuamu”Raja Jin Ki langsung melotot padanya. Sementara itu Ratu Sun Yi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak bungsunya itu.

“kkyyaaa Ri Chan umma rindu padamu, nak kami mendapat kabar kalau kerajaan SHINee dikuasai oleh kerajaan super junior tapi syukurlah kalian berdua selamat”Ratu Hyun Young langsung memeluk putri Ri Chan.

Kemudian pangeran Min Ho dan pangeran jong hyun yang baru datang langsung menghampiri mereka berdua.

“Taemin, hyung bangga padamu kamu berhasil melindungi putri adikku yang paling nakal ini”pangeran Min Ho langsung melepaskan pelukannya pada  Taemin, sementara itu Ri Chan malah memandang Taemin dengan tatapan mengejek.

“sudahlah sepertinya mereka lelah. Chan kamu masih ingat dengan kamarmu kan?”tanya putri Min Gi meyakinkan. Ri Chan berpikir sejenak.

”tentu eonni. Aku tidak mungkin melupakan kamarku”jawab Ri Chan ragu.

“umma , neul Rin umma mana?kenapa tidak menjemput kami?”tanya Taemin. Ratu Sun Yi hanya diam, dia tidak tahu harus mengatakan apa.

“dia sedang bersemedi di kuil. Appa sendiri tidak tahu apa yang sering dia lakukan disana, tapi dia sering mempelajari kehidupan di masa depan. Dia bahkan bisa menggambarkan kehidupan 500 tahun yang akan datang” raja Jin Ki akhirnya menjawab pertanyaan Taemin.

“mwo?”Ri Chan dan Taemin berteriak berbarengan.

“waeyo?”tanya putri Ri Rin.

“gwenchana”jawab Taemin sementara itu Ri Chan hanya menggelengkan kepalanya.

“Ri Chan bagaimana dengan keponakanku?”tanya pangeran jong hyun. Ri Chan terpaku sesaat sampai akhirnya dia teringat akan sesuatu.

“sehat tentu saja hyung bagaimanapun dia adalah penerus kerajaan kita kan?”jawab Taemin cepat ketika menyadari kalau Ri Chan agak sedikit lola.

“baguslah sekarang kalian istirahatlah dulu”koar Ratu Sun Yi mereka berdua menganggukan kepala mereka.

“chan, berapa lama lagi kita akan ada disini?”tanya Taemin. Ri Chan yang sedang berkonsentrasi dengan rajutannya tidak mendengarkan ucapan Taemin.

“heh chan dengerin aku ngomong”kali ini Taemin berteriak di telinga Ri Chan.

“kau kenapa ada disini pabo?”tanya Ri chan padahal dia kira taemin tidak akan tidur disini.

“kenapa memangnya?ada yang harus kita selidiki”jelas Taemin.

“kita akan mencari tahu dimana?sudah jelas kan kalau kita tidak akan bisa kembali ke tahun 2010”richan tetap bersikukuh dengan ucapannya.

“kita tidak akan tahu kalau kita tidak mencobanyakan?”taemin mencoba membujuk richan,

“baiklah apa rencanamu?”tanya richan. Taemin membisikkan rencananya pada richan.

^^

Malam itu richan sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Dia pergi ke perpustakaan istana untuk mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk kembali ke masa depan.

“unni apa yang kau lakukan disini?”tanya richan, karena tiba-tiba dia melihat neul rin salah satu eonninya.

“chan, kamu han richan kan?”tanya selir neul rin meyakinkan.

“ne, mianhae sepertinya saya salah orang tadi saya mengira anda min gi eonni”ri chan mencoba berbohong, tapi itu sia-sia karena selir neul rin dapat mengetahui apa yang ada dihati richan.

“kamu jangan berbohong. Tadi siang aku bertelepati dengan diriku dimasa tahun 2010 dan dia mengatakan kalau semua merindukanmu”richan tertegun sesaat. Eonni-eonni yang selama ini sering menjahilinya ternyata sangat menyayanginya. Ingin sekali dia memeluk mereka satu persatu.

“ulji mareyo!semua akan baik-baik saja. Kamu sudah bertemu dengan donghae oppa?”tanya selir neul rin. Richan mengangguk mengiyakan.

“sudah malam besok kamu harus  mempersiapkan diri menjadi putri richan. Jangan kecewakan orang-orang yang mendukungmu”selir neul rin menepuk pundak richan seolah ingin memberi kekuatan untuk richan.

“gomawo, bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan umma?”selir neul rin terpaku sesaat. Dia merasa terharu ketika richan bertanya seperti itu. Selama ini putri richan atau pangeran min ho bahkan pangeran taemin dan putri ririn tidak pernah memanggilnya dengan sebutan umma.

Meski richan yang sekarang dihadapannya bukan putri richan, tapi putri neul rin tetap senang setidaknya reinkarnasi dari putri richan masih menghormatinya.

“tentu, nak kau boleh memanggilku umma”richan tersenyum senang kemudian berbalik bermaksud untuk segera menemui taemin menceritakan pengalamannya.

‘taemin pasti iri jika tahu aku bertemu dengan selir neul rin pahlawan emansipasi pertama di korea’ pikir Ri Chan.

“richan tunggu”tiba-tiba selir neul rin menghetikan langkah kaki richan. Ri chan berbalik menghadap selir neul rin.

“kau harus tahu menjaga keutuhan kerajaan tidak semudah yang kau bayangkan. Persaingan politik dan tuntutan-tuntutan yang dilakukan rakyat akan mewarnai hari-harimu mulai dari hari ini”richan tersenyum mendengar nasihat yang dilontarkan selir neul rin.

Selir neul rin sangat berwibawa. Dia sangat berbeda dengan neul rin eonni yang selama ini sering menakut-nakuti richan.

‘ apa mungkin neul rin eonni juga memiliki wibawa yang dia sembunyikan dari kami?’ tanya richan dalam hati.

“dia juga memiliki wibawa seperti aku”selir neul rin yang bisa membaca pikiran richan tiba-tiba menjawab pertanyaan richan.

Richan tertunduk malu, dia tidak menyangka kalau selir neul rin sehebat itu padahal dari buku sejarah yang pernah dia baca tidak pernah ada keterangan yang menyatakan kalau selir neul rin bisa membaca pikiran orang lain.

“sudahlah janga menunduk seperti itu. Lain kali aku mengajarkannya padamu”richan tersenyum dia akan memperlihatkan kehebatannya pada taemin kelak.

Kenapa hanya ada taemin yang ada dipikirannya sekarang?semua yang dia lakukan hanya untuk taemin. Apa dia mulai menyukai taemin. Dia yakin bahwa semua shawol pasti menyukai taemin.

“kamu menyukainya bukan menyukainya sebagai magnae shinee tapi kamu memang benar-benar menyukainya. Aku akan mendukung kalian berdua.”richan kembali malu pada selir neul rin dia benar-benar tidak sanggup menatap wajah selir neul rin saking takutnya.

“sudahlah jangan dipikirkan. Katakan pada suamimu dia harus datang pagi-pagi sekali ke balai istana karena akan ada pertemuan para mentri ingat enam bulan yang lalu raja jin ki sudah menyerahkan tahta padanya, jadi dia harus bertanggung jawab atas kerajaan shinee”richan mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan selir neul rin.

TBC

Created by: Han Richan

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

Our Rebllious Girl – Part 2

Author                        : storm

Cast                : Dawn, Shinee

Genre                        : Family

Summary         : Dia menggulung lengan bajunya dan memberikan lengan kanannya padaku. Ku ambil  jarum itu dari tangannya ragu. Ku cari nadinya. Ku dekatkan jarum itu ke kulitnya. Kulihat wajahnya. tidak ada rasa takut sedikitpun.

“Dawn. matahari yang sinarnya agak redup tetapi berani menghentikan malam dan mengganti hari”

Our Rebellious Girl! (Part II)

Key POV

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 seharusnya sekolahnya sudah selesai. Aku berjalan menyusuri kelas-kelas di sekolah ini. STORM

“Dari sini lurus sampai kelas terakhir terus belok kanan. Kelasnya nomor 3 dari jejeran kelas ini” kataku sambil mengingat kelasnya. aku hafal kelasnya. karena semester yang lalu aku yang mengambil raportnya. Kulihat papan yang menggantung di atas pintu kelas. Kucari kelas adikku. STORM

“kelas 10…” aku menghentikan kakiku ketika melihat seorang perempuan dan laki-laki di kelas itu. STORM

“kelas 10.2” kulihat sekali lagi papan kelasnya. STORM

“tidak ini bukan kelasnya” pikirku. Tapi kenapa gadis yang duduk di meja itu terlihat seperti Dawn. aku melangkahkan kakiku lagi perlahan. STORM

“aku..aku takut sekali..” gadis di dalam kelas ini tiba-tiba bersuara. suaranya gemetar seakan menahan tangis. langkahku terhenti mendengarnya. Aku mengenal suara ini. STORM

“Dawn..gadis ini..benar-benar Dawn..tidak. dia tidak mungkin Dawn.” pikiranku terus mengelak dari kenyataan yang kulihat. ku lihat sekali lagi gadis ini dari jendela kelasnya.  Tuhan…Gadis itu benar- benar Dawn. apa yang dilakukannya dengan pria itu? Siapa pria itu?  STORM

Mataku langsung melihat pria yang sedang bersamanya. Aku yakin aku pernah melihat pria ini.  Pikiranku mencoba untuk mengingatnya. “Ya Tuhan! Dia kan yang waktu itu nganter Dawn pulang!” aku berhasil mengingatnya. Laki-laki yang membuat Dawn membuang nasi yang Taemin berikan padanya. “SIAL! Mau apa dia dengan Dawn?” tangan kananku mulai mengepal. Kuintip sekali lagi dua anak ini dari kaca. STORM

Kali ini kulihat Dawn menggulung lengan bajunya. Apa yang dilakukannya? Ya Tuhan!! Detak jantungku berhenti ketika melihat pria itu mengambil sesuatu dari kotak kecil disampingnya. STORM

“JARUMM??? Apa yang akan dia lakukan pada Dawn?” kepalan tangan kananku semakin menguat. tanpa kusadari aku membuka pintu kelasnya dan melangkahkan kakiku. STORM

“oppa?” Dawn terlihat kaget. Dia segera turun dari meja yang didudukinya. Pria yang bersamanya juga ikut berdiri. STORM

“oppa, apa yang sedang kau lakukan di sini?” Dawn terlihat sangat ketakutan. STORM

Aku menghampiri pria itu dan mengambil jarum suntik dari tangannya. Ku lempar jauh jarum itu. Ku dorong tubuhnya ke tembok. “KAU! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU? HAH?” kedua tanganku mencekram kerah seragam lelaki ini. STORM

*BUK* aku memukul wajahnya. darah terlihat dibibirnya. dia tidak membalasku. dia justru mencoba mengambil jarum yang sudah kubuang itu. “KAU!” Aku menghampirinya dan bersiap menendang perutnya. STORM

“oppa..” tiba-tiba gadis ini memegang kaki kiriku. Menahanku dari aksi anarkis lainnya. Kulihat matanya sembab. Wajahnya pucat. Dan badannya gemetar. STORM

“cih! KAU..” aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku. “oppa..” Tangannya tetap menahan kakiku. STORM

“lepas Dawn!” kataku. Tetapi anak ini bukannya melepas tangannya, malah makin mengencangkan tangannya pada kakiku. STORM

“LEPAS KATAKU!” aku menarik kakiku dari tangannya.  Aku kembali menghampiri laki-laki di hadapanku ini. tanganku kembali mencekram kerah seragamnya. Membuatnya berdiri dan bersiap melepas tinjuku lagi padanya. STORM

“OPPA! KAU SENTUH DIA, KUBUNUH KAU!” sebuah tangan kecil yang sangat kukenal menahan tinjuku padanya. kulihat gadis dibelakangku ini. Rambutnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya. tapi dapat kulihat matanya memandangku dengan penuh emosi. STORM

“KAU!” aku hanya bisa melihatnya dalam. Kuangkat wajahnya. STORM

“BILANG SEKALI LAGI! AKU AKAN BENAR-BENAR MENGIRIMNYA KE RUMAH SAKIT” aku teriak tepat di wajahnya. matanya tetap memandangku dengan penuh emosi. aku mendorong tubuh kurusnya. Membuatnya terjatuh STORM

“oppa..” gadis ini dengan kepala tertunduk tetap memanggilku lemah. Aku menghampirinya. STORM

“JANGAN PANGGIL AKU OPPA DENGAN WAJAH PUCAT MU ITU!” teriakku padanya. Gadis dihadapanku ini terlihat kaget dengan ucapanku. Air mata jatuh ke pipinya setelah mendengarku mengatakan itu. STORM

Kulihat teman lelakinya itu berhasil mengambil jarum yang kubuang dan menghampiri adikku. ku tarik seragamnya. Jarum ditangannya terhempas ke lantai. STORM

*BUK* aku kembali memukul wajahnya “APA YANG KAU LAKUKAN HAH?” dia tidak menjawab. STORM

*BUK* kali ini kuarahkan tinjuku pada perutnya “KUTANYA APA YANG KAU LAKUKAN??” dia tetap tidak menjawab. Tidak lama bibirnya mulai membentuk senyuman. Matanya mengarah pada Dawn. STORM

Aku segera mengarahkan pandanganku pada Dawn. kulihat Dawn sudah memasukkan jarum itu ke lengannya. “DAWN! KAU SUDAH GILA?” aku memegang tangannya. Mencoba mencegahnya menyuntikkan cairan di dalam jarum itu ke kulitnya.  STORM

“JANGAN LAKUKAN ITU ATAU KAU AKAN MELIHAT ADIKMU MATI!!” pria ini teriak dan menghempaskan badanku ke tembok. STORM

“MATI?? KAU PIKIR KAU SIAPA HAH?” aku berdiri dan menghampirinya dan *BUK* kepalan tanganku sekali lagi mendarat di wajahnya. lelaki ini terkapar di lantai. STORM

Aku menghampiri Dawn yang sedang duduk bersender di tembok kelasnya. Jarum tergeletak di dekat tangannya. Dia terlihat lemah. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. STORM

“Dawn..apa yang kau lakukan pada dirimu?” aku merapikan rambutnya yang menutupi mukanya. wajahnya masih pucat. Pipinya menghitam akibat make up dimatanya luntur. STORM

“oppa..” aku menatapnya kesal. STORM

“ayo pulang!” aku menarik tangannya. Dia tetap tidak bergerak. STORM

“oppa..biar kujelaskan” aku tidak menggubrisnya. Aku tetap menarik lengannya. STORM

“oppa..” gadis ini tetap menangis. STORM

Aku menatapnya “aku kecewa padamu Dawn” kutatap matanya dalam. STORM

“oppa..ku mohon dengarkan aku..” gadis ini masih tetap memohon. STORM

“kita pulang!” aku mengambil tasnya dan menyeretnya pulang. STORM

“DAN KAU” aku menunjuk wajah teman laki-lakinya “MENJAUHLAH DARINYA!” ancamku. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Dawn POV

Sejak sore itu, sikap Key berubah padaku. Dia cenderung menghindariku. Pandangannya dingin tidak sehangat biasanya. Tuhann..apa yang harus kulakukan? Bagaimana bila dia cerita ke yang lain? Aku cemas memikirkannya. STORM

*kruyuk*kruyuk STORM

“argh! Sial! Kenapa akhir-akhir ini aku sering sekali lapar?!” aku turun menuju meja makan. Di meja makan sudah ada lima orang yang menungguku. STORM

“Dawn ayo makan. Kami semua menunggumu turun” seperti biasa Taemin selalu tersenyum menyambutku. STORM

“ini sudah kuambilkan nasi untukmu” dia memberikanku satu piring nasi. Kalau melihat sikap mereka padaku sepertinya Key oppa belum memberitau oppa-oppaku yang lain. Aku mengambil piring dari tangannya. STORM

“jangan memberinya nasi” tiba-tiba Key menghentikannya. Semua temannya menatapnya heran. Taemin tidak menggubris ucapannya dan tetap memberikanku nasi. STORM

“kubilang jangan memberinya nasi!” dia tidak teriak. Tapi nada suaranya meninggi membuat semua orang di meja makan terdiam. STORM

“Key?” kali ini onew angkat suara. STORM

“percuma memberinya nasi. Dia tidak akan memakannya. Ya kan Dawn?” dia menatapku sinis. STORM

“Key, kuperhatikan sejak kau pulang menjemputnya. Sikapmu jadi aneh. Ada apa?” Key menatapku tajam ketika mendengar pertanyaan hyung tertuanya itu. STORM

“Kau bahkan membuang coklat dan ice cream yang aku dan Jonghyun beli untuknya. Kenapa?” Onew melanjutkan pertanyaannya. Dia kembali menatapku. Kali ini tatapannya seolah ingin mengatakan “apa perlu kuberitau mereka?” Aku menundukkan wajahku. Aku tidak bisa membalas tatapannya itu. STORM

“Key? Kenapa?” onew kembali bertanya. Lelaki yang memergokiku ini hanya diam menatapku. STORM

“KARENA AKU MEMBENCINYA” akhirnya bibirnya berkata sesuati.dia menatapku.matanya merah saat mengatakan itu. STORM

“AKU SANGAT MEMBENCINYA” Key langsung meninggalkan meja makan setelah mengatakannya. STORM

“Key” Minho oppa memanggilnya. STORM

“dia benar. aku tidak pernah makan nasi yang kalian siapkan untukku kan?” jawabku acuh. “aku tidak lapar” aku meninggalkan mereka. keempat orang itu hanya saling tatap seolah bertanya “ada apa dengan mereka?” STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Minho POV

Dawn menggenggam tanganku hangat. Aku baru melihatnya bersikap manis seperti ini. Dia mulai memakai kata oppa lagi dibelakang nama kami.  Entahlah sejak kejadian di meja makan itu, sikapnya berubah pada kami STORM

Bahkan kemarin malam dia mengajak kami ke taman hiburan. STORM

“Ehm..besok temani aku ke taman hiburan” kami semua terkejut mendengarnya. Bukan karena nada bicaranya yang tidak sopan tetapi karena dia telah meminta kami pergi bersamanya. Onew hyung yang sedang tidur-tiduran di karpet langsung bangun mendengarnya. Taemin dan Jonghyun hyung yang sedang bercanda tiba-tiba berhenti. Key tersedak mendengarnya. Dan aku diam menatapnya. STORM

“kenapa? Ga bisa ya?” katanya begitu melihat kami hanya merespondnya tanpa suara. “ya sudah” dia langsung berlalu pergi. STORM

“tunggu bukan begitu” Jonghyun hyung menahannya pergi. “besok kita nonton aja ya. Filmnya lagi bagus-bagus soalnya” kali ini dia yang diam. Kami menunggu reaksinya. STORM

“ehm..kalo ga mau ya udah ga apa-apa besok kita ke taman hiburan aja” Jonghyun hyung langsung membatalkan usulannya. STORM

“Ga usah besok kita ke nonton aja” katanya sambil berjalan menuju kamarnya. STORM

Mata kami membesar mendengar jawabannya. Kami semua bersorak “YEAY!” seolah baru menang loterei. Senyum mengembang di bibir kami. Hanya Key yang  langsung bangun dan menghentikan langkahnya di tangga. STORM

“Hey, apa yang kau rencanakan?” kami terdiam. Dawn hanya memandangnya dan berlalu tanpa menjawab pertanyaannya. Kami tidak perduli dengan Key. Kami cukup senang. STORM

Dan sekarang disinilah kami berenam. Aku duduk disampingnya. Dari tadi dia menggenggam tanganku. “Dawn, ini baru namanya kakak adik hehe..aku lebih suka melihatmu bersikap seperti ini. Dawn maaf ya mungkin beberapa bulan terkahir ini kami terlalu sibuk. Jadi agak menelantarkanmu.” tidak ada jawaban darinya. Tapi kurasakan genggamannya semakin kencang. Aku tersenyum tapi tidak berani melihatnya sedikitpun. Aku tau bila aku melihatnya. Dia pasti akan melepaskan genggamannya. STORM

“oppa..” dia memanggilku lemah.  STORM

Aku menoleh kearahnya “Ya Tuhan! Dawn wajahmu pucat sekali!” aku terkejut melihat wajahnya. Dia pucat sekali. STORM

“Dawn kau baik-baik saja?” dia melepaskan genggamannya dari tanganku. Dia berjalan menuju Key. STORM

“oppa..” dia memanggil Key lemah. Key tetap sibuk dengan pesanan tiketnya. STORM

“oppa..” tangannya mencoba menggapai badan Key. STORM

*BRUK* STORM

Belum sempat tangannya menggapai Key, dia sudah terjatuh. STORM

“DAWN!” aku langsung berlari ke arahnya. “Dawn bangunlah” aku memukul-mukul pipinya berusaha membuatnya sadar. Key yang mendengar teriakanku langsung berlari ke arahku. Key melihat sekeliling seolah mencari sesuatu. STORM

“dimana tasnya?” aku menggeleng tidak tau. Taemin dan kedua hyungku yang baru datang dari parkiran langsung berlari begitu melihat Dawn di lantai bersamaku. STORM

“Taemin berikan tasnya padaku” key langsung mengambil tasnya dari tangan Taemin. STORM

“i..ini..” taemin segera menyerahkan tas Dawn yang selama ini dibawanya. Key segera membuka tasnya dan mencari sesuatu. Aku tidak tau apa yang dicarinya. Aku tidak perduli. STORM

“hyung cepat panggil ambulance.” onew hyung terlihat shock dengan apa yang dilihatnya. STORM

“HYUNG!” aku menyadarkannya. “Ambulance cepat!” tangannya gemetar ketika menelfon rumah sakit. Wajahnya yang sudah putih semakin putih. Sangat terlihat dia panic sekali. STORM

“Hyung apa yang kau cari?” Key tidak memperdulikan pertanyaan taemin. Dia mengeluarkan semua isi tasnya. “SHITT!” dia membanting tasnya. STORM

“taemin selain tas ini mana lagi bawaannya?” Key dengan panic bertanya pada Taemin. Taemin hanya menggeleng tidak tau. “SHITTT!!” aku dapat melihat kekesalan diwajahnya ketika dia tidak menemukan barang yang dicarinya. STORM

“Key sebenarnya apa yang kau cari?” Jonghyun hyung kembali bertanya padanya. STORM

“Jarum suntik” jawab key cepat. Bola matanya tetap melihat sekeliling seolah tidak ingin melewatkan barang satupun dari pandangannya. Sedangkan kami yang mendengar dua kata itu menatap Key bingung. STORM

“apa maksudmu jarum suntik?” tanya onew hyung padanya. Key tidak menjawabnya. Dia langsung mengambil Dawn dari pangkuanku dan membawanya ditangannya. Dia berlari menuju pintu keluar dan memanggil taxi. STORM

Sedangkan kami masih tidak bisa menggerakkan kaki kami. Jarum? Tidak. Tidak mungkin. Aku menolak apa yang muncul dipikiranku. STORM

“Hyung apa mungkin dia pemakai?” Taemin tiba-tiba mengatakan kekhawatiranku. STORM

“jangan mikir yang aneh-aneh” Jonghyun hyung segera membantahnya. Aku tau dia juga menolak memikirkan hal itu. Terlihat jelas di wajahnya. “tapi hyung kalau diperhatikan Dawn itu kurus sekali.mirip seperti…” STORM

“sudahlah kita akan tau setelah di rumah sakit”onew hyung langsung memotong kalimat Taemin. Kulihat onew hyung juga berusaha menolak pikirannya. Kemungkinan itu bisa saja. badannya kurus. Dandanannya tidak wajar. Dan sekarang..jarum suntik?? STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Key POV

“DAWN!” aku menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Ku lihat dia terjatuh di lantai. Aku langsung berlari kearahnya. Tuhan..wajahnya pucat sekali. Apa dia lupa tidak minum obatnya. Obat? Tidak. Bukan obat. Aku langsung ingat jarum suntiknya. STORM

“dimana tasnya?” kutanya Minho tasnya. Tapi minho hanya menggeleng tidak tau. aku melihat sekeliling mencari tasnya. Kulihat Taemin membawanya. STORM

“berikan tasnya padaku” aku langsung mengambilnya dari tangannya. STORM

Kucari jarum atau apapun di dalam tasnya. Tapi aku tidak menemukan satupun didalamnya. STORM

“SHITT!!” aku mengeluarkan semua isi tasnya ke lantai. Kuharap ada yang terlewat mataku. Tapi hasilnya tetap sama. Tidak ada jarum ataupun obat didalamnya. Aku melihat wajahnya lagi. Wajahnya semakin pucat. STORM

“kau? Apa kau sengaja melakukan ini?” tanyaku dalam hati. STORM

“Menyenangkan semua oppamu dan memberikannya wajah pucatmu?” Aku melihatnya miris. Hatiku menangis melihatnya terkapar seperti ini. STORM

“Dawn, aku akan benar-benar membencimu jika kau tidak bertahan sampai rumah sakit” aku segera mengambilnya dari Minho dan membawanya lari ke rumah sakit. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Minho POV

“Key!” aku berlari menghampiri Key yang sedang berdiri di depan ruang ICU. STORM

“bagaimana keadaannya?” Taemin yang berlari dibelakangku langsung bertanya padanya. STORM

“tidak tau. kita tunggu saja” jawabnya. STORM

“Key sebenarnya apa yang terjadi?” onew hyung yang masih terengah-engah akibat lari tadi langsung bertanya padanya. STORM

“Hyung, dia bukan pemakai kan?” Taemin yang dari tadi penasaran juga langsung menanyakannya. Key masih diam. Dia menggigit kukunya. Sangat terlihat dia cemas sekali. Key mengambil nafas panjang. STORM

“jadi benar dia pemakai?” Jonghyun hyung terlihat pasrah. STORM

“dia..” Key mulai mengeluarkan suaranya. STORM

“pantas dia terlihat kurus sekali” Taemin memotong kalimat Key. Ini tidak mungkin. aku tidak percaya. Kakiku lemas. Kulihat onew hyung kehilangan keseimbangannya. STORM

“hyung duduklah” aku tau yang paling shock adalah onew hyung. STORM

“tidak mungkin. ini tidak mungkin..” hyungku itu mulai histeris. STORM

“hyung tenanglah dia bukan pemakai ataupun sejenisnya.” Key setengah berteriak mengatakannya. “dia..” kalimatnya kembali terhenti. “dia mengidap diabetes mellitus” STORM

“APA?” kami semua terkejut mendengarnya. “diabetes?” jonghyun hyung mengulang perkataan Key. Key mengangguk. “itu sebabnya dia tidak memakan nasi, coklat, dan ice cream yang kita berikan untuknya.”Jelas Key. STORM

Kami semua menatapnya tidak mengerti. “semua makanan itu mengandung gula. Jadi berbahaya untuknya” Key menjelaskannya dengan detail. STORM

“tapi hyung..kenapa tadi kau mencari jarum suntik?” Taemin kembali bertanya. STORM

“karena obat sudah tidak berfungsi lagi.” Kulihat seseorang dengan pakaian kotak- kotak putih berjalan mendekati kami. Orang ini..aku mengingatnya jelas sekali. Lelaki yang membawa Dawn dipunggungnya dan memeluknya di depan rumah kami. STORM

“KAU?” tanganku segera menarik kerah bajunya. STORM

“Minho HENTIKAN!” Key mencegahku memukulnya. STORM

“Key??” aku melihat Key tidak percaya. STORM

“dia tidak seperti yang kita kira selama ini. dialah yang selalu menyuntikkan insulin ke tubuh Dawn.” aku melepaskan tanganku darinya. STORM

“Aku Sky. aku segera ke sini setelah Key hyung menelfon ku” jelasnya. STORM

“apa yang kau ketahui tentang Dawn?” onew hyung bertanya dengan lemasnya. STORM

“Dia sudah lama mengidap penyakit ini. dan beberapa bulan ini semakin parah. Badannya semakin kurus. Mukanya juga sangat pucat. Karena itu dia selalu memakai make up yang sangat tebal kan?” kami mengangguk. STORM

“selama ini dia bersikap kasar kepada kalian agar kalian membencinya.” Kami memberikan pandangan tidak mengerti padanya. STORM

“karena dia sangat menyayangi kalian. dia tidak mau kalau suatu hari kalian mengetahui penyakitnya ini atau mungkin kalian telah menemukannya mati dengan wajahnya yang pucat itu. dia tidak mau kalian menangis hyung. dia pikir dengan membuat kalian membencinya. Dia tidak akan melihatmu menangis.”  jelasnya. STORM

Aku mengerti sekarang kenapa dia bersikap seperti itu. “Kenapa kau bodoh sekali Dawn? kenapa?” tanganku mengepal memukul tembok di depanku. “kalau kau meminta kami tidak menangis, kami tidak akan menangis.” Aku tetap memukul tembok rumah sakit ini. mataku perih sekali. Key memegang bahuku. STORM

“Key kau sudah tau dari lama tentang hal ini?” tanyaku padanya. Key mengangguk. STORM

“karena itulah aku membencinya. Aku membecinya karena dia tidak jujur pada kita. Aku membencinya karena dia sangat bodoh!” kulihat Key berkaca-kaca mengatakannya. Aku memeluknya. Aku tau dia yang sangat tertekan dengan keadaan ini. dia mengetahuinya tapi tidak bisa mengatakannya.  STORM

“Ceritakan padaku tentang suntikan itu” tiba-tiba onew hyung meminta Sky menceritakannya. “Suatu hari dia memberiku jarum suntik………….. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Sky POV

“Sky tolong aku” dia memberikanku jarum suntik STORM

“ini untuk apa?” tanyaku kaget. STORM

“jangan bilang kau..ehm..”aku tidak berani mengatakan pikiranku. STORM

“obat yang selama ini kuminum sudah tidak bisa membantu. Dokter menyuruhku menyuntikkan insulin ini sesudah makan.” Dawn mengambil botol kecil berisi cairan dari tasnya.Kemudian dia memasukkan jarum ke dalam botol kecil itu.aku melihatnya miris. Anak ini..air mataku jatuh hanya melihatnya melakukan ini. STORM

“Sky, kalau aku bisa melakukannya sendiri aku tidak akan memintamu. Jadi jangan menangis” katanya yakin. Dia menggulung lengan bajunya dan memberikan lengan kanannya padaku. Ku ambil  jarum itu dari tangannya ragu. Ku cari nadinya. Ku dekatkan jarum itu ke kulitnya. Kulihat wajahnya. tidak ada rasa takut sedikitpun. STORM

“aishh..tutup matamu” aku tidak  tega dia melihatku memasukkan jarum ini ke lengannya. Dia pun menutup matanya. aku mulai menyuntikkan jarum itu ke lengan kanannya. “sudah selesai.” Aku menyentuh bahunya. Matanya terbuka. Dia terdiam melihat lengannya. Dan membetulkan lengan bajunya. Tuhan..aku selalu kagum dengan teman ku ini. dia..sangat berani. STORM

“oh ya, Dawn, bukannya kau takut jarum?” aku baru ingat kalau dia takut jarum. STORM

“aku masih mau hidup Sky. masih banyak yang mau kulakukan. Kalau ini satu-satunya jalan aku sembuh. Aku akan membuang rasa takut ini” aku menatapnya kagum. Tidak salah kami memanggilnya Dawn. matahari yang sinarnya agak redup tetapi berani menghentikan malam dan menyinari pagi kami. Kupandangi gadis di depanku ini. STORM

“kenapa? Nangis lagi?”katanya padaku. Aku hanya tersenyum mendengarnya. “aku tidak akan menangis kalau kau tidak menangis” jawabku yang dibalas dengan senyum manis diwajahnya. “Dawn, kumohon cepatlah sembuh.”  Doaku dalam hati. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Minho POV

Sudah berjam-jam kami menunggu di depan ruang ICU ini. tetapi belum ada tanda-tanda bahwa perawatannya akan selesai. “hffffff…Tuhannnnnn…” aku menarik nafas panjang. Kulihat onew hyung masih berbicara dengan Sky. aku baru tau ternyata Sky adalah sahabat Dawn. STORM

“kakak macam apa aku? tidak tau kalau adikku sekarat. Aku bahkan tidak tau sahabat adikku sendiri! Hah! masih berani aku memintanya memanggil oppa?!” Aku merutuki diriku sendiri yang ternyata tidak mengenal adik kesayanganku. STORM

“hyung” Taemin menyadarkan lamunanku. Kulihat lampu ruang ICU mati. Pintu mulai terbuka. Dokter mulai keluar dari ruangan ini. STORM

“Dokter bagaimana keadaan adik kami?” onew hyung langsung bertanya pada dokter. STORM

“kami sudah berusaha yang terbaik. Aku hanya bisa bilang persentase untuk hidup sangatlah kecil. Dia harus berjuang keras.”  STORM

Kakiku lemas mendengar itu. Kulihat kedua hyungku kehilangan keseimbangannya. Taemin dan Sky berusaha menahan mereka agar tidak jatuh. Hanya Key yang kulihat pergi meninggalkan kami. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF