Our Rebllious Girl – Part 2

Author                        : storm

Cast                : Dawn, Shinee

Genre                        : Family

Summary         : Dia menggulung lengan bajunya dan memberikan lengan kanannya padaku. Ku ambil  jarum itu dari tangannya ragu. Ku cari nadinya. Ku dekatkan jarum itu ke kulitnya. Kulihat wajahnya. tidak ada rasa takut sedikitpun.

“Dawn. matahari yang sinarnya agak redup tetapi berani menghentikan malam dan mengganti hari”

Our Rebellious Girl! (Part II)

Key POV

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 seharusnya sekolahnya sudah selesai. Aku berjalan menyusuri kelas-kelas di sekolah ini. STORM

“Dari sini lurus sampai kelas terakhir terus belok kanan. Kelasnya nomor 3 dari jejeran kelas ini” kataku sambil mengingat kelasnya. aku hafal kelasnya. karena semester yang lalu aku yang mengambil raportnya. Kulihat papan yang menggantung di atas pintu kelas. Kucari kelas adikku. STORM

“kelas 10…” aku menghentikan kakiku ketika melihat seorang perempuan dan laki-laki di kelas itu. STORM

“kelas 10.2” kulihat sekali lagi papan kelasnya. STORM

“tidak ini bukan kelasnya” pikirku. Tapi kenapa gadis yang duduk di meja itu terlihat seperti Dawn. aku melangkahkan kakiku lagi perlahan. STORM

“aku..aku takut sekali..” gadis di dalam kelas ini tiba-tiba bersuara. suaranya gemetar seakan menahan tangis. langkahku terhenti mendengarnya. Aku mengenal suara ini. STORM

“Dawn..gadis ini..benar-benar Dawn..tidak. dia tidak mungkin Dawn.” pikiranku terus mengelak dari kenyataan yang kulihat. ku lihat sekali lagi gadis ini dari jendela kelasnya.  Tuhan…Gadis itu benar- benar Dawn. apa yang dilakukannya dengan pria itu? Siapa pria itu?  STORM

Mataku langsung melihat pria yang sedang bersamanya. Aku yakin aku pernah melihat pria ini.  Pikiranku mencoba untuk mengingatnya. “Ya Tuhan! Dia kan yang waktu itu nganter Dawn pulang!” aku berhasil mengingatnya. Laki-laki yang membuat Dawn membuang nasi yang Taemin berikan padanya. “SIAL! Mau apa dia dengan Dawn?” tangan kananku mulai mengepal. Kuintip sekali lagi dua anak ini dari kaca. STORM

Kali ini kulihat Dawn menggulung lengan bajunya. Apa yang dilakukannya? Ya Tuhan!! Detak jantungku berhenti ketika melihat pria itu mengambil sesuatu dari kotak kecil disampingnya. STORM

“JARUMM??? Apa yang akan dia lakukan pada Dawn?” kepalan tangan kananku semakin menguat. tanpa kusadari aku membuka pintu kelasnya dan melangkahkan kakiku. STORM

“oppa?” Dawn terlihat kaget. Dia segera turun dari meja yang didudukinya. Pria yang bersamanya juga ikut berdiri. STORM

“oppa, apa yang sedang kau lakukan di sini?” Dawn terlihat sangat ketakutan. STORM

Aku menghampiri pria itu dan mengambil jarum suntik dari tangannya. Ku lempar jauh jarum itu. Ku dorong tubuhnya ke tembok. “KAU! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIKKU? HAH?” kedua tanganku mencekram kerah seragam lelaki ini. STORM

*BUK* aku memukul wajahnya. darah terlihat dibibirnya. dia tidak membalasku. dia justru mencoba mengambil jarum yang sudah kubuang itu. “KAU!” Aku menghampirinya dan bersiap menendang perutnya. STORM

“oppa..” tiba-tiba gadis ini memegang kaki kiriku. Menahanku dari aksi anarkis lainnya. Kulihat matanya sembab. Wajahnya pucat. Dan badannya gemetar. STORM

“cih! KAU..” aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku. “oppa..” Tangannya tetap menahan kakiku. STORM

“lepas Dawn!” kataku. Tetapi anak ini bukannya melepas tangannya, malah makin mengencangkan tangannya pada kakiku. STORM

“LEPAS KATAKU!” aku menarik kakiku dari tangannya.  Aku kembali menghampiri laki-laki di hadapanku ini. tanganku kembali mencekram kerah seragamnya. Membuatnya berdiri dan bersiap melepas tinjuku lagi padanya. STORM

“OPPA! KAU SENTUH DIA, KUBUNUH KAU!” sebuah tangan kecil yang sangat kukenal menahan tinjuku padanya. kulihat gadis dibelakangku ini. Rambutnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya. tapi dapat kulihat matanya memandangku dengan penuh emosi. STORM

“KAU!” aku hanya bisa melihatnya dalam. Kuangkat wajahnya. STORM

“BILANG SEKALI LAGI! AKU AKAN BENAR-BENAR MENGIRIMNYA KE RUMAH SAKIT” aku teriak tepat di wajahnya. matanya tetap memandangku dengan penuh emosi. aku mendorong tubuh kurusnya. Membuatnya terjatuh STORM

“oppa..” gadis ini dengan kepala tertunduk tetap memanggilku lemah. Aku menghampirinya. STORM

“JANGAN PANGGIL AKU OPPA DENGAN WAJAH PUCAT MU ITU!” teriakku padanya. Gadis dihadapanku ini terlihat kaget dengan ucapanku. Air mata jatuh ke pipinya setelah mendengarku mengatakan itu. STORM

Kulihat teman lelakinya itu berhasil mengambil jarum yang kubuang dan menghampiri adikku. ku tarik seragamnya. Jarum ditangannya terhempas ke lantai. STORM

*BUK* aku kembali memukul wajahnya “APA YANG KAU LAKUKAN HAH?” dia tidak menjawab. STORM

*BUK* kali ini kuarahkan tinjuku pada perutnya “KUTANYA APA YANG KAU LAKUKAN??” dia tetap tidak menjawab. Tidak lama bibirnya mulai membentuk senyuman. Matanya mengarah pada Dawn. STORM

Aku segera mengarahkan pandanganku pada Dawn. kulihat Dawn sudah memasukkan jarum itu ke lengannya. “DAWN! KAU SUDAH GILA?” aku memegang tangannya. Mencoba mencegahnya menyuntikkan cairan di dalam jarum itu ke kulitnya.  STORM

“JANGAN LAKUKAN ITU ATAU KAU AKAN MELIHAT ADIKMU MATI!!” pria ini teriak dan menghempaskan badanku ke tembok. STORM

“MATI?? KAU PIKIR KAU SIAPA HAH?” aku berdiri dan menghampirinya dan *BUK* kepalan tanganku sekali lagi mendarat di wajahnya. lelaki ini terkapar di lantai. STORM

Aku menghampiri Dawn yang sedang duduk bersender di tembok kelasnya. Jarum tergeletak di dekat tangannya. Dia terlihat lemah. Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. STORM

“Dawn..apa yang kau lakukan pada dirimu?” aku merapikan rambutnya yang menutupi mukanya. wajahnya masih pucat. Pipinya menghitam akibat make up dimatanya luntur. STORM

“oppa..” aku menatapnya kesal. STORM

“ayo pulang!” aku menarik tangannya. Dia tetap tidak bergerak. STORM

“oppa..biar kujelaskan” aku tidak menggubrisnya. Aku tetap menarik lengannya. STORM

“oppa..” gadis ini tetap menangis. STORM

Aku menatapnya “aku kecewa padamu Dawn” kutatap matanya dalam. STORM

“oppa..ku mohon dengarkan aku..” gadis ini masih tetap memohon. STORM

“kita pulang!” aku mengambil tasnya dan menyeretnya pulang. STORM

“DAN KAU” aku menunjuk wajah teman laki-lakinya “MENJAUHLAH DARINYA!” ancamku. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Dawn POV

Sejak sore itu, sikap Key berubah padaku. Dia cenderung menghindariku. Pandangannya dingin tidak sehangat biasanya. Tuhann..apa yang harus kulakukan? Bagaimana bila dia cerita ke yang lain? Aku cemas memikirkannya. STORM

*kruyuk*kruyuk STORM

“argh! Sial! Kenapa akhir-akhir ini aku sering sekali lapar?!” aku turun menuju meja makan. Di meja makan sudah ada lima orang yang menungguku. STORM

“Dawn ayo makan. Kami semua menunggumu turun” seperti biasa Taemin selalu tersenyum menyambutku. STORM

“ini sudah kuambilkan nasi untukmu” dia memberikanku satu piring nasi. Kalau melihat sikap mereka padaku sepertinya Key oppa belum memberitau oppa-oppaku yang lain. Aku mengambil piring dari tangannya. STORM

“jangan memberinya nasi” tiba-tiba Key menghentikannya. Semua temannya menatapnya heran. Taemin tidak menggubris ucapannya dan tetap memberikanku nasi. STORM

“kubilang jangan memberinya nasi!” dia tidak teriak. Tapi nada suaranya meninggi membuat semua orang di meja makan terdiam. STORM

“Key?” kali ini onew angkat suara. STORM

“percuma memberinya nasi. Dia tidak akan memakannya. Ya kan Dawn?” dia menatapku sinis. STORM

“Key, kuperhatikan sejak kau pulang menjemputnya. Sikapmu jadi aneh. Ada apa?” Key menatapku tajam ketika mendengar pertanyaan hyung tertuanya itu. STORM

“Kau bahkan membuang coklat dan ice cream yang aku dan Jonghyun beli untuknya. Kenapa?” Onew melanjutkan pertanyaannya. Dia kembali menatapku. Kali ini tatapannya seolah ingin mengatakan “apa perlu kuberitau mereka?” Aku menundukkan wajahku. Aku tidak bisa membalas tatapannya itu. STORM

“Key? Kenapa?” onew kembali bertanya. Lelaki yang memergokiku ini hanya diam menatapku. STORM

“KARENA AKU MEMBENCINYA” akhirnya bibirnya berkata sesuati.dia menatapku.matanya merah saat mengatakan itu. STORM

“AKU SANGAT MEMBENCINYA” Key langsung meninggalkan meja makan setelah mengatakannya. STORM

“Key” Minho oppa memanggilnya. STORM

“dia benar. aku tidak pernah makan nasi yang kalian siapkan untukku kan?” jawabku acuh. “aku tidak lapar” aku meninggalkan mereka. keempat orang itu hanya saling tatap seolah bertanya “ada apa dengan mereka?” STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Minho POV

Dawn menggenggam tanganku hangat. Aku baru melihatnya bersikap manis seperti ini. Dia mulai memakai kata oppa lagi dibelakang nama kami.  Entahlah sejak kejadian di meja makan itu, sikapnya berubah pada kami STORM

Bahkan kemarin malam dia mengajak kami ke taman hiburan. STORM

“Ehm..besok temani aku ke taman hiburan” kami semua terkejut mendengarnya. Bukan karena nada bicaranya yang tidak sopan tetapi karena dia telah meminta kami pergi bersamanya. Onew hyung yang sedang tidur-tiduran di karpet langsung bangun mendengarnya. Taemin dan Jonghyun hyung yang sedang bercanda tiba-tiba berhenti. Key tersedak mendengarnya. Dan aku diam menatapnya. STORM

“kenapa? Ga bisa ya?” katanya begitu melihat kami hanya merespondnya tanpa suara. “ya sudah” dia langsung berlalu pergi. STORM

“tunggu bukan begitu” Jonghyun hyung menahannya pergi. “besok kita nonton aja ya. Filmnya lagi bagus-bagus soalnya” kali ini dia yang diam. Kami menunggu reaksinya. STORM

“ehm..kalo ga mau ya udah ga apa-apa besok kita ke taman hiburan aja” Jonghyun hyung langsung membatalkan usulannya. STORM

“Ga usah besok kita ke nonton aja” katanya sambil berjalan menuju kamarnya. STORM

Mata kami membesar mendengar jawabannya. Kami semua bersorak “YEAY!” seolah baru menang loterei. Senyum mengembang di bibir kami. Hanya Key yang  langsung bangun dan menghentikan langkahnya di tangga. STORM

“Hey, apa yang kau rencanakan?” kami terdiam. Dawn hanya memandangnya dan berlalu tanpa menjawab pertanyaannya. Kami tidak perduli dengan Key. Kami cukup senang. STORM

Dan sekarang disinilah kami berenam. Aku duduk disampingnya. Dari tadi dia menggenggam tanganku. “Dawn, ini baru namanya kakak adik hehe..aku lebih suka melihatmu bersikap seperti ini. Dawn maaf ya mungkin beberapa bulan terkahir ini kami terlalu sibuk. Jadi agak menelantarkanmu.” tidak ada jawaban darinya. Tapi kurasakan genggamannya semakin kencang. Aku tersenyum tapi tidak berani melihatnya sedikitpun. Aku tau bila aku melihatnya. Dia pasti akan melepaskan genggamannya. STORM

“oppa..” dia memanggilku lemah.  STORM

Aku menoleh kearahnya “Ya Tuhan! Dawn wajahmu pucat sekali!” aku terkejut melihat wajahnya. Dia pucat sekali. STORM

“Dawn kau baik-baik saja?” dia melepaskan genggamannya dari tanganku. Dia berjalan menuju Key. STORM

“oppa..” dia memanggil Key lemah. Key tetap sibuk dengan pesanan tiketnya. STORM

“oppa..” tangannya mencoba menggapai badan Key. STORM

*BRUK* STORM

Belum sempat tangannya menggapai Key, dia sudah terjatuh. STORM

“DAWN!” aku langsung berlari ke arahnya. “Dawn bangunlah” aku memukul-mukul pipinya berusaha membuatnya sadar. Key yang mendengar teriakanku langsung berlari ke arahku. Key melihat sekeliling seolah mencari sesuatu. STORM

“dimana tasnya?” aku menggeleng tidak tau. Taemin dan kedua hyungku yang baru datang dari parkiran langsung berlari begitu melihat Dawn di lantai bersamaku. STORM

“Taemin berikan tasnya padaku” key langsung mengambil tasnya dari tangan Taemin. STORM

“i..ini..” taemin segera menyerahkan tas Dawn yang selama ini dibawanya. Key segera membuka tasnya dan mencari sesuatu. Aku tidak tau apa yang dicarinya. Aku tidak perduli. STORM

“hyung cepat panggil ambulance.” onew hyung terlihat shock dengan apa yang dilihatnya. STORM

“HYUNG!” aku menyadarkannya. “Ambulance cepat!” tangannya gemetar ketika menelfon rumah sakit. Wajahnya yang sudah putih semakin putih. Sangat terlihat dia panic sekali. STORM

“Hyung apa yang kau cari?” Key tidak memperdulikan pertanyaan taemin. Dia mengeluarkan semua isi tasnya. “SHITT!” dia membanting tasnya. STORM

“taemin selain tas ini mana lagi bawaannya?” Key dengan panic bertanya pada Taemin. Taemin hanya menggeleng tidak tau. “SHITTT!!” aku dapat melihat kekesalan diwajahnya ketika dia tidak menemukan barang yang dicarinya. STORM

“Key sebenarnya apa yang kau cari?” Jonghyun hyung kembali bertanya padanya. STORM

“Jarum suntik” jawab key cepat. Bola matanya tetap melihat sekeliling seolah tidak ingin melewatkan barang satupun dari pandangannya. Sedangkan kami yang mendengar dua kata itu menatap Key bingung. STORM

“apa maksudmu jarum suntik?” tanya onew hyung padanya. Key tidak menjawabnya. Dia langsung mengambil Dawn dari pangkuanku dan membawanya ditangannya. Dia berlari menuju pintu keluar dan memanggil taxi. STORM

Sedangkan kami masih tidak bisa menggerakkan kaki kami. Jarum? Tidak. Tidak mungkin. Aku menolak apa yang muncul dipikiranku. STORM

“Hyung apa mungkin dia pemakai?” Taemin tiba-tiba mengatakan kekhawatiranku. STORM

“jangan mikir yang aneh-aneh” Jonghyun hyung segera membantahnya. Aku tau dia juga menolak memikirkan hal itu. Terlihat jelas di wajahnya. “tapi hyung kalau diperhatikan Dawn itu kurus sekali.mirip seperti…” STORM

“sudahlah kita akan tau setelah di rumah sakit”onew hyung langsung memotong kalimat Taemin. Kulihat onew hyung juga berusaha menolak pikirannya. Kemungkinan itu bisa saja. badannya kurus. Dandanannya tidak wajar. Dan sekarang..jarum suntik?? STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Key POV

“DAWN!” aku menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Ku lihat dia terjatuh di lantai. Aku langsung berlari kearahnya. Tuhan..wajahnya pucat sekali. Apa dia lupa tidak minum obatnya. Obat? Tidak. Bukan obat. Aku langsung ingat jarum suntiknya. STORM

“dimana tasnya?” kutanya Minho tasnya. Tapi minho hanya menggeleng tidak tau. aku melihat sekeliling mencari tasnya. Kulihat Taemin membawanya. STORM

“berikan tasnya padaku” aku langsung mengambilnya dari tangannya. STORM

Kucari jarum atau apapun di dalam tasnya. Tapi aku tidak menemukan satupun didalamnya. STORM

“SHITT!!” aku mengeluarkan semua isi tasnya ke lantai. Kuharap ada yang terlewat mataku. Tapi hasilnya tetap sama. Tidak ada jarum ataupun obat didalamnya. Aku melihat wajahnya lagi. Wajahnya semakin pucat. STORM

“kau? Apa kau sengaja melakukan ini?” tanyaku dalam hati. STORM

“Menyenangkan semua oppamu dan memberikannya wajah pucatmu?” Aku melihatnya miris. Hatiku menangis melihatnya terkapar seperti ini. STORM

“Dawn, aku akan benar-benar membencimu jika kau tidak bertahan sampai rumah sakit” aku segera mengambilnya dari Minho dan membawanya lari ke rumah sakit. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Minho POV

“Key!” aku berlari menghampiri Key yang sedang berdiri di depan ruang ICU. STORM

“bagaimana keadaannya?” Taemin yang berlari dibelakangku langsung bertanya padanya. STORM

“tidak tau. kita tunggu saja” jawabnya. STORM

“Key sebenarnya apa yang terjadi?” onew hyung yang masih terengah-engah akibat lari tadi langsung bertanya padanya. STORM

“Hyung, dia bukan pemakai kan?” Taemin yang dari tadi penasaran juga langsung menanyakannya. Key masih diam. Dia menggigit kukunya. Sangat terlihat dia cemas sekali. Key mengambil nafas panjang. STORM

“jadi benar dia pemakai?” Jonghyun hyung terlihat pasrah. STORM

“dia..” Key mulai mengeluarkan suaranya. STORM

“pantas dia terlihat kurus sekali” Taemin memotong kalimat Key. Ini tidak mungkin. aku tidak percaya. Kakiku lemas. Kulihat onew hyung kehilangan keseimbangannya. STORM

“hyung duduklah” aku tau yang paling shock adalah onew hyung. STORM

“tidak mungkin. ini tidak mungkin..” hyungku itu mulai histeris. STORM

“hyung tenanglah dia bukan pemakai ataupun sejenisnya.” Key setengah berteriak mengatakannya. “dia..” kalimatnya kembali terhenti. “dia mengidap diabetes mellitus” STORM

“APA?” kami semua terkejut mendengarnya. “diabetes?” jonghyun hyung mengulang perkataan Key. Key mengangguk. “itu sebabnya dia tidak memakan nasi, coklat, dan ice cream yang kita berikan untuknya.”Jelas Key. STORM

Kami semua menatapnya tidak mengerti. “semua makanan itu mengandung gula. Jadi berbahaya untuknya” Key menjelaskannya dengan detail. STORM

“tapi hyung..kenapa tadi kau mencari jarum suntik?” Taemin kembali bertanya. STORM

“karena obat sudah tidak berfungsi lagi.” Kulihat seseorang dengan pakaian kotak- kotak putih berjalan mendekati kami. Orang ini..aku mengingatnya jelas sekali. Lelaki yang membawa Dawn dipunggungnya dan memeluknya di depan rumah kami. STORM

“KAU?” tanganku segera menarik kerah bajunya. STORM

“Minho HENTIKAN!” Key mencegahku memukulnya. STORM

“Key??” aku melihat Key tidak percaya. STORM

“dia tidak seperti yang kita kira selama ini. dialah yang selalu menyuntikkan insulin ke tubuh Dawn.” aku melepaskan tanganku darinya. STORM

“Aku Sky. aku segera ke sini setelah Key hyung menelfon ku” jelasnya. STORM

“apa yang kau ketahui tentang Dawn?” onew hyung bertanya dengan lemasnya. STORM

“Dia sudah lama mengidap penyakit ini. dan beberapa bulan ini semakin parah. Badannya semakin kurus. Mukanya juga sangat pucat. Karena itu dia selalu memakai make up yang sangat tebal kan?” kami mengangguk. STORM

“selama ini dia bersikap kasar kepada kalian agar kalian membencinya.” Kami memberikan pandangan tidak mengerti padanya. STORM

“karena dia sangat menyayangi kalian. dia tidak mau kalau suatu hari kalian mengetahui penyakitnya ini atau mungkin kalian telah menemukannya mati dengan wajahnya yang pucat itu. dia tidak mau kalian menangis hyung. dia pikir dengan membuat kalian membencinya. Dia tidak akan melihatmu menangis.”  jelasnya. STORM

Aku mengerti sekarang kenapa dia bersikap seperti itu. “Kenapa kau bodoh sekali Dawn? kenapa?” tanganku mengepal memukul tembok di depanku. “kalau kau meminta kami tidak menangis, kami tidak akan menangis.” Aku tetap memukul tembok rumah sakit ini. mataku perih sekali. Key memegang bahuku. STORM

“Key kau sudah tau dari lama tentang hal ini?” tanyaku padanya. Key mengangguk. STORM

“karena itulah aku membencinya. Aku membecinya karena dia tidak jujur pada kita. Aku membencinya karena dia sangat bodoh!” kulihat Key berkaca-kaca mengatakannya. Aku memeluknya. Aku tau dia yang sangat tertekan dengan keadaan ini. dia mengetahuinya tapi tidak bisa mengatakannya.  STORM

“Ceritakan padaku tentang suntikan itu” tiba-tiba onew hyung meminta Sky menceritakannya. “Suatu hari dia memberiku jarum suntik………….. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Sky POV

“Sky tolong aku” dia memberikanku jarum suntik STORM

“ini untuk apa?” tanyaku kaget. STORM

“jangan bilang kau..ehm..”aku tidak berani mengatakan pikiranku. STORM

“obat yang selama ini kuminum sudah tidak bisa membantu. Dokter menyuruhku menyuntikkan insulin ini sesudah makan.” Dawn mengambil botol kecil berisi cairan dari tasnya.Kemudian dia memasukkan jarum ke dalam botol kecil itu.aku melihatnya miris. Anak ini..air mataku jatuh hanya melihatnya melakukan ini. STORM

“Sky, kalau aku bisa melakukannya sendiri aku tidak akan memintamu. Jadi jangan menangis” katanya yakin. Dia menggulung lengan bajunya dan memberikan lengan kanannya padaku. Ku ambil  jarum itu dari tangannya ragu. Ku cari nadinya. Ku dekatkan jarum itu ke kulitnya. Kulihat wajahnya. tidak ada rasa takut sedikitpun. STORM

“aishh..tutup matamu” aku tidak  tega dia melihatku memasukkan jarum ini ke lengannya. Dia pun menutup matanya. aku mulai menyuntikkan jarum itu ke lengan kanannya. “sudah selesai.” Aku menyentuh bahunya. Matanya terbuka. Dia terdiam melihat lengannya. Dan membetulkan lengan bajunya. Tuhan..aku selalu kagum dengan teman ku ini. dia..sangat berani. STORM

“oh ya, Dawn, bukannya kau takut jarum?” aku baru ingat kalau dia takut jarum. STORM

“aku masih mau hidup Sky. masih banyak yang mau kulakukan. Kalau ini satu-satunya jalan aku sembuh. Aku akan membuang rasa takut ini” aku menatapnya kagum. Tidak salah kami memanggilnya Dawn. matahari yang sinarnya agak redup tetapi berani menghentikan malam dan menyinari pagi kami. Kupandangi gadis di depanku ini. STORM

“kenapa? Nangis lagi?”katanya padaku. Aku hanya tersenyum mendengarnya. “aku tidak akan menangis kalau kau tidak menangis” jawabku yang dibalas dengan senyum manis diwajahnya. “Dawn, kumohon cepatlah sembuh.”  Doaku dalam hati. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

Minho POV

Sudah berjam-jam kami menunggu di depan ruang ICU ini. tetapi belum ada tanda-tanda bahwa perawatannya akan selesai. “hffffff…Tuhannnnnn…” aku menarik nafas panjang. Kulihat onew hyung masih berbicara dengan Sky. aku baru tau ternyata Sky adalah sahabat Dawn. STORM

“kakak macam apa aku? tidak tau kalau adikku sekarat. Aku bahkan tidak tau sahabat adikku sendiri! Hah! masih berani aku memintanya memanggil oppa?!” Aku merutuki diriku sendiri yang ternyata tidak mengenal adik kesayanganku. STORM

“hyung” Taemin menyadarkan lamunanku. Kulihat lampu ruang ICU mati. Pintu mulai terbuka. Dokter mulai keluar dari ruangan ini. STORM

“Dokter bagaimana keadaan adik kami?” onew hyung langsung bertanya pada dokter. STORM

“kami sudah berusaha yang terbaik. Aku hanya bisa bilang persentase untuk hidup sangatlah kecil. Dia harus berjuang keras.”  STORM

Kakiku lemas mendengar itu. Kulihat kedua hyungku kehilangan keseimbangannya. Taemin dan Sky berusaha menahan mereka agar tidak jatuh. Hanya Key yang kulihat pergi meninggalkan kami. STORM

Our Rebellious Girl! (Part II)

TBC

Signature

This post/FF has written by SF3SI Freelance Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

45 thoughts on “Our Rebllious Girl – Part 2”

  1. Omona!!!!
    Miris banget gwa bacanya*sambil netesin air mata*
    hwuaaaa……dawn….dawn….*teriak2 geje dpan rumah saki*
    aku suka sama adegan key oppa yang lagi berantem, kereeennnn…
    Lanjutannya jangan lama2 yah, storm*sksd*, ntar aku jadi jamur nungguinnya…….hehehehe…..anneyong

    1. iya…samaaa…aku juga suka sama scene itu..
      keliatab bgt ya melindungi adiknya..hehehe

      makasih ya rynryn (sksd juga =p) dah baca……^^

  2. Iiiisssh..ini storm pagi2 dah bikin berkaca-kaca..T.T

    Itu..itu..KEY KEREEENNN..*tambah suka sama key*

    Nah itu knp key malah pergi, storm?

    Great ^^b

    1. Oy M.U. susah bgt dihubungin ya??

      iya..Key nya pergi dulu kak..kan mo liat aku..hehehe

      anyway, nih lappy-mu yg di rumahku ga mo dibawa pulang?
      liburan panjang loch nanti..
      eh..ku instal-instal yah..hehehe

      thx u loh MU dah baca huahaha ^^

  3. Dawn. . . . .T.T
    hikz. .aq pkr dy t emg makek brang haram ntu. . . .hemf untng bkan trnyta. . .tp . .tp Dawn mlh kritis gt keadaan.a, . .smoga dy bsa mlwn kritis.a. . .
    huah. .crta.a bgussss. .lnjotan.a jngn lma2 yagh. .^^

    1. he..niatnya sih mo kubikin cerita kayak gitu Na
      tapi ga tega bikinnya..kasian oppas nya hehehe..

      thanks ya Na dah baca..*eh nana kan ya?hehe
      ^^

  4. Thumbs up! d(^.^)b salut buat storm bikin cerita kayak gini.
    Aku pikir Dawn pemakai awalnya, ternyata Diabetes mellitus waww.

    Keeeeeey! You’re so sweet 🙂

  5. kasian bnget dawn ternyata eh ternxata dia bersikap begitu krn penyakitx
    ckckck key makin gimana gitu (tunjuk2 wkt key nonjok sky)
    stelah semua tau tentang penyakit dawn,
    eh dawnx kritis
    wah key jdi orng yg pling sabar nie
    ditunggu kelanjutanx STORM !!

    1. i’m here Joanna..
      i’m back for sure
      tapi masih belum bisa aktif sering-sering hehe

      makasih ya sayangggggg*kecup ^^

  6. Hoho ternyata benar itu insulin ternyata. Ga nyangka ceritanya bakal kaya gini, keren!

    Next part nya ASAP ya 😉

  7. ya ampun.. kok aku makin suka adegan berantem ya? kemaren onew sekarang key..
    KYA!!!! AKU MAKIN CINTA deh bacanya hahaha…
    this ff so damn cooll!!! KEREN!!!
    Dawn kau sangat tega pada oppa-oppamu.. hiks..hiks.. malngnya nasibmu #gajekumat

    Lanjutkan!! *sby style*

    1. oh iya? kemaren onew berantem sama siapa??
      aku belum baca-baca ff yang lain nih.. =(

      he…makasih ya…*mo dipanggil apa ya?hehe

      makasihhhhhhh *bow ^^

  8. STORM ONNIE…….!!!!
    TANGGUNG JAWAB..!!!!
    AKU TADI DIKIRA UDAH DIPUTUSIN SAMA PACAR AKU GARAGARA NANGIS SAMBIL MENATAP LAYAR HENPUN !!
    *haha ga banget bhasanya*

    SUKA KEYYYYYY…
    STORM ONNIE UDAH BERHASIL MEMBUAT AKU SEMAKIN MENYUKAI KEYYYY…!!!

    AH..
    GA BISA NGOMONG LAGI..
    POKONYA AKU SUKA !!
    apalagi ff ini khusus buat aku..
    *kedipkedip*

    1. kyaaaaaaa…Liaaaaaaaaa
      huhuhu kangennnnnnnnn T.T

      eh..eh..FF mu judulnya apa Li? mo baca nih…T.T
      kata M.U (ula onn) keren bangettt…jarang2 dia bilang keren.
      makanya mo baca..hehehe

      iya dong…karena ini FF untukmu jadi kubuat Key sebagai kakak yg keren huehehe *mulai geje

      thx ya Lia dah baca ^^ *kecup

      1. KYAAAAAAAAA !!!!
        STORM ONNIE COMEBACK !!
        SENENG, SENENG, SENEEENG…

        STORM ONNIE KANGEN SAMA AKUU ???
        SAMAAA ^O^

        FF akuu ??
        aduh..
        ga usah baca deh, onn..
        maluu..
        ff aku fail banget..
        benerbener ancurr .
        ampe dikoreksi ama reader 😦
        tapi klo mau baca sii gapapa..
        judulnya ” Nothing Impossible ”
        mian yaa klo ngeboringin 😦

        SEKALI LAGI MAKASIH YAA, ONN *kecup balik*

    1. makasih ayuuuuuu..^^
      sipppp..udah kukirim kok part selanjutnya..
      nanti baca lagi yah..hehehe

      makasih-makasih *bow..^^

    1. ini…sapu tangannya…
      hiks..jadi ikutan nangis..*srotttttttt!
      hehehe

      ini aku manggilnya apa ya?

      anyway, makasih ya dah baca..^^

  9. Yaampun…!!!

    Ternyata sakit diabetes t00h…
    ckckck dawn dawn kok gak ngomong ssih kl0 kmu ntuh sakittt.

    Storm onnie…penasaran nieh…
    lnjut yya..
    daebak deh

    1. tau tuh si dawn..bukannya ngomong aja..
      ckckck gimana si dawn? *dawn: -_-”

      makasih tooofu dah baca n komen ^^
      *bow

  10. ya ammpuun.. g nyangka ceritany jadi begini, d luar dugaan aku. BENAR BENAR KEREEN FF STORM UNNI!! d>.<b

    1. uwowwwwww…makasih Nay…^^
      seneng dech…saksikan kejutan selanjutnya ya…heheh

      makasih ya Nay dah baca…xixixi^^
      *bow

    1. makasih ciiiiiii…^^

      iya salam kenal jugaaa…
      he..niatnya mo kubikin gitu awalnya. pemakai abiz. tapi ga tega sama oppas dawn.
      nanti tambah stress lagi hehe

      thx u ya cii dah baca..^^
      *bow

  11. Ga nyangka trnyata dawn sakit diabets.. Aku kira dia knapa…

    Kasiaan,, jgn mati yaa, ak lbh suka happy ending.. *sapa gue ngatur2 ?*

    storm unnie, hwaiting ^^
    aku sukaaa bgt ff onnie 😀
    lanjuuut…

    1. wahhh…makasih ya leena dah suka ff ku ini..*kecup

      hehe……..kita liat di part selanjutnya ya leena..meninggal or ga..

      makasih dah baca..^^ *bow

  12. stoooormmm… hikss.. ff ini… hiks… mengapa ff ini begitu menyedihkan… hiks…
    daebak strom… aku sukaaa..
    suka bgddd..

  13. bbaaaaaaahhh……
    Dawn ;_____;
    Klo inget dia prnah di bentak ksar bgt sm Onew rasa ny IBA bgt ama dia ;'(
    Yaelah!
    Udh nahan pnyakit ny itu ..
    Nahan sakit batin utk biar Oppa”ny benci dia, trus dia bentak ksar bgt pula sm Onew.
    Hueeeh.
    Skrg sekarat bgt pula.
    Yaelah Dawn ;'(

  14. diabetes tipe brp? kalo nebak dr cerita kayanya tipe I *malah bahas tipe*
    nih cerita bkn galau, what a great family, rasa sayang sama kekeluargaannya bkn merinding huhuu
    go to the last part, whuuuzzz!

  15. hhhh kirain nge drugs ternyataaaa…..huwaaaa kasian dawn,masih muda udh kena penyakit yg berat T_T

    asli ya key keren banget disini >.<b

    daebak author 😀

  16. Ternyata diabetes… TT__TT sedih banget
    Nyesel udah su’udzon duluan ama Dawn and temennya, Sky…
    *Nama karakternya kayak nama karakter2 kartun, ya… keren

    Penulisanya padat dan lugas. Walau terkadang bahasa informalnya
    rada ganggu, tapi udah cukup bagus, kok.
    Duh, khawatir endingnya bikin mewek nih…

  17. aigoo… author jinjja… bisa bngt bkn reader slh paham… aq smpet kesel ma dawn karena aq pkr emanb dy pemakai tapi ternyata dh sedang sakit… huhuhu aq jadi nangis gaje…kekeke

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s